Puteri Es Bab 05 : Seruling di gunung terpencil

Mode Malam
BAB 5 Seruling di gunung terpencil

Pada saat senggang Si Kou Xiao Dou sangat menikmati dan merawat kukunya. Dia menyukai kutek berwarna merah darah. Bentuk jarinya panjang dan kuat.

Sekarang kesepuluh jarinya sudah dikeluarkan, dia ingin membuat sepuluh lubang darah—tapi kesepuluh lubang berdarah ini tidak jadi dibuat, yang ada hanya sehelai kain berwarna hitam.

Kain hitam itu dengan cepat membungkus tangan Si Kou Xiao Dou, kemudian ada dua tangan kuat memegang kain itu.

Karena merasa sakit air mata dan ingus Si Kou Xiao Dou tampak keluar, dia bisa mendengar suara tulang jarinya yang patah.

Wo Shi Shui tampak terbuka bagian atas tubuhnya, bajunya dibuka untuk membungkus tangan lawan, kemudian tangannya dengan erat memegang kain hitam itu—seperti dua tangan beruang yang menindih sebuah jeruk.

Si Kou Xiao Dou tidak menangis juga tidak berteriak, dia hanya meniup Wo Shi Shui.

Wo Shi Shui pernah mencium banyak jenis wewangian bunga, dari bunga mawar hingga bunga melati, atau bunga yang lainnya. Semua pernah dirasakannya, tapi sekarang dia di udara mencium bau yang begitu harum seperti wangi semua  bunga  yang disatukan, malah lebih wangi, wangi ini benar-benar membuat orang mabuk. Wo Shi Shui tidak mabuk, dia segera melepaskan tanganya dan diapun melenting ke belakang sejauh 8 kaki, kemudian kakinya berputar dia mundur ke pinggir 7 langkah 6 kaki.

Setelah dia dihipnotis oleh Si Kou Xiao Dou hingga hampir bunuh diri, dia terus waspada terhadap perempuan seperti ular beracun  itu. Si Kou Xiao Dou tertawa, tawanya seperti ayam betina yang sedang bertelur.

Shen Tai Gong sudah dikelilingi oleh 30 orang biksuni, mereka membuat jala pedang yang tampak terang benderang. Ujung pedang seperti gerakan ular yang lincah. Semenjak Shen Tai Gong memukul kemoceng Si Kou Xiao Dou dengan janggutnya, maka janggutnya menjadi senjata yang panjang, umpama kepala ular itu menggigit, dia akan segera memukul ular itu tanpa ampun.

Karena itu ketiga puluh biksuni itu tidak dapat mendekatinya— begitu juga dengan senjata mereka.

Tawa Si Kou Xiao Dou berhenti, dia memejamkan matanya seperti sebuah patung dewa, dan mulutnya mulai komat-kamit.

Waktu itu ketiga puluh biksuni itu tiba-tiba berhenti menyerang, mereka berdiri dengan diam seperti patung tanah liat dan kedua mata dipejamkan. Tangan memegang kertas, mulut merekapun ikut komat-kamit, mereka terlihat sangat berkonsentrasi, terlihat nadi mereka seperti sudah ditotok.

Shen Tai Gong dan Wo Shi Shui terpaku, mereka sedang bertarung dengan pesilat tangguh mengapa tiba-tiba terjadi hal seperti itu, benar-benar kejadian yang tidak menguntungkan. Shen Tai Gong dan Wo Shi Shui tidak terpikir para biksuni itu sedang melakukan apa. Saat itu Xiao Xue yang berada di punggung Shen Tai Gong tiba-tiba merintih.

Suara rintihan itu terdengar sangat kecil, sepertinya Xiao Xue sedang merasakan kesakitan yang amat sangat. Terlihat dia sedang berusaha menahan rasa sakit ini supaya konsentrasi Shen Tai Gong dan Wo Shi Shui tidak terpecahkan. Tapi suara rintihan kecil ini walaupun kecil tapi tetap mengejutkan kedua orang itu. Hati mereka menjadi bergetar, bersamaan waktu itu jantung mereka seperti tertekan oleh suatu benda berat dan tepat berada di jantung mereka. Dan benda itu semakin lama semakin besar.

Shen Tai Gong dan Wo Shi Shui merasa ingin muntah, tapi tidak bisa keluar, waktu itu mereka merasa nafas mereka semakin kencang, debar jantung mereka semakin cepat, seperti ada sebuah genderang besar ada di dalam jantung mereka. Genderang itu terus ditabuh, iramanya semakin cepat dan suara genderang itu semakin kuat. Mereka berdua memegang dada mereka, merasa dalam jantung mereka seperti ada suatu benda yang saling bertabrakan. Mereka seperti ingin memuntahkan semua yang ada di dalam tubuh mereka, termasuk organ bagian dalam.

Wajah Si Kou Xiao Dou dan ketiga puluh biksuni itu pucat seperti kertas. Urat-urat nadi mereka bertonjolan terlihat dengan jelas. Tubuh mereka gemetar seperti tirai yang tertiup angin dan kelebihan berat. Kedua mata mereka setengah terbuka tapi hanya terlihat bagian putih matanya saja. Tapi mantera yang mereka baca semakin lama semakin cepat, semakin terburu-buru, dan diucapkan dengan nada yang rendah.

Bersamaan waktu itu jantung Shen Tai Gong, Wo Shi Shui, dan Xiao Xue meloncat semakin cepat dan kencang. Xiao Xue sudah terjatuh dan tergeletak di tanah, Wo Shi Shui berusaha berdiri, tapi kukunya sudah menancap ke dalam daging tubuhnya. Shen Tai Gong yang sudah tua, janggut dan alisnya terus bergetar, seperti bunga Pu Gong Ying yang tertiup angin (Pu Gong Ying=bunga putih yang sudah kering sering tertiup angin hingga beterbangan).

Mantera yang dibacakan oleh Si Kou Xiao Dou dan ketiga puluh biksuni itu terdengar semakin cepat, tubuh mereka sudah seperti bulu ayam yang berada dalam tiupan angin dingin, terus melayang- layang dan berkibar dengan kencang. Detak jantung Shen Tai Gong, Wo Shi Shui, dan Xiao Xue seperti genderang yang dibunyikan dari tempat terpencil, setiap kali genderang berbunyi, jantung mereka seperti siap meloncat keluar dari mulut.

Pada keadaan yang begitu menyulitkan, dari jauh terdengar ada suara seruling.

--ooo0dw0ooo--

Tadinya tempat itu sudah dipenuhi dengan aura membunuh yang pekat. Detak jantung mereka bertiga seperti ada orang yang memukul ke dalam jantungnya. Suara seruling yang begitu jelas, seperti air sungai bening yang membawa seekor udang yang hampir sekarat di darat karena kekeringan, lalu dibawa masuk ke dalam air, seperti matahari yang terang mengusir awan gelap, mengembalikan semua kehidupan makhluk hidup.

Irama seruling itu seperti orang dari gunung membawa pedang untuk pergi jauh, juga seperti seorang perempuan yang mendapatkan surat dari kekasihnya, juga seperti suasana habis hujan di sebuah gunung, padang rumput yang luas, gunung yang jauh, burung kecil, berkicau dengan senang hati menyambut hari setelah hujan.

Begitu terdenga suara seruling, detak jantung Wo Shi Shui, Shen Tai Gong, dan Xiao Xue kembali seperti biasa dan kembali menjadi tenang.

Tapi tubuh ketiga puluh biksuni itu semakin gemetar, tiba-tiba Si Kou Xiao Dou membuka matanya — dia tidak akan membiarkan keadaan si tua dan muda itu kembali seperti tadi.

Karena itu dia menjulurkan kesepuluh jarinya, dia terbang dan menerjang ke arah tenggorokan Wo Shi Shui dan Shen Tai Gong.

Walaupun gerakannya cepat, tapi di tengah udara tampak turun seseorang. Terdengar suara TAK! TAK! TAK! Si Kou Xiao Dou kaget kesepuluh jarinya menjadi gundul, kukunya tidak tersisa sedikitpun.

Orang itu tersenyum, dia tampak menumpahkan sesuatu dari dalam serulingnya, panjang seruling itu ada setengah kaki. Seruling itu berwarna hijau, dari dalam lubang seruling itu tampak jatuh beberapa buah benda ke tangan Si Kou Xiao Dou. Ternyata yang keluar dari seruling itu adalah kuku Si Kou Xiao Dou.

Karena kaget, Si Kou Xiao Dou hanya bisa melihat orang itu, orang itu memandangnya seperti memandang orang biasa. Sama sekali tidak terlihat ada permusuhan. Yang paling menarik matanya adalah baju putihnya yang panjang dan longgar.

Baju panjang putih.

--ooo0dw0ooo--

Orang itu tersenyum, dia mempunyai alis panjang berbentuk seperti dua pedang, masing-masing berada di kiri dan kanan dahinya. Kalau dia tertawa, alisnya akan berbentuk seperti dua ekor naga.

Orang itu tertawa dan berkata, "Aku benar-benar ingin menolong mereka, kalau aku telah berbuat kesalahan, mohon Tetua bisa memaafkanku."

Sekali mengeluarkan jUrus, dia bisa langsung memotong kesepuluh kuku Si Kou Xiao Dou. Dia masih memanggil orang yang telah dipotong kukunya itu dengan sebutan Tetua, benar-benar membuat Si Kou Xiao Dou bingung.

Dengan gugup dia bertanya, "Kau...siapa kau. "

Terdengar Shen Tai Gong berteriak, "Dewa uang yang tidak punya baju salin telah datang!"

Si baju putih membalikkan badan, kedua tangannya diletakkan di pundak Shen Tai Gong, lalu memukul punggung Wo Shi Shui yang telanjang. Karena waktu itu Wo Shi Shui sedang mengatur nafas untuk menahan serangan mantera itu, begitu dipukul hampir saja Wo Shi Shui terjatuh, dia berjongkok. Dengan kepalan tangannya dia memukul tanah sehingga menjadi sebuah lubang besar.

Melihat rasa senang mereka, benar-benar seperti seorang pengemis yang mendapatkan uang banyak. — Bagi mereka para laki-laki dunia persilatan, hal yang paling menyenangkan adalah bertemu dengan teman lama yang sudah lama dirindukan.

Maksud Shen Tai Gong dengan 'Dewa uang yang tidak mempunyai baju salin' pasti adalah Fang Zhen Mei, Jiang Nan Fang Zhen Mei.

--ooo0dw0ooo--

Tiba-tiba Si Kou Xiao Dou mengeluarkan teriakan tajam, bersamaan dikeluarkannya teriakan itu, kedua matanya mengeluarkan cahaya seperti setan perempuan.

Para biksuni yang tubuhnya sedang gemetar itu seperti baru terbangun dari mimpi. Mereka seperti orang telanjang yang berada di bawah salju, wajah mereka pucat, giginya gemeletuk, kedua tangannya bersidekap di depan dada. Mereka dengan tergesa-gesa mundur beberapa langkah, mereka saling memapah supaya tidak ambruk ke tanah.

Fang Zhen Mei tertawa, "Tetua benar-benar mempunyai ilmu yang hebat."

Si Kou Xiao Dou melihat Fang Zhen Mei dan berkata, "Tidak sehebat ilmu seruling Tuan pada saat seruling itu berada di bibir Tuan."

Kata Fang Zhen Mei, "Aku mengira di gunung terpencil seperti ini, aku berniat meniup seruling hanya sekedar untuk menghibur diri sendiri, tidak disangka sudah dianggap mengganggu kalian, aku mohon maaf."

Dengan dingin Si Kou Xiao Dou berkata, "Tiupan seruling Tuan Muda Fang sangat tepat pada waktunya."

Shen Tai Gong marah, "Siluman, dengan ilmu guna-guna yang sesat, kau ingin membunuhku secara diam-diam, kalau bukan karena aku kuat bertahan. " Dengan dingin Wo Shi Shui berkata, "Sudahlah!"

"Apa yang sudah?" tanya Shen Tai Gong dengan marah. "Menurutku  kau  memiliki  pertahanan  yang  kuat,  kalau bukan

karena Cai Shen Ye datang pada waktunya dengan meniup seruling,

kau pasti...sudahlah!"

Shen Tai Gong tidak bersuara lagi.

Si Kou Xiao Dou menarik nafas dan berkata, "Untuk apa kau datang? Mula-mula hanya mereka berdua, dan mereka datang bukan untuk bersembahyang, mereka telah memasuki tempat terlarang, kami berusaha untuk menasihati tapi laki-laki ini sudah tidak sopan kepada kami dan mengatakan di dalam kuil kami ada pembunuh yang bersembunyi. Selain itu ada orang lain yang bersembunyi di sini...kemudian pak tua ini datang dan menendang kami...kami adalah para perempuan yang memeluk agama Budha dan tinggal di gunung terpencil. Pastinya kami bukan lawan kalian, kalau kalian tidak tahu aturan, apalagi didukung oleh Tuan Muda Fang, kami tidak bisa berbuat apa-apa...." Dia seperti menyimpan kekesalan dan selalu menghembuskan nafas.

Dengan terpaksa Fang Zhen Mei melihat Wo Shi Shui dan Shen Tai Gong, Shen Tai Gong tampak marah dan berkata, "Mengapa biksuni kuil kalian membunuh orang?"

Si Kou Xiao Dou hanya menjawab, "Oh." kemudian dengan sorot mata setajam silet melihat ke sekeliling dan berkata, "Apakah biksuni yang telah membunuh orang ada di sini?"

Sejak tadi Shen Tai Gong sudah melihat semua biksuni yang ada di sana, tapi keempat biksuni yang membunuh nenek itu tidak ada di antara mereka. Dia menggaruk-garuk kepalanya dan berkata, "Sepertinya mereka tidak ada di sini." tapi dia segera berkata lagi, "Tapi mereka pasti bersembunyi di dalam kuil!"

Si Kou Xiao Dou melihat Fang Zhen Mei dan berkata, "Tuan Muda Fang, kau lihat apakah semua ini benar?" Dia berkata lagi, "Kuil kami Ling Yin Si jumlah biksuninya hanya ada 30 orang. Orang- orang dunia persilatan memberi julukan kepada kami adalah You Ling San Shi (hantu gentayangan 30 orang). Belum pernah lebih dari satu orang juga belum pernah kurang dari satu orang, sekarang semua muridku berjumlah 30 orang, semua ada di sini, tapi pak tua ini bersikukuh mengatakan kalau di kuil kami masih ada biksuni lain, aku tidak bisa berbuat apa-apa, aku akan mengijinkan dia memeriksa kuil kami yang sudah tua ini."

Shen Tai Gong terus bicara, "Kalian adalah orang-orang yang taat kepada Budha juga tak makan daging, mengapa...mengapa memasang api aneh juga memanjangkan rambut, sikap dan cara bicara kalianpun seperti itu. Hhhh!"

Si Kou Xiao Dou tertawa dan berkata, "Pak tua ini mungkin orang Zhong Yuan? Budha yang kami sembah walaupun sama-sama Budha, tapi kami diperbolehkan makan daging. Walaupun tempat ini disebut kuil, tapi kami boleh memanjangkan rambut dan tidak perlu diberi nama secara agama Budha. Ini adalah peraturan di sini. Jika pak tua tidak menyukai peraturan kuil kami, mengapa datang ke sini?"

Shen Tai Gong tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Dia menunjuk Wo Shi Shui dan berkata, "Bukan aku yang ingin datang kemari...kalian berniat mencelakainya, maka mau tidak mau aku harus membantunya!..."

Si Kou Xiao Dou membalikkan kepala bertanya kepada Wo Shi Shui, "Aku ingin tanya, untuk apa kau masuk ke dalam kuil kami? Apa tujuanmu? Dan mengapa mengatakan kalau kami menyembunyikan seseorang...sebenarnya siapakah dia?"

Wo Shi Shui pernah masuk ke dalam kuil dan memeriksa setiap kamarnya, tapi tidak ada yang patut dicurigai. Dia tahu dia tidak mempunyai alasan lain, tapi di dalam kamar gelap itu benar-benar ada orang sedang menari.

"Aku melihat di dalam kamar ini ada seorang laki-laki yang sedang bermain kecapi, dan seorang perempuan sedang menari. "

Si Kou Xiao Dou sedikit terkejut dan berkata, "Ini sangat aneh. Walaupun peraturan kuil kami agak berbeda dan aneh, tapi di sini bukan tempat untuk menari. Mengapa bisa ada...."Tiba-tiba dia seperti teringat sesuatu. Hal ini benar-benar membuatnya terkejut. Walaupun dia adalah seorang yang sangat tenang, sekarang dari raut wajahnya muncul rasa curiga dan terkejut.

Wo Shi Shui melihat lagi ke dalam kamar yang gelap itu. Di sana benar-benar tidak ada seorangpun. Dia berpikir sebentar dan berkata, "Aku yang telah berbuat ceroboh, jika telah melakukan kesalahan, mohon Anda mau maafkanku."

Si Kou Xiao Dou tertawa, 'Tidak apa-apa. "

Wo Shi Shui telah mengaku salah, jika dia telah berbuat salah dan meminta maaf, dia tidak akan menyimpan dendam.

Tapi melihat sikap Si Kou Xiao Dou, sepertinya dia tidak tenang. Dia bertanya lagi, "Kedua orang itu...apakah benar kau melihatnya? Mereka seperti apa?"

Jawab Wo Shi Shui, "Mungkin aku telah salah lihat."

Si Kou Xiao Dou masih ingin bertanya lagi, tapi Fang Zhen Mei sudah menepuk pundak Wo Shi Shui. Dia tertawa kepada Si Kou Xiao Dou, "Kali ini kami telah berbuat tidak sopan dan masuk ke dalam kuil Anda setelah itu malah membuat keributan di sini harap

kalian mau memaafkan kami. Sekarang kami akan pergi dari sini."

Dia memberi hormat kepada ketiga puluh biksuni itu dan pergi bersama-sama dengan Shen Tai Gong, Wo Shi Shui dan Xiao Xue.

--ooo0dw0ooo--

Mereka berempat turun dari gunung. Di dalam kegelapan Fang Zhen Mei bertanya kepada Wo Shi Shui, "Kau melihat orang itu seperti apa? Sepertinya orang itu berhubungan erat dengan Si Kou Xiao Dou dan You Ling San Shi, dan masih ada hubungan dengan masalah ini."

Wo Shi Shui terkejut dan bertanya, "Masalah apa?" Fang Zhen Mei bercerita, "Aku datang ke sini bukan secara kebetulan. Ceritanya begini, tahun lalu penguasa dunia persilatan Yun Nan dan Gui Zhou, yang bernama You Ming Wang, putrinya yang sudah meninggal waktu itu telah mengalami sesuatu di jalan bercabang. Ketua Tang Shi Wu yang bernaung di bawah Long Hui Ji yang sedang melakukan perjalanan ke Zhong Yuan untuk mengunjungi daerah di sana.

Karena melihatnya mengalami kesulitan dia segera membantu. Itu membuat Xi Xue Xiang Fei Qing Qing marah. (Ratu pengisap darah dari He Bei). Qing Qing dan anak buahnya ingin membunuhnya, saat itu tepat aku melihatnya. Dia berjuang sendiri menahan puluhan pesilat tangguh yang mencoba membunuhnya, tapi dia tetap melindungi seorang pejalan kaki yang tidak bersalah. Aku melihat sikapnya adalah sikap seorang laki-laki sejati, maka akupun menolongnya, sejak itulah kami bersahabat."

Shen Tai Gong dan Wo Shi Shui tetap tidak mengerti dengan cerita Fang Zhen Mei, lalu apa hubungannya dengan Si Kou Xiao Dou?

"Aku berteman dengan Tang Shi Wu, dan sering mendengar Tang Shi Wu bercerita tentang Long Hui Ji. Tang Shi Wu sangat mengagumi Long Hui Ji. Tadinya aku memang sudah mendengar kalau di perbatasan Yun Nan Gui Zhou Yi Tiao Long, Long Hui Ji adalah seorang laki-laki sejati. Aku ingin bertemu dengannya karena itu Tang Shi Wu mengajakku ke pesta ulang tahun Long Hui Ji. Aku menyetujuinya, tapi tahun kemarin aku bertarung dengan Da Tan Jiang Jun (Jendral pemberani) dan tidak bisa pergi ke pesta ulang tahun Long Hui Ji. Tahun ini burung merpati Tang Shi Wu mengirimkan kabar kepadaku dan dia berharap aku bisa datang ke tempatnya tahun ini. Aku merasa karena saat ini aku sedang tidak memiliki kesibukan maka akupun memutuskan pergi ke barat sambil melihat pemandangan bunga-bunga dan menikmati teh terkenal, juga melihat pemandangan yang indah. Tidak disangka...." Dia berhenti sejenak dan melanjutkan lagi, "....tidak disangka Tang Shi Wu dibunuh orang dan mati sangat mengenaskan. Tang Shi Wu adalah orang yang sangat membela keadilan, sekarang dia telah dibunuh. Aku tidak akan berpangku tangan begitu saja. Apalagi banyak orang Qu Nuan Bang yang dipimpin oleh Long Hui Ji terus mati keracunan dan banyak rakyat kecil yang mati dengan sia- sia...Banyak gosip tidak enak yang tersebar. Semua itu tidak menguntungkan Long Hui Ji. Setahuku, Long Hui Ji adalah seseorang yang sangat terbuka dan jujur. Sewaktu dia berkuasa, dia telah memimpin dunia persilatan bagian barat dengan baik. Tidak ada yang saling menyerang, tidak terjadi keributan...kecuali aku pernah mendengar ribut-ribut mengenai hubungannya dengan Putri You Ming Wang. Orang itu tidak melakukan kesalahan besar, mengapa begitu banyak hal aneh yang menimpanya?"

Shen Tai Gong dan Wo Shi Shui baru mengerti apa yang dimaksud Fang Zhen Mei.

"Karena itu untuk sementara aku akan menutup identitasku. Aku akan memeriksa secara terang-terangan atau secara sembunyi- sembunyi. Long Hui Ji memang pernah berbuat banyak kebaikan di daerah ini, tapi sekarang terus terjadi banyak kejadian aneh. Orang selalu mengingat keburukan seseorang dibandingkan dengan kebaikannya, dan selalu menyalahkannya. Sampai anak buahnyapun menjauh...karena ingin mengetahui hal ini lebih detil, aku mendengar secara langsung dari 2 mulut korban yang tidak mati secara langsung. Sebelum mati  mereka  selalu berteriak, 'ada  setan perempuan', kelihatannya mereka telah terkena guna-guna, sehingga membuat pikiran mereka tidak sadar. Karena itu aku ingin mencaritahu mulai dari San Si. Orang yang meletakkan guna-guna ini sangat profesional cara kerjanya, karena itu murid-murid Qu Nuan Bang yang menguasai ilmu guna-gunapun mati terkena guna- guna orang itu. Ilmu guna-guna di dunia persilatan bagian barat adalah 'San Chong Yi Long'. Yi Long adalah seekor naga bernama Long Hui Ji. 3 Chong adalah 'Si Kong Tui', 'Si Wu Qiu', ' Si Kou Xiao Dou'. Si Kou Xiao Dou adalah seorang perempuan, Si Wu Qiu, belum pernah ada yang melihatnya. You Ling San Shi yang dipimpin Si Kou Xiao Dou semua adalah perempuan karena itu aku memilih Ling Yin Si sebagai target utamanya." Fang Zhen Mei tertawa dan berkata lagi, "Setelah tiba di Ling Ying Si ternyata tidak mendapatkan informasi apapun dan waktu itu aku mendengar Shen Lao Da memanggil-manggil nama A Shui (Wo Shi Shui). Aku segera datang dan kalian mulai bertarung saat itu. " 

Dia berhenti sebentar kemudian melanjutkan lagi, "Ilmu silat Si Kou Xiao Dou tidak lebih tinggi daripada Shen Lao Da. Kira-kira dalam 100 juruspun bisa terlihat siapa yang menang dan siapa yang kalah. Di dunia persilatan Zhong Yuan tidak banyak yang bisa bertarung dengan Shen Lao Da hingga 100 jurus. "

Shen Tai Gong mendengar Fang Zhen Mei memujinya. Mulutnya tidak bisa menutup karena kegirangan. Dia mengelus rambut Xiao Xue dan berkata, "Xiao Xue, apakah kau sudah mendengar kata- kata Paman Fang? Di Zhong Yuan Paman Fang adalah orang yang bicara paling jujur dan juga paling berbobot."

Xiao Xue mengangguk, "Kakek, aku memang sedang mendengarkan."

Shen Tai Gong berkata, 'Teruskan kata-katamu."

Fang Zhen Mei menggelengkan kepala, "Tapi jika kalian terus bertarung dengan mereka, kalian tetap akan sulit untuk menang, apalagi ada You Ling San Shi. Kalian pasti akan kalah karena  mereka memakai ilmu guna-guna. Awalnya dia memakai ilmu guna- guna untuk menguasai hati A Shui, memaksanya berlutut. Untung pikiran A Shui sangat kuat dan juga secara kebetulan Shen Lao Da datang...tapi setelah Si Kou Xiao Dou tahu dia tidak bisa menang melawan kalian, maka dia segera menggunakan wewangian ilmu guna-guna kemudian menggunakan ilmu menekan hati. Ilmu ini disebut 'guna-guna hati', yaitu dia bisa menyatukan pikiran dari 31 orang, membuat detak jantung bertambah cepat. Akhirnya jantung kita akan terasa terlalu berat dan tidak sanggup menanggung beban, terakhir akan membuatmu syaraf pecah dan mati"

"Apakah ada ilmu begitu aneh " tanya Wo Shi Shui.

Fang Zhen Mei pelan-pelan berkata lagi, "Ada. Kita sering mendengar ada hal aneh seperti itu. Di suatu desa, ada seorang anak berbakat. Dia bisa membuat sekuntum bunga yang tumbuh di luar jendela menjadi mekar atau layu...bahkan ada orang yang bisa dengan hati membuat kuas menulis di atas kertas. Ada seseorang dengan mata penuh kemarahan membuat katak mati seketika... masih ada sebagian orang menguasai 'Mao Shan Shu'. Dia bisa membuat gelas bergerak di tengah-tengah udara dengan pikirannya dan ada juga yang bisa membuat menulis dengan sumpit di atas pasir.... Si Kou Xiao Dou memimpin biksuni-biksuni yang sudah terlatih. Dia bisa menyatukan 31 pikiran. Dengan tujuan untuk menguasai detak jantung musuh, sebenarnya ini bukan hal aneh..

.tapi jika kalian tidak mempunyai cara untuk mengatasi situasi seperti ini, kalian pasti akan kalah. Tadi aku melihat dengan jelas, Xiao Xue belum pernah belajar ilmu silat karena itu dialah yang pertama kali dikuasai ilmu itu. Dia merasa sakit tapi gadis kecil ini sangat baik hati. Dia bertahan supaya tidak berteriak, dia hanya merintih, tapi kalian tetap bisa mendengar. Begitu kalian tidak berkonsentrasi, kalian juga terkena guna-guna itu...pada saat bertarung dengan orang-orang dunia persilatan di Yun Nan dan Gui Zhou, kalian tidak boleh bertindak ceroboh. Jika tidak, kalian tidak akan bisa menang."

Shen Tai Gong sangat kagum kepada Fang Zhen Mei, tapi dia mengangkat bahu dan tertawa kecut kepada Xiao Xua, "Hhhh! Sepertinya orang ini tidak bohong tapi dia terlalu memuji musuh."

Xiao Xue menundukkan kepala, dia merasa sedih, "Ini memang salahku."

Fang Zhen Mei dan Shen Tai Gong bertanya, "Apa salahmu?"

Kepala Xiao Xue menunduk lebih dalam lagi, dengan sikap tidak tenang dia memainkan bajunya, "Jika aku bersuara, membuat kakek dan kakak " dia merasa sedih dan hampir menangis.

Wo Shi Shui dan Shen Tai Gong secara bersama-sama meloncat dan menghentakkan kaki, "Oh, tidak!"

Kata Shen Tai Gong, "Bukankah keadaan kita sekarang baik-baik saja? karena apa kau bersedih?" Kata Wo Shi Shui, "Meskipun kau tidak berteriak, kami tetap tidak bisa menahan 'guna-guna jantung' yang dipakai oleh You Ling San Shi."

Setelah Xiao Xue mendengar perkataan mereka, hatinya baru merasa agak tenang. Wo Shi Shui sudah menceritakan apa yang telah dilihatnya di Ling Yin Si. Setelah mendengar kata-kata itu Fang Zhen Mei tampak terus berpikir. Tiba-tiba dia bertanya, "Apakah kau merasa mengenal wajah Si Kou Xiao Dou?"

Wo Shi Shui dengan serius mengangguk, "Benar!"

Fang Zhen Mei bertanya lagi, "Apakah kau belum pernah  bertemu dengan dia sebelumnya?"

Wo Shi Shui dengan yakin mengangguk.

Fang Zhen Mei bertanya lagi, "Perempuan penari dan laki-laki yang berrhain kecapi itu, mereka memiliki ciri khas apa?"

Shen Tai Gong sudah tidak sabar lagi. Dia terus berteriak, "Tampaknya A Shui sudah melihat setan, bagaimana langkah kita selanjutnya? Kuil itu bukan hanya ingin membunuhku. Nenek gadis inipun sudah mereka bunuh. Kita tidak boleh membiarkannya begitu saja."

Fang Zhen Mei merasa aneh, "Membunuhmu? Bagaimana cara mereka membunuhmu? Siapa nenek gadis kecil ini, mengapa dia bisa mati?"

Shen Tai Gong dan yang lainnya telah memakamkan nenek itu. Mereka turun ke kaki gunung, begitu sampai di dermaga, dia menceritakan apa yang telah terjadi kepada Fang Zhen Mei.

Perahu masih berada di tengah-tengah sungai. Shen Tai Gong membentuk corong dengan kedua tangannya dan berteriak, "Hei perahu! Bibi, Paman!"

Gelombang air di malam hari agak besar, pendayung di seberang tidak bisa mendengar teriakan Shen Tai Gong. Wo Shi Shui berteriak, "Wei! Perahu " Pendayung itu sudah mendengar dari kejauhan, dia melambaikan tangannya dan mendayung perahu mendekati mereka.

Fang Zhen Mei melihat air sungai tampak berkilau dan bulan  sabit terpantul di atas permukaan air sungai. Dia berkata, "Aku kira surat darah itu bukan bermaksud ingin meracuni dan  membunuhmu, mungkin itu adalah salah satu korban yang dibunuh. Dia menulis surat dengan kata-kata terakhir yang sanggup ditulisnya.Dia berharap temannya bisa membalaskan dendamnyatapi sayang racun itu sudah menyerang hingga ke jantungnya. Saat itu juga racun sudah sampai di ujung koas. Burung itu lalu bertemu dengan Shen Lao Da yang mempunyai hobi mengejar burung, maka racun itupun mengenaimu...hal apapun yang terjadi di daerah Yun Gue bukan hal sederhana, sepertinya di balik semua ini tersimpan banyak rencana jahat."

Shen Tai Gong berpikir lalu berkata, "Lawan langsung meracuninya, artinya dia adalah orang penting. Jika keadaan menjadi seperti sekarang, aku malah menjadi bingung. Kalau begitu lebih baik kita mencari Long Hui Ji, dan melindungi dia supaya jangan sampai dia dibunuh orang!"

Fang Zhen Mei mengangguk, "Betul! Besok adalah hari ulang tahun Yi Tiao Long. Siapapun siluman itu, dia pasti akan menunggu sampai esok tiba, malam ini kita masih mempunyai waktu."

"Kemana malam ini kita akan pergi?" Begitu mendengar ada pekerjaan, Shen Tai Gong menjadi bersemangat lagi.

Perahu telah mendekati darat. Mata Fang Zhen Mei tampak bercahaya seperti bintang, "Kita naik dulu baru membuat rencana berikutnya."

Wo Shi Shui melihat mata Fang Zhen Mei yang hitam dan bercahaya, dia sangat kagum kepada Fang Zhen Mei. Dia mengenal Fang Zhen Mei sudah lama, tapi cahaya bintang mengingatkannya pada Fang Zhen Mei, walaupun umur mereka hampir sama dan sama-sama orang dunia persilatan, tapi dia tidak memancarkan cahaya kepintaran.... 
--ooo0dw0ooo--
*** ***
Note 19 September 2020
"Cersil terbaru akan di upload setiap hari Selasa, Sabtu dan Minggu.| Cersil Hari ini akan diupload pukul 20.00 WIB."

(Regards, Admin)

0 Response to "Puteri Es Bab 05 : Seruling di gunung terpencil"

Post a Comment

close