Payung Sengkala Jilid 11

Mode Malam
Dua bersaudara she Liuw serta Siauw Ang menggunakan pedang, Loo Liang Jen tangan kosong, sedangkan Lam Kong Pak mengeluarkan tanduk tunggal naga saktinya.

Begitu ia mengeluarkan tanduk naga tersebut si kakek Moyang berwajah kepiting berdiri tertegun, ia tahu benda tersebut btukan Suatu senjata yang biasa2 saja.

Dalam pada itu dari sekeliling ruangan mulai bermunculan bayangan musuh yang segera mengurung seluruh kalangan-

Melihat musuh mulai bermunculan, Liuw Hauw Siang mengeluarkan sumpritan istimewanya memperdengarkan suitan tiga kali panjang dua kali pendek. dari benteng Hwie Him Poo segera muncul cahaya lampu yang menerangi seluruh kalangan, dari tempat luar merekapun mengurung datang. Menjumpai anak buah orang lain telah dipersiapkan dengan begitu rapi, sikakek moyang berwajah kepiting sadar serangannya malam ini ada kemungkinan menjumpai kegagalan ia sepera membentak keras: "Hong siang-cu. Kiem siang-cu ringkus Liuw Hauw Siang dua bersaudara "

Si Sapu Besi Kien Kioe serta Golok tanpa tandingan mengiakan dan berbareng maju kedepan, si Sapu Besi menerjang Liuw Hiuw Siagg sedangkan golok tanpa tandingan menubruk Liuw Hwie Yen.

Senjata yang digunakan Liuw bersaudara adalah pedang, dalam soal senjata tajam mereka sudah menderita rugi, Sapu besi serta golok besar berkepala setan merupakan senjata berat. dengan pedang yang ringan mereka tak berani menyambut serangan lawan dengan keras lawan keras.

Sekalipun begitu, dalam soal jurus serangan Liuw bersaudara tidak kalah dari musuh, maka dari itu begitu menyerang mereka bisa berbagi dalam posisi bertahan dan menyerang. suatu pertarungan sengitpun segera berlangsung

Sementara itu be-ratus2 tokoh lihay pelindung benteng Hwie Him Poo telah mengurung seluruh kalangan rapat2, golok dicabut keluar dari sarungnya, anak panah dipasang gendewa. hawa pembunuhan meliputi seluruh angkasa, setiap saat banjir darah bisa terjadi.

Si Sapu Besi Klem Kioe sudah melakukan kejahatan ber sama2 sikakek Moyang Berwajah Kepiting Pi Hoopada tiga puluh tahun berselang, sebuah senjata sapunya dimainkan begitu dahsyat. sehingga daerah sekitar satu tombak lima enam depa terkurung dalam bayangan senjatanya.

Terdengar angin serangan men-deru2, atap rumah beterbangan memenuhi angkasa. Walaupun Liuw Hauw Seng telah mengeluarkan kepandaian Hwie Him Pat Sih untuk mempertahankan diri. ia gagal merebut diatas angin, sebab diatas senjata ia sudah menderita rugi terlebih dahulu.

Liuw Hwie Yen yang harus menghadapi Golok Tanpa tandingan Hong Goan keadaannya makin payah, bagaimanapun anak perempuan tak bisa menangkan tenaga lelaki, setelah ratusan jurus lewat keringat sebesar kedelai mulai mengucur keluar membasahi seluruh tubuhnya.

SiBangku Besi Auw Pat Kay yang melihat rekan2nya sudah turun tangan ia jadi gatal. kepada si Malaekat Raksasa Loo Liang Jen segera tantangnya: "Hey kerbau dungu kita jangan menganggur terus2an, coba terima dulu bagaimana rasanya digebuk oleh bangku besi dari Loa yamu ini."

Begitu berkata hendak bertarung serangan tiba, orang ini sama sekali tidak membicarakan soal peraturan Bu lim, Papan bangku besi yang beratnya ada tiga ratus kati diirirgi desiran angin yang memekikan telinga menghantam batok kepala Loo Liang Jen.

Malaikat raksasa she Loo bukan manusia sembarangan ia tidak berkelit maupun menghindar. lengannya dengan cepat disodokkan keatas papan besi itu.

"Loo-tua, kau jangan . . ." sebelum peringatan dari Lam Kong Pak selesai diutarakan, lengan Loo Liang Jen sudah saling beradu dengan papan besi tersebut.

"Traaaang. ..." diiringi bentrokan keras yang menggetarkan seluruh ruangan, masing2 pihak mundur tiga langkah kebelakang.

Melihat kedahsyatan Loo Liang Jen dalam menghadapi musuhnya dengan tangan kosong, tokoh lihay dari benteng Hwie Him Poo mengurung disekeliling tempat itu ber-sorak memuji. Diam2 sibangku besi Auw Put Kay terkejut. sejak ia terjunkan diri kedalam dunia persilatan belum pernah menjumpai manusia yang memiliki tenaga dalam lebih dahsyat dirinya, tak disangka pada malam ini muncul seorang manusia luar biasa yang menggunakan kempalangan papan besinya dengan lengan kanan bahkan sama sekali tidak berada dibawah angin, bahkan yang lebih hebat lengan sendiri terasa linu dan sakit.

Ia sedikit tidak percaya atas apa yang dirasanya barusan, sembari tertawa dingin segera, serunya:

"Keparat cilik, aku lihat sejak dilahirkan kau sudah makan nasi, mari. . . mari. . .mari.. terima kembali sebuah kemplangan papan bangkuku. "

"Bluuum. " kali ini dengan disertai tenaga lebih beban

ia menghantam kembali batok kepala simalaekat raksasa.

Sejak dilahirkan Loo Liang Jen sudah memiliki tenaga dalam yang luar biasa, dibandingkan dengan kepandaian Kiem Tong Kang Thiat Puh San serta kepandaian ilmu kebal yang dipelajari cap San Thay Poo jauh lebih hebat lagi, dalam pertarungan yang dihaiapinya se-hari2, jarang sekali ia menjumpai musuh yang seimbang, sekarang menjumpai orang yang memiliki tenaga hampir seimbang dengan tenaganya, timbul keinginan untuk saling beradu tenaga.

Dengan mulut membungkam, kembali ia ayunkan lengan kanannya untuk menyambut kedatangan papan bangku tersebut.

"Traaaang. . . ." sekali lagi terjadi bentrokan keras yang menimbulkan suara tajam. masing2 pihak mundur tiga langkah kebelakang, beberapa buah ubin kena diinjak retak, Menjumpai papan besinya sedikit gumpil dalam bentrokan barusan sipapan besi sangat kaget dan hatinya tercekat. pikirnya: "Mungkinkah keparat cilik ini ditempa dari baja murni yang tahan pukulan ?"

Tanpa berpikir panjang lagi ia kumpulkan sepuluh bagian tenaga murninya dan sekali lagi menghajar kemuka. "Keparat cilik, lihat serangan "

Loo Liang Jen adalah seorang tolol. kembali ia menggunakan tangan yang sama untuk menyambut datangnya serangan itu. Siapa sangka sipapan besi tahu lihay. ia tidak berani menyambut lagi serangan itu dengan keras lawan keras.

Menanti papan besinya mencapai satu depa diatas batok kepala Loo Liang Jen, mendadak senjata itu membentuk gerakan setengah busur menyapu pinggang si malaikat raksasa. Liang Jen tidak menyangka pihak lawan menggunakan siasat.

"Bluuuum. . .,"

Dengan telak serangan tadi bersarang dipinggangnya membuat lelaki raksasa ini mundur lima langkah kebelakang, sekalipun begitu si Papan besi pun ikut mundur dua langkah kebelakang.

Dengan adanya kejadian ini bukan saja gusarkan Loo Liang Jen, bahkan sipapan bangku besi serta Kakek Moyang berwajah kepiting punjadi amat terperanjat. sebab mereka sadar kemplangannya barusan sedikit berkekuatan ratusan kati,

Seandainya serangan tadi bersarang diatas kepala jagoan biasa, niscaya badan orang itu akan hancur berantakan-

Sebaliknya Loo Liang Jen sama sekali tidak menderita luka. Sementara itu Lam Kong Pak mendengus, ia membenci sipapan bangku besi menggunakan siasat licik bentaknya gusar: "Loo situa, tangkap bangsat itu "

"Baik, sauw-ya "

Bagaikan tubrukan harimau Loo Liang Jen menubruk kearah sipapan kursi besi merasakan datangnya serangan amat dahsyat

si bangku besi Auw Pat Kay terkesiap. ia tahu asaikan badannya kena ditangkap niscaya akan hancur berantakan.

Sibangku besi membentak keras, ia menyapu tubuh bagian bawah Loo Liang Jen, lalu mengambil kesempatan itu menyingkir tiga langkah kesamping.

Siapa sangka Loo Liang Jen bisa menduga akan maksud tujuannya bukan saja ia tidak menghindar dari kemplangan papan bangku itu tubah nyamalah menubruk kedepan-

Badannya sembilan depa, lengannya panjang melebihi empat lima depa, dimana ia menubruk kedepan mendadak terdengar suara bentrokan keras bergema memenuhi angkasa

"Bluuuuuu.mm..." Sebuah serangan dengan telak bersarang ditubuh manusia raksasa ini membuat ia membentak keras. dengan gerakan yang tidak berubah ia mencengkeram bahu si bangku besi.

Bangku besi kontan merasakan bahunva sakit bagaikan hancur berantakan dihantam martil besi. namun iapun terhitung seorang jagoan lihay, sekalipun sakit dia tidak berteriak.

Melihat rekannya terluka. Si Kakek Moyang berwajah kepiting kaget. ia segera meloncat kedepan menghampiri punggung Loo Liang Jen Lam Kong Pak yang ada disisi kalangan sama sekali tidak menyangka orang itu bisa melancarkan serangan bokongan, untuk menolong tidak sempat lagi.

Begitu tiba dibelakang panggung Loo Liang Jen si kakek moyang berwajah kepiting ini mengayunkan tangannya menghajar bahu si Malaikat raksasa tersebut, namun tidak gemilang, rasa terkejutnya bukan alang kepalang, mengerti dirinya sudah terlalu memandang rendah pihak lawan-

Tenaga pukulannya segera ditambahi dengan tiga bagian kemudian sekali lagi dihantam keatas tubuh raksasa tersebut. badan Loo Liang Jen yang tinggi besar tergetar mundur sampai satu tombak jauhnya dan jatuh terduduk keatas tanah.

"Bangsat tua berwajah merah beraninya membokong dari belakang, terhitung jagoan mana kau? mari mari mari kita coba sekali lagi"

Loo Liang Jen tidak tahu lihay, ia siap untuk kembali kedepan. Padahal dalam kenyataan seandainya sikakek moyang berwajah kepiting ingin melukai dirinya gampang bagaikan membaliki tangan sendiri.

"Loo tua ayoh cepat mundur kebelakang" bentak Lam Kong Pak keras2.

"Siauw-ya mungkin kau tak sanggup menghadapi dirinya, kekuatan dari bangsat tua berwajah merah ini sangat luar biasa"

"Aku suruh kau mengundurkan diri ayo cepat mengundurkan diri. tak usah banyak bicara lagi "

Air muka Lam Kong Pak membesi kemudian lambat2 ia mendekati sikakek moyang berwajah kepiting. Ketika itu pertarungan antara dua bersaudara she Liuw melawan si Sapu besi serta goloK tanpa tandingan sudah mencapai puncak ketegangan, walaupun dalam hal jurus serangan dua bersaudara she-Liuw duduk di-atas angin, namun dalam tenaga serta senjata mereka menderita rugi, sampai saat ini keadaan masih seimbang.

Lam Kong Pak berjalan terus kedepan dan berhenti lima langkah dihadapan si Kakek moyang berwajah kepiting itu. tegurnya dengan suara berat: "Aku Lam Kong Pak bukan sengaja menggertak atau menakut2i dirimu, terus terang saja kuberitahukan kepadamu, kepandaianmu  masih terpaut sangatjauh, pulang dan laporkan kepada pangcumu, suruh ia datang sendiri mencari aku "

"Heeeee. . .heeee. . . .hereee. . .keparat cilik kau tidak takut lidahmu putus disambar geledek kau anggap pangcu kami manusia sebangsa apa, enak benar kau si anjing kecil pentang bacot "

"Sekali lagi cayhe peringatkan dirimu, jikalau kau berani membangkang lagi. jangan salahkan kalau cayhe tidak sungkan2 lagi menghadapi dirimu"

"Haaaa. . .haaaa. . .haaaaa. ..." si Kakek moyang berwajah kepiting tertawa tergelak.

"Jangan dikata kau, sekalipun ayahmu siJagoan Angin Geledek serta gurumu Siauw Sianseng turun tangan berbareng pun takkan sanggup menerima seratus jurus serangan dari aku si Loo-cauw "

"Bagaimana kalau kepandaian anda dibandingkan dengan kepandaian sipemilik Pegadaian Bu-lim?"

"Pemilik Pegadaian Bu-lim ?" "hmmmm " "Apa kau bisa , . ." "Tidak percaya bukan?"

"Sekalipun harus pejamkan mata aku si Loo cauw bisa menghitung berapa banyak usus yang kau miliki buat apa kau mengibul??"

"Tahukah kau benda apa yang berada ditanganku saat ini?" sembari berkata Lam Kong Pak unjukkan tanduk naganya.

"sebuah tanduk binatang apa anehnya. Hmmm anjing kecil, kau. "

Lam Kong Pak membentak keras, dengan kecepatan yang sukar dibayangkan dengan kecepatan yang sukar dibayangkan dengan kata2 ia menerjang kedepan sembari melancarkan serangan-

Dimana angin pukulan menderu tampak bayangan manusia berkelebat lewat laksana kilat. Dalam sekejap mata ia sudah mengitar sikakek moyang berwajah kepiting sebanyak empat kali.

"Plaaaaak. . .plooook " diiringi gaplokan nyaring. pipi sikakek moyang berwajah Kepiting sudah digaplok sampai membengkak. dengan sempoyongan ia mundur  tiga langkah kebelakang, dari ujung mulutnya masih menetes keluar darah segar. Untuk beberapa saat lamanya ia berdiri tertegun diatas tanah.

Serangan ini benar2 luar biasa dan mengejutkan hati manusia, dari empat penjuru segera berkumandang suara sorak-sorai memuji.

Pengalaman sikakek moyang berwajah kepiting amat luas. ia tahu dengan andalkan kepandaian yang dimiliki lawannya ia bukan tandingan, sambil tertawa seram ia segera berteriak: "Silahkan Than-cu munculkan diri"

Belum habis ia berteriak. dari sepuluh tombak jauhnya berkumandang ujung baju tersampok angin segulung bayangan darah meluncur datang dengan cepatnya.

Dalam sekejap mata dihadapan pemuda kita telah berdiri seorang nyonya muda yang amat cantik sekali memakai baju warna merah.

Lam Kong Pak keheranan dibuatnya. Ternyata nyonya muda itu baru berusia dua puluh empat, lima tahunan wajah dengan alis yang melentik bagaikan pohon liuw. pinggangnya ramping dan wajahnya bersih. polos sama sekali tidak membawa kegenitan ataupun kecabulan-

Dengan wajah penuh senyuman nyonya itu menegur: "Bukankah kau adalah sang Bengcu yang menangkan seluruh pertarungan dalam pertemuan para jago tempo dulu?"

"Tidak berani, tidak berani. cayhe Lam Kong Pak adanya "

"Emmmm sungguh tepat sekali tamparan yang barusan kau lepaskan terhadap anak buahku itu."

Lam Kong Pak tertegun, bahkan sikakek moyang berwajah kepiting pun berubah hebat air mukanya. sekalipun ia mendongkol namun berhubung peraturan perkumpulan Liok Mao Pang amat ketat, berada dihadapan seorang Tong-cu ia tak berani berkutik.

"Apa maksud anda dengan ucapan tersebut?" dengan tidak mengerti Lam Kong Pak bertanya.

Nyonya cantik itu tersenyum alisnya melentik dengan biji mata yang bening bagaikan air telaga, sekalipun simalaikat raksasa Loo Liang Jen seorang dungu pun jadi terpesona dibuatnya.

Diam2 Lam Kong Pak mengakui baik kecantikan maupun potongan badan nyonya muda ini tidak berada dibawah kecantikan Liuw Hwie Yen, Pek-li Siang, cioe clen clen serta cu Li Yap sekalian bahkan ia membawa keagungan yang tidak berani dipandang enteng oleh orang lain-

"Pi Tong-cu bicara tidak genah. menuduh dan memaki orang seenaknya. apakah kau salah menggaplok orang ?"

Suaranya merdu menawan hati, nyaring dan lembut merangsang setiap manusia, membuat orang terpesona dan tergiur.

Mendadak Liuw Hauw Siang membentak keras. . .

."Traaaaaang. ..." diiringi bentrokan keras, percikan bunga api memenuhi angkasa, diikuti jurus terakhir dari "Hwie Him Pat Sih" dilepaskan mengancam jalan darah Hong wie-hiat diatas tubuh si sapu besi Kiem Kioe.

Pada waktu itu Sis apu besi Klem Kioe sudah kehabisan tenaga, untuk menghindar sudah tidak sempat lagi. gagang sapu besinya disodok keatas bahu Liuw Hauw Siang.

Semua kejadian ini berlangsung dalam sekejap mata.

Lam Kong Pak ingin menolong tapi tak sempat lagi.

Terdengar dua kali dengusan berat menggema diangkasa, bahu Liuw Hauw Siang kena disodok sehingga pakaiannya hancur, darah segar mengucur keluar membasahi tubuhnya. sedangkan sisapu sendiri walaupun jalan darah Hong-wie niatnya tidak sampai tertotok, namun kulitnyapun terluka sehingga mengluarkan darah segar. Masing2 pihak mundur lima, enam langkah kebelakang baru berhenti, napas mereka ter-egah2 bagaikan kerbau. "Dua bersaudara she Liuw ini apakah sahabatmu ?" tiba2 nyonya cantik itu bertanya.

"sedikitpun tidak salah"

"Aku sangat mengagumi dua bersaudara she Liuw itu, ternyata mereka memiliki seorang sahabat yang begitu setia kawan dan suka membantu mereka menghadapi musuh tangguh"

"Antara sesama kawan sudah sepantasnya saling bantu membantu."

Mendadak. . .

si Golok Tanpa Tandingan serta Liuw Hwie Yen pun membentak berbareng. jelas mereka pun hendak menentukan kalah menang daLam jurus terakhir ini.

Sementara Lam Kong Pak siap maju kedepan memberi bantuan, mendadak nyonya muda itu membentak nyaring: "Hong siangcu, tahan "

Bentakan tersebut walaupun merdu dan halus namun disertai suatu kewibawaan yang besar, buru2 sigolok tanpa tandingan membuyarkan serangannya sambil mundur tiga langkah kebelakang.

Siapa sangka ketika itu Liuw Hwie Yen sedang melancarkan sebuah jurus serangan yang keji dan telengas, tidak sempat baginya untuk menarik kembali serangan tadi.

Lagi pula ia berjulukan Tiauw San tangan beracun, tentu saja perbuatannya telengas, pedangnya bagaikan pelangi dengan jurus Thian Gouw Li Teh" atau Kerbau Baja Membajak tanah menusuk paha sigolok tanpa tandingan-

Si Golok tanpa tandingan walaupun seorang gembong iblis, namun sangat taat dengan perintah atasannya, mendengar Than-cu mereka memerintahkan ia berhenti menyerang.

Semua kejadian segera pasrah, sambil gertak gigi ia terima datangnya tusukan dengan terbuka.

Liuw Hwie Yen makin ganas, ia cabut pedangnya dari atas paha kemudian menusuk pinggang Golok tanpa tandingan itu.

Suara bentakan itu tidak keras namun di sertai oleh suatu kewibawaan yang terbantahkan oleh siapapun, dengan cepat Liu Hwie Yen tarik kembali serangannya sambil mundur tiga langkah kebelakang.

"Siapa anda?? ?" tegurnya kepada nyonya cantik itu. Perempuan tersebut. sambil berpaling ke-arah Lam Kong

Pak ia berkata "Tanya saja kepadanya "

"Tanya aku?" kali ini Lam Kong Pak yang dibikin tertegun "cayhe hanya tahu nona adalah anggota perkumpulan Liok Mao Pang, dan tidak tahu. "

"Itu sudah cukup buat kalian, bukankah nona Liuw ingin mengetahui soal ini?"

"Hmmm apa maksudmu menerobos benteng kami ditengah malam buta ?" tegur gadis she Liuw itu kembali sambil mendengus dingin.

Nyonya muda itu tersenyum manis terhadap Lam Kong Pak. membuat pemuda itu jadi tertegun dan timbul suatu pikiran aneh benaknya.

"Selama hidup aku Lam Kong Pak kurang senang main perempuan" pikirnya dalam hati. "Mengapa aku bisa mempunyai perasaan aneh malam ini berhadapan dengan nyonya muda ini?" "Nona Liuw betul2 lihay," terdengar nyonya muda itu memuji sambil tertawa. "Tidak memalukan disebut Tiauw San tangan Beracun"

"Kau tak usah bicara kemari menghindari pembicaraan pokok. nonamu sedang bertanya kepadamu apa maksud kalian malam2 menerobos kedalam benteng kami?"

"Pun Than-cu mendapat perintah untuk datang kemari, sedangkan mengenai apa maksud Pangcu kami. Pun Than cu kurang tahu"

"Lalu apa yang kau kehendaki ?"

"Menasehati kalian berdua agar mau menyerah kepada perkumpulan kami "

"Tahukah kau apa yang dipikirkan kami dua bersaudara?"

"Itu urusan pribadi kalian berdua, nonamu mana tahu" Setelah nyonya muda itu mengaku dirinya sebagai nona,

Lam Kong Pak pun baru tahu kalau orang lain masih seorang gadis.

Bahkan sewaktu berbicara senyuman selalu menghiasi wajahnya,

Liuw Hwie Yen kembali tertawa dingin tiada hentinya. "Sekalipun pangcu perkumpulan Liok mao Pang mengundurkan diri dan menyerahkan kedudukan pangcu itu buat kami berdua pun kami tak bakal sudi menerimanya

?"

"Kau bisa mempunyai semangat seperti ini boleh dikata patut dipuji patut diberi selamat," kembali perempuan cantik itu tertawa, "Inilah dinamakan setiap manusia mempunyai kemauan yang berbeda. nonamu sangat mengagumi sikap serta pendirian kalian-"

Kali ini Lam Kong Pak yang dibikin tertegun sehabis mendengar ucapan itu, segera tanyanya: "Lalu apa maksud dan tujuan nona datang kemari?"

"Menasehati liuw bersaudara antuk menyerah dan menggabungkan diri dengan perkumpulan kami"

"Seandainva orang lain tidak sudi menyerah?" "Kami akan pulang untuk memberi laporan"

"Than-cu" mendadak sikakek moyang berwajah kepiting menimbrung dari samping, "Bukankah masalah ini sudah Hu Pangcu serahkan tanggung jawabnya kepada Than-cu ? Hal ini sama artinya bila keadaan memaksa kita boleh menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan masalah ini.

..."

"Pi Tong-cu " tukas perempuan cantik itu tiba2, "Tugas ini atas tanggung jawabmu atau tanggung jawabku? "

“Harap Than-cu jangan gusar, aku orang mengakui telah salah bicara "

Sejak itu si Kakek Moyang berwajah Kepiting tidak berani bicara lagi, ia membungkam seribu bahasa.,

dalam hati kecilnya Lam Kong Pak mengerti amat jelas, dengan apa yang diutarakan si Kakek Moyang berwajah kepiting sewaktu munculkan diri tadi. tujuan kedatangan mereka kali ini tentu hendak menyapu rata benteng Hwie Him Poo. Tentu saja lain halnya kalau dua bersaudara she Liuw tunduk dan menggabungkah diri dengan  perkumpulan Liok Mao Pang. "Kalau begitu anda boleh pulang. maaf kami tak bisa menghantar lebih jauh" seru Liuw Hwie Yen cepat.

Gadis ini dengan cepat mengusir temannya, sebab ia melihat baik kecantikan maupun potongan badan perempuan berbaju merah ini jauh melebihi dirinya, bahkan terhadap Lam Kong Pak sangat bersababat. tentu saja sebagai seorang wanita yang menaruh hati pula kepada pemuda tersebut, ia merasa cemburu bercampur iri.

Perempuan cantik itu segera tersenyum, ujarnya lirih: "Nona Liuw, kalau kau bisa bersabar dan berlaku sungkan lagi, maka tindakanmu ini akan mendatangkan kebaikan untukmu "

Ia berpaling dan kepadalam Kong Pak tambahnya: "Dua bersaudara she-Liuw tak dapat menghantar kepergianku, Lam Kong sauw-hiap. kau bisa bukan mewakili sang tuan rumah untuk menghantar kepergian tetamunya? "

Lam Kong Pak tertegun, bicara sesungguhnya ia merasa gadis ini merupakan sekuntum bunga teratai yang tumbuh ditempat yang kotor, namun sama sekali tak ternoda. mendatangkan rasa hormat dihati orang. tak kuasa lagi ia mengangguk. "Tiada halangan bagiku untuk menghantar kepergianmu. Nah silahkan."

"Tunggu sebentar" mendadak Liuw Hwie Yen menghardik, setelah mendengus dingin terusnya: "Kau anggap benteng Hwie Him Poo adalah suatu daerah bebas dalam dunia persilatan yang bisa didatangi sesuka hati dan ditinggalkan kalau sudah bosan? terima dulu tiga buah seranganku sebelum pergi"

"Nona Liuw aku lihat lebih baik tak usah kita bergebrak dengan menggunakan kekerasan" kata gadis berbaju merah itu sambil tersenyum, ia sama sekali tak dibikin gusar oleh tantangan tadi. "Bagaimana, kau tidak berani? "

"Berani juga boleh, tidak berani juga boleh. nonamu tidak ingin bergebrak menggunakan kekerasan dengan dirimu “

“Hmmm sekalipun kau tidak maupun harus mau" Dalam hati kecil Lam Kong Pak sadar bahwasanya Liuw

Hwie Yen bukan tandingan orang lain, cukup ditinjau dari

ilmu meringankan tubuh yang diperlihatkan sewaktu munculkan diri tadi sudah dapat ditarik kesimpulan kalau kepandaiannya jauh lebih tinggi berlipat kali dari gadis she Liuw itu. Namun Lam Kong Pak tidak mengerti mengapa perempuan itu bersikap demikian sungkan terhadap mereka.

Lambat2 perempuan berbaju merah itu putar badan, akhirnya ia mengangguk.

"Baiklah, daripada membantah lebih baik kuterima tantangan itu"

"Tunggu sebentar" mendadak Lam Kong Pak berseru sambil maju selangkah kedepan.

"Bagaimana kalau aku mewakili nona Liuw menerima beberapa jurus seranganmu? "

Kembali dara berbaju merah itu tertegun. kemudian ia mengangguk.

"Sama saja, sama saja. hanya saja kau harus mengalah kepadaku."

Padahal, pada saat ini Lam Kong Pak sudah menaruh simpatik terhadap dara berbaju merah ini, sekalipun gadis itu tidak berkata demikian, iapun tidak bakal turun tangan keji terhadapnya.

"Nona. silahkan-" Lam Kong Pak segera membuka tubuhnya dan menanti dengan sikap tenang.

"Lihat serangan" diiringi suara bentakan keras, gadis itu meloncat tiga tombak keangkasa bagaikan segumpal awan merah. telapak tangan disertai desiran angin meluncur kebawah menggulung bagian atas Lam Kong Pak.

Diam2 pemuda kita mengangguk. ia sadar ilmu silat yang dimiliki gadis ini jauh lebih lihay berkali2 lipat daripada kepandaian dari cioe ci Kang itu Ketua Perkampungan Toa Loo San-cung badannya segera meloncat berputar melampaui gadis tersebut kemudian merandek sejenak ditengah udara.

Dua gulung desiran angin serangan diiringi suitan tajam meluncur kebawah. "Tas. . .tars tasss. . ." Dengan telak dua biji genteng diatas bangunan rumah dihadapan Liuw Hwie Yen tertembus oleh serangan tadi dan seketika berlubang.

Liuw Hwie Yen terkesiap. saat ini ia baru mengakui kalau kepandaian gadis berbaju merah itu sungguh jauh lebih lihay berkali2 lipat dari kepandaiannya, diam2 ia membenci pada diri sendiri.

"Ilmu silat Bu-lim Bengcu benar2 luar biasa, nonamu mengaku kalah . ." Seru gadis berbaju merah tadi sambil melayang permukaan tanah.

"Mana, mana. . ." Lam Kong Pak pun melayang turun keatas tanah. "Nona, silahkan"

Dara berbaju merah itu tidak bicara apa segera memimpin anak buahnya berlalu terlebih dulu keluar Benteng. Para jagonya kendati dibikin kebingungan namun tiada seorangpun yang berani bicara.

Terutama sekali sikakek moyang berwajah Kepiting beserta si sapu besi Auw Put Kay yang merupakan tokoh lihay dalam Bu-lim, diam2 mereka gemas setelah dilihatnya Thancu mereka mengundurkah diri tanpa melakukan suatu gerakanpun.

LAM KONG PAK menghantar mereka sampai keluar dari Benteng, sementara mau balik mendadak sidara berbaju merah itu berkata kenada si Kakek Moyang Berwajah Kepiting sekalian: "Tong-cu berdua harap berjalan selangkah lebih dahulu dengan membawa serta mereka. Pun Than-cu segera akan menyusul"

"Nona masih ada urusan^ apa lagi? " Pemudalam Kong segera bertanya.

"Tak ada urusan lain aku hanya merasa Lam Kong Sauwhiap terlalu tidak pandang sebelah matapun terhadap diriku, bertanya namaku pun tidak"

Mengingat ucapan itu cengli juga , Lam Kong Pak dengan wajah memerah segera bertanya: "cayhe kurang hormat, nona jangan mentertawakan diriku. tolong tanya siapa nama nona. ."

"Aku bernama Yu chen, dengan julukan 'si Hiat ciang  oh' berdarah “

“oooow kiranya nona Yu. Selamat tinggal"

Lam Kong Pak segera menjura dan sikap kembali kedalam benteng.

"Tunggu sebentar " Kembali si ciang oh berdarah berseru. "Tahukah kau bahwa tindak tandukku ini hari sudah melanggar peraturan Perkumpulanku? "

Lam Kong Pak membungkam, karena ia tahu pihak lawan bukan sedang berdusta, dengan kekejian serta kekejaman orang2 perkumpulan Llok Mao Pang, tidak mungkin mereka bisa bersikap demikian sungkan terhadap pihak benteng Hwie Him Poo, jelas tindakan ini atas keputusan dari ciang oh berdarah sendiri.

"Lalu apa sebabnya nona Yu sengaja melanggar peraturan perkumpulanmu yang sudah jadi ketetapan? . . ."

"Apa kau masih tak tahu? Aku berbuat demikian karena kau “

“Karena aku? " seru Lam Kong Pak, ia tertegun. "cayhepun baru pertama kali ini berkelana seCara resmi

dengan dua bersaudara she-Liuw dari benteng Hwie Him Poo entah apa maksud nona Yu mengatakan bahwa perbuatanmu ini dilakukan karena aku? " Merah padam selembar wajah ciang oh berdarah.

"Dengan tabiat serta tingkah lakumu, tak mungkin kau berpeluk tangan membiarkan orang lain menyapu rata benteng Hwie Him Poo, kau pasti akan campur tangan Walaupun aku bukan tandinganmu namun dengan dua tiga orang bekerja sama, belum tentu yang menderita rugi adalah pihak kami, bukankah dengan demikian jago2 lainnya dengan gampang dan leluasa bisa membasmi seluruh anggota benteng yang ada."

"Aku rasa urusan tak akan terjadi segampang itu " jengek Lam Kong Pak sambil tertawa dingin-

"Jadi kau tidak percaya? Aaaaai. . ." ciang oh berdarah menghela napas dalam2, "Dari perkumpulan kami malam ini telah diutus tiga puluh orang tokoh lihay, sisanya sudah berkumpul dan memasang jebakan disekitar benteng, begitu melihat Cahaya api mereka akan segera menerjang kedalam untuk membantu Kami. Semua persiapan telah diatur rapi kalau tidak perCaya kau boleh pulang dan melakukan pemeriksaan sendiri" "Aaaaah kiranya begitu." Sekarang Lam Kong Pak baru perCaya. "Lalu, apa sebabnya kau lalaikan tugasmu ditengah jalan? "

"Bukankah barusan sudah kukatakan-aku berbuat demikian karena kau “

“Aku. . .aku tidak ingin menerima budi kebaikanmu ini" "Terus   terang   kuberitahu   kepadaku.   berhUbUng aku

tidak   ingin   terjadi   bentrokan   seCara   langsUng dengan

kalian, maka dengan menempuh bahaya dihUkum oleh Pangcu, ku perintahkan mereka untuk segera mengundurkan diri “

“Tapi, nanti setelah kau pulang bukankah. "

"Soal ini kau tak usah turut Campur. asal kan kau tabu akan jerih payahku ini sudah lebih dari Cukup "

Walaupun dalam hati Lam Kong Pak sangat terharu, namun ia tidak berani mengutarakan perasaan tersebut keluar, sebab ia sudah berlaku was-was dan tidak berani mendekat perbuatannya akan mendatangkan kerepotan baginya. "Adik Pak. aku boleh panggil dirimu dengan sebutan ini. bukan? ? ? ? "

"Kau tidak senang mempunyai enci seperti aku? ? Aku tahu, kau tentu menganggap aku adalah perempuan murahan yang sudah bejad moralnya bukan? padabal sampai detik ini encimu masih suci bersih dan tetap tak ternoda, hingga kini aku masih. "

Kata selanjutnya tidak diteruskan-setelah sejenak tambahnya: "Kau takut nona Liuw menyalahkan dirimu? ?

? " "Tidak cayhe sudah berkata, kita baru berkenalan untuk pertama kalinya, tak bisa dibicarakan adanya suatu hubungan istimewa”

“Kalau begitu kau tentu sudah punya. ”

“Benar, bahkan tidak cuma seorang.” “Apa? tidak cuma seorang? ? ” “Ehmmmm "

"Dapat Kau beritahukan kepada cici, berapa orang nona yang sudah menjadi milikmu? ”

“Soal ini. "

"Kau takut aku mengacau dari tengah? "

"Tidak aku tidak punya ingatan yang begitu jelek atas dirimu "

"Kalau kesanmu terhadap diriku amat jelek? "

"Mungkin aku tak akan membiarkan kau mengundurkan diri dari benteng Hwie Him Poo dalam keadaan selamat "

"Aku percaya. sebab kau benar memiliki kekuatan untuk berbuat demikian "

Buru2 Lam Kong Pak mengalihkan pokok pembicaraan kesoal lain, ujarnya: "Nona Yu, dapatkah kau beritahu kepadaku dimanakah alamat markas besar perkumpulan kalian dan siapakah pangcumu? "

"Boleh tapi kau harus mengubah sebutanmu terhadap diriku."

Kembali Lam Kong Pak membungkam, ia lebih rela untuk sementara tak tahu akan persoalan itu daripada mencari kerepotan buat diri sendiri. Melihat pemuda itu tidak mau memanggil dirinya dengan sebutan "Enci" si ciang oh berdarah menghela nafas panjang.

"Aaaaaaai. . . .dalam kenyataan aku Yu chen bukan seorang perempuan yang tak tahu malu, sekarang aku sudah melanggar peraturan perkumpulan demi dirimu, dengan demikian orang lain dapat menduga betapa rapatnya hubungan kita, aku bisa menurut dan mendengarkan semua perkataanmu. Kau harus tau dimanakah alamat perkumpulan kami dan siapakah pangcu kami merupakan rahasia paling besar dari perkumpulan Liok Mao Pang."

"Kalau begitu sudahlah Cayhe ucapkan banyak terima kasih atas perhatian nona Yu harap kau baik berjaga diri "

Selesai bicara iapun putar badan kembali kebenteng.

Sekali lag si ciang-oh berdarah menghela napas sedih, ia merasa pemuda maCam inilah merupakan pasangan yang paling ideal baginya, perduli harus mengeluarkan pengorbanan sebesar apa pun ia harus berhaSil mencapai tujuan.

Setelah termenung beberapa saat lamanya. terakhir ia memperoleh suatu rencata yang amat bagus.

Untuk sementara waktu kita tinggalkan dulu diri Yu Shen dalam pada itu Lam Kong Pak telah kembali keruang tengah, dua bersaudara She-Liuw segera menyambut kedatangan sembari berkata: "SEANDAINYA malam ini Lam Kong Siowhiap tidak kebetulan berada disini, tak dapat dibayangkan bagaimana dengan akhir dari benteng Hwie Him Poo " "Mana, mana Harap kalian berdua jangan terlalu memuji diriku, dalam kenyataan berapa orang gembong iblis tersebut bukannya musuh tangguh yang sulit dihadapi"

"Bagi adik Pak tentu saja gampang sekali menghadapi mereka seperti membalikkan telapak sendiri, sebaliknya bagi orang lain benar2 sukar untuk dilawan-" Sela Liuw Hwie Yen dengan cepat.

"Soal ini. " Lam Kong Pak sadar, rasa cemburu gadis

ini amat besar ia Tidak menanggapi lebih lanjut, mengambil kesempatan tersebut segera katanya:

"Kali ini siauwte sudah lama mengganggu ketenangan anda. hatiku sungguh merasa tidak tenteram, sekarang arak dan nasi sudah mengenyangkan perutku, siauwte ada maksud mohon diri terlebih dahulu."

"Eeeceei. . .eeeei. . .hal ini mana boleh." cegah Liuw hauw Siang, "Apakah Lam Kong-heng merasa pelayanan kami kurang sesuai dengan selera anda? "

"Mana, mana. Hanya saja siauwte masih punya tugas lain yang harus diselesaikan dengan cepat, siauwte benar2 tak dapat tinggal disini terlalu lama"

"Adik Pak, bukankah kau hendak melakukan pemeriksaan terhadap Hay Thian siang cho ditempat ini? " Sela Liuw Hwie Yen pula.

"Tentang soal ini soal itu lagi, jikalau kau tidak merasa Cici sudah berbuat salah kepadamu. tinggalah beberapa hari disini"

"Jikalau demikian adanya, terpaksa siauwte harus mengganggu semalaman disini, dan besok pagi baru berargkat." Sementara itu Liuw Hauw Siang telah membebaskan jalan darah Sepasang manusia jelek dari Hay Thian yang tertotok. lambat2 kedua orang iblis itu lalu segera bangun berdiri.

"Keparat Cilik " teriak mereka berdua berbareng. "Kalau kau ingin membinasakan yayamu berdua. ayoh cepat lakukan-kalau kau berani menghina kami. Hmmm jangan salahkan kalau kami akan mulai memaki dirimu dengan kata2 yang kotor"

"Kalian berdua sama2 jago kenamaan dalam dunia persilatan." Ujar Lam Kong Pak "Asalkan aku melepaskan diri dari ikatan dengan pemilik Pegadaian Bu-lim, kemanapun kalian masih bisa angkat nama. cayhe nasehati kalian berdua lebih baik cepat2 mengundurkan diri dari komplotan mereka dan selamatkan jiwamu. Pemilik pegadaian Bu-lim tidak akan memperoleh akhir yang baik, sedangkan dimanakah sarang dari pemilik pegadaian Bu lim, seandainya kalian berdua sudah beritahu akan kami terima dengan senang hati. ucapanku hanya sampai disini saja, harap kalian berdua bisa pertimbangkan masak2 sebelum menurunkan keputusan "

"Tiap manusia mempunyai tujuan yang berbeda dan tak bisa dipaksakan seseorang berbuat menurut kemauan orang lain-" Sahut Wan-wee berhati hitam,

"Anda hendak menurunkan hukuman apa terhadap yayamu? "

"Silahkan pergi dari sini " Hardik Lam Kong Pak dingin "Aku berharap selanjutnya kalian berdua suka melakukan pekerjaan mulia bagi umat Bu-lim, pokoknya kalau kalian berani berbuat jahat lagi, tahu sendiri apa akibatnya. " Si catatan mati Hidup Pak Boe melotot kearah si Malaikat Raksasa Loo Liang Jen, kemudian serunya: "Loo heng, kau tidak maupergi nasih menunggu apa lagi?"

"Selama toayamu mengikuti kalian berdua belum pernah makan minum dengan kenyang." jawab Loo Liang Jen dengan suara serak-"Apa lagi dengan perbuatan kalian berdua, pada suatu saat batok kepala kalian akan pindah rumah."

Mendengar ucapan itu, si Wan-gwee berhati hitam segera menyela: "Loo-heng, kau harus tahu peraturan dari Pegadaian kita, terhadap mereka2 yang berhati. "

"Tutup mulut " Bentak Loo Liang Jen keras laksana guntur membelah bumi, seluruh ruangan tergetar keras sehingga debu dan pasir berguguran-teriaknya kembali: "Kalian dua orang anak jadah lebih baik tutup baCotmu, jangan sampai mengobarkan hawa amarahku. awas. nanti kuinjak kalian berdua sampai hancur berantakan"

Melihat Loo Liang Jen naik pitam, dan merasakan situasi tidak menguntungkan buat mereka berdua si Wan gwee berhati hitam lirik sekejap kearah si catatan mati hidup ajaknya: "Toa-ya. mari kita pergi Bagaimana pun juga ini bukan persoalan kita “

“Ucapan Jie-ya sedikitpun tidak salah, hanya saja. ”

“Bagaimana? "

"Sudah setengah harian kita tidak makan, perutku kosong dan tidak terisi. "

"Eeeeei ...., padahal sisa makanan yang masih ada dimeja. seandainya diberikan kepada kita berdua masih belum terlalu menghina yaya berdua " Si Wan-gwee berhati hitam melirik sekejap sisa makanan diatas meja, kemudian diam2 menelan ludah.

Melihat kerakusan kedua orang gembong iblis itu. Lam Kong Pak serta dua bersaudara she-Liuw tak dapat menahan geli lagi, mereka tertawa ter-babak2

Disamping itu merekapun tidak menyangka kedua orang gembong iblis tersebut bisa memiliki akhlak serendah itu.

"Eeeeei .... aku Loo situa memandang diatas sesama rekan. akan mohonkan ijin kepada tuan rumah" Kata si Malaikat raksasa Kemudian-"Mari bawa kesini uang kalian "

pada saat ini si catatan mati hidup sudah lupa akan kedudukannya, ia segera ambil keluar kantong uangnya sembari berkata: "Loo situa, kau cukup bersahabat. yaya berdua selama hidup tak akan melupakan dirimu "

Loo Liang Jen segera ambil tulang2 ayam sayap bebek, kaki bebek serta sisa2 daging dan ikan yang ada diatas meja lalu dimasukkan kedalam kantong uang itu semua. "Demikian cukup bersahabat bukan? ? ? " serunya. Si Wan gwee berhati hitam jadi gugup dan kebelakan sendiri.

"Eeeei Loo situa, kau jangan begitu sentimen dengan kami hubungan kita berdua kan bukan hubungan biasa saja," Teriaknya.

"Lalu apa yang kau minta? "

"Mendengar ucapan dari nona siauw Ang, katanya dalam dapur masih ada sebuah kepala babi serta dua buah hati. sekarang kau Loo situa sudah jadi tulang punggung kami harap kau suka memberi muka dan hadiahkan sebuah hati babi buat kami berdua " Hampir2 Lam Kong Pak tidak percaya dengan telinga sendiri, tak disangka kedua orang ini benar2 tak tahu....

"Siauw Ang" Liuw Hauw Siang segera berteriak keras. "Ambil keluar kepala babi serta hati babi itu dan berikan semua kepada mereka "

siauw Ang mengiakan dan tidak selang beberapa saat kemudian telah muncul kembali dengan membawa sebuah kepala babi serta hati babi yang semuanya berjumlah tujuh, delapan kati.

Sepasang manusia jelek dari Hay Thian sudah terbiasa berbuat rendah, mereka tak tahu malu.

Ketika melihat kepala babi dan hati babi wajah mereka seketika dihiasi dengan senyuman. dengan cepat mereka maju menerimanya.

Setelah menerima kepala babi dan hati babi itu, sepasang manusia Jelek dari Hay Thian tertawa haha hihi. kembali serunya: "Lam Kong sauwhiap. hamba sekalian mohon diri terlebih dahulu "

Selesai berkata mereka menjura dan segera mengundurkan diri dari dalam benteng.

Setelah kedua orang itu lenyap dari pandangan, Lam Kong Pak menghela napas tiada hentinya.

"Aaaaaai. . . .tak kusangka dalam dunia persilatan mempunyai manusia yang tak tahu malu seperti mereka. dunia mana bisa aman selama manusia2 semacam itu berkeliaran di-mana2. Aaaaaaai, malam ini boleh dikata sepasang mata siauwte sudah terpentang lebar2 " 

Ketika itu kentongan keempat sudah hampir tiba, Liuw Hauw Siang segera berkata kepada siauw Ang: "Apakah kau sudah menpersiapkan kamar istirahat buat Lam Kong heng? "

"Sejak tadi sudah kupersiapkan Pekerjaan seperti ini tidak akan jatuh gilirannya kepadaku. Sio-cia telah turun tangan mempersiapkan sendiri "

Sembari berbicara dayang tersebut melirik sekejap kearah Liuw Hwie Yen. kontan gadis itu jadi jengah dan tundukkan kepalanya rendah2, merah padam selembar wajahnya.

Demikianlah Liuw Hauw Siang lantas menghantar Lam Kong Pak menuju kesebuah kamar yang indah, kemudian mohon diri dan kembali kekamar sendiri.

Sementara Lam Kong Pak hendak berbaring, meodadak siauw Ang muncul dengan membawa secawan air Teh.

"Siauwhiap. silahkan minum teh "

"Sudah terlalu malam, aku tidak mau. terima kasih atas perhatianmu "

"Ayoh minumlah!! hari ini kau terlalu banyak makan masakan yang berminyak"

Lam Kong Pak tahu kalau ia tidak minum air teh itu maka dayang tersebut akan menggerutu terus, tanpa banyak bicara lagi ia meneguk tiga tegukan.

Melihat pemuda itu minum teh yang disuguhkan, siauw Ang tersenyum dan melirik sekejap kearah Lam Kong Pak. lirikan tersebut mengandung arti yang sangat mendalam dan sukar dibayangkan apa maksudnya. Hanya saja Lam Kong Pak tidak terlalu memperhatikan.

Setelah memadamkan lampu, Lam Kong Pak siap tidur. mendadak kepalanya terasa sedikit pening. segera pikirnya: "Malam ini aku terlalu banyak minum lain kali aku harus batasi takaran arakku Siapa sangka makin lama kepalanya semakin pusing tujuh keliling, matanya mulai ber-kunang2. ia jadi terperanjat dan sadar dirinya kena dibokong orang. hanya saja pemuda kita tak menyangka penyakit tersebut justru muncul dari air teh yang ia minum barusan.

Menanti kesadarannya sudah penuh, Siauw Ang munculkan diri dalam ruangan dan bergumam seorang diri:

"Manis manis.... kalau sudah mencicipi bagaimana nikmatnya tubuh seorang gadis perawan, jangan lupa dengan aku yang sudah jadi mak comblangnya " ia membapong tubuh Lam Kong Pak dan segera lari masuk kedalam kamarnya Liuw Hwie Yen.

Ketika itu Gadis she-Liuw pun sedang berangkat tidur. melihat perbuatan dayangnya ini jadi tertegun.

"Siauw Ang. apa yang hendak kau lakukan" tanyanya. “Hihi. . .hiiiii. . . .hiiihi kalau benar siocia ada maksud

terhadap sauwhiap maka kau harus menggunakan suatu tindakan yang luar biasa untuk mendapatkan dirinya. kalau tidak mungkin giliran tidak akan sampai ketangan siocia."

"omong kosong" Bentak Liuw Hwie Yen merah padam selembar wajahnya. walaupun ia sedang membentak  namun suaranya tidak keras.

"Slocia kau harus tahu aku Siauw Ang berbuat demikian karena timbul dari maksud baikku. lagi pula aku sudah melolohkan dirinya, sekali pun kau tidak ingin mengunakan kesempatan ini, setelah ia sadarkan diri diapun tak akan berpeluk tangan begitu saja. sekarang nasi sudah jadi bubur kau tak usah ragu2 lagi.”

“Soal ini. " Liuw Hwie Yen pun sering kali berpikir dan termenung, ia tahu Lam Kong Pak sudah punya tiga, empat orang sahabat perempuan yang ada harapan jadi isterinya dikemudian hari. seandainya saat ini tidak berusaha untuk mendapatkan dirinya, mungkin delapan bagian dikemudian hari giliran tersebut tak sampai ketangannya.

Walaupun dia adalah seorang gadis dari kalangan lurus, namun berada dalam keadaan seperti ini tak ada pikiran lain yang berkelebat dalam benaknya.

SauwAng sang dayang genitpun mengerti apa yang sedang dipikirkan majikannya, segera membaring kan tubuh Lam Kong Pak keatas pembaringan, menutup pintu dan mengundurkan diri.

Jantung Liuw Hwie Yen terdetak sangat keras hampir2 saja terasa mau meloncat keluar dari rongga dadanya, ia pandang wajah Lam Kong Pak yang tampan dengan terpesona, pikirnya semakin kalut.

Tanpa sadar ia menyapu sekejap tubuh Lam Kong Pak yang kekar dan penuh berotot tubuhnya seketika gemetar keras. napsu birahi mulai memuncak membuat seluruh badannya jadi panas. bulu2 badan se-akan2 pada berkembang.

Segulung bau ciri khas seorang lelaki berhembus menusuk hidung, pikirannya mulai goyah. sepasang matanya tak kuasa lagi memandang seluruh tubuh pemuda itu dari atas sampai kebawah, napsu birahi semakin memuncak.

Akhirnya tak tahan ia mulai mengelus pipi Lam Kong Pak dan bergugam seorang diri: "Adik Pak, sejak pertama kali cicimu menjumpai dirimu. aku sudah ambil keputusan untuk kawin dengan dirimu. Sekarang urusan sudah jadi begini. terpaksa encimu harus menempuh." Berbicara sampat disitu seluruh tubuhnya gemetar keras, sebab ia tahu jelas bagaimanakah tabiat Lam Kong Pak, seandainya ia sadar dan mengetahui perbuatan ini. pemuda ini pasti akan menuduh dia perempuan rendah, mungkin bisa menuduh dirinya adalah seorang perempuan cabul.

Mulai terjadi suatu pertarungan sengit dalam benaknya, gadis yang selamanya bernyali saat ini dibikin kelabakan sendiri.

"Inmmm Tiauw San tangan beracun yang tak tahu malu

..." mendadak dari luar jendela berkumandang datang suara dengusan dingin,

Napsu birahi yang sedang berkobar dalam tubuh Liuw Hwie Yen seketika mendingin kembali ia loncat turun dari atas pembaringan dan meloncat keluar dari jendela.

Ketika itu malam sunyi bagaikan air, rembulan dan bintang menghiasi angkasa. suasana hening dan tak kedengaran sedikit suara pun-"Mungkinkah aku salah mendengar? " pikirnya dalam hati. Namun dengan jelas ia mendengar suara tersebut bahkan dapat membedakan kalau suara itu suara seorang gadis.

"Aduuuh celaka" mendadak ia berseru dan meloncat kembali kedalam kamar.

Dimana sinar matanya menyapu, diatas pembaringan kosong tak nampak ada manusianya, bayangan Lam Kong Pak yang semula ada disana pun lenyap tak berbekas. kali ini berseru kaget.

gadis ini sadar kalau ia sudah kena tertipu oleh orang lain, rasa cemasnya bukan alang kepalang. seandainya perempuan itu adalah sahabat Lam Kong Pak masih tidak mengapa, seumpama perempuan itu adalah perempuan jahat sedang pemuda itu sudah kehilangan kesadarannya, bukankah ia akan dipermainkan orang lain tanpa bisa melawan?

“Aku tidak membunuh Pek Jien, Pek Jien mati karena aku . . ." saking cemasnya Liuw Hwie Yen menangis ter sedu2, kembali ia periksa disekeliling Benteng Hwie Him Poo, namun tidak berhasil menemukan sesuatu apapun.

Ia belum putus asa, kembali dicarinya dia diluar benteng. namun hasilnya tetap nihil.

Sementara itu Lam Kong Pak dibawa lari oleh seorang dara berbaju merah keluar benteng, gerakannya cepat laksana kilat. tidak selang beberapa lama kemudian mereka udah tiba dalam sebuah kuil bobrok.

Dara berbaju merah itu segera meletakkan badan sang pemuda keatas tanah dan menjejalkan sebutir pil pemunah kedalam mulutnya .

Beberapa saat kemudian Lam Kong Pak sadar kembali, begitu ia buka mata hawa gusar segera memuncak. dengan kecepatan sukar dibayangkan dengan kata2 ia gaplok gadis itu beberapa kali.

"Tak kusangka kau adalah seorang perempuan rendah, hitung2 sepasang mataku sudah buta " makinya.

Dara berbaju merah itu bukan lain adalah si ciang oh berdarah Yu chen, sebenarnya ia bermaksud baik. tak disangka pemuda itu telah menaruh salah paham terhadap dirinya.

Walaupun dia adalah seorang gadis pembunuh tak berkedip. namun berhubung sudah jatuh cinta terhadap Lam Kong Pak maka sekalipun penasaran ia tak bisa marah. "ADIK PAK, dengarkan dulu perkataanku." ujarnya halus. "Apa yang hendak kau ucapkan lagi? " hardik Lam Kong Pak amat gusar^ "Hmmm. sejak semula aku sudah tahu

kalau orang2 perkumpulan Liok Mao Pang tak seorang pun manusia baik. hiitng2 akulah yang punya mata tak berbiji"

"Adik Pak. kau tak boleh membuat aku jadi penasaran " "Membuat  kau  jadi  penasaran?  haaaaa.  .  .haaaa.  .  .

.haaaaa. . . Lam Kong Pak tertawa tergelak. "memandang

diatas budi pertolonganmu atas benteng Hwie Him Poo, aku Lam Kong Pak mengampuni jiwamu satu kali, kalau lain kali kita berjumpa lagi. jangan salahkan aku Lam Kong Pak berhati keji bertindak telengas," Selesai bicara ia meloncat bangun dan berkelebat keluar dari kuil tersebut.

"Adik Pak adik Pak dengarkan perkataanku. aku yang menolong dirimu dari perbuatan-."

Lam Kong Pak tak mau mendengar pun tak mau menggubris, ia lari terus kedepan tanpa berpaling. diam2 pemuda itu hanya benci pada diri sendiri. benci pengalamannya terlalu cetek sehingga hampir2 saja terkena perangkap Si ciang oh berdarah. ia berjanji mulai hari ini akan bertindak lebih berhati2.

Tiga hari kemudian ia sudah tiba kembali disekitar telaga sak cioe-ouw, pada saat itulah dalam benak Lam Kong Pak muncul satu pikiran:

"Kenapa aku tidak memasuki markas si pemilik Pegadean Bu-lim lagi? disamping akan kubasmi kurcaci2 itu, sekalian memeriksa kembali kedelapan manusia baja tersebut"

Teringat akan delapan buah manusia baja tersebut, hatinya jadi sedih. sebab semua sanak keluarga yang rapat hubungannya dengan dia tak seorang pun yang lolos dari kematian, semuanya mati dalam keadaan yang mengenaskan. "Siuw-ya sauw-ya" mendadak Loo Liang Jen muncul dengan badan penuh keringat.

Menjumpai sahabat lamanya ini Lam Kong Pak pun segera berseru pula^ "Lootua, bagaimana kau tahu kalau aku berada disini? "

Napas Loo Liang Jen tersengkal seperti dengusan kerbau, jawabnya: "Ketika malam itu kau lenyap tak berbekas. seluruh benteng Hwie Him Poo jadi gempar, ambil kesempatan itu aku keluar dari benteng dan tidak lama kemudian berjumpa dengan dara berbaju merah dari perkumpulan Liok Mao Pang itu. agaknya ia barusan menangis. sepasang matanya merah bengkak. ia bertanya kepadaku apakah sedang mencari kau, aku menjawab benar. ia lantas menghela napas panjang dan mengatakan kau lari ke Selatan. maka dari itu aku lantas mengejar datang."

Bicara sampai disitu, ia membuka sebuah bungkusan, ambil keluar seekor ayam panggang 'Liang Jen Loo' dan dimakan dengan lahap.

Bagaikan sudah tiga hari tiga malam tidak makan saja, ketika menyamtap ayam itu kelihatan sekali begitu rakus dan lahap sampai2 tulang ayampun ditelan.

"Ayoh jalan. kita periksa kedalam istana Naga " seru Lam Kong Pak kemudian-

"Apa? ? Sauwya, kau ingin menempuh bahaya? "

"Loo tua, kau boleh lega hati" Kata Lam Kong Pak sambil menepuk bahunya. "Berjalan dengan diriku. tanggung kau tak bakal menjumpai mara bahaya "

"Sauw-ya, asal kau berani pergi. siapa bilang aku Loo Liang Jen takut pergi juga? " Setibanya ditelaga Sak cloe Auw, perahu berloteng tersebut masih tetap ada disana. hanya saja suasana amat sunyi tak kelihatan sosok bayangan manusia pun-pada saat ini Lam Kong Pak telah memiliki ilmu silat yang maha hebat, sampai2 terhadap pemilik Pegadaian Bu-lim pun ia tidak takut. begitu tiba disana, ia cekal lengan Loo Liang Jen dan membentak keras^

"Bangun " sekali loncat lima belas tombak dilewati dengan mudah, dengan gampang sekali ia telah melayang turun diatas perahu berloteng itu. Dalam pada itu, senja telah tiba. sang surya telah lenyap dibalik gunung.

"Loo tua, kau bisa berenang? " tanya Lam Kong Pak lirih.

"Bisa sih bisa, cuma tidak begitu sempurna “ “Kalau begitu bagus sekali."

Mendadak. ....

Terdengar suara bentakan keras bergema gegap gempita, cahaya lampu menerangi seluruh perahu diikuti pintu terbuka dan muncul puluhan orang tokoh lihay yang dikepalai oleh sisasterawan bertangan ganas suma Ing, kemudian disusul oleh Si kakek Asap berawan Si coe Lok Lampu Hitam Pengejar sukma Leng cing cioe, Si Awan Hitam chi Jie. si Rembulan pagi Gouw Yang serta Delapan manusia Banci sekalian.
*** ***
Note 27 September 2020
"Cersil terbaru akan di upload setiap hari Sabtu dan Minggu.| Suatu pekerjaan yang paling tak kunjung bisa diselesaikan adalah pekerjaan yang tak kunjung pernah dimulai."

(Regards, Admin)

0 Response to "Payung Sengkala Jilid 11"

Post a Comment

close