Pertarungan di Kota Chang An Bab 7 : Menolong musuh saat kebakaran

Mode Malam
BAB 7 Menolong musuh saat kebakaran

Pisau tampak berkilau.

Awalnya Fang Zhen Mei mengira orang yang tergeletak di bawah adalah Wo Shi Shui atau Shen Tai Gong. Sewaktu Fang Zhen Mei akan memapahnya, karena hatinya tergerak oleh suara, "Tolonglah aku." Itu bukan suara Wo Shi Shui maupun Shen Tai Gong.

Fang Zhen Mei, Wo Shi Shui, dan Shen Tai Gong sudah berteman sejak lama, karena itu Yuan Xiao Xing memaksa Wo Shi Shui dan Shen Tai Gong bersuara dengan keras supaya membuktikan kepada Fang Zhen Mei bahwa temannya berada di dalam genggamannya. Sekarang bagaimanapun Meng Hou Yu menirukan suara mereka berdua, tetap tidak bisa menipu telinga Fang Zhen Mei.

Tapi Meng Hou Yu juga sangat berpengalaman. Begitu  tangannya siap menusuk dengan pisau, tangan kirimya sudah menggenggam pisau, sedangkan tangan kanannya terus menyerang.

Fang Zhen Mei berhasil menahan dengan satu jurus, dia tidak berhenti. Dalam situasi yang tidak memungkinkan, dia berbalik dan merentangkan tubuhnya. Seperti asap yang melayang dengan ringan, diapun naik ke tingkat 6.

Fang Zhen Mei yang bergerak menghindar membuat kepalan Gong Bai Li meleset. Karena tidak bisa menghentikan laju tenaganya, maka kepalan ini meleset mengenai kepala Meng Hou Yu!

Pergelangan tangan Meng Hou Yu dipegang oleh Fang Zhen Mei. Dia merasa sakit sekaligus mati rasa. Walaupun Fang Zhen Mei tidak berniat membunuhnya, tapi Meng Hou Yu tidak bisa berdiri. Melihat kepalan Gong Bai Li siap memukuhrya, dia tidak bisa menghindar lagi. Daripada terluka, pisau yang berada di dalam tangannya diulurkan. Terdengar suara CEB. Pisau itu menancap ke dalam perut Gong Bai Li.

Gong Bai Li berteriak kesakitan, kepalan tangannya menjadi tidak bertenaga, tapi sempat memukul wajah Meng Hou Yu, pukulan itu menyebabkan wajahnya menjadi hijau dan hidung menjadi bengkak. Tapi Gong Bai Li mati sia-sia.

Pada saat bersiul, Fang Zhen Mei sudah berada di tingkat 6. Dua orang buta yang berada di tingkat 6 mendengar siulan Yuan Xiao Xing. Mereka masing-masing memegang tongkat bambunya. Terdengar suara tajam, mereka menusuk tenggorokan Wo Shi Shui dan Shen Tai Gong. Wo Shi Shui dan Shen Tai Gong saling memandang dan matapun dipejamkan sambil menunggu kematian. Tiba-tiba dari dalam kegelapan terdengar suara ZET, ZET sebanyak dua kali. Dua jari yang membawa suara angin kencang menyentil kedua tongkat itu.

Kedua orang buta itu sangat marah. Si buta besar membentak, "Siapa kau?"

Si buta kedua ikut membentak, "Apakah kau adalah Fang Zhen Mei?"

Begitu mendengar Fang Zhen Mei sudah sampai di lantai enam, Shen Tai Gong dan Wo Shi Shui merasa sangat' senang. Shen Tai Gong mempunyai ide. Segera dia berteriak, "Tombol rahasianya berada di sudut dinding!"

Kata-katanya belum habis, Fang Zhen Mei secepat kilat berlari ke arah sudut dinding.

Begitu mendengar Fang Zhen Mei akan membuka tombol  rahasia, kedua orang buta itu seperti 2 ekor kelelawar hitam, dengan tongkat bambu mereka mulai menusuk. Waktu itu terdengar suara siulan dari bawah pagoda sepertinya orang itu sedang menaiki pagoda! Jika Yuan Xiao Xing naik ke pagoda, Wo Shi Shui dan Shen Tai Gong pasti akan mati.

Fang Zhen Mei tidak melayani kedua tongkat milik kedua orang buta itu. Dia berlari menuju tombol rahasia dan menarik tuas besi yang berada di sebelah kanan. Begitu tuas besi itu ditarik, borgol tangan Wo Shi Shui dan Shen Tai Gong segera terbuka. Begitu Fang Zhen Mei membalikkan badan, tongkat kedua orang buta itu sudah menancap ke dalam baju putih Fang Zhen Mei!

Melihat kedua tongkat itu hampir mengenai daging tubuhnya, tangan Fang Zhen Mei mencengkram kedua tongkat itu. Kedua orang buta ini menarik kembali tongkatnya, tidak disangka Fang Zhen Mei malah melonggarkan genggamannya dan mendorong mereka ke belakang. Karena situasi yang terjadi begitu tiba-tiba, membuat kedua orang buta itu mundur dan terjatuh di depan Wo Shi Shui dan Shen Tai Gong!

Shen Tai Gong dan Wo Shi Shui tertawa terbahak-bahak. Mereka berdua jadi bertarung secara sengit dengan kedua orang buta itu!

Fang Zhen Mei membalikkan badannj'a untuk melihat lagi, masih ada 2 tuas besi. Dia tidak tahu apa fungsi kedua tuas besi itu. Apalagi sudah terdengar siulan panjang. Suara ini terdengar berada di tingkat tiga. Dia menarik kedua tuas besi itu!

Wo Shi Shui dan Shen Tai Gong bisa terlepas dari borgol kaki. Mereka saling memandang dalam hati merasa senang, dan merekapun tertawa. Jurus mereka lebih ganas dan lebih berani dibandingkan tadi.

Kedua orang buta itu tidak bisa menahan serangan mereka.

Hanya bertarung beberapa jurus saja mereka hampir kalah.

Terlihat baju putih Fang Zhen Mei berkibar. Dia masuk ke dalam lingkaran pertarungan. Kedua orang buta itu merasa pinggang mereka telah mati rasa. Nadi mereka berhasil ditotok dan GLUTUK, GLUTUK, kedua-duanya terjatuh ke bawah. Fang Zhen Mei sadar kalau Yuan Xiao Xing akan segera datang karena itu dia tidak ingin bertarung lama-lama. Tiba-tiba dari dalam dan luar pagoda telah terjadi kebakaran. Api naik dengan cepat, membuat satu pagoda terbakar. Ternyata walaupun terbubt dari batu yang kokoh, tapi setiap tingkat dilapis dengan semacam obat yang cepat terbakar. Karena itu di dalam pagoda tidak dipasang lampu, jadi jika terjadi kebakaran, api akan dengan cepat menyala dan sulit dikuasai. Tuas besi tengah yang akan ditarik oleh Fang Zhen Mei adalah tombol rahasia untuk menyalakan obat ini, karena itu pagoda dengan cepat terbakar dan api membesar dengan cepat.

Sebenarnya maksud Yuan Xiao Xing bersiul adalah memberi kode kepada kedua orang buta itu untuk membunuh Wo Shi Shui dan Shen Tai Gong, serta memancing Fang Zhen Mei supaya naik ke atas pagoda baru membakarnya hidup-hidup. Walaupun dia bisa melarikan diri tapi dia akan merasa letih setelah itu baru baru membunuhnya di luar pagoda, dan membasmi semuanya.

Begitu Yuan Xiao Xing naik ke tingkat keempat, dia sudah melihat api menyala dan dia tidak berani melanjutkan naik ke lantai selanjutnya. Karena setiap tingkat hanya memiliki lubang angin yang sangat kecil, tidak mungkin bisa keluar dari sana. Jika tertahan di dalam pagoda, dia pasti akan mati, karena itu dia segera mundur dan turun.

Begitu Yuan Xiao Xing keluar dari pagoda dan melihat ke dalam pagoda, tiba-tiba ada 3 sosok, yang satu berwarna putih sedangkan yang lainnya berwarna hitam, bayangan itu meloncat keluar. Ketiga orang ini adalah Fang Zhen Mei, Shen Tai Gong, dan Wo Shi Shui.

Jika Wo Shi Shui dan Shen Tai Gong masih diborgol, mereka pasti akan mati. Sekarang mereka berhasil lepas dari borgol. Dengan ilmu silat mereka yang tinggi, mereka bisa keluar dari kebakaran, ini bukan hal yang sulit bagi mereka, apalagi mereka berdua adalah prmberani. Begitu keluar dari pagoda, mereka saling memegang pundak dan tertawa lepas, sama sekali tidak menganggap Yuan Xiao Xing yang tampak marah dan penuh dengan nafsu membunuh. Yuan Xiao Xing tidak peduli dengan mereka, dia hanya menatap Fang Zhen Mei.

Fang Zhen Mei terlihat begitu tenang.

Waktu ini, pagoda sudah dipenuhi dengan asap. Terlihat ada 3 orang keluar lagi dari sana. Mereka adalah Qi Men San Dao. Sambil berlari mereka terbatuk-batuk. Wajah penuh dengan air mata dan ingus.

Tiba-tiba dari dalam pagoda terdengar suara jeritan.

Hati Fang Zhen Mei berpikir, "Sewaktu aku naik ke pagoda aku sudah menotok nadi Chang Shan San Bian, Tian Di Shuang Wang, dan kedua orang buta itu, tapi nadi bicara mereka tidak ditotok, mereka masih bisa teriak. Suara ini pasti suara mereka!"

Waktu ini keluar seseorang lagi. Bajunya sudah compang comping. Dia adalah Meng Hou Yu. Dia hanya sendiri, berarti dia tidak menolong orang lain. Fang Zhen Mei segera membalikkan tubuhnya, masuk kembali ke dalam pagoda.

Wo Shi Shui dan Shen Tai Gong hanj'a bengong, sampai Yuan Xiao Xing pun tidak tahu apayang akan dilakukan oleh Fang Zhen Mei.

Hanya sebentar, Fang Zhen Mei tampak keluar dari balik asap tebal. Dia menjepit 2 orang. Mereka adalah Tian Di Shuang Wang, kemudian dia masuk lagi ke dalam pagoda.

Api sudah berkobar sangat besar. Jalan masuk dan jalan keluar sudah tertutup api.

Sekarang Fang Zhen Mei masuk lagi ke dalam pagoda. Walaupun ilmu meringankan tubuhnya sangat tinggi, tapi setiap saat dia bisa terkubur di dalam lautan api. Tapi Fang Zhen Mei mempersingkat waktu untuk menolong orang-orang yang terjebak. Dia tidak memikirkan hal lainnya.

Wo Shi Shui dan Shen Tai Gong melihat apa yang dilakukan Fang Zhen Mei. Darah mereka ikut bergejolak. Semua dendam terlupakan, yang terpenting adalah menolong mereka yang terjebak api. Wo Shi Shui berteriak, ;'Shen Tai Gong, cepat tolong mereka yang masih ada di dalam!"

Shen Tai Gong menjawab, "Kita harus membantu Fang Zhen Mei!"

Mereka berdua masuk kembali ke dalam pagoda! Kali ini Yuan Xiao Xing benar-benar bengong.

Waktu itu Yuan Jia Si Guai juga sudah keluar dari pagoda. Ilmu silat mereka tidak sebagus Meng Hou Yu. Mereka tidak bisa cepat keluar dari pagoda. Mereka juga tidak seperti Qi Men San Dao yang berjaga di tingkat kedua, mereka lebih mudah keluar dari pagoda. Sambil keluar, mereka berempat memadamkan api yang membakar baju mereka.

Dari kobaran api, muncul kembali 3 orang. Mereka adalah Fang Zhen Mei, Wo Shi Shui, dan Shen Tai Gong. Mereka masing-masing menjepit satu orang. Orang yang mereka tolong . idalah Chang Shan San Bian.

Sosok Fang Zhen Mei, Wo Shi Shui, dan Shen Tai Gong, tidak enak dipandang. Baju berlubang di mana-mana, keringat  membanjiri tubuh. Pada saat Shen Tai Gong dan Wo Shi Shui meletakkan orang yang telah mereka tolong, mereka masih terengah-engah. Tapi Fang Zhen Mei kembali lagi ke dalam pagoda. Di tingkat keenam, terdengar kedua orang buta itu meminta tolong.

Waktu itu Meng Hou Yu mendekati Yuan Xiao Xing, diam-diam berkata, "Kita ambil kesempatan ini untuk membunuh mereka. Kita bunuh Wo Shi Shui dan Shen Tai Gong kemudian tutup pintu pagoda supaya Shen Tai Gong tidak bisa keluar dari sana."

Yuan Xiao Xing tidak melihatnya. Dia hanya melihat pagoda yang masih terbakar Wajahnya sangat dingin dan berkata, "Tutup mulutmu! Atau aku akan musnahkan ilmu silatmu!"

Meng Hou Yu terkejut. Dia tidak berani bicara lagi.

Fang Zhen Mei sekali lagi keluar. Badannya sudah terbakar di beberapa tempat. Bajunya sudah tidak berbentuk, rambutnyapun berantakan. Tapi sikap dan pembawaannya masih terlihat begitu gagah dan berani. Dia membantu kedua orang buta itu memadamkan api di tubuh mereka. Kemudian setelah itu dia baru berguling-guling di tanah untuk memadamkan api.

Si buta besar terkejut dan berteriak, "Kau bukan Kakak Yuan?" Si buta keduapun berteriak, "Kau Fang Zhen Mei?"

Fang Zhen Mei tidak menjawab. Dia duduk bersila untuk beristirahat dan mengatur nafasnya. Dia tahu musuh terbesarnya berada di depan. Dia sudah kehilangan banyak tenaga, terpaksa dia mengatur nafas dan beristirahat. Yuan Xiao Xing tidak bergerak. Wo Shi Shui dan Shen Tai Gong berlari mendekati Fang Zhen Mei. Mereka bersikap siap siaga. Yuan Xiao Xing dengan dingin berkata, "Kau boleh beristirahat dulu. Tapi hari ini, pertarungan antara kau dan aku tidak bisa dihindari lagi."

Pelan-pelan Fang Zhen Mei membuka mata. Dengan tersenyum berkata, "Kau sudah mendapatkan Shang Qing Tu, mengapa tidak pergi?"

Yuan Xiao Xing menjawab, "Aku tidak ingin bertarung denganmu, tapi jika aku membawa pergi Shang OingTu, apakah kau akan mengejarku?"

Pelan-pelan Fang Zhen Mei mengangguk dan berkata, "Tentu saja! Shang Qing Tu bukan milikku, aku harus merebutnya kembali dan mengembalikannya lagi kepada pemiliknya."

Dengan pelan Yuan Xiao Xing berkata, "Betul. Seumur hidup aku hanya mengejar dan membunuh musuh, tidak ada orang yang berani membunuhku, aku tidak akan lari."

Fang Zhen Mei tidak menjawab. Yuan Jia Si Guai, Qi Men San Dao, Tian Di Shuang Wang, dan Chang Shan San Bian yang terluka ringan, saling bertukar pandang. Tiba-tiba mereka berjalan ke sisi Yuan Xiao Xing. Lao Da Yuan Jia Si Guai berkata, "Tetua Yuan, kami 

4 bersaudara walaupun tidak meminta supaya ditolong oleh Puan Muda Fang, tapi kami tidak ingin menjadi musuh Tuan Muda Fang. Kami ingin. "

Lao Da Chang Shan San Bian ikut bicara, "Kami ingin mundur karena Tuan Muda Fang telah menolong kami, mana mungkin  kami. "

Tian Di Shuang Wang ikut bicara, "Mana mungkin kami membalas budi dengan perbuatan jahat. Kelak kami akan membalas pertolongan Tuan Muda Fang tadi!"

Lao Da Qi Men San Dao berkata, "Kami juga tidak menutup mata dengan kejadian tadi. Tetua Yuan, maafkan, kami tidak bisa membantumu lagi. Kita berjumpa di lain kesempatan."

Setelah itu dia memutar badan, ingin pergi dari sana tiba-tiba  ada seseorang dengan cepat keluar. Dia membentak, "Bagus! Bagus! Setelah makan mie, mangkuknya dibalikkan, benar-benar tidak tahu diri. Siapa yang berani pergi, aku akan membunuhnya!"

Tian Di Shuang Wang sangat marah dan berkata, "Tadi kami sempat melihat mayat Kakak Gong di dalam pagoda. Dia mati terkena Duan Chang Dao, kelinci mati, rubah merasa sedih, burung habis diburu panahpun disimpan. Mengapa kau masih mengganggu kami?"

"Berani sekali kau, masih membantah lagi! Dalam 3 jurus aku akan mencabut nyawamu!" Meng Hou Yu membentak.

Tiba-tiba ada suara aneh yang bicara, "Apa? Kau menghina karena kami tidak bisa melihat? Aku akan membereskanmu dulu! Ha! Ha! Ha!"

Ada suara lain yang berkata, "Baiklah! Aku akan membereskan kau dulu sebagai ucapan terima kasih kepada penolong kami. Ke! Ke! Ke"

Yang bicara adalah 2 orang buta itu. Mereka meloncat-loncat mengelilingi Meng Hou Yu.

Meng Hou Yu kaget dan marah, dia membentak, "Hei buta, apakah kau cari mati?"

Si buta besar tertawa dan menjawab, "Benar!"

Si buta kedua ikut tertawa dan berkata, "Mengapa kau bisa tahu?"

Sambil tertawa kedua tongkat sudah dilayangkan dan menusuk ke arah Meng Hou Yu, Meng Hou Yu segera mencabut Duan Chang Dao dengan sekuat tenaga, dia juga ingin sekalian membunuh Chang Shan San Bian, Qi Men San Dao, Tian Di Shuang Wang, dan Yuan Jia Si Guai, karena mereka tidak ingin bermusuhan dengan Fang Zhen Mei, dan di lain pihak juga tidak ingin bemusuhan dengan Yuan Xiao Xing. Mereka melakukan bai kepada Fang Zhen Mei kemudian pergi dari sana!

Terdengar suara kepakan burung bangau, seseorang berada di tengah-tengah udara, dia menyerang ke arah dua orang buta itu. Ternyata orang itu adalah Chang Kong Yi He, Yuan Xiao Xing!

Pada saat itu terlihat baju putih yang berkibar. Shen Tai Gong dan Wo Shi Shui melihat Kang Zhen Mei yang tadinya duduk bersila di bawah sudah menghilang, dia sudah berada di tengah udara untuk mencegah serangan Yuan XiaoXing!

Satu berbaju abu sedangkan satu lagi berbaju putih, di tengah udara saling memukul, kemudian kedua-duanya turun. Yuan Xiao Xing tampak sedikit bergoyang sedangkan Fang Zhen Mei tampak bergoj'ang-goyang. Tapi tidak bisa dipastikan siapa yang menang atau kalah, terdengar si buta besar berteriak, "Kami berhutang nyawa kepada Anda, Tuan Muda Fang."

Si buta kedua dalam pertarungan sengit itupun ikut berteriak, "Serahkan bocah ini kepadaku, biar kau hadapi yang tua!"

Kedua orang buta itu memang bersifat aneh, tapi mereka adalah orang yang tahu membalas budi, Fang Zhen Mei sudah menolong mereka, tentunya mereka tidak akan bermusuhan dengan Fang Zhen Mei. Tadinya mereka kagum dengan ilmu silat Yuan Xiao Xing, karena itu mereka memanggil Yuan Xiao Xing dengan panggilan kakak tertua,

Yuan Xiao Xing menyuruh mereka menjaga dengan ketat Wo Shi Shui dan Shen Tai Gong, dengan senang hati mereka menyetujuinya. Tidak disangka selagi mereka mengalami kesulitan, Yuan Xiao Xing tidak mau menolong mereka, malah ditolong oleh Fang Zhen Mei. Sekarang Yuan Xiao Xing malah mau membnnuh mereka, dalam hati mereka bertambah marah, dan mereka sudah tidak peduli lagi kepada Yuan Xiao Xing.

Kedua orang buta itu diundang oleh Yuan Xiao Xing, tapi sekarang mereka malah membantu Fang Zhen Mei, hal ini benar- benar membuat Yuan Xiao Xing marah. Dia ingin membunuh kedua orang buta itu, tapi malah ditahan oleh Fang Zhen Mei. Dalam satu jurus bisa diketahui selain ilmu meringankan tubuh Fang Zhen Mei yang tinggi, tenaga dalamnyapun sangat kuat. Dalam hati Yuan Xiao Xing berpikir, "Kalau menunggu dia mengatur nafas dan beistirahat, tenaga dalamnya akan pulih seperti sedia kala." Dan saat itu dia tidak akan bisa mengalahkan Fang Zhen Mei, karena itu dengan marah dia berkata, "Fang Zhen Mei, kalau kau cari mati, aku akan menyempurnakan rencanamu!"

Dia meloncat dengan kekuatan penuh yang dia miliki dan dengan jurus Xiao Tian Xing Zhang Li, dia menyerang Fang Zhen Mei.

Ternyata Yuan Xiao Xing melihat kondisi tubuh Fang Zhen Mei belum kembali ke kondisi asal, dengan ilmu yang dimilikinya sekarang, dia ingin membunuh Fang Zhen Mei!

Jurus Xiao Tian Xing Zhang Li sangat sulit disambut, apalagi oleh Fang Zhen Mei. Dia sudah mondar mandir turun naik pagoda untuk menyelamatkan nyawa orang lain, otomatis tenaganya sudah terkuras.

Dalam pertarungan biasa, jarang ada orang pada  saat  bertarung langsung mengeluarkan seluruh tenaga dalam dan kekuatannya untuk menyerang. Biasanya lawan akan menebak- nebak dulu sampai sejauh mana kemampuan ilmu silat lawannya, apakah lebih kuat atau lebih lemah dari dirinya. Kalau dalam satu kali serangan tidak berhasil maka ini akan menghabiskan banyak tenaga, malah mungkin akan gagal total. Tapi Yuan Xiao Xing ingin dengan cepat menghabisi Fang Zhen Mei, karena itu dia tidak memikirkan lebih lanjut masalah ini.

Serangan Yuan Xiao Xing sangat cepat seperti kilat, Fang Zhen Mei yang berhadapan dengan Yuan Xiao Xing, dia memang tidak berani menyambut jurus Yuan Xiao Xing, karena itu dia tidak sempat membalikkan tubuhnya, terpaksa dia menarik nafas dan mundur dari sana.

Gerakan telapak tangan Yuan Xiao Xing tidak berubah, dengan jurus Chang Kong Yi He, dia terus mendekati Fang Zhen Mei, tapi Fang Zhen Mei terus mundur, telapak tangan Yuan Xiao Xing tepat berada satu kaki dari jantung Fang Zhen Mei. Kalau Fang Zhen Mei sedikit terlambat mundur, pukulan Yuan Xiao Xing akan membunuh Fang Zhen Mei!

Walaupun tubuh Yuan Xiao Xing dengan cepat bergerak maju, tapi Fang Zhen Mei pun mundur dengan cepat. Hanya dalam waktu singkat tampak yang satu maju sedangkan yang lain mundur, tanpa terasa sudah melampaui jarak 30-40 meter!

Yuan Xiao Xing tahu kalau dia tidak menyerang dulu, mungkin jurus Chang Kong Yi He nya tidak akan bisa mengenai Fang Zhen Mei.

Fang Zhen Mei tidak mempunyai kesempatan membalikkan tubuhnya, dia masih terus mundur. Kelihatannya dia akan menabrak pagoda itu. Hati Yuan Xiao Xing girang bukan kepalang, dalam hati dia berpikir, "Begitu kau menempel ke pagoda itu, kau tidak akan bisa lari lagi!" Tidak disangka punggung Fang Zhen Mei seperti mempunyai mata, dengan gerakan seperti ikan berenang, dengan cepat dan tepat dia mundur ke sisi pagioda. Yuan Xiao Xing merasa sangat marah dan meraung. Tenaga telapak tangannya ditarik tapi dia masih mengejar, telapak tangannya masih berada satu kaki di depan dada Fang Zhen Mei.

Wo Shi Shui dan Shen Tai Gong ingin membantu Fang Zhen Mei dan berlari ke arah mereka, tapi ilmu meringankan tubuh Fang Zhen Mei dan Yuan Xiao Xing begitu tinggi, dengan cara apapun mengejar tetap tidak akan mampu mengejar mereka. Mereka berdua jauh tertinggal di belakang. Mereka merasa marah dan diburu-buru.

Di antara Fang Zhen Mei dan Yuan Xiao Xing, yang satu mengejar yang lain mundur, mereka memutari gunung, tanpa  terasa hari sudah siang, Wo Shi Shui mengejar mereka sampai terengah-engah dan tubuh mereka dibanjiri keringat.

Kedua orang buta itu sedang bertarung menghadapi Meng Hou Yu, pertarungan semakin sengit dan seru. Tapi tampaknya mereka mulai kelelahan.

Tiba-tiba tubuh Fang Zhen Mei berubah, wajahnya tetap menghadap Yuan Xiao Xing tapi tubuhnya meluncur dan berpindah. Lalu sedikit meloncat, gerakannya benar-benar aneh, l «m kadang melewati kaki Yuan Xiao Xing, t < i kadang berada di belakang Yuan Xiao Xing, i «i kadang berada di atas kepala Yuan Xiao Xing. I'.ipi ilmu silat Yuan Xiao Xing juga tinggi, lu-manapun Fang Zhen Mei menghindar, dia i c -1«i p bisa mengikutinya dan telapak tangannya lelap berjarak satu kaki di depan dada Fang Zhen Mei. Diapun tidak memberi kesempatan kepada Fang Zhen Mei untuk memutar tubuhnya, sambil menyerang, dia menghindar dan juga berlari. Mereka meninggalkan Wo Shi Shui dan Shen Tai Gong sangat jauh. Mereka berada di kaki gunung, menuju kota Chang An.

Mereka memasuki kota Chang An. Wo Shi Shui dan Shen Tai Gong ikut mengejar hingga di kota Chang An. Prajurit yang menjaga kota otomatis tidak bisa mencegah gerakan mereka. Setiap kali melihat Fang Zhen Mei akan bertabrakan dengan pejalan kaki, pedagang kaki lima, atau rumah penduduk, Fang Zhen Mei bisa menghindarinya, tapi Fang Zhen Mei tidak bisa menghindari telapak tangan Yuan Xiao Xing! Sekarang hari sudah siang. Fang Zhen Mei dan Yuan Xiao Xing tampak merubah jurusnya lagi, yang satu lari yang satu mengejar, mereka tidak menghindar lagi, mereka sekarang meloncat dengan sekuat tenaga. Sekarang mereka sedang bertanding ilmu meringankan tubuh. Karena itu otomatis Wo Shi Shui dan Shen Tai Gong tidak bisa mengejar mereka lagi. Mereka berlari semakin jauh, kedua baj'angan itu yang satu berwarna abu yang satu berwarna putih, menghilang di depan mereka. Apa boleh buat!

Wo Shi Shui dan Shen Tai Gong tahu kalau ilmu meringankan tubuh mereka tidak sebanding dengan Yuan Xiao Xing dan Fang Zhen Mei, mereka hanya bisa saling pandang dan menarik nafas.

Tiba-tiba terdengar ada angin besar yang berhembus, belum sempat membalikkan tubuh untuk melihat, terlihat bayangan berbaju putih melewati mereka. Pada saat mereka membalikkan kepala, mereka melihat bayangan berwarna abu, melewati lagi kepala mereka. Satu berwarna putih satu berwarna abu bergerak dengan sangat cepat, sehingga sosoknya tidak terlihat jelas, kemudian kedua bayangan ini menjauh lagi.

Ternyata Fang Zhen Mei dan Yuan Xiao Xing saling mengejar dalam satu lingkaran. Sekarang Wo Shi Shui dan Shen Tai Gong yang bisa dikategorikan sebagai pesilat tangguhpun tidak bisa melihat dengan jelas sosok mereka. Mereka benar-benar merasa kecewa pada diri mereka sendiri. Wo Shi Shui menepuk-nepuk pundak Shen Tai Gong dan dengan terengah-engah berkata, "Lao Shen, kalau aku ingin mengejar mereka, mungkin harus menunggu berganti generasi dulu!"

Tiba-tiba Shen Tai Gong berkata, "Lebih baik kita kembali lagi ke pagoda itu untuk melihat keadaan di sana, aku ingin melihat si kura- kura bertarung dengan kedua orang buta itu."

Karena itu mereka berdua dengan cepat kembali ke pagoda itu, melewati pemandangan serba hijau di sisi kota Chang An lalu naik ke Gunung Shao Shi.

Setelah sampai di sana hari semakin siang, dari jauh mereka melihat kedua orang buta itu masih bertarung dengan Meng Hou Yu. Kalau dilihat dalam hal ilmu silat, bila bertanding satu lawan  satu Meng Hou Yu pasti akan menanng. Tapi kedua orang buta itu secara serempak bisa melawan Meng Hou Yu yang bertarung sendiri. Dia akan kalah. Tapi Meng Hou Yu adalah orang yang wajahnya terlihat baik tapi hatinya sangat jahat. Dengan jurus pisau yang ganas dan dengan menggunakan siasat licik, serta gerakan lincah, setelah bertarung cukup lama dia bisa bertahan, ini merupakan keberuntungan baginya.

Suatu ketika kedua orang buta itu tampak menundukkan kepalanya untuk menghindari sabetan pisau Meng Hou Yu, ketika mereka menundukkan kepalanj'a, kedua tongkat orang buta itu berbareng menusuk kebawah, Meng Hou Yu melihat ada dua lubang yang mengalir darah dari kakinya, kemudian diapun roboh, dengan kaget Meng Hou Yu berteriak, "Dua Tetua, aku mengaku kalah, mohon jangan bunuh aku!"

Si buta besar tertawa, "Bocah, apakah kau masih berani menghina dan memanggil kami 'si buta'? Kami berdua adalah laki- laki tertampan di dunia ini!"

Ternyata mereka masih ingat sewaktu di pagoda Wo Shi Shui dan Shen Tai Gong menipu mereka supaya mereka mau membuka borgol dengan cara memuji mereka.

Si buta keduapun tertawa, "Bocah, ilmu silatmu sangat bagus, demi Yuan Xiao Tian, kami tidak akan membunuhmu!"

Meng Hou Yu berusaha bangun dan terus mengucapkan terima kasih, "Terima kasih kepada kedua Tetua yang tidak membunuhku, aku akan selalu mengingat. "

Wo Shi Shui dan Shen Tai Gong dari jauh melihat semuanya, mereka berpikir pertarungan sudah selesai, pelan-pelan mereka berjalan ke sana, tidak disangka mereka melihat ada pisau berkilat, ternyata Meng Hou Yu mencabut pisaunya dan darah tampak bermuncratan, si buta kedua berteriak kesakitan, "Apakah ini adalah... adalah balasanmu " diapun roboh.

Si buta besar ketika mendengar si buta kedua sudah mati, dia tidak sanggup menahan diri lagi, dia meraung dan dengan tongkatnya dia maju dan menusuk Meng Hou Yu! Meng Hou Yu yang berhasil menusuk si buta kedua hingga mati, dia merasa senang. Sekarang tersisa si buta besar, ini akan lebih mudah dihadapi. Tapi kakinya yang terluka terasa sangat sakit. Kakinya tidak bisa digeser. Ketika tongkat si buta besar datang menyerangnya, dia sudah tidak sanggup menghindar lagi, dengan terkejut sambil terburu-buru Duan Chang Dao dikeluarkan lalu diapun menusuk!

PUSH, karena si buta besar dalam keadaan marah, dia lupa untuk menghindari pisau itu dan Meng Hou Yu menancapkan pisaunya di dada si buta besar. Tapi kecepatan si buta besar maju ke arahnya tidak berkurang, tongkat bambunya menancap ke dada Meng Hou 'i u lalu menembus keluar punggung!

Shen Tai Gong dan Wo Shi Shui melihat K (jadian ini, karena jarak mereka dengan pertarungan itu cukup jauh, mereka tidak bisa menolong hanya bisa membentak, "Berhenti!" Hegitu mereka lari mendekat ternyata si buta I <esar dan Meng Hou Yu sudah mati.

Mereka berdua hanya bisa saling pandang melihat mayat Meng Hou Yu dan mayat kedua orang buta itu. Hati mereka menjadi dingin, tiba-tiba mereka teringat kepada Fang Zhen Mei, demi menolong mereka, sampai sekarang mereka tidak tahu keadaan Fang Zhen Mei, segera Wo Shi Shui berkata, "Lao Shen, bagaimanapun kita harus pergi ke kota Chang An untuk melihat keadaan Fang Zhen Mei!"

Shen Tai Gong setuju, "Baiklah! Kalau terjadi sesuatu pada Fang Zhen Mei...kita juga harus bertarung mati-matian dengan Yuan Xiao Xing!"

---ooo0dw0ooo---
*** ***
Note 22 September 2020
"Cersil terbaru akan di upload setiap hari Selasa, Sabtu dan Minggu.| Hidup itu sederhana, kita yang membuatnya sulit."

(Regards, Admin)

0 Response to "Pertarungan di Kota Chang An Bab 7 : Menolong musuh saat kebakaran"

Post a Comment

close