Badai Dunia Persilatan Jilid 04

Jilid 04

BENGCU ! diam-diam serunya dalam hati. Maafkanlah diriku yang terlalu mengikuti napsu sehingga hampir-hampir saja melakukan kesalahan besar.

Mendadak Hu Pak Leng membuka matanya lalu tersenyum dan sekali lagi pejamkan kembali matanya.

Walaupun senyuman tersebut kelihatan sangat ramah dan halus tetapi didalam pandangan Yu Ih Lok mirip sekali dengan sebilah pedang pusaka yang menusuk menembus ulu hatinya perasaannya sangat bergetar.

Tubuhnya gemetar keras tak kuasa lagi dia menekuk lutut jatuhkan diri berlutut.

Yu-heng cepat bangun berdiri, mendadak terdengar Hu Pak Leng berseru dengan suara yang amat lemah. Coba kau periksalah keadaan dari perempuan berbaju putih itu coba kau lihat apakah ia masih bisa ditolong.....

Bengcu kau bertanggung jawab atas keselamatan seluruh anggota Liok-lim yang ada dikolong langit, memperhatikan kesehatan badan sendiri jauh lebih penting kata Yu Ih Lok dengan nada gemetar. Sewaktu menyembuhkan luka lebih baik pikiran jangan bercabang, semoga saja Thian memberkahi Bengcu selalu dan sehat wal afiat.

Heeei... kita orang-orang dari kalangan Liok-lim selamanya paling dibenci oleh orang-orang dari kalangan lurus dan diikuti oleh rakyat dimanapun hal ini kesemuanya disebabkan perbuatan kita yang terlalu merugikan orang lain, ujar Hu Pak Leng sambil menghela napas panjang. Setiap orang yang termasuk didalam kalangan Liok-lim kita kebanyakan sepasang tangannya sudah penuh berlumuran darah didalam pikiran tiada maksud yang baik dan selamanya hanya terkandung maksud-maksud jahat belaka.....

Teringat tempo dulu semasa aku masih muda perbuatan-perbuatan yang aku lakukan betul-betul keterlaluan boleh dihitung kejahatanku bertumpuk-tumpuk...

Ia merandek sejenak sambil menghela napas panjang sambungnya.

Sejak aku bertemu muka dengan enso kalian hatiku betul-betul dibuat terharu oleh sikapnya yang halus tempo dulu aku membunuh orang sesuka hati bahkan aku anggap seperti bersantap nasi saja gelar si raja akherat berwajah dingin justru diperoleh dari hal ini tetapi dia untuk mencelakai seekor burung atau seekor binatang kecilpun tidak tega karena sikapnya itu aku jadi tersadar kembali aku mulai menyesal saking gemasnya kepingin bunuh diri setiap kali aku duduk-duduk bersama dirinya dalam hatiku segera timbul perasaan malu dan menyesal karena itu aku mengambil keputusan untuk mengasingkan diri dan mengundurkan diri dari kalangan Bu-lim untuk tidak melakukan perbuatan jahat lagi.

Selama beberapa tahun dimana aku mengasingkan diri aku merasa hidupku tidak tenteram, musuh- musuh buyutanku selalu saja bagaikan bayangan mengejar dan mendesak kami suami istri, hal ini memaksa kami harus bergerak ditengah hutan-hutan yang lebat untuk menghindarkan diri dari pendengaran musuh:

Walaupun begitu perasaan hati tetap tenang bagaikan permukaan telaga yang tak berombak karena aku merasa inilah buah akibat dari tindakan serta perbuatanku tempo dulu semakin berat penderitaan yang aku dapat hatiku semakin tenang...

Bengcu adalah seorang manusia yang penuh kasih sayang dan cerdik dikolong langit rasanya sulit untuk dicarikan keduanya... puji Yu Ih Lok.

Hu Pak Leng tersenyum.

Yu-heng kau terlalu memuji, perlahan-lahan ia menghela napas panjang sambungnya:

Dengan tiada sayangnya kembali aku munculkan diri didalam dunia kangouw untuk mengikuti pertempuran rebutan kedudukan Liok-lim Bengcu digunung Pak Ih kesemuanya tidak lain disebabkan aku bermaksud hendak mengubah yang jahat menjadi perbuatan-perbuatan baik, beruntung sekali didalam pertempuran tersebut aku berhasil menang dan memperoleh kedudukan Liok-lim Bengcu tersebut.

Kepandaian ilmu silat Bengcu sangat lihay melebihi orang lain berhasil memperoleh kedudukan Bengcu sudah merupakan suatu peristiwa yang dapat diduga.

Jika ditinjau keadaan saat ini, walaupun kita orang-orang dari kalangan Liok-lim berhasil mempersatukan diri, tetapi keadaan yang kita hadapi sebetulnya sangat berbahaya dan kritis. Loo Hu It Shu serta Leng Lam Jie Khie sejak semula sudah bersekongkol untuk berbuat jahat walaupun diluaran mereka sangat menurut! perintah serta tindakan kita, padahal secara diam-diam mereka berusaha keras untuk menghancurkan semua pekerjaan kita.

Keempat buah pantangan yang aku ajukan sejak dulu sudah menimbulkan perasaan tidak puas dari kawan-kawan Liok-lim, didalam hati mereka masing-masing sudah bertanam maksud untuk memberontak dan menghianat ditambah pula gosokan serta hasutan-hasutan dari Loo Hu It Shu serta Leng Lam Jie Khie suasana semakin kacau dan persatuan sudah retak dan hancur berantakan.

Walaupun Lam San Sam Hiong menaruh rasa hormat terhadap diriku dan kepandaian silat yang mereka miliki sangat lihay, tetapi kecerdikannya tak memadahi untuk menghadapi urusan besar satu-satunya orang yang bisa dipercaya dan bisa membantu diriku hanya Yu-heng beserta Tiong-heng dua orang saja.

Ketika aku hendak meninggalkan lembah Mie Cong Kok secara diam-diam Tiong-heng sudah aku beritahu untuk bantu ensomu memimpin usaha besar ini, justru maksudku membawa serta Yu-heng adalah bertujuan dalam hal ini.

Yu Ih Lok yang mendengar penjelasan tersebut dalam hati benar-benar sangat terharu dibuatnya, air mata bercucuran membasahi seluruh wajahnya.

Bengcu suka mencintai diriku dan mempercayai aku Yu Ih Lok untuk membantu usaha besarmu hal ini benar-benar membuat aku merasa amat terharu bercampur terima kasih sebagai balas jasanya bilamana Bengcu membutuhkan tenagaku sekalipun harus matipun aku tak akan menolak.

Mendengar perkataan tersebut Hu Pak Leng lantas tersenyum.

Perempuan berbaju putih itu sudah melepaskan budi terhadap diriku jika bukan dia yang menahan pukulan Im Hong Ciang dari Im So It Mo terlebih dahulu kemungkinan sekali lukaku tak seenteng ini katanya. Tetapi lukanya terlalu parah mungkin sukar untuk ditolong lagi, kata Yu Ih Lok dengan alis yang dikerutkan wajahnya kelihatan serba salah.

Untuk sementara waktu kalian boleh berusaha untuk menahan luka tersebut jangan sampai kambuh dan mulai bekerja menanti aku sudah selesai mengatur pernapasan barulah berusaha kembali untuk menolong dirinya.

Kalau cuma soal ini Bengcu boleh berlega hati mungkin aku masih sanggup untuk menyelesaikannya. Hu Pak Leng tertawa tawar perlahan-lahan ia memejamkan matanya kembali!

Dengan amat hormat Yu Ih Lok menjura memberi hormat kepada Hu Pak Leng kemudian baru bangun berdiri dan berjalan kesisi tubuh perempuan berbaju putih itu membimbing ia duduk dirinyapun duduk bersila mengumpulkan hawa murninya ketelapak, lalu menempelkan telapak tangan kanannya keatas jalan darah Ming Bun Hiat pada punggung perempuan berbaju putih itu.

Segulung hawa murni yang amat panas segera mengalir keluar melalui jalan darah Ming Bun Hiat pada punggung perempuan tersebut berusaha untuk menyembuhkan lukanya.

Sepasang mata perempuan muda berbaju putih yang semula dipejamkan rapat-rapat mendadak dipentangkan lebar-lebar memandang sekejap kearah Hu Pak Leng lalu perlahan-lahan dipejamkan kembali.

Haruslah diketahui seseorang yang sudah memiliki tenaga lweekang didalam badannya, maka seluruh urat nadinya boleh dikata sudah saling tembus semua Yu Ih Lok dengan tiada sayangnya menyalurkan hawa murni kedalam tubuh melalui jalan darah, Ming Bun Hiat-nya hal ini kontan saja membuat napas sang perempuan berbaju putih yang semula sudah hampir putus perlahan-lahan jadi atur, lembut dan keadaannya mulai pulih sehingga mirip orang yang sedang tertidur nyenyak.

Kurang lebih seperminun teh kemudian dari atas ubun-ubun Yu Ih Lok mulai kelihatan munculnya air keringat.

Ia tarik kembali telapak tangan kanannya untuk beristirahat sejenak lalu sekali lagi tangannya ditempelkan keatas jalan darah Ming Bun Hiat pada punggung perempuan berbaju putih itu.

Yu Ih Lok yang dibikin sadar pikirannya terhadap perkataan Hu Pak Leng saat ini sama saja di anggap seperti menerima perintah sehingga tanpa sayang-sayangnya ia sudah menggunakan hawa murni sendiri untuk menyambung napas perempuan berbaju putih itu untuk melanjutkau hidup.

Selama satu malaman ini Yu Ih Lok telah menggunakan tenaga murninya mengurut dan memijiti kedua belas buah jalan darah penting dalam tubuhnya.

Cuaca perlahan-lahan berubah jadi tenang kembali langitpun mulai terang benderang lampu lilin dalam ruangan sudah padam sedang sinar sang surya perlahan-lahan menyoroti dalam ruangan sehingga kelihatan napas perempuan berbaju putih yang mulai berjalan normal kembali.

Tetapi sebaliknya sepasang mata Yu Ih Lok di pejamkan rapat-rapat wajahnya amat serius sedang keringat sebesar kacang kedelai mengucur keluar tiada hentinya sehingga seluruh bajunya basah kuyup.

Walaupun badannya masih tetap duduk tak bergerak tetapi sudah menunjukkan gejala tak tahan.

Hu Pak Leng yang duduk dipojokan selama semalaman dia mengatur pernapasan terus berusaha menggunakan hawa murninya menembusi jalan-jalan darah serta urat-urat nadinya guna paksa hawa dingin yang berasal dari pukulan, Im Hong Ciang bisa terdesak keluar dari dalam tubuhnya.

Kini cahaya sang surya menyorot masuk kedalam ruangan tepat menyinari wajahnya ia merasa pandangannya jadi terang.

Dalam hati Hu Pak Leng segera tahu kalau hari sudah terang perlahan-lahan ia menghembuskan napas panjang dan mementangkan sepasang matanya. Tampaklah Yu Ih Lok tetap duduk bersila di belakang perempuan berbaju putih itu sedang sepasang tangan masih menempel diatas jalan darah Ming Bun Hiat-nya.

Keringat mengucur keluar membasahi seluruh tubuh karena panasnya hawa murni saat ini mulai menguap dan meninggalkan asap panas yang tebal.

Hu Pak Leng yang melihat kejadian itu tentu saja tahu bahwa ia sedang menggunakan hawa murninya guna mempertahankan nyawa perempuan berbaju putih itu.

Dalam hati ia merasa sangat terharu setelah menghembuskan napas panjang hawa murninya kembali dikumpulkan dalam pusar lemaskan anggota badannya lalu bangun berdiri dan berjalan kearah diri si tukang ramal tersebut.

Terhadap mendekatnya Hu Pak Leng ternyata Yu Ih Lok sama sekali tidak merasa.

Yu-heng, perlahan-lahan Hu Pak Leng berjongkokkan membisik lirih. Jika ditinjau dari air mukamu agaknya kau terlalu lelah lebih baik cepat-cepatlah beristirahat.

Yu Ih Lok masih belum mendengar perkataan tersebut dari hidungnya ia cuma mendengus berat.

Dengan menggunakan ujung bajunya Hu Pak Leng mengusap kering keringat yang membasahi tubuhnya.

Yu-heng serunya kembali.

Yu Ih Lok yang mendengar suara panggilan dari Bengcunya buru-buru mementangkan sepasang matanya dengan sekuat tenaga bibirnya gemetar keras sedang alisnya dikerutkan rapat-rapat.

Bengcu. setelah bersusah payah akhirnya ia berhasil pula berseru dengan suara yang rendah berat.

Begitu perkataan tersebut terlontar keluar badannya gemetar keras lalu jatuh terjengkang kebelakang.

Kiranya Yu Ih Lok sudah mengerahkan hawa murninya sepanjang malam untuk mengobati perempuan berbaju putih itu sampai kini ia masih juga bisa bertahan untuk bantu menembusi jalan darah didalam tubuh perempuan tersebut dan mempertahankan napasnya boleh dikata kesemuanya ini disebabkan suatu kekuatan yang timbul karena perasaan kagum dan terharunya terhadap diri Hu Pak Leng.

Apa lagi kini Hu Pak Leng menunjukkan perasaan begitu kuatir terhadap dirinya bahkan bantu pula untuk mengusap kering keringatnya walaupun tidak berbicara tetapi dalam hati ia merasa sangat paham.

Tak terasa lagi saking terharunya dia segera buka mata, siapa sangka karena hendak berbicara maka hawa murni yang semula masih terkumpul kini buyar sama sekali.

Karena hawa murninya buyar maka semangat yang selama mempertahankan dirinyapun ikut lenyap tak berbekas oleh sebab itulah sewaktu ia membuka mulutnya tadi badannyapun ikut jatuh terjengkang.

Buru-buru Hu Pak Leng menggerakan tangannya menyambar kedepan menahan badannya sehingga tak sampai jatuh terjengkang diatas tanah hawa murninya lantas dikumpulkan lalu bagaikan kilat cepatnya berturut-turut menotok jalan darah, Cie Kong, Hoay Leng, Thian Tie, Sin Cang, Heng Bun serta, Pak Hwee enam buah jalan darah penting.

Terdengar Yu Ih Lok menghembuskan napas panjang mulutnya terpentang lebar-lebar lalu muntahkan segumpal riak kental.

Dengan tangan kiri Hu Pak Leng mencekal erat-erat jalan darah. Thay Cho pada pergelangan tangannya, tangan kanan merogoh kedalam saku mengeluarkan sebuah botol kuno yang terbuat dari porselen.

Setelah membuka tutup botolnya dengan mulut ia mengeluarkan sebutir pil berwarna merah. Yu-heng ! ujarnya. Kau terlalu banyak mengorbankan hawa murnimu sehingga untuk sesaat peredaran darah kurang lancar kau telanlah pil ini untuk mempertahankan isi perut serta denyutan jantungmu.

Yu Ih Lok tidak banyak berbicara ia mengangguk lantas telan pil merah tersebut kedalam perut.

Yu-heng sekarang cepatlah atur pernapasan. Bisik Hu Pak Leng lebih lanjut sembari menutup kembali botol obatnya.

Bengcu boleh berlega hati. Yu Ih Lok tersenyum setelah aku rnenelan pil mujarab pemberian Bengcu rasanya jauh lebih baikan, Bengcu tidak usah tertalu banyak buang tenaga untuk mengurusi diriku cepatlah berusaha untuk menolong perempuan muda berbaju putih itu kemungkinan sekali ia sudah tidak kuat lagi.....

Berkat bantuan hawa murnimu pada saat ini semangatnya sudah jauh pulih atau paling sedikit umurnya bisa diperpanjang lebih lama lagi.

Kalau begitu susah payahku tidak akan sia-sia belaka seru Yu Ih Lok sambil tertawa lalu menghembuskan napas panjang.

Mendadak tampaklah si perempuan muda berbaju putih itu menoleh kemari.

Aku sangat berterima kasih kepadamu yang dengan tiada sayangnya sudah mengunakan hawa murnimu untuk mempertahankan nyawaku, katanya dengan suara yang merdu. Cuma luka dalam yang aku derita terlalu parah walaupun memperoleh bantuanmu yang sangat berharga rasanya ada sulit untuk melewati sampai siang nanti.

Dengan amat sedih ia menghela napas panjang tambahnya.

Tetapi demikianpun sudah cukup asalkan aku bisa hidup setengah harian lagi sekalipun terdapat berribu-ribu bahkan berlaksa katapun bisa diutarakan hingga selesai.

Hu Pak Leng yang mendengar perkataan itu segera tertawa lalu menggeleng. Luka yang kuderita bukannya tak bisa ditolong asalkan buang sedikit tenaga...

Tidak bisa, jadi potong perempuan muda berbaju putih itu dengan sedih, pukulan ilmu Im Hong Ciang-nya telah menggunakan hawa murni hasil latihan selama lima belas tahun lamanya bukan saja pukulannya sangat beracun dan bahaya, bahkan kekuatannya sangat luar biasa, aku mengerti nyawaku tak bakal lolos sampai nanti.

Perkataan dari hujien sedikitpun tidak salah kata Hu Pak Leng mengangguk. Sewaktu cayhe adu tenaga secara kekerasan dengan dirinya tadi...

Jangan sebut aku hujien mendadak perempuan berbaju putih itu menyela. Semula Hu Pak Leng rada tertegun akhirnya ia tersenyum.

Tiba-tiba perempuan muda berbaju putih itu mencengkeram pakaian yang ia kenakan lalu dengan keras ditarik robek.

Setiap orang yang termasuk dalam perguruan suhuku selamanya dilarang kawin dan mengikat hubungan suami istri dengan siapapun katanya sambil tertawa sedih. Aku sudah menyaru kematian suami serta adikku kesemuanya bukan lain untuk memancing kedatanganmu kemari.

Oooouw soal ini aku sudah tahu.

Kalau sudah tahu seharusnya kau jangan sebut aku sebagai hujien lagi.

Lalu siapakah nama nona? tanya Hu Pak Leng kemudian setelah termenung berpikir sebentar.

Teringat sewaktu masih berada dirumah ibuku sering panggil aku dengan sebutan Lan Jie selama puluhan tahun ini belum pernah aku mendengar orang lain panggil aku dengan sebutan tersebut, baiknya kau panggil aku dengan sebutan Lan Jie saja. Kontan Hu Pak Leng kerutkan alisnya diatas paras mukanya terlintas perasaan serba salah, lama sekali ia bungkam dalam seribu bahasa.

Agaknya si perempuan berbaju putih itu dapat memecahkan perasaan hati Hu Pak Leng saat ini ia tertawa tawar.

Bagaimanapun aku tak bakal bisa hidup lebih dan nanti siang kaupun tak bakal memanggil beberapa jam nama kecilku itu katanya sedih.

Hu Pak Leng yang melihat sinar matanya memancarkan nada memohon diam-diam menghela napas panjang pikirnya.

Orang yang hampir mendekati ajal perasaan hatinya memang paling lemah dan paling mudah teringat peristiwa semasa masih kecil mengapa aku tidak berusaha untuk menghibur dirinya??.

Baiklah, aku akan menuruti permintaanmu dan memanggil nama kecil nona, katanya kemudian.

Diatas paras muka yang pucat pasi dari perempuan berbaju putih itu terlintaslah segulung warna merah

dadu.

Kenapa kau belum panggil juga? tegurnya.

Heeei Lan Jie sapanya kemudian sambil tertawa setelah menghela napas panjang.

Mendadak perempuan baju putih itu tersenyum.

Mendengar panggilan tersebut aku jadi merasa diriku lebih muda sepuluh tahun dan kemudian berada disisi ayah ibuku katanya perlahan.

Dua titik air mata mengikuti lekukan wajahnya menetes jatuh kebawah sedang suatu senyuman kegirangan menghiasi ujung bibirnya, agaknya panggilan yang sangat perlahan dari Hu Pak Leng barusan sudah memberikan suatu hiburan yang sangat berharga bagi dirinya.

Sinar mata surya menyoroti dalam ruangan melalui celah-celah genting yang sudah berlubang dari samping pintu tampak munculnya bayangan manusia disusul Pouw Cau serta Hong Ci dari Lauw San Sam Hiong berjalan masuk.

Pada jarak empat langkah dari Hu Pak Leng mereka berdua bersama-sama menghentikan langkahnya lalu menjura dengan sangat hormat kepada diri Liok-lim Bengcu.

Sekarang sudah waktu kapan? tanya Hu Pak Leng kemudian sambil tersenyum dan mengangguk. Hampir mendekati jam delapan buru-buru Pouw Cau menyahut sambil bungkukkan badannya.

Bagaimana? apakah kalian hendak pergi dari sini? mendadak perempuan muda berbaju putih itu menegur sambil menoleh.

Didalam kuil yang sunyi dan terasing sukar untuk mendapatkan obat-obatan kita tunggu sebentar lagi menanti saudara Yu telah selesai mengatur pernapasan kita bersama-sama pergi ke kota...

Mendadak Yu Ih Lok yang sedang mengatur pernapasan mementangkan sepasang matanya.

Aku sudah merasa sakitku rada baikan, sekalipun untuk bergerak juga tidak ada halangannya lagi. Tetapi aku tidak sanggup sambung si perempuan berbaju putih itu dengan cepat kini sudah hampir jam delapan berarti pula nyawaku tinggal dua jam lagi, jikalau aku harus menyia-nyiakan waktu sangat baik ini ditengah jalan bukankah hal itu terasa amat sayang.

Nona ! kendati lukamu amat parah tetapi bukannya tak bisa ditolong, hibur Hu Pak Leng setelah termenung sejenak. Aku berharap kau suka mempercayai diri cayhe.....

Eeeei... bukankah kau sudah setuju untuk panggil aku dengan sebutan Lam Jie Potong si perempuan

muda berbaju putih cepat. Ia merandek sejenak lalu tambahnya :

Aku tahu, lukaku ini kecuali ilmu lweekang berhawa panas Sian Thian Seng Kang Cian dari partai Siauw lim pay sekalipun mendapatkan pil mujarab yang bisa menghidupkan kembali orang matipun tiada berguna.

Lam Jie seru Hu Pak Leng sambil menggeleng dan tertawa. Kau tahu apa sebabnya ilmu lweekang Sian Thian Seng Kang Cian dari partai Siauw lim pay bisa digunakan untuk membebaskan dari racun pukulan ilmu, Im Hong Ciang.

Karena ilmu lweekang Sian Thian Seng Kang Cian merupakan suatu ilmu tenaga dalam aliran panas dan hanya hawa aliran panas saja yang bisa mengusir dari pukulan hawa dingin.

Naah itulah! kalau memang ilmu lweekang Sian Thian Seng Kang Cian bisa mengusir racun hawa pukulan dingin maka setiap orang yang memiliki tenaga lweekang aliran panas kemungkinan besar bisa pula mengusir racun tersebut.

Tapi kau ingin mencari siapa untuk menolong diriku??.

Aku sahut Hu Pak Leng tersenyum.

Mendadak diatas paras muka perempuan berbaju putih itu terlintas perasaan terkejut bercampur girang.

Jadi kau belum menikah? serunya tak tertahan.

Mendengar pertanyaan itu Hu Pak Leng jadi melengak untuk beberapa saat lamanya ia merasa bingung untuk mendapatkan suatu jawaban yang tepat.

Agaknya si perempuan muda berbaju putih itupun merasa bila pertanyaan yang ia ajukan rada kurang beres buru-buru sambungnya kembali.

Aku pernah dengar suhuku berkata bahwa barang siapa melatih ilmu lweekang aliran panas hingga mencapai kesempurnaan maka sejak kecil ia harus berlatih, bahkan..... bahkan.....

Ia mengucapkan kata-kata terakhir sampai setengah harian lamanya tetapi masih juga tak sanggup untuk meneruskan kata-katanya.

Walaupun ia tidak berbicara tetapi Hu Pak Leng sudah mengerti apa yang ia hendak ucapkan, tak terasa lagi Liok-lim Bengcu ini tertawa tawar.

Hal ini sih belum tentu sahutnya. Jika untuk pertama kali ingin mempelajari tenaga lweekang aliran panas memang seharusnya punya dasar tubuh seorang bocah tetapi bila telah mencapai hasil kesempurnaan tidaklah perlu untuk setiap mempertahankan pendapat itu jikalau tenaga lweekang Sian Thian Seng Kang Cian sungguh-sungguh bisa menyembuhkan lukamu aku rasa ilmu jari Thian Seng Cie kupun bisa pula menyembuhkan lukamu itu.

Heeeei... aku lihat lebih baik kalian tak usah repot-repot lagi ujar perempuan berbaju putih dengan nada sedih sinar matanya dialihkan keatas atap rumah, sekalipun kau bisa menyembuhkan lukaku akupun tak bisa hidup lebih lama lagi didalam kolong langit.

Kenapa ? ? seru Hu Pak Leng Maaf aku orang sulit untuk memahami perkataanmu itu.

Setiap orang yang telah memasuki perguruan kami selama hidup tak boleh berkhianat dan keluar dari perguruan bilamana berani melanggar peraturan ini suhuku tentu akan mengambil tindakan sehingga orang itu dibunuh mati perduli kau melarikan diri di ujung langitpun jangan harap bisa menghindarkan dari bencana ini.

Soal ini kau tak usah kuatir, hibur Hu Pak Leng setelah termenung sejenak. Jikalau kau sungguh- sungguh ada maksud untuk melepaskan jalan hitam untuk balik ke jalan yang lurus setelah lukamu sembuh kau boleh untuk sementara waktu berdiam didalam lembah Mie Cong Kok menanti aku telah menyelesaikan perjanjianku dengan Im So It Mo tiga bulan mendatang kau baru meninggalkan tempat itu sesuka hatimu.

Perlahan-lahan perempuan barbaju putih itu menghela napas panjang. Aku rasa hanyalah berbuat begitu saja katanya.

Hu Pak Leng lantas menoleh dan memandang sekejap kearah Ong Toa Kang yang bersandar pada dinding ruangan.

Ong-heng bagaimana dengan lukamu apakah rada baikan... tegurnya.

Ong Toa Kang tetap membungkam agaknya ia sama sekali ia tidak mendengar perkataan tersebut badannya tetap bersandar pada dinding ruangan sedang sepasang matanya melotot tak berkedip.

Melihat kejadian itu air muka si setan Coe Khek berubah hebat dengan langkah lebar menghampiri saudaranya.

Kemungkinan sekali didalam obat pemunah itu si setan tua telah menunjukkan permainan setan. Hu Pak Leng mendengar perkataan tersebut seketika itu juga dibuat tertegun pikirnya :

Dugaan ini sedikitpun tidak salah jika Im  So It Mo menusukkan sebangsa racun kedalam obat pemunah tersebut bukankah kali ini aku sudah tertipu.

Tak terasa air mukanyapun ikut berubah hebat.

Coba bawa kemari obat pemunah yang dia berikan kepada kalian biar aku periksa sebentar mendadak si perempuan berbaju putih itu berseru.

Dari dalam sakunya Yu Ih Lok segera mengeluarkan sebuah pil yang masih tersimpan dalam sakunya untuk diletakan pada tangannya.

Sinar mata perempuan berbaju putih itu berputar memandang tajam pil yang diberikan Yu Ih Lok kepadanya.

Ehmm..... obat ini sedikitpun tidak salah...

Baru saja perkataan tersebut diutarakan keluar si setan Coe Khek sudah berjalan kesamping Ong Toa Kang lalu tangannya menyambar menarik badannya bangun.

Mendadak Ong Toa Kang mementangkan matanya lebar-lebar.

Obat apa yang sudah diberikan si setan tua itu kepadaku? makinya dengan suara setengah menggembor. Kenapa sesudah aku telan rasa mengantuk begitu menyerang diriku.

Hu Pak Leng yang melihat dia sudah tersadar kembali perasaan murung yang mengganjal didalam hatipun ikut lenyap tak berbekas.

Lan Jie katanya sambil tersenyum, apakah setiap orang yang menelan pil pemunah ini lantas mempunyai perasaan sangat mengantuk??.

Si perempuan berbaju putih itu segera mengangguk.

Sedikitpun tidak salah. serunya ia merandek sejenak lalu sambungnya lagi.

Luka mereka belum benar-benar sembuh lebih baik kita tinggal sejenak lagi didalam ruangan besar ini biarlah aku selesaikan dulu isi hatiku kemudian baru berangkat, bagaimana? kemungkinan sekali sebelum kita tiba dikota Lam Cang racun pukulan yang bersarang dalam tubuhku sudah kambuh sehingga merenggut nyawaku. Hu Pak Leng tidak langsung memberi jawaban ia menoleh memandang dulu diri Ong Toa Kang sewaktu dilihatnya pergelangan tangan kanannya yang merah bengkak sudah kempes beberapa bagian ia baru menyahut.

Jika kau orang tidak suka mempercayai diriku, hal inipun merupakan suatu kejadian yang tak bisa dipaksakan lebih lanjut kau ada perkataan apa silahkan dibicarakan.

Aku mana berani tidak mempercayai dirimu hanya saja jika aku sampai menemui ajalnya dan perkataan yang terkandung dalam hatiku tidak sempat diutarakan bukankah hal ini merupakan suatu kejadian yang patut disayangkan... sekalipun aku mati juga mati tidak meram.

Heeeei     hal ini tak bisa disalahkan ia tidak percaya terhadap diriku bisa menyembuhkan luka yang

sedang ia derita diam-diam Hu Pak Leng dalam hatinya. Tentunya ia sudah terlalu lama bergaul dengan Im So It Mo dan kenyang melihat kekejaman dari iblis tua itu sehingga perasaan jeri dan kurang percaya pada diri sendiri sudah tertanam dalam didalam hatinya.

Berpikir akan hal ini lantas menoleh tertawa.

Kau bicaralah, aku tentu akan pentang telinga lebar-lebar untuk mendengarkan seluruh perkataanmu ujarnya.

Si perempuan berbaju putih itu sedikit menggeserkan badannya setelah menghela napas panjang ujarnya:

Munculnya suhuku kali ini dalam dunia kangouw sebetulnya sudah lama menyusun rencana busuk bersiap untuk menjebak jago lihay dari seluruh perguruan aliran lurus yang ada dalam Bu-lim.

Haaa... haaa... haaa dengan mengandalkan sedikit kepandaian yang dimiliki Im So It Mo kepingin

menghancurkan seluruh perguruan aliran lurus yang ada didalam Bu-lim?..... potong Hu Pak Leng sambil tertawa dingin tiada hentinya. Heee... hee... hee bukankah dia terlalu tidak pandang orang lain dan merasa

kepandaiannya adalah nomor wahid.....

Perkataannya ini bukannya diucapkan tanpa alasan kata si perempuan berbaju putih itu melanjutkan kembali kata-katanya dia sendiripun tahu bila ingin mengandalkan kepandaian silat yang dimilikinya untuk menangkan jagoan lihay dari perguruan-perguruan aliran lurus yang ada didalam Bu-lim bukanlah suatu pekerjaan yang gampang, oleh karena itu secara diam-diam ia sudah melakukan suatu persiapan yang matang.

Ia sudah melakukan persiapan apa? Hu Pak Leng rada melengak juga dibuatnya.

Menurut apa yang aku ketahui ada beberapa orang iblis tua yang telah lama mengasingkan diri dari pergaulan dunia kangouw, dibawah permintaan suhuku mereka ada maksud untuk munculkan dirinya kembali didalam dunia kangouw keadaan yang sebetulnya kendati aku tidak begitu jelas tetapi diluaran agaknya diantara mereka sudah berhasil mendapatkan suatu kesepakatan dan rencanapun telah disusun rapi hanya saja aku kurang jelas kapankah mereka hendak mulai dengan gerakan mereka untuk turun tangan.

Tahukah kau orang diantara mereka termasuk siapa saja, desak Hu Pak Leng lebih lanjut.

Si perempuan berbaju panjang putih itu tampak termenung berpikir keras beberapa saat akhirnya ia menjawab.

Agaknya ada seseorang yang bernama Hong Cioe sewaktu suhuku mengungkap nama orang ini sikapnya menunjukkan perasaan sangat menghormat agaknya dia merupakan pemimpin dan otak dari seluruh rencana ini, nama-nama orang-orang yang lain jarang kedengaran disebut karena setiap kali mereka mengadakan pertemuan selalu diselenggarakan dalam suasana yang amat rahasia dan rapat. Peristiwa ini terjadi ada tiga puluh tahun yang lalu dan dikarenakan urusan ini berturut-turut mereka menunda sampai tiga tahun lamanya hal ini menunjukan bila perhatian mereka amat serius.

Perlahan-lahan Hu Pak Leng mendongakkan kepalanya memandang keatas atap rumah bibirnya bergerak tiada hentinya. Hong Cioe gumamnya.

Mendadak air mukanya berubah sangat hebat.

Eeei... kau kenapa? si perempuan berbaju putih itu rada tertegun sewaktu melihat sikap Liok-lim Bengcu berubah sangat hebat. Apakah kau kenal dengan orang ini??

Heeei jika rencana ini sungguh-sungguh dipimpin olehnya aku rasa didalam dunia kangouw bakal

terjadi banyak sekali peristiwa serta kerepotan kata Hu Pak Leng sambil menghela napas panjang.

Bengcu seru Pouw Cau sambil melirik sekejap kearah Hu Pak Leng. Siapakah Hong Cioe itu? mengapa sebelumnya aku orang belum pernah mendengar nama orang ini?

Orang ini memiliki kepandaian ilmu silat sangat sempurna dan sampai detik ini belum ada orang bisa menandingi dirinya jikalau dibicarakan menurut urutan tingkatan maka seharusnya ia masih merupakan Susiokku...

Kecuali Hong Cioe seorang sambung perempuan berbaju putih itu lebih lanjut masih banyak sekali lagi jago-jago lihay dunia persilatan yang semula telah mengasingkan diri kini pada muncul kembali aku lihat kedudukan Liok-lim Bengcumu yang menguasahi seluruh kolong langit sukar untuk di pertahankan lebih jauh.

Lan Jie tahukah kau mereka merencanakan kapan hendak mulai dengan gerakan mereka?.

Soal ini aku kurang jelas, si perempuan berbaju putih itu menggeleng tetapi jika dipikir tentunya didalam beberapa bulan mendatang walaupun suhuku sering sekali berkumpul dengan manusia-manusia itu tetapi tindak-tanduk serta gerak-geriknya selama ini tetap waspada dan berhati-hati secara mendadak pada akhir-akhir ini suhuku memutuskan untuk muncul kembali didalam dunia kangouw bahkan setelah di umumkan lantas dilaksanakan sudah tentu urusan ini bukan suatu urusan yang dipermainkan, kemungkinan sekali mereka sudah mulai dengan gerakan mereka mulai sekarang, oleh kerena itu pada pertemuan tiga bulan mendatang aku berharap kau suka lebih berhati-hati lagi.

Bilamana peristiwa ini adalah suatu kejadian yang nyata, maka beberapa partai besar yang ada didalam Bu-lim harus bekerja sama untuk bersama-sama menanggulangi kejadian ini, dengan demikian kemungkinan sekali masih bisa menahan keadaan dan membendung deburan ombak yang menerjang datang Hu Pak Leng setelah termenung lama sekali, jikalau masing-masing perguruan ada maksud sambil bergendong tangan menonton harimau bertarung, aku takut.....

Berbicara sampai disini mendadak ia menutup mulutnya kembali lalu meloncat bangun dan berjalan bolak-balik didalam ruangan.

Akhirnya ia menoleh dan memandang kearah si perempuan muda berbaju putih itu dengan wajah serius.

Lan Jie serunya. Urusan ini adalah suatu kejadian yang luar biasa dan pentingnya bukan alang kepalang, kita tak boleh menubruk angin menangkap bayangan, apakah perkataan yang barusan kau ucapkan benar-benar merupakan suatu kejadian yang nyata?

Apakah aku bisa menipu dirimu? mendadak si perempuan muda berbaju putih itu memejamkan matanya air matanya jatuh berlinang membasahi pipinya:

Dengan wajah yang keren dan serius kembali Hu Pak Leng berjalan mengelilingi ruangan itu berulang kali cukup ditinjau dari paras mukanya yang berulang kali berubah sudah jelas menunjukkan bila hatinya pada saat ini sedang memikirkan suatu persoalan yang rumit dan membingungkan pikirannya:

Setelah berputar dua lingkaran, mendadak ia berhenti lalu sambil mendepalkan kakinya keatas tanah kembali dia orang menghela napas panjang.

Heeeei... kecuali menggunakan cara ini, rasanya tiada cara yang lebih bagus lagi untuk digunakan serunya. Setelah bergumam seorang diri mengucapkan kata-kata tersebut tiba-tiba ia menoleh kearah Yu Ih

Lok.

Yu-heng ujarnya kau rasa menghadapi urusan ini kita harus menggunakan cara apa?.

Kecerdikan Bengcu melebihi siapapun, kami sekalian hanya mengikuti saja dari belakang untuk melaksanakan semua perintahmu sekali lagi Hu Pak Leng menghela napas panjang.

Selama beberapa tahun ini, walaupun dari beberapa perguruan aliran lurus dalam kalangan Bu-lim ada beberapa orang murid yang menggunakan nama besar perguruannya untuk berbuat keonaran didalam Bu-lim tetapi jika dibicarakan keseluruhannya mereka masih suci bersih... katanya perlahan. Tak dapat disangkal lagi kita orang-orang dari kalangan Liok-lim selamanya paling tidak jeri terhadap Hukum tetapi terhadap beberapa orang-orang partai dari kalangan lurus masih menaruh tujuh delapan bagian rasa jeri... takut, tidak berani secara sembarangan sehingga takut setelah nama kejahatan semakin memancing kedatangan dari beberapa partai besar untak kirim beberapa orang mengejar dan melakukan pembunuhan...

Selama ratusan tahun ini boleh dikata bantuan yang sangat besar dari Thian sehingga sukses besar didalam cita-citanya menumpas kejahatan. Jikalau dalam waktu sekejap dari beberapa partai serta perguruan besar berturut-turut kematian jago-jago lihay mereka, maka kekuatan partai tersebut tentu akan mengalami gangguan, mati hidup mereka bukanlah merupakan suatu kejadian besar tetapi bilamana kangouw terjatuh ketangan orang-orang jahat maka kekacauan akan melanda seluruh kolong langit.

Bukannya aku terlalu merendahkan martabat jago kalangan Liok-lim kita seharusnya kalianpun tahu semisalnya dunia kangouw kena dikuasai oleh kita maka banjir darah pembunuhan perampokan pemaksaan serta perkosaan akan merajalela setiap pekerjaan akan dilakukan tanpa rencana dan tanpa memandang hukum membunuh dan merampok semuanya sendiri. Pada saat ini rumah-rumah rakyat jelata sukar untuk dipertahankan keamanannya lagi orang-orang muda tak urung akan menemui jalan-jalan bahaya keadaan semacam ini tentu sangat kacau dan huru-hara bakal melanda seluruh permukaan bumi.

Bicara sampai disitu mendadak ia menutup mulutnya kembali wajahnya perlahan-lahan dialihkan ke arah Lauw San Sam Hiong.

Tampaklah ketiga orang itu berdiri dengan keren disana agaknya merekapun sedang mendengarkan perkataannya dengan penuh perhatian.

Hu Pak Leng lantas mengalihkan sinar matanya keatas wajah si setan Coe Khek Hong Ci sambil tersenyum ujarnya :

Saat ini kita sedang membicarakan suatu persoalan yang serius untuk sementara Siauw-te akan singkirkan dulu kedudukan Bengcuku kesamping Hong-heng bagaimana menurut pendapat kau tentang apa yang baru saja aku ucapkan??

Bengcu adalah seorang yang gagah, lapang dada dan mengutarakan cinta kasih sesama manusia setiap tindakanmu selalu memikirkan keselamatan manusia ciptaan Thian tindakanmu patut dihormati patut dipuji buru-buru Hong Ci merangkap tangannya menjura.

Haaa... haaa... sebetulnya beberapa perkataanmu barusan ini tepat merupakan kebalikan dan suatu pengkhianatan daripada jabatanku sebagai seorang Liok-lim Bengcu seru Hu Pak Leng tertawa nyaring. Didalam pendengaran kalian beberapa orang apakah tidak terasa sangat menusuk telinga??

Orang-orang kalangan Liok-lim walaupun kebanyakan gemar membunuh orang dan memandang nyawa manusia seperti semut tetapi belum tentu semuanya mempunyai sifat jahat yang tak dapat diberantas kata Hong Ci dengan serius cita-cita Bengcu amat besar selama ini hanya memikirkan keamanan dari manusia-manusia dikolong langit dan berusaha untuk membebaskan rakyat dari kesengsaraan walaupun menjabat kedudukan seorang Liok-lim Bengcu tetapi pekerjaan yang dilakukan kebanyakan merupakan pekerjaan yang mengutamakan welas asih sekalipun kami adalah manusia-manusia kasar yang ganas tetapi dalam hati kecil kamipun ikut merasa terharu oleh sikap Bengcu yang sangat mulia itu walaupun pada masa- masa yang lalu kami Lauw San Sam Hiong giat sekali berbuat kejahatan yang melanggar susila maupun hukum mulai sekarang kami rela bertobat untuk mengikuti jejak Bengcu menyapu bersih nama jelek dari kalangan Liok-lim kita yang sudah terkenal busuk sejak ribuan tahun yang silam.

Mendengar perkataan tersebut semangat Hu Pak Leng jadi berkobar-kobar ia tak terasa lagi sudah mendongakkan kepalanya keatas kursi panjang.

Suara suitannya itu keras dan tajam menggetarkan seluruh ruangan yang membuat debu pada rontok bagaikan curahan hujan seluruh ruangan dipenuhi dengan pantulan suara suitan yang memekikkan telinga.

Setelah suara suitan mulai sirap, ujarnya dengan lantang.

Siauw-te bisa memperoleh penghargaan dari saudara-saudara sekalian dalam hati merasa semakin girang dan lega.

Perlahan-lahan sinar matanya dialihkan keatas tubuh perempuan muda berbaju putih itu sambungnya.

Saat ini ombak kekacuan sudah mulai melanda seluruh dunia persilatan hawa pembunuhan mulai meliputi empat penjuru aku rasa saat inilah waktu yang paling tepat bagi seorang lelaki sejati untuk berjuang demi kejayaan penghidupan manusia dikolong langit!.

Setelah beristirahat beberapa saat lamanya aku rasa lukaku sudah jauh lebih baikan mendadak Yu Ih Lok menimbrung sambil bangkit berdiri. Bila Bengcu ada meminta silahkan disampaikan saat ini waktu yang berharga, kita tak boleh membuang waktu dengan cuma-cuma.

Hu Pak Leng termenung sejenak sejurus kemudian ujarnya.

Jika ditinjau situasi pada saat ini keadaan memang terlalu mendesak terpaksa kita harus bekerja secara berpencar.....

Sinar matanya lantas dialihkan kearah Lauw San Sam Hiong sambungnya.

Harap kalian bertiga suka menghantarkan nona ini melakukan perjalanan kembali ke lembah Mie Cong Kok untuk diserahkan kepada enso kalian suruh juga dia kirim orang melakukan penjagaan siang malam diempat penjuru sehingga jangan sampai ada pengacau serta mata-mata pihak musuh yang menyelundup masuk kedalam lembah didalam dua setengah bulan kemudian tentu akan berangkat kembali kegunung, sedang saudara Yu harap suka mengikuti diriku berangkat ke kuil Siauw lim sie digunung Siong- san.

Kemungkinan sekali aku sudah tidak sanggup lagi ujar si perempuan muda berbaju putih itu dengan sedih kalian silakan berangkat dan tidak usah menggubris diriku.

Lan Jie kalau aku sudah menyanggupi untuk menolong dirimu bagaimana mungkin aku bisa tinggalkan dirimu disini seorang diri? cepat duduk jangan bergerak.

Luka parahmu baru saja sembuh, mana boleh menggunakan tenaga lweekang untuk menolong diriku kembali?

Soal ini tidak perlu kau risaukan!

Selesai berkata Hu Pak Leng lantas duduk keatas lantai, tangan kirinya membimbing pundaknya sedang telapak tangan kanan ditempelkan kearah jalan darah Ming Bun Hiat, pada punggungnya.

Si perempuan muda berbaju putih itu bermaksud untuk meronta kembali, tetapi karena pundaknya kena dicengkeram tangan kiri Hu Pak Leng maka ia tak bisa bergerak terpaksa dengan tenang duduk tak bergerak ditempat semula.

Air muka Hu Pak Leng amat serius perlahan-lahan ia menarik napas panjang-panjang maka dari telapak tangan kanannya segera tersalur keluar serentetan hawa aliran panas yang langsung menerjang masuk melalui jalan darah Ming Bun Hiat diatas punggung perempuan muda berbaju putih. Sang perempuan tersebut kelihatan sedikit tergetar air mukanya berubah hebat selintas warna merah menghiasi pipinya serta bibir yang kecil mungil tampak bergerak-gerak menghembuskan dua gulung napas keluar.

Lan Jie jangan sembarangan bergerak bentak Hu Pak Leng dengan suara rendah.

Mendadak dia meloncat bangun lalu mundur lima langkah kebelakang dimana tangan kanannya segera diayunkan kedepan dan segulurg hawa pukulan jari meluncur keluar menotok kearah jalan darah Ming Bun Hiat pada punggung perempuan tersebut.

Begitu angin serangan jari menembusi badan, perempuan berbaju putih itu segera bergetar dan gemetar keras.

Mendadak lelaki bercambang ini mulai bergerak mengitari tubuh perempuan berbaju putih itu setiap kali berputar satu kali jari tangannyapun ikut mengirim segunung angin serangan kearah badannya.

Hanya didalam sekejap mata berturut-turut dia sudah menotok jalan darah Tiong hu, Leng si, Khie bun, Thian yu, Im bun, Cian chin, Hong peng, Thian tuh, Cie kong, Sian khie, Thian teng serta Giok tong tiga belas buah jalan darah penting pada tubuh perempuan berbaju putih itu.

Setiap kali totokan meluncur datang maka tubuh perempuan muda itu tentu gemetar keras.

Menanti ketiga belas jalan darah pada tubuh perempuan berbaju putih itu sudah tertotok semua napas Hu Pak Leng pun telah tersengkal-sengkal dan ngos-ngosan seperti kerbau, keringat mengucur keluar membasahi seluruh tubuhnya.

Lan Jie ujarnya sembari mengusap kering keringat yang membasahi badannya. Aku sudah menggunakan ilmu jari Thian Seng Cie untuk menotok ketiga belas jalan darah pentingmu cepat kau atur pernapasan untuk paksa keluar hawa dingin yang mengeram didalam badanmu sehingga lukamu dengan cepat dapat disembuhkan.

ooooOoooo

5

SI PEREMPUAN muda berbaju putih itu tersenyum dua tetes air mata mengucur keluar membasahi pipinya.

Kau sudah kecapaian seperti itu, kaupun harus beristirahat sejenak! katanya.

Perlahan-lahan ia lantas pejamkan matanya untuk mengatur pernapasan mendesak keluar hawa dingin yang mengeram didalam tubuhnya.

Agaknya Hu Pak Leng pun kelelahan maka sambil menghembuskan napas panjang ia duduk kembali ketempat semula untuk mengatur pernapasan mengembalikan hawa murninya yang telah di kobarkan.

Tampaklah wajahnya yang pucat pasi itu dengan cepat sudah berubah kembali kurang lebih sepertanak nasi kemudian mendadak ia membuka matanya kembali.

Yu Ih Lok yang melihat keadaan Hu Pak Leng amat lelah sehabis menggunakan ilmu jari Thian Seng Cie untuk mengobati luka dari si perempuan berbaju putih itu dalam hati diam-diam mulai berpikir.

Dia sudah kecapaian jadi seperti begini mungkin dua tiga jam kemudian ia baru segar kembali.

Siapa sangka ternyata urusan terjadi diluar dugaannya hanya cukup dalam waktu sepertanak nasi saja Liok-lim Bengcu ini sudah berhasil memulihkan kembali semangatnya. Cukup ditinjau dari sepasang matanya yang memancarkan cahaya berkilauan sudah jelas memperlihatkan bila tenaga dalamnya sudah pulih seperti sedia kala tak terasa lagi dalam hati merasa semakin kagum.

Kepandaian ilmu silat Bengcu benar-benar luar biasa sempurnanya serunya memuji hanya cukup

didalam sepertanak nasi yang singkat tenaga saktimu bisa memulihkan kembali hal ini benar-benar membuat cayhe merasa amat kagum.

Menghadapi ucapan tersebut Hu Pak Leng cuma tersenyum ia lantas menoleh kearah nona berbaju putih itu.

Sewaktu dilihatnya perempuan itu masih memejamkan matanya mengatur pernapasan kepada Lauw San Sam Hiong bisiknya :

Menanti dia telah selesai mengatur pernapasan harap kalian bertiga suka mengantar dirinya kembali ke lembah Mie Cong Kok.....

Buru-buru Pouw Cau merangkap tangannya dan menjura.

Kuil Siauw lim sie digunung Siong-san merupakan perguruan yang memimpin seluruh partai-partai serta perguruan terkenal diseluruh Bu-lim menghadapi kita dari kalangan Liok-lim telah dikata mereka sangat membenci dan mendendam katanya perlahan kini Bengcu hanya seorang membawa Yu-heng untuk berangkat kesana apakah kau tidak merasa sangat kecil sekali kekuatan kalian, menurut pendapat cayhe lebih baik diantara kita bertiga Bengcu pilih salah seorang untuk menghantar nona ini untuk kembali ke lembah Mie Cong Kok sedang dua orang lainnya tetap mengikuti Bengcu bersama-sama berangkat menuju ke kuil Siauw lim sie digunung Siong-san sehingga bilamana terjadi sesuatu peristiwa kami dapat membantu mempertahankan kecemerlangan nama Bengcu.

Di dalam perjalanan menuju gunung Siong-san jika jumlah orang lebih banyak aku rasa justru akan lebih tidak leluasa. Perlahan-lahan Hu Pak Leng menggeleng dan tertawa. Apalagi anak murid Im So It Mo sangat banyak sekali jumlahnya walaupun ia tak dapat turun tangan sendiri tetapi anak muridnya bisa main kerubut untuk menghadang perjalanan kalian sehingga sebaliknya aku malah takut kekuatan kalian bertiga masih terlalu kecil untuk menghadapi mereka bagaimana mungkin sekarang aku malah mengurangi lagi jumlah kalian??

Untuk tugas yang berat ini harap kalian bertiga tidak usah merasa kuatir.....

Berbicara sampai disini ia lantas menoleh kearah Yu Ih Lok. Yu-heng apakah tenaga murnimu sudah pulih kembali??

Kalau begitu kami berangkat satu tindak lebih dahulu seru Hu Pak Leng sambil mengulapkan tangannya kearah Lauw San Sam Hiong.

Selesai berkata dengan langkah lebar ia lantas, berjalan keluar dari ruangan tersebut.

Dengan kencangnya Yu Ih Lok pun mengikuti dari belakangnya sedang Lauw San Sam Hiong dengan sangat hormat menjura menghantar keberangkatan dari Bengcu mereka.

Sekeluarnya dari ruangan tersebut Hu Pak Leng segera mengerahkan ilmu meringankan tubuhnya berlari kearah depan.

Yu Ih Lok melihat paras mukanya diliputi kemurungan dalam hati semakin kagum dan menghormat diam-diam pikirnya :

Dengan kepandaian silat yang dimilikinya pada saat ini bilamana suka berjuang aku rasa berhasil menduduki sebagai pentolan Bu-lim dan bila hendak mengundurkan diri iapun bisa mengasingkan diri dengan ditemui seorang istri cantik jelita untuk merasakan kebahagiaan kehidupan seseorang tetapi ini ia melarikan keselamatan orang banyak dikolong langit ia suka menjabat sebagai pentolan kaum penjahat untuk menginsapkan perbuatan jahat kaum Liok-lim bahkan tiada sayangnya dengan kedudukan Liok-lim Bengcu suka menempuh bahaya menuju kuil Siauw lim sie keberanian serta sifat yang penuh welas asih benar-benar siapapun menjadi kagum dan bukanlah orang-orang biasa yang dapat melaksanakannya.

Karena dalam hati merasa semakin kagum terhadap dirinya maka gerakan kakinyapun semakin cepat untuk berlari mengejar ketinggalannya yang mulai menjauh itu.

Untuk mempersingkat waktu maka selama didalam perjalanan Hu Pak Leng jarang sekali berhenti beristirahat, dia melakukan perjalanan terus menerus, ada kalanya pula siang hari beristirahat di dalam rumah penginapan sedang malam harinya karena orang yang melakukan perjalanan sangat jarang, dengan mengerahkan ilmu meringankan tubuhnya ia melanjutkan kembali perjalanannya.

Walaupun kepandaian silat dari Yu Ih Lok sudah memperoleh kesempurnaan tetapi bila dibandingkan dengan kepandaian silat yang dimiliki Hu Pak Leng masih kalah satu tingkat melakukan perjalanan cepat yang boleh dikata jarang beristirahat ini semula pada baberapa malam pertama ia masih bisa mengejar dari Hu Pak Leng dengan paksa tetapi semakin lama akhirnya dia tak sanggup untuk meneruskan kembali perjalanannya.

Terpaksa Hu Pak Leng harus memperlambat larinya untuk menanti dia orang.

Setelah melakukan perjalanan sepuluh hari sepuluh malam, akhirnya mereka sudah tiba dikeresidenan Hoo Lam.

Mareka berdua lantas mencari sebuah rumah penginapan untuk beristirahat satu hari satu malam menanti rasa lelah yang mencekam badan mereka telah hilang kedua orang itu baru melanjutkan kembali perjalanannya menuju gunung Siong-san :

Siang itu mereka sudah tiba di kaki gunung Siong-san, ketika kepala mereka didongakkan maka tampaklah puncak gunung memanjang saling mengiring sedang kuil Siauw lim sie yang terkenal diseluruh Bu-lim itu secara samar-samar kelihatan berdiri tegak diantara tumbuhan pohon siong yang lebat.

Walaupun tempo dulu Hu Pak Leng sering munculkan dirinya didaerah keresidenan Hoo Lam tetapi kini sebagai seorang Liok-lim Bengcu yang terhormat ia tak berani lagi menunjukkan sikap yang tidak hormat terhadap kuil Siauw lim sie yang memimpin seluruh dunia persilatan.

Setelah berhenti sejenak untuk membereskan pakaian dan membersihkan badan dengan langkah lebar ia baru melanjutkan kembali perjalanannya ke depan.

Setelah melewati sebuah jalan besar yang tersebut dari batuan putih, sampailah mereka di pinggiran sebuah hutan pohon siong yang lebat.

Jarak antara jalan berbatuan putih yang lebat dan menuju kepinggiran hutan pohon siong kurang lebih ada dua depa jauhnya pohon-pohon tumbuh melingkar jauh menjorok keatas gunung.

Baru saja Hu Pak Leng ada maksud melangkah masuk kedalam hutan itu mendadak dari balik dua buah pohon siong yang lebat itu berkumandang datang suara pujian kepada sang Buddha.

Omintohud.....

Dua orang hweesio yang mempunyai perawakan tinggi besar bersama-sama muncul dari balik pohon menghadang jalan pergi dari kedua orang itu.

Tolong tanya sicu berdua ada urusan apa datang kemari? tegur hampir berbareng sambil merangkap sepasang tangannya kedepan dada.

Cayhe adalah Hu Pak Leng ada urusan hendak bertemu dengan Ciang Bun Hong Tiang dari kuil kalian, kata Hu Pak Leng sambil melirik kearah kedua orang hweesio itu. Merepotkan Thay suhu berdua suka melaporkan kedatanganku.

Oooouw..... apakah Hu Bengcu sudah berkunjung tiba? seru kedua orang hweesio itu setelah saling bertukar pandangan sekejap. Maksud dari perkataan ini jelas menunjukkan bila sejak semula mereka sudah menduga akan kedatangannya.

Tidak berani... tidak berani kedatangan yang tergesa-gesa masih mengharapkan kalian jangan mencebol tindakan terlalu gegabah Hu Pak Leng tertawa terbahak-bahak dan menjura.

Si hweesio yang ada disebelah kiri segera mundur dua langkah ke belakang, sambil bungkukkan badannya menjura ujarnya perlahan.

Untuk sementara harap Hu Bengcu suka menanti dulu didalam ruangan penerima tamu, biarlah Siauw ceng masuk melaporkan hal ini kepada Hong Tiang kemudian baru datang kembali memberi kabar. Dengan langkah lebar Hu Pak Leng segera melangkah maju kedepan.

Tetapi si hweesio yang ada disebelah kanan buru-buru telah berebut maju satu langkah terlebih dahulu kedepan.

Biarlah Siauw ceng memimpin jalan buat kalian berdua ujarnya. Dengan cepat ia berjalan didepan memasuki hutan.

Hutan Pohon siong ini benar-benar sangat lebar, kecuali sebuah jalanan beralas batuan putih kedua belah sisinya sudah diatur dan dibersihkan oleh manusia sehingga bisa digunakan perjalanan masuk keluar dengan leluasa.

Sesudah berputar beberapa lama didalam hutan tersebut, akhirnya keadaan tanah semakin lebar di tengah hutan Pohon siong yang lebar kini terbuka sebuah lapangan kosong seluas empat lima kaki.

Batu-batu berwarna merah berbentuk sebuah tembok pekarangan lingkari sebuah loteng kecil yang megah dan mentereng.

Mendadak si hweesio pembawa jalan mempercepat langkah kakinya mendekati tembok pekarangan berwarna merah itu tangannya dengan cepat mengetuk perlahan sebuah pintu besar berwarna hitam yang tertutup rapat-rapat sebanyak tiga kali.

Serentetan suara terbenturnya gelang tembaga berkumandang memenuhi angkasa perlahan-lahan pintu hitam itu terbuka lebar-lebar dan muncul seorang hweesio cilik yang tampan menyambar kedatangan mereka.

Si hweesio berperawakan tinggi besar itu buru-buru merangkap tangannya mempersilahkan sang tamu untuk masuk.

Hu Pak Leng mengangguk maka dengan langkah lebar ia lantas melangkah masuk kedalam pintu tersebut.

Selama ini dengan ketat Yu Ih Lok selalu melindungi Bengcunya dari belakang satu coen pun ia tak berani berpisah.

Si hweesio cilik yang berwajah bersih dan tampan itu segera membawa kedua orang itu naik keatas loteng tersebut.

Ruangan diatas loteng terasa amat bersih jendela terbuka lebar-lebar mendatangkan hawa segar keseluruh ruangan tempat itu diatur dengan sangat sederhana sekali tetapi cukup menarik.

Sicu berdua silahkan beristirahat sejenak didalam ruangan ini... ujarnya si hweesio cilik itu sambil menghidangkan air teh, bilamana membutuhkan Siauw ceng silahkan memberi perintah.

Selesai berkata dengan sepasang tangan dirangkap didepan dada hweesio cilik itu lantas mengundurkan diri. Sewaktu Hu Pak Leng berdua naik keatas loteng tadi si hweesio tinggi besar yang menghantar mereka tetap tertinggal dibawah loteng, kini sesudah si hweesio cilik itupun meninggalkan loteng kecil tersebut maka di dalam ruangan pada saat ini tinggal Hu Pak Leng serta Yu Ih Lok dua orang saja.

Setelah meneguk setegukan air teh Hu Pak Leng tertawa.

Kuil Siauw lim sie selamanya terkenal sebagai sesuatu partai besar yang memimpin seluruh perguruan Bu-lim ujarnya perlahan jikalau mereka menerima kita didalam kuil aku rasa mereka tentu takut rahasia ini sampai bocor dan tersiar didalam dunia kangouw sehingga mengganggu nama baik mereka aku lihat loteng kecil ini diatur dengan sangat bersih sekali aku rasa sejak semula tentu mereka sudah melakukan persiapan- persiapan jika dugaanku tidak salah mungkin Ciang Bun Hong Tiang dari kuil Siauw lim sie terpaksa harus mendatangi loteng kecil ini untuk bertemu muka dengan kita.

Hong Tiang dari partai Siauw lim sie selamanya dianggap orang sebagai tulang punggung jago-jago Bu-lim bila ia suka mendatangi loteng kecil ini untuk bertemu dengan kita boleh dihitung ia masih menghargai juga diri Bengcu kata Yu Ih Lok tertawa.

Aaakh... kau jangan pikir yang lebih mendalam dia suka bertemu dengan kita didalam loteng ini justru dikarenakan mereka tidak ingin berita ini sampai tersiar dalam dunia kangouw.....

Sewaktu mereka berdua bercakap-cakap sampai disitu si hweesio cilik tadi sudah muncul kembali diatas loteng.

Ciang Bun Hong Tiang suka turunkan perintah bahwa beliau akan bertemu dengan kalian berdua didalam loteng kecil ini ujarnya sambil merangkap tangannya.

Hu Pak Leng dan Yu Ih Lok saling bertukar pandangan sejenak lalu sambil mengangguk.

Orang yang menyampaikan berita ini masih menanti diluar loteng entah bagaimana tanggapan Hu Bengcu terhadap keputusan ini? tanya si hweesio cilik itu kembali.

Hong Tiang kalian selamanya dihormati oleh jago-jago yang ada diseluruh Bu-lim. Cayhe bisa bertemu muka dengan Hong Tiang kalian sudah cukup merasa bangga, harap kau sudah sampaikan kepada Hong Tiang kalian bahwa kami akan menanti kedatangannya disini.

Kalau begitu biarlah Siauw ceng sampaikan jawaban dari Hu Bengcu ini kepada Hong Tiang. Selesai berkata sambil menjura buru-buru ia mengundurkan diri dari atas loteng.

Sejenak kemudian si hweesio itu yang baru saja berlalu kini sudah kembali dengan membawa nampan yang terbuat dari batu pualam.

Kalian berdua datang dari tempat kejauhan sudah tentu perut terasa rada lapar ujarnya tertawa Hong Tiang kami sengaja memerintahkan kami untuk mempersiapkan beberapa masakan sayur untuk bersama- sama bersantap dengan kalian berdua didalam nampan ini tersedia beberapa kue manis harap kalian berdua suka makan dulu untuk menangsal perut.

Aaaaah. terlalu merepotkan Siauw suhu! buru Hu Pak Leng menerima angsuran kue tersebut.

Setelah meletakkan nampan itu keatas meja, kembali sang hweesio itu mengundurkan diri.

Kurang lebih sepertanak nasi kemudian, mendadak dari bawah tangga loteng berkumandang datang suara langkah manusia yang ramai.

Si hweesio cilik itu yang pertama kali muncul dalam ruangan loteng. Hong Tiang tiba! serunya sambil tertawa.

Hu Pak Leng serta Yu Ih Lok buru-buru bangun berdiri lalu berjalan ke pintu loteng untuk menyambut. Omintohud.....

Di iringi suara pujian kepada sang Buddha seorang hweesio yang tinggi besar berwajah merah bercahaya dengan memakai lhasa berwarna kuning sudah muncul dimulut tangga loteng :

Loolap sudah datang terlambat satu tindak sehingga kalian berdua terpaksa menanti agak lama ujarnya sambil merangkap tangannya :

Sinar mata Hu Pak Leng berkilat ia memperhatikan sekejap kearah si hweesio yang baru saja munculkan diri itu.

Tampaklah ia mempunyai kepala berbentuk persegi empat telinganya besar alisnya ramah dengan mata yang bersinar tajam sikapnya amat keren dan berwibawa. Buru ia merangkap tangannya balas memberi hormat.

Nama besar Thaysu terkenal diseluruh Bu-lim, ini hari bisa bertemu muka benar-benar membuat aku orang she Hu merasa amat bangga katanya sambil tertawa lantang.

Si hweesio tinggi besar itu tersenyum.

Hu Bengcu dapat menguasahi para jago kalangan Liok-lim dan merebut kedudukan sewaktu ada di Pak Ih. Loolap pun merasa sangat kagum walaupan aku sudah memperoleh laporan ini dari Shian Beng suheng tetapi mendengar jauh lebih baik aku temu sendiri ternyata Hu Bengcu memang benar-benar sangat gagah dan tidak malu disebut sebagai seorang enghiong hoohan.

Aaa Thaysu terlalu memuji.

Si hweesio cilik itu segera mengangkat sebuah kursi menanti mereka bertiga sudah mengambil duduk ditempatnya masing-masing ia baru mengundurkan diri dari ruangan loteng.

Thaysu! kata Hu Pak Leng setelah menjura. Kali ini aku orang she Hu terpaksa datang mengganggu ketenangan Thaysu dalam hati merasa kurang enak.

Aaaah... mana... mana buru-buru si hweesio berpakaian lhasa kuning ini balas memberi hormat Hu

Bengcu sebagai seorang gagah yang menggetarkan seluruh dunia kangouw kedatanganmu ke gunung Siong- san tentunya mernpunyai persoalan-persoalan penting :

Ehmmm..... sedikitpun tidak salah ia membenarkan setelah termenung sejenak. Pada masa-masa mendekat ini angin taupan sudah mulai melanda seluruh dunia persilatan ombak mulai menggulung menghantam tepian pantai berribu-ribu persoalan mulai melanda di mana-mana untuk beberapa saat membuat orang merasa kebingungan harus berbicara melalui yang mana.

Hu Bengcu menjagoi seluruh kalangan Liok-lim terhadap situasi yang terjadi didalam dunia kangouw sudah tentu jelas seperti terjadi dijari tangan sendiri bilamana ada petunjuk silahkan diutarakan Loolap tentu akan pentang telinga untuk mendengarkan, sahut si hweesio tinggi besar itu sambil tersenyum.

Perlahan-lahan Hu Pak Leng menarik napas panjang.

Loo-siansu yang harus mengurusi kuil Siauw lim ini tentunya pekerjaan yang dihadapi sangat banyak cayhe merasa tidak enak untuk mengganggu terlalu lama baiknya kita persingkat pembicaraan kita saja kedatangan aku orang she Hu kali ini justru hendak menyampaikan peristiwa yang maha besar dan maha penting.....

Ia merandek sejenak, sambungnya kemudian :

Kita bisa bertemu muka hal ini berarti pula di antara kita ada jodoh entah siapakah sebutan dari Thaysu??

Pada mulanya si hweesio tinggi besar ini sedang memejamkan sepasang matanya untuk mendengar seluruh perkataan yang hendak disampaikan oleh Liok-lim Bengcu ini, tetapi ketika didengarnya ia sedang menanyakan gelarnya mendadak sepasang mata dipentangkan lebar-lebar. Loolap adalah Thian Sian, sahutnya sembari merangkap tangannya didepan dada.

Sewaktu cayhe berada di kota Lam Cang secara tidak sengaja ternyata sudah bertemu dengan seorang Liok-lim Cianpwee katanya.

Sinar mata Thian Sian Thaysu berkilat diam-diam ia memuji keagungan Sang Buddha.

Tentunya Liok-lim Cianpwee itu munculkan dirinya kembali didalam dunia kangouw disebabkan mendengar perbuatan kedudukan Liok-lim Bengcu itu bukan??

Heee... heee... jikalau maksud tujuan Liok-lim Cianpwee itu muncul kembali, didalam dunia kangouw hanya disebabkan hendak merebut kedudukan Liok-lim Bengcu, aku orang, she Hu tidak bakal berani mengganggu ketenangan Thaysu, seru Hu Pak Leng sambil tertawa dingin tiada hentinya.

Thian Sian Thaysu segera termenung.

Apakah Hu Bengcu masih ingat siapakah nama orang itu? tanyanya kemudian.

Walaupun siapakah namanya aku kurang jelas tetapi aku tahu bila ia mempunyai gelar yang disebut Im So It Mo.

Im So It Mo. seru Thian Sian Thaysu perlahan mendadak ia tersenyum sambungnya.

Pada dua puluh tahun yang silam didalam kalangan Liok-lim memang ada seorang yang mempunyai gelar demikian, walaupun Loolap pernah mendengar gelar orang ini tetapi selamanya belum pernah bertemu muka.

Hu Pak Leng yang melihat sikap serta nada suara Thian Sian Thaysu agaknya terlalu memandang rendah dirinya, dalam hati merasa sangat tidak puas, pikirnya. Dari ribuan li jauhnya aku berangkat kemari sengaja hendak menyampaikan berita ini kepadamu ternyata kau sebaliknya malah memandang hina diriku.  Hmm! sungguh kurangajar sekali :

Berpikir akan hal ini hatinya jadi sangat mendongkol kepingin sekali pada saat ini juga ia berpamit dan berlalu dari sana tetapi ketika teringat pula bila mati hidup serta keselamatan Bu-lim pada saat ini berada ditangannya ia merasa tidak tega untuk melempar tanggung jawab.

Dengan paksakan diri menahan rasa mangkel di dalam hati ia tertawa keras.