Panji Akbar Matahari Terbenam Bab 11 : Pertarungan di dalam air

Mode Malam
BAB 11 Pertarungan di dalam air

Perasaan dingin menusuk telinganya, lalu masuk ke dalam mulut dan hidung Wo Shi Shui, lukanya terasa sakit. Rasa sakit membuatnya tidak bisa bertahan. Tapi Wo Shi Shui berusaha menahan sakitnya.

Di kalangan persilatan, baik itu musuh atau teman, bila mereka mendengar nama Wo Shi Shui, mereka pasti akan mengangkat jempol dan mengatakan, "Dia adalah laki-laki sejati."

Nama besar ini tidak didapatkan dengan mudah.

Tubuhnya terluka, membuatnya merasa sakit, tapi tidak membuat Wo Shi Shui patah semangat, luka seperti ini masih bisa ditahan, tapi teknik berenangnya sangat buruk. Sebaliknya dengan teknik silat yang dia kuasai.

Shen Tai Gong berusaha mendukungnya di dalam air.

Wo Shi Shui menahan nafas, Shen Tai Gong mendorongnya maju.

Di dalam air—karena sekarang mereka masih berada di dalam jangkauan Pangeran Jin, kalau Wo Shi Shui menjulurkan kepalanya ke atas air, dia pasti akan mati.

Katanya kalau sepasang tangan Shen Tai Gong diikat, dia masih bisa menyeberangi sungai YangZi.

Karena itu dia menggunakan sebelah tangannya memapah Wo Shi Shui, itu tidak menjadi masalah bagi Shen Tai Gong.

Tapi tiba-tiba terdengar suara BYUR, kemudian turunlah seseorang, gelembung udara tidak terlihat.

Orang itu menyelam di belakang Shen Tai Gong dan Wo Shi Shui. Wo Shi Shui dan Shen Tai Gong segera tersadar, orang yang datang adalah Ba Hai Shuang Jue, Shi Jin Tang.

Begitu Shi Jin Tang masuk ke dalam air, tusukannya sudah dipegang dengan erat.

Tangan kanan Shen Tai Gong memegang kail ikannya, tapi dia tidak berusaha menyerang Shi Jin Tang.

— Shen Tai Gong bukan takut kepada tusukan air milik Shi Jin Tang.

— Karena dia tahu meski tusukan itu dibuang, ingin melukainya juga pasti sulit.

Dia takut malah akan melukai Wo Shi Shui, Shen Tai Gong sangat mengerti kalau teknik berenang Wo Shi Shui sangat buruk.

Dan Shen Tai Gong tidak sanggup membunuh Shi Jin Tang di dalam air.

Karena itu dia hanya menunggu kesempatan datang.

Ikan-ikan yang sedang berenang, tampak ada yang berduri, bermacam-macam ikan keluar dari keranjang ikan milik Shen Tai Gong, ikan-ikan itu sepertinya senang dengan dunia di dalam air.

0-0-0

Wo Shi Shui tidak berani bergerak, karena dia takut memecah konsentrasi Shen Tai Gong.

Dia sadar bertarung di dalam air lebih menakutkan daripada di daratan, setiap waktu yang berlalu di dalam air menyangkut hidup dan matinya.

Tapi pengetahuannya tentang teknik berenang sangat buruk, dan dia hampir tidak tahan lagi.

Dalam hati dia bersumpah, lain kali dia harus belajar berenang.

Sebenarnya dia sudah beberapa kali bersumpah ingin belajar berenang. Tapi pada akhirnya dia malah lupa terus.

Sekarang dia sudah tidak tahan, dia berpikir ingin keluar ke permukaan air, walaupun resikonya dia akan dipukul oleh Shi Jin Tang dan ditukar dengan darahnya.

Sebenarnya begitu masuk ke dalam air, Shi Jin Tang sudah merasa menyesal dan jantungnya terus berdebar-debar.

Karena tidak ada lagi orang yang masuk ke dalam air. Dia baru ingat kalau mereka tidak bisa berenang.

Dia memarahi dirinya sendiri karena selalu ingin menang dan dia malah melupakan terus hal ini.

Tapi Shen Tai Gong sudah melihat kalau dia akan menyerah dan ingin berenang ke atas permukaan air.

Kalau dia naik keatas bagian kakinya tidak terlindungi dan dia akan diserang oleh Shen Tai Gong. Dia sudah malang melintang selama puluhan tahun di air, dia sangat mengerti hal ini.

Karena itu dia lebih memilih untuk bertarung.

Dia tidak takut kepada Wo Shi Shui, karena dia melihat Wo Shi Shui sudah tidak bisa bertahan saat itu.

Di dalam air manusia tidak bisa bernafas, percuma saja mempunyai ilmu silat tinggi.

Yang dia takutkan adalah Shen Tai Gong. Dia juga tahu kalau Shen Tai Gong terus mendukung Wo Shi Shui di dalam air.

Dia menganggap kalau dia sudah tahu kekurangan Shen Tai Gong. Berarti hidup dan mati Shen Tai Gong ada di tangannya. Sekarang dia menjadi percaya diri. Pangeran Jin pasti akan memujinya dan dia akan dipercaya, mengingat hal ini dia segera ingin mencoba.

Tapi tiba-tiba kaki kanannya terasa sakit, rasa sakit itu menusuk hingga ke jantungnya. Begitu dia melihat ke bawah ternyata ada seekor ikan berwarna abu dengan duri yang panjang, mulutnya berbentuk seperti pedang, dan terus menusuk kaki kanannya.

Shi Jin Tang berteriak, begitu membuka mulut air segera masuk ke dalam mulutnya, tapi dia tidak bisa bersuara. Terlihat ada  benang putih yang melilit lehernya, kemudian benang itu ditarik. Mulut Shi Jin Tang terbuka seperti seekor ikan yang menggelepar kekurangan air, perbedaannya adalah ikan akan membuka mulut karena kekurangan air. Tapi Shi Jin Tang malah kemasukan banyak air ke dalam mulutnya.

Shi Jin Tang memberontak, kakinya terus menendang, tapi itu hanya berlangsung sebentar, setelah itu dia tidak bergerak lagi.

Shen Tai Gong menarik kembali kail ikannya, ikan abu bermulut pedang itupun pelan-pelan masuk kembali ke dalam keranjang ikan Shen Tai Gong.

Pantas orang-orang mengatakan kalau teknik berenang Shen Tai Gong sangat hebat, dia termasuk tiga orang terhebat di dunia persilatan, ternyata Shen Tai Gong memiliki ikan-ikan yang aneh.

Tapi begitu dia membuka mulut, air masuk ke dalam mulutnya--- 0-0-0

Fang Zhen Mei mengejar keempat orang yang menunggang kuda itu, hanya dalam waktu singkat mereka sudah tiba di luar kota, karena hari masih pagi, jalanan tampak sepi, maka mereka bisa memacu kudanya dengan cepat.

Kelihatannya ilmu silat kelima orang itu lumayan tinggi.

Mungkin karena mereka sedang terburu-buru, atau bisa jadi karena suara derap langkah kuda yang keras, mereka tidak memperhatikan kalau di belakang mereka ada Fang Zhen Mei yang menguntit.

Mereka terus memacu kudanya keluar kota, mereka menuju kota Cai Shi, Fang Zhen Mei merasa aneh. Hari sudah terang, karena masih terus menguntit sekarang dia merasa kesulitan karena hari terang. Karena itu dia meloncat dari kudanya dan mendarat di kuda orang yang dikuntitnya.

Karena ilmu meringankan tubuh Fang Zhen Mei sangat tinggi, tubuhnya terbang seperti seekor burung walet. Setelah mendarat di atas kuda penunggang keempat, orang itu masih belum menyadarinya, Fang Zhen Mei terus menahan nafas untuk melihat keadaan selanjutnya.

Kira-kira setengah jam sudah berlalu. Fang Zhen Mei khawatir pada Long Zhai Tian yang akan bertarung di kota Xia Guan. Baru saja dia ingin mencari pemecahan, tiba-tiba penunggang kuda pertama berkata, "Kali ini kita terburu-buru pergi ke sana, apakah Kakak tertua sudah bertarung dengan marga Yu itu?"

Xiao Shi Mei yang berada di belakangnya berkata, "Kakak kelima, tempat di mana kedua belah pihak akan bertempur sebentar lagi akan tampak. Dengan cara seperti itu kita bisa menipu Jenderal Yu, tapi bukankah perbuatan itu tidak pantas. "

Hati Fang Zhen Mei bergetar, terdengar Wu Shi Xiong membentak, "Xiao Shi Mei, jangan berkata seperti itu, kalau sampai terdengar oleh Da Shi Xiong kita akan celaka."

Penunggang kuda kedua berkata, "Wu Shi Xiong, jangan begitu, kita 8 bersaudara, kecuali Xiao Shi Mei yang paling disayang, Jenderal Besar juga sayang kepada Da Shi Xiong, kita begitu takut kepada Da Shi Xiong. Sampai-sampai di belakangnya kita juga tidak berani membicarakan Da ShiXiong, benar-benar "

Kata Wu Shi Xiong, "Kita bukan tidak berani membicarakannya, sekarang Pangeran Jin sedang berusaha membunuh para pendekar Huai Bei, dan Da Shi Xiong bertugas menangkap marga Yu itu, semua ini adalah perintah dari pemerintah Jin, ini juga perintah dari guru dan istri guru, apakah kau tidak takut bila melanggarnya? Kita jangan banyak bicara lagi, lebih baik jalankan tugas yang sudah diberikan."

Laki-laki yang berada di depan Fang Zhen Mei berteriak, "Wu Shi Xiong, kita mendapatkan kabar bahwa marga Yu itu akan keluar dari markasnya untuk bertemu dengan orang-orang kalangan persilatan, apakah kabar ini benar?"

Wu Shi Xiong membalikkan kepalanya vintuk menjawab, "Kabar ini memang benar, karena di antara para prajurit marga Yu itu ada mata-mata kita, Lao Ba, siapa orang yang berada di belakangmu?"

Ba Shi Xiong terpaku, dia membalikkan kepala untuk melihat, semua penunggang kuda lainnya ikut melihat, tampak bayangan putih berkelebat, terasa ada angin yang berhembus dan dia masih tidak tahu apa yang telah terjadi, dia berbalik lagi untuk memastikan. Terlihat kuda yang ditunggangi oleh Wu Shi Xiong sudah ada yang duduk di sana, dia adalah seorang pemuda berbaju putih!

Xiao Shi Mei membalikkan kepala untuk melihat, ternyata orang itu adalah 'Fang Zhen Mei.

Dengan terkejut dia berteriak, "Fang Zhen Mei!"

Semua orang melihat ke sekelilingnya, ternyata tempat itu adalah jalan di mana mereka lewati tadi. Di sebuah pohon yang tidak berdaun terlihat ada seseorang yang tergantung di sana, orang itu adalah Wu Shi Xiong, Qing Ling Zi. Dia ditotok dan digantung di pohon itu, dia tidak bergerak sama sekali.

Ba Shi Xiong, Qing Deng Zi sangat terkejut dan membentak, "Hai! Siapa yang datang?"

Xiao Shi Mei ikut membentak, dia menotok dengan tangan kiri dan kanannya, ilmu totoknya disebut totokan Tian Shan.

Tadinya Fang Zhen Mei hanya melewati Xiao Shi Mei dengan dekat, tapi sekarang dia sudah menghilang.

Ternyata Fang Zhen Mei sudah berada di bawah perut kuda, kedua kakinya menjepit perut kuda. Kuda langsung berhenti berlari, terdengar Fang Zhen Mei berkata dengan suara kecil, "Maaf!" Kedua tangannya menepuk kaki Xiao Shi Mei. Begitu melihat Fang Zhen Mei menghilang, Xiao Shi Mei sangat terkejut, kemudian dia merasa kudanya tiba-tiba berhenti, tubuhnya tidak seimbang, lalu kakinya terasa kaku, dia segera terjatuh dari kudanya.

Liu Shi Xiong, Qi Shi Xiong, Ba Shi Xiong langsung meraung, mereka segera mencabut senjata masing-masing. Senjata mereka yang terdiri, tali besi, trisula, dan tombak. Fang Zhen Mei sadar bahwa waktu sangat mendesak tapi walau bagaimanapun dia harus mengatasi orang-orang itu, supaya Jenderal Yu tidak tertangkap. Dia membentak, "Qing Deng Zi, Qing Feng Zi, Qing Long Zi cepat kembali!"

Diiringi suara bentakannya, Fang Zhen Mei sudah berada di atas kuda, baju putihnya berkibar tertiup angin, benar-benar seperti seorang dewa yang baru turun dari langit, akibat suara bentakan Fang Zhen Mei, membuat Qing Deng Zi, Qing Feng Zi, dan Qing Dong Zi seakan terkena sambaran petir, jantung mereka tergetar.

Waktu itu Fang Zhen Mei mulai menyerang! Cepat! Cepat! Cepat!

Menolong Jenderal Yu harus dilakukan dengan kecepatan tinggi!

Tali besi milik Qing Feng Zi sudah dilempar, Fang Zhen Mei menangkap tali itu dan ditariknya, dan tiba-tiba saja Fang Zhen Mei sudah berada di depannya. Dia kaget dan belum sempat berteriak, Fang Zhen Mei sudah menotok nadinya lalu mendorongnya.

Trisula Qing Long Zi dengan cepat mengarah pada Qing Feng Zi!

Tapi Qing Long Zi menjadi terkejut dan dengan cepat dia menarik kembali trisulanya, Qing Feng Zi yang saat itu dengan kecepatan tinggi tiba-tiba saja berubah bayangannya menjadi Fang Zhen Mei, dan tampak arah lari Qing Feng Zi berubah, dia menabrak Qing Deng Zi!

Begity melihat yang datang adalah Fang Zhen Mei, saat itu juga adalah saat dia kehilangan perasaan. Begitu Qing Deng Zi menyambut Qing Feng Zi, dia baru tahu kalau mereka berempat sudah ditotok dan roboh!

Dia melihat semua itu dia menarik nafas panjang, dia membalikkan tubuhnya dan menotok dirinya sendiri.

Dia benar-benar orang pintar, setelah tahu kalau melawan tidak akan ada gunanya, dia melepaskan diri dengan cara  menotok dirinya sendiri.

Bertemu dengan lawan yang kuat, dia yakin gurunya tidak akan menyalahkan dia bila menggunakan akal ini.

Fang Zhen Mei memecut kuda. Kuda lari dengan kecepatan tinggi. Hari hampir siang. Jarak dari sini ke Wu Long Shan masih harus ditempuh satu jam lagi.

Fang Zhen Mei tidak tahu apakah Jenderal Yu sudah terbunuh atau berhasil menghindar. Dia hanya bisa berusaha semampunya untuk menolong Jenderal Yu.

Pertarungan di Xia Guan memang penting tapi keselamatan Jenderal Yu menyangkut semua rencana dan semangat  para prajurit Song melawan tentara Jin. Fang Zhen Mei berharap pertarungan di Xia Guan nanti, para pendekar Huai Bei yang dipimpin oleh Long Zhai Tian bisa bertahan menghadapi semua itu, karena dia akan segera menyusul ke sana. Dia memacu kudanya dan berlari dengan sepenuh hati....

0-0-0

Hari hampir siang.

Wajah Long Zhai Tian terlihat suram. Pertama karena dia terluka parah, dan lukanya belum sembuh. Alasan kedua, karena Wo Shi Shui dan Shen Tai Gong sejak pagi tiba-tiba menghilang dan sampai saat ini belum kembali.

Bao Xian Ding dan Xin Wu Er diam-diam mendekat, Bao Xian Ding sedikit mengeluh, "Hari hampir siang."

Long Zhai Tian mengangguk, "Benar! Sudah hampir menjelang siang."

"Apakah Kakak mengkhawatirkan sesuatu?" tanya Bao Xian Ding.

Long Zhai Tian tidak menjawab, Xin Wu Er dengan cemas bertanya, "Mengapa mereka berdua belum juga kembali?"

"Sampai sekarang mereka belum kembali, sepertinya----" Bao Xian Ding sebukit mengeluh.

"Apakah mereka pergi mencari Pangeran Jin?" tanya Long Zhai Tian tiba-tiba.

Mereka bertiga tidak bicara lagi.

Akhirnya Xin Wu Er berkata, "Aku yakin sekarang ini Adik Ning sudah berhasil menemui Jenderal Yu."

Tiba-tiba ada seseorang yang terburu-buru masuk ke dalam ruangan. Setiap langkah orang itu membuat ruangan menjadi bergetar. Senjata orang itu, memberi kesan mendalam.

— Batu.

Shi Hu (macan batu), Luo Tong Bei. Luo Tong Bei dengan langkah besar memasuki ruangan, wajahnya terlihat sangat serius, dahinya masih menetes keringat, dia berkata, "Pangeran Jin dan ketujuh pengawalnya sudah sampai di panggung itu, para penonton tampak gelisah, aku takut akan terjadi keributan, harap Pendekar Long bisa ke sana untuk menentramkan suasana."

Wajah Long Zhai Tian berubah, dia berkata, "Jangan sampai ditertawakan orang lain, jumlah mereka sedikit kalau sampai terjadi pengeroyokan akan memalukan bangsa kita, ayo kita pergi ke  sana!"

Sewaktu mereka berempat bergegas ke sana, tiba-tiba Xin Wu Er berteriak dengan senang, "Mereka sudah kembali!"

Long Zhai Tian melihat ada dua orang yang sedang terburu-buru masuk, mereka adalah Shen Tai Gong dan Wo Shi Shui.

Terdengar Shen Tai Gong berkata, "Orang terluka, apakah boleh ikut pertarungan?" dia bicara sambil terbatuk.

Malah Wo Shi Shui yang menjawab, "Tentu saja boleh, siapa yang mengatakan tidak boleh? Aku akan bertarung dengannya." Setelah bicara seperti itu Wo Shi Shui langsung ambruk.

0-0-0

Seekor kuda. Baju putih, alis yang berkerut.

Kuda berlari dengan kencang, baju putih berkibaran, kuda dan Fang Zhen Mei seakan sudah menyatu, seperti sebuah anak panah, yang tugasnya di dunia untuk diluncurkan pada saat yang tepat.

— Harus cepat sampai, sebelum Qing Yan Zi membunuh Jenderal Yu, harus melindungi Jenderal Yu!

— Harus cepat sampai. Setelah pertarungan di kuil Shan Shen di Wu Long Shan, harus segera ke kota Xia Guan untuk membantu pahlawan tua, Long Zhai Tian!

— Hanya ada dia sendiri yang membagi-bagi tugas, kalau saja masih ada dari kantor Biao Feng Yuan dan Qiu Da Guan Dao, Long Fang Xiao, itu akan lebih baik!

Kuda tiba-tiba terjatuh, nafasnya terengah-engah, kalau dipaksa berlari dia akan mati, terpaksa Fang Zhen Mei terbang ke atas, baju putihnya tampak berkibar, dia masih meluncur.

Berlari dengan cepat. Baju putih, alis tebal yang berkerut.

0-0-0

Tadinya tempat itu adalah^ sebuah tanah lapang yang luas, tapi sekarang sudah tidak terlihat luas, karena sudah dipenuhi dengan lautan manusia.

Di depan tanah lapang itu, di kiri dan kanan menancap dua buah panji besar. Yang satu disulam dengan tulisan 'Song' sedangkan yang satunya lagi disulam dengan tulisan 'Jin'.

Kedua panji ini diterpa angin dan berkibar-kibar. Rakyat Song sudah berkumpul di sana. Mereka menunjuk-nunjuk ke arah panggung, panggung masih kosong, di depan panggung duduklah 7 orang yang mengenakan baju aneh.

— Tujuh orang itu katanya adalah mata-mata negara Jin.

— Katanya mereka datang untuk membunuh rakyat Song.

— Katanya ketujuh orang itu sangat hebat, karena pahlawan yang melawan bangsa Jin di Huai Bei, yaitu Li Long Da dan Ding Dong Ting sudah mati di tangan mereka.

Mengingat kembali pada kematian Li Long Da dan Ding Dong Ting, rakyat yang berkumpul di sana menjadi bergejolak. Kalau ingin berkelahi—jumlah kami banyak, apakah kalian menganggap kami tidak bisa membunuh kalian?

Waktu itu orang-orang sudah mengelilingi mereka, baru saja mereka akan bertindak, pendekar Huai Bei yang terkenal yaitu Shi Hu, Luo Tong Bei serta yang lainnya sudah datang dan menghalau orang-orang itu.

Tapi begitu Luo Tong Bei pergi, seorang laki-laki Mongolia dengan bahasa Han kasar berteriak, "Ba La Ma Zi, semua orang persilatan Song pengecut seperti kura-kura, kepalanya dimasukkan ke dalam batoknya, kapan kepalanya berani keluar?"

Semua orang mendengar ucapan laki-laki Mongolia itu, mereka merasa terhina, ada yang maju dan berniat menyobek mulutnya.

— Berapa banyak orang Song 3rang dihina dan ditindas, berapa banyak orang Song yang telah dibunuh, berapa banyak perempuan Song yang telah dilecehkan dan diperkosa—

Suasana semakin memanas dan saat itu ahli senjata Huai Bei, Chen Leng kurang telinga berteriak, "Kalian jangan bergerak, apakah kalian dengan jumlah banyak ingin mengeroyok yang jumlahnya sedikit? Itu akan membuat bangsa Jin menertawakan bangsa Song!" penghinaan boleh dikesampingkan, tapi sopan  santun di bangsa Song tidak boleh ditiadakan. Mereka berharap Pendekar Long Zhai Tian dan Bao Xian Ding segera datang. Seperti biasa penduduk Huai Bei yakin Pendekar Long Zhai Tian bisa mengalahkan semua iblis itu dan mengalahkan mereka.

Tapi mengapa Pendekar Long Zhai Tian dan teman-temannya sampai saat ini belum sampai?

Katanya kemarin Pejabat Ning, di jalan panjang telah diserang oleh tujuh orang itu, untung ada Pendekar Wo dan Shen Tai Gong yang menolong, tapi mengapa sampai saat ini kedua pendekar itupun belum muncul?

Apakah Pendekar Long, Tuan Bao, Tuan Ketiga Xin, Pejabat Ning, Fei Biao Chen Leng, Shi Hu Luo Tong Bei, Biksu Hua Hui, Pendeta Bu Tong bisa membunuh ketujuh orang gila itu?

Sewaktu mereka sedang menebak-nebak, tiba-tiba terdengar keributan seperti bunyi petir, semua orang tampakmelambaikan tangan memberi jalan

Akhirnya pendekar Long dan teman-teman datang. Semua orang berteriak dengan senang!

0-0-0
*** ***
Note 03 Desember 2020
Belajarlah rendah hati, rendahkan hatimu serendah-rendahnya hingga tidak ada seorangpun yang bisa merendahkanmu.
|Serial Si Pisau Terbang Siao Li telah rampung dan siap untuk dibaca, untuk membacanya silahkan klik disini : Serial Si Pisau Terbang Siao Li (Completed).|
(Regards, Admin)

0 Response to "Panji Akbar Matahari Terbenam Bab 11 : Pertarungan di dalam air"

Post a Comment

close