Panji Akbar Matahari Terbenam Bab 07 : Pedang Long Zhai Tian dan telapak Pangeran Jin

Mode Malam
BAB 7 Pedang Long Zhai Tian dan telapak Pangeran Jin 

Fang Zhen Mei tertawa dan berkata, "Mengapa kau terus melihatku? Aku bukan setan!"

Zhang Zhen Que merasa sangat senang dan berkata, "Tuan Muda Fang, kalau tidak terjadi apa-apa pada Anda, ini  sangat bagus, anak buah Jenderal Yu yang berada di kota Xia Guan melihat Anda dibuat pingsan oleh mereka, anak buah Jenderal ingin menolong Anda tapi sudah tidak sempat, Jenderal mendengar berita ini, maka beliau segera menyuruh kami untuk mencegat kereta ini dan menolong Tuan Muda, tidak disangka...malah Tuan Muda yang menolongku."

"Aku merasa sangat berterima kasih atas kebaikan Jenderal dan tentu saja pada kalian. Aku mohon agar Kakak Zhang dan kakak- kakak yang lain berhenti bertarung, nanti akan ada yang terluka," kata Fang Zhen Mei.

"Tahun kemarin Tuan Muda pernah bertemu dengan Jenderal, dan sampai sekarang Jenderal masih sangat mengagumi Tuan Muda, aku merasa sangat beruntung bisa bertemu dengan Tuan lagi. Tuan adalah Ren Zhong Long (Naga dalam manusia), mana boleh aku menyapa Tuan dengan sebutan adik atau kakak, aku tidak sanggup menerimanya. "

Tiba-tiba terdengar ada siulan panjang, senjata yang sedang beradu segera berhenti.

San Shi Di, Si Shi Di segera membuka tirai dan masuk untuk melihat Fang Zhen Mei, dan melihat dia tidak apa-apa, mereka terlihat sangat kaget dan bertanya, "Da ShiXiong "

Da Shi Xiong melambaikan tangannya, dengan dingin dia berkata, "Fang Zhen Mei, kau tidak perlu terus berkomentar, kalau bukan karena Xiao Shi Mei yang membelamu, apakah kau bisa terlepas dari Bai Ri Zui?"

Fang Zhen Mei tertawa dan berkata, "Kakak ini sudah salah paham, Xiao Shi Mei mu tidak bermaksud untuk membantuku, aku tahu di tangannya menggunakan gelang giok dan Ma Nao. Dia tidak seperti gadis miskin yang harus sampai menjual bunga, karena itu aku tidak mencium harumnya bunga itu, ini bukan salah Xiao Shi Mei mu."

Zhang Zhen Que tampak terpaku dan diapun bertanya, "Oh! Kalau begitu mengapa Tuan Muda Fang mau saja diculik dan dibawa dengan kereta ini?"

Fang Zhen Mei tertawa, "Aku pikir, ada orang yang jauh-jauh datang ke Huai Bei untuk menghalangi perjalananku, dan dia sudah merencanakan semuanya begitu sempurna, ini bukan hal yang mudah, maka aku memutuskan untuk bertemu dengan orang nni, jadi aku berpura-pura mabuk, dan ingin tahu ke mana mereka akan membawaku...tidak disangka hal ini malah membuat Jenderal Yu merasa khawatir dan sempat merepotkan beberapa orang kakak, aku benar-benar meminta maaf "

Zhang Zhen Que tertawa terbahak-bahak, "Ha ha ha! Tidak disangka, kita datang dengan tujuan menolong Tuan Muda Fang, malah merusak rencana besar Tuan Muda Fang "

Wajah Da Shi Xiong tampak berubah, kemarahan membuat tubuhnya gemetar, dia mengeluarkan perintah, "Bunuh!"

Begitu kata 'bunuh' dilontarkan, pedang Si Shi Di seperti ular beracun menusuk ke dada Fang Zhen Mei.

0-0-0

Tangannya menekan dada, baju bagian dada Pangeran Jin ternyata telah sobek sepanjang 10 sentimeter, tampak ada bekas darah di sana, dia menatap Long Zhai Tian dengan dingin.

Kedua mata Long Zhai Tian masih terlihat bersemangat, sekujur tubuhnya tidak ada yang terluka, alis dan rambutnya terlihat bergoyang padahal saat itu angin tidak berhembus. Dia terus menatap Pangeran Jin.

Pangeran Jin menatapnya kemudian mengangguk, "Ilmu pedang yang sangat baik." Bibir Long Zhai Tian bergerak, tapi dia tidak menanggapi.

Pangeran Jin melihat ke sekeliling, dengan dingin dia berkata, "Besok siang, kami tujuh orang Jin akan memasang panggung di kota Xia Guan dan kami akan menantang pesilat tangguh dari negaramu, ini murni pertarungan, kedua belah pihak tidak boleh melibatkan dengan urusan pemerintahan.  Kalau  kau  berani,  besok siang, panji Song ini bisa kalian rebut kembali dari tangan kami, itu baru disebut sebagai laki-laki sejati."

Dia terdiam sebentar, Long Zhai Tian segera berteriak. "Baiklah!" suaranya terdengar seperti guntur, membuat semua telinga berdenging.

Pangeran Jin mengangguk dan dengan nada licik berkata, "Baiklah, baiklah!" dia membalikkan tubuhnya dan pergi dari sana.

Wo Shi Shui marah dan berkata, "Kau pergi dari sini karena kau sudah terluka, hari ini adalah hari kematianmu!"

Pelan-pelan Pangeran Jin membalikkan tubuhnya, Xia Hou Lie sudah siap untuk bergerak, Pangeran Jin menggelengkan kepalanya terpaksa Xia Hou Lie diam kembali. Dengan dingin Pangeran Jin berkata kepada Wo Shi Shui, "Kau mau apa?"

Wo Shi Shui merasa kalau Shen Tai Gong menariknya dan dengan berbisik berkata, "Dengarkan kata-kata Pendekar Long!"

Shen Tai Gong menggantikan Wo Shi Shui menjawab, "Hari kematianmu boleh ditukar esok hari, besok kita akan bertemu kembali di panggung pertarungan di kota Xia Guan, kalau sampai tidak datang berarti dia adalah kura-kura!"

Xia Hou Lie dengan sinis berkata, "Yang datang membawa prajurit berarti dia bukan laki-laki sejati." '

Xin Wu Er marah, "Kami orang-orang Song tidak akan melakukan perbuatan seperti itu!"

Pangeran Jin terdiam, kemudian dengan dingin dia berkata, "Baiklah!" diapun membalikkan tubuh dan langsung pergi. Ning Zhi Qiu melihat kedua pengawalnya yang mati dengan tragis, mana mungkin dia akan melepaskan Pangeran Jin begitu saja, dia ingin menyusul Pangeran Jin tapi Long Zhai Tian sudah menghadangnya. Ning Zhi Qiu berkata, "Da Ge (kakak tertua), Pangeran Jin sudah terluka, dan luka Xia Hou Lie pun sepertinya tidak ringan,'Tetua Shen berhasil melilit kuya batok itu, sedangkan yang lainnya masih sanggup kita atasi. Jangan lepaskan macan kembali ke dalam hutan—"

Wo Shi Shui mempunyai pikiran yang sama, dia ikut menimpali, "Benar "

Wajah Long Zhai Tian terlihat serius, dia menggelengkan kepala, Pangeran Jin dan keenam orang lainnya sudah menghilang dari pandangan mata. Long Zhai Tian membalikkan kepala dan berkata, "Kalian tidak tahu "

Tiba-tiba dia memuntahkan darah dan roboh, Xin Wu Er dan Ning Zhi Qiu dengan cepat menyangganya. Wo Shi Shui dan Shen Tai Gong merasa sedih.

Wajah Long Zhai Tian terlihat pucat dan dia berkata, "Kita pulang dulu ke rumah Adik Bao "

0-0-0

Pedang Si Shi Di sudah bergerak seperti ular beracun. Siap mematuk dada Fang Zhen Mei. Pada saat yang sama, tangan Fang Zhen Mei sudah berada 7 inchi dari kepala ular (7 inchi adalah jarak mematikan dari seekor ular). Terdengar pedang panjang itu patah. Begitu pedangnya patah, Si Shi Di menyerang Fang Zhen Mei dengan tangannya.

Dengan cepat Fang Zhen Mei meluncur ke belakang Si Shi Di.

Pada saat itu juga golok panjang milik San Shi Di sudah menebas pada kepala Fang Zhen Mei, jurus golok itu seperti seekor elang yang akan menangkap mangsanya!

Tangan Fang Zhen Mei berubah menjadi sebuah panah, panah itu diarahkan ke pegangan golok, dan golok itu terlepas, melayang, lalu menancap di atas kereta. Golok tidak bisa digunakan lagi.

Tubuh San Shi Di seperti piring yang berputar, kedua tangannya berniat mencekik leher Fang Zhen Mei.

Tapi Fang Zhen Mei dengan mudah menghindar ke belakang San Shi Di, tangan Fang Zhen Mei tidak banyak bergerak. Gerakannya hanya seperti sedang memecahkan piring lalu dilempar. San Shi Di bertabrakan dengan Si Shi Di dan merekapun saling memukul.

Golok Er Shi Di sudah terputus, tapi golok putus itu bergerak dan keluarlah puluhan titik terang seperti bintang, seperti sekumpulan serangga yang terbang menyerang ke arah Fang Zhen Mei! i

Tangan Fang Zhen Mei seperti terpasang jala, semua titik itu jatuh ke tangannya.

Golok yang putus milik Er Shi Di disabetkan, sekaligus menyerang seperti 8 golok, sambil  tertawa  dia  berkata,  "Kau  sudah termakan tipuku, kau sudah memegang senjata rahasiaku, senjata itu mengandung racun, dalam waktu setengah jam "

Cahaya terang seperti bintang itu, satu per satu dikembalikan lagi. Setiap titik cahaya itu menabrak serangan Er Shi Di. Begitu 8 titik itu dikembalikan, Fang Zhen Mei tampak masih baik-baik saja, sekarang tampak Er Shi Di tidak bisa bicara apapun.

Tangan Fang Zhen Mei terus mengeluarkan 5-6 titik terang. Er Shi Di sangat takut kepada senjata rahasia itu. Untuk menghindari senjata rahasia itu dia melompat jauh dari kereta beratap.

Hanya dalam waktu sekejap, pedang Si Shi Di dan golok San Shi Di pun terputus. Sedangkan Er Shi Di dipaksa keluar dari selatar kereta, sekarang yang tertinggal hanya Da Shi Xiong yang saat ini sedang berhadapan dengan Fang Zhen Mei.

Fang Zhen Mei tertawa dan berkata, "Orang yang memakai pedang dengan ganas, selain bisa memainkan Chang She Ru Dong (Ular panjang kembali ke sarang) dan bisa memainkan banyak jurus tipuan, dia adalah murid keempat dari Xi Yi Shen Ying (Elang sakti dari Tibet) dan Xi Yi Jin Yan (Walet emas dari Tibet), kedua tetua yang dijuluki Qing Song Zi (Biji cemara hijau) bukan?

Murid yang menggunakan golok selalu menggunakan jurus Li Pi Hua Shan, dia adalah murid ke-3 Shen Ying Jin Yan, bernama Qing Ye Zi (si Daun hijau), yang selalu menggunakan senjata rahasia adalah murid kedua Xi Yi Shuang Xian (Sepasang dewa dari Tibet), yang bernama Qing Feng Zi (si Puncak hijau), sedangkan Tuan adalah "

Da Shi Xiong dengan dingin menjawab, "Aku adalah Qing Yan Zi (si Asap hijau)."

Zhang Zhen Que dengan kaget berteriak, "Mereka adalah murid- murid Guo Jing Feng, dua iblis Chan Fei Shuang!"

Wajah Da Shi Xiong berubah, dia membentak, "Guruku sangat terkenal, mana mungkin mengijinkan kau si jelek, memanggil beliau seperti itu."

Pedang sudah ditusukan, Zhang Zhen Que dengan cepat menghindar, tapi pedang Qing Yan Zi lebih cepat gerakannya daripada gerakan Zhang Zhen Oue. Tiba-tiba Fang Zhen Mei memukul kereta membuat golok yang menancap di atasnya tergetar sehingga terjatuh. Gclok itu dengan cepat menahan serangan pedang Qing YanZi.

"Kakak Qing Yan Zi, Saudara Zhang ini bukan orang persilatan, dia adalah pengawal Jenderal Yu, dia tidak tahu peraturan yang ada di dunia persilatan. Dia sudah menyinggung nama gurumu, harap kau masih mau melihat mukaku, maafkan dia!"

Qing Yan Zi mendengar cara bicara Fang Zhen Mei, dengan tidak bersemangat dia berkata, "Walaupun aku harus menyimpan kebencian, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa terhadapmu."

Dia keluar dari kereta dengan cepat Fang Zhen Mei berkata, "Qing Yan Jian Fa yang Tuan miliki, benar-benar tiada duanya, terima kasih karena Tuan sudah mau mengalah."

Setelah Fang Zhen Mei selesai bicara, Qing Yan Zi berbalik dan berjalan keluar, tiba-tiba dia mengeluarkan pedang dari sarungnya, sarung pedang dilempar ke arah Fang Zhen Mei, meluncur seperti panah, pedangpun menyusul menyerangnya, 10 jurus cepat berlalu tapi tidak terdengar suara apapun, seperti segumpal asap, dengan cepat menghilang.

Serangan yang dilancarkan dengan tiba-tiba oleh Qing Yan Zi, benar-benar membuat Fang Zhen Mei tidak memiliki persiapan.

Tapi Fang Zhen Mei seperti sudah memperhitungkan semuanya, dia mengambil sarung pedang itu. Dengan sarung pedang dia menghadapi semua serangan Qing Yan Zi.

Setelah gagal menyerang Fang Zhen Mei, dahi Qing Yan Zi mulai berkeringat, yang paling menakutkan adalah dia sudah tidak bisa berhenti setelah sekali bergerak. Kalau dia berhenti lawan akan masuk ke dalam pertahanannya dan setiap jurus lawan akan membuatnya mati!

Qing Yan Zi dalam kejutnya, terpaksa sejurus demi sejurus terus menyerang Fang Zhen Mei, tapi Fang Zhen Mei dengan sikap ramah dan tersenyum melayaninya, tiba-tiba dia berhenti menyerang, dengan cepat Fang Zhen Mei juga mundur dari sana. Karena Qing Yan Zi tidak bisa berhenti, dia masih saja maju beberapa langkah, sehingga membuat dia hampir terbanting. Segera dia menggunakan pedang sebagai tongkat penyangganya, setelah itu dia baru bisa berhenti, itupun telah membuat nafasnya terengah-engah.

Fang Zhen Mei melihatnya sambil tersenyum, jurus-jurus yang dipakai Qing Yan Zi tadi, membuatnya sempat berputar-putar sebentar di depan rumah dewa kematian. Dan rasa terkejutnya masih belum hilang.

Qing Song Zi, Qing Ye Zi, dan Qing Feng Zi sudah berdiri di sisi Qing Yan Zi, mereka saling pandang dan mereka secara bersama- sama ingin mengeroyok Fang Zhen Mei.

Qing Yan Zi menghalangi mereka dan berkata, "Sekalipun kita berempat bergabung, belum tentu bisa menang darinya."

Mereka berempat menatap Fang Zhen Mei dengan terpana. Fang Zhen Mei tersenyum dan berkata, "Sampai bertemu kembali!"

Dia sudah turun dari kereta, bersama dengan Zhang Zhen Que dia bergabung dengan keduapuluh orang anak buah Jenderal Yu.

Kali ini bukan Zhang Zhen Que yang terpaku, Qing Yan Zi, Qing Song Zi, Qing Ye Zi, dan Qing Feng Zi pun ikut terpana.

Qing Yan Zi membentak dengan nada marah, "Nanti dulu!"

Fang Zhen Mei berhenti melangkah dan sambil tertawa bertanya, "Ada apa?"

"Apa maksudmu menyuruh kami tinggal di sini?" tanya Qing Yan

Zi.

"Ada apa? Bukankah kalian juga ingin bertemu dengan Jenderal

Yu?" tanya Fang Zhen Mei.

Qing Yan Zi memandang ketiga adik seperguruannya, Qing Feng Zi bertanya, "Apakah kau melepaskan kami begitu saja?"

"Sejak kapan aku menangkap kalian?" tanya Fang Zhen Mei sambil tertawa.

Dari pandangan mata Qing Feng Zi terlihat kalau dia merasa berterima kasih, tanya Qing Ye Zi, "Kami sudah menculikmu hingga ke tempat ini, apakah kau tidak mau membalas dendam?"

"Kalau bukan aku sendiri yang berniat ke sini, apakah kalian mampu menculikku?" tanya Fang Zhen Mei masih sambil tertawa.

Dari pandangan mata Qing Ye Zi terlihat kalau dia sudah mengerti dengan ucapan Fang Zhen Mei.

Qing Song Zi bertanya, "Apakah kau tidak ingin tahu siapa yang menyuruh kami menculikmu ?"

Fang Zhen Mei tertawa, "Kalau aku bertanya kepada kalian, apakah kalian akan memberitahuku? Kalau sekarang aku masuk lagi ke dalam kereta, apakah kalian akan membawaku ke tempat orang itu? rasanya itu tidak mungkin, jadi mengapa harus memaksakannya? Lebih baik aku ikut dengan SaudaraZhang menemui Jenderal Yu."

0-0-0

Tuan Sempoa Besi, Bao Xian Ding adalah Lao Er dari Empat Pahlawan Huai Bei, dan salah satu dari 3 orang yang menggunakan sempoa di dunia persilatan. Xi Wu Hou, Xin Wu Er, dan Bao Xian Ding, di antara mereka bertiga Bao Xian Ding lah yang paling tinggi ilmunya. Dan diapun memiliki sifat yang paling jujur, tenang, dan sangat berpengalaman.

Tapi sekarang wajahnya terlihat muram, keringat di dahinya terlihat terus menetes. Ruang tamunya sudah dipenuhi dengan pesilat tangguh yang berasal dari Huai Bei, juga ada Wo Shi Shui dan Shen Tai Gong yang datang dari Jiang Nan. Hanya saja dalam ilmu ketabiban tidak ada yang lebih bisa dari dia.

Pertama-tama dia memberikan puluhan macam obat kepada Long Zhai Tian yang sudah terluka parah. Sekarang dengan tenaga dalamnya dia membantu Long Zhai Tian mendorong darah beku dari dalam tubuhnya.

Wo Shi Shui, Shen Tai Gong, Xin Wu Er, Ning Zhi Qiu, dan pesilat tangguh lainnya dengan cemas menunggu Long Zhai Tian yang sedang diobati.

Setelah lama baru terlihat telapak tangan Bao Xian Ding lepas dari tubuh Long Zhai Tian. Dengan wajah berat dia berusaha mengatur nafasnya, tidak lama kemudian mata Long Zhai Tian terbuka.

Long Zhai Tian melihat ke sekeliling kemudian dia menarik nafas.

Bao Xian Ding pelan-pelan berdiri, dan dengan penuh perhatian bertanya, "Kakak Long, kau terkena Qing Yan Zhang, lukanya semakin dalam semakin tidak terlihat, luka semakin berat dan menyebar semakin luas. Obat d ariku dibantu dengan tenaga dalam Kakak bisa menghentikan penyebaran. Tapi luka Kakak sangat berat, dalam waktu 3 bulan ini Kakak tidak boleh bertarung." Kedua mata Long Zhai Tian tampak melotot, dia tertawa, "Adik kedua, demi kakakmu ini kau sudah menjadi repot."

Kemudian dia tertawa, "Ha ha ha! Beristirahat selama 3 bulan, dan kita besok akan bertarung demi negara Song, siapa yang tetap hidup atau ada yang mati tidak ada yang tahu."

Kata Ning Zhi Qiu, "Pada pertarungan esok hari, Pangeran Jin juga sepertinya sudah terluka parah, Pendekar Wo bisa berharapan dengan Xia Hou Lie, Tetua Shen bisa berhadapan dengan La Ma dari Tibet itu, Kakak Kedua Bao bisa berhadapan dengan si tengkorak hidup. Kakak Xin pasti bisa menang dari Xin Wu Hou. Biar aku yang menghadapi kedua orang Mongol itu, kita tidak perlu takut kepada mereka!"

Long Zhai Tian tertawa kecut, "Adik keempat, ada yang kurang kau ketahui, sewaktu aku di atas mengeluarkan jurus Chang Hong Guan Re, dan kulakukan dengan sekuat tenaga, maksudku tidak  lain adalah ingin cepat menyelesaikan pertarungan. Kalau tidak seperti itu, pertarungan akan berlangsung lama, dan aku akan kalah, tapi ilmu silat Pangeran Jin benar-benar sangat tinggi, dia berhasil menguasai ilmu Xi Yi Shuang Xian yang bernama Qing Yan Shen Zhang (Telapak sakti ringan seperti asap), dia bisa menggunakan jarinya menjepit pedangku, dan dalam waktu yang singkat bisa menekanku dengan telapaknya— tapi Qing Yan Shen Zhang nya tidak sekuat Xi Yi Shuang Xian, Long Qian Jian milikkupun sangat tajam, membuat tangannya mengendur, sewaktu aku berusaha menusuk dadanya, dia masih bisa menghindar, tadinya aku ingin menukar semua itu dengan nyawaku, tapi niatku tidak tercapai."

Bao Xian Ding bertanya, "Mengapa Pangeran Jin tidak mau mengejar kemenangan? Malah membiarkan kalian mundur dengan selamat?"

Long Zhai Tian tertawa kecut, "Waktu itu aku menahan lukaku dengan nafas, pukulan Pangeran Jin juga tampak terburu-buru, maka pukulannya hanya mengenaiku sedikit, mungkin dia sendiripun tidak yakin telah mengenai sasaran, dan untungnya saat itu aku tidak roboh.

Alasan lainnya, mungkin dia terluka ringan, karena itu dia minta bertarung lagi, mungkin juga dia ingin mencari cara untuk memecahkan ilmu pedangku. Kalau waktu itu dia terus mengejar kami dan bertarung lagi, aku pasti akan mati, bersama dengan enam orang lainnya. Mungkin saat itu orang-orang kita tidak ada yang bisa hidup."

Ning Zhi Qiu menarik nanfas, "Kalau begitu tadi benar-benar sangat berbahaya!"

"Kurang ajar! Besok aku akan bertarung dengan Xia Hou Lie untuk menentukan siapa yang hidup dan siapa yang mati!" seru Wo Shi Shui.

"Dengan kelincahan dan kepintaran Pangeran Jin, pada pertarungan esok hari, kalau dia tidak yakin dia tidak akan begitu mudah menyetujuinya."

Long Zhai Tian menarik riafas panjang, "Aku hanya bisa mundur satu hari saja, jujur bicara dari kantor Biao Huai Yang, Li Long Da, Huai Bei Di Yi Jia, Ding Dong Ting, semua sudah dibunuh. Yang bisa melawan Xi Wu Hou dan lainnya hanya sedikit, mundur satu hari hanya bisa merundingkan bagaimana cara melawan mereka. Sekarang kita telah berkumpul dengan Adik Bao, kalau Fang Zhen Mei bisa tiba hari ini, mungkin kita  bisa  memenangkan  pertarungan "

"Pukul berapa dan di mana mereka menjanjikan diadakan pertarungan itu?" tanya Bao Xian Ding.

"Besok siang, di lapangan besar di sebuah panggung," jawabXin Wu Er.

Pelan-pelan Bao Xian Ding berkata, "Bukankah besok siang, Jenderal Yu berjanji akan menemui kita di kuil Wu Long Shan untuk merundingkan tentang keadaan prajurit kita?"

Long Zhai Tian tiba-tiba sadar, dia tampak berpikir sebentar lalu berkata, "Untung adik kedua memberitahu, pada pertarungan esok hari, walaupun mati aku tetap harus bertarung, karena semua ini menyangkut negara Song. Kita harus menepati janji, sekarang para pesilat tangguh dari negara Jin sudah berada di kota Xia Guan, tugas Jenderal Yu pasti akan berat, dia harus cepat meninggalkan kota Xia Guan, tapi besok...besok siapa yang akan memberitahukan masalah ini kepada Jenderal Yu?"

Dengan berhati-hati Bao Xian Ding berkata, "Tugas ini sangat berat, tidak sembarang orang bisa melaksanakannya dengan baik. Pendekar Wo, Tetua Shen, dan Adik Xin, besok harus membantu kita bertarung, sedangkan ilmu silat Adik Ning agak rendah, apalagi Adik Ning mempunyai keluarga.

Dia tidak harus mati komyol. Tapi Adik Ning pintar dan bisa dipercaya, dia harus menjalankan tugas ini!"

Long Zhai Tian mengangguk, "Baiklah! Masing-masing jalankan tugas yang sudah disepakati, tapi aku takut Adik Ning tidak mau meninggalkan kita."

Bao Xian Ding berkata, "Ini adalah tugas dari negara, perasaan pribadi harus ditempatkan di posisi kedua, Adik Ning pasti sudah mengerti aturan ini."

Long Zhai Tian menarik nafas, "Kalau saja Pendekar Fang bisa datang alangkah lebih baik."

Bao Xian Ding berkata, "Kakak tertua, apakah Pendekar Fang bisa mengalahkan Pangeran Jin?"

Long Zhai Tian tampak berpikir sebentar, dia melihat ke tempat jauh, lalu berkata pelan-pelan, "Aku tidak tahu kalau ada orang Zhong Yuan lainnya yang bisa mengalahkan Pangeran Jin atau bisa bertarung dengannya. Yang kutahu hanya ada satu orang itulah Fang Zhen Mei."

0-0-0 
*** ***
Note 03 Desember 2020
Belajarlah rendah hati, rendahkan hatimu serendah-rendahnya hingga tidak ada seorangpun yang bisa merendahkanmu.
|Serial Si Pisau Terbang Siao Li telah rampung dan siap untuk dibaca, untuk membacanya silahkan klik disini : Serial Si Pisau Terbang Siao Li (Completed).|
(Regards, Admin)

0 Response to "Panji Akbar Matahari Terbenam Bab 07 : Pedang Long Zhai Tian dan telapak Pangeran Jin"

Post a Comment

close