-->

Tengkorak Maut Jilid 10

 
Jilid 10

DIATAS wajahnya yang berpenyakitan kecuali penuh kerutan bekas sakit sama sekali tidak tertampak perubahan perasaan apapun, wajah itu dingin dan menggidikkan hati.

"Malaikat penyakitan" akhirnya tak tahan lagi ia berseru: "Kau boleh dibilang merupakan satu2nya orang paling jumawa dan sombong yang pernah kujumpai selama ini, kau adalah seorang manusia yang paling dingin dan paling menyeramkan."

Han Siong Kie menenangkan hatinya talu tertawa hambar. "Sejak dilahirkan demikianlah sudah watakku, sampai tuapun tabiat ini tak akan berubah"

"Baiklah, kita tak usah bicarakan soal yang tak berguna lagi, sekarang kau boleh duduk dengan hati tenang, marilah kita bicarakan lagi persoalan ini dari permulaan."

Han Siong Kle tidak banyak berbicara, ia segera duduk dihadapan kakek itu dan membungkam dalam seribu bahasa.

Iblis diantara iblis termenung dan berpikir beberapa saat lamanya, kemudian dengan nada kuatir ia bertanya kembali.

"Bocah. benarkah kau bersedia mewakili diriku untuk bertempur melawan pemilik Benteng Maut??"

"Sedikitpun tidak salah, kau tidak percaya"

"Dan kau juga menerima tawaranku untuk belajar silat dariku."

"Tentang soal iTu."

"Kau tak usah ini itu lagi" tukas Iblis di antara iblis dengan suara berat, "Dengan andalkan tenaga dalam yang kau miliki sekarang, bertarung melawan Tengkorak Maut sama artinya dengan telur membentur batu kau tak mungkin bisa menangkkan dirinya."

Diam2 Han Siong Kie membenarkan juga perkataannya itu, sebab apa yang dikatakan merupakan suatu kenyataan, tanpa terasa terbayang kembali dalam benaknya akan peristiwa yang baru saja terjadi, ketika belum lama berselang ia mengunjungi Benteng Maut ternyata sebelum berhasil melihat jelas bayangan tubuh lawannya, hanya satu pukulan berhawa dingin telah berhasil menggulung tubuhnya hingga mencelat keluar dari benteng dan tercebur kedalam sungai.

Akhirnya dengan nada berat pemuda itu mengangguk. "Baiklah akan kuturuti perkataanmu" katanya. Iblis diantara iblis segera angkat kepala dan tertawa ter bahak2.

"Haaah... haaah.. haaah... bocah, bila kau sanggup memenuhi harapanku ini, sampai matipun aku merasa amat berterima kasih kepadamu"

"Kau tak usah berterima kasih kepadaku, anggap saja kesanggupanku ini sebagai semacam jual beli. "

"Hmmm.. . kau memang terlalu jumawa dan tinggi hati luar biasa, baiklah, mari kita teruskan pembicaraan kita..."

"Cepat katakan "

"Hanya disebabkan karena rasa tak puas aku telah terkurung selama empat puluh tahun lamanya didalam gua bawah tanah ini."

"Empat puluh tahun?? " seru Han Siong Kie sambil menjulurkan lidahnya.

"Sedikitpun tidak salah, sepuluh hari lagi berarti genap aku terkurung selama empat puluh tahun"

"Sebenarnya apa yang telah terjadi?? kenapa kau sampai terkurung didalam gua bawah tanah?? " tanya pemuda itu dengan perasaan ingin tahu.

"Empat puluh tahun berselang, ia membunuh orang bagaikan membabat rumput, ilmu silatnya lihay dan tiada tandingan membuat dunia persilatan se akan2 sedang menemui saat untuk kiamat, jangan dikata orang Bu lim tak mampu untuk memberikan perlawanan, bahkan raut wajah yang sebenarnya pun tak diketahui orang.."

"Oooh..” Han Siong Kie berseru tertahan.

"Aku terjun kedalam dunia persilatan sepuluh tahun lebih duluan darinya dan berhasil merebut julukan sebagai "Mo Mo cungcu "Raja dari segala iblis, tetapi sebagian besar orang menyebut aku sebagai Mo tiong ci Mo atau Iblis diantara segala iblis, sejak Tengkorak Maut munculkan diri dalam dunia persilatan tersebar berita yang mengatakan satu Iblis muncul, satu iblis lenyap.

"Apakah arti perkataan itu???" tanya sang pemuda. "Artinya setelah kemunculan Tengkorak maut berarti aku si

Rasul dari segala Iblis bakal lenyap."

Han Siong Kie jadi semakin tertarik, ia merasa cerita ini merupakan satu kejadian Bu-lim yang luar biasa serunya kemudian. "Lalu bagaimanakah dalam kenyataan??"

"Kau jangan gelisah, dengarkanlah ceritaku ini lebih jauh, kau musti tahu bukan bahwa orang Bu-lim mengandung soal "nama" sebagai suatu hal yang lebih penting daripada jiwa sendiri, setelah mendengar ucapan itu aku jadi teramat gusar, maka suatu ketika aku ambil keputusan untuk menantang Tengkorak maut untuk berduel."

"Bagaimana kemudian??"

"Jejak Tengkorak maut bagaikan setan tanpa bayangan, ia ibaratnya naga sakti nampak kepala tak nampak ekornya, mau cari jago itu benar2 tidak gampang.."

"Kenapa kau tidak langsung menuju ke benteng Maut untuk mencari dirinya..?? kembali Han Siong Kie menyela.

"Waktu itu aku masih belum tahu bahwa Tengkorak Maut sebenarnya bukan lain adalah pemilik Benteng maut"

"Bukankah didepan pintu benteng Maut tertera sebuah lambang kepala tengkorak yang berlumuran darah?? apa kau tak bisa menduga kalau benda itu menandakan dirinya??"

"Kesemuanya itu adalah urusan belakangan, waktu itu yang diketahui umum hanya Benteng Maut dua patah kata..

Dengarkan dulu ceritaku lebih jauh, setelah tiga tahun lamanya aku menguber jejaknya kesana kemari akhirnya pada suatu kesempatan aku berhasil juga bertemu dengan dirinya, kami berdua segera berduel dengan serunya hingga beribu2 jurus telah berlalu.."

"Bagaimana akhirnya?? siapa yang berhasil menangkan pertarungan itu?? tanya Han Siong Kle dengan mata terbelalak.

"Akhirnya pada suatu kesempatan sebuah pukulannya berhasil menghajar telak ditubuhku hingga membuat aku muntah darah segar.."

Diam2 Han song Kie terkesiap juga mendengar kisah itu, ia tak menyangka kalau Iblis diantara iblis sanggup bertanding sebanyak ribuan jurus melawan Tengkorak Maut, hal ini membuktikan bahwa tenaga dalam yang dimiliki kakek aneh ini benar2 sangat tinggi. sambil menghembuskan napas panjang, serunya kemudian: "Jadi akhirnya kau yang menderita kekalahan??"

"Tidak salah, tetapi aku tak mana mengaku kalah dengan begitu saja dalam hati aku tetap merasa tidak puas dengan hasil pertarungan tersebut.."

"Tidak mau mengaku kalah??" hampir saja Han Siong Kle tertawa tergelak karena kegelian, dengan nada ingin tahu ia berseru,

"Apa maksudmu berkata demikian??"

"bukankah kau sudah jelas kalah?? kenapa kau tidak puas..??"

"Bila berbicara tentang soal jurus serangan, maka boleh dibilang kepandaian kita berdua setali tiga uang " ujar Iblis diantara iblis dengan nada emosi.

"Tapi celakanya ia berhasil melatih sejenis ilmu sakti yang disebut Kim kong sinkang, dengan ilmu saktinya itu tubuhnya jadi kebal terhadap serangan telapak. totokan jari maupun bacokan senjata tajam." "Maka dari itu seranganmu sama sekali tidak berguna? " sambung pemuda itu cepat.

"Ehmm setelah menderita kekalahan aku segera bersumpah akan menciptakan sejenis ilmu sakti yang mampu menghancurkan pertahanan ilmu Kim kong sinkangnya."

"Dan sekarang apakah kau telah berhasil menciptakan kepandaian sakti tersebut??"

"Jangan menyela perkataanku, dengarkan kisahku lebih jauh" omel Iblis diantara iblis dengan mata melotot "setelah terjadi pertarungan itu, kami malah jadi sahabat secara terus terang ia menceritakan segala sesuatu tentang dirinya kepadaku."

"Jadi kau telah mengetahui semua rahasia pribadinya?? " sela Han song Kie kembali dengan kegirangan. .

Iblis diantara iblis melirik sekejap kearah pemuda itu, lalu menjawab.

"Kau tak usah keburu gembira, aku tak akan memberitahukan semua rahasia itu kepadamu, bila ada kesempatan selidikilah sendiri dengan andalkan otak serta kecerdasanmu. Begitulah.. setelah berhasil maka aku sebera menggali gua dibawah tanah ini dan bersumpah sebelum berhasil menciptakan ilmu semacam itu tak akan tinggalkan tempat ini lagi, siapa tahu sekali mendekam aku telah menghabiskan waktu selama empat puluh tahun lamanya, aku berhasil dengan kepandaianku, tapi akupun habis sudah riwayatnya sampai disini" selesai berkata ia menghela napas dalam2.

Diam2 Han Siong Kie merasa amat kagum dengan kebulatan tekad Iblis diantara iblis yang begitu kokoh melebihi batu karang, dengan sebutan yang lebih menghormat ia berkata: "Locianpwee, semangat serta perjuanganmu yang tak kenal lelah itu membuat boanpwee merasa amat kagum"

"Hei, bocah, kenapa kau malah bersikap menghormat kepadaku?? " goda Mo-tiong ci-Mo sambil tersenyum.

"Setelah boanpwee dapat memahami duduk perkara yang sebetulnya, ialah sepantasnya kalau aku berubah sebulanku".

Mo Tiong ci Mo termenung beberapa saat lamanya, kemudian setelah menghembuskan napas panjang ujarnya

"Kepandaian sakti yang berhasil kuciptakan itu adalah sebuah ilmu jari yang kuberi nama " Tong Kim Ci.." "

"Tong Kim ci??.."

"Sedikirpun tidak salah, dalam jarak lima tombak dari sekeliling tubuhmu bila kau gunakan ilmu jari itu, maka emas akan berlubang batu akan hancur jadi bubuk. aku percaya dengan kepandaian sakti ini aku akan berhasil menghancurkan pertahanan tubuh "Kim kong sinkang" milik Tengkorak Maut, tapi sayang.. aaai dikala aku sedang melatih ilmu sakti itu, aku telah mengalami jalan api menuju neraka hingga mengakibatkan sepasang kakiku jadi cacad, maka tak mungkin lagi aku dapat memenuhi harapanku untuk memenuhi janji duel tersebut.. dan kini, kian hari sepasang kakiku telah semakin kaku, perasaan itu kian lima kian membumbung ke atas, aku sadar bahwa jiwaku sudah tak akan tahan berapa lama lagi.. oleh sebab itulah aku berharap bisa berjumpa dengan orang yang punya jodoh serta dapat mewakili diriku untuk memenuhi harapan yang telah kupendam selama empat puluh tahun lamanya ini..."

"Locianpwee, seandainya Tengkorak Maut memang ada janji dengan diri cianpwee, kenapa ia tak datang kemari untuk memenuhi janji" tanya Han Siong Kle dengan nada tercengang. . "Ia tidak tahu kalau aku menyembunyikan diri didalam gua bawah tanah sudah tentu tak mungkin datang sendiri kemari..."

"Oooh... jadi locianpwee bersuit nyaring adalah bermaksud "

"Benar, maksudku adalah untuk memancing kedatangan orang2 yang kebetulan lewat disini"

"Masa selama banyak tahun tak seorang manusiapun yang mendengar suara sultanmu itu???"

"Tentu saja ada, bahkan banyak banyak sekali, hanya

sayang mereka bukanlah manusia2 yang punya bakat untuk berlatih ilmu maha sakti ini"

"Kalau begitu darimana pula locianpwee bisa mengetahui bahwa boanpwee berbakat"

"Dari celah2 mulut gua aku telah menyaksikan gerakan tubuhmu sewaktu memasuki hutan, aku lihat tenaga dalammu cukup sempurna dan juga usianya masih muda maka lantas aku bersuara memanggil kedatanganmu kesini, setelah dekat aku semakin jelas mengetahui bahwa kau berbakat bagus, karena itu aku sengaja suruh kau menghancurkan batu cadas itu dalam tiga pukulan, tujuanku adalah untuk menjajal sampai dimanakah taraf tenaga dalam yang kau miliki...

sungguh tak kusangka meskipun usiamu masih muda namun kesempurnaan tenaga dalam yang kau miliki sudah sedemikian sempurnanya. bila dugaanku tak keliru maka kemungkinan besar kau pernah mendapat bantuan obat2 mujarab atau buah yang langka, kalau tidak darimana munculnya hawa murni sebesar seratus tahun hasil latihan??"

"Dugaan Loocianpwee tepat sekali, aku memang telah mangalami penemuan aneh" "Baik, aku tak ingin tahu asal asul perguruanmu, aku cuma inginkan agar kau mewakili diriku guna memenuhi apa yang kuharapkan selama ini."

"Nah kini aku akan wariskan lebih dulu ilmu "Mo mo ciang hoat" ku lebih dahulu, kepandaian tersebut merupakan ilmu andalanku yang terampuh, setelah engkau berhasil menguasai barulah kuwa riskan pula ilmujari Tong Kim ci itu "

"Berapa lama yang dibutuhkan untuk mempelajari kepandaian tersebut??"

"Bagi dirimu yang telah memiliki kemampuan yang cukup kuat, aku rasa tiga hari sudah cukup"

Begitulah, sejak hari itu dengan tekun dan giat Han Siong Kie berlatih ilma silat di bawah pimpinan Iblis diantara iblis...

Waktu berlalu dengan cepatnya tanpa tetasa tiga hari sudah lewat, selama beberapa hari yang amat singkat itulah Han Siong Kie telah berhasil menguasai seluruh kepandaian Mo mo ciang hoat serta Tong kim ci yang diwariskan kakek Iblis diantara iblis kepadanya.

Ilmu telapak Mo mo cianghoat merupakan suatu jenis ilmu pukulan yang terdiri dari menghisap. menggetar menyerang serta bertahan empat bagian diantaranya bagian menyerang serta bertahan merupakan dua bagian pelajaran yang dipenuhi oleh jurus2 aneh yang maha sakti.

Kalau menyerang maka kehebatannya bagaikan sambaran kilat yang menggugurkan bukit, sedang kalau bertahan kokoh bagaikan benteng berlapiskan emas sekalipun menghadapi serangan yang bagaimana dahsyatpun sulit untuk memaksa mundur barang selangkahpun.

Selama tiga hari berkumpul dan berlatih silat atas petunjuk Iblis diantara iblis, tanpa terasa dalam hati kecil Han Siong Kie muncul suatu perasaan berat yang sangat aneh. Tentu saja ia tak tahu bahwa sebelum mengasingkan diri, lblis diantara lblis mempunyai nama besar yang disegani orang, begitu tersohor namanya sebingga tidak berada dibawah nama besar Tengkorak maut, bahkan musuh2 besarnya tersebar di mana2.

Han Siong Kie amat menguatirkan keselamatan adik angkatnya Tonghong Hwie, disamping itu diapun hendak mengunjungi Benteng Maut, dengan mendapat tugas dari lblis diantara iblis, dia merasa tugas itu kebetulan sekali kepadanya. Maka pada hari keempat ia lantas berkata.

"Locianpwee, aku ingin mohon diri terlebih dahulu, aku pasti akan melanjutkan tugas yang cianpwee bebankan kepadaku, aku tak akan bikin hatimu kecewa"

Iblis diantara iblis termenung dan berpikir sebentar lalu berkata:

"Bocah meskipun ilmu jari Tong Kim ci berhasil kau pelajari namunnya sayang tenaga dalam yang kau miliki masih amat cetek, empat puluh tahun bukanlah suatu jangka waktu yang terhitung pendek siapa tahu sampai dimanakah kemajuan yang tercapai si Tengkoraak Maut didalam hal tenaga dalamnyaa... setelan kupikir pulang balik akhirnya aku berkesimpulan bahwa aku harus ulurkan tangan untuk membantu dirimu..."

Han Siong Kie sebagai seorang jago tentu saja dapat memahami perkataan itu, buru2 ia goyangkan tangannya berulang kali.

"Locianpwe jangan... jangan sekali kau lakukan hal itu atas diriku"

Iblis diantata iblis mendengus dingin, ia tak ambil peduli terhadap ucapan dari Han Siong Kie, sepasang telapaknya bekerja cepat dan terasalah segulung angin pukulan yang maha dahsyat sebera menekan tubuh sianak muda itu sehingga sama sekali tak berkutik.  Ketika tangannya ditekan kebawah, maka tak dapat dikuasai lagi Han Siong Kie jatuh tertunduk, jatuh diatas tanah, pada waktu itulah telapak yang lain laksana kilat ditempelkan diatas ubun2 pemuda itu.

"Bocah, pusatkalah perhatianmu dan pejamkanlah matamu rapat2" serunya dengan tiada serius " gunakanlah hawa murni yang ada dalam tububmu untuk menerina aliran hawa murni yarg kusalurkan ini"

Sambil berkata segulung aliran hawa panas yang menyegarkan hati segera mengalir masuk kedalam tubuh Han Siong Kie lewat jalan darah Hoa kay hiat diatas ubun2.

Han Siong Kie menyadari hebatnya ancaman bahaya bila dia tidak segera pusatkan perhatiannya dalam keadaan begini sekalipun dia tak mau terpaksa harus menerima pemberian aliran hawa panas tersebut, terpaksa ia pusatkan perhatiannya dan salurkan hawa tenaga dalam untuk mengiringi masuknya aliran hawa murni dari luar.

Ia pernah ganti tulang karena pengaruh air mukjijat dari bawah permukaan tanah kemudian mendapat pula saluran hawa murni lewat kura2 sakti, jalan darah penting disekujur tubuhnya boleh dibilang telah menembus semua, kini setelah mendapatkan saluran tenaga dalam dari Iblis diantara iblis, dengan amat lancar sekali hawa murni tadi melebur bersama hawa murni yang sudah di milikinya tadi.

Dalam sekejap mata Iblis diantara iblis telah menyelesaikan pekerjaannya menyalurkan hawa murni kedalam tubuh pemuda tersebut.

Telapak tangannya segera digeserkan dari atas ubun2 menunggu pemuda itu sudah menyelesaikan semedinya dan bangkit berdiri Iblis diantara iblis dengan tubuh bergetar keras sedang duduk disudut goa itu.

Timbul perasaan tidak tega didalam hati kecil Han Siong Kie, rasa menyesal berkecamuk didalam hatinya, andai kata pemilik dari benteng maut bukan musuh bebuyutannya, tak mungkin dia akan menerima permintaan dari Iblis diantara iblis.

Dan kini pihak lawan telah membayar kesanggupannya itu dengan suatu balas jasa yang tak ternilai harganya, ia telah mendapat saluran hawa murni dari kakek itu, hingga membuat Han Siong Kie merasa dirinya terlalu serakah, ia terlalu memahami diri sendiri.

Per lahan2 Iblis diantara iblis membuka matanya, sinar matanya telah pudar dan badannya nampak lemah sekali, dengan suara ter sengkal2 ujarnya .

"Bocah cilik, sekarang didalam tubuhmu telah terdapat hawa murni bagaikan hasil latihan selama dua ratus tahuni kejadian ini merupakan suatu peristiwa besar yang belum pernah dialami oleh orang Bu lim sebelumnya, perduli sampai dimanakah kemajuan tenaga lweekang yang dimiliki Tengkorak Maut, tak mungkin dia sanggup melampaui keampuhanmu sekarang"

"Locianpwee, aku merasa menyesal sekali karena selama ini telah merahasiakan satu persoalan terhadap dirimu" bisik Han Siong Kie dengan wajah amat sedih. "Rahasia apa..."

"Sebenarnya boanpwee mempunyai dendam kesumat dengan pemilik dari benteng maut itu, karena itulah aku dengan senang hati menerima tawaran dari lociaopwee "

"Oooh jadi kaupunya dendam dengan Tengkorak Maut??" "Benar tapi Loocianpwee tak usah kuatir, aku berani

bersumpah tak akan menggunakan ilmu sakti hasil pelajaran

dari loocianpwee untuk melaksanakan tujuanku didalam membalas dendam"

Iblis diantara tblis tertegun sebentar kemudian tertawa ter- bahak2. "Haaah... haaah.. haaah bocah cilik, aku kagum kejantananmu, kupuji dirimu sebagai seorang pendekar sejati di dalam dunia persilatan, dari perkataan itu akupun bisa membuktikan bahwa kau berjiwa besar dan berhati jujur, tak sia2 kusalurkan seluruh hawa murniku kedalam tubuhmu"

Tiba2 Han Siong Kie jatuhkan diri berlutut diatas tanah. "Eeeei... bocah, apa yang hendak kau lakukan??" tegur

Iblis diantara iblis dengan wajah tertegun.

"Sekalipun boanpwee telah memperoleh warisan ilmu silat dari Leng ku Siang-jin terlebih dulu hingga semestinya dalam peraturan aku harus mengakui dirinya sebagai guruku, tapi dalam kenyataan boanpwee sama sekali tidak terikat oleh perguruan manapun juga. Ini hari berkat baik hati dari locianpwee aku telah berhasil lebih mrnyempurnakan diriku, karena aku harap cianpwee suka meagijinkan diriku uatuk mengangkat cianpwee sebagai guruku !"

“Tentang soal ini., tentang soal ini,!” untuk beberapa saat lamanya iblis diantara iblis tidak berbicara, ia nampak termenung dan memandang keatas langit2 gua tanpa berkedip.

"Apakab cianpwee tak mau mengabulkan permitaaaku ini?” pinta Han Siong Kie kembali.

Iblis diantara iblis ragu2 sejenak, akhirnya dia mengangguk,

“Baiklah, aku terima kau sebagai muridku”

Han Siong Kie segera menjalankan penghormatan besar untuk mengangkat kakek itu sebagai gurunya. kemudian baru bangkit berdiri.

Rupaoya lblis diantara iblis merasa amat terharu sekali, sekujur tubuhnya tampak gemetar keras sedang air mata jatuh berlinang membasahi pipinya yang telah kusut. mimpi pun ia tak pernah menyangka pada saat akhir masa hidupnya ia telah menerima ahli waris yang begitu bagus.

"Muridku, aku sudah tak dapat hidup lebih lama lagi " ujar Iblis diantara iblis setelah termenung beberapa saat. “Aku barap didalam sepulub hari kau sanggup menyelesaikan apa yang menjadi idam2anku itu, berduellah dengan pemilik Benteng Maut lalu berilah kabar baik kepada gurumu!”

"Tecu akan melaksanakan keinginan suhu, apakah masih ada lain pesan?”

“Persoalan yang lain kita bicarakan setelah kau kembali lagi kesini dan sekarang kau boleh segera berangkat melakukan sebaik baiknya:

Pertama, setelah tiba didepan Benteng Maut kau harus segera bersenanduag! Satu Iblis muncul, satu Iblis lenyap, Iblis diantara Iblis bertemu dengan raja langit” maka Tengkorak maut akan menyambut kedatanganmu secara baik2, sebab selamanya Benteng Maut amat benci bila ada orang berkunjung kesitu.”

Dengan perasaan tak habis mengerti Han Siong Kie mengangguk.

“Apakah pesanmu yang kedua?” tanyanya kemudian. "Kedua pertarungan ini hanya terbatas untuk bertanding

belaka, kedua belah pihak tiada dendam atau sakit hati maka

aku larang kau gunakan ilmu sakti itu untuk melukai dirinya sebelum bertanding, kau musti jelaskan lebih dahulu bahwa pertarungan yang bakal berlangsung hanya terbatas sampai saling menutul belaka.

"Tecu akan mengingat selalu pesan suhu, dan apakah pesan yang ketiga itu"

"Ketiga aku melarang kau gunakan kesempatan ini untuk menuntut balas bagi sakit hati mu sendiri" "Suhu tak usah kuatir," sahut Han Siong Kie dengan wajah serius, "tecu masih sanggup untuk membedakan mana budi mana dendam, mana tugas dan mana kesempatan untuk pribadi"

-000d0w000-

Bab 21

"KALAU kau memang bisa berpandangan jauh kedepan, akupun dengan lega hati akan menantikan kabar gembira darimu" ujar Iblis diantara Iblis sambil mengangguk " ingat didalam sepuluh hari kau harus segera kembali kemari, aku masih ada persoalan yang hendak disampaikan kepadamu, ingat hanya sepuluh hari, selewatnya sepuluh hari mungkin aku sudah tak dapat bertemu lagi dengan dirimu"

Han Siong Kie merasa terharu sekali hingga tanpa terasa air mata jatuh berlinang membasahi pipinya, ia tahu bahwa suhunya hanya mampu hidup selama sepuluh hari lagi karena ia telah menyalurkan seluruh hawa murni yang dimilikinya kedalam tubuh sendiri, tentu saja gurunya berbuat demikian karena melihat ia bisa mewakili dirinya untuk pergi ke Benteng maut dan berduel melawan Tengkorak maut.

"Suhu" ujarnya kemudian dengan suara sedih "tecu tak akan membiarkan kau orang tua merasa kecewa"

"Baiklah, sekarang kau boleh sebera berangkat setelah keluar dari gua ini carilah batu besar yang lain sebellah mulut gua ini"

"Tapi bagaimana dtngan makanan serta minuman kau orang tua?? sekarang keadaanmu sudah " pemuda itu tak

tega melanjutkan kata2nya dan segera membungkam. Iblis diantara iblis tertawa keras.

"Haahhh...haahhh...haaahhh.. maksudmu dengan keadaanku sekarang yang lemah tak bertenaga, aku sudah tak mampu lagi untuk makan?? tentang soal ini kau tak usah kuatir, aku masih punya persediaan ransum selama sepuluh hari, pergilah dengan hati tenang. Ingat jangan lupa dengan apa yang telah kukatakan"

"Tecu tak berani melupakannya, didalam sepuluh hari pasti aku akan kembali kemari"

Selesai memberi hormat ia keluar dari gua kemudian mencari batu besar untuk menyumbat mulut gua itu dan berlalu dengan sedih.

Perintah dari guru lebih penting untuk dilaksanakan lebih dulu, terpaksa Han Siong Kee harus singkirkan dahulu niatnya untuk mencari Tonghong Hwie, dia langsung berangkat menuju kebenteng maut.

Setelah memperoleh tenaga dalam sebesar seratus tahun hasil latihan milik Leng Ku siangjin dan sekarang mendapatkan pula seluruh tenaga dalam dari Iblis diantara iblis berarti sekarang ia telah memiliki tenaga dalam sebesar dua ratus tahun hasil latihan penemuan semacam ini boleh dibilang jarang sekali ditemui siapapun.

Ilmu meringankan tubuh Cahaya kilat lintasan cahaya yang digunakan pada saat ini jauh berbeda keadaannya dangan tempo dulu, kecepatannya pada saat ini sudah melebihi kecepatan sambaran kilat, seandainya bukan seorang jago lihay sukar untuk menemukan gerakan tubuhnya itu.

Sepuluh hari... ia harus berhasil balik kembali kedalam gua bawah tanah itu dalam sepuluh hari, karena Iblis diantara iblis hanya mempunyai waktu hidup hanya sepuluh hari saja

Setelah melintasi jalan gunung yang terjal dan berliku, ia tiba disebuah jalan raya.

Sebuah sungai besar terbentang didepan mata. sambil melakukan perjalanan menyelusuri pantai sungai itu ia berlari kencang. ia hendak mencapai Benteng Maut didalam sehari semalam.

Han Siong Kie tahu bahwa seandainya di dalam sepuluh bari ia tak dapat kembali maka hal itu merupakan suatu dosa yang tak dapat diampuni, sebab satu2nya harapan dari gurunya telah dititipkan diatas pundaknya, disamping itu dia harus berhasil menangkan pemilik dari Benteng Maut, kalau tidak gurunya akan mati dengan mata tidak meram!

Ilmu silat yang dimiliki pemilik Benteng Maut membuat hatinya bergidik, ia tak tahu dengan andalkan ilmu jari Tong kim ci tersebut mampukah ia menjebolkan pertahanan ilmu kebal Kim kong sinkarg yang dimiliki lawan?

Dalam hatinya terselip satu harapan. ia berharap didalam pertarungannya mewakili Iblis diantara Iblis ini ia berbasil membongkar raut wajah yang sebenarnya dari Tengkorak maut, disamping itu diapun bisa mengira-ngira sampai taraf yang bagaimana hebatnya ilmu silat dari musuh besar pembunuh keluarganya ini.

Tiba2.. dari depan mata muncul dua sosok bayangan hijau berkelebat memotong jalan raya dan lenyap dibalik hutan ditepi jalan, diantara bayangan hijau itu kelihatan mengempit sesosok benda putih yang mirip sekali dengan tubuh seorang gadis muda.

Satu ingatan dengan cepat berkelebat dalam benak pemuda ini. ia menghentikan gerakan tubuhnya dan berpikir :

"Kedua orang itu pasti bukan manusia baik2, coba akan kuintil perjalanan mereka”

Berpikir demikian ia segera belok kesisi jalan dan melayang pula masuk kedalam hutan.

Baru saja tubuhnya mencapai hutan yang cukup lebat tadi, terdengar suara seseoraog yang serak tua sedang berkata : “Turunkan dia keatas tanah, lepaskan seluruh pakaian yang ia kenakan!”

"Suhu, perempuan ini…!” ujar orang kedua dengan nada tinggi melengking.

"Ada apa?”

“Tecu harap suhu suka menghadiahkan gadis ini..!” "Bocah keparat, kau lihat apakah wajahnya terlalu cantik

sehingga kau merasa keberatan bila kulalap??" jengek suara setan2 tua itu lagi sambil tertawa seram.

"Tentang soal ini.."

"Sudahlah, tak usah ini itu lagi, ayoh cepat lepaskan seluruh pakaiannya, aku akan segera mengisap sari kegadisannya"

Han Siong Kie kontan merasakan darah panas dalam didadanya bergolak keras, napsu membunuh menyelimuti seluruh wajahnya dan sepasang mata melotot bulat2, ia tak menyangka kalau disiang hari bolong itu ternyata ada orang yang berani melakukan perbuatan terkutuk semacam ini.

Ia merasa setelah kejadian ini ditemui olehnya, sebagai seorang pendekar penegak keadilan sudah seharusnya ia bunuh manusia2 itu. Dalam pada itu terdengar pemuda tadi telah berkata kembali:

"Suhu, bagaimana kalau kau hadiahkan gadis ini kepadaku saja?? aku akan carikan sepuluh orang gadis yang lain untuk kau siorang tua..."

"Sudah, kau tak usah banyak bicara lagi, perawan ini mempunyai tulang yang amat bagus dengan dasar tenaga dalam yang cukup sempurna, jarang sekali perempuan semacam ini ditemui dalam dunia persilatan, kau hendak pergi kemana untuk mencari gadis macam begini untukku?? ayoh cepat turun tangan lepas seluruh pakaiannya" "Suhu, kau toh hanya ingin menghisap sari kegadisannya belaka, kenapa tidak kau hadiahkan kepadaku saja agar aku bisa mengawini dirinya."

"Bocah keparat, aku masih belum ingin modar, mengerti?? kalau kau berani banyak ngebacot lagi, jangan salahkan kalau kubacok dirimu lebih dahulu."

Han Siong Kie mendengus dingin, perlahan ia munculkan diri dari tempat persembunyiannya .

Pada saat yang hampir bersamaan terdengar suara pakaian yang ditarik hingga robek, diikuti dua jeritan kaget bergema memecahkan kesunyian.

Dihadapan mereka terlihatlah seorang kakek berjubah hijau yang berwajah menyeramkan sedang berdiri berdampingan dengan seorang pemuda berdandan busu warna hijau, seorang gadis baju putih yang bagian-bagian dadanya telah robek menggeletak diatas tanah, sepasang buah dadanya yang putih padat berdiri menongol keluar dari balik pakaian yang robek itu

Napsu membunuh menyelimuti wajah Han Siong Kie makin tebal, sorot mata ber api2 memancarkan cahaya yang amat tajam perlahan2 ia sapu kedua orang itu sambil tertawa dingin tiada hentinya. Kakek tua itu sebera tertawa seram:

"Bocah keparat, rupanya kau datang untuk mencari kematian buat dirimu sendiri" jengeknya.

Sedang pemuda busu tadi dengan cepat menggerakkan tubuhnya siap melancarkan serangan.

"Bagus sekali perbuatan kalian berdua" dengus Han Siong Kie sambil tertawa dingin.

Di siang hari bolongpun berani melakukan perbuatan terkutuk semacam ini. Hmm ini hari setelah bertemu dengan aku si malaikat penyakitan, jangan harap kalian berdua bisa tinggalkan tempat ini dalam keadaan hidup " "Keparat cilik. siapa namamu??" "Malaikat penyakitan"

"Malaikat penyakitan?? Haah haah haah. sebentar lagi kau akan berubah jadi malaikat elmaut. Muridku bunuh dia."

Pemuda itu mengangguk dan segera menerjang kedepan sambil melancarkan satu pukulan dahsyat.

Han Siong Kie mendengus dingin, ia geser tubuhnya satu langkah kesamping lalu mengirim pula satu pukulan kearah depan.

"Blaaam" ditengah ledakan keras, pasir dan debu beterbangan memenuhi angkasa, tubuh pemuda busu itu tergetar keras dan mundur sejauh delapan depa dengan sempoyongan.

Air muka kakek jubah hijau itu kontan berubah hebat, ia tak menyangka pemuda berwajah penyakitan yang menyebut dirinya sebagai malaikat penyakitan ini memiliki ilmu silat yang sangat lihay, tapi aneh sekali kenapa dalam dunia persilatan belum pernah terdengar munculnya seorang pemuda yang demikian lihaynya?? Dalam malunya pemuda busu itu jadi teramat gusar, ia membentak keras dan sekali lagi menerjang kedepan. telapak kiri melancarkan pukulan, telapak tangan kanan mengancam dengan ilmu cengkeraman secara terpisah dari atas dan tengah mengancam dua bagian penting diatas tubuhnya.

Semua jurus dan gerakan dilakukan sangat aneh dan luar biasa, jauh berbeda dengan kepandaian silat aliran Tionggoan.

"Menghadapi manusia2 durjana semacam ini kenapa aku tidak coba mengguoakan ilmu jari Tong Kim Ci?" pikir Han Siong Kie didalam hati.

Berpikir demikian ia segera menghimpun tenaga dalamnya dan ayun tangan kearah depan. Suara jeritan ngeri yang amat menyayatkan hati bergema memecahkan kesunyian. pemuda busu itu roboh terjengkang diatas tanah dengan darah segar menyembur keluar setinggi beberapa tombak. dadanya seketika berlubang besar sekali.

Diikuti “Kraak!” sebuah pohon besar yang berada dibelakang tubuh busu muda itu bergoncang keras serta muncul sebuah lubang pula sebesar ibu jari.

Rupaeya serangan jari yang dilancarkan oleh Han Siong Kie seketika berhasil melubangi tubuh pihak lawan. siapa tahu tenaganya masih cukup besar maka telah menembusi tubuh busu muda itu sisa tenaga segera melubangi pula sebuah pobon yang berada pada jarak tiga tombak dari kalangan.

Kejadian ini sangat mengejutkan hati si anak muda itu ia tak mengira kalau kekuatap ilmu jari Tong kim ci yang dipelajari itu bisa sedemikian hebatnya.

Kakek jubah hijau itu lebih2 ketakutan selama hidup belum pernah ia mendengar ilmu jari semacam ini seorang jago yang dapat menotok jalan darah orang dari jarak jauh pun sudah terhitung kelas satu apalagi ilmu jari yang bisa menembusi tubuh lawan bahkan melobangi pula pohon jauh dibelakang sang korban.

Saking takutnya kakek itu mundur beberapa langkah kebelakang sambil serunya;

"Malaikat penyakitan tahukah engkau siapakah aku?” "Coba kau katakan sendiri”

"Aku adalah pengawal istana terlarang dibawah kekuasaan Thian Lam Tee kun yang disebut orang pengawal baju bijau Pit Lee”

Han Siong Kie melongo ia tak tahu manusia macam apakah yang dimaksudkan sebagai Thian Lam Tee Kun itu tetapi ditinjau dari sebutan itu jelas orang itu merupakan seorang jagoan dari wilayah Thian Lam maka dengan nada seenaknya ia berkata:

"Kalau Thian-lam lantas kenapa???" Pengawal baju hijau tertawa seram.

"Hmmm.... hmmmm... kau berani menghalang-halangi pekerjaan dari pihak kami, berani pula melukai anggota perguruan kami berarti bahwa kau hendak memusuhi golongan Thian lam kami"

Sorot mata Han Siong Kie perlahan2 dialihkan kearah gadis yang menggeletak diatas tanah itu, ia begitu melihat wajahnya terkejut tubuhnya seketika gemetar keras hampir saja dadanya meledak karena kegusaran

Kiranya gadis baju putih itu bukan lain adalah Go Siauw Bi gadis yang pernah menyelamatkan jiwanya .

"Anjing tua, kau harus modar" bentaknya keras. Dengan nada terkesiap Pengawal baju hijau mundur satu langkah kebelakang.

"Malaikat penyakitan" teriaknya "Kau betul2 memusuhi golongan Thian lam kami?"

"Bangsat tua, kau tak usah banyak ngebacot lagi lihat serangan" secara beruntun ia lancarkan tiga jurus pukulan yang maha dahsyat.

Ternyata ilmu silat yang dimiliki pengawal baju hijau Pit Lee cukup tangguh, dengan gesit ia menghindar kesana kemari dengan gerakan yang cukup manis ia berhasil meloloskan diri dari tiga serangan maut yang dilancarkan Han Siong Kie itu.

Melihat tiga buah jurus mengenai sasaran kosong, Han Siong Kie semakin naik pitam, ditengah berkelebatnya bayangan telapak yang ber-lapis2 kembali ia lancarkan sebuah pukulan. Pecahlah nyali pengawal baju hijau Pit Lee melihat kelihayan lawan dalam keadaan begini ia tak berani melancarkan serangan balasan, sambil melompat mundur sejauh satu tombak teriaknya dengan suara gemetar: "Tahan Apa hubunganmu dengan iblis diantara iblis??"

Han Siong Kie jadi amat terkejut ketika melihat lawannya berhasil menebak permainan jurus Iblis diantara iblisnya yang sudah empat puluh tahun lamanya menyembunyikan diri dibawah tanah tetapi orang ini sekilas memandang berhasil menebaknya secara jitu, hal ini menunjukkan bahwa orang yang berada dihadapannya saat ini bukanlah manusia sembarangan. Dengan cepat ia menjawab

"Bangsat tua, kau belum berhak mengajukan pertanyaan ini.."

"Apakah kau adalah ahli warisnya??? " "Kalau benar mau apa???"

"Ooooh jadi Iblis diantara iblis masih hidup di.. kolong langit??"

"Tentang persoalan ini lebih baik kau tak mengurusinya"

Air muka pengawal baju hijau Pit-Lee berubah jadi sangat hebat tiba2 ia putar badan kabur dari situ

Tentu saja Han Siong Kie tak akan membiarkan musuhnya berhasil kabur dengan begitu saja sambil tertawa dingin bentaknya:

"Bangsat tua, kalau pingin kabur tinggalkan dulu selembar jiwa anjingmu"

sambil membentak segulung angin tajam laksana kilat meluncur kearah depan.

Jeritan ngeri yang mendirikan bulu roma kembali berkumandang memecahkan kesunyian, hujan darah muncrat keempat penjuru dan pengawal baju hijau Pit Lee yang telah berhasil lari sejauh tiga tombak lebih itu roboh terjengkang keatas tanah ..sesaat sebelum menemui ajalnya ia sempat menjerit sekeras kerasnya: "Iblis diantara iblis..."

Han Siong Kie mendengus dingin, ia tendang mayat kakek baju hijau itu hingga mencelat kedalam hutan lalu putar badan dan mendekati tubuh Go Siauw Bi sebelum ia sempat berbuat sesuatu mendadak...

Dari belakang tubuhnya terdengar suara desiran angin bergema datang tanpa beraling ia menegur:

"Jago lihay dari mana yang telah datang kemari??" "Haaah haaahh haaah sungguh tidak tahu malu jadi ahli

waris dari Iblis diantara iblis."

Per-lahan2 Han Siong Kie putar badan, terlihatlah pada jarak lima tombak dibelakang tubuhnya berdiri berjejer dua orang kakek baju kuning, dalam hati segera pikirnya:

"Mereka berdua pasti terpancing datang kemari oleh jeritan keras bangsat tua itu sesaat sebelum modar.."

Dalam pada itu kedua orang kakek baju kuning itu nampak berdiri tertegun untuk beberapa saat lamanya, mungkin mereka tak pernah menyangka kalau ahli waris dari iblis diantara iblis ternyata adalah seorang pemuda berwajah penyakitan, bila kenyataan tak ada didepan mata siapapun tak akan percaya kalau pemuda dihadapannya saat ini adalah seorang jago yang amat lihay.

Dengan pandangan dingin Han Siong Kie menyapu sekejap kearah dua orang kakek baju kuning itu, lalu untuk kedua kalinya ia menegur: "Kalian berdua adalah jago lihay dari mana??"

salah seorang kakek yang punya tahi lalat merah diatas jidatnya itu segera menjawab: "Pengawal baju kuning dari istana Huan mo-kiong dibawah pimpinan Thian lam kun" "Istana Huan Mo Kiong??" "Sedikitpun tidak salah"

"Ooooh ..jadi kalian adalah satu aliran dengan bangsat tua baju biru itu??"

"Kalau sudah tahu kenapa mesti tanya lagi?? "

"Jadi kedatanganmu kedaratan Tionggoan juga khusus untuk memetik sari kegadisan orang2 Tionggoan??"

Air muka kedua orang kakek baju kuning itu seketika berubah hebat, dengan sorot mata bengis mereka maju dua langkah kedepan Han Siong Kie sendiri juga amat gusar dengan nada membunuh menyelimuti wajahnya ia mendengus dingin:

"Kalian berdua jangan harap bisa berlalu dari tempat ini dalam keadaan hidup,"

Tubuhnya melesat kearah depan sepasang telapak secara terpisah menyerang kedua orang pengawal baju kuning itu secara berbareng, serangannya dilancarkan dengan kecepatan bagaikan sambaran kilat bukan begitu saja bahkan ganas dan luar biasa.

Siapa tahu kedua orang pengawal baju kuning itu dengan gampang sekali berhasil meloloskan diri dari ancaman itu kearah samping.

Diam2 Han Siong Kie terkesiap juga melihat kenyataan itu, kelihayan dari kedua orang kakek baju kuning ini ternyata beberapa tingkat lebih hebat dart kakek baju hijau yang telah menemui ajalnya diujung ilmu jari Tong kim ci itu ..

Terdengar salah satu diantara pengawal baju kuning itu berseru tertahan:

"Aaaah.. sedikltpun tak salah, ilmu pukulan yang dipergunakan bangsat ini bukan lain adalah ilmu telapak Mo mo ciang hoat" Bersamaan dengan selesainya ucapan ini, tiba2 kedua orang ini meloncat mundur beberapa tombak ke belakang lalu kabur dari situ secepat-cepatnya.

Han Siong Kle amat terkejut, ia hendak mengejar namun sudah tak sempat, terpaksa sambil menarik nafas ia cuma geleng2 kepala berulang kali, dalam hati ia berpikir:

"Sungguh aneh sekali, ilmu pukulan yang kulancarkan barusan amat lihay dan hebat, bagi orang biasa jelas sulit menghindar diri, tapi kenyataan mereka berdua dapat meloloskan diri dari ancamanku dengan begitu mudah, jangan2 guruku iblis diantara iblis mempunyai hubungan yang erat dengan istana Huan mo kiong di Thian lam??.."

Ia termenung beberapa saat lamanya, kemudian pikirnya lagi:

"Kenapa aku musti pikirkan persoalan itu?? asal dalam sepuluh hari aku datang pulang kembali, bukankah persoalan ini dapat kutanyakan langsung kepada suhu??"

Berpikir demikian ia lantas putar badan dan dengan kembali sorot matanya kearah Go Siauw Bie, nampak matanya terpejam dan mulutnya terkatup rapat, tatkala sinar matanya terbentur dengan dadanya yang terbuka, jantungnya segera berdebar keras.

Tetapi hal itu hanyalah suatu perasaan spontan yang muncul dari dalam hati seorang pria yang normal, rasa bencinya terhadap kaum wanita segera menekan kembali perasaan tersebut kedalam hati.

Sekarang yang harus segera dilakukan adalah menyadarkan Go Siauw Bie serta memeriksa apakah ada jalan darahnya yang tertotok, tetapi sudah setengah harian lamanya ia periksa namun belum juga ditemukan sesuatu jalan darah yang tersumbat. Dalam keadaan begini terpaksa ia keraskan hati untuk memeriksa jalan darah di bagian lain yang sensitip.

Dengan jantung berdebar keras pemuda itu periksa jalan darah disekitar dada, lambung, perut serta perut bagian bawah dari gadis itu.. tapi aneh sekali, ternyata tak sebuah jalan darahpun yang tertotok.

"Mungkinkah ia sudah terkena semacam obat pemabok yang bikin kesadarannya jadi lenyap??" pikirnya didalam hati.

Dengan cepat pemuda itu mendekati mayat kakek baju hijau itu dengan harapan berhasil menemukan obat pemunah yang sanggup menyadarkan gadis ini, siapa tahu usahanya tetap sia2 belaka, saku orang itu kosong melompong tak terdapat sesuatu benda apapun.

Han Siong Kie jadi amat gelisah, ia tutupi dahulu pakaian Go Siauw Bie yang robek dengan jubah luarnya, kemudian duduk disisinya sambil putar otak.

Pada saat ini ia buru2 hendak berangkat kebenteng maut untuk berduel melawan Tengkorak maut yang disegani setiap jago dari dunia persilatan, sebab itulah harapan dari suhunya Iblis diantara iblis, ia merasa dirinya tak bisa membuang waktu dengan percuma lagi karena gurunya hanya bisa hidup sepuluh hari lagi.

Disamping itu diapun merasa amat benci terhadap kaum wanita terutama sekali peristiwa di Lian huan tau baru2 ini dimana ia tertangkap oleh ibunya si Siang- go berwajah cantik Ong Cui Ing yang kejamnya melebihi ular yang menyebabkan hampir saja ia kehilangan jiwanya .

Andainya bukan orang yang ada maksud serta ibunya berusaha menyelamatkan dia, mungkin ia sudah mati sejak semula, maka dari itu rasa bencinya terhadap kaum wanita semakin berlipat ganda. Tetapi Go Siauw Bie yang berada dihadapannya saat ini adalah tuan penolong yang pernah menyelamatkan jiwanya.

Ketika ia dihantam masuk kedalam sungai oleh Tengkorak Maut tempo dulu, andaikata bukan Go Siauw Bie yang menolong jiwanya, tak mungkin ia bisa hidup sampai sekarang bahkan pihak lawan dengan begitu kasih sayang telah merawat serta menempatkan dirinya dalam kamar pribadinya.

Han Siong Kle merasa budi kebaikan semacam ini bagaimanapun juga harus dibalas.

Untuk beberapa saat lamanya ia jadi bingung dan tak tahu apa yang musti dilakukan, berusaha untuk menyadarkan gadis ini, ataukah meninggalkan dirinya dengan begitu saja.

Setelah kebingungan beberapa waktu lamanya, terakhir pemuda itu ambil keputusan untuk membawa gadis ini pergi kekota terdekat guna mendapat pengobatan, sebab kecuali berbuat demikian sudah tak ada alasan lain yang bisa dilakukan.

Maka dengan perasaan berat ia bopong tubuh Go Siauw Bie kemudian berkelebat menuju kearah kota..

Belum sampai sepuluh li ia berjalan, tiba2 terdengar suara bentakan keras berkumandang dari tempat kejauhan, suara itu makin lama semarin mendekat hingga akhirnya tampaklah seorang gadis muda sedang bertempur di kerubuti oleh empat orang pria baju hijau.. 

Satu ingatan dengan cepat berkelebat dalam benak sianak muda itu, pikirnya:

"Jangan2 mereka adalah manusia-manusia terkutuk dari istana Huan Mo kiong yang hendak melakukan perbuatan tercela lagi."

Tanpa terasa ia menghentikan perjalanannya dan menyaksikan jalannya pertarungan itu dari sisi kalangan. Terlihatlah keadaan dari gadis itu ketitir hebat, posisinya terjepit dan berada dibawah angin, nampaknya sebentar lagi ia bakal tertawan oleh musuh2nya.

Empat orang pria baju hijau yang melakukan pengeroyokan itu ternyata memakai baju serta dandanan yang mirip sekali dengan pengawal baju hijau Pit Le yang berhasil dibinasakan itu, atau dengan perkataan lain keempat orang itupun merupakan pengawal baju hijau dari istana Huan Mo Kiong.

"Tahan" dengan suara keras Han Siong Kle segera membentak keras, tubuhnya dengan sebat melayang masuk kedalam kalangan.

Keempat orang kakek baju hijau itu segera menghentikan serangannya dan meloncat mundur kebelakang.

Dengan pandangan dingin Han Siong Kie melirik sekejap kearah orang-orang dihadapannya, ia lihat keempat orang baju hijau itu mempunyai usia diantara enam puluh tahunan, sedang sang gadis mempunyai wajah yang amat cantik jelita, sekuntum bunga putih menghiasi sanggulnya, pakaian yang dikenakan adalah pakaian berkabung, walau dengan keringat bercucuran dan napas ter-sengkal2 ia berdiri disisi kalangan sambil memandang kearah pemuda itu tanpa berkedip.

Sementara itu ketika keempat orang kakek baju hijau itu melihat orang yang membentak meresa ternyata adalah seorang bocah muda berwajah penyakitan yang membopong seorang gadis, setelah tertegun sejenak mereka segera tertawa ter bahak2 salah satu diantara keempat orang itu segera maju dua langkah kedepan sambil ujarnya.

"Hey bocah penyakitan, rupanya kau sengaja datang untuk memberi hadiah buat kami??"

Sambil berkata sorot matanya dengan tajam melirik sekejap kearah Go Siauw Bi yang berada dibopongan pemuda itu. Han Sioag Kie mendengus dingin, dia kempit Go Siauw Bi dibawah ketiak kirinya, lalu dengan tangan kanan yang kosong ia tuding keempat orang itu, bentaknya: "Apakah kau juga pengawal2 baju hijau dari istana Huan mo Kiong.???"

Sekilas rasa kaget berkelebat diatas wajah keempat orarng kakek itu, kakek yang maju kedepan tadi segera menjawab:

"Sedikitpun tidak salah bocah keparat siapa namamu???? dari mana kau bisa tahu kalau kami adalah "

"Hmmm, bagus sekali" dengus Han Siong Kie singkat "Ingat baik aku bernama Malaikat penyakitan, sekarang aku akan kirim kalian untuk pulang kerumah nenekmu" Bersamaan dengan selesainya ucapan itu telapak tangannya diayun kedepan.

Dalam anggapan kakak baju hijau itu ilmu silat pihak paling2 tidak seberapa lihaynya mereka bermaksud akan turun tangan bila serangan dari musuhnya itu sudah hampir mengenai sasaran, siapa tahu belum sempat ingatan lain berkelebat didalam benaknya, segulung desiran angin tajam telah tiba didepan dadanya, kakek itu jadi terkesiap dan terasalah sukmanya bagaikan melayang tinggalkan raganya..

Jeritan ngeri berkumandang memenuhi seluruh angkasa, semburan darah menyebar ke empat penjuru, dengan dada berlubang hingga tembus pada punggungnya kakek itu roboh binasa diatas tanah.

Melihat kelihayan musuhnya, ketiga orang kakek baju hijau lainnya jadi terkejut, air muka mereka berubah jadi pucat pias bagaikan mayat, rupanya mereka tahu bahwa keadaan tidak menguntungkan, buru2 ketiga orang itu putar badan dan siap melarikan diri.

Han Siong Kie menjengek sinis, telapak kanannya diayun berulang kali.. Kembali terdengar tiga kali jeritan ngeri berkumandang diangkasa, ketiga orang kakek tersebut dengan punggung berlubang hingga tembus pada dadanya roboh diatas tanah.

Dalam waktu singkat empat jago lihay dari Istana Huan Mo Kiong telah mati terbunuh semua dibawah serangan ilmU jari Tong Kim Ci tanpa sanggup melakukan perlawanan.

Gadis cantik berbaju berkabung itu berdiri melongo disisi kalangan karena kaget, ia merasa belum pernah menjumpai ilmu jari selihay ini.

Dengan pandangan dingin Han Siong Kie melirik sekejap kearah gadis cantik itu, kemudian tanpa mengucapkan sepatah katapun ia putar badan dan berlalu dari situ.

"Saudara harap tunggu sebentar" seru gadis berbaju kabung itu sambil menghadang jalan pergi Han Siong Kie. sambil memberi hormat ujarnya kembali.

"Aku yang rendah Istri yang ditinggalkan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari saudara."

Han Siong Kie tertegun.

"Isteri yang ditinggalkan?? apakah nama yang dipergunakan juga sebuah julukan belaka??" pikirnya.

Tanpa terasa ia ulangi kembali ucapan itu setengah bergumam. " Isteri yang ditinggalkan??"

"Sedikitpun tidak salah, dan saudara apakah bergelar malaikat penyakitan??"

"Eeei.darimana nona bisa tahu akan julukan itu?? " "Bukankah kau yang menyebutnya sendiri?"

"Ooh yaah.. aku memang pelupa, maaf"

Habis berkata ia putar badan siap berlalu lagi dari situ. "Bolehkah aku mengetahui siapakah namamu?” seru istri

yang ditinggalkan dengan suara nyaring: "Malaikat penyakitan"

"Itu bukan namamu yang sebenarnya.."

"Nama yang sebenarnya atau bukan rasanya tiada sangkut pautnya dengan dirimu, aku rasa sudah seharusnya nona segera tinggalkan tempat ini..."

"Budi pertolongan yang telah kau berikan kepadaku, suatu ketika pasti akan kubalas"

"Tidak perlu kau balas, bantuan yang kuberikan bukanlah sengaja kulakukan, aku hanya turun tangan karena tidak senang melihat tingkah laku mereka.."

Gadis yang mengaku bernama istri yang ditinggalkan itu segera mengerutkan sepasang alisnya, ia merasa sikap maupun ucapan pihak lawan begitu dingin dan ketus hingga bikin hati orang gemetar keras, terutama sekali raut wajahnya yang penyakitan itu, andaikata pihak lawan bukan tuan penolong yang telah menyelamatkan jiwanya mungkin sedari permulaan ia sudah berlalu dari situ. Setelah tertegun beberapa saat, ia berkata kembali: "Gadis yang berada dalam boponganmu itu adalah..."

"Dia senasib dengan dirimu hanya gadis ini jatuh ditangan pihak lawan yang berbeda." selesai berbicara tanpa menunggu jawaban lagi ia putar badan dan berlalu dari situ dalam sekejap mata bayangan tubuhnya lenyap dari pandangan mata.

Memandang bayangan punggungnya yang menjauh diam2 gadis Istri yang ditinggalkan menjulurkan lidahnya bukan saja malaikat penyakitan memiliki sikap yang dingin menggidikan bahkan tenaga dalam yang dimiliki benar2 telah mencapai puncak kesempurnaan.

Kiranya gadis yang mengaku sebagai Istri yang ditinggalkan bukan lain adalah Tonghong Hwie yang sudah ganti rupa dengan wajah aslinya, mimpipun gadis ini tak pernah menduga kalau malaikat penyakitan yang barusan berdiri dihadapannya bukan lain adalah engkoh Kie nya yang dikira sudih mati itu...

Tentu saja Han Siong Kie juga tak pernah menduga kalau istri yang ditinggalkan itu bukan lain adalah adik angkatnya Tonghong Hwie yang selalu dikuatirkan keselamatannya.

Tanpa saling mengenal satu sama lainnya ternyata sesudah berjumpa mereka saling berpisah kembali.

Dengan tenaga dalam yang dimilikinya sekarang boleh dibilang Han Siong Kie pada saat ini jauh berbeda dengan keadaan dahulu, hingga dalam suara pembicaraanpun mengalami sedikit perubahan, bila tidak tentu saja Tonghong Hwie segera akan menaruh curiga.

Sebaliknya Tonghong Hwie ketika muncul dalam bentuk pengemis cilik, sengaja ia memyerakkan nada suaranya didalam ber-cakap2, dan sekarang ia bicara dengan suara sebenarnya, tentu saja hal ini membuat kedua belah pihak sama2 menganggap asing pihak lawan..

Sementara itu dalam sekejap mata Han Siong Kie telah menempuh jarak sejauh lima puluh li lebih, akhirnya sampailah dia disebuah kota besar dan menginap disebuah rumah penginapan yang memakai merek "Gwat-lay", kepada sang pelayan ia berpesan untuk carikan seorang tabib.

Beberapa saat kemudian pelayan muncul kembali sambil membawa seorang kakek tua, begitu melangkah masuk kepintu dengan pandangan tajam ia awasi wajah Han Siong Kie beberapa kejap. lalu serunya dengan suara terkejut:

"Aduuuh... siangkong, sungguh tidak enteng penyakit yang kau derita.. bila tidak cepat diobati tentu jiwamu terancam..."

Han Siong Kie tersenyum dan gelengkan kepalanya. "silahkan sianseng masuk kedalam, yang sedang sakit

bukan aku melainkan adalah.." "Oooh. bukan siangkong yang sakit? bila pandangan mataku belum melamur, aku lihat air muka siangkong rada sedikit kurang beres.."

"Siangseng tak usah kuatir, sejak kecil wajahku sudah demikian keadaannya..."

"oooh.. kalau begitu yang sakit adalah "

"Istri dari siangkong ini" seru sang pelayan dengan cepat. Han song Kie jadi menyengir kuda, dalam keadaan begini,

tentu saja ia tak leluasa untuk membantah, terpaksa

jawabannya: "Harap sianseng suka periksa keadaan sakitnya."

Tabib tua itu mendekati pembaringan dan memeriksa denyutan nadinya, setelah termenung beberapa saat ia segera menggeleng.

"Sakit yang diderita istri siangkong disebabkan oleh perjalanan jauh yang terlalu melelahkan, baiklah aku akan beri obat pelemas otot."

Setelah makan beberapa kali, sakitnya pasti akan sembuh dengan sendirinya "

-oood0wooo-

BAB 22

HAN SIONG KIE jadi tertegun dan menyengir kuda, ia tahu penyakit semacam ini hanya bisa disembuhkan oleh orang Bu- lim saja, dengan andalkan kepandaian kaum Tabib semacam ini tak mungkin penyakitan itu bisa disembuhkan, lama setelah mengiakan dan menerima resep ia beri lima tahil perak untuk tabib itu.

Menunggu sang tabib telah berlalu, dengan kesal ia robek resep obat tadi lalu berjalan mondar mandir dalam kamar dengan kepala pusing tujuh keliling. Go Siauw Bie masih tetap berada dalam keadaan tidak sadar, selembar wajahnya berubah jadi semu merah dan mengerikan sekali.

Dalam pikirannya sedang kalut dan tak tahu apa yang musti dilakukan, mendadak dari luar halaman berkumandang datang suara ketukan nyaring disusul teriakan keras:

"Kami ahli dalam mengobati segala penyakit aneh, bila tidak manjur kalian tak usah bayar mari2 siapa yang sedang menderita penyakit aneh cobalah undang kami... penyakit segera akan sembuh seperti sediakala."

Han Siong Kie jadi amat tertarik mendengar teriakan itu, ia segera mengintip. tampak seorang nenek tua beserta seorang gadis berusia delapan sembilan belas tahunan sambil membawa kain panjang yang bertuliskan Ahli penyakit menyaingi Hua Tuo kepandaian sakti tiada tandingan dijagad sedang berjalan melewati penginapan itu.

"Sungguh tekebur ucapan nenek itu " pikir Han Siong Kie didalam hati "Baiklah akan kujajal kepandaiannya siapa tahu."

Berpikir demikian ia berteriak keras: "Eeeei.. nenek silahkan mampir sebentar kemari??"

Nenek tua itu alihkan sorot matanya yang tajam mengawasi wajah Han Siong Kie sekejap kemudtan sapanya:

"Apakah kek koan yang memanggil aku?"

“Benar” diluar menjawab dalam hati pemuda itu tercekat hatinya sebab dari sorot mata yang tajam dari nenek itu jelas ia merupakan seorang jago lihay yang memiliki tenaga dalam yang amat sempurna.

Setelah nenek tua itu masuk kekamar dan ambil tempat duduk gadis berwajah hitam itu menggulung kain panjangnya dan diletakkan diujung kamar lalu mengundurkan diri dari situ. "Apakah Kek koan yang merasa kurang enak badan??" tegur nenek tua itu setelah suasana hening beberapa saat lama nya.

"Buu... bukan bukan"

"Lalu siapa yang menderita sakit??" "Adik perempuanku"

"sekarang adikmu berada dimana??" "Diatas pembaringan"

Han Siong Kie mendekati pembaringan dan segera menyingkap kelambu yang menutupi tempat itu.

Nenek tua itu berjalan mendekati sisi tubuh Go siau Bi, setelah memeriksa beberapa saat lamanya, tiba2 dengan suara terkesiap ia berseru:

"Aaah, adik perempuanmu ini sudah terkena bubuk Jit bi- san yang merupakan bubuk tercabul dikolong langit"

Han Siong Kie jadi amat terkejut, serunya dengan nada tercengang:

"Bubuk cabul Jit bie san??" - "Sedikitpun tidak salah"

"Apa yang dimaksudkan dengan bubuk Jit bi-san?"

"Barang siapa yang terkena bubuk tersebut dan didalam tujuh jam belum memperoleh pengobatan, maka sekalipun ada dewa yang turun dari kahyangan puncak akan dapat menyelamatkan jiwanya "

Han Siong Kie bergidik, bulu romanya pada bangun berdiri sebentar keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya.

Terdengar nenek tua itu berkata lebih jauh.

"Adik perempuanmu sudah terkena racun keji tersebut kurang lebih lima jam lamanya, bila paras mukanya telah berubah jadi semu merah, itu berarti bahwa jiwanya tak dapat tertolong lagi"

"Cianpwee, Engkau toh sakti dan berilmu tinggi, mohon sudi kiranya cianpwee ringan tangan dan menyembuhkan sakitnya yang parah itu, atas kesediaan cianpwee ku ucapkan banyak2 terima kasih"

Nenek tua itu gelengkan kepalanya berulang kali: "Bukannya aku tidak bersedia memberi pertolongan, dalam

kenyataan aku memang sama sekali tak berdaya untuk

menyelamatkan jiwanya"

"Cianpwee engkau berhati mulia dan baik terhadap sesama umatnya, tolonglah jiwanya dan sembuhkan luka tersebut..." pinta sang pemuda lebib jauh dengan hati gelisah.

"Sulit... sulit... aaaii terus terang saja kukatakan sulit sekali..."

"Cianpwee, bukankah engkau telah mengatakan sendiri bahwa segala macam penyakit aneh dapat engkau sembuhkan."

"Tidak salah, tapi yang diderita saudaramu ini bukan suatu penyakit aneh, engkau harus bisa membedakan"

"Jadi...jadi sudah tak tertolong lagi?" "Bukannya tidak tertolong lagi cuma... " "Cuma kenapa??"

Nenek itu melototkan sepasang matanya bulat2 dengan suara dalam ujarnya: "Sungguhkah gadis itu adikmu??" Han Siong Kle terperangah.

"Maksud cianpwee... kalau lantas.. bukan adikku "

"Hmm menurut pendapatku, gadis itu bukan adik perempuanmu" Diam2 Han Siong Kie merasa amat terperanjat, ia berusaha membantah: "Darimana engkau mengatakan demikian?"

"Paras muka adik perempuanmu itu sama sekali tidak mirip dengan paras muka kek koan"

Han Siong Kie menghembuskan napas lega, ia segera membantah..

"Aaah.. paras muka mana bisa dijadikan suatu dasar? naga beranak sembilan, toh wajahnya juga tak bisa berbeda satu sama lainnya?"

"Bukan begitu saja, aku bahkan kenal pula dengan gadis ini dan belum pernah kutemui dirimu"

"Oooh? engkau kenal dengan dirinya?"

"Tidak salah, bukankah ia bernama Go siauw Bi??" Mendengar jawaban tersebut rasa terperanjat yang dialami

Han Siong Kie tak dapat dilukiskan dengan kata2, ia tak

mengira kalau nenek tua itu bisa kenal dengan gadis tersebut bahkan mengetahui pula kalau dia bernama Go siau Bi.

Terdengar nenek tua itu tertawa serak. kemudian berkata lagi:

"Jika engkau tidak inginkan dirinya mati secara mengenaskan, sepantasnya kau jawab pertanyaanku dengan jujur, sebenarnya apa hubunganmu dengan dirinya?"

"Tiada hubungan apa2, aku hanya secara kebetulan saja menjumpai dirinya ditengah jalan, dan berhasil selamatkan jiwanya dari tangan orang2 durjana"

"Dari tangan orang bejad istana Huan-mo-kiong dari wilayah Thian lam?"

"Darimana cianpwee bisa tahu akan persoalan ini??" "Pihak istana Huan mo kiong telah mengutus para jago

lihaynya untuk masuk kedaratan Tionggan guna mencari

gadis2 perawan yang akan diambil sari perawannya bagi Thian lam Te kun melatih ilmu si hun toa-hoan, peristiwa ini telah menggemparkan seluruh daratan Tionggoan dan banyak gadis telah jatuh korban, tentu saja aku mengetahui akan hal itu, disamping itu bubuk Jit bi san merupakan obat cabul yang sering kali dipergunakan oleh kaum durjana dari Thian lam pay, bukankah itu berarti bukti sudah tertera didepan mata??"

Han Siong Kie merasakan darah panas mendidih dalam dadanya, ia berseru dengan lantang:

"Apakah dari daratan Tionggoan tidak ada seorang pendekarpun yang munculkan diri guna mencegah terjadinya peristiwa2 biadab itu.?"

"Tak bisa dikatakan tak ada, tapi pihak lawan mungkin telah menyelesaikan tugasnya dan kembali kesarang mereka sekarang kita tak usah membicarakan soal itu lebih dahulu, yang penting adalah menolong orang lebih dahulu, aku nenek tua tidak percaya kalau engkau katakan bahwa kalian sama sekali tak ada hubungan apa2, dan pertolongan itu kau berikan secara kebetulan"

-oood0wooo-