Kelelawar Hijau Jilid 17

Mode Malam
Suma ing mengamati raut wajah ketua perkumpulan bulu bijau itu dengan pandangan tajam. ia saksikan raut wajah kedua orang itu penuh berpelopotan darah, nada suaranya lemah dan sama sekali tak bertenaga. tahulah pemuda itu bahwasanya kedua orang jago tersebut sudah pasti baru saja melangsungkan pertarungan sampai ribuan jurus banyaknya.

Itu berarti pula kekuatan mereka sudah tak perlu ditakuti lagi. yang dikuatirkan sekarang hanya daya hancur yang kuat dari senjata payung sengkala. Suma ing segera tertawa dingin.

"Heeehh...heeehh...heeehh... untuk melindungi keselamatan sendiripun engkau sudah tak mampu, dengan andalkan kekuatan apa engkau hendak mencampuri urusan orang lain??"

"Dengan meng andalkan senjata payung sengkala ini" sahut Ketua perkumpulan bulu hijau ketus.

"Huuh... kalau engkau ingin bertindak dengan gunakan kekerasan, itu berarti engkau menginginkan sesosok mayat dari Lam-kong Pak"

Ketua perkumpulan bulu hijau mengerti kalau pada saat itu tak mungkin baginya untuk turun tangan- dengan suara berat dia segera menegur: "Apa yang hendak kau  lakukan??"

"Jika engkau inginkan persoalan ini secara baik, dan engkaupun harus menyanggupi dahulu sebuah permintaanku"

"cepat katakan"

"Dengan payung sengkala itu diatur dengan manusia, engkau bersedia untuk melakukan atau tidak??" seru Suma ing dengan suara yang amat mendalam. Begitu ucapan tersebut diutatakan keluar, bukan saja ketua perkumpulan bulu hijau merasakan sekujur badannya gemetar keras, bahkan Lam-kong Pak sendiripun sampai membuka matanya dan menengok kearah Ketua perkumpulan bulu hijau itu. Tanpa berpikir panjang ketua perkumpulan bulu hijau berkata dengan suara berat,

"Baik kukabulkan permintaanmu itu. tapi akupun tahu kalau engkau sibangsat cilik berhati kejam akan kelicikannya tiada tandingan dikolong langit. perkataanmu sama sekali tak dapat diperCaya dan ibaratnya kentut busuk. bagaimana Caranya aku dapat memperCayai perkataanmu itu??"

"Huuh.. engkau tak usah banyak bacot lagi, pokoknya sebelum payung sengkala itu terjatuh ketanganku, aku tak akan melepaskan Lam-kong Pak kalau engkau tidak inginkan diri Lam-kong Pak maka payung sengkala itu pun tak usah kau serahkan kepadaku"

Mendengar pembicaraan tersebut, dengan cepat Lam- kong Pak berpaling kearah ketua perkumpulan bulu hijau seraya berkata:

"Saudara, dengan diutarakannya maksud hatimu itu, aku Lam-kong Pak sudah merasa amat berterima kasih sekali, aku harap engkau tak usah mengorbankan diri begitu. haruslah diketahui andaikata payung sengkala itu sampai terjatuh ketangan iblis terkutuk ini. maka dunia persilatan tak akan memperoleh hati yang tenang sepanjang masa, aku tak mau dikarenakan keselamatanku hingga mendatangkan bencana dan musibah bagi umat persilatan"

"Engkau keliru besar"sahut ketua perkumpulan bulu hijau dengan suara berat, "dikolong langit tiada benda mustika yang bisa langgeng, payung sengkala hanya merupakan suatu benda sampingan yang tak mungkin bisa dimiliki sampai mati. sekalipun setelah mendapat benda mustika itu maka dia dapat malang melintang, toh hal itu hanya bersifat sementara. akhirnya dia tak akan memiliki benda itu untuk selamanya. tentang masalah ini engkau tak perlu terlalu menguatirkan"

Suma Ing tertawa seram tiada hentinya pada saat itu kain cadar yang menutupi wajahnya sudah dilepas hingga mukanya yang menyeringai seram terlihat nyata.

Mata kirinya telah buta hidungnya telah hancur dan tinggal dua lobang yang hitam dan besar kulit kepalanya terkelupas dan wajahnya porak-poranda akibat terbakar oleh air racun sam-wi-ceng-sui ditambah lagi gigi taringnya yang menonjol keluar membuat tampangnya benar2 mengerikan sekali.

ujung baju kirinya terselip dibalik pakaiannya karena lengan kirinya sudah kutung, tampang yang jelek seram dan mengerikan inilah merupakan sebab utama mengapa dia amat mendendam terhadap setiap umat manusia yang ada didunia, ia tak pernah memeriksa kesalahan sendiri tak pernah terlintas dalam benaknya kalau ganjaran seberat itu diterima olehnya akibat perbuatannya sendiri.

"Suma Ing" kata ketua perkumpulan bulu hijau. "ada sepatah kata ingin kunasehatkan kepadamu, jika engkau tahu bahaya dan segera berpaling meninggalkan sesat kembali kejalan yang benar. mungkin kehidupanmu akan berakhir dalam keadaan baik. segala sesuatu yang terjadi dikolong langit selalu ada sebab dan akibat, ada rejeki yang muncul secara tiba2 tentu ada pula bencana yang datang secara tiba2, jikalau engkau tak ingin ketimpa bencana maka aku anjurkan kepadamu agar meninjau kembali semua perbuatan yang telah kau lakukan selama ini." Suma Ing tertawa sinis. "Hmmm Hmmm seandainya psrkataan semacam ini diutarakan oleh seorang pria yang benar2 budiman dan berbudi luhur, kemungkinan besar nada suaranya lebih sedap didengar, sayang seribu kali sayang engkau adalah seorang manusia yang lain dimulut lain dihati, coba bayangkan saja apa maksud ^^t^^^^ mendirikan perkumpulan bulu hijau? berbuat kebajikan dan keadilan bagi umat manusia? ataukah mendatangkan kebahagiaan bagi umat persilatan?"

"Maksud dan tujuanku mendirikan perkumpulan bulu hijau adalah untuK membalas dendam atas sakit hatiku dimasa lampau untuk menyelidiki semua gerak gerik dan tingkah laku dari musuhku, mau tak mau aku harus merubah wajah menyembunyikan indentitas. Suma ing engkau harus tahu, kendatipun aku yang mendirikan perkumpulan bulu hijau, tapi aku tak pernah satu kali pun lakukan perbuatan terkutuk yang mencelakai ataupun merugikan sesama umat persilatan, tujuanku hanya berusaha untuk menyembunyikan diri dari penyelidikan orang saja"

"Siapakah engkau??"

"Andaikata engkau bersedia untuk bertobat dan menyesali semua perbuatan yang pernah kau lakukan- aku segera akan memberitahukan kepadamu siapakah aku yang sebenarnya?"

Suma Ing tertawa seram.

"Semua orang dikolong langit sama2 menderita satu penyakit yang tak bisa dlobati lagi, penyakit itu adalah belum pernah rasakan penderitaan dan siksaan, bicara tak pernah merasakan sakit atau gatal, yang diucapkan saja kata2 yang manis dan gagah. Aku Suma Ing sudah kenyang merasakan penderitaan dan segala macam siksaan hingga keadaan berubah jadi manusia tidak mirip manusia setan tak mirip setan adakah engkau anggap aku bersedia sudahi persoalan ini sampai disini saja?"

"Bencana dan rejeki datang tanpa pintu engkau sendirilah yang mengundang penderitaan diri sendiri, coba bayangkan saja perbuatanmu manakah yang tidak terkutuk dan disumpah orang? perbuatan bajik manakah yang pernah kau lakukan-...?"

"Tutup mulut" hardik suma Ing penuh kegusaran, "aku bukan datang kemari untuk mendengarkan nasehatmu, ayoh cepat jawab engkau bersedia melakukan barter atau tidak dengan aku?"

Lam-kong Pak selama ini membungkam tiba2 berkata: "Setelah mendengar pembicaraan dari cianpwee  barusan

akupun  jadi  sadar  dan  mengerti  memang  benar  tujuan

cianpwee mendirikan perkumpulan bulu hijau adalah guna menyelidiki musuh besarmu dan sama sekali tak pernah melakukan perbuatan2 yang merugikan orang lain, oleh sebab itulah aku nasehatkan kepada cianpwee agar jangan mencampuri urusanku lagi, Suma Ing adalah saudara seayah lain ibu dengan aku. bila aku sampai mati ditangannya, tiada persoalan yang bisa kukatakan lagi, cianpwee jangan se-kali2, menukar aku dengan payung tersebut, janganlah karena tindakan ini sehingga menanam bibit bencana bagi umat persilatan, jikalau sampai begitu keadaannya maka aku akan menyesal dan sepanjang masa mati tak meram"

Muka sianak muda itu memancarkan kegagahan dan kejujuran. se-akan2 sama sekali tak pikirkan mati hidupnya lagi, ia tahu lebih jelas andaikata ketua perkumpulan bulu hijau membatalkan niatnya untuk mengadakan barter dengan bajingan itu maka perbuatan apa yang bakal dilakukan Suma Ing terhadap dirinya.

Tapi kesemuanya itu sama sekali tak menggoyahkan keputusan hatinya, sebab ia lebih menitik beratkan pada kepentingan umum daripada siksaan badaniah, sebab penderitaan itu ada batas2nya.

Terdengar ketua dari perkumpulan bulu hijau berkata: "Aku telah mengambil keputusan bulat. dan engkaupun

tak usah keras hati lagi, semua kejadian sudah digariskan

oleh takdir, sekalipun payung mustika ini sudah terjatuh ketangan kaum durjana yang sesat, belum tentu ia dapat memanfaatkan kedahsyatan mustika ini sebagaimana mestinya."

"Suma Ing, ayoh serahkan dulu bubuk pemadam api itu kepadaku"

"Kita toh hanya berjanji kau serahkan payung dan aku serahkan orang. persetujuan ini tidak diembel2 dengan syarat lain, kenapa aku harus serahkan bubuk ini kepadamu?"

"Kebakaran besar yang melanda hutan ini tak mungkin padam dalam tiga sampai lima hari, setelah kuserahkan payung mustika ini kepadamu. dengan payung itu engkau bisa lolos dari medan kebakaran ini dalam keadaan selamat, tapi bagaimana dengan kami berdua??" 

"Baiklah kau harus letakkan dulu payung mustika itu keatas tanah, setelah itu akupun akan letakkan bubuk pemadam api ini ketanah, Kita saling mendekat dan menyambut satu sama lainnya, setelah kuserahkan Lam- kong Pak kepadamu.Jika kita berdua yang satu ambil payung yang lain ambil bubuk pemadam api bukankah cara ini adil sekali??" "Baik, kalau begitu kita lakukan begitu saja"

Dua orang itupun letakkan benda yang dipertukarkan diatas tanah. Suma Ing sambil masih mencekal urat nadi diatas pergelangan Lam-kong Pak perlahan2 maju mendekat.

Ketika ketua dari perkumpulan bulu hijau mengulurkan tangannya untuK menerima Lam-kong Pak, tiba2 saja Suma Ing yang sudah punya pikiran jahat melepaskan cekalannya pada pemuda Lam-kong tersebut dan berbalik mencengkeram urat nadi dari ketua perkumpulan bulu hijau.

Luka dalam yang diderita ketua perkumpulan bulu hijau tidak kalah parahnya dengan luka yang diderita Lam-kong Pak, apa lagi pada saat itu segenap perhatian ditujUkan kearah pemuda Lam-kong karena kuatir Suma Ing main licik ia sama sekali tak mengira kalau Suma Ing bisa berontak menyerang dirinya.

Dalam keadaan sama sekali tak siap. tak mungkin baginya untuk menghindarkan diri lagi, urat nadinya segera kena dicengkeram.

Lam-kong merasa amat terperanjat, sementara ia hendak kebaskan tangan Suma Ing untuk merampas payung sengkala tersebut siapa tahu Suma Ing sudah punya rencana masak dalam benaknya, sekali sentak ia bikin Lam-kong Pak jadi lemas dan kehilangan segenap kekuatan tubuhnya.

Lam-kong Pakjadi geram bercampur mendongkol, teriaknya dengan penuh kegusaran: "Suma Ing sebetulnya engkau masih terhitung sebagai seorang manusia atau tidak?"

Suma Ing tertawa seram, "Haahhh...haahhhh...haahhh.. dalam pandanganmu toh aku sudah bukan seorang manusia lagi kenapa kalian mesti menilai tinggi akhlakku.. . kalian maupercaya toh kesalahan kalian sendiri."

Begitu ucapan terakhir meluncur keluar dari bibirnya ia segera lepas tangan dan laksana kilat melancarkan dua totokan dahsyat yang merobehkan dua orang jago itu.

Setelah dua otaag lawannya sudah menggeletak diatas tanah ia baru pungut payung sengkala serta bubuk pemadam api tadi sambil tertawa ter-bahak2, serunya.

"Setelah kalian berdua dilenyapkan dari muka bumi, mulai detik itu juga aku Suma Ing akan malang melintang dalam dunia persilatan, apapun yang kukatakan tak ada yang mampu melarang...haah-haah haah..,."

Ia permainkan benda mustika itu, kemudian setelah melirik sekejap kearah dua orang itu dengan wajah menyeringai seram. lanjutnya:

"Keadaan kalian berdua ibaratnya sekali bersuara keras bagaikan guntur sekali kalau hancur lebur jadi abu. Huuh kalau manusia macam kalian sih belum terhitung sebagai jago yang luar biasa... Hmm mulai sekarang hanya aku Suma Ing yang akan malang melinlang di-mana2."

Setelah berhenti sebentar, ia memandang kearah Lam- kong pak dengan sorot mata penuh kebencian, sambungnya dengan nada dendam.

"Lam-kong pak. perbuatan yang paling tak dapat kumaafkan adalah tindakan yang membiarkan dua orang gadismu merusak dan menghancurkan alat kelaminku sehingga aku jadi impoten dan tak bisa berpungsi lagi... engkau bikin aku sangat menderita dan hidup merana. Aku sangat benci kepadamu." Baik Lam-kong Pak maupnun ketua perkumpulan bulu hijau sama2 pejamkan matanya, rasa sakit hati menyerang perasaan mereka terutama sekali bagi ketua perkumpulan bulu hijau, ia tak mengira kalau dirinya bisa kena dikibuli oleh bocah kemarin sore.

"Sebenarnya aku hendak membantai kalian berdua pada saat ini juga ." ujar Suma Ing kembali. "tapi sekarang aku telah ambil keputusan untuk melaksanakan soal besar lebih jauh hingga rintangan yang terakhir dikolong langitpun bisa tersapu lenyap. pada waktu itu aku Suma Ing akan malang melintang dikolong langit tanpa tandingan lagi"

Ia mengembangkan payung mustikanya lebar2 dan setelah mengepit tubuh kedua orang itu sekali jejak tubuhnya melayang keudara dan melepaSkan diri dari lautan api.

Dengan bantuan payung yang mengembang lebar badannya melayang hingga ketinggian beberapa puluh tombak dari permukaan tanah, dalam waktu Singkat lautan api dibawah mereka sudah dilalui dengan cepat dan mudahnya....

Payung mustika merupakan benda mustika yang langka dikolong langit, benda itu dapat membawa orang melayang diangkasa serta bergerak menurut kehendak hati.

Tentu saja untuk berbuat damikian seseorang membutuhkan latihan yang cukup lama hingga tenaga dalamnya benar2 mencapai pada puncaknya, sebab bagi orang yang memiliki tenaga dalam yang rendah kendatipun memiliki payung mustika tersebut tak mungkin benda tersebut akan memberikan daya yang begitu besar.

Suma Ing bersuit panjang ditengah langit yang merah karena kebakaran, tubuhnya melayang keluar dari lingkaran yang berbahaya dan meluncur keatas tonjolan batu karang setinggi beberapa tombak.

Sekarang ia benar2 mempunyai perasaan se-akan2 dunia telah menjadi miliknya, sebab asal siasat kecilnya berjalan pula dengan lancar hingga manusia lihay terakhirpun telah disingkirkan maka dunia persilatan akan jatuh kedalam kekuasaannya.

Sesosok bayangan manusia meluncur datang dari kejauhan, paras muka Suma Ing yang jelek dan menyeramkan terlintas suatu senyuman yang mengerikan hati, ia melayang turun dari atas batu karang tersebut.

orang yang baru saja munculkan diri itu bukan lain adalah Kakek ombak menggulung, ketika ia lihat ketua perkumpulan bulu hijau serta Lam-kong Pak sudah menjadi tawanan, wajahnya nampak terperangah.

Meskipun kejadian ini merupakan suatu peristiwa yang patut digembirakan, tetapi dari dasar hati kecilnya diam2 timbul kedengkian yang sangat tebal, pikirnya di-dalam hati:

"orang ini berhati kejam dan sangat berbahaya sekali, ditambah pula ambisinya untuk merajai dunia persiiatan sangat besar. jika payung mustika itu sampai terjatuh ketangannya maka itu berarti kedudukankupun akan terancam bahaya, bagaimanapun juga aku harus berusaha keras untuk singkirkan bajingan cilik ini dari muka bumi"

Keadaan dari dua orang itu ibarat anjing kelaparan dibawah daging yang tergantung, masing2 pihak saling mengincar lawannya, namun ke-dua2nya tak sampai perlih atkan perasaan hatinya itu didepan mata. Terdengar Kakek ombak menggulang tertawa ter-bahak2, "Haah-haah-haah.. muridku. ternyata aku tak keliru menyayangi engkau selama ini, mulai sekarang kita akan memimpin dunia persilatan dan menguasahi seluruh kalong langit."

"Aah suhu, engkau terlalu memuji ketidak becusan tecu, keberhasilan tecu selama ini tidak lain adalah hasil didikan dari suhu. selamanya tecu tak berani melupakan budi kebaikan suhu yang telah mendidik serta memelihara tecu selama ini."

"Eeei eeei... muridku. engkau kok malahan bersikap sungkan2 dengan aku, waah kamu ini..."

"Haahh- haahh haahh"

Dua orang itu saling berpandangan sambil tertawa ter- bahak2, suaranya keras hingga menggetarkan empat penjuru dan memantul ke-mana2, seakan-akan mereka hendak menggunakan gelak tertawa itu untuk saling mengadu kekuatan-

Setelah tertawa tergelak beberapa saat lamanya. mata mereka sudah basah oleh air mata, namun mereka sama2 saling bertahan dan mengukur kekuatan masing2.

Dalam pandangan Suma Ing, gembeng iblis tua itu tidak berhak untuk menguasai kolong langit. dia hanya pantas untuk mengiringi kekuasaannya belaka.

Sedangkan dalam pandangan Kakek ombak menggulung, Suma Ing terlalu kejam dan licik. kemantapannya dalam bekerja kurang meyakinkan dan tak mungkin bisa mengerjakan urusan besar. jika manusia semacam ini tidak dilenyapkan maka pasti akan merupakan bibit bencana dikemudian hari.

"Suhu " terdengar Suma Ing berkata, "kedua orang itu semuanya merupakan musuh bebuyutanku yang tak mungkin bisa diampuni lagi, harap suhu menjatuhkan hukuman yang setimpal kepada mereka"

"Muridku " jawab kakek ombak menggulung dengan cepat, "persoalan yang paling menggemhirakan bagi orang persilatan adalah pembalasan dendam yang terakhir dengan cepat, Lam-kong Pak telah membuat engkau jadi begini rupa, sudah sepantasnya kalau berbuat sesuai dengan keinginan hatimu. urusan balas dendam biarlah kuserahkan kepadamu saja untuk melakukan sendiri"

"Baiklah kalau begitu aku akan menyiksa mereka lebih dahulu dengan satu siksaan yang paling keji dikolong langit, kemudian nyawa mereka baru dicabut"

"Sudah sepantasnya kalau engkau berbuat demikian, Nah sekarang engkau boleh segera turun tangan"

"Aaah nanti dulu, tecu hendak serahkan dahulu benda mustika ini kepada suhu" Sambil berkata dia angsurkan payung mestika itu kedepan. Kakek ombak menggulung segera tertawa ter-bahak2.

"Haaahh..haaahh..haaahh.. engkau benar2 merupakan muridku yang baik, memang lebih baik aku yang simpan payung ini, sebab barang ini jauh lebih aman-"

Belum selesai dia berkata, tiba2 Suma ing sentak payung mestika itusehingga ujung senjata itu dengan tepat dan persis menotok jalan darah Ji-keng-hiat diatas dada Kakek Ombak menggulung.

Jago tua itu mendengus berat. tak ampun lagi tubuhnya roboh terkapar diatas tanah.

"Haaahh..haaahh...haaahh... " Suma Ing tertawa seram. "sekali pun engkau lebih licik,jangan harap bisa terlepas dari perhitungan aku orang she Suma yang jitu. Hhm... hhmm.. aku tahu kalau dalam hati kecilmu sudah timbul ingatan jahat. ketika untuk pertama kalinya engkau melihat bahwa aku berhasil menangkap dua orang ini dan payung sengkala tersebut terjatuh ketanganku. pandangan mata serta perubahan mukamu telah beritahu kepadaku bahwa engkau mengandung maksud tak baik. lblis tua engkau sudah terlalu lama malang melintang dikolong langit, sekalipun harus mati rasanya engkau bisa mati dengan mata terpenjam rapat"

Kakek ombak menggulung pejamkan mata dan membungkam, paras mukanya yang kurus kering sama sekali tak terlintas rasa kaget ataupun terperanjat. Suma Ing kembali tertawa dingin.

"Heeehh-heehh-heeehhh... iblis tua tenang amat engkau?? pandai benar engkau menekan perasaan hatimu, aku tak percaya kalau engkau sama sekali tak takut mati"

Kakek ombak menggulung tetap berbaring dengan mata terpejam, paras mukanya tenang sekali.

Ketua perkumpulan bulu hijau serta Lam-kong Pak yang meayaksikan kejadian itu diam-diam menghela nafas panjang, dalam pandangan pemuda she Lam-kong kejadian ini patut disesalkan olehnya.

Ia mempunyai beberapa kali kesempatan baik untuk membinasakan penjahat tersebut tapi akhirnya timbul perasaan tak tega dalam hati kecilnya hingga mengakibatkan terjadinya peristiwa seperti hari ini.

Dalam pandangan ketua perkumpulan bulu hijau, sejak dahulu ia sudah tahu kalau Suma Ing berakhlak bejad dan berhati busuk. tapi ia tak menyangka kalau kebusukannya sudah mencapai taraf yang tak mungkin bisa diobati lagi.

Mereka tahu bahwa pertunjukan bagus belum selesai bagaimana akibatnya masih belum dapat diduga, mulai sekarang walaupun begitu ketua perkumpulan bulu hijau telah ambil keputusan, ia harus menggunakan tipu muslihat untuk menyelamatkan jiwanya serta jiwa Lam-kong Pak.

Pada saat ini dalam hati kecilnya telah timbul perasaan simpatik terhadap Lam-kong Pak, mungkin karena kegagahan serta kejujuran yang ditampilkan pemuda itu sudah menghibakan hatinya, ia merasakan kematian bagi dirinya tak perlu disayangkan tapi jika Lam-kong Pak sampai mati maka kematiannya merupakan suatu kahilangan yang amat besar bagi umat persilatan-

Suma Ing dengan memegang payung mustikanya berjalan pulang pergi disekeliling tubuh tiga orang jago itu, ia menyeringai senyum dan tertawa bangga tiada hentinya. Terakhir manusia itu mendekati tubuh kakek ombak menggulung dan berkata:

"Engkau harus kubantai lebih dahulu karena engkau adalah orang yang paling berbahaya, aku tahu bahwa diantara kita tak pernah terikat oleh dendam ataupUn sakit hati, oleh sebab itu aku akan memberi kematian yang utuh dan cepat kepadamu.."

Selesai berkata ia angkat payung mustikanya dan menyodok jalan darah Bi-sim-hiat diatas jidat Kaket ombak menggulung dengan ujung payungnya.

Dengan perasaan yakin pasti berhasil dari sikap yang sangat tenang Suma ing hanya mengerahkan tenaga sebesar dua tiga bagian dalam serangan tersebut, tatkala ujung payung baru saja menempel diatas jidat Kakek ombak menggulung mendadak jago tua itu melejitkan badannya keatas sehingga ujung payung itu mengarah keatas mulutnya.

Dalam keadaan begitu tiba2 saja Kakek ombak mengulung membuka mulutnya dan menggigit ujung payung dengan gerakan Liong-coa-ki-liok atau naga ular sama2 mendarat, pada saat yang bersamaan pula badannya loncat bangun serta merampas payung mestika itu.

Bukan begitu saja. sebuah tendangan kilat yang amat dahsyat segera disusulkan lebih jauh menghajar tubuh  Suma ing hingga mencelat sejauh tiga tombak dari tempat semula dan tak bisa berkutik lagi.

Rupanya dalam tendangan itu, Kakek ombak menggulung telah menotok pula jalan darah Hay-tee-hiat ditubuh suma ing.

Serentetan gerak tubuh itu dilakukan dengan cekatan, cepat dan manis sekali baik.

ketua perkumpulan bulu hijau maupun Lam-kong Pak yang menyaksikan kejadian itu diam-diam memuji akan kebagusan gerakkan tersebut.

Merekapun menyadari bahwa sejak pertama kali tadi Kaket ombak menggulung telah berhasil menebak tepat suara hati Suma Ing, apalagi sewaktu manusia durjana itu hendak serahkan payung mustika tersebut kepadanya.

Dalam perhitungan Kakek ombak menggulung, apabila Suma Ing benar2 melancarkan serangan maka yang dituju pastilah beberapa buah jalan darah penting diatas dadanya, oleh sebab itulah dia telah menggeserkan kedudukan jalan darahnya dan pura2 roboh setelah kena ditotok.

Justru karena sudah adanya persiapan itulah meskipun kena ditotok paras mukanya sama sekali tidak menampilkan rasa kaget, terperanjat ataupun gelisah.

"Heeehhh...heeeehh ...heeehh...." Kakek ombak mengulung tertawa seram tiada hentinya, "Suma Ing permainan busukmu itu cuma dapat membobongi anak kecil, bukannya aku sengaja bicara besar, kalau bicara tentang akal muslihat maka dikolong langit dewasa ini tak seorang manusiapun bisa menandingi diriku"

Begitu ucapan tersebut diutarakan keluar, diam2 ketua perkumpulan bulu hijau mendengus dingin, pikirnya:

"Sekarang masih pagi untuk mengutarakan perkataan semacam itu, tunggu saja tanggal mainnya aku pasti akan mencari engkau untuk menjajal sampai dimana kelihayan otakmu"

Sementara itu Kakek ombak menggulung telah mendekati Suma ing lalu menyepak badannya hingga mencelat setinggi satu tombak keatas udara. pleeetaaak

badannya terbanting diatas tanah keras2 dan mencium tanah, teriaknya.

"Hey keparat cilik engkau pandang terlalu tinggi diriku? baiklah, akan kubantai dirimu lebih dahulu sebab aku punya pandangan yang luar biasa pula atas dirimu. oleh karenanya engkau harus dikirim lebih dahulu untuk melakukan perjalanan"

Habis berkata, dia angkat payung mustikanya dan ditusukkan kearah pusar Suma Ing.Tapi sebelum senjata itu bersarang diatas jalan darah penting itu, tiba2 gembong iblis tua itu tarik kembali payung mustikanya itu dan berpikir:

"Baik dia maupun kedua orang itu semuanya pandai mainkan jurus silat payung sengkala, dan ilmu silat paling ampuh dikolong langit dewasa ini yang dapat menandingi kebagusan Koen-tun-ceng-ki milikku hanya jurus serangan payung sengkala belaka, bagaimanapun juga aku harus berusaha mempelajari Simhoat dari kepandaian tersebut, jika kepandaian itu kugabungkan menjadi satu, bukankah ilmu silatku akan mencapai puncak kesempurnaan yang tiada tandingan lagi dikolong langit?" Ujung payung mustikanya segera ditempelkan diatas jalan darah Leng-tay-hiat diatas tubuh Suma ing, kemudian sambil membebaskan jalan darah Hay-tee-hiatnya yang tertotok ia bertanya:

"Suma ing, apakah engkau masih ingin hidup??" "Engkau tak perlu membuang waktu dan pikiran  dengan

percuma,   benda   yang   kau   inginkan   tak   mungkin bisa

diperoleh dari badanku"

Kakek ombak menggulung tak banyak bicara, kembali ia totok jalan darahnya kemudian berjalan kesamping ketua perkumpulan bulu hijau dan menggunakan ujung payungnya menempel jalan darah sian-ki-hiatnya, setelah itu ia bebaskan jalan darahnya yang tertotok dan berkata:

"Jikalau pikiranmu bisa bergerak sedikit lebih bebas dan leluasa, kemungkinan besar dapat memberi sebuah jalan kehidupan bagimu."

"Katakan sejak permulaan tadi pikiran, dan perasaan hatiku sudah bergerak lebih leluasa"

"Katakanlah sim-hoat serta rahasia ilmu sakti payung sengkala. aku percaya engkau pun menguasai kepandaian maha sakti itu."

"Boleh, tetapi sebelum itu engkaupun harus menjawab sebuah pertanyaanku lebih dulu."

"Tidak. engkau yang harus memberi jawaban lebih dahulu kepadaku,"

Ketua dari perkumpulan bulu hijau segera pejamkan matanya rapat2. dengan suara dalam ia berseru.

"Kalau begitu yaa sudahlah lebih baik turunlah tangan secepat mungkin"

Kakek ombak menggulung menyeringai seram, "Heehhmm-heehhmm-heehhmm tak nyana tulangmu ternyata begitu keras. baiklah bagaimanapun juga engkau toh tak akan nanti lepas dari cengkeramanku, ajukanlah pertanyaanmu itu?"

"Pertama. engkau harus memberi air minum lebih dahulu Kepadaku, karena darah yang mengalir keluar dari badanku terlalu banyak. sekarang aku merasa haus sekali, setelah hausku hilang pembicaraan baru dapat dilangsungkan-"

Kakek ombak menggulung lepaskan tempat airnya dan diletakkan ditepi mulutnya, tanpa sungkan2 ketua perkumpulan bulu hijau segera menghabiskan air yang ada itu hingga tanpa sisa.

Setelah berhenti sebentar, ia baru melanjutkan, "Baiklah sekarang aku hendak ajukan pertanyaan kepadamu."

ia berpikir sebentar kemudian lanjutnya,

"Tempo dulu sewaktu Sun Han Siang ke-tempat cu Hong Hong untuk mencuri kitab pusaka payung sengkala dan didalam pertarungan itu cu Hong Hong kena dipukul hingga terjatuh kedalam jurang menurut pengakuan Sun Han Siang tenaga dalam yang digunakan pada waktu itu Cuma lima enam bagian belaka, dengan tenaga dalam yang dimiliki cu Hong Hong pada saat itu tak mungkin ia bisa terjerumus kedalam jurang, apakah engkau yang turun tangan seCara diam2??"

Sekujur badan Kakek ombak menggulung bergemetar keras, dengan suara lantang ia membentak:

"Siapakah kau??"

"Tak usah banjak bertanya, aku sudah pasti bukan sanak keluarga dari cu Hong Hong maupun Sun Han Siang aku hanya ingin mengetahui latar belakang duduknya perkara itu"

Kakek ombak menggulung tertawa dingin.

"Heeeh-heehh-heeehh... dengan tenaga dalam yang kau miliki saat ini, aku rasa dimasa lampau engkau bukan seorang yang tak bernama, kenapa aku sama sekali tak kenal dengan dirimu??"

"Dalam dunia persilatan yang begitu luas dan lebar. jago berkepandaian tinggi tak terhitung banyaknya. apakab engkau yakin kalau kenal dengan setiap manusia dikolong langit??"

Kakek ombak menggulung tertawa seram tiada hentinya. "Hmm bagaimanapun juga , sepantasnya kalau engkau

mempunyai nama bukan??"

"Aku she ciu bernama Hok dengan julukan kakek penasaran berkain hijau."

Baik Kakek ombak menggulung maupun Lam-kong Pak sama2 terperangah sesudah mendengar nama itu, sebab baik nama maupun julukannya luar biasa istimewanya bukan saja tak pernah terdengar bahkan kedengarannya janggal sekali.jelas membuktikan bahwa nama tersebut bukanlah nama aslinya.

Lam-kong Pak dengan Cepat dapat menyelami arti dari jululan tersebut, kakek penasaran berkain hijau seakan-akan memberi artikan kalau ia mengenakan kain hijau diatas kepalanya itu berarti pula kalau orang ini mempunyai seorang istri yang tidak setia dan sudah menyeleweng dengan orang lain-

Satu ingatan dengan cepat berkelebat dalam benak Lam- kong Pak, teringat olehnya bahwa ketua perkumpulan bulu hijau pernah mencaci maki cu Hong Hong habis2an- suatu kali ia pernah berkata kepada perempuan itu:

"Aku akan kumpulkan kalian lelaki perempuan jahanam yang telah berbuat zinah dan penyelewengan, kemudian akan turun tangan serentak. "

Teringat akan hal itu satu ingatan kembali berkelebat dalam benak Lam-kong Pak yang membuat sekujur badannya gemetar keras, ia teringat kembali akan cita2 ketua perkumpulan bulu hijau yang bersumpah tak akan lepaskan ayahnya Lam-kong Liu, jangsn2 yang dimaksudkan sebagai pria wanita jahanam yang telah berbuat zinah itu adalah ayahnya serta cu Hong Hong??

Aaah hal ini tak mungkin biaa terjadi, Cinta kasih antara ayahnya dengan ibunya begitu mendalam. mana mungkin ayahnya bisa mencintai cu Hong Hong lagi. tapi ia teringat kembali akan makian dari cu Hong Hong yang memaki ibunya sabagai seorang perempuan tukang rebut lelaki.

Ditinjau dari sini dapatlah mengambil satu kesimpulan bahwa antara ayahnya Lam-kong Liu dengan cu Hong Hong dimasa lampau pasti sudah pernah terikat oleh cinta kasih.

Kalau memang begitu bukankah itu berarti bahwa ketua perkumpulan bulu hijau adalah suaminya co Hong Hong??

Jikalau dugaannya tepat dan tidak meleset maka itu berarti ketua perkumpulan bulu hijau adalah Siau-yan Peng^ suaminya cu Hong Hong.

Setelah menghubungkan bukti yang satu dengan yang lain Lam-kong Pak merasa makin menebak semakin benar. tak kuasa lagi dia merasa amat terperanjat dari perubahannya yang digunakan yakni ciu Hok atau balas dendam bisa dia ambil kesimpulan bahwa ketua perkumpulan bulu hijau telah ambil keputusan untuk tidak lepaskan ayahnya mau-pun cu Hong Hong dari pembalasan dendam. Tapi yang lebih aneh lagi. ternyata ketua perkumpulan bulu hijau agaknya menaruh pandangan lain terhadap ibunya, ia selalu memberi belas kasihan kepadanya, apa yang sebetulnya terjadi??

Sementara ia masih memikirkan itu, terdengar ketua perkumpulan bulu hijau berkata: "Aku harap engkau bersedia menjawab pertanyaanku ini."

"Ehmm tak ada salahnya untuk beritahukann persoalan ini kepadamu. tempo hari aku serta suhengku. Boan-thian- seng-to, Bintang tersebut dilangit Liok Hoa Seng memang berada disekitar tempat itu, orang yang menghantam cu Hong Hong hingga terCebur kedalam jurang adalah suhengku, sedang aku sendiri sama sekali tidak berbuat apa2."

"Tempo hari ketika Siau-yan Peng sedang bertarung melawan seorang manusia berkerudung, kepandaian silat yang dimiliki kedua orang itu seimbang, ketika Siau-yan Peng dihantam oleh manusia berkerudung itu hingga mencelat sejauh satu tombak. malahan kemudian ditolong oleh manusia berkerudung itu membuktikan kalau dari sisi kalangan ada orang yang turun tangan seCara diam2 apakah engkau dapat menerangkan duduk perkara ini??"

"Kejadian itupun merupakan hasil karya dari suhengku Bintang yang bertaburan diangkasa Liok Hoa Seng"

"Tempo dulu jago angin dan guntur Lam-kong Liu pernah dikerubuti orang banyak. kemungkinan besar diapun disergap dan dicelakai orang dari balik layar, apakah peristiwa itu juga merupakan hasil karya kakak seperguruanmu??"

Kakek ombik menggulung menyeringai seram. "Haahh-haahh-haahh.. terus terang kuberitahukan kepadamu, kejadian tersebut adalah hasil karyaku."

Begitu pengakuan itu diutarakan keluar. Lam-kong pak merasakan hatinya bergetar keras. rupanya tempo dulu ada orang yang sengaja menyiarkan kabar bohong yang mengatakan kitab pusaka payung sengkala dimiliki ayahnya, atas tersiarnya berita sensasi itu dengan cepat memancing perhatian serta pengincaran dari pelbagai manusia- manusia yang yang terhitung sampah masyarakat terdapat ayah Liu Hau Siang jago arak dari Lam-hay It-bun Ko. Dewa harta bertangan keji serta Janda kawin tujuh kali beberapa orang.

Sudah tentu jika ingin mengandalkan kekuatan dari beberapa orang itu sulitnya bagi mereka untuk melukai Lam-kong Liu dan hal ini tak mungkin bisa berhasil tak tahunya Kakek ombak menggulung yang melancarkan sergapan dari samping.

"sudah habiskah pertanyaanmu??" tanya kakek ombak menggulung kemudian.

"Apakah kakak seperguruanmu Bintang yang bertaburan diangkasa Liok Hoa Seng masih hidup dikolong langit?" tanya ketua perkumpulan^bulu hijau lagi.

"Sudah tentu... kepergianku kali ini sebenarnya hendak mencari dia tapi sekarang setelah aku berhasil dapatkan payung sengkata rasanya tiada kepentingan lagi untuk mencari dirinya"

"Baiklah boleh saja kalau engkau ingin tahu sim-hoat serta rahasia ilmu sakti payung sengkala..."

Bicara sampai disini diam2 ia salurkan hawa murninya dan muntahkan serentetan panah air yang sangat tajam langsung mengancam tubuh bagian atas bagian dada serta bagian bawah kakek ombak menggulung, begitu dahsyat pancaran panah air yang terbagi jadi tiga bagian itu hingga secara lapat2 terasa tertekan hawa murni yang tajam.

Mimpipun Kakek ombak menggulung tak pernah menyangka kalau pihak lawan bakal menggunakan cara semacam itu untuk menghadapi dirinya, terpaksa ia tarik diri dan mengundurkan diri sejauh satu tombak kebelakang,

Ilmu silat yang dimiliki ketua perkumpulan bulu hijau mempunyai keistimewaan lain, ia dapat menyalurkan tenaga dalam sewaktu berbicara.

Ketika pembicaran sedang berlangsung tadi, secara diam2 luka dalamnya berhasil ditekan sedemikian rupa sehingga tak dapat berkutik lagi. apalagi ia sudah mempersiapkan diri untuk turun tangan- begitu loncat bangun dari atas tanah, dengan suatu gerakan yang cepat pula ia bebaskan jalan darah Lam-kong Pak yang tertotok.

Kendatipun sudah tertipu mentah2 oleh siasat lawan. akan tetapi kakek ombak menggulung sama sekali tak jeri menghadapi ke dua orang itu, ia tahu bahwa luka dalam yang diderita kedua orang jago itu belum sembuh. ditambah pula payung sengkala berada dalam genggamannya, tiada persoalan lain yang perlu ditakuti lagi olehnya.

Kakek ombak menggulung tertawa seram tiada hentinya, sambilper-lahan2 maju mendekat serunya:

"Sekalipun kalian berdua turun tangan bersama, belum tentu kalian bisa menandingi kedahsyatan seranganku, akhirnya toh hasilnya sama saja.-"

Belum habis ia berkata, tiba2 terdengarlah suara gemerincingan yang amat nyaring berkumandang datang. tahu2 tiga orang manusia tembaga itu dengan pakaian yang ber-lubang2 tapi sama sekali tidak cedera telah berdiri disamping tubuh Suma Ing.

Kakek ombak menggulung menyadari bahwa kekuatan ilmu silatnya masih belum dapat menandingi kerubutan lima orang jago lihay itu. terutama sekali luka dalamnva yang diderita akibat tekanan pukulan payung sengkala dari ketua perkumpulan bulu hijau belum lama berselang sama sekali belum sembuh, tanpa berpaling lagi ia kabur ter-birit2 meninggalkan tempat itu.

pada saat Kakek ombak menggulung larikan diri dan ketua perkumpulan bulu hijau serta Lam-kong Pak masih berdiri terperangah. salah seorang diantara tiga manusia tembaga itu mendadak menyambar tubuh Suma Ing dan sambil tertawa ter-bahak2 berkelebat tinggalkan tempat kejadian itu.

Ketua perkumpulan bulu hijau serta Lam-kong Pak hanya bisa saling berpandangan tanpa mengucapkan sepatah katapun, setelah tertegun beberapa saat lamanya akhirnya mareka sama2 tertawa ter-bahak2.

Gelak tertawa berlangsung beberapa waktu, suatu ketika Lam-kong Pak muntah darah kental. tubuhnya mulai bergoyang dan mundur kebelakang dengan sempoyongan-

Ketua perkumpulan bulu hijau segera maju menghampiri dengan niat hendak memeluknya, tapi Lam-kong Pak mundur dua langkah kebelakang dengan cepat, serunya:

"Engkau menyebut diri bernama ciu Hok dengan julukan kakek penasaran berkain hijau. aku tahu nama itu adalah nama palsu. kalau engkau tak mau beritahu nama aslimu, akupun tak mau terima bantuanmu ini."

"Hey bocah muda, engkau memang keterlaluan sekali, aku bermaksud baik hendak menolong kamu." "Biarlah maksud baik cianpwee kuterima dalam hati saja, silahkan engkau berlalu dari sini"

Ketua perkumpulan bulu hijau melepas jubah luarnya dan diberikan kepada pemuda itu. "Pakaianmu sudah rusak dan robek sangat tak sedap dipandang, kenakanlah bajuku ini"

Lam-kong Pak sama sekali tidak menerima angsuran pakaian itu, dengan suara dalam bertanya:

"cianpwee, kalau toh engkau tak mau utarakan asal usulmu, akupun tak bisa memaksa, tapi kalau menurut dugaanku kemungkinan besar engkau adalah Sian-yan Peng loo-cianpwee suami dari cu Hong Hong"

Ketua perkumpulan bulu hijau tak mengaku tak menyangkal dia hanya tersenyum belaka.

"cianpwee, aku ada satu persoalan hendak ditanyakan kepadamu." ujar Lam-ong Pak kembali. "dan aku harap cianpwee bersedia memberi jawaban yang sejujurnya"

"Tanyalah kecuali asal-usulku yang tak dapat kuberitahukan kepadamu lebih2 dahulu dalam persoalan lain aku pasti akan memberi jawaban yang bisa memuaskan hatimu."

"Aku masih ingat kalau cianpwee pernah gunakan ilmu hipnotis Tong-beng-hok-goan-toa-hoat terhadap salah seorang diantara tiga manusia tembaga itu, tolong tanya manusia tembaga yang terpengaruh oleh ilmu hipnotis Tong-beng-hok-goan-toa-hoat tersebut telah pulih kembali kesehatannya??"

"Belum tenaga dalamnya hanya bisa pulih enam sampai tujuh bagaian saja, apabila dia tidak menerima pertolongan yane terakhir untuk membebaskan sama sekali pengaruh ilmu tersebut terhadap tubuhnya maka kepandaian silat yang dilatih olehnya tak akan berhasil mencapai puncak kesempurnaan"

"Benarkah manusia tembaga itu adalah ayahku jago angin guntur Lam-kong Liu?"

"Benar dia atau bukan aku sih kurang begitu jelas pokoknya kalau bukan dia maka manusia tembaga itu pastilah siau-yau sianseng sastrawan yang suka melancong Lu It Beng"

"Segala sesuatu perbuatan tentu tingkah laku cianpwee semuanya memberikan rasa kagum dan hormat bagiku. tapi ada satu persoalan yang membikin hatiku jadi amat kecewa"

"Apa maksudmu??"

"Kalau toh cianpwee telah menyerupai manusia tembaga itu untuk melaksanakan ilmu hipnotis Tong-bin-bok-goan- toa-hoat maka sudah menjadi kewajiban bagimu untuk bertindak sampai ke-akhirnya. kenapa engkau sengaja tinggalkan satu bagian hingga kesembuhannya tak sempurna? tindakan semacam ini sangat menyesalkan hatiku. Menurut dUgaanku, sebab musabab cianpwee sengaja menahan bagian terakhir dari ilmu penyembuhan tersebut bukan lain adalah karena cianpwee takut jika tenaga dalam ayahku pulih kembali seperti sedia kala lalu memusuhi dirimu. kalau toh cianpwee tak bersedia  lepaskan ayahku. dan engkaupun tidak membiarkan tenaga dalamnya pulih seperti sedia kala, itu berarti bahwa cianpwee hendak mencari kemenangan dengan akal licik. nantinya siapa yang bakal menang dan siapa yang bakal kalah yang jelas hasil dari pertarungan itu tetaptak adil, bukankah tindakan dari cianpwee itu sangat mengecewakan hati orang??" "Bocah muda. mulutmu memang benar2 sangat tajam, tapi sayang aku tak suka dengan permainan semacam itu"

"Aku sama sekali tak bermaksud memanasi hatimu, kenyataan memang demikianlah keadaannya, manusia gagah dan bijaksana seperti cianpwee ternyata bisa lakukanperbuatan seperti ini, boleh dibilang kejadian itu merupakan Suatu kejelekan diantara keindahan, inilah yang patut disesalkan-.."

= =ooooooooo= =

"HAAAI HH...haaahh...haaahh...." Ketua perkumpulan bulu hijau tertawa ter-bahak2 dengan nyaringnya. tubuh mulai sempoyongan dan rupanya luka yang ia derita telah kambuh kembail, serunya dengan wajah serius,

"Perduli bagaimanapun engkau panasi hatiku. aku pasti akan penuhi rasa baktimu terhadap ayahmu. "

Bicara sampai disini. dari dalam sakunya dia ambil keluar segulUng kertas dan diangsurkan kepada Lam-kong Pak. lanjutnya:

"Dalam kertas itu tercantum kepandaian terakhir dari ilmu penyembuhan Tong bin-hok-goan-toa-hoat. Nah ambillah tapi aku ulangi kembali keputusanku, bagaimanapun juga aku tak akan lepaskan Lam-kong Liu dengan begitu saja, lain kali jikalau kita saling berjumpa kembail, pada saat itulah aku akan melangsungkan suatu pertarungan yang paling adil dengan dirinya"

Lam-kong Pak segera menjawab dengan serius:

"jikalau cianpwee anggap perbuatanku ini merupakan suatu penampilan rasa baktiku kepada orang tua dan bukannya berbicara atas dasar keadilan, maka lebih baik kutampik pemberian dari cianpwee ini, harap cianpwee terima kembali tulisan tersebut."

Perkataan itu sangat menyinggung perasaan ketua perkumpulan bulu hijau, ia benar2 saja naik pitam. hardiknya:

"Bocah muda. engkau bosan hidup yaa?"

"Aku pernah mempelajari kitab ajaran dari para Nabi suci dan memahami pula apa artinya kehidupan sebagai seorang manusia cianpwee telah salah mengartikan maksudku aku tak bersedia menerima rasa belas kasihan dari orang lain".

"Lalu apa yang kau ingiakan ??" bentak ketua perkumpulan bulu hijau dengan suara keras.

"Asal cianpwee mengakui cara ini adalah suatu cara yang paling adil, aku akan menerima pemberianmu itu "

Rasa dendam dan sakit hati yang tersimpan dalam hati ketua perkumpulan bulu hijau sudah terpendam selama puluhan tahun lamanya. jago lihay ini sebenarnya hendak membinasakan Lam-kong pak serta Lam-kong Liu tapi kemudian ia temukan bahwasanya Lam-kong pak adalah seorang jago lihay yang luar biasa, karena itulah timbul perasaan kasihan dalam hatinya dan setiap kali ia menaruh belas kasihan kepadanya.

Selain itu secara diam2 ia menaruh rasa cinta da nsayang terhadap Sun Han Siang, kendatipun perasaan tersebut selalu tersembunyi didasar hatinya belaka. oleh sebab itulah ia merasa tak tega untuk turun tangan terhadap Lam-kong pak.

Dan sekarang sianak muda itu menunjukkan kebandelan yang sukar dikendalikan- hal ini membangkitkan hawa amarahnya hingga sukar dibendung lagi segera hardiknya: "Bocah muda. kalau engkau benar2 ingin mati, aku akan segera penuhi harapanmu itu"

Lam-kong Pak silangkan tangannya didepan dada dan menjawab tawa:

"cianpwee pernah lepaskan budi kepadaku bagi orang persilatan yang pernah menerima kebalkan orang maka sudah sepantasnya untuk membalas kebaikan itu lebih dari apa yang pernah diterima, jikalau cianpwee memang hendak menyempurnakan diriku silahkan engkau segera turun tangan aku tidak akan membalas walau sedikitpun juga "

"Bocah muda kau anggap aku benar2 tak berani untuk membinasakan dirimu?" seru ketua perkumpulan bulu hijau dengan suara dingin.

Lam-kong Pak pejamkan matanya rapat2 kemudian menjawab dengan tenang:

"Aku tak akan menganggap keselamatan jiwaku sebagai suatu permainan belaka itu berarti aku tak akan melakukan perbuatan yang bagiku dianggap tak masuk akal"

Ketua perkumpulan bulu hijau mendengus dingin, dengan langkah lebar ia maju kedepan telapaknya dengan himpunan tenaga penuh siap dibacokkan keatas batok kepala pemuda itu.

Kendatipun isi perutnya terluka parah tapi dalam gusarnya yang tak terkirakan tenaga yang dihimpun cukup tangguh dan mengejutkan hati.

Sambil berpeluk tangan Lam-kong Pak pejamkan matanya rapat?, tubuhnya sama sekali tak berkutik barang sedikitpun juga , mukanya memancarkan kehalusan dan keagungan, membuat orang lain tak berani memandang rendah akan dirinya. Ketua perkumpulan bulu hijau menghela nafas panjang. ia tarik kembali telapaknya sambil mundur satu langkah kebelakang bisiknya lirih.

"Bocah muda, selama hidup belum pernah aku takluk kepada siapapun, tapi ini hari aku telah jatuh kecundang ditanganmu"

"cianpwee tak usah merendahkan derajat sendiri, dari sikap cianpwee yang tak tega membinasakan diriku sudah jelas membuktikan bahwa cianpwee adalah seorang pendekar tua yang berjiwa besar dan berpandangan luas"

"Bocah muda" ketua perkumpulan bulu hijau kembali menghardik, "kalau engkau masih keras kepala dan berpegang teguh pada pandangan sendiri jangan salahkan kalau aku akan berubah pandangan dan lebih baik melakukan suatu perbuatan yang bertentangan dengan perasaan hati sendiri dan membinasakan dirimu" .

"Aku dapat memahami sikap cianpwee tersebut, aku tahu cianpwee berbuat demikian hanya ingin menakut2i diriku belaka. sebab buat seorang pendekar besar, seorang Enghiong hohan, tak mungkin ia bersedia melakukan suatu perbuatan yang akhirnya akan disesalkan sepanjang masa"

Ketua perkumpulan bulu hijau tak sanggup menahan diri lagi. laksana sambaran kilat ia melancarkan sebuah gaplokan keras yang tepat bersarang diatas pipi Lam-kong Pak.

Dengan sempoyongan sianak muda itu mundur dua langkah kebelakang, noda darah mengotori ujung bibirnya. sambil menahan sakit ia berseru:

"Kalau memang demikian adanya, lebih baik aku tidak terima pemberian catatanmu itu. cianpwee selamat tinggal." Habis berkata ia putar badan dan segera berlalu darisana dengan langkah lebar.

Selama hidup belum pernah Ketua perkumpulan bulu hijau temui seorang pemuda yang berwatak begitu keras kepala, tanpa sadar ia tertegun dibuatnya, sambil memandang lembaran kertas diatas tanah jago lihay ini tak tahu apa yang musti dilakukan olehnya

Perasaan hatinya pada saat ini sangat kalut dan bertentangan satu sama lainnya. rasa sayang dan mendongkol bercampur aduk menjadi satu. ia sayang kepada Lam-kong Pak tapi membencinya pula karena dia adalah putra kesayangan dan Lam-kong Liu, ia hendak membenci Lam-kong pak tapi pemuda itu adalah putra tunggal Sun Han Siang.

Mau benci tak dapat membenci, mau sayang tak dapat sayang. karena pengaruh emosi seluruh wajahnya berubah hebat.

Tapi akhirnya dia menghela napas panjang. dipungutnya lembaran kertas diatas tanah itu dan dalam beberapa loncatan kemudian ia sudah menyusul pemuda itu serunya: "Hey bocah muda, ambil kertas ini?"

Dengan mulut membungkam Lam-kong Pak menerima lembaran kertas itu, ketua perkumpulan bulu hijau melepaskan pula jubah luarnya diserahkan kepadanya, pemuda itu kembali menerimanya .

"cianpwee" ia berkata kemudian, "ada satu persoalan yang ingin kutanyakan kepadamu, aku harap cianpwee  suka memberi keterangan kepadaku"

"Tanyalah aku tak akan membuat engkau jadi keCewa"

Nada ucapannya begitu lembut dan ramah, sedikitpun tidak menunjukkan sikap palsunya seperti dahulu, sebab dahulu ia selalu menggunakan gerak gerik yang aneh untuk merahasiakan asal usulnya, maka sering kali jago tua ini memperdengarkan suara tertawa haha-hihi yang lucu dan menyeramkan. Terdengar Lam-kong Pak berkata:

"Belum lama berselang, dalam pertemuan besar manusia tembaga semuanya telah hadir delapan orang manusia tembaga. salah satu diantaranya adalah aku. yang lain adalah cianpwee dan yang ketiga adalah kakek ombak menggulung, selain itu masih ada sisa lima orang, dua diantaranya adalah Padri naga dan imam harimau. tiga orang terakhir dua diantaranya kemungkinan adalah ayahku Lam-kong Liu serta guruku Lu It Beng. siapa sih orang yang terakhir?"

"Dialah orang yang memiliki senjata payung sengkala paling pertama. "

"Tentang soal itu aku sudah tahu, yang kutanyakan siapa kah orang itu?? kalau toh dia pandai memainkan jurus2 serangan payung sengkala. itu berarti orang tersebut mempunyai hubungan yang akrab sekali dengan cu cianpwee"

"Dialah kakek tua berpakaian desa yang pernah kau jumpai..." sekali lagi Lam-kong Pak mengangguk berulang kali.

"Aku telah menduga bahwa kemungkinm besar dia adalah kakek desa tersebut, tapi siapa kah kakek desa itu sendiri??"

"Dia adalah Mega hitam pengejar rembulan oei ci Hu"

Begitu ucapan tersebut diutarakan keluar Lamkong Pak menjerit kaget dan sampai mundur tiga langkah kebelakang, serunya dengan suara tertahan: "Apa? dia adalah oei cianpwee? atau dengan perkataan lain sahabat karib dari Siao yan Peng cianpwee dimasa lampau??"

Ketua perkumpulan bulu hijau mendengus dingin, "Hmm ucapanmu benar."

Dengan sedih Lam-kong Pak menundukkan kepalanya rendah2.

"Karena kurang hati2, aku telah membuyarkan hawa murni bayi sakti yang sedang, dilatih olehnya sehingga merusak hasil latihannya selama enam puluh tahun, hingga kini aku tetap merasa tak tenang hati karena peristiwa itu"

Sekali lagi Ketua perkumpulan bulu hijau mendengus dingin. jelas ia sama sekali tidak menaruh perasaan simpatik atau kasihan terhadap Awan gelap pengejar rembulan oei ci Hu.

"Menurut kabar berita yang tersiar dalam dunia persilatan, katanya oei cianpwee adalah sahabat karib dari Siao-yan Peng cianpwee" kata Lam-kong Pak lebih jauh, "sewaktu aku terjerumus kedalam kawah gunung berapi tempo hari, nona cu telah berpesan kepadaku agar menaruh perhatian khusus terhadap diri cianpwee serta usahakan untuk menemukan kembali jejaknya, dari sini cukup membuktikan bahwa hubungan kekeluargaan dari kedua belah pihaK cukup akrab. kenapa engkau malah menujukkan sikap tidak puas atas diri oei- cianpwee? apakah antara engkau dengan dirinya pernah terikat oleh dendam atau sakit hati??"

"Untuk sementara waktu persoalan ini tak dapat kuberitahukan padamu." ujar ketua perkumpulan bulu hijau dengan nada dingin, "tapi aku hendak memperingatkan akan satu hal, meskipun kepandaian silat dari kakek ombak menggulung masih belum cukup untuk merajai kolong langit, tapi suhengnya bintang yang bertaburan diangkasa Liok Hoa Seng adalah seorang manusia yang sangat berbahaya sekali kelihayan ilmu silat yang dimilikinya sukar diukur dengan kata2, menurut apa yang kudengar ilmu silat yang dimiliki kakek ombak menggulung didapatkan dari kakak seperguruannya ini, dari sini bisa dibayangkan betapa lihay dan luar biasanya orang itu"

"Ilmu silatnya adalah. "

"Kun tun-liat-hwee Ji-gi-kang atau gabungan dua hawa murni ombak menggulung dan kobaran api dahsyat"

Lam-kong Pak terperangah sesudah mendengar jawaban ini dengan keheranan ia berseru: "Aneh benar sebutan dari kepandaian ampuhnya itu??"

"Nama itu digunakan bagi ilmu silat yang dimilikinya dimasa silam, kini ia sudah mencapai taraf baru yang jauh lebih dahsyat lagi, ia sebut kepandaiannya sebagai ilmu Sam-seng-kang atau kepandaian tiga bintang."

"Apa sih yang dinamakan ilmu tiga bintang itu??" "Ketika jagad tercipta tiada suatu benda apapun yang

ada dibawah kolong langit, kejadian setelah muncul matahari. rembulan dan bintang tiga sumber cahaya  barulah benda dan mahkluk kehidupan tercipta, ilmu silat yang ia ciptakan tidak lain diubah dan dicipta sesuai dengan perubahan alam semesta,jika dibandingkan dengan ilmu gabungan dua hawa murni ombak menggulung kobaran api dahsyat maka kepandaian yang dimilikinya sekarang jauh lebih lihay"

"Apakah julukannya sebagai bintang yang bertaburan diangkasa sesuai dengan kepandaian sam-seng-kang yang dikuasainya itu" "ooooh tidak karena mukanya bopeng maka disebut orang sebagai Bintang yang bertaburan diangkasa"

"Setelah itu apa cianpwee akan kembali keperkumpulan bulu hijaumu itu??"

"Tentu saja, perkumpulan itu kudirikan dengan susah payah, sekarang aku masih belum ada minat untuk melepaskannya. hey bocah muda sampai jumpa lain kali."

Habis beekata iaputar badan dan berlalu darisana.....

Sepeninggalnya ketua perkumpulan bulu hijau Lam-kong Pak mengenakan jubah luar pemberian itu ternjata pakaian itu cocok dengan perawakan tubuhnya. .

Berpikir pulang pergi ia merasa bahwa ketua perkumpulan bulu hijau pastilah ayah cu Li Yap atau suami dari cu Hong Hong yakni Siau-yan Peng.

Tapi permusuhan apakah yang sudah terjadi antara Ketua perkumpulan bulu hijau dengan Awan gelap. pengejar rembulan oei ci Hu??

orang itu tak bersedia melepaskan ayahnya Lam-kong Liu tapi menyayangi dirinya kenapa ia bersikap demikian? suatu masalah pelik yang cukup memusingkan kepalanya.

Lam kong Pak berpikir lebih jauh ia merasa perselisihan paham antara orang itu dengan ayahnya dapat diketahui dari mulut cu Hong Hong bila ia tanyakan persoalan ini kepadanya, selain itu orang tersebut menaruh kesan yang baik kepada ibunya kenapa begitu?

Tiba2 ia teringat kembali perbuatan dari tiga orang manusia tembaga yang merampas pergi Suma Ing. sehenarnya apa maksud dan tujuan mereka? kalau diantara kedua orang itu benar2 adalah ayahnya Lam-kong Liu serta gurunya Lu It Beng, maka tujuan mereka melarikan Suma Ing pastilah hendak memberi kesempatan hidup lebih jauh kepadanya.

Tapi manusia durjana itu sudah kehilangan liangsimnya, ia kejam bagaikan seekor ular beracun, selama ia bergaul dengan ayah serta gurunya berarti setiap saat kedua orang itu terancam oleh mara bahaya,

Berpikir sampai disitu hatinya bergetar keras. Ia harus segera temukan kembali manusia2 tembaga itu, selain itu ia teringat kembali aan nasib dari Sun Han Siang sekalian yang tak menentu. sekeliling tempat kebakaran telah dicarinya dengan teliti, api telah padam namun tak sesosok mayatpun yang berhasil ia temukan diantara puing2 yang berserakan itu. Pemuda itu segera berpikir kembali

"Sekarang ini perutku yang terluka belum sembuh, sekali pun berhasil kutemukan mereka belum tentu bisa membantu apa2 kepada mereka, labih baik cari tempat untuk menyembuhkan luka dalamku saja.

Maka iapun teringat kembali akan lembah terpencil yang pernah digunakan olehnya sebagai tempat latihan- tempat itu jauh dari keramaian dan tak pernah didatangi oleh manusia, itulah tempat yang paling baik untuk menyembuhkan luka yang dideritanya.

Setelah mempersiapkan rangsum keesokan harinya berangkatlah pemuda itu menuju ke lembah terpencil, tapi karena isi perutnya yang terluka amat parah. terpaksa digunakannya seutas tali rotan yang panjang untuk menuruni tebing yang dalam itu.

Suasana dalam lembah terpencil itu tak ada bedanya dengan keadaan semula, satu2nya yang berubah adalah pohon kecil itu, daun2an telah gugur semua dan kini hanya tergantung sebiji buah besar yang berbentuk aneh. Buah itu besarnya seperti mangkuk. warnanya kuning jeruk dan agak gepeng. nampaknya buah itu sudah masak dan hampir jatuh. Dalam hati Lam-kong Pak segera berpikir:

" Daun pohon itu adalah sebuah benda mustika yang langka dikolong langit, buahnya pasti tak ternilai harganya..."

Diamatinya buah itu dengan lebih seksama, dalam buah agaknya terdapat cairan yang bergerak kesana kemari. di tengah cairan tersebut se-akan2 terdapat beberapa titik hitam yang sedang ber-gerak2. titik hitam itu mirip sekali dengan ber-puluh2 ular kecil berwarna hitam.

Bau harum semerbik menyebar keempat penjuru, ranting yang menggantung buah itu sudah retak sedikit, rupanya sebentar lagi akan terjatuh keatas tanah.

Dengan kedua belah tangannya pemuda itu memegang buah besar itu. lalu menggigit dan membuat sebuah lubang kecil diatas buah tadi. kemudian dihisap kuat2 sari yang mengandung dalam buah itu.

"Sruup,.." cairan dalam buah itu mengalir masuk kedalam perutnya dan terasa segar, nyaman dan nikmat sekali, sama sekali tidak mengandung bau dan rasa aneh dari dedaunannya.

Lam-kong Pak mengisap buah itu berulang kali sehingga kulit buah menjadi berkeriput dan kempes. saat itulah secara lapat2 ia merasakan adanya biji2an diantara cairan itu, ketika digigit dengan giginya berbunyi germerutukan yang amat nyaring.

Selain itu. pemuda itupun mulai merasakan sesuatu yang ber-gerak2 dalam mulut serta perutnya, se-akan2 terdapat be-ratus2 ekor ulat kecil yang sedang merangkak kian kemari. kejadian ini seketika membuat hatinya amat terperanjat.

Dengan cepat kulit buah yang berkeriput serta kempes itu diperiksa dengan seksama, mendadak ia menjerit kaget dan mundur selangkah kebelakang. rasa mual dan ingin muntah menyerang tubuhnya.

Ternyata diantara cairan buah tadi terdapat ber-puluh2 ekor ulat kecil berwarna hitam, tubuhnya hitam pekat dan memancarkan cahaya yang berkilauan.

Lam-kong pak ingin muntahkan kembali isiperutaya namun tak berhasil, ia tahu entah berapa ratus ulat kecil masuk kedalam perutnya, pemuda itu tak menyangka kalau buah tersebut telah berulat, dengan hati sedih diam2 ia memaki akan keteledoran dan kegegabahan tindak tanduknya.

Kini pemuda itu rasa kan ulat2 kecil tersebut telah berhenti bergerak, sedangkan buah yang keriput diatas pohonpun sudah jatuh keatas tanah. meluncur jadi cairan dan lenyap terserap dalam tanah.

Dalam keadaan begini Lam-kong Pak hanya bisa berpikir dalam hati kecilnya:

"Kalau rejeki sudah pasti bukan bencana, kalau bencana tak mungkin bisa kuhindari. Pasrah deh sama nasib"

ia berjalan ketepi kolam kecil, meneguk sedikit sumber air, kemudian masuk kedalam gua karang.

Baru saja pemuda itu akan duduk bersemedi untuk melihat bayi saktinya setingkat lebih maju mendadak satu ingatan berkelebat dalam benaknya, ia teringat kembali padri naga serta imam harimnu pernah berlatih ilmu pula ditempat ini, dengan begitu bukankah berarti kecuali gua karang ini masih ada gua lain yang jauh lebih rahasia letaknya?

Tanpa berpikir panjang lagi ia keluar gua karang itu dan berjalan menuju kearah lain, tak lama kemudian ia benar2 menemukan sebuah gua yarg bentuknya lebih besar.

Setelah masuk kedalam gua sejauh kurang lebih tiga lima puluh tombak udara disekitar situ kian lama kian bertambah panas bahkan sering kali terdengar suara deruan api se- akan2 ada kobaran api yang terhembus angin,

Goa itu makin kedalam menjorok makin kebawah udarapun kian lama kian bertambah panas ketika meraba dinding terasa panas menyengat badan, kejadian ini membuat hatinya amat terkejut pikirnya :

"Diluar gua hawa udara terasa sangat nyaman kenapa dalam gua ini begitu panas hingga menyengat badan? jangan2 mulut gua ini adalah sebuat kawah gunung berapi??"

Diam2 ia merasakan bahwa selama ini beberapa li sudah dilewatkan tanpa terasa, sekujur badannya basah kuyup oleh air keringat, membuat kepalanya nanar dan matanya ber-kunang2. se-akan2 tubuhnya dipanggang diatas sebuah tungku api,
*** ***
Note 22 September 2020
"Cersil terbaru akan di upload setiap hari Selasa, Sabtu dan Minggu.| Hidup itu sederhana, kita yang membuatnya sulit."

(Regards, Admin)

0 Response to "Kelelawar Hijau Jilid 17"

Post a Comment

close