Geger Tarumanegara (Runtuhnya Sriwijaya Di Bumi Jawa)

Pengarang : Kusyoto
Geger Tarumanegara (Runtuhnya Sriwijaya Di Bumi Jawa) merupakan novel karya Kusyoto.

Dalam tahun 686 Kerajaan Tarumanagara takluk di bawah panji kebesaran kerajaan Sriwijaya, Prabu Dapunta Hyang Sri Jayanasa yang sebenarnya masih menantu Prabu Linggawarman menempatkan orang-orang keperayaannya seperti Senapati Apal dan Tumenggung Jari Kambang untuk mengelola negeri  taklukan tersebut.

Adalah Mentri Kanuruhan Rajendra, perwira tinggi Tarumanagara sebelum perang meletus antara Tarumanagara dengan Sriwijaya telah menugaskan sang adik Udayana untuk mengungsikan Udaka anaknya yang kala itu masih berusia lima tahun agar meninggalkan tanah Tarumanagara sejauh mungkin. Di sebuah desa di kaki Gunung Salak Udayana menggembleng Udaka yang namanya diganti menjadi Taruma dengan harapan kelak Udaka atau Taruma mampu menghimpun kekuatan untuk merebut kembali tanah Tarumanagara dari pendudukan Kerajaan Sriwijaya.

Tujuh belas tahun kemudian, Taruma dan pamannya Udayana kembali ke Tarumanagara, konflik pun terjadi hingga memaksa Mantri Kanuruhan Rajendra sekeluarga tersingkir dari Keraton akibat konsfirasi busuk Senapati Ampal. Di desa Gelino Mentri kanuruhan Rajendra mulai menyusun rencana kudeta terhadap Tumenggung Jari kambang. Konflik pun semakin rumit dengan kehadiran gerombolan Sempani yang memanfaatkan situasi mengatasnamakan pergerakan kemerdekaan Tarumanagara yang sebenarnya untuk kepentingan pribadinya.

Kisah pun semakin kompleks dengan kisah roman haru biru dari beberapa tokoh utamanya, kisah-kisah cinta para kesatriya yang berbalut perjuangan ini begitu menghentak sukma melebur dalam relung-relung jiwa membuahkan kekuatan dahsyat dalam merobah tatanan sebuah negeri.
Selamat membaca.
Loading....