Asmara Pedang dan Golok Bab 14

Bab 14

Kepala boleh meninggalkan leher, tubuh boleh dibagi menjadi dua.

Kedengarannya walaupun kejam, tapi karena dalam sekejap sudah masuk ke dalam kematian, hal yang paling kejam pun hanya sampai disitu, tidak ada lagi perubahan lainnya atau bahaya tersembunyi.

Tapi ketika seorang yang mengandalkan tangan untuk membesarkan nama, dan tangannya adalah kebanggaannya, sekarang mendadak kehilangan tangannya, tidak perlu dijelaskan lagi kesedihannya di kemudian hari.

Sakitnya sampai menusuk tulang bagi Lu Tong, bukan datang dari tubuhnya, tapi ketika dia melihat tangan kanannya hanya tinggal setengah, dia segera menjadi bengong sejenak.

Dia segera tahu apa yang terjadi, juga tahu dirinya setelah kehilangan tangan kanan, di dalam nasib dan hidupnya akan terjadi perubahan.

Tapi tidak peduli dia menyesal atau sakit.

Pokoknya tangan kanan (paling utama) dia sudah cacad dan tidak berguna. Laksana siripnya ikan atau sayapnya burung, setelah hilang, bisakah disebut ikan apa? Disebut burung apa? *.

Tangan kiri dia masih utuh seperti semula, dan tenaga dalam dia juga sepertinya tidak ada yang hilang.

Tapi jika musuh yang dengan kekuatan penuh pun tidak bisa dikalahkan, sekarang mendadak kekuatannya tinggal setengahnya, apa akibatnya seorang idiot pun tahu.

Tangan kiri Lu Tong menghantam tiga kali, pukulan pertama kekuatannya seperti sebuah gunung runtuh, pukulan kedua seperti dua buah gunung, dan pukulan ketiga seperti tiga buah gunung......

Kilatan sinar Mo-to di tangan Hoyan Tiang-souw terlihat meredup, dia terpaksa menghentikan serangannya, melayang mundur ke belakang sejauh tiga tombak.

Tubuh dia belum menyentuh lantai, terlihat Lu Tong yang berwajah licik itu, telapak tangannya berbalik menghantam ke atas kepalanya sendiri.

"Praak!" darah merah dan cairan putih otak muncrat kemana-mana.

Orang muda yang belum ternama dan hasrat-nya belum terkabul, kepalanya sudah menjadi bentuk yang sulit digambarkan dan roboh ke bawah.

Hoyan Tiang-souw menenangkan diri, Mo-to kembali kesarungnya, masih tetap dikepit diketek kirinya.

Saat ini, dia baru ada waktu melihat pada Cui laan-hoa.

Mata cantik dia penuh dengan kabut, seperti segera akan ada air mata yang jatuh.

Bersamaan itu dengan garis bibirnya yang iin'lengkung ke bawah, orang yang sekali melihat sudah t* h u hatinya sedang hancur. Karena pemandangan yang begitu menakutkan dan kejam itu, membuat dia lupa posisi kawan dan lawan, dia hanya tahu satu nyawa yang hidup tiba-tiba menghilang......

Tentu kesedihan dia bukan demi satu nyawa saja, jika hanya demi seseorang, maka itu bodoh dan sempit seperti nasionalisme berjiwa sempit yang tidak bisa menerima orang luar.

Kesedihan dia datang dari kejadian yang sepanjang sejarah tidak berubah sampai sekarang. yang kuat makan

yang lemah, yang bisa menyesuaikan diri baru bisa hidup.

Coba pikir bukankah hukum alam sangat menakutkan dan sangat kejam?

Apa lagi ketika kau termasuk dalam golongan lemah atau tidak bisa menyesuaikan diri.

Di dalam ruangan sedikit pun tidak ada suara.

Mo-to Hoyan Tiang-souw bukan saja sinarnya sudah menghilang, tetes air mata yang pertanda kematian juga sudah hilang, sampai mata golok pun sudah menghilang di dalam sarungnya.

Tapi dia masih merasakan kesedihan dan pilu seberat gunung......

Dia tidak begitu mengerti, juga tidak merasakan dirinya ada yang salah.

Tapi dia sangat menghormati dan menikmati udara yang serius dan misteri seperti ini, maka dia tidak bicara juga tidak bergerak.

Bagaimana sebenarnya wanita yang cantik ini?

Saat melihat dia, bukan saja dia terpikat oleh kecantikannya yang tiada duanya itu, juga jelas sekali dia adalah wanita yang berhati lembut dan halus! Tapi kenapa dia mengutus orang ingin membunuhku?

Pek-jiu-cian-kiam To Sam-nio bukanlah orang biasa, dia ingin membunuh ribuan orang, mungkin hanya satu orang yang tidak bisa dia bunuh.

Jika dari seperseribu orang yang tidak bisa mati itu, bukan aku Hoyan Tiang-souw, sekarang aku sudah berada diakhirat, dan tidak berdiri disini.

Tentu lebih-lebih dia tidak akan membunuh Lu Tong.

Jika dia boleh mengutus pembunuh bayaran, buat apa dia menjadi sedih?

Kenapa dia masih bisa membuat orang merasa dia adalah orang yang sangat penuh kasih sayang dan lucu?

Dan yang paling penting adalah kenapa dia malah disandera dan dihina orang?

Benarkah dia telah kehilangan ilmu silatnya?

Masalah ini dia tidak boleh ceroboh sama sekali, maka Hoyan Tiang-souw menggunakan seluruh kemampuannya di tambah kepintarannya, dengan teliti memperhatikannya.

Jawabannya, dia benar-benar sedikit pun tidak bisa bersilat.

Walaupun orang tidak bisa bersilat, tetap masih bisa memerintah pembunuh bayaran, tapi dia sendiri tidak mungkin dihina orang, dia sendiri pasti sangat pintar, banyak akalnya.

Tapi kelihatannya dia tidak mirip.

Dia tidak seperti orang yang memiliki kepintar-an, berkuasa danbanyak siasatnya.

Dia jelas gadis yang sangat cantik penuh kasih sayang dan sederhana...... Kebiasaan Hoyan Tiang-souw menepuk-nepuk Mo-to di bawah keteknya dengan dingin berkata: "Apakah kau sangat kecewa?" Cui Lian-hoa menggelengkan kepala: "Tidak!"

"Kau berkata tidak, apa maksudnya?"

Pertanyaan aneh seperti ini, hanya Cui Lian-hoa yang bisa menjawabnya.

"Sebenarnya aku sangat senang, walaupun aku sudah mendengar di benteng belakang ada suara, tapi aku sama sekali tidak tahu itu adalah kau, tentu saja juga tidak terpikirkan kau mau menolongku."

"Punya alasan apa aku tidak menolong wanita yang dihina orang?"

"Tidak ada." Cui Lian-hoa mulai tersenyum, tiba-tiba dia seperti kembali lagi kekehidupan manusia, malah kehidupan manusia di musim semi yang ber-sinar terang, di kebun bunga yang indah.

Dia kembali berkata:

"Aku bersyukur kali ini kau mau bertindak menolong jika seperti dulu langsung pergi, maka nasibku sulit dibayangkan!"

Suara dia dan ekspresi dia, membuat orang yang paling suka curiga di dunia, jadi tidak akan dan tidak tega mencurigainya lagi.

Hoyan Tiang-souw mengerutkan alisj tebalnya, seperti orang yang menelan logam bunuh diri, di dalam perut terasa berat dan sakit.

Jika menyuruh dia harus menganggap wanita cantik ini orang yang menyuruh pembunuh bayaran membunuhnya, dia memberi tahu pada dirinya, sulit dibayangkan juga sulit bisa dipercaya.

Tapi kenyataannya To Sam-nio pernah muncul, dia pasti bukan setan dalam mimpi, dia itu sungguhan!

Maka dia mengangkat kepala bersiul panjang, dengan siulannya dia melepaskan perasaannya yang sulit dijelaskan. Lalu mendadak meloncat keluar kamar, dalam sekejap menghilang.....

00—dw--00

Hoyan Tiang-souw sudah bertekad, harus menyelidiki masalah ini.

Yaitu apakah Cui Lian-hoa penuh kasih sayang seperti Kwan-im?

Atau orang kejam seperti Mo-li? Begitu dia sudah memutuskan, masalahnya malah menjadi ringan.

Sebab masalah di dunia, sering karena bingung dan tidak ada tujuan, terasa menjadi sulit.

Jika kau punya tujuan yang jelas, malah mudah melakukannya.

Sekarang Hoyan Tiang-souw juga begitu. Dia memutuskan diam-diam menyelidiki Cui Lian-hoa, sampai dia merasa bisa mengambil suatu keputusan.

Maka dia mengerahkan seluruh kemampuan-nya, pertama menyelidiki di dalam rumah, laki-laki yang hanya tinggal seorang, Tui-hong-kiam-khek Li Liong.

Sedang yang wanita masih ada seorang pembantu wanita dan satu gadis pelayan. Tampang Li Liong dibandingkan Lu Tong jauh lebih tampan.

Walaupun kecurigaan dan tegang di wajahny tidak bisa ditutupi, tapi dia masih menampilkan dii seorang laki-laki.

Tubuhnya yang tegap, ditambah wajahnya yan; muda penuh percaya diri, bisa membuat hati wanit. setelah melihatnya jadi "Dek dek!" an.

Dia mendengar bermacam-macam suara, misal nya siulan Hoyan Tiang-souw hingga cepat-cepat datanj kesini.

Tapi dia hanya melihat mayat Lu Tong yanj kepalanya pecah, selain itu hanya ada Cui Lian-hoa yanj cantik.

"Apa yang terjadi?" katanya.

Sorot mata Cui Lian-hoa sama sekali tidak meliha pada Lu Tong, tapi melihat keluar jendela jawabnya:

"Dia bunuh diri, apa kau tidak bisa melihat-nya?"

"Aku melihatnya." Li Liong berkata, suaranyc sangat lembut, "tapi dia tidak akan mendadak menjad gila tanpa sebab bunuh diri! Apa lagi aku masil mendengar siulan orang lain. "

Cui Lian-hoa berkata:

"Bisakah kau menggambarkan siulan itu?"

"Bisa!" Li Liong berkata, "bagaimana keadaan har. siulan ini tidak perlu sembarangan menduganya, tapi kekuatan suaranya bisa membelah batu menembus langit, tenaga dalamnya kuat sekali. Aku berani jamin burung terbang pun yang mendengarnya bisa langsung jatuh ke tanah, jika tidak terluka pasti mati."

"Kau duga siapa orang ini?"

"Aku tidak mau menduganya, katakan saja." "Jika aku juga tidak tahu?"

"Bagaimana mungkin kau tidak tahu?" suara-nya mendadak berubah menjadi dingin dan terasa sangat marah, "walaupun kau melindungi dia, takut dia dikejar dan dibunuh oleh saudara seperguruanku dari aliran Bu- tong. Tapi aku beritahu, dia pasti tidak bisa lolos, jika dia bisa membunuhku."

"Kau bicara apa?" kata Cui Lian-hoa heran. "Aku jujur memberitahu, aku sudah menyebarkan berita yang amat jelas, paman guruku pasti bisa tahu seluruh kejadian dan keadaannya.

Jika aku mati, tidak peduli mati di bawah racun ulat Biauw Cia-sa, atau mati di tangan orang yang ingin kau lindungi itu, pokoknya mereka jangan harap bisa hidup lagi satu tahun."

Dia tertawa dingin, tidak sadar membocorkan kenyataannya.

Cui Lian-hoa terkejut dan berkata:

"Apakah begitu kau mendengar siulannya, segera mengatur ini semua? Tapi siapa orang yang mengeluarkan si ulan itu? Apakah kau sudah tahu lebih dulu?"

Li Liong menggelengkan kepala:

"Aku tidak tahu, aku hanya melaporkan segala kejadiannya. Aku yakin pada mereka, yaitu saudara seperguruanku dari aliran Bu-tong, pasti bisa mengandalkan laporan ini, menyelidiki siapa orang itu!"

Cui Lian-hoa menganggukan kepala dengan lembut berkata:

"Penjelasanmu sangat masuk akal. Tapi jika orang itu sama sekali tidak ingin membunuhmu, sedangkan kau sudah menanamkan mala petaka pada dia, apakah kau tidak merasa bersalah?"

Li Liong tertawa dingin lalu berkata:

"Bagaimana pun aku sudah mau mati, walau pun mati oleh racun ulatnya Biauw Cia-sa, tapi ada orang menemaniku mati, itu tidak apa-apa bukan?"

Wajah Cui Lian-hoa segera menjadi pucat, dengan pelan berkata:

"Sungguh tidak disangka kau orang yang begitu egois!"

Sorot mata Li Liong berkilat-kilat, dengan suara yang amat benci berkata:

"Apakah orang itu tidak egois? dia telah mengalahkan aku?"

"Benar, di dalam hatiku tanpa sebab mendadak jadi bertambah berat, sebenarnya dia hanya bertemu sekali denganku, sehalusnya bisa dikatakan orang asing.

Tapi sekarang jadi tidak sama lagi, dia jelas seorang pendekar, dia tidak minta balasan, bertindak karena sudah seharusnya, di dalam hati dia mungkin aku orang yang pantas dibela.

Tapi garis besarnya dia tetap memandang aku sebagai salah satu manusia. Terhadap orang lain, tidak peduli laki- laki atau perempuan, jika berada dalam kondisi seperti aku, dia pun akan mengulurkan tangan menolong!"

Li Liong tertawa dingin, berkata:

"Sebenarnya siapa dia? aku seperti jadi idiot, malah mendesakmu masuk ke dalam pelukannya?"

"Siapa dia tidak penting," jawabnya, wajahnya tampak kebingungan. Bagaimana dia tidak bingung? Bagaimana dia tidak bengong?

Laki-laki yang gagah perkasa itu, mendadak muncul mendadak menghilang.

Sepanjang hidupnya hatinya seperti air tenang, tapi sekarang keadaan hatinya beriak, bergelombang!

"Buat apa kau tahu siapa dia?" Cui Lian-hoa balik bertanya, "apa kau sungguh-sungguh ingin mencari dia? Atau kau ingin mengantarkan bahan yang lebih jelas pada saudara seperguranmu, supaya mereka yang masih hidup di dunia ini saling bunuh mem-bunuh?'

Tapi Li Liong bersikeras:

"Terserah aku bisa melakukan apa saja, kau hanya perlu memberitahu padaku saja!"

Cui Lian-hoa menghela nafas:

"Kau sungguh bodoh. Kau berusaha mencari seseorang musuh yang tadinya bukan musuh, apa untungnya bagimu atau orang lain?"

Li Liong mengadukan giginya berkata:

"Dia sudah lama jadi musuhku, karena aku tidak bisa menerima dia hidup di dunia ini. Dan jika setelah orang mati bakal menjadi setan, aku pun pasti akan mencari dia untuk bertarung!"

Walaupun orang yang paling tidak berotak, tentu tahu kenapa Li Liong tidak mau melepaskan musuhnya... I loyan Tiang-souw.

Tentu saja Cui Lian-hoa tahu, saat itu tidak tahar dia tersenyum kasihan padanya, bersamaan di? menggelengkan kepala dan berkata: "Tidak, aku tidak bisa beritahukan padamu, sebab dia sama sekali tidak tahu ada musuh yang seperti dirimu ini, apalagi jika kau menyuruh orang lain diam-diam membunuh dia, buat dia itu sangat tidak adil!"

"Bagus, tapi kau terpaksa harus berkorban, maksudku adalah aku bisa melepaskan dia, asal kau mau melakukan keinginanku! Apakah kau mau melakukannya?"

Sejak zaman dahulu, wanita cantik mana pun tahu maksud di dalam hati laki-laki.

Juga tahu harus bagaimana melakukannya baru tepat. Maka Cui Lian-hoa pun tahu maksud di dalam hati dia. Tapi dia tidak ingin melakukannya.

Masalah antara laki-laki dengan perempuan, asalkan ada sedikit saja rasa terpaksa, itu jadi tidak berarti.

Tapi kenapa semua laki laki tidak berpikiran demikian?

Jika dia setiap kali harus melakukannya demi sebab sesuatu, maka apa bedanya dia dengan pelacur yang dibayar?

Li Liong memasang telinga dengan! teliti mendengarkan keadaan di sekeliling, setelah memastikan tidak ada yang aneh. Sorot matanya mendadak jadi membara, menatap pada tubuhnya Cui Lian-hoa, sambil membusungkan dada berjalan mendekatinya.

Tubuhnya yang tinggi, kakinya panjang, hanya dua langkah sudah berada di hadapannya, lalu menjulurkan tangan menarik.

Baju atas Cui Lian-hoa sudah dirobeknya, terlihat tubuh atasnya yang putih bersih, jika tidak ada kain penutup dada, maka buah dadanya pasti terlihat jelas. Cui Lian-hoa tidak menjerit, juga tidak mundur ke belakang menghindar.

Dia dengan lembut berkata:

"Li Liong, tolong dengarkan satu nasihatku?"

"Nasihat? Jika nyawaku tinggal tiga hari lagi, siapa yang memerlukan nasihat?"

"Aku mendengar di luar ada suara aneh, ketika Lu Tong mau memperkosa aku, aku juga pernah memberitahukan padanya!"

Tangan Li Liong menekan pedang sambil tertawa il ingin berkata:

"Jika kau bukan ingin menakut-nakuti, itu paling bagus, sayang aku tahu di dalam radius sepuluh tombak ini satu tikus pun tidak ada. "

Tiba-tiba di jendela terlihat satu wajah yang matanya besar alisnya tebal.

Sepasang matanya yang seperti mata macan itu, menyorot sinar dingin yang menakutkan.

Li Liong tidak melihatnya, malah masih terus tertawa dingin dan berkata:

"Biar pun Biauw Cia-sa mendadak pulang, aku bersumpah akan membunuh dia lebih dulu lalu memakan kau hidup-hidup."

Cui Lian-hoa pun tidak melihat wajah orang di luar jendela itu.

Satu-satunya yang dia bisa lakukan sekarang, adalah memejamkan matanya dengan sedih. Tingkah laki-laki selalu seperti ini, ketika dia menyukaimu, maka tidak ada apa pun yang bisa menghalangi dia!

Saat telapak tangan Li Liong yang besar itu hampir menyentuh leher putihnya Cui Lian-hoa, mendadak gerakannya berhenti.

Itu karena tiba-tiba di seluruh ruangan terasa penuh oleh hawa membunuh yang dingin yang sulit digambarkan.

Dinginnya membuat orang tidak tahan sampai menggigil.

Tangan yang dijulurkannya diam tidak ber-gerak, telinga mata dan otak bersama-sama digunakan. Inilah hasil dia belatih dengan susah payah selama bertahun-tahun, sekarang tampak hasilnya.

Dia tahu ada orang yang meloncat masuk ke dalam melalui jendela, walaupun arahnya di belakang dia, sehingga tidak terlihat. Tapi gerakannya memberi tahu, orang itu kira-kira berdiri di belakang dia sejauh delapan kaki.

Siapa pun jika berniat diam-diam menyerang tentu sebisanya tidak menimbulkan suara. Tapi orang di belakang ini tidak, malah dengan jelas sengaja mengeluarkan suara.

Di tambah hawa membunuh dingin yang memenuhi seluruh ruangan.

Orang yang datang ini tentu saja bukan orang biasa.

Begitu Li Liong memutar otaknya, dia sudah berani bertaruh orang ini adalah orang yang bertarung dengan Lu Tong.

Pedangnya di dalam sarung samar-samar meng gema, ini hal yang tidak pernah terjadi. Juga gelagat yang amat berbahaya dan menakutkan.

Jurus pedang, tenaga dalam aliran lurus karena latihannya sangat dalam di bidang kejiwaannya, maka orang pesilat tinggi yang bisa mencapai taraf ini, sering mendapatkan gejala sebelum kejadian terjadi.

Ini termasuk dalam keberhasilan khusus di bidang kejiwaan.

Pesilat pedang biasa tentu tidak bisa melakukan hal ini, dan dari sini bisa dilihat Tui-hong-kiam-khek adalah orang yang benar-benar memiliki ilmu tinggi.

Kepala Li Liong tidak menoleh, dia berdiri tegak seperti patung batu, dengan dingin berkata:

"Siapa kau?"

Orang yang di belakang itu suaranya seperti geledek: "Hoyan Tiang-souw."

"Ooo, ternyata kau adalah Mo-to itu." Setiap otot setiap syaraf di seluruh tubuh Li Liong semakin mengencang.

Mo-to Hoyan Tiang-souw pembunuh khusus pesilat tinggi, goloknya tidak pernah memberi ampun, ini adalah peristiwa besar di dunia persilatan beberapa bulan ini hal yang diketahui oleh semua orang. Dengan kata lain, Hoyan Tiang-souw sudah menjadi orang terkenal.

Dia berkata lagi:

"Rasanya aku tidak kenal denganmu."

"Betul, kita tidak saling kenal. Tapi karena ada Cu Lian- hoa di tengah-tengah, maka masalahnya jad berbeda!"

"Aku mengerti maksudmu!" Li Liong berkata, dar juga tidak merubah posisinya membelakangi lawan, "Aku selalu berharap bisa bertemu dengan lawan yang seperti kau ini. Kau mau percaya atau tidak, pokoknya sekarang semangatku lebih bergairah padamu dari pada terhadap Cui Lian-hoa!"

"Mmm, kedengarannya bisa dipercaya.," Hoyan Tiang- souw berkata, sambil menggoyangkan tangan supaya Cui Lian-hoa mundur.

Menunggu dia mundur sampai ke sudut, dia baru melanjutkan perkataannya:

"Sekarang walaupun kau bergairah terhadap dia, mungkin harus menanyakan dulu pada Mo-to ku!"

Li Liong bersikeras katanya:

"Aku sekarang hanya bergairah padamu."

Suara Hoyan Tiang-souw sangat kasar dan sangat tidak sungkan:

"Jangan banyak omong kosong, kau cabut pedangmu, maka akupun akan cabut golokku begitu saja, tidak perlu bicara lagi!" ,

Dia seperti memandang lawannya seorang penakut.

Dalam nada bicaranya seperti memandang lawannya takutmati sehingga mengulur-ulur waktu.

Li Liong menjadi marah besar, dia merasa penghinaan ini tidak bisa diterima, sinar berkilau dari pedang panjang yang dingin sudah keluar dari sarungnya.

Saat ini Mo-to nya Hoyan Tiang-souw pun sudah bergerak, sarung antik di keteknya pun sudah dilemparkan ke samping.

Begitu goloknya keluar, hawa dingin di ruangan terasa semakin dingin.

Tubuh Li Liong hanya sedikit tergetar, lalu biasa lagi. Hoyan Tiang-souw berkata marah: "Jika kau keluaran dari perguruan besar ternama Bu-tong-pai, kenapa tidak berani membalikan tubuh berhadapan dengan aku?"

Tadinya Hoyan Tiang-souw tidak tahu jati diri Li Liong, setelah mendengarkan pembicaraannya dengan Cui Lian- hoa baru dia mengetahuinya.

Di lain pihak, dia juga tahu setiap orang yang takut pada kekuatan misterius Mo-to (yaitu orang orang yang pernah melakukan kejahatan), hanya dengan membelakangi Mo-to, jadi tidak akan sampai di kalahkan.

Li Liong jelas menggunakan cara ini, jadi bisa dilihat dia pasti orang yang jahat.

Itulah sebabnya Hoyan Tiang-souw segera naik pitam, amarahnya seperti benda yang berbentuk, menembak keluar dari ujung alis tebalnya.

Setelah Cui Lian-hoa melihatnya, tidak tahan dia terkejut dan berkata, suaranya tetap sangat enak di dengar dan lembut:

"Hoyan Tiang-souw, kau jangan terlalu marah, begitu marah maka jurus golokmu akan timbul kelemahannya!"

Kenyataannya dia malah salah melihat permasalahan.

Hanya Li Liong yang bisa, karena marah ilmu silatnya jadi timbul kelemahannya.

Tapi buat Hoyan Tiang-souw malah semakin marah semakin hebat, orang yang tadinya tidak bisa dibunuh, saat amarahnya mencapai puncak maka dia baru bisa membunuhnya!

"Tutup mulutmu!" bentak Hoyan Tiang-souw Di dalam hati dia kesal karena Cui Lian-hoa banyak mulut, begitu amarahnya bertambah, kekuatan Mo-to nya jadi semakin dahsyat!

Li Liong berturut-turut menarik nafas tiga kali, tapi tetap tidak bisa menghilangkan rasa takut di dalam hatinya, saat itu diam-diam dia sangat terkejut, matanya melirik beberapa kali, memperhitungkan bisa tidak menangkap Cui Lian-hoa sebagai sandera.

Lalu muncul sebuah siasat, sorot matanya beralih kepada Cui Lian-hoa dan berkata:

"Cui Lian-hoa, keluarlah dari kamar, hari ini walaupun aku kalah sampai mati, tapi aku tidak mau dilihat olehmu!"

Cui Lian-hoa berpikir sebentar, merasa kata-katanya masuk akal, maka dia mau melangkah.

Tapi Hoyan Tiang-souw dengan suara seperti' geledek menggema:

"Jangan bergerak!"

Cui Lian-hoa menurut, dia berdiri tegak seperti ayam kayu.

Hoyan Tiang-souw berkata lagi:

"Begitu kau bergerak maka dia punya kesempatan menangkapmu. Jika aku salah menduga, aku akan minta maaf pada dia, sekarang kau hanya perlu memejamkan mata saja sudah cukup, buat apa kau pergi keluar?"

Cui Lian-hoa mendengar perkataannya lebih masuk akal, maka dia memejamkan sepasang matanya dan berkata:

"Betul, buat apa aku keluar, asal aku tidak melihatnya sudah cukup!" Orang cantik, tidak peduli rupanya bagaimana, wajahnya bagaimana, semuanya tetap enak dipandang. Tindakan memejamkan matanya juga demikian. Begitu Hoyan Tiang- souw tidak konsentrasi, hawa amarahnya jadi menurun.

Li Liong memutar tubuhnya yang tegap, pertama kali berhadapan muka dengan Mo-to yang menggemparkan dunia itu.

Jika bukan kekuatan golok lawan mendadak turun, tubuh dia tidak akan bisa dibalikan. Dia menganggukkan kepala: "Aku sudah bisa melihatmu! Menurut pandang anku, golokmu sangat bagus, dan jurus goloknya mungkin lebih bagus dari pada goloknya!"

Hoyan Tiang-souw mengerutkan alis tebalnya, alisnya hampir menjadi satu, dia berkata: "Kau pergilah!" "Kenapa aku harus pergi?"

"Golokku dan pedangmu asal sekali bergerak, maka hanya kau yang mati atau aku yang mati, tidak ada jalan lain."

Li Liong sedikit tertegun.

Walaupun dalam beberapa detik bisa menentukan kematian, di dalam hati juga tidak tahan terbayang beberapa kejadian masa lalu.

Salah satunya adalah saat disisi sebuah air terjun, tubuhnya bergerak seperti walet terbang, di kedua sisi baliho, menggulung keluar sinar pedang menyabet air terjun.

Di dalam air terjun tidak ada satu benda pun untuk dijadikan sasaran, yang dia tusuk bukan nyawa, tapi adalah air yang terjun ke bawah. Air pasti mengalir ke bawah, air di seluruh dunia juga begitu.

Dengan kata lain, begitu musuh bergerak aku akan bergerak lebih cepat, walaupun tenaga dalamnya, di dalam aliran elang di Bu-tong masih belum tinggi, dia harus lebih cepat dari pikiran lawannya.

Yaitu 'pikiran lawan baru bergerak, aku sudah bergerak lebih dulu' baru lulus.

Pesilat tinggi dari aliran Elang bisa membunuh musuh kuat dalam jarak ribuan Li, semudah mem-balikan tangan, tentu saja ada jurus rahasianya.

Hay... apa yang dikatakan Hoyan Tiang-souw memang benar, tidak peduli golok yang bergerak atau pedang yang bergerak, pasti ada satu pihak tumbang, tidak ada jalan lain!

Pikiran dia berputar terus, malah terbenam dalam kenangan saat latihan pedang di masa lalu, sedikit pun tidak mengendur.

Asal golok lawan bergerak, maka pedang dia bisa dengan lebih cepat menyerang.

Hoyan Tiang-souw tidak bergerak, maka Li Liong pun berdiri laksana gunung. souw.

Sekuat tenaga dia ingin membangkitkan semangat bertarungnya untuk melakukan duel hidup mati, tapi dia sudah tidak mampu lagi, bukan saja seluruh otot di tubuhnya sudah kaku, sampai tenaga dalam pun terasa tersumbat.

Akhirnya dia menghela nafas dalam-dalam dan berkata: "Nama besar Mo-to memang bukan di dapat karena

keberuntungan, seumur hidup aku berlatih ilmu pedang,

tapi satu jurus pedang pun tidak bisa dikeluarkan." Saat ini Cui Lian-hoa baru membuka matanya, dengan riang berkata:

"Apa kalian tidak bertarung lagi? Bagus sekali!" Hoyan Tiang-souw berkata:

Tapi kenapa Mo-to lawan yang tidak bergerak, masih bisa mengeluarkan hawa membunuh dan menekan, membuat orang semakin merasa tidak berdaya melawannya?

Apakah dia tanpa menggerakan golok mampu membunuh musuhnya?

Dua orang itu berdiri saling berhadapan, seperminuman satu cangkir teh sudah berlalu.

Tiba-tiba Hoyan Tiang-souw menurunkan goloknya ke bawah, melihat ke sekeliling satu kali, lalu berjalan dengan langkah besar, memungut sarung goloknya yang ditaburi dengan permata.

Setelah goloknya masuk ke dalam sarung, hawa di dalam ruangan segera kembali normal.

Li Liong masih tetap tidak bergerak, sepasang matanya melotot mengawasi setiap gerakan Hoyan Tiang-

"Tidak bagus, jika kau takut melihat ada oranj yang mati!"

Mata Cui Lian-hoa yang hitam jernili bolak ImIiI melihat wajah kedua orang itu, lalu s.nuhi menganggukan kepala berkata:

"Kalian tetap telah menentukan kalali dan menang! Walau itu bukan harapanku, tapi kej.ulian di dunia selalu begitu, selalu tidak bisa berbua t apa -apa'" Dia menghela nafas perlahan, menundukan kepala membiarkan rambut panjangnya menutupi pemandangan di depan matanya.

Li Liong tersenyum dan berkata:

"Saudara Hoyan, walaupun hari ini aku kilah, walaupun sulit bisa selamat, tapi di dalam haliku lelap sangat senang! Paling sedikit aku telah menyaksikan seorang wanita cantik berbela sungkawa demi aku, sedih demi aku. "

Itulah anehnya laki-laki, sebenarnya jika kalah sampai mati, apa hubungannya dengan ada tidak adanya wanita cantik berbela sungkawa dan sedih demi dia?

((OOO>dw<OO))

Lapangan liar yang hijau membentang tidak terbatas, bau harum tanah dan pepohonan, masuk ke dalam kelopak mata, menerpa ke dalam hidung, membuat orang terlena......

Di bawah ketek kiri Hoyan Tiang-souw masih mengempit Mo-to, tangan kanan menopang pada satu pohon besar, dengan kebingungan berkata:

"Kau tidak lelah?"

"Tidak, tidak lelah!" kata Cui Lian-hoa tersenyum. "Walaupun aku telah melakukan beberapa hal untukmu,

tapi juga sudah membuat hatimu jadi tidak tenang, karena aku telah membunuh dua orang!"

"Aku sudah melihat semuanya, apakah aku tidak tahu?" Hoyan Tiang-souw menggaruk-garuk kepala dan berkata: "Tentu saja kau tahu, maksudku bukankah kau tadinya

merasa sedih?" "Aku memang sangat sedih......" dia melihat wajah pemuda itu sedikit berubah, maka berkata lagi, "tapi kau tidak bisa melihat rasa senangnya aku, karena kau selamat wal afiat dan gagah perkasa!"

Mulut Hoyan Tiang-souw yang biasanya sulit melongo sekarang tidak sadar melongo besar. Sesaat baru dia berkata:

"Kau pernah senang seperti ini?"

"Sebenarnya sidit mengatakannya, pernahkah aku senang demi dirimu? Sekarang aku sendiri pun tidak tahu, tapi jika kau bisa berjanji padaku, pasti tidak tiba-tiba melarikan diri, maka aku bisa mendapatkan jawabannya!"

Bau harum yang seperti bunga anggrek, senyum yang amat cantik, dan perbincangan yang penuh mesra dan kelicikan......

Sesaat Hoyan Tiang-souw jadi tertegun, seperti mabuk, seperti idiot.

Setelah beberapa saat, baru dengan tingkah dan suara seperti bersumpah dia mengatakan:

"Aku berjanji, pasti tidak akan mendadak melarikan diri."

"Bagus sekali." Tubuh Cui Lian-hoa menyandar ke atas pohon besar, sehingga dengan sendirinya menyentuh lengan dia yang kuat berotot. Dia berkata lagi, "aku benar-benar sangat takut kau tiba-tiba melari kan diri, entah apa sebabnya aku bisa takut? Aku sudah melewati beberapa tahun kehidupan yang susah, masih takut apa lagi?"

Ketakutan yang tidak bisa disebutkan di lubuk hatinya itu, tampak sekali dari kaki, tangan, seluruh tubuh dan wajah cantiknya! Hati Hoyan Tiang-souw jadi lemah, sampai kedua lengannya yang paling kuat itupun jadi ikut lemah.

Sampai-sampai Mo-to yang dikepit di keteknya juga hampir jatuh ke bawah.

Tubuh dia yang hangat lembut, bau harum menerpa hidung, dan perasaan aneh dari sentuhannya, membuat orang seperti berada di dalam mimpi......

Dia sekuatnya mengadukan giginya supaya dirinya berdiri tegak dan mantap, supaya bisa meno-pang berat tubuhnya (sebenarnya dengan berat tubuhnya, dia bisa sekali tangkap dan melemparkan sejauh dua puluh tombak jauhnya).

Rasa sentuhan itu, seumur hidup dia belum pernah merasakannya.

Darah di dalam tubuhnya terasa mengalir cepat, perasaannya panas bergelora.

Namun sedikit pun dia tidak mengerti kenapa bisa begini?

Kenapa hanya disentuh dia saja sudah bisa jadi begini?

Apakah seorang laki-laki kalau di sentuh wanita maka akan terjadi perasaan aneh seperti ini dan mengesankan?

Apakah dia juga sama seperti ini? Jika dia tidak, maka dia bukankah laki-laki, sama seperti idiot dibohongi?

Walau yang membohongi dia hanya perasaan-nya yang keterlaluan, tapi pikiran yang dibohongi dipastikan ada.

Tiba-tiba tubuh Cui Lian-hoa bersandar ke dalam lengannya.

Jika saat ini dia melepaskan tangannya, dia tidak diragukan lagi akan jatuh ke bawah. Dengan pelan Cui Lian-hoa berkata:

"Tubuhku sedikit pun tidak lelah, tapi hatiku sangat lelah dan tidak bertenaga. Tapi ini hanya kemarin-kemarin, sekarang tidak sama, saat ini jiwaku mendadak seperti menjadi kuat, apakah ini disebabkan olehmu?"

"Aku? Kenapa olehku?" kata Hoyan Tiang-souw keheranan.

"Ku lihat pasti karenamu. Tidak ada orang lain yang bisa membuat hati dan tubuhku bersemangat seperti sekarang! Coba kau beritahu, apakah semua karena kekuatan Mo-to?"

"Mo-to?" Hoyan Tiang-souw berpikir dan merasa kebingungan katanya lagi, "Mo-to sepertinya tidak mengurusi hal begini, dia hanya mengurus orang jahat yang tidak bisa diampuni saja!

Jika lawan semakin jahat, maka dia semakin kuat mungkin karena kau bukan orang jahat? Maka bagaimam mungkin dia berpengaruh padamu?"

Cui Lian-hoa tertawa dan berkata:

"Bodoh, jika berpengaruh pada yang jahat, mana bisa kita bicara baik-baik? Tapi jika berpengamh pada yang baik. apakah dia ada kemungkinan seperti ini?"

Hoyan Tiang-souw dengan tegas berkata: "Tidak ada. Dia bukan dewa, tidak mungkin memiliki kegunaan hebat seperti itu."

Cui Lian-hoa sejenak terkejut dan berkata:

"Lalu kenapa saat aku menyandar padamu, hatiku jadi merasa mantap dan bertenaga? Apakah itu tenagamu sendiri?" Mulut Hoyan Tiang-souw menganga besar: "Diriku? aku punya tenaga apa? selain membunuh orang, yang lainnya aku tidak bisa!"

Dia berhenti sejanak lalu melanjutkan: "Apakah seluruh wanita cantik memang seperti kau? Khusus membuat orang jadi bingung, tidak bisa dengan jelas melihat segala hal?"

Cui Lian-hoa menganggukkan kepala: "Tidak salah, ku dengar sejak zaman dahulu sampai sekarang juga sama begini! Itulah maksudnya wanita cantik adalah malapetaka." i

Hoyan Tiang-souw terlolong-lolong beberapa saat baru berkata:

"Maaf, aku masih tidak begitu mengerti maksudmu!" "Aku juga tidak mengerti. Tapi kita bisa ber-sama-sama

mencari jawabannya, baik tidak?"

Tubuhnya harum hangat, senyumannya seperti bunga, suaranya seperti kicauan burung.

Sesaat Hoyan Tiang-souw jadi tertegun:

"Kita bersama-sama? Kau berencana bersama sama berjalan denganku?"

"Tentu saja aku berharap ikut denganmu. Tapi jika kau merasa tidak leluasa, maka aku masih bisa diam-diam pergi meninggalkanmu!"

Hay! Tuan langit tua! Dia berkata dia diam-diam akan pergi meninggalkan, tapi gadis secantik dia ini, kemana bisa 'diam diam' pergi?

Bagaimana dia bisa melanjutkan hidupnya?

Jika dia tidak mau apa-apa? 'apa-apa' ini sebenarnya 'laki-laki'. Hoyan Tiang-souw kembali mengerutkan alis tebalnya, wajahnya penuh dengan hawa membunuh berkata:

"Jika ada orang berani menghinamu, walaupun terjadi darah mengalir seperti anak sungai, suara tangisan sampai ribuan Li, itupun karena kelakuan mereka sendiri."

Cui Lian-hoa merasa senang katanya:

"Bagus sekali. Tapi kau belum menyelesaikan kata- katamu, jika masih ada keadaan lain bagaimana?"

Hoyan Tiang-souw membalikan tubuh, mata macannya melihat jauh ke gunung yang hijau, dan awan putih yang berubah-rubah, berkata dingin:

"Jika kau adalah bara api, para laki-laki itu hanyalah serangga terbang yang menerkam api. Maka aku mau berpikir, sebenarnya penting bara api? Atau lebih penting serangga terbang!"

Suara dia dinginnya seperti saat Mo-to keluar dar sarungnya, dia sepertinya sudah tidak bertubuh, tidal berperasaan, lebih-lebih tidak berhasil atau gagal, terhormat atau terhina......

Cui Lian-hoa terdiam sejenak, lalu dengan tegas berkata: "Kau balikan tubuhmu lagi boleh tidak? Aku ingin

melihat matamu, alismu, aku tidak ingin kau melupakan

aku ini siapa! Dan yang paling penting adalah aku ingin kau tahu siapa aku sebenarnya. "

Bagaimana mungkin dia tidak tahu siapa dia? Tapi kenapa dia berkata begini?

Siapa sebenarnya dia?

0o@o0
Mengapa udah nggak bisa download cersil di cerita silat indomandarin?

Untuk yang tanya mengenai download cersil memang udah nggak bisa hu🙏, admin ngehost filenya menggunakan google drive dan kena suspend oleh google, mungkin karena admin juga membagikan beberapa link novel barat yang berlisensi soalnya selain web cerita silat indomandarin ini admin juga dulu punya web download novel barat terjemahan yang di takedown oleh google dan akhirnya merembes ke google drive admin yang dimana itu ngehost file novel maupun cersil yang admin simpan.

Lihat update cersil yang baru diupload bulan Oktober 2022 :)

On Progres......

Mau donasi lewat mana?

BCA - Nur Ichsan (7891-767-327)
Bagi para Cianpwee yang ingin berdonasi untuk pembiayaan operasional web ini dipersilahkan Klik tombol merah.

Posting Komentar

© Cerita silat IndoMandarin. All rights reserved. Developed by Jago Desain