Jit Goat Sang Pokiam Bab 3. Sepasang Pedang Pusaka

Bab 3. Sepasang Pedang Pusaka

Sementara itu Cui Beng Kiam Hoa mulai bisa bergerak leluasa. Segera dia membereskan baju luarnya sambil mengomel tidak keruan. Hwesio-hwesio kuil kecil itu pada meringkuk ketakutan semua, tapi gadis itu tampaknya tidak perduli.

Kiam Hoa keluar dari kuil sambil memikirkan 6 orang saudara perguruannya yang lain, selamatkah mereka? Berhasilkah mereka mendapatkan sepasang pedang mestika yang sedang diantar para piawsu ke kotaraja?

Pedang mestika yang hendak mereka rebut adalah Jit Goat Siang Pokiam (sepasang pedang mestika matahari dan rembulan). Guru mereka mendengar kabar rahasia kalau kedua belah pedang mestika itu jatuh ketangan Ban Su To Niocu. Jarang ada yang tahu kalau Ban Su To Niocu masih berdarah kerajaan, malah masih saudara sepupu dari kaisar Beng yang memerintah sekarang yaitu kaisar Yong Le. Tee-It Thian-Mo mengetahui hubungan Ban Su To Niocu dengan kerajaan dinasti Beng, sehingga dia menduga kedua bilah pedang pusaka itu pasti akan dihaturkan Ban Su o Niocu pada kaisar Yong Le.

Entah dari mana Jit Goat Siang Pokiam jatuh ketangan Ban Su To Niocu, tapi yang jelas, supaya tidak menarik perhatian, Ban Su To Niocu mengirim kedua bilah pedang pusaka itu ke istana kaisar melalui jasa Piaw-kok. Hanya saja kali ini dia ketiban sial, Tee-It Thian-Mo melalui mata- mata dan sogokan uangnya entah bagaimana dapat mengetahui informasi tersebut.

Menurut kabar Jit Pokiam (pedang pusaka matahari) adalah sebilah pedang panjang yang tajam luar biasa, bersinar terang benderang bagaikan matahari, dan memancarkan hawa panas.

Sedangkan Goat Pokiam (Pedang pusaka Rembulan) kebalikan dari Jit Pokiam, sebilah pedang yang agak pendek, tumpul, bersinar temaram seperti rembulan, dan memancarkan hawa dingin.

Orang orang kangouw dibikin heboh oleh sepasang pedang ini. Selain karena pedang pusaka, juga katanya terletak suatu rahasia besar pada pedang ini. Entah itu harta karun, ilmu silat istimewa, siapa yang tahu? Bagaimanapun desas desus ini telah membuat ngiler para pendekar dari golongan lurus dan sesat. Bahkan kaisar Yong Le sendiri turut memerintahkan jago-jago istana kaisar untuk turut mencari sepasang pedang tersebut.

Kiam Hoa akhirnya memutuskan untuk mencari keenam saudara perguruannya terlebih dahulu, baru mencari kabar tentang sepasang pedang pusaka pada keenam saudara perguruannya. Kalau mereka berhasil, artinya tinggal pulang ke tempat gurunya Tee-it Thian-mo. Kalau gagal, terpaksa dia harus mencari akal untuk mendapatkan kedua pusaka itu, karena bagaimanapun gurunya tak kan mengampuni dirinya dan saudaranya bila pulang dengan tangan hampa. Tiba-tiba sesosok bayangan melesat dihadapannya. Seorang kakek pesolek berbaju mewah muncul dihadapannya.

Kiam Hoa menjatuhkan diri berlutut dihadapan kakek itu memberi hormat dan berkata,Suhu!

  ooOoo     

Marilah kita ikuti perjalanan A Hu. Setelah ia mendapatkan obat penawar dan surat pengantar dari Gan Bin To Siansing, cepat cepat lah ia berlari ke arah rumah Temuyun siucay, sastrawan muslim kepercayaan laksamana Cheng Ho yang bergaul cukup akrab dengan Gan Bin To Siansing selama perjalanan dari tanah Jawa kembali ke Tioanggoan.

Siang-siang panas begini terdengar suara orang mengeluh dari dalam rumah tempat tinggal Temuyun siucay.

Wah, kali ini Hongsiang (Baginda Kaisar) rupanya tidak main-main, urusan mencari Pokiam (pedang Pusaka) menjadi urutan nomor satu, padahal aku sudah mengajukan cuti. Selain cuti dibatalkan juga ditambah tugas khusus mencari pokiam , nasib. nasib ! katanya.

Padahal semua orang tahu, bahwa dunia kangouw sangat berbahaya dan telengas keluh si pemuda kepada teman bicaranya.

Pemuda tersebut adalah putra Toan Wangwe (Hartawan kaya bermarga Toan) , yang biasa nya disebut Toan kongcu (Tuan muda Toan). Toan kongcu adalah seorang pejabat tinggi bagian Dinas Intelijen Kerajaan Beng, sebuah organisasi yang telah lama didirikan sejak jaman Kaisar Hongwu (Gelar Chu Goan Chiang selama menjabat kaisar). Dinas inteljen ini tercatat dalam sejarah telah banyak menangkap para pembantu Chu Goan Chiang dalam meraih tahta dari tangan mongol dengan tuduhan memberontak.

Pangkat Toan kongcu sebenarnya cukup tinggi, hanya berada langsung dibawah Kepala Dinas Inteljen Cia Taijin yang sudah cukup berumur. Kelihatannya kalau Cia Taijin pensiun, Toan kongcu kemungkinan besar akan diangkat menggantikan Cia Taijin. Jabatan wakil kepala Dinas Inteljen itu sendiri diperoleh oleh Toan kongcu berkat hubungan baik ayah nya dengan selir kesayangan Kaisar. Walaupun demikian, Toan kongcu bukanlah orang lemah. Kepandaiannya cukup mumpuni karena dia pernah berguru pada seorang tosu lihay dari Kun-lun pai

Sehubungan dengan tugas baru tersebut Toan kongcu berkunjung dan ingin mengadakan pertemuan dengan Temuyun siucay.

Mata-mata yang kusebar dikota Hangciu baru saja melapor kepadaku bahwa para piawsu yang diutus mengirim sepasang pedang pusaka secara diam-diam dicegat ditepi sungai tak jauh dari dusun Bu-kee-cung. Aku datang kesini untuk minta bantuan cianpwe merebut sepasang pedang tersebut dari musuh, kata Toan kongcu.

Kongcu sepertinya salah alamat meminta bantuanku. Cayhe adalah petualang yang suka rela ikut dengan Laksamana Cheng Ho tanpa masuk menjadi pegawai kerajaan. Urusan kerajaan adalah urusan kongcu, apalagi kongcu adalah petugas dinas inteljen yang gerak geriknya0seharusnya dirahasiakan, tidak diceritakan pada orang awam seperti cayhe , jawab Temuyun siucay

Cianpwe terlalu merendah. Mungkin aku juga tidak akan melihat tinggi Temuyun siucay kalau tidak mendengar cerita Ban Su To Niocu sendiri tentang kehebatan ilmu siucay yang dikatakan lebih hebat dari Ban Su To Niocu sendiri. Ban Su To Niocu juga saat ini sedang mengejar para pembunuh pawsu tersebut. Harap cianpwe maklum dan membantu. HahahaBan Su To Niocu terlalu merendahkan dirinya sendiri. Dia sendiri sebagai murid Ciu Locianpwe yang bekas ketua Gobipai seharusnya mempunyai ilmu yang luar biasa. Kalau aku sendiri tidak berlatih tanding dengan Kong-ciak Sin-na (Cengkeraman sakti burung merak) miliknya, tentu aku juga tak akan tahu kalau sumber ilmunya berasal dari Ciu Locianpwe.

Bagaimana cianpwe, maukah anda membantu kami.

Hmmmm bagaimanapun aku tidak ingin mengkhianati prinsipku sendiri. Lagi pula dengan

adanya Ban Su To Niocu dipihakmu, kongcu tak perlu bantuanku lagi. Maaf Toan kongcu, aku sendiri tidak ingin terlbat dengan urusan pemerintahan. Sekali lagi cayhe minta maaf.

Sementara itu tibalah A Hu di pekarangan kediaman Temuyun siucay diantar oleh seorang pelayan menghadap. Setelah menerima dan membaca surat dari Gan Bin To Siansing, tertawalah dia Hahaha, dasar Binarto dari dulu tidak berubah, kalau ada mau nya baru kirim Arak tiok-yap-jing, dasar,dasar. Padahal dia tahu kalau aku tidak doyan minum arak !.

Temuyun siucay adalah kawan karib nya Gan-Bin-To Siansing, jadi sudah terbiasa menyebut Gan- Bin-To Siansing dengan nama Binarto, walaupun Binarto Siansing sudah mendapat hadiah nama Han dari Kaisar, tetap saja dia tidak peduli.

Oooo, rupanya kau datang karena urusan madu tawon asmara. Sayang sekali madu tawon asmara hasil pemberian Ban Su To Niocu simpananku sudah habis buat obat penyakit raja singa para pangeran yang hobi pelesiran. Satu-satunya orang yang masih memiliki madu itu sekarang hanyalah Ban Su To Niocu seorang. Maafkan aku, karena dimana adanya Ban Su To Niocu sendiri aku tidak mengetahuinya. Mungkin Toan kongcu ini bisa membantumu, ujar Temuyun siucay kepada A Hu sambil memperkenalkan Toan kongcu yang duduk dihadapannya.

A Hu yang mendengar pemuda perlente dihadapannya itu dapat menolong tuan mudanya segera berlutut dan berkata, Hamba A Hu dari dusun Bu-kee-cung memohon agar Toan kongcu bersedia menolong tuan muda hamba dari keracunan.

Hey...hey. aku sendiri tidak punya penawar racun, kenapa harus minta tolong padaku? sahut

Toan kongcu

A Hu yang masih berlutut menatap Temuyun siucay dengan bingung. Sambil tersenyum lebar Temuyun siucay menyahut, Maksudnya adalah supaya kongcu bersedia membujuk Ban Su To Niocu supaya suka rela memberikan madu tawon asmara. Lagipula tidakkah tadi kongcu mendengar kalau anak ini berasal dari Bu-kee-cung, bukankah ini suatu kebetulan dan kebetulan seperti ini biasanya murupakan jodoh dari Thian. Anak ini pasti mengenal daerah sekitar Bu-kee- cung dan bisa mengantar kongcu mencari pencuri pusaka dengan lebih menghemat waktu.

Hmmm. Toan kongcu berpikir sebentar sebelum menyahut,Memang betul kata cianpwe. Baiklah, sekarang juga kita berangkat. Aku berjanji akan membantu membujuk Ban Su To Niocu. Tapi soal beliau mau atau tidak itu bukan urusanku.

Hahaha setahu cayhe Ban Su To Niocu walaupun angkuh tetapi bukanlah orang jahat. Aku

yakin beliau pasti mau menolong anak ini.

Temuyun siucay mengantar kedua orang tersebut kedepan halaman rumah. Toan kongcu dan A Hu memberi hormat pada Temuyun siucay sambil mengucapkan terima kasih lalu berlari menuju arah Bu-kee-cung. Supaya perjalanan lebih cepat, Toan kongcu mengerahkan ginkangnya sambil menarik tangan A Hu. Kontan A Hu berteriak kegirangan karena dia merasa seakan-akan terbang tidak menginjak tanah.   ooOoo  

Latar belakang tokoh - Temuyun siucay (fiksi)

Siapakah Temuyun siucay yang terkenal sebagai saudara angkat Ma Huan, orang kepercayaan Laksamana Cheng Ho? Desas desus banyak yang mengatakan bahwa beliau masih keturunan Temujin, mungkin karena kemiripan nama atau kah suatu kebenaran? Namanya juga desas- desus, kalau makin digosok jadilah gosip. Sebelum menjadi pembantu Laksamana Cheng Ho dan ikut berlayar ke negeri asing, Temuyun siucay dikenal sebagai Yu siucay (pelajar pengelana) rudin yang doyan bertualang kesana kemari.

Beliau aslinya berasal dari suku Uighur yang mayoritas beragama islam di daerah Sing Kiang. Keluarga beliau terkenal sebagai keluarga harum, dimana setiap anggota keluarganya mengeluarkan keringat yang berbau harum. Kakak beliau terkenal didunia kang-ouw berjuluk Siang Kongcu (tuan muda harum). Dimasa depan, salah seorang putri keluarga harum ini malah dipaksa oleh kaisar mancu untuk menjadi selirnya. Sayang sekali bagi Temuyun siucay, keringatnya justru berbau asem seperti orang biasa, sehingga beliau tidak betah diam di kampungnya mendengar olok-olok dari tetangga. Setelah berhasil lulus ujian negara, beliau bukannya ingin diangkat jadi pembesar negeri, malah memutuskan mengikuti para pedagang untuk mencari pengalaman melewati jalan sutera.

Dalam perjalanan inilah ketika melewati daerah Persia, Temuyun siucay bertemu dengan tokoh misterius aliran terang (Beng Kauw/Ming Gou). Beliau ini dikenal sebagai tokoh pelindung aliran terang yang telah lama mengundurkan diri karena dianggap murtad keluar dari agama majusi yang menyembah api dan memeluk agama baru dari daerah barat yang disebut islam. Selama pengasingan inilah tokoh aliran Beng ini menciptakan sebuah ilmu silat aneh yang diberi nama Pai It-Thian Kun Hoat (Silat menyembah Tuhan yang satu). Ilmu luar biasa ini diwariskannya kepada Temuyun siucay. Pai It-Thian Kun Hoat sendiri merupakan sejenis ilmu tiam-hoat (ilmu totok jalan darah) yang aneh. Dasar gerakannya adalah seperti menulis huruf di udara dengan gerakan menotok jalan darah, hanya saja huruf yang ditulis adalah huruf arab berdasarkan kitab suci islam yang jarang diketahui oleh orang di tionggoan. Lagi pula cara menulisnya bukan hanya dari kanan ke kiri saja, melainkan kadang juga dari atas ke bawah atau sebaliknya. Benar-benar ilmu tiam- hoat yang sangat aneh luar biasa.

Dengan bekal ilmu inilah Temuyun siucay berkelana didunia kang-ouw membantu orang-orang lemah dan tertidas terutama pada saat terjadinya perang saudara antara sesama pewaris kaisar Beng. Hanya saja saja nama Temuyun siucay tidak pernah menjadi pembicaraan kaum kang-ouw karena dia tidak pernah meninggalkan namanya saat bertindak. Pada saat Laksamana Cheng Ho yang sedang mencari orang pandai untuk diajak berlayar kenegeri seberang, beliau memerintahkan tangan kanan kepercayaannya yang bernama Ma Huan untuk mengundang para petualang yang memiliki kepandaian. Pada suatu hari, Ma huan secara kebetulan berjumpa dengan Temuyun siucay dan merasa cocok berteman. Malah akhirnya Ma Huan dan Temuyun siucay saling mengangkat saudara. Karena memang pada dasarnya Temuyun siucay doyan berpetualang, otomatis sangat tertarik ikut serta ekspedisi ke negeri seberang yang di sponsori kekaisaran Beng.

JIT GOAT SIANG POKIAM