Pedang Pusaka Dewi Kahyangan (Sian Ku Po Kiam) Jilid 18

 
Jilid 18

Mendengar ucapannya, Yok Sau Cun pun tidak segan segan tagi. Diambilnya sumpit yang terbuat dari bambu dan disantapnya hidangan itu dengan lahap Siau Cui membereskan sisa makanan Yok Sau Cun Kemudian dia mengeluarkan sebuah tabung seperti kateng dan menuangkan secawan teh dan menyodorkannya ke hadapan anak muda itu.

"Yok siangkong, ini tehnya ".

"Wah, tehnya saja tidak ketinggalan," sahut Yok Sau Cun. Siau Cun tersenyum lebar.

"Ini juga Lao hujin yang mmta budak untuk Yok siangkong. Orang Yang Ciu sangat menitikberatkan minum teh. Di sini sudah menjadi semacam tradisi Itulah sebabnya orang Yang Ciu diJuluki Kantong air..".

"Hui hujin benar benar memikirkan segalanya dengan sempurna Sehabis makan siapa pun pasti ingin minum untuk menghilangkan rasa haus " Dia langsung menerima cawan teh yang disodorkan oleh Siau Cui dan meneguknya perlahan-lahan. Teh itu bukan saja sedap tetapi juga memancarkan keharuman yang khas. Apalagi kalau bukan teh Lung Cing dari Hang Ciu?.

Tepat pada saat itu, di bagian depan terlihat berkelebatnya beberapa sosok bayangan. Tujuannya sudah pasti ke arah mereka. Yok Sau Cun segera berkata dengan suara rendah.

"Ada orang datang ".

"Sekarang baru saatnya lentera dinyalahkan.Kan masih jauh dari waktu perjanjian'?" tanya Siau Cui. "Mungkin karena mereka tahu cayhe sudah datang sejak tadi maka sengaja mengunjuk diri lebih awal,' sahut Yok Sau Cun.

Selagi percakapan antara kedua orang itu berlangsung, orang-orang dari pihak lawan sudah naik ke atas bukit. Yang paling depan Cian Poa Teng Di belakangnya mengiringi seorang gadis berpakaian merah.

Orang ini pernah dilihat ketika menyelamatkan Song Ceng San dari goa dekat Tai Hok Hong. Dia adalahHue mo li Cu Kiau Kiau Putri kesayanganHue leng senbu Cu Leng Sian Di belakang gadis itu mengikuti dua orang gadis yang rnengenakan pakaian hijau. Keduanya membawa pedang di bahu.

Belakangan dua laki-laki berpakaian hijau pula Mereka adalah kedua orang yang dilemparkan oleh Yok Sau Cun sore tadi.

Jumlah semuanya enam orang Tidak tampak Hui Fei Cin di antara mereka Sejak melihat kedatangan mereka, Yok Sau Cun sudah berdiri menyambut dengan sepasang kepalan tangan dirangkapkan.

"Bukankah Cian Lao cang mengatakan bahwa waktu perjanjian yang ditentukan adalah kentungan pertama malam nanti?".

Cian Pao Teng tersenyum sambil membalas menjura kepada Yok Sau Cun.

"Memang sebetulnya waktu yang dijanjikan kentungan pertama, tapi Yok kongcu toh sudah datang. Tentu saja kami tidak enak membiarkan kau menunggu terlalu lama.

Maka dari itu sengaja datang lebih awal dan urusan kedua pihak dapat diselesaikan secepatnya," sahut orang tua itu.

Sinar mata Cu Kiau Kiau beredar Dia memperhatikan Yok Sau Cun sekilas. "Diakah yang bernama Yok Sau Cun yang mewakili Hui hujin"?" tanyanya.

Meskipun di Tai Hok Hong dia pernah bertemu dengan Yok Sau Cun tetapi keadaan saat itu musuh di tempat yang terang, pihak Bu Cu taisu berada di tempat yang getap Sedangkan Tok Sau cun belum pernah berhadapan dengannya langsung. Oleh karena itu kesan gadis itu terhadap Yok Sau Cun tidak dalam. Tentu saja sekarang dia tidak mengenalinya.

"Betul," sahut Cian Poa Teng.

"Cayhe memang Yok Sau Cun yang mewakili Hui hujin menyambut HLH siocia," tukas anak muda itu.

Sekali lagi Cu Kiau Kiau meliriknya. "Apakah Sit Kim kiam sudah kau bawa?".

"Pedang ada pada diriku Mohon tanya kepada kouwnio, di mana Hui siocia?". "Keluarkan dulu pedang itu biar aku dapat melihatnya," kata Cu Kiau Kiau.

"Boleh " Dia mengulurkan tangannya dan menepuknepuk pedang yang terselip di pmggang "Inilah Sit Kim kiarn," kata Yok Sau Cun.

"Apakah kedatangan Yok kongcu adalah untuk mewakili Hui huiin"?" tukas Cian Poa Teng yang berdiri di sarnpingnya.

"Tidak salah," sahut Yok Sau Cun. Cian Poa Teng mendengus dingin.

"Apakah Hui hujin tidak bersedia menukar putrinya yang tersayang?" tanyanya kembali.

"Mengapa Cian Lao cang berkata demikian?". Cu Kiau Kiau menolehkan kepalanya.

"Yu Hu hoat apakah pedang yang di bawanya itu bukan Sit Kim kiam'?".

Rupanya Cian Poa Teng adalah Yu Hu hoat (Tangan kanan atau penasehat yang mengurus bagian hukuman) dalam partai mereka. Ternyata kedudukan orang ini memang tidak rendah.

Cian Poa Teng menganggukkan kepalanya.

"Pedang yang dibawa Yok kongcu adalah Song Bun kiam dan By Tong pai Hal ini mana mungkin bisa mengelabui mata tua Lao siu?".

Cu Kiau Kiau mendengus marah.

"Baik... ManusiasheYok, kau berani membawa Song Bun kiam dan Bu Tong pai dan mengakuinya sebagai Sit Knn kiam Tampaknya kalian memang benar-benar tidak berniat membawa Hui siocia kembati dengan selamat!".

"Siapa bilang mi bukan Sit Kim kiam'?" Yok Sau Cun mencabut pedang yang terselip di pinggangnya Sinar matanya mengedar kepada kedua orang itu secara bergantian "Kalian sudah melihat jelas Bukankah ini pedang Sit Kim kiam'?".

Pedang panjang teiah dihunus Semua orang dapat melihat bahwa pedang yang ada di pinggang Yok Sau Cun adalah pedang biasa yang berwarna hitam pekat dan tidak beccahaya sama sekali.

Cu Kiau Kiau menoleh kepada Cian Poa Teng. "Yu Hu hoat, bagaimana pendapatmu?".

"Menurut kabar selentingan, Sit Kim kiam memang berwarna hitam pekat Tapi sebelum mencobanya tangsung, bagaimana kita bisa yakin bahwa pedang itu memang Sit Kim kiam adanya'" sahut Cian Poa Teng.

"Bagaimana cara kalian mencobanya agar bisa percaya penuh'?" tanya Yok Sau Cun.

"Kemarikan pedang itu kami pasti mempunyai cara untuk mencobanya" sahut Cu Kiau Kiau.

Yok Sau Cun menggerakkan tangannya memasukkan pedang !tu kembali. Dia tertawa dingin.

"Mau coba boleh saja. Tapi ada satu hal yang ingin cayhe tanyakan terlebih dahulu ". "Apa yang ingin Yok kongcu tanyakan?" tanya Cian Poa Teng.

"Tujuan kita berkumpul di sini adalah untuk menukarkan pedang ini dengan seseorang. Pedangnya kalian sudah lihat namun cayhe belum dapat melihat bayangan Hui siocia sekali pun " kata Yok Sau Cun dengan maksud menyindir.

"Asal kau serahkan Sit Kim kiam, kami pastl akan membebaskan Hui siocia," sahut Cu Kiau Kiau.

Yok Sau Cun tertawa lebar.

"Menukar pedang dengan orang adalah syarat yang kalian ajukan. Sedangkan syarat demikian sudah tentu satu lawan satu Kami menyerahkan pedang, kau menyerahkan orangnya, itu baru di sebut menukar pedang dengan orang Sekarang kafian meminta aku menyerahkan pedang terlebih dahulu, baru kemudian menyerahkan orangnya.

Bagaimana cayhe bisa percaya begitu saja?". Mata Cu Kiau Kiau langsung mendelik.

"Apa? Kau tidak percaya kepada Kong Tong pai'?".

Sejak melihat kedatangan Cu Kiau Kiau hati Yok Sau Cun sudah mengadakan persiapan Sekarang dia mendongakkan kepalanya dan tertawa terbahak-bahak.

"Apakah Kong Tong pai dapat dipercaya'?". Wajah Cu Kiau Kiau berubah hebat. "Manusia she Yok. Apa yang kau katakan?".

"Kong Tong pai sebetulnya jugatermasuk salah satu dan delapan partai besar di dunia Bulim Seharusnya masih bisa dipercaya Tapi demi sebatang pedang saja kalian bisa malu melakukan pencullkan, tentu hal [ni merupakan suatu perbuatan yang paling rendah bagi pandangan orangprang duma kangeuw. Lagipula kata-kata kahan tidak daoat dipercaya Perbuatan Kong Tong pai yang seperti ini hampir tiada bedanya de ngan para begal ataupun perampok . ". "Tutup mulut'" bentak Cian Poa Teng. Wajahnya berubah hebat "Tahukah apa hukumannya bagi orang yag berani menghina partai kami'?".

Siau Cui yang melihat percakapan antara.

Yok Sau Cun dengan pihak lawan mula panas, hatinya semakin cemas.

"Yok siangkong, siocia masih berada d, tangan mereka Lebih baik kau bersabar se dikit," katanya mengingatkan.

WaJah Yok Sau Cun berubah serius.

"Siau Cui kouwmo, jangan khavvatir. Yang menghina Kong Tong pai adalah aku, Yok Sau Cun, semua resiko ditanggung oleh aku sendiri Tidak ada hubungannya dengan orang-orang Kui Hun Ceng," sahutnya tegas.

Cu Kiau Kiau tertawa dingin.

"Memang apa kehebatanmu? Barang siapa menghina Kong Tong pai, hukumannya adalah kematian Sekarang sebaiknya kau serahkan Sit Kim kiam yang asli. Setelah kami periksei nanti dan ternyata memang bukan barang palsu, mungkin kau bisa terhin dar dari hukuman kematian ".

Yok Sau Cun tertawa lebar.

"Rasanya kouwnio salah menilai orang.".

"Hanya mengandalkan dirimu seorang memangnya apa yang dapat kau lakukan'?" tanya Cu Kiau Kiau sengit.

Yok Sau Cun masih tenang-tenang saja Dia bahkan tersenyum simpul.

"Tadinya maksud cayhe menukarkan pedang dengan Hui siocia. Asal cayhe sudah melihatnya, maka pedang Sit Kim kiam ini akan segera diserahkan kepada pihak kalian Tapt sekarang melihat kouwnio rasanya sama Juga.".

Cu Kiau Kiau mendelikkan matanya besarbesar kepada Yok Sau Cun.

"Kalau bicara yang jelas Maksudmu setelah metihat aku kau rela menyerahkan pe dang Sit Kim kiam tersebut?".

"Melihat Kouwnio membuat hati cayhe tergugah Orang ditukar dengan orang boleh juga," sahut Yok Sau Cun tenang.

Baru saja ucapannya selesai, mendadak tangannya bergerak Jaraknya dengan Cu Kiau Kiau memang hanya satu depa Gerakannya begitu cepat dan tiba-tiba pergelangan tangan kanan ggdis itu sudah tercengkeram olehnya Kemudian secepat kilat pula dia menotok salah satu jalan darah di punggung gadis itu.

Cu Kiau Kiau masih befum mencernakan arti 'orang ditukar dengan orang boleh juga' tiba-tiba dia merasa matarrya berkunangku nang Pergelangan tangan kanannya telah.

dicengkeram oleh Yok Sau Cun Hatinya ter kejut sekali Dia berusaha memberontak tetapi setengah bagian tubuhnya terasa kebal dan tidak dapat digerakkan lagi Hanya ma tanya sa|a yang mendelik kepada Yok Sau Cun sambil memaktmaki . "Tampaknya kau sudah bosan hidup".

Padahal Cian PoaTeng berdm di samping Cu Kiau Kiau Dia merupakan seorang tokoh yang sudah berpengaiaman. Meskipun dia merasa curiga mendengar ucapan Yok Sau Cun tapi dia tidak menyangka gerakan tangan pemuda itu demikian cepat Cian Poa Teng langsung meraung dan tangan kanannya diulurkan dengan maksud menghantam pangkal lengan Yok Sau Cun.

Anak muda itu hanya bergerak sedikit Dia menyeret tubuh Cu Kiau Kiau Dengan demikian dirinya sendiri jadi tertutup Tentu saja hal ini tidak diduga oleh Cian Poa Teng.

Seandainya hantaman telapak tangannya tidak ditarik kembali Pasti yang terkena sasaran adalah Cu Kiau Kiau sendiri Cian Poa Teng mana beram menanggung resiko seberat itu, terpaksa dengan susah payah dia menarik kembali tangannya yang sudah meluncur di tengah jalan Hatinya jengkel sekaligus marah Matanya mendelik lebar lebar ke arah anak muda tersebut.

"Manusia she Yok! Mencengkeram pergelangan tangan seorang gadis seperti itu, bagaimana bisa dikatakan perbuatan seorang pendekar? Lebih baik kau lepaskan Cu Kouwmo kalau berani hadapilah aku!" bentaknya lantang.

Tepat pada saat itu dua gadis pelayan Cu Kiau Kiau sudah menghunus goloknya dan mengurung Yok Sau Cun Tetapi mana mungkin Yok Sau Cun memandang sebelah mata terhadap mereka?.

"Kalian pihak Kong Tong pai juga menculik Hui siocia Malah meminta ditukarkan dengan sebatang pedang pusaka. Apakah itu juga dapat disebut perbuatan pendekar? Kalau Kong Tong pai bisa berbuat demikian mengapa aku orang she Yok tidak bisa melakukan hal yang sama?" tanyanya dingin.

Cian Poa Teng mendengus dingin.

'Yok Sau Cun, kau akan menyeial beram bertentangan dengan Kong Tong pai'". Yok Sau Cun tersenyum simpul.

"Cian Lao cang tidak periu menggertak. Seandainya cayhe takut terhadap Kong Tong pai, tentu malam ini tidak akan mewakili Hui hujin datang keman," sahutnya tenang.

Separuh badan Cu Kiau Kiau tidak dapat digerakkan. Mana tangannya juga terus dicengkeram oleh Yok Sau Cun. Hal ini merupakan suatu penghinaan yang pertama kaltnya sejak dia dilahirkan dan rahim ibu nya Wajahnya merah padam Giginya dikertakkan erat-erat. "Yok Sau Cun, asal kau melepaskan tanganmu, maka nona akan menghancurkan tubuhnya menjadi potonganpotongan kecil Dengan demikian hatiku baru puas rasanya!" makinya kalang kabut.

Yok Sau Cun tidak marah Dia bahkan memperlihatkan seulas senyuman yang lembut.

"Sekarang Kouwnio tahu bagaimana ter tekannya hati kouwnio iatuh di tangan orang. Coba bayangkan perasaan Hui siocia, penghinaan yang ia rasakan pasti tidak di bawah dirimu ".

"Apa hubunganmu dengan Hui Fei Cin?.

Mengapa kau demikian memperhatikan dirinya?" bentak Cu Kiau Kiau.

"Hui Siocia dengan cayhe hanya kawan biasa Cayhe hanya merasa tidak puas tnelihat tindakan kalian dan juga sikap kouwnio yang seakan di dunia ini tidakk ada orang lainnya lagi yang lebih hebat daripada dirimu sendiri".

Mata Cu Kiau Kiau memandang Yok Sau Cun dengan sinar kebencian Dadanya terasa hampir meiedak menahan amarah yang meluap-luap.

"Nona sudah terjatuh dalam tanganmu. Ingin bunuh, silahkan. Tapi sebaiknya kau jangan lepaskan aku begitu saja seumur hidupmu" ancamnya.

"Kouwnio tidak perlu memanasi hatiku. Apa yang kau lakukan itu tiada gunanya Kouwmo adalah putn kesayangan Hue leng senbu Menyandera dirimu untuk ditukarkan dengan Hui siocia merupakan suatu hal yang palmg adil Siapa pun tidak ada yang merasa dirugikan,' sahut Yok Sau Cun Kemudian dia menoleh kepada Cian Poa Teng "Cian Lao cang, harap kau menunjukkan jalan Cayhe ingin bertemu langsung dengan Hue leng senbu agar dapat menukar putrinya dengan Hui siocia ".

Cian Poa Teng merupakan Yu huhoat dan Kong Tong pai ilmu silatnya sangat tinggi. Tetapi sekarang Cu Kiau Kiau berada dalam genggaman Yok Sau Cun dan dijadikan sandera. Biarpun ilmunya lebih tinggi dari sekarang, dia juga tidak berani sembarangan bertindak.

"Baiklah Lao siu akan menunjukkan ja lan," katanya terpaksa. Tanpa mengatakan apa-apa lagi, dia langsung menuruni bukit.

Yok Sau Cun menoleh ke arah Siau Cui.

"Siau Cui kouwmo, lebih baik kau pulang dulu Laporkan kepada Hui hujin bahwa cayhe akan menukar kouwnio ini dengan Hui siocia sekarang ".

"Budak diperintahkan oleh Lao hujin un tuk menjemput siocia. Otomatis budak harus ikut dengan Yok siangkong," sahut Siau Cui tidak mau mengerti.

Yok Sau Cun terpaksa menganggukkan kepalanya Sinar matanya beralih kepada Cu Kiau Kiau. "Terpaksa menyusahkan kouwnio sebentar Silahkan'" katanya ambil tersenyum simpul.

Tangan Yok Sau Cun masih menggenggam pergelangan tangan Cu Kiau Kiau Dia langsung mengikuti Cian Poa Teng dari toelakang Otomatis langkah kaki Cu Kiau Kiau juga terseret Mau tidak mau terpaksa dia harus mengikutinya.

Siau Cui mengikuti di belakang Cu Kiau Kiau. Dia khawatir kedua gadis pelayan Cu Kiau Kiau dan kedua laki-laki berpakaian hijau larsebut tiba-tiba akan turun tangan membokong Yok Sau Cun Padahal mana mungkin kedua gadis pelayan laki-laki itu berani sembarangan mengambil tmdakan Sedangkan Cian Poa Teng saia masih harus berpikir dua kalf Mereka terpaksa mengikuti saja dari belakang.

Sejak kecil Cu Kiau Kiau mendapat didikan langsung dari ibunya dalam mem pelajan ilmu silat yang mengutamakan senjata rahasia berbentuk api Dia juga selalu dimanjakan se|ak kecil Terhadap siapa pun dia selalu main perintah dan bersikap garang Siapa pun yang berhadapan dengannya terpaksa mengalah beberapa bagian.

Itulah sebabnya orang-orang dunia kangouw menjulukinya hue mo li Sebetulnya usia gadis itu baru delapan belas tahun. Selamanya dia belum pernah berdekatan dengan seorang pemuda Kali ini pergelangan tangannya dicengkeram oleh Yok Sau Cun Pertamatama dia merasa terhina sekali Hampir saja dia menangis menggerung gerung. Rasanya dia ingin mengeluarkan senjata bola apinya dan menyambitkan ke arah dada Yok Sau Cun agar jantungnya terbakar hangus Mungkin dengan cara demikian hatinya yang kesal baru dapat terlampiaskan.

Sekarang dia berjalan bergandengan dengan anak muda itu Dia merasakan tangan.

Yok Sau Cun yang mencengkeram pergelangan tangannya Namun cekalan itu tidak terlalu kuat Dia tidak merasa sakit lama sekali Apalagi setiap kali bicara, bibir Yok Sau Cun selalu tersenyum Hal ini menambah ketampanan wajahnya.

Tiba-tiba ada serangkum perasaan tidak menentu yang menyelinap dalam hatinya. Dia memalmgkan kepalanya dan mencun pandang ke arah Yok Sau Cun Di bawah cahaya rembulan, dia menatap wajah anak muda itu Semakin diperhatikan rasa sebalnya semakin berkurang.

Memang tidak' Wajahnya bersih dengan hidung tegak, bibirnya indah dan sinar matanya lembut Dapat dtpastikan bahwa wajah pemuda seperti inilah yang banyak diidamkan oleh para gadis Tiba-tiba wajah Cu Kiau Kiau merah padam Dia memakt dirinya sendiri dan berusaha meyakinkan dirinya bahwa dia tidak termasuk dalam daftar gadis-gadis itu.

Di bawah sinar rembulan, rombongan itu berjaian dengan pertahan. Kirakira sepeminuman teh kemudian, mereka sampai di tanah lapangan yang luas Yok Sau Cun merasa tidak asmg dengan tefflpat itu Selelah dipikirkan dengan seksama, dia baru teringat bahwa tempat itu adalah Sian li bio yang dikunjunginya kemarin. Saat itu dia hampir tidak mengenali karena kemarin di sana suasana ramai sskali seperti pasar malam Sekarang para pe dagang ataupun kerumunan orang tidak ada lagi. Maka untuk sesaat ingatannya tidak tergugah.

Langkah kaki Cian Poa Teng tidak berhenti. Dia mengajak Yok Sau Cun berjalan melalui pintu sebelah timur Di sana terdapat sebuah kondor yang lebar sekali Berjalan tidak berapa jauh, terlihatlah dua belah pintu berwarna hitam pekat di sebelah kanan.

Cian Poa Teng bergegas mendekat pintu tersebut Kemudian dia mengetuk gelang besar di depannya sebanyak dua kali Tampak pintu Itu terbuka dan seorang laki-laki berpakaian hijau berjalan keluar. Melihat Cian Poa Teng. dia segera menjura dalam- dalam.

"Yu Hu hoat.." sapanya.

Tangan Cian poa Teng dikibaskan. "Cepat minggir!" bentaknya.

Yok Sau Cun dipersilahkan masuk ke dalam Kemudian dia menjura.

"Harap Yok kongcu menunggu di sini. Lao siu akan melaporkan ke dalarrii" katanya.

Yok Sau Cun menarik tangan Cu Kiau Kiau dan mengajaknya masuk ke dalam Sambil melangkah dia tersenyum lebar.

"Cian Lao cang silahkan ".

Cia Poa Teng masuk ke dalam dengan tergesa-gesa Tepat pada saat itu terlihat beberapa sosok bayangan berkelebat dari lubang pintu berbentuk bundar seperti rembulan dan mengambil posisi memencar serta mengurung Yok Sau Cun, Cu Kiau Kiau dan Slau Cui.

Yok Sau Cun menoleh kepada Cu Kiau Kiau sambil tersenyum.

"Cu kouwnio, sebaiknya kau suruh mereka jangan s.embarangan bergerak Seandainya mereka kesalahan tangan dan melukai Nona, bagaimana aku harus bertanggung jawab kepada ibumu Hue leng sen bu?".

Biasanya Cu Kiau Kiau sangat sombong dan suka mempermainkan orang seenak perutnya Sekarang dia diejek di depan puluhan mund Kong Tong pai bahkan pergelangan tangannya dicengkeram. Hal ini membuat hatinya malu dan marah Dia merasa benci sekall terhadap Yok Sau Cun Rasanya dia Ingin sekali menempeleng pipi anak muda itu sampai giginya rontok semua!.

Dalam waktu yang bersamaan, pmtu besar yang ada di hadapan mereka terbuka lebar Cian Poa Teng muncul di tengah te ngah Raut wajahnya kelam sekali Kemungkinan besar dia baru mendapat dampratan dari 1lue leng senbu atas kejadian yang dialami oleh Cu Kiau Kiau. "Senbu mempersilahkan Yok kongcu masuk ke dalam " Bahkan nada suaranya menjadi berat.

Yok Sau Cun melongokkan kepalanya melirik k6 balik pintu Di dalam sana terdapal sebuah halaman besar yang terbuka dan besar sekali Di sebelah kanan ada Jima ruangan yang berderetan Ruangan tengah merupakan bangunan yang terbesar Pada saat itu lentera baru dmyalakan Bayangan tubuh manusia yang entah berapa ratus jum lahnya saling berkelebat Yok Sau Cun kem bali menoleh kepada Cu Kiau Kiau dan ter senyum.

"Tidak lama lagi Cu kouwnio sudah dapat berkumpul kembali dengan ibumu. Sekarang terpaksa menyusahkan sebantar saja ".

Hati Cu Kiau Kiau merasa benci yang tak terkatakan.

"Huh'" dengusnya kesal Entah mengapa, setiap kali melihat senyuman di bibir Yok Sau Cun, hatinya menjadi tidak karuan Dia tetap tidak mengatakan sepatah kata pun. Hanya ujung matanya yang berkalikali melirik ke arah anak muda tersebut.

Mereka memasuki ruangan tengahi melewati halaman yang besar kemudian naik ke atas undakan batu dan melangkah ke dalam ruangan tengah yang luas Yok Sau Cun masih menggenggam tangan Cu Kiau Kiau. Tampaknya keduanya berjalan beriringan seperti bergandengan tangan. Kesan yang timbul dan kedua orang itu malah seperti sepasang kekasih yang sedang dilanda asmara.

Apalagi Yok Sau Cun, dia berjalan dengan langkah lebar Sikapnya gagah sekali Tampangnya demikian tenang seakan tidak memandang sebelah mala terhadap Kong Tong pai Sebetulnya jantung Yok Sau Cun.

sedang berdebar debar. Dia sudah menduga bahwa tempat ini merupakan markas Hue leng senbu Orang ini adalah adik se perguruan dari ketua Kong Tong pai, Ci Leng Un llmu silatnya konon tinggi sekali. Begitu pula kedudukannya di dalam Kong Tong pai. Kedatangan Yok Sau Cun ke tempat ini bagaikan seekor kijang yang terperangkap dalam sarang harimau.

Oleh karena itu, meskipun penampilannya gagah dan tenang. sebetulnya hati anak muda itu khawatir sekah, Belum lagi jumlah mereka yang begitu banyak Sedangkan di pihaknya, dia hanya berdua dengan Siau Cui Namun Yok Sau Cun bukan seorang penakut Dia berani masuk ke markas Hue leng senbu ini tentu hatinya juga sudah mempunyai persiapan yang cukup matang.

Di atas undakan tengah ruangan terdapat sebuah kursi besar dan tinggi. Di sana du duk seorang wanita berusia lanjut yang tu buhnya kurus sekali Dia mengenakan pakaian berwarna ungu. Paling tidak usianya sudah di atas lima puluh tahunan Wajahnya dingin dan kaku. Sepasang sinar matanya tajam menusuk Tampangnya tidak jelek bahkan lumayan cantik Tapi tidak enak dilihat bahkan ada kesan menyeramkan.

Di belakangnya berdiri empat orang wanita setengah baya berpakaian hijau Masing- masing menyandang sebatang pedang panjang Dua di antaranya membawa sebatang pedang yang modelnya antik sekali Sedangkan satu lagi yang sebelah kiri menggenggam sebatang tongkat berkepala rajawali.

Suasana di dalam ruangan itu sangat mencekam Seakan setiap saat tersedia bom yang dapat meledak sewaktuwaktu Di belakang Yok Sau Cun mengikutt dua orang Yang satunya Siau Cui, sedangkan yang satunya lagi Yu Huhoat Kong Tong pai, Cian Poa Teng.

Hue leng senbu Cu Leng Sian duduk di tempat yang tinggi Tentu saja dia melihat pergelangan tangan putnnya dicengkeram oleh Yok Sau Cun Malah setelah masuk ke dalam ruangan besar tersebut dan sudah berada di hadapannya, Yok Sau Cun tidak melepaskan pegangannya Hal ini bagi Hue leng sen bu merupakan perbuatan yang sangat kurang ajar Juga membuatnya kehilangan pamor.

Pada saat itu Juga, wajahnya berubah menjadi angker. Matanya menatap Yok Sau Cun dengan pandangan menusuk.

"Orang rnuda, mengapa di hadapan aku orang tua, kau masih belum melepaskan Kiau Kiau? Di mana letak sopan santunmu?" tegurnya keras.

Yok Sau Cun membungkukkan tubuhnya dan menjura.

"Anda mungkin yang disebut Hue leng sen bu oleh orang-orang duma kangouw Kedatangan cayhe ke sini bukan untuk mengunjungi sahabat atau teman" sahutnya sinis.

Mata Hue Leng senbu langsung memi cing mendengar ucapannya Tangan anak muda itu masih juga mencekal pergelangan tangan Cu Kiau Kiau.

"Aku harap kau lepaskan tangan putriku'". Yok Sau Cun tersenyum lembut.

"Harap Senbu maafkan Perbuatan cayhe terhadap putrimu ini bukan dengan maksud apa-apa Cayhe ingin bertemu dengan Senbu dengan harapan dapat menggunakan putnmu ini untuk ditukarkan dengan seseorang. Oleh karena itu, sebelum mendapat persetujuan dari Senbu kouwnio ini tidak boleh dilepaskan ".

Di wajah Hue leng sen bu tersirat Kawa amarah.

"Aku menyuruh mereka melepaskan Siau Cui pulang ke Kui lun Ceng agar dapat melaporkan bahwa pihak kami meminta mereka menukar nonanya dengan Sit Kim kiam Mengapa sekarang kau malah mencekal tangan putriku"?".

"Memang betul Membawa pedang Sit Kim kiam untuk ditukarkan dengan Hui siocia merupakan syarat yang kalian ajukan Tapi tadi Cu kouwnio meminta cayhe menyerahkan pedang Sit Kim kiam terlebih dahulu baru pihak kalian akan melepaskan 1lui siocia Entah mengapa cayhe merasa cara demikian kurang adil Bagaimana kalau sesudah cayhe menyerahkan pedang tapi pihak kahan malah tidak bersedia melepaskan Hui siocia .'? Bagaimana cayhe harus bertanggung jawab di hadapan Hui hujin'?".

Mungkinkarena putfinyasudahterjatuh di tangan anak muda ini maka Hue leng senbu berusaha menyabarkan irmya Dia hanya mendengus dingin.

"Sekarang kau boleh menyerahkan Sit Kim kiam Aku akan memenntahkan mereka melepaskan Hui siocia".

"Memang pedang untuk ditukarkan de ngan orang adalah syarat yang diajukan oleh pihak kalian Hui hujin belum menyatakan persetUjuannya Kong Tong pai merupakan salah satu dan delapan partai besar di Bulim. Perbuatan yang kalian lakukan ini apakah tidak merendahkan derajat partai sendiri?".

"Kurang ajar!" bentak Hue leng senbu marah "Usiaku sudah di atas setengah abad Apakah kau pantas menasehatiku?".

Yok Sau Cun tersenyum simpul.

"Di dalam dunia ini, orang tua juga bisa saia berbuat kesalahan Apa yang cahye katakan merupakan 'peraturan hidup Bersedia tidaknya kalian mendengarkan merupakan hak kalian, tentu saja kalau tidak ma|u ditertawakan temanteman dan dunia kangouw," sahut Yok Sau Cun tegas.

Dada Hue leng senbu seakan hampir me ledak Tapi akhirnya dia menahan kemarah annya 'Lalu, apa yang kau ingmkan?" tanyanya sinis.

"Cayhe merasa menukar orang dengan orang pula baru dapat dikatakan adil," sahut Yok Sau Cun.

Wajah Hue leng senbu langsung berubah hebat. Dia tertawa dingin.

"Kau kira dengan meringkus Kiau kiau, aku tidak berani berbuat apa-apa terhadap dirimu''".

Yok Sau Cun mengembangkan senyuman yang mengandung ejekan. 'Apakah Senbu ingin mengandalkan jumlah orangmu yang banyak?".

Kali ini kemarahan Hue leng Sengbu benar-benar tidak dapat ditahan lagi Dia menepuk tangannya tiga kali berturut-turut.

"Kalian ringkus bocah tidak tahu diri itu!".

Dua orang wanita yang berdiri di belakangnya segera berjalan keluar.

"Apakah ini berarti Sen bu tidak setuju permintaan cayhe yakni menukar orang dengan orang pula?" tanya Yok Sau Cun tenang.

Hue leng senbu menghentakkan kakinya ke atas lantai sehingga terdengar suara seperti gempa bumi.

"Seandainya aku terpaksa menyetujui untuk melepaskan Hui Fei Cin, tapi aku tetap ingin meringkusmu hidup-hidup!" teriaknya marah.

Ucapannya seiesai kedua wanita berpakaian hijau tadi langsung melangkah maju dan berhenti di depan Yok Sau Cun Dalam waktu yang bersamaan, tubuh keduanya bergerak Kelima jari membentuk cakar Yang satu mengmcar pergelangan tangan kanan Yok Sau Cun, sedangkan yang satunya lagi melancarkan serangan ke arah bahu kiri anak muda itu.

Pada saat itu juga Yok Sau Cun mendengar seruan lirih dan sampingnya . "Hati hati'".

Yok Sau Cun tertawa lebar.

"Hanya mengandalkan kedua bawahan ini saja, rasanya masih belum bisa mengapa apakan diri cayhe ".

Tiba tiba kakinya mundur setengah langkah Tangan kanannya yang mencekal Cu Kiau Kiau dilepaskan Dia tidak perlu khawatir karena dia telah menotok jalan darah gadis itu Dengan kecepatan yang tidak dapat diikuti pandangan mata, sepasang tangannya bergerak dan mencengkeram pergelangan tangan kedua wanita tersebut Hanya dalam waktu sekejap mata keduanya sudah tercekal lalu dilemparkan sampai terpental jauh.

Tahu-tahu dia sudah berdiri tegak dan tangan kanan kembali mencekal pergelangan tangan Cu Kiau Kiau Seakan dari tadi belum ada kejadian apa-apa saja. Sepertinya dia hanya seorang penonton dan orang lain yang melemparkan kedua wanita tadi.

Kedua pelayanHue leng sen bu bahkan tidak tahu bagaimana dirinya bisa dibanting oleh anak muda tersebut Perlu diketahui bahwa keempat pelayan wanita yang mendampingiHue leng senbu sudah masuk Kong Tong pai sejak kecil. Mereka mendapat didikan langsung dariHue leng senbu. Boleh dibilang ilmu yang mereka pelajari merupakan ilmu silat partai tersebut.

Meskipun sehari-harinya mereka saling menyapa sebagai majikan dan pelayan. Tapi sebenarnya hubungan mereka adalah guru dan murid Usia mereka sudah di atas empat puluh tahun Mereka sudah bertekad untuk tidak menikah dan melayaniHue leng senbu seumur hidupnya.

Kedua wanita berpakaian hijau itu memang tidak mengerti bagaimana tubuh mereka tahu-tahu sudah dilempar keluar oleh musuh, tetapi baru saja mereka mendarat ke tanah, tanpa bersepakat terlebih dahulu keduanya langsung melesat di udara lalu berjungkir balik dan menerjang ke arah Yok Sau Cun.

Selama mengikutiHue leng sen bu kurang lebih tiga puluh tahun, baru kali ini mereka dilemparkan orang dalam gebrakan pertama. Dengan demikian, hati mereka menjadi nekat Begitu melayang kembali, terdengar suara tinggi. Sebanyak dua kali. Ternyata masing-masing orang itu sudah menghunus pedangnya dan menyerang Yok Sau Cun dari kiri dan kanan.

"Kalian kembali secepat ini, apakah sengaja ingin mengadu senjata dengan cayhe''" tanya Yok Sau Cun sambil cengar-cengir.

Tentu saja hati kedua wanita itu semakin kesal. Wajah mereka hijau membesi.

"Kau lepaskan dulu siocia kami. Nanti kami tidak akan menyerangmu lagi " sahut wanita yang menyerang dari sebelah kiri.

Yok Sau Cun tertawa terbahak-bahak.

"Cu kouwmo merupakan teman cayhe Bagaimana mungkin cayhe dapat melepaskannya begitu saja?" Ketika berbicara, tangan Yok Sau Cun sudah meraba gulungan pedangnya Tiba-tiba terdengar suara "Cringgi" Sinar putih berkilauan Pedang lemasnya telah digetarkan sehingga menjadi tegak lurus Sekali lagi dia mendongakkan wajahnya dan lersenyum "Liongwi mgin bergebrak dengan cayhe silahkan kerahkan se gala kemampLian Tidak usah perdulikan Cu kouwnio Dia berada dalam genggaman orang she Cu tidak ada bedanya dengan di samping ibunya sendiri ".

Wanita yang berada di sebelah kanannya marah sekali.

"Orang she Yok, kau ingin menggunakan siocia untuk mengancam kami?". Sekali lagi Yok Sau Cun tertawa terbahak-bahak.

"Menggelikan. Cayhe sudah mengatakan bahwa dengan beradanya Cu kouwnio di sampingku, keselamalannya akan terjamin penuh Tidak ada bedanya dengan berada di samping ibunya sendiri Seandainya Liongwi tidak percaya, boleh menggerakkan pedang untuk mencoba Apabila kalian berhasil me nyentuh ujung bajunya sedikit saja maka bukan saja orang she Yok ini akan melepaskan Cu Kouwnio cayhe malah bersedia menerima hukuman sesuai peraturan yang ber laku di Kong Tong pai kalian ".

Kedua wamta berpakaian hijau itu hampir tidak mempercayai pendengaran mereka sendiri Mulut anak muda ini cukup besar juga Justru karena Cu Kiau Kiau berada datam genggamannya maka biarpun dua batang pedang menuding ke leher Yok Sau Cun tapi mereka tidak berani sembarangan menggerakkannya.

Hue leng sen bu yang duduk di atas juga hampir lidak dapat percaya terhadap apa yang dikatakan oleh Yok Sau Cun Kedua wanita itu mendapat didikan langsung dannya Dengan menggunakan dua batang pedang, masa mereka bahkan tidak sanggup menyentuh ujung pakaian Cu Kiau Kiau sedikit saja? Diamdiam dia memperhatikan Yok Sau Cun Tapi tampaknya anak muda ilu tidak seperti orang yang berdusta Unluk sesaat dia sama sekali tidak dapat menebak asal usul Yok Sau Cun Akhirnya dia mendengus dingin.

"Baik kalian boleh mencobanya satu jurus" katanya kemudian. Sejak tadi kedua wanita berpakaian hijau itu memang sudah ingin membuktikan perkataannya Justru karena takut metukai Cu Kiau Kiau maka mereka tidak berani turun tangan Sekarang Hu leng senbu sendiri, yang memberi perintah kepada mereka, tentu saja keduanya diamdiam merasa senang.

Tiba-tiba terdengar suara raungan keras dari mulut kedua wanita itu Tubuh mereka berpencar Satu di kiri dan satu lagi di kanan Sebetulnya kurang tepat kalau dikatakan berpencar Lebih tepat apabila disebut menggant] posisi Yang tadinya ada di sebelah kanan sekarang menggeser ke se belah kiri Sedangkan yang tadinya ada dt sebelah kiri sekarang mengganti posisi di sebelah kanan Kemudian secepat kilat mereka bergerak tagi Sekarang satu di depan dan satunya lagi di belakang Meceka se akan ingnimembuat anak muda itu meniadi bingung Dua batang pedang diluncurkan Mereka menghindari diri Cu Kiau Kiau dan menyerang ke arah Yok Sau Cun.

llmu pedang Kong Tong pai memang terkenal karena perubahan geraknya yang cepat Meskipun hanya satu jurus yang dilancarkan namun gabungan kedua wanila itu sangat kompak Pedang mereka bagai ular berbisa yang siap mematok kapan waktu saja Sedangkan sinar yang terpancar dari pedang mereka bagaikan titik cahaya yang befjatuhan Dalam sekali gerakan saja bagian tubuh sebelah depan maupun belakang sudah terancam di beberapa tempat Coba bayangkan sampai di mana kecepalan gerakan kedua wanita itu.

Namun justru ketika bunga bunga cahaya pedang mereka mulai sirna, tiba-tiba Yojs Sau Cun menarik langan Cu Kiau Kiau dan bergeser satu langkati Tahu-tahu dirinya sudah luput dan serangan kedua wamta tersebut.

Geseran kakinya itu tepat di tempat kedua baiang pedang bertemu dengan cara bersilangan Dengan demikian otomatis serangan mereka menjadi luput dan sasaran Pa dahal terangterangan apabiia mereka menusuk kira kira selengah cun lagi maka tubuh Yok Sau Cun akan tertembus Tapi biar bagaimanapun mereka berusaha, seakan jarak tersebut sudah mencapai titik klimaks dan pedang mereka tidak dapat ditusukkan lebih jauh lagi.

Kedua wanita itu seakan tidak percaya dengan apa yang mereka alami Wajah keduanya hijau membesi. Sulit diuraikan bagaimana tampang mereka saat itu. Dibilang tertegun rasanya bukan Dibilang terkejut tapi lebih mirip terkesima' Tetapi karenaHue teng senbun tadi hanya memenntahkan mereka mencoba satu jurus saja, meskipun penasaran mereka tetap tidak berani melanjutkan serangan lagi Akhirnya mereka terpaksa berhenti lalu mengundurkan diri ke samping.

Sepasang mataHue leng senbu bersinar tajam Sejak tadi dia memperhatikan gerakgenk Yok Sau Cun Mulutnya terkatup rapat-rapat Sepatah kata pun tidak diucapkannya Dia seolah sedang menguras otaknya memiktrkan sesuatu.

Yok Sau Cun yang berhasil menghindarkan diri dan serangan kedua wanita itu dengan sekali gerak saja, langsung tertawa lebar.

"Sekarang kalian sudah percaya bukan''". Meskipun dalam hati Cu Kiau Kiau sangat membenci Yok Sau Cun, tetapi ketika kedua wanita itu baru bertindak keluar tanpa sadar dia mengeluarkan suara seruan memper ingatkan Yok Sau Cun Hal ini membuktikan bahwa dia juga ikut mengkhawatirkan keadaan anak muda tersebut.

Kemudian kedua wanita itu tahu-tahu terpental oleh gerakan Yok Sau Cun, hatinya merasa lega biarpun dia tidak tahu bagaimana cara anak muda itu turun tangan Karena dia tahu betul keempat wamta yang mendampingi ibunya itu bukan orang sem barangan Mereka termasuk tokoh kelas satu di Kong Tong pai Bahkan ilmu silatnya sendiri masih terpaut jauh dengan keempat wanita tersebut.

Sekarang di hadapan ibunya Yok Sau Cun berhasil melemparkan dua di antara empat wanita itu dalam sekali gerak saja Hal ini malah membuat perasaan tertekannya ber kurang. Tentu sekarang ibunya tidak akan menyalahkan dirinya yang begitu mudah di ringkus oleh Yok Sau Cun Sedangkan dua wanita yang ilmunya jauh lebih tinggi saja mengalami hal yang sama.

Untuk sesaat dia merasakan bukan saja anak muda ini mempunyai mutu yang bagus, tetapi ilmu silatnya juga tinggi sekali Diam-diam dia menggenggam telapak tangannya sendiri Seakan ada serangkum perasaan hangat memenuhi hatinya Lambat laun kebenciannya terhadap Yok Sau Cun semakin menipis Apalagi saat im, Yok Sau Cun menarik tangannya sambil menghindarkan diri dan serangan kedua wanita pelayan ibunya, hatinya terasa semakin berbunga-bunga.

"Kalian coba lagi dia beberapa jurus'" Tiba tiba terdengar suara beratHue leng senbu memenntahkan.

Mencoba lagi beberapa jurus rupanya merupakan hasil pemikirannya ketika merenung sekian lama tadi Hal ini mernbuktikan bahwa dja masih belum bisa menebak aliran ilmu pedang yang dipelajari oleh Yok Sau Cun.

Kedua wanita itu memang tidak puas dengan kekalahan mereka Otomatis mereka ingin sekali mencoba beberapa jurus lagi. Kemungkinan besar mereka sanggup mengembalikan pamor mereka yang jatuh tadi.

Mereka yang tadinya sudah mengundurkan dni, sekarang maju lagi serentak Wanita yang sebelah kanan langsung membentak.

"Hati-hati kau sekarang!" Pedang panjang digerakkan. Satu jurus tiga perubahan Sinar pedang berkilauan dan meluncur ke arah Yok Sau Cun.

Sedangkan wamta yang sebelah kiri malah tidak mengatakan aepatah kata pun Tu buhnya ttbatiba berkelebat dengan kecepatan yang tidak kalah dengan rekannya Tangan terangkat pedang meluncur Gerakannya bagai selembar daun yang dihempas oleh angin Lima cank sinar pedang ber kelebat di depan mata Yok Sau Cun.

Tangan kiri Yok Sau Cun segera menanlCu Kiau Kiau unluk. mundur satu langkah Tetapi ketika mundur itu, tiba-tiba langkah kakinya berubah lagi Tubuh keduanya me lesat dan mereka menerobos lewat celah pedang yang sedang meluncur lalu mener jang ke arah belakang punggung wanits yang sebelah kanan. Gerakan langkah kakinya ajaib sekali. Ke dua wanita itu sama sekali tidak menyadari sama sekali. Ketika pedang mereka sudah hampir mencapai sasaran, tahu-tahu Yok Sau Cun tidak terlihat lagi Bahkan Cu Kiau Kiau juga tidak tertangkap oleh pandangan mereka. 

Wanita yang sebelah kiri langsung mem balikkan tubuhnya dengan pedang meni kam Sedangkan wanita yang sebelah kanan mehukkan pinggangnya bagai dahan pohon liu yang tertiup angin kencang Dia bergerak dengan kecepatan kilat dan padangnya langsung menuju ke arah Yok Sau Cun.

Kiam hoat kedua orang itu telah terlatih sedemikian rupa sehingga sangat kompak satu dengan lainnya. Kecepatan mereka juga sulit diuraikan dengan kata-kata Tapi biar bagaimana hebalnya ilmu pedang mereka ataupun dahsyatnya serangan mereka, keanehan ilmu pedang di dunia iri] tidak ada yang menandmgi Song ka pak kiam.

Meskipun ilmu Pit kiam sin hoat yang diajarkan oleh suhu Yok Sau Cun masih di bawah Song ka pak kiam Tetapi kalau untuk melawan ilmu pedang aliran lain, apalagi kedua wanita tersebut masih belum berarti apa-apa.

Sembari menarik tangan Cu Kiau Kiau,.

Yok Sau Cun maju mundur berkalikali Tapi langkah kakinya hanya bergeser di situsitu juga Dua batang pedang yang meluncur secepat kilat dan berkilauan ternyata tidak sanggup melukainya barang sedikitpun.

Tadinya Yok Sau Cun juga tidak mempunyai kepastian Itulah sebabnya dia mengeluarkan pedang lemasnya agar pada saat terdesak dia dapat menggunak.annya untuk menangkis serangan kedua wanita itu Tapi tampaknya sekarang dia tidak memer lukannya sama sekali.

Tidak Sejak memperoleh sejurus ilmu pedang dari Kim Ti jin, hatinya ssnang sekati Dia menganggap ilmu yang dipelajarinya se lama mi bjasabiasa saia. Sekarang dia menghadapi serangan kedua pelayan Hue leng senbu. Dan dia baru merasakan manfaat dari ilmu yang dipelajarinya Meskipun ilmu pedang kedua wanita itu dahsyat sekali Tapi dia dapat menemukan beberapa titik kelemahan mereka dengan mudah.

Apalagi kalau dia menggabungkan ilmu barunya dengan Pit kiam sin hoat yang dipelajari dan suhunya. Pasti dafam beberapa geraKan saja, dia bisa mengalahkan mereka berdua Dengan membawa pikiran seperti itu, otomatis dia ingin mencobanya Tangan Kiri tetap mencekal pergelangan tangan Cu Kiau Kiau Kakmya mundur satu langkah Dia meloloskan diri dan serangan kedua wanita tersebut Kemudian tertawa terbahak bahak 'Liongwi kouwnio, cayhe sudah mengalah icebanyak tiga jurus kepada kalian Sekarang merupakan jurus keempat, cayhe tidak sungkan lagi!".

Kedua wanita itu menyerangnya tiga jurus berturut-turut Tapi semuanya dapat dihindarkan dengan mudah Mana mungkin mereka sudi berhenti begitu saja Wanita yang sebelah kiri segera melesal ke udara pe jangnya berputar bagai ktnor angin, kemudfan tiba ttba berhenti dan menusuk ke arah enggorokan Yok Sau Cun Wamta yang sebelah kanan menggerakkan kakinya secara bersilangan Sinar pedangnya berkilauan. Bahkan terlihat ratusan titik cahaya memijar. Dia menyerang ke arah sebelah kanan.

Ternyata kali ini Yok Sau Cun malah tidak menghindar sama sekati Dia berdiri tegak di lempatnya aampai kedua batang pedang hampir menyentuh dirinya Dia baru mengangkat tangan kanannya ke atas Ufung pedang digetarkan sedikit. Gerakan pedangnya seperti orang yang sedang mengipas di udara. Sama sekali tidak terlihat keistime waannya Tapi di dalamnya terkandung ber bagai perubahan yang mengejutkan.

Tiba-tiba tardengar suara Trangi Trangi Dua batang pedang yang sedang meiuncur ke arahnya langsung tergetar hingga tidak dapat diteruskan Getarannya kali ini mengandung tekanan yang kuat Bukan saja kedua batang pedang itu tertangkis olehnya malah tubuh mereka pun ikut tergetar sehingga terdesak mundur sejauh dua langkah.

Hue leng senbu memperhatikan dengan seksama ilmu Pit kiam sin hoat yang dikerah kan oleh Yok Sau Cun Dia merasa ilmu itu agak mirip dengan Tian i sm hoat dari Soat san pai Dia malah mengira Yok Sau Cun adalah anak murid Soat San pai Diam diam hatinya merasa heran.

Terang lerangan digi melihat Yok Sau Cun mendesak mundur kedua wanita pelayannya dalam satu gebrakan saja Kali mi wajahnya yang tua menyorotkan kesan terkejut Tangan kanannya segera dikibaskan.

"Mundur!" bentaknya keras.

Kedua orang itu baru sa|a menggerakkan pedangnya untuk menyerang kembah Mendengar bentakan Hue leng sen bu, keduanya langsung menghentikan gerakannya dan pedang panjang pun ditarik ke belakang Setelah membungkukkan tubuh dengan hormat, keduanya langsung mengundurkan diri.

Sinar mata Hue leng senbu bergerakgerak Dipandangnya Yok Sau Cun sekilas. 'Orang muda apakah kau anak murid perguruan Tian san?" tanyanya serius.

Hampir saja Yok Sau Cun mengatakan lidak Tetapi setelah dia berpikir kembal] Song loya cu pernah mengatakan bahwa perguruan Tian san Tian san ktam hoat, tiada tandingannya di dunia Saat ini dia hanya seorang diri Demi menyelamatkan Hui Fei Cin, dia harus menempLih bahaya Mungkin ada baiknya kalau dia menggertak Hue leng senbu dengan berdusta sedikit. Begitu pikirannya tergerak, dia langsung menganggukkan kepalanya.

"Betul?".

Wajah Hue leng sen bu agak berubah mendengar jawabannya Agak lama juga dia merenung Kenwdian dia mengangkat kembali sinar matanya dan mendengus.

"Baiklah Kau lepaskan Cu Kiau Kiau Aku segera bebaskan Hui Fei Cin" kata wanita tua itu selanjutnya. Yok Sau Cun menggulung pedangnya kembali dan diselipkan pada ikat pinggangnya Setelah itu dia menjura dengan hormat.

"Tenma kasih atas kebaikan hati Sen bu " Cekalan tangan kirinya langsung direnggangkan Ternyata dia benar benar melepaskan Cu Kiau Kiau.

Siau Cui menjadi panik sekali.

"Yok siangkong kau tidak boleh melepas kannya Bagaimana kalau mereka tetap me nahan siocia'?" katanya dengan suara rendah.

Yok Sau Cun menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.

"Tidak mungkin Hue leng sen bu Cu cianpwe sangat memandang tinggi nama baiknya di dunia kangouw Kata kata yang sudah dikeluarkan tidak mungkin dijilat kembali," sahutnya dengan suara yang sengaja dikeraskan.

Kemudian Yok Sau Cun menepuk perlahan bagian punggung Cu Kiau Kiau Setelah itu dia rnenjura kepada gadis tersebut.

"Cu kouwnio atas kelancangan yang cayhe perbuat harap kouwnio sudi memak lumi" katanya dengan nada lembut.

WaJah Cu Kiau Kiau langsung merah padam Dia tidak mengucapkan sepatah kata pun Bagai seekor burung yang menerobos ke dalam hutam dia berlan ke samping ibunya.

"Ibu " panggilnya dengan nada yang le bih msnyerupai bisikan.

Gerak genknya itu membuat Yu huhoat Cian Poa Teng dan Hue leng senbu Cu Leng Sian serta keempat wamta pelayannya merasa di luar dugaan Berdasarkan sikap Cu Kiau Kiau sehan hannya meskipun tidak ada orang yang mengganggunya, asalkan dia merasa tidak suka, tentu tidak mudah dia mengampuni orang itu.

Kali ini dia dinngkus oleh Yok Sau Cun dan Lui Tang ke Siang Li bio Malah diajgk nya menghmdarkan serangan kedua wanita pelayan Hue leng senbu tadi dengan cara ditarik ke sana ke mari. Begitu tangannya dilepas, dia malah tidak menerjang Yok Sau Cun Hal ini merupakan keajaiban yang baru pertama kali terjadi Cu Kiau Kiau hanya menghambur ke dalam pelukan Hue leng senbu Sampai 1tue leng senbu pun merasa heran Tapi dipeluknya juga Cu Kiau Kiau erat-erat.

"Kiau Kiau, anak baik kau tentu merasa terhina," katanya.

Cu Kiau Kiau rnenyusupkan kepalanya se makin dalam di pelukan Hue leng senbu. "Tidak apa apa " sahutnya lirih sekali.

Kata-kata itu diucapkan dengan suara seperti dengungan nyamuk di telinga Hanya Hue leng senbu yang dapat mendengarnya Alis wanita tua itu sampai bertaut dibuatnya Kali ini dia mengerti Bukankah jawabannya tadi seakan membela anak muda tersebut.

Tanpa sadar dia mengangkat wajah mentperhatikan Yok Sau Cun Diam diam dia rnenganggukkan kepalanya Kernudian dia menoleh ke arah Cian Poa Teng.

"Yu huhoat, kau bawa Hui Fei Cin kemari'" perintahnya.

Tiba-tiba terdengar suara sahutan dan bagian belakang ruangan. "Tidak perlu lagi".

Dan nada suaranya saja sudah terdengar bahwa orang ini sedang marah sekali Karena kata-katanya diucapkan dengan dingin dan kaku Oi hadapan 1tue leng senbu, siapa yang berani berkata demikian?.

Cia Poa Teng terkejut sekali Dia langsung melongokkan kepalanya ke sana ke mari. "Siapa?" bentaknya dengan nada berat.

Siau Cui langsung mengenali bahwa yang mengucapkan kata kata itu tadi ialah Hui hujin Hatinya gembira sekali Oia langsung menjawil uiung lengan baju Yok Sau Cun.

"Yok siangkong, Lao hujin sudah datang".

Yok Sau Cun mengangkat kepalanya Dia melihat 1tui hujin mengenakan pakaian berwarna biru dengan tangan rnernbawa pedang Wajahnya menyiratkan hawa arnarah yang meluap Oia keluar dan halaman belakang Oi belakangnya mengikuti dengan ketat seorang yang wajahnya pucat Tangan nya terkulai ke bawah Tampaknya dia terpaksa mengikuti Hui hujin Ternyata dialah si tukang kebun yang bernarna Ong Si Dia bagian paling akhir berjalan Hui Fei Cin Rambutnya terurai tangannya membawa se batang pedang yang ditudingkan ke punggung Ong Si.

Tiga orang itu tiba tiba rnuncul dan halaman belakang Wajah Cian Poa Teng ber ubah hebat Tanpa menunggu perintah dan Hue leng senbu dia langsung berteriak lantang "Kurung seluruh jalan keluar!".

Tampak berpuluh puluh laki laki berpa kaian hijau berhamburan masuk ke dalam ruangan dan mengelilingi mereka Keempat wanita pelayan 1tue leng senbu juga lang sung mencabut pedang masmg masing Mereka segera menempati posisi yang ko song dan ikut mengepung Tapi karena Hue leng sen bu belum menurunkan perintah apa- apa tidak ada seorang pun yang berani mengarnbil tindakan apa apa.

Hue leng sen bu mengendurkan pelukannya Cu Kiau Kiau segera berdiri di sampingnya Wajah wanita tua itu rnenjadi ang ker Oia menatap Yok Sau Cun lekat- lekat.

"Rupanya kalian sudah berjanji sebelum nya ".

"Cayhe memang mewakili Hui hujin datang kemari Kalian tidak juga melepaskan Hui siocia pulang sebagai ibu tentu saja Hui hupn khawatir Jtulah sebabnya dia cepatcepat menyusul untuk melihat apa sebetulnya yang telah terjadi Hal seperti ini tidak perlu diherankan bukan?" sahut Yok Sau Cun.

Dalam waktu yang bersamaan Siau Cui segera rnenyongsong Hui hujin. 'Lao hujin siocia'" sapanya.

Hui Feng Cin mendorong punggung Ong si ke dekat Siau Cui.

"Siau Cui jaga dia baik baik katanya Kemudian sinar matanya yang indah ber kilauan beralih ke wajah Yok Sau Cun Bibir nya langsung mengembangkan seulas senyuman "Yok siangkong tenma kasih.

Nada suaranya lernbut dan merdu Benar benar membuat orang yang mendengarnya menjadi terpesona Sayangnya mimik wajahnya terlalu datar Kulit wajahnya juga pucat Malah Siau Cui terlihat lebih cantik dari padanya.

Wajah Hui leng sen bu semakin kelam.

"Di sini bukan tempat kalian bernostalgia Kalau kalian ingin bicara tunggu sampai kalian keluar dan ruanganku ini ' katanya ketus.

Hui hujin langsung mendengus Matanya rnenatap Hue leng senbu tajam-tajarn.

"Kau tentunya yang disebut Hue leng senbu Cu Leng Sian dan Kong Tong pai Wi Yang pai dan partai kalian samasama merupakan partai yang sudah larna berdiri di dunia kangouw Selama ini di antara kita tidak pernah ada sengketa apa apa Tapi kalian mencuhk Siau li dan malah mengajukan permintaan untuk menukarnya dengan pedang Apakah di dunia kangouw sudah tidak ada keadilan lagi?" tanyanya sinis.

Sinar mata Hue leng senbu juga membalas pandangannya dengan dingin.

"Partai kami rnenculik putnmu demi Sit Kim kiam Selama ini kami sudah menghabis kan banyak biaya Belum lagi korban yang berjatuhan demi menemukan pedang tersebut Akhirnya kami tidak mendapatkan hasil apa-apa Malah putnmu yang mendapatkan nya Kalau dibilang masih ada keadilan di durua kangouw mi, seharusnya kafian rneng ingat jenh payah kami selama im dengan cara ntengembalikan Sit Kim kiam secara baik baik ?".

Hue Fei Cin rnendengus dingin.

"Sit Kim kiam aku peroleh dengan cara membeli dan seorang nelayan Aku toh tidak mencurinya dari Kong Tong pai Apa yang kalian andalkan sehingga berani beranian meminta pedang itu dikembalikan? Dan setahuku pedang itu juga bukan milik kalian dulunya '.

Hue leng sen bu marah sekali.

"Budak cilik, selama tiga puluh tahun belakangan ini, belum pernah ada orang yang berani mengucapkan kata-kata yang kasar di hadapan aku orang tua Tadinya aku memandang wajah Tian San lojin dan sudah berjanji kepada orang she Yok itu untuk melepaskanmu Ternyata sekarang ibumu sudah datang sendiri untuk melepaskanmu Bagus sekali Aku hampir tidak mempunyai peluang datang ke Wi Yang Kebetulan aku dapat berternu dengan orang orang Wi Yang pai di sini ".

Hui hujin tertawa datar.

"TarTtu hanya mengikuti keinginan tuan rumah. Permainan apa pun yang kau keluarkan, aku pasti tidak akan ntenolaknya Tapi sebelumnya aku ingin menyelesaikan satu persoalan." Tiba-tiba dia menolehkan kepalanya ke arah Ong Si "Ong Si' Cepat katakanl" Kau mendapat dukungan dari siapa sehingga berani mengkhianati siocia?".

Meskipun urat nadinya tertotok, tapi di hadapan Yu huhoat Cian Poa Teng dan Hue leng senbu, belum lagi dikelilingi oleh puluhan murid Kong Tong pai, hati Ong Si menjadi besar Dia tertawa terbahakbahak.

"Hui hujin, cayhe tidak mendapat dukung an dan siapasiapa Cayhe memang mund Kong Tong pai. Maka tidak heran kalau cayhe mementingkan perguruannya sendm bukan?".

Hui hujin tertawa dingin ".

"Bagus Kau adalah mund Kong Tong pai Tetapi kau menyusup ke dalam Wi Yang pai untuk menjadi tukang kebun. Padahal sebenarnya kau adalah mata mata yang diselusupkan ke tempat kami'" Baru berkata sampai disitu, waiahnya berubah serius Matanya dingin rnenusuk Nada suara pun men jadi tajam. "Baik aliran hitam maupun putih di dunia kangouw, ada sebuah peraturan yang tidak bisa dibantah oleh siapa pun, yaitu siapa yang menjadi mata-mata di perguruan orang lain, hukumannya adalah mati. Tentunya kau sudah tahu bukan? Sekarang di hadapan orang-orang partai Kong Tong pai, aku akan mernbereskanmu terlebih dahulu!".

Sebelumnya Ong Sj masih tidak takut Setelah mendengar kata kata terakhir Hui hujin barusan, nyalinya menjadi ciut. Hatinya pa_ilik sekali.

"Yu huhoat, tolong . '" teriaknya gugup.

Belum lagi suaranya sirap, Hui hujin sudah mengangkat telapak tangannya dan menghantam ke arah jantung Ong Si.

"Sebetulnya masih terlalu enak membiarkan kau mati dengan tubuh utuh!" katanya dingin.

Dalam partai mana pun, untuk menghukum mati seorang matamata atau pengkhianat selalu dengan cara menghancurkan tubuhnya menjadi beberapa bagian Misalnya dibacok sampai hancur atau ke empat anggota tubuhnya diikatkan pada masing masing seekor kuda lalu ditarik sehingga putus Kernatian semacam itu rnemang rnengerikan Itulah sebabnya mata mata juga disebut perbuatan yang paling hina.

Sekarang Hui hujin hanya menghantam telapak tangannya ke jantung Ong Si sehingga tergetar putus tentu saja hal ini dapat dikatakan kernatian yang terlatu enak bagi pengkhianat tersebut.

Cian Poa Teng bermaksud mencegah.

"Hui hujin, tunggu dulu. Tapi ternyata teriakannya terlambat. Hui hujin rnenatapnya dengan sinis.

"Apakah caraku ini salah'? Coba aku ber tanya kepada Cian Lao huhoat Apabila ada orang Wi Yang pai yang rnenyusup ke partai kafian sebagai matamata Tindakan apa yang akan diambil oleh Cian lao huhoat".

Di tanya sedernikian rupa,Cian Poa Teng sampai tidak dapat ntenyahut sepatah kata pun Hui hujin rnendengus sekah lagi Sinar matanya beralih kepada Hue leng senbu.

"Hue leng senbu, biar kau saja yang memutuskan Setelah persoaian ini selesai, aku akan mohon diri dan tempat ini," katanya kemudian.

"Bagus sekali' 'Tiba-tiba Hue leng sen'bu bangkit dan tempat duduknya Dia membalikkan tubuh dan menggapai kepada kedua wanita yang memegangkan pedangnya Kedua pelayan wanita tersebut langsung membungkukkan tubuhnya dengan hormat dan pedang yang mereka pegang segera disodorkan ke depan.

Tangan Hue leng sen bu terulur untuk merigambil pedang tersebut Setelah itu terdengar suara.

"Trangggi" Pedangnya teiah dihunus dan matanya rnenatap dingin ke arah Hui hujin.

'Seandainya di antara kalian ada yang sanggup menenma tiga jurus seranganku, maka kalian boleh pergi dengan bebas " katanya datar.

"Aku bersedia rnenyambut tantanganrnu!" sahut 1tui hujin Pedangnya diangkat ke atas 'Tamu yang baik tidak akan merigecewakan tuan rumahnya Hue teng senbu, silahkan muiai '.

Yok Sau Cun cepatcepat maju dua langkah dan menjura dalam dalam. "Hui hujin, tunggu dulu".

"Ada apa. Yok kongcu?" tanya Hui hujin.

"Harap hujin mundur. Tiga jurus serangan Hue leng senbu biar cayhe saja yang menyarnbutnya " sahut Yok Sau Cun.

"Tidak Harap Yok siangkong ajak siau li mundur sedikit Aku ingin meminta pelajaran langsung dari tokoh Kong Tong pai" kata Hui hujin. Yok Sau Cun tidak mundur sedikitpun.

"Putri kesayangan Hue leng senbu cayhelah yang rneringkusnya Justru hal ini yang membuat Senbu marah Oleh karena itu tiga jurus serangannya cayhe pula yang harus menyambutnya Harap hujin berdiri di samping saja sebagai penonton Kalau sampai cayhe tidak sanggup menerimanya, barulah hujin menggantikan ".

Tadinya dia masih menganggap Hui hujin tidak mengerti ilrnu silat Oleh karena itu, dia menawarkan diri mewakilinya memenuhi undangan ke Lui Tang Sekarang dia menyaksikan Hui hujin rnembawa pedang dan rnenolong Hui Fei Cin, maka dia langsung sadar bahwa ilmu silat wanita setengah baya ini sama sekali tidak lemah.

Tetapi karena Tiong Hui Ciong berkali-kali mengingatkan kepadanya agar jangan sampai menyinggung perasaan Hue lengsenbu, hal ini membuatnya penasaran Lagipula dia khawatir Hui hujin bukan tandmgan Hue lengsenbu.

Satu jurus ilmu yang dipelaiannya sangat hebat Apalagi sekarang dia dapat menggabungkannya dengan Pit kiam sm hoat ajaran suhunya Bahkan orang seperti Song Ceng San yang mendapat julukan Bulim te it kiam alias Jago pedang nomor satu di Bulim pun mengakui apabila dia sudah melatih ilmu ini dengan matang rnaka dia akan sanggup menerima serangan darinya 1tal ini embuat tekadnya semakin membara Dia erasa masih sanggup menenma tiga jurus rangan Hue leng senbu Oleh karena itu ula, dia berkeras tidak [nemperbolehkan ui hujin yang rneriyambut ketiga jurus terebut.

Hue leng senbu tampaknya mutai tidak abar "Apakah perundingan kalian masih belum selesai'?" Yok Sau Cun tidak memberi kesempatan bagi Hui hujin untuk menyahut.

"Cayhe memang tidak mengukur kepan daian diri sendiri biarlah cayhe sambut ke tiga jurus dan Hue leng senbu " Terdengar suara.

"Cring Pedang lemasnya disentak menjadi lurus dan melindungi di depan dadanya.

Mendengar ucapannya hati Cu Kiau Kiau pamk sekali Oia mendelik kepada Yok Sau Cun sambil berteriak "Kau benar benar cari rnati" Nada suaranya seperti rnengandung kebencian sekaligus menasehati agar dia jangan sok jadi pahlawan.

"Bagus sekali Sebaiknya kau berhati hati'" sahut Hue leng sen bu dingin Pedang panjangnya langsung diulurkan ke depan Sekali digetarkan terlihatlah beberapa carik sinar yang berkilauan Hawa dingin langsung terasa rnenyebar di antara pedang yang menannan itu Perasaan orang yang ada dalam ruangan itu jadi seperti berdiri di antara dunia nyata dan dunia fantasi.

Bagaimana pun pengalaman Yok Sau! Cun dalam bertarung dengan musuh tangguh masih belum cukup Melihat gerakan yang dilakukan Hue leng sen bu, untuk sesaat dia tidak tahu apa yang harus diperbuatnya.

Dalam keadaan panik, dia tidak perduli ada manfaatnya atau tidak Diangkatnya pedang lemasnya ke atas dan dikerahkannya satu jurus ilmu yang diajarkan oleh Kim Ti jui Perlahan-lahan dia mengulurkan pedangnya ke depan Irn yang dinamakan asal tubruk Dia sarna sekali tidak tahu jurus apa yang harus dimainkan agar dapat mengimbangi serangan lawan.

Tangannya bergerak menggetarkan pedangnya ke kiri dan kanan Tiba-tiba terdengar suara.

"Trang!" Dua batang serijata telah salmg membentur Serangan pedang Hue leng senbu ini hebat sekali Tetapi bukan saja Yok Sau Cun berhasil menghidannya, malah pedang wanita tua itu tertangkis ke samping olehnya.

Sedangkan Hui hujin yang melihat Yok Sau Cun berkeras mewakilinya menerima serangan tiga jurus Hue leng sen bu, tidak enak hati lagi untuk mencegah Namun dia tahu lawan yang satu ini tidak mudah ditandingi Diamdiam dia mencemaskan  keadaan Yok Sau Cun Itulah sebabnya dia berdiri di belakang anak muda itu dan tidak mau bergeser lebih jauh Seandainya Yok Sau Cun dalam keadaan bahaya, dia dapat segera turun tangan memberikan pertotongan.

Saat ini dia baru menyaksikan bahwa ilrnu silat yang dikerahkan anak muda itu sangat sederhana Tampaknya tidak ada keistimewaan apa-apa Tetapi dengan rnudah Yok Sau Cun dapat mengelakkan diri dan serangan Hue leng senbu Hatmya terkejut sekali Dan otomatis rada lega. Akhirnya dia rnundur dua langkah lambat-lambat.

Hue leng senbu mendengus marah pedang panjangnya langsung diangkat ke atas dan rnenusuk ke depan. Timbullah ratusan titik yang berktlauan di udara Jurus yang satu ini bagai hujan angin yang rnenerpa dan siap menghempas apa saja yang ada di ha dapannya Pedang di tangannya seakan menirnbulkan ratusan cahaya bintang yang dingin. Bayangan-bayangan pedang mengurung diri Yok Sau Cun.

Apabila Yok Sau Cun ingin rnengangkat pedangnya rnenangkis, tentu sudah terlarn bat Tapi dia memiliki sejurus ilmu baru yang diajari oleh Kirn Ti Jui Secara serampangan dia menjalankan Jurus tersebut Pedang lernas di tangannya di putar berkeliling tiga kali setelah itu dia menghujamkannya ke depan Tadi dia baru rnenjalankan gerakan pertama saja sudah bisa mengelakkan serangan Hue leng sen bu Sekarang dia menjalankan jurus itu dengan lengkap.

Sebetulnya jurus ini tidak mengandung banyak perubahan tetapi sanggup rnemecahkan jurus dari Song ka pak kiarn Meskipun ilmu pedang yang dikuasai oleh Hue leng senbu sangat ajaib dan keji, namun masih terpaut di bawah sedikit dengan Song ka pak kiam.

Pedang lemas Yok Sau Cun yang telah terkutung sama sekali tidak berhenti dan terus meluncur dengan lambat ke arah Hue leng senbu Kalau saja gerakannya lebih cepat, tentu pedangnya telah menusuk jantung Hue leng sen bu bahkan rnenernbus sarnpai ke punggung Sedangkan pedang panjang Hue leng sen bu sedang direntangkan ke samping. Bagian dadanya terbuka lebar dan apabila wanita itu ingin menarik pedangnya kembali untuk melindungi diri pasti tidak keburu lagi.

Sayangnya gerakan pedang Yok Sau Cun begitu lambat. Sedangkan jarak di antara mereka kirakira satu cun lebih. Dia seperti orang yang hanya menuding pedangnya dengan gerakan melambai Bagi anak muda itu, sebetulnya dia hanya mengikuti perkem bangan jurus yang dilancarkan Hatinya sen diri tidak bermaksud demikian Tapi bagi Hue leng senbu lain lagi Tadi Yok Sau Cun sudah berhasil mengelakkan satu kali se rangannya Sekarang gerakannya begitu lambat, pasti Yok Sau Cun memandang remeh kepadanya dan bermaksud menghina nya di depan umum.

Untuk sesaat,Hue leng senbu merasa dadanya hampir meledak karena hawa amarah yang meluap. Rambutnya seakan tegak merinding sehelai demi sehelai Rona wajahnya begitu menakutkan Mulutnya menggeram keras Tangannya terjulur lurus bagai golok. Tiba-tiba dengan kecepatan kilat meluncur ke arah dada Yok Sau Cun.

Cu Kiau Kiau yang melihat keadaan itu menjdi terkejut sekali Tanpa sadar dia berteriak.

"Ibu'".

Untung juga dia berteriak, tangan Hue leng senbu yang sedang terjulur ke depan dengan jarak dua cun dari Yok Sau Cun berusaha ditarik kembali Kejadian im apa bila diceritakan sepertmya lambat, tapi pro sesnya lerlalu cepat Satu jurus ilrnu pedang yang dikerahkan oleh Yok Sau Cun dengan perlahan lahan ternyata berhasil mengelakkan serangan Hue leng sen bu dan dia juga sudah melihat ketemahan wanita tua itu Yok Sau Cun baru saja berpikir untuk menggunakan kesempatan tersebut dengan menusuk kan pedangnya ke depan Namun tiba-tiba telapak tangan 1tue leng sen bu justru ber gerak pada saat dia ragu ragu itu Oia merasakan dadanya telah terhajar telak dan untuk sesaat bagai dihantam oleh besi yang panas rnernbara Tanpa sadar dia rnenjerit kesakitan dan rnencelat mundur. Padahal hal di saat itulah Cu Kiau Kiau berteriak Telapak tanganHue leng senbu masih berjarak kira-kira dua cun dengan Yok Sau Cun Jadi belum benar benar menempel di dadanya. Kalau saja tadi dadanya sempat ditempeli telapak tanganHue leng senbu, pasti sekarang dia sudah mati teckapar di atas lantai.

Hui hujin dan Hui Fei Cin terkejut sekali Tanpa terasa kedua menghambur ke arah Yok Sau Cun dan langsung memapahnya.

"Yok Siangkong, bagaimana keadaanmu?" tanya Hui hujin dengan nada rendah.

Yok Sau Cun merasa dirinya tungku api yang berkobar-kobar, tapi dia berusaha me nahan sekuatnya Dari mulutnya terdengar suara erangan.

"Keadaan cayhe masih lumayan" sahut nya lirih.

Hueleng sen bu mengembalikan pedang panjangnya kepada para wanita yang berdiri di belakangnya Kemudian tangannya mengibas.

Kalian sudah boleh pergi sekarang," katanya dingin.

Hui hujin menyuruh Siau Cui dan Hui Fei Cin ber|a!an terlebih dahulu dengan mem bawa Yok Sau Cun. Dia sendiri berjalan di belakang dengan tangan menggenggam pedang Matanya menatapHue leng senbu dengan sinar yang menyorotkan kemarahan. "Cu Leng Sian, kejadian malam ini tidak akan dilupakan oleh Wi Yang pai," katanya sepatah demi sepatah.

Hueleng sen bu tertawa dingin.

"Bagus sekali Di mana pun dan kapan pun, aku siap menantikan kedatangan kalian dengan senang hati'".

Hui hujin tidak banyak bicara lagi, dia membalikkan tubuhnya dan tangannya menggapai "Mari kita pergi".

Hueleng sen bu sudah mengatakan akan membebaskan mereka Tentu sa|a tidak ada seorang pun yang berarn menghalangi. Dalam sekejap mata saja merekasudah keluar dari gedung besar yang terletak di samping Sian Li bio itu.

Hui Fei Cin dan Siau Cui memapah Yok Sau Cun dengan cara merangkul dan me nyeretnya Anak muda itu sendiri sudah Jatuh tidak sadarkan diri sejak keluar darf gedung kediaman Hue leng senbu Hui Fei Cin merasa tangannya panas membara Cepatcepat dia menolehkan kepalanya untuk melihat Tampak wajah Yok Sau Cun demikian merahnya seperti baru saia dilumun sepuhan yang biasa digunakan para pemain wayang Sepasang matanya terpejam rapat.

Nafasnya memburu cepat tetapi ketika Hui Fei Cin menempelkan tangannya ke arah dada anak muda itu, detak jantungnya sudah lambat sekali.

Tentu saja gadis itu terperanjat Seluruh tubuhnya bergetar. "Ibu, dia.." Air matanya sudah jatuh bercucuran.

Hul hujin yang mendengar seruannya juga merasa panik Cepatcepat dia menghampiri putrinya dengan tergesa-gesa.

"Bagaimana keadaan Yok siangkong'?" tanyanya cemas.

Kedua tangan Hui Fei Cin memeluk Yok Sau Cun erat-erat Air matanya terus berderai.

"Lukanya parah sekali Sekarang sudah tidak sadarkan diri Ibu, apa yang harus kita lakukan'?".

Melihat tampang Hui Fei C\n yang sedemikian sedih, hatinya langsung mengerti Dia mengembangkan senyum lembut.

"Anakku, lihat bagaimana cemasnya dirimu Wi Yang pai kita dari utara sampai ke selatan terkenal dalam pengobatannya Kita pulang secepatnya dan suruh Hui Gi bergegas ke Kan Coan san mengundang Gi pek pek untuk mengobati Yok siangkong, llmu pengobatan Gi pek pek tinggi sekali Malah ada yang mengatakan bahwa dia panias disebut mund Hua To. Dia pasti dapai msngobati Yok Siangkong, Kau jangan khawatir lagi,". Mendengar uraian ibunya, hati Hui Fei Cin memang agak lega Tapi wajahnya justru merah padam karena jengah Dia tidak berani banyak bicara lagi Tidak berapa lama kemudian, mereka sudah sampai di Kui Hun Ceng Hui Fei Cin dan Siau Cui memapah Yok Sau Cun memasuki ruang dalam dan membanngkannya di kamar tamu.

Hui hujin mengeluarkan obat penyembuh luka Wi Yang pai yang termasyhur yakni Pat pai Ci Giok tan (Pif delapan pusaka kumala ungu) Dia mengaduknya dengan air panas di dalam sebuah mangkok kecil kemudian menyuapkannya ke mulut Yok Sau Cun Setelah itu dia menolehkan kepalanya dan memenntahkan. "Siau Cui, Cepat kau suruh Hui Gi ke Kan Coan san, undang Gi fi loya cu untuk datang kemari Semakin cepat semakin baik.".

Siau Cui mengiakan kemudian melangkah ketuar dengan tergesa gesa, Hui Fei Cin menundukkan kepalanya melihat ke arah luka di dada Yok Sau Cun Tampak sejalur garis lingkaran berwarna merah kehitaman di dadanya. Seperti baru saja dicap dengan stempel besi yang dibakar di atas api membara Pakaian dalamnya sampai ke Ujung lengan telah terbakar menjadi abu Matah bagian dalam tubuhnya telah terlihat Diamdiam dia menarik nafas panjang.

"Ibu, coba kau lihat Mungkin dia terkena senjata rahasiaHue leng senbu ".

"Biar Ibu memenksanya," sahut Hui hujin sambil melepaskan pakaian luar Yok Sau Cun Dia juga melihat guratan merah kehitaman di dada Yok Sau Cun Bahkan da ging bagian tengah hngkaran telah terbakar hangus Tapi Hui hujin yakin luka itu bukan akibat senjata rahasia.

Hui hujin mengulurkan jari tangannya dan menekannekankannya di sekitar luka Yok Sau Cun. Tampaknya tidak ada tulang yang paiah. Tapi dia juga tidak dapat menebak apa yang menyebabkan lukanya demikian parah.

"Ibu, benda apa yang membuatnya terluka?".

Hui hujin menggelengkan kepalanya perlahan-lahan.

"Ibu juga tidak dapat menebaknya. Tapi tulangnya tidak ada yang patah Mungkin Yok siangkong mempelajari sejenis ilmu imkang yang hanya terdapat di luar perbatasan Meskipun yang terlihat hanya luka luacnya saja, tetapi bagian dalamnya Juga ikut terluka Itulah sebabnya dia tidak sadarkan diri Pat pao Ci Giok tan kita merupakan obat yang mujarab untuk segala macam luka Biarpun nafasnya tinggal sekali-sekali, asal sudah minum obat ini pasti dapat tertolong Apalagi Hui Gi sudah menuju ke Kan Coan san mengundang Gi pek pek. Paling lama setengah kentungan lagi, Gi pek pek pasti sudah sampai dt sini" Tiba tiba dia menarik nafas panjang "Aih Ayahmu fuga kelewatan Pergi sudah sekian lama masih belum kembali juga Kalau saja ayahmu ada di rumah, tentu dia bisa melihat apa yang membuat Yok siangkong terluka sedemikian parah '.

"Ibu bagaimana ilmu pengobatan Tia kalau dibandingkan dengan Gi pek pek? tanya Hui Fei Cin,. "Tentu saja ilmu pengobatan Gi pek pek mu lebih tinggi. Bukankah orang-orang memberinya julukan Gi Hua To?".

"Benar-benar membuat orang panik Mengapa Gi pek pek masih belum datang Juga?" seru Hui Fei Cin jengkel Dia memalingkan wajahnya ke arah Hui hujin "Ibu, Yok siangkong sudah minum obat Pat Pao Ci Giok tan kita, mengapa sampai sekarang dia masih belum sadarkan diri?".

Hui Hujin tersenyum lebar.

"Obat itu baru saja diminumnya Tentu saja reaksinya belum bekerja. Kalau saja obatnya, sudah bereaksi otomatis dia akan sadar. Hui Fei Cin, sudah beberapa hari kau mengalami berbagai kejadian. Tentunya kau kurang istirahat Sekarang baru kentungan ketiga. Lebih baik kau kembali ke kamarmu dan istirahat sebentar. Biar Ibu saja yang menjaga di sini".

Hui Fei Cin mana mau meninggalkan Yok Sau Cun Dia menggelengkan kepalanya. "Anak tidak lelah," sahutnya lirih.

Tenty saja Hui hujin dapat melihat bahwa perhatian anaknya telah tercurah pada dirl Yok Sau Cun Tentu saja dia setuju Mutu dan ilmu sllat yang dimiliki anak muda ini, biar sengaja dicari juga belum tentu dapat. Menurut Hui hujin, pandangan anaknya boleh juga, Dia tersenyum.

"Baiklah Masih ada setengah kentungan lagi Gi pek pek bacu datang Kalau kau tidak merasa lelah. ya sudah Tapi setidaknya kau harus membasuh mukamu dan mengganti pakalan yang bersih Lihat tampangmu begitu kusut. Mungkin sudah berapa hari tidak pernah tersiram air".

Anak gadis mana yang mau dikatakan tampangnya kusut Begitu pula Hui Fei Cin Dia langsung menganggukkan kepalanya.

"Baiklah Ibu, aku basuh muka dulu." Dengan tergesa-gesa dia keluar dari kamar tersebut.

"Sekarang kita sudah berada di rumah sendiri Kau sudah boleh melepaskan topeng mukamu Ayahmu memang keterlatuan. anak gadis sendiri yang secantik bunga malah setiap han disuruh mengenakan topeng yang membuat orang sebel melihatnya ".

Hui Fei Cin tertawa cekikikan.

"Sebetulnya tidak terlalu jelek. Hanya kesan yang diperlihatkan agak datar Lagipula ada manfaatnya Kemana pun anak pergi jarang ada pemuda yang menggoda ".

Hui hujin mendelik kepada putrinya.

"Anak gadis yang cantik laksana sekuntum bunga yang harus dinikmati oleh semua orang Kalau tidak ada orang yang menoleh kepadamu, mana mungkin ada yang jatuh hati " gerutu ibunya Tiba-tiba dia teringat akan suatu hal 'Eh apakah Yok siangkong tahu kalau kau mengenakan topeng?".

Hui Fei Cin memalingkan wajahnya de ngan tersipu sipu. "Mana mungkin dia bisa tahu?".

Wajah Hui hujin langsung berseri-seri.

"Yok siangkong befum pernah melihat wajah aslimu, tapi dia sudah merasa adanya kecocokan dengan dirimu Hal ini membuktikan bahwa hati anak muda ini sangat bijak ".

Hui Fei Cin tidak mengijinkan ibunya berkata lebih lanjut.

"Ibu Jangan diteruskan, aku tidak mau mendengarnya" Tanpa menoleh lagi, dia langsung menghambur ketuar dari kamar tersebut.

Tidak berapa lama kemudian Hui Fei Cin sudah membasuh diri dan mengganti pa kaiannya Dengan tergesa gesa dia masuk kembali ke kamar di mana Yok Sau Cun dibaringkan Kalau melihat dia pergi dan kembali lagi Tentu orang yang tidak mengerti mengira dia bukan gadis yang sama. Penampilan watahnya jauh berbeda Apa tidak? Tadi wajahnya datar dan pipinya agak montok Tidak terlalu enak dipandang Sekarang dia masuk kembali, yang terlihat adalah seorang gadis yang sempurna Wajahnya cantik jelita, dipadu dengan sepasang atis yang berlekuk, mata yang besar dan bemng, hidung yang mangir, bibir tipis merah serta bulu mata yang lentik. Bukan hanya cantik tapi juga manis Benar-benar beda dengan Hui Fei Cin yang sebelumnya.

Ternyata Wi Yang taihiap Hui Kian siau hanya mempunyai seorang putri lunggal Dia sangat menyayanginya Lagipula Hui Fei Cin senng pulang pergi antara Yang Ciu dan Bu Cing Wi Yang taihiap khawanr kumbangkumbang liar mendekati bunga yang harum itu Kemudian dengan beaya yang mahat dia menemui seorang pelajaryang ahli membuat berbagai macam jenis topeng kulit yang perSis dengan wajah manusia la lalu menyerahkan putrinya untuk memakai topeng tersebut agar wajah aslinya tidak terhhat lagi.

Setelah mengenakan topeng ini, wajah Hui Fei Cin berubah menjadi datar, kaku serta pipinya montok. Memang manis juga tapi tidak enak dipandang lamalama Dengan demikian tidak ada laki laki yang sudr mendekatmya. Hanya Song Bun Cun yang sudah tahu wajah asti gachs itu tetap menggandrunginya. Sebetulnya Yok Sau Cun sendiri pernah memikirkan hal tersebut. Song Bun Cun adalah seorang pria yang sangat tampan Mengapa dia bisa begitu tergila gila kepada piaumoaynya yang mempunyai wajah demikian datar dan hampir tidak pernah tersenyum.

Hui Fei Cin baru saja melangkah ke dalam kamar Dia melihat Yok Sau Cun terbanng di atas tempat tidur dengan kedua pipi merah membara. Nafasnya lemah sekali Sejak tadi masih belum menunjukkan tanda tanda akan sadarkan diri. Sepasang alisnya langsung terangkat ke atas. "Ibu dia sudah minum Pat pao ci giok tan selama setengah kentungan Mengapa masih belum terlihat tanda-tanda akan sadarkan diri?" tanyanya khawatir.

Hui Fei Cin melepaskan topengnya dengan harapan apabila Yok Sau Cun tersadar nanti akan terkeJut melihat wajah aslinya. Tetapi anak muda itu masih tetap pingsan Bagaimana hatinya tidak meri|adi cemas dan panik?.

Terdengar Hui hujin menarik nafas pantang.

"Tampaknya luka anak ini tidak ringan Sampai-sampai Pat pao ci giok tan milik kita juga tidak bisa manunjukkan khasiatnya ".

Wajah Hui Fei Cin semakin berubah Air matanya langsung saja mengalir. "Ibu, apakah keadaannya gawat sekali?".