-->

Ilmu Pedang Pengejar Roh Jilid 07

Jilid 07

Dia segera menyerang ke wajah pemuda itu, tangan kanannya menyerang dengan jurus tipuan, sedangkan tangan kirinya keluar dari bawah ketiaknya dan segera menyerang pemuda itu, dalam satu jurus terjadi dua kali perubahan.

Pemuda itu memuji dan membalikkan tangan kirinya, kelima jarinya seperti kait memegang tangan musuh, tangan kanannya menggambar sebuah lingkaran, telapak tangannya berfungsi seperti golok, membabat ke leher lawan, ini pun dalam satu jurus terjadi dua kali perubahan, menyerang dan bertahan dalam waktu yang bersamaan.

Ye Cheng tidak menyangka bahwa lawan akan begitu cepat mengubah jurus, tadinya dia berniat menendang dengan kaki kirinya, segera dia mengubah niatnya, dia mundur untuk menghindar, tapi baru saja dia menginjak tanah, pemuda itu seperti bayangan menyerangnya, kedua telapak tangannya saling bertukar tempat dan menyerang Ye Cheng, dia terpaksa mundur.

Hanya sebentar sudah melewati lima jurus.

Di lapangan terdengar sangat ramai, sekarang Ye Cheng tahu bahwa ilmu silat lawan jauh lebih kuat daripada dirinya.

Tapi dalam hati dia tetap berharap, “Katanya dalam sepuluh jurus dia akan mengalahkanku, bila aku hanya berjaga tidak menyerang, apakah dia bisa berbuat macam-macam?”

Dua jurus kemudian pemuda itu telah memaksa Ye Cheng mundur ke arah tangga. Pemuda itu terus menyerang lagi, tiba-tiba sepertinya dia menginjak sesuatu, membuat jurusnya salah dan dia hampir jatuh.

Ye Cheng segera mengambil kesempatan ini, dia berteriak dengan sekuat tenaga dan menyerang.

Pemuda itu menghindar. Kakinya sekarang berpijak sangat kuat. Anehnya, tiba-tiba dia menambah serangan dan memukul pundak kiri Ye Cheng.

Ye Cheng terkejut dan berteriak, tubuhnya jatuh hingga terbaring, kulitnya terluka, rasa sakit membuatnya menggigit bibirnya.

Ye Cheng berdiri. Belum sempat dia membersihkan debu yang menempel di bajunya, dia sudah memberi hormat. Dia akan berkata sesuatu... tapi pintu terbuka.

Seorang pemuda berumur dua puluh tahunan lebih keluar, sepasang tangannya mengepal dan berkata, “Ilmu silat yang bagus.”

Orang itu berpinggang kecil, lehernya seperti leher harimau, pundak dan dadanya lebar, pakaiannya sangat ketat dan dia terlihat lincah.

Dia adalah orang penting dari Meng Ju-zhong. Orang dunia persilatan menjuluki dia dengan sebutan Gui Jian-chou (setan melihat pun akan takut).

Pemuda itu terkejut, dengan cepat dia memberi hormat, “Aku hanya bisa sedikit ilmu silat, harap Tuan jangan menertawakanku!”

“Tidak, walaupun sekarang saudara Ye adalah pengantar barang, tapi besok dia akan naik jabatan menjadi guru Biao. Dalam sepuluh jurus Tuan bisa mengalahkannya, ilmu silatmu sudah cukup lumayan. Kelak kita akan mencari sesuap nasi bersama-sama. Perkenalkan aku adalah Peng Zhi-xiao, siapa nama Tuan?”

Pemuda itu berkata, “Ternyata Anda adalah Pendekar Gui Jian Chao, aku beri hormat kepada Anda. Aku adalah Rong Yu Liang.”

Peng Zhi-xiao tersenyum dan berkata, “Ilmu silatku terbatas, aku tidak bisa melihat dengan jelas ilmu Tuan Rong dan siapa guru Anda?”

Jawab Rong Yu Liang, “Aku adalah seorang penjual ilmu silat di dunia persilatan, silatku kudapat dan kuambil dari sini sana, kemampuanku pun hanya sampai situ, tidak pernah ada guru yang mengajariku.” Peng Zhi-xiao terpaku, tapi segera tertawa lagi, “Benar-benar hebat, Tuan masih begitu muda, tidak memiliki guru, tapi bisa menguasai ilmu silat begitu bagus, benar-benar sulit juga membuat orang menjadi kagum.”

Rong Yu Liang segera menjawab, “Terima kasih untuk pujianmu, aku benar-benar merasa malu.”

= ooOOOoo =

Hari sudah malam. Ruangan perpustakaan yang besar dan tinggi, tidak dipasangi lampu, ada dua orang yang sedang mengobrol. Suara mereka sangat kecil, hanya dalam jarak dua langkah tidak terdengar lagi suara mereka.

Di belakang meja yang mewah dan disebuah bangku besar, Meng Ju-zhong sedang duduk disana,

tangannya memegang sehelai kertas.

Kertas itu pinggirannya seperti terbakar karena sudut surat itu sedikit berwarna hitam. Peng Zhi-xiao berdiri di depan meja, dia sangat kaget juga merasa takut.

Dengan dingin Meng Ju-zhong bertanya, “Dari mana kau dapatkan kertas ini?”

“Kertas ini kudapat sewaktu malam itu kita membunuh Liang Zi-qi. Tadinya aku ingin mencari buku rahasia ilmu golok keluarga Liang....” Peng Zhi-xiao menceritakan kejadian malam itu,

“Aku belum memastikan siapa orang itu?”

“Apakah orang itu pernah membaca tulisan ini? Aku pikir dia tidak akan sempat membacanya karena dia tidak mempunyai waktu yang banyak. Apakah kau tidak kenal orang itu?”

“Waktu itu wajahnya diolesi tinta hitam, kami hanya sempat bertarung beberapa jurus, entah dia itu laki-laki atau perempuan aku tidak bisa melihatnya dengan jelas. Beberapa kali kuperiksa, mungkin dia adalah putri Liang Zi-qi, yang bernama Liang Yu-rong.” 

“Apa!?” Meng Ju-zhong terpaku, “Bukankah dia berada di tempat Biksu Dao Gui untuk belajar silat?”

“Aku tidak tahu dia bisa mendapatkan kabar ini dari mana. Sewaktu kita membunuh ayahnya, dia sudah berada di Lan Zhou. Orang suruhan kita pun sudah membuktikannya, sebelum terjadi pembunuhan ayahnya, sudah dua hari dia sudah meninggalkan Yu-quan-guan.”

Meng Ju-zhong sangat terkejut, tapi tidak terlihat diwajahnya.

Dengan suara kecil dia menarik nafas, kemudian berkata, “Hal yang begitu penting baru kau beritahu sekarang kepadaku!”

“Tadinya aku tidak mengerti maksud isi surat ini dan aku takut, bila ketua Biao tahu dan akan marah kemudian merasa khawatir. Aku ingin membunuhnya dulu baru melapor tapi. ”

“Apakah sudah beberapa hari ini kau belum menemukan dia berada dimana? Apakah dia juga tidak kembali ke Yu-quan-guan?”

“Tidak. Ye Cheng membawa beberapa orang pergi kesana untuk mencari perempuan itu. Ye Cheng bekerja dengan teliti, dia tidak akan bertindak salah. Mereka baru pulang sekitar dua hari lalu. Aku menyuruh mereka segera kembali dan berjaga di Tian Shui. Begitu bertemu dengan perempuan itu segera membunuhnya.”

Meng Ju-zhong bertanya, “Apakah kau pernah berpikir, dia masih berada di dalam kota Lan Zhou?”

“Tidak, tidak mungkin, dia tidak mempunyai keberanian yang begitu besar. Aku sudah menyuruh puluhan orang memeriksa ke beberapa penginapan yang berada di Lan Zhou, besar atau kecil semua diperiksa dengan teliti, kuil-kuil pun tidak luput dari pemeriksaan, hanya ”

“Sebenarnya dia pergi kemana?” Tiba-tiba Meng Ju-zhong berdiri juga berteriak, “Perempuan ini seperti hilang ditelan bumi. ”

Meng Ju-zhong berteriak lagi, “Kalau benar dia hilang ditelan bumi, tanah tetap harus digali dan membawanya keluar.”

Meng Ju-zhong duduk kembali, tiba-tiba kata-katanya berubah menjadi sangat ramah, dia berkata, “Zhi-xiao, biasanya aku sangat baik kepadamu. Hal ini aku serahkan semuanya kepadamu, dalam waktu satu bulan ini kau harus membawa dia hidup-hidup, bila dia mati kau harus membawa mayatnya pulang!”

“Ya!” Meng Ju-zhong menyalakan lilin dan membakar surat itu. Dari laci dia mengeluarkan dua tail emas dan diletakkan di atas meja. Dia berpesan kepada Peng Zhi-xiao untuk membawa emas ini sebagai ongkos.

“Bila sudah habis, kau harus mencariku.” “Terima kasih, Ketua!”

Peng Zhi-xiao keluar dari perpustakaan, dia merasa khawatir sekaligus senang. Yang dia khawatirkan adalah sudah beberapa hari ini dia mencari orang itu, sama sekali tidak menemukan keberadaan Liang Yu-rong. Bila satu bulan kemudian tidak menemukan dia, maka akan terjadi....

Yang membuatnya senang adalah kelak dia bisa menerima....

“Berhenti!” Waktu Peng Zhi-xiao sedang berpikir sambil berjalan, tiba-tiba mendengar ada yang membentak.

Dia berhenti untuk melihat ke belakang.

Di bawah sinar bulan berdiri sesosok bayangan. Dia berumur sekitar 17-18 tahun, berrambut panjang, berbaju hijau muda, dia cantik tapi juga gagah.

Dia adalah putri Meng Ju-zhong dia bernama Meng Qi-fang.

Dengan cepat Peng Zhi-xiao tertawa dan berkata, “Ternyata adalah Nona Meng ”

Meng Qi-fang berkata, “Ternyata Pendekar Gui Jian-chou, kau masih ingat kepadaku!” Peng Zhi-xiao kaget dan berkata, “Nona, mana berani aku ”

“Kau tidak berani melakukan apa? Ilmu silatmu tinggi, sepasang pena hakimmu bisa tiga kali menotok keenam nadi, biaomu bisa mengena dan 100% tepat mengenai sasaran, setan pun takut kepadamu. Bila tidak, mengapa kau bisa dijuluki Gui Jian- chou. Sekarang kau adalah orang penting di kantor Biao Zhen Yuan.”

“Nona besar, aku ”

“Sudahlah, jangan panggil Nona Besar, Nona Besar, menjadi pelayanmu saja aku masih belum pantas.”

“Nona, jangan terus menyindirku ” “Aku sedang menyindirmu? Kau benar-benar harus mati!” “Bukan begitu ”

“Ini salahmu atau salahku?” Meng Qi-fang dengan dingin berkata lagi, “Hei marga Peng, dimana salahku? Kau kira ilmu silat tinggi bisa menjadi orang penting di Zhen Yuan tapi kau lupa, kenapa kau bisa dengan cepat mendapatkan jabatan itu?”

Jawab Peng Zhi-xiao, “Ini semua berkat jasa Nona Meng.”

“Sekarang kau sudah mendapatkan semuanya, kau sudah melupakanku, coba kau pikirkan, kemana perginya hati nuranimu?”

“Nona, ini. benar-benar bukan salahku.”

“Kalau begitu ini semua salahku? Apakah memang begitu, katakanlah!”

Peng Zhi-xiao tampak ragu sebentar kemudian dia menjawab, “Bukan kesalahan Nona, tapi ibu Nona, dia ”

“Jangan membawa-bawa nama ibuku sebagai alasan, ada apa dengan dia?”

“Ibumu sudah beberapa kali mencariku, dia memarahiku.... kodok jelek.... ingin makan daging angsa, aku ”

Meng Qi-fang memotong kata-kata Peng Zhi-xiao, “Jangan teruskan kata-katamu, semua ini hanya gossip untuk membohongiku! Bukan kau yang ingin makan daging angsa, melainkan daging angsa yang masuk kedalam mulutmu. Kau masih mengatakan bau amis?”

“Aku ”

“Dengarkan aku!” Biarpun Meng Qi-fang masih marah, tapi suaranya berubah, berubah menjadi ramah dan lembut. “Kakak Peng, sewaktu kau baru datang kemari, kau dipandang remeh oleh orang-orang, akulah yang membantumu. Tahun lalu kau sakit, aku yang menyuruh tabib datang dan memasakkan obat untukmu, kau kira aku adalah pelayan? Aku adalah anggota keluarga Meng, Nona Meng ”

“Kebaikan Nona aku ”

“Jangan bicara dulu! Aku benar-benar tulus kepadamu, kecuali tubuhku, semua sudah kuberikan kepadamu. Tubuh ini sudah kuberikan kepadamu, kau sendiri yang tidak menginginkannya. Sekarang kau sudah sukses, kau malah melupakanku. Beberapa hari ini kau juga tidak mencariku, kelakuanmu ini apakah benar?”

“Nona, dengarkan aku dulu, aku juga ”

Meng Qi-fang memotong kata-katanya lagi, dia menahan emosinya dan berkata, “Baiklah, aku akan mendengarkanmu, dengan cara apa kau akan membohongiku lagi?”

Peng Zhi-xiao dengan pelan-pelan menelan ludahnya dan berkata, “Nona, aku bisa mendapatkan perhatian Nona, benar-benar sangat beruntung. Aku pun ingin berteman dengan Nona, tapi aku tidak bisa, ibumu ”

“Ada apa dengan ibuku?”

“Semua berada disana, apakah aku masih ada cara lain?” “Baiklah, katakan saja!” kata Meng Qi-fang.

Peng Zhi-xiao berkata, “Sewaktu aku baru sembuh dari sakit, Nyonya memanggilku, beliau mengatakan bahwa aku ini kodok jelek ingin memakan daging angsa, dan memerintahkan bahwa aku tidak boleh mencari Nona lagi. Waktu itu aku mengatakan bahwa Nona sendiri yang datang mencariku, itu lebih-lebih membuat Nyonya menjadi marah hampir saja aku dibunuhnya. Nyonya Meng mengatakan kelak aku tak diijinkan bertemu lagi dengan Nona bahkan tidak boleh berbicara dengan Nona. Bila aku tidak menurut, maka aku akan diusir dari kantor Biao. Nona, aku mana berani. ”

“Jadi, dengan segala cara kau bersembunyi dariku! Mengapa kau secara sembunyi- sembunyi mengajakku bertemu?

“Aku tidak berani.”

Meng Qi-fang marah dan berkata, “Kau sangat penakut tapi kau menggoda pelayan ibuku yang bernama Chun Hong, kau begitu baik kepadanya.”

“Aku tidak ”

Kata Meng Qi-fang, “Apakah kau tidak mengakuinya, aku mencari Chun Lan dan juga bertanya kepada Chun Hong, dia mengakuinya, kau masih berani berbohong kepadaku?”

“Nona ” “Sudah, jangan banyak bicara lagi, antara aku dan Chun Hong, siapa yang lebih baik?” “Dia tidak pantas bersaing dengan Nona.”

“Itu sudah pasti, tapi kenapa kau begitu baik kepadanya? Sekarang aku berada disini, apakah kau juga akan baik kepadaku? Coba aku ingin dengar?”

“Aku tidak berani.”

“Apakah aku akan memakanmu? Cepat kemari!”

Meng Qi-fang melihat Peng Zhi-xiao maju susah mundur pun susah, dia merasa senang. Segera dia membentangkan kedua tangannya dan mendekati Peng Zhi-xiao.

Biarpun Peng Zhi-xiao kaget tapi dia juga membentangkan kedua tangannya lebar- lebar. Tapi dia tetap merasa takut, dan melihat kesekelilingnya.

Di dalam kegelapan ada bayangan seseorang yang sedang berjalan ke arah mereka. Peng Zhi-xiao memegang pundak Nona Meng dan berkata, “Nona, ada orang datang!”

Meng Qi-fang masih seperti tenggelam dalam suasana itu, dia berkata, "Jangan bohong, aku ”

Tapi dia juga mulai mendengar ada suara langkah seseorang, ada yang datang dan jaraknya sudah dekat.

Peng Zhi-xiao berkata, “Nona, aku harus pergi!” Segera dia menghilang dalam kegelapan.

Hati Meng Qi-fang kesal, dengan marah dia hanya berdiri disana. Orang yang datang itu tubuhnya tidak tinggi.

Meng Qi-fang belum pernah melihat orang itu. Dia ingin melampiaskan kemarahannya kepada orang itu.

Segera dia bersembunyi di dalam kegelapan.

Begitu orang ini tiba di depannya, dia keluar dan membentak, “Siapa kau! Berani jalan- jalan dibelakang rumahku!” Orang itu terpaku, segera dia berkata, “Ternyata adalah Nona, aku minta maaf, aku tidak tahu bahwa Nona berada disini.”

Meng Qi-fang marah dan berkata, “Aku tanya, siapa kau ini?”

“Aku adalah Rong Yu Liang, aku orang baru. Hari ini aku sedang piket dan aku datang kesini untuk memeriksa, tidak sengaja bertemu dengan Nona, aku minta maaf.”

Suaranya merdu dan sangat enak didengar, orangnya begitu sopan, kemarahan Meng Qi-fang menjadi sulit dikeluarkan.

Tiba-tiba dia baru melihat lawan bicaranya adalah seorang pemuda yang tampan. Wajahnya tampan, bibirnya merah, giginya berwana putih, jika dipandang dari segi laki- laki dia terlalu kurus dan pendek, tapi semua ini membuat dia terlihat lebih tampan lagi.

Hati Meng Qi-fang tergerak, nada bicaranya pun berubah, dia bertanya lagi, “Kau adalah orang Biao yang baru, kau bernama Rong ”

“Aku bernama Rong Yu Liang.”

“Mengapa aku tidak pernah bertemu denganmu?”

“Nona adalah gadis baik-baik, mana bisa melihat kami, orang yang kasar begini.”

Meng Qi-fang tertawa dan berkata, “Kau sangat pandai bicara, aku lihat kau bukan orang kasar, berapa umurmu?”

“Aku baru berumur delapan belas tahun.”

“Umur yang masih belia, mengapa masih begitu muda sudah menjadi orang kantor Biao? Benar-benar sangat mengagumkan."

“Terima kasih atas pujian Nona, aku malu menerimanya.”

“Jangan sungkan, aku selalu berbicara apa adanya.” Meng Qi-fang tertawa. Tiba-tiba dia bertanya lagi, “Rumahmu dimana? Di rumahmu masih ada siapa lagi?”

“Sejak kecil ibu dan ayahku sudah meninggal. Aku ikut dengan orang yang menjual jasa ilmu silat dan berkelana di dunia persilatan, belajar ilmu silat dari guru tidak bernama. Kebetulan kantor Biao sedang mencari orang, aku mengira pekerjaan ini adalah pekerjaan halal maka aku ingin bekerja disini.” “Menjual silat berkeliling di dunia persilatan pun bukan hal yang mudah. Kau menguasai ilmu silat yang begitu bagus, benar-benar tidak mudah.” Meng Qi-fang bertanya lagi, “Apakah kau sudah berkeluarga?”

Rong Yu Liang merasa Nona Meng ini sangat lucu, dia menjawab, “Aku adalah orang persilatan, tidak berani memikirkan hal untuk berkeluarga.”

“Itu lebih baik. ”

Rong Yu Liang ingin tertawa, dia berkata, “Apa maksud Nona?”

Meng Qi-fang terdiam sebentar kemudian berkata, “Anak muda harus terus menambah ilmu dan ada semangat untuk maju. Jangan masih muda sudah memikirkan ingin berkeluarga.”

“Terima kasih atas nasehat Nona. Kalau tidak ada pesan lain, aku permisi pergi.”

Selesai berkata, Rong Yu Liang bersiap-siap akan meninggalkan tempat itu tapi Meng Qi-fang berteriak, “Tunggu sebentar!”

“Ada perlu apa lagi, Nona?”

“Tidak ada hal penting, hanya malam ini aku sedang sedikit kesal, aku ingin berjalan-

jalan tapi juga merasa takut, kau temani aku bagaimana?”

Rong Yu Liang tampak ragu dan berkata, “Hari ini aku sedang piket, sepertinya tidak bisa.”

“Aku juga tidak akan pergi kemana-mana hanya berjalan-jalan di taman belakang, apakah ini akan mengganggumu?”

Kemudian tampak dua bayangan orang, yang satu berada di depan dan yang satu berada di belakang, mereka masuk ke taman bunga belakang.

Taman bunga itu banyak pohon, rumput dan bunga dan masih ada gunung buatan dan jembatan yang berliku-liku, di kolam banyak bunga teratai.

Rong Yu Liang mengikuti Meng Qi-fang dari belakang, hatinya bergetar, dia merasa tidak tenang.

Tiba-tiba Meng Qi-fang berteriak dan dengan cepat mundur kebelakang. Rong Yu Liang juga kaget, belum tahu apa yang terjadi dia sudah bertabrakan dengan Meng Qi-fang.

Lehernya dipeluk oleh Meng Qi-fang, harum dari kosmetik menusuk hidungnya. Rong Yu Liang bertanya, “Ada apa, Nona?”

Dia tidak menjawab, hanya menempelkan tubuhnya ke badan Rong Yu Liang. Hanya sebentar Rong Yu Liang sudah tahu apa yang dia inginkan, tapi Rong Yu Liang tidak bisa berbuat apa-apa, hanya tertawa kecut.

“Ular.... ada seekor ular beracun ”

Setelah lama Meng Qi-fang melihat Rong Yu Liang tidak bereaksi, dia hanya berkata seperti itu. Tapi tangannya tetap tidak lepas dari leher Rong Yu Liang.

“Tidak perlu merasa takut,” kata Rong Yu Liang, “Ular pun takut kepada manusia, sejak tadi dia sudah lari jauh.”

Kata Meng Qi-fang, “Kau tidak merasa takut, tapi aku takut. Bila tidak percaya, coba kau raba dadaku, masih berdetak masih dengan sangat kencang.”

Tangan Rong Yu Liang bergerak sebentar tapi tidak diangkat. Dia tetap tertawa dengan kecut.

Meng Qi-fang tampak kecewa dan berkata, “Rabalah dadaku, kenapa kau tidak mau meraba?”

“Nona, aku ” benar-benar membuatnya menjadi serba salah.

Meng Qi-fang malah tertawa dan berkata, “Melihatmu seperti itu benar-benar seperti seorang gadis. kau takut apa, aku tidak akan menyalahkanmu.”

Rong Yu Liang terkejut mendengar kata-katanya.

Meng Qi-fang sudah menarik tangannya dan meletakannya di dadanya. Di bawah tangannya terasa jantung Meng Qi-fang berdetak, dia merasa malu dan hatinya pun bergetar.

Untung hari sudah gelap, tidak ada yang bisa melihat keadaan ini. “Nona....” Rong Yu Liang terkejut dan berteriak, dia juga berontak dari genggaman tangan Meng Qi-fang dan mundur beberapa langkah.

Meng Qi-fang tertawa manja dan berkata, “Seorang pemuda memiliki tangan begitu kecil seperti tanganku, tanganmu lembut seperti tidak bertulang.”

Rong Yu Liang menenangkan dirinya dan berkata, “Nona, kalau tidak ada keperluan lain, aku harus meronda lagi.”

Kata Meng Qi-fang, “Tidak, kau tetap disini menemaniku.” “Tidak, aku merasa sedikit takut. ”

“Kau takut apa? Aku tidak akan memakanmu.”

“Aku bukan takut kepada Nona, tapi aku takut dilihat oleh orang.... aku tidak bisa menerima perlakuan Nona.”

“Aku yang suka, orang lain tidak mempunyai hak mengurus hal ini!”

“Nona, sekarang adalah waktu piket bagiku, aku tidak ingin dipecat. Mohon Nona mau memaafkanku, aku permisi.”

“Tunggu, kalau begitu, besok sore temani aku bermain di Gunung Wu Quan. Aku menunggumu dikaki gunung sore hari.”

Rong Yu Liang menggelengkan kepala dan berkata, “Tidak, aku tidak bisa pergi. ”

Meng Qi-fang marah dan berkata, “Kau berani tidak mendengar kata-kataku, apakah kau takut? Baiklah, aku akan berteriak dan memberitahu yang lain bahwa kau sudah menggodaku.”

Segera Rong Yu Liang berkata, “Jangan, Nona ”

“Kalau begitu datang menemuiku.”

Rong Yu Liang ragu kemudian berkata, “Baiklah aku pasti akan datang.” Meng Qi-fang tertawa senang....

= ooOOOoo = Wu Quan Shan berada di sebelah selatan kota Lan Zhou. Di gunung ini banyak air terjun, pemandangannya sangat indah dan alami.

Meng Qi-fang masih muda, dia merasa sangat kesepian. Sewaktu Peng Zhi-xiao baru datang dan bekerja di kantor Biao, Meng Qi-fang melihat dia yang masih begitu muda, apalagi berilmu silat tinggi. Dalam hati timbul rasa cinta.

Meng Qi-fang yang mendekatinya pertama kali, mereka mengobrol di bawah sinar bulan. Mereka melewati hari-hari yang indah, tapi ibu Meng Qi-fang, yaitu Du Xiang Juan melihat kelakuan Peng Zhi-xiao terhadap Meng Qi-fang hanya ingin menjilat saja.

Perasaannya tidak tulus karena itu beberapa kali dia melarang Meng Qi-fang berteman dengan Peng Zhi-xiao.... sudah beberapa bulan ini Peng Zhi-xiao menjauhi Meng Qi- fang karena larangan Du Xiang Juan.

Sebenarnya sifat Du Xiang Juan sangat ramah. Dikantor Biao Zhen Yuan dia disukai dan dihormati oleh anggotanya.

Anak-anaknya sendiri tidak takut kepada ayahnya yang berwibawa yaitu Meng Ju- zhong. mereka malah kagum kepada ibunya yang ramah dan anggun.

Bahkan Meng Qi-fang yang bersifat genit, sejak dia tahu ibunya melarang dia berhubungan dengan Peng Zhi-xiao, dia terpaksa harus hati-hati dalam bertindak.

Wajah Rong Yu Liang lebih tampan dari Peng Zhi-xiao. Biarpun dia kurang jantan, malah terlihat agak kewanitaan tapi juga mudah membuat anak gadis jatuh hati.

Meng Qi-fang mencintai Peng Zhi-xiao tapi karena tidak ada harapan lagi, otomatis dia menjatuhkan perasaan ini kepada Rong Yu Liang, ini sangat alami.

Setelah makan malam Meng Qi-fang dengan perasaan senang sampai di gunung Wu Quan Shan.

Karena di kantor Biao dia tidak melihat Rong Yu Liang, dia mengira Rong Yu Liang sudah tiba lebih dulu digunung Wu Quan. Begitu sampai disana, dia langsung mencarinya.

Begitu dia keluar dari kuil kuno itu, hari sudah malam.

Hatinya tiba-tiba berpikir, “Perjanjiannya kami akan bertemu di kaki gunung, kenapa aku malah berputar-putar disini?” dengan cepat dia turun lagi. Dikaki gunung itu tetap tidak melihat bayangannya.

Hari sudah malam, bulan sudah menggantung diatas langit. Meng Qi-fang dengan sedih naik lagi ke atas gunung.

Tiba-tiba di hutan belakang terlihat sesosok bayangan. Bentuk tubuhnya sangat luwes. Meng Qi-fang mengira itu adalah Rong Yu Liang.

“Baiklah, kau sudah membuatku berkeliling digunung ini mencarimu, tapi kau diam disini, aku akan menghukummu!”

Dia melayang terbang ke atas pohon pinus, dari balik dedaunan dia mengintip gerak gerik orang itu....

Hanya sebentar orang itu sudah berjalan, Meng Qi-fang tetap bersembunyi. Tiba-tiba ada sesosok bayangan turun dari pohon.

“Siapa!” Orang itu marah dan membentak, kepalanya menunduk, kemudian dengan jurus Badak Menatap Bulan menyambut serangan yang dilontarkan.

Kedua telapak tangan beradu, serangan musuh bisa dihindari, kemudian dia menyerang lagi dengan tangan kanannya sebagai pengganti golok.

Tiba-tiba dia melihat itu adalah seorang gadis, segera dia menarik kembali serangannya, dan membentak, “Siapa kau! Mengapa menyerangku?”

Tangan kanan Meng Qi-fang terasa kaku, pergelangan tangannya terasa sakit, merasa yakin bahwa orang itu bukan Rong Yu Liang, dia malah bertambah marah, dia membentak, “Kau, kau bertanya siapa aku, kenapa kau sendiri memalsukan identitas orang lain?”

Orang itu terpaku dan menjawab, “Aku sedang berjalan di jalan yang aku inginkan, memangnya kenapa?”

“Aku sedang menunggu Tuan Rong, dia berjanji akan menemuiku disini dan kami akan bermain disini, dia tidak datang, malah kau yang memalsukan identitasnya ”

Meng Qi-fang sadar sejak tadi dia sudah melantur bicara, dia sulit untuk meneruskan kata-katanya lagi, Sekarang orang itu malah ingin tertawa, orang itu tahu bahwa gadis ini adalah gadis yang setia, dia pun tidak marah lagi dan berkata, “Ternyata kau sudah salah melihat orang, sudahlah, sekarang kau pergi saja!”

Meng Qi-fang melihat laki-laki itu begitu mudah memaafkan dia, Meng Qi-fang menjadi lebih marah, dengan dingin dia berlata, “Apakah kau tidak marah lagi? Apakah aku kelihatan takut dimarahi orang?”

Orang itu ikut marah dan berkata, “Mengapa kau sangat tidak tahu aturan?”

“Tahu aturan tentang apa? Di Lan Zhou tidak ada seorang pun yang berani berkata seperti itu kepadaku, kau pasti dari luar Lan Zhou, benar-benar tidak sopan, aku harus mengajarkan sopan santun kepadamu!”

Orang itu berusaha menahan emosinya, dia berkata, “Sudahlah, ilmu silatmu hanya begitu saja selalu bicara omong kosong, lebih baik kau pergi, hari ini aku sial bertemu dengan ”

“Lihat pukulanku!” Meng Qi-fang tidak menunggu orang itu selesai bicara, dia sudah mengeluarkan jurus Naga Hijau Keluar dari Gua, dengan kepalan tangannya dia menyerang orang itu.

Walaupun orang itu berusia sekitar 27-28 tahun, tapi ilmu silatnya sangat tinggi, melihat lawannya menyerang, dia langsung mengeluarkan dua jurus gerakan untuk menahan serangan Meng Qi-fang, diapun mulai menyerang ke arah dagu gadis itu.

Meng Qi-fang melihat lawannya tidak bisa dianggap remeh, jurus yang dikeluarkan sangat cepat dan keras, dia merasa terkejut, segera dia mengeluarkan pedangnya dan membentak, “Anak kecil, kali ini nenekmu akan memperlihatkan ilmu Zhui Hun Duo Ming-jian, untuk memberimu pelajaran.”

Zhui Hun Duo Ming-jian adalah jurus yang berasal dari perkumpulan Kong Tong, di dunia persilatan, perkumpulan ini termasuk enam besar, jurus yang dikeluarkan sangat ganas, aneh dan cepat, selama puluhan tahun perkumpulan ini berjaya di dunia persilatan.

Orang itu sepertinya sudah tahu identitas Meng Qi-fang, dia tidak ingin bertarung dan meladeni kemauan Meng Qi-fang, tapi hatinya sudah terlanjut kesal, dengan tertawa dingin dia berkata, “Apakah kau mengancamku? Laki-laki jantan tidak akan mau bertarung dengan seorang perempuan, aku tidak sudi bertarung denganmu, karena meskipun aku menang, itu tidak bisa dikatakan sebagai sifat seorang pendekar, tapi bila kau bersikeras untuk mencobanya, boleh-boleh saja, dengan tangan kosong aku akan menerima seranganmu!”

“Kau cari mati!” Meng Qi-fang sangat marah, pedang sudah diayunkan, hanya terlihat kilauan pedang yang membentuk lingkaran perak.

Orang itu sepertinya sudah tahu jurus Meng Qi-fang, dia tidak tergesa-gesa menahan serangannya.

Begitu ujung pedangnya sudah mendekat, kakinya digerakkan dengan gerakan Ni Yun Bu Fa (Kaki Menjepit Awan) dengan cepat menghindar.

Tapi lawannya sudah menarik pedang, dengan cepat, tangan kanannya bergerak memukul tangan lawan. Meng Qi-fang terkejut, dia meloncat kebelakang.

Dalam hati dia berpikir, “Orang ini menggunakan jurus apa? Mengapa dia sangat mahir memainkan pedang dan golok?”

Walaupun dalam keadaan kaget, tapi tangannya tidak diam, setiap jurus yang dikeluarkan lebih ganas dari jurus sebelumnya.

Tapi gerakan badan orang itu sangat aneh. Jurus-jurus yang datang dengan mudah dihindari atau ditangkis. Sebenarnya dia bisa mengambil kesempatan untuk menyerang, gerakan yang aneh, tidak terbayangkan.

Meng Qi-fang hanya bisa mundur.

Pertarungan mereka sudah berlangsung sebanyak dua puluh jurus lebih. Meskipun Meng Qi-fang memegang pedang tapi dia dipaksa hanya berkeliling, walaupun dia mempunyai sifat ingin selalu menang, tapi sekarang dia mulai merasa takut, dahi dan telinganya mulai berkeringat, untungnya orang itu tidak menyerang, dia hanya bertahan dan membuat Meng Qi-fang mundur, walaupun dia merasa kaget tapi dia tidak merasa nyawanya terancam.

Tapi Meng Qi-fang tidak mau menerima kekalahan begitu saja, dia marah dan berteriak, “Bocah tengik, bunuh dulu nenekmu ini!”

Dengan santai orang itu berkata, “Bukankah tadi sudah kukatakan, hari ini aku bertemu denganmu, ini merupakan nasib sialku, bila kau menerima kekalahan ini, pergilah, aku tidak akan menyulitkanmu lagi!” Tiba-tiba dari pinggir ada seseorang yang berkata, “Siapa yang ingin menjadi Lao Da disini, di Lan Zhou tidak ada seorang pun yang membiarkanmu menjadi sombong!”

Meng Qi-fang sangat senang dan berteriak, “Kakak, cepat kemari! Orang ini telah menghinaku, dan aku pun sudah kalah bertarung dengannya, cepatlah kesini untuk membalas dendam!”

Orang yang datang itu tidak lain adalah si playboy Meng Shao-hui.

Selama beberapa hari ini Meng Shao-hui berkeliling disekitar kediaman Qing, tapi dia tidak pernah bertemu dengan Qing Li Hua, hatinya panas seperti dibakar api, seperti rasa gatal tapi tidak bisa digaruk, kadang-kadang dia ingin sekali masuk ke dalam kediaman Qing untuk menemui Qing Li Hua, tapi Yi Zhang Qing Che Ling Yun sangat galak, pecut yang dimainkannya sangat lincah dan mahir, siapa yang berani mencoba melawannya?

Memang dia yakin ilmu silatnya lebih tinggi dari Yi Zhang Qing, tapi ini bukanlah suatu pertarungan yang baik, memiliki ilmu silat yang lebih bagus pun percuma saja. Apakah dia harus dipukul dulu oleh mertua baru bisa menemui calon istrinya?

Karena itu dengan perasaan dongkol dia pulang kerumahnya. Dia berjalan kesana dan kesini, akhirnya dia menemukan suatu ide, dengan uang sebanyak beberapa tail dia bisa menyogok seorang mak comblang dan masuk ke kediaman Qing kemudian memberitahu Qing Li Hua supaya dia menginap di rumah bibinya, kemudian pulangnya menemui Meng Shao-hui di Wu Quan Shan.

Ternyata Che Ling Yun tetap waspada, sebelum matahari terbenam, dia sudah menjemput putrinya dirumah kakak perempuannya.

Meng Shao-hui tidak mengetahui hal ini, dia masih terus menunggu di Wu Quan Shan.

Hari sudah malam, Qing Li Hua tetap tidak muncul, terpaksa dia turun gunung, tiba-tiba dia mendengar ada yang bertarung, hatinya merasa tidak enak, dengan terburu-buru dia mendatangi suara itu.

Wajah Meng Shao-hui dingin seperti air, dia berkata, “Seorang laki-laki bertarung dengan seorang perempuan, walaupun menang hal itu bukan merupakan suatu kebanggaan.”

Orang itu menimpali, “Kau hanya tahu sebagian masalah ” Meng Shao-hui memotong kata-katanya, “Apakah aku tidak melihatnya? Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, kau menghina perempuan, apakah kau masih memiliki alasan lain?"

“Aku melewati tempat ini, benar. ”

“Jangan banyak bicara lagi, aku tidak peduli dengan alasanmu, asal kau meminta maaf kepada adikku dan adikku tidak marah lagi, kau boleh pergi dari sini!”

Orang itu hanya tertawa dan berkata, “Benar-benar sial punya adik semacam itu, pasti kakaknya pun bertabiat sama, sama-sama sombong, walaupun sebenarnya aku tidak berniat menjadi jagoan di Lan Zhou, aku tidak akan meminta maaf, apakah Tuan mau bertarung denganku? Silakan, aku akan melayanimu!”

“Benar-benar laki-laki sejati, aku kagum kepadamu,” kata Meng Shao-hui, “Tidak perlu menggunakan pedang atau golok, kita bertarung hanya dengan tangan dan kaki, bila Tuan menang, aku jamin di daerah Lan Zhou tidak ada seorang yang akan menggangu Tuan.”

“Baiklah, semua ini ide dari Tuan, aku hanya menurut saja, silakan!”

Mereka mulai bergerak, hanya dalam sekejap, angin yang berasal dari telapak mulai terasa, bayangan kepalan tangan seperti bayangan hutan.

Ilmu silat mereka berdua sama tingginya, walaupun hari sudah malam dan sinar bulan tidak begitu terang, tapi mereka menyerang dan bertahan, setiap jurus yang dikeluarkan sangat teratur.

Ilmu silat Meng Shao-hui diturunkan dari keluarganya, ilmu ini berisi perubahan dari Zhui Hun Duo Ming-jian, kepalan tangan digerakkan sangat lancar dan teratur seperti awan yang berjalan dihembus angin, seperti air yang mengalir, antara satu jurus dan jurus yang lain saling menyambung, sehingga begitu pas dilihat.

Jurus silat yang dimiliki oleh orang itu cukup aneh juga. Jurus Shao-lin bercampur dengan jurus Lian Huan Quan, kadang-kadang dicampur dengan kepalan tangan milik Wu Dang, membuat orang-orang menjadi bingung melihatnya.

Hanya dalam waktu singkat mereka sudah melewati 50-60 jurus.

Biasanya ilmu silat Meng Shao-hui terlihat tinggi, sekarang dia hanya bisa berjaga dan bertahan, dia tidak leluasa menyerang. Meng Qi-fang melihat kakaknya terdesak dan hampir kalah, dia sangat marah dan berteriak, “Bocah tengik, kau memakai jurus apa? Berantakan sekali!”

Meng Shao-hui mengeluarkan sebuah jurus untuk menyerang, dengan cepat orang itu mengganti dengan jarinya sebagai pengganti pedang menyerang ke arah Meng Shao- hui.

Meng Shao-hui menarik kembali kepalan tangannya, tapi semua itu sudah terlambat, tangannya mulai kaku.

Ternyata nadi yang berada di bahunya ternyata sudah tertotok, dia sangat terkejut dan berteriak, kemudian dia tertotok di satu tempat lagi. Dia hampir saja jatuh.

Pemuda itu tidak menyerangnya lagi, dia hanya berkata, “Maaf.”

Meng Shao-hui merasa malu, wajahnya berubah menjadi merah, melihat adiknya memegang pedang dan ingin menyerang pemuda itu, dia berteriak, “Adik, jangan sembarangan menyerang!”

Meng Shao-hui memberi hormat dan berkata, “Ilmu silat Tuan sangat bagus, aku mengaku kalah, siapakah nama Tuan? Kiranya bisa memberitahu kepada kami.”

“Apakah kau ingin membalas dendam lagi?”

“Tidak, aku sudah salah, salah mengira Anda, tadi aku sudah bersikap sombong, harap Tuan mau memaafkan kami, aku hanya ingin tahu nama Tuan dan ilmu silat yang dipakai oleh Tuan adalah jurus apa?”

“Aku bernama Qi Hua Yang, dijuluki dengan Pin Ming Er Lang (meminta dua nyawa). Siapa guruku, maaf aku tidak bisa mengatakannya di depan kalian.”

Meng Shao-hui terkejut dan berkata, “Ternyata Tuan adalah Pendekar Qi, tidak perlu bicara lagi, gurumu adalah Tamu Berbaju Hijau, Tetua Ma!”

Kata Qi Hua Yang, “Tuan benar-benar sangat luas pengetahuannya.”

"Pin Ming Er Lang sangat terkenal di dunia persilatan, semua orang pun tahu tentang dia. Ada keperluan apa sehingga Pendekar Qi bisa datang ke Lan Zhou?”

“Siapakah Tuan ini. ”

“Aku adalah Meng Shao-hui, dia adalah adikku, Meng Qi-fang.” Qi Hua Yang dengan cepat berkata, “Ternyata kalian adalah kakak beradik Meng, aku harus meminta maaf kepada kalian.”

= ooOOOoo =

Di sebuah rumah kecil.

Keadaan di dalam rumah sangat sederhana, hanya ada beberapa perabot rumah yang buatannya sangat kasar, tapi semua itu terlihat bersih. Jendela dan meja sama sekali tidak berdebu.

Rong Yu Liang menyewanya dengan harga beberapa tail perak. Dia hanya menginginkan tempat sepi, beberapa hari ini kecerewetan Meng Qi-fang membuatnya merasa lelah, menghindar adalah cara yang paling baik.

Sekarang di dalam kamar, lampu hanya sebesar biji kacang, menyinari bayangan dua orang, dia sedang mengobrol dengan seorang gadis.

Bajunya berwarna ungu, dia lembut dan tampak pendiam, hanya wajah dinginnya membuat orang tidak berani menatapnya secara langsung.

Orang-orang menjuluki dia dengan sebutan Xue Zhong Yan (Burung Yan Dalam Salju), dia bernama Ma Xiu-juan.

“Aku mencarimu dua hari yang lalu di Lan Zhou, tidak disangka kau malah bersembunyi di kantor Biao Zhen Yuan.”

Dengan tertawa kecut Ma Xiu-juan menggelengkan kepalanya, kemudian dia berkata lagi, “Katanya rumahmu sudah terjadi suatu musibah, ini sungguh mengejutkanku, aku takut kau.... siapa yang sangka kau berada di kantor Biao Zhen Yuan untuk bekerja disana.”

Rong Yu Liang tertawa dan berkata, “Maaf, kau sudah repot-repot mencariku, keluargaku sudah hancur dan semua sudah meninggal. Aku masuk kekantor Biao Zhen Yuan pun karena terpaksa ”

“Walaupun kami ayah dan anak hidup susah, tapi bila ditambah dengan dirimu pun, untuk makan dan minum masih cukup.”

“Tidak, aku adalah ” “Kau jangan mengatakan bahwa aku tidak mengerti dengan keadaanmu, tolong jelaskan alasanmu, mengapa kau tidak mau tinggal di rumahku?”

Rong Yu Liang melihat wajah Ma Xiu-juan, dia tahu bila dia tidak jujur kepada Ma Xiu- juan, akan terjadi kesalahpahaman diantara mereka.

Dia tampak ragu, kemudian dia berdiri membuka pintu kemudian melihat ke kiri dan ke kanan, setelah itu dia menutup pintu, kembali ke tempat duduk. Gerakannya tampak begitu misterius dan sangat berkati-hati.

Ma Xiu-juan tampak merasa aneh dan bertanya, “Kau ini kenapa?”

“Ini menyangkut masalah besar, kita harus berhati-hati.” Rong Yu Liang menghela nafas dan berkata, “Kakak Juan, apakah kau tahu siapa musuh yang sudah menghancurkan keluargaku?”

“Aku bukan peramal nasib, aku tidak bisa menebaknya, apakah kau sudah mengetahui siapa

orang itu?”

“Benar, aku sudah mengetahuinya.” “Siapakah dia?”

“Meng Ju-zhong.”

Ma Xiu-juan menjadi bengong mendengar jawaban dari Rong Yu Liang (Liang Yu-rong), kemudian dia tertawa dan berkata lagi, “Apakah kau sudah gila, bila kau menyebut nama orang lain, mungkin aku masih bisa percaya, tapi kalau Pendekar Meng, siapa pun tidak akan mempercayainya.”

“Mengapa?”

“Di Lan Zhou, atau daerah utara lainnya, di dunia persilatan ini, semua orang tahu bahwa dia adalah seorang yang baik dan dermawan, dia dijuluki dengan Jin Chi Da Peng (Burung Emas Bersayap Besar).

Julukan yang indah ini bukan hanya untuk memuji ilmu silatnya yang bernama Zhui Hun Duo Ming-jian, tapi juga karena dia memiliki hati nurani ingin membantu setiap orang, dia membantu orang dengan menyumbangkan uang, karena itu ” Rong Yu Liang memotong kata-katanya dan berkata, “Dia berpura-pura menjadi orang baik, sebenarnya dia adalah setan penghisap darah, serigala berbulu domba.”

Ma Xiu-juan menggelengkan kepalanya dan berkata, “Jangan bicara lagi, sejak kecil kau selalu berpikir semua masalahmu tidak sama dengan orang lain, sampai sekarang pun kau tidak berubah, aku takut kau hanya salah perkiraan kepadanya, aku ingin bertanya kepadamu, apakah kau sudah mempunyai bukti?”

“Ada!”

“Apakah benar?”

“Kakak Juan, sebenarnya aku pun berharap aku salah tafsir kepadanya, tapi ini adalah hal sebenarnya, aku ”

Rong Yu Liang mendekatkan mulutnya ke telinga Ma Xiu-juan dan mulai menceritakannya dari awal....

Terlihat wajah Ma Xiu-juan seperti awan di musim gugur, hanya dalan sekejap dia berubah, akhirnya dia mengangguk dan berkata, “Kata-katamu masuk akal juga, kalau memang benar seperti itu, kau tidak bisa tinggal di kantor Biao Zhen Yuan.”

“Mengapa?”

“Bila memang dia yang melakukan semua ini, kau berada disini apa gunanya?”

“Mencari bukti, kemudian menelanjangi dia, membuka topeng baiknya, membasmi orang jahat yang meracuni dunia persilatan.”

Ma Xiu-juan menggelengkan kepalanya dan berkata, “Bila membuat rencana, itu sangat mudah, tapi marga Meng itu di Lan Zhou adalah orang nomor satu, kekuasaannya dimana-mana, walaupun kau sudah mempunyai bukti, apakah akan ada yang percaya kepadamu?”

“Tidak, aku percaya aku bisa membongkar kejahatannya, dia membunuh temannya di depan orang-orang.”

“Hanya mengandalkan dirimu sendiri?” “Benar!” “Jangan bercanda! Kau hanya ingin membalas dendam walaupun tubuhmu terbuat dari besi, berapa kuat tubuhmu bisa menopang semua beban ini? Bila kecurigaanmu benar, berarti bila kau terus berada dikantor Biao Zhen Yuan ini akan berbahaya bagimu. Lebih baik ikut pulang ke rumahku, dendam ini kita tangguhkan dulu.”

"Tidak, aku tidak akan pergi, dengan susah payah aku bisa masuk ke dalam kantor Biao ini, apakah aku harus meninggalkannya begitu saja?”

Ma Xiu-juan tertawa dengan kecut kemudian dia menggelengkan kepalanya lagi, dia berkata, “Kau benar-benar keras kepala. ”

Kata-katanya belum habis, dia sudah mencium adanya wewangian yang menusuk hidung, dia bersin dua kali, kepalanya langsung terasa pusing dan tubuhnya terasa lemas, ingin berdiri pun tubuhnya sudah tidak bertenaga, tak lama kemudian dia pun terjatuh di bawah tempat tidur.

Rong Yu Liang pun roboh ke bawah ranjang.

Tiba-tiba ada yang membuka pintu, begitu masuk dia seperti setan, kemudian dia membalikkan badan untuk mengunci kamar.

Orang yang datang itu sangat lincah, dengan bajunya yang berwarna biru laut ketat, wajahnya masih muda dan tampan, tapi terlihat wajahnya adalah wajah yang menyesatkan.

Dia adalah Yi Zhi Mei, Zhou Shi-lan.

Dia melihat Ma Xiu-juan yang terjatuh di sisi ranjang dan tertawa, “Si Cantik, akhirnya kau tidak bisa lari lagi dari genggamanku.”

Dia melihat Rong Yu Liang yang roboh di pinggir dan berkata, "si bocah tengik ini bernasib baik. Gadis yang begitu cantik mengantarkan dirinya ke depanmu, tapi kau hanya mengobrol saja, sekarang biarkan aku yang menikmatinya, setelah merasa cukup baru giliranmu.”

Segera dia menggendong Xiu-juan ke atas ranjang. Dia terus mengecupi Wajahnya, kemudian mulai membuka baju Ma Xiu-juan.

Zhou Shi-lan sangat senang, segera dia... Tapi terdengar ada yang mengetuk pintu, ada suara yang berkata, "Rong Yu Liang, kau jangan berpura-pura, aku tahu kau baru pindah kesini. Hari belum terlalu malam, kau pasti belum tidur, bukalah pintu ini!”

Ini adalah suara Meng Qi-fang.

Zhou Shi-lan sangat hafal dengan suara Meng Qi-fang. Pernah beberapa kali dia mengejar Meng Qi-fang tapi tidak dianggap olehnya.

Tapi apa boleh buat karena dia adalah anak kesayangan Meng Ju-zhong, dia tidak berani berbuat keterlaluan kepadanya. Sekarang Meng Qi-fang datang dan ini membuatnya merasa kaget, entah apa yang harus dia lakukan?

Meng Qi-fang mendengar tidak ada yang menyahut, dia mulai merasa curiga. Dari balik bajunya dia mengeluarkan sebuah pedang pendek dan mulai membongkar pintu kamar.

Pintu terbuka, dia tertawa tapi kemudian dia terkejut karena jendela dibelakang terbuka lebar. Ada bayangan seseorang yang sedang keluar dari jendela dan berniat untuk melarikan diri.

Siapakah dia?

Meng Qi-fang bersuara keras. Pedang pendeknya dikeluarkan. Ada yang berteriak kesakitan tapi orang itu dengan cepat pergi dari sana.

Rong Yu Liang roboh di bawah bangku. Dia terguling. Di tempat tidur ada seorang gadis setengah telanjang, tapi sama sekali tidak bergerak.

“Ada apa sebenarnya?” Hati Meng Qi-fang panas dan marah, “Marga Rong, ternyata kau keluar dari kantor Zhen Yuan dan kesini hanya untuk menarik hati gadis lain. Gadis ini pun tidak tahu malu, sudah berdandan begitu cantik, begitu hari sudah malam, langsung masuk ke kamar laki-laki!”

Sekarang dia baru ingat apa yang telah terjadi tadi, wajahnya memerah dan dia sangat marah kepada Ma Xiu-juan yang masih pingsan, “Kalau bukan karena aku datang, kau sudah diperkosa, rasakan!”

Dia teringat kepada Rong Yu Liang yang masih pingsan, dalam hati dia terpaku, “Apakah dia

terluka ” Dengan terburu-buru dia berjalan menghampiri Rong Yu Liang dan membereskan kursi kemudian memeriksa keadaan Rong Yu Liang.

Dia berkata, “Untung dia hanya menggunakan wewangian murahan.”

Dia mengambil segayung air, dengan pelan dia menyiram ke wajah Rong Yu Liang. Dia juga memegang wajah Rong Yu Liang.

Rong Yu Liang segera tersadar dan mulai bergerak.

Meng Qi-fang menunggu selama setengah jam, Rong Yu Liang tetap tidak bergerak.

“Ada apa ini?” Meng Qi-fang tidak mengerti, dia memegang nadi Rong Yu Liang, nadi masih berdenyut dengan normal, nafasnya tetap stabil, dia menjadi kebingungan.

Dia menunggu lagi, akhirnya dia merasa tidak sabar.

Dalam hati dia berpikir, “Sepertinya dia tidak mengalami masalah, aku tidak perlu menunggu lagi. Besok aku akan membuat perhitungan dengannya.”

Dia sudah mengambil keputusan, kemudian membalikkan badan keluar dari kamar, tidak lupa dia melotot marah kepada Ma Xiu-juan.

Pintu kamar baru saja tertutup, mata Rong Yu Liang langsung dibuka.

Dia tertawa aneh, dia melihat ke arah pintu dan memastikan gadis itu sudah pergi, baru dia membersihkan air dari wajahnya....

Tidak lama kemudian, Ma Xiu-juan baru sadar.

Dia membuka kedua matanya, lalu terbengong-bengong kemudian tertawa dan berkata, “Kenapa tiba-tiba aku ketiduran....” kata-katanya belum habis, dia sudah melihat dia setengah telanjang.

Segera wajahnya memerah dan dengan cepat membereskan bajunya. Dia berkata, “Apa yang telah terjadi?”

Rong Yu Liang tertawa kecut dan berkata, “Seorang Xue Zhong Yan juga bisa jatuh disungai, kau sudahterkena wewangian orang lain.”

“Apa, kau bilang apa?” “Kau sudah terkena wewangian tapi kau belum tahu?”

Ma Xiu-juan baru ingat, sebelum dia pingsan dia sudah mencium wewangian, dia kaget hingga melotot dan berkata, “Bagaimana denganmu ”

“Aku sama seperti dirimu, terkena efek wewangian itu.” “. bagaimana kau bisa sadar?”

“Ada seseorang yang menolongku.”

“Siapakah dia? Mengapa kau malu mengatakannya kepadaku?”

Rong Yu Liang tampak ragu, kemudian dia menjawab dengan suara kecil, “Dia adalah putri Meng Ju-zhong, dia. ”

“Mengapa dia bisa datang kesini? Aku semakin bingung dengan keadaan ini, ada apa ini?”

“Dia....” Karena malu wajah Rong Yu Liang memerah, dia tidak bisa meneruskan lagi kata-katanya.

Ma Xiu-juan berpikir sebentar, tiba-tiba dia tertawa dan berkata, “Aku sudah mengerti, kau sedang bernasib baik, seorang putri dari keluarga Meng menyukaimu.”

Rong Yu Liang berkata, “Kau masih bisa bercanda.”

Ma Xiu-juan dengan dingin berkata lagi, “Aku tidak bercanda, tapi aku ingin memperingatimu, kalau Meng Ju-zhong benar orang dengan sifat yang kau katakan tadi... sebagai orang yang sering membunuh temannya sendiri, dia pasti orang yang sangat lihai, licik. Dengan tenagamu sendiri, kau tidak akan bisa menang dari dia, apalagi Meng Qi-fang adalah gadis yang terkenal dan tidak tahu aturan, dia menyukaimu, aku ingin bertanya kepadamu, kau bisa berpura-pura seperti ini berapa lama lagi? Kau benar-benar menantang bahaya. Ikutlah pulang denganku, minta kepada ayahku agar bisa menolongmu, bila ada ayahku, kau tidak terlalu beresiko menghadapi bahaya."

Rong Yu Liang tampak berpikir sebentar dan berkata, “Pendapatmu tidak salah, tapi dendam ini terlalu besar, mana bisa mengandalkan orang lain, apalagi Paman sudah lama mundur dari dunia persilatan, aku tidak mau karena diriku, dia terpaksa harus kembali, kemudian bergelimang dengan darah lagi. Kakak Juan, bukan aku tidak mau mendengar nasihatmu, aku seperti panah yang disiapkan di busur, aku terpaksa harus menghadapi bahaya ini, aku sudah tidak memikirkan hal lain lagi. ”

Sebuah sungai kecil mengalir melewati kuil itu, pagar jembatan yang diukir membentang di kedua sisi sungai itu.

Sepanjang sungai ditumbuhi dengan pohon Yang Liu, angin berhembus membuat daun-daun pohon Yang Liu seperti orang yang sedang menari.

Jalan berliku-liku hingga di depan kuil. Di dalam kuil penuh dengan patung dewa dan dewi,

ada pula patung Dewi Guan Yin, patung itu memiliki rambut yang indah dan wajahnya cantik, terlihat anggun dan megah.

Patung itu diletakkan di sebuah kolam teratai. Di kedua sisi patung itu terdapat patung Liong, di depan meja sembahyang ada beberapa orang biksuni yang sedang membaca doa.

Jauh lebih dalam tampak seorang biksuni yang usianya sudah setengah baya sedang duduk dan membaca doa, wajahnya merah, walaupun sudah mencapai usia setengah baya tapi dia masih terlihat cantik.

Bila dilihat dari luar sepertinya dia sedang membaca doa dan menenangkan diri, tapi bila dilihat dengan teliti lagi, kedua alis biksuni itu bergerak, tubuhnya pun tampak gemetar.

Di sisinya ada seorang pemuda tampan yang sedang bercerita dengan suara pelan....

“....Guru, kau jangan marah, aku menyuruh dua orang biksuni kecil itu keluar, sebab ada yang ingin kubicarakan dengan Guru.”

“Kau masuk ke kuil kami dan mengatakan ada perlu denganku, baiklah, apa yang ingin kau sampaikan, katakan saja, aku siap mendengarnya.”

Kata pemuda itu, “Guru, aku ingin menanyakan suatu hal kepadamu, bila memperbaiki dan membangun kembali kuil ini butuh berapa uang yang harus dikeluarkan?”

Biksuni itu menjawab, “Aku tahu bahwa kau adalah orang terkaya di Lan Zhou dan juga terkenal.”

“Kalau begitu Guru sudah tahu siapa aku ini?” “Bukankah kau adalah putra dari pemilik kantor Biao Zhen Yuan, dari keluarga Meng?” “Benar, Guru sangat lihai, sekali melihat sudah bisa menebak semuanya.”

Biksuni itu berkata lagi, “Di kota Lan Zhou sepertinya tidak ada seorang pun yang tidak kenal dengan dirimu.”

“Itu lebih baik,” Meng Shao Hui tertawa dan dia mengeluarkan satu tail uang emas, beratnya kurang lebih 100 gram perlahan-lahan dia meletakkan uang itu di atas meja, kemudian berkata lagi, “Guru, uang ini hanya sebagai uang muka dulu, bila masih kurang Guru tinggal menyebutkan berapa jumlah yang masih dibutuhkan.”

Biksuni itu tidak melihat uang yang diletakkan oleh pemuda itu, dia hanya berkata, “Umat Budha selalu siap membantu, juga selalu menasihati agar orang selalu berbuat kebajikan, bila Tuan mempunyai permintaan asalkan tidak melanggar peraturan kuil, aku akan siap membantumu.”

“Apakah Guru tahu bahwa kantor Biao Wei Yuan adalah milik keluarga Qing?”

Alis biksuni itu terangkat, dia menghela nafas kemudian berkata, “Apakah yang kau maksud adalah kantor Biao yang beberapa bulan lalu mendapatkan musibah?”

“Benar, aku dan putri dari keluarga itu tumbuh bersama, sewaktu Ketua Qing masih hidup, beliau pernah menjodohkan kami.... tapi sekarang ibunya, Yi Zhang Qing tidak mau mengakui hal ini, dia tidak mengijinkan aku bertemu dengan Nona Qing, aku pikir. ”

Biksuni itu menggelengkan kepalanya dan berkata, “Kami para biksuni tidak tahu mengenai hal ini, hanya tahu bahwa perjodohan anak harus mengikuti kemauan orang tua atau mak comblang, bila Tuan memang mencintai Nona Qing, mengapa tidak meminta ayahmu agar menyuruh orang menemui Nyonya Qing dan membicarakan tentang perjodohan ini, nama keluarga Meng sudah terkenal di Lan Zhou, apa pun bisa dilakukan oleh ayahmu, mengapa harus datang kesini dan mencariku?”

“Bukan itu, Guru. Aku adalah seorang laki-laki, aku ingin mencari jodoh yang cocok untukku, aku hanya ingin menanyakan hal ini kepada Nona Qing, apakah dia masih mau menerimaku, bila dia masih bersedia, baru aku akan mengambil keputusan, karena itu pula aku meminta bantuan kepada Guru.”

“Bantuan apa yang Tuan inginkan?” Meng Shao-hui terdiam sebentar, kemudian berkata lagi, “Aku dengar keluarga Qing sedang bersiap-siap untuk bersembahyang, dalam beberapa hari ini mereka akan datang ke kuil Guru, saat itu ”

= ooOOOoo =

Hari itu ada dua buah tandu yang berhenti di depan kuil Bai Yun, Che Liang Yun dan Qing Li Hua dibantu oleh pelayan turun dari tandu, kemudian dengan perlahan masuk ke dalam kuil.

Biksuni Liao Ying membawa keempat muridnya keluar untuk menyambut mereka.

Tangan Guru Liao Ying terkatup, dia memberi homat, “A Mi Ta Ba, Nyonya Chi datang begitu pagi.”

Chi Ling Yun tertawa dan berkata, “Guru, maaf kami akan merepotkanmu.” “Kami adalah umat Budha, semua harus kami sendiri yang melakukannya.” Chi Ling Yun bertanya, “Guru, apakah di sini aman-aman saja?”

“Nyonya dan Nona datang ke kuil ini untuk bersembahyang, tentu kami harus melayani Anda berdua dengan baik, kami sudah menolak orang yang tidak berkepentingan datang kesini.”

“Terima kasih untuk perhatian Guru.”

Ketokan yang berbentuk ikan yang terbuat dari kayu mulai diketuk, lonceng pun mulai dibunyikan, asap pun tampak mengebul di ruang sembahyang.

Baru saja keluar dari ruang sembahyang, tiba-tiba tubuh Qing Li Hua bergoyang- goyang, Chi Ling Yun terkejut dan bertanya, “Anak baik, ada apa dengan dirimu?”

Jawab Qing Li Hua dengan suara kecil, “Tidak apa-apa, hari ini aku bangun lebih awal, sekarang aku merasa sedikit pusing.”

Kata Biksuni Liao Ying, “Bila Nona merasa tidak enak badan, silakan beristirahat dulu di kamar.”

Qing Li Hua merasa ragu, Chi Ling Yun berkata lagi, “Bila kau merasa lelah, beristirahatlah dulu sebentar di kamar, sudah lama aku tidak ke kuil ini, aku juga ingin melihat-lihat.” Chi Ling Yun bertanya kepada Biksuni Liao Ying, “Guru, apakah disini aman-aman saja?”

“Nyonya, tidak perlu merasa khawatir, di kuil kami ini tidak ada orang lain.” “Baiklah kalau begitu, Chun Tao, temani Nona beristirahat sebentar di kamar.”

Kata Qing Li Hua, “Biarkan mereka melayani ibu, aku akan beristirahat sebentar di kamar.”

Biksuni itu menyela, “Kedua muridku ini tidak mempunyai urusan lain, biarkan mereka yang

menemani putrimu.”

Qing Li Hua pergi dengan ditemani oleh kedua biksuni kecil itu ke sebuah kamar, mereka masuk kedalam kamar, kemudian kedua biksuni muda itu tertawa dan menutup kamar dan mereka pun berlalu dari sana.

Hati Qing Li Hua bergetar terus, tak lama kemudian Meng Shao-hui keluar dari balik tirai, dengan tertawa dia berkata, “Nona Qing, aku sudah menunggumu begitu lama.”

Wajah Qing Li Hua memerah dan berkata, “Aku sudah bisa menebak kau pasti berada disini, mengapa biksuni tua itu membantumu ”

Belum habis perkataannya, tangan Qing Li Hua dipegang oleh Meng Shao-hui, dia menggenggam dengan erat, membuat hati Qing Li Hua berbunga-bunga, dia ingin menarik tangannya, tapi dia merasa sama sekali tidak bertenaga, dia berkata dengan manja, “Kau  ”

Seperti orang bodoh Meng Shao-hui berkata, “Adik Hua, aku sangat merindukanmu.”

“Kau menyuruhku kesini, apa yang ingin kau katakan kepadaku? Cepatlah katakan sekarang, ibuku sekarang ini berada di depan kuil, jadi jangan main-main lagi.”

“Aku sudah tahu,” Meng Shao-hui tertawa kemudian berkata lagi, “Tidak perlu merasa khawatir, pasti akan ada orang yang mengalihkan perhatiannya. Adik Hua, malam itu benar-benar berbahaya situasinya, apakah ibumu mengenaliku?”

“Untung ibuku tidak mengenalimu,” Qing Li Hua tertawa dan melanjutkan lagi, “Kau melarikan diri dengan cepat dari sana.” Kata Meng Shao-hui, “Aku tidak mempunyai cara lain karena Yi Zhang Qing sangat galak.”

Qing Li Hua menarik tangannya untuk menutupi mulut Meng Shao-hui, kemudian Meng Shao-hui memeluk Qing Li Hua.

“Adik Hua....” Suara Meng Shao-hui begitu lembut dan manis, kedua matanya bersorot aneh, dia terus menatap Qing Li Hua. Dia terus menunggu, perasaan ini begitu hangat.

Qing Li Hua merasa hatinya bergetar, dia merasakan perasaannya begitu lembut dan hangat, dia masuk kedalam pelukan Meng Shao-hui....

Meng Shao-hui merasa tubuh Qing Li Hua begitu lembut, dia menjadi mabuk kepayang, dia memeluk Qing Li Hua semakin erat....

Waktu terus berjalan, di sekeliling mereka begitu sepi.

Nafas Meng Shao-hui semakin kencang dan terengah-engah, dia berkata, “Adikku yang baik, aku, aku ingin. ”

Qing Li Hua mengerti apa yang diinginkan oleh Meng Shao-hui, dia terkejut dan dengan suara kecil dia berkata, “Mana boleh dilakukan disini. ”

“Tidak, aku akan membawamu ”

Qing Li Hua belum menjawab, dia merasa tubuhnya terangkat dan tidak berpijak ke tanah, dia digendong oleh Meng Shao-hui berjalan melewati tirai dan melewati sebuah pintu, menuju ke sebuah tempat yang sepi.

Meja rotan yang kecil, kursi yang terbuat dari rotan, di sudut kamar itu ada sebuah tempat tidur dan ada sebuah selimut, tempat itu bersih dan terang, membuat orang menjadi berkhayal....

Mereka berdua berpelukan dengan erat di tempat tidur, kedua tubuh saling menempel dengan erat, tubuh mereka semakin lama semakin panas, tubuh mereka lama kelamaan seperti dua bongkahan api, api yang panas. api ini cukup untuk membakar

semua benda yang berada di tempat itu.

Meng Shao-hui tidak bisa menguasai dirinya lagi. “Aku tidak tega ”

“.... tunggu menikah.” Semua pikiran itu hilang dibakar oleh api yang membara dan hangus menjadi debu. Dia mengeluarkan sebelah tangannya, dengan cepat membuka baju Qing Li Hua.

Qing Li Hua yang sama-sama sudah terbakar oleh api asmara menjadi pusing, dia hanya tertawa manis, dia hanya memejamkan mata, dia membiarkan saja semua perlakuan Meng Shao-hui....

Akhirnya Meng Shao-hui sudah tidak tahan lagi dan dia bisa menjadi gila, dia seperti binatang, mulai merobek baju Qing Li Hua dan menindih....

Tiba-tiba terdengar suara ribut-ribut, suara ini berasal dari sebelah kamar, kedua tubuh itu menjadi bergetar, mereka terpaku.

Qing Li Hua terkejut, rohnya seperti ditarik kembali ke tubuhnya, dia melepaskan diri dari pelukan Meng Shao-hui, dia berusaha melepaskan diri dari tindihan Meng Shao- hui, dia berkata, “Ibuku datang, cepat. ”

Tapi Meng Shao-hui tetap memeluknya dengan erat, dia berkata menenangkan, “Jangan takut, dia tidak akan menemukan kita.”

Tapi terdengar suara Chi Ling Yun di sebelah kamar yang sedang marah-marah dan membentak, “Cepat katakan dimana putriku!”

“Nyonya,” kata biksuni itu, “Jangan khawatir, kuil kami ini tidak besar, Nona tidak akan menghilang dari sini, aku sudah memanggil kedua biksuni itu untuk menanyakan keadaan sebenarnya.”

Chi Ling Yun membentak, “Cepat panggil mereka!”

Kedua biksuni itu datang, langsung saja Chi Ling Yun membentak, “Kalian berdua yang menemani putriku, sekarang dia berada dimana?”

Jawab kedua biksuni kecil itu, “Kami mengantarkan Nona masuk ke dalam kamar untuk beristirahat, kemudian kami keluar dari sana, kami tidak tahu Nona menghilang ”

“Apakah dia pergi jauh?” Chi Ling Yun sangat marah dan membentak memanggil pelayannya, “Chun Tao, Qin Qu, cepat cari Nona!”

Seorang keluar dari kamar, seorang mencari ke balik tirai, “Nyonya, disini ada sebuah pintu rahasia!”