Pendekar Sejagat Bab 20 : Chang Xiao Qi Ji, Xue He Si Shi

Mode Malam
BAB 20 Chang Xiao Qi Ji, Xue He Si Shi

Sepasang telapak tangannya diangkat. Tangan ini mengeluarkan cahaya aneh dan berwarna ungu keemasan, tampak licin seperti pisau. Guo Ao Bai yang melihat dari pinggir segera terkejut dan berteriak, "Xi Zhang Ci Jin Shou!" (Tangan Emas Ungu dari Tibet).

Harus diketahui bahwa ilmu silat Ci Jin Shou ini sudah lama menghilang dari dunia persilatan. Dulu ada 3 orang La Ma (semacam biksu bangsa Tibet) menyerang ke Zhong Yuan (Tionggoan). Mereka ingin menguasai dunia persilatan. Dengan Ci Jin Shou mereka berhasil melukai banyak orang, seolah-olah di dunia tidak ada yang bisa mengalahkan telapak beracun Ci Jin Shou. Untung ada seorang biksu aneh yang bernama Da Shi Chan Shi berasal dari Shao Lin, dengan berani dia turun gunung. Di kaki gunung Shong Shan dengan menggunakan ilmu Da Shi Qi Gong (Ilmu Batu Besar) dia berhasil mengalahkan 3 orang biksu La Ma itu. Seorang La Ma dipukul hingga dia minta ampun dan kembali ke Tibet. Yang satu masuk ke dalam sungai. Yang satu lagi bertobat dan dengan suka rela masuk menjadi murid Shao Lin dan juga menjadi seorang biksu yang berkedudukan tinggi.

Karena itu ilmu Ci Jin Shou langsung menghilang dari dunia persilatan. Sekarang tidak disangka pada jurus pertama Chang Xiao Qi Ji jurus yang dikeluarkan adalah jurus Ci Jin Shou. Zheng Bai Shui baru mengeluarkan ilmu Ci Jin Shou, tiba-tiba Shi Tu ke 12 bergerak menghampirinya, lincah dan cepat seperti seekor naga yang gagah. Tangannya pun tiba-tiba mengeluarkan cahaya keemasan. Pedang Sakti Xue He sudah dikeluarkannya. Tadi Shi Tu ke 12 dan Zheng Bai Shui beradu telapak tangan, Shi Tu ke 12 kalah tapi dia adalah seorang yang sangat berpengalaman. Sekarang dia tidak akan memberi kesempatan lagi kepada Zheng Bai Shui lagi.

Pedang Sakti Xue He segera mengeluarkan jurus pertama. jurusJin Shi Wei Kai (Batu Emas Terbuka).

Ci Jin Shou milik Zheng Bai Shui tiba-tiba berubah menjadi telapak tangan yang banyak menjadi satu dan telapak tangan ingin menepak kepala Shi Tu ke 12.

Jurus Pedang Sakti Xue He tidak berubah, terlihat ujung pedang agak menurun ke bawah.

Xue He Shen Jian beradu dengan Ci Jin Shou. Terdengar suara DING. Xue He Shen Jian seperti menusuk batu emas.

Bagaimanapun bentuk batu, Xue He Shen Jian tetap tidak akan meru bah gerakan Jin Shi Wei Kai!

Tapi Zheng Bai Shui segera menarik tangannya dan menjadi kepalan. Itu adalah jurus Da Mo Mi Quan (Rahasia Kepalan Da Mo ).

Orang yang benar-benar menguasai Da Mo Mi Quan hanya ada 2 orang yaitu ketua Shao Lin bagian utara dan selatan. Tapi mengapa Zheng Bai Shui bisa menguasai ilmu ini? Da Mo Mi Quan adalah jurus kedua dari ilmu Chang Xiao Qi Ji.

Kepalan tangan digerakkan dan menggetarkan Xue He Shen Jian. Tubuh Shi Tu ke 12 ikut bergetar, jurus pedang tidak berubah, tiba- tiba dia memutar membentuk lingkaran dengan pedangnya. Jurus kedua Xue He Shen Jian adalah Tian Wai You Long (Naga Bermain di Luar Langit) pedang bergerak seperti kilat.

Teriakan Zheng Bai Shui seperti harimau mengaum, untuk menghindar sudah tidak bisa, ingin mundur, itu pun sudah tidak bisa. Ujung pedang berada sudah di depan wajahnya.

Orang-orang yang berada di lapangan pertarungan itu membelalak kaget. Perlu diketahui, mereka berdua mengeluarkan serangarlnya dengan sangat cepat. Hal ini sudah diketahui di duriia persilatan. Terlihat Pedang Sakti berada di langit. Baju putih tertiup angin, dengan lancar dan mahir juga bergerak dengan sempurna. Semua jurus terbaik yang ada di dunia persilatan sudah dipertunjukan. Jurus yang sangat berbahaya. Mereka sudah bertarung mencapai beberapa jurus, membuat orang yang berada di lapangan menjadi sesak nafas.

Tapi Zheng Bai Shui dengan tenang mencondongkan pinggangnya ke belakang. Tapi pedang Shi Tu ke 12 pun mengikuti gerakannya turun ke bawah. Zheng Bai Shui melambaikan tangannya, Chang Xiao Qi Ji jurus ketiga sudah dikeluarkan, jurus Dong Hai Shui Yun Xiu (Lengan Baju seperti Awan di Laut Timur) menghalangi gerakan Shi Tu ke 12. Pedang menggores lengan baju, mengeluarkan suara SHIT, SHIT. Tapi pedang tidak bisa melubangi atau menyobek lengan baju yang lembut ini.

Shi Tu -ke 12 terpaku, Zheng Bai Shui sudah meloncat tinggi. Kesepuluh jarinya bergerak seperti peluru, hanya dalam waktu sekejap di sekeliling terdengar suara SHI, SHI. Suara ini terus menyerang ke arah Shi Tu ke 12.

Guo Ao Bai berteriak, " jurus Chang Tian Shen Zhi!" (Jari Sakti Langit Panjang).

Harus diketahui Chang Tian Shen Zhi dulu digunakan oleh 7 orang pesilat tangguh di dunia persilatan. Mereka bersama-sama menciptakan ilmu silat ini. Ilmu ini khusus menyerang tenaga dalam musuh. Tenaga yang dikeluarkan sangat dasyat. Tidak disangka itu adalah jurus Chang Xiao Qi Ji yang keempat. Dapat dibayangkan bagaimana kehebatan ilmu silat Zheng Bai Shui yang terus menerus berubah.

Chang Tian Shen Zhi adalah ilmu sangat dasyat, terlihat Shi Tu ke 12 tidak bisa menghindar lagi.

Yang membuat orang tidak menyangka adalah Shi Tu ke 12 bukan mundur melainkan malah maju. Dia seperti seekor naga sakti yang bermain di atas awan. Pedang Sakti Xue He dimainkan dengan sangat bagus. Sambil menyerang sambil berjaga. Pedang ini pun memutuskan tenaga jari Zheng Bai Shui dan terus menyerang ke arah Zheng Bai Shui.

Pedang Sakti Xue He memasuki jurus ketiga. Jurus Feng Yu Xiao Xiao (Angin Hujan Air yang Dingin dan Dalam).

Zheng Bai Shui berteriak aneh. Dia seperti seekor elang, terbang ke angkasa. Turun dan naik, kemudian dia sudah berada di atas kepala Shi Tu ke 12. Kedua telapak bertepuk, mengeluarkan Da Shi Shen Gong.

Begitu mengeluarkan Da Shi Shen Gong, Pedang Sakti Xue He menjadi miring dan pada waktu itu Shi Tu ke 12 bersalto. Itu adalah jurus Pedang Sakti Xue He yang paling lihai dan juga yang paling dasyat. Katanya di dunia ini belum ada orang yang bisa memecahkan jurus ini. Shi Tu ke 12 sendiri pun jarang menggunakan jurus ini. Ini adalah jurus terakhir dari Xue He Shen Jian.

Jurus Shi Po Tian Jing (Batu Pecah Langit Kaget). Jurus ini belum keluar, petir memenuhi langit. Orang-orang yang melihat pertarungan yang terjadi seperti Shi Tu Qing Yan dan Zheng Dan Feng jatuh dan terduduk di tanah. Guo Ao Bai pun silau oleh cahaya itu, matanya tidak bisa dibuka.

Wajah Fang Zhen Mei dan Wo Shi Shui menjadi pucat. Mereka tidak bisa bicara tapi mata mereka tidak berkedip. Sepertinya hati mereka sangat berat dan juga bergejolak.

Jurus terakhir dari Shi Tu ke 12, bila dia tidak menang, mana mungkin Zheng Bai Shui, ketua Chang Xiao Qi Ji akan melepaskannya!

Zheng Bai Shui berada di tengah udara, seperti harimau yang memiliki sayap dan elang yang besar. Begitu memasuki jurus kelima Chang Xiao Qi Ji, jurus itu mulai dilancarkan. Dengan ilmu sakti Bu Bu Qing Yun, dia terbang ke atas beberapa meter kemudian tenggelam dan melayang ke arah Shi Tu ke 12. Waktu itu Shi Tu ke 12 sedang bersalto dan ingin mengeluarkan jurus terakhir Shi Po Tian Jing.

Tapi waktu Shi Tu ke 12 ingin 'membalikkan badan, dia merasa tenaga yang berada di dalam tubuhnya sudah tidak menyambung, dadanya pun terasa sangat sakit!

Dua pukulan dari Qu Lei di bagian dada membuatnya terluka parah.

Shi Tu ke 12 memaksa mengumpulkan tenaga Pedang Sakti Xue He yang terakhir yaitu Shi Po Tian Jing, jurus ini siap dikeluarkan!

Tapi rasa sakit membuat Shi Tu ke 12 terlambat sedikit untuk bertindak. Walau hanya terlambat sebentar, Fang Zhen Mei sudah melihatnya. Dia berteriak, "Oh!"

Dan pada waktu hanya selang beberapa detik, Zheng Bai Shui sudah mengambil kesempatan ini!

Jurus keenam Chang Xiao Qi Ji—

Jurus Da Mo Shen Zhang (Telapak Sakti Da Mo).

Kali ini giliran Wo Shi Shui yang berteriak karena terkejut!

Begitu Da Mo Shen Zhang dikeluarkan sama sekali tidak terasa ada henbusan angin. Hanya terasa seperti pasir yang ditiup angin dan mengenai wajah, tidak ada tempat untuk menghindar lagi. Da Mo Shen Zhang dulu adalah ilmu perkumpulan Da Mo(Gurun Besar). Ilmu ini dilatih di gurun pasir selama 18 tahun baru bisa menjadi ilmu Da Mo Shen Zhang. Tapi sekarang sudah menjadi ilmu silat terkuat dari Zheng Bai Shui.

Tepat saat itu Shi Tu ke 12 membalikkan badan!

Begitu dia membalikkan badan, Pedang Sakti Xue He sudah mengumpulkan tenaga dan siap untuk dikeluarkan!

Sewaktu dia membalikkan badan dan pedang hampir dia tusukkan, Da Mo Shen Zhang dengan 5 jari seperti besi dan baja siap menusuk. PES.  

Kelima jari Zheng Bai Shui menembus ke dalam perut Shi Tu ke 12.

Sepasang mata Shi Tu ke 12 melotot keluar. Tubuh yang berada di tengah-tengah langit melipat. Dia merasa sangat sakit.

Darah seperti hujan terus berjatuhan.

Zheng Bai Shui memenangkan pertarungan. Segera jarinya ditarik kembali dari perut Shi Tu ke 12. Dia pun mendarat ke bawah.

Hingga akan mati pun Shi Tu ke 12 masih mengeluarkan jurus terakhir. Shi Po Tian Jing.

Jurus ini tetap dikeluarkan sekalipun dia sudah terluka parah. Tenaganya pun masih sangat dahsyat. Terlihat bayangan putih melewati langit seperti seekor naga sakti yang muncul dari balik awan. Bersamaan dengan itu pedang sakti Xue He terjun ke dalam jurang Hua Shan yang dalamnya ribuan meter.

Ketua Wisma Shi Jian, Pedang Sakti Xue He, dan Shi Tu ke 12 karena hanya berbeda setengah jurus, dia mati bawah jurang Hua Shan.

Shi Tu Qing Yang berteriak, "Ayah!"

Pertarungan dahsyat yang menggegerkan dunia persilatan ini membuat hati setiap orang tergetar. Tapi sayang jurus Pedang Sakti Xue He belum sempurna di keluarkan. Dia sudah terbunuh oleh Chang Xiao Qi Ji milik Zheng Bai Shui yang hanya menggunakan 6 jurus. Yang membuat orang kaget adalah jurus ketujuh belum sempat dia keluarkan.

Angin berhembus dengan kencang, awan pun bergerak dengan cepat. Zheng Bai Shui, Fang Zhen Mei, dan Wo Shi Shui, wajah mereka menghadap ke arah jurang. Tidak ada yang bergerak dan juga tidak ada yang bicara. Mereka seperti mengenang juga seperti memikirkan sesuatu dan mereka merasa tidak enak hati.

Langit begitu gelap, setiap saat bisa turun hujan dan badai. Zheng Bai Shui dengan dingin melihat Fang Zhen Mei dan berkata, "Tuan Muda Fang, sekarang antara kau dan aku."

Fang Zhen Mei melihat dia dan berkata, "Tidak, sekarang aku tidak ingin bertarung denganmu."

Shi Tu Qing Yan mendekat. Dengan sedih dia berkata, "Kau tidak berani membalaskan dendam ayahku, biar aku sendiri yang membalasnya!"

Wo Shi Shui segera mendekat. Dia menghadang di depan Shi Tu Qing Yan dan berkata, "Nona Shi Tu, jangan berbuat seperti itu!"

Shi Tu Qing Yan beberapa kali ingin melawan Zheng Bai Shui tapi Wo Shi Shui tetap menghalanginya. Shi Tu Qing Yan menangis dan berkata, "Kalian, kalian bersekongkol untuk menghinaku!"

Wo Shi Shui mengerutkan dahi dan berkata, "Kau tidak bisa melawan Zheng Bai Shui."

Shi Tu Qing Yan berteriak, "Biar! Biar saja!" Walaupun dia berteriak dan menerjang Wo Shi Shui tapi dia tetap tidak bisa melewati Wo Shi Shui. Air mata dan ingus bercampur menjadi satu, membuat Wo Shi Shui menjadi serba salah. Untung Guo Ao Bai datang. Dia segera menotok nadi Shi Tu Qing Yan.

Kata Guo Ao Bai sambil menarik nafas, "Sekarang dia sedang sedih, biarkan dia tidur untuk sementara." Wo Shi Shui tertawa kecut dan berkata, "Kenapa aku tidak memikirkan hal ini?"

Semua menjadi hening, Zheng Bai Shui melihat Fang Zhen Mei. Tiba-tiba dia tertawa dan berkata, "Aku berhasil mengalahkan Shi Tu ke 12. di dunia ini bila masih ada aku, Wisma Shi Jian pasti akan kalah dan Chang Xiao Bang akan bangkit kembali. Bila kau mau mengubah pikiranmu dan masuk ke perkumpulanku, apa yang kau lakukan dulu, tidak akan kuungkit lagi dan aku akan memberimu kedudukan sebagai wakil ketua Chang Xiao Bang. Bagaimana?"

Fang Zhen Mei mengangkat alisnya dan tertawa. Dia berkata, "Umpan yang sangat bagus dan besar!" Kata Zheng Bai Shui, "Bila umpanku tidak besar, mana bisa membuat seorang Tuan Muda Fang mau memikirkannya?"

Fang Zhen Mei menarik nafas panjang dan berkata, "Tapi sayang, umpan besar pun tidak akan ada gunanya."

Tanya Zheng Bai Shui, "Oh? Mengapa bisa begitu?"

Fang Zhen Mei dengan serius menjawab, "Karena aku dan Ketua Shi Tu ke 12 adalah teman. Temanku terbunuh, aku harus membalaskan dendamnya."

Wajah Zheng Bai Shui menjadi gelap. Dia berkata, "Mengapa tadi kau menolak bertarung denganku?"

Fang Zhen Mei tertawa dan berkata, "Bukan aku tidak berani melakukannya, tapi karena aku tidak tega melakukannya. Kau sudah bertarung dengan Ketua Shi Tu ke 12, tenagamu belum pulih, bila bertarung lagi denganku sepertinya ini tidak adil."

Zheng Bai Shui terdiam dan dia berdiri. Akhirnya dia menarik nafas dan berkata, "Fang Zhen Mei memang seorang yang sangat jujur dan tidak mau mengambil keuntungan dari orang lain."

Tapi dia segera melanjutkan lagi, "Tapi sayang, kau salah tafsir kepadaku. Bertarung dengan Shi Tu ke 12, aku hanya menyerang 6 jurus. Begitu bertarung, aku segera memakai Chang Xiao Qi Ji karena ini adalah cara untuk menghemat tenaga. Kau tidak perlu mengkhawatirkan tenagaku. Begitu aku berhasil membunuhmu, aku akan bertarung lagi dengan Wo Shi Shui. Aku—Zheng Bai Shui tidak perlu diberi waktu untuk memulihkan tenaga!"

Fang Zhen Mei berpikir sebentar dan berkata, "Kalau begitu, aku akan mengikuti kemauanmu."

Zheng Bai Shui tiba-tiba tertawa dan berkata, "Apakah kau pikir kau bisa menerima jurus-jurus Chang Xiao Qi Ji?"

Fang Zhen Mei menggelengkan kepala dan berkata, "Tidak!"

Dengan dingin Zheng Bai Shui berkata, "Tadi aku hanya mengeluarkan lima setengah jurus Chang Xiao Qi Ji. Jurus yang terakhir adalah jurus yang paling dasyat. Bila kau bisa menyambut hingga jurus keenam, aku nasehati, kau harus berhati-hati karena begitu jurus ketujuh dikeluarkan, aku sendiri pun tidak tahu apakah kau masih bisa hidup atau malah mati."

Fang Zhen Mei tertawa dan berkata, "Terima kasih Ketua sudah memperingatiku. Jurus-jurus Chang Xiao Qi Ji kuat dan hebat. Di dunia ini tidak ada orang yang bisa menerima jurus keempatmu, tapi tadi Ketua Shi Tu ke 12 berhasil menerima 5 jurusmu. Ini sudah memecahkan rekor. Tapi sayang, karena Ketua Shi Tu sudah terluka parah, dia tidak bisa mengeluarkan jurus keempat dari jurus Pedang Sakti Xue He. Bila jurus keenam Ketua Zheng sudah begitu dahsyat, jurus ketujuh bisa kubayangkan bagaimana hebatnya. Tapi aku akan berhati-hati dan akan mencobanya "

Dengan dingin Zheng Bai Shui berkata, "Kau sudah mengetahuinya, itu lebih bagus lagi. Aku menghormati ilmu silatmu, aku tidak tega kepadamu, maka aku memutuskan untuk memberitahumu dulu. Masalah lain, tidak perlu banyak cerita lagi."

Tiba-tiba Zheng Dan Feng yang berada di pinggir berteriak dengan sedih, "Ayah! Apakah dosamu belum cukup banyak? Apakah Ayah tidak mau mendengarkan kata-kata putrimu. Jangan bertarung lagi!"

Zheng Bai Shui marah dan berkata, "Diam kau!" Zheng Dan Feng masih menangis, Guo Ao Bai berkata kepada Zheng Dan Feng, "Nona tidak perlu merasa tegang, kami tidak akan memperalat Nona Zheng untuk mengancam ayahmu!"

Wajah tua Zheng Bai Shui memerah, karena dia pernah menculik kakak beradik Shi Tu untuk dijadikan sandera dan mengancam Shi Tu ke 12 dan Wisma Shi Jian.

Wo Shi Shui menghalangi Zheng Dan Feng dan berkata, "Jangan coba-coba untuk mendekat!"

Zheng Dan Feng menangis dan berkata, "Mengapa aku tidak boleh mendekat? Aku harus mencegah pertarungan ini." Zheng Bai Shui ingin marah lagi, tiba-tiba Fang Zhen Mei berkata dengan suara yang ramah, "Nona Zheng, kau jangan ke sini, kau sudah tahu bagaimana sifat ayahmu, bila beliau sudah mengambil keputusan seperti itu, dia tidak akan mengubahnya. Bila kau mendekat ke sini dan mencoba untuk menasihati ayahmu, ini hanya akan membuat ayahmu tidak bisa berkonsentrasi, hal ini akan berbahaya baginya. Lebih baik kau jangan ganggu ayahmu bertarung!"

Zheng Dan Feng hanya terpaku setelah mendengar perkataan Fang Zhen Mei, dia tidak berniat untuk mencegah lagi, Zheng Bai Shui melihat Fang Zhen Mei dengan sorot mata berterima kasih. Tiba-tiba Zheng Bai Shui menyerang Fang Zhen Mei yang tidak ada persiapan sama sekali, Zheng Bai Shui sudah meloncat dan menyerang Fang Zhen Mei.

Fang Zhen Mei seperti sudah memiliki firasat, tubuhnya pun ikut bergerak.

Sepasang tangan Zheng Bai Shui terus digerakkan, tampak ada cahaya ungu yang keluar, kemudian ada cahaya berwarna kuning, terus menyerang ke arah wajah Fang Zhen Mei.

Sewaktu cahaya ungu itu hampir mencapai ke tengah alisnya, tiba-tiba Guo Ao Bai berteriak, "Ya!" dan Fang Zhen Mei meloncat, baju putihnya tertiup angin dan tampak berkibar, benar-benar terlihat sangat indah. Pukulan Zi Jin Shou berhasil dihindari dengan mudah.

Tapi pikiran Zheng Bai Shui sudah seperti setan, dia terus menempel Fang Zhen Mei, dua kepalan tangan sudah dikeluarkan, kepalan itu belum sampai, angin yang dihasilkan oleh kepalan bisa menghancurkan emas dan batu.

Tubuh Fang Zhen Mei berada di tengah udara, karena terus dikejar dia tidak mempunyai kesempatan untuk menghindar, tapi walaupun Fang Zhen Mei berada dalam keadaan seperti itu, dia tetap bisa mendaratkan tubuhnya dengan cepat.

Pukulan pertama tidak berhasil mengenainya, pukulan kedua membuat tanah menjadi berlubang, pasir dan debu tampak beterbangan, langit pun menjadi gelap, tapi Zheng Bai Shui tetap masuk ke dalam kepulan debu itu, dia masih ngotot mengejar Fang Zhen Mei.

Sepasang lengan baju seperti besi, seperti jala yang selalu ingin menutupi Fang Zhen Mei.

Beberapa serangan dengan cepat dikeluarkan, sama sekali tidak memberi kesempatan kepada Fang Zhen Mei untuk bernafas. Wo Shi Shui yang berada di sini terus menyaksikan pertarungan iru, dia merasa sesak nafas, karena selama ini dia tidak pernah melihat ada pertarungan yang begitu membahayakan jiwa.

Apalagi Zheng Bai Shui tidak akan menghilangkan kesempatan yang ada, walau itu hanya sedikit. Kedua lengan baju Zheng Bai Shui seperti awan, tiba-tiba Fang Zhen Mei pun ikut melambaikan kedua lengan bajunya.

Kedua lengan baju itu begitu dilambaikan, segera terjadi angin kencang, tapi angin -ini tidak menyerang Zheng Bai Shui melainkan menyerbu ke arah pasir dan debu yang memenuhi udara.

Karena angin begitu kencang, dan kibasan lengan baju Fang Zhen Mei membuat pasir-pasir menjadi beterbangan, pasir itu berubah menjadi panah, menyerang ke arah Zheng Bai Shui.

Tubuh Zheng Bai Shui dikurung oleh pasir.

Fang Zhen Mei terus mundur, sepertinya dia sudah tahu bahwa Zheng Bai Shui akan membuat tempat itu dikelilingi oleh pasir dan debu. Dan setelah itu dia akan masuk ke dalam kepulan pasir dan menyerang.

Jurus ini sudah ada persiapannya.

Zheng Bai Shui yang sudah sangat berpengalaman segera menarik kembali jurus Dong Hai Shui Yun Xiu, dan pasir yang memnuhi tempat itu segera menghilang.

Sebenarnya Fang Zhen Mei bisa mengambil kesempatan ini untuk menyerang Zheng Bai Shui, kedua lengan baju Zheng Bai Shui seperti ular yang terus melata dan mengeluarkan suara SHI, SHI... Jurus keempat dari Chang Xiao Qi Ji yaitu Xhang Tian Shen Zhi sudah mulai dikeluarkan.

Jurus Chang Xiao Qi Ji semakin dasyat.

Fang Zhen Mei seperti akan segera tertusuk di tengah-tengah udara. Kali ini Wo Shi Shui ikut berteriak.

Mereka yang menyaksikan pertarungan ini tanpa terasa tangan mereka pun sudah berkeringat.

Tiba-tiba tampak ada baju putih yang berkilau, Fang Zhen Mei terbang melayang ke atas seperti seekor bangau.

Kesepuluh jari Zheng Bai Shui ikut mengarah ke atas langit.

Tubuh Fang Zhen Mei melayang ke atas, tapi hati Wo Shi Shui malah tenggelam, perlu diketahui semakin dikeluarkan maka jurus Chang Xiao Qi Ji akan semakin dahsyat, bila Fang Zhen Mei terbang ke atas, maka Zheng Bai Shui tidak akan memberi kesempatan kepadanya untuk mendarat di bumi. Bila berada di tengah-tengah udara, Fang Zhen Mei mana ada tenaga untuk menghalau jurus kelima, jurus keenam, apalagi jurus ketujuh yang menggegerkan dunia persilatan.

Wo Shi Shui terkejut dan juga merasa cemas, dia tidak menyangka orang sepandai dan berilmu silat tinggi seperti Fang Zhen Mei bila sedikit melakukan kesalahan, sehingga dia akan mati di tangan Zheng Bai Shui.

Di darat menyambut jurus Chang Xiao Qi Ji saja sudah kewalahan apalagi bila harus menghadapi di tengah udara.

Begitu jurus Chang Tian Shen Zhi tidak  mengenai  sasaran, maka jurus kelima pun mulai dikeluarkan.

Zheng Bai Shui meloncat ke atas untuk menghadang Fang Zhen Mei. Begitu jurus Da Shi Shen Gong dikeluarkan, pasir beterbangan, batu pun berguling-guling ke arah Fang Zhen Mei. Fang Zhen Mei mengumpulkan tenaga dalamnya pada saat dia berada di udara, dia meloncat lebih tinggi lagi.

Dengan ilmu meringankan tubuhnya, Zheng Bai Shui melayang 7- 8 langkah di udara, jurus Da Shi Shen Gong terus diarahkan kepada Fang Zhen Mei.

Fang Zhen Mei naik lagi, di udara seperti ada tangga yang tidak terlihat, dia naik beberapa meter lagi.

Ini adalah ilmu meringankan tubuh dengan tingkat yang paling tinggi, dengan jurus yang dinamakan ilmu sakti bertingkat naik ke tangga awan'.

Tiba-tiba Zheng Bai Shui membentak, suara bentakan ini seperti guntur di siang hari, membuat gendang telinga bergetar dan seakan-kkan sudah menjadi tuli, tapi tubuh Zheng Bai Shui bergerak seirama dengan suara yang dia keluarkan, dia naik lagi beberapa meter. Da Shi Shen Gong dengan mantap tetap diarahkan kepada Fang Zhen Mei!

Zheng Bai Shui dengan teriakan seperti auman singa yang biasa digunakan dalam agama Budha untuk meningkatkan kemampuan ilmu meringankan tubuh.

Kali ini Fang Zhen Mei tidak bisa menghindar lagi, tiba-tiba angin kencang berhembus, membuat baju Fang Zhen Mei berkibar-kibar, juga membuat tubuh Fang Zhen Mei menjadi sehelai kertas, tertiup oleh angin itu sehingga melayang-layang sejauh beberapa meter.

Kali ini Zheng Bai Shui merasa heran karena ilmu ini dia ketahui, sudah lama menghilang dan katanya tidak ada orang yang pernah menguasai ilmu meringankan tubuh yang disebut Sui Feng Bai Liu Cao Shang Fei (Mengikuti Angin Bergoyang seperti Pohon Yang Liu dan Terbang Diatas Rumput).

Kali ini Zheng Bai Shui mengaku kalah dan jurus kelima Chang Xiao Qi Ji akan diselesaikan, tiba-tiba Zheng Bai Shui memutar tenaga telapaknya, tenaga itu diturunkan ke bawah. Setelah diarahkan ke bawah, angin dari telapak meniup ke bawah dan mementalkan tenaga yang cukup besar, membuat tubuh Zheng Bai Shui naik lagi beberapa meter, sekarang posisi Zheng Bai Shui berada di atas dan Fang Zhen Mei berada di bawahnya.

Terlihat ada dua baju yang berwarna putih, walaupun mereka bertarung dengan sengit, tapi baju-baju itu berkibar-kibar seperti dewa, mereka tiba-tiba menghilang, tiba-tiba muncul di atas awan membuat orang-orang yang melihat harus mengangkat kepalanya tinggi-tinggi.

Hanya Wo Shi Shui saja yang merasa cemas, dia tahu Fang Zhen Mei sudah berada di ujung tanduk, dia sudah kehabisan jurus.

Bila dia adalah Fang Zhen Mei, begitu memulai pertarungan dia akan memaksa Zheng Bai Shui tidak bisa mengeluarkan Chang Xiao Qi Ji, atau bertindak seperti Shi Tu ke 12, ada saat menyerang ada saat bertahan, tidak akan membiarkan jurus Chang Xiao Qi Ji yang semakin kuat dikeluarkan oleh Zheng Bai Shui. Jurus Chang Xiao Qi Ji baru memasuki jurus enam setengah sudah membuat Shi Tu ke 12 kehilangan nyawa, sekarang ini walaupun Fang Zhen Mei berilmu silat tinggi, belum tentu dia bisa menerima jurus ketujuh!

Parahnya saat ini Fang Zhen Mei sama sekali tidak mempunyai kesempatan untuk membalas, dan tubuhnya masih berada di langit, bila Chang Xiao Qi Ji dikeluarkan, pasti kali ini Fang Zhen Mei akan mati.

Setelah berpikir seperti itu, Wo Shi Shui merasa semakin gelisah, dia sangat ingin membantu Fang Zhen Mei, tapi dia tidak akan melakukannya karena dia sudah berjanji, dia juga tidak akan mengeroyok Zheng Bai Shui dengan cara dua lawan satu.

Zheng Bai Shui sekarang turun dari posisinya yang lebih tinggi dari Fang Zhen Mei, dia tertawa panjang. Jurus keenam Chang Xiao Qi Ji yaitu Da Mo Shen Zhang sudah dikeluarkan.

Tiba-tiba Fang Zhen Mei turun dari langit dengan cepat.

Zheng Bai Shui dengan bersusah payah baru bisa ke atas, sekarang terlihat Fang Zhen Mei tiba-tiba turun, Zheng Bai Shui tidak akan membiarkan dia lari atau kabur, dengan menggunakan jurus Qian Jin Duo (Jatuh Seribu Kilo), dengan cepat dia menyusul turun.

Zheng Bai Shui marah dan bertindak tergesa-gesa, terlihat jaraknya dengan Fang Zhen Mei semakin jauh, dia mengambil nafas panjang, dia turun lebih cepat lagi.

Hanya dalam waktu singkat jaraknya dengan Fang Zhen Mei semakin dekat. Mereka sejak tadi hanya turun naik, dan semua itu berlangsung hanya sebentar, semua ini memperlihatkan gerakan yang sangat indah, membuat orang-orang menahan nafas karena tegang, sekarang dengan tubuh turun dari atas langit, hal itu lebih cepat dilakukan dibandingkan saat ,naik ke atas langit.

Kali ini Fang Zhen Mei mendarat terlebih dulu.

Tak lama kemudian Zheng Bai; Shui pun mendarat, begitu kakinya menginjak bumi, Fang Zhen Mei segera melipat tubuhnya kepalanya berada di bawah, dia mengeluarkan jurus Tie Ban Qiao (Jembatan Papan Besi).

Begitu kaki Zheng Bai Shui mendarat dan menginjak tanah, dia sudah mengeluarkan suara besar kemudian jurus Da Ma Shen Zhang sudah dikeluarkan.

Wo Shi Shui yang berada di pinggir hampir saja berteriak karena terkejut, karena dia melihat Fang Zhen Mei berada di posisi yang tidak menguntungkan. Walaupun menggunakan jurus Tie Ban Qiao yang sangat bagus, untungnya dia bisa menhindari jurus keenam dari Chang Xiao Qi Ji. Apakah dia bisa menyambut jurus ketujuh?

Fang Zhen Mei melipat pinggangnya ke belakang, dia siap menerima jurus ketujuh dari Zheng Bai Shui. Tapi semua sudah tidak sempat kagi.

Sekalipun Fang Zhen Mei adalah seorang dewa, sepertinya dia tidak akan bisa menyambut jurus ketujuh dari Chang Xiao Qi Ji, karena ini adalah jurus terakhir.

---ooo0dw0ooo--- 
*** ***
Note 23 November 2020
Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Jika kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yg salah, dan teruslah melangkah.
|Serial Pendekar 4 alis telah rampung dan siap untuk dibaca, untuk membacanya silahkan klik disini : Serial pendekar 4 Alis (Completed).|
(Regards, Admin)

0 Response to "Pendekar Sejagat Bab 20 : Chang Xiao Qi Ji, Xue He Si Shi"

Post a Comment

close