Pertarungan di Kota Chang An Bab 3 : Meng Hou Yu menyusun strategi

Mode Malam
BAB 3 Meng Hou Yu menyusun strategi

Begitu Wo Shi Shui sadar, dia merasa belum sadar seutuhnya, karena yang ada di hadapannya sekarang hanya ada kegelapan, hanya terlihat sedikit cahaya yang bersinar melalui celah-celah jendela, jendela itu hanya sebesar piring. Kalau dikatakan itu jendela rasanya lebih tepat kalau dikatakan sebagai lubang udara. Dan tercium udara yang tidak sedap dari sana, dilihat dari lubang sebesar piring itu tampaknya langit begitu dekat dan udara terasa dingin.

Wo Shi Shui mengira dia sudah berada di akherat. Tapi walaupun dia berada di akherat, Wo Shi Shui tetap akan menyuruh dewa kematian keluar dari tempatnya kemudian akan dipukulnya. Karena dia masih menyimpan banyak kekesalan, kalau dia sedang marah atau ada hal yang ingin dilakukan san tidak bisa terpenuhi, siapapun akan sulit untuk membendung keinginannya.

Begitu dia bediri dan ingin berjalan, dia merasa pergelangan tangan dan kakinya kaku serta gatal. Dan rasa dingin menyerang tubuhnya, kakinya sama sekali tidak bisa melangkah.

Sekarang Wo Shi Shui baru melihat ternyata pergelangan tangan dan kakinya dirantai oleh gelang besi yang bentuknya aneh. Dan gelang besi itu tertanam di dinding batu.

Gembok yang menguncinya tampak biasa, dengan mengatur pernapasannya, Wo Shi Shui bisa mengerahkan tenaga dalamnya, Wo Shi Shui bisa dengan mudah melepaskan gembok itu tapi gelang besi ini entah terbuat dari apa, Wo Shi Shui belum tahu.

Tapi begitu Wo Shi Shui ingin membuka gembok itu dengan tenaga dalamnya, terasa ada hawa dingin masuk ke dalam  tubuhnya dan kemampuannya segera menghilang, tenaga dalamnya juga tidak bisa terkumpul.

Wo Shi Shui sangat marah, dia tidak suka diperlakukan seperti ini.

Tapi jika dia mengerahkan tenaga dalamnya dan berjalan ke depan, hawa dingin itu akan menyerang jantungnya, tenaganya juga akan lenyap, akhirnya dia akan pingsan lagi!

Terdengar suara CING, dari kegelapan ada yang berkata, "Kelinci, aku rasa lebih baik hentikan usahamu, kalau kau bisa membuka gembok itu, apakah aku yang bernama Shen Tai Gong masih berada di sini sekarang?"

Wo Shi Shui merasa terkejut sekaligus senang, "Pak tua, ternyata Anda juga berada di sinii"

"Benar! Aku ingin menemanimu mengobrol," Shen Tai Gong mengomel,

"Apakah kau juga digembok?"

"Apakah aku diperlakukan lebih istimewa?" tanya Shen Tai Gong. "Tapi, kalau si kelinci ingin menemaniku mati, ini sudah cukup

lumayan," kata Shen Tai Gong melanjutkan.

Wo Shi Shui terdiam, yang ada sekarang hanya suasana sepi, kemudian Wo Shi Shui bertanya, "Siapa yang telah menangkapmu dan membawanya ke sini?"

"Cucu kura-kura," jawab Shen Tai Gong sambil menghembuskan nafas panjang.

Merasa aneh Wo Shi Shui bertanya, "Cucu kura-kura?"

"Meng Hou Yu, dia membubuhkan racun di dalam arakku dan berkata kalau aku bisa keluar dari rumah makan itu dia akan menjadi cucu kura-kuraku. Aku berhasil keluar dari rumah makan itu, kalau aku bertemu dengannya sekarang, aku akan memanggilnya cucu kura-kura, kalau dia bertemu dengan kakeknya akan kubunuh dia!"

"Sudahlah, aku lihat mereka masih menginginkan nyawamu hidup," kata Wo Shi Shui sambil tertawa.

"Yang aku khawatirkan adalah mereka menginginkan Shang Qing Tu serta nyawa Fang Zhen Mei," kata Shen Tai Gong dengan seius.

Wo Shi Shui segera meloncat, pada saat dia menggunakan tenaganya, dia merasa tubuhnya digetarkan oleh besi dingin, terpaksa dia tidak jadi bergerak, setelah bisa bernafas kembali, dia bertanya, "Mengapa kau bisa mengetahuinya?" Shen Tai Gong menceritakan pada saat dia ditangkap oleh Meng Hou Yu dan kata-kata yang diucapkan oleh Meng Hou Yu kepadanya, dia berkata lagi, "Mereka hanya menginginkan Shang Qing Tu dan sekarang ini

Shang Qing Tu berada di Wisma Luo Xia, dalam waktu 3 hari ini Shang Qing Tu akan diantar ke istana, kalau Fang Zhen Mei berada di sisi Liu Zhong Yuan, mereka akan mengalami kesulitan mengambilnya, mereka menyuruh Cai Shen Ye jangan ikut campur masalah ini, karena bila dia ikut campur mereka tidak mempunyai harapan. Karena itulah kita berdua dijadikan sandera, katanya Meng Hou Yu akan mengancam Fang Zhen Mei supaya menyerahkan Shang Qing Tu itu kepada mereka."

Dengan cemas Wo Shi Shui bertanya, "Kita sudah pingsan berapa lama?"

"Kira-kira sudah sehari semalam."

"Oh tidak! Mungkin mereka sudah menyerang Cai Shen Ye!"

"Aku kira dengan hanya mengandalkan Meng Hou Yu, Chang Shan San Bian, Yuan Jia Si Guai, Qi Men San Dao Tian Di Shuang Wang, dan lainnya, tidak akan merepotkan Cai Shen Ye, yang kutakutkan adalah mereka akan menjadikan kita sebagai sandera dan mengancam Cai Shen Ye!" kata Shen Tai Gong.

Wo Shi Shui menarik nafas dan berkata, "Kau belum tahu, mereka memang tidak menakutkan tapi yang menakutkan adalah guru Meng Hou Yu, dia sudah terlibat dalam rencana ini. Kalau tidak ada dia, mereka hanya beberapa orang yang tidak mampu menangkapku."

"Siapa nama guru Meng Hou Yu?" "Yuan Xiao Xing."

Shen Tai Gong berdiri tapi rantai besi membuatnya terduduk lagi dan berkata,

"Apakah dia adalah Yuan Xiao Xing yang dijuluki Chang Tian Yi He, Wu He Bu Chuo?" "Benar!"

Shen Tai Gong menarik nafas dan berkata, "Kalau benar dia adalah Yuan Xiao Xing, kita benar-benar akan celaka, ilmu meringankan tubuh Fang Zhen Mei memang nomor satu di dunia persilatan tapi ilmu Chang Tian Yi He Zhan Zhe Da Fa (jurus  dilangit, satu bangau mengibaskan sayap besar) benar-benar hebat. 30 tahun yang lalu, tidak ada yang bisa mengalahkan kecepatannya, ilmu silat Fang Zhen Mei memang terusmengalami perubahan, sampai sekarang tidak ada yang tahu dari mana asal ilmu silat sebenarnya, tapi ilmu Yuan Xiao Tian Xiao Tian Xing Shen Zhang semenjak diciptakan berhasil mengalahkan banyak musuh dan belum pernah terkalahkan! Bila Fang Zhen Mei  bertemu  dengannya, siapapun yang memenangkan pertarungan, maka pertarungan ini akan menjadi pertarungan akbar yang selama ratusan tahun baru sekali ini terjadi!"

Wajah Wo Shi Shui tetap dilipat dan berkata, "Tapi sekarang ini kita terkurung di sini!"

"Sekarang apa yang akan terjadi pada Fang Zhen Mei?" tanya Shen Tai Gong,

Tiba-tiba Wo Shi Shui tertawa dan berkata, "Setahuku, orang yang bisa menghadapi Fang Zhen Mei, sampai sekarang orang itu belum lahir."

---ooo0dw0ooo---

"Sudah lahir!" di suatu desa di dekat kota Chang An tinggal beberapa orang petani lugu, mereka sedang mengelilingi suatu tempat dan berteriak dengan gembira. Di antara para petani itu terlihat seorang kakek. Dia membav/a pipa rokoknya yang panjang, dan api yang membakar tembakau masih terus menyala.

Ada seorang pemuda lugu, seorang perempuan berbaju hijau, mungkin dia adalah menantu kakek itu. Masih ada seorang anak kecil berusia kurang lebih 11-12 tahun. Kalau dilihat-lihat mungkin dia adalah adik pemuda itu, putra kedua dari kakek itu.

Mereka mengelilingi sebuah kandang, dengan tegang melihat ke dalam kandang itu, "Akhirnya keluar juga, sapi betina ini telah melahirkan seekor sapi kecil."

Sapi betina itu melahirkan seekor anak, bagi petani itu ini merupakan kegembiraan yang tidak terlukiskan, sapi kecil ini bila sudah besar bisa membantu mereka untuk panen, yang terpenting semua nyawa yang lahir ke dunia ini harus disambut dengan gembira dan rasa syukur.

Mereka berada di luar pondok, dengan cemas dan gembira mereka melihat sapi betina mereka yang baru melahirkan keturunannya.

Seorang pemuda berperawakan tinggi dan bersih, serta berbaju putih dengan santai berjalan di desa itu, akhirnya dia berhenti melangkah, berhenti di sisi sebuah pohon bambu, sudut mulutnya selalu terlihat senyum ramah dan santai. Dia melihat kelahiran seekor sapi di pondokan itu, dan orang-orang lugu yang berkerumun di luarnya. Mata pemuda itu-penuh dengan tawa, kasih sayang, dan kecerdasan. Kedua alisnya berbentuk seperti pedang. Sorot matanya sama sekali tidak terlihat mengancam orang.

Dia berdiri di pinggir pohon bambu itu, seakan-akan diapun seperti pohon itu.

Angin berhembus pohon bambu bergoyang, baju putihnya berkibar.

Bila dibandingkan dengan Meng Hou Yu, sangat berbeda jauh, dia terlihat begitu luwes, dan sepertinya kata luwes sudah menjadi namanya.

Yang pasti namanya bukan luwes, dia tidak lain adalah Fang Zhen Mei.

---ooo0dw0ooo--- 

Fang Zhen Mei melihat beberapa petani yang sudah bekerja keras selama seharian karena membantu kelahiran seekor sapi, mereka terlihat begitu gembira, Fang Zhen Mei pun ikut merasa bahagia, desa yang begitu sederhana dan penduduknya begitu lugu.

Bumi dan langitpun sepertinya ikut gembira menyambut  kelahiran seekor sapi. Kota Chang An yang indah. Tapi keadaan yang indah ini tidak akan bertahan lama, pada saat kota Chang An sedang indah-indahnya, ternyata di balik semua keindahan itu terjadi sesuatu yang tidak indah.

Seperti sekarang, tepat ada tiga orang yang lewat, mereka tertarik dengan keramaian dan ingin melihat, ketiga laki-laki itu membawa golok di punggungnya, mereka terlihat seperti perampok, salah satu dari mereka melihat dan berteriak, "Aku kira ada keramaian apa, ternyata hanya ada seekor sapi betina yang baru melahirkan, ternyata sama seperti manusia yang melahirkan seorang anak. Ha ha ha....:

Yang satu lagi berteriak, "Hei orang udik, lihat apa kalian! Lebih baik sapi betina ini disembelih saja, untuk bekal kami dijalan."

Pemuda lugu itu dengan marah melihat ketiga orang itu dan berkata, "Mengapa kalian berkata seperti itu----" kata-katanya belum selesai, laki-laki pertama yang bicara tadi sudah mengeluarkan kepalan tangannya dan melayangkan bogemnya ke arah pemuda itu. Pemuda itu tidak tahu dia dipukul oleh bogem sebelah mana. Tahu-tahu dia sudah jatuh tersungkur di bawah, perempuan berbaju hijau itu segera berteriak kaget dan menangis, dengan cepat dia memapah pemuda itu.

Anak kecil yang berusia 11-12 tahun itu dengan cepat mendekati ketiga laki-laki itu, tapi dia segera ditarik oleh kakek tua itu dan dengan suara gemetar kakek itu berkata, Tuan   anakku masih kecil,

dia  tidak  tahu  apa-apa...dan  dia  telah  bersalah  kepada kalian...

harap Tuan-Tuan mau memaafkan kesalahan mereka. "

Laki-laki yang memukul pemuda itu tertawa sinis dan berkata, "Sembarangan bicara, dia memang pantas dipukul!"

Laki-laki yang satu lagi tiba-tiba berkata, "Anak sapi ini begitu susah dilahirkan, lebih baik sapi itu dibacok sampai mati!" Dia mencabut goloknya.

Anak kecil itu melihat sikap laki-laki kasar itu dia memberontak dan melepaskan diri dari pegangan ayahnya, melindungi si induk sapi dan berteriak, "Jangan bunuh sapiku!.

Golok laki-laki itu berhenti di tengah-tengah dia marah, "Pergi kau! Aku akan memotong anak sapi ini untuk dijadikan daging panggang."

Anak kecil itu menarik tangan laki-laki kasar itu sambil memohon, "Jangan Tuan, kalau anak sapi kami mati, induknya pasti akan sedih."

Laki-laki itu tertawa sinis dan berkata, "Baiklah, kalau begitu kau yang gantikan sapi ini untuk mati!" dia sudah membacok ke arah tangan anak kecil itu.

Melihat anaknya akan bersimbah darah, si kakek dan perempuan berbaju hijau itu, serta pemuda lugu itu segera berteriak, golok laki- laki itu berada di tengah-tengah, karena golok itu mengenai sesuatu, ternyata golok itu telah terjepit di antara 2 buah jari seseorang.

Golok itu berhenti di antara jari tengah dan jari telunjuk milik Fang Zhen Mei.

Laki-laki itu marah dan meraung, "Hei pelajar miskin, apakah kau sudah bosan hidup?" Dia menarik goloknya tapi golok itu tidak bisa digerakkan sama sekali. Laki-laki itu hampir tidak percaya apa yang sedang terjadi pada dirinya, dia berusaha sekuat tenaga menarik goloknya tapi golok itu tidak bisa bergerak sama sekali.

Kedua laki-laki lain yang melihat kejadian itu, secara serentak mencabut golok, dan diarahkan kepada Fang Zhen Mei!

Tapi Fang Zhen Mei tidak bergeming sama sekali. Tiba-tiba ketiga laki-laki itu secara bersamaan melayang ke tempat jauh dan tidak bisa bangun lagi.

Si kakek, pemuda lugu, dan perempuan itu, serta anak kecil itu merasa terkejut, mata mereka membelalak dengan besar, mereka tidak bisa mengucapkan sepatah katapun. Fang Zhen Mei memberi hormat dan dengan tersenyum berkata, "Pak tua, apakah Anda merasa terkejut?"

Kakek itu seperti baru terbangun dari mimpinya, hampir saja dia berlutut, kemudian dia berkata, "Terima kasih, Tuan Muda sudah menolong kami...." Fang Zhen Mei segera mendekat dan memapahnya supaya bangun.

Ketiga laki-laki yang terjatuh tadi sekarang baru tahu kalau mereka telah bertemu dengan lawan kuat. Laki-laki pertama berteriak, "Siapa nama Tuan? Kami 3 bersaudara tidak ada dendam dengan Tuan, mengapa Tuan mempersulit kami?"

Alis Fang Zhen Mei tampak terangkat dan diapun berkata, "Tuhan selalu mengajarkan umatnya untuk berbuat baik, iDia tidak akan mengijinkan kalian membunuh seekor anak sapi dan menghina seorang anak kecil, apakah kalian belum pernah menjadi seorang anak atau seorang remaja? Kalau kalian melakukan yang lain aku tidak akan per duli, tapi kalian melakukan perbuatan seperti ini, ini terlalu jahat, kelak kalian jangan sampai terlihat lagi olehku kalau tidak aku tidak akan membiarkan kalian dengan mudah lolos "

Salah satu dari ketiga laki-laki yang terbanting paling ringan, sudah bisa berdiri, sambil meloncat diapun meraung, "Kentut! Kau kira hanya dengan beberapa jurus cakar anjing atau kucing kau bisa mengalahkan kami? kami tidak akan memberimu kesempatan kabur dari sini, kau malah berani bicara bahwa kau tidak akan melepaskan kami

Tiba-tiba di belakang ada suara yang membentak, "Hentikan perkataanmu, kurang ajar!"

Fang Zhen Mei melihat ada seorang pemuda berbaju putih yang tampan dan sedang berjalan mendekat, kelihatannya dia sangat tenang dan lincah. Tapi wajahnya terlihat nafsu membunuh, dia melihat ketiga laki-laki itu, di belakangnya ada 4 orang laki-laki yang wajahnya tampak datar, gerakan mereka kaku, mereka berpakaian seperti pelayan.

Wajah pemuda berbaju putih itu penuh dengan hawa membunuh, dia membentak ketiga laki-laki itu, "Dasar manusia tidak berguna, aku menyuruh kalian mengurus sesuatu, tapi malah di sini mencari masalah! Aku harus membunuh kalian!"

Ketiga laki-laki itu menundukkan kepalanya karena dibentak oleh pemuda itu, pemuda itu tertawa kepada Fang Zhen Mei, "Terima kasih Tuan sudah membantuku menghajar anjing-anjing ini, siapa nama Tuan?"

Fang Zhen Mei tertawa, Tidak perlu merasa sungkan, margaku Fang, untung ketiga kakak ini memberiku kesempatan "

Pemuda berbaju putih itu tampak bergetar kaget, "Marga Kakak Fang? Apakah Kakak adalah Pendekar Fang Zhen Mei yang sangat terkenal itu?"

"Fang Zhen Mei adalah Fang Zhen Mei, dia bukan orang terkenal yang Anda maksud," kata Fang Zhen Mei sambil tertawa.

Pemuda berbaju putih itu terlihat sangat senang, dia memegang tangan Fang Zhen Mei sambil tertawa, "Tidak disangka Anda adalah pendekar terkenal Fang. Pantas ilmu silat Anda begitu hebat, sudah lama aku mendengar nama besar Anda, hari ini aku sangat beruntung bertemu "

Tangan seorang laki-laki memegang tangan laki-laki  lain, keadaan ini sangat canggung, hal ini membuat Fang Zhen Mei ingin tertawa dan juga menangis.

Waktu itu tangan pemuda berbaju putih itu sudah memegang pergelangan tangan Fang Zhen Mei, kemudian dengan cepat berubah menjadi telapak, dan dia sudah memukul ke dada Fang Zhen Mei!

Perubahan yang terjadi begitu cepat membuat siapapun tidak menyangkanya, walaupun tahu bahwa pemuda berbaju putih itu akan menyerangnya, diapun tidak bisa menghindari serangan kilat ini! Dan bersamaan waktu itu, keempat laki-laki yang berada di belakang pemuda itupun ikut menyerang, empat orang, delapan tangan dengan kencang mencengkram nadi di tangan kiri dan tangan kanan, kaki kiri dan kaki kanan Fang Zhen Mei. Lebih menakutkan lagi, ketiga laki-laki yang sejak tadi menunduk  sekarang ikut membantu, mereka membacok Fang Zhen Mei dari belakang.

Hanya dalam waktu singkat tangan dan kaki Fang Zhen Mei berhasil dipegang mreka, di depan dada ada telapak tangan pemuda berbaju putih itu", di belakangnya ada 3 golok berwarna emas!

Perubahan besar telah terjadi. Ini adalah strategi Meng Hou Yu.

Pak tua, pemuda lugu, perempuan, dan anak kecil itu kecuali bengong, apa yang bisa mereka lakukan?

---ooo0dw0ooo---
*** ***
Note 26 September 2020
"Cersil terbaru akan di upload setiap hari Selasa, Sabtu dan Minggu.| Hari Minggu itu weekend tapi kalau cinta kita will never end"

(Regards, Admin)

0 Response to "Pertarungan di Kota Chang An Bab 3 : Meng Hou Yu menyusun strategi"

Post a Comment

close