Kelelawar Hijau Jilid 05

Mode Malam
Tiba2 ia dengan suara tertawa terkekeh-kekeh yang genit dan tengik berkumandang datang memecahkan kesunyian, Lam-kong Pak segera kenali suara tertawa itu sebagai suara dari sijanda kawin tujuh kali Poei Koen, segera pikirnya:

"Keaapa siperempuan janda sialan ini berada disekitar sini??? kalau begitu mungkin saja disekeliling tempat ini masih ada para anggota dari perkumpulan Liok  Mao  Pang. "

Perlahan-lahan ia memasuki hutan belantara dihadapannya, sedikitpun tidak salah disana ia temui seorang perempuan bermulut lebar berbibir tebal, memakai celana warna merah dengan tepi warna hijau dan memakai pupur yang tebal sekali, dia bukan lain adalah sijanda kawin tujuh kali Poei Koen.

Dihadapannya berdiri seseorang yang bukan lain adalah Swie Sang-Piauw atau simelayang diatas air Ma Tie.

"Poei Koen" terdengar Ma Tie mengoceh. "Kita berdua benar-benar sepasang jodoh yang ideal, inilah yang dinamakan si katak buduk mendapat anjing. "

Poei Koen putar sepasang biji matanya dan mengeriing sekejap kearah Ma Tie lalu omelnya:

"Huuh sekalipun semua lelaki yang ada dikolong langit sudah modar semua, aku juga tak sudi kawin dengan dirimu."

"Kenapa????". "Huh selama hidupmu kau paling suka royal da npelesiran. menyengat sana mengantup sini bikin semua perempuan jadi bunting dan cacingan, sedikit tabunganpun tidak punya IHmm... itulah yang dinamakan tidak takut dibakar api langit, hanya takut tersandung batu. pakaian satu2nya yang dimiliki pun sudah dikenakan dibadan- kalau aku sampai kawin dengan dirimu bukankah aku bakal mati kelaparan???".

"Aku sih bukan sungguh2 mau kawin dengan dirimu, kita... hiiih-hiiih... mari kita indehoy dan main naik kuda2an, soal harga terserah deh padamu... pokoknya beres. "

Poei Koen bertambah genit, ia segera pasang aksi dan goyang2 pinggang jual lagak. Jangan dilihat usianya sudah melampaui empat kepala ternyata kegenitan dia tidak kalah dengan perempuan muda.

Ma Tie jadi kesemsem dan semakin terangsang, matanya terbelalak lebar sementara air liurnya menetes keluar dan tiada hentinya.

"Memandang diatas uang perak milikmu. belehlah kita bermain satu babak... ingat? cuma satu kali hajat saja lhoo..." seru Poei Koen, kemudian sambil menunjuk tiga jarinya ia menambahkaa. "Soal biaya untuk bermain satu babak... Hiii...Hiii... tidak mahal, cuma segini saja, murah toh??" Ma Tie jadi kegirangan.

"Hoooreeee tiga tahil perak untuk bermain satu babak. .

.adduuuh.."

Dengan sempoyongan Ma Tie mundur tiga langkah kebelakang. bentaknya^ "Hmm, kau jangan salahkan aku kalau bertindak kejam terhadap dirimu." Sambil berkata ia rentangkan senjata garpunya dan secepat kilat melepaskan tujuh delapan jurus serangan berantai yang segera memaksa Poei Koen terdesak mundur lima langkah kebelakang.

Sijanda kawin tujuh kali tak mau unjukkan kelemahannya, kesepuluh jari tangannya segera direntangkan- Sreeet Sreeet sreeet ditengah desiran tajam sepuluh biji Kuku "Liok Eng Ka" telah melancur kedepan bagaikan sambaran anak panah.

Ma Tie tak berani menghadapi langsung berhadapan muka, dengan senjata garpunya ia pukul mencelat lima enam biji kuku tersebut sementara tubuhnya meloncat mundur tiga langkah kebelakang.

Siapa tahu Poei Koen juga bukan manusia yang gampang dianiaya, rupanya ia sudah menduga kalau musuhnya pasti akan mundur kebelakang. tubuhnya bagaikan bayangan segera mengejar kedepan dan segera melepaskan tiga belas buah sapuan maut.

Ma Tie jadi kepepet dan kelabakan setengah mati, ia menjerit kesakitan dan tahu2 sebiji kuku "Liok Eng Ka" telah bersarang di atas dada kirinya.

Merasakan dirinya terluka Ma Tie jadi gusar, ia maju sambil mengirim satu serangan balasan-..

"craaaat" Poei Koen menjerit kesakitan dada luarnya tertusuk pula oleh senjata garpu lawan hingga darah segar segera meluncur keluar dengan derasnya.

Ma Tie segera mundur kebelakang dan cabul keluar kuku Liok Eng Ka tadi, ketika dilihatnya diujung kuku itu mengandung racun ia tak berani berdiam lebih lama lagi disitu, badannya segera berputar dan kabur dari situ. Setelah musuhnya berlalu Poei Koen duduk diatas batu dengan napas tersengkal-sengkal bagaikan kerbau, dua tulang kiri dadanya terhajar patah membuat keadaannya jadi amat payah.

Lam-kong Pak mendengus dingin, sementara ia hendak berlalu dari situ mendadak tampaklah sesosok bayangan manusia melayang datang, begitu melihat siapakah orang itu, pemuda Lam-kong ini jadi terkejut, sebab orang itu bukan lain adalah Suma ing.

Ketika dilihatnya Poei Koen sedang terluka, Suma ing segera maju menghampirinya sambil berkata:

"Poei Koen sekarang kau sedang menderita luka parah, kalau aku ingin membunuh dirimu maka pekerjaan ini bisa aku lakukan dengan sangat gampang sekali bagaikan membalik telapak sendiri ".

"Akupun merupakan anggota perkumpulan Liok Mao Pang, apakah kau berani membunuh aku?" seru sijanda kawin tujah kali.

"Hmmm sekalipun kau sudah menggabungkan diri menjadi anggota perkumpulan Liok Mao Pang tapi kau sama sekali tidak punya kedudukan. Sedangkan aku adalah seorang pelindung hukum, setelah kubunuh dirimu maka aku bisa mencari alasan saja untuk mempertanggung jawabkan peristiwa ini....lagi pula kalau kubunuh dirimu pada saat ini, maka tak seorang manusia pun yang mengetahui perbuatanku ini"

Sijanda kawin tujuh kali menyadari bahwa dirinya bukan tandingan, maka dia lantas mengalah dan berseru:

"Kau hendak memerintahkan aku untuk berbuat apa?? cepat katakan, tak usah belok-belok memutar balikkan urusan lagi ". "Sebentar lagi bakal ada beberapa orang gadis akan lewat disini, kau harus berteriak-teriak minta tolong. bila mereka mendekati dirimu maka totoklah jalan darah mereka hingga orang-orang itu menggeletak tak berkutik asal tugas ini kau laksanakan secara baik aku segera akan melepaskan dirimu."

"oooh...cuma urusan sekecil ini saja? gampang, aku segera akan melakukannva untukmu"

Suma Ing pun segera berkelebat dan menyembunyikan diri dibelakang sebuah batu besar, Sedanpkan Poei Keen sijanda kawin tujuh kali mulai berteriak keras minta tolong, suaranya mengalun sampai beberapa li jauhnya.

Lam-kong Pak yang menyaksikan kejadian itu segera menghela napas panjang untuk menghindari ibunya jadi susah dan sedih beberapa kali ia sudah lepaskan Suma Ing dalam keadaan hidup, ia kuatir diejek orang sebagai pembunuh saudara sendiri, tak nyana kejahatan yang dilakukan pemuda itu sudah kelewat batas hingga tak tertolong lagi.

Tidak lama kemudian dari tempat kejauhan benar-benar muncul beberapa orang. orang pertama adalah Pek-li Gong serta Siang Hong Tie, sedang dibelakang mereka mengikuti coe Lie Yap. Yoe Tien serta Pek-li Hiang.

Ketika Pek-li Gong melihat Poei Koen berbaring disitu dengan dada berpelepotan darah. ia segera tertawa dan menegur:

"Perempuan tua rupanya napsu jahatmu masih belum hilang juga hingga dipukul orang sampai terluka ??".

"ooh. pencuri tua" rintih Poei Koen dengan nada kesakitan, "Cepatlah datang menolong diriku." Pek-li Gong maju menghampiri dan slap ulapkan tangannya. tiba2 sijanda kawin tujuh kali berseru kembali:

"Walaupun aku sudah berusia melebihi empat puluh tahun, tapi bagaimanapun juga aku tetap seorang perempuan antara laki dan perempuan ada batasnya, kau musti tahu bukan akan tata kesopanan ini".

"Hiiih. .hiii. .hiiih... perempuan rongsokan, rupanya kau masih ingat juga akan tata kesopanan segala??? Huuh apa itu tidak keliru ..." jengek Pek-li Gong sambil tertawa Cekikikan.

"oooh. pencuri sakti, kau musti tahu bahwa nasibku  amat buruk dan selalu dalam keadaan sengsara. sejak tujuh orang suamiku modar semua hingga detik ini aku selalu menjaga kesucianku secara baik-baik, belum pernah timbul pikiran menyeleweng dalam benakku, dan lagi celana dalamkupun, belum pernah terbuka bagi orang lain-"

Siang Hong Tie serta Pek-li Gong yang mendengar ocehan orang itu tak bisa menahan gelinya lagi, mereka tertawa terbahak-bahak.

"Haaaah-haaaah-haaaah bagus sekali, tak nyana siluman tua ini bisa bicara serius dan genah pada hari ini" .

"Hiang-jie " si pencuri tua itu segera berseru. "coba bubuhilah obat diatas lukanya."

"Tunggu sebentar" mendadak Lam-kong Pak berseru dan meloncat keluar dari tempat persembunyiannya. "Harap kalian menyingkir ke belakang"

"Hey kau mau apa???" tegur Pek-li Gong terCengang.

Lam-kong Pak tidak menjawab kembali ia berteriak keras: "suma Ing. ayoh menggelinding keluar dari tempat persembunyian ini" Iaulangi teriakan itu sampai tiga kali namun tiada jawaban, sianak muda itu segera berkelebat menuju kebalik batu Cadas tapi bayangan tubuh pemuda she Suma itu sudah lenyap tak berbekas. jelas ketika menyaksikan kemunculan musuh bebuyutannya itu Suma telah mengeloyor pergi dari situ

"Hey bocah keparat, permainan setan apa yang sedang kau persiapkan buat kami ?" teriak Pek-li Gong keras2.

Lam-kong Pak segera membeberkan siasat busuk yang direncanakan Suma Ing berserta sijanda kawin tujuh kali.,

Mendengar perkataan itu Pek-li Gong kontan memaki: "Barang rongsokan rupanya kau sudah bosan hidup

didunia yah?? berani betul punya pikiran jahat terhadap kami??".

Sijanda kawin tujuh kali Poei Koen membungkam dalam seribu bahasa, sambil gertak gigi ia segera merangkak bangun dan dengan langkah sempoyongan lari dari situ.

= =ooooooooo= =

SEPENINGGALNYA sijanda kawin tujuh kali. Siang Hong Tie baru berkata:

"Keponakan Lam-kong bagaimana dengan perjalananmu menyatroni markas besar perkumpulan Liok Mao Pang kali ini?? Apakah berhasil mendapatkan sesuatu ??"

Lam-kong Pak segera menceritakan kisahnya menghajar kutung payung sengkala palsu yang dimiliki si kakek ombak menggulung lalu balik tanyanya: "cianpwee sekalian selama ini telah pergi kemana ??".

"Kurang lebih setengah jam setelah kalian ibu dan anak memasuki markas besar perkumpulan Liok Mao Pang, kami telah menemukan seorang manusia tembaga meluncur keluar dari dalam markas, kami segera melakukan pengejaran, siapa tahu makin dikejar semakin jauh dan akhirnya jejak orang itu lenyap tak berbekas, ketika kami mendengar teriakan minta tolong tadi segera memburu kemari.".

"Menurut dugaan beanpwee, payung sengkala yang dimiliki sikakek ombak menggulung pastilah sebuah payung palsu. tetapi manusia tembaga yang munculkan diri itu pun tidak mempunyai payung sengkala, hal ini sungguh membuat orang kebingungan dan tak habis mengerti. "

"Manusia tembaga toh semuanya berjumlah tiga orang, darimana kau bisa tahu kalau manusia tembaga itulah yang memiliki payung sengkala???" seru Pek-li Gong.

Lam-kong Pak berpikir sebentar dan merasa benar juga ucapan itu, setelah manusia tembaga itu tidak memiliki payung sengkala. sudah tentu dia bukan tandingan sikakek Ombak menggulung .Jelas yang diserukan terimalah sebuah serangan payungku adalah gertak sambal belaka untuk menolong dirinya berdua lolos dari mara bahaya.

Karena berpkir begitu, maka ia bertanya kembali: "Apakah kalian tidak berjumpa dengan ibuku??"

"Tidak bahkan si Loo Liang-janpun tidak kelihatan-" "Kalau begitu mari kita segera berangkat si Loo tua

masih menunggu diriku didalam gua tersebut mungkin ibuku pun telah berkumpul disitu menantikan kehadiranku."..

Berangkatlah beberapa orang itu menuju kearah gua, setibanya disitu tampak Sun Han Siang serta Loo Liang-jan sedang melangkah keluar dari dalam gua. Begitu bertemu muka Sun Han Siang kontan berteriak^ "Hey pencuri tua. kalian sudah pergi kemana?? Huuuh...sungguh membuat aku jadi kelabakan dan mencari kau di-mana2."...

Pek-li Gong segera menceritakan kembali pengalamannya beberapa waktu berselang, lalu kepada Lam-kong Pak katanya:"Bocah keparat kenapa kau patahkan rantai yang membelenggu tubuh Suma Ing si bangsat itu? gara2 perbuatanmu maka sejak kini didalam dunia persilatan bakal muncul banyak urusan lagi, terutama sekali yang bakal menimpa kalangan dan kerepotan adalah ketiga orang budak ini. Aaaaai..., terserah deh pada dirimu sendiri, pokoknya aku sipencuri tua telah serahkan putriku kepadamu, kalaU kau tidak mampu melindungi ketiga orang binimu ini...oohooo... sungguh merupakan suatu lelucon yang paling menggelikan dikolong langit"

"Ayah kalau bicara dapatkah bernada halus sedikit??? masa omongnya kasar amat" omel Pek-li Hiang.

"Aaai. kenapa kau musti halus2 macam kapas??? pokoknya kalian toh sudah menjadi bininya. apakah ia bukan kejadian sesungguhnya?? siapa yang bakal tertawain diriku?"

Tiba2 dari tempat kejauhan muncul seorang gadis muda, ia berhenti kurang lebih sepuluh tombak jauhnya dari beberapa orang itu dan berseru kepada Lam-kong Pak.

"Lam-kong Pak Siuwhiap. harap kemarilah sebentar. aku ada urusan hendak disampaikan kepadamu."

begitu mengetahui orang yang muncul adalah siauw Hong. sianak muda itu kontan mendengus dingin.

"Hmm kalau ada urasan cepat katakan kenapa musti sembunyi2 amat mencurigakan orang..," "Kesinilah sebentar, urusan ini rasanya kurang leluasa kalau dibicarakan secara terbuka" pinta Siauw Hong.

Mendengar sampai disitu ketiga orang gadis itu serentak segera mendengus, terdengar coe Lie Yap menyindir:

"Sudahlah... tak usah banyak bertingkah kesanalah orang lain toh ada rahasia penting mau disampaikan kepadamu secara pribadi... kesanalah nanti kami ikut mengetahui rahasiamu lhoo"

"Apanya yang leluasa atau tidak. kalau ada urusan ayoh cepat katakan terus terang" teriak Lam-kong Pak.

"Kalau aku sudah mengatakannya keluar dan sampai terjadi keonaran, kau jangan salahkan diriku yaah".

Dengan cepat otak Lam-kong Pak berputar ia tahu yang hendak dikatakan pastilah hubungan antara dirinya dengan Liuw Hoei Yan, sekalipun peristiwa itu bukan salah dirinya tapi mana boleh dikatakan dihadapan umum secara terbuka?? Akhirnya sianak muda itu maju kedepan dan menghampiri Siauw Hong.

Pek-li Hiang segera berbisik kepada coe Li Yap. katanya: "Adik Yap. tahukah kau sedari kapan ia punya hubungan dengan Siauw Hong??".

"Mungkin dia punya hubungan dengan Liuw Hwie Yan siauw Hong paling banter cuma seorang pcrantara yang menyampaikan berita saja".

"Adik berdua tak usah menduga dan memikirkan yang bukan-bukan-" sela Yoe Tien dari samping. "Menurut apa yang aku ketabui adik Pak sama sekali tidak mempunyai hubungan yang mendalam dengan nona Liuw, mungkin saja mereka betul-betul ada urusaa lain" Sementara itu Lam-kong Pak sudah mendekati Siauw Hong, segera tegurnya: "Kau ada urusan apa??? cepat katakan-"

"Lam-kong sauwhiap. tahukah kau bahwa nona kami telah. "

"Telah kenapa??" seru Lam-kong Pak pura2 bertanya, padahal ia sudah tahu apa yang akan dikatakan.

sepasang pipi siauw Kong berubah jadi merah jengah, dengan tersipu-sipu katanya: "Dia sudah bunting besar"

"Bunting toh sutu kejadian yang lumrah bagi seorang wanita, kenapa kau musti kaget dan kelabakan tak karuan???" jengek sianak muda itu sambil tertawa hambar.

siauw Hong jadi gelisah, buru buru ^erunya: "Lam-kong sauw-ya cabang bayi yang ia kandung adalah anakmu sendiri"

"Kau jangan ngaco belo tak karuan yaaah, berani ngoceh yang tidak genah lagijangan salahkan kalau aku tak akan berlaku sungkan-sungkan lagi terhadap dirimu"

"Lam-kong Sauw-ya kejadian ini adalah sesungguhnya. kalau kau hendak menyalahkan seharusnya kau salahkan diriku dan tak usah salahkan nona kami, karena ia tahu kalau kau hendak menelan jimson naga berusia sepuluh ribu tahun dan membutuhkan lima enam orang gadis untuk mewujudkan tenagamu. maka ia ingin menyempurnakan dirimu. maka akupun mendapatkan satu akal".

"Apakah nonamu tidak tahu???" jengek Lam-kong Pak sambil tertawa dingin.

"Dia sudah tentu tidak tahu, akulah orang pertama yang naik keatas pembaringan waktu itu aku masukkan obat perangsang kedalam mulutmu lewat bibirku. kemudian ketika tiba gilirannya untuk naik keatas pembaringan- obat perangsang yang berada didalam tubuhmu mulai bekerja tatkala bibir bertemu dengan bibir obat perangsang yang berada dimulutmu sekarang masuk kedalam mulut nona, akhirnya kalian berdua sama-sama terpengaruh oleh obat perangsang hingga tak kuat menahan diri dan terjadilah".

Lam-kong Pak mendengus, ia putar badan siap berlalu dari situ.

Buru2 siauw bong berkata kembali: "Nona kami tahu bahwa perbuatannya ini sangat memalukan sekali, maka ia hendak bertemu sekali lagi dengan dirimu kemudian mencukur rambut jadi nikouw"

Lam-kong Pak terkesiap. sebenarnya kesannya terhadap Liuw Hwie Yan tida kjelek, tetapi sejak ia mengetahui kejadian didalam benteug Hwie Him Poo tempo dulu, ditambah pula permusuhan pada generasi yang lalu. hubungan diantara mereka jadi lebih renggang dan jauh.

Kini setelah mendengar perkataan dari Siauw Hong, timbullah rasa kasihan didalam hatinya. segera pemuda itu bertanya: "Sekarang dia berada dimana???"

"la sedang menanti dirimu didalam sebuah selat gunung kurang lebih tiga empat li dari sini."

"cepat bawa jalan" kepada Sun Han Siang la berseru. "ibu, aku ada sedikit urusan hendak kuselesaikan, satu jam kemudian aku pasti akan menyusul kalian, berangkatlah kekota Lok-yang lebih dulu dan tunggu aku disitu".

"Kami akan menunggu disini saja, cepat2lah pergi dan cepat kembali" ,

Sementara itu tatkala ketika orang itu melihat sianak muda tersebut telah pergi. Yoe Tien jadi tak kuat menahan diri. ia melotot sekejap kearah Siauw Hong dan menyaksikan sepergian mereka dengan hati mendongkol.

Beberapa saat kemudian sampailah Lam-kong Pak serta Siauw Hong disebuah mulut selat, tiba2 mereka mendengar suara orang sedang bertempur. Ketika kedua orang itu menyusul ketempat kejadian, terlihatlah Liuw Hwie Yan sedang bertempur sengit melawan cioe cien cien.

Liuw Hwie Yan sedang bunting besar gerak geriknya sangat tidak leuasa dan terganggu sekali, saat itu posisinya sudah terdesak dibawah angin. sedangkan cioe cien cien sedikitpun tiada maksud untuk mengendorkan serangannya, makin lama ia makin meCeCar musuhnya habis2an bahkan setiap serangan yang dilancarkan semuanya diarahkan keatas mulut lawan.

Dalampada itu Lam-kong Pak serta siauw Hong sudah berada seratus tombak dari kalangan pertempuran, dayang itu segera berteriak keras: "Nona cioe harap tahan, Lam- kong sauw-ya telah datang."

cioe cien cien berpaling, ketika dilihatnya Lam-kong Pak berada ber-sama2 Siauw Hong, sadarlah dia bahwa kehadiran sianak muda itu pastilah atas panggilan dan Siauw Hong, hawa gusar yang berkobar dalam dadanya semakin memuncak.

Sejak ia mengetahui bahwa jabang bayi yang dikandung Liuw Hwie Yan adalah hasil hubungannya dengan Lam- kong Pak. dalam hati perempuan itu sudah timbul niat jahatnya untuk menghabisi jiwa gadis she Liuw ini.

Seandainya Siauw Hong tidak berteriak tadi mungkin keadaan masih mendingan, dengan teriaknya itu segera memancing napsu membunuh dalam benak cioe cien cien berkobar makin ganas, ilmu Cakar mautnya Boe Khek-Hek- HongJiauw segera dikerahkan keluar dengan segenap tenaga.

"Tahan" bentak Lam-kong Pak. tubuhnya laksana kilat meluncur ketengah selat.

cioe cien cien mengerti asal sianak muda itu telah tiba disana maka usahanya akan menemui kegagalan, tanpa mengucapkan sepatah katapun telapak tangannya segera berputar dan melancarkan satu serangan dengan ilmu Thong Thian it coe Hiang.

Begitu serangan tersebut dilancarkan, Liuw Hwie Yan mundur kebelakang dengan sempoyoogan, ia rasakan segulung angin puyuh yang amat dahsyat bagaikan timpaan baja seberat selaksa kati menekan perutnya yang bunting, ia jadi kaget segenap tenaga dalam yang dimilikinya segera dihimpun dan balas melancarkan serangan dengan satu jurus serangan dari ilmu Hwie Him Pat-sih.

"Blaaam," ditengah benturan dahsyat, tubuh Liuw Hwie Yan mencelat sejauh satu tombak lebih dari tempat semula dan terbanting keras diatas tanah. darah  segar bermuncratan keempat penjuru. perutnya robek dan ususnya berhamburan diatas tanah.

Lam-kong Pak jadi amat terperanjat menyaksikan peristiwa itu, saking tertegunnya ia sampai berdiri menjublak.

Menanti cioe cien cien telah melarikan diri dari situ, ia baru mendusin kembali dari impian. Sambil memeluk jenasah Liuw Hwie Yan menangislah pemuda itu ter-sedu2.

Liuw Hwie Yan yang telah bunting lima enam bulan, janin bayi yang dikandungnya telah berwujud sebagai manusia, Kini setelah perutnya robek dan kandungannya berlubang maka muncullah batok kepala mayat bayi yang muncul diluar kulit perut, keadaan perempuan itu benar- benar mengerikan sekali.

Walaupun kesan Lam-kong Pak terhadap diri Liuw Hwie Yan telah berubah sama sekali, tetapi bagaimana pun juga bayi yang dikandung perempuan itu adalah darah dagingnya sendiri, lagi pula kedatangannya ketempat itu adalah untuk mewujudkan apa yang diinginkan Liuw Hwie Yan-

la tahu bahwa gadis itu sama sekali tidak salah, sebab Siauw Honglah yang telah menaruh obat perangsang didalam mulutnya, cinta kasihnya yang begitu mendalam terhadap dirinya membuat sianak muda itu merasa sangat terharu.

Air mata telah kering dan yang mengalir keluar dari kelopak matanya adalah titik darah segar, butiran darah itu jatuh membasahi jenasah Liuw Hwie Yan yang berbaring diatas tanah dalam keadaan mengerikan- bisiknya dengan suara serak:

"Enci Yan siauw-te pasti akan membalaskan dendam sakit hatimu ini, beristirahat dengan tenang"

Dalam pada itu Siauw Hong telah maju menghampiri dirinya sambil menghibur.

"Lam-kong sauw-ya kau jangan menangis terus hingga merusak kesehatan serta badanmu, orang yang telah mati tak dapat hidup kembali, kau harus "

Mendadak Lam-kong Pak berpaling, dengan mata merah berapi-api dan wajah menyeringai seram ia tatap wajah Siauw Hong tanpa berkedip. sorot matanya tajam bagaikan pisau. Siauw Hong jadi terkesiap dan ketakutan ia mundur tiga langkah kebelakang sambil berbisik: "Lam... Lam-kong sauw-ya... aku.. .aku...demi nona... aaa...aaaku. "

"Kaulah bibit bencananya....perempuan rendah macam dirimulah yang sudah menanamkan bibit bencana ini bagiku maupun baginya....aku hendak membinasakan dirimu".

Sekujur tubuh Siauw Hong gemetar keras giginya saling beradu dengan penuh ketakutan, per-lahan2 ia mundur kebelakang,

Selangkah demi selangkah Lam-kong Pak mendesak maju kedepan, teriaknya dengan suara dingin: "Perempuan rendah beberapa kali kau telah membokong diriku, manusia semacam kau tak boleh dibiarkan hidup lebih jauh dikolong langit."

Telapak tangannya disilangkan didepan dada dan siap didorong kemuka.

Tiba2 dari mulut selat muncul tiga orang gadis muda. mereka adalah Yoe Tien, coe Lie Yap serta Pek-li Hiang.

Kiranya mereka bertiga merasa tidak lega hati membiarkan Lam-kong Pak pergi mengikuti Siauw Hong, mereka ingin tahu apa yang sedang dilakukan sianak muda itu bersama dayang genit tadi. maka mereka minta persetujuan dari Sun Han Siang dan menyusul kesana.

Ketika menyaksikan kemunculan ketiga orang dara ayu itu biji mata Siauw Hong segera berputar, tiba2 teriaknya.

"Tolong... Tolong ..dia mau memperkosa diriku..

.tolong,. aku mau diperkosa" Lam-kong Pak jadi kaget mendengar teriakan itu, segera bentaknya, "Perempuan rendah, apa yang kau teriakan??? jang an ngaco-belo tak karuan-"

Siauw Hong tidak gubris bentakan lawan, kembali ia berteriak tiada hentinya:

"cici bertiga cepat datang menolong aku karena dia gagal memperkosa diriku sekarang mau turun tangan membinasakan diriku."

Hampir saja Lam Kong Pak tidak mempercayai telinga sendiri. telapak tangannya laksana kampak segera dibacok kemuka.

pada saat itu pula coe Lie Yap bertiga telah menyusul kesitu, mereka mendengus dingin- Yang dua menarik lengan Lam-kong Pak agar tidak meneruskan serangannya, sedang yang lain menarik siauw Hong untuk menyingkir dari situ,

"Siauw Hong, sebenarnya apa yang sudah terjadi??" herdik coe Lie Yap dengan suara keras.

Siauw Hong tergagap sejenak. kemudian jawabnya^ "Antara  nona  kami  dengan  dirinya  sudah mempunyai

hubungan suami- istri secara resmi. jadi aku disuruh panggil

dia karena nona kami sudah bunting besar, nona kami berharap bisa cepat2 melangsungkan perkawinan dengan dia, siapa tahu Lam-kong Sauw-ya... dia. ".

Dengan pandangan dingin coe Lie Yap melirik sekejap kearah sianak muda itu, sementara Lam-kong Pak membungkam dalam seribu bahasa, sebab apa yang dikatakan siauw Hong memang benar2 terjadi, dan ia memang sudah mempunyai hubungan dengan Liuw Hwie Yan "cepat lanjutkan perkataanmu" bentak coe Lie Yap kembali.

"cici kalau aku mengatakannya keluar dia pasti akan mencabut jiwaku. aku tak berani bicara" seru Siauw Hong berlagak ketakutan-

"Jangan kuatir" sahut coe Lie Yap setengah berteriak. "Ada kami bertiga disini, tanggung ia tak akan berani mengganggu seujung rambutmupun." Siauw Hong ragu- ragu sejenak kemudian berkata:

"Nona kami berkata kepadanya bahwa ia sudah bunting lima enam bulan bahkan mendesak dia agar cepat2 meresmikan hubungannya, siapa tahu hati orang ini benar2 terlalu kejam dan telengas, suatu ketika mendadak ia lancarkan serangan membunuh nona kami. oooh .. cici bertiga, coba lihatlah nona kami menemui ajalnva dalam keadaan yang mengerikan sekali. "

Ketiga orang gadis itu sama-sama berpaling menyaksikan kematian Liuw Hwie Yan yan-begitu mengerikan tanpa terasa air muka mereka sama2 berubah hebat.

Lam-kong Pak sendiri setelah mendengar ocehan dari Stauw Hong itu, saking gusarnya sekujur tubuhnya gemetar keras. teriaknya: "Perempuan lonte kau berani mengoceh tidak karuan, memfttnah orang lain,., kemanakah liang-sim mu????. "

"cici coba lihat, setelah dia membunuh orang sekarang malah tidak mau mengaku.. ...Huuuh lelaki apa itu namanya????" seru Siauw Hong.

coe Lie Yap melirik sekejap kearah sianak muda itu, lalu katanya: "Siauw Hong. lanjutkan kata-katamu" "Setelah nona kami menemui ajalnya ditangan bangsat itu. aku menangis ter-sedu2. siapa tahu dia bukan saja tidak bersedih hati, malahan-...malahan-..."

"MALAHAN kenapa?" bentak coe Lie Yap.

"Aku...aku merasa malu dan jengah untuk mengatakan peristiwa ini..." bisik Siauw Hong lirih.

"Apakan dia mempermainkan dirimu?".

"Kalau Cuma digoda dan dipermainkan sih, budak anggap se-olah2 tidak mendengar siapa tahu dia memegang dan mempermainkkan sepasang tetekku sambil berkata. . .".

"cuuh cuuh" pada saat yang bersamaan ketiga orang itu segera meludah keatas wajah Lam-kong Pak. serunya sambil tertawa dingin.

"IHmm kami semua benar2 sudah buta sepasang matanya. ternyata bisa tertarik dengan srigala maCam kau".

Sampai disini Lam-kong Pak sudah tak kuasa menahan diri lagi, otaknya terasa mau meledak dibuatnya, ia segera berteriak keras: "Kalian tak boleh mendengarkan ocehan dari sepihak saja..,."

coe Lie Yap tertawa dingin. katanya: "Sepasang mata Thian masih belum buta, ia suruh kami menemukan kejadian ini, kalau kami tidak datang kedua orang majikan dan pelayan pasti sudah mati ditengah gunung tanpa diketahui siapakah pembunuhnya. Lam-kong Pak sungguh tak nyana raut wajahmu yang begitu halus dan sopan ternyata memiliki hati yang keji bagaikan srigala."

"Siauw Hong, lanjutkan perkataanmu" ujar Yoe Tien.

Air muka Lam-kong Pak berubah pucat ke-hijau2an- otot hijau pada keningnya pada menonjol keluar semua, bentaknya: "Kalau kau menfitnah diriku lagi. segera kucabut selembar jiwamu."

"Heeeh-heeeh-heeeh...apakah kau hendak membunuh orang untuk melenyapkan saksi??" jengek coe Lie Yap sambil tertawa dingin.

"Hmm sekarang kalau kau ingin melenyapkan saksi maka masukkanlah kami bertiga kedalam hitungan. Ayoh bunuh kami sadar bahwa kami bertiga bukan tandinganmu.

. ."

"Adik Yap..." saking gelisahnya Lam-kong Pak sambil memukul dada sendiri, "coba kalian pikirlah, mungkinkah siauw-heng melakukan perbuatan rendah semaCam itu?"

"Aku ingin bertanya," tukas coe Lie Yap dengan suara keras^ Jabang bayi yang dikandung dalam perut Liuw Hwie Yan apakah merupakan hasil hubungan gelap dengan dirimu??"

Lam-kong Pak tak dapat menjawab pertanyaan ini karena ia sendiripun tak tahu duduk perkara yang sebenarnya kalau tidak mengaku ia merasa tidak tega sebaliknya ingin mengaku namun ia merasa tidak begitu yakin. sebab siauw Hong dapat membokong dirinya tentu saja dapat membokong lelaki lain-

"Hmm" akhirnya dia mengaku.

Ketiga orang gadis itu segera mendongak dan tertawa terbahak-bahak hati mereka telah hancur berantakan, bisa dibayangkan betapa hancur mumurnya hati mereka setelah mengetahui bahwa sesuatu yang penting bagi mereka dan diperjuangkan untuk mendapatkannya dengan susah payah ternyata adalah suatu benda yang sama sekali tak berharga.

"Siauw Hong, lanjutkan perkataanmu" ujar Pek-li Hiang. "cici bertiga. setelah aku mengatakannya keluar harap kalian segera membiarkan aku pergi dari sini. Kalau tidak ia pasti akan membinasakan diriku."

"Selesai kau mengatakan kisah itu. aku yang akan menghantarkan kau untuk keluar dari selat ini, ia tak akan melukai dirimu" Pek-li Hiang memberikan jaminannya.

"la mempermainkan sepasang buah dadaku sambil berkata. "siauw Hong buah dadaku... buah dadamu jauh lebih montok daripada yang dimiliki nonamu, mari... mari... kita masuk kedalam gua sana untuk bermain satu babak. "

Saking gusarnya Lam-kong Pak merasakan pandangan matanya jadi gelap. hampir saja ia jatuh tak sadarkan diri.  la tahu penjelasan dari Siauw Hong makin lama semakin merunyamkan dirinya, ia cuma bis ageleng kepala sambil menghela napas tiada hentinya.

Serentak ketiga orang gadis itu berjalan mendekati tubuh sianak muda itu, wajah mereka begitu ketus. dingin dan memandang hina.

Didesak secara begitu Lam-kong Pak malahan melangkah mundur kebelakang.

"cici bertiga kalian harus berhati-hati....." teriak siauw Hong memperingatkan- "Dia bisa membinasakan kalian semua"

Lam-kong Pak benar-benar tak kuasa menahan diri lagi, ia berputar menghindari ketiga orang itu lalu menubruk kearah Siauw Hong, hardiknya:

"Perempuan anjing sebenarnya apa maksudmu memfitnah diriku dengan kata-kata yang tidak senonoh itu??" "Tolong. " jerit Siauw Hong ketakutan-

coe Lie Yap segera menubruk kedepan, dengan sekuat tenaga ia lancarkan sebuah pukulan dengan menggunakan ilmu sakti Payung Sengkala.

Lam-kong Pak sama sekali tidak menduga akan hal ini...Blaaam dengan telak serangan tersebut bersarang ditubuhnya membuat badannya mencelat dua tombak jauhnja dari tempat semula dan muntah darah segar.

siauw Hong yang melihat kejadian sudah berlangsung jadi semakin besar, ia sadar bila dirinya berada disitu lebih lanjut hingga rahasianya terbongkar, jiwanya pasti bakal terancam bahaya maut, karena itu kepada Pek-li Hiang serunya: "cici. tolong hantarlah aku pergi dari sini."

"Ayoh berangkat, aku hantar kau keluar dari selat ini." sahut Pek-li Hiang tanpa berpikir panjang.

= =ooocoooQoo= =

LAM KONG PAK merangkak bangun, darah kental mengucur keluar dari ujung bibirnya. dengan suara keras ia berterlak:

"Jangan lepaskan perempuan rendah anjing itu, aku...

aku pasti akan membinasakan dirinya"

Sambil berkata kembali ia lancarkan tubrukan kedepan-

Yoe Tien tertawa dingin, jengeknya "Bukankah disebabkan kedokmu sudah terbongkar maka kau jadi sakit hati dan akan membinasakan dirinya????"

"Enci Tien" seru Lam-kong Pak dengan hati amat sedih, "Apakah kaupun tidak percaya dengan siauw-te????" "Bukti yang nyata sudah tertera didepan mata, apa yang hendak kau katakan lagi??".

"Apakah kalian tak mau mendengar penjelasanku lagi???"

"Tak usah. sekalipun kau hendak memberi penjelasan sampai lidahmu hancurpun kami tetap tak akan percaya" sahut coe Lie Yap ketus.

Diam2 Lam-kong Pak menghela napas panjang sekarang hatinya benar-benar sudah membeku, ia percaya bahwa perempuan memang merupakan bibit bencana. Karena itu dari sedih ia malah jauh lebih tenang.

Perlahan-lahan senjata tanduk nagany adiambil keluar, lalu tanpa mengucapkan sepatah katapun ia menggali liang kubur disitu.

coe Lie Yap serta Yoe Tien berdiri disisi kalangan sambil tertawa dingin tiada hentinya, mereka tidak memberi komentar juga tidak membantu.

Selang tidak lama kemudian Pek-li Hiang pun telah kembali, ketiga orang gadis itu hanya berpeluk tangan belaka menyaksikan si anak muda itu bekerja keras.

Ketika Lam-kong Pak menggali liang sampai ditengah jalan, tiba2 ia berhenti, seakan akan sedang memikirkan sesuatu urusan yang amat penting, akhirnya ia simpan kembali senjata tanduk nag anyadan sambil membopong jenasah Liuw Hwie Yan berlalu dari selat tersebut.

"la hendak pergi kemana?? tanya Yoe Tien-

"Perduli amat" sahut coe Lie Yap tidak senang hati. "Terhadap manusia yang Cabul dan tidak setia semaCam dia. aku jadi ogah untuk mencampuri urusannya" "Tapi aku rasa dia bukanlah manusia maCam itu." kata Pek-li Hiang pula, "Mari kita ikutin dirinya dari belakang, coba kita lihat apa yang hendak dilakukan????"

Demikianlah ketiga orang gadis itu segera membuntuti dibelakang Lam-kong Pak. setelah keluar dari Selat terlihatlah sianak muda itu sambil membopong jenasah Liuw Hwie Yan meluncur kearah Utara, sepanjang perjalanan air matanya mengucur keluar membasahi seluruh wajahnya.

Kurang lebih setelah melakukan perjalanan sejauh lima enam puluh lie. sampailah dia disebuah bukit gunung. Lam- kong Pak berhenti didepan sebuah kuburan baru dan meletakkan mayat tadi keatas tanah.

la Cabut keluar senjata tanduk naganya, kemudian mulai menggali kuburan batu itu.

Ketiga orang gadis itu jadi terCengang dan tidak habis mengerti, berhubung mereka menyembunyikan diri disisi samping dari kuburan itu. maka siapapun tak sempat melihat jelas tulisan yang tertera diatas batu nisan tersebut.

Dalam pada itu Lam-kong Pak telah masukkan jenasah dari Liuw Hwie Yan kedalam liang kubur itu, gumamnya:

"Enci Yan- siauw-te bersumpah akan menuntut balas bagi sakit hatimu selama aku masih bernapas, niatku ini selamanya tak akan padam. . . .beristirahatlah kau disini dengan tenang"

la tutup kembali liang kubur itu dengan tanah, lalu mencari sebuah batu besar dan meratakan permukaan batu tadi dengan telapak tangannya.

"Sreeet" permukaan batu yang tidak rata dalam sekali gosokan segera menjadi rata bagaikan Cermin. Setelah itu dengan jari telunjuknya menggantikan pit, ia salurkan tenaga dalamnya dan menulis beberapa huruf diatas batu nisan tadi.

"Sreeeeeet-sreeeet" beberapa saat kemudian batu  nisan itu telah selesai diukir dengan tulisan dan didirikan didepan kuburan tersebut, sementara tongkat kayu yang semula berdiri disana segera dicabut keluar,

Dengan sikap yang serius dan ber-sungguh2 ia berlutut dihadapan kuburan tadi dan menjalankan penghormatan sebanyak tiga kali, lalu gumamnya:

"Mulai sekarang aku akan mengakui cioe It Boen sebagai istri kesayanganku. semoga istriku berdua bisa saling membantu dan hidup rukun dialam baka, asal kalian bisa beristirahat dengan hati tenang, akupun ikut berlega hati."

Habis berdoa ia segera bangkit dan berlalu dari situ.

Sementara itu coe Lie Yap sekalian tiga orang gadis yang bersembunyi didekat kuburan itu dibuat tidak habis mengerti apa sebabnya jenasah dari Liuw Hwie Yan dikubur didalam kuburan tersebut.

Karena diliputi perasaan heran dan ingin tahu, akhirnya mereka bertiga keluar dari tempat persembunyian dan mendekati kuburan itu.

Terlihatlah diatas batu nisan terukir beberaapa huruf yang kira2 berbunyi demikian^ "Pusara dari isteriku terCinta Cioe It Boen serta Liuw Hwie Yan-"

Disudut bawah batu nisan tadi terukit nama Lam-kong Pak serta bulan tanggal dan tahun dibuatnya nisan itu.

Ketiga orang gadis itu jadi tertegun dan berdiri melongo, kemudian tanpa sadar mendengus dingin.

Ujar coe Lie Yap dengan nada tidak senang hati: "coba lihat bagaimana ini?? Hmm aku sudah tahu kalau dia memang bukan manusia baik2, dahulu apakah kalian pernah mendengar bahwa ia mempunyai ikatan perkawinan dengan cioe It Boen adik perempuan cioe cien cien???"

"Tidak" jawab kedua orang gadis lainnya hampir berbareng.

"Huuuh pokoknya orang itu memang tidak genah dan Campur aduk macam sayur asin, ia sudah pergi hal itu memang jauh lebih baik, yang jelas aku sudah tak sudi untuk bertemu lagi dengan dirinya"

Kedua orang gadis lainnya membungkam dalam seribu bahasa. setelah keluar dari tempat itu merekapun segera berangkat menuju ketempal dimana sun Han Siang berada.

Sementara itu Lam-kong Pak yang berlalu meninggalkan kuburan Liuw Hwie Yan dengan hati yang sedih berjalan tanpa ujung pangkal ia mulai merasa membenci setiap orang terutama kaum wanita ia hendak meninggalkan semua orang dan hidup sebatang kara.

Pertama-tama ia hendak membinasakan cioe cien cien lebih dahulu karena itu setelah pikirannya agak tenang berangkatlah si anak muda itu menuju keperkampungan Toa Loo San-cung.

Tingkah lakunya pada saat ini sudah mendekati bagaikan seorang kalap. ia bersumpah hendak membunuh setiap orang yang dibenci ketika tiba diperkampungan Toa Loo San cung, ditemuinya cioe cien cien tidak ada, mungkin gadis itu belum pulang kerumah.

Lebih- lebih ia membeCCi diri Siauw Hong, ia bersumpah hendak mencabik-cabik tubuhnya hingga hancur berantakan, maka berangkatlah pemuda itu menuju kebenteng Hwie Him Poo, Kedatangannya kali ini dilakukan secara terang-terangan dan terbuka, ia masuk melalui pintu besar dan hendak memaksa Liuw Hauw Siang untuk menyerahkan Siauw Hong kepadanya.

Pintu besar benteng Hwie Him Poo tertutup rapat, dengan sekuat tenaga ia mengetuk tiga kali, Kurang lebih setengah harian kemudian baru kelihatan muncul seorang pria kekar.

Terdengar orang itu dengan suara ketus menegur. "Siapa yang mengetuk pintu diluar??"

"Aku Lam-kong Pak. datang kemari untuk bertemu dengan Liuw Poocu...".

"harap tunggu sebentar. aku segera masuk kedalam untuk memberi laporan."

Kurang lebih dua perminum teh setelah pria kekar itu masuk kedalam untuk memberi laporan- terdengar suara langkah kaki manusia berkumandang keluar dari balik benteng.

Menyaksikan kesemuanya itu, Lam-kong Pak segera mendengus dingin. pikirnya didalam hati: "Gede amat gaya orang ini...sialan"

Setetah pintu terbuka munculah Liuw Hauw Siang menyambut kedatangannya terdengar pemuda itu berkata:

"oooh... kiranya Lamkong-heng yang sudah datang... silahkan masuk... bilamana aku sudah terlambat menyambut ke datanganmu harap kau suka dimaafkan, sebab dalam waktu dekat ini pengaruh perkumpulan Liok Mao Pang terlalu hebat mau tak mau perkampungan kami harus melakukan persiapan untuk menghadapi segala hal yang tidak diinginkan-" Lam-kong Pak merasakan walaupun sikap Liuw Hauw Siang masih tetap menghormat dan ramah, tapi wajahnya kelihatan murung dan kusut gerak geriknya jauh berbeda dengan keadaan tempo dulu.

"Aaaah, mana mana... ini hari sia uw-te kembali datang untuk mengganggu ketenanganmu "sahut pemuda kita cepat.

Sambil berkata merekapun segera masuk kedalam ruang tamu.

"Siauw-te dengarpada waktu akhir2 ini ilmu silat yang dimiliki Lamkong-heng telah memperoleh kemajuan yang amat pesat, kejadian ini sungguh mengagumkan hatiku." kata Liuw Hauw Siang kemudian-

Senyuman yang menghiasi wajahnya nampak terlalu dipaksakan Lam-kong Pak mengira hal itu pasti berkenan atas kematian Liuw Hwie Yan dalam keadaan mengenaskan, ia anggap kejadian itu sudah jamak. Maka segera sahutnya:

"Liuw-heng terlalu memuji. dewasa ini dipihak perkumpulan Hok Mao Pang telah kedapatan seorang jago lihay yang bernama si kakek ombak menggulung, ilmu silat yang dimilikinya sangat lihay tiada tandingannya dikolong langit. kepandaian yang siauw-te miliki masih belum terhitung seberapa."

"Lamkong-heng, secara tiba2 kau datang berkunjung kedalam benteng kami. sudah tentu siauw-te akan menyambutnya dengan senang hati. tetapi entah ada urusan apa Lamkong-heng datang kemari??"

sepasang alis Lam-kong Pak berkerut kencang. sahutnya: "Liuw-heng, terus terang saja kedatangan siauw-te kali ini bukan lain adalah disebabkan karena persoalan Siauw Hong..:."

Liuw Hauw Siang tersenyum ia segera ulapkan tangannya mencegah sianak muda itu berkata lebih jauh, selanya:

"Aaaai itu toh cuma suatu urusan kecil, nanti siauw-heng pasti akan menyerahkannya kepadamu. Lamkong-heng setelah kau datang kemari sudah sepantasnya kalau siauw- te sebagai tuan rumah harus menjamu dirimu "

Bicara sampai disini, ia segera berterlak keras: "siapkau meja perjamuan"

Suara sahutan berkumandang nyaring dari  balik ruangan, tidak lama kemudian meja perjamuan telah disiapkan dan kedua orang itupun segera saling menghormat arak dan menghabiskan beberapa  cawan besar.

"Lamkong-heng, entah dikarenakan persoalan apa kau hendak menangkap diri Siauw Hong????" tanya Liuw Hauw Siang ditengah perjamuan-

Lam-kong Pak mendengus dingin, sementara ia hendak membeberkan rahasia dimana sebanyak dua kali Siauw Hong telah menjerumuskan dirinya kedalam lembah kenistaan, tiba2 ia merasakan matanya berkunang-kunang dan kepalanya pusing tujuh keliling tetapi ia masih tetap belum menaruh curiga bahwa Liuw Hauw Siang telah mencampuri obat racun didalam sayur dan arak itu.

Tapi makin lama rasa pusing yang menyerang kepalanya makin bertambah hebat sehingga akhirnya ia tak sanggup mempertahankan diri. Pada saat itulah Siauw Hong munculkan diri dari balik pintu belakang. sambil bertolak pinggang katanya :

"Siauw-ya, seandainya aku tidak menggunakan akal ini, jangan dikata kita berdua. sekalipun ditambah tiga lima orangpun kita masih bukan merupakan tandingannya."

Sementara itu kesadaran Lam-kong Pak belum punah, begitu mendengar ocehan dari Siauw Hong hatinya segera tertegun keras. ia tidak mengira kalau Liuw Hauw Siang bisa bersekongkol dengan dayangnya untuk merobohkan dia dengan cara yang begitu rendah.

Siapa tahu tubuh Liuw Hauw Siang pun mundur dengan sempoyongan akhirnya ia mendekam diatas meja tak berkutik lagi.

Tenaga lwekang yang dimiliki Lam-kong Pak amat sempurna, ia masih sanggup untuk mempertahankan diri, saat inilah ia barutahu bahwa peristiwa ini adalah hasil pemikiran dari Siauw Hong, bahkan Liuw Hauw Siang sendiripun tertipu dan masuk kedalam perangkapnya.

Dengan susah payah ia bangkit berdiri lalu menubruk kearah tubuh siauw Hong, siapa tahu baru maju tiga langkah kedepan bumi terasa berputar kencang, ia tak sanggup menahan diri dan segera roboh keatas tanah.

siauw Hong goyangkan pinggulny aberjalan mendekat kepada diri Lam-kong Pakjengeknya sambil mendengus:

"Walaupun wajahmu tampan dan menarik hati, tetapi kau sudah pernah berhubungan dengan beberapa orang gadis aku tidak sudi mendekati badan bobrok seperti dirimu. Hmmm aku Siauw Hong sudah banyak tahun menginginkan jejaka dari Liuw-siauwya malam ini keinginanku baru terkabulkan...". Sambil berkata ia membopong tubuh Liuw Hauw Siang masuk kedalam kamar, kain horden yang berwarna merah darah diturunkan menutupi jendela, lampu lenterapun segera ia dipadamkan-

Maka didalam kamarpun segera terjadi suatu pergulatan manusia antara sang majikan dengan dayangnya.

Mereka berdua sama2 mengerahkan tenaganya untuk mencapai KepUasan badaniah bagi diri sendiri. dengusan napas memburU rintihan kenikmatan bergema menghiasi sUasana ditengah malam itu,

Lam-kong Pak yang menggeletak diatas tanah kesadarannya sama sekali belum punah. Sejak ia salah makan Buah merah serta menghisap hawa murni bayi "Goan Eng-ceng Khie" didalam tubuhnya sudah terjadi perubahan besar dan jauh berbeda dengan orang lain, ditambah pula beberapa saat berselang telah makan sebuah jimson naga berusia sepuluh ribu tahUn hal ini membUat daya tahan tubuhnya berlipat ganda lebih hebat dari orang lain-

= =ooooooooo= =

SEMENTARA itu sambil menggeletak diatas tanah. dalam hati pikirnya:

"Aku berulang kali telah mendapat penemuan aneh. pelbagai raCun tidak mempan di tubuhku. asal diam2 kukerahkan hawa murni untuk menolak daya kerja obat pemabok itu ketepi tubuh. bukankah aku segera bisa membebaskan diri dari Cengkeraman musuh."

Karena itu dia menggeletak tak berkutik diatas tanah, hawa murninya per-lahan2 di salurkan menyelusuri seluruh bagian tubuh. Kurang lebih seperminun teh kemudian tenaga dalam tubuhnya telah pulih kembali sebagian, ia percaya dalam keadaan seperti ini walaupun bertemu kembali dengan Siauw Hong ia masih bukan tandingannya.

Suara dengusan napas memburu serta rintihan kenikmatan masih berkumandang keluar dari dalam kamar, pemuda itu semakin menyadari asal Siauw Hong telah menyelesaikan pekerjaannya maka perempuan itu pasti tak akan melepaskan dirinya begitu saja.

Dengan sekuat tenaga ia meranngkak diatas tanah, kepalanya terasa berat bagaikan membawa beban seberat beberapa ratus kati, tetapi ia berusaha terus untuk menggeserkan badannya keluar dari ruangan itu.,.

Demikianlah dengan susah payah dia mengerahkan segenap tenaga yang dimilikinya ia merangkak keluar dari ruangan itu. kurang lebih setengah perminum teh kemudian akhirnya ia berhasil meninggalkan tempat itu.

la tak berani berhenti sampai disitu saja, sebab ia merasa andaikata dirinya mati ditangan seorang jago kenamaan maka kematiannya masih terhitung berharga, sebaliknya kalau dia harus mati ditangan datang terkutuk ini. sekalipun mati ia tak akan pejamkan matanya.

Tiba2... dariarah ruang tamu berkumandang datang suara jeritan kaget. "Aaah... dia sudah lari, sungguh aneh apakah ia tidak mempan dlobat bius???"

Tiba2 terdengar suara bentakan lagi berkumandang memecahkan kesunyian: "Siapa yang telah lari??"

begitu mendengar suara gadis itu Lam-kong Pak merasakan hatinya tergetar keras sebab dia kenali suara itu sebagai suara dari cioe cien cien . "Tii. . .tiiidak mee. . .mengapa." terdengar Siauw Hong menjawab dengan tergagap.

cioe cien cien tertawa dingin, disusul siauw Hong menjerit ngeri sambil berteriak: "Lepas tanganmu aku aku akan beritahukan kepadamu ".

"cepat bicara" hardik cioe cien cien. Rupanya cioe cien cien merasa agak tertegUn, lalu bertanya^

"Mau apa Lam-kong Pak datang kemari?? kenapa dia melarikan diri???"

"Nona cioe lepaskan dulu Cekalanmu, aku akan memberitahukannya kepadamu. aku.,.sejak keCil hidupku amat sengsara sungguh tak nyana Liuw Sauw-ya menaruh niat busuk terhadap diriku, ia telah mencampuri obat perangsang didalam arakku dan memabokkan budak serta Lam-kong Pak. akhirnya. budak telah diperkosanya secara brutal..."

"Bajingan terkutuk" maki Lam-kong Pak didalam hati sambil menggertak gigi, "Pandai bena rperempuan rendah ini mengarang cerita bohong"

"sekarang Lam-kong Pak berada dimana??" bentak cioe cien cien.

"Barusan ia masih berbaring diatas lantai ruang tamu, tapi dalam sekejap mata ia sudah lenyap tak berbekas."

"Aduh Celaka..," teriak Lam-kong Pak dalam hati. buru2 ia merangkak kedepan lebih cepat lagi. pikirnya: "Asal aku dapat merangkak masuk kedalam hutan bambu yang terbentang didepan mungkin jejakku tidak sampai ketahuan cioe cien cien."

Siapa tehu belum habis ingatan tersehut berkelebat dalam benaknya. tiba2 terdengar jeritan tertahan berkumandang dari belakang tahu-tahu cioe cien cien sudah berdiri disitu, hal membuat hatinya jadi gelisah berCampur mendongkol, ia tak ambil perduli apakah perempuan itu dapat membinasakan dirinya atau tidak. yang penting ia tak ingin bertemu dengan dirinya dalam keadaan yang begitu mengenaskan.

Terdengar cioe cien cien mendengus sambil mengepit tubuh Lam-kong Pak ia putar badan sembari melancarkan sebuah pukulan kedepan, jeritan ngeri berkumandang memeCah kesunylan, tubuh Siau Hong yang berada disitu segera terhantam sampai mencelat beberapa tombak dari tempat semula. . . .
*** ***
Note 27 September 2020
"Cersil terbaru akan di upload setiap hari Selasa, Sabtu dan Minggu.| Suatu pekerjaan yang paling tak kunjung bisa diselesaikan adalah pekerjaan yang tak kunjung pernah dimulai."

(Regards, Admin)

0 Response to "Kelelawar Hijau Jilid 05"

Post a Comment

close