Pendekar Sejagat Bab 16 : Naga, Harimau, Elang, dan Merpati

Mode Malam
BAB 16 Naga, Harimau, Elang, dan Merpati

Perubahan besar sudah terjadi. Di lapangan itu kecuali Qu Lei, Fang Zhong Pin, Tie Jiao Jiao, Chen Guan Cai, Zhao Liao Fen, Shang Bu Yun dan yang lainnya, mereka masing-masing terkena satu panah. Sisa panah sebanyak 68 panah, mengenai 68 orang, 42 orang segera terpanah hingga mati, 26 orang terluka.

Wajah Qu Lei terlihat lebih jelek dbandingkan dengan wajah.orang mati.

Kemudian dia melihat 74 orang pemanahnya. Mereka dilempar masuk ke halaman. Tenggorokan mereka terputus, sepertinya mereka diserang dari belakang dan tidak bisa melawan lagi dan leher mereka digorok.

Fang Zhong Pin melihat Shi Tu ke 12 sedang tersenyum. Muncul wajah seorang pemimpin yang menghadapi beribu-ribu pasukan tapi terlihat tetap tenang dan teratur mengatur mereka. Fang Zhong Pin merasa panas dingin.

Kemudian seorang murid yang berada di pinggir Shi Tu ke 12 dengan pelan keluar dari sisi Shi Tu ke 12 dan berkata, "Pemanah kalian berhasil ditaklukan oleh kelompok elang dari wisma kami. Di luar ada 52 orang dan di dalam ada 41 orang, tapi semua itu hanya penjaga wisma saja. Pasukan kami yang sebenarnya ada 4 kelompok. Kelompok pertama, kelompok elang memiliki tangung jawab menjaga keamanan di luar dan di dalam wisma. Kelompok kedua adalah kelompok merpati, tugas mereka adalah menyelidiki dan memberi kabar. Kelompok ketiga adalah kelompok harimau, mereka mewakili ketua wisma melakukan semua hal di dunia persilatan. Kelompok keempat adalah kelompok naga, mereka jarang keluar kecuali bila wisma mengalami kesulitan, keahlian mereka adalah membunuh. ''

Wajah Qu Lei dan Fang Zhong Pin menjadi pucat.

"Aku diperintahkan untuk memberitahu kalian, orang-orang kalian yang berada di luar sudah dikepung oleh kelompok elang dan yang berada di dalam wisma, kelompok naga sudah memasang perangkap. Walaupun kalian bisa keluar, tapi di luar sana kalian sudah dikelilingi oleh kelompok harimau. "

Rasa terkejut membuat mulut Guo Ao Bai ternganga. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa Wisma Shi Jian adalah begitu kuat, dia benar-benar tidak mengetahuinya. Wisma Shi Jian adalah wisma yang terkenal. Wisma ini berdiri bersama-sama dengan Chang Xiao Bang dan markas Biao Feng Yun, kekuatan Wisma Shi Jian pasti tidak biasa, kalau tidak mungkin wisma ini sudah tertelan oleh angin badai dan gelombang besar.

"Orang yang kalian kirim sudah membunuh 52 orang Wisma Shi Jian. Sekarang mereka dicegah oleh kelompok merpati dan mereka sudah dibunuh. Tapi kau tenang saja, sekarang anak buah perkumpulan kalian masih tersisa 150 orang.

Guo Ao Bai merasa lebih aneh lagi, dia tidak menyangka murid Wisma Shi Jian ini walau masih begitu muda tapi perkataan dan penampilannya sangat tenang, teratur, dan sangat berwibawa.

"Ou Lei, Fang Zhong Pin, mengaku lah kalah. Wisma Shi Jian bukan tempat untuk kalian berbuat seenaknya. Mengaku sajalah, dan tanggalkan senjata kalian. Yang menanggalkan senjata, tidak akan kami bunuh." Wajah Qu Lei seperti warna hati babi. Dia marah dan berteriak, "Hentikan omong kosongmu!"

Fang Zhong Pin melihat orang itu lalu bertanya, "Siapa kau!" ; Murid itu balik bertanya, "Siapa aku?"

Dia melepas topeng kulit dari' wajahnya. Topeng itu dirias dengan begitu sempurna dan ahli. Dia adalah Yi Dao Duan Hun, He Bu Le.

Fang Zhong Pin dengan gugup berkata, "Bukankah kau...kau sedang keluar kota untuk melatih kelompok elang...?"

Wajari He Bu Le sangat kasar tapi selalu tersenyum. Dia melihat ke arah Shi Tu ke 12. Dengan tenang Shi Tu ke 12 menjawab, "Dia adalah wakil ketua Wisma Shi Jian. Dia yang membereskan semua masalah besar. Mana mungkin dia pergi jauh dari wisma ini?"

Fang Zhong Pin merasa aneh dan berkata, "Kalau "

He Bu Le tertawa dan berkata, "Tempat latihan murid-murid kelompok elang berada di tempat rahasia di bawah tanah tetapi tetap berada di Wisma Shi Jian. Kecuali ketua dan aku, orang lain tidak akan ada yang tahu."

Wajah' Fang Zhong Pin sudah pucat dan tidak bisa mengatakan apa-apa lagi.

Tiba-tiba di halaman ada yang berteriak, "Ketua, Kakak Kedua, celaka, Chang Xiao Bang sudah menyerang."

Shi Tu ke 12 membalikkan kepala, ternyata dia adalah si Ketapel Besi Peluru Perak, Lu Ying Feng dengan terengah-engah berlari masuk. Begitu melihat Shi Tu ke 12, dia segera berkata, "Ternyata kalian berada di sini, kita harus melawan mereka!"

Shi Tu ke 12 tersenyum dan berkata, "Adik Lu, jangan emosi, keadaan sudah bisa dikendalikan. Wisma sudah bisa diurus, tidak perlu tergesa-gesa."

Wajah Lu Ying Feng terlihat senang dan dia tiba-tiba berkata, "Ketua, aku ingin melaporkan sesuatu!"

Shi Tu ke 12 mengerutkan dahi dan bertanya, "Apa yang akan kau laporkan sekarang ini?"

Jawab Lu Ying Feng dengan tergesa-gesa, "Hal ini sangat penting, ada hubungannya dengan Kakak Ketiga-

Shi Tu 12 mengangguk dan berkata, "Kemarilah!"

Dengan hormat Lu Ying Feng mendekat dan menjawab, "Ya!"

Dia berjalan menuju Shi Tu ke 12, tidak ada yang melihat kalau tangannya memegang 2 buah pisau pendek yang tajam, setiap saat dia bisa menikam jantung Shi Tu ke 12.

---ooo0dw0ooo---

Zheng Bai Shui memakai baju putih. Dia berjalan di gunung. Awan berada di atas kepala dan seperti terbang, bulan seperti tidak tenang. Dia berusaha bersembunyi di balik awan yang terus berlari.

Bulan, bintang, angin kencang, orang pun berjalan dengan cepat seperti terbang seperti meluncur di padang rumput. Dia adalah ketua Chang Xiao Bang— Zheng Bai Shui.

Sambil berjalan Zheng Bai Shui berpikir.

"Asalkan bisa menghancurkan Wisma Shi Jian, Chang Xiao Bang akan menjadi nomor satu di dunia persilatan. Hanya ada satu yang tertinggal dan itu adalah markas Biao Feng Yun. Tujuan berikutnya adalah menghancurkan markas Biao Feng Yun.

Dia terus berjalan. Tempat di mana dia berjalan sekarang sudah sangat dekat dengan Wisma Shi Jian. Sesudah melewati gunung ini, akan terlihat Wisma Shi Jian. Di depannya adalah hamparan rumput-rumput yang tinggi dan lebat. Rumput-rumput ini setinggi orang. Bergoyang-goyang di bawah sinar bulan dengan tidak tenang seperti mengeluh dan merasa tidak senang.

Zheng Bai Shui sedang berpikir, "Pertarungan antara Fang Zhen Mei dan Wo Shi Shui entah berlangsung sampai bagaimana? Mengapa Wo Shi Shui tidak ada kabar sedikit pun? Kali ini siapa pun yang masih hidup, Huo Wu Yong, Wo Shi Shui atau Fang Zhen Mei, aku akan membuat mereka saling bunuh. Orang yang tersisa biar aku sendiri yang akan membereskannya. Perjanjian antara aku dan Wo Shi Shui selalu membuat pihaknya dirugikan, walaupun Huo Wu Yong mampu atau tidak bisa membunuh Fang Zhen Mei, siapa pun yang tersisa, akhirnya harus bertarung dengan Wo Shi Shui ''

Sesudah berpikir seperti itu, Zheng Bai Shui menjadi sangat percaya diri. Dengan kedua tangannya dia menyibakkan rumput- rumput yang tinggi itu. Di bawah sinar bulan, baju putihnya terlihat dengan jelas. Dengan cepat dia berjalan di antara semak-semak itu. Karena rumput sangat tinggi dan lebat, dia tidak bisa melihat lurus ke depan. Kecuali suara rumput yang dia injak, dunia yang lain sepertinya sangat sepi.

Zheng  Bai  Shui  tetap  tenggelam   dalam  pikirannya, "Sekarang Qu Lei dan Shi Tu ke 12 pasti sedang bertarung. Siapa pun yang menang, mereka akan merasa lelah, dan aku akan mengambil keuntungan ini. Kalau tujuan ini terlalu awal tercapai aku malah harus bertarung dengan Shi Tu ke 12. Sebelum Qu Lei dan Fang Zhong Pin bertarung, menurut laporan mata-mata, Fang Zhen Mei dan Wo Shi Shui belum kembali ke Wisma Shi Jian. Kalau mereka berdua tidak berada di sana, dan Shi Tu ke 12 tidak mempunyai Pedang Sakti Xue H. Fang Zhong Pin dan Qu Lei akan lebih mudah mengalahkan Shi Tu ke 12."

Memikirkan semua itu Zheng Bai Shui menjadi sangat riang. Di bawah sinar bulan dengan tangan menyibak rumput setinggi orang dia terus berjalan. Di sekeliling sana rumput sangat tinggi dan lebat. Tiba-tiba di bawah rumput ada wajah seseorang yang sedang melihatnya dengan dingin.

---ooo0dw0ooo---
*** ***
Note 26 September 2020
"Cersil terbaru akan di upload setiap hari Selasa, Sabtu dan Minggu.| Hari Minggu itu weekend tapi kalau cinta kita will never end"

(Regards, Admin)

0 Response to "Pendekar Sejagat Bab 16 : Naga, Harimau, Elang, dan Merpati"

Post a Comment

close