Payung Sengkala Jilid 04

Mode Malam
setelah ragu2 sejenak. akhirnya diiringi suara helaan napas panjang ia menyingkap horden berjalan masuk kedalam ruangan.

"Nona, kau sama sekali tidak menderita kalah. kita berkesudahan seri. apa yang kau tangisi ?"

"Kau masuklah" seru dara berkerudung itu sambil tengkurep diatas ranjang.

Lam Kong Pak menurut dan bertindak masuk kedalam kamar, kembali ia menghela napas panjang.

"Berkesudahan seri pun kau merasa begitu sedih." katanya perlahan. "cayhe sebagai seorang lelaki sejati ternyata tak berhasil merebut diatas angin apakah hatiku tidak merasa kecewa?"

Mendadak dara berkerudung itu meloncat bangun dari atas pembaringan.

"Kau tahu apa? justru kesudahan seri ini bagi nonamu jauh lebih parah daripada derita kalah"

"Iiiiihhh" Lam Kong Pak menjerit tertahan sepasang matanya terbelalak lebar2 sedangkan mulutnya melongo. Kiranya kerudung yang dikenakan gadis itu pada saat ini sudah terlepas. tampaklah selembar raut muka yang cantik jelita sangat mempesonakan hati. hidungnya mancung bibirnya kecil mungil berwarna merah merekah matanya yang bulat sayu sangat menarik hati setiap orang.

Apalagi wajahnya yang penuh dengan air mata pipinya yang merah dadu bagaikan buah pear.

"Aaaaah kiranya wajahmu tak berbulu" terdengar Lam Kong Pak bergumam seorang diri

Mendadak ia teringat akan perkataan gadis tersebut 'Kesudahan ini jauh lebih parah daripada menderta kalah' tak tertahan lagi tanyanya "Apa maksud perkataanku ini?"

"Bukankah tadi pernah kukatakan, nonamu pernah bersumpah dihadapan Thian bahwa barang siapa lelaki pertama yang bisa bergebrak seimbang dengan nonamu. maka nonamu. "

Bicara sampai disini tak tahan lagi merah padam selembar wajahnya, dengan menekan rasa jengah ia menunduk dan melengos kesamping.

"Ayoh teruskan apa yang kau inginkan?" seru Lam Kong Pak tidak paham maksudnya.

Dengan penuh kemanjaan gadis cantik itu goyangkan badannya yang padat berisi. "Maka. . .maka. . . nona. . .

.nonamu. aaaah kau jahat, aku tak mau tahu"

"Eeeeei. . . .kalau kau tak mau tahu yaa sudahlah mengapa mengatakan pula aku jahat?" pikir pemuda itu dengan hati melengak.

"Aku pernah bersumpah dihadapan Thian" kembali dara cantik itu berkata dengan nada sedih. "Barang siapa yang pertama kali gebrak seimbang dengan diriku, maka dia. .

.dia. . aaaa. . . .adalah adalah suamiku. "

Kata2 terakhir diucapkan sangat lembut bagaikan suara nyamuk. hampir2 ia sendiri pun tak dapat mendengar jelas.

seluruh tubuh Lam Kong Pak tergetar keras, badannya mundur beberapa langkah kebelakang.

"Hal ini mana boleh jadi? aku tak bisa menyetujui permintaanmu ini"

"Kenapa?" tiba2 gadis itu mendongak. "Karena aku sudah punya. "

"siapa ? ?"

"Cioe Cien cien puteri dari Cungcu perkampungan Toa Loosan-cung. ia berkata hendak menanti kedatanganku kalau tidak selama hidup tak bakal kawin lagi"

"Jika aku pun hendak menanti diriku dan kalau kau tak suka maka selama hidup aku tak akan kawin?"

"Tidak bisa jadi"

"Apa kau tega melihat aku jadi perawan tua dan tidak kawin seumur hidup?" potong gadis itu tiba2.

"soal ini adalah urusanmu sendiri, sama sekali tiada sangkut pautnya dengan diri cayhe"

Melihat keketusan pemuda. akhirnya dara manis itu menghela napas panjang. "Bila kau menyetujui permintaanku ini maka sekarang juga akan kuturunkan ilmu payung iblis itu kepadamu sehingga sejak kini kau bakal jadi jagoan Bu-lim nomor wahid dan berhasil mengejutkan semua orang, dalam pertemuan para jago digunung Ming-san kemudian hari. " "Cayhe tidak ingin mempesoleh ilmu payung iblis itu dengan menggunakan cara ini, lebih baik mulai sekarang matikan saja keinginanmu ini"

"Adakah kecantikanku tidak bisa memadai Cioe Cien cien? benarkah sedikitpun kau tidak suka kepadaku?" kembali sidara cantik itu berseru dengan air mata mengucur keluar membasahi pipinya .

Lam Kong Pak ada maksud menyangkal tapi secara tiba2 suatu ingatan berkelebat dalam benaknya.

"Tidak salah" sahutnya kemudian dengan tegas. "Cayhe sama sekali tidak suka dirimu"

Gadis itu kelihatan tertegun sekilas senyuman dingin berkelebat lewat diatas wajahya. jelas ia sudah melihat sikap Lam Kong Pak lain dimulut lain dihati,

Dengan kecepatan laksana kilat ia lancarkan serangan menotok roboh pemuda kita. Diikuti dengan menggunakan sim-hoat perguruannya menyalurkan hawa murni sendiri kedalam tubuh pemuda she Lam Kong bahkan menulis pula sepucuk surat dan masukkan kedalam saku pemuda itu.

setelah semuanya selesai gadis itu memerintahkan dayangnya menghantar Kong pak keluar dari perkampungan melalui sebuah terowongan yang terletak sangat rahasia disisi tebing itu dan membebaskan jalan darahnya yang tertotok.

Per-lahan2 Lam Kong Pak tersadar dari pingsannya, ia merasa apa yang dialami barusan bagaikan suatu impian indah belaka.

secara lapat2 ia merasa dalam impiannya hawa murni yang ada dalam tubuh seperti memperoleh bimbingan dari segulung hawa murni aneh yang menyusup dari luar mengelilingi seluruh tubuhnya hingga mencapai loteng tingkat tiga belas bahkan dalam pada itu seluruh tubuhnya terasa sangat sakit.

sepasang matanya per-lahan2 memperhatikan sejenak gua kuno yang ada disekeiilingnya kemudian menjerit tertahan dan meloncat bangun. ia teringat kembali akan bidadari yang ditemuinya dalam perkampungan misterius itu.

sewaktu ia mengungkap persoalan kawin dan kena ditolak olehnya, gadis itu segera turun tangan menotok jalan darahnya kemudian segalanya samar2 bagaikan berada dalam impian.

Teringat persoalan itu diam2 Lam Kong Pak mengertak gigi kencang2, langkahnya mulai bergerak menuju keluar atau secara mendadak tangannya meraba sesuatu dalam sakunya.

Ia segera mengambil benda tadi yang bukan lain adalah sepucuk surat warna merah yang diatas surat tadi tertuliskan beberapa buah kata "Ditujukan untuk kekasihku Pak-Lang."

Ia rada melengak, diambilnya keluar isi surat itu kemudian dibaca isinya lambat2:

"siauw moay Coe Li Yap mempunyai asal-usul yang sangat menderita, sejak kecil kehilangan orang tua yang terbunuh oleh musuh pusaka keluarga Payung sengkala kena dirampas pula pada waktu itu.

Didalam Payung Seng kala semuanya berisi sembilan jurus ilmu silat maha sakti yang disebut 'Mo san Kioe si  siauw moay beruntung hanya memperoleh tiga jurus saja diantara kesembilan jurus ilmu silat itu. Menurut berita yang diperoleh katanya keenam jurus lainnya masing2 diperoleh dua orang yang berbeda sehingga terciptalah suatu kepandaian silat yang maha hebat.

Payung sengkala merupakan pusaka Bulim yang didambakan setiap jago, bukan saja didalam payung itu termuat sembilan jurus sakti, Payung sengkala itu sendiri dapat digunakan sebagai senjata aneh dan merupakan suatu senjata yang tiada tandingan,

-setelah Pak-lang membaca surat ini, pelajarilah ketiga jurus ilmu 'Mo san sam . tersebut yang siauw moay lampirkan bersama surat ini, lalu ikutlah pertemuan para digunung Mang san sih tersebut.

-Dengan andalkan ketiga jurus aneh ini tidak susah bagi Pak-lang untuk angkat nama disamping secara diam2 menyelidiki musuh pembunuh orang tuaku. sewaktu siauw moay berusia dua belas tahun, oleh Tia siauw moay dibawa kedalam perkampungan itu dan bergaul dengan gadis berbulu putih disamping mempelajari ilmu silat sebagai pembela keselamatan sendiri. Penghidupan siauw moay selanjutnya sejak kini sudah kutitipkan kepada Pak lang, semoga saja kau tidak me-nyia2kan pengharapanku.

-Disamping itu aku hadiahkan pakaian untuk menutupi asal-usulmu serta sebuah payung kelelawar. barang siapa yang membawa payung kelelawar pula seperti apa yang kau bawa maka sekalipun ia bukan orang yang membinasakan orang tuaku. tentu mempunyai hubungan yang erat dengan dendam berdarah ini.

-Semoga kau bisa bekerja cermat dan berhasil mencapai sukses seperti yang diharapkan. sedang kawan karib ayahku bernama oei Ci Hu dengan gelar wu Im Tui Gwat atau siawan gelap pengejar rembulan tolong sekalian kau cari jejaknya. bila kau berhasil menemui empek oei maka dendam berdarah ini bisa diselesaikan. -Rasa cintaku susah dilukiskan dengan kertas nan pendek. kita sudahi pembicaraan ini sampai disini. Dari adikmu : cioe Li Yap".

Dibelakang kertas surat itu semuanya berisikan sim-hoat untuk berlatih ilmu silat serta rahasia mempelajari ilmu payung iblis,

Lam Kong Pak tertawa getir, kembali ia membuka sebuah bungkusan kecil yang diletakkan disisinya, dalam buntalan tadi berisikan seperangkat pakaian yang sangat aneh sekali yaitu sebuah baju yang menutupi hampir selurah tubuhnya serta sebuah topi berbentuk aneh.

Disamping itu terdapat pula sebuah payung berbentuk kelelawar yang berwarna hijau sebesar jempol, kecil indah menarik,

otaknya dengan cepat berputar memikirkan persoalan ini, ia berpendapat apabila ilmu silat tersebut benar2 ia latih maka ini berarti dia sudah menyetujui pula perkawinannya dengan gadis itu.

Tapi teringat pula akan cinta kasih yang diperlihatkan cioe Cien cien kepadanya, terasa susah dicabut kembali walau dengan apa pun juga.

setelah mengambil keputusan surat tadi dilipat lantas dimasukkan kedalam saku dan siap meninggalkan tempat itu.

secara mendadak ia temukan beberapa baris tulisan kecil dipojokan surat tadi

“Jikalau Pak-lang tidak suka berlatih ilmu payung iblis ini bukan saja dendam berdarah orang tuaku akan tenggelam didasar lautan bahkan seluruh Bu-lim tak bakal memperoleh hari yang tenang, Pak-lang kau harus punya sifat pendekar yang suka membela sebala keadilan dan jangan terlalu egois mementingkan diri sendiri" sekali lagi Lam Kong Pak merasakan seluruh tubuhnya tergetar keras ia pun tahu bila ia mengambil keputusan ini hanya disebabkan oleb karena diri cioe cien cien, bila dibicarakan lebih mendalam lagi memang tindakannya ini terlalu egois mementingkan diri sendiri berpikiran picik dan bukan watak seorang enghiong hoohan-

Ia tidak ingin banyak bicara lagi. kertas surat itu dibentangkan kembali untuk dipelajari dengan seksama.

Dasar bakatnya sangat bagus dan ditambah pula ada kemauan yang keras, setelah membuang waktu tiga  hari tiga malam, seluruh jurus dan ilmu payung iblis tadi berhasil dipahami dan mulai menyetir hawa murninya kejalan yang benar.

Kini ia sendiri pun tidak tahu bila dalam waktu tiga hari yang singkat kependaiannya sudah jauh melebihi kepandaian seorang jago Bu-lim yang bagaimana lihainya pun-

Atau lebih tegasnya lagi, setelah ia pelajari ilmu payung iblis ini maka baik ilmu silat maupun tenaga Iweekangnya sudah memperoleh kemajuan sepuluh kali lipat dari kepandaiannya sebelum mempelajari ilmu sakti itu.

Kendati begitu hatinya masih penuh diliputi kecurigaan karena jelas ia tahu Payung sangkala masih berada ditangan cioe Ci Kang itu cung-cu dari perkampungan Toa Loo san cung.

Dengan kepandaian yang dimiliki Cioe Ci-Kang jika ingin bermusuhan dengan orang tua Coe Li Yap rasanya tidak mungkin terjadi apalagi merebut Payung sangkala tangan mereka semakin tidak mungkin lagi. Dengan demikian, terhadap keahlian ketiga jurus ilmu "Mo san Tam sih’ ini pemuda kita masih menaruh rasa curiga yang menebal.

setelah keluar dari gua, diam2 hawa  murninya disalurkan mengelilingi seluruh tubuh, telapak tangan per lahan2 diangkat lantas dibabat keatas sebuah batuan cadas kurang lebih tiga tombak dihadapannya.

"craaaaat. " ditengah suara desiran tajam, angin tajam

menyambar lewat. batu cadas tadi tetap utuh seperti sediakala hanya saja sebuah pohon besar yang berada dibelakang batu cadas tadi kontan terhajar putus jadi dua bagian dan roboh keatas tanah dengan menimbulkan suara yang amat keras.

"Aaaaah " tak kuasa lagi Lam Kong pak menjerit tertahan "sungguh suatu kejadian yang sangat aneh. batuan cadas itu kenapa tidak putus sebaliknya pohon besar yang berada kurang lebih tiga tombak dibelakang batuan cadas tadi terputus jadi dua bagian. ?"

sinar matanya dialihkan keatas batuan cadas tadi, untuk kedua kalinya ia menjerit tertahan seluruh tubuh terasa gemetar sangat keras.

Kiranya ditengah keliling batuan cadas tadi tertera sebuah garis putih yang amat lembut sehingga hampir2 susah dibedakan-

Ia mundur kembali lima langkah kebelakang kemudian mendorong perlahan kearah depan batuan cadas yang berada diatas mencelat ketengah udara sejauh tiga tombak sedang batuan bagian bawah hancur berantakan bagaikan kapur. suara ledakan keras berkumandang memekakkan telinga. Lam Kong Pak rada tertegun sejenak. kemudian tertawa kegirangan saat ini ia baru percaya bila Coe Li Yap sama sekali tidak sedang menipu dirinya, jelas ilmu sakti payung iblis tersebut benar2 merupakan suatu ilmu sakti yang maha luar biasa, dan tidak malu disebut ilmu tunggal yang menjagoi seluruh dunia persilatan-

saking girangnya ia lari secepat kilat bagaikan terbang ditengah udara, sekali loncat mencapai lima belas enam belas tombak jauhnya bahkan setiap kali hawa murni digunakan sampai puncaknya sang tubuh masih berhasil melayang sejauh tiga, lima tombak lagi.

Rasa girang yang menyelimuti hati sang pemuda pada saat ini susah dilukiskan lagi, tanpa perduli arah mana yang sedang dituju ia berkelebat terus kedepan-

Entah sudah berjalan seberapa jauh, haripun sudah menjelang senja. dari tempat kejauhan kurang lebih setengah li diatas bukit kecil bayangan manusia ber-jejal2an, secara lapat2 dapat ditangkap sebuah panggung Loei-cay didirikan orang disana dan waktu itu sedang ada dua orang melangsungkan suatu tertarungan yang maha sengit.

Lam Kong Pak yang telah memperoleh ilmu sakti jadi lebih kegirangan lagi terutama sekali dalam waktu itu ia sedang memikul dendam berdarah dua keluarga, berada dalam suatu penemuan para jago macam begini justru merupakan suatu kesempatan yang sangat baik baginya untuk menyelidiki keadaan musuh besarnya.

Dengan cepat ia mencari sebuah tempat yang tersembunyi untuk menukar pakaian aneh, kemudian bersantap pula sedikit rangsum yang disediakan coe Li Yap setelah itu baru berkelebat keatas puncak melalui jalan gunung yang ada. Dalam bebeberapa kali loncatan saja ia sudah tiba diatas puncak itu. Terlihat olehnya puncak jadi luasnya kurang lebih ada ratusan tombak, tanahnya sangat datar dengan tebing2 curam berada tiga bagian ditengah lapangan berdiri sebuah panggung dua orang sedang melangsungkan suatu pertempuran yang maha sengit.

salah satu diantaranya adalah kakek tua berperawakan kecil kurus sedang lawannya seorang nenek tua berperawakan tinggi besar dengan bibir tebal sinar matanya nakal dan wajah berpupur tebal persis seperti pantat monyet.

Diatas pilar panggung tergantung pula sebuah papan dengan beberapa tulisan besar yang kira2 berbnyi:

"Pertemuan Bulim untuk menentukan urutan delapan jago paling top"

Tiga bagian disekeliling panggung dengan dibatasi oleh tali dibagi jadi sembilan bagian kelompok tempat kedudukan diantaranya terdapat tiga manusia miskin, empat manusia kaya dan seorang pemilik pegadaian Bu lim.

Dan diluar rombongan itu terdapat pula sebagian lapangan yang lebih luas diperuntukkan bagi jago2 Bu-lim diluar Tiga manusia miskin empat manusia kaya dan seorang pemilik pegadaian Bu-lim yang ingin mencoba ilmunya melawan jago2 lihay lain-

Jumlah jago2 yang hadir dalam golongan terakhir ini jauh lebih banyak daripada golongan yang lain, bila dijumlah semua jago yang hadir mungkin berada diantara ratusan orang banyaknya.

sinar mata Lam Kong Pak dengan tajam menyapu sekejap kesekeliling tempat itu ia menemukan kursi yang diperuntukkan buat "sin so Cuang Yen masih kosong, hatinya tanpa terasa jadi sedih.

"Apa mungkin sang Loocianpwee sudah kena dicelakai oleh Hiat so Cay sin?" pikirnya dihati.

Ketika ia alihkan sinar matanya kearah rombongan empat manusia kaya, terlihat olehnya sipemimpin dari Empat manusia kaya Cioe Ci Kang dengan didampingi oleh kedua orang hujinnya serta Cioe Cien cien cioe ih boen duduk disisi panggung dan saat itu sedang pusatkan seluruh perhatiannya keatas panggung.

Dibawah rombongan orang2 perkampungan Toa Loo san cung adalah empat orang muda yang segera dikenal kembali oleh Lam Kong Pak sebagai pemain2 musik yang pernah menyelundup dan mengacau kedalam perkampungan Toa Loosan-cung tempo dulu. sigadis cantik pemain sandiwara serta sang pemuda yang bermain sebagai Loe Poh itu.

Disampingnya berdiri dua orang lelaki kasar berusia pertengahan, mereka adalah lelaki yang bermain sebagai Kauw Ci Thian serta Kiem Chee Pauw.

Bila ditinjau dari kedudukan mereka jelas sepasang pemuda pemudi itu bukan lain adalah dua orang anggota "Empat manusia Kaya".

Dibawah sepasang pemuda pemudi itu adalah "Hiat so Cay sin Go sing, dari suhunya tempo dulu pemuda she Lam Kong pernah mendengar keterangan mengenai raut mukanya oleh sebab itu setelah berjumpa dengan manusia ini diam2 ia kertak giginya sembari berpikir

"Jikalau sang cianpwee benar2 menemui ajalnya ditangan iblis tua ini, aku Lam Kong Pak pasti akan menuntut ganti rugi sebesar sepuluh kali lipat." Tempat yang diperuntukan si majikan pegadaian Bu-lim pun masih kosong, sedang dibawah tempat duduk sin so Cuang Yen duduk seorang gadis cantik, gadis ini bukan lain adalah Pek Li siang yang kena dilukai berulang kali oleh Lam Kong Pak.

Waktu itulah pemuda kita baru tahu jika si kakek kurus yang sedang melangsungkan pertarungan diatas panggung bukan lain adalah sipencuri sakti, atau dengan perkataan lain orang yang mencuri peti dari dalam perkampungan Toa Loo san-cung.

selagi ia berpikir keras untuk mengingat-ingat siapakah perempuan yang sedang melangsungkan pertarungan sengit melawan sipencuri sakti diatas panggung, mendadak terdengar olehnya seseorang sedang berkata

"chiet Cia Kua Pu atau siperempuan janda kawin tujuh kali Phoa Coen benar2 luar biasa, ternyata ia bisa bertanding seimbang melawan sipencuri sakti."

Terhadap diri Pek Li siang, pemuda she Lam Kong merasa amat menyesal, melihat ia duduk seorang diri disana dengan sikap amat cemas dan gelisah diam2 iapun ikut merasa kasihan juga.

Waktu itu permainan 'chiet Cia Kua Pu' atau si perempuan janda kawin tujuh kali sudah mencapai pada puncaknya. tiba2 ia membentak keras sepasang tangannya direntangkan kedepan diiringi suara desiran tajam kesepuluh jari tangannya langsung mengancam wajah serta dada bagian depan dari sipencuri sakti.

Melihat datangnya serangang sedahsyat itu Lam Kong Pak pun merasakan badannya tergetar keras, kiranya ia menemukan jari tangannya yang kurus dan tajam bagaikan cakar burung itu mendadak memanjang satu depa lebih dari keadaan semula kemudian mulai melancarkan serangan dengan ilmu sakti andalannya 'Lok Ing cia'

Jari2 tangannya sudah pada direndam dalam racun semua, asalkan kena terbabat maka daya kerja racun akan menghebat.

si pencuri tua itu tidak berani berlaku gegabah. ia segera keluarkan ketiga buah jurus terakhir dari san Tian cap sah sih-nya untuk mempertahankan diri

"Sreeeeet. " Sebagaian pakaian pada pundak sipencuri

tua itu kena tersapu robek oleh sambaran jari2 tangan tadi sehingga robek sepanjang setengah depa. dalam keadaan singat berbahaya sipencuri tua itu masih sempat menolong jiwanya dengan keluarkan dua jurus terakhir dari ketiga belas ilmu pukulan berantainya.

Siperempuan janda kawin tujuh kali tidak berani memunahkan datangnya serangan tersebut dengan keras lawan keras dengan jurus "Peng Poh cing Im atau langkah datar mengambang diawan tubuhnya mencelat satu tombak lebih ketengah udara.

Pertarungan ini sungguh luar biasa, siapa pun tidak ingin menunjukkan kelemahannya dihadapan pihak lawan atau bila tidak berbuat demikian maka nama mereka akan dicoret dari deretan delapan jagoan paling top dalam dunia persilatan-

Sipencuri tua mendengus dingin, bagaikan cacing dalam perut ia mengikuti terus kemana perempuan janda itu pergi lalu dengan jurus lincah yang paling diandaikan olehnya yakni jurus "Wie cau ci Liad atau Sarang buaya mencuri telur ia menyambar tubuh bagian bawah dari perempuan tua itu. "Breeeeet " diiringi suara robekan pakaian, celana perempuan janda kawin tujuh kali kena disambar hingga robek dan kelihatan pahanya yang putih tapi sudah loyo itu.

Para penonton tersorak-sorai meledakkan suara hening yang mencekam, diiringi suara gerutu "Sialan" dari sipencuri sakti ia meloncat mundur satu tombak kebelakang.

Pek Li siang yang melihat ayahnya berhasil merebut kemenangan dalam pertarungan kali ini wajahnya kelihatan sangat kegirangan kendati begitu merah padam juga selembar pipanya.

siperempuan janda kawin tujuh kali yang celananya kena ditarik robek sehingga kelihatan pahanya yang putih dan sudah kendor itu kontan jadi marah2, tidak disangka olehnya karena ingin cari nama yang lebih tinggi dari kedudukan yang terbuncit dari tiga manusia miskin, siapa nyana saat ini malah kena dibikin malu oleh sipencuri tua itu.

Tiba2 suara pujian kepada yang Kuasa berkumandang memenuhi angkasa. Boe Liang so Hud, diikuti suara bertalunya Boh Ih bergema datang, seorang hweesio serta Tosu berusia enam puluh tahunan yang duduk dipanggang sebelah kiri bangun berdiri.

setelah berdiri, si hweesio tua itu buka suara dan berkata dengan suara yang lantang: "Didalam pertarungan ini sicu berdua sama2 tak ada yang menang dan tak ada ya kalah, masing2 pihak mempunyai keampuhan tersendiri, sekali pun pertandingan ini dilanjutkan terus juga percuma saja, oleh karena itu kami sebagai saksi mengambil keputusan kalau urusan kedudukan kalian masih tetap sesuai dengan yang terdahulu," Bibir siperempuan janda kawin tujuh kali kontan merekah besar sehingga hampir sebuah kepalan tangan pun bisa dijejalkan kedalam.

"Heeeee. . . .heeeeee. . . .heeee. . . .Eeei keledai gundul, kau tidak becus jadi saksi dan juri. aku lihat lebih baik kalian cepat grinding pulang keganung Go-bie san" serunya sambil tertawa dingin-

"Hasil pertandingan kali ini berkesudahan seri kenapa aku harus tetap berada dalam deretan yang terakhir seperti dulu?"

Setelah mendengar pembicaraan sihweesio serta sitosu itu Lam Keng Pak pun baru tahu jika mereka bukan lain adalah Liong Ceng dari Go-bie-san serta Hauw-to dari Thian san.

Walaupun kedudukan kedua orang jago lihay ini tidak berada dibawah empat manusia kaya tapi berhubung mereka sangat jarang berkelana dalam bulim maka nama besarnya tidak sampai melebihi kecemerlangan nama tiga manusja miskin empat manusia aneh.

Boe Liang so Hud" kembali Hauw Too jien berseru memuji. "Menurut penglihatan pinto, walaupun kalian berdua sama2 jatuh kecundang satu kali, tapi kerugian yang diderita Phoa sieu jauh lebih besar, bila diatur urutannya jelas kau harus berada dibawah kedudukan sipencuri sakti Pek Li Gong Loo-sicu"

siperempuan janda kawin tujuh kali semakin gusar lagi sehingga susah ditahan-

"Eeeei hidung kerbau, coba kau terangkan dibagian mana Loo-nio sudah menderita kerugian besar?"

"Bertarung melawan jago lihay, yang diutamakan menjaga tempat2 bahaya jangan sampai diserang musuh, jalan darah Cian cing serta Tiong coe walaupun merupakan jalan darah kematian tapi jalan darah Tiong Khek Hiat jauh lebih penting daripada jalan darah lainnya terutama sekali kau sebagai wanita, jalan darah ini sudah sepatutnya dijaga paling utama, kini celana Phoa sicu kena tersambar robek ini cukup membuktikan bahwa. ."

siperempuan janda kawin tujuh kali segera membentak keras, selagi ia siap melancarkan serangan mendadak dari rombongan penonton melayang keluar sesosok bayangan manusia langsung menyambar kehadapan perempuan itu,

orang ini berusia setengah baya, wajahnya gagah dan badannya kekar, setelah menjura kearah kedua orang wasit ujarnya "Cayhe adalah seorang lelaki yang belum lulus ujian ilmu silat, saat ini ingin sekali melakukan perbuatan kedudukan yang terakhir dari tiga manuka miskin dengan siperempuan janda kawin tujuh kali ini"

Lam Kong Pak tak berhasil melihat suatu keistimewaan dalam ilmu silat yang dimiliki orang ini, tak terasa ia ikut mengucurkan keringat dingin juga menguatirkan keselamatannya, demikian halnya pula dengan para penonton, rata2 pada memandang keatas panggung dengan wajah kurang percaya.

PEREMPUAN Janda kawin tujuh kali yang kena dibabat robek celananya sama sekali tidak pikirkan urusan itu dihati seraya tertawa seram ujarnya: "Hanya mengandalkan beberapa kerat tulang-tulang lemas dari kau bangsat cilik juga ingin rebut nama dengan Loo-nio?"

"Bicara dimulut tiada bukti, bila ingin tahu kita coba2 saja diatas ilmu silat" seru lelaki berusia setengah baya itu sambil tertawa dingin-

"omintohud sicu harap suka melaporkan nama dan perguruanmu" teriak Liong Ceng lantang. "Lak Gwat soat atau salju Bulan keenam Tong Hwie, ciangbunjin angkatan ketiga dari perguruan Tong-bun, su Tzuan"

semua penonton maupun hadirin yang ada diatas panggung serta dibawah panggung jadi gempar dibuatnya, perguruan Tong bun dikeresidenan su Tzuan menjagoi dunia persilatan dengan senjata rahasianya,  walaupun nama mereka tidak tercantum dalam deretan delapan jagoan paling top tapi nama besar perguruan keluarga Tong sudah menggemparkan dunia persilatan.

Apalagi Lak Goat soat Tong Hwie paham berbagai macam senjata rahasia yang ada dalam kolong langit, dalam membengkok atau mengangguk ia bisa melancarkan berbagai macam senjata dalam arah yang berlawanan, oleh karena itu perasaan pandang rendah yang semula ditunjukkan para hadirin kiri lenyap tak berbekas bagaikan awan tertiup angin-

"Tok Tok Tok." tiga kali suara ketukan Bok Hi. menggetarkan hati setiap hadirin membubung tinggi keangkasa, sipencuri sakti mengundurkan diri dari panggung kembali ketempat duduknya, suasana dalam kalangan berubah sunyi senyap jantung Lam Kong Pak pun ikut berdetak keras.

SEJAK orang itu mengumumkan dirinya sebagai Ciangbunjien angkatan ke tiga dari berguruan keluarga Tong, su Tsuan be-ratus2 jago Bulim yang hadir disana tak berani memandang enteng dirinya lagi,

Karena dalam perbuatan gelar diantara deretan jago paling top tiada larangan untuk menggunakan senjata rahasia dalam waktu bertanding.

"Tok Tok Tok" suara ketukan Bok Hi membetot hati, menggunakan kesempatan itu pencuri sakti mengundurkan diri dari panggung dan suasana dalam kalangan berubah jadi senyap.

"omintohud harap phoa sicu bertanding sesuai dengan peraturan pasang lentera" seru Liong Ceng lantang.

Ribuan mata penonton mengiringi suara Liong Ceng yang menggetarkan telinga dialihkan keatas panggung.

Tanpak puluhan orang hwesio serta tosu cilik dengan lincah dan gesit berkelebat naik keatas panggung.

seketika itu juga seluruh angkasa bermandikan cahaya lampu yang membuat suasana jadi terang benderang.

sinar mata Lam Kong Pak per-laban2 menyapu sekejap kearah tempat yang diduduki Cioe Ci Kang sekalian, waktu itu Cioe Cien cien bersandar dalam pelukan ibunya. wajah gadis itu kelihatan rada kurus. alisnya melentik dengan mata yang sayu, ia berada dalam keadaan ter-mangu2.

Kebetulan waktu itu Cioe Ci Kang sedang melirik kearah sepasang muda mudi dari benteng Hwie Him Poo yang duduk ditempat kedua dengan pandangan seram.

sepasang muda mudi itu hanya tertawa hambar, agaknya mereka tidak memandarg cioe Ci Kang suami istri.

Mendadak terdengar suara bentakan keras bagaikan lolongan srigala bergema memenuhi angkasa, sembari membuka diri teriak siperempuan janda kawin tujuh kali "Tong Hwie Loo-nio beri kesempatan kepadamu untuk turun tangan terlebih dahulu"-

"Lak Gwat soat" Tong Hwie mendengus dingin, tidak sungkan2 lagi dengan ilmu pukulan Ku Lang Cian atau ombak genderang menyerbu perempuan janda kawin tujuh kali dengan ganas. siperempuar janda itu tidak berkelit maupun menghindar, kedua ujung bajunya saling dikebut kemuka sehingga menimbulkan suara desiran tajam kuku 'Lok Ing Kia' sepanjang beberapa senti dengan tajam meluncur kemuka, sepuluh gulung desiran angin tajam menembusi angkasa langsung mengancam jalan darah 'siauy Hay Hiat' ditubuh Tong Hwie.

Tong Hwie tidak berani menyambut datangnya serangan tersebut dengan keras lawan keras. sembari buyarkan kepalan ia menyingkir selangkah kesamping.

Dengan jurus 'To Ca Yang Liuw' atau Menanam Pohon Yang-liuw kepalan kirinya menjotos jalan darah 'Cansim Hiat' Dibawah ketiak perempuan janda kawin tujuh kali.

Perempuan itu kontan majukan kaki kirinya kemuka, badan melengkung bagaikan busur, jari2 'Lok Ing Cia' langsung mengancam badan lawan,

sisalju bulan Keenam Tong Hwie jadi terperanjat, saat inilah ia baru tahu kedelapan jago top dari dunia persilatan tak seorang pun mudah diganggu gugat. bila cuma andalkan kepalan dan tendangan jelas kepandaiannja masih terpaut sangat jauh.

siperempuan janda kawin tujuh kali sebagai seorang jago kawakan yang matang di dalam pengalaman, sudah tentu tahu juga kelihayan senjata beracun Tong Hwie, karena itu sebelum turun tangan tadi ia sudah bulatkan tekad hendak menguasai lawan terlebih dulu kemudian dengan racun lawan racun kalahkan pihak lawan-

Pikiran tersebut dengan cepat berkelebat lewat, selagi Tong Hwie kerutkan alis siap menubruk kemuka, mendadak. "sreeeet sreeeet sreeet" kelima buah jari tangan yang tajam dan berwarna biru itu tahu2 terlepas dari ujung jari bagaikan kilat meluncur keluar.

serangan ini bukan saja ada diluar dugaan Lak Gwat soat Tong Hwie, bahkan para jago yang termasuk 'Delapan jago top' serta ratusan hadirin pun pada berubah wajah.

"Lak Gwat soat Tong Hwie tidak malu disebut kakek moyangnya senjata rahasia, ia lebih rela menderita luka dibawah serangan kepalan lawan dari pada terluka oleh serangan senjata rahasia "Hwie Huang Kia" itu.

Mulutnya dipentang lebar2. lima buah bulatan bola berapi sebesar buah toh laksana petir meluncur kemuka. diiringi ia membuat gerakan2 seperti mengangguk. bongkokkan pinggang, angkat kaki dan macam2 lagi dalam waktu singkat,

"sreeet sreect sreeet sreeeet" suara berdentingan memekikkan telinga, lima gulung jari Hwie Huang Kia? terbentur dengan kelima butir bola berapi 'si sim Hiat Jioe' kontan terpental dan meluncur balik ketempat semula.

Air muka siperempuan janda kawin tujuh kali berubah sangat hebat, tanpa perduli luncuran senjata rahasia laksana air bah yang melanda datang ia melancarkan tiga buah tendangan kilat 'Kauw Hunsam Tui atau tendangan pembetot sukma mengarah lambung lawan-

Braaaaks benturan keras meledak disusul dengusan berat bergema memenuhi angkasa, jalan darah Tan Tian Hiat dari sisalju bulan Keenam Tong Hwie kena terhajar, badannya mencelat sejauh dua tombak dan roboh disisi panggung, kepalanya terkulai kebawah darah segar muncrat dari mulutnya. sedang siperempuan Janda kawin tujuh kali sendiri pun tidak memperoleh keuntungan dari serangannya itu, dengan ter-huyung2 ia mundur tujuh delapan langkah kebelakang. pundak. dada bagian depan telinga serta tulang2nya terhajar empat lima macam senjata rahasia.

Diantaranya terdapat piauw Cau Ke Pauw Jarum 'Hong wie Ciam, Peluru Wu Kiem suo serta duri Leng Ci yang paling parah lagi adalah paha kirinya yang tertancap sebuah piauw "ci Piauw" seberat satu kali.

Darah segar mengucur keluar mengikuti celananya menetes diatas papan panggung, ia menjerit ngeri tubuhnya mundur sempoyongan-

Hampir seluruh perhatian para hadirin terhisap oleh pertarungan yang ganas dan kejam ini. kecuali jeritan2 kaget tak kedengaran seorang pun yang bertepuk tangan atau bersorak sorai. suasana dalam kalangan penuh diliputi kemas gulan serta keheningan-

Dari bawah panggung ketika itu melayang datang dua sosok bayangan manusia. setibanya diatas panggung, siorang pemuda langsung lari kesisi Lak Gwat soat Tong Hwie, menjejalkan sebutir pil kedalam mulutnya dan mengempit sang badan meloncat turun-

sedang sigadis genit sambil mengempit pinggang perempuan janda kawin tujuh kali laksana kilat mencabut keluar piauw 'Yen ci Piauw' yang besarnya luar biasa dari pahanya. Alis perempuan janda itu berkerut rapat, wajahnya pucat pasti bagaikan mayat. Ketika Lam Kong Pak ikut mengalihkan sinar matanya, hatipun ikut tergetar keras.

Kiranya Yen ci Piauw yang berada ditangan gadis tersebut saat ini bukan saja besarnya sangat luar biasa, pembuatannya antik dan sangat beracun sekali. cukup melihat ketiga gumpal kulit daging yang masih berpelepotan darah pada ujung piauw yang bercabang tiga sudah membuat hati orang bergidik.

siperempuan janda kawin tujuh kali mendengus berat, wajahnya sangat mengenaskan-

Gerakan tangan gadis itu sangat cepat, dalam sekejap mata ia sudah cabuti seluruh senjata rahasia yang memenuhi badan perempuan janda itu.

Lama kelamaan 'chiet Kia Kau Pu' atau perempuan janda ini tak bisa mempertahankan diri lagi. wajahnya yang berpupur tebal makin berkerut sehingga menyeramkan bagaikan setan-

WAKTU ITU sipendeta Liong ceng telah mengumumkan hasil Pertandingan, "karena kedua belah pihak sama2 menderita luka maka urutan nama untuk sementara masih dipertahankan seperti keadaan semula".

sigadis genit yang sedang siap membimbing Perempuan janda kawin tujuh kali turun dari panggung. tiba2 mendengar si 'Lak Gwat soat' Tong Hwie berseru berat,

"Kau sudah terkena tiga macam rahasia beracunku, bila tidak cepat maka dalam tiga jam kemudian kulitmu bakal membusuk dan akhirnya mati. ambillah obat pemunahnya."

Ia keluarkan sebungkus obat pemunah, dilemparkan kearah Perempuan janda tujuh kali Phoa Coen-

"Chiat Kia Kua Pu" adalah seorang kenamaan dalamBu lim, sekalipun ia terkena senjata rahasia keluarga Tong harus dipunahkan dengan obat pemunah dari keluarga Tong pula tapi ia tidak ingin menerima pemberian tersebut, ujung bajunya dikebut keluar bungkusan obat pemunah berwarna merah tadi langsung tergulung melayang keangkasa. "Heeeeee. . .heeeeee. . .heeee. bila kau ingin cari mati

sendiri, jangan salahkan cayhe berbuat kejam lagi" seru si salju bulan keenam Tong Hwie sembari tertawa dingin tiada hentinya.

"Kau anggap sedikit racunmu bisa menyusahkan Loo nio? Hmmm jangan mimpi siang hari bolong. Ang-jie ayoh kita pergi. " Bentak perempuan itu keras-

Habis berkata dengan dibimbing gadis cabul tadi. tanpa menoleh lagi ia ngeloyor pergi dari sana.

Lak Gwat soat sendiri pun merasa tidak punya muka untuk berada disana lebih lama. setelah meronta dari cekalan pemuda tersebut. dengan sempoyongan ia pun berlalu.

Bubuk obat berwarna merah itu mengikuti tiupan angin tersebar memenuhi angkasa dan berserakan diatas papan panggung lalu mengikuti celah2 lubang berhamburan ketanah.

Suatu pertarungan sengit antara mati dan hidup pun selesai dengan demikian saja. para hadirin mulai saling berbisik membicarakan pertarungan yang baru saja berlangsung itu.

setelah suara Bok Hi ber-talu2, toosu Hauw-to per-lahan2 bangkit berdiri. ujarnya lantang "sin so Cuang Yen sang Hong Tie harap munculkan diri untuk mengadu kepandaian melawan si pencuri sakti Pek Li Gong dalam menentukan urutan kesatu dan kedua dalam urutan tiga manusia miskin"-

Toosu Hauw-to berteriak sampai tiga kali, tapi dari arah tempat duduk 'sin so cuang Yen sang Hong Tie' masih tetap kosong melompong, sedangkan sipencuri sakti sendiri telah berdiri dan celingukan keempat penjuru. Lam Kong Pak mulai berpikir keras setelah melihat suhunya belum juga munculkan diri "Haruskah aku munculkan diri untuk mewakili beliau?"

"Bu-liang-so-hud" kembali Hauw-to berseru  "Jikalau sang thay-hiap belum juga hadir maka pinto segera akan membatalkan hak kedudukannya,"

"Tahan . . ." Mendadak suara bentakan keras bergema memekikkan telinga.

segumpal awan hitam melayang turun keatas panggung membuat suasana disekeliling tempat itu jadi gaduh.

Pada waktu itu, bukan saja kedua orang wasit jadi terperanjat, sekalipun empat manusia kaya pun pada bersentak kaget. dengan ter-mangu2 mereka alihkan pandangannya kearah simanusia aneh berbaju dan celana hitam dengan perlihatkan sepasang matanya saja.

setelah siorang aneh itu berdiri diatas panggung, sepasang matanya yang tajam menyapu keempat penjuru. kursi Majikan pegadaian Bu-lim masih kosong melompong sedang Hiat so Cay sin tertawa seram, jelas ia tidak memandang sebelah mata pun terhadap orang itu.

sepasang muda mudi dari benteng Hwie HimPoo pun saling bertukar pandangan lalu melototi manusia aneh tadi tak kerkedip.

Sikap Cioe ci Kang itu Cungcu dari perkampungan Toa Loo san-cung aras2an, wajahnya menunjukkan sikap menghina sedang Cioe eien Cien disisinya serta putri dari si pencuri sakti Pek Li siang pada memandang kearah manusia aneh itu dengan rasa kejut.

orang aneh itu merangkap sepasang kepalannya, kepalanya menjura kepada ke dua orang wasit, kemudian ujarnya "Maaf, aku orang she-sang datang terlambat satu langkah sehingga mengharuskan cuwi sekalian menanti agak lama sekarang silahkan Pek Lie hong naik kepanggung untuk memberi pengajaran"

Ia berusaha keras untuk menekan suaranya serendah mungkin, tapi nada ke-kanak2annya tak bakal berhasil mengelabuhi para jago yang hadir disana.

"Pinto berani memastikan sicu sama sekali bukan ,sin so Cuang Yen sang sicu entah apa sebabnya sicu menyaru nama sang sicu?" seru pendeta Liong ceng sembari per lahan2 bangun berdiri

"Kau sebagai wasit tidak usah menaruh curiga, dengan kedudukan aku orang she-sang yang rendah tak mungkin ada yang sudi memalsukan diriku."

"Menurut apa yang loohu ketahui" Teriak si pencuri sakti Pek Lie Gong dengan suara keras. "selama hidup sang Hong Tie berani berbuat berani bertanggung jawab, selamanya tidak pernah sembunyikan asal usul sendiri. Bilamana mengatakan ia datang menghadiri pertemuan ini dengan menutupi wajah asli sendiri, kendati mati loohu tak akan percaya"

"Mau percaya atau tidak itu urusanmu sendiri, aku orang she-sang tiada kepentingan untuk memaksa kau percaya"

Pada saat itu si pendeta Liong ceng serta si loo-su HouwTo sedang bertukar pendapat dengan nada rendah, lalu berbareng bangkit dan menoleh kearah keempat manusia kaya sembari ujarnya lantang

"Peraturan dalam menghadiri pertemuan ini adalah disusun oleh sicu sekalian bersama kami sebagai wasit. satu2nya peraturan yang tertinggal justeru tiada larangan bagi mereka yang hadir dengan menutupi wajah asli sendiri, harap cuwi sekalian suka ambil Keputusan dalam soal ini" SUASANA dalam kalangan sunyi senyap bagi para hadirin yang khusus datang menonton keramaian sudah tentu mengharapkan acara yang disuguhkan semakin seru semakin menarik hati, tapi bagi keempat manusia kaya diam2 rada merasa risau.

Rata2 mereka mempunyai cara berpikir yang sama. mengakui dirinya berarti bisa melihat ilmu silatnya berasal dari aliran mana bila menolak maka suatu kesempatan yang sangat baik untuk membongkar asal usulnya bakal lenyap.

Apalagi orang ini datang dengan menyamar nama sang Hong Tie, bagaimanapun juga kepandaian silatnya tak bakal lebih lihay daripada sin so Cuang Yen sendiri.

setelah menimbang enteng beratnya, mereka merasa jauh lebih baik membiarkan orang itu ikut dalam pertarungan kali ini, apalagi pertarungan yang bakal berlangsung pun sipencuri sakti Pek Lie Gong yang harus maju terlebih dahulu, mereka bisa mendayung perahu mengikuti arah tiupan angin-

Pentolan dari keempat manusia kaya, Cioe Ci Kang itu cungcu dari perkampungan Toa Loo san cung setelah menimbang untung ruginga lantas berseru dengan suara lantang "Aku setuju memberi kesempatan baginya untuk ikut terjun dalam pertemuan ini."

"Pihak benteng kamipun setuju" seru sepasang muda mudi dari benteng Hwie Him Poo pula,

"Kalau begitu silahkan Pek Lie sicu naik keatas panggung" Teriak sitoosu Hauw To keras.

sipencuri sakti angkat bahu lalu melayang naik keatas panggung, sepasang mata keranya dengan tajam melotot lebar2.

"Bocah cilik. siapakah kau? apakah. " "Pek Li-heng, silahkan bersiap sedia." sela orang aneh itu cepat.

Pek Lie Gong sebagai seorang jagoan yang berpengalaman sangat luas kini Pek Lie merasa yakin orang ini bukan sin so Cuang Yen sang Hong Tie, karenanya makin dipikir ia semakin gemas dan mendongkol,

Sebaliknya pemuda she Lam Kong itu sendiri juga tahu Pek Lie Gong jadi orang jujur dan bersifat kependekaran, memandang pula diatas wajah Pek Lie siang ia telah mengambil keputusan dalam hatinya. Asalkan kepandaian silatnya berhasil menangkan separuh jurus dan pertahankan kedudukan sin so Cuang Yen pada puncak top diantara ketiga manusia miskin, ia tak akan membikin malu pencuri sakti ini.

"Pek Lie-heng, bersiaplah. . . ." Laksana sembaran petir ia melancarkan tiga buah serangan babatan yang gencar.

Begitu serangan tersebut meluncur keluar baik yang ada diatas panggung mau cun yang ada dibawah panggung pada melengak dibuatnya. bukankah serangan ini menggunakan ilmu telapak 'Lian Tiong sam Yen' milik sin so Cuang Yen?

sedikit pun tidak salah, bahkan serangan demi serangan makin mendahsyat, pada serangan yang terakhir ia berhasil menggetar mundur Pek Lie Gong sehingga terdesak selangkah kebelakang.

Pada dasarnya sipencuri sakti tidak percaya dia adalah sang Hong Tie, sudah tentu tidak berjaga pula terhadap serangan ilmu telapak 'Lian Tiong sam Yen' ,justeru karena dia terlalu pandang rendah kepada pihak lawan.

setelah kena terdesak dibawah angin cahaya muka pun sirap. ia membentak keras ilmu Pukulan 'san Tian cap sam sih' langsung dilancarkan dengan sepenuh tenaga. Ciaaaak Braaaak Braaak kedua orang itu saling bertukar pukulan sebanyak tiga kali, PeK Lie Cong kena terdesak mundur tiga langkah kebelakang. air mukanya kontan berubah hebat. sepasang mata monyetnya ber-api2.

Sedangkan Lam Kong Pak sendiri tegak berdiri, sedikit pun tidak bergeser. bahkan jika ditinjau keadaannya belum mengerahkan sepunuh tenaga,

Rasa kejut yang dialami Pek Lie Gong kali ini susah dilukiskan lagi, pikiran dengan tiada hentinya berputar terus.

Jangan dikata manusia aneh ini bukan anak murid sang Hong Tie sekalipun suhu dari sinso Cuang Yen pun rasanya jauh lebih pantas.

Beruntun Pek Lie Gong menerima anak buah serangan lawan, akhirnya ia sadar dirinya bukan tandingan orang itu.

Tapi dibawah tontonan para hadirin sedemikian banyaknya, mungkinkah ia menyurut mundur dari atas panggung?

Terpaksa dengan mengepos semangat, sekali lagi ia terjang kedepan dengan mengeluarkan ketiga buah jurus terakhir dari ilmu pukulan kilatnya san Tien cap sah sih.

"Braaaak Braaaak Braaaak" kembali tiga kali suara bentrokan keras bergema memecahkan kesunyian membuat panggung bergetar keras bahkan permukaan tanah pun terasa bergetar bagaikan gempa bumi.

Jurus terakhir yang digunakan Lam Kong Pak adalah Cuang Yen ci Te atau Mahasiswa lulus ujian dari ilmu telapak 'Lian Tiong sam Yen ciang Hoat',

sejak ia memperoleh bantuan tenaga Iwee-kang dari Coe Lie Yap serta mempelajari ilmu payung maut 'Mo san sam sih" baik dalam tenaga dalam jurus serangan telah memperoleh kemajuan yang pesat. sudah tentu Pek Lie Gong bukan tandingannya.

Duk, duk. duk." ber-turut2 tubuh Pek Lie Gong kena didesak mundur delapan langkah kebelakang, lengan kanannya susah diangkat kembali sedang Lam Kong pak tetap berdiri tidak goyah.

Pencuri sakti ini mulai menyadari dirinya bukan tandingan lawan, dengan napas memburu seperti kuda teriaknya serak: "Bocah ciiik. kau sungguh hebat sekali Loohu takut dan mengaku kalah, boleh bukan kau sebutkan asal usulmu ?"

"Maaf soal ini susah kujawab "

"Hmmm Loohu berani memastikan antara kau dengan sin so Cuang Yen sang Hong Tie punya hubungan yang sangat erat. kepandaianmu jauh berada diatas dirinya."

"Pek Lie Gong terlalu memuji Karena siauwte mendapat instruksi dalam pertemuan ini harap Pek-lieheng suka memaafkan dan kini bila kau suka turun tangan kita sudahi saja pertarungan kita sampai disini untuk kasih kesempatan pada yang lain untuk maju lebih jauh"

"Baik"

PEK LIE GONG ber-sama2 Lam Kong Pak melayang turun dari atas panggung dan balik kekursinya masing2,

Dengan tenangnya Lam Kong Pak menduduki kursi yang khusus disediakan untuk 'sin so Cuang Yen' sang Hong Tie. sinar mata penuh keheranan bermunculan dari empat penjuru dan ber-sama2 dialihkan keatas tubuhnya. Terutama sekali Cioe Cien cien ia bangun berdiri hendak menyapa tapi merasa ragu takut salah mengenali orang lain, sikapnya serba susah dan rikuh sekali.

Sedangkan Pek Lie Siang membisiki beberapa patah kata kesisi telinga ayahnya Pek Lie Gong disusul tubuh pencuri tua itu tergetar keras dan alihkan sinar matanya kemari.

Lam Kong Pak pura2 tidak melihat, sepasang matanya memandang jauh ketengah angkasa. bagaikan bintang2 dilangit jauh lebih berharga baginya untuk dipandang. "Tok, Tok. Tok" sitoosu Hauw-to berseru lantang

"Menang kalah diantara sicu berdua sudah jelas tertera, urutan nama tetap seperti ssdia kala. dan pertemuan dilanjutkan lebih jauh"

sang gadis dari benteng Hwie Him Too yang menyaru sebagai Tiauw sian sewaktu ada diperkampungan Toa Loo san cung tempo dulu, per-lahan2 bangkit berdiri dan berjalan kehadapan wasit.

"Liuw Hwie Yen dari benteng Hwie Him Poo mendaftarkan diri" katanya lembut. Lalu melayang keatas panggung dan men-jura keempat penjuru. "siauw li Liuw Hwie Yen mohon petunjuk dari para jago yang hadir disini "

Baju yang dikenakan berwarna putih salju bentuk badannya laksana bidadari turun dari Kahyangan, ditambah pula wajahnya cantik menawan hati membuat orang terpesona dibuatnya.

Waktu itu Lam Kong Pak dapat menangkap pembicaraan beberapa orang yang ada disisinya dengan suara lirih. Kiranya sepasang muda mudi dari benteng Hwie Him Poo ini adalah dua orang jagoan yang termasuk diantara empat manusia kaya.

Liuw Hwie Yen sigadis manis bergelar Tok so Tiauw sian atau si Tiauw sian tangan beracun sedang sang  Pemuda itu bernama Liuw Bauw siang dengan gelar 'Giok Bian wie Tuo' atau si Wie Tuo berwajah Pualam mereka berdua adalah kakak beradik,

Disebabkan si Tok so Tiauw sian pernah turun memberi pertolongan kepada Lam Kong Pak sewaktu berada diperkampungan Toa Loo san-cung tempo dulu, maka terhadap dirinya pemuda ini menaruh rasa simpatik.

Mendadak sesosok bayangan hitam bagaikan burung elang melayang ketengah udara setinggi sebelas dua belas tombak lalu dengan gerakan Yu Ing Lok swie atau ikan seriti Masuk keair meluncur kebawah dan tanpa menimbulkan sedikit suara pun melayang turun tepat dihadapan si Tiauw sian Tangan Beracun Liuw Hwie Yen-

orang ini berwajah halus dengan bibir yang kecil, mata yang bulat menarik hati. tapi memakai pakaian singset kaum lelaki, dadanya terepes sedang sepasang kakinya kecil mungil tidak sampai tiga coen-

suasana dibawah panggung kontan menjadi gempar, sedang air muka Cioe Ci Kang serta 'Giok Bian wie Tuo' Liuw Hauw siang berubah sangat hebat.

Liuw Hwie Yen yang ada diatas panggung walaupun berusaha keras untuk mempertahankan ketenangannya tak urung kelinatan juga sikapnya yang gelisah.

Lam Kong Pak menyadari simanusia aneh lelaki bukan lelaki, perempuan bukan perempuan ini pasti seorang jagoan yang punya nama besar, hawa murninya segera disalurkan mengelilingi seluruh tubuh dan telinganya dipasang baik2 mencuri dengar pembicaraan dari Cioe Ci Kang dengan isterinya.

Terdengar cioe Ci Kang berkata dengan nada serius "orang ini adalah salah satu anggota Im Yang Pat Khie atau delapan Jagoan Aneh Manusia Banci anak buah majikan pemilik pegadaian Bu-lim. katanya Im Yang Pat Khie terdiri dari banci2 semua, tapi kepandaian silat yang dimiliki teramat lihay. ini hari si Tiauw sian tangan beracun telah menjumpai dirinya. mungkin tak bakal memperoleh hasil yang menyenangkan bagi dirinya,"

sebutan 'im Yang Pat Khie' baru didengar Lam Kong  Pak untuk pertama kalinya tapi cukup ditinjau dari sikap serius para jago ia pun menyadari orang ini kemungkinan besar susah dihadapi.

"Tok. Tok. Tok." suara ketukan Bok Ho memecahkan kesunyian, per la han2 sitoosu Hauw To bangkit berdiri.

"sicu silahkan utarakan nama besarmu "

"Hiiiii-hiiii. ..." Manusia siluman itu cuma tertawa kegelian saja. ucapan dari Hauw-to sama sekali tidak digubris.

sinar matanya dengan penuh kegenitan mengerling sekejap kearah Liuw Hwie Yen, kemudian sahutnya "Gelarmu adalah Tiauw sian, biarlah aku jadi Loe Pooh nya. Loe Pooh mempermainkan Tiauw sian sudah menjadi buah bibir masyarakat sejak ribuan tahun berselang. nonaku yang manis. kau bilang betul tidak?".

tangannya dengan cekatan menyambar kemuka hendak menjawil pipi Liuw Hwie Yen.

"Siluman iblis yang tidak tahu malu" Bentak gadis she Liuw itu dengan penuh kegusaran. Ujung bajunya dikebut keluar, sedang badannya menyingkir selangkah kesamping. siapa nyana gerakan tubuh siluman ini benar2 sangat luar biasa, sedikit ujung kakinya menutul tanah badannya sudah mendesak kehadapan Liuw Hwie Yen

sepasang tangan dipentangkan satu keatas yang lain kebawah, tangan kanannya menggunakan cengkeraman maut sedang tangan kirinya dengan jari tengah bagaikan kail mengorek kearah Kelamin Liuw Hwie Yen yang terletak dibawah tubuh. suasana menjadi gempar, Liuw Hauw siang dengan gusar menggembor keras.

Dengan perasaan jengah bercampur murka gadis itu menyingkir kesamping, tangan kirinya dipentangkan lebar2, dengan gerakan "Hwie Him Pat sih" atau delapan gerakan Beruing terbang mengejar kemuka, sedang tangan kanannya menyusup kedalam ujung baju siap melancarkan serangan bokongan.

siluman itu tertawa cabul, badannya maju selangkah kedepan, ujung kakinya yang kecil melayang keudara melancarkan tendangan berantai mengancam jalan darah Tiong Khie Hiat.

Tok so Tiauw sian Liuw Hwie Yen benci siluman ini karena menggunakan jurus yang cabul dan tidak tahu malu, tangan kirinya melancarkan serangan kosong mengiringi badannya meluncur tiga langkah ditengah udara tangan kanannya langsung mengayun kemuka.

"sreeeeet" sebilah garpu baja sebesar lima coen dengan memancarkan cahaya gemerlapan meluncur kemuka mengancam dada bagian depan siluwan tersebut.

siluman banci yang tubuhnya masih ada ditengah udara sama sekali tidak menjadi gugup, menanti garpu baja tadi yang hampir mengenai badannya mendadak ia pentang mulutnya menggigit senjata tadi kencang2.

Melihat kelihayan pihak lawan Lcuw Hwie Yen merasa hatinya berdesir, ia tidak berani berlaku gegabah lagi, sepasang tangannya ber-sama2 mengayun kemuka berulang kali.

"Sreeeet Sreeeet Sreeeeet " Dua puluh batang garpu baja bagaikan ular perak meluncur kemuka mengancam seluruh bagaian berbahaya dari manusia banci itu.

Baru saja garpu baja tadi menyambar disisi siluman tersebut kembali suara ledakan bergema memecahkan kesunyian. setiap batang garpu baja mendadak memecahkan diri jadi tiga bagian.

Dalam sekejap mata enam-tujuh puluh batang garbu dengan suara desiran tajam menancap semuanya diseluruh tubuh siluman banci itu.

suasana dibawah panggung jadi gempar, hanya Toa Loo san cangcu seorang tertawa dingin tiada hentinya.

Baru saja Liuw Hwie Yen berdiri melengak manusia itu dengan seluruh tubuh penuh garpu baja laksana kilat menubruk kebawah, yang paling mengejutkan hatinya adalah keadaan siluman tersebut ternyata biasa2 saja alisnya tidak berkerut, darah tidak mengalir, walaupun seluruh badannya penuh bersarang garpu baja.

Gerakan tubuh siluman banci itu cepat susah dilukiskan, dimana lengannya berkelebat lewat tahu2 ia sudah berada lima coen didepan tubuh Liuw Hwie Yen, telapak tangannya berubah jadi merah ber-api2 keadaannya sangat mmyeramkan. "Aaaach cengkeraman Hwie Liong cau. "

Dengan pecah nyali Liuw Hwie Yen berusaha mengundurkan    diri,    tapi    keadaan    tidak mengijinkan, dengan terpaksa ia berusahaa menghindarkan wajah sendiri terhajar serangan lawan-

Braaaaak " pundaknya terasa amat sakit sehingga merasup dalam tulang sumsum, bajunya terbakar dan gadis itu mundur lima langkah kebelakang dengan sempoyongan.

si Wie Tuo berajah pualam Liuw Hauw siang langsung bangun berdiri, tapi ia berdiri tak bergerak. sepasang matanya melototi manusia siluman itu tak berkedip. karena itu ia tidak percaya setelah seluruh tubuh siluman itu terhajar enam, tujuh puluh batang garpu baja sedikit pun tidak mempercayai pandangan mata sendiri karena dari mulut luka garpu baja itu bukannya mengucurkan darah berwarna merah, melainkan semacam cairan  putih bagaikan susu.

Dengan pengetahuannya yang luas si Ciok Biau We TUo segera mengetahui inilah hasil latihan sebangsa tenaga lweekang aliran sesat dengan dalih menghisap tenaga Im untuk mencukup tenaga Yang dan menghisap tenaga Yang untuk mencukupi tenaga Im.

Lama kelamaan dalam tubuh akan terjadi suatu perubahan, bila kepandaiannya telah mencapai taraf kesempurnaan maka cairan darah yang berwarna merah akan berubah jadi cairan putih.

Dalam sekejap mata Liuw Hwie Yen mundur lima enam langkah dengan sempoyongan seluruh tubuhnya gemetar keras. agaknya ia sudah menderita luka dalam yang amat parah.

sebaliknya siluman tersebut diiringi gelak tertawa cabulnya selangkah demi selangkah mendesak maju lebih mendekat. Cioe ci Kang tertawa seram tiada hentinya jelas terhadap penyerbuan serta pengacauan Liu Hwie Yen kakak beradik kedalam perkampungan Toa Loo san-cung tempo dulu masih mendendam dihati. ia berhasrat melihat Liuw Hwie Yen roboh bermandikan darah diatas panggung.

Suasana diatas panggung dan dibawah panggung diliputi Kesunyian, terutama sekali Liuw Hauw siang.

Walaupun ia tahu adiknya berada dalam keadaan bahaya, tapi tak mungkin baginya untuk meloncat naik keatas panggung. karena nama besar empat manusia kaya amat cemerlang dalam dunia persilatan, ia tidak ingin merusak peraturan pertemuan tersebut.

Tok. tok tok." ketukan Bok Hi berkumandang memenuhi angkasa, pendeta Liong ceng serta Toosu Hauw To ber sama2 bangun berdiri

"Sicu ini berhasil menangkan pertarungan kali ini, pertandingan dihentikan sampai disini dan harap sicu suka menyebutkan nama besarmu" Teriaknya hampir berberang.

"Cayhe adalah anggota terakhir dari 'Im Yang Pat Khie' dibawah pimpinan majikan pemilik pegadaian Bu-lim. 'Hwie Liong Na-Kha' atau si Na-kha raja berapi lie siauw Ciu" sahut siluman itu sambil berhenti.

Ucapan itu menggetarkan hati Lam Kong Pak, sebagian besar jago2 Bu-lim kebanyakan mengetahui diantara delapan jago paling Top dalam Bu-lim adalah majikan pemilik pegadaian Bu-lim berilmu paling tinggi,jejaknya paling misterius dan siapa pun belum pernah menjumpai wajah aslinya.

sungguh tidak nyana kepandaian silat dari Im Yang Pat Khie yang terbuncitpun sedemikian luar biasanya, tak usah dibayangkan Lagi kepandaian silat majikan pemilik pegadaian benar2 susah dilukiskan,

Mengambil kesempatan yang sangat baik inilah Liuw Hwie Yen meloncat bangun dan melayang balik  kekursinya, Liuw Hauw siang segera turun tangan mengobati luka adiknya itu.

setelah si Na-kha naga berapi berhasil menunjukkan kelihayannya diatas panggung, dengan perasaan penuh kebanggaan ia bertolak pinggang. teriaknya

"Apakah ada siapa lagi yang ingin naik kepanggung untuk memberi petunjuk?" sembari berseru, sepasang matanya melirik sekejap kearah si Wie Tuo berwajah pualam Liuw Hauw siang.

Waktu itu Liuw Hauw siang telah selesai mengobati luka adiknya, dengan gerakan 'Liong Heng Itsih' atau Naga menyelinap ia melayang naik keatas panggung.

Dasar sifat Hwie Liong Na Kha ini masih ada separuh berbau wanita. cabulnya sangat luar biasa. Melihat ketampanan wajah Liuw Hauw siang yang menarik hati, napsu birahi kontan berkobar.

"Liuw Toako" serunya sembari tertawa cadul. "Coba kau lihat bagaimanakah wajahku Lie siauw Cin?"

saking gemas dan bencinya kepingin sekali Liuw Hauw siang membinasakan siluman cabul ini, dengan hati mendongkol ia meludah keatas tanah.

Tanpa melirik sekejap pun kearahnya pemuda ini membentak keras: "Macam apakah kau siluman terkutuk begitu bernyali berani memanggil aku orang she Liuw dengan sebutan tersebut" Diiringi suara bentakan keras. ia melancarkan satu serangan dahsyat dengan menggunakan ilmu andalan benteng Hwee Him Poo 'Hwee Him Pat sih'.

Begitu menyerang ia telah menggunakan tenaga sepuluh bagian hawa khiekang menderu diempat penjuru membentuk suatu gulungan gelombang dahsyat yang membetot hati.

Hwee Liong Na-kha tidak berani berlaku gegabah, ilmu 'Hwee Liong Cau'nya yang lihay pun segera dikeluarkan.

Liuw Hauw siang yang namanya ikut tercantum diantara empat manusia kaya, kepandaian silat yang dimilikijauh lebih tinggi dari kepandaian adiknya, pengalamannya dalam menghadapi musuh pun sangat luas.

Ia tahu pihak lawan mengandalkan ilmu siluman yang luar biasa dahsyatnya, Bertempur dengan cara begini boleh dihitung mendatangkan hasil yang memuaskan karena ilmu mencengkeram naga berapi ini baru bisa digunakan bilamana berada dalam keadaan dan waktu yang sangat bagus.

Jikalau tenaga lweekang kedua belah pihak seimbang dan masing2 pihak berusaha saling menyerang dengan mengadu jiwa, maka ilmu tadi tak bakalan bisa digunakan lagi. Dengan demikian kedua belah pihak bertanding dalam keadaan seimbang.

Untuk beberapa saat siapa pun tidak berhasil merebut kedudukan yang jauh lebih menguntungkan dari lawannya.

Ratusan jurus sudah lewat permainan 'Hwee Him Pat sih' dari Liuw Hauw siang menunjukkan kedahsyatannya membuat angin dan guntur men-deru2 tiada hentinya. Melihat pertarungan yang sedang berlagsung diatas panggung. Lam Kong Pak mulai berpikir seharusnya ia naik kepanggang untuk membasmi siluman itu atau tidak.

Karena Liuw Hwie Yen telah melepaskan budi kepadanya, jikalau saat ini Liuw Hauw siang pun bukan tandingan pihak lawan bukankah nama besar benteng Hwie Him Poo akan hancur berantakan.

Didalam waktu yang amat singkat, dua ratus jurus sudah lewat. Kedua orang itu telah bergebrak mencapai puncak ketegangan.

Tiba2 Liuw Hauw siang membentak keras tiga jurus terakhir dari ilmu 'Hwie Him Pat sih'-nya dilancarkan keluar.

seketika empat penjuru dipenuhi dengan golakan angin tajam.

"Braaaak " diiringi bentrokan keras. gulungan hawa murni yang sangat kuat itu mendesak Lie siauw Cin mundur tiga langkah dengan sempoyongan.

Menggunakan kesempatan terdorong mundur kebelakang itulah Lie siauw cin tidak mau me-nyia2kan waktu ilmu cengkeraman 'Hwee Liong Cau' segera dikeluarkan.

sebuah lengan kanan yang berwarna merah membara dengan memancarkan cahaya tajam serta menyiarkan hawa panas yang susah ditahan meluncur datang. "Aduuuuh celaka" teriak Liuw Hauw siang didalam hati.

selagi ia siap mengerahkan semua tenaganya untuk melakukan pertarungan mengadu jiwa, mendadak. . . "Tahan " suara bentakan keras bergema dari bawah panggung. diikuti sesosok bayangan hitam laksana kilat meluncur naik keatas panggung.

siapa pun tidak melihat dengan cara bagaimana orang itu melayang. tahu2 bayangan tadi sudah berdiri diantara Lie siauw Cin dengan Liuw siang.
*** ***
Note 26 September 2020
"Cersil terbaru akan di upload setiap hari Selasa, Sabtu dan Minggu.| Hari Minggu itu weekend tapi kalau cinta kita will never end"

(Regards, Admin)

0 Response to "Payung Sengkala Jilid 04"

Post a Comment

close