-->

Keturunan Pendekar (She Taihiap) Jilid 4

Jilid 4

Setelah dia membersihkan badan , telinganya yang tajam mendengar percakapan bisik-bisik hangat menggairahkan disebelah kamarnya , suma-tan keluar dan melayang keatas atap untuk mengintai , diadalam kamar itu ternyata ada sepasang suami istri , si istri itu masih muda sementara suaminya sudah terlihat berumur , sum-tan blingsatan dibakar nafsunya ketika perempuan muda itu membuka bajunya sehingga memperlihatkan tubuhnya yang ranum , sum-tan bergerak turun dari atap dan menyerang pasangan yang hendak bercinta itu , pasangan itu kaku dan bisu ditotok suma- tan , lalu sang suami ditarik dari ranjang sehingga jatuh kelantai

, lalu suma-tan menggahi istri muda lagi ranum itu , istri muda itu pucat pias dan meringis kesakitan atas perlakuan suma-tan yang bagai kuda liar , sampai menjelang pagi suma-tan memparmainkan tubuh yang diam dan kaku itu , setelah puas lalu dengan sadis dia pecahkan kepala pasangan itu dan kembali kekamarnya

Setelah matahari tinggi dua orang berbadan kekar mendatangi kamar pasangan suami istri itu , “tan-wangwe ..! seru seorang dari mereka , suara itu membuat suma-tan terbangun dan sambil bermalasan dia masih baring dia mendengarkan seruan disamping kamarnya , “pelayan coba dibuka kamar tan-wangwe

, kami adalah piauwsu dari “lam-yan-piauwkiok” (ekpoedisi walet selatan) yang mengawal tan-wangwe “ , pelayan itu segera membuka kamar dan mereka terkejut setelah mendapatkan pasangan itu sudah tergeletak mati dengan kepala pecah dan yang mengiriskan adalah istri tan-wangwe yang muda mati diranjang dengan tubuh telanjang

Likoan jadi heboh dan gempar , pemilik likoan takut dan pucat akan kejadian yang mengenaskan itu , yo-pangcu yang memimpin lam-piauwkiok segera berunding untuk menyelidiki kejadian itu , yo-pangcu membawa tiga orang anak buahnya dan seorang pelayan mendatangi kamar yang berdampingan dengan kamar tan-wangwe , kamar suma-tan diketok dan diminta untuk keluar , suma-tan yang tertidur kembali terbangun

, dia membuka pintu kamar , wajahnya yang nampak layu dan baru bangun bertanya , “ada apa ini , kenapa kalian mengganggu tidurku ?!” , “maaf anak muda , sepasang suami istri disebelah kamarmu ini kedapatan tewas , jadi kami ingin menanyai anda mungkin kamu mendengar hal yang mencurigakan “ , “saya tidak mendengar apa-apa “ suma-tan menjawab acuh tak acuh , “tapi anak muda , kata pelayan bahwa kamu agak malam memasuki likoan dan menyewa kamar “ , “apa maksudmu !? apakah kamu hendak menuduhku yang melakukannya !? suara suma-tan meninggi dengan wajah mengeras “kami harus menyelidiki hal ini dan untuk itu kami bertanya kepada anda karena kamu masuk agak malam , “walaupun aku agak malam masuk tapi sudah kukatakan aku tidak tahu menahu dengan keadaan orang disebelah kamar ini dan sekarang kalian menggangguku “ wajah suma-tan makin merah “sudahlah kalau begitu , mari kita kelaur” yo-pangcu mengajak ketiga anak buahnya keluar , “bagaimana pangcu , apa yang harus kita lakukan !? ”, “pemuda itu mencurigakan dan kita harus mengawasinya “ “baik pangcu” anak buah yo-pangcu menjawab serempak , bebrapa jam kemudian suma-tan keluar untuk makan , matanya menangkap bahwa piauwsu yang mendatangi kamarya memperhatikannya , dia tersenyum sinis dan mengambil tempat duduk dan memesan makanan

pada waktu malamnya suma-tan memasuki ruangan tempat pemilik likoan , karena ketika dia keluar waktu sore , dia melihat dirumah induk tempat pemilik likoan dua orang wanita umur empat puluh tahun istri pemilik likoan dan putrinya yang berumur enam belas tahun , muncul ingin melakukan lagi setelah merasakan kenikmatan apa yang dilakukannya kepada istri tan-wangwe , pengalaman pertama setelah dia keluar dari in-kok-mo , dan malam itu ia sudah mengendap-endap laksana kucing dan bergerak seperti hantu , suma-ran menyusuri semua kamar dan dan menyebar maut dikamar itu , kamar empat juru masak tanpa bersambat tewas tidak bersuara dengan kepala pecah , demikian juga kamar dua orang wanita separuh baya pelayan dalam rumah induk , dan saat memasuki kamar pemilik likoan dengan gerakan luar biasa kepala pemilik likoan remuk pecah dan istrinya yang menggairahkan suma-tan terbujur kaku dengan mata mendelik dan pucat , ingin berteriak namun tidak ada suara yang keluar , dengan brutal dan nafsu yang menggila suma-tan memepermainkan tubuh nyonya cantik yang sudah berumur itu

sampai larut malam suma-tan bergulung-gulung diranjang merejang tubuh istri pemilik likoan , setelah pauas dia meninggalkan nyonya itu dengan kepala pecah , kemiudian suma-tang memasuki putri pemilik likoan yang berumur enam belas tahun , hal yang berlaku dikamar pemilik likoan terjadi lagi dikamar putri pemilik likoan , gadis remaja itu dua kali pingsan menahan rasa sakit yang merejang tubuhnya , namun malam naas itu tidak ada yang dapat dia lakukan kecuali menangis dengan rasa sakit yang bertalu-talu , akhirnya dia pingsan untuk ketiga kalinya dan dia tidak akan siuman lagi karena setelah beberapa saat kemudian suma-tan terhempas puas dari puncak birahinya dan setelah itu hanya hitungan menit kepalanya pun pecah , suma-tan meninggalkan korbannya dengan senyum sinis

keesokan harinya likoan gempar karena tamu yang hendak makan pagi tidak mendapatkan pemilik likoan dan pelayannya beraktivitas bahkan pelayan yang tidak menginap dilikoan bingung menunggu diluar , tamu-tamu memasuki rumah induk dan semuanya makin kacau dan heboh setelah melihat kedaan dalam kamar pemilik likoan , oarng berhamburan keluar dengan muka pucat , suma-tan termasuk dari bagian orang hendak makan pagi tersebut dan ikut pasang wajah takut dan pucat

yo-pangcu semakin tidak mengerti keadaan yang menimpa likoan tersebut , dan kematian pemilik likoan dan keluarga serta pelayannya membuat kota hopei gempar , para tamu banyak yang keluar hari itu juga dari likoan termasuk suma-tan , sejak peristiwa itu tersebar penjahat sadis denga julukan “toat-beng- jai-hwa-cat”( penjahat pemetik bunga pencabut nyawa) , selama tiga bulan kondisi selatan makin keruh , banyak dari gadis dan istri penduduk yang jadi korban

suma-tan memasuki kota huangsan pada waktu malam sedang hujan lebat, gerakan cepat mengindap-indap di atap rumah penduduk , dan berhenti dirumah yang sangat besar kediaman tan-kungcu , para pengawal yang berjumlah puluhan disekitar rumah dengan diam-diam dilumpuhkan tanpa suara , setelah semua pengawal senyap suma-tan memasuki rumah besar itu tapi dia kepergok dua wanita muda dan seorang lelaki tampan , tanpa berkedip suma tan bergerak ingin melumpuhkan ketiga orang itu , seorang dari dua wanita itu adalah putri tan-kungcu dan seorang lagi putri dari sim-kauwsu yang baru dua minggu yang lalu menikah dengan putra tan-kongcu lelaki tampan yang bersama mereka , ketiganya adalah murid pat-hong-heng-te asuhan taisu dari pulau-kura-kura

suma-tan terbentur ketika serangannya menerima tiga balasan sekaligus membuat dia terlempar menghantam dinding hingga ambrol , tan-sui-long putra tan-kungcu menyusulkan serangan , suma-tan bergerak cepat keluar rumah dan pertempuran dilanjutkan dihalaman rumah ditengah curahan hujan , tan-ling- goat putri kungcu dan kakak iparnya sim-ci-hong sangat marah ketika diluar melihat tubuh para pengawal bergelimpang jadi mayat , pertempuran antara tan-sui-long dan suam-tan berlangsung sangat seru , suma-tan tidak terdesak bahkan pada jurus kedua ratus ia mulai menguasai keadaan , tapi untuk menundukkan tan-sui-long dia harus mengerahkan semua ilmu yang ia pelajari dari suhunya im-kan-si-ci , dan pada seratus jurus berikutnya tan-sui-long terdesak hebat , tapi itu tidak berlangsung lama karena sim-ci-hong terjun membantu suaminya , tak pelak keadaan berubah seratus delapan puluh derajat , suma-tan terdesak hebat , bahkan telah menerima satu dua pukulan dari kedua pasangan sakti itu

“sial… ! suma-tan bergerak cepat untuk membendung serangan dahsyat dari sepasang suami istri itu , suma-tan harus menurunkan gengsi dengan cepat menyingkir dan melarikan diri , tan-lin-goat hendak mengejar , namun dicegah oleh tan- sui-long , llau kemudian ketiganya mengitari tempat itu dan mengumpulkan hampir tiga puluh mayat , tan-sui-long merasa sedih , mereka terlambat mencegah kejahatan yang memakan korban yang banyak sementara mereka ada disitu , tan-sui-long dan istrinya lengah karena deru hujan dan keadaan mereka yang sedang memadu cinta dikamar pengentin , mereka sadar ketika suara ketukan dikamar mereka dan panggilan adiknya , segera mereka membereskan diri dan keluar , tan-ling-goat menyampaikan kecurigaanya akan sebuah pekikan yang terdengar di samping taman bunga , lalu mereka keluar keruang tengah saat suma-tan mengindap masuk

keesokan harinya peristiwa itu membuat geger dan beberapa murid pat-hong-hiang-te yang tinggal di huangsan berkumpul , jumlah mereka ada lima belas , segera mereka menyusuri keberadaan penjahat yang membuat heboh itu , suma-tan yang melarikan diri langsung keluar kota , tubuhnya yang lelah dan nyeri tidak dipedulikan , bajunya yang basah kuyup terus menembus hujan lari cepat meninggalkan kota , hatinya mengkal , jengkel dan kecewa , dia tidak menyangka bahwa dia kalah dari keroyokan lawannya

dua bulan berikutnya suma-tan memasuki kota paoteng , disebuah likoan dia beristirahat , ketika dia sedang makan , matanya tertarik berbinar ketika melihat seorang wanita yang cantik berjalan bersama seorang pemuda , segera ia menyelesaikan makannya dan membayar lalu mengikuti kedua orang itu yang ternyata memasuki sebuah bukoan yang bernama hiu-tiauw asuhan dari tan-kong-bu , kedua orang yang diikuinya adalah tan-hui-gan dan tan-kim-eng , setelah mengetahui tempat gadis yang yang diincarnya , suma-tan kembali ke likoan

pada malam harinya dia keluar likoan dan menuju ke tempat hui-tiauw-bukoan , tapi baru saja dia melompat keatas atap dia sudah kepergok oleh tan-kim-eng yang langsung keluar dari jendela dan melompat keatas atap dimana suma tan baru hendak membuka genteng , “apakah kamu toat-beng-jai-hwa- cat yang membuat kejahatan ditempat tan-kungcu !? , suma-tan terperangah dan tidak menyangka bahwa gadis cantik yang diicarnya malah memergokinya dan menodong julukannya yang baru saja tumbuh , “huh..! “ dengusnya langsung menyerang tan-kim-eng , kim-eng dengan gerakan indah berkelit dan membalas serangan dengan “im-yang-jiu-lie-pat” , suma-tan heran bahwa dia menghadapi lagi ilmu yang dia lihat dimainkan putra tan-kungcu , baru tujuh puluh jurus dia bertempur dengan tan-kim-eng , tan-hui-gan sudah muncul , suma-tan , cepat ambil langkah seribu

“ayok gan-ko dia adalah jai-hwa-cat yang menggemparkan di huangsan , hui-gan yang mendengar itu mengikuti adiknya yang mengejar suma-tan , kejar mengejarpun terjadi , suma-tan berusaha menyelamatkan diri , keluar kota , hampir dua jam mereka berkejar-kejaran , akhirnya suma-tan berhenti dan harus melawan , tan-hui-gan langsung menyerang , namun baru dua puluh gebrakan seorang kakek tua muncul dan menyerang tan-hui-gan , dia dalah im-kan-si-ci yang ternyata diam-diam mengikuti muridnya , gerakan muridnya di huangsan membuat dia senang , lalu ketika dia hendak memasuki kota paoteng dia melihat muridnya lari tunggang-langgang , lalu dia mengikuti

“suhu … mari tangkap wanita itu dan kita bunuh laki-laki ini “ suma-tan merasa mendapat angin dengan keminculan suhunya

, pertempuran dua lawan dua pun berlansung seru , keadaan untuk dua ratus jurus seimbang bahkan sampai jurus ketiga ratus , namun pada dua puluh gebrakan berikutnya tan-hui-gan dan tan-kim-eng terdesak , dan saat pukulan im-kan-si-ci mengenai pundaknya membuat tan-hui-gan terjengkang dan sebuah serangan maut akan menghabisi nyawanya , lima larik hawa pukulan menghantam tubuh tua im-kan-sici , sehingga ia terlempar menghantam pohon , tan-hui-gan selamat dan im-kan si-ci luka dalam yang parah , lima buah pukulan itu ternyata dari lima orang laki-laki yang muncul ditempat itu , mereka adalah lima taruna pat-hong-heng-te yang mengikuti jejak suma-tan dari huang-san , “gan-sute .. ! apakah kamu baik-baik saja “ seorang lelaki berumur dua puluh lima tahun menyapanya , hui- gan yang telah mengetahu kelima orang itu adalah saudara seperguruannya menjawab , Kam-suheng , aku baik-baik saja , “ lalu dua orang dari mereka menyerang im-kan-si-ci yang sudah luka parah dan seorang membantu kim-eng

suma-tan makin pucat melihat gurunya sudah tidak berdaya , sementar diapun terancam maut , im-kan-si-ci dengan segala kekuatan membendung serangan itu , gerakan luar biasa dari tubuh tua itu luar biasa membuat kedua taruna pat-hong-heng- te mundur beberapa tindak , “suma-tan cepat kamu ketimur ku im-teksan di hailar , dan serahkan mereka padaku , im-kan-sici bergerak luar biasa memapaki desakan kim-eng dan saudara seperguruannya , suma-tan segera melompat dan melarikan diri , “biarkan dia liem-sute “ cegah kam-sin saudara tertua diantara mereka bertujuh Im-kan-sici hanya mampu bertahan setegah jam membendung tiga serangan pemuda dari pat-hong-heng-te , tubuh tua itupun ambruk dengan nyawa melayang ketika dua pukulan dan datu tendangan menghantam tubuh tuanya , ketujuh taruna itu menguburkan mayat im-kan-si-ci dan kembali kepaoteng ketempat tan-kauwsu

Suma-tan berlari cepat menuju kewilayah timur , hatinya sedih dan kecewa demikian berat tantangannya untuk mewujudkan cita-cita gurunya , taruna-taruna seumuran dia itu sangat mengejutkan , ilmu yang sama juga sangat luar biasa dan hanya sedikit selisih dibawahnya , suma-tan melarikan diri melewati hutan dan gunung-gunung untuk menutupi jejaknya dan tanpa henti dia terus tancap gas menuju wilayah timur

Dua bulan berikutnya suma-tan sampai kekota hun-cih kota pertama setelah memasuki wilyah timur , suma-tan tidak singgah dan melnajutkan perjalanan dan tiga hari kemudian suma tan memasuki sebuah hutan untuk mencari binatang buruan , tidak lama kemudian dia menemukan seekor ular besar dan dengan satu tamparan kepala ular itu pecah dan jatuh bergedebuk ketanah , suma-tan mengambil buruannya dan menuruni lembah karena dibawa dia mendengar aliran sungai , baru saja dua tindak menuruni lembah perutnya semakin lapar karena mencium aroma daging panggang , suma-tan segera mendekati darimana datangnya aroma daging panggang itu , setengah jam setelah menuruni lembah dan sampai dialiran sungai dia melihat seorang wanita cantik yang hendak membuka baju , baru beberapa kancing terbuka dan sudah memperlihatkan buah dadanya yang rnum dibalik baju dalamnya yang tipis , perempuan cantik itu menatap tajam kearah dimana suma-tan bersembunyi dan mengancing cepat bajunya

suma-tan muncul ketika wanita itu melayang kearahnya dan menyambut pukulan jarak jauh , suma tan terjengkang rebah setelah beradu pukulan sementara wanita itu berposai dan mendarat indah menjejak kakinya diatas subuah pohon yang tumbang , suma-tan terkesiap merasakan betapa kuatnya daya pukul wanita itu yang jelas diatasnya tingkatannya , “siapa kamu laki-laki tak tahu sopan ! “ wanita itu membentak , namun suma-tan tidak menjawab dan bahkan segera menyerang , wanita itu berkelit dan membalas serangannya , pertempuran di aliran sungai itu berlansung cepat , suma-tan memang apes benar dengan kemunculannya di wilayah selatan , baru beberapa bulan julukannya jadi pembicaraan dia sudah terbentur di huangsan , disusul kemudian kekalahan yang memalukan di paoteng bahkan mungkin gurunya sudah tewas , sekarang dia berada di wilayah timur bertemu dengan wanita muda yang kesaktiannya melebihi dirinya , bagaimana tidak wanita yang dijumpainya adalah kwee-goat-lian yang sedang istirahat dihutan itu beserta saudara tuanya kwee-sin-peng

Setelah sebulan di kota kin-bun perrgerakan kelima pentolan penjahat wilayah timur dan utara tidak terdengar maka sesuai rencana sin-peng , mereka akan membagi wilayah penyusuran , dimana kim-hoan dan khong-huan akan menyusur kearah timur sementara sin-peng dan goat-lian kearah selatan dan juga diputuskan akan bertemu dibarat dimana dua saudara mereka seng-tiauw dan sim-lan menjaga kaeadaan barat

Setelah berpamitan kepada nenek kin-pekbo dan ma-liu-eng merekapun berangkat kearah penyusuran mereka , disepanjang perjalanan sin-peng dan goat-lian disambut para pendekar dan pangcu , terlebih ketika mereka sampai di cun- ming , sin-peng yang dikenal banyak orang karena beberapa kali pertemuan yang ayahnya adakan orang kenal belaka anak sulung dari bengcu taisu ini , lou-pangcu dan rekan-rekannya yang baru delapan bulan yang lalu mengadakan pesta kemenangan atas kekalahan mo-bin-kwi-bo dan eng-hun-bi- kwi-ji dengan bantuan goat-lian dan kedua saudaranya merasa gembira akan kemunculan dua orang she-taihap itu

“sungguh pertemuan ini sangat membuat kami bahagia peng-ji , awalnya kami berharap ketiga she-taihap yang memutari empat wilayah yang dimulai dari barat akan segera sampai ketimur karena hebatnya rongrongan dari mo-bin-kwibo , namun delapan bulan yang lalu lian-ji beserta dua saudaranya yang lain telah datang dari selatan dan meredam kejahatan dari mo- bin-kwibo dan dua orang muridnya “ , “hal itu patut kita bersyukur kao-siok karena tirani dapat diredam secepat mungkin “ , “benar peng-ji , lalu bagaimana keadaan utara yang kami dengar juga mengalami keadaan yang sama dengan kami oleh sebab butek-giamlo dan pak-giamlo-ong !? , “syukur kepada thian butek-giamlo dan pak-giamlo-ong dapat dipukul mundur melarikan diri ketimur dan juga saya sudah bertemu kedua kalinya dengan keduanya bahkan dengan mo-bin-kwi-bo dan kedua muridnya dan berkat doa para siok dan sicu semua merka juga dapat dipukul mundur” , “wah sungguh luar biasa peng-ji , jika mereka berlima kumpul dalam satu pertempuran dan peng-ji dapat mengatasinya sendirian “ semua orang berdecak kagum

“hehe..hehe.. janganlah terlalu dilebihkan hal itu siok-kao !” , “tidaklah berlebihan peng-ji karena itu kenyataan luar biasa , dan juga kami mendengar sebuah julukan muncul diutara yang kami yakin ditujukan kepada peng-ji “ , “julukan apakah itu kao- siok !? goat-lian menimpali karena hatinya juga tunduk pada kakaknya ini , “julukan yang kami dengar adalah sin-gi-hiap “ , “heheh.. sudahlah kao-siok janganlah membicarakan saya “ muka sin-peng berubah merah karena riskan dan malu , “baiklah peng-ji , bagaimana dengan perjalanan kembali keselatan ini , apakah peng-ji dan lan-ji akan kembali ke pulau kura-kura !? , “belum kao-siok , kami akan bertemu dengan saudara-saudara kami di wilayah barat , karena tiauw-te dan lan-moi berada disana untuk mejaga keadaan disana “ , “kenapa peng-ji dan kedua saudara berpisah !? , “karena menjaga kemungkinan bahwa kwi-ban-san-hong-how akan membuat kacau dibarat , dan sepertinya hal itu berhasil , karena sepak terjang hong-houw tidak kedengaran “ semuanya menggut-manggut “peng-ji menurutmu apakah hong-houw ada hubungan dengan im-kan-bi-ciong dan im-kan-ok-niocu ! oleh nama kwi-ban-san , karena keduanya juga dari kwi-ban-san “ , “dugaan kao-siok benar , ketiganya ada hubungan , dan perlu kao-siok ketahui dan para paman serta sicu sekalian bahwa im-kan-ok-nioucu , cui-beng-bi-moli dan kwi-ban-san-hong-houw adalah adalah istri-istri ayah kami , dan anak dari ibu kami im-kan-ok-nioucu adalah adikku ini kwee-goat-lian “ semuanya tercengang dan melihat goat lian dan sin-peng bergantian , “maaf peng-ji dan lian-ji “ kao-taihap menjura dalam , “tidak ada yang perlu dimaafkan kao-siok , kenyataan untuk apa diingkari dan kenyataan itu juga bukan hal yang memalukan walaupun sedikit ada ganjalan karena adat ketiga ibu kami , namun siapa yang dapat mencegah hubungan dan ikatan manusia yang sudah digariskan thian” sin-peng menawarkan sikap riskan dari semua yang hadir pada pertemuan ini , “sungguh benar sekali apa yang peng-ji katakan , kao-taihap membenarkan dengan anggukan yakin , “dan kedua ibu kami yang lain adalah ibu-ibu yang melahirkan adik saya kim-hoan dan khing-huan “ semuanya mengangguk mengetahui kebenaran itu , “dan oleh karena itulah saya menyuruh dua adik saya seng-tiauw dan

sim-lan berjaga dibarat untuk memperhatikan sepak terjang ibu kami itu “ “luar biasa peng-ji , keluarga bengcu memang dari sejak kim-khong-taihap muda membuat hal-hal yang budiman dan diakui kebaikan dan kemaslahatannya “ kao-taihap menimpali , lalu kemudian mereka makan dan minum dengan rasa lega dan gembira sin-peng dan goat-lian tinggal dicunming selama dua minggu dan setelah itu melanjutkan perjalanan , dan ketika sampai dihutan sebelah timur kota hungcih sin-peng dan goat-lian beristirahat dan segera mencari binatang buruan untuk mengganjal perut , tidaklama kemudian seekor kelinci gemuk dapat ditangkap dan keduanya membuat daging panggang , setelah bumbunya diracik goat-lian dan mulai diletakkan diatas bara api , “peng-ko ! , aku akan ke anak sungai untuk membersihkan diri “ , “baiklah lian-moi “ , goat-lian segera menuju kearah anak sungai yang mengaalir jernih agak jauh dari tempat sin-peng memanggang daging kelinci , namun saat membuka baju dia mendengar gerakan mencurigakan segera dia mengancing bajunya dan melayang kearah suara yang ternyata suma-tan

pada jurus keseratus “buk…, dess “ pukulan hong-jiauw menghantam perut suma-tan hingga terlempar menghantam pohon , suma-tan segera berdiri walapun dadanya sesak dan memuntahkan darah dia berlari menyelamatkan diri , tunggang langgang ia lari sejauh mungkin , hingga disuatu bukit suma-tan menggeloso lemah dan lelah , berkat sin-kangnya yang kuat dia tidak terluka dalam yang parah , setelah dua jam ia mengobati dirinya dengan pengerahan sin-kang dia merasakan perutnya yang perih karena lapar , suma-tan mencari binatang buruan dan mendapatkan seekor ular lagi , setelah memanggangngnya dan memakan untuk ganjal perutnya dia kembali merenugkan nasibnya dari sejak dia berpisah dengan suhunya selama tiga hari suma-tan berada dipuncak bukit itu dan setelah itu ia melanjutkan perjalanan ke timur menuju in-tek-san di hailar dan enam bulan berikutnya dia sudah sampai dikaki in- tek-san , segera ia mendaki , namun sesampai dilereng bukit dia dicegat oleh cai-li , “siapa kamu berani datang ketempat ini

!? , suma-tan menatap caili dengan penuh perhatian , “heh ditanya malah melototin mata !? apa kamu mau mampus !? “ caili jengkel dan marah melihat sikap suma-tan yang mencurigakan , kalau dalam kondisi yang nyaman mungkin sikapnya akan lain melihat sum-tan yang tampan ini dan merasa merekah dengan pandangan yang sepert menelanjanginya itu , tapi situasi yang mereka hadapi lain , mereka dalam persembunyian , jadi setiap orang mesti dicurigai

, “saya ingin bertemu dengan mo-bin-kwi-bo atau pak-giamlo- ong “

caili semakin curiga , “katakana dulu kamu dari mana dan apa urusan dengan mo-bin-kwi-bo atau pak-giamlo-ong “ sebelum suma-tan menjawab seorang wanita lain muncul , “hehh.. siapakah dia ini caili !? “, “tidak tahu , hayo jawab siapa dan darimana dan apa urusan kamu dengan subo kami !” , mendengar sebutan su-bo ini berarti keduanya adalah saudara seperguruannya , karena mo-bin-kwi-bo adalah sumoi dari suhunya , “aku suma-tan murid dari suhu im-kan-si-ci dan hendak bertemu sengan susiok-bo mo-bin-kwi-bo , “wah murid dari supek kalau begitu , marilah kita kepuncak “ caili segera berubah sikap setelah mengetahui bahwa suma-tan terhitung suheng mereka mo-bin-kwibo menyambut suma-tan , “jadi kamu murid bun- suheng !? , “benar susiok-bo” , “lalu bagaimana keadaan suhumu !? , “hal yang memprihatinkan telah terjadi susiok-bo , guru kemungkinan besar tewas ditangan pengeroyok kami , saya tidak mengetahui persisnya karena suhu menyuruh saya melarikan diri kesini “ , “hmh… jika demikian keadaan kita makin berat lun-ko , bagaimana pendapatmu ! , mo-bin-kwi-bo memalingkan pandangan kearah pak-giam-lo-ong , “hmh.. kita bertahan dulu disini sampai ada berita dari barat “ pak-giamlo- ong bergumam dengan nada berat , “apakah kamu yakin dengan perempuan itu lun-ko , “saya masih melihat sinar harapan lan-moi , kwi-ban-san-hong-houw bukan orang lain dia adalah murid dari tok-sim-kwi-bo sumoi dari see-sin-lohap dan juga termasuk sumoi dari siang-kiam-kwi rekan suheng saya toat-beng-kwi , “ooh demikiankah lun-ko !? “ hal itu baru diketahui mo-bin-kwi-bo hingga hatinyapun kembali memiliki harapan

piauwkiok “see-hong” yang diketuai oleh liem-sun sedang mengadakan pertemuan , khu-gin-bi dan liem-sun berhadapan dengan ketiga murid liem-sun yang sudah menjalankan tugas yang diberikan hong-houw selama enam bulan , “hong-houw ini daftar yang dapat kita bujuk dan yang membangkang “ yo-kui- han memberikan daftar pada hong-houw , dari enambelas bukoan dan piauwkiok yang ternama dan sakti hanya ada enam yang menyetujui sementara sepuluh tidak , “baiklah besok aku akan mengunjungi tempat-tempat bukoan yang menolak ini dan kalian bertiga ajak keenam kauwsu dan pangcu ini untuk mengadakan pertemuan disini dalam jangka tiga bulan “ , “baiklah hong-houw akan kami laksanakan ,

keesokan harinya khu-gin-bi dan liem-sun sudah tidak berada lagi di yangsu , selama tiga bulan mereka mendatangi tempat bukoan dan piauwkiok yang menantangnya , semua pimpinan itu didatangi waktu malam dan menundukkan mereka dengan senyap berkat kesaktian hong-houw yang luar biasa , sembilan pimpinan diculik dan dibawa ke yangsu , hanya gu-sin-hok yang tidak didatangi oleh hong-houw karena jerih dengan anak-anak bengcu ,

pertemuan yang direncanakan oleh hong-houw pun tiba , enam pimpinan sudah berada di see-hong piuawkiok , pertemuan itu dihadiri enampuluh orang yang terdiri dari jawara-jawara kawakan , keenam pimpinan itu membawa tiga empat murid utamanya dan selainnya adalah pentolan-pentolan see-hong- piauwkiok , “terimaksih kalian telah datang , memenuhi undanganku , saya yakin kalian adalah orang-orang tidak senang dengan bengcu yang merasa dirinya paling sakti “ khu- gin-bi mulai berbicara dengan sisnis menilai bengcu kwee-han- tiong , “benar hong-houw , selama ini bengcu merasa sudah menjadi dewa dan merasa paling sakti “:salah seorang kauwsu menyela

“lalu hal apakah yang akan kita bicarakan pada pertemuan ini hong-how , seorang pangcu piauwkiok bertanya pada inti pertemuan , “dengarlah kalian semua , sepuluh orang dari pimpinan selama tiga bulan sembilan pimpinan sudah meringkuk dalam penjara bawah tanah dan mereka akan kita siksa untuk mengikuti kemauan kita , dan sementara itu kalian kuasai tempat masing-masing dengan menundukkan para kungcu dan juga kota yang berdekatan , kuras harta mereka dan paksa para kungcu itu untuk menarik bayaran lebih kepada rakyat “ semuanya tercengan dengan rencana hong-houw yang diluar dugaan ini , lalu seorang dari mereka bertanya , :”lalu bagaimana pembagiannya hong-houw !? , “ seperempat dari harta kurasan itu kumpulkan kesini dan tiga perempat untuk kalian “ mendengar pembagian itu semua terkesima , hong- houw memberikan bagian terbesar untuk mereka , dengan penuh gairah mereka menyambut rencana itu , setelah membicarakan hal-hal yang dirasa perlu , merekapun makan dan berpesta

dua hari kemudian sembilan orang pimpinan yang dipenjara didatangi oleh khu-gin-bi dan liem-sun , “kalian semua sekali lagi aku minta untuk tunduk padaku , jika tidak kalian akan kusiksa sehingga kalian meminta mati , kalian tahu apa yang diperbuat bengcu kepada para penjahat , menjadikan ia tapadaksa , dan aku juga akan melakukan apa yang dilakukan bengcu supaya kalian juga merasakan apa yang dirasakan golonganku “ dengan mata merah dan wajah berubah keras , khu-gin-bi menyampaikan ancamannya , kesembilan pimpinan itu pucat pias , memang mereka ketahui belaka bagaimana bengcu bertindak pada penjahat , “selama tiga hari kalian berpikirlah untuk menentukan pilihan kalian “ lalu khu-gin-bi meninggalkan mereka dan dua hari berikutnya khu-gin-bi datang lagi , “bagaimana , segera kalian berikan pilihan padaku , hal apa yang akan kalian terima , kemegahan dan kesenangan atau tapa daksa yang menyedihkan , dari hasil ancaman itu ada empat pangcu piauwkiok yang memilih tunduk pada khu-gin-bi dan lima tidak mau tunduk , lalu saat itu juga pedang khu-gin-bi memotong dua tangan dan dua kaki lima kauwsu , peristiwa menegnaskan itu disaksikan semua pangcu dan kauwsu yang berkumpul yang masih ditahan oleh khu-gin-bi untuk melihat efek pilihan itu , sepuluh pimpinan itu semnakin takut melihat hong-houw yang kejamnya luar biasa

enam bulan berikutnya wilayah barat gempar dengan hilangnya lima kauwsu kemudian disusul dengan perilaku kungcu yang membebankan penarikan pajak yang luar biasa besar , keadaan barat kian sengsara , disetiap pelosok wilayah barat penduduk merasa tertekan dan tertindas

kota hongzou merupakan daerah pantai yang ramai , kesibukan siang hari itu sebagaimana biasa berlangsung hari demi hari , disebuah likoan seng-tiauw dan sim-lan sedang beristirahat , mereka sudah seminggu berada di kota hongzou dan jejak khu- gin-bi tidak mereka dapatkan dikota itu , “bagaimana tiauw-ko , mungkin ibu tidak kesini “ , “kemungkinan besar demikianlah lan-moi “ , “kalau tidak kesini , apa mungkin ibu masih di kota yangsu ? , “hmh… aku juga menduga demikian lan-moi “

ketika keduanya terdiam dengan dugaan-dugaan , mereka mendengar percakapan dua orang dimeja belakang agak jauh , “ini hal yang aneh yo-sicu sudah sebulan lima kauwsu hilang entah kemana “ , “benar aneh , walhal kelima kauwsu itu adalah orang-orang ternama dikotanya masing-masing “ , “itu artinya yang menculik mereka sangatlah sakti yo-sicu “ , “benar sekali tan-sicu , tapi kehilangan itu awalnya sembilan pangcu dan kauwsu “ , “maksudnya bagaimana tan-sicu “ , “murid seorang kauwsu yang sampai sekarang tidak kembali bercerita , bahwa sebulan sebelum kauwsu mereka hilang , murid liem-sun dari see-hong-piuawkiok di yangsu mendatangi mereka , setelah itu sebulan kemudian kauwsu mereka hilang “ , “terus bagaimana ! tan-sicu !? “ , “lalu mereka menyelidiki dan ternyata yang kehilangan kauwsu dan pangcu bukan saja mereka , setelah selidik punya selidik ada sembilan kauwsu dan pangcu yang hilang diculik , namun empat dari pangcu kembali dan lima kauwsu sampai sekarang tidak ada kabar beritanya “ , “hmh… apa mungkin penculikan ini didalangi oleh liem-sun dari see- hong !? “ , “bisa jadi yo-sicu , tapi kalau hanya liem-sicu jelas tidak akan sanggup menculik kauwsu dan pangcu kenamaan yang boleh dibilang tidak jauh selisihnya dengan liem-sun sendiri “ , “hmh… benar juga tan-sicu

seng-tiauw dan sim-lan saling pandang , “lan-moi saya yakin ini adalah ulah ibu “, “ benar tiauw-ko dan kita terakhir mendengar keberadaan ibu di yangsu , dan sudah tiga kota lalui sampai kesini tidak jejak ibi kita dapatkan “ , “benar lan-moi , artinya jelas bahwa ibu tetap berada di yangsu “ , “kalua begitu tiauw- ko kita harus kembali kokota yangsu “ kemudian setelah merasa cukup istirahat seng-tiauw dan sim-lan keluar dari kota hongzou

dua bulan berikutnya saat seng-tiauw dan sim-lan berada di kota shantung mereka mendengar keadaan barat dibebani oleh para kungcu dengan pajak yang besar , “tiauw-ko sebaiknya kita mendatangi kungcu disini , keputusan mereka yang mendadak dan mencekik rakyat tentu ada alasan “ , “benar lan- moi dan sebaiknya kita lansung ketempat kungcu “ , seng-tiauw dan sim-lan menuju tempat kungcu

setelah berada didepan pintu gerbang kediaman kungcu dua orang penjaga mendekati mereka , “kalian ini siapa !? “ , “kami dari selatan mau bertemu dengan kungcu !? , “heh.. ! jauh benar ! , apakah kalian saudara tang-taijin !? , “ , “tidak ! kami bukan saudara taijin , kami hanya ingin menemui taijin sehubungan dengan beban pajak yang naik mendadak“ , “anak-muda , saya sarankan sebaiknya hal ini tidak kalian campuri , karena bukan urusan kalian “ , “sianseng ….! Apakah anda tahu alasan kenapa pajak naik mendadak !?” seng-tiauw bertanya dengan nada berat dan menatap tajam pada dua pengawal itu “ , “tidak .. !” , “kalau anda tidak tahu kenapa anda berani menyarankan kami tidak ikut campur , aturan mana pajak yang berhubungan dengan orang banyak tidak boleh dicampuri , coba katakana pada saya “ seng-tiauw semakin tajam menetap kedua pengawal itu

“tapi itu sudah ketetapan dari atasan dikota raja “ seorang pengawal menjawab setelah terdiam sejenak setelah merasa tersudut , “apaka anda yakin dan apakah anda yang menerima perintah atasan yang memerintah dari kota raja “ , “bukan… , “ kalau begitu bawalah kami kedalam untuk menemui kungcu , karena dialah yang bisa menjawab “ “tapi taijin tidak menerima tamu “ , “kalau begitu kami serahkan kepada siangseng , apakah keluarga pulau kura-kura mau diterima kungcu lewat pintu depan atau belakang “

seng-tiauw dan sim-lan membalik badan dan meninggalkan tempat , “eehh , tunggu dulu” seorang pengawal menahan mereka dan seorang lagi segera masuk kedalam rumah

tidak lama orang yang masuk keluar kembali , “silahkan taihap , tang-taijin mengajak jiwi masuk “ dua orang pengawal jaga itu mengantar seng-tiauw dan sim-lan keruang dalam , diruang tengan tang-taijin yang berumur lima puluh tahun menunggu mereka , “:aih ..silahkan jiwi-taihap , apakah jiwi-taihap adalah anak-anak bengcu !? , “benar taijin dan terimaksih telah sudi menerima kami “ seng-tiauw menatap wajah tang-taijin yang menyimpan kemelut yang disembunyikan

“taijin yang mulia ! , kami datang menemui taijin hanya ingin tahun alasan naiknya pajak yang mendadak dengan jumlah yang besar “ , “hmh… memang hal sangat mengejutkan dan hal ini terpaksa kami lakukan she-taihap “ , “hal apakah yang memaksa taijin !? , jika itu duluar pemerintahan sampaikanlah kerpada kami , tentu akan kami usahakan untuk menghilangkan tekanan itu “ , “dengan kehadiran she-taihap , saya merasa gembira dan harapan untuk memulihkan keadaan semakin besar , “syukurlah jika demikian taijin dan terimakasih atas kepercayaan itu “ , “she-taihap , hal ini terpaksa kami lakukan karena In-pangcu dari “see-peng-jiauw-piauwkiok “ (ekpedisi cakar garuda dari barat) memaksa kami untuk melakukan pemungutan pajak dan hal itu sudah tiga bulan berjalan “ , “hmh… jika demikian taijin ! beritahulah kami dimana tempat see-peng-jiauw “, “tempatnya disebelah utara kota “ , “baiklah

..taijin ! , kami permisi , semoga kemelut ini dapat kita selesaikan “ , “ya..ya … semoga she-taihap “ tang-taijin mengangguk dengan muka cerah

See-peng-jiauw yang terletak disebelah utara kota shantung sedang melakukan rutinitas biasa , beberapa piauwsu sedang sibuk menaikkan barang kedalam kereta , dan pada saat itu seng-tiauw dan sim-lan memesuki halaman paiuwkiok , “maaf piauwsu-sicu ! , kami hendak bertemu In-pangcu , apakah beliau ada !? “ seng-tiauw mendekati seorang paiuwsu yang memandori pekerjaan piauwsu , orang itu berpaling menatap seng-tiauw dan sim-lan , “ kalian ini siapa dan apa urusan dengan pangcu ! “ , “ ada yang hendak kami sampaikan kepada beliau “ dengan senyum lembut seng-tiauw menyahut , “pangcu sedang istirahat dan tidak boleh diganggu “ paiuwsu itu menjawab ketus dan kembali kepekerjaannya , “jika demikian kapan kami bisa bertemu dengan in-pangcu !?” seng-tiauw dengan sabar bertanya lagi , “:hehh..! kalian ini mengganggu saja , apa tidak lihat saya lagi bekerja !” piauwsu itu membentak dan memelototkan matanya “tang-taijin lebih terganggu lagi dengan apa yang kalian lakukan

!” sim-lan tiba-tiba menyela membalas bentakan piauwsu itu , mendengar disebut tang-taijin muka piauwsu itu langsung berubah , “apakah kalian pesuruh tang-taijin !?” , “tidak ! kami bukan pesuruhnya , tapi kami akan menyelasaikan kemelut yang kalian timpakan padanya “ simlan menjawab tegas , “jadi kalian tentukanlah !, apakah hal ini akan dibicarakan baik-baik atau lewat kepalan tangan yang kalian agulkan pada tang-taijin “ seng-tiauw menimpali dengan nada tajam , beberapa orang piauwsu datang mendekati ,“bangsat .. ! apa kalian tidak tahu berurusan dengan siapa , seenaknya saja membuka bacot ! “ piauwsu itu menerjang dengan cepat dan kuat hendak memukul wajah seng-tiauw , “plak..krekk .. adouuuhhgg … “ piauwsu itu menjerit setinggi langit karena sikunya remuk dan patah , sakin sakitnya dia melompat-lompat tidak karuan dengan muka merah merah dan urat leher menggelembung menahan sakit

enam orang-kauwsu langsung menerjang , namun seng-tiauw hanya berkelit sekali dan lalu membagi tamparan yang akibatnya cukup membuat mereka jerih dan terduduk , karena gigi mereka ambrol dan hidung mereka patah , kejadian yang hanya segebrakan itu membuat piauwsu lainnya bergetar mundur , lalu in-pangcu dari dalam langsung menyerang seng- tiauw , jurus rajawali kebanggannya dan yang mengangkat ketenaraan piauwkioknya di kerahkan , dalam dua puluh jurus seng-tiauw mengelak dan setelah itu dalam lima jurus

berikutnya , “prok… augh.. plak…. buk..hugkk .. tuk… adouhh … des..brughh…” in-pangcu jadi bulan-bulanan gerak jurus “sin-tiauw-poh-chap-sha” dia terhempas ambruk dengan jari remuk pipi merah perut terguncang dan tulang bahunya remuk

semua anggota piauwsu meleletkan lidah terkesima apa yang dialami pangcu mereka , dengan muka marah menahan sakit pada tulang bahunya dan jemarinya in-pangcu bangkit , “ seraang… ! dia berteriak dan menerjang lagi , sebelum bebrapa piauwsu yang mengeroyok mendekati tubuh in-pangcu terlempar menimpa mereka , tak ayal mereka bergedebuk jatuh saling menimpa

in-pangcu memuntahkan darah lalu pingsan , “semua piauwsu makin mengkirik ketakutan , “bagimana..! apa kalian menghendaki kekerasan lagi !? “ seng-tiauw membentak membuat darah mereka tersirap dan jantung hampir copot , “tidak taihap .. ! , “kalau begitu hadapkan pada kami siapa orang kedua setelah in-pangcu ! “ seorang lelaki berumur empat puluh maju dengan muka pucat , “hmh.. kamu siapa !?” , saya pouw-kun murid pertama suhu “ , “baik sekarang jawab ! apa yang menyebabkan kalian menekan tang-taijin !? , “saya tidak tahu dengan hal itu taihap , itu keputusan pangcu , lalu kami hanya menjalankan “ pouw-kun dengan wajah pucat menjawab

“jujurkah itu pouw-piauwsu !? “ seng-tiauw menatap dalam pada wajah pouw-kun , semakin ciut hati pouw-kun menatap mata yang demikian tajam menjenguk kejujurannya dan dia menunduk dalam , “kenapa pouw-piauwsu diam !? , apakah itu sudah sejujurnya !? , “a…anu… saya tidak berani melangkahi suhu “ , “lalu kenapa katakan tidak tahu , apa mau saya robek mulutmu piauwsu !? , ancaman bernada dingin itu membuat wajah pouw-kun makin putih laksana kapas

“taihap ! ini semua bermula dari see-hong-piauwkiok di kota yangsu , “apa yang see-hong-piuwkiok lakukan!? , “mereka membujuk kami untuk membuat perkumpulan piauwkiok seluruh wilayah barat untuk mencapai keuntungan besar dengan jalan apa saja dan sebagai piuwkiok ternama tidak seharusnya terlalu manut kepada bengcu dipulau kura-kura” , “hmh… lalu bagaimana selanjutnya!? , “oleh pangcu hal itu disambut baik dan dua bulan berikutnya mereka datang lagi untuk mengundang kami ke yangsu” , “lalu apa kalian memenuhi undangan itu !? , “benar taihap ! , pangcu membawa dua dari kami untuk menghadiri undangan tersebut , “apa yang terjadi dan apa yang kalian bicarakan pouw-piauwsu !? , “sesampai disana kami baru tahu bahwa lima belas kauwsu dan pangcu berada ditempat itu , enam diantaranya undangan yang tidak dipaksa dan sembilan diculik karena tidak menyetujui bujukan

“lalu bagaimana keadaan sembilan kauwsu dan pancu tersebut “ , “ empat dari pangcu setuju setelah diancam tapi lima dari kauwsu bertahan tidak mau tunduk , “hmh… lalu apa yang

terjadi ! “ , “kelima kauwsu itu dibuntunggi kedua tangan dan kedua kakinya , “siapa yang membuntungi mereka !? “ , “kami tidak tahu , pertemuan itu tidak dipimpin oleh liem-pangcu pemilik see-hong-piauwkiok tetapi seorang wanita yang sangat sakti “ seng-tiauw dan sim-lan saling pandang

“lalu hal apa yang dibicarakan pada pertemuan itu pouw-sicu !? “ sim-lan bertanya mengulangi bagian pertanyaan kakaknya , “kami disuruh untuk menguasai seluruh kungcu di wilayah barat dan menekan mereka untuk membagi hasil pajak rakyat “ , “lalu apa harta itu kalian kantongi sendiri atau bagaimana !? “ , “tidak lihap , tapi dibagi dengan see-hong-piuwkiok “ , “apakah semuanya pouw piuwsu !? “ , “tidak taihap , tapi seperempat “ , “lalu yang tiga perempat apakah masih ada !? , “hal itu saya

tidak tahu lihap , hanya pangcu yang tahu “ sahutnya terbata- bata , sejenak terdengar keluhan dari in-pangcu yang sudah siuman “bagus ! in-pangcu sudah sadar “ seng-tiau mendekati in-pamgcu yang masih tergeletak tidak berdaya dan berjongkok

, “pangcu ! kami sudah tahu persekongkolan piuwkiok dan bukoan ternama di wilayah barat ini yang berpusat di yangsu , sekarang jawab dengan jujur , apa bagian kalian yang tiga perempat masih ada atau tidak “

“masih ada … “ in-pangcu menjawab lemah dan hatinya ciut dibarengi sesal yang mendera , “kalau begitu suruh anak buahmu mengambilnya “ seng-tiauw berdiri kembali dan menyuruh seorang mengangkat in-pangcu dan mendudukkan dikantor piuwkiok , lalu in-pangcu menyuruh pouw-kun memanggil istrinya , pouw-kun segera masuk kedalam dan memanggil in-hujin , setelah berbicara dengan suaminya in- hujin kemabli masuk kedalam dan keluar membawa sekantong besar uang emas dan perak , “baiklah in-pangcu harta ini kami kembalikan kepada tang-taijin , dan dengan pertemuan kita ini bisa memberikan pelajaran bagi in-pangcu khusunya dan see- peng-jiauw piauwkiok umumnya” , “taihap dan lihap sebelum kalian pergi , siapa kalian sebenarnya , in-pangcu bertanya lemah , “saya adalah kwee-seng-tiauw dan ini adik saya kwee- sim-lan , kami berasal dari pulau kura-kura , mendengar itu semua piauwsu berlutut menjura dalam dan meminta maaf , “sudahlah jiwi piauwsu , khilaf adalah hal yang lumrah , dan ketika disadari lalu bertaubat merupakan hal yang sangat baik dan aku yakin ini hanyalah kekhilapan bukankah demikian in- pangcu !? “ seng-tiauw menatap wajah in-pangcu , “benar kwee-taihap , dan kami sangat menyesal dengan apa yang kami lakukan “ in-pangcu menyahut dengan deru sesal

menghantam jiwanya , “syukurlah kalau begitu in-pangcu , kami permisi „ seng-tiauw dan sim-lan keluar dari kantor paiuwkiok dan kembali kekediaman tang-taijin

“taijin yang mulia ! ini harta yang sudah diambil oleh in-pangcu dikembalikan kepada taijin , dan bagaimana memamfaatkannya untuk kepentingan rakyat kami serahkan pada kebijakan taijin “

, “terimnakasih she-taihap ! , lalu bagaimana dengan see-peng- jiauw ? , “mereka sudah menyesali kekhilafan mereka dan bertaubat tidak akan melakukannya lagi “ aih.. saya gembira dan lega mendengarnya she-taihap , dan tentunya pajak akan saya kembalikan pada pungutan sebelumnya dan harta ini akan saya mamfaatkan untuk perbaikan jalan dan hal lain

kepentingan umum “ , “kami senang mendengarnya taijin , semoga rakyat mendapatkan mamfaatnya “ kemudian tang- taijin menjamu seng-tiauw dan sim-lan untuk makan bersama

Dua minggu kemudian seng-tiauw dan sim-lan meninggalkan kota shantung dan bergerak menuju yangsu , di dua kota yang mereka lalui , seng-tiauw dan sim-lan memperbuat hal yang sama sehingga para kungcu mengembalikan pemungutan pajak kejumlah yang normal dan mereka para kungcu selamat dari teror kauwsu dan pancu yang bersekongkol dengan see- hong-piuawkiok di yangsu

Tapi daerah barat tidak hanya dua tiga kota bahkan puluhan kota besar , dan apa yang diperbuat khu-gin-bi memang sangat licin dan terorganisir , ketika seng-tiauw dan sim-lan sampai ke yangsu mereka langsung ketempat see-hong-piauwkiok , dan saat memasuki halaman mereka dicegat lima orang piauwsu dan bertanya ketus , “kalian siapa! cepat enyah dari sini , see- hong-piauwkiok hari ini tidak menerima titipan barang” , “kami bukan hendak menitip batang , tapi hendak berjumpa dengan liem-pangcu” seng-tiauw menaggapi dengan lemah lembut

“Pangcu kami tidak berada disini !” sahut seorang piauwsu masih denagn nada ketus , “boleh kami tahu kemanakah liem- pangcu dan kapan beliau akan kembali ? “ “untuk apa tanya-

tanya , dan kami tidak tahu kapan pagncu akan kembali , “lalu siapa yang menjadi pimpinan disini jika liem-pangcu tidak berada ditempat “ , “kalian siapa hingga banyak tanya ! “ , “kami dari pulau kura-kura ….! “ sim-lan menjawab dengan nada jengkel , “hah..!” kelima piauwsu itu terkejut lalu gemetar ketakutan

tiga orang yang dalam kantor mendengar pulau kura-kura keluar , “kita tidak perlu takut pada pulau kura-kura mari kita habisi dua orang ini “ mendengar perkataan tiga pimpinan utama mereka segera kelima orang itu menerjang hingga delapan orang mengeroyok seng-tiauw dan sim-lan , tapi hanya lima gebrakan kedelapan orang itu bergedebuk jatuh mencium tanah dengan luka memar dan patah tulang , namun yang menyerang datang membanjir mengerubuti seng-tiauw dan simlan , seng-tiauw dan sim-lan beregrak bagai burung rajawali memporak-porandakan pengeroyokan besar itu , dalam waktu satu jam seratus piauwsu bergelimpangan dengan luka yang membuat mereka tidak bisa menyerang lagi

seng-tiauw menarik kerah baju tiga orang yang menjadi komando pengeroyokan besar itu , dengan gerakan yang tidak diduga muka ketiga orang itu ditampar sehingga babak belur dan kemudian melemparkan ketiga orang itu kedinding kantor piauwkiok dan luarbiasanya ketiganya tergantung karena tertahan baju mereka yang tertancap didinding dengan tiga buah pedang yang berserakan ditempat itu dan juga ada tiga pedang yang menancap didinding dibawah mereka tepat antara kedua kaki dengan mata pedang mengarah keatas , semua yang sadar ketika melihat atraksi luar biasa itu tercengang takut dan pucat , terlebih ketiga orang itu , “kalian pertahankan diri kalian ! jika tidak jangan salahkan siapa-siapa bila kalian celaka “ seng-tiauw mendekati tiga orang itu sementara sim-lan mencari kursi untuk duduk

“jawab dengan baik , kemana liem-pangcu ?! “ , “ka… ka…kami tidak tahu kwee-taihap , maafkan kami “ seorang menjawab dengan muka pucat pias tidak berdarah , “tidak mungkin kalian tidak tahu kemana pangcu kalian pergi ! “seng-tiauw menatap

tajam pada ketiga piauwsu yang digantungya itu , “benar taihap

, kami tidak tahu , karena tiga hari yang lalu pangcu dan hong- houw beserta tiga murid utama pangcu dan empat pimpinan piauwsu keluar dan sampai sekarang belum kembali “ seorang piauwsu menguatkan pernyataan rekannya

seng-tiauw mengibaskan tangannya dan enam pedang yang menancap itu terlepas dan ketiga piuawsu itu lega karena dari tadi hati mereka ketar-ketir jika baju mereka sobek dan mereka jatuh menimpa mata pedang dibawah , “sekarang kalian cari dimana harta kurasan kalian selama enam bulan ini “ seng- tiauw memberi perintah dan diapun duduk disamping sim-lan , ketiga orang itu menuju kamar liem-pangcu namun tak ada isi lemari liem-pangcu , mereka membongkar isi kamar itu tetap juga tidak mendapatkan harta , lalu mereka kekamar hong-how namun kamar itu juga kosong , lalu mereka cari kekamar istri dan selir liem-pangcu , didalam kamar itu istri dan selir pangcu meringkuk ketakutan , “maaf hujin , apakah dikamar-kamar hujin tidak ada pangcu menyimpan harta !? , “tidak ada ma-hun

! “ jawab liem-hujin yang tua , “kalau begitu hujin marilah kita keluar menemui kwee-taihap dan menyampaikannya , keenam perempuan itu keluar bersama tiga piuawsu

“maaf taihap , kami sudah bongkar seluruh kamar dan kami tidak menemukan harta penyimpanan pangcu “ seng-tiauw

menatap ketiga piauwsu dan kemudian menatap enam nyonya rumah itu , “benar taihap , kami tidak tahu dimana suami kami menyimpan hartanya “ liem-hujin menimpali pernyataan piauwsu , “apa liem-hujin tidak ada yang tahu kemana liem- pangcu !? sim-lan menyela sambil berdiri dari duduknya , “kami tidak ada yang tahu lihap , sungguh kami berani sumpah “ , “hmh… itu artinya liem-pangcu telah meninggalkan piauwkiok ini dengan membawa harta tersebut “ sim-lan bergumam , “lalu bagaimana tiauw-ko , apa selanjutnya yang kita lakukan !? , “baiklah kalau begitu , kalian tiga pimpinan piauwsu tentu tahu nama-nama pangcu dan kauwsu yang hadir pada pertemuan kalian sewaktu membentuk persekongkolan jahat , nah.. nama- nama itu beritahukan kepada kami “ seng-tiauw berdiri dari kursinya

“baik taihap , kami akan catatkan nama-nama itu “ seorang piauwsu menjawab dan kemudia ia masuk ke dalam kantor dan menuliskan sepuluh nama-nama kauwsu dan pangcu yang ikut dalam bergabung dalam persekongkolan hong-houw , setelah itu dia keluar dan menyerahkan selembar catatan pada seng- tiauw , seng-tiauw menerima catatan itu dan menyimpannya , “sekarang kalian bertiga ikut kami ketempat kwa-kungcu dan menyampaikan maaf kepada beliau dan berjanji didepannya bahwa teror kalian padanya tidak akan terjadi lagi karena kalian sudah membubarkan diri “

semuanya terheyak saling pandang , “bagaimana !? apa kalian masih mau mendukung piaukiok ini !? seng tiauw mengeluarkan suara dengan gema yang demikian kuat hingga membuat tempat itu bergetar , “baik-naiklah taihap , akami akan membubarkan diri , tiga pimpinan piauwsu itu terbungkuk menjura dengan wajah takut dan gemetar , “nah… sekarang ! mari kita ketempat kwa-taijin “ seng-tiauw dan sim-lan beserta tiga pimpinan kauwsu keluar setelah menyampaikan sekali lagi kepada semua piauwsu yang berada disitu untuk membubarkan diri dan kembali ketempat masing-masing

didepan kwa-taijin ketiga piauwsu itu meminta maaf dan berjanji bahwa tidak akan mengulanginya lagi dan juga menyampaikan bahwa see-hong-piuawkiok sudah bubar dan tidak ada lagi , kwa-taijin merasa senang dan gembira atas apa yang diperbuat oleh kedua she taihap , “baiklah she-taihap , jika para tirani telah berurusan langsung dengan pulau kura-kura maka nyamanlah hati dan situasi akan terkendali , dan terimakasih she-taihap dan walaupun apa yang telah terkuras tidak kembali dengan kembalinya pajak kejumlah yang normal telah meringankan bagi rakyat “: “benar taijin semoga hal-hal yang

tidak diinginkan tidak terjadi lagi “ sahut seng-tiauw

seng-tiauw dan sim-lan berdiam dirumah kwa-taijin selama dua minggu untuk memastikan apakah see-hong-piauwkiok telah bubar dan juga ingin tahu apakah liem-sun kembali ke yangsu atau tidak , setelah merasa yakin bahwa keadaan yangsu telah normal maka seng-tiauw dan sim-lan meninggalkan kota yangsu dan menuju tempat-tempat kauwsu dan pangcu yang ada dalam cacatan yang ia terima

kemanakah liem-pangcu dan hong-houw ? sedikit mari kita mundur kebelakang , seminggu sebelum mereka berangkat , hong-houw yang sedang memadu cinta dengan liem-sun dikamarnya merasa terganggu dengan datangnya ketiga murid utama liem-sun , “kalian ini tidak tahu waktu kapan untuk melapor ! “ liem-sun membentak ketiga muridnya , “maaf suhu , hal ini sangat penting dan perlu diketahui suhu dan hong-how segera , “huh… hal apa yang perlu segera kami ketahui cepat katakan !” liem-sun masih jengkel pada ketiga muridnya

“begini suhu dan hong-houw , “keadaan shan-tung telah normal

, see-peng-jiauw-piauwkiok telah menghentikan tindakan mereka pada kungcu disana , “heh.. kenapa bisa demikian !? “ khu-gin-bi menyela dengan terkejut , “hal ini kami ketahui semalam dari seorang piauwsu yang berada dilikoan bu- wangwe , kami dengar piauwsu itu bercerita bahwa shantung sudah aman dan tidak ada lagi pembebanan pajak telah kembali seperti biasa , dan hal ini karena dua she-taihap dari pulau kura-kura mendatangi tempat see-peng-jiauw-piauwkiok

dan juga dalam perjalanan kesini katanya kota losang juga demikian “ itulah yang ingin sampaikan kepada suhu dan hong- houw , selanjutnya kami ingin tahu apa yang akan kita suhu ! “ yo-kui-han menutup laporannya , liem-sun mendengar pulau- kura-kura jadi pucat dan memandang hong-houw , “sudah , kalian boleh pergi , nanti kami panggil lagi “ khu-gin-bi menyuruh ktiga murid utama itu pergi , setelah yo-kui-han dan dua sutenya meninggalkan suhu dan khu-gin-bi , khu-gin-bi melangkah gemulai mendekati liem-sun “sudah jangan kamu pikirkan masalah pulau-kura-kura , mari kita tuntaskan hal kita dulu baru kita bicarakan langkah selanjutnya “ tangan liem-sun ditarik berdiri dan keduanya kembali masuk kedalam kamar untuk memulai lagi permainan mereka yang tertunda

pada malamnya liem-sun dan khu-gin-bi berbicara didalam kamar diatas ranjang , “apa yang kita lakukan selanjutnya hong-houw !? , liem-sun bertanya dengan nada cemas yang tidak bisa disembunyikan , “ dalam beberapa hari ini saya ,

kamu dan ketiga muridmu serta empat pimpinan piauwsu akan pindah dan bergabung ketempat phang-kauwsu di khagsi , “kenapa kita harus bergabung kesana hong-houw !? “ karena kekuatan kita masih belum kokoh dan saya tidak mau bahwa cita-citaku akan gagal sebelum tumbuh kuat” khu-gin-bi menatap liem-sun dengan pandangan tajam dan menyimpan amarah , “liem-sun bergetar , “baiklah .. hong-houw , kita akan bergabung dengan phang-kauwsu

selama dua hari empat-pimpinan piauwsu keluar malam sambil membawa buntalan-buntalan harta dan disembunyikan disatu tempat , khu-gin-bi menginginkan perpindahan itu tidak diketahui oleh piauwsu yang lain kecuali hanya mereka yang akan pindah , pada hari mereka akan berangkau liem-sun mengumpulkan semua paiuwsu , “kalian dengar semua , untuk memperluas dan memperkuat kesatuan yang sudah dibina hampir satu tahun maka kami perlu mengadakan perjalanan dan kalian semua saya tekankan untuk terus menjalankan rencana kita “ sejenak liem-sun diam menatap seluruh paiuwsu

, “dan siapapun yang datang kesini kalian tidak usah ladeni dan suruh mereka pergi , apa kalian mengerti !? , “mengerti pangcu…! “ , “bagus ..! sekarang kami akan pergi , dan kalian jaga piauwkiok dan jangan lupa untuk menagih upeti dari kwaa- kungcu “ , “baik pangcu ! “ jawab paiuwsu serempak , dan rombongan liem-sun pun meninggalkan yangsu

Tiga bulan kemudian rombongan hong-houw sampai di “ji-yang- kun-bukoan” (perguruan pukulan inti matahari) asuhan dari phang-kauwsu di khangsi , mereka disambut oleh phang- kauwsu dengan sebuah pesta meriah , “phang-kauwsu kedatangan kami bukan sekedar berkunjung , tetapi kedatangan kami kesini untuk menjadikan ji-yang-kun-bukoan sebagai pusat gerakan kita “ , dengan muka cerah phang- kauwsu menjawab , “aih.. jika hong-houw memtuskan demikian

, tentu akan sambut dengan senang hati “ , “ hmh… tentu setelah ini kita akan sibuk phang-kauwsu “ , “maksud hong- houw bagimana !? , “ hal itu akan kita bicarakan nanti , jadi phang-kauwsu kumpulkanlah murid pilihan phang-kauwsu untuk ikut dalam pertemuan kita , “baiklah hong-houw “ sahut phang-kauwsu sambil meraih arak minumannya Dua hari kemudian ,. Hong-houw mengadakan peretemuan , jumlah mereka yang berkumpul dua puluh orang , “dengarlah kalian semua , dimasa pertumbuhan gerakan kita ini telah mendapat halangan “ , Halangan apakah itu hong-houw !? , “halangan dari anak-anak musuh kita , tapi kalian tidak usah cemas , urusan kim-khong-taihap adalah urusanku , dan kalian hanya tinggal masalah penyebaran gerakan kita “ , “kalau begitu hong-houw apa rencana hong-houw selanjutnya “ phang-kauwsu kita harus mengadakan pertemuan dalam jangka sebulan ini , jadi untuk itu kita akan mengutus para murid menemui rekan-rekan kita yang lain dengan sepucuh surat dari saya “ , “kapan perutusan itu akan dilakukan !? “ liem

pangcu menyela , “mulai besok semua utusan akan berangkat “ hmh… baiklah kalau begitu , hari ini kita akan memilih siapa- siapa yang diutus “ sahut phang kauwsu , lalu para muridpun dipilih

Keesokan harinya tujuh utusan berangkat dengan sepucuk surat dari hong-houw , pergerakan itu demikian cepat , sehingga dalam jangka sebulan pertemuan itu pun terlaksana dan pada pertemuan itu jumlah mereka sebanyak seratus orang pesilat kelas tinggi dan adapun mereka antara lain yakni kwi-ban-san-hong-houw yang duduk diatas kursi besar diatas panggung lianbuthia kemudian empat pangcu yakni liem-sun , cu-ban-hong, coa-lam-sin , dan cia-keng , kemudian tiga kauwsu yakni phang-kun , yo-teng dan bu-ji-han , mereka duduk mendampingi hong-houw dan yang lainnya adalah murid utama dari kedelapan orang tersebut Hong-houw dengan muka anggun dan mempesona membuka pertemuan “terimakasih rekan-rekan semua atas berkumpulnya kita hari ini , kita yang berkumpul ini adalah orang-orang memiliki tingkat ilmu tinggi dan bagian dari pentolan dunia kangowu , saya bangga bahwa kalian semua ikut bersama saya dalam menggalang kesatuan untuk mewujudkan cita-cita kita “ hong-houw berdiri dan menjura kesegala arah

“baiklah rekan-rekan semua , tentu kalian semua ingin mengetahui apa rencana kita selanjutnya dan hal itu sudah saya tuliskan pada surat yang dibawa utusan kepada para pangcu dan kauwsu “ hong-houw menatap kedelapan orang yang mendapinginya dan kemudian melanjutkan , “mengkin isi surat butuh penjelasan langsung , maka untuk itu saya persilahkan kepada para kauwsu dan pangcu untuk bertanya “ hong-houw dengan lembut kembali duduk

cia-keng lalu berdiri “hong-houw dalam surat yang kami terima kami dusuruh untuk memenuhi undangan dengan murid utama dan menyuruh yang lain untuk berangkat ke desa bu-ti dikaki kwi-ban-san , hal ini kami ingin penjelasan “ , “baiklah cia- pangcu sebelum saya menjelaskan saya ingin bertanya dua hal

, pertama apakah para anggota itu sudah berangkat ke desa bu-ti !? “ , “sudah hong-houw !” jawab kedelapan orang itu serempak , “bagus kalau begitu , kemudian hal yang kedua , apakah harta yang suruh bawa dalam surat sudah dibawa dan diserahkan kepada liem-pangcu !? “ “sudah juga hong-houw..! , “terimakasih kalau begitu , dan sekarang kalian perhatikan penjelasan saya , tujuan saya menyuruh anggota kedesa bu-ti adalah untuk membengun markas besar kita disana dan harta yang terkumpul disini akan kita jadikan sebagai biaya pembangunan markas tersebut , adakah yang keberatan dengan keputusan saya !? , hong-houw menatap kepada seluruh hadirin terutama ketujuh orang yang mendampinginya , semua diam , lalu cia-keng menjawab , “kami tidak keberatan hong-houw , “hmh.. bagus “ hong-houw binar matanya kembali lembut

lalu cu-ban-hong bertanya , “lalu pada pertemuan ini apakah hal kita bicarakan !? , “pada pertemuan ini , saya ingin menyampaikan rencana kita selanjutnya “ ,”apakah rencana itu hong-houw !? “ gak-tui menyela , “rencanannya adalah , saya akan membagi tugas pada kalian untuk menundukkan seluruh piauwkiok dan bukoan di wilayah barat dan utara „ , “bagaimana pembagiannya hong-houw !? , “rekan yo-kauwsu , tiga dari kalian akan memimpin sebagian anggota yang hadir ini untuk menundukkan wilayah barat dan tiganya lagi menundukkan wilayah utara “ kemudian satu dari kalian dalam hal ini saya serahkan pada liem-pangcu untuk mengkordinir pembangunan markas di kaki kwi-ban-san “ hong-houw kembali diam dan menatap semua hadirin , “bagaimana ! apa rencana saya jelas kalian mengerti !? “ , “kami mengerti hong-houw “ sahut phang- kauwsu

“dan hong-houw sendiri , apakah yang akan hong-houw lakukan !? “ bu-kauwsu menyela , hong-houw senyum menatap semua hadirin , “hal yang akan aku lakukan adalah menundukkan ciang-bujin delapan partai besar “ semua yang mendengar terdiam dan manggut-manggut , “lalu kapan pembagian tugas ini akan dilaksanakan !? , “tugas ini akan dikakukan sesegera pungkin phang-kauwsu ! , jadi untuk itu yo- kauwsu , bu-kauwsu dan cia-pangcu akan berangkat besok keutara tepatnya berkedudukan di kota lam-hong kota perbatasan utara dan barat dan tiga hari kemudian phang- kauwsu , coa-pangcu dan cu-pangcu akan bergerak diwilayah ini , dan demikian juga saya dan liem-pangcu akan berangkat ke kaki kwi-ban-san untuk menentukan letak markas dan dari sana saya akan mendatangi ciang-bujin kedelapan partai besar “ hong-houw diam menatap ketujuh pendampingnya

“karena rencana hong-houw sudah jelas bagi kita , maka sekarang marilah kita makan minum dan membagi pasukan yang akan ke kota lam-hong di utara “ phang-kun mempersilahkan semua peserta untuk menyantap hidangan sembari cia-pangcu , bu-kauwsu dan yo-kauwsu memilih pasukannya untuk berangkat keutara

Keesokan harinya empat puluh delapan rombongan bergerak kearah utara , dan tiga hari kemudian hong-houw dan liem-sun beserta tujuh puluh murid phang kauwsu berangkat menuju kwi-ban-san , semua rombongan baik yang keutara maupun yang ke kwi-ban-san bergerak dua-dua orang dan menyebar dan saling berlomba sehingga keberangkatan rombongan besar itu tidak mencurigakan dan menarik perhatian Seng-tiauw dan sim-lan berangkat dari kota yangsu untuk mendatangi daftar kauwsu dan pangcu yang ada dalam catatan

, namun sesampai mereka ketempat-tempat tersebut mereka hanya menemukan bagunan yang sudah tidak berpenghuni lagi

, penyusuran mereka sudah sampai ke wuhan dan mereka berada dirumah li-moa susiokong dari sim-lan , “sungguh membuat penasaran hal ini tiauw-ko , kita sudah hampir sepuluh bulan menyusuri kota-kota tempat dalam catatan ini dan yang kita dapatkan hanya bangunan kosong “ , “benar lan- moi , dan juga jejak ibu tidak dapat kita ketahui “ , keduanya terdiam dengan pikiran masing-masing , lalu empat orang bersama li-moa memasuki rumah

“tiauw-ji dan lan-ji , ada hal yang harus kalian dengar dari keempat taihap yang bersamaku ini , silahkan gak-taihap kita bicarakan dengan kedua cucuku ini “ lalu merekapun duduk , “ada apakah sicu-taihap hal yang ingin diberitahu kepada kami

!? “ seng tiauw dengan senyum lembut menjura , “begini she- taihap , saya dan tang-taihap dari shantung dan kedua rekan ini adalah cu-taihap dan bhok-taihap dari kota losang “ , kemudian gak-taihap terdiam , “lanjutkanlah gak-taihap “ , “wilayah barat dan utara sedang dirundung prahara , “heh.. apakah yang terjadi gak-taihap !? “ seng-tiauw dan sim-lan terkejut , mereka yang diserahi tugas oleh kakaknya untuk memperhatikan keadaan wilayah barat merasa kebobolan dengan berita gak- taihap “petaka ini dimulai dari shantung dan hongzou dimana seluruh bukoan dan kauwsu yang menantang di sana di habisi dan tempatnya dibakar , dan ada beberapa piauwkiok yang

terpaksa menyerah dan mengikuti mereka “ , “siapa mereka itu gak-taihap !? , “mereka tidak bernama sehingga mereka dinamai orang “bu-beng-eng” (bayangan tanpa nama) mereka semuanya sangat kosen kwee-taihap !” “lalu bagaimana selanjutnya gak-taihap!?” sim-lan sangat heran dengan apa yang mereka dengar , “kemudian mereka bergerak kekota losang , gun-hang dan yangsu , guiling , kun-ming dan dali , kota-kota telah terpuruk redam oleh kejahatan mereka , guiyang , congking , naning dan lijiang juga sudah mereka kuasai “ , “heh,… bagaimana bisa dalam sepuluh bulan kota- kota itu bisa dikuasai !? “ sim-lan terheyak cemas mendengar keadaan yang luar biasa itu , “hmh.. gerakan ini sangat kuat dan terorganisir dan juga sangat banyak “ , “kalau begitu tiauw- ko kita harus berpatah balik , menyusuri kota-kota itu , rasanya perjalanan kita dari hong-jou sanmpai kesini dalam

pengetahuan mereka “

“kenapa lan-moi berpikir demikian !? “ , “cobalah tiauw-ko pikir , kota-kota yang kita lewati itu semasa kita disana tidak ada hal yang kita dengar ini , tapi sekarang kita baru saja tiba disini semua kota yang kita lewati dikuasai setelah kita meninggalkan kota –kota itu “ , “hmh… benar juga lan-moi “ , lalu gak-taihap melanjutkan , “dan juga she-taihap ketika kami berada di yinchuan kami dengar bahwa diutara juga terjadi hal-hal yang sama denga dibarat ini , “hmh… sungguh luar biasa orang yang memicu gerakan ini , baiklah gak-taihap , hari ini juga kami akan berpatah balik kedaerah-daerah tersebut “ seng-tiauw berdiri demikian juga dengan sim-lan

Setelah pamit pada li-moa seng-tiauw dan sim-lan berlari cepat meninggalkan wuhan menuju yinchang , dalam dua minggu kemudian mereka memasuki daerah itu , nampak muka-muka cemas dari penduduk dan bekas-bekas keganasan ditempat itu

, lalu mereka terus menyusur ke kota chongking dan disebuah lereng bukit sebelah timur gerbang kota chongking terjadi pertempuran enam orang mengeroyok tiga orang , dan salah satu yang dikeroyok adalah gu-siauw-bwee , tanpa menunggu sim-lan meloloskan sabuknya dan langsung menyerang empat orang yang mengeroyok gu-siauw-bwee dan seorang wanita lainnya , “ctar..blarr… , wuut … plakk dess….” , ujung sabuk yang digerakkan dengan “in-hong-sin-kin” membuyarkan pengeroyokan itu dan dua pukulan “kim-peng-hok-te-pat” menghantam dua pengeroyok hingga terlempar dan pada gerakan susulan ujung sabuk melilit tangan seorang pengeroyok dan tubuh itu disentak sehingga melenting kebawah dan disusul tendangan sim-lan sehingga tubuh itu juga melayang dan “ceepp…” tubuh itu tertusuk pedang gu- siauw-bwee , dan yang seorang kena sabet pedang rekan gu- siauw-bwee , dalam lima gebrakan luar biasa , enam orang itu terkapar meringis kesakitan , “bagaimana keadaanmu bwee- suci !? , “aih syukurlah lan-sumoi kalian datang , hampir saja kami tidak kuasa menahan desakan kedua dari mereka “ jawab gu-siauw-bwee dengan muka kuyu , rekan siauw-bwee itu adalah kao-hong-in dan gak-bi-hong yang juga merupakan murid dari pulau kura-kura

“sam-sumoi , coba ceritakan bagaimana sehingga kalian berhadapan dengan enam orang-orang ini !? “seng-tiauw menatap kearah enam orang yang sudah tergeletak tidak berdaya , siauw-bwee tiba-tiba menangis , mengingat kejadian yang menimpa keluarganya , “tiauw suheng ! keluargaku telah tewas semua “ kemudian dia terisak lagi , dan hong-in dan bi- hong juga ikut menangis karena mereka mengalami hal yang sama , “tenangkan diri kalian sumoi , ceritalah apa yang telah terjadi “ seng-tiauw berkata lembut menenangkan isak tangis ketiga sumoinya , lalu berceritalah siauw-bwee , bahwa dua bulan yang lalu enam orang mendatangi ayahnya , dan

memaksa supaya menyerah dan ikut dengan mereka , tapi gu- sin-hok tidak mau memenuhinya sehingga terjadilah pengeroyokan terhadap gu-sin-hok dan dalam dua puluh gebrakan ayahnya langsung tewas dan siauw-bwee yang saat itu tidak berada di rumah datang terlambat , dan mendapatkan ayah dan ibunya sudah bersimbah darah tewas dan semua murud ayahnya beberapa tewas dan yang lainnya luka parah , setelah dua hari pemakaman keluarganya , siuw-bwee meninggalkan bokoan untuk mencaari jejak enam orang pembunuh orang tuanya , ketika sampai dikota kunming dia bertemu dengan saudara seperguruannya kao-hong-in yang juga mengalami musibah yang sama , lalu mereka berdua menuju kota chongking dan terus hendak kekota yinchuan namun dilereng bukit itu mereka melihat gak-bi-hong  berrtempur melawan enam orang kosen , lalu keduanya membantu gak-bi-hong sehingga pengeroyokan pecah terbagi tiga

Pertempuran seru terjadi hingga menjelang sore keadaan mereka sudah payah menghadapi dua orang kosen yang mengeroyok mereka namun untungnya tiauw-seng dan sim-lan datang dengan masih berlinang air mata , gu-siauw-bwee menutup ceritanya , “hmh… tabahkan hati kalian sumoi , hidup dan mati di tangan thian , jadi kehendaknyalah semua perkara , jangan larut dengan hati nelangsa akan melemahkan hati dan pemikiran “ “benar suci , yang jelas sekarang tugas kita untuk menjernihkan keadaan ini butuh perhatian lebih “ sim-lan menimpali nasehat seng-tiauw , seng-tiauw mendekati enam orang tersebut

“apa yang kalian lakukan sungguh mencengangkan harkat kemanusiaan , entah siapa yang menunggangi kalian , sekarang kalian jawab siapa kalian sebenarnya , “cih… tiada guna engkau mengorek keterangan siapa kami sebenarnya “ seorang dari mereka menjawab ketus , “seng-tiauw tanpa bicara mematahkan tulang-tulang orang tersebut , berkerut merut muka orang itu menahan sakit , lalau seng-tiauw mendekati seorang kedua , “siapakah kalian ? “ orang yang ditanya hanya diam walau hatinya jerih melihat rekannya yang teronggok pingsan , lalu tanpa memaksa bicara untuk kedua kalinya seng-tiauw melakukan hal yang sama dengan gerakan cepat dan luar biasa mematahkan tulang-tulang orang itu , dan hal yang mengenaskan orang itu pun terjadi , dia berkaing- kaing kesakitan , seng-tiauw mendekati orang ketiga , tanpa berubah air muka , seng-tiauw bertanya , “siapakah kalian !? , orang ketiga wajahnya pucat , dia merasa ngeri melihat wajah yang tenang dan tidak memaksa itu namun senyap membuat dua rekannya patah tak berguna , dia tahu she-taihap ini tentu melekat dengan ajaran ayah mereka ,mengingat itu kharisma bengcu kim-khong-taihap menyeruak dalam pandangan orang itu kepada seng-tiauw sehingga ia tak kuasa menahan beser yang keluar dibagian celananya dan itu juga terjadi pada tiga rekannya yang lain

“ka..kami hanya menuruti perintah taihap “ jawabnya terbata- bata dengin bibir gemetar , “siapakah yang memerintah kalian

!? , orang itu terdiam ragu dan melirik tiga rekannya yang juga ketakutan , “kami diperintah sam-tiang-lo “ , “dimanakah sam- tiang-lo “ “sam-tiang-lo ada di khangsi , “baik karena kalian suda banyak membuat kerusakan kalian harus dihukum” lalu seng-tiauw bergerak dengan cepat dua orang dari mereka

patah tidak berdaya , “dan kalian berdua uruslah keempat teman kalian , terserah kalian apakah akan mengurusnya atau meninggalkan mereka , dan yang jelas jika kita berjumpa dengan hal situasi yang sama dengan hari ini , hari itu tiba giliran kalian untuk menerima hal yang sama dengan empat rekan kalian ini”

kemudian seng-tiauw berdiri dan mengajak sim-lan dan tiga sumoinya berpatah balik menuju khangsi , kedua orang itu menagis mengerung melihat keadaan mereka yang terpuruk tidak berdaya , empat orang yang tapadaksa dan dua orang

terluka parah , keduanya saling pandang , “apakah yang harus kita lakukan song-suheng !? “ , “entahlah lou-sute keadaan kita ini seperti mimpi dan tersadar setelah seperti ini , entah kenapa piauwkiok kita bisa menjadi seperti ini „ , “benar song-suheng kenapa kita ingkar pada keadaan kita yang sangat nyaman sebelumnya ,kenapa kita merusak keadaan dan mencari sengsara seperti ini “ , “sudahlah , untuk apa disesali , yang jelas bawa kami sute ke markas hong-houw di kwi-ban-san , jika hong-houw yang menangani keturunan kim-khong-taihap kita akan kembali berjaya “, “tapi aku tidak yakin cu-suheng ! hong-houw dapat mengalahkan keturunan kim-khong-taihap “ , “benar cu-suheng ! , saya malah terkesan bahwa hong-houw melarikan diri dari kedua she taihap itu ! “ , “heh.. kenapa kamu beranggapan demikian lo-sute !? , “karena kita bergerak setelah dua she-taihap itu meninggalkan kota , jika hong-houw memang kuat kenapa kedua she-taihap itu yang sudah lama dibarat ini tidak lebih dahulu dilenyapkan malah sibuk menundukkan ciang-bujin !“ mendengar pemikiran itu mereka berenam terdiam dan sedikit menyadari kejanggalan itu , “sudahlah cu-suheng ! tidak ada gunanya kita bergantung pada hong-houw , aku akan tinggalkan semua ini “ , “benar kata lou- sute , aku juga tidak mau lagi berurusan dengan hal yang membuat sesal yang tidak terperikan ini ,

“kalian ini kenapa !? , aku akan adukan kalian kepada pangcu dan hong-houw “ bentak she-cu yang dipanggil suheng , “suheng sebentar lagi pangcu di khangsi akan seperti cu- suheng “ , “apakah kalian akan meninggalkan kami berempat !?

, “tidak cu-suheng , kami akan membawa kalian dan merawat kalian “ , “benar kata lou-sute suheng ! , kami akan merawat dua suheng dan dua sute “ orang she-song menimpali , lalu orang she-song dan she-lou diam dan mulai dengan semedi untuk mencoba mengobati luka dalam yang mereka derita

dua belas bayangan bergerak cepat keluar dari gerbang utara kota khangsi , perawakan mereka kekar dan kuat , ketika melewati hutan , mereka berpapasan dengan rombongan seng- tiauw yang juga sedang berlari cepat menuju kota shangsi , “tiauw suheng , enam dari mereka yang membuat kacau di kota kunming “ seru kao-hong-in , dengan cepat tiauw-seng mencegat kedua belas orang itu , “ada apa ini ! kenapa kalian mencegat perjalanan kami “ seorang dari mereka bertanya dengan wajah agak pucat , bagaimana tidak yang mencegat mereka adalah dua she-taihap yang selalu diintai dan dihindari untuk bertemu muka

“sumoi saya menagatakan ! bahwa kalian adalah biang pengecau yang terjadi akhir-akhir ini ! “, “sudahlah sute mari kita serang ! “ seru seorang dari mereka , siauw-bwee , kao- hong-in dan gak-bi-hong menyambut masing-masing satu lawan sementara empat mengeroyok sim-lan dan lima mengeroyok seng-tiauw , perang kecil di hutan itu demikian seru tapi hanya berlangsung satu jam karena sim-lan dan seng- tiauw tidak mengambil waktu setengah jam telah menumbangkan dua dua anggota bu-beng-eng dan kemudian dalam waktu berselang lima belas menit sisanya terkapar tewas

, sim-lan dan seng-tiauw menonton keiga murid ayahnya mendesak lawan mereka , dan tidak lama ketiga anggota bu- beng-eng tewas menyusul rekannya yang lain

lalu kedua belas mayat itu dimasukkan kedalam lobang yang sudah dibuat seng-tiauw dan dikuburkan , kemudian rombongan seng-tiauw bergerak cepat memasuki kota khangsi dan menjelang malam mereka sudah memasuki “ji-yang-kun- bukoan” , tempat itu demikian sunyi , dan lampu dalam rumahpun padam , namun mereka merasakan bahwa banyak mata yang mengintai mereka

“bu-beng-eng ! keluarlah kenapa harus sembunyi “ bentak sim- lan dengan suara yang mengandung sin-kang kuat sehingga

tempat itu bergetar , tidak lama kemudian “hahah…hahahah… musuh sudah sampai mari kita sambut “ tiga puluh orang bergerak mengurung mereka , lalu seraaaanggg ! phang-kun dan dua rekannya dengan gesit menyerang tiga murid bengcu , penyerangan ini bukan tidak ada maksud , karena mereka tahu belaka kesaktian dua anak bengcu yang jauh diatas mereka sehingga mereka cepat menyerang siauw-bwee , kao-hong-in dan gu-bi-hong

namun mereka kecele , ketiga murid “pat-hong-heng-te” bukanlah pendekar picisan , mereka telah digodok oleh tangan bengcu sendiri , ilmu yang mereka timba langsung dari maharaja ilmu silat yang sudah menguasai kangowu hampir empat puluh tahun , mereka kira lunak ternyata atos , dikira mereka akan segera dapat melarikan diri ternyata mereka harus menegarahkan seluruh kesaktian mereka untuk mengimbangi ketiga murid bengcu

sim-lan dan seng-tiauw bergerak tenang , meberi tamparan dan totokan pada pengeroyok yang melimpah itu , dalam lima gebrakan sebelas orang dari mereka sudah ambruk lemas tidak berdaya , mereka agak mundur dan tidak berani menyerang kecuali hanya mengurung , lalu tiauw-seng dan sim-lan mengambil inisiatif menyerang , kurungan itu langsung porak- poranda suara pekikan sakit dan bergedebuknya tubuh yang ambruk terdengar disana sini , lima orang dari mereka hendak melarikan diri namun tiga bayangan muncul dan menangkap mereka , “peng-ko ! seru sim-lan dan seng-tiauw bersamaan dan dengan cepat menyelesaikan sisa pengeroyok

lalu mereka menonton perkelahian phang-kauwsu , cu-pangcu dan coa-pangcu , ketiga sam-tianglo sudah mengkirit ketakutan melihat semua anggotanya tergeletak dan mereka sekarang jadi bahan tontonan orang yang mereka takuti , dan mental yang menurun itu membuat mereka lemah dan lengah , dan dalam waktu yang hampir bersamaan mereka terdesak hebat dan tak kuasa memperbaiki keadaan hingga tidak lama sam- tiang-lo ambruk tewas dengan luka bersimbah darah

kao-hong-li segera berlari mendapatkan tan-kim-eng yang tiba- tiba ada ditempat itu dan mereka berpelukan , “bagaimana kamu ada disini eng-sumoi..!?” , “aku bersama peng-suheng dan lan-moi “ sahut kim-eng dengan gembira akan pertemua mereka yang satu tempat tudur di asrama “pat-hong-heng-te” , sin-peng menarik seorang yang tertotok kaku , “sebutkan namamu siapa !? “ , sin-peng bertanya dengan nada dingin dan pandangan mata tajam , orang itu takut tidak terlukiskan , sekana semua kejahatan yang baru ditaman setahun ini bermunculan dibenaknya

“sa,,sa,,,saya pouw-hong “ , “nah… sekarang she-pouw ceritakan selengkapnya tentang tumbuhnya bu-beng-eng dan bagaimana kekuatannya sekarang dan jangan kamu lewatkan siapa pemicu dari gerakan ini “ orang itu makin berkeringat dingin , “she-taihap maafkanlah saya , saya tidak akan mengilangi kesalahan ini lagi ,” dia tidak menjawab malah minta maaf dan menangis mengerung-ngerung memeluk kaki sin- peng , “hal itu nanti kita bicarakan , dan jawablah pertanyaan saya “ nada suara sin-peng masih terasa dingin pada pendengaran orang itu

“hampir dua tahun yang lalu gerakan ini dipimpin oleh kwi-ban- san-hong-houw di kota yangsu , sebelas kauwsu dan pang-cu ternama mendukung gerakannya , kemudian hong-houw mengumpulkan kami disini untuk mebuat rencana selanjutnya “

, “apa rencana selanjutnya itu ?” rencananya adalah menguasai seluruh bukoan dan piauwkiok di wilayah barat dan utara dan juga membuat markas besar di kaki kwi-ban-san “ , “apakah markas itu sudah ada dan telah beroperasi !? , “sudah taihap , sudah berjalan hampir setahun , “hmh… berapa jumlah kekuatan yang terpusat di kwi-ban-san , “kira-kira dua ribu orang “ , hmh.. baiklah hitung berapa orang dari kalian yang masih hidup dan yang mati tolong kuburkan , kami akan didalam , setelah kalian menguburkan yang tewas kalian kumpul di lianbuthia , saya ingin bicara dengan kalian ” , „baik taihap ! “, lalu pouw-han mengerjakan yang disuruh sin-peng , sementara sin-peng dan rombongan masuk kedalam rumah dan masing-masing menceritakan perjalanan mereka

Sin-peng dan goat-lian yang menyusuri wilayah timur sudah memasuki wilayah selatan , perjalanan mereka lancer dan dilakukan dengan santai sehingga lima bulan kemudian mereka sampai dipaoteng dan singgah di hui-tiauw-bukoan , tan-kong- bu terlebih kim-eng menyambut kedatangan sin-peng dan goat- lian dengan suka cita , kim-eng cepat akrab dengan goat-lian apalagi setelah mengetahui bahwa goat-lian adalah anak taisunya di pulau kura-kura , goat-lian yang sudah berumur hampir sembilan belas tahun itu dapat menangkap sikap mesra kim-eng pada kakaknya

dan pada hari ketujuh sin-peng dan goat-lian berada di hui- tiauw , tan-kong-bu menerima berita dari beberapa muridnya yang melaporkan tentang keadaan barat dan utara yang

terkungkung tirani , “peng-ji , barusan saya mendengar dari berapa mirid bahwa keadaan barat dan utara sangat memprihatinkan , “ah… kalau begitu paman , kami harus segera kewilayah barat karena tiauw-te dan lan-moi ada disana “ , “hmh… sebaiknyalah begitu peng-ji !, mungkin tiauw-ji dan lan-ji mengalami kesulitan karena kurang kekuatan dan utntuk itu bawalah eng-ji kesana “ , “demukian juga tepat paman , sepertinya pergolakan di barat dan utara memerlukan tenaga lebih “ sahut sin-peng

Keesokan harinya berangkatlah mereka menuju wilayah barat , sepanjang perjalanan sin-peng dan rombongan mendengar keadaan barat kian memprihatinkan terlebih ketika memasuki wilayah barat , gerakan bu-beng-eng kian santer , dan ketika mereka hendak memasuki kota khangsi dari sebelah gerbang selatan kota , enam orang dengan gerakan lincah dan gesit keluar dari gerbang kota dan mereka mencegat rombongan sin- peng , “hahahaha.. hahha , sebelum bekerja kita dapatkan mangsa yang ranum dan cantik suheng ! , :”wah dapat hiburan satu dua hari akan membuat kita lebih bersemangat sute”

:lalu dua orang dari mereka menerkam goat-lian dan kim-eng , dan “plak….buuk “ kedua orang itu tidak mengira akan mendapat tamparan dan pukulan dari dua wanita kosen itu sehingga mereka terjengkang , “apakah kalian bu-beng-eng !? “ sin-peng bertanya dengan tatapan tajam , keenam orang itu saling pandang , “kalau sudah tahu kenapa tidak berlutut !? , “bentak seorang yang berumur tiga puluh lima tahun dan merupakan orang tertua diantara enam orang itu “ , “hik..hik.. , peng-ko ! sepertinya keenam cendawan yang baru tumbuh ini merasa hujan akan turun terus “ , goat-lian tertawa sambil menutup mulutnya karena geli melihat kesombongan pasukan yang menamakan diri dengan bu-beng-eng itu “ heh.. perempuan jalang apa maksudmu !? , siapa yang cendawan ! , “ orang tertua itu jengkel dan menghina goat-lian , mendengar hinaan itu , wajah goat-lian berubah merah , “bodoooh..! cendawan itu adalah kalian , karena hujan sudah berhenti maka inilah rasanya “plak..plak….buk..buk..buk…. deshh , hugghkk “ dalam satu gebrakan enam pukulan sudah bersarang ditubuh orang yang menghina goat-lian , orang itu ambruk dengan tidak sadarkan dari mulutnya memuntahkan darah nafasnya satu-satu dan telinganya juga mengeluarkan darah , kelima rekannya terperanjat melihat gerakan luar biasa yang telah membuat suheng mereka sekarat seperti itu , “kaian lihat cendawan ini sebentar lagi dia akan mati , “maju kalian semua biar kalian tahu siapa yang kalian hadapi “ bentak goat- lian yang sangat sakit hatinya mendengar sebutan jalang tadi ,

“sudah lian-moi yang mengatakan sudah dapat pelajaran yang lain hanya perlu diingatkan , itupun kalau mau diingatkan “ sin- peng menyabarkan adiknya , “kalian dengar koko ku telah mengatakan kalian perlu diingatkan dan ini peringatannya , goat-lian menerjang . dan kelima orang itu bergerak menyambut dan mengeroyok goat-lian , pertempuran hebat pun terjadi , kelima orang itu mengerahkan segala kepandaiannya untuk menewaskan goat-lian , namun harapan mereka itu hanyalah mimpi yang tidak akan pernah jadi kenyataan , mereka ini sedang berhadapan dengan gemblengan hong- houw mereka di kwi-ban-san , gerakan goat-lian demikian kuat menekan pertahanan mereka sehingga menginjak jurus keseratus mulailah mereka kebobolan , “plak..plak.. “, dua pukulan sakti telah melontarkan dua pengeroyok hingga terlempar beberapa meter dan ambruk smabil memuntahkah darah segar , kemudian tidak berselang lama . “dess..” satu oranng terjengkang menjerit dengan tulang paha patah , kedua yang lain makin ciut dan tak menduga tiba-tiba mukanya seperti dihantam godam besi sehingga membuat kepalanya pening dan pandangannya nanar lalu gelap dan keduanya pingsan

empat dari mereka pingsan sementara yang tertua dari mereka yang mendapat hajaran berat dari goat-lian sudah tidak berbafas lagi karena nyawanya sudah melayang , yang tidak pingsan hanya yang patah tulang pahanya , dia mendoplok dengan wajah meringis kesakitan dan dibarengi rasa takut yang mendera hatinnya , sin-peng mendekatinya “ketahuilah totiang kami ini adalah keluarga dari pulau kura-kura “ , “ihh… “ orang itu merinding ketakutan kerika sin-peng mengatakan mereka dari pulau kura-kura , “ampuun taihap .. ampunn , aku kapok

taihap “ orang itu menjura-jura dihadapan sin-peng dengan wajah meringis dan memelas

“kamu jawablah , apa yang kalian lakukan didalam kota dan siapa pemimpin kalian !? “ka…kami tidak melakukan apa didalam kota taihap , markas kami ada di sana “ , “hmh.. apa nama markas kalian !?” , “ji-yang-kun-bukoan” taihap ! “, “ siapa pimpinan kalian dan apa sekarang pimpinan kalian ada disana

!? “. “kami dipimpin sam-tiang-lo dan ketiganya sedang ada dimarkas “ sin-peng kembali berdiri , tidak lama kemudian empat orang bu-beng-eng yang pingsan siuman sin-peng menatap mereka yang baru siuman , “kalian tahu siapa yang membuat kalian pingsan !?” keempat orang itu menatap sin-peng dan kemudian menatap goat-lian yang duduk agak jauh bercengkrama dengan kim-eng , malah kelihatan seperti bercanda , “tidak-taihap “ jawab mereka serempak , “dia itu adikku , namanya kwee-goat-lian” mendengar she-kwee keempatnya menggigil , “apakah kami sedang berhadapan dengan she-taihap dari pulau kura-kura !? “benar sekali “ , “ampun taihap … ampunkan kami , kami tidak akan melakukan perbuatan jahat lagi , kami ini hanya orang yang taat membabi buta dengan suhu kami , dan sekarang kami sangat menyesal “

“hmh… baiklah , aku tidak tahu sampai dimana kalian menyesali perbuatan kalian , tapi yang jelas mungkin hari ini kalian tidak akan berlaku aniaya tapi sangat bisa jadi besok kalian akan melakukannya lagi terlebih jika kalian sudah kembali bergabung dengaan suhu dan teman-teman kalian “, “tidak taihap ! … kami benar-benar akan bertaubat , ketaatan yang membutakan ini sungguh membuat kami menyesal telah melumuri kami dengan kejahatan” sela seorang yang paling tua diantara mereka berlima , “baik… kami akan menemui pimpinan kalian di dalam kota , jadi kalian susul kami kesana setelah menguburkan teman kalian ini “ sin-peng berkata lembut dan berbalik melangkah mendekati goat-lian dan kim-eng yang baru saja cubit-cubitan sembari senyum-senyum

sin-peng sudah tahu apa yang sedang berlaku diantara adiknya dengan kekasihnya , jelasnya pasti membicarakannya , “lian- moi dan eng-moi mari kita lanjutkan perjalanan memasuki kota “

, “mari peng-ko !” keduanyapun berdiri dan menyusul sin-peng yang sudah melejit kedepan , lima orang itu terkesima melihat she-taihap yang bergerak laksana terbang itu , “bodohnya kita selama hampir dua tahun ini para sute ! mencoba membenturkan diri dengan gunung thaisan yang menjulang tinggi , mengira akan dapat meruntuhkan langit jatuh kebumi “ , “benar suheng , jadi marilah kita kuburkan suheng pertama dan segera menyusul she-taihap kedalam kota untuk membuktikan bahwa kita bisa beliau percaya , “ya.. marilah kita kubur suheng pertama !” lalu mereka yang ssedang dalam keadaan terluka berusaha menggali lobang untuk menguburkan suheng mereka

sin-peng , goat-lian dan kim-eng sampai ke markas bu-beng- eng pada waktu malam dimana pertempuran berlansung antara seng-tiuaw dan rombongannya melawan keroyokan dari sam- tiang-lo dan anak buahnya , pertemuan mereka diruangan itu sangat meriah , setelah selesai sin-peng bercerita perjalanannya kemudian seng-tiauw pun menceritakan pengalaman mereka sehingga sampai menempur sam-tiang-lo dan anak buahnya , “apa yang telah dilakukan ibu ini sangat luar biasa dalam mengorganisir kekauatnnya yang tersembunyi tiauw-ko “ , “benar peng-ko , saya akui bahwa ibu demikian licin bergerak dibelakang kami “ seng-tiuw menyahut dengan rasa sesal akan kelalaian mereka sehingga kebobolan dan akibatnya demikian parah menimpa barat dan utara ,dan yang membuat dia sedih adalah yang melakukan ini adalah istri ayah mereka , ibu mereka “sudahlah adikku , kita hanya wajib berusaha namun hasil tergantung keputusan thian , dan kalian sudah melakukannya semaksimal daya dan upaya , dan memang hanya sebatas itulah ukuran yang diberikan thian kepada kita “ seng-tiauw

,sim-lan , goat-lian serta lima gadis pat-hong-heng-te tertunduk mendengar perkataan sin-peng , , “benar yang peng-ko katakan “ seng-tiauw menyahut “dan sekarang adikku karena kita gagal mencegah maka thian juga memberikan peluang bagi kita

untuk berusaha mengobati , dan itu yang akan kita jalankan “ , semuanya terdiam membenarkan , “satu hal lagi adik-adikku ! tanggung jawab kita kepada situasi ini lebih besar karena ibu kita yang menjadi biang petaka , hal ini memang menyesakkan dada kita , tertekan rasa bersalah kepada derita penduduk wilayah barat dan utara “ mendengar itu goat-lian menangis sesugukan dan memeluk sim-lan , “ peng-ko ! , kanapa ibu tidak menyadari kekeliruannya selama ini , ah.. seadainya ayah dulu membuat hal yang sama dengan dua ibu kita dikibun kepada ibu kita ini tentu hal ini tidak akan terjadi “ sesugukan goat-lian merasakan kecintaan saudara-saudaranya ini kepada khu-gin- bi yang merupakan ibu sekaligus subonya yang telah mengasuhnya dari kecil

“lian-moi ! , kesadaran tumbuh dari nurani yang sehat , nurani ibu kita sedang sakit sehingga beliau tidak mampu melihat kebenaran, bagi beliau yang ada hanyalah gelap karena ditenggarai oleh kelemahan , rasa perih , sesak , tertekan dan terkulai , oleh karena itu menerbitkan tindakan-tindakan yang merugikan dan merusak keseimbangan , jadi kita harus mengambil hikmah dari musibah keluarga kita ini untuk terus menjaga dan memelihara supaya nurani kita tetap sehat “ , “peng-suheng ! , bagaimanakah supaya nurani kita tetap sehat

? “ kao-hong-li menyela , “untuk menjaga nurani kita tetap sehat in-sumoi ada dua cara , pertama cara dari dalam , yakni memikirkan kekuarangan yang jelas pasti ada pada diri kita karena dengan demikian kita akan tahu diri dan dengan tahu diri maka biang penyakit hati akan sulit memasuki nurani “ , “peng-ko ! apakah biang penyakit hati yang dimaksud ?” goat- lian menyela , “lian-moi ! biang penyakit hati itu adalah sombong , bagaimana bisa sombong dikatakan biang penyakit hati ? , hal itu karena sombong mempunyai dua sisi yang akan menularkan seluruh penyakit hati pada manusia , yang manakah dua sisi itu ? yang pertama adalah koukati (egoistis) dan sisi yang lain adalah buta “ sejenak sin-peng terdiam kemudian melanjutkan , :”koukati akan menularkan penyakit memaksa , merebut , menganiaya , merendahkan orang lain sementara buta akan menularkan penyakit bodoh , picik , culas dan licik pada kebenaran” kemudian sin-peng terdiam dan lalu melanjutkan , “cobalah adik-adikku bayangkan apa ayang bisa diperbuat oleh orang yang buta kepada kebenaran sementara terbuka luas dalam mengumbar koukati tentu jawabannya adalah tindakan tidak terkendali meruntuhkan harkat manusiawi

semuanya manggut dan meresapi kebenaran yang lembut dari uraian sin-peng , “lalu suheng ! apakah cara yang kedua supaya nurani tetap sehat “ sela gu-bi-hong dengan penuh perhatian , “cara yang kedua hong-sumoi adalah memikirkan akibat dari dua sisi tindakan yakni baik dan jahat , jika ada kejahatan lihatlah efek yang diterima sipelaku dan jika ada kebaikan lihat juga efek yang diterima si pelaku , dengan melihat dua sisi akan melahirkan penimbangan dan dengan melihat efek akan melahirkan rasa , sehingga lahirlah timbang rasa dalam diri seseorang , dan timbang rasa merupakan obat mujarrab yang menyehatkan nurani , apakah kalian memahami uraianku adik- adiku !? “ , “kami sangat paham peng-ko ! “ mereka menjawab serempak

dan kemudian dua orang datang menemui mereka , “taihap , kami sudah menguburkan yang tewas dan kami yang hidup ada lima belas orang dan sudah berada di lianbuthia “ , “terimaksih sicu , marilah kita keruang lianbuthia ! “ sin-peng berdiri dan diikuti oleh adik-adiknya beserta kedua anggota yang mendatangi mereka

baru saja sin-peng hendak berbicara lima orang yang bertemu dengan sin-peng diluar gerbang kota masuk kedalam lian- buthia dan mengambil tempat duduk , sin-peng tersenyum kepada mereka yang baru datang , kemudian sin-peng berkata

, “para sicu malam ini memang sudah larut sekali , namun hal yang ingin saya sampaikan ini penting untuk kita tuntaskan “ sin-peng terdiam dan memandang semua anggota bu-beng- eng , kemudia sin-peng melanjutkan

“apa yang berlaku di wilayah barat dan utara ini sungguh memprihatinkan dan yang lebih menyedihkannya lagi bahwa kalian adalah pionir dari keadaan ini ! “ mendengar perkataan itu sembilan belas anggota bu-beng-eng meras bergetar sehingga wajah mereka pucat , lalu seorang anggota berumur lima puluh tahun berdiri , “she-taihap yang budiman , kami akui kami telah salah dan aniaya dalam hal ini , dan kami berharap tolong kami dimaafkan , kami akan betaubat dan tidak akan mengulanginya lagi “ , “sicu totiang kalian tidak bersalah kepada kami , kalian bersalah pada orang-orang di wilayah barat dan utara , bukankah demikian totiang !? , “benar taihap ! “ , “nah..! tentu totiang tahu bagaimana seharusnya yang dilakukan !? , “she-taihap yang budiman , hal yang sepatutnya kami lakukan untuk menebus kesalahan kami adalah berusaha memmperbaiki keadaan ini , tapi taihap sebagaimana kata taihap ! kami ini hanya pioner dan tidak sanggup menentang yang menggerakkan kami “

“totiang..! menyadari kesalahan itu bagus dan kami senang mendengarnya , sekarang kami dengar bahwa untuk menebus kesalahan itu kalian merasa tidak mampu , maka kami dari pulau kura-kura siap membantu , bagaimana menurut totiang !?

, semua anggota bu-beng-eng yang mendengar itu melonggo , hati mereka dari tadi kabat-kebit karena akan dihakimi ternyata apa yang mereka dengar bahwa keluarga pulau-kura-kura siap mendukung mereka untuk mewujudkan penebusan rasa sesal dan rasa bersalah terhadap wilayah barat khususnya

“she-taihap yang budiman ! aku sie-lam , kekuatanku tidak seberapa untuk menentang hong-houw , tapi jika pulau kura- kura menjadikan aku pioner untuk menetang hong-houw maka mati pun aku akan rela untuk menebus kesalahan ini , “benaar… she-taihap , kami akan rela mati untuk memperbaiki keadaan wilayah barat ini “ lian-buthia itu bergemuruh , “cuwi sekalian ! kalian ini bukan pioneer dari pulau kura-kura tapi adalah mitra pulau kura-kura untuk memperbaiki keadaan barat dan utara , jadi mari kita perbaiki keadaan ini sebagai bukti tanggung jawab kita sebagai sesama manusia “ suara sin-peng lantang dari gemuruh hatinya yang terbebani oleh perbuatan ibu mereka , dan ungkapan sin-peng itu sangat dirasakan oleh semua adik-adiknya , sehingga membuat goat-lian berkaca- kaca dan meneteskan air mata mendengar ungkapan kakaknya

“baiklah she-taihap ! kita galang kerjasama ini semoga dengan kerjasama ini , kami yang salah ini dapat menebus keadaan ini , sie-lam menjura dalam , “hmh… sicu sekalian yang gagah kerjasama telah terjalin , dan karena hari sudah larut , dan kita butuh istirahat terlebih teman-teman yang terluka , jadi marilah kita istirahat dan besok kita akan membicarakan rencana selanjutnya “ sin-peng kemudian duduk dan memanggil sie-lam

, “paman ! ini pel untuk luka dalam dan ini obat bubuk untuk luka luar , tolong dibagikan kepada teman-teman “ , “baik taihap “ sie-lam menjura dan menerima sekantong pel dan bubuk obat

, kemudian she-taihap meninggalkan lianbhutia dan rumah megah “ji-yang-kun” memiliki banyak kamar dan mereka dapat istirahat dengan nyaman

Keesokan harinya , lianbuthia kembali dipenuhi untuk melanjutkan pembicraan yang tertunda semalam , “baiklah sicu sekalian ! sebelumnya saya ingin tahu bagaimana sekarang keadaan luka para sicu ! , “obat yang diberikan she-taihap amat manjur dan kami sudah merasa keadaan kami normal “ , sie- lam menjawab , “syukurlah kalau demikian lam-siok ! jadi sekarang marilah kita membicarakan rencana kita “ seng-tiauw menatap lembut anggota bu-beng-eng yang menatap tertuju padanya sebagai pemimpin pertemuan kali ini karena ia diperintahkan kakaknya

“lam-siok dan sicu sekalian ! hal yang pertama sekali ingi kemai ketahui adalah bagaimanakah porsi dari kekuataan tirani yang menyelimuti barat dan utara ini , dan untuk itu kami harap supaya lam-siok dapat menceritakannya “, sie-lam berdiri ,

“she-taihap , pertama saya ingin sampaikan bahwa gerakan yang di bangun oleh hong-hiuw bernama “hek-to-ki” (panji golongan hitam) terdiri dari tiga tingkatan pimpinan dan dua tingkat anggota “ sie-lam berhenti sejenak memandang

sembilan orang she-taihap , “lanjutkanlah lam-siok” pinta seng- tiauw

“tiga tingkatan pimpinan itu adalah pimpinan pertama yakni hong-houw dan wakilnya , wakil hong-houw ini ada dua orang dengan sebutan “ji-kek” (dua kutub) kemudian pimpinan kedua dipegang oleh empat orang dikenal dengan sebutan “si-bo” (empat biang) dan pimpinan ketiga dipegang oleh tujuh orang dikenal dengan sebutan “Cit-tianglo” (tujuh tetua) , kemudian pada tingkat anggota adalah anggota pertama dikenal dengan sebutan “bu-beng-eng” (bayangan tanpa nama) dan anggota kedua dikenal dengan “tai-tin” (barisan badai)