Pedang Bunga Bwee

Penyadur : Tjan I.D
Pedang Bunga Bwee merupakan cerita silat saduran Tjan I.D.

"Cuplikan : Ditengah sebuah hutan bunga Bwee diluar dusun kecil yang ada ditengah bukit, berdirilah seorang kakek tua berlengan tunggal sedang mengawasi bunga bwee itu dengan termangumangu.
Ketika kakek tua itu mendongak, terlihatlah titik titik air mata jatuh berlinang, Apa yang sedang ia sedihkan ? Dari tempat kejauhan tiba tiba muncul seorang pemuda yang berwajah sangat tampan, sambil berlari mendekat serunya
dengan nada terharu.

“Suhu, kiong-hie. kiong-hie, bukan saja tenaga Iweekangpun telah pulih seperti sedia kala, bahkan kesehatan serta kesegaranmu berlipat ganda, ilmu pukulan ” Han-Hian- Ci-Kut ” atau Bau Harum Merasuk tulang yang barusan kau gunakan benar-benar luar biasa sekali, bukan saja tidak menimbulkan suara bahkan tidak tampak tanda apapun, hal ini membuktikan bahwa tidak sia-sia kau orang tua menderita selama banyak tahun !” Kakek tua itu menyeka air mata yang membasahi pipinya, lalu tertawa getir. Dibelakang pemuda ganteng itu berdiri seorang lelaki kekar yang tinggi besar dan berwarna hitam, terdengar ia tertawa dengan suara serak: “Suhu, mengapa kau menangis ? sekalipun bunga berguguran, tidak pantas kalau kau tangisi begitu sedih !”. “A-Tong, kembali kau ngaco belo.” tegur sianak muda itu sambil berpaling.

“Suhu meneteskan air mata kegirangan sebab tenaga dalamnya telah pulih kembali.” “Kalau gembira mestinya tertawa, mengapa ia malah menangis ?” bantah lelaki hitam itu kurang percaya. Sepasang alis pemuda itu berkerut kencang ia ada maksud memaki lelaki hitam tadi dengan beberapa patah kata pedas, namun keburu dicegah oleh kakek tua itu dengan goyangan tangan ramah........"
Loading....