Pendekar linglung

Pengarang : Wahyu Muljana
Pendekar linglung merupakan karya dari pengarang Wahyu Muljana.

"Cuplikan : “Ha... ha... ha... cacing busuk, tadi kau memanggil adik kecil itu dengan sebutan gila, maka sekarang panggilah aku dengan Linglung saja.”

Mendengar perkataan pemuda bercambuk ini makin marahlah hati pedagang budak itu. Segera ia mengambil goloknya yang jatuh tadi dan langsung menerjang kearah pemuda bercambuk tadi.

Sementara itu keadaan alun-alun menjadi gempar. Bagi mereka yang tak mempunyai kepandaian cepat-cepat meninggalkan tempat itu. Tapi bagi mereka yang mempunyai kepandaian tentu saja mereka ingin menyaksikan jalannya partempuran itu. Terutama sekali para serdadu Belanda.

Wesssttt... tarr... tarr... tarr... angin sambaran golok dan cambuk saling ganti-berganti, menyambar lawan. Wutt... golok pedagang budak itu menyambar dada pemuda bercambuk itu. Tapi segera pemuda bercambuk itu meloncat kebelakang hingga serangan pedagang budak itu dapat dipatahkan. Sambaran golok itu sangat kuat dan gerakan-gerakan dari pedagang budak itu sangatlah kacau. Hingga mudah saja bagi pemuda bercambuk itu untuk mendesaknya........"
Loading....