Payung Sengkala Jilid 16

Mode Malam
Loo Liang Jen tidak ambil perduli apakah pihak lawan bermaksud jelek atau bermaksud baik, ia membentak keras. dengan segenap tenaga mengirim sebuah sapuan hebat lalu putar badan dan lari.

Belum sampai dua tiga tombak jauhnya dari tempat semula, mendadak dihadapannya berkumandang datang gelak tartawa seseorang yang aneh, tahu2 seorang manusia aneh yang memiliki rambut hijau sepanjang kaki telah berdiri dihadapannya. Orang itu bukan lain adalah Pangcu dari perkumpulan Liok Mao Pang.

Loo Liang Jen tidak kenal lihay, ia segera membentak keras: "Makhluk tua yang mirip setan apa yang kau inginkan ?"

Waktu itu air muka Pek-li Gong maupun Siang Hong  Tie sama2 berubah amat serius namun mereka tidak maju menghalang. ke dua orang itu hanya berdiri diluar kalangan tanpa berkutik. Dalam pada itu Lam Kong Pak telah sadar dari pingsannya, menjumpai Pek-li Gong serta Siang Hong Tie pun hadir disana. ia jadi benci dan marah sekali.

Terdengar Pangcu dari perkumpulan Liok Mao-Pang berkata setelah tertawa aneh: "Loo Liang Jen, aku dengar kau memiliki kekuatan alam yang sangat luar biasa, dimana seorang diri bisa membendung serangan ratusan orang. Pun Pangcu ingin sekali menjajal kemampuanmu itu "

"Mau bergebrak sih boleh2 saja, cuma perut aku si Loo tua sedang lapar. entah kau situa bangka mau tidak memberi makanan buat diriku ?"

"Kau ingin makan apa ?"

"Makanan yang ingin kumakan terlalu banyak, dalam waktu sesingkat ini tak mungkin bisa disediakan, lebih baik sediakan saja dulu delapan puluh biji bak-pao "

Gelak tertawa bergeletar memecahkan kesunyian, "delapan puluh bak-pao kalau sudah dihabiskan bukankah ia bisa ajukan pula permintaan untuk dua ratus biji berikutnya?"

Namun Pangcu dari perkumpulan Liok Mao Pang segera ulapkan tangannya. "Baiklah, cepat siapkan delapan puluh biji bak-pao " perintahnya.

Tidak lama kemudian dua orang lelaki dengan menggotong empat buah keranjang besar telah muncul ditengah kalangan Loo Liang Jen tidak sungkan2 tangannya langsung menyambar kedalam keranjang tersebut, dalam sekejap mata lima biji bak-pao sudah lenyap dibalik perutnya .

Demikianlah dalam sekejap mata delapan puluh biji bak pao sudah berpindah tempat sambil memegang perut Sendiri dan menendang keranjang tadi hingga mencelat Sejauh sepuluh tombak Serunya:

"Eeei. . . Siluman tua, sekarang kita boleh mulai. kau hendak ajak aku bertanding apa?"

Pangcu dari perkumpulan bulu hijau ini tidak menjawab langsung, ia berpaling kesekeliling kalangan lalu membentak berat:

"Kalian semua putar badan dan menghadap kebelakang, siapapun dilarang mengintip pertarungan ini"

Dari atas sang wakil pangcu Ngo-Hoa Lok atau Daging Lima Warna hingga kebawah kaum Tongcu sama2 putar badan dan menghadap kebelakang.

"Nah. Loo Liang Jen, sekarang kita boleh mulai " kata sang pangcu kemudian.

Loo Liang Jen letakkan Lam kong Pak ibu dan anak keatas tanah. lalu serunya: "Eeeei siluman tua, Sewaktu kita berdua sedang bergebrak. kau harus melarang siapa pun diantara mereka mengutik2 kedua orang ini "

"Kau tak usah kuatir, seandainyapun pangcu ada  maksud menahan kalian, aku tidak akan menggunakan macam2 cara seperti ini "

Loo Liang Jen tak berani bertindak gegabah, tenaga dalamnya disalurkan mengelilingi seluruh badan kemudian dengan segenap tenaga telapaknya dibabat kearah batok kepala lawan-

Pangcu itu tidak gugup dengan tenang badannya menyingkir kesamping, batok kepala bergoyang rambutnya yang panjang tiba2 berkelebat kemuka mengampar pinggang Loo Liang Jen Simanusia raksasa ini tidak menyangka pihak lawan bisa menggunakan cara seperti ini, mau tak mau ia harus tarik serangan sambil menyingkir, siapa sangka tindakannya terlambat selangkah.

"Breeet tubuh Loo Liang Jen besar dan kekar seperti pagoda itu tergulung dan terlempar tiga tombak jauhnya dari kalangan, dimana badannya mencium tanah segera muncullah sebuah liang besar.

Menyaksikan kejadian itu Lam Kong Pak yang berbaring diatas tanah jadi terperanjat, ia kaget dan tercengang akan kehebatan rambut panjang sang pangcu. tak kuasa lagi ia melirik keatas wajah orang itu.

Dalam sangkaannya, sang pangcu dari perkumpulan Liok-Mao Pang inipasti memiliki mimik wajah yang menyeramkan, atau kalau tidak wajahnya penuh codet bekas bacokan golok siapa sangka dugaannya meleset, wajah dari ketua perkumpulan bulu hijau ini sama sekali tidak cacad, bahkan kelihatan ganteng sekali.

Sementara itu Loo Liong Jen telah merangkak bangun dari atas tanah, sambil meloncat bangun terlaknya:

"delapan puluh biji bak-pao belum cukup untuk memulihkan seluruh tenagaku, maka aku cuma punya tenaga lima enam bagian belaka. . . ." Seraya berseru telapaknya didorong sejajar dada, dalam keadaan seperti ini mau tak mau ia harus gunakan akal ia sadar apabila dalam perta rungan ini kalah. maka besar kemungkinan Lam  Kong Pak serta ibunya akan menjumpai mara bahaya.

Dua gulung angin pukulan yang amat dahsyat segera berbentrok jadi satu ditengah udara. saat itulah tiba2  pangcu itu memisahkan telapaknya kesamping, tenaga serangan dari Loo Liang Jen segera terbelah jadi dua bagian dan meluncur kekiri dan kekanan tanpa bisa dicegah lagi. Diikuti rambut panjang pangcu itu bekerja cepat, dalam sebuah kebasan tubuh Loo Liang Jen terangkat dan terlempar lagi sejauh dua tombak lebih dari kalangan-

KALI INI bantingan tersebut terasa cukup berat, Loo Liang Jen merasakan kepalanya Pening mata berkunang, delapan puluh biji bak-pao yang barusan dimakan hampir2 saja tertumpah keluar.

"Bagaimana? kau sudah takluk?" seru sang pangcu sambil tertawa.

"Takluk "

sang pangcu tersenyum, ia tetap berdiri disana, rambutnya yang panjang diurai kembali untuk menutupi wajahnya, kemudian ia memerintah: "Nah bawalah mereka pergi"

"Bawa pergi ?"

"Tidak salah bukankah kau sudah takluk kepada pun pangcu? kalau sudah takluk tentu saja pun pangcu pun tidak akan terlalu jelek melayani dirimu " Loo Liang Jen mendongak tertawa ter-bahak2.

"Aku takluk akan ilmu silatmu, bukan takluk pada pribadimu" serunya.

"Hu Pangcu, tangkap mereka semua " bentak sang pangcu dengan nada keren.

Serombongan gembong iblis sama2 berpaling, tanpa mengucapkan sepatah katapun si daging lima warna meloncat kedepan melancarkan sebuah tubrukan maut.

Tiba2 seratus tombak sekeliling kalangan berhembus lewat segulung angin puyuh yang maha dahyat, langit serasa jadi gelap tanah dan pasir beterbangan memenuhi angkasa, tampak sesosok bayangan manusia dengan mencekal sebuah payung raksasa yang memancarkan cahaya merah melayang turun dari atas sebuah bukit setinggi puluhan tombak.

Seluruh tubuh sang pangcu dari perkumpulan Liok Mao Pang tergetar keras, ia berseru kaget:

"Aaaaah. . . . Payung Sengkala. "

Kawanan iblis menyaksikan pangcunya menunjukkan rasa kaget mereka sama2 meloncat mundur sejauh puluhan tombak berusaha menyelamatkan jiwa sendiri.

Hembusan angin puyuh makin besar, batu-batu sebesar kepalan mulai ikut menari dan meloncat ditengah angkasa, membuat para anggota perkumpulan Liok Mao Pang yang cetek ilmu silatnya tertimpa dan luka2 parah jeritan tangis berkumandang memenuhi angkasa.

Kulit badan Loo Liang Jen kasar, tebal lagi kuat, ditengah hujan batu yang begitu dahsyat ia kempit tubuh Lam kong Pak serta ibunya melarikan diri dari situ, tak seorang pun yang menghalangi jalan pergi mereka, bahkan angin puyuh tersebut baru berhenti ia bertiga keluar dari perkumpulan Liok Mao Pang,

Loo Liang Jen berlari sejauh puluhan li, kemudian mencari suatu tempat yang tersembunyi, meletakkan Lam kong Pak dan ibunya keatas tanah.

Waktu itu mereka berdua sudah sadar, Loo Liang Jen segera bekerja keras mengobati luka yang mereka derita.

Untung tenaga lweekang yang dimiliki kedua orang itu amat sempurna, setelah lewat semalaman mereka dapat mengatur pernapasan sendiri, ketika Siang hari berikutnya telah menjelang, kedua orang itu dapat meloncat bangun dengan kesehatan seperti semula. Tiba2 Sun Han Siang kerseru kaget, ternyata diatas pinggangnya terselip sebuah pakaian wanita lengkap. ia lantas tahu pakaian tersebut tentu pemberian dari Coe Li Yap. ia segera ganti baju.

Setelah selesai barulah terdengar Lam Kong Pak berkata dengan nada gemas bercampur benci: "lbu, Suma Ing bajingan keparat itu sudah kehilangan jiwa yang sadar, apakah kau masih mengampuni dirinya?"

"Seandainya dikemudian hari aku berjumpa dengan dirinya, akan kuberi satu kesempatan lagi baginya untuk bertobat." jawab Sun Han Siang dengan alis berkerut. "Kalau ia belum juga menyesal, terpaksa akan kucabut selembar jiwanya dari pada membuat onar dalam Bu-lim dikemudian hari."

"lbu. siapakah orang yang muncul dengan membawa payung sengkala tadi ?"

"lbu sendiripun tidak tahu, orang ini bisa membawa benda mustika dari dunia persilatan, kemungkinan besar ia ada hubungan dengan Mo San Sin Li atau si Malaikat Payung sengkala Coe Hong Hong, yang membuat aku tidak habis mengerti adalah apa sebabnya ia sudi menolong kita berdua ?"

Lam kong Pak segera menceritakan kembali apa yang diketahuinya tentang janji seorang perempuan berkerudung dengan Liok Mao Pang pangcu diselat Tong Hun-Kok gunung Bong San kentongan ketiga malam nanti.

Mendengar berita itu, seluruh tubuh Sun Han Siang bergetar keras. serunya cepat-cepat: "Manusia tembaga ayahmu serta siauw-yauw Sianseng telah terjatuh ditangan orang2 perkumpulan Liok Mao-Pang, sedang ilmu Tong Bin Hut Goan Thay-hoat pun cuma bisa menyembuhkan orang yang terkena ilmu hipnotis tersebut, apa maksud serta tujuan perempuan itu menukar ilmu tadi ?"

Kembali Lam kong Pak menceritakan secasa bagaimana dua diantara manusia2 tembaga itu kena dicuri seseorang.

Tiba2 air muka Sun Han Siang berubah hebat, terdengar ia bergumam seorang diri: "Mungkinkah dia ?"

"lbu, siapakah orang itu ?"

"Seorang perempuan yang tak tahu malu" "Siapakah sebenarnya orang itu?"

"Untuk Sementara waktu persoalan ini tak dapat kukatakan kepadamu, tempo dulu ia pernah mati2an mengejar ayahmu, padahal waktu itu ia sudah jadi seorang janda "

Lam Kong Pak termenung dan putar otak memikirkan persoalan itu, ia merasa dugaannya tidak salah. kalau perempuan itu tiada ikatan persahabatan yang erat dengan ayahnya, tidak mungkin ia sudi merampas dua buah manusia tembaga itu kemudian mengunjungi markas besar perkumpulan Liok Mao Pang dengan maksud mendapatkan ilmu penyembuhan dari Tong Bin Hut-Goan Thay-Hoat.

Tapi mengapa ia hendak menukar ilmu tersebut dengan manusia tembaga? bukankah kejadian ini bagaikan kepala harimau berekor ular? apakah ia punya rencana lain dan bermaksud mendapatkan ilmu Tong-Bin-Thay IHoat belaka?

"Pek-li Gong serta Siang Hong Ti munculkan diri pula didalam perkumpulan Liok-Mao Pang," ujar Lam kong Pak lebih jauh. "Bahkan ia pernah menempuh bahaya diam2 membantu kita, sebenarnya apa yang terjadi dengan mereka berdua? apakah Siang cianpwee benar2 bisa melakukan pekerjaan semacam itu?"

"lbu sendiripun rada menaruh curiga, jangan dikata aku mengetahui jelas bagaimanakah watak serta tabiat Siang Hong Tie, sekalipun Pek-li Gong sendiri pun sudah lama melakukan perbuatan kebajikan menolong sesama manusia dan menegakkan keadilan. Namun. . .sewaktu ayahmu menderita luka parah, ia pernah menyebutkan nama2 mereka,"

"Apa yang dikatakan ayah waktu itu?"

"Waktu itu dengan nada ter-putus2 ia mengatakan 'Lam hay-cioe-Khek; siJago arak dari Laut Selatan Ih Boen Kauw, ,Hiat chiu cay Sin Sidewa harta bertangan Telengas Go Seng ,chiet Kia Kua Hu sijanda kawin tujuh kali Poei Koen, Biee Giok Kang serta ayah Liuw Siang sekalian bekerja sama melukai dirinya. kemudian ia menyebutkan pula nama dari Siang Hong Tie serta Pek li Gong namun karena parahnya luka yang ia derita belum sampai habis bicara ia sudah keburu pingsan, maka aku lantas menggunakan ilmu hipnotis Tong Bin Thay Hoat untuk melindungi keselamatan jiwanya "

"oooouw. . . kiranya begitu, aku pikir dalam persoalan ini kemungkinan besar telah terjadi kesalahanpaham "

Sementara itu itu sang surya telah lenyap dibalik gunung burung2 kembali kesarangnya, Loo Liang Jen kembali merasa perutnya sangat lapar.

"Ayoh jalan " ajak Sun Han Siang kemudian "Mari kita Cari suatu tempat untuk beristirahat, malam ini sebelum kentongan ketiga kita harus sudah tiba diselat Toan Hun Kok diatas gunung Bong-san " tiga orang berjalan keluar dari daerah pegunungan berlari menuju kearah gunung Bong-san, Loo Liang Jen yang memanggul kantong ransum, sambil berjalan makan tiada hentinya. ketika kentongan kedua baru saja lewat mereka sudah tiba disekitar lembah Toan Hun Kok,

Selat ini disebut pemutus sukma sebab keadaannya memangamat bahaya, letaknya berada di-tengah2 jepitan dua bukit yang terjal dan licin, disisi selat tadi terbentang sebuah jurang yang dalamnya ratusan tombak kabut tebal menutupi pemandangan sekeliling tempat itu.

"Selat ini panjangnya ada puluhan li," kata Lam Kong Pak memecahkan kesunyian. "Kalau kita menanti disini, belum tentu bisa berjumpa dengan mereka "

"Tempat ini letaknya berada diatas sekali, dari tempat ini bisa melihat keadaan dibawah dengan jelas, kalau mereka munculkan diri maka kita yang berada diatas tentu akan melihatnya, saat itu tidak terlambat untuk turun kebawah " jawab Sun Han Siang.

Lam kong Pak tidak bicara lagi, sepasang matanya  segera dicurahkan kearah bawah. tiba2 berbisik lirih: "cepat lihat"

Sesosok bayangan manusia meluncur masuk kedalam selat, orang itu adalah siperempuan berkerudung. ditangannya ia kempit dua buah manusia tembaga, ketika tiba ditengah lembah ia lantas sembunyikan diri ditempat kegelapan.

"Perempuan itulah yang kumaksudkan." ujar Lam Kong Pak kembali. "Mari kita turun kebawah "

"Tunggu sebentar, kalau kita turun pada saat ini kemungkinan besar jejak kita bakal konangan. tunggu saja sampai ketua dari perkumpulan Liok Mao Pang munculkan diri, ketika mereka sedang pecahkan perhatian untuk saling berjumpa kita baru munculkan diri menurut perhatianku kedatangan sang ketua dari perkumpulan Liok Mao Pang akan jauh lebih lambat dari waktu yang telah ditetapkan."

Sedikitpun tidak salah, menanti kentongan ketiga sudah lewat dari atas selat baru kelihatan muncul sesosok bayangan manusia yang tinggi besar, dipandang dari kejauhan orang itu kelihatan amat menyeramkan, langkah kakinya terasa sangat berat.

Tampak tubuhnya dengan ringan melayang masuk ketengah selat, diikuti dalam beberapa kali kelebatan tubuhnya sudah lenyap dari pandangan.

Ketika itulah mereka bertiga baru melihat jelas, tidak aneh kalau kepalanya kelihatan begitu besar menyeramkan, ternyata ia sudah melilitkan rambut hijaunya yang panjang diatas kepala, wajah, tengkuk serta badan-

"cepat turun kebawah " bisik Sun Han Siang. "Tapi harus ber-hati2 usahakan secermat dan seringan mungkin, jangan sampai jejak kita diketahui mereka "

Ketiga orang itu menyembunyikan diri di diantara batu2 cadas yang berserakan didasar selat, ketika putar kepala menengok keluar maka tampaklah si perempuan berkerudung itu sedang berdiri berhadap2an dengan sang ketua dari perkumpulan Liok Mao Pang, jarak mereka terpisah sejauh lima tujuh tombak, kedua belah pihak sama2 membungkam dalam seribu bahasa.

Lama sekali mereka berdua tidak bicara se-akan2 kedua belah pihak sedang mengawasi dan memeriksa keadaan lawannya dengan seksama. Beberapa saat kemudian, terdengarlah sang ketua dari perkumpulan Liok Mao Pang buka suara lebih dahulu. ia bertanya: "Apakah sudah kau bawa datang?"

"Ehmm sudah kubawa datang" perempuan berkerudung itu mengangguk tanda membenarkan. "Serahkan dahulu ilmu hipnotis Tong Bin Thay Hoat tersebut kepadaku "

"Lebih baik satu pihak menyerahkan manusia tembaga, pihak lain menyerahkan kitab Tong Bin Thay Hoat, kedua belah pihak sama2 tidak akan tertipu dan menderita kerugian" sang pangcu mengusulkan-

"Demikianpun baik juga "

Setelah menyetujui, perempuan berkerudung itu masuk diantara bantuan cadas yang berserakan diatas tanah dan ambil keluar dua buah manusia tembaga itu langsung diletakkan diatas tanah, sedangkan Pangcu dari perkumpulan Liok Mao Pang mengeluarkan secarik kertas dari sakunya kemudian dicekal ditangan.

"Ilmu Tong Bin Thay Hoat adalah ilmu sakti yang kau ciptakan sendiri, benarkah asli atau bukan kau harus praktekkan dahulu dihadapanku, dengan demikian Punjien (aku orang) pun bisa lega hati "

"Benarkah isi manusia tembaga itu adalah Hong Loei Khek serta Siauw Yauw sianseng, pun pangcu pun harus membuka dan memeriksanya lebih dahulu . . . ." sambung Liok Mao Pangcu.

"Hal ini sudah tentu hanya saja demi menjaga agar kau tidak dapat melancarkan serangan mematikan kepadanya dikala sedang memeriksa, maka kau harus melakukan pemeriksaan terlebih dahulu kepada sesosok manusia tembaga yang kutunjukkan setelah berhasil kau baru dapat memeriksanya " Usul ini disambut sang pangcu dari perkumpulan bulu Hijau itu dengan sikap tertegun, agaknya ia tak dapat menebak maksud dari perempuan berkerudung itu. tetapi setelah berpikir sejenak akhirnya ia mengangguk juga ,

"Demikianpun boleh juga bagaimanapun kau tidak bakal bisa lolos dari sini "

Habis bicara ia lantas berjalan menghampiri manusia tembaga itu. "Manusia tembaga sebelah mana yang harus kucoba?"

"Jajal dahulu yang sebelah sana " sahut siperempuan berkerudung sambil menuding kesebelah kiri.

"Hiii. . .hiiii. . .hiii. . . agaknya manusia tembaga yang ini bukan termasuk orang penting " goda sang pangcu sambil tertawa cekikikan, suaranya nyaring memekikkan telinga.

"Hmmm tentang soal ini kau tak usah urus "

"Baiklah. sekarang harap kau segera mengundurkan diri lima tombak dari sisi kalangan"

"Suruh aku mundur kebelakang ?" jengek si perempuan berkerudung sambil tertawa dingin-

"oooouw. . . . jadi aku harus memberi kesempatan kepadamu untuk merampas kedua sosok manusia tembaga ini ?"

"Apa yang kau ketahui? kau harus tahu untuk mengerahkan Tong Bin Thay Hoat maka seseorang harus mengerahkan tenaga dalam. kalau sampai kau turun tangan kepadaku ketika aku sedang menggunakan ilmu tadi. bagaimana jadinya ?"

Mengingat ucapan itu tepat juga , siperempuan berkerudung menurut dan segera mengundurkan diri lima tombak kebelakang. "lbu. . . ." bisik Lam-kong Pak dengan ilmu menyampaikan suara. "Bagaimaaa kalau kita rampas kedua sosok manusia tembaga itu dikala mereka tidak menduga ?"

"Turun tangan merampas kedua sosok manusia tembaga itu belum tentu mendatangkan hasil yang memuaskan, karena kedua orang gembong iblis ini agaknya berada dalam keadaan siap siaga. lagi pula meski berhasil kita rampas. harus punya ilmu Tong Bin Hu Goan Thay Hoat baru bisa sembuhkan mereka berdua, aku lihat lebih baik biarkan saja ia menjajal. kalau manjur kita baru bekerja mengikuti situasi waktu itu."

Dalam pada itu Liok Mao Pangcu membuat sebuah lubang kecil diatas lapisan tembaga tersebut, dan lubang kecil tadi letaknya tepat diatas jalan darah Tan Thian atau pusar mulutnya ditempelkan diatas lubang tadi meniupnya kencang2.

Seketika itu juga memancarlah keluar hawa panas yang luar biasa dari balik kulit tembaga, ua pputih makin lama semakin tebal sehingga akhirnya meliputi puluhan tombak sekeliling tempat itu.

"Pak-jie" terdengar Sun Han Siang berbisik. "Menurut dugaan ibumu, manusia tembaga ini tentulah ayahmu "

"Bagaimana kau bisa tahu?"

"Apakah tadi tidak kau dengar ucapan dari perempuan berkerudung itu ? karena ia takut Liok Mao Pangcu turun tangan keji maka ia pilih manusia tembaga itu agar ia coba. hal ini menandakan kalau orang ini tidak terlalu penting, hal ini menandakan kalau orang memakai akal untuk menipu pihak lawannya. ia menduga Liok Mao Pangcu tentu menjangka manusia tembaga ini adalah Siauw Yauw Sianseng dan bukan ayahmu. tidak mungkin ia turun tangan keji kepadanya." "Mengapa ia begitu baik terhadap ayah?"

"Justru inilah sebabnya dia adalah seorang perempuan yang tidak tahu malu"

Uap putih makin lama kian menebal, dari bagian Tan Thian manusia tembaga itu mulai mengembun, air yang menetes keluar dapat dibayangkan bagaimana tebal serta panasnya uap air yang berkumpul dalam kulit tembaga itu.

Tiba2 Liok Mao Pangcu berhenti meniup kedalam lubang kecil tadi, kemudian memayang bangun manusia tembaga tersebut.

"cepat lihat" suara Sun Han siang kembali berbisik. "Kemungkinan besar ia akan suruh manusia tembaga itu berjalan maju beberapa langkah "

Saat inilah Lam kong Pak baru melihat bahwa diantara beberapa tempat dari kulit tembaga tersebut berbentuk persendian misalnya saja antara lekukan lutut serta paha, bagian pinggang, bagian tangan semuanya ada lekukan yang mempermudah gerakan-

"Untuk membuktikan bahwa ilmu dari pun pangcu manjur, tentu saja harus kucobakan dihadapanmu " kembali sang pangcu berkata

Belum selesai ia berkata, manusia tembaga itu sudah mulai bergerak dan menunjukkan tanda2 gerakan-

pada saat ini bukan saja Lam kong Pak berdua dibikin terharu. sekalipun perempuan berkerudung itupun ikut gemetar keras.

"coba lihat, akan kusuruh dia maju beberapa langkah kedepan " kata Liok Mao Pangcu. Habis bicara ia tabok bagian kepala dari manusia tembaga itu. begitu ditabok, manusia tembaga tersebut segera menggerakkan kakinya maju kedepan setiap langkah kakinya meninggalkan suara yang nyaring,

"lbu. sekarang juga kita rampas manusia tembaga itu " seru Lam kong Pak.

Sun Han Siang pun menduga manusia tembaga ini pastilah Hong Loei Khek siJagoan Angin Geledek Lam kong Liuw adanya, apa lagi kesempatan baik sukar didapat. maka ia siap2 turun tangan-

Mendadak. . . .

ditengah suasana tegang tersebut, Liok Mao Pangcu tertawa seram.

"Perempuan rendah, kau sudah tertipu. manusia tembaga yang pun pangcu inginkan bukan lain adalah manusia tembaga ini " jengeknya.

Sementara ia masih berbicara, manusia tembaga tadi sudah berjalan sejauh empat lima tombak dari kalangan, bahkan masih meneruskan langkahnya maju kedepan-

Perempuan berkerudung itu sadar bahwa dirinya tertipu, ia segera tertawa dinginpula.

"Heeee. . .heeee. . . .heeee. . . yang tertipu justru kau sendiri, manusia tembaga inilah baru benar Hong Loei Khek si jagoan angin Geledek Lam-kong Liuw. "

Seraya bicara ia pura2 berlari kearah manusia tembaga yang menggeletak diatas tanah namun mendadak dengan suatu gerakan yang tak di-sangka2 ia berkelebat dan menubruk kearah manusia tembaga yang sedang berjalan kedepan itu.

"Bagaimana ?" bisik Sun Han siang setelah menyakslkan kejadian tersebut. "Dugaan ibumu itu tidak melesat bukan, kedua orang itu sama2 bukan manusia sembarangan "

"lbu. kesempatan baik hanya berlangsung sejenak saja. kalau terlambat kita akan menemui kegagalan ayoh cepat kita rampas"

"Dua harimau saling berebut, salah satu pasti akan terluka. lihat"

Sementara itu Liok Mao Pangcu yang ada didalam kalangan telah tertawa seram, telapak tangannya berputar kencang mengirim sebuah pukulan kearah tubuh perempuan berkerudung tadi.

"Manusia rendah " jengeknya sinis. "Selama hidup harapanmu tidak bakal tercapai "

"Bruuuk. . . ." Batuan rontok bagalkan hujan gerimis, ditengah bentrokan yang menimbulkan suara keras itu tubuh Liok Mao Pangcu bergoyang tiada hentinya sedangkan perempuan berkeruduhg itu terdesak mundur dua langkah kebelakang.

"Siapa kau?" tegur siperempuan berkerudung agak melengak.

"Ketua umum perkumpulan Liok Mao Pang"

"Aaaaah kiranya kau" terlak siperempuan berkerudung sambil mundur selangkah kebelakang dengan ketakutan "Kau. . . kau. . .sejak kapan kau telah jadi. "

"Hiiii. . .hiiiii. . . .hiiiiii. . . siapakah aku? kau tak usah menebak yang bukan bukan "

Perempuan berkerudung itu membentak keras, dengan kerahkan segenap tenaga dalam yang dimilikinya ia melancarkan sebuah serangan kedepan "Braaaak. . . ."pasir debu beterbangan memenuhi empat penjuru bayangan manusia berpisah dan kali ini Liok Mao Pangcu terpukul mundur satu langkah lebar, sedangkan siperempuan berkerudung itu terdesak mundur empat langkah, ambil kesempatan itu ia berkelebat kedepan menubruk kearah manusia berkerudung yang masih melanjutkan langkahnya itu.

Perempuan berkerudung itu cepat, Liok Mao pangcu jauh labih cepat dari gerakannya, tahu2 ia sudah menghadang jalan perginya.

"Perempuan rendah, tahukah kau bahwa Bunga Rontok ada maksud, air mengalir tiada berperasaan-?"

"Aaaaah. . . . sekarang aku tahu sudah siapakah kau?" teriak perempuan berkerudung itu, tubuhnya gemetar keras.

"Kalau sudah tahu mau apa? perempuan rendah kalau aku ingin membunuh dirimu sebenarnya gampang bagalkan membalikkan sebuah telapak tangan sendiri saja tapi sekarang belum saatnya tiba berbuat sekehendak hati. tapi tunggu sampai pada waktunya aku pasti akan kumpulkan perempuan cabul lelaki hidung belang jadi satu kemudian baru turun tangan."

"Ssssstttt Pak-jie, sekarang sudah tiba waktunya bagi kita untuk turun tangan-" terdengar Sun Han Siang berbisik.

"Aku akan tetap bersembunyi disini untuk mempersiapkan diri menghalangi mereka, sedangkan kalian berdua harus secepat mungkin menjalankan tugasmu untuk merampas manusia tembaga itu dari tangan mereka" jengek Sun Han Siang bisik2.

-0OO0 "KALAU KEDUA orang gembong iblis itu turun tangan bersama2, apakah ibu seorang bisa melayani mereka?" tanya Lamkong Pak. ia menguatirkan keselamatan ibunya.

"Tidak mungkin. saat ini mereka berdiri pada posisi saling bermusuhan, mereka berdua tidak akan berdiri pada jalan yang sama. Nah. cepatlah pergi "

Dengan jalan merindik, Lamkong Pak serta Loo Liang Jen lari kearah manusia tembaga tersebut, sementara mangsa yang dikejar sudah berada lima enam puluh tombak jauhnya, berada diantara batuan cadas yang berserakan hanya nampak batok kepalanya belaka berjalan makin lama makin cepat.

Tiba2 terdengar suara bentrokan nyaring berkumandang memekikkan telinga, dua orang gembong iblis itu sudah saling beradu satu kali, agaknya kali ini Pangcu dari Liok Mao Pang telah kerahkan segenap tenaganya sehingga memaksa perempuan berkerudung itu melangkah mundur lima langkah kebelakang.

Tapi perempuan berkerudung itu tetap nekad, setelah mundur ia enjotkan badan mengejar kembali kearah manusia tembaga tersebut.

Dalam pada itu dari sakunya Sun Han siang ambil keluar selembar kulit manusia kemudian langsung dikenakan diatas wajahnya berkelebat keluar dari batuan cadas, maju menyongsong dan menghalang jalan pergi orang itu, kemudian laksana kilat mengirim sebuah pukulan,

"Braaaak...." Sun Han Siang pun bukan tandingan, ia terdesak mundur tiga langkah lebar kebelakang, tetapi ia tak dapat biarkan orang itu meloloskan diri, jurus sakti dari ilmu Payung sengkala segera dikeluarkan untuk mengirim beberapa serangan gencar. Disebelah sana Lamkong Pak serta Loo Liang Jen dengan gerakan sangat hati2 mengejar manusia tembaga itu, setengah li sudah dilalui namun belum berjumpa juga dengan manusia tembaga tersebut, tak urung  mereka dibikin melengak. ditinjau dari kecepatan langkah manusia tembaga itu, tidak mungkin ia bisa berjalan sebegitu cepat.

Kedua orang itu mengejar kembali beberapa saat lamanya, namun jejak manusia tembaga itu belum juga ditemukan, tak kuasa lagi mereka keheranan dan tak habis mengerti lagi, Beberapa kali jalanan tadi dilalui namun belum juga temukan mangsa yang dicari.

Demikianlah kedua orang itu putar kesana kemari dalam batuan cadas yang begitu rumit dan sukar melihat pemandangan sejauh lima tujuh tombak kedepan-

Tiba2 terdengar suara bentrokan2 keras berkumandang datang dari tempat kejauhan, mereka ikuti arah tadi namun sedikit bayanganpun tak dijumpai, setiap sudut dicari namun jejak manusia tembaga itu lenyap tak berbekas,

Sungguh suatu kejadian yang aneh gerak-gerik manusia tembaga itu lambat sekali, orang biasapun bisa menyusul, kecuali kalau dia Tiba2 Lam kong Pak menyadari sesuatu.

"Loo tua, tak usah dicari lagi," serunya. "Kemungkinan besar manusia tembaga itu sudah melepaskan pakaian tembaganya dan meloloskan diri "

"Tidak salah, mari kita segera susul bibi"

Mereka cepat2 balik lagi kedalam kalangan namun  ketika itu bayangan Liak Mao Pangcu, perempuan berkerudung serta Sun Han Siang telah lenyap tak berbekas, diatas tanah hanya menggeletak manusia tembaga lain Lam kong Pak segera membuka kulit tembaga yang menutupi manusia tersebut, tetapi sianak muda ini segera berseru kaget. "Aaaaah kita semua telah tertipu "

Kiranya manusia yang berada dibalik kulit tembaga itu bukan sijago angin Geledek Lam kong Liuw, juga bukan Siauw Yauw Sianseng Loe It Beng, melainkan sesosok mayat yang tak di kenaL

"cepat kita Cari ibuku " seru Lam-kong Pak.

Ketika kedua orang itu hendak berlalu, tiba2 dari balik batuan Cadas berjalan keluar seorang gadis, dara itu menundukkan kepalanya rendah2, kelihatan jelas betapa sedih hatinya waktu itu,

Dengan cepat Lamkong Pak kenali gadis itu sebagai Coe Li Yap. beberapa kali gadis ini pernah selamatkan jiwanya, berulang kali pula ia Cegah Suma Ing untuk menyiksa ibunya Sun Han Siang dengan alat siksa gila. terhadapnya sianak muda ini merasa amat berterima kasih.

Namun iapun seorang pemuda berkeras hati, sejak Coe Li Yap membatalkan ikatan perkawinannya. ia merasa tersinggung dan maka dari itu meski berjumpa dengan gidis ini, sama sekali ia tidak menyapa maupun memanggiL

"Sauw-ya" teriak Loo Liang Jen mendadak, "coba lihat nona Coe sedang mengucurkan air mata, kau tidak maju menghampiri dirinya dan menghibur ?"

Teguran Loo Liang Jen ini semakin menyedihkan hati Coe Li Yap. air mata mengucur keluar semakin deras bahkan ia mulai terisak.

Lam kong Pak tergugah, ia tidak enak hati dan segera maju sambil menegur dengan suara berat: "Sudahlah, tak usah menangis lagi orang lain bukan datang untuk mendengarkan isak tangismu" Dalam hati Coe Li Yap menyangka sianak muda ini tentu akan mengucapkan beberapa patah kata yang menghibur hatinya siapa sangka watak Lam-kong Pak pada saat ini buruk sekali, bukan saja tidak menghibur bahkan menegur dengan kata2 yang begitu kasar. Kontan gadis itu naik pitam.

"Aku suka menangis akan menangis sendiri, apa sangkut pautnya dengan dirimu?" ia menyela.

Lam-kong Pak tidak banyak bicara. ia putar badan sambil ulapkan tangannya. "Loo tua, ayoh kita pergi " serunya.

"Sauw-ya. bagaimanapun juga kau tidak boleh  tinggalkan dia seorang diri ditempat ini " cepat2 Loo Liang Jen mencegah.

Tingkah laku Lamkong Pak barusan bukan lain hanya sengaja dilakukan untuk memanasi hati gadis tersebut, mendengar kata2 rekannya ia lantas berpaling.

"Hmmm ayoh pergi, siapa yang menahan dirimu ?" dengus Coe Li Yap dingin.

Disindir. Lam Kong Pak segera tertawa dingin. "Pergi yaa pergi siapa yang mau tinggal disini"

Habis bicara tanpa menggubris Loo Liang Jen lagi, dengan langkah lebar ia segera berlalu dari sana.

"Kembali " tiba2 Coe Li Yap menghardik,

Seluruh tubuh Lam-kong Pak bergetar keras ia berpikir: "Aku tak boleh pergi, bagaimana pun juga tidak pantas kalau tinggalkan dia seorang diri ditengah gunung yang sunyi dan terpencil seperti ini . . . ." Karena berpikir demikian, ia la ntas berhenti. Melihat sianak muda itu berhenti kembali Coe Li Yap mendengus. "Bukankah kau hendak pergi? kenapa tidak pergi?"

Lam-kong Pak menghela napas panjang, dengan menahan rasa tidak senang dalam hati ia berkata: "Sudah. ayolah berangkat tak usah mengumbar watak seorang nona besar "

"Hmmm kau tak usah urusi diriku, kalau kau mau pergi ayoh cepat pergi, aku tidak akan menahan dirimu "

"Loo tua, ayoh cepat berangkat" bentak pemuda itu keras2. Loo Liang Jen tak dapat apa2, sambil berpaling ia berlalu.

Ketika kedua orang itu sudah berada lima enam tombak dari kalangan, Coe Li Yap yang ada dibelakang mulai menangis ter-sedu2, sambil menangis teriaknya: "Bagus. .

.kau berani mempermainkan diriku. aku. . .aku tak mau tahu"

"Loo-tua.jangan gubris dia" bisik Lam-kong Pak sambil pura2 tidak mendengar.

Mendadak. ....

"Berhenti " bentakan nyaring berkumandang datang.

Kedua orang itu segera berhenti, tampaklah siperempuan berkerudung itu tahu2 sudah berdiri tiga tombak dihadapan mereka.

"Tolong tanya, kemana perginya ibuku ?" tanya pemuda tersebut.

"Siapakah ibumu ?" "Sun Han Siang " "Dia sudah mati "jawab siperempuan berkerudung itu dingin, sinis dan kaku.

Seluruh tubuh Lam-kong Pak tergetar keras, matanya meloiot dan wajahnya berubah merah

"Benarkah ucapanmu itu?"

"Meski tidak mati, tidak jauh lagi perjalanannya menuju ke akhirat."

Lam kong Pak amat gusar, ia membentak keras. jurus kesembilan dari ilmu Thian-Mo San Payung Sengkala segera dilancarkan.

"Braaaak. . . ." ditengah bentrokan yang maha dahsyat, perempuan berkerudung itu tidak berhasil mendapat keuntungan, kedua, kedua belah pibak sama2 terdesak mundur dua langkah kebelakang.

Perempuan berkerudung itu mendongak tertawa seram. "Keparat     cilik,     tidak     aneh     kalau     kau     berani

mempermainkan   putriku,   ternyata   kau   masih memiliki

sedikit simpanan "

"lbu. jangan menyulitkan dirinya" tiba2 Coe Li Yap berteriak dan menubruk kedalam pelukan perempuan berkerudung itu.

"Keparat cilik ini persis seperti ayahnya, sepasang mata tumbuh diatas kepala. se-akan2 perempuan yang ada dikolong langit tak ada yang pantas bersama dia "

"Apa hubunganmu dengan ayahku ?" seru Lam-kong Pak. Perempuan berkerudung itu tertawa sedih.

"Lebih baik kau pulang dan tanyakan sendiri kepada ibumu yang tak tahu malu itu dia bisanya cuma merebut lelaki " Lam-kong Pak tertegun dan berdiri melengak.

"lbu mengatakan dia adalah seorang perempuan yang tidak tahu malu." pikirnya dalam hati, "Sedangkan dia mengatakan ibulah perempuan yang tidak tahu malu. bahkan mengatakan ibu hanya bisanya merebur lelaki. apakah tempo dulu ia pernah terjalin hubungan cinta dengan ayahku?"

Ia lantas bertanya: "Tolong tanya diantara kedua orang manusia tembaga itu, yang manakah adalah ayahku?"

"Manusia tembaga yang lenyap itu "

"Apakah kau adalah Malaikat payung sengkala Coe Hong Hong?"

"Keparat cilik, jangan membicarakan dikemudian hari ada kemungkinan aku bakal jadi mertuamu, sikap yang tidak hormat dari kau terhadap seorang angkatan yang lebih tua sudah cukup bagiku untuk kasih pelajaran kepadamu. agar keangkuhanmu bisa hilang "

"Siapa suruh kau tua2 tak tahu diri dan ambil tindakan seenaknya, siapa pula yang suruh kau menghina ibuku ?"

"Hmmm bukan saja aku hendak menghina dan mengejek dirinya, asalkan bertemu muka akan kucabut selembar jiwanya "

"Loo tua, mari kita pergi" seru Lam-kong Pak tanpa banyak bicara lagi,

"Pergi ?" jengek simalaikat payung sengkala. "Kau hendak serahkan putriku kepada siapa ?"

"Serahkan kepadamu. sebenarnya kejadian tersebut adalah suatu kejadian baik, tetapi setelah aku tahu bahwa dia punya seorang ibu macam kau. aku tidak akan maui dirinya lagi" Habis bicara ia tarik tangan Loo Liang Jen dan diajak pergi.

"Kembali" hardik si Malaikat payung sengkala dengan wajah keren. "Sebenarnya kau mau atau tidak?"

"sekarang aku tidak mau lagi"

Tanpa banyak bicara si Malaikat Payung Sengkala Coe Hong Hong menubruk kedepan, dengan segenap tenaga ia melancarkan sebuah serangan.

Lamkong Pak tidak mau unjukkan kelemahannya, iapun sambut datangnya serangan itu dengan menggunakan jurus ke-sembilan dari ilmu Thian Mo san.

"Bluuum " ditengah bentrokan dahsyat, kedua orang itu sama2 terdesak mundur tiga langkah kebelakang menanti kedua orang itu slap menubruk kedepan untuk kesekian kalinya, tiba2 Coe Li Yap membentak keras tubuhnya menubruk kedalam pelukan Lamkong Pak dan berseru keras2:

"Jangan berkelahi dengan ibuku.. hantam dan bunuhlah diriku "

Lam-kong Pak mendengus dingin. tangannya mendorong tubuh gadis itu sehingga terpental kebelakang dangan sempoyongan, hampir-hampir saja dara itu terjatuh keatas tanah.

Sikap kasar dari pemuda ini menggunakan ibu dan anak dua orang, dengan sepasang mata ber-api2. kedua orang itu membentak gusar dan sama2 melancarkan sebuah serangan dahsyat,

Dalam keadaan ter-buru2 Lam-kong Pak terima datangnya serangan tersebut, badannya terhantam dan mencelat satu tombak jauhnya dari kalangan, ia mendengus dingin.

Ber-sama2 Loo Liang Jen segera menyusup ketengah batuan cadas dan berkelebat keluar selat.

Seteleh berhasil meloloskan diri dari kejaran kedua orang itu Lam-kong Pak berkata: "sekarang, terpaksa kita harus berangkat kemarkas besar perkumpulan Liok Mao Pang untuk mengadakan penyelidlkan, kemungkinan besar ibuku telah pergi kesana, kalau tidak ada terpaksa kita baru akan berjumpa lagi dalam pertemuan puncak para jago."

Kedua orang itu kembali melanjutkan perjalanan sejauh puluhan li, tiba2 dari balik hutan kurang lebih puluhan tombak dihadapan mereka berkumandang keluar tiga kali suara benturan, bahkan tiap kali bentrokan tersebut lebih kuat dari bentrokan sebelumnya.

"Aaaaah. . .inilah ilmu telapak Lian Tiong Sam Goan dari Sin chiu cuang Yen" seru Lam-kong Pak. "mari kita tengok kesana."

Mereka berdua jalan mendaki ketempat kejadian, mengintip dari tempat persembunyian tampaklah beberapa orang tokoh bu-lim sama2 berkumpul disitu.

Mereka terdiri dari 'ciat-cuang Sin-Tou' sipencuri sakti Pek li Gong, sinni chiu cuang Yen Mahasiswa bertangan sakti Siang Hong Tie, chiet Kia Kua Hu sijanda kawin  tujuh kali Poei Koen, Pemimpin empat manusia kaya cioe ci Kang suami istri. cioe cien cien serta Liuw Hauw Siang kakak beradik.

pada waktu itu Siang Hong Tie sedang melangsungkan pertarungan sengit melawan cioe ci Kang, bagaimanapun juga kepandaian si Mahasiswa bertangan sakti masih kalah setingkat, beruntun ia didesak mundur kebelakang oleh serangan2 lawan.

"Ayah sudahlah jangan berkelahi lagi, kitakan samaa orang sendiri " teriak cioe cien cien.

"Hmmm siapa yang kesudian jadi orang sendiri dengan kalian?" hardik Siang Hong Tie, "Tempo dulu ia bekerja sama dengan Sijago arak dari Lam hay Ih Boen kau serta sijanda kawin tujuh kali Poei Koen sekalian mengerubuti kawan karib sendiri Lam-kong Liuw sampai terluka parah, bahkan bajingan tua ini masih kesemsem dengan istri Liuw heng yaitu Sun Han Siang dan ada niat memperkosa dirinya."

UCAPAN ini menggetarkan seluruh tubuh ciee cien cien, ia segera bertanya dengan suara keras: "Ayah, benarkah pernah terjadi peristiwa ini??"

"Jangan percaya dengan obrolannya yang tidak masuk akal itu "

"Braaaak. " sebuah serangan bersarang telak di tubuh

siang Hong Tie membuat orang itu mundur sempoyongan, Pek li Gong segera berkelebat maju kedepan dengan kerahkan ilmu kilat San Tian cap Sah Si ia desak cioe ci Kang dengan tiga serangan berantai.

"Dalam peristiwa ini aku bertindak sebagai saksi hidup" serunya, "Bajingan tua she cioe memang benar2 kesemsem dengan kecantikan wajah Sun Han Siang kemudian coba memperkosanya."

Air muka cioe cien cien seketika berubah hebat. "Ayah. kau. . . .kau. "

Pucat pias selembar wajah gadis itu, jelas ia merasa malu, kecewa dan sedih atas tingkah laku cioe ci Kang pada masa silam. Pada waktu itu cioe Hujienpun ikut membentak: "ci Kang tahan dulu. aku harus selidiki dahulu persoalan ini sampai jelas "

berada dalam keadaan seperti ini cioe ci Kang mana mau berhenti, diam2 ia malah perkuat serangannya. jelas ada maksud membunuh saksi hidup tersebut.

"Braaak Braaaak. . . ." beruntun tiga buah serangan bersarang ditubuh Siang Hong Tie. membuat sang mahasiswa bertangan sakti ini mundur sempoyongan dan akhirnya jatuh terduduk.

"Bajingan tua she-cioe" teriak Pek li Gong sambil berkelebat maju kedepan "Kau ingin membinasakan saksi hidup? Hmmm jangan lupa masih ada loohu, lebih baik sekalian bunuhlah diriku"

cioe ci Kang membentak keras, ilmu Cakar maut Boe Khek Hek Hong Bau yang paling dahsyat segera dilancarkan sehebat-hebatnya.

Pek-li Gong memang bukan tandingannya, sebentar saja ia sudah dipaksa kalang kabut dan gelagapan sendiri

Melihat suaminya tak mau mendengar seruannya, nyonya cioe jadi naik pitam sambil menarik tangan putrinya ia berseru: "cen-jie. ayoh kita pergi"

Tiba2 dua sosok bayangan manusia berkelebat datang dan tahu2 sudah muncul dihadapan mereka, sambil berlari datang orang itu membentak keras: "Tunggu sebentar sekalian bereskan jenasah bajingan tua itu baru berlalu " orang yang munculkan diri bukan lain adalah Lam-kong Pak serta Loo Liang Jen. Menyaksikan kehadiran pemuda itu, cioe cien cien berseru kegirangan:

"Engkoh Pak kau datang ?" ia menubruk masuk kedalam pelukan sianak muda itu. "Berhenti" hardik Lam-kong Pak. "Tunggulah pun-jien bereskan dulu masalah ini"

Sementara itu pertarungan yang berlangsung ditengah kalangan sudah mencapai puncaknya. Braaaak. . . sebuah pukulan dahsyat bersarang telak ditubuh Pek-li Gong membuat tubuh sipencuri sakti itu terpental sejauh satu tombak lebih, akibat lukanya yang parah ia tak sanggup berkutik lagi.

Sedangkan Coe ci Kang tak mau berdiam diri sampai disitu, badannya berkelebat kesamping Siang Hong Tie kemudian Cakarnya langsung menyambar melancarkan serangan mematikan.

"Bajingan tua, kau berani. " bentak Lam-kong Pak.

Tampak serentetan cahaya merah berbentuk payung mengembang ditengah angkasa langsung mengurung batok kepala cioe ci Kang.

Ditengah jeritan kaget cioe cien cien, ledakan dahsyat yang memekikan telinga bergema memenuhi angkasa, debu pasir beterbangan menyilaukan mata diikuti berkumandangnya dengutan berat.

Pucat pias seluruh wajah cioe ci Kang, dari lubang hidung serta mulutnya darah segar keluar tiada hentinya, ia berdiri satu tombak dari kalangan, badannya bergoyang tiada hentinya.

"Bajingan tua" jengek Lam-kong Pak sambil tertawa dingin. "Akuilah semua dosa serta perbuatan terkutuk yang pernah kau lakukan selama hidupmu, agar secara baik2 pula kuhantar dirimu pulang kerumah nenekmu "

"Keparat cilik, tak usah banyak bicara lagi. ayoh cepat turun tangan " Lam kong Pak tidak reweti tantangan tersebut, kembali ia bertanya: "Bajingan tua she-cioe, apa yang dikatakan Siang Hong Tie tadi benarkah pernah kau lakukan?"

cioe ci Kang membungkam dalam seribu bahasa kebungkaman orang ini menimbulkan napsu membunuh dalam benak Lam Kong Pak, selangkah demi selangkah ia maju kedepan-

"Engkoh Pak" Seru cioe cien cien dengan nada kuatir.

Lam-kong Pak berhenti dan berpaling, tampak olehnya air mata sudah mengucur membasahi wajah cioe cien cien, mimik wajahnya menunjukkan betapa sedih susahnya dia saat itu.

Lam-kong Pak tertawa dingin, ia tidak gubris gadis tarsebut. kepada cioe Hujien segera menegur: "cioe Hujien. bicaralah menurut suara hatimu. patutkah bajingan tua ini dibunuh?"

Walaupun hati perempuan selalu diliputi rasa Cemburu yang hebat, tetapi bagaimana pun juga dia adalah istri dari cioe ci Kang, sepatah katanya mungkin bisa habiskan selembar jiwa suaminya, bagaimana mungkin ia sudi menjawab seenaknya? tak kuasa ia tertegun dan berdiri mendelong ditempat semula.

"cioe ci Kang" seru Lam kong Pak kembali, "sekali lagi aku hendak bertanya kepadamu, ketika kalian turun tangan terhadap ayahku apakah Pek li Gong serta Siang Hong Tia pun ikut ambil bagian?"

"Tii. . .tidak "

Belum selesai cioe ci Kang berkata, tubuh Lam kong Pak telah terkelebat kedepan, telapaknya langsung menghantam jalan darah Pek Hwee Hiat. "Braaaak “ diiringi bentrokan keras sebutir batok kepala cioe ci Kang seketika itu juga dipaksa tertekan masuk kedalam rongga dadanya.

Mayat roboh keatas tanah dalam keadaan mengerikan, sebab siapapun tak dapat membedakan manakah bagian kepala dari cioe ci Kang dan manakah bagian kakinya.

cioe Hujien serta cioe cien cien ber-sama2 menjerit ngeri, mereka menubruk keatas jenasah cioe cie Kang dan menangis ter-sedu2.

"Lam-kong Pak " teriak cioe cien cien beberapa saat kemudian sambil gertak gigi. "Hatimu keras bagaikan baja, meskipun ayahku harus tebus dosanya dengan kematian, tidak seharusnya kau menghukum dan membinasakan dirinya dengan Cara yang begini mengerikan aku adu jiwa dengan dirimu."

Seraya berseru kepalanya langsung ditumbukkan kearah Lam-kong Pak.

pada saat itulah Si Janda Kawin Tujuh kali Poe Koen tanpa mengucapkan sepatah katapun diam2 ngeloyor pergi dari situ.

Lam kong Pak mendengus dingin. ia pukul miring badan cioe cien cien enjotkan badan dan melayang kedepan menghadang jalan pergi dari sijanda kawin tujuh kali Poei Koen.

"Siluman perempuan tua, kau hendak lari kemana?" hardiknya.

Air muka Poei Koen berubah hebat, tanpa sadar ia sudah jatuhkan diri berlutut di atas tanah. sementara wajahnya pucat pias bagaikan mayat, keringat dingin mengucur  keluar membasahi seluruh tubuhnya, ia benar2 merasa ngeri dan takut. "Lam-kong sauw-hiap. berbuatlah kebajikan ampunilah selembar jiwa tuaku, oooouw. . sauw hiap. ampunilah jiwaku. . .Lepaskanlah diriku meski pada masa berselang aku ikut serta didalam peristiwa itu, namun aku tidak turut serta dalam pertarungan itu, aku tidak menghantam ayahmu barang sekalipun."

Mendadak kakak beradik she-Liuw berkelebat maju kedepan, sambil menghampiri sianak muda itu serunya:

"Lam-kong Heng. perempuan siluman ini tak boleh diampuni. cabut saja selembar jiwanya "

Lam-kong Pak mendengus dingin. "Hmmm Liuw-heng, ayahmu pun turut ambil bagian didalam peristiwa ini. kalau kalian tidak percaya silahkan tanyakan sendiri peristiwa ini kepada Pek-li Gong serta Siang Hong Tie cianpwee berdua "

Setelah mengetahui bahwasanya selama ini ia sudah salah menganggap kedua orang itu sebagai musuh. maka kini setelah duduknya perkara dibikin jelas sikap Lam-kong Pak terhadap Siang Hong Tie serta Pek li Gong pun jadi menghormat sekali.

Ucapan ini menggetarkan seluruh tubuh Liuw Hauw Siang berdua mereka tertegun dan berdiri menjublak,

"Lamkong-heng " serunya beberapa saat kemudian "Kabar berita yang tersiar dalam Bu-lim tak boleh dipercaya seratus persen. kau harus tahu bahwa sepanjang hidupnya ayahku selalu berbuat kebajikan, ia suka menolong yang lemah memukul yang kuat, mengutamakan keadilan dan kebenaran aku rasa tidak mungkin,"

"Sudah tak usah bicara lagi " tukas Siang Hong Tie serta Pek li Gong sambil berjalan mendekat. "Dalam peristiwa berdarah yang terjadi tempo dulu. ayahmu ikut ambil bagian malah perseni Lam-kong Liuw dengan sebuah hantaman "

Setelah duduknya perkara jadi jelas, Lam-kong Pakpun kembali tertawa dingin. "cayhe berharap sejak ini hari tidak berjumpa lagi dengan kalian berdua, Nah. sekarang silahkan kalian berlalu dari sini"

Selintas rasa menyesal dan malu terlintas diatas wajah Liuw Hauw Siang, sementara Liuw Hwie Yan maju kedepan sambil berseru:

"Adik Pak, budi serta sakit hati yang terikat angkatan tua tidak semestinya kau perhitungkan diatas keturunannya, kita. "

"Enak benar kalau bicara" tukas Lam-kong Pak dingin. "Aku ingin tanya. seandainya peristiwa ini terjadi menimpa dirimu, apa yang harus kau lakukan?"

Kontan Liuw Hwie Yan dibikin bungkam dan tak sepotong katapun berhasil diutarakan keluar.

Dalampada itu cioe Hujien telah mengempit jenasah cioe ci Kang, ber-sama2 putrinya cioe cien cien mereka berlalu dari situ.

"Lam-kong Pak, aku tidak akan mengampuni dirimu, suatu saat akan kucabut selembar jiwamu "

Diam2 Lam-kong Pak bersedih hati. antara dia dengan cioe cien cien masih terikat hubungan terutama sekali kerelaan gadis itu untuk mengkhianati orang tuanya dan berusaha membantu dia dapatkan ilmu sakti Thian Mo San meski tidak berhasil mendapatkan benda yang dicari, namun cinta kasih yang ia tunjukkan luar biasa sekali.

Dengan ter-mangu2 ia pandang bayangan tubuh kedua orang perempuan itu hingga lenyap dari pandangan, menanti ia berpaling kembali. bukan saja Liuw Hauw Siang serta Liuw Hwie Yan sudah pergi, bahkan siJanda Kawin tujuh kali Poei Koen pun sudah lenyap tak berbekas.

Karena orang2 itu sudah berlalu. Lam kong Pak lantas berpaling kearah Siang Hong Tie serta Pek li Gong sambil berkata: "Hampir2 saja boanpwee telah menaruh salah paham terhadap cianpwee berdua untung Suma ing ada maksud tertentu dan melakukan suatu perbuatan yang tak di-sangka2 kalau tidak mungkin ibuku akan menanggung penyesalan seumur hidup "

"Soal ini tak bisa disalahkan pada dirinya setelah ayahmu terluka parah mungkin ucapan yang diutarakan kurang jelas, ketika menyebut nama kami berdua segera terputus, maka kejadian ini menimbulkan kecurigaan ibumu dan mengira kami berdua pun ikut serta didalam peristiwa berdarah tersebut" kata Siang Hong Tie.

"pada waktu itu, apa yang cianpwee berdua lakukan ?" "Sewaktu   kami   berdua   tiba   disana,   ayahmu   sudah

terluka    tetapi    masih    sanggup    melancarkan   serangan

balasan. ketika kami berdua belum sempat turun tangan membantu, ayahmu kembali termakan dua pukulan dahsyat. Saat itulah ibumu datang menjumpai kami berdua berada disitu. maka ia lantas mencurigai kami berdua pun ikut serta dalam peristiwa dalam pengeroyokan itu "

"Eeeei. . .keparat cilik. apakah kau pernah bertemu dengan siang-jie?" tegur Pek li Gong tiba2.

Lam-kong Pak jadi rikuh danjengah sendiri, tempo dulu ia pernah menegur dan memaki Pek li Siang dengan kata2 yang pedas, kalau diingat sekarang, ia merasa menyesal dan sedih. "Eeeei. . .keparat cilik. bukankah kau sudah permainkan putriku?" Kembali Pek li Gong menegur. "Kalau sampai ia terjadi sesuatu yang tidak diharapkan, Loohu pasti akan mencari dirimu untuk bikin perhitungan "

"Isi perut cianpwee berdua menderita luka parah, marilah biar boanpwee bantu menyembuhkan luka kalian "

"Tidak usah, kami bisa atur pernapasan sendiri. sebentar akan sembuh"

Habis berkata bersama Pek-li Gong ia jatuhkan diri dan mulai atur pernapasan.

Kurang lebih tiga jam, kedua orang itu baru meloncat bangun. seru Pek li Gong.

"Keparat cilik, aku hendak pergi mencari Siang-jie, nanti kita bertemu lagi dalam pertemuan puncak para jago yang diadakan diatas gunung Hut GouwSan "

Selesai bicara ber-sama2 Siang Hong Tie segera berlalu.

= = ooo ooooo ooo = =

BUKIT Lok Hun Poo yang ada diatas gunung Hut Gouw-san merupakan sebuah bukit yang aneh dan bahaya letaknya, dataran diatas bukit karang lebih ada puluhan tombak luasnya, sekeliling dataran dikelilingi tebing yang curam dan tinggi menjulang keangkasa.

Berhubung pertemuan puncak para jago diselenggarakan ditempat yang terpencil diatas bukit lagi pula sekeliling tempat itu dikelilingi tebing yang curam serta jurang yang dalam, maka bagi jago yang memiliki ilmu meringankan tubuh cetek. sulit untuk mencapai bukit Lok Hun Poo tersebut. Waktu itu musim gugur telah tiba, sang surya jauh berada di-awang2, suasana indah menyelimuti siang hari bulan Sembilan hari Tiong Yang itu.

Diatas bukit Lok-Hun-Poo terbentang enam buah batu alam yang besar dan berbentuk sekuntum bunga Bwee, lima buah batu cadas besar mengelilingi sebuah batuan persegi yang luasnya ada empat lima tombak, keadaan batu2 bagaikan bintang yang bertaburan disekeliling rembulan.

Ketika itu diatas kelima buah batu cadas itu terukir tulisan yang dibuat dengan guratan ilmu jari Kiem Keng ci.

Pada batu pertama tertuliskan kata2: Pemimpin Delapan manusia Aneh, Lam-kong Pak. batu kedua bertulis kan: Liok Mao-Pangcu. batu ketiga tertulis nama: Thay Pei Liong In atau si Naga Pengasingan Coe Hong Hong, batu keempat: Pemilik pegadaian Bu-lim Sun Han Siang. sedang pada batu kelima terukir kata2: Tanpa nama.

Pada waktu itu hanya pada batu pertama, kedua, ketiga serta keempat saja yang terisi seseorang, pada batuan  kelima yang terukir kata2 "Tanpa nama" masih berada dalam keadaan kosong.
*** ***
Note 19 September 2020
"Cersil terbaru akan di upload setiap hari Selasa, Sabtu dan Minggu.| Jangan lupa makan dan tetap jaga kesehatan Gan!!!."

(Regards, Admin)

0 Response to "Payung Sengkala Jilid 16"

Post a Comment

close