-->

Pedang Keadilan I Bab 36 : Kedok Palsu Terbongkar

 
Bab 36. Kedok Palsu Terbongkar

"Bisa jadi," sahut Lim Han kim setengah berbisik, "Coba kau lihat, dari seorang gadis lemah yang takpunya tenaga, sekarang dia telah berubah menjadi seorang gadis yang begitu kuat dan perkasa, benar-benar sangat mengejutkan"

sementara pembicaraan masih berlangsung, mereka sudah keluar dari barisan tersebut Ketika mengangkat kepalanya, tampaklah pada jarak beberapa kaki di hadapan mereka telah berdiri berjajar serombongan manusia berbaju hitam. Rata-rata mereka berambut panjang yang dibiarkan terurai ke bawah sementara wajahnya tertutup oleh kedok palsu berwarna hitam, yang kelihatan cuma sepasang matanya yang bersinar sehingga bentuk rupa mereka kelihatan aneh dan sangat menyeramkan.

sambil melolos pedangnya, Lim Han kim segera maju beberapa langkah menghadang di depan tubuh gadis berbaju putih itu. Paras mukanya berubah amat serius, pedangnya disilangkan di depan dada sementara hawa murninya telah dihimpun menjadi satu siap menghadapi segala kemungkinan yang tidak diinginkan.

Sebaliknya Hongpo lan mengambil posisi di belakang tubuh si nona berbaju putih itu, pedangnya telah dicabut pula siap menghadapi serangan-serangan lawan

Dalam saat itu kawanan manusia berbaju hitam yang berdiri berjajar tersebut telah mengalihkan sorot mata mereka yang tajam untuk mengawasi mereka tanpa berkedip, namun tubuh mereka tetap berdiri tak berkutik pada posisi semula, keadaan mereka tak ubahnya seperti puluhan buah patung batu yang berbaju hitam

Dengan suara lirih nona berbaju putih itu segera berbisik: "suruh ketua rombongan mereka tampil keluar untuk berbicara"

Nada suara gadis ini sangat halus dan lembut tapi mempunyai suatu daya pengaruh yang sukar dilawan.

Lim Han kim tertegun beberapa saat, tapi kemudian serunya keras-keras: "siapa yang menjadi ketua rombongan? Harap tampil keluar untuk berbincang- bincang"

Terdengar dengusan dingin bergema dari kejauhan sana, disusul suara seseorang menjawab: "Kalian tidak menepati janji dengan menghadiri tempat ini lebih awal, ini berarti perbuatan kamu semua telah menghina panji sakti bunga bwee, Lebih baik habisi sendiri nyawa kalian"

Lim Han kim segera berpaling ke arah mana datangnya suara tersebut, Di bawah sebatang pohon besar berapa kaki dari arena tampak seorang manusia berbaju hitam berdiri membelakangi mereka.

sambil mengayunkan pedangnya Hongpo lan segera mendesak maju ke depan, bisiknya: "Lebih baik nona segera balik ke dalam barisan. "

Kemudian setelah berhenti sejenak. te-rusnya: "Saudara Lim, kalau dilihat situasi saat ini agaknya pertarungan tak bisa dihindari lagi, mari kita terjang keluar"

"Baik" sahut Lim Han kim.

Dengan pedang terhunus bersama-sama Hongpo lan mereka bergerak untuk melakukan terjangan

"Jangan bertindak gegabah, cepat mundur" bentak gadis berbaju putih itu tiba-tiba, sungguh cepat gerak tubuh kedua orang anak muda itu, belum selesai gadis berbaju putih itu berbicara, mereka berdua telah berada di hadapan manusia berbaju hitam itu,

Puluhan orang manusia berbaju hitam yang selama ini berdiri tak bergerak itu mendadak mengayunkan telapak tangannya bersama sambil melepaskan satu pukulan segulung tenaga pukulan yang maha dahsyat, diiringi hawa dingin yang menusuk badan segera menggulung keluar dengan hebatnya.

Lim Han kim maupun Hongpo Lan sama-sama kuatir apabila angin pukulan yang sangat hebat itu melukai si nona berbaju putih, tanpa banyak.pikir serentak mereka mengerahkan pula tenaga dalam masing-masing untuk menyongsong datangnya cukulan tersebut dengan keras melawan keras.

Begitu tenaga pukulan kedua belah pihak saling bertemu, Lim Han kim dan Hongpo Lan segera merasakan tubuh mereka bergetar keras, Dengan perasaan sangat terperanjat serentak mereka melompat mundur dari posisi semula.

"Nona, ada petunjuk apa?" tanya Hongpo Lan kemudian

" Walaupun mereka terdiri dari puluhan orang yang bersama-sama melancarkan pukulan, namun tenaga dalam berpuluh orang itu telah terhimpun menjadi satu, sehingga meskipun tenaga dalam yang kalian miliki amat sempurna pun jangan harap bisa membendung serangan tersebut dengan kekerasan-

Meskipun demikian ilmu penyaluran tenaga dalam yang mereka latih tampaknya belum mencapai porsi yang sesungguhnya sehingga daya pengaruh yang terpancar pun tak bisa mencapai pada puncak kesempurnaan. coba kalau bukan begitu, dalam bentrokan barusan isi perut kalian pasti sudah terluka parah."

"Ehmmm, benar juga perkataan ini," pikir Lim Han kim dalam hati, "Ketika menerima pukulan mereka barusan, aku merasakan hawa murni mereka tersendat sendat bahkan kekuatan yang terpancar pun tidak bersamaan waktunya, coba kalau kekuatan mereka terpadu menjadi satu dan muncul pada saat yang bersamaan, bisa dipastikan kami sudah terluka parah sekarang "

sementara itu terdengar orang berbaju hitam yang berdiri membelakangi mereka pada jarak berapa kaki itu telah menyahut: "Perkataan kalian tepat sekali, kepandaian yang sedang kami praktekkan memang ilmu sakti penyalur hawa murni. sekalipun kepandaian silat kamu bertiga lebih hebat pun jangan harap kamu semua bisa lolos dari bencana ini. "

"Hmmm, apa anehnya dengan ilmu sakti penyalur tenaga murni itu? Tak susah untuk mematahkan kepandaian tersebut," jengek nona berbaju putih itu ketus.

"Hmmm, kalau menganggap dirimu he-bat, silahkan saja untuk dicoba."

Dengan suara lirih nona berbaju putih itu segera berbisik kepada Lim Han kim: "Coba kalian berdua menerjang maju sekali lagi, kerahkan tenaga dalam untuk melindungi badan dan salurkan tenaga pukulan dalam telapak tangan, tapi jangan kalian pancarkan keluar kekuatan tersebut. Tunggu sampai mereka bereaksi kemudian baru menggunakan tenaga murni untuk menggiring tenaga pukulan tersebut saling berbenturan antara rekan sendiri, dengan demikian kekuatan yang tersalur keluar dari masing-masing pihak akan saling bentrok sendiri satu sama lainnya.

Hanya sayang kalian belum pernah mempelajari ilmu " menggiring yang menyambung im" sehingga kemungkinan besar apa yang diharapkan tak bisa tercapai dengan sempurna. Begini saja, sekarang akan kuwariskan teorinya kepada kalian berdua, perhatikan baik-baik, asal kalian mau melaksanakan menurut petunjuk. sekalipun belum terlalu hapal, rasanya tidak susah untuk menggiring kekuatan musuh untuk saling berbenturan sendiri

Dengan andalkan tenaga dalam yang kalian miliki, rasanya meski harus melindungi badan dan menggiring tenaga pukulan mereka untuk saling berbenturan aku yakin kalian sendiri tak akan sampai terluka."

Tak sempat ingatan kedua melintas dalam benak Lim Han kim dan Hongpo Lan, gadis berbaju putih itu telah berkata lebih jauh: " Himpun hawa murni dalam Tan tian, dengan perasaan, giring tenaga itu ke dalam pergelangan tangan kiri, menyusul kemudian gunakan tangan kiri melakukan ayunan sementara tangan kanan membe-tot "

Baik Lim Han kim maupun Hongpo Lan, sama-sama merupakan jago yang sempurna dalam tenaga dalam maka begitu teori tersebut dibacakan, tanpa sadar mereka perhatikan pelajaran tersebut dengan serius dan seksama.

Terdengar gadis berbaju putih itu berkata lebih lanjut: "Dalam percobaan pertama kali nanti, tentu saja apa yang diharapkan belum tentu terpenuhi semua, tapi bukan berarti tanpa manfaatnya sama sekali Nah cobalah dengan seksama."

sementara itu kawanan manusia berbaju hitam tersebut sudah mendekati beberapa orang muda ini dalam jarak beberapa depa dan menyebarkan diri membentuk kepungan Ketika melihat Lim Han kim serta Hongpo Lan berdiri tak berbicara sambil menghimpun tenaga, bahkan sama sekali tak menggubris terhadap gerakan mereka, maka untuk sementara waktu mereka pun tak berani bertindak secara gegabah.

Gadis berbaju putih itu tetap menjelaskan teori ilmu yang diwariskan kepada dua orang pemuda itu dengan suara rendah. Hal ini membuat Lim Han kim berdua begitu kesemsem dan memperhatikan dengan seksama, akibatnya mereka sama sekali tidak sadar kalau kawanan manusia berbaju hitam itu sudah berada sangat dekat dengan mereka.

Pada saat itulah manusia berbaju hitam yang berdiri membelakangi mereka di bawah pohon besar itu telah menegur dengan suara dingin: "Sekarang kalian sudah terjebak dalam kepungan kami, lebih baik menyerahkan diri saja daripada harus menemui ajal secara mengerikan. "

Teguran itu seketika menyadarkan kembali Lim Han kim, sambil tertawa dingin, ia menukas: "Seorang lelaki sejati tak akan memperdulikan mati hidupnya. jika kalian menganggap mampu untuk membunuh kami, silahkan saja untuk dicoba."

Manusia berbaju hitam itu mendengus dingin, tiba-tiba ia menjatuhkan diri ke belakang sambil melompat sungguh luar biasa gerakan tubuh orang inj, dalam sekali lompatan saja ia telah mencapai tepat di hadapan ketiga orang pemuda itu, hanya posisinya tetap membelakangi mereka.

Dengan perasaan sangat keheranan Lim Han kim berbisik lirih:" Aneh benar saudara Hongpo, kenapa orang ini tak mau membalikkan badannya dan menghadapi kita dengan wajah berhadapan wajah?" "Tak ada yang perlu dianehkan, Memang banyak orang persilatan yang berlagak begitu agar dianggap orang sebagai manusia aneh yang perlu disegani. "

Manusia berbaju hitam itu tertawa dingin, jengeknya tiba-tiba: "Bagaimana kalau kau coba dulu sebuah pukulanku ini?"

Begitu selesai bicara, sebuah pukulan langsung dilontarkan ke depan, sekalipun dia berdiri membelakangi lawan, namun sasarannya tepat sekali, segulung hawa pukulan yang amat dingin langsung menyergap dada Hongpo Lan.

Dalam saat itu kawanan manusia berbaju hitam yang mengepung di sekeliling arena itu serentak mundur beberapa langkah begitu menyaksikan pemimpin rombongan mereka telah turun tangan, dengan demikian sebuah tanah lapang yang luas pun terbentuk.

Jelas sudah bahwa orang berbaju hitam itu memang ingin berduel satu melawan satu lebih dulu melawan Lim Han kim sekalian.

Hongpo Lan segera mengayunkan telapak tangan kanannya untuk menyambut datangnya serangan tersebut dengan keras lawan keras. Baru saja dia hendak menggerakkan gedangnya untuk melancarkan serangan balasan, Lim Han kim telah melompat maju lebih dulu seraya berseru, "saudara Hongpo, bagaimana kalau babak pertarungan ini diserahkan kepadaku?"

sementara berbicara tubuhnya telah mendesak maju ke depan, tangan kirinya langsung bergerak menjambak rambut panjang manusia aneh berbaju hitam itu.

Buru-buru si orang berbaju hitam itu berkelit ke samping, dengan jari telunjuk dan jari tengah tangan kanannya dia balik menyodok jalan darah penting pada urat nadi Lim Han kim.

"Saudara Lim" terdengar Hongpo lan berteriak keras, "Cepat gunakan senjata, sepasang tangan mereka telah teriatih dengan semacam ilmu beracun, kita tak perlu bertarung keras melawan keras dengan mereka."

"Terima kasih atas petunjukmu"

Pedang di tangan kanannya segera bergerak cepat, Dengan jurus "awan luas memetik bintang" ia bentuk selapis cahaya perak yang berkilauan untuk menyerang jalan darah Mia bun hiat di punggung lawannya.

orang berbaju hitam itu segera membalikkan tangan kirinya balas mencengkeram pergelangan tangan kanan Lim Han kim yang menggenggam pedang itu. Dalam satu gerakan ternyata mengandung berapa ancaman sekaligus, benar-benar luar biasa. Lim Han kim segera merendahkan pergelangan tangan kanannya untuk menghindari cengkeraman musuh, sekali lagi pedangnya membentuk dua kuntum bunga pedang dengan jurus "ibu raja menggulung tirai". Kali ini dia membacok pergelangan tangan kiri orang berbaju hitam itu.

Kendatipun manusia aneh tersebut berdiri membelakangi musuh, namun gerak geriknya amat lincah dan cekatan, seakan-akan dipunggungnya pun ada mata untuk melihat Baru saja Lim Han kim merubah gerakan pedangnya, tangan kirinya sudah ditarik balik.

Satu ingatan segera melintas dalam benak Lim Han kim, pikirnya: " Cepat amat gerakan tubuh orang ini. "

Permainan pedangnya segera berubah, secara beruntun dia melancarkan tiga buah serangan berantai Dalam waktu singkat cahaya tajam berkilauan memenuhi angkasa dan menciptakan selapis bunga pedang yang menyilaukan mata.

secara terpisah serangan itu mengancam beberapa buah jalan darah penting di tubuh lawan-

Kembali manusia aneh berbaju hitam itu menggerakkan badannya secara aneh, namun sekaligus dia pun berhasil menghindarkan diri dari ketiga serangan maut yang dilepaskan anak muda itu. Bukan cuma begitu, malahan pukulan kosong tangan kirinya dan sodokan jari tangan kanannya serentak dilontarkan pula ke depan-

Begitulah, pertarungan berlangsung cepat dan kilat, dalam waktu singkat kedua belah pihak telah saling bertarung enam tujuh gebrakan banyaknya, namun siapa pun tak berhasil meraih keuntungan dalam pertarungan tersebut.

selama pertarungan berlangsung Lim Han kim mencoba memperhatikan dengan cermat pakaian bagian punggung yang dikenakan manusia berbaju hitam itu, namun ia tidak menemukan bekas robekan, hal ini menunjukkan bahwa musuh yang sedang dihadapi adalah orang lain,

Dalam saat itu Hongpo Lan telah berteriak lagi: "saudara Lim, cepat selesaikan pertarungan ini. Kau tak boleh mengulur waktu lagi"

Lim Han kini membentak keras, tiba-tiba permainan pedangnya berubah, Dalam sekejap mata cahaya berkilauan beterbangan di angkasa sementara hawa pedang menyelimuti seluruh udara, tenaga serangan yang menggulung-gulung bagaikan amukan ombak di tengah badai langsung menekan tubuh lawan habis- habisan.

Rangkaian serangan yang beruntun dan maha dahsyat ini kontan memancing rasa kagum Hongpo lan, tanpa sadar pemuda itu berseru memuji: "llmu pedang yang hebat"

Dengan perubahan pemainan pedang Lim Han kim, jurus-jurus aneh pun seketika bermunculan, Di tengah bunga pedang yang berkuntum- kuntum mendadak terpancar keluar sekilas cahaya tajam yang menyergap dan mengurung delapan belas buah jalan darah penting di punggung manusia aneh berbaju hitam itu.

Tampaknya orang berbaju hitam itu sudah sadar kalau ia tak bakal lolos dari ancaman pedang tersebut Tiba-tiba tangan kanannya diputar sambil membabat keluar.

Ternyata ia nekad melepaskan satu pukulan dengan menerobos masuk melalui bunga-bunga pedang yang menyelimuti udara itu.

Cahaya pedang yang berkilauan lenyap seketika diiringi percikan darah segar yang menyembur keempat penjuru, Mendadak orang berbaju hitam itu melejit ke udara dan melompat mundur sejauh tujuh delapan depa dari posisi semula.

Bersamaan waktu dengan melompat mundurnya manusia berbaju hitam itu, tampak segulungan bayangan hitam lain melewati kepala Lim Han kim dan langsung meluncur ke arah belakang.

Hongpo Lan segera menggerakkan tangannya menyambar bayangan hitam itu, Ketika diperhatikan ternyata benda tersebut adalah kutungan lengan sebatas sikut.

Baru saja dia hendak mengucapkan beberapa patah kata pujian kepada Lim Han kim, mendadak terlihat gadis berbaju putih itu bergerak maju mendekati Lim Han kim, lalu mengeluarkan sebatang jarum emas yang langsung ditusukkan ke bahu pemuda itu,

Terdengar Lim Han kim menghembuskan napas panjang, pelan-pelan dia berpaling dan memandang gadis itu sekejap. kemudian bisiknya: "Terima kasih banyak atas pertolongan nona."

Buru-buru Hongpo Lan maju menghampiri dan menegur pelan- "Kau terluka saudara Lim?"

"Yaa, hanya tidak terlampau parah," sahut Lim Han kim seraya manggut-manggut.

Betul juga, noda darah tampak membasahi dada kanan Lim Han kim, tampaknya kutungan lengan manusia berbaju hitam itu persis telah menghantam dada anak muda tersebut.

Pada saat itu manusia berbaju hitam yang kehilangan lengan itu sudah kabur meninggalkan tempat tersebut dengan kecepatan bagaikan sambaran kilat, dalam waktu singkat bayangan tubuhnya telah lenyap dari pandangan mata, sedangkan kawanan manusia berbaju hitam yang melakukan pengepungan di sekeliling arena kini telah membentuk sebuah barisan dan mengurung mereka bertiga di tengah arena.

Yang lebih aneh lagi adalah kawanan manusia berbaju hitam itu tidak segera turun tangan, mereka hanya mengepung musuhnya rapat-rapat sambil menantikan sesuatu.

Gadis berbaju putih itu segera berbisik lirih: "Mumpung kekuatan mereka belum terhimpun, ayo kita gunakan kesempatan baik ini untuk menerjang keluar dari sini"

Tanpa membuang waktu Lim Han kim mengayunkan pedang pendeknya sambil menyerbu paling dulu.

Ketika melihat Lim Han kim melancarkan serbuan- serentak kawanan manusia berbaju hitam itu mengayunkan telapak tangannya melepaskan sebuah pukulan-

Lim Han kim sudah pernah merasakan kehebatan tenaga gabungan itu. Dia tahu tenaga serangan yang menyatu ini memiliki daya kekuatan yang luar biasa, maka diam-diam hawa murninya dihimpun sementara tangan kirinya melakukan gerakan sesuai dengan petunjuk yang telah diterimanya dari gadis berbaju putih itu untuk menyambut pukulan lawan. Perlu diketahui, ilmu "menggiring Yang menyambung im" adalah sejenis ilmu tenaga dalam yang susah dipelajari tapi dasar Lim Han kim pintar danpunya dasar tenaga dalam yang kuat, ditambah lagi cara mengajar yang diterapkan gadis berbaju putih itu sangat tepat dan mampu menerangkan sampai ke detil-detilnya, maka walaupun Lim Han klm hanya mendengar satu kali saja, ia dapat mengingatnya secara baik,

Ketika telapak tangan kirinya saling bersentuhan dengan tenaga gabungan yang dipancarkan lawan, ia segera menghimpun hawa murninya untuk melindungi jalan darah penting di tubuhnya, Bersamaan waktu dia pun salurkan hawa murninya untuk menggiring tenaga lawan.

Betul juga, ia segera merasakan timbulnya segulung kekuatan maha dahsyat yang merambat melalui lengannya terus naik ke atas, isi perutnya terasa pula bergetar keras seolah-olah dialiri air bah yang maha dahsyat sekalipun dia telah membuat persiapan sebelumnya dengan melindungi jalan darah pentingnya, tak urung getaran keras yang dirasakan sekarang membuat pemuda ini hampir saja tak sanggup menahan diri.

Di dalam terkesiapnya tangan kanannya segera didorong ke depan, dengan menggunakan kekuatan tubuh yang dimilikinya dia menggiring hawa pukulan yang nyaris tak tertahankan oleh badannya itu untuk meluncur balik ke arah lain.

Segulung hawa pukulan yang maha dahsyat langsung saja meluncur balik dan menumbuk kawanan manusia berbaju hitam yang berada di sisi sebelah kanan. Tampak kelima orang manusia berbaju hitam yang berdiri berjajar di sebelah kanan itu dengan cepat merubah posisi mereka menjadi satu barisan memanjang, dengan orang pertama sebagai pimpinan ia lepaskan pula sebuah pukulan untuk menyambut datangnya ancaman itu.

Dalam satu pukulan terhimpunlah lima kekuatan yang berbeda, Blaaammmm.,,

Ketika dua gulungan kekuatan yang maha dahsyat itu saling berbenturan, terjadilah pusaran angin puyuh yang mengerikan, pasir debu beterbangan di udara, rerumputan terpapas menyebar ke empat penjuru.

Sambil memekik panjang, Hongpo Lan melejit ke udara, pedangnya diputar menciptakan selapis cahaya putih yang langsung menerjang ke posisi sebelah selatan.

Mendadak gadis berbaju putih itu maju dua langkah ke depan mengintil di belakang Lim Han Kim, bisiknya: "Cepat terjang maju ke muka"

Ketika Lim Han kini mendongakkan kepalanya, ia melihat Hongpo Lan telah menerjang masuk ke dalam barisan, pedang pendeknya dengan menciptakan bertitik cahaya tajam sedang melangsungkan pertarungan jarak dekat dengan kawanan manusia Lim Han klm itu.

Ternyata ilmu "menggiring yang menyambung im" yang digunakan Lim Han klm barusan telah berhasil memanfaatkan kekuatan satu pihak untuk menyerang pihak yang lain sehingga posisi barisan musuh menjadi kacau balau.

Dengan memanfaatkan kesempatan itulah Hongpo Lan segera menerjang masuk ke dalam barisan musuh sambil melancarkan serangkaian serangan gencar yang maha hebat.

Akibatnya barisan musuh yang sedang kalut menjadi bertambah kalut dan tak bisa menyatu kem-bali, otomatis kehebatan mereka pun tak mungkin bisa digunakan lagi.

"Nona juga akan ikut masuk ke barisan musuh?" tanya Lim Han kim.

"Benar, aku akan mengintil di belakangmu."

"Tapi jumlah musuh amat banyak. dalam pertarungan nanti situasi pasti kalut bukan kepalang, aku kuatir tak mampu melindungi keselamatanmu." "Kesempatan baik segera akan hilang, Mumpung jagoan mereka belum tiba di sini, ayo kita segera menerjang masuk ke dalam barisan mereka"

"Kalau begitu nona harus baik-baik menjaga diri" seru Lim Han kim sambil menggerakkan pedangnya langsung menusuk tubuh seorang manusia berbaju hitam yang berada di dekatnya.

Ternyata kepandaian silat yang dimiliki orang berbaju hitam itu cukup tangguh, dia segera mengegos ke samping untuk menghindarkan diri dari sergapan Lim Han kim. Menggunakan kesempatan tersebut, dia melepaskan serangan balasan dari arah samping, tangannya berputar mencengkeram pergelangan tangan kanan Lim Han kim yang menggenggam pedang.

Berada dalam posisi dan keadaan seperti ini Lim Han kim sadar bahwa pertarungan-harus diselesaikan secepatnya, sebab mengulur waktu sama artinya memberi kesempatan kepada musuh untuk menunggu datangnya bala bantuan, oleh sebab itu bersamaan waktu dengan melepaskan tusukan tadi, tangan kirinya di bawah perlindungan gerakan pedangnya itu disodok keluar menotok sikut orang berbaju hitam itu.

Baru saja orang berbaju hitam itu melancarkan cengkeramannya, ia segera sadar datangnya ancaman itu, sementara ujung jari Lim Han kini ketika itu sudah hampir menempel pada jalan darah Thian ti hiat di iganya.

Ternyata ilmu silat yang dimiliki orang itu cukup hebat, Di saat yang amat kritis tiba-tiba ia hisap hawa murninya sambil menahan gerak maju badannya secara pakssa, hanya selisih setengah depa saja ujung jari Lim Han kim telah menyambar lebat.

Diam-diam Lim Han kim pun merasa terkejut sekali, pikirnya: "sungguh tak kusangka ilmu silat yang dimiliki orang ini begitu hebatnya, aku mesti berhati-hati. "

Kelima jari tangannya segera dibalik ke atas. Dari totokan kini berubah jadi cengkeraman menyusul gerakan tersebut dia sambar rambut panjang si orang berbaju hitam itu,

Terdengar manusia berbaju hitam itu menjerit kaget, dia segera berjumpalitan dan menyusup masuk ke tengah kerumunan rekan-rekannya.

Dalam kesempatan itu Lim Han kim berdiri termangu sambil memegangi rambut panjang yang berhasil dirampasnya itu. Ternyata rambut panjang milik manusia berbaju hitam itu hanya rambut palsu sehingga tatkala rambut itu tertarik lepas, maka tampaklah kepalanya yang gundul kelimis itu. Tak salah lagi, rupanya pihak lawan adalah seorang pendeta. Suara lembut dari gadis berbaju putih itu kembali bergema: "Mumpung rasa kaget mereka belum hilang, ayo cepat terjang keluar dari kepungan mereka."

Setelah menyimpan rambut pa isu itu Lim Han kim mendongakkan kepalanya kembali. Betul juga, barisan yang sudah terbentuk oleh kawanan manusia berbaju hitam itu sekali lagi mengalami kekalutan hebat, memang inilah kesempatan terbaik untuk menghancurkan pertahanan lawan.

Sambil berpekik nyaring dia segera memutar pedangnya sambil melancarkan serangan kembali

Ternyata rambut panjang manusia berbaju hitam yang tertarik lepas oleh sambaran Lim Han kim tadi seketika mengejutkan orang itu. Di dalam paniknya dia lari pontang panting masuk ke dalam barisan, dan kebetulan sekali barisan tersebut baru saja terbentuk, karena terjangannya itu tak ampun lagi susunannya menjadi kacau balau.

Secara berdampingan Lim Han kim dan Hongpo Lan melakukan terjangan secara ganas, pedang mereka menusuk silih berganti kian kemari, barisan yang sudah kalut kini bertambah kacau, suatu barisan kerja sama yang sesungguhnya sangat beraturan kini kocar kacir tak karuan. Masing-masing pihak terpaksa harus bertarung sendiri-sendiri Sebagaimana diketahui rombongan manusia berbaju hitam ini terdiri dari puluhan orang banyaknya, Kini setelah barisan pertahanan mereka jebol, suasana jadi kalut tak karuan, Dalam posisi begini, mereka jadi merasa kurang leluasa untuk bergerak secara sembarangan karena kuatir salah melukai rekan sendiri. otomatis walaupun mereka memiliki ilmu silat yang hebat, semua kepandaian simpanannya itu mustahil dikerahkan keluar.

Sebaliknya bagi Lim Han kim dan Hongpo Lan, meskipun mereka dapat menyerang musuh-musuhnya dengan leluasa, tapi berhubung mereka pun harus memikirkan keselamatan jiwa gadis berbaju putih itu, maka kedua orang pemuda ini tak bisa menyerang pula dengan sepenuh tenaga.

Mendadak terdengar gadis berbaju putih itu berteriak keras: "cepat kalian tarik lepas rambut-rambut mereka, orang-orang itu mengenakan rambut palsu"

Begitu teriakan tersebut diutarakan, kawanan manusia berbaju hitam yang sedang bertempur sengit itu kontan jadi kalut sendiri.

Perlu diketahui, rambut panjang mereka yang terurai di belakang punggungnya itu mencapai berapa depa panjangnya ketika mereka bergerak karena pertarungan dengan begitu kendatipun mereka memiliki ilmu silat yang lebih hebat sukar rasanya untuk tetap melindungi rambut itu dari sambaran musuh.

Hongpo Lan membentak keras, pedangnya dengan jurus " gulungan ombak membuyarkan pasir" mendesak mundur dua orang manusia berbaju hitam yang berada paling dekat dengannya, sementara tangan kirinya diayunkan ke atas kepala musuh berusaha membetot lepas rambut panjang mereka.

Ketika rambut ranjang orang itu terbetot, tampak dia jadi panik bercampur gelisah, buru-buru tangan kanannya menyambar pergelangan kiri Hongpo Lan sementara tangan kirinya melepaskan satu pukulan dengan sepenuh tenaga, Menyusul gerak serangan tersebut, tubuhnya pun mengikuti gerak serangan tersebut menerkam Hongpo Lan, ternyata jurus serangan yang dipergunakan adalah jurus-jurus beradu nyawa.

Pedang pendek Lim Han kim segera melepaskan sebuah tusukan dari sisi arena dengan jurus "naga sakti memutar ekor", Tusukan itu tepat menembus dada orang berbaju hitam tadi.

Di tengah jeritan ngeri yang memilukan hati, darah segar menyembur keluar membasahi permukaan tanah, Hongpo Lan segera memanfaatkan peluang itu untuk membetot rambut itu keras-keras. seperti apa yang diduga nona berbaju putih itu, ternyata rambut panjang yang dikenakan manusia berbaju hitam itu, memang rambut palsu, Dengan terlepasnya rambut palsu ini, muncullah batok kepala aslinya yang gundul kelimis.

"Mereka semua adalah kaum pendeta" bentak Lim Han kim keras keras. " Kalau begitu pemilik bunga bwee hanya nama samaran saja."

Di tengah bentakan, gerakan pedangnya berubah berulang kali. Dalam waktu singkat cahaya tajam berputar silih berganti langsung menyerang musuh di hadapannya.

Hongpo Lan tak mau kalah, Diiringi pekikan nyaring pedangnya melepaskan pula serangkaian serangan gencar.

Dalam posisi barisan yang kacau balau, digertakpula oleh keberhasilan dua orang pemuda itu dalam melukai teman-teman-nya, tak ampun kawanan manusia berbaju hitam itu jadi gugup bercampur panik, Dalam waktu singkat lima orang kembali roboh jadi korban pedang pendek dua orang pemuda itu

Tak lama kemudian Lim Han kim bertiga telah berhasil lolos dari kepungan mereka, selama ini Lim Han kim sangat menguatirkan keselamatan gadis berbaju putih itu.

tak tahan akhirnya dia berpaling ke belakang. siapa tahu begitu dia berpaling, hampir saja wajahnya bertumbukan dengan wajah si nona yang sedang memandangnya sambil tertawa.

"Kau menguatirkan keselamatanku?" tegurnya lembut.

Tertebak secara jitu isi hatinya Lim Han kim merasa jengah sekali, karena tak mampu menjawab ia segera meneruskan langkahnya ke depan. Tak lama kemudian mereka bertiga sudah keluar dari komplek tanah pekuburan Liat hu bong.

Gadis berbaju putih itu segera menghentikan langkahnya seraya berkata: "Hongpo siangkong, sekarang silahkan kau meneruskan perjalanan seorang diri, maaf kami tidak mengantar lagi."

Sambil memberi hormat buru-buru Hongpo Lan menyahut: "Terima kasih banyak atas bantuan kalian berdua, sampai jumpa kembali besok tengah hari," ia segera membalikkan badan dan berlalu dari situ dengan langkah terburu-buru.

Menanti sampai bayangan punggung Hongpo Lan lenyap daripandangan mata, baru Lim Han kim berpaling memandang gadis berbaju putih itu sekejap. katanya kemudian- "Nona, apakah kita harus balik ke dalam barisan?"

"Tentu saja harus kembali, kenapa? Kau takut?" Ditantang gadis tersebut Lim Han kim segera merasa semangatnya berkobar kembali, serunya: "Aku hanya menguatirkan keselamatan nona."

"ooh, soal itu tak perlu kau risaukan-"

Dalam hati kecilnya Lim Han kim berpikir "Dalam pertarungan yang berlangsung begitu sengit tadi, ternyata ia mampu meloloskan diri dalam keadaan selamat, kalau dibilang dia sama sekali tak mengerti ilmu silat, rasanya susah untuk dipercayai. "

Kendatipun dalam hati kecilnya dia berfikir begitu, namun mulutnya tetap membungkam diri, kembali dia melanjutkan langkahnya ke depan-

Sementara gadis berbaju putih itu mengikuti terus di belakang Lim Han kim secara ketat, sambil berjalan ujarnya tiba-tiba sambil tertawa: "Aku telah serahkan keselamatan jiwaku kepadamu, Apabila kau gagal mengalahkan musuh, jangan harap kita berdua bisa hidup dalam keadaan selamat."

Lim Han kim segera merasakan hatinya bergetar keras, semangat pun kontan berkobar kembah. Meskipun di dalam pertarungannya melawan kawanan manusia berbaju hitam tadi ia berhasil menghancurleburkan barisan musuh, namun ia pun dapat merasakan bahwa kawanan manusia aneh itu bukan manusia-manusia bodoh yang berilmu rendah dan mengandalkan tenaga gabungan untuk membendung serangan lawan- Ia tahu rata-rata kawanan manusia berbaju hitam itu memiliki tenaga dalam yang sempurna, Keberhasilannya mengobrak abrik pertahanan musuh tadi kesatu karena ada bantuan dari Hongpo Lan, kedua hal ini disebabkan pihak musuh telah mengacaukan sendiri pertahanannya sebelum pertarungan dimulai.

Sekarang dia harus menghadapi lawan seorang diri, jelas sudah menang kalah sukar diramalkan sekarang, apalagi mendengar pesan dari gadis berbaju putih itu, hatinya semakin tak tenteram. Akhirnya dia tak tahan lagi, katanya seraya berpaling: "Nona Pek, aku tak akan takut untuk bertarung seorang diri melawan kawanan musuh tangguh itu, tapi untuk melindungi keselamatan nona dengan kekuatanku seorang diri,.. rasanya sukar untuk dipertanggungjawabkan. ., .

"Tidak apa-apa, aku bisa membantumu dalam melawan serangan mereka" kata gadis itu tertawa. Lim Han kim tertegun.

"Bukankah nona tak pandai bersilat? Apakah kau benar-benar sengaja menyembunyikan kepandaian silatmu yang tangguh?"

Sekali lagi gadis berbaju putih itu tertawa. "Meskipun aku tak pandai bersilat, namun benakku

hapal sekali dengan pelbagai rahasia ilmu silat maha sakti di dunia ini. Di antaranya terdapat dua macam ilmu langkah yang hebat untuk berkelit dari serangan musuh, Asal tenagaku masih bisa bertanan, bukan saja kau akan mampu membendung serangan musuh, bahkan mereka pun tak bakalan mampu melukai diriku."

"Kesehatan nona begitu lemah, mana mungkin kau bisa mempertahankan diri?"

Sambil menunjukkan kotak kemala di tangannya, gadis berbaju putih itu kembali berkata seraya tertawa: "Di dalam kotak kemala ini terdapat dua belas batang jarum emas yang bisa membantu aku untuk membangkitkan tenaga."

Tiba-tiba saja timbul perasaan bergidik dalam hati kecil Lim Han kim, pikirnya: "Kalau seluruh tubuh seorang gadis cantik jelita begini harus dipenuhi dengan jarum-jarum emas, wajahnya tentu akan nampak mengerikan sekali"

Tanpa terasa kembali ia berpaling, Tampak selapis cahaya merah telah menyelimuti wajah gadis itu, sepasang matanya bersinar terang sedang sekulum senyum tersungging di ujung bibirnya, ia kelihatan tidak takut sedikit pun.

Menyaksikan semua itu semangatnya segera berkobar kembali, serunya segera: "Mari kita berangkat" Dengan pedang disilangkan di depan dada, ia maju ke depan dengan langkah lebar, Dalam waktu yang telatif amat singkat itu, ternyata kawanan manusia berbaju hitam itu telah ditarik mundur semua, di tengah kuburan yang sepi dan hening itu tak kedengaran sedikit suara pun.

Dengan kening berkerut Lim Han kim segera berseru: "Nona Pek, rupanya mereka telah mengundurkan diri?"

Gadis berbaju putih itu termenung dan berpikir berapa saat lamanya, tiba-tiba ia bertanya: " inginkah kau berjumpa dengan pemilik bunga bwee?"

"Apa? jadi pemilik bunga bwee telah datang kemari"

"Kalau bukan pemilik bunga bwee datang sendiri..."

Belum selesai ucapan itu diutarakan, mendadak terdengar seseorang berseru sambil tertawa nyaring: "Ha ha ha... kau anggap pemilik bunga bwee adalah tokoh macam apa? Mana mungkin ia mau muncul secara sembarangan?"

Dari belakang sebatang pohon besar muncullah seorang manusia berjubah panjang.

Lim Han kim mencoba memperhatikan wajah orang itu dengan seksama. Terlihat manusia itu berdandan sangat aneh dan menyeramkan sekali, seluruh tubuhnya terbungkus kain berwarna merah, kepalanya juga mengenakan topi berwarna merah darah, kecuali sepasang matanya, hampir seluruh badannya tutup oleh warna merah darah. Sikap maupun gerak-gerik orang itu santai sekali, dengan langkah perlahan dia berjalan menghampiri kedua orang itu. seketika itu juga timbul perasaan gelagapan dalam hati kecil Lim Han kim. sekalipun dia memiliki semangat yang luar biasa namun tidak memiliki pengalaman yang cukup dalam menghadapi persoalan semacam ini. Untuk sesaat dia tak tahu apa yang mesti diperbuatnya ketika melihat orang berbaju merah itu berjalan menghampirinya.

Saat itulah terdengar gadis berbaju putih itu berbisik di sisi telinganya: "Kau tak usah takut dengannya."

Lim Han kim segera merasa keberaniannya timbul kembali, dengan suara keras hardiknya: "Berhenti Kalau kau berani maju lagi, jangan salahkan jika aku bertindak kurang ajar"

Saat itu si manusia berbaju merah telah berada tiga depa di hadapannya, sambil berhenti dia menegur: "Boleh aku tahu siapa namamu?"

"Aku Lim Han kim"

"Apakah barisan Ngo heng,yang diterapkan di sekeliling kuburan ini merupakan hasil karyamu. "

Meskipun pakaian yang dikenakan orang ini sangat aneh, nada serta ucapannya lembut dan penuh sopan santun- "Bukan, aku tidak memiliki kemampuan sehebat itu," sahut sang pemuda cepat.

"Kalau begitu masih ada jago lain di tempat ini?" tegur manusia berbaju merah itu lebih lanjut dengan mata berkilat.

Lim Han kim merasa serba salah, dia tak tahu haruskah menyebutkan nama gadis berbaju putih itu atau tidak.

Sementara dia merasa bingung, tiba-tiba nona berbaju putih itu tampil ke depan dan berkata seraya tertawa: "Hanya sebuah barisan Ngo heng yang sederhana sekali, tak terhitung hasil karya hebat" .

Sorot mata yang tajam dari manusia berbaju merah itu segera dialihkan ke wajah gadis berbaju putih itu, setelah mengamatinya beberapa kali dari atas hingga ke bawah kaki, ia baru menegur: "Jadi barisan tersebut merupakan hasil karya nona?"

"Kalau benar lantas kenapa?"

Mendadak nada suara manusia berbaju merah itu berubah menjadi dingin sekali bagaikan suara es, katanya: "Ditinjau dari kemampuanmu membentuk barisan anti Ngo heng tersebut, aku percaya kau pasti hebat. " Gadis berbaju putih itu mengernyitkan sepasang alis matanya, jelas dalam hati kecilnya telah terjadi pergolakan-

Terdengar manusia berbaju merah itu berkata lebih jauh: "Nona, apa maksudmu membentuk barisan anti Ngo heng di sekitar tempat pertemuan yang akan digunakan pemilik bunga bwee untuk menjamu para jago dari seluruh kolong langit?"

"Kalau toh kau sudah mengenali bentuk barisanku, kenapa tidak mencoba untuk membongkarnya sendiri? Buat apa kau banyak bicara lagi di tempat ini.,.?"

"Hmmm, aku yakin sebuah barisan anti Ngo heng masih belum mampu menyusahkan diriku, tapi aku justru harus mencoba kehebatan dari manusia tangguh seperti kau"

"Sebenarnya siapa kau?" bentak Lim Han kim tiba- tiba. " Kalau betul kaulah pemilik bunga bwee, kenapa tak berani mengakuinya?"

Dengan suara dingin manusia berbaju merah itu tertawa terbahak-bahak: "Ha ha ha... apabila kalian ingin berjumpa dengan pemilik bunga bwee, saat ini ada sebuah jalan yang bisa kalian tempuh."

"Jalan yang bagaimana?" "Kalahkan dulu diriku" Gadis berbaju putih itu segera tersenyum "Pertarungan apa yang hendak kita lakukan?" tanyanya.

"Baik ilmu silat maupun ilmu sastra terserah kau boleh memilihnya sendiri, bahkan mau bertanding main khim, main catur atau beradu syair pun tentu akan kulayani."

"Waaah... hebat betul ucapanmu itu."

"Kalau bukan karena barisan anti Ngo heng yang nona bentuk di sekitar kuburan ini, tak mungkin kau bisa memancing kemunculanku"

Lim Han kim yang menyaksikan keadaan tersebut, diam-diam berpikir: "Dalam keadaan dan situasi seperti ini, tentu saja paling tepat kalau kita bertanding ilmu silat untuk menetapkan siapa menang siapa kalah. Kalau mesti bertanding main catur atau syair, tentu banyak waktu yang terbuang dengan percuma "

Karena berpikir demikian, dia pun ber-seru: "Aku ingin mencoba kehebatan ilmu silatmu"

"Bagus sekali, kau boleh turun tangan"

"Dandananmu yang aneh dan menyeramkan ini meski belum tentu menakutkan orang lain, dalam pertarungan nanti sudah pasti akan mengganggu sekali, lebih baik lepaskan dulu sebelum pertarungan dilangsungkan" "Asal kau bisa mengungguli aku, tak salahnya akan kulepaskan jubah merah ini nanti."

"Kalau begitu loloskan senjatamu" seru Lim Han kim kemudian sambil menyilangkan pedangnya di depan dada,

Manusia berbaju merah itu tertawa dingin, jengeknya: "Aku rasa untuk bertarung melawanmu, aku masih belum perlu menggunakan senjata tajam."

"ooh benar, hampir saja aku lupa, rupanya setiap anak buah pemilik bunga bwee telah berlatih dengan tangan kosongnya."

"Hmmmm, ilmu silat adalah suatu ajaran yang sangat luas dan mendalam, selain berhawa keras ada pula yang berhawa lembut. Kalau kau punya pandangan semacam itu, maka tak ubahnya pandanganmu itu seperti seekor katak dalam sumur "

"Huuuuh, pintar betul kau menghina orang" sela nona berbaju putih itu dengan suara manja, "Apa kau tidak merasa bahwa orang yang suka menghina orang lain sebenarnya dia sendirilah yang berpandangan cupat?

Memang betul ilmu silat berasal dari satu sumber, tapi antara sesat dan lurus selalu ada garis pemisah yang jelas " "Hmmm Perahu yang berjalan di air tak mungkin akan lari di darat, pandangan nona ngaco belo belaka"

Lim Han kini yang mengikuti jalannya pembicaraan itu diam-diam berpikir di dalam hati: "situasi pada saat ini tidak menguntungkan bila mesti mengulur waktu. jarak dari sini sampai barisan tersebut cuma sepuluh kaki, apabila aku dapat mengalahkan manusia berbaju merah ini secepatnya, mungkin kami masih ada kesempatan untuk kembali ke dalam barisan dengan selamat "

Berpikir demikian, ia segera menyela: "Andalan setiap orang pasti berbeda, ada yang mengandalkan pukulan ada pula yang mengandalkan ilmu jari bahkan ada juga yang hanya mahir dalam ilmu senjata, Apa- bila kau enggan mengeluarkan senjatamu, aku pikir dalam ilmu pukulan tangan kosong, kau pasti memiliki kemampuan yang luar biasa."

"Apabila kau merasa sudah tak sabaran lagi, kenapa tidak segera melepaskan serangan?"

Lim Han kim tidak membuang waktu lagi, pedangnya dengan jurus "bangau putih mementang sayap" pelan- pelan disodok ke depan, Manusia berbaju merah itu segera memutar tangan kirinya satu lingkaran sambil membabat ke depan, sementara tubuhnya tetap berdiri tak bergerak pada posisi semula, jelas sudah orang ini telah memandang enteng musuhnya, bahkan sama sekali tidak memandang sebelah mata pun terhadap Lim Han kim.

Menghadapi musuh yang begitu jumawa ini, Lim Han kim mendengus dingin, Gerak pedangnya yang semula lambat tiba-tiba saja dipercepat, dengan membentuk tiga titik cahaya tajam secara terpisah dia ancam tiga buah jalan darah penting di tubuh manusia berbaju merah itu.

Tampaknya orang aneh itu tidak pernah menyangka kalau gerak serangan prdang lawannya bisa berubah secepat itu dalam waktu singkat, Terlihat bayangan merah berkelebat lewat, ia mundur sejauh tiga depa sambil tangan kanannya membuat gerakan satu lingkaran di depan dada sebelum dilontarkan ke muka.

seketika itu juga Lim Han kim merasakan segulung tenaga cukulan yang sangat kuat menggulung tiba, memaksa gerak pedangnya tak sanggup melakukan perubahan lagi, Kejadian ini sangat mengejutkan hatinya, segera pikirnya: "Sempurna amat tenaga pukulan orang ini..."

Dengan cepat ia menghimpun hawa murninya menjadi satu, secara beruntun pedangnya melancarkan serangkaian sapuan ke muka. Kini dia telah mengerahkan segenap hawa murni yang dimilikinya untuk melancarkan serangan tersebut, tak heran kalau di antara tusukan pedangnya terselip angin pedang yang amat dahsyat. Hilang sudah sikap pandang enteng musuh yang diperlihatkan manusia berbaju merah saat ini. sepasang matanya memancarkan sinar tajam, jelas hal ini membuktikan bahwa jiwanya merasa amat tertekan sementara itu serangan yang dikembangkan makin bervariasi.

sebentar ia lancarkan bacokan, sebentar lagi sodokan, semua pukulan itu ditujukan ke arah urat nadi pada pergelangan tangan Lim Han kim yang menggenggam senjata, Rupanya ia hendak memaksa pemuda tersebut agar tak sempat mengembangkan kehebatan jurus-jurus pedangnya.

Dalam waktu singkat tiga puluh gebrakan sudah lewat, namun menang kalah masih sukar ditentukan, sementara jurus-jurus serangan yang digunakan manusia berbaju merah itu semakin aneh dan hebat.

selama pertarungan sengit itu berlangsung, gadis berbaju putih itu hanya menonton dari sisi arena tanpa komentar. setelah mengikuti sekian lama diam-diam timbul juga rasa kuatir dalam hati kecilnya, walaupun Lim Han kim menggunakan senjata dan tampaknya saja serangan yang dilancarkan amat gencar dan hebat, kenyataannya seluruh situasi telah berada dalam kendali manusia berbaju merah itu.

sepuluh gebrakan kemudian manusia berbaju merah itu mulai mengembangkan serangan balik yang amat dahsyat Dalam keadaan begini masih menjadi tanda tanya besar kemampuan Lim Han kim untuk menghadapinya.

Merasa situasi tidak menguntungkan pihaknya, dengan mengerahkan segenap kekuatan yang dimilikinya gadis itu membentak keras: "Tahan"

secara tak sadar Lim Han kim sudah dibuat takluk dan percaya penuh oleh kepintaran gadis berbaju putih ini.

Begitu mendengar bentakannya ia segera melepaskan tiga serangan dahsyat lalu melompat mundur lebih dulu dari arena pertarungan.

sambil tertawa dingin manusia berbaju merah itu mengejek: "Nona, aku merasa kagum sekali karena teriakanmu bisa kau lontarkan tepat pada waktunya. Tampak-nya kau juga sudah mengerti bahwa situasi tidak menguntungkan pihakmu."

Gadis berbaju putih itu tertawa hambar, "Jadi kau yakin bisa mengungguli dia?"

"Seandainya kau tidak memerintahkan dia segera berhenti menyerang dan mundur, aku percaya dalam sepuluh gebrakan lagi seluruh situasi sudah berada dalam kendaliku. Bila aku mulai mengembangkan serangan balasan, maka dua puluh gebrakan kemudian aku dapat memaksa senjatanya terlepas dari genggaman, kemudian dalam tiga puluh gebrakan dapat kucabut jiwanya . "

Gadis berbaju putih itu segera tertawa terkekeh- kekeh: "Apabila kau dapat mengalahkan dirinya, bukankah kami jadi tak berkesempatan untuk bertemu dengan pemilik bunga bwee?"

Meskipun manusia berbaju merah itu pandai berbicara, namun agaknya dia pun tidak mengira kalau gadis berbaju putih itu bakal bertanya demikian, untuk sesaat dia jadi tertegun dan tak mampu berkata-kata.

Terdengar gadis berbaju putih itu berkata lebih lanjut: "oleh sebab itu dia tak boleh kalah"

"Maksud nona, aku harus mengadakan perjanjian dengannya untuk bertarung lagi beberapa tahun kemudian?" seru orang berbaju merah itu penuh amarah.

Gadis berbaju putih itu tertawa.

"Cuaca saja sukar diramalkan dengan tepat apalagi nasib manusia, siapa tahu kau bisa hidup berapa tahun lagi?"