Payung Sengkala Jilid 06

Mode Malam
Ketika Lam Kong Pak melihat munculnya kedua orarg itu, ia lantas sadar mereka berdua bukan manusia sembarangan. karena cahaya mata mereka berdua tajam sekali jelas memiliki tenaga lweekeng yang telah mencapai taraf sempurna.

Dua orang itu hanya melirik sekejap kearah lam Kong Pak kemudian mereka mencari sebuah meja dan duduk saling ber-hadap2an tak ada yang bergerak tak ada yang bicara.

Yang tinggi duduk bagaikan sebatang tiang bendera, sedang yang pendek bongkoknya luar biasa sehingga mirip segumpal daging.

Lama sekali mereka duduk membungkam ia melihat kawannya dan sang kawan gantian melihat lawan mereka tidak berbicara tidak bergerak juga tidak minta sayur.

Akhirnya sang pelayan berjalan mendekit melihat kekukoayan kedua orang itu tak tertahan lagi ujarnya kepada sikakek pendek itu.

"Toa-ya, kalian hendak minum arak atau bersantap?" Air muka si kate berubah hebat, dengan wajah cemberut teriaknya berat2:

"Toa-ya ada dihadapanku, kau bangsat cilik apakah cuma soal ini saja tidak bisa membedakan? "

sipelayan buru2 minta maaf ia berpaling dan sekarang ganti bicara dengan sitinggi jangkung. "Toa-ya " Agaknya si jangkung sudah punya rencana dihati. tidak memberi kesempatan kepada sang pelayan bicara lebih jauh potongnya.

"Ada Jie-ya disini, apa cuma menghadap urusan sekecil ini saja harus merepotkan Toa-ya nya?"

si pelayan adalah seorang cerdik, ia mengerti untuk menghadapi manusia2 kikir macam itu lebih baik tidak ikut campur dan biar mereka yang menentukan sendiri.

Kedua orang itu ber-sama2 mendehem, si jangkung lama kelamaan tak dapat menahan diri lagi, teriaknya: "Eeeeei, kali ini kita ada baiknya berganti permainan, bagaimana kalau kau yang pesan sayur dan aku yang bayar?" sicebol tertegun, air mukanya yang putih rada berkerut.

"Sebenarnya suruh aku Jie-ya membayar sih bukan jadi soal, tapi bila mana Toa-ya memastikan dirinya ingin belajar. "

Reaksi si jangkung ternyata sangat cepat, tidak menunggu si kate menyelesaikan kata2nya ia sudah menyambung: "Jika Jie-ya punya maksud begitu. aku hanya akan menurut saja dan harus mengakui keberuntunganku."

si jangkung segera menggapai pelayan itu sembari mulai memesan.

=== halaman ga ada ===

si jangkung agak tergetar, ia tidak menyahut.

"Padahal urusan ini tak usah dibicarakan tak mengapa" kembali si Kate berseru sembari melirik sekejap kearah si jangkung,

"Jie-ya, selamanya kau suka berterus terang kenapa kali ini hanya bicara separoh2 ?" "Kita berdua 'Hay Thian siang Kho' atau sepasang manusia jelek dari Hay Thian sebelum berbakti kepada majikan, boleh dihitung sebagai jagoan kelas wahid. maka dari itu si perempuan janda kawin tujuh kali, perempuan lonte itu kesemsem dengan kau si Toa-ya, tapi sejak kita berdua lenyap dari peredaran Bu-lim, si lonte busuk itu kembali punya simpanan ..."

"Teruskan" seru si jangkung dengan hati tergetar. "Padahal aku pun tahu Toa-ya tidak ketarik lagi dengan

lonte itu, lebih baik kita tak usah bicarakan lagi "

Lama kelamaan si jangkung dibikin tertarik oleh cara si kate berkata.

"Lebih baik kau teruskan saja, walaupun dengan kedudukan serta hati naluri kita saat ini tak mungkin bisa kecantol lagi dengan lonte itu tapi tempo dulu antara dia dengan aku si Toa-ya punya kisah percintaan yang hot juga. aku rasa dibicarakanpun tak apa-apa."

"Aku lihat sudahlah. walaupun si lonte busuk ini sering mengatakan kepada orang2 bahwa ia tidak pernah melupakan kau Toa-ya. tapi. "

"Jie-ya. kita berdua punya hubungan yang sangat akrab kenapa kau bicara putus2, sungguh tak enak didengar." si kate tersenyum. wajahya yang putih ber-kerut2.

"Toa-ya. bila kau sungguh2 mau dengar, tentunya tahu juga bukan dengan peraturan busukku."

"apa sangkut pautnya urasan ini dengan peraturanmu? ,

.." seru si jangkung tertegun-

"Toa-ya asalkan kau suka sedikit mengganti peraturanmu. maka jual beli kita kali ini jadi diselenggarakan-" Kembali si jangkung melengak "Peraturanku adalah. "

"Hari ganjil tidak menjamu orang. hari genap menunggu jamuan orang. "

"Aaaaah ....." seluruh tubuh si jangkung tergetar sangat keras. "Jie-ya. kau ingin memeras aku si Toa-ya?"

"Jie-ya tidak berani" buru2 si kate menjura dengan penuh rasa hormat. "Asalkan Toa-ya mengerti keadaanku ini hari kurang leluasa. ada baiknya kau sedikit beramal jangan catat hutangku ini dalam buku catatanmu "

Lam Kong Pak menggerutu tiada hentinya terhadap si kate yang memeras dia habis2an hanya menghela napas panjang tiada hentinya.

"Baik ongkos arak serta santapan ini hari biar aku Toa-ya yang bayar. sekarang kau bicaralah "

SEPASANG Mata si kate memancarkan cahaya berkilat, ia tertawa terkekeh-kekeh.

"Toa-ya. baik kau maupun aku adalah berasal dari keluarga yang urusi pembukuan, semua persoalan tak bisa tidak dikerjakan sampai se-jelas2nya"

"Masih ada persoalan apalagi yang belum selesai??" seru si jangkung dengan nada tertegun,

si kate menyumpit masakan hay-som dari piring, tapi berulang kali terlepas kembali ke tempat asalnya, saking tak betah ia sambar itu piring lantas dihisap dalam sekali hisapan, hampir separuh piring masakan tersebut pindah kedalam perutnya.

"Toa-ya coba kau pun ikut berpikir masih ada persoalan apa lagi yang belum diselesaikan ..." katanya sembari meletakkan kembali piring itu keatas meja. Kembali disambarnya gorengan ikan Lee-hi ber-sama2 durinya sekalian ditelan kedalam perut.

"Ehmmm Toa-ya hampir2 saja aku lupa kiranya kau maksudkan soal catatan dalam buku hutang "

Diambilnya keluar kitab catatan kecil itu lalu dicoret dengan pit. "sekarang beres bukan??"

sinar matanya menyapu sekejap keatas meja, kemudian mendengus berat. "Jie-ya, kau ingin sikat sendiri semua masakan yang kupesan?"

Hampir2 Lam Kong Pak dibuat mual oleh cara si kate itu bersantap.

Kiranya menggunakan kesempatan sewaktu si jangkung mencoret catatan hutangnya, bagaikan tiupan angin taupan yang menyapu dedaunan kering ia sudah sikat habis hampir separoh masakan lezat yang dipesan.

Kecepatan makannya boleh disebut Ikan paus menghisap kerbau melahap susah dilukiskan dengan kata2.

setelah meneguk kembali tiga cawan arak seraya menepuk perut sendiri ujar si kate itu. "Toa-ya, ayoh cepat bersantap tidak kusangka kau bisa berlaku begitu sungkan kepadaku "

si jangkung mendengus berat.

"Jie-ya selain kupunyai peraturan yang busuk masih punya waktu yang busuk pula, sekali bentrok keluarga  enam turunan tak kuakui. seharusnya Jie-ya pun tahu akan hal ini bukan ?"

Air mukanya berubah memberat, kaku bagaikan salju. si kate dibuat melengak jadinya.

"Kemuliaan kita berdua sudah cukup tercermin dari watak maupun tindak tanduk kita Toa-ya gelarmu adalah 'sin si Boh atau sicatatan mati hidup', setiap jago Bu-lim yang mendengar tentu ketakutan sampai terkencing, sedang aku si Jie-ya. "

Tidak usah mendengarkan lebih lanjut Lam Kong pak sudah mengenali siapakah kedua orang iblis ini. hatinya terasa tergetar keras.

Nama besar kedua orang iblis ini sudah amat terkenal sejak tiga puluh tahun berselang, kendati jago2 dari tiga manusia miskin empat manusia kaya pun harus mengalah beberapa bagian kepada mereka.

Yang jangkung bernama Pak Boe dengan gelar 'sin si Boh' atau si Catatan mati hidup, sedang yang kate bernama Coe sin dengan gelar "Hek sim Wangwee" atau si Wangwee hati hitam. setiap jago Bu-lim yang sudah berurusan dengan kedua pentolan iblis ini pasti tak bisa hidup tenteram lagi.

" Cepat katakan" teriak si catatan mati hidup seram. "Hek sim Wangwee tidak berani mempermainkan Toa-

ya nya lagi", ia tertawa terkekeh-kekeh.

"Menurut apa yang aku Jie-ya ketahui. si perempuan janda Kawin tujuh kali Phoa Coen masih merindukan diri Toa-ya terus menerus, maka dari itu si Hiat soo Cay sin Go sing dengan gunakan seribu satu macam akal untuk memancing dan menjebak perempuan tersebut agar suka dengannya siapa nyana usahanya gagal dan ia dapat semprotan tajam. dari malu Go sing jadi gusar karena itu ia lantas gadaikan batok kepala lontemu itu"

"Jie-ya, secara bagaimana kau bisa tahu persoalan ini?" "Aku  pernah  melihat  sendiri  si  dewa  harta  bertangan

telengas sedang merayu lontemu itu, tapi gendakmu tidak tertarik sama sekali, Eeeei.    Toa-ya, aku lihat Phoa coen si lonte genit ini masih berhak dikatakan perempuan 'Perawan' yang masih mempertahankan harga dirinya. "

"sungguh lihay orang ini. ," Diam2 seru Lam Kong Pak

dalam hatinya.

Ditinjau dari keadaan si Hek sim Wangwee diluaran ia kelihatan sangat mengenaskan dan selalu si Catatan mati hiduplah yang pegang peranan, padahal dalam kenyataan si katelah yang selalu berada diatas angin-

Mendadak dari sisi telinga pemuda she-Lam Kong berkumandang datang suara se-seorang yang terasa sangat asing baginya

"Bocah cilik, ikutilah kedua orang siluman tua itu jangan se-kali2 dilepaskan, terakhir kau akan tiba disarang mereka"

Dengan hati bergidik Lam Kong Pak berpaling, tampak seorang kakek tua berjubah biru entah sejak kapan telah duduk dihadapannya. waktu itu dia sedang menggerakkan sumpit menghantar sayur kedalam mulut dan mengirim sebuah senyuman kearahnya.

selagi Lam Kong Pak siap bangun bertanya, sikakek tua itu telah memberi tanda agar ia jangan banyak adat.

Agaknya pada waktu itu si 'Hay Thian siang Kho' atau sepasang manusia jelek dari Hap Thian pun telah menemukan kedatangan sikakek tua, Hek sim Wangwee rada tertegun kemudian kepada Toa-ya nya si catatan Mati Hidup ia berkata: "Toa-ya, coba kau pikir rada aneh tidak? dengan andalkan kekuatan kita berdua ternyata. "

"Jie-ya, sana maju dan coba timang2 berapa kati beratnya."

Dengan goyangkan badannya yang kelebihan daging si Hek Sim Wangwe berjalan menghampiri sikakek tua itu. sikakek tetap membungkam juga tidak melirik. sebaliknya kepada pemuda she-Lam Kong ujarnya "Eeeei....

pemuda cilik, agaknya rumah makan ini tidak bersih. coba lihat begitu banyak lalat yang mengotori pemandangan kita "

sembari berkata ujung bajunya dikebut keluar. mendadak dari luar jendela terbang masuk beratus ekor lalat berkepala merah, datangnya lalat2 besar ini cepat luar biasa seperti terhisap oleh segulung hawa murni sehingga susah menguasai diri, dengan dahsyatnya lalat2 itu menerjang wajah Hek sim Wangwee.

Ratusan ekor lalat besar bergabung jadi satu laksana segumpal bola hitam dengan membawa Khie-kang yang dahsyat meluncur datang.

Hek sim Wangwee pun bukan manusia gampang diganggu ataupun diserang, badannya yang penuh kelebihan daging laksana kilat menyingkir tiga langkah kesamping lalu melancarkan satu babatan kearah gumpalan lalat besar tersebut.

Daya hantamannya ini sungguh luar biasa sekali, jangan dikata segumpal lalat sekali pun biji2 besi pun akan hancur bagaikan bubuk.

"Braaaak...." sungguh aneh sekali, hancuran lalat yang muncrat keempat penjuru bukannya melayang kearah lam Kong Pak. sebaliknya dengan kecepatan yang lebih tinggi menodai seluruh wajah maupun baju sutera Hek sim Wangwee.

Lima hantaman macam begini disebut 'soe Toh Tong Koei' atau Tangan Jalan mengadu Jiwa, sudah tentu Hay Thian siang Kho pin pernah mendengar ilmu semacam ini. Kini Hok Sim Wangwee berdiri ter-mangu2 dengan sikap yang rikuh, ia pingin tumpah tapi tak berhasil ditumpahkan keluar. Mendadak si Catatan mati hidup bangun berdiri.

"Aaaaaah.... manusia Lihay tidak sukai unjukkan diri, setelah saudara ada maksud mencari gara2 dengan Hay Thian siang Kho kenapa pula harus menyembunyikan keadaan sendiri ?"

sikakek tua itu pura2 berlagak pilon, ia angkat teko dan berkata lagi kepada sang pemuda "Eeeeei, pemuda cilik mari kita keringkan secawan arak. bagaimana pun juga loohu akan ikut bersantap bersama2 dirimu. tentunya kau tak akan mencatat hutang ini buku catatan bukan"

Habis berkata ia tuang teko arak itu kedalam sekali hisapan menyikat habis semua isi arak.

Walaupun si Catatan Mati Hidup pun tahu asal usul sikakek tua ini rada misterius. tapi selama hidup belum pernah ia takluk kepada orang lain kecuali si majikan pemilik pegadaian Bu-lim. bahkan empat manusia kaya pun tak ada yang dipikirkan dalam hati.

Kini kena dipermainkan orang. kegusaran tak terbendung lagi. dari kantong kain ia cabut keluar sebuah pit lantas melancarkan satu serangan kemuka.

"sreeeet sreeet sreeeet" Ditengah suara desiran tajam, Lam Kong Pak hampir2 saja tersentak kaget.

Kiranya diatas meja tepat dihadapannya terukir beberapa kata dengan amat jelasnya, "siapakah saudara?"

Tulisan tersebut bukan saja jelas bahkan dalam tertera diatas papan meja, ini membuktikan baik dalam tenaga lweekang maupun dalam ilmu surat ia mempunyai kematangan yang telah mendekati kesempurnaan. sikakek tua itu meneguk arak berulang kali, ia sama sekali tidak ambil perduli terhadap tulisan yang tertera diatas meja.

"Bocah muda" serunya kepada Lam Kong Pak. "Kau tidak usah sungkan2 lagi terhadap loohu. kita pun tak usah cekcok saling mengadu ketajaman mulut. terus terang saja kukatakan loohu tidak punya uang. mari... mari... mari.,.. kita keringkan saja secawan arak. "

Kembali kakek tua itu meneguk isi cawan.

si Catatan Mati Hidup badannya membengkok dengan gerakan menjura.

"Kraaaak..." pinggangnya mendadak putus, sepasang kaki tetap memantek diatas tanah sedang badan bagaikan atas laksana anak panah yang terlepas dari busur meluncur kearah sikakek tua itu.

"Aaaaaah, ini ilmu pasti merupakan ilmu hitam." seru Lam Kong pak dalam hati dengan perasaan amat terperanjat.

sikakek tua itu sedikit pun tidak menjadi gugup, ia tidak perduli terhadap meluncur datangnya badan bagian atas pihak lawan, hanya mulutnya mendadak meniup kencang, teko arak yang ada diatas meja mencelat ketengah udara lalu meluncur kearah badan bagian bawah dari si Catatan Mati hidup,

Gerak gerik dari kedua orang itu sama2 dilakukan dengan kecepatan luar biasa,

sebelum Lam Kong Pak melihat jelas kejadian yang sebenarnya tubuh bagian atas pihak lawan yang meluncur datang mendadak mencelat balik ketempat semula lantas mundur lima langkah kebelakang, sedang teko arak itu pun melayang balik pada saat yang bersamaan pula. si kakek tua itu tetap duduk tak bergerak. tangannya sembari mencekal teko arak tertawa dingin tiada hentinya.

"Mengandalkan hawa murni memisahkan jantung hati, ginjal dengan usus agar pinggang menjadi kosong tak berisi. kemudian dengan menggunakan ilmu melepaskan tulang menarik kulit serta daging badan panjang2, sekalipun terhitung gerakan aneh untuk merebut kemenangan, tapi ini pun masih terhitung suatu permainan kecil. sana  pulang dan beritahukan kepada majikan kalian, bila jumlah orangnya kurang cukup loohu masih bisa bantu menjumlahkan."

sicatatan Mati Hidup mengetahui dirinya telah berjumpa dengan seorang jagoan lihay, mukanya berubah hebat.

"Dengan andalkan kepandaian yang kau miliki barusan, dapat kuduga kau bukan termasuk manusia sembarangan entah bolehkah kami tahu siapakah nama besarmu ?"

"Asalkan kalian ceritakan dandanan serta raut muka Loohu kepada majikan kalian, ia bakal tahu dengan sendirinya" sahut sikakek tua itu hambar.

"sedangkan mengenai kalian dua orang siluman tak jelas, rasanya masih belum berhak untuk menanyakan asal usul loohu"

"Tadi saudara mengatakan ,Bila jumlah orang tidak cukup Loohu bisa bantu menjumlahkan. apa maksud ucapanmu itu ??"

"sudah tidak usah banyak bicara lagi, sana pulang dan beritahu kepada majikan kalian, ia bakal tahu sendiri "

Ketika itu si Hek sim Wangwee sudah membersihkan noda lalat dari wajahnya.

"Toa-ya, mari kita pergi" serunya dengan nada berat. KEDUA orang itu melirik sekejap kearah sikakek tua itu, kemudian setelah meninggalkan uang keatas meja, ter buru2 turun dari loteng dan ngeloyor pergi.

Dalam hati Lam Kong pak merasa amat terperanjat, ia tidak menyangka sikakek tua yang tidak menarik perhatian ini ternyata mempunyai asal usul yang amat besar.

Jika didengar dari nada suaranya, terhadap si majikan pemilik pegadean Bu-lim agaknya ia tidak pandang sebelah matapun.

Lam Kong Pak bangun berdiri, lalu menjura dengan rasa penuh kehormatan-

"Kepandaian ilmu silat cianpwee benar2 luar biasa, boanpwee merasa sangat kagum. Entah dapatkah cianpwee memberitahukan nama besarmu ?"

"saatnya belum tiba. untuk sementara ada baiknya urungkan persoalan ini dalam hati. loohu ada suatu perkataan ingin ditanyakan kepadamu. dari manakah kau pelajari ketiga jurus ilmu payung maut 'Mo san sam sih' itu?"

seluruh tubuh pemuda she lam Kong tergetar sangat keras.

"Apakah semua kejadian yang berlangsung diatas panggung pertemuan tadi sudah cianpwee lihat dengan sangat jelas?"

"Apa gunanya kau tanyakan soal itu lagi?"

"Entah didalam pertarungan memperebutkan urutan nama itu boanpwee yang berhasil memperoleh kemenangan atau si sasterawan bertangan keji suma Ing yang berhasil merebut kemenangan ?" "Kau berhasil menangkan suma Ing tapi dikalahkan oleh simajikan Pemilik Pegadaian Bu-lim"

"Boanpwee tidak paham"

"soal apa yang tidak kau pahami? jika ia tidak berhasil menangkan suma Ing, mana mungkin simajikan pemilik Pegadaian Bu-lim suka menyerahkan kedudukan jago nomor satu diantara delapan jago top kepadamu? tapi, jikalau bukan simajikan pemilik pegadaian Bu-lim yang tepat pada saatnya menolong suma Ing pergi. dikolong langit pada saat ini siapa lagi yang dapat menolong orang tanpa memperlihatkan jejak sendiri?"

"oooouw ... kiranya begitu" seru Lam Kong Pak tak tertahan lagi.

"Dengan kekejaman serta ketelengasan majikan pemilik pegadaian Bu-lim, kenapa ia tidak turun tangan terhadap boanpwee, melihat boanpwee merebut nama serta kedudukannya ?"

"Jika loohu tidak ada disekitar sana, siapa yang berani menanggung kau bocah cilik masih bisa hidup"

sekali lagi Lam Kong Pak menjura kepada siorang tua itu, "Boan-pwee sekali lagi mengucapkan terima kasih atas budi pertolongan cianpwee kepadaku "

"Kau masih belum menjawab pertanyaan loohu"

Lam Kong Pak pun segera menceritakan kisahnya secara bagaimana peti yang digunakan untuk bersembunyi jatuh kedalam kawah gunung berapi, dari bencana mendapat rejeki dan berjumpa dengan gadis telanjang berbulu putih lalu secara bagaimana Coe Lie Yap menurunkan ketiga buah jurus ilmu payung 'Mo san sam sih' kepadanya .tapi diantara itu ia sudah sembunyikan persoalan pribadinya. Lama sekali orang tua itu memperhatikan Lam Kong Pak dengan serius, lama sekali akhirnya ia menghela napas panjang.

"Kenapa ia turunkan ketiga jurus ilmu payung 'Mo san sam sih' kepadamu. tahukah apa maksud sebenarnya? ?"

MERAH padam wajah Lam Kong Pak saking malunya. "Kau suka padanya?" tanya orang tua itu lagi dengan

mata ber-kedip2 lucu.

"Boanpwee...boan..pwee tiii...tidak tahu "

"orang muda kau harus bicara jujur tahukah kau.. dengan berbicara demikian berarti kau sudah menyia2kan kasih sayang yang dicurahkan gadis itu kepadamu ?"

"Cianpwee kenal dia?"

"Mana mungkin Loohu bisa kenali gadis itu? hanya menurut tebakanku tentu begitu apakah diantara kalian berdua tak ada perjanjian, atau. "

"Ada....dia bilang. dia bilang mau tunggu aku"

Kakek tua itu rada tertegun dibuatnya.

"Dia mau tunggu dirimu ? .. , apa yang dinantikan gadis itu dari dirimu?" selembar wajah Lam Kong pak yang licin kontan terasa semakin panas,

"Dia bilang... ia sudah bulatkan tekad untuk ngawini boanpwee "

"oooouw, .. kiranya begitu, lalu bagaimana tanggapanmu

?"

"sudah tentu boanpwee tidak berani me-nyia2kan

harapannya" sahut pemuda ini ke-malu2an "Nah begitulah baru punya aturan tapi aku rasa dalam ucapanmu rada sedikit tidak jujur"

"Boanpwee tidak berani menipu cianpwee," Lam Kong Pak jadi gugup, ia berseru cemas.

"Apa hubunganmu dengan puteri dari cioe cie Kang?" desak kakek tua itu lebih lanjut

Lam Kong Pak makin malu lagi dibuatnya tapi bagaimana jeleknya sang menantu akhir harus mengunjuk hormat pula didepansang mertua, ia pun ceritakan secara bagaimana dengan menyaru ia selundup masuk kedalam perkampungan Toa Loo san-cung lalu cara bagaimana bersembunyi dalam peti dan secara bagaimana peti itu dicuri sipencuri sakti, lalu didalam gubuk berjumpa dengan Pek Lie siang tak sepotong kisah pun yang dirahasiakan-

"oooouw...kiranya begitu, tidak aneh kau bisa mendapat pacar begitu banyak. tapi tiga orang sudah cukup banyak loo. lain kali kau tidak boleh jatuh cinta dengan gadis2 muda lagi"

"Apa maksud cianpwee sama sekali tidak. "

"Apa yang loohu ucapkan adalah kata sejujurnya" Buru2 siorang tua itu ulapkan tangannya memotong pembicaraan sang pemuda yang belum selesai. "Kau tidak boleh me nyia2kan salah seorang pun diantara ketiga orang gadis muda itu, asalkan kau tidak bermaksud me-nyia2kan mereka sekalipun tiga orang gadis muda sekaligus juga  tidak mengapa. hanya saja asalkan sikapmu terhadap Coe Lie Yap bisa jauh lebih mesra, Loohu sangat berterima kasih kepadamu. Eeeei coba lihat siapakah itu ?" sembari berkata ia menuding kearah tangga loteng.

Lam Kong Pak segera berpaling, dilihatnya tangga loteng itu kosong tak kelihatan seorang pun manusia yang berada didalamnya. menanti ia berpaling lagi. kakek itu sudah lenyap tak berbekas.

Ketika itu juga pemuda she Lam Kong jadi melengak dan duduk termangu2. Diam2 pikirnya dalam hati:

"Tentang kelihaian serta keanehan dari si orang tua ini masih bukan jadi soal, agak terhadap setiap urusan yang kualami telah diketahui olehnya dengan begitu jelas. siapakah setetulnya orang itu ?"

Mendadak sinar matanya terbentur dengan beberapa tulisan yang tertinggal diatas meja. "Berangkatlah ketepi telaga sak Cioe Auw tepat sebelah selatan dari sini, maka ditempat itu kau bakal memperoleh sedikit tanda terang untuk mendapatkan kesembilan jurus payung sakti "

Lam Kong Pak tahu tulisan ini tentu ditinggal oleh sikakek tua itu. dengan kerahkan tenaga sinkang ia hapus tulisan tersebut kemudian lempar sekeping perak keatas meja dan bangkit turun dari loteng,

setelah ber-tanya2 dan mengetahui kurang seratus li disebelah selatan benar2 ada sebuah telaga yang bernama telaga sak Cioe dan letaknya berdekatan dengan telaga Yang Auw dan terletak di karesidenan su Wan ia segera berangkat keselatan mencari dimana letaknya telaga yang mengandung kunci rahasia dari kesembilan jurus payung sakti yang selalu menghebohkan persilatan.

Walaupun ia tidak tahu asal usul dari manusia aneh ini tapi ia percaya penuh, apa yang diucapkan adalah kata2 yang benar, terutama sekali daya pancing yang besar dari kesembilan jurus ilmu payung sakti. karena ia tahu dendam perguruannya serta dendam sakit hati Coe Lie Yap ada sangkut paut yang sangat erat dengan kesembilan jurus ilmu payung sakti itu. , Apalagi ia punya pendapat yang lain, hanya mengandalkan tiga jurus saja dari ilmu tersebut dengan mudah ia berhasil merebut kursi yang teratas dalam pertemuan puncak para jago, apalagi berhasil memperoleh kesembilan jurus ilmu payung sakti tersebut sekaligus, tak dapat diragukan lagi ia pasti akan merajai seluruh dunia persilatan.

Hari makin gelap. ia sudah melakukan perjalanan sejauh delapan puluh li dan tiba di pinggir pantai pasir yang luas.

Daratan pasir itu amat luas mencapai ber-hektar2, semak belukar yang tebal berkelompok-kelompok di-mana2, ini menandakan jaraknya dengan telaga sak Cioe Auw sudah dekat.

Se-konyong2 .. ,

Serentetan suara tertawa genit yang tinggi melengking dan seram bagaikan pekikan kuntilanak bergema memenuhi angkasa disusul dengan suara tertawa seram menunjukkan rasa bangga bercampur baur.

Lam Kong Pak merasa suara tersebut sangat dikenal, dengan cepat ia bergerak mendekati tempat asalnya suara tersebut. suara itu makin dekat, dengan cepat tubuhnya berkelebat masuk diantara semak2 untuk mengintip keluar.

Kurang lebih beberapa tombak dihadapan berdiri seorang lelaki berbaju perlente dengan tinggi badan lima depa dan tubuh bagaikan gentong sedang berdiri saling berhadapan dengan si janda perempuan kawin tujuh kali Phoa Coen-

Walaupun didalam pertemuan puncak para jago tempo dulu perempuan ini terhajar oleh berbagai macam senjata rahasia dan 'Lak Gwat soat' Tong Hwie, kini racun ganas tersebut berhasil dipunahkan sedangkan kening masih menonjol dan wajahnya masih rada pucat. "Bila tahu diri terimalah permintaan dari aku orang she Go bukan saja selama hidup akan hidup mewah dan senang, bahkan ..."

"Tutup mulutmu" Bentak si janda perempuan kawin tujuh kali dengan alis berkerut. "kau jangan mimpi disiang hari bolong, sekalipun Loo-nio pingin kawin lagi juga tak kawin dengan manusia jelek macam kau."

"Coba kau dengarkan dulu perkataanku baik2, aku orang she Go punya dua butir berlian sebesar mata kucing, tiga batang manikan setinggi lima depa. sepotong batuan Meh Giok seberat lima puluh kati, puluhan butir jamrud. "

Air muka si perempuan janda kawin tujuh kali mengikuti perkataan dari Go sing berubah berulang kali, mula2 terkejut lalu heran kemudian tercengang dan akhirnya kagum.

si 'Hiat so Cay sin' melirik sekejap kearahnya, mendadak ia pertinggi suaranya seraya menyambung lebih lanjut, "Kesemuanya ini masih belum mengherankan, cayhe masih punya lagi semacam barang yang jauh lebih berharga. benda tersebut bukan lain adalah jinsom selaksa tahun yang berbentuk naga. "

"Apa? Jinsom selaksa tahun berbentuk naga?"

"Tidak salah, mungkin benda tersebut pernah kau dengar dari mulut orang, dan rasanya terhadap kegunaannya tentu belum begitu jelas bukan ?. "

"Aku dengar jinsom selaksa tahun berbertuk naga bisa menghidupkan kembali orang yang sudah mati."

"Heeeee...heeeee...heeee....tambah tahun tambah umur, selama hidup susah mati masih bukan terhitung suatu peristiwa yang aneh justru yang paling berharga adalah benda ini adalah dapat mengembalikan yang tua jadi muda. yang sudah peot jadi segar dan montok kembali. "

"Kau lagi ngaco belo "

"Ngaco belo? bukannya aku orang she-Go sengaja mengibul, asalkan kau menghabiskan jinsom itu hanya tiga kali saja, tanggung badanmu akan berubah jadi montok dan segar kembali bagaikan seorang gadis yang baru berusia delapan belas tahunan "

si Perempuan janda kawin tujuh kali adalah seorang perempuan genit yang sering main cabul, tapi ia menyadari kecantikan serta kemontokan badannya makin hari makin merosot, beruntung sekali perempuan ini masih memiliki sedikit kepandaian untuk merawat diri sehingga walaupun umurnya makin bertambah wajahnya belum begitu kempot. Justru disebabkan hal inilah ia sampai kawin tujuh orang suami sekaligus.

Sejak jaman kuno wanita cantik bagaikan panglima kenamaan, takut sekali konangan rambut ubannya didepan orang daya tarik yang diajukan Hiat so Cay sin ini betul2 cukup besar emosinya untuk memikat perempuan janda tersebut.

selagi perempuan itu hendak memberikan jawabannya mendadak terdengar suara tertawa ter-kekeh2 berkumandang datang dari suatu tempat kurang lebih lima tombak dari mereka berdua. orang itu bukan lain adalah si pencuri sakti Pek Lie Gong.

Per-lahan2 si pencuri sakti berjalan mendekat seraya ujarnya "Keparat she-go coba kau lihat dengan kemuliaan hati loohu. masih pantaskah untuk mengembalikan masa tuaku jadi masa mudaku kembali ?" 'Hiat so Cay sin' Go sing yang baru saja akan memperoleh keuntungan, tiba2 dibikin buyar kembali dengan munculnya Pek Lie Gong, segera tertawa seram tiada hentinya.

"Heee ... heee ... sudah tentu boleh sudah tentu boleh. loohu akan kirim kau keakhirat lalu kirim kau ke-hiolo penyimpanan setelah itu baru makan jinsom selaksa tahun berbentuk naga, dengan begitu kasiatnya akan jauh lebih hebat "

"Hiiii. , .. hiiiii .... kalau begitu bagus sekali" sipencuri sakti segera tertawa cekikikan "sering sekali Loohu merasakan penderitaan karena Bibi tidak senang, paman tidak suka. hingga kini masih hidup seorang diri menduda. maka dari itu asalkan bisa mendapatkan mustika itu untuk melamar perempuan-"

"Keparat tua, tutup mulutmu. Jika kau tidak suka pergi dari sini. jangan salahkan Loohu tidak akan mengampuni selembar jiwamu "

sepasang biji mata Pek Lie Gong yang bulat bagaikan monyet ber-putar2an lalu melotot bulat2.

"Sejak semula kau sudah bertindak keji terhadap diriku. bahkan batok kepala si perempuan janda kawin tujuh kali pun bisa kau gadaikan masih ada pekerjaan rendah apa lagi yang tak bisa kau kerjakan?. "

"Apa?" Tak tertahan lagi si perempuan janda kawin tujuh kali berseru tertegun-"Keparat tua kau jangan coba bicara sembarangan. kau ketahui Loo-nio bukan seorang cilik yang baru keluar dari rumah,"

"sudah tentu, bila kau masih seorang gadis baru keluar rumah, mungkin sekali si keparat tua she Go sudah berlutut dihadapanmu." "Benarkah ucapanmu itu ?" bentak si perempuan janda kawin tujuh kali keras2.

"sedikitpun tidak salah "

suara ini muncul bagaikan setan menangis menggetar dan meraung memenuhi seluruh angkasa dan mendatangkan rasa bergidik bagi setiap orang ucapan 'sedikit pun tidak salah' itu bergema dari lima tombak jauhnya dari bekerapa orang itu berdiri

Ketiga orang itu sama2 berpaling, tampaklah dua orang manusia berperawakan sangat aneh sejak kapan telah berdiri kurang lebih satu tombak dibelakang mereka bertiga.

orang yang baru saja muncul bukan lain adalah 'Hay Thian siang Kho' atau sepasang manusia jelek dari Hay Thian ...

sin si Boh atau si catatan mati Hidup Pak Boe serta 'Hek sim Wangwee' atau si Wangwee berhati hitam Coe sin-

"siapakah kalian?" Bentak si perempuan janda kawin tujuh kali dengan nada berat.

"Jika kalian bukan manusia2 bernama kosong belaka, rasanya cukup meninjau dandanan yayamu berdua seharusnya sudah tahu siapakah kami" sahut si Catatan mati hidup dingin-

Per-tama2 'Hiat so Cay sin' yang menjerit kaget terlebih dahalu kemudian mundur selangkah kebelakang. "Kalian berdua adalah Hay Thian ..."

"Heee...heee...heeee. tidak perlu takut. yayamu berdua

memang benar Hay Thian siang Kho. kedatanganku ini hari khusus hendak menagih hutang" sambung sicatatan mati hidup sambil tertawa seram. Pek Lie Gong kontan tertawa cekikikan kepada si perempuan janda kawin tujuh kali godanya "Eeeei, barang tua yang sudah peot, sudah dengar belum ucapan tersebut? orang lain telah datang menagih batok kepalamu"

"Benarkah ucapan tersebut?" Teriak si perempuan janda kawin tujuh kali sambil maju selangkah kedepan-

Perawakan si Catatan Mati Hidup yang tinggi langsing bagaikan bambu berdiri tak berkutik ditempat semula, sekali loncat badan sudah mencapai satu tombak lebih tujuh delapan kaki.

"Apa kau kira yaya mu berdua sedang bergurau?"

Dengan pandangan muka si perempuan janda kawin tujuh kali melototi sekejap wajah sin so Cay sin, kemudian tertawa dingin tiada hentinya.

"Asal kau bisa menangkan Lok Ing cia dari Loo-nio, batok kepalaku sudah tentu saja boleh kalian ambil"

"Heeeee...heeeee... heeeee. bukan saja batok kepalamu,

sekalipun batok kepala Pek Lie Gong malam ini juga hendak sekalian kami ambil"

Pada saat seperti ini 'Hiat so Cay sin' Go sing tidak ber pura2 lagi, sambil melirik sekejap kearah Hay Thian siang Kho serunya sembari menjura "Aku rasa kalian berdua datang kemari sedang menjalani perintah bukan? Aku orang she Go punya satu permintaan. entah. "

"Cepat utarakan "

Dengan wajah yang dingin kaku dan sepasang mata memandang ketengah udara, si Wangwee berhati hitam memberikan tanggapan-

"Baik...baik..." sahut Hiat so Cay sin cepat. "Jikalau si perempuan janda kawin tujuh kali menyanggupi untuk kawin dengan aku orang she-Go, bagaimana kalau pegadaian ini kubatalkan dengan tambahkan selaksa tahil lagi sebagai bayaran. "

"Haaa...haaaa...haaaa. "

Hay Thian siong cho ber-sama2 tertawa ter-bahak2.

si catatan mati hidup melirik sekejap kearah si Wangwee berhati hitam, kemudian sambil tertawa serak ujarnya kepada Go sin go

"Penguasa she-Go walaupun saat ini kaulah sipenggadai benda tersebut tapi batok kepalanya sudah digadaikan rasanya untuk batalkan pegadaian ini hanya dengan selaksa tahil perak bukan suatu pekerjaan yang gampang. "

"Hiiiiii... Penguasa she-Gak, kita semua bukanlah orang luar, bila jumlahnya kurang bagaimana kalau aku orang she Go tambahi lima ribu lagi?"

"Toa-ya" kata si Wangwee berhati hitam kemudian kepada diri toakonya si Catalan mati hidup. "selaksa ditambah selaksa lima ribu jadi dua laksa lima ribu tahil. aku rasa cukup, "

Kembali si catatan mati hidup mengerling sekejap kearah si Wangwee berhati hitam, artinya: setan kuil cilik yang tidak tahan asap Hioo, keparat tua itu berani bayar dua laksa lima ribu tahil ini berarti ia berani membayar lebih tinggi dari jumlah itu justeru karena kau keburu napsu, keuntungan makin berkurang...." si catatan mati hidup tersenyum.

"Eeeei....orang she-Go kau harus tahu hutang ini merupakan hutang kematian yang kutagih, jumlah tersebut rasanya susah bagi cayhe untuk menentukan" Hiat so Cay sin yang namanya tercantum diantara empat manusia kaya, bukanlah seorang manusia yang bisa dibikin susah karena beberapa laksa tahil perak saja.

Cuma saja sikeparat yang suka mengumpul harta ini merupakan manusia yang menyayangi pula seluruh harta kekayaannya bagaikan menyayangi diri sendiri

Sekali pun begitu daya tariknya terhadap perempuan janda kawin tujuh kali terialu besar. dengan mengorbankan beberapa tahil perak untuk memperoleh sebuah benda yang diinginkan sudah tentu bukan suatu persoalan yang menyakitkan hatinya. Sembari mengertak gigi serunya kemudian-"Maksud penguasa she-Pak ..."

"Lima laksa tahil perak jika kau orang she Go bisa menyetujui maka urusan ini akan kuputuskan sampai disini, kalau tidak, sekarang juga kami akan. "

"Baik aku orang she Go menyetujui. Phoa coen. sekarang kau kemarilah "

"Tunggu sebentar "

Tiba2 sicatatan mati hidup berseru mencegah.

"Pihak kami selamanya uang kontan barang boleh diangkat selama hidup paiing tidak suka memberi hutang buat orang lain, bila disakumu punya barang kontan itu lebih bagus, kalau tidak ada gunakan saja barang lain yang kira2 harganya sama dengan nilai itu pun boleh juga, rasanya kalau cuma bicara didalam mulut saja tak ada bukti yang kuat."

Hiat Sa cay Sin Go Sing tidak banyak bicara lagi, ia merogoh sakunya mengambil keluar lima butir permata sebesar buah lengkeng yang memancarkan Cahaya gemerlapan dan diangsurkan kemuka. "Kelima butir permata ini merupakan benda berharga didalam Istana Kaisar. setiap butirnya berharga melebihi satu laksa tahil setengah."

Si Wang wee berhati hitam menerima angsuran itu lalu diserahkan ketangan si Catatan mati hidup,

Mereka adalah manusia2 yang mengerti berharganya benda, sekali pandang saja mereka bisa meraba bila benda tersebut sangat berharga sekali karena itu kontan dimasukkan kedalam saku.

"orang she-go. jual beli diantara kita sudah selesai harap kau berdiri disamping kalangan."

Ketika itu secara tiba2 Lam Kong Pak yang sembunyi dibalik semak menemukan adanya seorang dara sedang bersembunyi pula dibalik semak tidak jauh dari tempatnya berada dengan cepat ia dapat menduga gadis tersebut pasti putri kesayangan si pencuri sakti Pek Lie siang. tubuhnya segera berkelebat mendekat.

KETIKA itu sicatatan mati hidup tanpa bergerak sedikitpun tahu2 badannya sudah berkelebat kedepan Pek Lie Gong.

"Keparat tua " serunya sinis. "Batok kepalamu sudah digadaikan Cioe Ci Kang seharga selaksa lima ribu tahil, bila kau merasa permintaan yang tidak sesuai. entah maukah kau untuk menyetujuinya?"

Belum habis ia berkata. badannya bagaikan busur sudah menjura kearah Pek Lie Gong.

Pek Lie Gong jadi melengak dibuatnya, ia tidak mengerti mengapa pihak lawan menjura kearahnya.

siapa sangka ketika itulah badan yang berbongkok kemuka mendadak meluncur kehadapan wajahnya sedang badan bagian bawah masih tetap berdiri tegak ditempat semula.

Sipencuri sakti ingin menghindar tapi tidak sempat lagi, tahu2 jalan darah 'Pit Hiat'-nya menjadi kaku, dan badannya roboh keatas tanah.

Melihat ayahnya roboh Pek Lie siang jadi terperanjat, ia tidak menyangka sebelum ayahnya berhasil memberikan suatu perlawanan tubuhnya sudah roboh tertotok,

Hubungan antara ayah beranak paling erat melebihi apapun, tanpa perduli lihay lagi ia membentak keras siap menubruk kedepan.

siapa sangka ketika itulah jalan darah Thian sian Hiat nya kena ditekan orang lain, bukan saja ia tak sanggup mengeluarkan suara bahkan seluruh tenaganya lenyap tak berbekas.

"Nona Pek Lie" Terdengar Lam Kong pak berbisik lirih. "Cayhe punya satu permintaan tidak terima boleh ajukan dakwaan setelah menghadap raja Giam-loo ong. "

Waktu bagian dari jalan darahnya ada yang tertotok. Pek Lie siang berpaling kepala, Betapa kagetnya sewaktu dilihatnya orang telah menotok jalan darahnya bukan lain adalah Lam Kong Pak sendiri hatinya jadi lega.

IA TAHU dalam pertemuan puncak para jago Lam Kong Pak berhasil merebut kursi paling top diantara delapan jago top lainnya, karena itu tak perlu ditakutkan lagi baginya untuk menghadapi serangan beberapa orang iblis yang berada didepan matanya.

Dengan cepat serunya menggunakan ilmu menyampaikan suara "Engkoh Pak, ada perkataan cepatlah di utarakan" "Batok kepala ayahmu sudah digadaikan cioe Ci Kang itu Cungcu dari perkampungan Toa Loo san Cung, rasanya tentang urusan ini kau sudah tahu bukan? tapi karena siau heng mengerti kedua orang iblis ini hanya datang menjalankan perintah dari majikan pemilik pegadaiannya saja mereka pasti tak berhak untuk membatalkan pegadaian tersebut, ucapannya tadi dengan Go siang pun menurut dugaanku hanya ingin mengentol sedikit Keuntungan dari kantong Hiat so sin setelah urusan lewat mereka akan turun tangan kembali demikian juga halnya dengan ayahmu, mereka hanya bertugas menangkap saja. sedang pelaksanaan hukuman dilakukan oieh si majikan pemilik pegadaian sendiri"

"Engkoh Pak. kau sudah bicara setengah harian belum juga kau utarakan permintaan yang kau katakan tak sesuai itu "

"Langkah catur ini memang sedikit menempuh bahaya, tapi demi kebahagiaan seluruh umat Bu-lim serta pembalasan dendam perguruan siauw-heng. asaikan nona suka bekerja sama dengan siauw-heng untuk menempuh bahaya dengan siasat menghadapi siasat untuk sementara waktu menguntil dibelakang kedua orang iblis ini menuju kesarangnya, maka siauw-heng tanggung asaikan sia--beng masih bisa bernapas maka ayahmu tak akan menjumpai bahaya."

Pek Lie siang beipikir sejenak kemudian dengan wajah kukuh ia mengangguk. "siauw moay percayai dirimu, engkoh Pak setuju"

Waktu itu si Catataan mati hidup sudah menotok jalan darah Pek Lie Gong dan meletakkannya kesamping. setelah itu kepada Hiat so Cay sin Go sing ia tertawa seram. "orang she-Co, kau harus tahu. sejak majikan pemilik pegadaian Bu-lim mendirikan pegadaian ini, selamanya selembar hutang merupakan merek emas dari pihak kami, aku rasa hutang tersebut tak bisa dibatalkan semau gue, heeeeeeee... jika kau orang she Go merasa tidak keberatan bagaimana kalau kau pun ikut kami pergi menghadap majikan pemilik pegadaian dan mohon sendiri ..."

Hiat so Cay sin Bukan seorang yang kehabisan minyak. sekalipun terang2an ia tahu dirinya tertipu, wajahnya masih tenang saja. seraya tertawa dingin serunya " Kalian berdua dengan cara yang demikian rendah menipu kawan sealiran, apakah tidak takut tindakanmu ini bakal mendatangkan rasa gusar bagi orang2 Bu-lim?"

"Heeeeee... siapa yang suka sejalan dengan dirimu." seru si Wang wee berhati hitam sambil tertawa seram. "Bilamana tahu diri ikutilah Yayamu berangkat. daripada wajahmu ternoda oleh debu"

Lam Kong pak yang melihat kejadian itu segera membisikkan sesuatu kepada diri Pek Lie siang.

"Bagaimana? dugaan siauw-heng tidak salah bukan. Kedua orang iblis itu memang pada dasarnya berwatak keji. buas dan telengas. sama sekali tidak membicarakan soal peraturan Bu-lim. sekalipun semisalnya Hiat so Cay sin serta si perempuan janda kawin tujuh kali bekerja sama pun belum tentu bisa menahan lima puluh jurus serangan mereka"

dalam keadaan seperti ini kedua orang tersebut sudah perlihatkan kembaii wajahnya yang menyengir buas,

Bukan saja Hiat to Cay sin kena ditipu lima butir permata besar, bahkan jiwanya pun ikut terancam, Tapi orang she Go inipun merupakan seorang iblis bertangan telengas, walaupun ia tahu tenaga gabungannya dengan siperempuan janda kawin tujuh kali belum tentu merupaan tandingan pihak lawan, rasanya iapun tidak ingin dirinya menyerah begitu saja.

Tubuhnya yang gemuk bagaikan gentong segera bergerak melayang kesisi si perempuan janda kawin tujuh kali dan membisikkan sesuatu kesamping telinga perempuan genit ini. Melihat tindak tanduk Go sing, si Wang wee berhati hitam tertawa seram,

" orang she Go, perduli kalian berdua mau hidup berdampingan sampai tua atau tidak, sekarang juga kalian bakal berbaring menjadi satu. lima laksa tahil perak rasanya cukup untuk memberikan sedikit pengecualian buat dirimu rasanya tindakan ini dalam pandanganmu bukan termasuk suatu kerugian yang sangat besar bukan?"

Menghadapi situasi macam begini si perempuan janda kawin tujuh kalipun terpaksa harus tinggalkan dulu dendam pribadi untuk bekerja sama dengan Hiat so Cay sin dalam menghadapi musuh tangguh.

"sudah jangan banyak membual lagi, ayoh kita ukur dulu kepandaian silat masing2 kemudian baru bicara lagi."

"Toa ya" seru si Wang wee berhati hitam kemudian. "Bagaimana kalau melihat kepunyaanku dulu ?"

"Tandas tegas dan bersih, makin cepat makin baik. tapi harus dalam keadaan hidup semua. "

Tubuh si Wangwee berhati hitam bagaikan segumpal daging bergerak kehadapan kedua orang itu dengan kecepatan bagaikan kilat kepada si perempuan janda kawin tujul kali ia mengirim sebuah serangan dahsyat kearahnya, bersamaan itu pula kepalanya ditumbukkan kearah dada Hiat To Cay sin. "Bertempur macam apakah ini?"

Ter-buru2 si perempuan janda kawin tujuh kali mengeluarkan gerakan Lok Ing Cia untuk menahan datangnya serangan lawan.

"Braaak " ditengah suara benturun keras tubuhnya tergetar mundur tiga langkah kebelakang.

sedangkan si Hiat so Cay sin karena tidak ingin menerima datangnya serudukan lawan dengan keras lawan keras, badannya buru2 berkelit kesamping. dengan mengeluarkan tiga jurus terlihay dari ilmu telapak 'Hiat sah Ciang'nya yaitu Tau Cuan ing Giok atau lempar ubin Mendapat kumala dihajarnya batok kepala si Wangwee berhati hitam keras2.

Dalam serangannya kali ini ia sudah mengerahkan sepuluh bagian tenaga sinkangnya. asalkan terkena hajaran tersebut sekalipun batok kepalanya keras bagaikan baja pun akan gepeng dibuatnya.

siapa sangka si Wangwee berhati hitam sama sekali tidak menarik badannya untuk berkelit, malah menyambut datangnya angin serangan tersebut.

"Braaak " Batok kepalanya terhajar telak oleh serangan tersebut sehingga menimbulkan percikan bunga api, diam2 Hiat so Cay sin merasa sangat terperanjat.

Ia merasa telapak tangannya yang bersarang diatas batok kepala pihak lawan seperti menempel diatas sepotong besi baja saja. membuat lengan kanannya jadi kaku.

si perempuan janda kawin tujuh kali yang sudah merasakan kelihayan pihak lawan saat ini tidak berani bergerak secara gegabah lagi. ia mengerling sekejap kearah Hiat so Cay sin lalu ber-sama2 menubruk kedepan sewaktu Hiat so Cay sin menubruk kedepan, untuk kedua kalinya, seluruh tenaga sinkang yang dimilikinya sudah dikerahkan keluar, ber-turut2 ia menyerang dengan menggunakan dua jurus serangan dahsyat masing2 bernama 'Cau Cay Cin Poo' atau Menggapai harta Memperoleh Mustika serta 'It Pun Ban Lik', atau Modal satu Untung seribu.

si PEREMPUAN janda kawin tujuh kali sendiripun tidak berani terayal pada saat kakinya melancarkan tendangan kilat 'Kaw Hun sam Tul' .ilmu Hwie Huang Cia dikeluarkan segera.

Terdengar suara desiran tajam berkelebat tiada hentinya mengurung seluruh tubuh si wangwee berhati hitam.

Baru saja kesepuluh batang kuku 'Hwie Huang Cia' yang berwarna ke-biru2an menerjang kehadapan si Wangwee berhati hitam mendadak tampaklah tubuh si 'Hek sim Wangwee' yang bulat bagaikan bola daging itu telah mencelat ketengah udara kemudian bersalto beberapa kali.

"sreeeeet srreeeeet sreeeet " Kesepuluh batang kuku 'Hwie Huang Cia' tadi bersama-sama menancap diujung sepatunya.

Pek Lie siang yang melihat kejadian tersebut jadi tercengang dibuatnya terang2an ia melihat kepala Hek sin wangwee memandang kearah keluar, secara bagaikan kuku Hwie Huang Cia yang meluncur dari belakang bisa menancap diujung sepatu depannya ?

Tapi Lam Kong Pak mengangguk berulang kali pikirnya " Kedua makhluk aneh ini betul2 mempunyai kepandaian akrobatik yang luar biasa, kiranya sewaktu Hwie Huang Cia tiba didekat badannya, sang tubuh yang berada dibalik baju telah menggunakan ilmu mengerut tulang untuk berganti arah, kedua kakinya berputar sedemikian rupa sehingga ujung kaki depannya menghadap kebelakang. "

Pikiran itu hanya terkelebat dengan cepatnya dalam benak pemuda she Lam Kong.

si perempuan janda kawin tujuh kali agak tertegun dibuatnya, tendangan terakhir dari Koaw Hun sam Tui pun dilancarkan semakin santar, sedang jurus terakhir dari Hiat so Cay sin yaitu It Pun Ban Lik, pun berbareng menghajar kemuka.

Kedua jurus ini merupakan jurus2 dahsyat untuk menolong diri kedahsyatannya luar biasa. walaupun Hok sin Wangwee sangat lihay rasanya untuk berkelit bukanlah suatu pekerjaan yang gampang.

pada saat yang kritis itulah tubuh si pencatat mati hidup yang tinggi bagaikan bambu mencelat ketengah udara. sedangkan sie-poa besar yang ada dalam saku sebelah  depan meluncur kemuka,

Baik Hiat so Cay sin maupun si perempuan janda kawin tujuh kali sama2 merupakan jago lihay yang berpengalaman luas tapi mendengar suara detakan sie-poa yang keras mereka sama2 dibikin tertegun juga.

Kalau cuma tertegun sih tidak mengapa, justeru ketika itulah dua batang pit dengan diiringi desiran tajam menyambar datang.

setelah menimbang suasana yang dihadapinya, sudah tentu kedua orang itu memilih bergerak menyingkir dahulu dari ancaman senjata pit yang meluncur datang.

siapa nyana baru saja badan mereka berkelebat lewat kedua batang pit tadi telah melayang balik ketempat semula. Melihat peristiwa tersebut kedua orang itu menyadari bila mereka terkena tipuan 'suara ditimur meyerang dari barat' saat itulah telapak 'Hek Sim Wangwee' laksana angin lupan menghajar jalan darah 'Cian cing hiat' pada pundak kedua orang itu, sehingga tanpa mendengus lagi mereka roboh keatas tanah.

Lam Kong Pak menghembuskan napas panjang, walaupun Hay Thian siang Kho harus bekerjaama untuk merobohkan kedua orang itu. tapi cara kerja sama macam begini betul2 sangat luar biasa, ia percaya semisalnya ia sendiri yang menemui peristiwa macam inipun pasti akan tertipu juga.

si Catatan mati hidup mengambil keluar kelima biji permatanya untuk dinikmati sejenak setelah itu perdengarkan suara tertawa gelaknya yang menyeramkan.

"Toa-ya coba kau geledah sakunya apakah masih ada barang berharga yang pantas diambil lagi?"

Hek Sim Wangwee maju mendekat untuk merogoh sakunya, tidak selang beberapa saat ia berhasil menemukan sebuah kotak kecil sebesar sctengah depa.

Dengan sangat ber-hati2 kedua orang iblis itu melepaskan kain penutupnya lalu membuka kotak tersebut per-lahan2, "Aaaaah "

Kedua orang itu sama2 berseru tertahan dan berdiri menjublak.

"Bukan aku jieya bukan sedang main setan dengan dirimu loo" teriak Hek Sim Wangwee.

"soal ini kau boleh berlega hati aku Toa-ya membuktikan memang bukan kau yang sedang main gila" "Waaaaah....kalau begitu sungguh mengherankan sekali Jika Hiat so Cay sin sengaja main gila. apa gunanya ia simpan kotak kosong itu didalam sakunya?"

"sudahlah mari kita periksa lagi sakunya bila ia tidak menggembol apa2 lagi setelah kita pulang pun tak usah ungkap lagi persoalan ini. "

"Benar pikiran Toa-ya betul tepat sekali."

Kedua orang itu kembali memeriksa saku Hat so Cay sin sampai setengah harian lamanya, tetapi hasilnya tetap nihil.

Pek Lie siang yang melihat kedua orang iblis itu memeriksa saku sigentong harta segera ia tersenyum. kepada sang pemuda ujarnya "Barang itu kemungkinan sekali sudah berpindah dalam saku ayahku."

"Barang apa ?" tanya Lam Kong Pak dengan hati bergetar keras.

"Jinsom selaksa tahun berbentuk naga ?"

"secara bagaimana kau bisa memastikan hal ini ?" "Mengetahui ayah sendiri sudah tentu putrinya jauh

lebih jelas. bila ayahku tidak punya kepandaian macam begini bagaimana mungkin orang2 Bu-lim bisa memberi gelar si Pencuri sakti kepadanya?"

Lam Kong Pak merasa sangat terperanjat, ia sama sekali tidak mempercayai bila Pek Lie Gong mempunyai kepandaian macam begini karena dengan mata kepala sendiri ia melihat Pek Lie Gong belum pernah mendekati Hiat so Cay sin barang selangkah pun.

Waktu itu Hay Thian siang Kho sudah mengempit ketika orang yang menggeletak diatas tanah. Hek sim Wangwee mengempit Pek Lie Gong serta si perempuan janda kawin tujuh kali sedangkan si Catatan mati hidup mengempit tubuh Hiat so Cay sin.

Menanti beberapa orang itu sudah mulai bergerak. Lam Kong Pak segera ambil keluar seperangkat pakaian aneh yang dimilikinya.

Detik inilah ia baru menemukan bila pakaian aneh tersebut mempunyai warna yang sangat berbeda antara yang didepan dan yang ada dibelakang, tempo dulu ketika ia mengikuti pertemuan puncak para jago. warna yang diperlihatkan adalah hitam sedang warna kuning ada didalamnya, bahkan kuning ber-belang2 persis belang harimau.

Hatinya rada bergerak, pikirnya: "sewaktu aku munculkan diri dalam pertemuan puncak para jago. sudah ada be-ratus2 orang pernah melihat pakaianku ini, kenapa sekarang tidak kukenakan kebalikannya saja?" Ia segera kenakan pakaian aneh tersebut.

"Toa-ya"

pada saat itu terdengar Hek Sim Wangwee berkata. "Kita hendak pergi kemana ?"

"Pulang"

"Pulang kemana?"

"Istana naga markas besar kita"

sembari berkata kedua orang itu ber-sama2 lari kemuka untuk melakukan perjalanan.

Lam Kong Pak serta Pek Lie siang tidak berani menguntit terlalu dekat. pada jarak beberapa puluh tombak mereka baru mulai bergerak,

Kurang lebih seperminum teh kemudian terdengarlah deburan ombak mengalun. setengah li dihadapannya hanya tampak air melulu, air bertemu dengan ujung langit dihadapannya,

Lam Kong Pak tahu saat ini sudah tiba ditepi telaga sak Cioe Auw, tak terasa pikirya "Entah dimanakah letak Istana naga markas besar mereka?"

Sewaktu ia sedang berpikir, Hay Thian Siang Kho sudah tiba ditepi telaga, diam-diam Lam Kong Pak merasa keheranan bercampur kaget.

Kiranya ditengah telaga per-lahan2 bergeser datang sebuah perahu berloteng yang bermandikan cahaya,

Perahu loteng itu sama sekali tidak mirip dengan sebuah perahu hanya karena berhenti ditengah-tengah telaga maka orang2 lantas punya pandangan bangunan rumah itu. tentulah sebuah perahu.

Loteng menjulang keangkasa disertai lampu yang menerangi seluruh jagat benar suatu bangunan istana yang sangat megah.

Ber-turut2 Hay Than siang Kho bersuit tiga kali, dari perahu loteng tadi segera muncullah sebuah perahu kecil yang per-lahan2 bergerak ketepi.

"Nona Pek Lie" ujar pemuda she Lam Kong cepat. "Kau ber-jaga21ah dulu ditepi pantai, biar aku secara diam2 bersembunyi didalam perahu kecil itu dan ikut berlayar kearah perahu loteng tersebut "

"Engkoh Pak. aku juga ikut. "

Dalam pada itu perahu kecil tadi sudah menepi. ternyata perahu kecil tadi tak ada seorang pun yang mendayung, perahu tadi bergerak menepi karena dorongan seseorang yang sangat bertenaga sehingga dengan lincahnya meluncur menepi. Hay Thian siang Kho meloncat naik kedalam perahu, setelah meletakkan ketiga orang itu diatas sampan tadi sepasang mata mereka ber-sama2 menyapu sekejap keempat penjuru.
*** ***
Note 27 September 2020
"Cersil terbaru akan di upload setiap hari Selasa, Sabtu dan Minggu.| Suatu pekerjaan yang paling tak kunjung bisa diselesaikan adalah pekerjaan yang tak kunjung pernah dimulai."

(Regards, Admin)

0 Response to "Payung Sengkala Jilid 06"

Post a Comment

close