Budi Ksatria Jilid 32

Mode Malam
Jilid: 32

Sepasang telapak tangan saling bertemu dan dua gulung angin pukulanpun saling beradu antara yang satu dengan yang lain, suatu ledakan keras yang amat memekikkan telinga segera menggeletar memecahkan kesunyian.

"Saudara Siau, jangan beri kesempatan kepadanya sehingga berhasil merebut diatas angin!" buru2 Wu Yong berseru dengan nada amat gelisah.

Seruan yang di maksudkan untuk memberitahukan kepada Ling itu, sama artinya telah memberitahukan kepada Siau-yan-cu bahwasanya ia telah melepaskan racun dengmeminjam kekuatan hembusan angin.

Dengan cepat Siau yau cu menutup semua pernafasannya. Sambil menyerang gencar ia bergeser kearah samping dan berharap bisa merebut kedudukan diaangin.

Rupanya imam tua itu telah sadar bahwa dirinya telah keracunan meskipun ia segera merasakan hal itu dan tutup pernafasan hingga racun yang mengeram dalam tubuhnya tidak terlalu berat, tapi diapun tahu bahwa racun yang ditaruh oleh Wu po-po merupakan racun2 dari jenis yang terdahsyat, asal daya kerja racun itu mulai kambuh dan ia berhasil memaksa Siau bergeser keposisi dibawah angin maka dengan cepat sianak muda itu bakal termakan oleh racun keji yang dilepaskan oleh Wu Yong itu.

Sayang Siau Ling bukanlah seorang manusia yang lemah, penemuanya yang dialami selama berkali kali membuat ilmu silat yang dimilikinya telah mendapat kemajuan yang ssngat pesat. Sekalipun Siau yau cu berhasil memimpin pertarungan dan melancarkan serangan2 berantai yang amat gencar namun setiap kali imam tua itu berhasil dipaksa balik ketempatnya semula.

Beberapa gebrakan itu berlangsung dalam sekejap mata, sementara itu manusia baju hijau yang kaku bagaikan patung serta pria baju hitam itu telah melancarkan serangan pula dari kedua belah samping dan mengerubuti sianak muda itu rapat2.

Jari tangan kanan Siau Ling segera bertindak cepat dan melancarkan sebuah sentilan maut dengan ilmu jari sian ci sinkang, segudesiran angin tajam meluncur kemuka menembusi udara kosong dan menerjang ke tubuh musuhnya.

Inilah serangan jari sian-ci sinkang dari gereja siau lim-si yang tersohor karena ke¬dahsyatannya.

Bagi seorang jago yang telah mempunyai tenaga dalam mencapai puncak kesempurnaan, daya serang yang terpancar keluar dari serangan ilmu jni sian ci sinkang itu akan nampak jauh lebih lihay, desiran angin ngan yang meluncur keluar sama sekali tak menimbulkan sedikit suarapun, membuat seseorang musuh terkena serangan tanpa disadari olehnya.

Berhubung selama ini Siau Ling beranggapan bahwa kekuatan daya serangan yang dimiliki ilmu jari sian ci sinkang dari gereja siau lim si ini berlipat kali lebih dahsyat daripada ilmu jari sio lo ci maka selama beberapa hari belakangan ini dia telah mempelajari kepandaian tersebut jauh lebih tekun lagi baik siang ataupun malam, ia selami intisari kepandaian itu, dengan begitu kemajuan yang diperolehpun amat pesat sekali.

Belum sampai pria baju hitam itu mendekati tubuh Siau Ling, tiba2 ia merasakan dada kanannya jadi linu dan kaku. Tahu tahu serangga jari sian ci sinkang yang dilancarkSiau sudah berbasil menghajar jalandarahnya.

Tak ampun lagi tubuhnya sempoyongan dan kuda kudanya goyah, tak kuat lagi tubuhnya jatuh tercebur kedalam telaga ...

"Pluuung ..'percikan butir air berham¬buran diangkasa ...

Siau yau cu tertegun menghadapi perisitiwa tersebut hampir saja ia termakan oleh sapuan telapak yang dilancarkan Siau Ling, dalam hati segera pikirnya :

' Waahh...rupa rupanya ilmu silat yang dimiliki bocah keparat ini telah peroleh kemajuan lagi yang jauh lebih pesat, tampaknya aku hcoba menawan dirinya didalam air ..."

Berpikir sampai disitu ia segera loncat kedalam air bersamaan itu pula serunya kepada pemuda baju hijau itu.

"Cepat ceburkan diri kedalam telaga!"

Ketika menyaksikan Siau yau cu terjun kedalam air tadi. Siau Ling sudah dapat nebak maksud hatinya, jelas imam tua itu hendak membalik rakit itu dan siap melawan dirinya beserta Wu Yong didalam air telaga.

Setelah mengetahui maksud hati lawannya tentu saja tidak memberi kesempatan kepada manusia baju hijau itu untuk terjun kedalam air.

Dangan suatu serangan yang cekatan, telapak tangan kirinya diayun kemuka menyambut datangnya ancaman tersebut dengan keras lawan keras, sementara tangan kanannya berkelebat kemuka dan mencengkeram urat nadi dari manusia baju hijau itu.

' Blaamm..!" sepasang telapak saling beradu satu sama lainnya menimbulkan suara benturan yang amat nyaring, ternyata Siau yang termakan oleh pukulan itu kena terdorong mundur sejauh satu langkah kebelakang.

Kesempurnaan dan kehebatan tenaga dalam yang dimiliki manusia baju hijau itu sama sekali tidak berada diluar dugaan Siau Ling, dalam hati ia segera berpikir :

"Sungguh ampuh dan berbahaya pukulan yang dimiliki orang ini, rupa2nya tidak berada dibawah kekuatan dari angin pukulan Siau-yau cu ."

Walaupun manusia baju hijau itu memiliki tenaga dalam yang sempurna dan kekuatan pukulan yang sangat berat, akan tetapi gerak geriknya sama sekali tidak lincah, serangan kilat yang dilancarkan Siau Ling dengan tangan kanannya ternyata tak mampu dihindari olehnya, dengan tepat sekali urat nadi penting pada pergelangan tangannya kena dicengkeram oleh sianak muda itu.

Peristiwa ini kembali mencengangkan hati Siau Ling, ia sama sekali tak menyangka kalau serangannya akan berhasil.

Dalam pikirannya, dengan kesempurnaan tenaga pukulan yang dimiliki manusia baju hijau itu, tidaklah mungkin kalau dia tak mampu menghindarkan diri dari cengkeraman tersebut.

Tapi ingatan tersebut hanya berkelebat dalam benaknya dalam waktu yang amat singkat, ketika manusia baju hijau itu mendengar seruan dari Siau yau-cu dan siap terjun kedalam telaga tabu2 urat nadi pada pergelangan tangan kanannya sudah kena dicengkeram oleh pemuda she-Siau.

Reaksi yang ditunjukkan manusia baju hijau itu benar2 amat lamban, dia hanya mikirkan tentang perintah dari Siau yau cu dan sama sekali tidak ambil perduli apakah tangan kanannya masih dicengkeram orang atau tidak, begitu putar badan orang itu segera loncat maju kedepan siap terjun ke dalam air.

Siau Ling segera merasakan suatu daya tarik yang luar biasa dahsyatnya menerjang ke arah depan, begitu dahsyat kekuatan itu sehingga mengcetarkan hatinya, ia segera membatin :

"Entah ilmu silat apa yang telah dipelajari orang ini, kalau dilihat dan gerak geriknya ini seakan2 lengan maupun keempat anggota tubuhnya itu sama sekali tiada berhubungan dengan dirinya..."

Siau Ling takut rakit itu terbalik oleh kekuatannya, maka ia tak berani membetot lengan itu terlalu keras, dengan langkah lebar dia maju kedepan, telapak kirinya dan segera mlengan kiri mu.

"Kraaak. !" lengan manusia baju hijau itu kena dibacok sehingga patah jadi dua bagian.

Setelah serangannya berhasil cengkeramannya pada lengan musuh pun segera dikendorkan, manusia baju hijau itu dengan cepat terjun kedalam air. sementara mulutnya perdengarkan suara rintihan lirih.

Jelas bacokan Siau Ling yane berhasil matahkan lengan kirinya telah menimbulkan rasa sakit yang tak terhingga bagi manusia baju hijau itu.

Menyaksikan kesemuanya itu. Siau Ling segera tertawa dingin dan berseru.

“ Heeeh heeeh heeeb aku mengira engkau tak mengenal apa artinya rasa sakit ? rupanya engkaupun masih bisa merasakan betapa sakitnya kalau tulang tangan dipatah.

Belum habis dia berkata, tiba2 badannya oleng kesamping dan kakinya bergeser menuju kesisi rakit yang telah dibalik orang dari dalam air telaga.

Buru2 Siau Ling menggeserkan tubuhnya kesamping, kemudian dengan ilmu bobot seribu ia tekan kembali rakitnya yang oleng tersebut, sambil berpaling kearah Wu Yong teriaknya keras keras:

Nona Wu. cepat lepaskan racun keji kedalam air telaga !"

Perkataan itu diutarakan dengan suara yang tinggi dan lantang, rupanya memang sengaja diperkeras sehingga Siau yau cu se kalian yang berada didalam air ikut mendengar pula.

Wu Yong menatap Siau Ling tajam tajam sambil gelengkan kepalanya diapun berteriak keras:

..Siau yau cianpwe, kalian bertiga sudah keracunan hebat, meskipun tenaga dalam yang kalian miliki cukup sempurna dan untuk sementara waktu daya kerja racun itu masih bisa kalian atasi, akan tetapi hal itu cuma bisa berlangsung selama seperminum teh belaka. Kemudian racun itu akan mulai bekerja dan menyebar keseluruh tubuh kalian. Asal kami berhasil menahan rakit ini sehingga tidak sampai terbalik ataukah loncat ketepi daratan maka kalian bakal menemui kematian secara mengenaskan..."

Tampak air telaga beriak dan menyebar keempat penjuru, Siau yau cu munculkan diri dari permukaan air seraya menjawab :

"Aku akan memaksa engkau tercebur ke dalam air. Setelah kalian berdua berhasil kami tangkap, bukankah akupun bisa temukan obat pemunah tersebut?'.

"Baik! saudara Siau, kalau begitu mari kira loncat lebih naik keatas daratan, biarkan saja mereka mampus karena keracunan!' *

Siau-yau cu segera berpaling kearah daratan, ia lihat rakit tersebut hanya berada kurang lebih beberapa tombak saja dari pantai seberang, tidak sulit bagi mereka kalau ingin loncat naik keatas daratan, terpaksa dengan muka masam dia berkata:

"Keponakan perempuanku yang baik hati, bersediakah engkau umuk membicarakan pertukaran syarat dengan aku?"

"Boleh boleh saja! cuma apakah engkau dapat menerima syarat2 dari kami atau tidak?" sahut Wu Yong.

'Asal pertukaran syarat itu berlangsung secara adil, tentu saja tak ada halangannya buar kita untuk merundingkan! '

"Bagaimana kalau kalian dorong rakit ini hingga merapat daratan seberang sana. Dan aku menghadiahkan tiga butir obat pemunah bagi kalian bertiga?"

Bagaimana caranya aku bisa mempercayai perkataanmu itu??

Dalam keadaan dan situasi seperti ini aku rasa bagaimanapun juga engkau harus mempercayai kami!

Mengenai pertukaran syarat sih dapat kami terima, cuma engkau harus mencari seseorang untuk menjamin ketepatan dari janjimu itu.

"Kemana kita harus cari orang yang mari menjamin pertukaran syarat ini?' kata Wu Yong.

Bukankah disisimu telah berdiri satu orang, Engkau maksudkan Siau tayhiap?? Benar, suruh saja Siau tayhiap yang menjamin kelancangan dari pertukaran syarat ini!

Wu Yong melirik sekejap kearah pemuda itu lalu tertawa, katanya :

"Saudara Siau, bersediakah engkau menjamin diriku? Buat kaum wanita seperti aku sih memang terlalu banyak bicaranya, dan kadangkala apa yang telah diucapkan tak bisa masuk hitungan"

“Siau-yau cu" seru Ling kemudian dengan nada dingin, "asalkan saja engkau tidak gunakan siasat licik untuk permainkan kami berdua, setelah kalian hantar kami sampai ditepi seberang saja, aku pasti akan suruh nona Wu untuk menghadiahkan tiga-butir obat pemunah buat Kalian bertiga!"

"Siau tayhiap. ucapanmu berat bagaikan bukit. Janganlah kau samakan dengan perkataan dari nona Wu dihari2 biasa...kami segera akan menghantar kalian ketepi seberang Sana'"

Habis berkata dia segera menyelam kedalam air dan lenyap dibawah air telaga itu.

Rakit yang mereka tumpangi benar2 bergerak menuju kearah daratan seberang.

Diam2 Siau Ling salurkan hawa murninya mengelilingi seluruh badan, ia bersiap sedia untuk menghindari segala kemungkinan yang tidak diinginkanterutama kalau Siau yau cu secara tiba2 berubah pikiran ditengah jalan

Daya luncur rakit itu amat cepat sekali, dalam waktu singkat rakit tadi sudah tiba didaratan seberanj.

Tidak menunggu sampai rakit itu merapat ditepi pantai, Siau serta Wu Yong se¬bera loncat ke udara dan melayang keatas "dara,

Permukaan air telaga kembali beriak dan butiran air memencar keempat penjuru. Sambil loncat pula keatas daratan Siau-yau cu segera berseru :

'"Siau tayhiap, apa yang kau ucapkan masih dapat dipertanggungjawabkan bukan?""

"Tentu Saja, apa yang telah kujanjikan pasti akan kami penuhi,.'"

Ia berpaling kearah Wu Yong dan serunya:

"Berikan -obat pemunah itu-kepada mereka!"

Dari dalam sakunya Wu Yong ambil keluar tiga butir pil berwarna hijau dan diangsurkan kedepan, katanya

'.Andaikata nenekku tidak terlenakan oleh bujuk rayumu yang manis, mungkin sampai sekarangpun beliau masih hidup segar bugar -dendam sakit hati ini suatu saat pasti akan kutuntut balas dari atas tubuhmu! '

Siau yau cu tidak ambil perduli atas perkataan dari gadis itu, setelah menerima angsuran obat pemunah itu, dia berpaling kea¬rah Siau Ling dan menghela napas panjang katanya

Lengan tangan rnanusira baju hijau itu kulai lemas rupanya sendi sendi sikutnya telah terlepas.

"Siau tayhiap rupanya ilmu silat yang kau miliki kembali telah peroleh kemajuan yam amat pesat. aaai...aku mencuri ayam tidak berhasil malah harus berkorban segenggam beras, tapi hal ini bukanlah disebabkan oleh kesalahan perhitunganku dalam kenyataan kemajuan yang berhasil kau capai dalam ilmu silat benar benar diluar dugaan siapapun juga "

"Apakah tootiang masih ingin teruskan perundingan tentang barter yang terpotong sampai ditengah jalan tadi ?" terus Siau ling dengan nada dingin,

Siau yau cu tertawa getir.

"Dalam keadaan dan situasi ini? Aku tidak punya andalan apa apa, tentu saja per¬undingan tersebut tak dapat dilangsungkan lagi ..."

Ia berpaling kearah telaga dan kembali serunya :

..Kalianpun boleh segera naik kedaratan" Permukaan air beriak dan menyebar ke¬empat penjuru, manusia baju hijau serta pria baju hitam itu segera loncat naik keatas daratan.

Siau yaucu memberi dua orang itu masing2 dengan sebutir obat pemunah, lalu perintahnya:

"Makan obat itu!"

Menyaksikan tingkah laku mereka, Siau Ling tertawa dingin, ujarnya :

,, Heeeh s-h heeeh tampaknya kalian masih belum mau percaya kalau obat terse¬but adalah obat pemunah racun yang jempolan. Hmm ! apa gunanya kalian paksa aku orang she Siau untuk menanggung?"

Siau yau cu tertawa ewa, dia segera telan obat pemunah itu kedalam perut, kemudian baru berkata .

Berada dalam keadaan seperti ini. Aku rasa kalian berduapun tak usah melepaskan racun lagi!

Siau Ling berpaling dan memandang sekejap kearah manusia baju hijau itu, kemudi¬an katanya :

Dapatkah aku bertanya tentang satu hal kepada diri tootiaog??

Tak usah suagkan2, tanyakan &aja apa yang Siau taybiap ingin tanyakan, asal aku tahu pasti akan kujawab dengan sejujurnya !

Siau Ling alihkan sorot matanya wajah? manusia baju hijau itu, kemudian tanyanya:

Boleh aku tahu kepandaian silat apakah yang dipelajari saudara ini??

Dia ? dia . mempelajari ilmu mayat hidup yang jarang sekali dipelajari orang.

Terima kasih atas petunjukmu. Setelah berhenti sebentar, sambungnya le¬bih jauh.

Sebentar lagi kami akan menerjang barisan lima naga sakti tersebut' sekarang kalian boleh pergi!

Siau tayhiap, baik2lah jaga diri. Ketahuilah barisan Ngo liong toatin adalah sebuah barisan yang bahaya dan ganas!" ujar Siau yau cu peringatkan.

Aku sudah tahu, takusah kau kuatirkan!

Siau yau cu tidak banyak bicara lagi, ia lantas loncat naik keatas rakit tersebut diikuti oleh manusia baju hijau serta pria baju hitam itu, sebentar kemudian mereka sudah tiba diseberang sana dan lenyap dibalik kegelapan.

Sepeninggalnya beberapa orang itu, Siau Ling menengadah dan memandang bintang yang bertaburan diangkasa, kemudian setelah menghembuskan napas panjang bisiknya:

' Nona Yong!"

"Ada apa?" tanya dara itu keheranan.

"Engkau pernah tahu atau dengar bukan, bahwa diantara jago2 yang paling lihay dalam perkampungan Pek hoa san cung adalah barisan lima.naga yang disebut Ngo-liong-toa- tin ini.."

"Berapa banyak orang sih yang membentuk barisan ngo hong-toa tin ini?! sela Wu Yong.

"Dari namanya sudah kita ketahui, yang dimaksudkan barisan Lima naga tentn saja terdiri pula dari lima orang!"

"Apa yang perlu kita takuti dari mereka berlima?"

"Bagaimanakah perubahan yang bakal terjadi dalam barisan lima naga sakti terse¬but, sampai detik ini aku masih belum bi¬sa memahaminya, tapi kalau ditinjau dari sikap Shen Bok Hong yang begitu pandang tinggi kelima ekor naga saktinya ini, dapatlah diketahui betapa lihay dan ampuhnya barisan tersebut.."

'Pernah kau jumpai kelima ekor naga sak ti itu?! kembali Wu Yong menyela.

'Barisan Sakti yang dibentuk oleh kelima ekor naga itu sih belum pernah kujampai, tapi aku pernah bertemu melawan salah satu diantara kelima ekor naga sakti itu*'

"Bagaimana sih bentuk dan macamnya orang itu? Kenapa kok manusia disebut na¬ga? Memangnya wajah mereka mirip naga?"

"Bukan saja mereka mirip naga. melainkan pakaian merekalah yang mirip raga, pakaian aneh itu rupanya dibuat secara khusus, bukan saja dari atas sampai bawah terdiri dari sisik2 emas yang pantulkan sinar tajam, bahkan kebal terhadap bacokan golok maupun tusukan tombok, nah! disinilah keistimewaan mereka!"

"Oooh...! kiranya begitu toh..," bisik Wu Yong sambil mengangguk tiada hentinya.

"Menurut dugaanku, keistimewaan yang dimiliki kelima ekor naga tersebut bukan terbatas sampai disitu saja, kemungkinan besar mereka dipengaruhi oleb sejenis bahan obat yang istimewa sehingga membuat "kesadaran mereka punah dan timbullah keberanian serta kekuatan yang jauh melampaui kemampuan manusia biasa.."

Setelah berhenti sebentar, sambungnya lebih jauh ;

"Oleh karena itulah uutuk menghadapi lima ekor raga yang ganas tersebut, kita tak usah ragu2 untuk turun tangan, kau boleh menggunakan segala cara apapun yang di¬miliki untuk berusaha merobohkan mereka, termasuk juga menggunakan racun yang paling keji! '

Wu Yong mergangguk. 'Akan kuingat selalu pesan dan toako!" bisiknya.

Siau Lirg merogoh kedalam sakunya dia ambil keluar pedang pendek yang tajam itu. dibawah cahaya bintang ditatapnya sekejap benda itu, lalu berkata :

"Menurut penilaianku, pakaian dikenakan kelima ekor naga itu pasti kaku berat, justru karena hal ini ada kemungkinan juga gerak gerik mereka jadi kurang leluasa, Terutama untuk berputar dan berpaling.."

"Terima kasih atas perintah dari Siau-heng!"

Siau Ling mengangguk, ujarnya lebih jauh:

"Aku yakin. pertempuran yang bakal berlangsung pasti sangat bahaya dan amat sengit. Dalam keadaan begitu kemungkinan besar aku tak dapat memperhatikan diri nona, engkau harus baik2 jaga keselamatanmu sendiri! '

Bicara sampai disitu. dengan langkah le¬bar dia lanjutkan perjalanannya kearah depan.

Wu Yong segera mengikuti dibelakang pemuda tadi untuk lanjutkan perjalanan, disepanjang perjalanan tiada hentinya dia berpikir:

"Siau heng selamanya gagah perkasa dan tak mengenal apa arti kata jeri, tapi sikapnya saat ini jauh berbeda, dsngan tak bosan bosannya berulang kali dia beri peringatan kepadaku minta aku menghadapi musuh dengan lebih berhati2, dari sini agaknya dapat kutarik Kesimpulan bahwasanya kelima ekor naga itu benar2 amat ganas dan luar biasa sekali, baiklah...akan kutingkatkan kewaspadaanku!"

Hawa murni yang dimilikinya diam2 disalurkan mengitari seluruh badan, dia bersiap sedia menghadapi segala kemungkinan yang tak diinginkan.

Kurang lebih sepuluh tombak kemudian tiba tiba cahaya api muncul dari arah depan dan menghadang jalan pergi mereka berdua, diikuti munculnya dua batang obor.

Dibawah cahaya api obor yang terang benderang, seorang pria berpakaian ringkas warna hitam munculkan diri diatas sebuah batu cadas bawab tebing curam, dergan suara keras orang itu menegur :

"Benarkah yang datang adalah Siau Ling!"'

"Betul . siapa kau?"

"Aku hanya seorang prajurit tak bernama dalam dunia persilatan, sekali pun kukatakan namaku, belum tentu Siau tayhiap mengenalnya!"

Tiba2 ia loncat turun dari atas batu cadas itu, dan lenyap dibalik bebatuan tajam.

Cahaya api tampak berkilauan diempat penjuru, dalam waktu singkat berpuluh2 batang obor telah bermunculan disana sini, membuat suasana dalam lembah sempit itu jadi terang benderang ibaratnya disiang hari bolong belaka.

Menyaksikan kesemuanya itu, Siau Ling segera berpikir dihati ,-

"Kenapa aku musti bersusah payah untuk memerangi kelima ekor naga perkasa itu? Apa salahnya kalau kugunakan kesempatan yang sangat baik dikala barisan mereka belum tercipta kulampaui dulu rintangan yang kuat ini "

Berpikir simpai disini, dengan suara rendah dia lantas berbisik.

..Nona Wu. Ayo kita terjang keluar dari kepungan ini !

Begitu selesai berbicara, ia meloncat lebih dahulu kearah depan.

Dibawah Cahaya api obor, terlihatlah cahaya perak berkilauan diangkasa tahu tahu dua sosok mahluk aneh bertubuh penuh sisik telah loncat keluar dari tempat persembunyiannya dan menghadang jalan pergi p muda Siau.

Dengan cepat Siau Ling menghentikan langkah kakinya, kepada sang dara ia berbisik,

..Nona Wu mundurlah sedikit kebelakang. Sementara itu Wu Yong agak menengadah keatas, ia lihat kedua sosok makhluk aneh yang menghadang jalan pergi mereka memakai pakaian bersisik naga yang memancarkan sinar berkilat, terutama sekali sepasang mata mereka yang bengis berkeliaran kesana kemari dengan tajamnya,

Sisik tebal yang tumbuh diatas lengan tangan mereka berwarna merah darah, kelima kuku jarinya tajam meruncing dan berwarna biru, itu berarti tubuh mereka selain dilindungi sisik tebal warna merah, dilengkapi pula dengan senjata mematikan yang mengandung racun amat keji.

Dalam hati Wu Yeng lantas berpikir.

Dandanan kedua ekor makhluk ini memang kukoay dan menyeramkan, andaikata aku tidak mendengar lebih dahulu, jika mendadak bertemu dengan mereka niscaya aku akan terperanjat hingga pingsan saking takutnya ..."

Sambil berpikir sepasang telapak tangannya bekerja cepat, jarinya menyentil kemuka berulang kali bubuk putih yang halus pun segera meluncur kedepan.

Makhluk aneh itu cukup cekatan pula, baru saja Wu Yong melepaskan bubuk racunnya, mendadak makhluk aneh yang ada disebelah kiri itu melancarkan satu pukulan dahsyat kedepan, desiran tajam seketika meluncur kedepan memapaki datangnya bubuk racun tersebut.

Termakan oleh hawa pukulan yang maha dahsyat tersebut, bubuk racun itu segera tersebar dan terpental kembali kearah pemiliknya.

Siau Ling tarik nafas panjang sambil melayang mundur lima depa kebelakang, bisiknya dengan lirih:

"Nona, cepat mundur agak jauhan, aku lihat mereka tak mempan terhadap pengaruh racun, apalagi setelah tubuhnya dilindungi oleh sisik merah yang begitu kuat dan tebal

Dalam pada itu makhluk aneh yang berdiri disebelah kanan telah menubruk maju ke depan, secepat kilat ia menerjang kearah Siau Ling yang masih berbicara.

Buru2 sianak muda itu mengepos tenaga sambil melayang mundur sejauh delapan depa kebelakaog.

Makhluk aneh yang ada disebelah kiri tidak diam begitu saja. Diapun bergerak dan menubruk kearah Wu Yong

Betapa terperanjatnya hati anak dara tersebut sewaktu tiba2 menyaksikan datangnya tubrukan, segumpal cahaya kilat disusul meluncurnya sepasang lengan penuh kuku run¬cing, cepat2 dia meloncat kebelakang dan berusaha menghindarkan diri.

Sungguh cepat gerak tubuh makhluk aneh itu, walaupun Wu Yong telah berusaha untuk menghindarkan diri, tapi tak urung pakaian yang dikenakan gadis itu tersambar pula oleh ujung jari makhluk aneh itu sehingga robek sebagian .

Beberapa inci serangan itu lebih kebawah niscaya tubuh Wu Yong kena tersambar hingga hancur terkoyak koyak.

Karena pakaiannya tersambar hingga robek sebagian, dengan sendirinya Wu Yong berada dalam keadaan setengah telanjang, untung pakaian dalamnya tidak sampai tersambar robek, sehingga kecuali tampak kulit badannya yang putih halus, bagian rahasianya tak sampai ketahuan orang.

Makhluk aneh yang semula menerjang ke arah Siau Ling tadi tiba tiba berpaling dan sekarang ganti menerjang kearah Wu Yong;

Sementara sang dara itu sendiri belum hilang rasa kagetnya ingatan kedua belum sempat berkelebat lewat, sepasang lengan mahluk aneh yang bersisik merah itu diiringi desiran tajam dari ujung kukunya yang berwarna biru tahu tahu sudah muncul didepan mata.

Dalam keadaan yang sangat kritis itulah Siau Ling membentak keras:

"Nona. hati-hati..!"

Tangan kanannya cepat bertindak, dengan ilmu sentilan jari saktinya dia lepaskan satu serangan gencar kedepan.

Dalam kenyataan, sebelum jeritan diutarakan serangan yang maha dahsyat tadi telah dilancarkan lebih dahulu oleh pemuda kita.

"Duukk!" dengan telak sentilan jari sakti telah bersarang dilengan kanan makhluk aneh itu. Dengan sendirinya serangan yang dilancarkanpun menemui sasaran yang kosong.

Wu Yong bertindak cepat, menggunakan kesempatan yang ada ia enjotkan badan dan kabur kearah Siau Ling.

Walaupun serangan jari yang dilepaskan Sianak muda tadi bersarang telak ditubuh lawan, akan tetapi berhubung sisik merah yang melindungi tubuh makhluk aneh itu terlampau tebal, maka serangan dahsyat tadi tak sampai melukai tubuhnya.

Terlihatlah makhluk aneh itu putar badannya mengikuti perputaran sang lengan, tiba2 ia lompat kemuka dan menerjang tubuh Siau Ling .

Ternyata apa yang diduga sianak muda itu semula meleset sama sekali, kendatipun sisik merah yang dikenakan makhluk2 aneh itu sangat tebal dan berat, akan tetapi hal itu sama sekali tidak mempengaruhi kelincahan tubuh mereka, tubrukan tersebut bisa dilancarkan dengan kecepatan yang sangat mengejutkan.

Siau Ling segera putar tangan kirinya dan melancarkan Satu babatan maut kedepan.

Makhluk aneh itu tak mau tunjukkan kelemahannya, diapun putar tangan kanannya dan menerima datangnya ancaman dari Siau Liog tadi dengan keras lawan keras.

Siau Ling sendiripun tak mau mengalah, dia hendak menggunakan kesempatan yang ada untuk menjajal sampai dimanakah kesempurnaan tenaga dalam yang dimiliki musuhnya. Apalagi dengan sarung tangan berusia seribu tahun yang tak mempan terhadap tusukan kuku tajam ia tak usah merisaukan ancaman bahaya..

"Bluaam..!" Sepasang telapak tangan saling membentur satu sama lainnya hingga menimbulkan suara ledakan keras yang amat memekakkan telinga, seketika itu juga makhluk aneh itu tergetar mundur satu langkah kebelakang.

Siau Ling sendiri Walaupun dalam bentrokan ini telah salurkan hawa murninya sebesar tujuh bagian, tak urung merasakan lengannya jadi kaku dan linu pula.

Sesudah saling mencoba kekuatan lawan Siau Ling segera loncat keudara lalu melesat delapan depa kearah samping.

Kiranya setelah Siling beradu kekuatan tadi, pemuda itu merasakan bahwa makhluk2 aneh itu dilindung oleh sejenis bahan bersisik yang keras dan kuat. Ia sadar jikalau sampai bentrok dengan mereka dalam suatu pertarungan keras lawan keras, susahlah bagi dirinya untuk melukai mereka, karena itu dia harus mengalahkan mereka dengan gunakan akal.

Sementara ia masih termenung sambil berpikir keras, dari arah kiri dan kanan masing masing muncul pula tiga orang makhluk aneh. Dengan cepat kelima orang makhluk aneh tersebut mengurung Siau Ling dan Wu Yong di tengah kepungan.

Sejak pakaiannya kena disambar robek oleh pihak lawan hingga tubuhnya hampir berada dalam keadaan setengah telanjang, dalam hati kecil Wu Yong sudah timbul perasaan jeri dan takut yang tak terhingga, apalagi sekarang setelah dilihatnya, disekitar sana muccul kembali tiga orang makhluk aneh. Bisa dibayangkan betapa kaget, seram dan takutnya dara tersebut?

Dengan penuh ketakutan ia berseru :

"Saudara Siau, coba lihat! Muncul tiga sosok makhluk lagi..."

Siau Ling berpaling dan memandang sekejap kearah ketiga sosok makhluk aneh itu, Ketika dilihatnya mereka mengambil posisi mengurung dan tidak bergerak lagi. Segera ujarnya :

"Jumlah mereka memang berlima, setelah lima ekor makhluk aneh ini munculkan diri semua rasanya tak mungkin akan muncul makhluk yang keenam., kau tak perlu kuatir.."

Setelah berhenti sebentar, tambahnya lagi -dengan suara lirih :

"Dalam situasi seperti ini yang paling penting adalah menyelamatkan jiwa dari ancaman bahaya, nona baik2lah kenakan pakaian yang robek itu!"

Kiranya Wu Yong sedang repot memegangi ujung baju yang robek dan berusaha untuk menutupi bagian2 tubuhnya yang terluka dan kelihatan orang.

Setelah mendengar bisikan itu, Wu Yong mengangguk dan mengikat pakaian robeknya itu menjadi satu. walaupun masih ada bagian-bagian lain yang kelihatan, namun dalam keadaan begini apa boleh buat? Selain dibiarkan tetap terlihat, apa lagi yang bisa dilakukan?

Menyaksikan keadaan gadis itu, diam2 Siau Ling merasa kasihan, ia tahu ilmu silat yang dimiliki gadis she-Wu itu tak begitu tinggi dan dia masih membutuhkan perlindungan darinya, tapi keadaan tidak mengijinkan dia berbuat demikian, apalagi menghadapi serangan gabungan dan lima ekor naga yang sudah tersohor karena Keampuhannya, ia tak berani bertindak gegabah.

"Tak tertahan lagi ia menghela napas panjang, katanya dengan nada gegetun :

' Tidak sepantasnya kubawa nona datang kemari!"

Agak tergetar sekujur badan Wu Yong mendengar perkataan itu, segera sahutnya ;

"Kau tak usah menguatirkan diriku, hadapilah musuh tangguh dengan hati tenang, aku bisa menjaga diriku sendiri !"

Beberapa patah kata itu diucapkan dengan nada yang kurang jelas, mungkin hal ini di sebabkan karena rasa malu dan takutnya yang berkecamuk menjadi satu.

Siau Ling tersenyum getir, dia sendiripun tahu kalau gadis itu sudah dibikin pecah nyalinya oleh serangan maut yang dilepaskan makhluk aneh tadi, dengan lembut segera ujarnya.

' Nona Wu Yong. kau tak usah takut ! Merekapun manusia seperti kita kita ini. Cuma mereka mengenakan pakaian bersisik yang tebal dan keras sehingga sepintas lalu bentuk mereka berubah jadi aneh dan menyerarnkan, masih ingakatkah nona sewaktu ngobrak-abrik barisan Hui bau tin tadi ...? Kegagahan, keberanian serta kecerdasanmu patut dipuji, kenapa kesemuanya itu lenyap disaat ini ? Kalau toh kau tak jeri menghadapi kematian, buat apa kau pikirkan pula keganasan kelima orang makhluk aneh itu ?"

Beberapa patah kata ini ternyata manjur sekali dan mendatangkan kasiat yang luar biasa.

Wu yong tersenyum simpul, keberaniannya pulih kembali. Katanya kemudian dengan lantang :

“Ucapan toako memang benar, mereka juga manusia! Kenapa aku musti jeri kepada mereka?”

Dengan semangat berkobar2 dia merogoh leluar dua batang jarum beracun dan digenggamnya ditangan.

Setelah dilihatnya keberanian dara itu pulih kembali seperti sedia kala, diam2 Siau Ling sendiripun menghembuskan nafas panjang.

Sementara itu, kelima ekor naga sakti itu sudah membentuk barisan mereka yang tangguh, selangkah demi selangkah kelima orang itu mulai maju mendekati musuhnya.

Dengan pandangan berkilat, Siau Ling menyapu sekejap kelima orang itu, lalu serunya dengan suara lantang :

“ Saudara2 sekalian, kalian tak usah berlagak jumawa, kelihayan kamu berlima tak lebih karena ditubuh kalian mengenakan pakaian bersisik tebal yang tak mempan dibacok senjata, ketahuilah pedang pendek yang kubawa ini adalah mustika yang mempan untuk membunuh kalian semua, daripada menyesal dikemudian hari kuperingatkan dulu kepada kalian agar bertindak lebih waspada!"

Sembari berbicara, diam2 pemuda itu awasi reaksi dan kelima orang makhluk aneh itu.

Apa yang diduga sianak muda itu ternyata tidak meleset, begitu mendengar peringatan dari Siau , mereka segara hentikan langkah maju mereka.

Hal ini membuktikan bahwa kelima orang itu masih sadar otaknya, dan merekapun tahu kalau pedang mustika adalah lawan yang paling tangguh, karena itu timbullah rasa jeri dihati kecilnya.

Menyaksikan hal itu, Siau Ling segera tertawa terbahak2.

Haaah haaah haaah bukankah cuwi sekalian merasa agak takut??

Tiba2 ia loncat kedepan dan menerjang ke arah posisi timur:

Rupanya dalam hati pemuda inipun tahu bahwa Suatu pertarungan seru tak mungkin bisa dihindari, ia merasa daripada menunggu sampai musuh bergerak lebih duluan. Lebih baik dia yang menyerang lebih dulu. Siapa tahu kalau serangannya menghasilkan merobohkan beberapa orang diantaranya lebih dahulu, sehingga mencerai beraikan kekuatan main keroyok beberapa orang tadi!

Ketika makhluk aneh itu menyaksikan Siau Ling menerjang tiba, ia segera meloncat kedepan dan menyongsong datangnya tubrukan tersebut.

Hampir bersamaan waktunya, makhluk2 aneh yang berada diposisi Barat, selatan dan utara bergerak pula serentak menerjang ke arah pemuda itu.

Enam buah lengan bersisik merah darah bermunculan dari arah yang berbeda, sama2 mencengkeram tubuh Siau Ling.

Dalam pada itu tubuh sang pemuda itu masih berada ditengah udara, menyaksikan serangan ganas dari pihak musuh, ia merasa amat terperanjat, buru2 hawa murninya ditarik dan menahan gerak maju tubuhnya lebih jauh, dengan cepat dia melayang turun keatas tanah.

Begitu kakinya menempel permukaan bumi. lengan kanannya bergerak kedepan. Pedang pendeknya berganti haluan dan menebas ke arah mahluk aneh yang menyerang tiba dari tenggara.

Walaupun serangan gabungan musuh dilancarkan cukup tertib dan rapat, akan tetapi kemampuan Siau Liag untuk menghadapi kenyataanpun jauh lebih dahsyat.

Kedua belah pihak bergerak dengan kecepatan yang sukar dilukiskan dengan kata2, -dalam waktu sekejap semuanya sudah terjadi...

Terasalah cahaya kilat menyambar lewat, menyusul darah segar berhamburan diudara.

Ketika kedua belah pihak saling mencapai cermukaan tanah, jarak mereka sudah berselisih sejauh satu tombak lebih.

Ketika semua orang berpaling keatas tanah maka tampaklah sebuah jari tangan yang berlapiskan sisik tebal berwarna merah telah menggeletak ditengah gelanggang.

Rupanya dalam serangganya tadi. Siau Ling telah merubah kembali posisi yang dituju, ketika tubuh mereka mencapai ditengah jalan, dalam keadaan demikian makhluk aneh itu tak sempat untuk menghindarkan diri lagi, maka tak bisa dicegah sebuah jari tangannya termakan sambaran pedang musuh dan terpapas kutung.

Pada saat itulah, mendadak jerit lengking kesakitan yang menyayatkan hati bergema membelah angkasa.

Dengan cepat Siau Ling berpaling, ia lihat lengan Wu Yong telah dicengkeram oleb seorang makhluk aneh. Kukunya yang panjang telah menembus didalam tubuh dara itu, sementara darah segar mengucur keluar tiada hentinya.

Hawa amarah kontan berkobar didalam-benak Siau Ling, ia berpekik panjang sambil merapatkan pedangnya didepan dada tubuhnya langsung menerjang kearah manusia aneh tersebut.

Dalam gusarnya tanpa sadar sianak muda itu telah mengerahkan segenap kekuatan tubuh yang dimilikinya, ilmu pedang yang digunakanpun merupakan ilmu pedang terbang yang maha sakti.

Imu pedang tersebut merupakan Ilmu pedang tingkat tertinggi yang pernah diwariskan Cung San Pek kepadanya, pedang bisa dilepaskan kedepan bagaikan terbang untuk bereskan nyawa musuh, hanya saja kepandaian ini tak pernah digunakan dihari hari biasa karena tenaga dalamnya masih belum cukup sempurna.

Lain keadaannya dengan saat itu, dalam gugup dan gusarnya tanpa ia sadari ilmu maha sakti tersebut telah digunakan secara jitu.

Terlihatlah cahaya sisik berkilauan, makhluk aneh yang ada dissmping lain segera loncat kedepan menghadang jalan pergi Siau Ling.

Sinar tajam berkilauan menembusi angkasa, menyusul jeritan ngeri yang mengerikan bulu roma memecahkan kesunyian.

Darah segar berhamburan membasahi seluruh permukaan tanah, sesosok benda berat tumbang keatas permukaan bumii.

Tampaklah makhluk aneh itu roboh tak berkutik lagi diatas tanab, lapisan sisik tebal dibagian dadanya tersayat hancur, darah segar mengucur keluar tiada hentinya dari mulut luka tadi..

Ternyata dalam gusarnya tadi. ilmu pedang terbang yang dilepaskan Siau Ling telah bersarang telak diatas dada makhluk aneh itu, bukan saja pakaian bersisiknya telah di-koyak2, bahkan tepat menembusi jantungnya, tak bisa dicegah lagi melayanglah selembar jiwa makhluk aneh itu kembali kealam baka.

Empat mahluk aneh lainnya terperangah menyaksikan kedahsyatan Siau ling, untuk beberapa saat lamanya mereka tak tahu apa yang musti dilakukan.

Semementara Wu Yong yang kena dicengkeram oleh makhluk aneh tadi. tubuhnya sudah terangkat tinggi keudara, sisik tebal serta kuku runcing mahluk tersebut hampir sebagian besar telah menembus tubuh Wu Yong, sakitnya bukan kepalang sehingga dara itu tak mampu bersuara lagi. tapi meskipun demikian sepasang jarum racunnya masih digegam erat2.

Tatkala Keempat orang makhluk aneh ,itu agak tertegun dibuatnya oleh kehebatan Siau. Diam2 Wu Yong menggertak giginya keras2. menggunakan kesempatan yang sangat baik itu, sekuat tenaga lengan kanannya meronta .. iapun berhasil lolos dari cengkeraman musuh.

Namun sisik tebal dan kuku runcing makhluk aneh itu terlalu dalam menembusi tubuh Wu Yong. Ditambah pula gadis itu meronta dengan sepenuh tenaga. Walaupun tangan kanannya berhasil melepaskan diri dari cengkeraman musuh namun tak urung lengan tersebut sudah hancur lebur tak karuan sehingga kelihatan tulang patihnya yang mencuat keluar.

Pemandangan seperti itu boleh dibilang mengerikan sekali, siapapun tak akan tega menjumpai keadaan Seperti itu.

Rupanya Wu Yong sendiripun telah sadar bahwa dirinya tiada harapan untuk hidup lebih jauh tiba tiba ia berseru keras.

,,Oooh...kekasihku Siau Ling aku merasa puas asal mendapat kehangatanmu barang sejenak saja. Semoga kita dapat bertemu kembali dalam penitisan yang akan datang...."

Sembari berteriak jarum racun yang digenggam ditangan kanannya mendadak ditusukkan keatas makhluk aneh itu dengan sepenuh tenaga.

Perlu diketahui, sekujur badan makhluk aneh itu dilindungi oleb lapisan sisik yang sangat kuat hanya sepasang mata mereka yang tak berlindung apa apa.

Makhluk aneh itu sama sekali tak menyangka kalau Wu Yong bakal menyerang matanya secara tiba tiba tak ampuh lagi jarum beracun itu tepat menembusi matanya.

Ia berpekik kesakitan sambil meraung kalap dicengkeramnya tubuh Wu Yong erat erat. Kemudian dengan sekuat tenaga ia betot tubuh dara itu sehingga tersayat jadi dua potong, Ditengah semburan darah segar isi perut berhamburan, terlempar sejauh dua tombak lebih dari gelanggang.

Racun yang dibubuhi pada ujung jarum tersebut merupakan racun berkadar tinggi, begitu jarum tadi menembusi matanya, rasa penderitaan dan sakit yang diderita makhluk aneh itu sukar ditahan lagi, setelah menyayat tubuh Wu Yong dan melemparkan mayatnya jauh2, ia segera menutupi wajah sendiri sambil berteriak2 kalap.

Suaranya keras dan melengking, begitu seramnya suara tersebut hingga membuat siapapun yang mendengar akan bergidik dan bulu romanya pada bangun berdiri.

Semua peristiwa ini berlangsung dalam sekejap mata. Siau Ling sebenarnya sudah siap menolong Wu Yong, tapi sayang usahanya terlambat sedetik.

Menyaksikan kematian dara itu, dalam keadaan mengerikan hawa amarah yang berkobar dalam benak Siau Ling makin berapi2, hawa napsu membunuh menyelimuti Seluruh wajahnya, sambil membentak keras ia menubruk kedepan dan melepaskan sebuah sapuan dahsyat.

Setelah matanva dibuat buta oleh tusukan jarum beracun, makhluk aneh itu sudah tak dapat melihat sasarannya lagi, ditambah pula daya kerja racun itu mulai berjalan, boleh dibilang maknluk itu sudah Kehilangan kesadarannya dan hampir mendekati kekalapan-

Tentu saja berada dalam keadaan seperti itu, tak mungkin lagi baginya untuk menghindari serangan maut yang dilepaskan Siau Ling.

Cahaya tajam menyambar lewat, sisik baja berhamburan diatas tanah, lengan kirinya yang sedang terayun sudah termakan bacokan hingga kutung jadi dua bagian., darah segar kembali berhamburan diatas tanah.

Beberapa kali bentakan nyaring bergema nemecahkan kesunyian, pada saat yang hampir bersamaan tiga orang makhluk aneh lainnya segera maju kedepan dan nenubruk tubuh Siau Ling.

Sesudah berhasil dengan serangannya, semangat sianak muda itu makin berkobar, ia miring kesamping menghindar kebelakang makhluk aneh yang kehilangan lengan itu kemudian sebuah tendangan kilat dilancarkan dan tepat menghantam tulang punggung makhluk tersebut.

Karena tendangan ini, tubuhnyapun dengan sendirinya menerjang kedepan, dalam keadaan begini lengan kirinya yang digunakan untuk menutup mata langsung diayun kedepan.

Kesadaran makhluk aneh itu boleh dibilang sudah kalut tak karuan, ia sudah tidak dapat membedakan lagi mana sahabat mana musuh. serangan yang dilancarkan secara membabi buta itu tepat menghantam tubuh rekannya sendiri.

Makhluk aneh yang sedang menerjang datang dari arah timur itu sama sekali tidak menyangka kalau rekannya bakal melepaskan serangan kearahnya. Dalam keadaan begitu ia tak sempat untuk menghindar lagi, dadanya terhajar telak oleh pukulan tersebut.

Serangan yang dilepaskan dalam keadaan sekarat ini boleh dibilang luar biasa sekali sebab ia telah menggunakan segenap tenaga dalam yang dimilikinya.

'Duukk .blaamm! ' ditengah benturan keras yang memekikkan telinga, makhluk aneh yang sedang menerjang tiba dari arah timur itu mencelat kebelakang dan roboh terkapar diatas tanah.

Makhluk aneh yang kehilangan lengan itu sendiri semakin payah kondisinya, sehabis menyerang dengan sepenuh tenaga tubuhnya berdiri dengan sempoyongan..

Hawa napsu membunuh telah menyelimuti wajah Siau Ling, secepat kilat ia menerjang maju kedepan pedang pendeknya berputar kencang langsung ditujukan kearah punggung makhluk aneh itu, sementara kaki kanannya melepaskan satu tendangan kearah iga makhluk aneh lain.

Jeritan ngeri menggema diangkasa membelah kesunyian yarg mencekam dimalam hari itu. Makhluk aneh yang kehilangan lengan tadi tertusuk telak dadanya hingga tembus kebelakang, darah segar berhamburan diempat penjuru, tak ampun lagi tubuhnya roboh binasa keatas tanah.

Dengan mampusnya dua orang makhluk aneh dan satu lagi terluka parah, barisan ngo liong toa tin jadi kacau balau dan tak teratur lagi.

Dengansemangat berkobar kobar Siau Ling mendesak maju lebih kedepan. Pedang pusakanya berputar siap melancarkan serangan, ia bertekad untuk membasmi kelima ekor naga sakti itu sekaligus.

Disaat yang amat tegang itulah, tiba tiba terdengar suara sumpritan yang sangat tajam dan aneh berkumandang dari arah tebing curam, dua orang makhluk aneh yang tak sampai terluka itu segera putar badan dan kabur searah mana berasalnya suara tadi.

Makhluk aneh yang terluka dan sedang menggeletak ditanahpun berusaha meronta bangun, kemudian dengan sempoyongan orang itu ikut kabur dari sana.

Bersamaan dengan kaburnya tiga orang mahluk aneh tadi, obor obor yang dipasang disekeliling lembah sempit tadipun ikut padam, dalam waktu singkat suasana pulih kembali dalam kesunyian dan kegelapan.

Semua peristiwa itu berlangsung terlalu tiba2 dan lagi mundurnya ketiga orang makhluk aneh itupun dilakukan dengan kecepatan luar biasa, sementara Siau Ling masih tertegun, bayangan tubuh dari beberapa orang itu sudah lenyap tak berbekas.

Siau Ling menengadah memandang bintang yang bertaburan diangkasa, lalu menghembuskan napas panjang, ia pejamkan matanya rapat2. Menanti matanya sudah terbiasa dengan kegelapan ia baru membukanya kembali dan berjalan menghampiri mayat Wu Yong yang berserakan diatas tanah.

Bisiknya dengan sedih ;

"Nona. kau mati lantaran membantu aku, maafkanlah daku karena aku tak sempat menyelamatkan jiwamu.. Suatu ketika ketiga manusia aneh yaug masih tersisa itu pasti akan kubunuh, agar sukma nona di alam baka bisa beristirahat dengan tenang."

Setelah berhenti sebentar, sambungnya kembali :

"Sayang pada saat ini aku tak bisa berdiam terlalu lama disini. Setelah ketiga ekor naga itu kubunuh, akan kusajikan kembali lilin putih serta bunga warna warni untuk sembahyang bagi arwah nona, sekarang beristirahatlah dahulu dengan tenang disini. l''

Selesai berkata ia kumpulkan jenasah Wu Yong yang tercerai berai dan dijadikan satu, kemudian menggali sebuah lubang dan menguburnya disana.

Selesai bersembahyang, barulah si anak muda itu melanjutkan kembali perjalanannya kedepan.

Sementara itu langit menjadi gelap, awan tebal menyelimuti di seluruh angkasa, menutupi Cahaya bintang yang berkedip2.

Suasana dalam lembah diliputi oleh kegelapan, begitu gelapnya sehingga sukar untuk memandang kelima jari tangan sendiri.

Siau Ling menghembuskan nafas panjang dengan membawa rasa sedih yang amat tebal dengan langkah lebar ia lanjutkan perjalananya kedepan, dalam hati pikirnya:

"Setelah kulewati barisan Ngo liong toa tin ini, berarti aku telah melewati tujuh buah rintangan, itu berarti rintangan selanjutnya adalah rintangan terakhir, entah jago lihay manakah yang telah dipersiapkan disana?? Tapi yang jelas, orang itu pastilah seorang tokoh persilatan yang mempunyai ilmu silat sangat tinggi!"

Dengan penuh kewaspadaan dan hawa murni disalurkan mengelilingi seluruh badan, selangkah demi selangkah ia lanjutkan per jalanannya kedepan.

Selama beberapa hari belakangan ini, tenaga dalam yang dimiliki Siau Ling telah peroleh kemajuan yang sangat pesat, walaupun lembah tersebut diliputi kegelapan yang mencekam, namun pemandangan disekitar berapa tombak masih sanggup dilihat jelas oleh pemuda itu.

Perjalananpun dilanjutkan dengan sangat hati2. Tanpa terasa tiga empat langkah sudah dilalui.

Pemandangan yang terbentang didepan mata tiba2 berubah seratus delapan puluh derajat, apa yang terlibat didepan sana hanyalah sebuah hutan belantara yang lebat dan gelap.

Tanpa sadar Siau Ling menghentikan langkah kakinya, dalam hati ia lantas berpikir.

"Setiap rintangan yang disiapkan Shen Bok Hong, jaraknya selalu hanya terpaut kurang lebih beberapa li. kenapa jebakan yang diaturnya kali ini berselisih begitu jauh dan panjang? Mungkinkah rintangan mereka yang terakhir ini memang sengaja diatur ditengah hutan belantara yang lebat itu"

Sementara dia masih termenung, tiba2 cahaya api memuncar keempat penjuru, dan kurang lebih beberapa tombak dibadapannya muncullah sebuah lampu lentera.

Dibawab cahaya lampu lentera itu tersebut, suasana disekiiar tempat itu dapat terlihat jelas, diatas lampu lentera tadi terukirlah empat huruf besar yang berbunyi : Perkampungan Pek hoa san cung.

Siau Ling segera mendehem ringan, lalu menegur.

,.Siapa disitu ?"

Orang yang membawa lampu lentera itu berbadan tinggi besar, seraya menggoyangkan lentera ditangan dia berseru.

,,Sam te. Ilmu silatmu telah peroleh kemajuan yang pesat sekali, secara beruntun kau telah berhasil melampaui tujuh buah rintangan yang kusiapkan, kehebatan serta kemampuanmu cukup membuat hatiku merasa sangat kagum 1"

Suaranya serak serak basah dan nyaring didengar, siapa lagi kalau bukan Shen Bok Hong pribadi ?

Dengan suara ketus dan dingin Siau Ling segera menanggapi.

,.Oooh …! Rupanya Shen Bok Hong disitu, aku mengira siapakah yang telah menghadang untuk merintangi perjalananku.

Hmm ! sejak dulu kita sudah merobek jubah memutuskan hubungan persaudaraan, aku orang she-Sian tak berani menerima sebutanmu yang amat tinggi itu"

Setelah berhenti sebentar, sambungnya lebih jauh:

Menurut penilaianku rintangan yang terakhir ini pasti bahaya dan luar biasa sekali mungkinkah Shen toa-cungcu yang akan terjun sendiri kedalam gelanggang??

Shen Bok Hong menengadah dan tertawa ter-bahak2

"Haaah haaab haaahh tampaknya saudara Siau sangat berharap dapat melangsungkan suatu duel sengit melawan diriku?"

Benar, sebab aku sudah dapat merasakan akan hal ini, cepat atau lambat kita musti melangsungkan pula pertarungan tersebut, bukankah begitu??

Soal itu sih harus dilihat dulu apakah kau punya rejeki untuk melangsungkan pertarungan melawan aku atau tidak !

"Apa yang kau maksudkan dengan perkataanmu itu?" teriak Siau Ling dengan penuh kegusaran.

""Aku toh sudah terangkan kepadamu bahwa sepanjang lembah sempit ini telah kuatur delapan buah rintangan maut, dan sekarang engkau baru melampaui tujuh buah rintangan belaka!"

"Dan kini rintangan yang kedelapan bukankah dijaga oleh Shen toa-cungcu sendiri ?'

"Saudara Siau, kau tak usah keburu napsu hingga pikiran jadi kalut tak keruan, asal engkau bisa meloloskan diri dari rintanganku yang kedelapan ini. Suatu ketika aku pasti akan melayani tantanganmu untuk berduel selama beberapa hari beberapa malam. Tapi andaikata engkau harus mampus disini.. biarlah niatmu itu kau bawa pulang kealam baka saja!"

"Baik! kalau memang begitu aku tolong tanya dimanakah rintangan yang kedelapan ini kau siapkan? dan bagaimana pula Acaranya aku harus melewatinya? Shen toa-cungcu, sekarang juga kau boleh suruh mereka mulai bekerja!"

Shen Bok Hong tertawa rawan.

"Saudara Siau, apakah engkau tidak merasa heran dengan situasi yang kau hadapi sekarang ini?"

"Shen taa cungcu. aku harap selanjutnya kau sebut saja langsung dengan namaku, jangan saudara.. saudara melulu, bikin hati orang jadi muak saja!"

Shen Bok Hong tertawa dingin.

"Hcth..beehh::heehh.. baik! Baik! aku akan menyebut kau sebagai Siau tayhiap saja !"

Siau Ling tahu, ucapan itu sudah membangkitkan hawa amarah dalam hatinya, dengan pandangan tajam dia segera awasi sekejap pandangan disekitar tempat itu, kemudian katanya :

"Aku temukan sesuatu yang aneh tentang daerah disekitar tempat ini!*'

"Apakah engkau tidak merasa bahwa lembah sempit ini penuh dengan batu2 cadas yang berserakan sedangkan disekitar tempat ini malahan penuh tumbuh dengan pepohonan siong yang rendah tapi lebat?"

"Aku tidak menemukan sesuatu yang aneh tentang pepohonan siong yang pendek dan rendah ini'."

Setelah berhenti sebentar, pemuda itu melanjutkan kembali ;

"Oh, benar! mungkinkah Shen toa cungcu telah siapkan ahli2 senjata rahasia untuk berbunyi didalam hutan yang lebat ini?"

"Siau tayhiap tak perlu kuatir, tak nanti kugunakan cara seperti itu untuk menghadapi dirimu!"

"Shen toa cungcu. Kedelapan orang bayangan berdarahmu serta barisan Ngo-liong toa tin yang paling kau andal2kan, telah kujajal dan kuhadapi semua, aku rasa mereka semua masih belum cukup untuk membuat hatiku jadi puas serta kagum!"

"Siau tayhiap tak usah berlagak jumawa lebih dulu, kau harus ingat masih ada sebuah rintangan lagi yang harus kau lampaui.."

Ia berhenti sebentar untuk tukar napas, lalu terusnya lebih jauh :

"Siau tayhiap, sudah kau lihat diantara hutan belantara ini terdapat sebuah jalan kecil usus kambing yang menjorok jauh ke dalam sana?"

Siau Ling alihkan sorot matanya kearah mana yang ditunjuk, memang tak salah, disitu memang terbentang sebuah jalan kecil usus kambing yang jauh menjorok kedalam hutan, ia lantas menjawab :

"Ehmm...perkataanmu memang tak keliru”

"Silahkan Siau tayhiap masuk hutan mengikuti jalan kecil usus kambing tersebut, bahkan kau boleh melanjutkan perjalanan dengan hati tenang, sebab dikedua belah sisi jalan sama sekali tak ada rintangan atau jebakan apa2, kurang lebih seratus kaki kemudian, kau akan menjumpai sebuah rumah yang terbuat dari batu, didalam ruangan batu itulah kekasih hati Siau tayhiap yakni nona Pek-li kusekap disitu, silahkan kau bebaskan sendiri kekasih hatimu itu!"-

Siau Ling segera mendehem ringan.

"Jadi semua alat jebakan yang paling bahaya dan paling dahsyat telah kau atur semua didalam ruang batu itu?" tegurnya.

Shen Bok Hong menggeleng.

''Tidak, pendapatmu itu keliru besar! Silahkan Siau tayhtap melanjutkan perjalanan dengan hati lega"

"Terlalu sederhana., terlalu mudah., bikin bati orang susah percaya. Makin pampang sesuatu urusan semakin patut dicurigai" Shen Bok Hong mendengus dingin.

Hmm ! mau percaya atau tidak terserah pada pendapat Siau tayhiap sendiri, pokoknya apa yang kuucapkan semuanya adalah kata2 yang sejujurnya !

"Bagaimana selanjutnya ? " tanya sianak muda itu kemudian.

Keempat anggota badan nona Pek li Peng yang kusekap dalam ruang batu itu telah kuikat dengan tali otot kerbau yang sangat kuat , selain itu beberapa buah jalan darahnya telah kutotok pula dengan ilmu totokan khususku, tapi aku rasa kesulitan2 tersebut masih belum cukup untuk menyusahkan diri Siau tayhiap !

"Kalian telah mencelakai dirinya?" teriak Siau Ling dengan penuh kemarahan:

Mendengar ucapan tersebut, Shen Bok Hong segera menengadah dan tertawa terbahak2.

Haaah haah haaab kecantikan wajah nona Pek-li memang luar biasa sekali, tetapi memandang diatas wajah Siau tayhiap aku sama sekali tak pernah menyentuh tubuhnya, selain itu akupun telah menurunkan perintah khusus kepada anak buahku agar jangan mengganggu dirinya.

''Semoga saja apa yang kau ucapkan adalah kata2 yang sejujurnya!"

Memandang diatas hubungan kita yang pernah menjadi saudara selama beberapa waktu, bersediakah engkau mendengarkan beberapa patah kata peringatanku??

' Silahkan Shen toa-cungcu katakan!"

Setiap tempat yang tampaknya tidak berbahaya, disitulah sudah tersedia perangkap yang mematikan, aku harap engkau suka baik baik menjaga diri.

Habis berkata dia lantas goyangkan lentera ditangannya hingga cahaya api menjadi padam.

Siau Ling tahu bahwa gembong iblis itu telah berlalu, dalam keadaan begitu banyak bertanya juga tak ada gunanya, dengan tangan kanan menggenggam pedang pendek, pemuda itu lanjutkan kembali perjalanannya menelusuri jalan usus kambing tersebut.

Walaupun dalam pembicaraan tadi. Shen-Bok Hong telah menerangkan babwa didalam hutan belantara ini tidak tersedia alat jebakan atau rintangan apapun juga akan tetapi Siau Ling tak berani bertindak secara gegabah, hawa murninya dihimpun sebesar sepuluh bagian, hawa kikang dikerahkan unti'k melindungi seluruh badan selangkah demi selangkah dia lanjutkan perjalanannya menuju kedalam hutan.

Dua puluh kaki sudah dilalui tanpa terasa apa yang diucapkan Shen Bok Hong ternyata tak salah sepanjang perjalanan ia tidak menemukan sssuatu apapun yang mencurigakan, tanpa terasa perjalananpun dipercepat lagi ...

Apa yang kemudian terlintas memang tidak selisih jauh dengan apa yang diterangkan Shen Bok Hong semula.

Seratus kaki kemudian tampaklah sebuah bangunan batu terbentang didepan mata.

Didepan rumah batu itu tergantung sebuah lampu lentera berwarna merah darah, cahaya merah yang memancar keluar dari lentera tersebut membuat mata terasa jadi silau

Buru buru Siau Ling memburu kedepan rumah batu itu, teriaknya dengan suara lantang.

,,Peng-ji...! Peng ji ...I"

"Apakah toako disitu?! dari balik ruang batu berkumandang suara jawaban dari Pek Ii Peng.

"Benar, aku disini..! Peng-ji. kau berada dalam keadaan sehat2 saja bukan?"

"Blaammm.,!" sekali ayun bogem mentah pintu kayu didepan bangunan itu sudah terhantam ambrol.

Terlihatlah Pek li Peng duduk diatas sebuah kursi kayu, sepasang tangan dan kakinya dibelenggu oleh tali otot kerbau yang sangat kuat.

Dengan tangan kirinya Siau Ling menyambar lampu lentera yang tergantung didepan pintu, kemudian dengan langkah lebar memasuki ruangan tersebut, sementara dengan pedang pendek ditangan kanannya ia membuat putus tali otot kerbau yang membelenggu keempat anggota badan Peng li peng .

Setelah tali belenggu itu terlepas, Pek li Peng menggerakkan sepasang lengannya yang telah bebas itu, lalu menghembuskan napas panjang.

"Peng ji. apakah mereka telah mencelakai dirimu?! bisik Siau kemudian.

Pek li Peng mengangguk.

"Benar'."

Bagian manamu yang diganggu mereka?' tanya Siau Ling cepat dengan penuh emosi.

"Mereka telah tolok jalan darah dikaki-ku!"

Setelah mengetahui apa yang dimaksudkan . Siau kembali menghembuskan napas lega.

"Oooh .! kiranya begitu yang kau maksudkan.-"

Pek-li Peng tertawa.

"Ayob cepat bebaskan jalan darahku dan mari kita tinggalkan tempat ini!"

Dengan cepat Siau Ling membebaskan kedua buah jalan darah Pek li yang tertotok, lalu kembali ia bertanya :

"Apakah Shen Bok Hong sekalian memakakan untuk menelan obat racun atau sebangsanya?"

"Tidak ..”

"Kok aneh sekali." "Apanya yang aneh?!

"Berbicara dari watak serta tabiat dari Shen Bok Hong. tidak semestinya ia bersikap begitu baik terhadap diriku!"

"Siapa tahu kalau dia merasa agak feri terhadap toako. maka ia tak berani bersikap terlain jelek atas diriku."

Dengan cepat Siau Ltog gelengkan kepala nya.

"Mereka tak berani mencelakai dirimu, hal ini disebabkan karena mereka hendak menggunakan dirimu sebagai umpan untuk memancing kehadiranku disini»."

Paras muka Pek It Peng berubah jadi amat serius, katanya dengan nada dingin :

"Kalau toh engkau sudah tahu kalau mereka bendak gunakan diriku sebagai umpan untuk memancing kedatanganmu disini, kenapa engkau datang juga ketempat ini?"

Siau Ling tertawa getir.

"Meskipun aku sudah tahu. tetapi tak bisa tidak aku musti datang kemari, Shen Bok Hong sendiripun sangat memahami perasaan batiku ini, maka engkaupun dibawa dan di bawa kemari!'*

Pek-li Peng menghela napas panjang.

"Aaai... sejak aku kena ditangkap, selama ini diriku hanya disekap diruangan ini, perasaan hatiku kacau balau dan saling "bertentangan terus, aku sangat mengharapkan kedatanganmu kemari, tapi akupun me rasa takut kalau engkau benar2 datang, tahukah kau jika kau datang kemari maka bagaimanakah akibatnya?"

"Apa akibatnya?"

Shen Bok Hong berani memancing kehadiranmu kemari, itu berarti dia sudah mempunyai persiapan yang cukup matang, sebaliknya kalau engkau tak datang, bukan saja di tak bisa mencelakai kau, diapun tak akan berani mencelakai diriku, sebarang kau telah muccul disini, kau telah menghantarkan diri kemulut harimau, dan kini Shen Bok Hong dapat pusatkan seluruh perhaatiannya untuk menghadapi kita berdua!1'

"Siau Ling tersenyum.

Peng-ji, kau tak usab menggerutu terus terhadap diriku, ayoh cepatlah atur pernafasan dan pulihkan kembali kekuatan tubuhmu, kita lurus segera tinggalkan tempat ini.'

Kali ini Pek li Peng tidak banyak lagi, ia benar2 pejamkan mata mulai mengatur pernafasan.

Perlahan? Siau Ling tempelkan telpak tangan kanannya keatas punggung dara itu dan membantu dirinya dalam penyaluran hawa murni.

Dengan kesempurnaan tenaga dalam yang dimilikinya sekarang, begitu sang telapak tangan menempel diatas punggung P e k - 1 i , aliran bawa panas segera memancar masuk kedalam tubuh gadis itu dan mengitari seluruh badannya.

Pada suat yang bersamaan ketika Siau Ling tempelkan telapak tangan kanannya ke atas punggung Pek li . tiba2 asap tebal yang gelap menyusup masuk kedalam ruang dan memenuhi setiap sudut ruangan dalam bangunan batu itu.

Minal 'Aidin wal-Faizin gan🙏🙏🤗

0 Response to "Budi Ksatria Jilid 32"

Post a Comment