-->

Eng Djiauw Ong

Pengarang : Tang Ceng In
Eng Djiauw Ong merupakan cerita silat karya Tang Ceng In.

Cerita dibuka dengan mengisahkan Hoa In Hong yang sedang bertugas untuk mengantar surat rahasia yang dikirim oleh gurunya, Ong To Liong, yang bergelar Eng Djiauw Ong (Ong si Kuku Garuda atau dapat juga diartikan Raja Cakar Garuda) yang ialah juga tjiangboendjin Hoay Yang Pay. Surat rahasia tersebut ditujukan kepada Yo Boen Han yang merupakan kawan kekal dari In Hong punya soehoe. Yoe Boen Han adalah hartawan di Kota Hoa-im, mantan pembesar negara yang terkenal sebagai orang jujur dan bersih. Ong si Kuku Garuda ini sepuluh tahun silam pernah mendapatkan pertolongan dari Yoe Boen Han sehingga akhirnya mereka kemudian mengikat diri sebagai kawan kekal.

In Hong, akibat teledor di dalam perjalanan harus kehilangan surat penting itu. Secara tidak sengaja surat itu ditemukan oleh seorang penduduk kota Tong Kwan. Selesai membaca dan dikira kalau isi surat itu ada sangkut-pautnya dengan kaum pemberontak, maka lantas surat itu kemudian dibawa dan diserahkan kepada pembesar militer setempat. Di dalamnya surat itu Eng Djiauw Ong ada memberitahukan agar Yoe Boe Han sekeluarga selekasnya pergi dari kota Hoa-im dikarenakan adanya rencana dari kaum pemberontak untuk menyerbu dan merampas salah satu kota di dekatnya Yoe Boe Han tinggal. Keluarga Yoe dianjurkan pindah ke kediamannya Eng Djiauw Ong untuk sementara waktu.

Surat ini jelas mencurigakan lantaran datang dari kota Lim-hoay, yang mana kota itu merupakan sarang dari bandit pemberontak terkenal bernama Thio Hok Leng. Jelas dalam surat itu terdapat informasi kalau gerombolan bandit itu berencana menyerbu Kwan-tiong. Maka dari mana si Eng Djiauw Ong bisa tahu rencana rahasia dari kaum pemberontak kalau dia sendiri bukan bagian dari pemberontak? Tak heran kemudian apabila In Hong dan Yoe Boe Han sekeluarga ditangkap oleh para tentara negeri dan dicurigai sebagai orang yang ada hubungannya dengan kawanan bandit Thio Hok Leng dari Lim-hoay, berdasarkan penafsiran isi surat yang tercecer itu.
Loading....