Kelelawar Hijau Jilid 10

Mode Malam
Siapa tahu, baru saja ingatan tersebut lewat mendadak..."Blaaam" pasir dan debu beterbangan diangkasa, dua orang manusia tembaga itu terpental mundur satu langkah kebelakang.

Lam-kong Pak yang menyaksikan kejadian itu jadi amat terperanjat, ia tak menyangka kalau tenaga gabungan dua orang manusia tembaga itu ternyata masih kalah setingkat dari lawannya. tidak aneh kalau iblis tua itu lagaknya sok sekali.-

Rupanya dua orang manusia tembaga itu tidak puas dengan hasil serangan tersebut kembali mereka membentak keras dan melancarkan satu pukulan-

Dalam serangannya kali ini mereka telah mengerahkan segenap kekuatan yang dimilikinya, deruan angi npukulan mengibarkan ranting dan daun-.."Blaaaam". ditengah benturan keras, kembali dua orang manusia tembaga itu terdorong mundur satu langkah kebelakang.

Dengan terjadinya bentrokan kedua masing-masing pihak telah mempunyai gambaran atas kekuatan masing2, kenyataan membuktikan bahwa tenaga dalam yang dimiliki iblis tua itu betul2 hebat.

"Kalau kalian berdua bersedia masuk kedalam perkumpulan kami, akan kuberi kedudukan yang tinggi kepada kalian-" kembali kakek ombak menggulung berkata, "aku tak akan memendam bakat bagus, aku harap kalian suka berpikir tiga kali sebelum ambil keputusan"

Dua orang manusia tembaga itu tertawa terbahak-bahak. mendadak mereka enjotkan badannya dan berlalu dari situ.

Kakek ombak menggulung siap menghadang jalan perginya. tiba2 sesosok bayangan manusia melayang turun ketengah gelanggang, gerakan tubuhnya sama sekali tidak menimbulkan suara se-akan2 sukma gentayangan.

Kakek ombak menggulung merasa terperanjat. ia lihat pendatang berperawakan tinggi berjubah merah api dan memakai kain kerudung merah diatas kepalanya sehingga yang kelihatan hanya sepasang matanya belaka. "Siapa engkau ???" bentak kakek ombak menggulung. "apakah engkau datang karena mencari aku??"

ManuSia aneh baju merah itu hanya mengangguk dan sama sekali tidak berbicara.

Kakek ombak menggulung tertawa dingin, kembali ujarnya: "Bag us, kalau engkau tak mau bicara, sambutlah dahulu sebuah pukulanku ini. "

Dengan menghimpun tenaga dalamnya sebesar delapan bagian ia lancarkan sebuah pukulan kedepan,

Manusia baju merah itu sama sekali tidak menghindarkan, diapun dorong telapaknya menyambut ancaman tersebut dengan keras lawan keras.

"Blaaam..." bumi menggoncang pasir beterbangan, manusia aneh baju merah itu hanya tergetar mundur sejauh setengah langkah sebaliknya kakek ombak menggulung terdorong sampai satu langkah setengah.

Hampir saja Lam-kong Pak menjerit tertahan saking kagetnya, ia tak mengira kalau tenaga dalam yang dimiliki orang itu satu tingkat lebih tinggi daripada kakek ombak menggulung, pemuda itu mulai men-duga2 siapakah gerangan orang itu?

Kakek ombak menggulung tak kalah kagetnya menghadapi kenyataan tersebut, sebenarnya dia hendak mengandalkan kehebatan payung sengkala untuk merajai kolong langit dan perkumpulan ombak menggulung akan memimpin umat persilatan.

Siapa sangka mendadak muncul seorang manusia aneh baju merah yang memiliki tenaga dalam sangat tinggi, bahkan ilmu meringankan tubuhnya jauh diatas kepandaian sendiri, sudah tentu rasa kaget yang dialaminya pada saat ini sukar dilukiskan dengan kata-kata.  "Bukankah kedatanganmu kemari adalah karena payung sengkala?" hardik kakek ombak menggulung.

Manusia aneh baju merah itu tetap membungkan dalam seribu bahasa, ia cuma gelengkan kepalanya sebagai tanda bahwa ia tidak berambisi terhadap senjata mustika itu.

Kalau tujuan kedatangannya bukan karena payung sengKala maka sekarang dapat dibuktikan bahwa kedatangannya adalah untuk mencari satori.

Sekali lagi kakek ombak menggulung menghimpun sepuluh bagian tenaga murninya dan mengirim satu pukulan lagi.

Dalam sekejap mata puluhan tombak disekitar tempat itupenuh diliputi oleh debu dan pasir yang beterbangan diangkasa, hawa hitam meng-gulung2 bagaikan hembusan taupan, pohon dan tumbuh2an berguguran ke atas tanah.

Manusia aneh baju merah itu sama sekali tidak berkelit, diapun mendorong telapaknya untuk menerima serangan itu.

"B la a am..." laksana guntur yang menyambarpermukaan bumi, ledakan dahsyat bergelegar diangkasa, kakek ombak menggulung terdorong mundur sejauh tiga langkah kebelakang. ementara manusia aneh baju merah hanya mundur satu langkah setengah.

s

= =ooooooo= =

KENYATAAN sekarang membuktikan bahwa tenaga dalam yang dimiliki manusia aneh baju merah itu jauh lebih tinggi satu tingkatjika dibandingkan dengan kakek ombak menggulung. Kun Tun-siu merasa amat terperanjat, ia segera merogoh kesakunya dan ambil keluar payung Sengkala yang memancarkan cahaya ke-merah2an- teriaknya dengan geram: "Sambut lagi seranganku ini"

Manusia aneh baju merah itu hanya tertawa dingin, seperti selambar kertas yang enteng sekali enjot badan ia sudah melenyapkan diri daripandangan mata.

Kakek ombak menggulung merasa tercengang, ia tahupihak lawan bukan kabur karena takut dengan payung Sengkalanya, sebab orang itu memiliki g era kan tub uh yang sang at aneh.

Lam-kong Pak tak mau membuang kesempatan yang sangat baik ini, mengunakan kesempatan ketika kakek ombak menggulung sedang tertegun- ia salurkan ilmu meringankan tubuhnya hingga titik tertinggi, sekali berkelebat ia sambar payung sengkala tersebut.

Gerakan tubuhnya ini bukan saja sangat cepat bahkan sukar dilukiskan dengan kata2, tetapi kakek ombak menggulung bagaimana pun juga merupakan seorang gembong iblis yang luar biasa, ia segera menyadari akan bahaya dan sembari putar badan melepaskan satu babatan kilat.

"Bluuum.,," masing2 pihak tergetar mundur satu langkah kebelakang.

Lam-kong Pak merasa kan tenaga dalamnya masih kalah setingkatjika dibandingkan dengan musuhnya. ia merasa terperanjat .sebab hal ini menunjukkan bahwa ia masih selilih jauh kalau dibandingkan dengan manusia aneh baju merah. Kakek ombak menggulung tertawa seram. diaangkat payung sengkalanya tinggi2, dan selangkah demi selangkah majU mendekati sianak muda itu.

Lam-kong Pak sadar bahwa tenaga dalamnya masih kalah setingkat jika dibandingkan dengan lawannya, apa lagi sekarang ia membawa payung sengkala bisa dibayangkan sampai dimanakah dahsyatnya serangan orang.

Tapi ia adalah seorang pemuda keras kepala. baginya hanya ada maju dan tiada mundur. tentu saja ia tak sudi melarikan diri karena tahu bukan tandingan.

Kakek ombak menggulung tertawa seram tiada hentinya. sambil mendesak kedepan serunya berulahg kali:

"Heeeh-heeeh-heeehh... aku akan memaksa engkau untuk memperlihatkan wajah aslimu"

Payung sengkala itu memancarkan cahaya merah yang amat menyilaukan mata. membuat siapapun yang memandang terasa ber-kunang2 dan pusing tujuh keliling. benda tersebut benar- benar suatu benda mustika yang langka dari dunia persilatan , Lima langkah. Tiga

langkah....

Mendadak kakek ombak menggulung membentak keras. Payung sengkala direntangkan lebar-lebar. diiringi

ledakan dahsyat senjata mustika itu menekan batok kepala pemuda itu.

Disaat yang amat kritis itulah. tiba-tiba serentetan cahaya merah laksana kilat meluncur kedalam gelanggang. Kakek ombak Menggulung terperanjat buru-buru ia melancarkan satu pululan-

Ledakan dahsyat kembali bergeletar  diangkasa, bayangan manusia saling berpisah dan tahu-tahu kakek ombak menggulung sudah terlempar hingga sejauh tujuh langkah dari tempat semula.

Ternyata manusia aneh baju merah yang telah pergi telah muncul kembali disitu,

Lam-kong Pak amat terperanjat, ia bukan kaget karena tenaga dalam yang dimiliki manusia baju merah itu terlalu tinggi, tapi disebabkan karena jurus serangan yang barusan dia pergunakan ternyata adalah jurus ampuh dari ilmu payung sengkala, dan jurus tersebut belum pernah dilihat olehnya sebelum ini.

Sementara pemuda itu masih berdiri tertegun manusia aneh baju merah itu sudah lenyap dari pandangan, sedangkan kakek ombak menggulung membentak keras dan segera mengejar lawannya.

Lam-kong Pak benar- benar amat terperanjat, ia heran dan kagum atas kedahsyatan ilmu silat yang dimiliki manusia baju merah itu, jelas tenaga gabungan beberapa orang manusia tembaga masih bukan apa-apa jika dibandingkan dengan orang itu.

Lagipula rupanya manusia aneh baju merah itu sengaja memancing pergi iblis tua itu sehingga ia bisa lolos dari bahaya kematian-

Jarak hari itu sampai bulan lima tanggal lima masih ada satu bulan lamanya. teringat akan kematian dari Yu Tien, ciu It Bun dan ciu clen clen tanpa terasa Lam-kong Pak menghela napas sedih.

Tiba-tiba segulung desiran angin dingin berhembus lewat, seorang kakek desa berbaju biru tahu-tahu sudah berdiri dibelakang tubuhnya. Lam-kong Pak segera memberi hormat dan berkata. "Jejak cianpwee amat rahasia bagaikan naga sakti yang kelihatan kepala tidak nampak ekornya, bolehkah aku mengetahui siapa nama besarmu?"

"Bukankah engkau adalah kakek bersedih hati? menurut apa yang kudengar kakek bersedih hati sudah tersohor sejak puluhan tahun berselang, kalau dihitung dari usianya jelas tidak berada dibawahku, kenapa engkau malah sebut aku sebagai cianpwee?"

"Karena pelbagai alasan, mau tak mau terpaksa boanpwee harus menyaru sebagai manusia tembaga, aku harap cianpwee bersedia merahasiakan persoalan ini"

"Apakah sedang menghindarkan diri dari keributan dengan bocab2 parempuan itu?"

"Tidak yang paling penting boanpwee ingin tahu siapakah ketiga orang manusia tembaga itu? siapakah pangcu dan perkumpulan bulu hijau? serta siapakah. "

"Siapakah aku? bukan begitu?"

"Sedikitpun tidak salah menurut dugaan boanpwee, kemungkinan besar cianpwae adalah salah seorang diantara tiga manusia tembaga itu"

"Sekarang engkau tak usah ter-buru2 untuk menyelidiki asal usul dari beberapa orang itu, yang paling penting adalah terlatih ilmu silat dengan lebih tekun dan rajin- Ketahuilah selewatnya bulan lima tanggal lima kakek ombak menggulung akan melakukan pembantaian secara besar2an, apa yang kuucapkan bukan gertak sambal atau sengaja hendak menakut-menakuti dirimu, payung sengkala sudah terjatuh ketangannya dan tiada seorang manusia pun yang bisa menandingi dirinya lagi"

"cianpwee. aku lihat engkau menguasahi sepenuhnya urusan2 yang menyangkut dunia persilatan, aku rasa engkau pasti mengetahui bukan akan jejak dari ayah dan guruku?"

"Tentu saja tahu. Mereka berada dalam keadaan baik dan engkau tak usah menguatirkan keselamatan mereka, sekarang mereka sedang berlatih ilmu silat dengan tekun dan rajin untuk sementara waktu tak bisa bertemu dahulu dengan kalian ibu dan anak"

"Tolong tanya apakah ajahku dan guruku termasuk dua diantara tiga manusia tembaga itu?"

"Benar atau tidak tak lama lagi engkau akan tahu dan sekarang aku hendak memberitahukan satu rahasia besar kepadamu, yakni ilmu silat yang dimiliki pangcu perkumpulan bulu hijau tidaklah berada dibawah kepandaian silat dari kakek ombak menggulung."

"Aah hal ini tidak mungkin bisa terjadi?" seru Lam Kong Pak dengan hati bergetar keras, "kakek ombak menggulung adilah gurunya ketua perkumpulan bulu hijau, masa ada murid mempunyai ilmu silat yang jauh lebih tinggi dari gurunya?"

"Kalau tidak begitu, mana bisa dikatakan sebagai suatu rahasia besar....? asal engkau suka memperhatikan dengan lebih seksama maka hal ini akan segera kau temukan, hanya saja sampai sekarang kakek ombak menggulUng masih tetap tidak tahU"

"Kenapa ia musti mengelabuhi kakek ombak Menggulung? apakah ia mempunyai maksud2 tertentu atas diri kakek ombak menggulung?" tanya sang pemuda dengan wajah terperanjat.

"Tentang soal itu sih aku kurang jelas Pokoknya diantara ketua perkumpulan bulu hijau dengan kakek ombak menggulung terdapat perselisihan juga, mungkinkah diantara mereka terikat dendam sakit hati? hal ini masih merupakan suatu tanda tanya besar"

Tiba-tiba dari tempat kejauhan berkelebat datang tiga sosok bayangan manusia, orang berjalan dipaling depan adalah malaikat raksasa Loo Liang-jan, dibelakangnya mengikuti dua orang gadis yakni cu Li Yap serta Pek li Hiang.

"cianpwee" seru Lam-kong Pak dengan Cepat. "aku harap engkau suka menjaga rahasia ku,..."

Belum habis ia berkata, kakek desa itu sudah tertawa teirgelak2 sambil berkata:

"Haaah,..haaah...haah.. .Lebih baik aku pergi saja jadi engkau pun punya kesempatan untuk bermesraan dengan mereka"

Selesai berkata, tanpa menunggu jawaban lagi laksana kilat ia berlalu dari situ. Satu ingatan berkelebat dalam benak Lam-kong Pak, dia ambil keputusan hendak menghindari kedua orang gadis itu, dengan cepat tubuhnya menyembunyikan diri dibelakang batu.

dalam waktu singkat ketiga sosok bayangan manusia itu sudah tiba ditengah kalangan, terdengar cu Li Yap berseru keras:

"Sungguh heran barusan seperti melihat ada dua sosok bayangan manusia berdiri disini, kenapa sebentar saja  sudah lenyap? aku lihat salah satu diantaranya adalah manusia tembaga"

"Akupun seperti melihat seorang manusia tembaga berada disini" sambung Pek-li Hiang, "kenapa bisa lenyap tak berbekas? Mari kita cari disekitar tempat ini, mungkin saja ia menyembunyikan diri dibalik semak belukar atau batu karang tersebut."

"ooh... sudah tengah harian lamanya kita berlarian terus." keluh Loo Liang-jan, "sekarang sudah tiba waktunya kita menyembah dewa isi perut...waduuh perutku lapar kembali,.."

cu Li Yap segera tertawa dingin. "Engkau benar2 gentong nasi satu bungkus rangsum kering sudah kau habiskan seorang diri, sekarang masih mengomel terus kalau perutnya lapar... sialan benar"

"Aah makanan sedikit seperti itu paling banter hanya bisa mencuci bibir saja, mana mungkin perutku bisa kenyang? kalau dilihat begini Lam-kong sau-ya jauh lebih baik daripada kalian, melakukan perjalanan bersama dirinya makan minumku terjamin, aku tak usah pusing kepala karena harus menderita kelaparan"

Tiga orang itu segera memasuki sebuah hutan batu yang tinggi, tidak lama kemudian terdengar jeritan kaget berkumandarg memecahkan kesunyian, Lam-kong Pak merasa amat terperanjat, dengan cepat ia menyusul ketempat berasal jeritan tadi.

Tampaklah pakaian yang dikenakan Pek li Hiang telah tersambar robek. belahan dadanya dan gumpalan bola dagingnya nampak menongol separuh dari balik robekan.

Sesosok makhluk aneh berkain hitam berkerudung hitam dan memiliki ujung baju kiri yang lebar dan panjang berdiri disamping Pek li Hiang, tangan berbulunya secara lapat- lapat tersembul keluar dari balik bajunya.

"Aah-. " Lam-kong Pak berseru kaget dia masih ingat makhluk aneh inilah yang pernah membinasakan ciu cien cien, Yu Tien serta Siau Hong. Makhluk aneh itu bersuit aneh dengan suatu gerakan tubuh yang aneh dan sukar dilukiskan dengan kata-kata, ia Cengkeram tubuh cu Li Yap.

"Breeet.,." pakaian bagian dada gadis she-cu itu tersambar robek pula hingga kelihatan sepasang payudaranya yang putih bersih.

Loo Liang-jan membentak gusar, ia menubruk maju kedepan sambil melancarkan pukulan... "Bluum ia tergetar mundur satu langkah lebar kebelakang...

Tangan berbulu yang amat besar dari makhluk aneh itu seakan-akan jepitan baja yang kuat, ketika menghajar diatas dada Loo Liang-jan, pakaian yang dikenakan segera koyak dan kulitnya robek.

Namun ia sama sekali tidak memperdulikan lukanya, dengan menggunakan telapaknya yang besar ia balas mencengkeram Cakar bulu dari makhluk aneh itu.

Menghadapi datangnya ancaman semaCam ini, makhluk aneh itu tak berani menyambut dengan kekerasan ia berkelit kesamping dan melancarkan satu babatan maut disertai pukulan hawa khikang.

Lam-kong Pak tertegun menyaksikan peristiwa itu, Pukulan tersebut jelas merupakan satu pukulan yang ampuh, mana mungkin seekor binatang mampu menggunakan ilmu silat yang begitu tingginya?

Sementara ia masih termenung, dua orang gadis itu sudah membentak keras dan ber-sama2 menubruk kedepan.

cu Li Yap menggunakan ilmu sakti payung sengkaia, sedangkan Pek-li Hiang menggunakan ilmu pukulan Sam- ho-it-ciang-hoat... "Ploook Ploook" dua orang gadis itu tergetar mundur sejauh lima enam langkah dari tempat semula dengan sempoyongan. Lam-kong Pak makin terkesiap. ibunya sendiri Sun Han siang pun tak berani menghadapi serangan gabungan dari ketiga orang itu seCara sembarangan tak nyana makhluk aneh itu ternyata dapat mengatasi seCara mudah, ini menunjukan bahwa kepandaian silatnya betul2 lihay sekali.

cakar bulunya yang besar dan luar biaSa panjangnya itu dengan membawa hawa khikang dan desiran angin tajam, menguaSahi daerah SeluaS empat tombak. memaksa ketiga orang itu terdesak hebat dan kaCau tak karuan.

Kendatipun begitu. makhluk aneh itupun tak mungkin bisa melukai tiga orang tersebut dalam waktu singkat.

Mendadak... ,makhluk aneh itu merogoh kedalam sakunya dan ambil keluar sebuah botol porselen. kemudian diguyurkan kearah wajah dua orang gadis tersebut.

Lam-kong Pak tercekat hatinya untuk turun tangan sudah tak sempat lagi, "cesss" sekujur badan Loo Liang-jan mengepulkan asap kuning, sambil menjerit kesakitan ia mundur tiga langkah kebelakang.

Lam-kong Pak terperangah menyaksikan kejadian itu. tapi ia segera mengerti, rupanya dua orang gadis itu sudah memoleskan air penawar raCun diatas wajah dan tubuhnya, maka dari itu tidak sampai menderita luka bakar yang hebat.

Makhluk aneh itupun kelihatan agak tertegun sewaktu dilihatnya air raCun itu bukannya berhasil melukai dua orang gadis itu, sebaliknya malah melukai Loo Liang-jan, ketika itulah Lam-kong Pak telah munculkan diri dari tempat persembunyiannya.

Sekujur badan makhluk aneh itu gemetar keras, ia tak tahu slapakah manusia tembaga itu? karena beberapa waktu berselang telah muncul kembali dua orang manusia tembaga, satu diantaranya ada seorang yang memiliki ilmu silat paling dahsyat, ia tak berani mendekati lawannya seCara gegabah...

Melihat kemunculan Lam-kong Pak. dua orang gadis itu segera berteriak kegirangan dan lari menghampirinya sambil berseru:

"LoCianpwee, untung engkau berikan obat penawar raCun kepada kami, kalau tidak wajah kami sudah hancur berantakan"

"Berhenti" bentak Lam-kong Pak.

Dua orang gadis itu berhenti dengan hati ketakutan, katanya kembali:

"LoCianpwee, tangkap saja binatang itu, coba kita lihat dia adalah manusia atau binatang?"

Lam-kong Pak mendengus dingin, selangkah demi selangkah ia maju kedepan menghampiri makhluk aneh itu.

Makhluk aneh itu sama sekali tidak berhenti, terlihatlah dia rentangkan cakar bulunya siap melakukan tubrukan-

"Binatang" hardik Lam-kong Pak dengan suara berat, "secara beruntun eogkau telah membinasakan Yu Tien, cu cien cien, Siau Hong, sebenarnya apa tujuanmu?"

Makhluk aneh itu tidak bicara maupun berkutik, ia hanya menatap tajam sepasang bahu Lam-kong Pak, seorang jago yang berpengalaman, cukup memperhatikan bahu lawan sudah dapat meraba apakah ia akan di serang atau tidak

Lam-kong Pak berpaling memandang sekejap kearah tubuh Loo Liang-jan yang hangus, hawa amarahnya berkobar hebat karena hUbungannya dengan malaikat raksasa erat sekali bagaikan terhadap saudara sendiri. Diam2 bayi hawa murninya dihimpun, tiba2 sesosok bayi hawa murni yang kekar sehat muncul dari selangkangan dan menampakkan diri melalui ubun2. Makhluk aneh itu menjerit kaget, ia enjotkan badan dan melarikan diri ter-birit2.

Bayi hawa murni itu sama sekali tidak mengejar lebih jauh. sebab Lam-kong Pak tahu bahwa bayi hawa murninya belum berhasil dilatihnya hingga sempurna, ia tak berani menempuh bahaya, Karena ingatan itu bayi hawa  murninya segera masuk kembali kedalam selangkangan-

Loo Liang-jen sendiri walaupun sudah terbakar dengan hebatnya, namun ia sama sekali tidak ambil perduli terhadap lukanya itu, sambil menghampiri sianak muda itu serunya:

"Lociaopwee, aku dengar nada suaramu se-olah2 sangat kukenal sekali. "

Sebenarnya Lam-kong Pak hendak mengejar makhluk aneh itu. tapi setelah mendengar pertanyaan dari Loo Liang-jan itu, ia jadi terperanjat. buru? menjawabnya,

"Aku belum pernah saling mengenal dengan dirimu, darimana engkau bisa kenal dengan aku?"

"Aah tidak salah." sambung dua orang gadis itu pula se- akan2 berhasil menemukan sesuatu, "nada suara canpwee tidak terlalu tua, aku merasa pernah mendengarnya disuatu tempat"

"Ketika aku serahkan obat penawar racun kepada kalian tempo hari, bukankah kita pernah berbicara satu kali?"

Dua orang gadis itu merasa benar juga perkataan tersebut, mereka pun tidak mendesak lebih jauh. "cianpwee. tahukah engkau akan asal usul dari makhluk aneh itu?" tanya Pek-li Hiang kemudian-

"Sewaktu diadakannya pertemuan manusia tembaga tempo hari, dari dasar telaga pasir mendadak muncul sebuah tangan berbulu yang merampas payung sengkala, kemungkinan besar perbuatan itu dilakukan oleh makhluk aneh ini, dari sini dapat diketahui bahwa dia adalah  anggota perkumpulan bulu hijau."

"Sebenarnya dia manusia atau binatang ?" tanya cu Li Yap pula.

"Tentu saja manusia, cuma saja aku tak habis mengerti dari mana ia bisa memiliki sebuah tangan berbulu yang begitu besar dan aneh ??"

Mendadak satu ingatan berkelebat dalam benak Lam- kong Pak seakan-akan menyadari akan sesuatu ia berseru tertahan dan berguman seorang diri

"oooh.,.. mungkin ada orang yang membinasakan seekor monyet raksasa, memotong lengannya dan disambungkan pada lengannya?"

Ketika dua orang gadis itu melihat bahwa manusia tembaga tersebut agaknya sudah menyadari akan sesuatu dengan cepat mereka bertanya: "Menurut dugaan cianpwee. siapakah dia?"

"Walaupun aku tak dapat menebak siapakah dia tapi aku berhasil menemukan suatu kejadian yang mencurigakan."

"Apakah cianpwee dapat beritahu kepada kami, kecurigaan apa yang berhasil kau dapatkan?"

"Tidak lama berselang ketika aku berada di sebuah bukit yang terpencil. kudengar ada pekikan monyet yang sedang kesakitan, aku segera memburu kesana dan kutemukan ada seekor monyet raksasa terkapar ditengah selokan dengan lengan kirinya putus dan diatas dadanya tertera bekas telapak tangan, bulu dada yang terpukul itu pada rontok semua, ini membuktikan bahwa ia terkena pukulan udara kosong dari seorang jago lihay, pada waktu itu aku merasa curiga, monyet raksasa memiliki kekuatan tubuh yang luar biasa, kawanan binatang buas biasa tak mungkin dapat melukai dirinya, kalau tak dibunuh jago lihay kenapa lengan kirinya dikutungi?? sekarang kalau dipikir kembali, pastilah ada orang yang kehilangan tangan kiri dan hendak disambung kembali dengan memakai lengan monyet"

"Lengan monyet diatas badan manusia, jadi macam apakah manusia itu?" ujar dua orang gadis tersebut sambil gelengkan kepalanya berulang kali.

"kejadian kemungkinan besar dapat terjadi, tabib kenamaan dimasa lampau Hoa To dapat membelah otak untuk mengambil tumor masa untuk menyambung sebuah lenganpun tak bisa?"

Gadis itu berpikir sebentar, mereka merasa benar juga perkataan tersebut, kalau makhuk itu adalah monyet atau gorilla maka tak mungkin ia bisa main silat selihay itu, apalagi sewaktu manusia tembaga itu mengeluarkan bayi hawa murninya, jeritan kaget yang diperdengarkan adalah suara manusia...

"cianpwee, siapakah orang itu?" tanya cu Yap. "tak nyana ia mampu menghadapi serangan gabungan kami bertiga tanpa menunjukan tanda-tanda kalah"

"Sebenarnya kamu bertiga masih mampu untuk menangkan dirinya tapi berhubung pakaian kalian berdua telah robek hingga perhatiannya peCah maka tenaga murni yang kalian miliki tak dapat dihimpun sebagaimana mestinya. sedangkan mengenai siapakah dia, asal kalian berpikir dengan seksama maka akan segera mengetahuinya.."

Dua orang gadis itu berpikir sebentar ketika mereka gagal untuk menemukan siapakah orang itu Pek-li Hiang segera bertanya: "cianpwee, katakanlah siapakah dia?"

Lam-kong Pak tertawa dingin. "Kalian toh dikenal orang karena Cerdas dan banyak akal? sungguh tak nyana ketika hendak dipergunakan keCerdikannya, ternyata kalian sama sekali tidak becus"

Merah padam paras muka dua orang gadis itu karena jengah, mereka mendengus dingin dan tidak bicara.

Sesudah hening beberapa saat, Lam-kong Pak berkata kembali:

"Kalau kalian hendak menebak masalah aneh ini maka per-tama2 harus berpikir dahulu baru2 ini jago silat manakah yang baru saja kehilangan tangan kirinya. "

Sepasang mata gadis itu terbelalak lebar, mereka menjerit kaget dan serunya tak tahan:

"Apakah dia adalah Suma Ing?" Lam-kong Pak kembali tertawa dingin.

"Heeehh ..heehh...heehh... coba bayangkansaja kalau bukan dia siapa lagi? pertama, belum lama berselang dia kehilangan tangan kirinya. kedua ia telah merampas air keras beracun milik salju bulan keenam Tong Hui dan ketiga kecuali dia siapa lagi yang gemar turun tangan terhadap kaum wanita, bahkan dengan tindakan yang begitu brutal ?" Mendengar penjelasan tersebut dua orang gadis itu merasa kagum dan takluk sekali. "cianpwee benar- benar sangat itihay boanpwee sekalian merasa amat  kagum. " "Aku hanya seorang lelaki biasa yang pernah menderita kheki karena ulah beberapa orang gadis bau yang ada sekarang hanya seorang kakek bersedih hati "

Dua orang gadis itu tertegun, pikirnya: ^cianpwee ini pasti pernah dihina oleh kaum wanita kalau tidak mengapa ia begitu benci terhadap perempuan?"

"ciaepwee " cu Li Yap segera berkata, "Engkau pasti pernah menderita kerugian ditangan kaum wanita, bolehkah boanpwee sekalian mengetahui kisahnya ?"

Sejak dahulu Lam-kong Pak sudah ingin melampiaskan rasa dongkol dalam dadanya ia segera tertawa dingin dan berkata:

"Hanya perempuan dan manusia rendah yang paling susah dilayani begitu. ujar pujangga lama itu mengartikan perempuan itu hatinya gampang berubah menghadap persoalan tak mau membedakan dulu mana benar mana salah tapi main pukul dulu dengan emosi,... Hmm perempuan memang menyebalkan sekali "

"Hmm perkataan dari pujangga besar itu hanya merupakan suatu perumpamaan belaka toh tidak mengartikan seluruh perempuan yang ada dikolong langit ?"

"Ketika pujangga itu mengatakan kata-kata tersebut ia tidak memberi keterangan lebih jauh meskipun tidak termasuk seluruh perempuan dikolong langit dalam kenyataan jumlahnya besar sekali "

cu Li Yap segera tertawa dingin.

"Kalau apa yang dikatakan cianpwee benar, boanpwee jadi menaruh curiga atas pendapat dari pujangga tersebut"

"Apa ? engkau berani menghina pujangga?" seru Lam- kong Pak dengan hati bergetar. "IHehhh....heehhh....heehhh...jangan salahkan aku dalam kenyataan dialah yang menghina kaum wanita lebih dahulu "

"Bagian manakah dari kata-kata Pujangga itu patut dicurigai?"

Wajah cu Li Yap Cemberut. ia Cibirkan bibirnya yang kecil dan berkata: "Tolong tanya bagaimana tabiat dari Yau Sun?"

"Yau Sun adalah Kaisar suci jaman dahulu kala, Para pujangga memuji akan pahala yang mereka lakukan, nama besarnya harum dan diketahui setiap masyarakat, mereka adalah orang2 besar yang terpuji"

cu Li Yap mendengus dingin, kembali ia bertanya: "Bagimanakah dengan tabiat dari Toa-gi?"

"Toa Gi mengatasi banjir dan menolong rakyat jelata, walaupun tiga kali dia lewat pintu rumahnya tapi sama sekali tidak masuk untuk menjenguk keluarnya, ia dianggap sebagai orang bijaksana yang mementingkan umum daripada kepentingan pribadi"

"Bagaimana dengan Sian-yang Bun-Bu?"

"Mereka adalah kaisar2 bijaksana dari jaman kuno, tentu saja tak usah dikatakan lagi"

"Masih ada lagi ciu-kong, apakah engkau katakan dia adalah seorang suci yang bijaksana?"

"Apa yang musti kukatakan lagi? "jawab Lam-kong Pak, "para kaisar suci dan pujangga kenamaan itu dikenal oleh setiap orang, anak keCilpun mengetahuinya, masa engkau tidak mengakui?"

Kembali cu Li Yap tertawa dingin. "Hehh ,.heeeh...heehhh... dengarlah orang sekarang sering berkata bahwa makin hari watak manusia makin rusak, sekarang banyak orang berwatak rendah dan tidak ada orang jujur dan polos seperti dulu, dari sini bisa ditarik kesimpulan bahwa banyak orang mengeluh karena tak bisa kembali seperti jaman dulu. kalau kita amati seCara seksama, yang dimaksudkan oleh sementara orang bukankah perbuatan beberapa orang dijaman dulu bukan?"

"Banyak benar yang kau ketahui, tidak salah, yang dimaksudkan orang-orang yang berwatak rendah adalah sesudah Yau. Sun, sian-yang Bun-bu serta ciu kong..."

Tiba-tiba cu Li Yap tertawa Cekikikan. "Hiiihh...hiihh...hiihh...    cianpwee,    berbicara   tentang

ilmu silat, engkau memang jauh tinggi dari aku, tapi kalau

bicara tentang berdebat rasanya. "

"Rasanya tak bisa menangkan engkau?" sambung sang pemuda sambil tertawa dingin.

"Boanpwee tidak berani mengatakan begitu. setiap persoalan harus didasarkan pada alasan tertentu, berdebat seCara paksa juga tak ada gunanya, aku bukan bicara seCara sembarangan tapi seCara tiba2 telah menemukan bahwa para pujangga yang dipuja sebagai orang suci sebenarnya tidak suci dan patut dihormati cianpwee tak usah gelisah dulu, dengarkan penjelasanku sebelum mengumbar hawa amarah"

Setelah berhenti sebentar, gadis itu melanjutkan- "Kaisar Yau merebut kekuasaan kakaknya, Kaisar Sun merebut kekuasaan mertuanya, benarkah kejadian ini?"

"Tidak salah, memang begitulah kaisar yang bijaksana merasa tak puas dengan kelaliman kaisar tak becus, karena itu mereka rebut kekuasaan untuk kepentingan dan keadilan umat manusia..."

cu Li Yap tertawa dingin, ujarnya lagi,

"Menurut buku Cerita, gadis dari bukit To-san yang dipersunting Toa Gi adalah siluman rase, ia melukiskan dirinya se-akan2 seorang sastrawan dalam cerita Liau-cay. ia mengatakan dirinya sudah menciptakan keharmonisan hidup dibukit To-san kemudian mengatakan sewaktu mengatasi air bah ia telah membohongi siluman, ceritanya macam Kau Tee Thian dalam cerita see-yu, atau Kiang cu Gi yang sakti. ia selalu mengingat dendamnya dimana ia rampas kekuasaan musuhnya dan memaksa musuhnya mati di pegunungan terpencil, Huuh... perbuatannya itu benar2 tingkah laku seorang manusia rendah yang pintar bohong dan kibulin orang."

Diam2 Lam-kong Pak gelengkan kepalanya sambil berpikir: "Tak nyana ia begitu hapal diluar kepala dengan sejarah. " Sambil tertawa dingin segera ujarnya:

"Apa yang kau ketahui toh dari buku cerita, isinya tak bisa dipercayai dengan begitu saja"

"Syair yang Bun-bu sebagai pembesar menghianati kaisarnya, ciu-kong sebagai adik membunuh kakaknya, apakah perbuatan itu mulia? apakah mereka termasuk pujangga dan kaisar suci?"

"Ehmm. ,"

"Horee..." teriak Pek-li Hiang sambil bertepuk tangan, "kali ini cianpwee tak bisa menjawab lagi"

Lam-kong Pak benar2 tak bisa bicara lagi, terpaksa ia mendengus dingin dan berseru: "Berani bicara sembarangan didepan orang tua, tahukah kalian bahwa perbuatan itu berdosa?"

cu Li Yap tertawa dingin.

"Heeh.. hehh..,heeh...,rupanya cianpwee karena malu jadi gusar ya,..?"

"Hmm kalian musti hati2 gerak-gerik makhluk aneh itu tidak menentu, kalau sampai bertemu lagi dengan dirinya maka lebih banyak bencana daripada untungnya"

Berbicara sampai disitu, ia melirik sekejap kearah Loo Liang-jan kemudian menurunkan kantong rangsumnya dan dilemparkan kepadanya.

Pada waktu itu Loo Liang-jan sedang kelaparan setengah mati, mencium bau makanan ia segera berteriak.

"Loocianpwee. engkau mirip dengan Lam-kong sau-ya ku itu, aku mau ikuti dirimu sebab kalau tidak maka aku bisa mati kelaparan "

"Tidak bisa, dua orang gadis itu perlu perawatanmu, Nah selamat tinggal" Tanpa banyak bicara lagi ia putar badan dan berlalu.

= =ooooooooo= =

Lam KONG tak bergerak meninggalkan tempat itu, belum jauh ia berlalu tiba2 terdengar olehnya bahwa dua orang gadis itu sedang berbicara dengaa seorang asing, hatinya agak bergerak dan cepat ia berjalan balik ketempat semula. dari situ ia mengintip keluar lewat celah batu. Tampaklah Lak-gwee Soat salju bulan keenam Tong-hui sedang berdiri dihadapan dua orang gadis itu, sambil memandang kearah Loo Liang-jan ujarnya: "Saudara Loo, aku lihat badanmu dilukai oleh air keras beracun Sam-wi ceng-sui dari perguruan kami, siapa yang telah turun tangan sekeji itu terhadap dirimu?"

Loo Liang-jen sedang makan bak-pao, mulutnya penuh dengan makanan- mendapat pertanyaan tersebut dia cuma bisa aah...Uuh ... uh.,.belaka.

"Seekor mahkluk aneh berlengan monyet telah mengguyurkan air racun keatas tubuhnya" ujar Pek li Hiang menerangkan-

"Aaah..." salju bulan keenam berseru kaget, "air racun Sam wi-ceng-sui dari perguruanku belum pernah digunakan orang luar"

Berbicara sampai disini. mendadak hatinya bergetar keras, katanya lebih jauh:

"oooh... benar, beberapa waktu berselang air racun sam- wi ceng-siu milik aku orang she Tong sudah dirampas sebotol oleh Suma Ing, mungKin bangsat itulah yang telah melakukan perbuatan terkutuk ini"

"Tapi... bagaimana dengan lengan berbulunya itu? begaimana dengan penjelasanmu tentang soal ini?" kata cu Li Yap coba membantah,

"masa lengan manusia yang sudah kuntung bisa disambung dengan lengan dari monyet. ??"

"Hal ini kemungkinan juga dapat terjadi." sahut salju bulan keenam Tong Hui, "ketua dari perkumpulan bulu hijau serta kakek ombak menggulung sama2 merupakan manusia aneh yang berkepandaian sangat tinggi, aku rasa untuk menyambung lengan yang buntung bukan suatu kesulitan bagi mereka" "Kalau memang begitu perbuatan terkutuk tersebut sudah pasti merupakan perbuatan dari Suma Ing bangsat manusia latnat itu. sebab hanya manusia jadah macam dia yang dapat melakukan perbuatan yang rendah dan hina seperti itu." seru gadis-gadis dengan marah, 

"heran, mengapa ia selalu mengganggu kami dan berusaha membinasakan kami berdua entah apa tujuannya

?"

"Kemungkinan besar hal ini dikarenakan Lam-kong sauhiap aaai...sungguh tak kusangka Suma Ing bisa begitu bejad moralnya hingga terhadap ibunya sendirinyapun berani melawan dan terhadap saudara sendiri pun tega bertindak kejam moral bajingan sialan itu sudah hancur

dan tak bisa dlobati, manusia seperti itu harus segera dilenyapkan dari muka bumi daripada selalu mengacau saja "

"Tong-tayhiap pernah kah engkau bertemu dengan Lam- kong Pak?" tiba-tiba Pek li Hiang bertanya.

"Sudah lama tak pernah bersua tapi dulu pernah bertemu satu kali dengan dirinya. "

Bicara sampai disitu ia berhenti sebentar kemudian sambungnya lebih jauh: "Tujuan Suma Ing merampas botol air keras beracun Sam wi-ceng-sui milikku adalah untuk menghadapi Lam-kong Pak serta nona sekalian- ia berbuat begitu untuk melampiaskan rasa benci dan mendongkolnya, tapi. ..aneh sekali kenapa ia tidak turun tangan terhadap nona berdua. sebaliknya malah membuat Loo-tayhiap jadi hancur badannya dan berada dalam keadaan mengerikan?"

"Tong-tayhiap. engkau tidak tahu," cu Li Yap menerangkan, "beberapa hari berselang kami telah bertemu dengan seorang manusia tembaga, ia telah serahkan satu botol air penawar racun kepada kami menurut keterangannya air penawar tersebut bisa musnahkan pengaruh air racun Sam-wi-ceng-siu. ketika kami bertemu dengan musuh, air penawar itu kami poles kan dulu dimuka dan badan Kami, oleh sebab itulah kami sama sekali tidak terluka"

sekali lagi salju bulan keenam Tong Hui berdiri terperangah.

"Seorang manusia tembaga yang serahkan obat penawar tersebut kepada nona berdua? aah tidak mungkin, aku orang she Tong belum pernah memberikan obat penawar racun kepada manasia tembaga"

"Apakah dalam dunja persilatan dewasa ini kecuali keluarga Tong dari propinsi Sucuan sudah tak ada orang lagi yang mampu membuat obat penawar racun?" tanya Pek li Hiang.

"Sedikitpun tidak salah air penawar racun merupakan resep rahasia perguruan kami yang tidak diwariskan kepada orang lain, aku she-Tong berani menyatakan bahwa di kolong langit tak ada manusia lain yang mampu membuat air penawar itu,.., heran,.. peristiwa ini benar- benar mencengangkan hati?"

"Apakah Tong-tayhiap tidak pernah memberikan obat penawar air racun itu kepada orang lain?" tanya cu Li Yap.

"Tidak lama berselang aku pernah menghadiahkan satu botol untuk Lam-kong tayhiap.,.." Begitu ucapan tersebut diutarakan keluar. dua orang gadis itu menjerit kaget mereka saling bertukar pandangan dan duduknya perkarapun segera mereka pahami.

"Adik Yap. mungkinkah manusia tembaga yang kita jumpai tadi adalah dia...?" seru Pek-li Hiang dengan Cepat. "Sejak dahulu aku sudah curiga karena nada suaranya membawa suara bocah, sekarang setelah dipikir lebih jauh tak bakal salah lagi, orang itu pastilah dia "

"Rupanya ia telah tukar nama menjadi kakek bersedih hati, hal ini pastilah dikarenakan kesalah pahamnya dengan kita- kita sudah salah menuduh dirinya dengan tuduhan yang bukan-bukan dalam sedihnya ia telah ganti nama menjadi kakek bersedih hati ?"

Dalam pada itu Lak-gwee-soat salju bulan enam Tong Hui telah ambil keluar sebungkus bubuk obat sambil diserahkan ketangan Loo Liang-jan, pesannya^

"Loo-tayhiap obat ini merupakan obat yang paling mujarab dari perguruan kami untuk menyembuhkan luka- luka bakar, obat itu manjur sekali Cepatlah digosokkan keatas tubuhmu "

Kemudian sambil mengambil keluar sebotol obat penawar air racun, ujarnya kembali kepada dua orang gadis itu:

"Mungkin sebotol air penawar obat racun yang nona berdua miliki sudah hampir habis dipakai, terimalah sebotol obat penawar ini lagi untuk dipakai"

Dua orang gadis Itu menyatakan terima kasih dan menerima pemberian tersebut. Lak-gwee-soat salju bulan keenam Tong Huipun mohon diri dari ketiga orang itu ia berlalu dari sana.

Dua orang gadis itu berdiri membungkam setelah kepergian Tong Hui mereka tahu bahwa Lam-kong Pak merasa sedih sekali mungkin ia sudah tak mau memaafkan diri mereka lagi. "Adik Yap mari kita pergi mencari dirinya" ajak Pek li Hiang kemudian. "Kita tak akan menemukan dirinya aku rasa dia paling benci terhadap diriku "

"Apakah dia tidak membenci aku ?"

"Kalau keadaanku dibandingkan keadaanmu jauh lebih baikan, aku masih ingat sekali ketika siau Hong menfitnah tempo dulu aku pernah menempeleng wajahnya beberapa kali bahkan mengucapkan pula kata-kata yang tak enak didengar dia. dia pasti sangat membenci diriku"

Berbicara sampai disitu tak tahan lagi air mata jatuh bercucuran membasahi pipinya.

Pek-li Hiang pun menangis karena sedih ia berkata^ "Tidak aneh kalau nada perkataannya kasar sekali, sayang aku tidak sampai teringat kepadanya pada waktu itu"

"Aku Loo-tua juga sudah mendengar bahwa nada suara itu adalah nada suara dari Lam-kong sau-ya." teriak Loo Liang-jen dengan suara lantang, "cuma... pada waktu itu aku tak berani bicara apa2.., aku kuatir kesalahan"

cu Li Yap yang mendengar perkataan itu kontan saja tertawa dingin tiada hentinya.

"Hehhh...hehh...hehhh... engkau Cuma tahu makan. kenapa pada waktu itu tak mau bicara kalau benar2 tahu? kamu memang sialan. Huuh"

Lam-kong Pak yang mengikuti pembicaraan tersebut dari tempat persembunyiannya hanya bisa menghela napas panjang pikirnya:

"Aaai... kalau toh mereka masih menyayangi aku, akupun tak usah terlalu menyusahkan mereka lagi. biarlah lain kali kalau mau unjukan diri, aku muncul dengan paras muka yang asli saja. " Sekalipun hubungan mereka pernah retak karena salah paham, namun antara kedua belah pihak masih cinta mencintai karena itulah setelah ada perjelasan mengenai persoalan itu dan duduknya perkara sudah menjadi terang, hubungan yang retak pun bisa dipulihkan kembali seperti sedia kala.

Diam-diam Lam-kong Pak berlalu dari tempat itu, ditengah jalan sambil melakukan perjalanan jelas ia berpikir.

"Rambut hijau milik ketua perkumpulan bulu hijau adalah rambut yang palsu, lagi pula aku pernah lihat bahwa gayanya tempo hari luar biasa sekali... asal usulnya memang sangat mencurigakan, tak nyana sampai kakek ombak menggulung pun berhasil dibohongi olehnya. "

Sesudah berhenti sebentar. ia berpikir lebih jauh:

"Pada bulan lima tanggal lima kakek ombak menggulung akan menyelenggarakan pertemuan besar, dalam pertemuan itu entah mereka sudah manyiapkan rencana busuk atau tidak? apa salahnya kalau aku gunakan kesempatan yang sangat baik ini untuk melakukan penyelidikan?"

Setelah ambil keputusan pemuda itu berangkat kemarkas besar perkumpulan bulu hijau, karena kantong rangsumnya sudah diberikan Loo Liang-jen maka sesudah isi perut dikota terdekat, ia langsung berangkat menuju kekota Kay- hong.

Dikota tersebut kembali pemuda itu isi perut dan membeli rangsum kering, kemudian baru berangkat kemarkas besar perkumpulan bulu hijau.

Suatu bari sampailah pemuda itu disekitar bukit Hu Gou- san, mendadak ia dengar dalam hutan ada suata perempuan sedang saling membentak. ia memburu kesana... Ternyata perempuan naga pengasingan cu Hong Hong sedang ribut dengan Sun Han Siang. Karena masalah yang terjadi dahulu kala, dua orang itu setingkali cekcok satu sama lain-

Siang Hong Ti. Pek-li Gong dan Hay-thian siang cho duduk disamping kalangan, rupanya mereka tak suka mencampuri urusan orang, berhubung cekcok itu sudah sering terjadi maka mereka tahu dinasehati juga tak ada gunanya. Terdengar cu Hong Hong berseru:

"Sun Han Siang, bocah mustikamu sudah lenyap bagaimana tanggung jawabmu atas keadaan dari putriku?"

Sun Han Siang sedang gelisah karena putra kesayangannya lenyap tak berbekas dan sampai saat itu belum ada kabar beritanya, mendengar teguran tersebut dengan gusar ia menjawab:

"cu Hong Hong karena persoalan ini aku merasa gelisah sekali, rasa gelisahku mungkin melebihi siapapun- Putrimu saja tidak Cemas kenapa sih engkau ribut terus kalau engkau takut putrimu jadi janda kembang lebih baik mulai sekarang carikan jodoh lagi, aku Han Siang bukan manusia picik aku takkan mempersoalan hal itu..,.."

cu Hong Hong loncat bangun sambil berkacak pinggang, bentaknya:

"Putriku tak akan mencari lelaki lain di tempat luaran, tapi putramu justru sudah terlalu sering mempermainkan putriku. sesudah dicipipi maka mau dibatalkan? Huuuh... jangan mimpi urusan bisa segampang itu."

"Kalau putraku masih hendak ia nantikan maka dia harus sabar menunggu tok sampai sekarang ia masih belum ketemu " "Kalau putramu sudah modar??" bentak cu Hong Hong dengan marah.

"Hmmm.. putrimu mungkin yang sudah modar selamanya dimoncong anjing memang tak bisa keluar gadingnya kalau mulut sudah menyerupai mulut gombal

perkataan apapun langsung meluncur keluar. "

cu Hong Hong teramat gusar ia membentak keras dan melancarkan sebuah pukulan kearah depan,

Sun Han Siang tak mau unjukkan kelemahannya ia balas melancarkan pula satu pukulan untuk menyambut datangnya ancaman tersebut... "Blaaam" ledakan dahsyat menggeletar diangkasa membuat batang pohon disekelilingnya pada tumbang dan pasir serta debu beterbangan memenuhi seluruh angkasa.

Pek-li Gong yang menyaksikan jalannya prrtarungan itu segera tertawa terbahak-bahak.

"Haaahh ..haaahh, .haahh.. sebenarnya apa yang sedang kalian lakukan??jika kamu berdua merasa sudah bosan hidup sebenarnya gampang sekali penyelesaiannya tunggu saja sampai bulan lima tanggal lima nanti dan pergilah bikin kekacauan didalam perkumpulan ombak menggulung aku percaya kakek ombak menggulung pasti akan menyempurnakan keinginan kalian itu, apa sih gunanya saling membunuh?"

Dua orang perempuan itu sama sekali tidak ambil gubris, mereka lanjutkan terus pertarungannya yang berlangsung kian bertambah seru.

"Enso Lam-kong" teriak Siang Hong Ti pula dengan suara lantang, "mundur selangkah kebelakang, buat apa sih ribut2 dengan dirinya??" cu Hong Hong yang mendengar perkataan itu jadi amat gusar, ia tarik kembali serangannya dan membentak kepada diri orang she Siang itu: "Siang Hong Ti, apa yang kau katakan barusan?"

"Dewasa ini dunia persilatan sedang diliputi kekalutan, golongan lurus dan golongan sesat sudah saling bertentangan seCara tajam, siapa kuat dia akan tetap hidup siapa lemah dia akan musnah dari muka bumi, kalian berdua toh sama2 merupakan manusia yang punya nama dan kedudukan, buat apa sih ribut2 sendiri karena persoalan yang tak jelas? apakah tak malu ditertawakan orang?"

"Kalau memang begitu, kenapa engkau hanya menyindir aku seorang??..." bentak cu Hong Hong penuh kegusaran-

"Setiap kali timbul percekcokan tentu kau yang bikin gara2, aku orang she Siang tak akan membelai siapapUn, aku bicara menurut keadaan yang sebenarnya,"

cu Hong Hong marah sekali, kembali dia ayun telapak tangannya melancarkan sebuah pukulan dahsyat kearah Siang Hong Ti,

"Blaaaam" ledakan dahsyat menggetar diangkasa. jago she Siang itu segera terdorong mundur sejauh lima langkah dari tempat semula. Pek-li Gong melototkan mata monyetnya lalu menggembor keras: "cu Hong Hong, kalau engkau berani main kasar disini??"

"Pencuri tua. kalau engkau tidak puas silahkan turun tangan-" teriak cu Hong Hong dengan gusar, "aku tak takut menghadapi kalian bertiga, aku tahu bahwa kalian semua pada membela Sun Han Siang?"

"cu Hong Hong engkau jangan mengira setelah menguasai ilmu sakti Payung sengkala maka kau jadi luar biasa sekali, aku Pek li Gong akan suruh engkau jadi melek dan tahu diri"

cu Hong Hong tertawa dingin,

"Heeh...heeehh...heehh... bukannya aku pandang rendah dirimu, engkau masih terpaut jauh kalau dibandingkan dengan diriku" serunya.

"Hiihhi..hiiih.. .hiiih.... rupanya sebelum kudemostrasikan kepandaian sakti yang kumiliki engkau tak akan tahu tingginya langit dan tebalnya bumi mari..,mari...mari akan kusambut lima jurus serangmu "

"Kenapa musti harus menunggu sampai lima jurus?? dalam dua jurus saja aku sudah dapat menyuruh engkau terkapar diatas tanah "

"Saudara-saudara sekalian aku minta kalian suka bertindak sebagai saksi." teriak Pe-li Gong dengan keras, "seandainya aku sampai turun tangan mempermainkan dirinya harap saudara-saudara sekalian suka memberi maaf karena kepandaian yang kumiliki hanya kepandaian semacam itu bukannya berarti bahwa aku sengaja hendak mencari untung pun tak ada gunanya. "

Perlahan-lahan Pek-li Gong mendesak maju kedepan sambil tertawa haha-hihi ujarnya kembali.

"cu Hong Hong kau adalah seorang janda semestinya aku tak pantas untuk mempermainkan dirimu akan tetapi kau terlalu sombong, mau tak mau aku harus memberi sedikit pelajaran pahit kepadamu agar kesombonganmu itu bisa sedikit dikurangi, Cuma sebelum itu aku hendak menerangkan lebih dahulu, andai kata engkau mendapat malu karena kelihayanku maka janganlah kau salahkan aku terlalu genit, sebab usiamu jauh lebih tua dari aku sedangkan Sian Yan Peng sendiri jauh lebih tua pula dari pada diriku, kalau dihitung maka sepantasnya aku jadi adik iparmu, kalau adik ipar mencari keuntungan dari ensonya sudah jamak dan umum bukan??"

Diam-diam Sun Han Siang tertawa geli setelah mendengar pembicaraan tersebut, ia tahu pencuri sakti ini mempunyai kepandaian menjawil yang sangat lihay dan tiada tandingannya dikolong langit, dalam pertarungan ini kemungkinan besar cu Hong Hong akan menderita kerugian besar.

Dengan suara serius Siang Hong Ti berseru:

"Tua bangka she Pek li, aku harap engkau suka berpikir tiga kali lebih dahulu sebelum bertindak, ketahuilah bahwa wataknya berangasan sekali, seandainya ia sampai mendapat malu didepan umum bagaimana kalau sampai ia melakukan bunuh diri?"

"Siang Hong Ti " teriak cu Hong Hong denganpenuh kegusaran, "kalau engkau berani mempermainkan diriku lagi, jangan salahkan kalau kubunuh dirimu"

Siang Hong Ti gelengkan kepalanya. "Waah...waaah..

.aku bersusah payah bicara banyak dengan maksud baik, siapa tahu sebagai pembalasannya menerima caci maki yang pedas, yaa sudahlah...kalian boleh bertempur"

Lam-kong Pak yang bersembunyi didekat tempat itu diam2 merasa amat gelisah, ia tahu bahwa watak cu Hong Hong beranggasan sekali, andai kata Pek-li Gong sampai mempermainkan dirinya maka akibat yang mungkin terjadi sukar dibayangkan mulai dari sekarang, kendatipun begitu iapun merasa tidak leluasa untuk munculkan diri pada saat seperti ini. karena itu kecuali gelisah ia tak dapat berbuat yang lain- Pada saat itulah sicaCatan mati hidup Loo-toa dari sepasang manusia jelek dari Hay-thian berkata:

"Jie-ya, bagaimana kalau kita bertaruh??"

"oooh .. aku Ji-ya memang mempunyai maksud untuk berbuat demikian, katakanlah Toa-ya" sahut Wang wee berhati hitam dengan Cepat.

"Aku bertaruh pencuri tua itu pasti akan berhasil mendapatkan keuntungan "

"Aku bertaruh cu Hong Hong berhasil pula mendapat keuntungan sedang pencuri tua itupun tidak akan menderita kerugian "

Tertegun hati catatan mati hidup sesudah mendengarperkataan itu. "Ji-ya apa maksudmu bertaruh demikian ??" tegurnya.

"oooh tidak apa- apa aku hanya maksudkan mereka berdua sama-sama berhasil mendapat keuntungan dan kedua belah pihakpun akan sama-sama menderita kerugian"

Lam-kong Pak yang menyembunyikan diri ditempat itu diam-diam menganggukkan kepala, dia mengetahui bahwa kecerdasan Wan-gwee berhati hitam masih lebih tinggi satu tingkat jika dibandingkan dengan catatan mati hidup, didalam kenyataan pencuri tua itu memang tak mungkin bisa berhasil merebut kemenangan mutlak. sebab kepandaian silat yang dimiliki cu Hong Hong terlalu lihay kalau dibandingkan dengan dirinya sekalipun gerakan tubuh pencuri tua dengan ilmu copetnya luar biasa dan tiada tandingannya dikolong langit, akan tetapi ia tak mungkin bisa menangkan pertarungan ini dengan gampang. Air muka catalan mati hidup berubah sesaat, terdengar dia mengomel: "Ji-ya. bukankah kau Curang?? dengan bertaruh beg ini bukankah sama artinya engkau memegang kedua belah pihak?? Huuh apanya kau hendak meCari keuntungan dari diriku??"

"Toa-ya, sudahlah... engkau tak usah mengatakan apa2 lagi, dalam pertaruhan ini aku Ji-ya sudah pasti akan menderita kekalahan total"

Lam kong Pak yang sempat mendengarkan pembicaraan itu, kembali berpikir didalam hatinya:

"Ia pandai dan licik, rupanya Wang we berhati hitam memang lebih jauh licik daripada catatan mati hidup"

Sementara itu catatan mati hidup sudah bertanya: "Apa yang akan kita pertaruhkan?"

"Satu meja hidangan yang paling lezat, barang siapa menderita kalah maka dia diwajibkan membayar rekening"

"Baik. kita tetapkan begitu"

sementara itu Pek-li Gong serta cu Hong Hong telah berdiri saling berhadapan-sedangkan Sun Han Siang serta Siang Hong Ti bertindak sebagai saksi.

"Bersedialah" bentak cu Hong Hong dengan suara keras, dengan Cepat ia lancarkan sebuah pukulan dahsyat dengan ilmu sakti payung sengkala,

Pek-li Gong tak berani menerima serangan tersebut dengan keras lawan keras. dengan gesit ia ngeloyor kebelakang dan muncul dibalik punggung perempuan itu.

cu Hong Hong amat terperanjat, sekarang ia barusadar hawa ilmu kepandaian yang dimiliki pencuri tua itu luar biasa sekali. dengan cepat ia kirim satu babatan mendatar kearah depan, angin pukulan yang maha dahsyat segera memancar keempat penjuru membuat pepohonan yang berada disekeliling tempat itu tersapu dan roboh keatas tanah.

Pek-li Gong sendiri pun merasa amat terkesiap melihat kelihayan musuhnya, sejak permulaan ia telah mengambii keputusan untuk tidak terlalu jauh meninggalkan dirinya ia harus melakukan pertarungan jarak dekat dan selalu menempel ditubuhnya.
*** ***
Note 03 Desember 2020
Belajarlah rendah hati, rendahkan hatimu serendah-rendahnya hingga tidak ada seorangpun yang bisa merendahkanmu.
|Serial Si Pisau Terbang Siao Li telah rampung dan siap untuk dibaca, untuk membacanya silahkan klik disini : Serial Si Pisau Terbang Siao Li (Completed).|
(Regards, Admin)

0 Response to "Kelelawar Hijau Jilid 10"

Post a Comment

Pop mobile

Pop Deskop

close