Panji Akbar Matahari Terbenam Bab 02 : Sekali pukul langsung mati

Mode Malam
BAB 2 Sekali pukul langsung mati

Xi Wu Hou tampak sangat senang. Sambil tertawa dia menunjuk orang Qi Dan itu dan berkata, "Beliau adalah seorang jenderal besar dan nama beliau adalah Xia Hou Lie dari kerajaan Jin. Gerakan beliau tadi hanya memperagakan sedikit ilmu yang dimilikinya, supaya kalian, orang-orang yang pantas dikasihani, bisa terbuka matanya lebar-lebar!" Semua orang merasa marah mendengar perkataan Xi Wu Hou, sebenarnya Xi Wu Hou adalah orang Song mengapa dia mau saja menjadi kaki tangan negara lain? Tapi mereka pun takut pada wibawa Xia Hou Lie, karena itu mereka tidak berani bersuara.

Li Long Da terdiam. Dia tidak bersuara sama sekali. Xi Wu Hou menunjuk La Ma berbaju merah dan berkata, "Beliau adalah Budha hidup dari Tibet, Ge La Tu, beliau juga seorang pesilat tinggi."

Kemudian dia menunjuk orang suku Nu Zhen dan berkata, "Beliau adalah pesilat tinggi suku Nu Zhen, yaitu Tuan Wan Yan Zhu."

Li Long Da berkata, "Yi!" ternyata Tuan Wan Yan Zhu yang mempunyai ilmu silat tinggi, dia pernah ke Zhong Y&an sekali dan mengalahkan enam orang pesilat tinggi Zhong Yuan. Dia sangat licik dan kejam. Li Long Da mengetahui kalau Tuan Wan Yan Zhu adalah ketua dari Ying Zhao Zhuo Ge Men yang ada di Nu Zhen. Semenjak masuk ke Zhong Yuan, dia tidak terkalahkan, kemudian bertemu dengan pendekar Jiang Nan Fang Zhen Mei, dan mereka telah bertarung 3 kali, dan dalam ketiga pertarungan itu dia kalah, karena itu dia kembali lagi ke Nu Zhen.

Li Long Da melihat Xi Wu Hou lebih menghormati Pangeran Jin dan Xia Hou Lie dibandingkan kepada Wan Yan Zhu, dia merasa aneh.

Xi Wu Hou menunjuk dua orang Mongolia itu dan berkata, "Kedua orang Mongolia ini adalah budak negara Jin, Pangeran Jin sangat menghargai mereka, maka beliau memberikan jabatan jenderal pengawal pribadi kepada mereka yang satu bernama Hu Shang Ke, sedangkan yang satu lagi bernama Hu Shang Ge, mereka dijuluki 2 jenderal pemberani dan sakti."

Li Long Da menekan kemarahannya di dalam hati dan berkata, "Anda bertujuh datang ke perusahan Biao ini, apakah ada tujuan tertentu, harap bisamemberitahu."

Xi Wu Hou tertawa sinis, "Tujuan kami sangat sederhana, mereka ini adalah pesilat tangguh dan pangeran memiliki ribuan prajurit dan puluhan laksa uang, beliau tidak perlu menggunakan para prajuritnya untuk mengancam kalian, dan kalian juga hanya orang dunia persilatan, aku telah menginjak panji kerajaan Song, kalau kalian setuju, kalian diam saja, kalau kalian tidak senang kalian bisa bertarung. Tapi senjata tidak bermata, apakah bisa hidup terus atau mati, jangan menyalahkan orang lain."

Li Long Da baru sadar setelah Xi Wu Hou selesai berkata, apa sebenarnya tujuan mereka, dia berkata, "Oh, ternyata kalian  datang ke sini hanya untuk melihat sampai sejauh mana ilmu silat Zhong Yuan!"

Wan Yan Zhu tiba-tiba berkata, "Aku kira ilmu silat Zhong Yuan biasa-biasa saja."

Li Long Da marah, Wu Shen Shi berkata, "Walaupun ilmu silat Zhong Yuan biasa-biasa saja, tapi dulu kami berhasil mengusir negara Tuan kembali ke negara asal, dan itu dilakukan oleh orang- orang Zhcng Yuan."

Wajah Wan Yan Zhu berubah, ternyata dulu ketika dia dikalahkan oleh Fang Zhen Mei dan dia merasa sangat terhina, sekarang Wu Shen Shi berani membuka aibnya di depan Pangeran Jin, dia benar- benar marah dan berteriak, suaranya seperti suara teriakan seekor burung, hanya dalam waktu singkat dia sudah berada di depan Wu Shen Shi!

Wu Shen Shi sudah memiliki persiapan sebelumnya, dia membentak, "Bawa ke sini'"' Di belakangnya sudah ada seseorang yang memberikan sebuah pentungan panjang.

Begitu Wu Shen Shi sudah memegang pentungannya dengan cepat dia menyerang Wan Yan Zhu berturut-turut 4 kali serangan, bayangan pentungan seperti gunung menutupi tubuh Wan Yan Zhu.

Wan Yan Zhu tertawa dingin, tangannya dijulurkan dan dia berhasil memegang pentungan itu.

Ilmu pentungan Wu Shen Shi sangat cepat dan aneh, dia sudah mempelajari ilmu Feng Mo Zhang Fa 70% sempurna ditambah dengan ilmu Da Mo Gun Fa yang keras dan kuat. Tapi kali ini pentungannya  ternyata berhasil dicengkram Wan Yan Zhu dan  tidak bisa ditarik kembali, ini adalah pengalaman pertama baginya.

Wajah Wu Shen Shi tampak berubah, dengan sekuat tenaga dia menarik kembali penuangannya. Wan Yan Zhu hanya tertawa dingin, kemudian dia melepaskan pegangannya.

Karena Wu Shen Shi menarik pentungan itu dengan seluruh kekuatannya, dia tidak menyangka kalau Wan Yan Zhu akan melepaskannya, maka diapun tidak bisa menahan gerakannya dan terjatuh ke belakang sejauh 7-8 langkah.

Kedua kaki Wan Yan Zhu tidak tampak bergerak sama sekali, dan sekarang dia sudah berada di hadapan Wu Shen Shi!

Wu Shen Shi menggunakan pentungan sebagai senjatanya, dia membalikkan tangannya dan memukul dengan pentungan itu!

Serangan itu dilakukan secara tiba-tiba dan gerakannya berubah menjadi menyerang, tapi pentungan itu hanya bisa mencapai setengah jalan, dan sudah terbelah menjadi 3 bagian. Pada saat yang sama Wan Yan Zhu sudah menggerakan cakarnya. Li Long Da melihat melihat situasi sudah tidak menguntungkan bagi Wu Shen Shi, dia segera meloncat untuk menolong saudaranya!

Tapi semua itu sudah terlambat, begitu Wan Yan Zhu mundur terlihat Wu Shen Shi sudah roboh, di antara dada dan perutnya terlihat ada lubang yang menganga, Jantung Wu Shen Shi sudah dicabik keluar oleh Wan Yan Zhu.

Ternyata pentungan panjang Wu Shen Shi pada saat disambut oleh Wan Yan Zhu, dia sudah mencakarnya, dan pentungan itu menjadi hancur. Begitu Wu Shen Shi memukul dengan sekuat tenaga, pentungan itu terbelah menjadi 3 bagian. Wan Yan Zhu mengambil kesempatan ini dan menyerang Wu Shen Shi lalu membunuhnya!

Orang ketiga terpenting di perusahaan Biao Huai Yang Cai Bu Pin, diserang oleh kedua orang Mongolia itu, dia langsung mati. Orang kedua yang bertarung, belum mencapai dua jurus sudah mati di tangan Wan Yan Zhu. Orang-crang perusahaan Biao itu belum pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya.

Walaupun Li Lcng Da sangat sabar, tapi sekarang dia sudah tidak tahan lagi, dia membentak, "Panji ini adalah panji kerajaan Song, tanah inipun milik orang Tiong Hoa, dan perusahaan Biao ini adalah milikku, kalian telah menghina panji negaraku dan di tempat ini telah membunuh orang-orangku, aku akan membunuh kalian!"

Dia memasang kuda-kuda Jiang Tian Zhang dan melayang ke atas!

Kedua orang Mongolia itu ikut bergerak, mereka melayang naik dari sisi kiri dan kanan. Li Long Da bergetar, kedua telapak tangannya menyerang dari posisi yang tidak disangka-sangka. Terdengar suara PLAK, PLAK. Dia berhasil memukul Hu Shang Ke dan Hu Shang Ge!

Hu Shang Ke dan Hu Shang Ge hanya terpaku, masing-masing mundur 2 langkah, mereka seperti dua ekor harimau yang meraung kesakitan dan menyerang!

Tadinya Li Long Da menyangka begitu kedua telapaknya mengenai lawan pasti bisa mengalahkan lawannya, dia merasa sangat gembira, serangannya yang bernama Jiang Tian Zhang, gerakannya memang sangat aneh dan menggunakan tenaga besar, walaupun di langit ada binatang besar, binatang itu pasti akan lari ketakutan, karena itu orang-orang persilatan menyebut jurus ini dengan julukan Jiang Tian Zhang (Pukulan mengalahkan langit).

Li Long Da merasa sekali serangannya sudah mengenai sasaran, dia mengira paling sedikit dia bisa melumpuhkan Hu Shang Ke dan Hu Shang Ge, tapi ternyata mereka hanya mundur beberapa langkah saja. Mereka seperti tidak terluka dan kembali maju menyerangnya lagi!

Kedua orang Mongolia itu sejak kecil sering bertarung dengan harimau dan singa, tenaga mereka sangat besar dan terlatih, Kulit mereka seperti tembaga, tulang kuat seperti besi, bisa diumpamakan golok dan tombakpun sulit menembus tubuh mereka. Li Long Da yang sekali memukul telah bisa membuat mereka mundur beberapa langkah, ini adalah pertama kalinya mereka mengalami hal ini semenjak mereka datang ke Zhong Yuan. Karena itu insting binatang merekapun timbul, mereka jadi menyerang Li Long Da dengan kekuatan penuh.

Ilmu silat Li Long Da lebih tinggi dibandingkan dengan Cai Bu Pin dan Wu Shen Shi, serangan dari Hu Shang Ke dan Hu Shang

Ge bisa dihindari, segera tangan kirinya mencengkram pergelangan tangan Hu Shang Ke dan tangan kanannya dengan kekuatan penuh menekan tangannya, dia ingin menggunakan jurus Jiang Tian Fa memotong urat nadi tangan kiri orang Mongoliaitu!

Tidak disangka begitu mengerahkan tenaganya, tangan kiri Hu Shang Ke tidak patah, malah kedua tangannya tergetar sehingga terasa sakit dan mati rasa. Dia terkejut, sedetik kepalan tangan Hu Shang Ge sudah hampir mengenainya, Li Long Da tidak sempat menghindar, terpaksa dengan menggunakan ilmu Jiang Tian Fa dia menyambut serangan itu! PLAK!

Terdengar suara pukulan beradu dan Li Long Da melayang mundur beberapa meter jauhnya, darahnya bergolak, dadanya terasa sesak nafas.

Kedua orang Mongolia itu memiliki tenaga besar, tidak bisa mengalahkan mereka dengan menggunakan tenaga besar!

Kedua orang Mongolia itu sudah mendekatinya, kembali mereka mulai menyerangnya dengan kepalan tangan, dengan ilmu Jiang Tian You Long (langit lemas naga berenang), Li Long Da berusaha untuk terus menghindar dan mencari kesempatan untuk membalas serangan, sekali-kali dia sempat memukul sasarannya, tapi setiap kali mengenai sasaran dia malah merasa tergetar dan kepalanya terasa pusing. Karena itu dia memutuskan jangan terlalu sering memukul, dia hanya berusaha untuk terus menghindar

Kedua orang Mongolia itu jadi tidak bisa memukul atau menangkapnya! Tapi semakin bertarung hati Li Long Da bertambah cemas, orang-orang perusahaan Biao yang melihat pertarungan itu semakin terkejut, tapi mereka mengerti dengan kondisi ini, mereka sebenarnya ingin membantu, tapi belum juga mencapai setengah jurus mereka pasti akan kalah karena itu mereka tidak tahu apa yang harus mereka perbuat sekarang.

Xia Hou Lie melihat Hu Shang Ke dan Hu Shang Ge bertarung cukup lama tapi tidak berhasil mengalahkan lawannya. Sikapnya menunjukkan perasaan tidak senang, begitu Xi Wu Hou melihatnya, dia segera berteriak menggunakan bahasa yang tidak dimengerti orang lain.

Kedua orang Mongolia itu segera mundur, kemudian Xi Wu Hou masuk ke arena pertarungan, dia tertawa kepada Li Long Da, "Tuan Li ternyata benar-benar kuat, biar aku yang tidak mempunyai keturunan ini mencoba beberapa jurus Anda!"

Kedua mata Li Long Da tampak melotot dan berkata, "Pengkhianat! Kau mengantar kematianmu sendiri, itu lebih baik!"

Kedua telapak tangannya sudah mengeluarkan jurus Jiang Tian Zhang dan siap bertarung dengan Xi Wu Hou.

Pangeran Jin sudah tidak berjalan mondar-mandir lagi, dengan santai dia berkata, "Aku merasa lelah!" kemudian dia menatap awan hitam yang berada di sebelah barat.

Dengan hormat Xia Hou Lie berkata, "Ya!" tiba-tiba dia  masuk  ke  lingkaran pertarungan, kedua jarinya siap menusuk mata Li  Long Da dan mendorong Xi Wu Hou.

Untung dengan cepat Li Long Da menunduk, tapi jari Xia Hou Lie sudah berubah lagi menjadi telapak dan menyerang Li Long Da.

Li Long Da terkejut dia mengangkat kedua telapaknya untuk menahan serangan itu.

Tiba-tiba Xia Hou Lie menarik kembali serangannya dan mengangkat kedua tangannya ke atas, dan dia sudah berhasil menyelipkan telapak tangannya ke ketiak kanan Li Long Da! Li Long Da terpaku, Xia Hou Lie sudah mencabut tangan kirinya dan kembali ke hadapan Pangeran Jin dengan hormat dia berkata, "Hamba sudah menyelesaikannya!"

Pangeran itu melihat Xia Hou Lie mendorong Xi Wu Hou, dan tangan kirinya hanya berubah sebanyak 3 kali, dia sudah berhasil membunuh Li Long Da, Xi Wu Hou juga melihat semua itu dilakukan dalam sekejap mata. Melihat Xia Hou Lie bertarung dia memutuskan untuk mundur, baru saja dia berdiri tegak, dia melihat Xia Hou Lie sudah kembali ke tempatnya. Dia melihat sepasang mata Li Long Da terbelalak dan dengan perlahan roboh ke tanah.

Orang-orang perusahaan Biao Huai Yangn terpaku, mereka tidak bisa berkata-kata.

Terdengar Pangeran Jin. berkata, "Ayo, kita pulang. "

Diapit oleh Hu Shang Ge dan Hu Shang Ke, lalu mereka bertujuh meninggalkan kantor Biao Huai Yang. Orang-orang yang ada di sana tidak ada yang berani mencegah mereka....

Tiga mayat tergeletak di tanah, Li Long Da, Wu Shen Shi dan Cai Bu Pin. Mereka mati dengan mata membelalak besar!

0-0-0
*** ***
Note 27 September 2020
"Cersil terbaru akan di upload setiap hari Sabtu dan Minggu.| Suatu pekerjaan yang paling tak kunjung bisa diselesaikan adalah pekerjaan yang tak kunjung pernah dimulai."

(Regards, Admin)

0 Response to "Panji Akbar Matahari Terbenam Bab 02 : Sekali pukul langsung mati"

Post a Comment

close