--> -->

Catatan Pembunuhan sang Novelis Jilid 9 (Tamat)

Jilid 9 : Kebenaran Kesimpulan Kaga Kyoichiro (Tamat)

Bagaimana kondisi tubuh Anda? Barusan saya dengar dari dokter penanggung jawab Anda bersedia menjalani operasi. Saya lega mendengarnya.

Tidak perlu cemas. Dokter bilang kemungkinan berhasilnya cukup tinggi. Dan saya bukan sekadar ingin menghibur Anda.

Satu hal yang ingin saya tanyakan lagi: sejak kapan Anda menyadari tentang penyakit itu? Musim dingin ini? Atau sesudah Tahun Baru? Tapi itu tidak benar, bukan? Anda pasti sudah merasakan kambuhnya penyakit itu setidaknya sejak tahun lalu. Mungkinkah di saat yang sama Anda merasa bahwa kali ini penyakit itu tidak bisa disembuhkan sehingga Anda tidak pergi ke rumah sakit?

Hanya ada satu alasan mengapa saya berpikir demikian, yaitu karena saat itu Anda sudah menyusun rencana. Tentu saja yang saya maksud adalah rencana pembunuhan Hidaka Kunihiko-san. Anda terkejut? Tidak ada sedikit pun niat saya  untuk menuduh Anda begitu saja. Ya, saya ingin membahasnya sekarang juga karena saya punya alasan berikut bukti pendukung. Tentu saja atas seizin Sensei karena penjelasan ini akan memakan waktu cukup panjang.

Pertama-tama, silakan lihat ini. Ya, foto. Anda masih ingat? Itu foto rekaman saat Anda menyelinap ke rumah keluarga Hidaka. Menurut cerita Anda, kamera itu dipasang oleh Hidaka Kunihiko-san supaya bisa merekam secara diam-diam.

Saya minta supaya satu adegan tertentu itu dicetak dalam bentuk foto. Tapi jika Anda menginginkannya, saya bisa mengatur agar mereka membawakan monitor ke sini supaya saya bisa memperlihatkan seluruh rekaman. Tapi mungkin itu tidak penting karena dengan selembar foto ini saja sudah cukup. Lagi pula, Anda pasti sudah bosan dengan rekaman itu, bukan? Itu karena Anda sendiri yang membuatnya, Anda yang memerankan, dan Anda sendiri yang merekamnya. Sebagai sutradara merangkap aktor, wajar kalau Anda sudah bosan.

Benar. Saya menyebutnya rekaman palsu karena semua isinya adalah rekaan Anda. Dan saya akan membuktikannya dengan menggunakan foto ini. Sebenarnya ini bukan sesuatu yang serius karena hanya ada satu hal yang ingin saya lihat dari foto ini. Meskipun di sudut film tertera tanggal pembuatan, yaitu tujuh tahun lalu, sebenarnya film ini tidak dibuat pada saat itu.

Biar saya buktikan mengapa saya begitu yakin. Sebenarnya mudah saja. Yang ada di foto ini adalah halaman rumah keluarga Hidaka yang ditanami rumput dan bunga. Tentu saja belum termasuk tanaman berukuran besar karena pohon sakura kebanggaan keluarga Hidaka tidak ikut terfoto. Selain itu, rerumputan di sana juga dalam kondisi mati. Hanya dengan sekali  lihat saya langsung tahu bahwa video ini dibuat saat musim dingin, walau belum bisa dipastikan musim dingin kapan. Belum lagi adegan ini diambil di tengah malam sehingga sulit untuk mengamati detail-detailnya. Mungkin Anda berpikir bisa mengecoh kami dengan video ini.

Tapi Nonoguchi-san, Anda telah membuat kesalahan besar. Saya tidak menggertak. Anda benar-benar telah melakukan kesalahan.

Akan saya jelaskan. Yang saya maksud adalah bayangan dalam foto. Seperti Anda lihat, di foto ini tampak bayangan pohon sakura itu jatuh di rerumputan. Ini adalah kesalahan fatal.

Ya, saya tahu apa yang ingin Anda katakan. Selama tujuh tahun terakhir pohon itu pasti terus tumbuh. Namun dengan mempertimbangkan kondisi cahaya dan lain-lain, untuk menentukan apakah ini pohon yang lama atau yang baru, tidak cukup hanya dengan membandingkan refleksi cahaya yang ditimbulkannya. Anda benar.

Tapi bukan itu yang ingin saya jelaskan. Masalahnya adalah, hanya ada satu bayangan pohon di foto itu. Karena sepertinya Anda belum mengerti, saya akan menjawabnya. Jika benar rekaman ini dibuat tujuh tahun lalu, seharusnya di foto ini ada dua bayangan pohon. Anda tahu kenapa? Sederhana sekali. Karena tujuh tahun lalu sebenarnya ada dua pohon yaezakura di halaman rumah keluarga Hidaka yang letaknya bersebelahan. Ada bantahan?

Saya yakin video rekaman itu sebenarnya dibuat belum lama ini. Oleh Anda. Masalahnya, bagaimana Anda punya kesempatan untuk membuatnya? Saya mencoba mengonfirmasikannya pada Hidaka Rie-san. Ternyata jawabannya tidak terlalu sulit. Karena sampai akhir tahun lalu Hidaka Kunihiko-san masih melajang,  pelan-pelan Anda memanfaatkan kesempatan setiap kali dia pergi minum-minum bersama orang-orang perusahaan penerbitan untuk membuat rekaman itu. Tapi untuk melakukannya, Anda butuh kunci duplikat rumah karena Anda harus membuka kunci jendela ruang kerja untuk merekam adegan penyusupan ke ruangan itu.

Rie-san bilang itu bukan masalah. Setiap kali Hidaka Kunihikosan hendak pergi minum-minum, dia selalu menyembunyikan kunci di balik tempat penyimpanan payung di muka pintu depan, alih-alih membawanya. Dia melakukan itu karena sudah dua kali kehilangan kunci di luar rumah. Jika Anda mengetahui hal itu, kunci duplikat tidak lagi diperlukan. Rie-san sendiri yakin Anda memang mengetahuinya.

Tapi, Nonoguchi-san, bukan tentang bayangan pohon yaezakura itu yang menyadarkan saya bahwa video itu palsu. Justru sebaliknya. Saya sampai menontonnya berkali-kali justru karena menganggap video itu asli. Tapi setelah menemukan beberapa lembar foto lama halaman rumah itu, saya menemukan beberapa hal yang bertentangan. Alasan saya yakin itu video palsu adalah karena munculnya barang bukti lain yang mencurigakan.

Nonoguchi-san, Anda pasti tahu apa yang saya maksud dengan barang bukti. Benar. Naskah dalam jumlah besar. Saat menemukannya, saya yakin naskah itu ada kaitannya dengan pembunuhan Hidaka Kunihiko-san. Tumpukan naskah yang menggunung itu.

Setelah menahan Anda dan membaca pengakuan itu, banyak pertanyaan yang menurut saya tidak masuk akal. Tentu saja saya bisa menduga-duga jawabannya satu per satu, tapi tentu itu tidak sama dengan membuktikan. Nonoguchi-san, saya ha rus mengatakan bahwa banyak pemutarbalikkan fakta dalam pengakuan Anda sehingga saya tidak bisa menerima isinya sebagai kebenaran.

Lalu pada suatu hari saya menemukan petunjuk besar. Aneh sekali mengapa saya tidak segera menyadarinya, padahal setelah kasus itu kita sempat bertemu beberapa kali dan petunjuk itu praktis terlihat di depan mata.

Tolong perlihatkan tangan kanan Anda, Nonoguchi-san.

Kenapa? Saya hanya minta Anda memperlihatkan tangan kanan. Baiklah, jari tengah tangan kanan saja sudah cukup. Nah, saya lihat jari tengah itu mengalami kapalan. Dan ukurannya cukup besar. Aneh, bukan? Bukankah Anda tipe orang yang suka menulis dengan menggunakan perangkat word processor? Selain untuk menulis naskah, saya dengar Anda juga selalu menggunakannya saat masih mengajar. Tapi kenapa jari Anda bisa mengalami kapalan sebesar itu?

Oh, jadi menurut Anda jari Anda tidak kapalan? Lalu apa? Tidak tahu? Atau tidak ingat? Dilihat dari sudut mana pun, jelas jari itu mengalami kapalan. Atau mungkin Anda sendiri yang tidak sadar? Bukan masalah. Yang penting adalah saya melihat jari Anda dalam kondisi demikian. Jika Anda yang lebih suka menggunakan word processor sampai bisa mengalami kapalan sedemikian besar, artinya ada periode di mana Anda menulis sesuatu dalam jumlah banyak menggunakan tulisan tangan. Saya menduga itu adalah naskah yang Anda tulis di buku catatan dan genko yoshi. Kemudian saya mencoba membuat analisis yang bahkan sampai membuat punggung saya seperti dialiri hawa dingin. Jika terbukti benar, komposisi kasus ini akan berbalik 180 derajat.

Berikut analisis saya. Tumpukan naskah itu sebenarnya bukan karya lama, melainkan baru belakangan ini ditulis secara tergesa-gesa. Nah, tidak sia-sia saya harus merasakan udara dingin di punggung itu, bukan? Berarti pernyataan Anda bahwa Hidaka-san mencuri ide Anda adalah bohong belaka.

Anda bertanya apakah ada cara untuk memastikannya? Ya, saya memastikannya lewat berbagai cara yang kemudian menghasilkan bukti konkret.

Nonoguchi-san, Anda kenal Tsujimura Heikichi-san? Tidak? Sudah saya duga.

Anda mengaku bahwa saat masih kecil, Anda dan Hidaka Kunihiko-san sering mampir ke bengkel ahli kembang api yang letaknya tidak jauh dari rumah dan menonton bagaimana dia bekerja. Kenangan itulah yang kemudian menjadi inspirasi novel Lingkaran Api. Lalu Anda juga berkeras bahwa novel itu telah ditulis ulang dan diterbitkan sebagai karya Hidaka-san berjudul Api Semu.

Ahli pembuat kembang api yang Anda kunjungi dulu itu bernama Tsujimura Heikichi-san.

Ya, saya paham. Bukan masalah jika Anda menang lupa namanya. Saya yakin Anda tidak akan lupa andai saja dulu Anda menanyakannya pada Hidaka-san.

Di lain pihak, justru Tsujimura-san masih ingat betul tentang anak yang dulu sering mampir ke bengkelnya. Hanya saja yang diingatnya bukan nama, melainkan wajah. Dan menurut ceritanya hanya ada seorang anak yang datang. Ya, beliau masih hidup. Usianya memang sudah di atas sembilan puluh tahun dan harus hidup di atas kursi roda, tapi beliau masih sanggup mengenali wajah. Saat saya tunjukkan album SMP angkatan Anda, hanya dengan sekali lihat beliau langsung menunjuk anak yang dimaksud.  Wajah Hidaka Kunihiko-san.

Beliau tidak mengenali Anda.

Berdasarkan pernyataan beliau, saya pun yakin bahwa tindakan Hidaka-san mencuri naskah novel Anda adalah bohong, dan semua karya yang ditulis di buku catatan tua dan lembaran genko yoshi tidak lebih dari salinan buku-buku Hidaka-san.

Bagaimana dengan cerita bahwa Anda diancam oleh Hidakasan karena mencoba membunuhnya?

Anda pasti sudah tahu bahwa saya mencurigai kaset video itu. Mengapa? Karena video itulah satu-satunya yang menunjukkan Anda pernah melakukan percobaan pembunuhan. Pisau yang digunakan saat itu juga tidak bisa dijadikan barang bukti karena hanya sidik jari Anda yang menempel.

Tadi sudah saya jelaskan bagaimana saya sampai bisa yakin bahwa kaset video itu palsu. Sebaliknya, itu justru membuktikan bahwa semua hipotesis yang saya susun selama ini ternyata benar. Dengan kata lain, kasus percobaan pembunuhan itu tidak pernah terjadi, Hidaka-san tidak pernah mengancam Anda yang juga berarti dia tidak pernah melakukan plagiarisme.

Berikutnya, bagaimana dengan percobaan pembunuhan yang menurut Anda dipicu oleh hubungan Anda dengan Hidaka Hatsumi-san? Benarkah perselingkuhan itu ada?

Mari kita ulas kembali. Selama ini apa saja yang menunjukkan hubungan Anda dengan Hidaka Hatsumi-san? Pertama, celemek, kalung, dan formulir perjalanan wisata yang ditemukan di apartemen Anda. Belakangan ditemukan juga foto Hatsumi-san yang diduga diambil di area peristirahatan Fujikawa, disusul foto pemandangan yang kemungkinan besar juga diambil di lokasi yang sama. Hanya itu. Tidak ada yang lain. Bahkan tidak ada seorang pun yang bisa mengonfirmasi hubungan kalian.  Formulir perjalanan wisata tidak bisa dijadikan bukti hubungan kalian karena Anda bisa menulis apa saja pada formulir itu. Perihal kalung, Anda hanya mengatakan bahwa Anda baru berniat untuk menghadiahkannya pada Hatsumi-san. Bagaimana dengan celemek? Jelas itu milik Hatsumi-san. Beberapa waktu kemudian saya menjelaskan pada Anda bahwa kami telah menemukan fotonya saat mengenakan celemek itu. Tapi bukan tidak mungkin Anda sendiri yang membawa celemek itu karena Anda datang untuk membantu Hidaka Kunihiko-san mengepak barang-barang peninggalan Hatsumi-san sebelum dia menikah dengan Rie-san. Mudah sekali untuk mencurinya tanpa sepengetahuan Hidaka.

Pada hari yang sama, ada kemungkinan Anda juga mencuri benda lain. Foto. Saya rasa foto seperti berikut yang hendak Anda curi. Pertama, hanya Hatsumi-san yang harus ada di foto dan tidak ada foto lain yang menampilkan Kunihiko-san. Berikutnya, sebisa mungkin ada foto pemandangan lokasi yang sama, dalam hal ini area peristirahatan Fujikawa. Diam-diam Anda mencuri foto Hatsumi-san dan foto pemandangan itu yang lalu Anda masukkan ke saku.

Ya, memang tidak ada bukti bahwa Anda mencurinya. Tapi tetap ada kemungkinan Anda telah melakukannya. Dan di atas semua kemungkinan itu, saya tidak akan menelan begitu saja pengakuan bahwa Anda berselingkuh dengan Hatsumi-san. Apakah perselingkuhan kalian bisa dianggap valid sementara percobaan pembunuhan, ancaman dari Hidaka Kunihiko-san, dan plagiarisme yang menjadi latar sebenarnya tidak pernah ada?

Dari situlah saya mendapat jawaban tentang kecelakaan yang menewaskan Hatsumi-san. Jelas dia tewas karena kecelaka an, bukan bunuh diri. Tidak ada alasan untuk curiga bahwa dia telah bunuh diri karena tidak adanya motif. Kemudian saya kembali mencari kejelasan tentang apa saja kegiatan Anda sejak musim gugur tahun lalu. Mari kita tinjau kembali ke masa itu.

Pertama-tama, Anda menyiapkan beberapa buku catatan bekas yang bisa dicari dengan mudah di sekolah. Kemudian berturut-turut Anda menyalin kembali karya-karya Hidaka Kunihiko-san yang sudah diterbitkan. Tentu saja Anda tidak menyalin seluruhnya karena ada perubahan gaya tulisan, nama karakter, dan sedikit pengaturan ulang alur cerita. Itu adalah cara untuk menimbulkan kesan bahwa tulisan Anda adalah draf dari novel-novel Hidaka-san yang sudah terbit. Saya perkirakan butuh waktu sebulan untuk menyalin ulang satu judul, maka bisa dibayangkan betapa melelahkannya pekerjaan itu, apalagi Anda baru menggunakan word processor untuk mengetik judul-judul yang lebih baru. Naskah novel pada lembaran genko yoshi yang ditemukan bersama-sama dengan buku catatan tua itu sebenarnya adalah tulisan lama Anda, karena kami tidak menemukan kesamaan dengan novel Hidaka-san.

Bagi Anda, novel Gerbang Es adalah faktor penting dalam perkembangan rencana selanjutnya. Anda harus menulisnya supaya bisa membangun alibi saat Hidaka terbunuh dan mengatur supaya polisi menemukan naskah buatan Anda itu.

Berikutnya soal kaset video. Seperti sudah saya jelaskan, video itu direkam tahun lalu. Celemek dan foto Hidaka Hatsumisan sendiri baru Anda peroleh tahun ini. Anda juga harus menyiapkan benda-benda seperti formulir pemesanan paket wisata, kalung, dan lainnya. Mungkin formulir itu sudah lama Anda miliki dan selama ini disimpan di sekolah. Lalu dasi motif paisley yang diakui sebagai pemberian Hatsumni-san dan perangkat minum teh Meissen dalam lernari yang menurut Anda kalian beli bersama-sama, sebenarnya juga baru dibeli akhir-akhir ini.

Masih ada satu hal penting. Pasangan Hidaka membutuhkan waktu seminggu untuk mengepak barang-barang yang akan dikirim ke Kanada, tapi Anda hanya sekali bertandang ke rumah mereka dengan tujuan menyelundupkan dua benda ke dalam bagasi mereka, yaitu pisau dan kaset video itu. Untuk memberi kesan bahwa Hidaka-san yang menyembunyikannya, Anda melubangi bagian dalam salah satu novelnya untuk tempat menyembunyikan kaset video.

Setelah semua persiapan itu rampung, Anda tinggal menanti tibanya tanggal delapan belas April. Hari terjadinya pembunuhan itu.

Tidak, ini bukan kejahatan impulsif. Jelas ini adalah kejahatan yang telah dipersiapkan sejak lama dan direncanakan dengan cermat. Dalam kejahatan terencana, umumnya si pelaku akan berusaha keras menghindari penangkapan. Dia akan memeras otak supaya kejahatannya tidak bisa dideteksi, atau bila itu sampai terjadi, apa yang sebaiknya dilakukan supaya dirinya jangan sampai dicurigai.

Tapi bukan itu yang Anda tuju karena Anda sama sekali tidak mengelak saat akan ditangkap. Semua rencana itu disusun karena Anda sudah menduga akan ditahan. Singkatnya, Nonoguchi-san, Anda menghabiskan waktu sekian lama untuk menciptakan motif. Motif yang cocok dengan niat Anda membunuh Hidaka Kunihiko-san. Benar-benar ide cemerlang. Selama ini belum pernah ada pelaku pembunuhan yang memecahkan rekor dengan menyiapkan lebih dulu motif pembunuhan terse but. Saya harus mengaku bahwa saya sempat mengalami kesulitan sebelum akhirnya sampai pada kesimpulan itu dan bisa berbicara dengan penuh percaya diri saat ini.

Soal kaset video. Andai sejak awal polisi sudah menaruh curiga bahwa rekaman di dalamnya palsu, mungkin penyidikan kami akan berjalan lebih cepat. Tapi wajar jika mereka sama sekali tidak curiga. Siapa yang akan menyangka bahwa video yang menjadi bukti penting motif pembunuhan itu justru dibuat sendiri oleh si pelaku, yaitu Anda?

Anda juga memanfaatkan naskah pada buku catatan dan lembaran genko yoshi sebagai alat untuk menyiratkan adanya hubungan khusus antara Anda dengan Hidaka Hatsumi-san. Jika semua naskah itu digunakan untuk menyangkal perbuatan Anda, para penyidik pasti akan mengubah rute penyelidikan dan memastikan keaslian naskah tersebut. Namun sebenarnya tidak seperti itu. Naskah-naskah itu justru adalah barang bukti yang mendukung motif kejahatan Anda. Sayangnya polisi masa kini cenderung lebih tegas pada bukti yang menguntungkan korban, dan sebaliknya bersikap lunak pada bukti yang merugikan mereka. Anda berhasil memanfaatkan titik kelemahan ini dengan sempurna.

Anda sengaja membiarkan para detektif sendiri yang menemukan motif palsu itu, alih-alih dari penuturan Anda sendiri. Mungkin para detektif yang kurang peka pun akan merasa ada sesuatu yang janggal bila motif itu Anda beberkan sejak awal.

Dengan lihai Anda mengalihkan perhatian kami supaya mengikuti jalur penyelidkan yang salah. Tidak, lebih tepatnya Anda telah menjebak kami. Tumpukan buku catatan dan lembaran genko yoshi adalah perangkap pertama. Lalu perangkap kedua adalah celemek, kalung, formulir pemesanan perjalanan wisata, dan foto Hidaka Hatsumi-san. Kalau dipikir-pikir, mungkin saat itu Anda tidak sabar karena kami belum juga menemukan fotonya, sehingga suatu hari Anda memperingatkan saya supaya jangan lagi mengacak-acak kamar Anda karena di sana ada buku berharga pemberian seseorang. Dengan kata-kata itu, Anda hendak memberi petunjuk yang menggiring kami untuk menemukan foto Hidaka Hatsumi-san yang diselipkan dalam Kajien. Saya yakin Anda pasti lega saat pancingan itu berhasil.

Begitu pula yang terjadi dengan perangkap ketiga. Tidak lama setelah kasus pembunuhan itu, Anda menanyakan pada Hidaka Rie-san di mana Kunihiko-san menyimpan kaset-kaset videonya. Anda juga berpesan padanya supaya segera dikabari begitu barang-barang suaminya yang sudah dikirim ke Kanada tiba kembali di Jepang.

Berdasarkan informasi itu, saya menduga ada sesuatu yang disembunyikan dalam kaset video itu. Dan memang kami menemukan video berisi rekaman percobaan pembunuhan, yang ternyata disembunyikan dalam novel karya Hidaka-san, Noctiluca. Siapa saja yang pernah membacanya pasti akan menemukan kesamaannya dengan adegan percobaan pembunuhan dalam video. Ini juga merupakan pancingan tidak kasatmata dari Anda.

Saya lantas teringat bahwa setelah sepuluh tahun, akhirnya kita berjumpa lagi di malam pembunuhan itu. Sebagai strategi antisipasi, Anda langsung menyodorkan judul Noctiluca saat saya menanyakan tentang karya-karya Hidaka Kunihiko-san. Saya benar-benar harus angkat topi untuk itu.

Nah, sekarang saya akan sedikit memutar balik jarum jam. Kita akan kembali ke hari itu. Hari ketika Anda membunuh Hidaka Kunihiko-san.  Berdasarkan analisis sejauh ini, wajar jika orang menganggap itu adalah pembunuhan terencana. Namun, Anda tidak ingin ada orang lain yang menyadarinya. Bagaimanapun, Anda ingin kasus itu ditangani sebagai kasus pembunuhan impulsif. Jika tidak, motif palsu yang sudah dirancang tidak akan berfungsi.

Anda mulai meneliti berbagai metode pembunuhan. Jelas pembunuhan dengan benda tajam atau racun tidak bisa dipakai, karena itu sama saja dengan pengumuman resmi bahwa Anda sudah berniat melakukan pembunuhan itu sejak awal. Bagaimana dengan metode pencekikan? Tapi mengingat perbedaan fisik kalian berdua, akan sulit untuk langsung mencekik Hidaka-san. Akhirnya Anda memilih metode pukulan, yaitu memukulnya dari belakang dengan benda tumpul. Setelah dia pingsan, barulah Anda mencekiknya, dan diakhiri dengan hantaman penghabisan.

Di sinilah pentingnya senjata yang akan digunakan. Anda berharap bisa menemukannya di rumah Hidaka. Anda pun teringat pada alat pemberat kertas yang sering digunakan Hidaka-san dan memutuskan untuk menggunakannya. Lalu dengan apa Anda akan mencekiknya? Ya, dengan kabel telepon saja sudah cukup. Kira-kira monolog seperti itulah yang terjadi dalam benak Anda.

Sampai di sini Anda merasa gelisah. Karena Anda merencanakan melakukan pembunuhan itu setelah persiapan pindahan keluarga Hidaka selesai, ada kemungkinan senjata yang Anda inginkan sudah tidak ada. Untuk kabel telepon tidak masalah. Hidaka-san belum mencabutnya karena masih harus menyelesaikan sisa naskah yang akan dikirimkannya lewat faksimili. Masalahnya adalah alat pemberat kertas karena benda itu bukan sesuatu yang mutlak diperlukan saat menulis. Ada kemungkinan alat itu sudah dimasukkan ke kardus.

Bagaimana jika ternyata alat itu tidak ada? Anda memutuskan menyiapkan senjata cadangan. Botol Dom Perignon. Jika situasi memaksa, barulah benda itu akan digunakan.

Sesampainya di rumah keluarga Hidaka, Anda tidak segera menyerahkan botol itu karena Anda ingin menyimpannya sebagai senjata cadangan. Pertama-tama, Anda dan Hidaka Kunihiko-san pergi ke ruang kerjanya. Di sana Anda memastikan bahwa alat pemberat kertas itu masih ada di luar. Bisa dibayangkan betapa leganya Anda.

Kemudian Fujio Miyako datang dan Anda berpapasan dengannya saat hendak meninggalkan ruang kerja. Setelah itu barulah Anda menyerahkan botol sampanye pada Rie-san. Seperti tadi saya jelaskan, Anda pasti takkan melakukannya jika alat pernberat kertas itu tidak ada. Anda memberi alasan bahwa botol itu adalah oleh-oleh perpisahan atas rencana kepindahan keluarga Hidaka, sekaligus menciptakan kesan bahwa kasus itu adalah pembunuhan impulsif yang dilakukan pihak ketiga. Namun, tetap saja Anda merasa akan lebih meyakinkan bila Hidaka-san terbunuh oleh alat pemberat kertas.

Anda tidak menyebut-nyebut soal sampanye dalam dokumen pengakuan karena takut polisi akan menaruh curiga. Pertama kali mendengar cerita itu, saya menduga jangan-jangan ada racun di dalamnya dan langsung menanyakan pada staf hotel yang meminumnya bagaimana rasanya. Karena dia bilang rasanya enak, teori bahwa sampanye itu diracuni pun gugur. Memang kalau dipikir-pikir, Anda bukan tipe orang yang akan menggunakan racun.

Tapi trik alibi menggunakan telepon dan komputer itu me mang ide sempurna. Saya, atasan saya, dan rekan-rekan lain memang tidak begitu memahami mekanismenya. Satu hal yang membuat saya penasaran: jika kami gagal mengungkap trik itu, apa yang akan Anda lakukan? Jelas kami tidak akan menCurigai, apalagi menangkap Anda.

Sepertinya Anda tidak ingin menjawabnya, ya.

Apa boleh buat. Karena kenyataannya kami berhasil mengungkap trik itu sekaligus menangkap Anda.

Anda sudah lelah? Ya, cerita ini memang cukup panjang. Tapi tolong bersabar sedikit lagi. Saya sendiri sebenarnya sudah cukup lelah karena menangani kasus Anda ini.

Yang paling utama adalah: mengapa Anda melakukannya? Rasanya tidak masuk akal ada seseorang yang sempat merancang motif palsu dan lainnya sebelum dirinya ditangkap. Jika boleh menebak, memang ada motif tertentu yang mendorong Anda untuk membunuh Hidaka Kunihiko-san dan Anda sendiri sudah bersiap-siap seandainya sampai tertangkap. Saya rasa ada kaitannya dengan saat Anda sadar kalau penyakit kanker yang pernah Anda idap kambuh lagi. Jika tertangkap, Anda merasa tidak akan perlu menghabiskan waktu lama di penjara.

Tapi bahkan setelah tertangkap pun Anda masih terus menyembunyikan motif sesungguhnya. Sepertinya Anda lebih takut kalau motif itu sampai terungkap, alih-alih ditangkap sebagai pelaku pembunuhan. Bolehkah saya mendengarnya langsung dari mulut Anda? Saya rasa setelah sejauh ini, tidak ada gunanya lagi bagi Anda untuk terus tutup mulut.

...Begitu.

Jadi Anda tetap tidak mau bicara? Apa boleh buat. Saya akan menjabarkannya berdasarkan analisis saya sendiri.

Anda tahu benda apa ini, Nonoguchi-san? Benar. CD. Tapi ini bukan CD untuk mendengarkan lagu. Namanya CD-Rom. CD untuk menyimpan data-data dari komputer. Saat ini memang banyak yang menjual software komputer dalam format CDRom. Ada juga yang isinya gim atau kamus.

Tapi ini bukan CD-Rom untuk keperluan komersial, melainkan dibuat khusus atas pesanan Hidaka-san. Anda pasti penasaran data apa yang ada di dalamnya, bukan? Sebenarnya di sinilah tempat penyimpanan benda yang selama ini terus Anda cari.

Penasaran? Ya. CD-Rom ini dipakai untuk menyimpan data foto. Disebut Photo CD. Selama ini Hidaka-san tidak pernah menyimpan foto-foto untuk bahan penulisan novel dalam album. Sudah sejak beberapa tahun lalu Hidaka-san yang di lingkaran dunia literasi memang tergolong cepat menggunakan komputer untuk selalu menyimpan foto-foto itu dalam bentuk CD. Apalagi belakangan ini dia juga mulai menggunakan kamera digital.

Akan saya jelaskan mengapa saya tertarik pada CD ini. Awalnya dari selembar foto yang saya temukan saat sedang menyelidiki masa lalu Anda dan Hidaka-san. Jika isi foto itu sesuai dengan dugaan, semua hal yang selama ini luput dari perhatian kami tiba-tiba saja memiliki artis di mana masing-masing terhubung pada satu kesimpulan.

Saya lantas mencari foto itu. Bukan, lebih tepatnya seseorang berkata bahwa foto itu memang sudah dibuang, tapi sebelumnya dia sempat menyerahkannya sekali pada Hidaka-san. Saya sangat yakin entah bagaimana Hidaka-san kemudian membuat replikanya. Dan memang akhirnya saya berhasil menemukan Photo CD ini.

Mari berhenti bersikap jual mahal. Foto yang saya maksud adalah foto waktu itu. Foto yang diambil saat Fujio Masaya  menganiaya siswi SMP. Data foto itu ada dalam CD ini. Sebenarnya hari ini saya berniat mencetaknya dan membawanya ke sini, tapi saya berubah pikiran. Selain karena tidak perlu, itu hanya akan semakin memperparah penyakit Anda.

Anda pasti paham apa yang saya lihat dalam foto itu. Sebelumnya saya juga sudah memperkirakan. Benar. Anda-lah orang yang membantu Fujio Masaya dengan cara menahan siswi SMP itu.

Saya sudah melakukan penyelidikan seputar masa SMP Anda. Banyak hal yang saya dengar dari orang yang berbeda-beda. Termasuk soal kasus perundungan. Menurut mereka, memang ada siswa bernama Nonoguchi yang pernah terlibat. Ah, bukan begitu. Yang benar adalah ada siswa bernama Nonoguchi yang pernah mengalami perundungan dalam waktu relatif pendek, namun belakangan dia malah balik bergabung dengan grup siswa-siswa pelaku. Sebenarnya menurut saya sama saja. Sejak awal sampai akhir Anda memang mengalami perundungan, hanya saja dalam bentuk berbeda.

Nonoguchi-sensei, bolehkah saya berterus terang? Anda pernah menghadapi hal serupa saat masih mengajar dan meraSakan betul beratnya pengalaman itu. Begitu juga dengan saya. Sampai kapan pun, perundungan takkan berakhir selama pihak yang terkait masih ada di sekolah yang sama. Saat guru mengatakan "tidak ada perundungan”, sebenarnya yang ingin dia katakan adalah "semoga tidak ada perundungan”.

Saya bisa membayangkan bahwa perundungan itu telah meninggalkan luka yang tak bisa disembuhkan dalam hati Anda, terutama karena Anda tidak melakukannya dengan sukarela. Tapi, jika Anda menentang Fujio Masaya, hari-hari suram saat Anda mengalami penindasan itu akan terulang lagi. Merasa  ketakutan, Anda akhirnya ikut terlibat dalam tindakan kejam itu. Sebagai orang luar, saya bisa memahami bagaimana Anda merasa bersalah dan membenci diri sendiri karena melakukan perbuatan itu. Kalau dipikir-pikir, perundungan terburuk yang pernah Anda alami justru saat Anda dipaksa terlibat dalam perundungan itu sendiri.

Apa pun yang terjadi, catatan gelap masa lalu ini harus disembunyikan... Menurut saya itulah motif pembunuhan ini.

Namun...

Baru belakangan ini Anda begitu mengkhawatirkan rahasia itu. Padahal Hidaka-san memperoleh foto itu sebelum menulis Daerah Bebas Perburuan. Dan tidak ada tanda-tanda dia menceritakannya pada pihak lain. Apakah Anda tidak yakin bahwa di kemudian hari Hidaka-san masih akan menjaga baikbaik rahasia itu?

Tolong jangan berbohong dengan mengatakan Hidaka-san menggunakan foto itu untuk mengancam Anda. Anda tidak akan bisa merancang kejahatan sesempurna ini jika masih melakukan kebohongan sembrono yang dengan mudah bisa diungkap.

Saya curiga ini akibat pengaruh Fujio Miyako-san. Kehadirannya dianggap bisa mengungkap semuanya karena dia berniat melawan Hidaka Kunihiko-san di persidangan tentang sengketa novel Daerah Bebas Perburuan. Bisa saja akhirnya situasi rmemakSa Hidaka-san untuk menyerah. Itulah yang membuat Anda gelisah: Anda takut foto mengerikan itu akan diperlihatkan sebagai barang bukti di pengadilan.

Saya memang hanya bisa membayangkannya, tapi Anda pasti cemas dan merasakan kehadiran Fujio-san sebagai ancaman. Menurut saya, saat itulah ketakutan Anda mencapai puncaknya  sehingga Anda bertekad melakukan pembunuhan. Tapi masih ada hal yang belum jelas. Hal paling penting yang belum bisa saya cerna sampai sekarang.

Bagaimana sebenarnya hubungan Anda dengan Hidaka Kunihiko-san?

Anda membunuh orang yang mengetahui rahasia gelap Anda supaya tidak sampai diketahui umum. Itu mudah dipahami. Tapi dia adalah orang yang hubungannya dekat dengan Anda, bukan? Apa Anda tidak yakin dia akan tetap menjaga rahasia itu walaupun mengalami tekanan di pengadilan?

Dalam dokumen pengakuan, Anda menggambarkan betapa hubungan kalian berdua dipenuhi kebencian. Tapi kini saya harus membuang premis itu jauh-jauh karena terbukti itu hanya rekaan. Dengan menyusun fakta-fakta yang sudah didapatkan sejauh ini, kami pun mencoba membuat kesimpulan bagaimana perlakuan Hidaka-san pada Anda selama ini, dan berikut hasilnya. Meskipun sudah lama tidak bertemu sejak masa SMP, Hidakasan ingin menjalin kembali persahabatan dengan Anda yang sampai saat ini masih membenci diri sendiri akibat kejadian pada masa itu. Tidak hanya itu, dia juga memperkenalkan Anda pada pihak penerbit supaya Anda bisa hidup dari dunia sastra anak. Bahkan dari sekian banyak percakapannya dengan Fujio Miyako-san, sedikit pun dia tidak menyinggung nama Anda yang sebenarnya berkaitan erat dengan novel Daerah Bebas Perburuan sampai akhir.

Jika menilik kembali fakta-fakta yang berkaitan dengan sosok manusia bernama Hidaka ini, semuanya cocok dengan kisahkisah tentang dirinya pada masa SMP. Misalnya, ada yang berkomentar bahwa Hidaka-san adalah anak muda yang selalu bersikap ramah pada siapa saja, tanpa membeda-bedakan. Setidaknya dari sini saya yakin Hidaka-san memang menganggap Anda sebagai sahabat karibnya dan itu adalah hal yang masuk akal.

Namun, dibutuhkan waktu agak lama untuk mencapai konklusi itu karena berbeda jauh dengan kesan yang lebih dulu tertanam dalam benak saya tentang Hidaka-san. Sejujurnya saya juga merasa tidak nyaman saat mewawancarai para saksi tentang masa SMP Hidaka-san. Mengapa bisa ada perbedaan begitu jauh? Apakah karena sebelumnya saya membaca pengakuan palsu yang Anda tulis? Bukan, melainkan karena sejak awal saya sudah punya kesan tertentu tentang dia. Kesan yang muncul entah dari mana datangnya. Lalu ada satu hal lain yang terpikir oleh saya.

Catatan pertama Anda tentang apa yang terjadi pada hari itu.

Saat itu pikiran saya hanya tertuju pada hal-hal yang berkaitan langsung dengan kasus pembunuhan, padahal sebenarnya ada satu hal tersembunyi yang jika dilihat sepintas terlihat tidak berarti, tapi sebenarnya memiliki arti penting.

Kalau melihat ekspresi Anda, sepertinya Anda sudah tahu apa yang saya maksud. Betul sekali. Saya sedang bicara tentang kucing. Kucing yang Anda bunuh itu.

Pestisida yang digunakan untuk membunuh kucing itu sudah ditemukan. Kami berhasil mendeteksinya dari tanah dalam dua pot tanaman yang ada di beranda apartemen Anda. Anda membuat dango beracun, lalu sisanya Anda campur dengan tanah dalam pot itu, bukan? Pestisida yang ditemukan sama jenisnya dengan yang ada dalam tubuh kucing itu. Ya, sisa-sisa tubuhnya masih ada karena pemiliknya memasukkannya ke kotak sebelum menguburnya.  Apakah Anda mendengar sendiri dari Hidaka-san bahwa dia dibuat kerepotan oleh kucing itu? Atau hanya dengan bermodal membaca esai Batas Kesabaranku tulisannya? Ya, karena hubungan kalian akrab, saya rasa Anda memang mendengar langsung darinya.

Anda membuat dango beracun, menyelinap ke halaman rumah keluarga Hidaka saat pasangan suami-istri itu sedang pergi dan membunuh kucing itu. Mengapa Anda melakukannya? Ada satu alasan, yaitu menciptakan kesan tertentu tentang Hidaka-san. Akhir-akhir ini saya memang tidak banyak bersentuhan dengan dunia seni dan sastra, tapi ada satu istilah tentang bagaimana menilai karya yang masih saya ingat, yaitu ”mendeskripsikan manusia”. Sebenarnya makna istilah itu adalah menyampaikan pada pembaca seperti apa karakter dalam sebuah karya, tapi ada kesalahan dalam cara menjelaskannya. Yang benar adalah bagaimana menggambarkan karakter supaya pembaca memiliki kesan tersendiri hanya berdasarkan gestur minimal dan dialog yang diucapkan karakter itu, bukan? Itulah yang disebut "mendeskripsikan manusia”.

Kebetulan sekali Anda bertemu dengan si pemilik kucing, Nyonya Niimi, tepat di hari kejadian. Namun, situasi itu justru menguntungkan Anda. Dengan menuliskan pertemuan kalian di awal cerita, maka dugaan bahwa Hidaka-san yang membunuh kucing itu akan memiliki nilai kebenaran.

Saya harus menelan kenyataan pahit bahwa trik itu telah sukses menjebak saya. Meskipun saat menangkap Anda, saya sudah menduga bahwa catatan pertama itu tidak bisa dipercaya, tetap saja itu tidak mengubah kesan saya pada Hidaka-san, tanpa mempertimbangkan sebelumnya bahwa episode terbunuhnya kucing itu adalah bohong belaka. Sempurna. Hanya itu yang bisa saya ucapkan. Dari beberapa trik yang Anda rancang untuk kasus ini, saya rasa trik pembunuhan kucing itulah yang paling sempurna. Lalu saat saya menyadarinya, muncul ilham.

Bagaimana jika tujuan trik ini adalah untuk memperkuat kejahatan berikutnya? Dengan kata lain, tujuan utama Anda adalah menjatuhkan citra manusia bernama Hidaka-san. Kini saya bisa melihat betapa sempurnanya wujud keseluruhan kasus ini.

Tadi saya sudah menyinggung motif pembunuhan Hidakasan, yaitu karena Anda ingin menyembunyikan rahasia gelap semasa SMP. Kini saya yakin itu memang benar karena Anda tidak membantahnya.

Namun, saya juga memikirkan hal lain. Sebenarnya apa yang membuat Anda membulatkan tekad untuk melakukan pembunuhan itu?

Saya membayangkan bahwa setelah memutuskan untuk membunuh Hidaka-san, otak Anda bekerja keras demi menyusun semua rencana. Berdasarkan alasan yang tadi sudah saya sebutkan, Anda merasa pentingnya menyiapkan motif yang cocok. Tentu saja tidak sembarang motif bisa digunakan karena saat kelak motif itu diumumkan, perhatian dan simpati masyarakat akan tertuju pada Anda. Sebaliknya, Anda ingin reputasi Hidaka-san jatuh di mata mereka.

Berdasarkan pikiran tersebut, Anda mengarang cerita bahwa diri Anda telah dipaksa menjadi penulis bayangan karena berselingkuh dengan Hidaka Hatsumi-san. Bila rencana ini berjalan lancar, Anda akan mendapat status sebagai penulis asli dari karya-karya Hidaka-san yang telah diterbitkan.

Demi tercapainya tujuan itu, Anda rela menulis begitu banyak  naskah sampai jari Anda mengalami kapalan, juga bersusah payah membuat rekaman video di bawah langit musim dingin. Semuanya dipersiapkan dengan cermat selama berbulan-bulan. Seharusnya Anda bisa merancang motif yang lebih sederhana jika tujuannya hanya untuk menyembunyikan masa lalu Anda di SMP.

Semua program yang Anda susun dengan gigih itu dibuat untuk menghancurkan semua yang telah dicapai Hidaka-san selama ini. Mengenai pembunuhan, itu hanyalah bagian dari program tersebut.

Anda mempertaruhkan sisa hidup Anda yang tinggal sedikit untuk menjatuhkan reputasi seseorang tanpa merasa khawatir akan ditangkap. Saya pun bertanya-tanya apa gerangan yang telah mendorong Anda sedemikian jauh. Sejujurnya, saya belum menemukan jawaban yang masuk akal. Tapi Nonoguchi-san, bagaimana kalau Anda juga merasakan hal yang sama? Apakah Anda bisa memberikan penjelasan yang masuk akal?

Saya teringat akan pengalaman sepuluh tahun lalu. Anda masih ingat? Seorang siswa saya menikam siswa yang selama ini menindasnya, tepat setelah upacara kelulusan SMP. Waktu itu siswa yang menjadi pelaku berkata, "Kalau tidak suka, ya berarti tidak suka”.

Nonoguchi-san, mungkinkah jauh di dalam lubuk hati, Anda pun tidak berbeda dengan siswa itu? Bagaimana jika tanpa sadar Anda selalu menyimpan niat jahat pada Hidaka-san, niat yang selama ini tidak bisa Anda pahami? Niat itukah yang menjadi penyebab timbulnya kasus pembunuhan ini?

Pasti ada sesuatu yang menjadi penyebab munculnya niat jahat itu sehingga saya melakukan penyelidikan mendalam mengenai Anda berdua. Dari hasil penyelidikan, saya tidak menemukan satu pun alasan bagi Hidaka-san untuk membenci Anda. Semasa SMP dia adalah anak muda yang baik dan justru menjadi pelindung Anda. Dia tetap menyelamatkan Anda walau Anda sempat bergabung dengan Fujio Masaya untuk menindasnya.

Kendati demikian, saya tahu betapa budi baik seseorang bisa berbalik menimbulkan kegetiran. Bisa jadi Anda dihinggapi perasaan rendah diri di hadapannya. Lalu setelah dewasa, Anda harus dilanda rasa cemburu karena orang yang selalu ingin Anda ungguli itu ternyata telah sukses sebagai penulis. Rasanya bulu kuduk saya berdiri saat membayangkan perasaan Anda ketika mendengar orang itu meraih Penghargaan Penulis Pendatang Baru.

Walaupun demikian, Anda tetap mengunjung Hidaka-san. Di lubuk hati yang paling dalam Anda selalu ingin menjadi penulis, dan Anda percaya koneksi dengannya akan menjadi jalan pintas untuk menggapai cita-cita tersebut. Karena itulah Anda ”menyegel” niat jahat yang selalu ada di hati Anda untuk sementara waktu.

Nyatanya. Anda harus menempuh jalan terjal. Apakah itu semata-mata karena takdir atau bakat, saya tidak tahu. Yang jelas Anda gagal meraih sukses, disusul kesehatan Anda pun memburuk. Saya percaya ketika Anda merasa sudah siap menyambut kematian, saat itu pula segel dalam hati Anda ikut terlepas. Anda merasa tidak bisa meninggalkan dunia ini sementara Anda masih memendam niat jahat pada Hidaka-san. Dan fakta bahwa dia memegang rahasia masa lalu Anda ikut mendorong niat itu.

Demikianlah kebenaran kasus pembunuhan itu menurut saya. Apakah ada bantahan?  Apakah diamnya Anda bisa saya tafsirkan sebagai jawaban ” ya”?

Lama juga waktu yang saya butuhkan untuk bercerita. Mulut saya sampai terasa kering.

Oh, ya. Ada satu hal lagi yang perlu ditambahkan.

Dari perkataan serta sikap Anda dan ibu Anda pada masa lalu, saya merasa kalian memiliki prasangka buruk pada Hidaka dan orang-orang di sekitar rumah kalian. Tapi perlu saya tegaskan bahwa sejarah kota itu tidak pernah mencatat adanya sesuatu yang bisa menimbulkan prasangka seperti itu. Karena itu saya menduga mungkin salah satu alasan Anda membenci Hidaka-san adalah akibat pengaruh prasangka buruk yang muncul dari ibu Anda sendiri.

Saya doakan semoga operasi Anda berjalan lancar. Bagaimanapun, saya ingin Anda tetap hidup.

Karena pengadilan telah menanti Anda.

PENJELASAN KOMENTAR DARI NATSUO KIRINO

Saya pernah mendengar ucapan bahwa orang Jepang adalah suku langka yang banyak meninggalkan dokumentasi dan buku harian. Ketika membaca Akui, rasanya saya seperti tersedot oleh semacam emosi aneh saat menemukan bahwa manusia adalah makhluk yang hidup lewat dokumentasi.

Beragam peristiwa dan emosi, spekulasi, perjalanan waktu. Manusia menyimpan semuanya dan mewariskannya dalam bentuk ”dokumentasi?”. Jika karya fiksi juga merupakan bagian dari "dokumentasi”, novel ini adalah karya luar biasa yang mengangkat ” dokumentasi” sebagai tema utama.

Tidak ada yang menganggap dokumentasi sebagai kebenaran mutlak. Semua orang tahu bahwa ”kebenaran” dalam dokumentasi ditulis berdasarkan pandangan subjektif si penulis. Kendati demikian, manusia memang mudah ditipu. Salah, lebih tepatnya, bersedia ditipu. Mereka selalu berharap untuk dapat  mengidentifikasikan diri dalam tulisan, meskipun itu adalah karya subjektif orang lain. Contohnya, novel tidak akan dianggap menarik kecuali novel itu memiliki cerita yang seru dan tokoh utama yang sanggup menarik empati pembaca.

Sejak awal, deskripsi memang memiliki kekuatan bak sihir hitam. Yang tercantum dalam sebuah buku adalah hasrat yang selama ini selalu "ingin didokumentasikan” oleh orang lain, atau kebenaran yang dikombinasikan sedemikian rupa dengan hasrat supaya orang lain sampai pada pemikiran bahwa ”dokumentasi ini menyatakan kebenaran”.

Boleh dibilang genre misteri bisa melahirkan novel luar biasa seperti ini tidak lain karena sang penulis adalah seorang ”pencatat bergelar penulis novel” yang tahu betul bagaimana menggunakan sihir deskripsi.

Ibarat sungai, arus yang mengalir di dasar kisah ini berasal dari sungai hitam bernama "niat jahat”. Samar-samar kita bisa mendengar suara aliran itu, tapi tidak bisa melihat wujudnya. Entah itu karena kepandaian para tokoh utama untuk menyembunyikannya, pembaca yang tidak menyadarinya, atau justru karena arus itu mengalir di tempat yang terlalu dalam. Yang jelas hal itu tidak tampak dari ”dokumentasi” para tokoh utama.

Sang pengarang telah melempar tantangan karena yakin akan kelihaian ”dokumentasi” karyanya. Saya yakin para pembaca tidak akan bisa menahan kejengkelan saat mereka dengan susah payah mencoba menguraikan apa yang tersirat dari bab ”Catatan” dan ”Dokumentasi” dalam novel ini.

Secara keseluruhan, novel ini terdiri atas bab Catatan” dan ”Dokumentasi” yang ditampilkan secara bergantian berdasarkan cerita kedua tokoh utama (mungkin sebaiknya mereka saya sebut sebagai penutur?) yang juga adalah alat untuk mengungkap aspek misterius kasus tertentu. Pembaca akan berkali-kali terkecoh karena hal-hal yang selama ini dianggap sebagai fakta ternyata palsu dan begitu pula sebaliknya, tak ubahnya pukulan pura-pura dalam pertandingan tinju: kadang pukulan itu memang hanya jebakan, tapi ada kalanya justru mengenai kita dengan telak. Jika bicara tentang nuansa, novel ini memiliki nuansa suram yang tenang sekaligus menakutkan.

Catatan pertama ditulis oleh Nonoguchi Osamu.

Nonoguchi adalah Sarjana Sastra Anak. Selama ini dia mengajar bahasa Jepang, namun memutuskan berhenti bekerja dan mencoba berkiprah di dunia tulis-menulis dengan bantuan teman sekelasnya di SMP, Hidaka Kunihiko. Kemudian Nonoguchi harus menghadapi peristiwa mengerikan, yaitu kasus pembunuhan Hidaka Kunihiko.

Hidaka Kunihiko penulis populer. Kendati sudah sepuluh tahun berlalu sejak dia memulai debutnya sebagai penulis, namanya baru terangkat lewat novel Api Semu yang mengisahkan kehidupan seorang ahli pembuat kembang api. Novel itu diganjar penghargaan literasi dan Hidaka pun langsung masuk jajaran penulis best-seller yang jumlahnya hanya sedikit di Jepang. Dia lantas menjelma menjadi penulis ternama. Kira-kira apa yang ada di balik persahabatan antara Hidaka, si penulis ternama, dengan Nonoguchi yang menulis novel anak-anak namun sebenarnya diam-diam berambisi untuk menulis novel umum? Sebagai pembaca, rasa penasaran saya sudah tergelitik sejak awal.

Hidaka dan istrinya berencana pindah ke Kanada. Saat Nonoguchi datang ke rumah mereka di hari terakhir untuk mengucapkan selamat jalan, dia berpapasan dengan tamu lain.  Tamu itu adalah anggota keluarga seseorang yang dijadikan model karakter dalam novel Hidaka berjudul Daerah Bebas Perburuan. Orang itu sendiri sudah tiada dan anggota keluarganya datang untuk mengajukan keberatan atas rencana kepindahan Hidaka ke Kanada, padahal mereka masih terlibat sengketa karena Hidaka dianggap telah melanggar privasi almarhum.

Tidak lama kemudian Hidaka tewas dibunuh. Nonoguchi terlibat dalam kasus itu karena dialah yang pertama kali menemukan mayatnya. Dia mulai menulis catatan dengan niat membuat ”dokumentasi” kejadian itu.

” padahal jelas ini bukan sesuatu yang akan muncul sekali seumur hidup. Memikirkan hal itu, rasanya aku menyesal karena sempat berpikir untuk tidur saja, di luar fakta bahwa apa yang terjadi hari ini adalah tragedi. Ide melintas di benakku. Mustahil melewatkan pengalaman seperti ini. Bagaimana jika kuabadikan saja drama... peristiwa kehilangan sahabat baikku ini dalam bentuk tulisan?”

Perbuatan Nonoguchi adalah tindakan khas penulis. Namun alasannya mulai menulis "dokumentasi” itu sendiri sebenarnya juga bisa disebut memuakkan, karena masalah pelanggaran privasi model karakter cerita bukannya tidak ada kaitannya sama sekali dengannya. Dengan kata lain, terlepas yang mendasari penulisan ”dokumentasi” kejadian dan manusia yang terlibat di dalamnya adalah niat buruk, tidak bisa dimungkiri bahwa itu mengulik rasa "penasaran” dan mendorong untuk terus menulisnya. Saya tertarik bagaimana Tuan Higashino akan menunjukkan bagian-bagian yang mencurigakan dalam ” dokumentasi” itu.

Sementara itu, penutur yang seorang lagi adalah detektif bernama Kaga. Anehnya dulu dia juga pernah mengajar di SMP yang sama dengan Nonoguchi. Namun, gara-gara satu kasus, Kaga yang mengajar mata pelajaran ilmu sosial ini berhenti jadi guru dan tanpa disangka-sangka beralih profesi menjadi detektif.

Tokoh Kaga digambarkan bersimpati pada Nonoguchi, namun itu tidak membuatnya berhenti menyelidiki kebenaran kasus itu. Catatan yang dibuatnya berperan sebagai " penyidik” catatan milik Nonoguchi. Dia menemukan ketidakkonsistenan dalam deskripsi Nonoguchi dengan fakta penyidikan di lapangan dan dengan mudah mengambil kesimpulan bahwa Nonoguchi-lah pelaku pembunuhan itu.

Namun, justru dari sinilah tiba-tiba cerita berubah menjadi menegangkan. Pertama-tama, buku ini bukan mengisahkan pencarian si pelaku kejahatan, melainkan membawa pembaca menyusuri perjalanan misterius demi melacak motif si pelaku yang sudah dibeberkan identitasnya.

Mengapa Nonoguchi membuat dokumentasi?

Mengapa di apartemennya ditemukan sejumlah besar naskah milik Hidaka Kunihiko?

Mengapa Nonoguchi membunuh Hidaka?

Dari Nonoguchi, Kaga mendengar fakta yang sulit dipercaya. Api Semu, novel yang mengangkat nama Hidaka Kunihiko, ternyata adalah karya Nonoguchi. Dari sini muncul kasus plagiarisme yang tidak pernah terbayangkan, yang sekaligus menjadi tempat bersemayamnya niat jahat yang selama ini tidak pernah terlihat.

”Yang membuatnya takut bukanlah tindakan kekerasan, melainkan energi negatif dari orang-orang yang membenci dirinya. Selama ini dia sulit membayangkan niat jahat seperti itu ternyata memang ada di dunia ini.”  Itu adalah kutipan dialog dari Daerah Bebas Perburuan, novel karya Hidaka Kunihiko yang diprotes oleh anggota keluarga seseorang yang dijadikan model karakternya. Namun, karena tidak ada yang tahu siapa pengarang sebenarnya, itu berarti siapa gerangan yang telah melakukan sesuatu pada seseorang? Dan niat jahat seperti apa yang menyebabkannya? Lalu kepada siapa energi negatif itu ditujukan?

Nah, berhubung saya pasti tidak diizinkan menulis lebih banyak, maka sampai di sini ringkasan cerita dari saya. Yang bisa saya katakan adalah novel ini bukanlah sesuatu yang terdiri atas satu dimensi, sama halnya dengan kasus di dalamnya. Cerita yang awalnya kita anggap sebagai sebuah metafiksi ternyata merupakan isi hati terdalam si pengarang, yang disamarkan oleh kebohongan sedemikian rupa sehingga terlihat sebagai ”kebenaran”, dan juga sebaliknya. Benar-benar lihai sehingga sulit ditangkap "”ekor”-nya.

Boleh dibilang novel ini adalah gambaran niat jahat manusia yang selama ini tidak pernah mereka sadari, namun juga ”dokumentasi” kebencian seorang pria yang berujung pada tragedi. Saya berharap semoga kalian juga ikut terpukau oleh daya pikat novel ini dalam wujudnya sebagai " dokumentasi”.

Tamat