Elang Pemburu Jilid 05 : Sang Korban

Jilid 05 : Sang Korban

Sudah lima orang jadi korban pembunuhan. Kelima korban itu sermuanya dibunuh dengan lima cara yang berbeda. Ada yang dibantai menggunakan kampak, ada yang dijerat dengan tali, ada yang mati karena dijotos dengan tinju, ada pula yang mati tenggelam. karena dilempar seseorang ke dalam sungai.

Semua pembantaian dilakukan sangat bersih dan tuntas. Satu-satunya jejak yang bisa dilacak hanya tusukan golok yang menghabisi nyawa Chee Gwat sian. Golok itu bukan menembusi jantung di dada kirinya, tapi hati di sebelah kanannya.Hati orang itu terkoyak hingga hancur berantakan, kehancuran yang

merenggut nyawanya. Seperti juga jantung, organ tubuh itu termasuk salah satu organ tubuh yang sangat mematikan.

Bagi kebanyakan pembunuh berpengalaman, sasaran yang dituju untuk mencabut nyawa seseorang biasanya selalu tertuju ke jantung dan bukan hati. Bila satu tusukan yang datang dari depan langsung menghancurkan hati dan bukan jantung korbannya, maka hal ini bisa disimpulkan kalau si pembunuh pasti seorang kidal.

Tapi, kalau hanya berdasarkan petunjuk ini saja, masih belum cukup untuk membuktikan kalau si pembunuh pasti bertangan kidal.

Sebab bila seseorang menusuk sambil membalikkan badannya, tusukan golok tersebut sama saja bisa menghancurkan hati korbannya.

Oleh sebab itulah seperti apa yang dipikir Leng Giok hong, otopsi yang dilakukannya kali ini sama sekali tidak memperoleh hasil yang pasti.

"Ada," tiba tiba Leng Giokhong berkata, "penyelidikan kita kali ini masih ada sedikit hasil!""Apa itu?"

"Paling tidak kita telah membuktikan bahwa si pembunuh adalah seorang pembunuh berpengalaman, kecepatan serangannya luar biasa, tapi ia tak suka turun tangan sembarangan!"Latar belakang serta asal usul kelima orang korban pembunuhan itu memang sama sekali berbeda. Chee Gwat sian adalah seorang pedagang barang antik. Konon dia menjadi kaya raya lantaran berhasil menggali keluar sejumlah barang antik peninggalan jaman Kim, serta mempunyai kemampuan serta ketajaman mata yang luar biasa dalam menilai barang antik. Empat orang korban lainnya ada yang berasal dari keluarga kenamaan, ada scorang pedagang besar, seorang tuan tanah dan satu lagi adalah pejabat yang telah pensiun bemama Song Bwee san. Tapi menurut isu, orang ini bukan seorang pejabat negara sungguhan. Dia adalah seorang perampok ulung yang pemah merampok duapuluh tiga perusahaan ekspedisi di masa lalu. Song Thian leng, perampok ulung yang bukan saja menguasai ilmu gwakang (tenaga luar), ilmu golok Kiu huan to yang dimilikinya pemah menggetarkan sungai telaga.

Dia adalah seorang jagoan nomor satu dalam kalangan hoklim.

Kali ini dia pun tewas di tangan seorang pembunuh bertangan kidal, ia mati dijerat dengan seutas tali. Kematian yang berlangsung sangat cepat.

Dari kelima orang korban itu, hanya ada satu hal yang sama.

. . ..Mereka semua adalah hartawan yang berlimpah harta kekayaannya, bahkan pemah melewati penghidupan yang gemerlapan dan kemewahan yang, bermandikan uang dan emas.

"Tapi sebelum dibuouh orang, mereka sama sekali tidak mengeluarkan uang dalam jumlah banyak. Hal ini membuktikan kalau pembunuhan ini bukan berlatar belakang perampokan atau urusan harta," lapor Komandan Sin. “Tapi pembunuhnya telah menerima uang yang seharusnya diperoleh, dan jumlahnya cukup banyak," kata Leng Giok hong, “sudah ada orang yang

membayar ongkos pembunuhan tersebut, karena itulah dia tak akan mengambil uang milik orang lain barang setahil pun. Inilah etika yang selalu dipegang seorang pembunuh profesional."