Panji Akbar Matahari Terbenam Bab 16 : Pahlawan bertarung dengan darah

Mode Malam
BAB 16 Pahlawan bertarung dengan darah

Bayangan itu berpisah.

Penonton belum bisa melihat dengan jelas siapakah kedua orang yang sedang bertarung itu.

Hanya terdengar suara angin pukulan dan bayangan yang sedang bergerak lalu kemudian berhenti. Kedua laki-laki itu seperti dewa yang baru turun dari langit, sekarang saling berhadapan dan saling memandang.

Yang satu adalah orang Qi Dan, memakai baju Qi Dan. Yang satu memakai baju hitam-ketat.

Itulah Xia Hou Lie dan Wo Shi Shui. Terdengar Xia Hou Lie berkata, "Baik sekali!"

Dengan dingin Wo Shi Shui berkata, "Apa yang baik?" "Ilmu silat, fisik, dan keberanian," jawab Xia Hou Lie. Wo Shi Shui masih ingin mengatakan sesuatu, tiba-tiba dia membuka mulutnya. Darah keluar dari mulutnya. Ternyata tadi pagi, di sisi sungai Huai He, Wo Shi Shui sempat dipukul Xia Hou Lie. Pundaknyapun ditusuk oleh Qian Li Hua.

Tusukan Qiao Li Hua, untuk seorang laki-laki besi seperti Wo Shi Shui bukan apa-apa, tapi pukulan Xia Hou Lie, membuatnya terluka dalam,  tidak  ada  seorangpun  yang pernah bisa berdiri lagi  setelah dipukul oleh Xia Hou Lie.

Mungkin untuk berdiripun sudah tidak sanggup.

Tapi Wo Shi Shui dalam kurun waktu 2 hari berturut-turut terkena pukulan Xia Hou Lie sebanyak 2 kali! sekarang Wo Shi Shui masih belum roboh.

Tapi pertarungan yang berlangsung seperti kilat tadi, dalam 12 jurus telah membuat luka dalam Wo Shi Shui kambuh lagi ketika dia ingin bicara, tapi yang keluar malah darah.

Sejak kecil tubuh Wo Shi Shui memang sangat kuat, berbeda dengan orang lain, dia pernah mengalami kejadian aneh dan sempat mendapatkan obat langka mengobati lukanya. Karena alasan itulah maka tubuhnya sangat kuat. Tidak semua orang biasa bisa menandinginya.

0-0-0

Sesudah Wo Shi Shui muntah darah dia menghela nafas dan berkata, "Jangan banyak bicara lagi!"

"Kau seorang laki-laki sejati. Aku akan membantumu," kataXia Hou Lie.

"Tidak perlu, aku masih bisa bertahan hidup," seru Wo Shi Shui. "Tapi sayang, kau tidak akan bisa hidup sampai 15 menit

kemudian," Xia Hou Lie menggelengkan kepala.

"Kita harus bertarung dulu baru akan tahu hasil akhirnya," Wo Shi Shui tertawa dengan dingin. "Walaupun aku berniat membantumu, tapi sekarang sudah tidak bisa," Xia Hou Lie tiba-tiba bicara seperti itu.

"Oh ya?" Wo Shi Shui merasa aneh dengan perkataannya. "Karena..." Xia Hou Lie menarik nafas panjang.

Wo Shi Shui masih mendengarkan. Dengan ringan Xia Hou Lie melanjutkan lagi, "Aku berniat untuk membunuhmu dan akan segera membunuhmu."

Sambil bicara seperti iut dia sudah menyerang dengan 34 jurus andalannya.

34 jurusnya adalah ilmu silat yang perubahan nya susah diduga. Wo Shi Shui sudah. tidak sanggup menerima serangannya.

Dengan kondisi tubuhnya yang sekarang, dia tidak bisa menyambut satu juruspun.

0-0-0

Wo Shi Shui berpikir dia tidak akan sanggup menyambut semua serangan Xia Hou Lie.

Kalau tidak bisa, tentu saja jangan disambut. Ini adalah prinsip Wo Shi Shui.

Wo Shi Shui memukul dengan kepalannya. Hei Hu Tou Xin (harimau hitam mencuri hati).

Dalam ilmu silat, jurus itu adalah jurus paling umum dan paling mudah dilakukan, setiap orang pasti bisa melakukannya.

Tapi saat jurus ini dikeluarkan, tampak ada satu keistimewaannya.

Melancarkan jurus Hei Hu Tou Xin dengan sempurna, harus cepat, tepat dan ganas.

Walaupun Xia Hou Lie menyerangnya dengan jurus apapun atau dengan 34 jurus andalan menyerangnya secara bertubi-tubi, Xia Hou Lie tetap tidak akan bisa menghiraukan jurus ini. Jurus yang paling sederhana seringkali merupakan jurus yang paling berguna.

0-0-0

Bayangan kepalan segera menghilang.

34 jurus serangannya berubah menjadi bayangan tubuh. Dengan cepat bayangan itu mundur.

Untuk mematahkan jurus Hei Hu Tou Xin, dia melakukan 34 tendangan.

Xia Hou Lie tidak bergerak. Walaupun penonton terus  melihatnya, orang itupun tidak akan tahu. Dia telah menendang 34 kali tendangan yang hebat dan ganas.

Hanya Xia Hou Lie bisa memberikan jawabannya, satu kali tendangannya sama dengan menendang mati seekor kuda Qi Dan yang gagah. Apalagi bila menendang orang.

Wo Shi Shui tidak berusaha menghindar.

Dia membalikkan tangan. Dengan jurus Hai Ti Lao Yue (Dasar laut, menjaring bulan), dia mencengkram kaki Xia Hou Lie dengan tangannya.

Jurus Hai Ti Lao Yue sangat sederhana. Orang yang baru belajar ilmu silat juga dalam waktu setengah hari bisa langsung menguasainya. Tapi begitu jurus itu dilancarkan, seekor nyamuk yang lewatpun bisa ditangkap olehnya tapi tidak melukai kaki atau sayap nyamuk itu.

Jurus ini pasti dimiliki setiap perkumpulan tapi tidak ada orang yang bisa menguasainya sempurna seperti Wo Shi Shui.

Mengerti tidak akan gunanya, mengerti kapan bisa dipakai baru tahu bahwa jurus itu sangat berguna.

0-0-0

Semua bayangan tendangan tiba-tiba menghilang. Xia Hou Lie sudah berada di belakang Wo Shi Shui.

Entah dengan cara apa Xia Hou Lie menghindar, nyatanya sekarang Xia Hou Lie sudah berada di belakang Wo Shi Shui dan sudah menyerang dengan telapak tangannya.

Wo Shi Shui seperti tahu Xia Hou Lie akan menghampiri ke belakangnya. Dia menolehkan kepalanya dan siap memukul.

Du Pi Hua Shan (Membelah Hua Shan).

Jurus Du Pi Hua Shan, semua perkumpulan di dunia persilatan pasti memiliki jurus ini. Tapi setiap kali bertarung jarang ada yang menggunakan jurus ini, karena jurus ini terlalu kuno dan sudah terlalu tua.

Tapi Wo Shi Shui mengeluarkannya sekarang ini.

Walaupun Xia Hou Lie bisa menggetarkan Wo Shi Shui hingga organ tubuhnya hancur, tapi Wo Shi Shui jamin dia bisa membelah Xia Hou Lie menjadi 2 bagian.

Tentu saja Xia Hou Lie tidak mau sama-sama berkorban jiwa.

Di antara orang-orang Qi Dan, dia yang terkenal paling pemberani. Dalam usia 9 tahun, dia sudah bergulat dengan cheetah. Usia 10 tahun bisa menangkap harimau tapi selama ini dia belum pernah bertemu orang seperti Wo Shi Shui, sama-samatidak pernah merasa takut.

Kalau dia bisa menggetarkan Wo Shi Shui sampai organ dalamnya hancur, resikonya diapun akan terbelah menjadi dua, apa gunanya semua ini?

Karena itu dia menarik kembali tangannya kemudian berputar dan mengeluarkan lagi tangan yang lain untuk menahan telapak Wo Shi Shui!

Tapi waktu itu pukulan tangan kosong Wo Shi Shui tiba-tiba berubah.

0-0-0 Berubah menjadi jurus aneh, cepat, dan sadis.

Telapaknya berubah menjadi kepalan. Jarinya mematuk kemudian dari bentuk patukan berubah menjadi kaitan. Dari bentuk kaitan menjadi cakar. "He!" Dia sudah mencengkram tangan kanan Xia Hou Lie.

Pada waktu bersamaan, ilmu silat Xia Hou Lie pun berubah. Jurus Xia Hou Lie berubah dari telapak  menjadi  kepalan.  Dengan  sangat bertenaga dan cepat, dia mengeluarkan serangan. Jurus itu juga merupakan jurus Hei HuTouXin.

BUG, kepalan itu mengenai Wo Shi Shui.

Ini adalah ketiga kalinya Wo Shi Shui terkena pukulan dari Xia Hou Lie.

Sebenarnya bukan karena Wo Shi Shui tidak melihat jurus ini, melainkan karena dia mengira dia berhasil mencengkram tangan kanan Xia Hou Lie. Tangan Xia Hou Lie yang sudah terluka, pukulannya menjadi tidak bertenaga.

Tapi Wo Shi Shui segera mengetahui keadaan ini, dia telah salah tafsir dan melakukan kesalahan besar.

Karena kekuatan tubuh Xia Hou Lie tidak seperti yang diperkirakannya.

Beberapa kali melakukan perubahan, dia merasa sangat lelah. Cakar yang menusuk ke tangan Xia Hou Lie tidak berhasil membuat Xia Hou Lie terluka, apalagi untuk mematahkan tulang dan nadi. Kepalan tangan Xia Hou Lie mengenainya tanpa ampun.

Begitu terkena kepalan itu, Wo Shi Shui tidak mampu bertahan lagi dan diapun melayang keluar.

Melayang keluar dari panggung.

Xia Hou Lie tahu bahwa Wo Shi Shui tidak bertenaga lagi, maka diapun bertahan dengan tubuh terluka supaya bisa memukul Wo Shi Shui keluar dari arena pertarungan. Perkiraan Xia Hou Lie tidak meleset.

0-0-0

Tidak, hanya melakukan sedikit kesalahan.

Memang Wo Shi Shui dipukul hingga melayang keluar dari panggung, tapi sebelum dia melayang, dia telah melakukan sesuatu.

Sebenarnya hal ini bukan merupakan hal penting yang harus diperhitungkan. Dia hanya mengencangkan kekuatan cakarnya.

Karena cakarnya dikencangkan, berarti tangan Wo Shi Shui dan tangan Xia Hou Lie saling berpegangan. Kalau Wo Shi Shui melayang, otomatis Xia Hou Lie terbawa.

Karena Xia Hou Lie masih menyayangi tangannya, dia tidak akan diam dan membiarkan tangannya putus.

Hanya dalam waktu singkat, Xia Hou Lie bisa memikirkan cara supaya dia tidak terbawa oleh Wo Shi Shui. Tapi Wo Shi Shui melakukan satu tindakan lagi.

Dia membuka mulut dan memuntahkan darah. Darah menyembur ke wajah Xia Hou Lie.

Ini terjadi setelah Wo Shi Shui terkena pukulan Xia Hou Lie untuk ketiga kalinya, Wo Shi Shui menyembur wajah Xia Hou Lie dengan muntahan darahnya untuk kedua kali.

Darah menyemproti wajah Xia Hou Lie. Walaupun dapat menahan dengan tenaga dalamnya tapi Xia Hou Lie tetap merasa sakit dan tidak bisa membuka matanya

Waktu itu, mereka berdua sudah melayang keluar dari panggung dan terjatuh ke tanah

Xia Hou Lie telah melukai Wo Shi Shui dan dia mengira Wo Shi Shui kalah, karena itu dia menahan sakit dicakar Wo Shi Shui. Tapi dia tidak menyangka karena cakaran ini, telah membuatnya terjatuh dari panggung Wo Shi Shui sudah memperhitungkan semua ini. Dia memilih mengorbankan tubuhnya supaya hasil akhir babak keempat adalah seri.

Pelan-pelan Xia Hou Lie membersihkan darah di wajahnya. Dalam hati dia berdoa, supaya jangan lagi bertemu musuh seperti Wo Shi Shui selamanya.

0-0-0

Wajah Wo Shi Shui sangat pucat. Bahkan untuk berdiripun sudah tidak sanggup.

Nafasnya terengah-engah, menggeser tubuhnya juga sangat sulit.

Tidak ada orang yang bisa menahan pukulan Xia Hou Lie, tapi dia sudah 3 kali menerima pukulan Xia Hou Lie. Shen Tai Gong yang sudah terluka, tergopoh-gopoh mendatangi dan segera memapahnya.

Terdengar Wo Shi Shui sambil tertawa kecut, .berkata, "Lao...

Shen.. .aku.. .tidak.. .kalah.. .kan?"

Shi Wen Sheng yang berada di atas panggung berteriak lagi, "Pihak Song dan pihak Jin bertarung, hasil babak kelima, dari pihak Song diwakili Wo Shi Shui. Dari pihak Jin diwakili Xia Hou Lie. Mereka bersama-sama jatuh keluar panggung, maka hasil akhir pertarungan babak kelima adalah seri. Sampai sekarang pihak Song telah menang 2 babak, dan seri 3 babak. Masih ada 2 babak yang belum dipertandingkan"

0-0-0

Pada saat pertarungan antara Xin Wu Er dan Xi Wu Hou, penonton terus bersorak. Pada babak pertarungan antara Bao Xian Ding dan Wan Yan Zhu, penonton bergemuruh seperti guntur, pada pertarungan antara Shen Tai Gong dan Ge La Tu, penonton menahan tawanya karena tingkah laku Shen Tai Gong yang lucu. Terakhir Shen Tai Gong turun panggung dan Ge La Tu terbanting di bawah panggung. Mereka merasa masih ingin tertawa lagi. Tapi begitu memasuki pertarungan antara Xia Hou Lie dan Wo Shi Shui, jurus-jurus yang mereka lakukan sangat cepat. Penonton sama sekali tidak bisa beraksi melihat mereka, bagaimana cara mereka bertarung. Hanya melihat ada bayangan yang berkelebat. Jurus-jurus mereka sangat sederhana. Kemudian terlihat Wo Shi Shui muntah darah. Xia Hou Lie tertarik hingga turun dari panggung. Walaupun penonton ingin bersorak tapi tidak tahu harus dimulai dari mana.

Hanya ada beberapa orang pesilat tangguh seperti Long Zhai Tian, Hua Hui Bu Tong, dan lainnya, pada saat melihat Wo Shi Shui dan Xia Hou Lie muncul, hati Imereka seperti digantung. Nafaspun menjadi sesak.

Babak ini sangat berbahaya, aneh, dan dalam waktu sangat singkat dilalui. Ini adalah pertarungan seperti lupa pada kematian.

0-0-0

Sewaktu Shi Wen Sheng meneriakkan babak keenam, Long Zhai Tian dan Luo Tong Bei bersama-sama berdiri!

Di dalam hembusan angin, alis dan rambut putih Long Zhai Tian melayang-layang. Dia melihat Shi Hu. Luo Tong Bei.

Kata Luo Tong Bei, "Pendekar Long, aku yang akan bertarung!" Kata Long Zhai Tian, "Aku yang bertarung!"

"Aku akan mencari tahu dulu sampai di mana kemapuan ilmu silatnya. Jika aku kalah, Pendekar bisa menjadikan ini sebagai pengalaman untuk mengalahkan Jin Zhen Ying!"

Long Zhai Tian menggelengkan kepala, "Aku pernah bertarung dengannya, aku sudah tahu sampai di mana kemampuannya. Apakah kita bisa menang, semua diatur oleh Yang Di Atas. Jika kau naik dulu, kau akan menjadi korban yang tidak perlu dikorbankan."

Luo Tong Bei dengan cepat bicara, "Aku. "

Dengan serius Long Zhai Tian berkata lagi, "Jika aku kalah, kau harus mencari cara bagaimana mengalahkannya. Saat itulah, kau harus mengusirnya dari panggung."

Terdengar dari atas ada suara dingin, "Siapa yang siap mengantarkan kematiannya? Apakah pihak Song sudah merundingkannya?"

Yang bicara adalah Pangeran Jin. Entah sejak kapan dia sudah naik ke atas panggung, tidak ada seorangpun yang tahu.

Alis dan kumis Long Zhai Tian melayang tertiup angin. Dia membalikkan tubuh kemudian melihat Pangeran. Dengan langkah tegap dia berjalan menuju panggung.

Begitu sampai di bawah panggung, hanya dengan melakukan sedikit gerakan dia naik ke atas panggung. Dia memberi hormat kepada Pangeran. Pangeran Jin melihat sikap Long Zhai Tian, diapun memembalas memberi hormat.

Tidak ada ilmu meringankan tubuh yang sangat tinggi, tidak ada ilmu silat yang kemampuannya selangit. Yang ada hanya langkah- langkah mantap dan wibawa yang tinggi.

Dari Pendekar Huai Bei, Long Zhai Tian.

0-0-0

Pangeran Jin melihat Long Zhai Tian, tiba-tiba dia berkata, "Sangat disayangkan."

"Apa yang disayangkan?" tanya Long Zhai Tian.

"Dengan kemampuan ilmu silat, kedudukanmu, kesetiaan, dan baktimu kepada negara, pihak Song seharusnya memperhatikan mu."

Long Zhai Tian tertawa dingin, "Seorang laki-laki sejati tidak membutuhkan kedudukan dan kekayaan. Pangeran tidak perlu mengatur hidupku."

Pangeran Jin tertawa, "Bagaimana dengan lukamu? Apakah kau bisa bertarung?"

Long Zhai Tian bergetar. Pangeran tertawa dingin dan berkata lagi, "Lebih baik kau ikut saja denganku. Hari ini aku bisa saja tidak membunuhmu dan bisa memberikan jabatan tinggi kepadamu. Aku jamin seumur hidupmu, tidak akan habis dipakai."

Penonton yang berada di bawah panggung tidak bersuara. Mereka diam menunggu saat kedua pesilat tangguh ini akan bertarung.

Long Zhai Tian tiba-tiba tertawa.

Sorot mata Pangeran Jin terlihat aneh dan bertanya, "Apa yang kau tertawakan?"

Long Zhai Tian tertawa, "Jangan mimpi. Putra negara Song tidak akan mau mengalah terlebih dulu!"

Sudut mulut Pangeran Jin tampak bergerak. Terasa dia sudah mengeluarkan hawa membunuh yang sadis, membuat orang merasa gentar melihatnya.

Waktu itu, cahaya memenuhi langit, naga sudah keluar dari sarangnya. Pedang Long Zhai Tian sudah keluar dari sarungnya!

0-0-0

Long Zhai Tian sudah menusuk.

Tiba-tiba Pangeran Jin terbang. Dia bergerak seperti sehelai daun kering bisa menghindari tusukan itu. Satu kali tidak mengenai sasaran, Long Zhai Tian menusuk sekali lagi.

Anehnya gerakan menusuk itu sangat lamban. Tapi wajah Pangeran Jin tampak berubah.

Dia pelan-pelan menggeser tubuhnya.

Waktu itu, pedang Long Zhai Tian tiba-tiba bergerak cepat. Cepat seperti kilat! Tubuh Pangeran Jin juga seperti kilat meloncat menghindar. Kali inipun dia masih bisa menghindar.

Long Zhai Tian meloncat, tiba-tiba dia membalikkan tubuh.

Dengan cepat menusuk lagi! Pangeran Jin dengan cepat turun. Setiap tusukan tidak bisa mengenai sasaran.

Pedang mulai bergerak pelan.

Wajah Pangeran terlihat sangat serius. Pelan-pelan dia menggeser kakinya!

Pedang baru saja menusuk setengah, gerakan Long Zhai Tian tiba-tiba dipercepat.

Tusukan ini dilakukan dengan miring. Perubahan gerakan Pangeranpun dilakukan, tiba-tiba dengan cara berbahaya Pangeran Jin menghindari tusukan dari Long Zhai Tian.

Ilmu silat Long Zhai Tian dilakukan sekali cepat, sekali lambat. Dia mencoba memahami gerakan pangeran dan pikiran ini dipikirkan Long Zhai Tian cukup lama. Hal ini dilakukan Long Zhai Tian supaya Pangeran' Jin tidak bisa mengeluarkan jurus Qing Yan Zhang yang dasyat!

Ilmu ini seperti musik, seperti air mengalir.

Satu kali cepat, satu kali lambat. Dengan irama musik menguasai orang lain.

Walaupun illmu silat Pengaran tinggi, tapi dia seperti tidak bisa keluar dari jurus pedang yang mengikuti alunan musik.

0-0-0
*** ***
Note 23 November 2020
Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Jika kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yg salah, dan teruslah melangkah.
|Serial Pendekar 4 alis telah rampung dan siap untuk dibaca, untuk membacanya silahkan klik disini : Serial pendekar 4 Alis (Completed).|
(Regards, Admin)

0 Response to "Panji Akbar Matahari Terbenam Bab 16 : Pahlawan bertarung dengan darah"

Post a Comment

close