Pendekar Sejagat Bab 12 : Markas Biao Qing Yun

Mode Malam
BAB 12 Markas Biao Qing Yun

Markas Biao Qing Yun berada di dalam kota Chang An. markas Biao Qing Yun adalah Biao terbesar di kota itu. Sekarang sudah malam jam satu. Pintu markas Biao sudah tutup, tapi di dalam markas Biao masih ada 3 orang sedang minum arak.

Mereka adalah ketua Biao Qing Yun, Hu Yan Yi Ding dan ketua Biao Fei Yun, Xue Zheng Yin dan Biao Chi Yun, Jiang Oing Feng.

Terdengar Xue Zheng Yin dengan tertawa berkata, "Hari ini aku sudah pergi ke Han Bi Lou..."

Yan Yi Ding tertawa dan berkata, "Apakah Kakak Xue ingin memberitahu kepada kami bahwa dia berkenalan dengan seorang wanita cantik..."

Xue Zheng Yin dengan cepat berkata, "bukan, bukan. Hari ini aku ke Han Bi Lou untuk mencari Qi Yang Sao Yue untuk menanyakan masalah Chang Xiao Bang, yang dekat-dekat ini sudah membunuh beberapa orang-orang dunia persilatan, tidak disangka, baru sampai di Han Bi Lou sudah ada 3 orang dilempar keluar dari Han Bi Lou..."

Hu Yan Yi Ding dengan aneh berkata, "Oh?"

Hu Yan Yi Ding tertawa dan berkata, "Sudah lama orang-orang tidak berani membuat keributan di Han Bi Lou. Kali ini siapa yang diusir itu?"

Xue Zheng Yin dengan senang tertawa, "Mereka adalah ketua Biao Xue Hun Luo Tian Chi dan Shen Qi Shan. Masih ada si kasar Ma Zhou Fu."

Hu Yan Yi Ding tertawa dan berkata, "Ternyata adalah mereka bertiga, ha...ha...ha"

Jiang Qing Feng tertawa dan berkata, "Biao Xue Hun didukung oleh Chang Xiao Bang. Mereka selalu menghina yang lemah, itu sudah melewati batas. Dia harus menerima pembalasan."

Xue Zheng Yin juga terus berbicara karena dia sudah tua maka sedikit terbatuk. Kemudian dia berkata, "Kalian tunggu sebentar, aku akan ke kamar kecil."

Dengan tergopo-gopo dia berjalan keluar ruangan tamu. Mungkin dia sudah mabuk begitu keluar ditiup angin, dia merasa dingin dan gemetar. Begitu melihat bulan, bulan purnama terasa sangat aneh, warnanya kuning dan hijau. Dia gemetaran juga merinding.

Pada waktu itu juga paling sedikit 60 senjata rahasia sudah ditujukan kepadanya.

Xue Zheng Yin sudah tua. Begitu dia tahu keadaan, sudah terlambat. Dia berteriak dengan suara keras. Dua telapak digerakan.

Tapi tetap sudah ada 7-8 macam senjata rahasia menancap di badannya.

Xue Zheng Yin berteriak dan berlari ke depan. Dia berusaha kembali ke ruangan tamu itu.

Tiba-tiba di dalam kegelapan, ada cahaya pedang dan dalam cahaya pedang itu, Xue Zheng Yin melihat orang itu.

Pemuda yang gagah dan kejam.

Xue Zheng Yin berteriak, "Fang Zhong Pin!" Dia merasa dadanya sakit dan roboh tidak bisa bangun lagi.

Di ruangan, Hu Yan Yi Ding dan Jiang Qing Feng masih terus minum.  Tiba-tiba  mendengar  di  luar ruangan ada yang marah dan berteriak. Mereka terpaku, kemudian ada suara yang sangat keras masuk dari luar. Mereka berdua sudah mengenal itu adalah suara Xue Zheng Yin. Segera mereka berdiri. Dari suara Xue Zheng Yin terdengar dia berkata nama Fang Zhong Pin. "Fang Zhong Pin?" Badan Jiang Qing Feng bergetar. Nama Fang Zhong Pin untuk dia terlalu dia kenal. Dulu sewaktu ayahnya memimpin Biao Chi Yun selalu aman dan makmur. Pada suatu hari tengah malam, semua orang di dalam pekarangan bertarung, mereka berteriak, "Chang Xiao Bang sudah menyerang." "Fang Zhong Pin aku akan membunuhmu!" Dia melihat paman guru satu persatu roboh di dalam cahaya api. Dia dengan sekuat tenaga berlari ke arah lain. Sesudah membunuh puluhan murid Chan Xiao Bang, dia baru bisa melarikan diri. Sesudah keluar dari sana dia baru tahu dalam Biao Chi Yun, hanya dia sendiri yang beruntung bisa kabur. Yang lain seekor anjingpun tidak bisa lolos. 

Kemudian dia berlari ke markas Biao Fei Yun. Xue Zheng Yin masih terus berkata ingin membalas dendam untuk Biao Chi Yun. Tapi belum satu tahun, pada suatu pagi hari di dalam suatu gang, Biao Fei Yun dan Chang Xiao Bang bentrok. Yang terluka dan mati sangat banyak. Tapi Chang Xiao Bang tetap menyerang Biao Fei Yun. Biarpun orang Biao menahan serangan ini tapi orang semakin banyak tumbang. Tiba-tiba ada seorang pemuda yang berbaju merah berjalan sambil membunuh. Begitu pemuda itu masuk, segera 4 guru Biao tumbang. Kekuatan Biao Fei Yun segera hancur. Pemuda itu masih tertawa dan berkata, "Ingat budiku, namaku adalah Fang Zhong Pin." Xue Zheng Yin dengan marah menyerang, hanya beberapa kali menyerang dia sudah roboh. Dengan susah payah dia memapah Xue Zheng Yin bisa keluar dari sana dan lari ke markas Biao Qing Yun. Dalam Biao Fei Yun hanya dia sendiri yang masih hidup.

Sekarang yang bernama Fang Zhong Pin datang lagi ke markas Biao Qing Yun?  

Orang-orang di sini yang berilmu silat paling tinggi adalah 'pecut emas tanpa musuh' Hu Yan Yi Ding. Tapi apakah dia bisa menahan serangan Fang Zhong Pin?

Biarpun Jiang Qing Feng sangat berpengalaman, tapi dia terpaku dan badanpun bergetar.

Hu Yan Yi Ding sudah marah, dengan cepat dia sudah seperti seekor bangau terbang keluar dari ruangan.

Begitu Hu Yan Yi Ding terbang keluar ruangan, sudah ada satu jala yang besar dari atap turun menutup Hu Yan Yi Ding.

Ternyata di atas atap, 4 sudut sudah ada orang berbaju hitam bersembunyi di sana.

Hu Yan Yi Ding ingin menghindar, tapi sudah tidak sempat. Dia sudah terkurung di dalam jala.

Tapi Hu Yan Yi Ding bukan memutuskan jala, sebaliknya dia loncat ke atap sambil membawa jala. Kemudian pecut emas keluar dari jala.

Terdengar sudah ada yang terkena pecut dan roboh. Segera Hu Yan Yi Ding berputar dan menyerang, ada yang roboh lagi.

Karena dua orang roboh, jalapun tidak kuat dipegang lagi. Hu Yan Yi Ding sudah lolos dari jala itu.

Tapi bersamaan waktu itu juga 40-50 senjata rahasia sudah dilepaskan dari atap rumah.

Hu Yan Yi Ding turun lagi, senjata rahasia itu malah membuat mati orang yang tersisa di atas atap.

Tapi kaki Hu Yan Yi Ding belum berdiri benar, seorang berbaju merah dengan cepat dan tergesa-gesa sudah datang dan dua telapak tangan sudah keluar. Satu Yin dan satu Yang, menyerang Hu Yan Yi Ding. Dia adalah ketua panji merah Tie Jiao Jiao.

Hu Yan Yi Ding di tengah udara, segera kembali lagi loncat ke atap dan berteriak, "Anah buah markas Biao cepat bangun! Chang Xiao Bang sudah datang menyerang—"

Kata-kata dia belum habis, di depan sudah ada kilauan pedang. Cepat, tidak bisa dilukiskan lagi. Karena Hu Yan Yi Ding masih di udara dan tenaganya terkuras, dia tidak bisa menghindar lagi, pedang sudah menusuk ke dalam perut. Badan Hu Yan Yi Ding pun di tengah-tengah udara turun kemudian dengan keras jatuh ke bawah.

Pemuda itu tangannya memegang pedang menusuk ke perut Hu Yan Yi Ding. Dia juga ikut turun. Hu Yan Yi Ding dengan suara serak berteriak, "Kau—"

Pemuda itu tertawa dingin dan berkata, "Aku adalah Fang Zhong Pin."

Kemudian pedang dicabut. Darah seperti hujan bermuncratan. Diapun kembali terbang ke atap membiarkan Hu Yan Yi Ding jatuh ke bawah.

Jiang Qing Feng dan puluhan guru Biao keluar dari ruangan, tiba- tiba sudah melihat benda yang terjatuh. Itu adalah mayat Hu Yan Yi Ding yang sudah mati dengan mata tidak dipejam.

Semua orang kaget. Terdengar di atas atap ada suara tawa seperti setan dan berkata, "Bunuh! Satupun tidak boleh tersisa!"

---ooo0dw0ooo---

Di dalam kurungan semakin panas, dudukpun sudah tidak bisa, berdiripun sudah tidak, bisa lama. Udara panas datang dari telapak kaki juga datang dari atas kepala membuat 3 orangyang di dalam berkeringat.

Shi Tu Tian Xin berteriak, "Bagaimana ini? Habislah kami!

Habislah!"

Shi Tu Qing Yan dengan cemas bertanya, "Paman Fang, apakah kau sudah mempunyai cara?" Fang Zhen Mei berpikir sebentar dan berkata, "Sudah ada!"

Adik kakak Shi Tu segera senang dan mereka bertanya, "Dengan cara apa? Cara apa?"

Fang Zhen Mei berpikir sebentar dan berkata, "Cara ini sekarang belum bisa terpakai."

Tian Xin berkata, "Kapan baru bisa dipakai?"

Fang Zhen Mei menjawab, "Harus menunggu sebentar."

Kali ini Shi Tu Qing Yan juga sudah cemas. Dia berkata, "Kalau menunggu lagi, kita semua akan matang."

Fang Zhen Mei tersenyum dan berkata, "Betul, pada waktu itu kita lolos."

---ooo0dw0ooo---

Hari hampir terang.

Hari subuh. Angin paling dingin, kabutpun paling lembab, langitpun paling gelap.

Bulan sudah tidak ada, angin kencang dan awanpun sangat rendah, angin tetap terasa dingin.

Di dalam Han Bi Lou bagian barat,

Seseorang berbaju hitam dengan cepat keluar dari jendela. Dia masih terus menerus melihat Han Bi Lou. Di dalam jendela ada seorang perempuan sedang dengan sepenuh hati memandang bayangan orang itu.

Air mata Gong Sun Yue Lan, di dalam angin malam dan angin pagi seperti sudah membeku menjadi es. Wo Shi Shui sudah pergi jauh.

Dengan sedih Yue Lan masih berpikir dan melihat. Tidak ada bulan, tidak ada bintang, angin meniup awan. Tiba-tiba dia sudah melihat di atas atap banyak orang yang berbaju hitam. Mereka sedang menuju Han Bi Lou.

Dia ingin berteriak, tapi jendela sudah dipukul hancur. Seseorang yang kuat dengan langkah besar masuk.

Gong Sun Yue Lan membentak, "Siapa?"

Orang itu menjawab dengan dingin, "Chang Xiao Bang Qu Lei." Dengan cepat Yue Lan sudah maju. Dia mengambil Gu Zheng.

Dari dalam mengeluarkan sebilah pedang. Pedang cepat seperti kilat terus menyerang Qu Lei.

Qu Lei sudah mulai mengeluarkan kepalan tangan. Gu Zheng hancur.

Yue Lan mundur beberapa langkah. Qu Lei mendekat, Yue Lan segera memukul dengan bangku. Tapi bangku tetap hancur dipukul Qu Lei.

Yue Lan sudah mundur sampai pinggir tempat tidur. Dia mengangkat meja dan melempar meja itu kepada Qu Lei.

Dia tidak berharap meja ini bisa menyerang mundur Qu Lei. Dia hanya berharap bisa menghadap dia sebentar supaya dia ada kesempatan untuk melarikan diri.

Tapi Qu Lei tidak menghindar, dia tetap memukul, mejapun hancur.

Yue Lan sudah mendengar di luar suara sangat ribut. Suara perempuan-perempuan * berteriak. Suara bertarung juga terdengar, dia ingin lari dari pintu.

Tapi Qu Lei sudah dengan cepat mendekat. Dengan dingin dia berkata, "Lebih baik kau mendengar perintahku!" Qu Lei memecahkan pintu tapi dia menghadang di pintu. Yue Lan dengan marah berkata,

"Aku memilih mati!" Dia ke depan, 2 jari menusuk mata Qu Lei. Qu Lei memukul. Gong Sun Yue Lan sudah terbang keluar, mulut mengeluarkan darah. Qu Lei dengan suara keras berkata, "Semua menyerang ke Han Bi Lou, tidak ada orang yang boleh lolos." Suaranya memenuhi Han Bi Lou.

Begitu kamar Gong Sun Yue Lan ada suara yang aneh, Qu Yang Sao Yue sudah bangun. Dia dengan cepat keluar membawa pedang. Tiba-tiba ada cahaya pedang mendekat, cepat dan tepat. Dengan pedang Qu Yang Sao Yue bisa menahan serangan ini. Segera dia menyerang 7 jurus pedang, orang itu mundur 7 langkah, tapi dia dapat menyambut 7 pedang ini.

Hanya sebentar orang itu sudah menyerang 7 pedang Qu Yang Sao Yue juga menghindar 7 pedang itu tapi dia sudah mulai sedikit terengah-engah. Begitu dia melihat lawan adalah seorang pemuda yang dingin dan sombong juga cabul.

Qu Yang Sao Yue sangat marah dan berkata, "Kau siapa?" Pemuda itu tertawa dan berkata, "Chang Xiao Bang Fang Zhong Pin!"

Qu Yang Sao Yue sangat kaget. Kalau Chang Xiao Bang datang menyerang, tadi ada suara aneh datang dari kamar Yue Lan. Dia sekarang pasti dalam bahaya, karena itu dia marah dan membawa pedang dan berkata, "Minggir!"

Fang Zhong Pin tertawa dan berkata, "Kenapa harus minggir? Biarpun umurmu sedikit tua tapi masih cantik. Aku tidak mau jauh- jauh darimu—"

Belum habis dia berkata, Qu Yang Sao Yue sudah menyerang dengan ilmu pedang dan memaksa Fang Zhong Pin keluar dari pintu menuju pekarangan.

Han Bi Lou di mana-mana sudah terdengar suara teriakan dan suara pertarungan. Qu Yang Sao Yue berteriak, "Kalian jangan gugup, bergabunglah untuk melawan."

Dan pada waktu itu juga Fang Zhong Pin menyerang kembali. Qu Yang Sao Yue membentak dan berkata, "Cari mati!" Pedang yang di tangan sudah bergetar. Dia ingin dengan tenaga dalam yang sudah dia latih puluhan tahun menggetarkan pedang yang dipegang supaya bisa lepas dari tangan Fang Zhong Pin.

Begitu 2 pedang saling beradu, tangan Fang Zhong Pin dibuat kesemutan. Qu Yang Sao Yue pun menyerang lagi 3 jurus dan membuat pedang yang dipegang Fang Zhong Pin terlepas.

Qu Yang Sao Yue sangat senang, dia menyerang lagi dan ingin mengambil nyawa Fang Zhong Pin.

Fang Zhong Pin tidak menghindar tapi malah maju, biarpun di tangan tidak ada pedang tapi dia menggunakan tangan menjadi pedang. Pedang tangan sudah terlatih. Tedang telapak' yang Fang Zhong Pin latih kecuali pedang tangan baju, yang lebih lihai adalah "pedang telapak'. Begitu Qu Yang Sao Yue menggetarkan pedang Fang Zhong Pin dan pedang Qu Yang Sao Yue ikut terlepas juga, dia mengira kemenangan sudah di pihak dia. Oleh karena itu dia kurang waspada.

"Pedang telapak' sudah sampai ke dada Qu Yang Sao Yue. Qu Yang Sao Yue tiba-tiba berteriak, "Anak-anak cepat kabur! Jangan bertarung lagi!"

Dengan tertawa dingin Fang Zhong Pin berkata, "Sayang, ingin kabur juga sudah tidak ada kesempatan lagi." Dia menarik kembali tangannya. Darah seperti gunung muncrat keluar dari dada Qu Yang Sao Yue. Qu Yang Sao Yue segera roboh. Fang Zhong Pin berteriak, "Semua orang Han Bi Lou dengar, kalian tidak perlu bertarung lagi. Ketua kalian, Qu Yang Sao Yue sudah mati di tanganku."

Gong Sun You Lan begitu mendengar Qu Yang Sao Yue keluar dari pintu, dia sudah terbangun. Begitu bangun sudah ada murid Chang Xiao Bang masuk. Dengan Pi Pa dia menyapu, 2 orang tadi segera mati. Baru keluar dari pintu kamar bayangan telapak sudah datang. Seseorang yang seperti mayat hidup sudah ada di depan.

Dengan cepat You Lan menghindar serangan telapak ini dan membentak, "Kalian siapa?" Orang itu tertawa terbahak-bahak dan berkata, "Aku adalah Zhan Yu Chan dari Chang Xiao Bang. Hai perempuan lebih baik kau menurut apa yang aku perintah!"

You Lan melihat orang ini ada telapak tangan, tapi tidak ada jari. Tapi menyerang sama sekali tidak ada suara, cepat dan tepat. You Lan tahu yang dia latih adalah telapak tangan beracun. Hatinya sangat benci. Diapun bertarung lagi. Tangan memegang Pi Pa, dengan satu jurus dia sudah menyapu.

"Wu Zhi Zhang' (Telapak Tanpa Jari) Zhan Yu Chan membentak, segera menghindari serangan Pi Pa. Kemudian dua telapak tangannya mengeluarkan serangan yang kuat ke arah You Lan.

You Lan melihat api Han Bi Lou sudah terbakar, hatinya kaget, pada waktu itu kata-kata Qu Lei keluar dari kamar Yue Lan. You Lan sudah tahu Yue Lan sudah terbunuh, diapun tidak ingin bertarung lagi. dia mengangkat Pi Pa dan memukul Zhan Yu Chan.

Dengan 2 telapak tangannya, Zhan Yu Chan memecahkan Pi Pa. waktu Pi Pa hancur dan membuat mata Zhan Yu Chan buram, dari dalam Pi Pa You Lan mencabut pedang dan menusuk.

Zhan Yu Chan berteriak, "Pedang sudah menembus tenggorokan." sesudah membereskan Zhan Yu Chan, You Lan ingin menolong adiknya tapi di belakang sudah ada yang menyerang. Untung You Lan segera tahu, dia menghindar ke pinggir tapi pundak sudah terkena dan terluka. Yang menyerang adalah anak buah Biao Xue Hun telapak sakti' Luo Tian Chi. Dia dengan galak berdiri di sana, tangannya masih memegang golok.

Kata Gong Sun You Lan, "Tadi pagi kau kuberi hidup, sekarang kau masih tidak tahu malu berani melukai orang dari belakang!"

Luo Tian Chi mengangkat golok tinggi-tinggi dan tertawa, "aku menyerangmu diam-diam, tidak ada yang tahu kau sudah menjadi daging di mulutku. Lebih baik aku menikmati dulu dirimu..." Tiba- tiba tenggorokannya berbunyi dan dua mata sudah membelakak kemudian roboh karena dua bilah pedang sudah menancap di dadanya. Begitu dilihat oleh You Lan, ternyata yang datang adalah orang dari markas Biao Feng Yun Yang Ku Wei. Yang Ku Wei berkata, "Nona cepat lari! Kita sudah dikepung musuh..." kata dia belum habis, sudah mendengar kata-kata Fang Zhong Pin mengenai Qu Yang Sao Yue. Yang Ku Wei marah dan berkata, "Kurang ajar..." Tapi tiba-tiba kepalanya sudah pecah dan darah bermuncratan. You Lan menjerit.

Terlihat ada satu orang berbaju hitam juga pendek mendekat. Dia tertawa dan berkata, "nona bagaimana obat peledak ini?" Kemudian dia dengan senang tertawa. Dia adalah ketua panji hitam Wan Man Tang, dia juga penyerang Han Bi Lou.

Tapi dia baru tertawa setengah, suara tertawa menjadi teriakan kesakitan karena punggungnya sudah tertanjap 3 ekor kaki seribu yang berwarna merah. "Kaki seribu terbang' Cui Yi Zhi berdiri di belakang dia. Dengan dingin dia berkata, "Yang terkena racun seribu kaki, 3 langkah dia akan mati. Terimalah nasibmu!"

Wan Man Tang berteriak tapi dia tidak berani bergerak. Tiba-tiba ada orang datang dari belakang mendekap Cui Yi Zhi dengan erat. Dengan cara apapun Cui Yi Zhi berusaha tetap tidak bisa lepas dari dekapan itu. Ternyata orang itu adalah Shen Qi Shan. Dia berteriak kepada Wan Man Tang, "Ketua Wan, cepat bunuh dia!"

Sayang dia tidak tahu tentang Wan Man Tang. Wan Man Tang membunuh Cui Yi Zhi dengan melemparkan obat-obat peledak ke badannya Cui Yi Shi. Shen Qi Shan juga terkena peledak dan mati. Wan Man Tang juga roboh dan mati. Waktu Shen Qi Shan sedang memeluk Cui Yi Zhi, You Lan ingin menolong tapi sudah dihalang oleh seseorang yang tinggi dan besar. Biarpun mengeluarkan jurus yang lamban tapi tenaga sangat besar. Dia adalah Ma Zhou Fu. *

You Lan marah juga kaget. Dia melemparkan pedang sebagai senjata rahasia, pedang melewati dada Ma Zhou Fu. You Lan melihat semua Han Bi Lou sangat kacau. Banyak gadis-gadis tidak mau dihina, mereka melawan. Dia merasa sedih tidak tertahan, dia ingin membantu tapi sudah ada seseorang meleyang masuk. Lampu-lampu pun sudah dipukul mati. Sebelum lampu mati You Lan melihat seorang pemuda yang gagah tapi cabul sudah berdiri di depan dia. Begitu .lampu mati, orang itu dengan cabul berkata,  "Aku adalah Fang Zhong Pin, apakah kau adalah nona besar Gong Sun?"

You Lan ingin menyerang, tapi tangan sudah dicengkram. Di telinga sudah terdengar suara tawa Fang Zhong Pin yang cabul. Langit mendung, bumi gelap, api dimana-mana, suara teriakan dimana-mana.

---ooo0dw0ooo---

Di ruangan itu panas sudah sampai tidak bisa ditahan lagi. Mereka bertiga terus berjalan mondar mandir. Tanah yang panas, sama sekali langkah kaki tidak bisa berhenti. Dalam hati Shi Tu Tian Xin berpikir, "Habislah! Biarpun sekarang sudah ada cara juga sudah terlambat!"

Kata Shi Tu Qing Yan, "Ilmu silat kita tidak baik tidak apa harus mati, tapi Paman Fang—"

Tiba-tiba Fang Zhen Mei tertawa dan berkata, "Sekarang kita belum mati, apakah betul?"

Shi Tu Qing Yan menarik nafas dan berkata, "Sekarang sama nanti, apa bedanya?"

Shi Tu Tian Xin masih bisa meneliti Fang Zhen Mei, dia berkata, "Paman Fang, sekarang dalam keadaan begitu, kau masih bisa tertawa, kapan dan dalam keadaan apa kau baru tidak tertawa?"

Kata Fang Zhen Mei, "Waktu makan."

Baru berkata itu, adik kakak Shi Tu tertawa. Tiba-tiba Fang Zhen Mei berdiri tegak dan berkata, "Sekarang adalah waktu kita menerobos keluar."

Adik kakak Shi Tu kaget sampai mulut ternganga dan bersamaan berkata, "Menerobos keluar?" "Betul, menerobos keluar." Kata Fang Zhen Mei. Tangan sudah dilambaikan dan pedang sakti Xue He sudah ada di tangan. Fang Zhen Mei sangat bersemangat dan berkata, "Zheng Bai Shui sudah menghitung kita tidak bisa keluar dari kurungan ini, maka itu dia memberikan pedang sakti Xue He ayahmu. Tapi dengan pedang inilah kita bisa tertolong. Tadi Nona Dan Feng ingin menolong kita tapi tidak terlaksana. Karena dia juga pedang sakti Xue He jatuh di tangan kita, berarti dia sudah menolong kita."

Kata Shi Tu Qing Yan, "Aku tahu pedang sakti Xue He bisa memotong besi seperti tanah, memutuskan emas seperti batu, tapi apakah bisa memotong besi yang tidak biasa ini?"

Kata Fang Zhen Mei dengan tegas, "Tidak bisa." Adik kakak Shi Tu terpaku. Kemudian Fang Zhen Mei berkata, "Karena itu aku harus menunggu sampai sekarang. Zheng Bai Shui menyangka cara yang paling jitu adalah memanggang kita, itu juga bisa menghindar orang-orang Chang Xiao Bang berkorban. Siapa tahu cara paling aman malah ada celahnya. Api membakar, besi pasti leleh. Papan besi juga akan melebur. Dengan pedang kita memotong pagar pasti tidak ada gunanya, lebih baik kita mencari akal dari bawah yang panas. Kita akan keluar dari bawah. Di bawah ada api, pasti ada lubang, ada lubang pasti ada jalan, di atas kepala kita ada api tapi kita tidak bisa menabrak ke atas. Jika di atas langit-langit dipotong, api dan arang akan turun. Kita bisa tidak beruntung."

Dengan senang Shi Tu Tian Xin meloncat. Shi Tu Qing Yan berpikir sebentar dan berkata, "Jika kita memotong bawah, api akan naik? Bukankan kita sendiri yang masuk ke dalam kobaran api? Bagaimana bisa keluar?"

Fang Zhen Mei tertawa dan berkata, "Aku ada cara. Pertama aku akan turun, begitu hitungan 10 kalian baru turun meloncat. Ingat 10, jangan terlalu telat atau terlalu cepat. Biarpun di bawah ada apa, mata kalian dipejam dan loncat. Sekarang kalian' mulai berhitung." Mata Fang Zhen Mei seperti kilat melihat mereka berdua. Mereka berdua segera bersemangat.

"Sudah, jangan telat! bersiaplah aku akan memulai." Baru habis bicara, dia sudah meloncat dan jatuh di tempat yang paling panas. Kemudian dengan sepenuh tenaga dia menusuk papan besi itu dan memotong sekelilingnya. Terdengar suara papan besi berbunyi, papan besi itu sudah dipotong 2.5 meter lingkaran bulat. Benar saja, dari lubang itu kobaran api terus baik. Fang Zhen Mei berteriak dan dua telapak sudah menutup ke bawah, karena api ditekan oleh telapak, apinya melebar ke sisi. Arang beterbangan, api juga jatuh ke mana-mana. Fang Zhen Mei sudah meloncat ke bawah dan dia berteriak, "Mulai hitung!"

Fang Zhen Mei turun ke tumpukan api. Segera badan miring ke kiri dan loncat dari kobaran api, segera tubuhnya juga sudah ada yang terbakar, orang-orang yang mengurus api dibawah, melihat papan besi di gergaji. Dan ada yang turun, mereka kaget dan ingin menyerang, tapi api malah menyerangnya, panasnya membuat mereka berteriak seperti babi dipotong.

Begitu kaki Fang Zhen Mei menginjak bumi, dengan cepat dia sudah mendekati mereka berempat. Dengan cepat memadamkan api yang membakar. Mereka sangat beruntung tidak mati terbakar.

Sesudah menolong mereka berempat, dia dengan cepat menggerakan telapak tangannya lagi, membuat kobaran api bergerak ke pinggir dan bersamaan waktu, adik dan kakak Shi Tu sudah berpengangan tangan dan mata dipejamkan bersamaan melayang turun.

Sekali lagi Fang Zhen Mei menggerakan telapak tangannya membuat adik kakak Shi Tu melayang jauh dari api 3-4 meter. Kemudian dengan cepat dia berlari memadamkan api yang ada di badan mereka.

Dua pekerjaan dilakukan dalam waktu yang singkat. Begitu  sudah menolong adik kakak Shi Tu, dia baru merasa tubuhnya juga ada beberapa tempat yang terbakar.

Mungkin dia ingin menolong orang lain sehingga melupakan keadaan sendiri. Segera dia memadamkan apinya tapi sudah beberapa tempat terluka oleh api. Bajupun beberapa bagian ada yang terbakar, benar-benar tampak tidak seperti Fang Zhen Mei yang biasa.

Diantara beberapa orang Chang Xiao Bang yang tertolong ada yang berkata, "Kami ingin membakar mati dirimu, kenapa kau malah menolong kami?"

Fang Zhen Mei tertawa santai, tapi karena tubuhnya sudah ada beberapa tempat yang terbakar membuat dia sakit. Untung tenaga dalamnya sangat tinggi, dia bisa menahan kesakitan ini. Salah satu anak buah Chang Xiao Bang bertanya, "apakah anda adalah Tuan Muda Fang?"

Fang Zhen Mei tertawa dan mengangguk. Orang itu menarik nafas dan berkata, "Kalau tahu itu adalah Tuan, matipun aku tidak mau membakar."

Yang satu orang lagi berusaha bangun dan berkata, "Kalian cepat pergi! Ketua Bang akan datang sebentar lagi. Kalian keluar dari barat. Jika bertemu 7 pohon cemara segera belok ke kiri. Begitu sudah keluar pintu, cepat berjalan ke selatan. Begitu bertemu satu rumah kecil, kalian ke barat timur. Sesudah itu Tuan sudah diluar wilayah Chang Xiao Bang. Cepat! Cepat! Cepat!"

Fang Zhen Mei memberi hormat dan berkata, "Terima kasih!" dia segera membawa adik kakak Shi Tu, seperti angin dengan cepat pergi.

---ooo0dw0ooo---
*** ***
Note 26 September 2020
"Cersil terbaru akan di upload setiap hari Selasa, Sabtu dan Minggu.| cersil terbaru hari ini [Pahlawan Gurun (Han Hay Hiong Hong)] akan diupload pada jam 20.00 WIB."

(Regards, Admin)

0 Response to "Pendekar Sejagat Bab 12 : Markas Biao Qing Yun"

Post a Comment

close