--> -->

Taiko

Dalam pergolakan menjelang dekade abad keenam belas, Kekaisaran Jepang menggeliat dalam kekacau-balauan ketika keshogunan tercerai-berai dan panglima-panglima perang musuh berusaha merebut kemenangan. Benteng-benteng dirusak, desa-desa dijarah, ladang-ladang dibakar.

Di tengah-tengah penghancuran ini, muncul tiga orang yang bercita-cita mempersatukan bangsa.

Nobunaga yang ekstrem, penuh kharisma, namun brutal.

Ieyasu yang tenang, berhati-hati, bijaksana, berani di medan perang, dan dewasa.

Namun kunci dari tiga serangkai ini adalah Hideyoshi, si kurus berwajah monyet yang secara tak terduga menjadi juru selamat bagi negeri porak-poranda ini.

Hideyoshi Toyotomi lahir sebagai anak petani, menghadapi dunia tanpa bekal apapun, namun kecerdasannya berhasil mengubah pelayan yang ragu-ragu menjadi setia, saingan menjadi teman, dan musuh menjadi sekutu. Pengertiannya yang mendalam terhadap sifat dasar manusia telah membuka kunci pintu-pintu gerbang benteng, membuka pikiran orang-orang, dan memikat hati para wanita.

Dari seorang pembawa sandal, ia akhirnya menjadi Taiko, penguasa mutlak Kekaisaran Jepang.

Buku Satu ~ Tahun Temmon Kelima 1536

Buku Dua ~ Tahun Koji Kedua 1556

Buku Tiga ~ Tahun Eiroku Kelima 1562

Buku Empat ~ Tahun Genki Pertama 1570

Buku Lima ~ Tahun Ketiga Tensho 1575

Buku Enam

Buku Tujuh Tahun Tensho Kesepuluh 1582 Musim Semi

Buku Delapan Tahun Tensho Kesepuluh 1582 Musim Panas

Buku Sembilan Tahun Tensho Kesepuluh 1582 Musim Dingin

Buku Sepuluh Tahun Tensho Kesebelas 1583