-->

Pendekar Harpa Emas Jilid 6 (Tamat)

Jilid 6 (Tamat)

swat-hong pergi kedapur dan melihat apa yang ada dimasak untuk mengisi perut , ternyata disitu banyak terdapat bahan makanan , dengan cekatan dan telaten swat hong memasak nasi dan sayur serta menggoreng ikan kering , hampir selesai pekerjaan swat hong didapur itu , Han Tiong muncul , “apa yang kamu buat hong moi , “aku sudah memasak makanan untuk kita , kembalilah keruang tengah sebentar lagi selesai , Han Tiong kembali keruang tengah , berselang beberapa lama ia duduk di serambi dan melihat-lihat keluar ,swat hong muncul dari dalam “koko , makanan sudah siap , marilah kita makan

,muka yang cantik yang mengajak makan itu bersemu merah , situasi yang seakan rumah tangga mereka itu membuat swat hong berdebar , malu dan bahagia , “marilah hong moi , sahut Han Tiong masuk kedalam sambil menggandeng lengan swat- hong , makin terasa nikmat keadaan itu dihati swat-hong , “duduklah disini koko , swat hong menarik kursi kayu yang ukirannya indah dan sandarannya tinggi , Han Tiong pun duduk

, dan swat hong menarik kursi disisi kiri Han Tiong , layak istri swat hong melayani Han Tiong dimeja makan itu , Han Tiong juga merasakan perlakuan penuh cinta itu , dengan senyum dan bahagia Han Tiong menikmati masakan swat hong , “bagaimana koko , enak tidak masakannya , swat hong

menatap wajah kekasihnya , Han tiong menatap mata itu , “luar biasa sayang , masakanmu sangat enak dan nikmat , swat hong senyum bahagia , dia merasakan bahagia dengan pujian itu , padahal sering dia memasak untuk Han Tiong dalam perjalanan dan berada dihutan dan tempat terbuka lainnya , dia tidak pernah bertanya tentang masakannya , dan tidak pernah terlintas untuk menanyakannya , tapi kali ini pertanyaan itu muncul dan mengharapkan jawaban Han Tiong

suasana dirumah yang mewah itu dan kenyataannya hanya mereka berdua , rumah itu rumah mereka , yang disampingnya ini adalah kekasihnya , calon suaminya yang gagah , dia memasak dengan rasa penuh tulus dan cinta , untuk yang dicintainya , selesai makan , dengan telaten dan cekatan semua piring dan bekas makanan diantarnya kedapur dan kembali disambut mata berbinar penuh cinta dengan senyum lembut Han Tiong , “Hong-moi , Han Tiong meraih kedua

tangan swat hong dan meremasnya lembut , “aku bahagia dengan semua ketulusan cintamu hong-moi , “aku cinta padamu tiong ko ,aku akan membahagiakan dirimu koko , aku hanya ingin kita selalu bersama koko “ bisik swat hong dengan gemetar , dan tidak terasa air matanya meleleh ketika Han Tiong mengecup bibirnya , “aku juga sangat mencintaimu hong- moi , bisik han Tiong disela kecupan-kecupan mesra itu , swat hong demikian menikmati cumbuan kekasihnya ini , dan tiba- tiba suara hujan lebat menyentak kemesraan itu , “hujan koko , bisik swat hong , Han Tiong bangkit menyalakan empat lompian yang bergantungan diatas ruang tengah itu karena ruangan gelap karena tebalnya mendung yang membawa hujan itu yang kadang diselingi suara guruh , sampai malam hujan itu masih tetap lebat

“kita tidur sekamar koko , aku takut jika kita berlainan kamar di bangunan besar ini , suara swat hong yang menggigil karena rasa ngeri dan suasana dingin malam itu , “iya hong-moi , “marilah kita tidur , ajak Han Tiong ,keduanya masuk kamar yang besar dengan tempat tidur yang lebar dan tilam yang lembut dan beberapa bantal dan guling yang bercorak indah , memang koai liong adalah seorang lelaki parlente yang kaya raya sejak mudanya , lembutnya tilam tidur dan hangat nyamannya pelukan Han Tiong ditengah genuruh dan curahan hujan lebat itu membuat swat hong bergairah ,dia mempererat pelukannya ketubuh hangat kekasihnya , mencoba mengelus dada dan merayap keperut Han Tiong , Han Tiong membalikkan tubuhnya dan menatap mata berbinar gairah dan pasrah itu , dia mengecup mata itu dan melumat bibir indah dan lunak swat hong , nafas swat hong memburu dan menyambut lumatan dibibirnya , berbolak balik kedua tubuh itu diatas tilam , swat hong merasakan tubuhnya ditimpa dan tangan itu meremas-remas tubuhnya menyentak-nyentak seluruh ujung- ujung sarafnya , nafasnya terengah-engah , dadanya bergelombang dipacu hasrat birahinya , Han tiong menciumi muka dan melumat bibirnya dan tangannya merayapi dan meremas dadanya sampai kadang mengelus bulu ketiaknya yang halus dan menciuminya dan bahkan melumat buah dadanya membuat swat hong makin basah , namun Han Tiong tidak bergerak ketempat lain , setelah sekian lama mencumbu swat hong dengan usapan lembut bagian atasnya ,swat hong mendengar bisikan mesra “ Hong moi , aku sangat mencintaimu

, aku puas dengan kebersamaan kita , aku sayang padamu , kamu adalah calon istriku yang tercinta , saatnya nanti aku akan mencumbumu sepuas hatiku , ohh kekasihku , aku cinta padamu , dan cumbuan itupun berhenti , dan anehnya hasrat birahi panas yang menyentak-nyentak kalbu swat hong pudar sejuk , nyaman ,puas , bahagia mendengar bisikan itu , tanpa kata-kata swat hong makin erat memeluk Han Tiong dan tertidur dengan bahagia .

Hampir satu bulan Han Tiong dan Swat hong di bangunan indah dan mewah milik koai liong yang sudah tewas dan dikuburnya bersama dua mayat lain di lembah itu , wajah Han Tiong yang gagah dan tampan penuh keringat setelah berlatih hampir setengah hari , dan disampingnya swat hong yang cantik jelita juga sedang mengelap keringat dimukanya yang putih kemerahan , tubuhnya sintal dengan lekuk pinggang yang indah berdiri tegak , “koko , apakah siang ini kita akan berangkat ? , “iya hong moi , pergilah duluan mandi dan berkemas , swat hong tanpa membantah masuk kedalam untuk mandi dan berkemas , setelah Han Tiong dan Swat Hong makan siang , merekapun menuruni liong san dan melanjutkan perjalanan menuju selatan

Dua bulan kemudian sampailah mereka di lokyang , saat memasuki lokyang dipintu gerbang masuk ada beberapa kertas tertempel dengan tulisan

“Ciangbujin telah mendengar dari siansu para pangcu merasa aman dimana ia berlalu para kauwsu telah selamat dari rasa malu

enghiong meminta Kim-Khong Taihap jadi bengcu di siawlimpai penobatan akan berlaku

pada je-it akan datang pada tahun baru

“itu pesan untukmu koko , bisik Swat Hong , Han Tiong menarik kertas itu , “mereka ingin koko jadi bengcu , bagaimana pendapatmu koko ? , “kita pikirkan nanti , marilah kita masuk kedalam kota dan mencari tempat makan dan istirahat “silahkan kongcu dan kownio , sambut pelayan dan membawa mereka kemeja kosong dan mempersilahkan duduk , setelah pesanan dihidangkan Han Tiong dan Swat Hong makan , setelah selesai mereka makan seorang lelaki berbadan tegap dengan wajah tampan mendekati mereka , orang itu lebih tua sedikit dari Han Tiong yang berumur hampir dua puluh lima

tahun , “selamat datang di lokyang kim khong taihap , “selamat berjumpa sicu yang baik , siapakah gerangan sicu ? “saya adalah Tang-Hui bun , dan orang menjuluki saya “hui kiam” (si pedang terbang) , “saya memberanikan diri karena meyakini yang dihadapan saya adalah kim khong taihap yang budiman , hui kiam menjura , “memang benar saya adalah kim-khong taihap , marilah duduk dan bicara , Han Tiong berdiri dan membalas menjura serta duduk mempersilahkan hui kiam duduk , “dan kenalkan ini adalah liem swat hong calon istri saya

, mendengar keterbukaan Kim Khong Taihap Hui kiam senyum

, “sungguh berita menyenangkan , kionghi..kionghi taihap dan siocia , Hui kiam menjura lagi kepada Han Tiong dan Swat Hong , dan dibalas keduanya , “Tang taihap disamping perkenalan yang menyenangkan ini apakah ada hal yang taihap ingin sampaikan ? Han Tiong merasa yakin bahwa orang yang mendekatinya ini akan berbicara tentang penobatan bengcu

“Taihap , suasana kangowu demikian tenangnya , hampir tidak terdengar tindak kejahatan di seantoro rimaba persilatan , ini semua berkat taihap yang sakti dan bijaksana “maaf taihap bicara soal sakti taihap , siapalah kita ini , hanya punya sedikit kepandaian , dan bijaksana , kita semua punya pikir dan hati , serta punya kecendrungan pada hal-hal yang baik , sebagai anugrah thian yang alami kepada kita , dan kejahatan yang terendap , kita bersyukur kepada thian bahwa saudara kita yang sedang sakit pertimbangannya dapat sehat kembali pertimbangannya sehingga tidak merugikan orang lain , “uraian yang jelas taihap dan benar adanya , lalu bagaimana menurut taihap tentang pertemuan penobatan taihap sebagai bengcu di siawlimpai bulan depan , “hal ini taihap baru saya tahu setelah memasuki lokyang dan ini mengejutkan saya , “memang tentang penobatan taihap sebagai bengcu sudah dibicarakan hampir setahun yang lalu di butongpai , mulanya pesan akan disampaikan kepada taihap dengan bertemu muka , tapi karena pertemuan yang akan dilaksanakan sudah dekat sementara taihap belum juga ada yang memberi khabar bahwa pesan telah sampai kepada taihap , jadi jalan terakhir adalah menyebar selebaran bertulisan di setiap pintu kota dan kampung juga di persimpangan jalan , “kalau menurut taihap , apa pendapat taihap, saya jadi bengcu , sementara taihap belum kenal saya , “secara pribadi taihap! benar saya tidak kenal taihap ,tapi dari efek yang saya lihat pada keadaan rimba persilatan ,itu saja sudah merupakan ukuran betapa tepatnya

taihap jadi bengcu , “tang taihap , menurut saya calon tunggal seperti saya mudanya tentu punya polemik tersendiri diberbagai kalangan , tentu ada yang setuju dan ada yang tidak bukan ? , “taihap , pertemuan yang dilakukan di butongpai merupakan pertemuan besar , dari berbagai kalangan menghadirinya , dan nyaris semua setuju , terlebih ketika jeng- mo yang juga hadir dan membeberkan pertemuan dia dengan

taihap , “ah … jeng-mo juga hadir ? , “benar taihap , dan apa yang kami lihat pada jeng-mo yang sudah menjadi jeng-liong , benar-benar membuat kami takluk dengan apa yang taihap perbuat padanya , “Tang taihap janganlah berlebihan memuji saya , yang patut dipuji itu adalah jeng-liong , orang yang awalnya jahat tapi mampu untuk berubah baik , “baiklah taihap , saya permisi dulu , pertemuan ini sangat bermamfaat bagi saya

, dan pembicaraan singkat ini banyak menambah ilmu pada saya , “baiklah tang taihap , senang bertemu dan berbicara dengan tang taihap , setelah hui kiam pergi , “bagimana koko , pertemuan di siawlimpai tinggal sebulan , apakah kita akan kesana ? , “menurutmu bagimana moi-moi , urusan kita belum selesai , sementara urusan orang banyak yang dimulai ciangbujin perlu penanganan dari saya sebagai pihak yang tersangkut

“koko , aku hanya ikut apa yang koko katakan dan semua pemikiran yang koko keluarkan saya yakini baik , “terimakasih moi-moi akan besarnya kecintaan dan kepercayaanmu padaku

, “tapi ketahuilah moi-moi dalam hal apapaun cintaku sangat menganggap keberadaanmu disisiku , jadi jika moi-moi punya pendapat , aku patut mendengarkannya , mendengar itu swat hong makin haru dan bangga akan kekasihnya ini , “koko ku yang baik , jika koko minta pendapatku , urusan banyak orang tentulah lebih utama dari urusan pribadi , jadi ke siawlimpai lebih kita dahulukan setelah itu baru urusan kita , Han Tiong berbinar menatap wajah swat hong , lalu dia tersenyum , “jawabanmu moi-moi sangat melegakan dan membuat hati ringan , pendapatmu itu sangatlah tepat dan bagus , aku cinta padamu moi-moi , swat hong bersemu merah sembari

tersenyum , “koko aku banyak belajar darimu , kau guruku , kau panutanku dan juga kau adalah calon suamiku , aku juga cinta padamu koko , kemudian swat hong tertunduk malu dan haru , untung saja tidak ada orang dekat meja mereka , sehingga suasana mesra itu hanya mereka yang rasakan

Lam Sin Liong Bukoan banyak kedatangan tamu diantaranya adalah ang-bin sin-kai , see koai tojin , sin-kang –sian-tung , kemudian kedua sutenya eng-tiaw-see dan tung-sin taihap , diantara mereka adalah para pendekar , kauwsu dan pimpinan piawkiok dari selatan , timur dan barat

“para enghiong dan ho-han semua , hari ini kita akan menuju siawlimpai untuk pertemuan penting dalam urusan dunia kangowu , posisi bengcu akan kita bicarakan disana , dan kita semua punya hak suara untuk menentukannya , kita adalah orang-orang yang menjunjung keadilan , calon tunggal memang telah ditentukan setahun yang lalu dan mereka yang mengadakan pertemuan itu akan menobatkan Kim-Khong- Taihap yang masih muda menjadi bengcu , dan kita tidak ingin bahwa rimba persilatan tidak punya wibawa karena dipimpin oleh orang yang muda belia dan kurang pengalaman , dan kita juga tahu berapalah jasa yang telah ditabur oleh seorang yang masih muda , itu tidak menutupi jasa para enghiong dan hohan semua angkatan tua , suma lian-bu berhenti sejenak , “hal yang akan kita lakukan disana yang pertama adalah menggalkan pemilihan dengan calon tunggal dan menggantinya dengan pilihan pencalonan beberapa enghiong yang dikira layak untuk itu sehingga syarat yang berlaku biasa di dunia kangowu berjalan dengan baik dan sah , bagaimana sicu dan enghiong semua ? , setuju ? , “setujuuuu , setujuuuu .. setujuuuu , “semua yang hadir berseru dan bertepuk tangan , “baiklah sicu dan enghiong semua , mari kita berangkat , hampir seratus orang rombongan yang keluar dari Lam sin liong bukoan

di siawlimpai sudah dua seminggu para hesio sibuk mempersiapkan tempat , banyak tenda-tenda didirikan , jalan ketempat pertemuan diperlebar , tangga –tangga pendakian dicat baru panggung besar didirikan dengan banyak hiasan kertas warna-warni , meja dan kursi di bagian tamu penting dan angkatan tua disusun rapi , kursi-kursi dibagian golongan muda ditata baik , dan juga ada bagian tempat para kauwsu dan pangcu demikian juga ada tempat bagian para tamu wanita , setelah semua persiapan dirasa cukup , bebrapa murid pertama siawlimpai mengatur teknis penyambutan , murid kedua dan ketiga mengatur teknis pengamanan , dan murid keempat teknis konsumsi dan perlengkapan

Pertemuan baru akan dilkasanakan seminggu lagi , namun para rombongan sudah datang membanjiri , hampir tidak putusnya tamu yang datang setiap hari selama seminggu itu

,para tamu dipersilahkan istirahat di tenda-tenda yang sudah disediakan

Pertemuan akan dilakukan besok , dan pagi itu setelah berliamkeng Li-hosiang turun dan menjumpai ciangbujin

butongpai “Bagimana , siansu , apakah kim-khong taihap telah muncul ? , belum losuhu , tapi kim-khong taihap sudah tahu akan pertemuan ini karena hal ini telah diberitahu oleh murid saya hui kiam yang kebetulan berjumpa dengan dia di lokyang , “benar loncinpawe , dan saya yakin Kim-khong taihap akan datang , dia seorang yang bijak apalagi setelah tahu akan hal ini , dia tidak akan mengecewakan kita , “omitohud .. baguslah kalau begitu sicu hui-kiam , kemudian Liu sang hesio mendatangi tempat Gak siansu setelah mengetahu Li-hosiang berada disana , kemudian menyusul kun-lun tojin , law bin tosu

, kemudian bersamaan oey-bhong , liem siau si , lu kwan-ti , lengkaplah delapan ciangbujin delapan partai , “Li-ciangbujin , pertemuan ini sungguh luar biasa , seumur-umur baru kali ini saya melihat pertemuan sebesar ini , “benar oey sicu , minat para enghiong demikian besar , hanya kita tidak tahu apa niat yang terkandung yang dibawa oleh kim-mou sin-liong dengan ratusan rombongan yang tiga hari lalu kami terima diantaranya kedua putranya ang-liong kiam-hiap dan lam-hwee-liong kemudian ang-bin-sin-kai , see koai tojin , sin-kang sian tung

,eng tiaw see , tung-sin taihap “kedatangan mereka adalah hal yang lumrah dan sama dengan yang lain Li-sicu , “tapi Gak sicu

, dengan membawa rombongan besar bukan tidak mungkin ada maksud tertentu , “benar apa yang dikatakan Li-ciangbujin itu , sela kun-lun tojin , “dan juga yang sama halnya dengan kim- mou sin-liong adalah , pak-tai-hong dengan rombongan juga , “ini hanya sebagai bahan kajian saja sicu ciangbujin semua , kita tahu mereka adalah segolongan dengan kita , semoga saja niat baik yang terkandung untuk memeriahkan pertemuan ini , omitohud .. , Li-hosiang menutup pembicaraan itu , selagi semua diam dengan pikiran masing-masing , Ceng-sin-hosiang datang diantar seorang hesio muda , “hahaha.. ceng-sicu , ternyata anda sampai juga , bagimana kabar pimpinan dalai lama di lhasa , tentu baik dan sehat bukan ? , “berkat doa oey sicu dan ciang bujin semua , kami di Tibet dalam keadaan baik , “saya tidak terlambatkan Li-sicu ? , “tidak ceng-sicu , besok baru kita mengadakan pertemuan , hanya kita sekarang menunggu kemunculan Kim-Khong-Taihap

“apakah kim-khong-taihap belum muncul ? , “belum ceng-sicu , sela Gak-siansu , “semoga dia tidak tetap tinggal di-tibet , gumanya , “ah… kim-khong taihap sudah diwilayah selatan ceng-sicu , karena muridku sudah menjumpai dia di lokyang , “hmh.. syukurlah kalau begitu , “ceng-sicu , apakah sicu menjumpainya di Tibet ? , “pada rencana pertemuan tahun lalu

, Kim-Khong Taihap berada di wilayah Tibet tepatnya di gyangtse , semuanya manggut-manggut , “sicu semua tentu ingin tahu apa yang kim-khong taihap lakukan disana ? , “ya .. apa yang dilakukan Kim-khong-taihap disana ceng-sicu ? , “liem ciangbujin , Kim Khong taihap ternyata sedang menngejar

thian-te-sam kwi , “pantas ketiga biang itu tidak aktif ternyata ketiganya diuber sama kim-khong taihap, sela oey bhong , “lalu bagaimana ceng-sicu , “lu-sicu dan sicu ciangbujin semua perlu diketahui bahwa siang-kiam-kwi sudah tewas ditangan Kim- khong taihap yang bersembunyi ditempat gurunya see sin lohap , dan tidak hanya itu see sin lohap dan kedua sutenya pek-mou-kwi dan sim-tok-moli ikut tewas saat keempatnya mengeroyok Kim-Khong-Taihap , “omituhud … , untuk salah satu dari thian-te sam kwi saja , kita hanya seimbang , dan kalah jika dikeroyok dua saja dari mereka , tapi ini empat siang- kiam-kwi yang seimbang dengan kita dibantu suhu dan dua susioknya tidak berdaya dihadapan Kim-Khong Taihap , sungguh pemuda luar biasa , semua ciang-bujin yang mendengar cerita itu berdecak kagum , terlebih setelah Li- hosiang mengomentari , “kesaktiannya apakah menyamai bu- kek-siansu yang tidak bisa diukur ? gumam oey-bhong , “saya yakin , bu-kek-siansu adalah suhu kim-khong taihap di pulau kura-kura , “ya bisa jadi melihat kedekatan bu-kek siansu dengan keluarga kwee dizaman kongcow kim-khong-taihap , sahut ceng-sin-hosiang , kesembilan tokoh tua itu masih berkumpul sampai hari sudah sore

mereka menatap cemas kebawah , berharap Kim-khong taihap dibawa oleh penyambut , sewaktu senja sudah datang , seorang hesio dengan gesit datang berlari menaiki tangga dan mendekati sembilan tokoh tua itu , “suhu dan para loncinpawe , Kim-Khong-Taihap sudah datang bersama seorang wanita , dan akan menuju kemari , “omituhud… terdengar seruan lega pada ucapan itu , “suhu … wanita itu adalah liem swat hong tunangan dari Kim-Khong-Taihap , bisik hui-kam kepada suhunya , Gak-siansu tiba-tiba tersenyum , “hahaha..hahah , “kenapa siansu , kenapa siansu tertawa , tanya Li-hosiang dan semuanya menatap Gak-siansu , “aha.. muridku ini mengatakan wanita itu adalah calon istri Kim Khong Taihap , jadi timbul ide dalam pikiranku bagaimana kalau peresmian bencu kita ini sekaligus dengan pernikahnnya , tentu Li-sicu

tidak keberatan bukan ? “hahaha..hahah , benar juga siansu , sela oey-bhong , selagi semuanya tertawa , dua bayangan gesit menaiki tangga , keduanya adalah Han-Tiong dan Swat Hong , han Tiong yang diberitahu bahwa dia akan disambut ciangbujin delapan partai besar segera berlutut “salam hormat dari siawte untuk para orang tua yang budiman

“bangkitlah kwee taihap , seru Li-hosiang , Han-Tiong dan swat- hong bangkit , “para loncinpawe yang mulia , banyak hal yang ingin siauwte bicarakan sehubungan pertemuan menyangkut diri siawte , dengan para loncinpawe yang terhormat , “Kim- khong taihap , tentu kami akan senang mendengarnya , lalu bagaimana Li-ciangbujin ? sela Gak Siansu , “hal yang patut memang apa yang disampaikan kwee taihap , marilah para ciangbujin dan ceng-sicu kita ketempat yang layak untuk membicarakannya di tempat kami , sahut Li-Hosiang , kemudian sebelas orang itu mendaki keatas ke-kuil siawlimpai , sesampai didepan kuil , “siawlimpai ciangbujin , “ini liem swat- hong adalah tunangan saya , bisakah dia mendapat tempat yang baik untuk istirahat selama pembicaraan ? , “tentu kwee taihap , Li-Hosian memanggil muridnya , “sediakan kamar istirahat untuk hong-ji ini , “baik suhu , tecu akan laksanakan , “bagimana kwee taihap ? , “terimakasih loncinpawe , atas kebijakan , sahut Han Tiong dan dia menatap swat-hong , “Hong-moi , bersitirahatlah dulu , “baik tiong-ko , mari loncinpawe semua , maaf jika merepotkan , “tidak , tidak merepotkan liem lihap , sahut Li-Hosiang , setelah swat-hong mengikuti hesio yang diperintah Li-hosiang , merekapun masuk kekuil diruang pustaka siawlimpai

“para loncinpawe yang budiman , sebulan yang lalu saya mendapatkan selebaran bertuliskan penobatan bengcu yang mana para loncinpawe menempatkan siauwte pada posisi itu , atas perhatian dan kepercayaan para loncinpawe kepada siauwte untuk itu saya sangat berterimakasih , dan saya yakin para loncinpawe melakukan itu semua dari dasar niat baik dan pemikiran matang , tapi siauwte ingin tahu detailnya niat baik ini

, “omitohud , sebelumnya kwee Taihap mari saya kenalkan dulu kepada taihap para ciangbujin yang ada disini , “terimakasih dan harap para loncinpawe tidak memanggil siawte taihap, nama siawte adalah Kwee Han Tiong , “baiklah Han Tiong , saya sendiri adalah Li-Hosiang selaku tuan rumah , dan diantara saya ini adalah para ciangbujin dari tujuh partai lainnya

, yaitu , “Gak siansu dari butongpai , Oey bhong dari thaisanpai

, kun-lun tojin dari kunlunpai , liu sang hesio dari gobipai , law bin tosu dari hoasanpai , liem siau si dari kotongpai , lu kwan-ti dan hengsanpai , dan ceng-sin hosiang wakil yang mulia dalai lama di Tibet , Han Tiong menjura satu-satu kepada semua ciangbujin dan dibalas dengan anggukan oleh para loncinpawe itu , “nah..! sekarang dengarlah Han Tiong ,kami para ciangbujin sudah mendapat pesan dari siansu tentang keberadaan taihap sejak delapan tahun lalu di ban-kok-san , “maksud Li-Hosiang loncinpawe ? , “ ketika kami berkumpul di ban-kok-san untuk membicarakan cengkraman kejahatan thian- te-sam-kwi kami didatangi oleh bukek siansu ketika menolong kunlun tojin ciangbujin dari tekanan toat beng kwi , pada pertemuan itu siansu melantunkan syair

thian tidak pernah alpa dan lalu kebajikan tetaplah diatas apapun jua itu sisihan taisu telah tiba siapalah tahu

lebih kokoh dari taisu , lebih bijak dari siansu

sejak itu kami selalu memasang perhatian pada tokoh yang dimaksud oleh siansu , tidak lama kami mendengar keadaan kaifeng dan terlebih setelah kami dapat tahu bahwa tokoh yang merubah kaifeng menjadi nyaman dan aman itu , dampak kebijakan yang terjadi dikaifeng kami merasa adalah tokoh muda itulah yang dimaksud oleh siansu kemudian kami lebih yakin ketika kami dapat tahu bahwa tokoh muda itu berasal dari pulau kura-kura , karena tokoh muda itu keturunan dari kim-mo taisu she kwee tocu pulau kura-kura

Dan melihat kondisi yang dirasakan selama tujuh tahun terakhir ini sungguh luar biasa dirasakan segala pihak , jatuhnya pamor thian-te sam kwi , bergairahnya kembali piawkiok dan bukoan , nyaris tidak adanya kejahatan terhadap masyarakat , maka setahun yang lalu ,kami mengadakan pertemuan di butongpai untuk menempatkan seorang bengcu dunia persilatan , dan tokoh yang tepat menurut kami , para pangcu , kauwsu , dan taihap yang hadir adalah kamu Han Tiong , dasar pemikiran kami ada tiga hal , pertama anda adalah tokoh yang dipesankan oleh siansu seorang tokoh legendaris yang masih hidup selama empat dan lima generasi sekarang ini , yang oleh siapapun menghormatinya , yang kedua adalah kesaktian , kami semua sudah mendengar apa yang engkau lakukan terhadap thian-te-sam-kwi yang kami tahu apa yang kami punya seimbang dengan salah satunya , dan engkau tiong-ji mempu menghadapi keroyokan ketiganya , bahkan barusan kami dengar dari ceng-sin hosiang , siang kiam kwi , suhu dan dua susioknya tewas di tanganmu , dan yang ketiga adalah kebijakan , kebijakan engkau tiong-ji telah dipesankan oleh siansu , kami hanya merasakan kenyataan yang kami lihat dan dengar , dan bukti nyata itu sudah kami lihat mulai dari keadaan kaifeng dan terakhir yang paling memukau pada diri jeng-mo salah seorang mantan anak buah utama dari thian-te-sam-kwi yang hadir pada saat pertemuan di butongpai , jadi oleh karena itu tiong-ji kami para orang tua ini mengharapkan kesudianmu untuk menjaga dan mengokohkan apa yang telah engakau mulai dengan menjadi batu penjuru dunia persilatan menjadi seorang bengcu , suasana hening , Han-tiong tertunduk mendengar semua uraian Li-Hosiang

lalu Li-hosiang berkata “apakah menurutmu tiong-ji kami orang tua ini masih bisa mengharap sedikit lagi kepadamu ? , “ah.. loncinpawe , jangan berkata demikian , siauwte sebagai anak dan golongan muda didepan orang tua sepatunya taat , kepercayaan yang diberikan ini teramat besar , entah bagaimana siauwte menjalankannya , “jika hal yang demikian tiong ji yang mencemaskanmu , kami orangtua ada dibelakangmu , tidaklah pelit dan sungkan kami untuk menggerakkan tubuh tua dan pikiran tua ini untuk berbagi denganmu , sela ceng-sin hosiang , “terimakasih loncinpawe

,jika demikian , lega juga hati siauwte untuk menerimanya , “omitohud , kami orang tua merasa gembira akan kesedianmu tiong-ji , “hal selanjutnya loncinpawe tentang penetapan bengcu ini , yang saya fahami dari surat selebaran , ini adalah penobatan , dan itu artinya siauwte calon tunggal yang sudah disepakati , apakah ini sudah melalui pengkajian dalam dan tidak menimbulkan gejala pertentangan dikalangan ho-han ? , “pembicaraan ini sudah disetujui banyak pihak yang hadir setahun yang lalu tiong-ji , dan memang diakui bahwa penetapan seperti jarang dalam dunia persilatan , biasanya melalui beberapa calon terpilih yang kemudian adu tanding , sela Gak siansu , “tapi jika hal biasa itu terjadi hari ini , kami orang tua tidak akan memaksakan keputusan tahun lalu untuk diterapkan hari ini , dan jika memang harus demikian , posisimu tidak lagi calon tunggal tapi salah satu dari calon terpilih yang kami dan pihak yang bersetuju mengajukanmu , tambahnya , “yang jelas tiong-ji kita ikuti perkembangannya kearah mana , tambah Lu-kwan-ti , “baiklah loncinpawe semua , hal ini kita lihat bagaimana saat pelaksanaannya nanti , “mungkin itu saja loncinpawe , terimakasih atas penjelasan dan kepercayaannya kepada siauwte

“tiong-ji sebelum kita bubar , aku tidak akan sungkan mengatakan padamu , apapun yang besok akan kita dapatkan , mengenai engkau dan calon istrimu , lakukanlah disini , kami orang tua akan mengurusnya , “ah… siansu loncinpawe , kiranya sampai demikian besarnya perhatian yang siauwte dapatkan , siauwte bersyukur kepada tuhan , dan berterimakasih kepada para loncinpawe jika sekiranya hal itu dapat dilaksanakan , “omitohud , baguslah kalau demikian tiong ji , keganjalan hati telah terjawab , kesepakatan baik telah didapat , sekarang marilah kita istirahat , sebab besok perhelatan akan dibuat , jadi kondisi mestilah kuat , Li-Hosiang menutup pertemuan dan merekapun bubar

Tok sim kwi yang melarikan diri dari liong-san tempat kediaman gurunya ,karena takutnya akan Han Tiong nyaris tidak pernah berhenti , sehingga sebulan kemudian sampailah tok-sim-kwi disebuah hutan didaerah hopak , dengan kelelahan sangat ia rebahkan dirinya di tanah dan menyandarkan kepalanya di sebuah pokok kayu yang tumbang , hatinya makin sedih , jengkel , gelisah , takut dengan keadaannya , saat dia mencoba berusaha menenangkan pikirannya , “ini orang jelek kenapa tidur diatas perutku , serta merta tok-sim-kwi membuka mata dan bangkit dan melihat seorang kakek gemuk pendek yang dia kira pohon tumbang “kamu siapa ? , “lah datang-datang sudah menghina , membentak pula , kupites telingamu , kutonjok matamu , “tasss aduowh… , bukk..ighh “ entah kapan bergerak kakek gemuk dan pendek itu sudah memites telinga dan menumbuk mata tok sim kwi , dan keadaanya masih aja tetap baring tak ayal lagi daun telinganya merah , dan matanya matang biru , “hehehe..hehehe baru tahu rasa ya , eits.. melawan , “tok sim kwi memukul kakek yang baring itu dengan tok-hiat-ciang , tapi sebelum sampai tangan itu menghantam perut besar itu “tuk.., aouww..aouww”, tangan tok sim kwi lumpuh , nyerinya minta ampun dia berkaok-kaok memegangi tangannya , kakek gemuk itu masih tetap baring , dan tidakpun kelihatan bergerak , yang mempecundangi tok sim kwi , saking gemasnya tok sim kwi mengayun tendangan dan “tak…. , aouwww …ampuuun… , sekali lagi tok sim kwi kena ketuk tulang keringnya dan melompat-lompat dengan satu kaki , air matanya sampai keluar menahan sakit , “mau lagi orang jelek , hehehe..hehehe , akhirnya tok sim kwi duduk dan masih mengusap-usap tulang kakinya , “siapakah kamu kakek sakti , hehehe..heheh , baru sadar ya , kalau saya ini sakti , tidak ada yang bisa mengalahkan saya , yang adapun hanya mengimbangi saya seperti kakek kurus yang bersandar dipohon itu , kakek gendut itu menujuk pohon yang jaraknya setonggak dari mereka , tok sim kwi mendelik terkejut , dia tadi tidak merasakan keberadaan kakek yang tinggi kurus , mukanya mewek dan matanya selalu terpejam karena cipitnya

“jangan ganggu aku “im-kan-siaw kwi” (iblis kecil dari akhirat) , “hehehe..heheh , jangan banyak lagak “hwe-gan kwi” (iblis kawah merapi) , “sial dangkalan , masih jual mulut bau , bentak hwe-gan-kwi , lalu bagaimana keduanya bertempur , tok sim kwi jadi bingung , saking cepatnya kedua bayangan itu kadang nampak , kadang tidak , tok sim kwi menepuk kepalanya , matanya nanar , kepalanya pusing , akhirnya muntah karena pertunya mual , karena tok-sim kwi merasakan kedua iblis itu bertempur diantara tubuhnya , pandangannya berkunang- kunang dan lalu pingsan , ketika tok sim kwi siuman , dia melihat kedua iblis itu menyeringai senyum kepadanya dengan wajah bengkak memar , tok sim kwi undur dua tindak dengan wajah pucat , “heh orang jelek , kamu siapa ! , bentak im-kan- siaw kwi , “sa…saya , tok sim kwi , “heheheh….hehehe … hik…hikk… , kedua iblis itu tertawa , “hehehe , hwe-gan ,

ternyata orang jelek ini iblis juga , “huh … iblis apaan begini macam , iblis bloon , cela hwi-gan kwi mendengus , “heh orang jelek , kalau kamu memang iblis , coba tunjukkan kekuatan iblismu , kamu jangan berani-berani mencatut nama kami ya.. , aku gulai nanti kepalamu , ancam im-kan-siaw-kwi , tok sim kwi tidak melihat siapa yang mencubiti tubuhnya sehingga dia harus meliuk-liuk menahan sakit , tok sim kwi mulai bersilat mengeluarkan sim-lo-tiam-hoat , kemudian swe-sia-hiat-jauw lalu tok-hiat-ciang dan terakhir swee-sia-kwi-joapian dengan senjata joanpiannya , “ilmu apaan itu , jelek sekali seperti kamu

, cela im-kan siauw kwi , siapa gurumu yang bodoh itu goblok ! , bentak hwi-gan-kwi , tok sim-kwi yang dari tadi sudah demikian kagum dengan kedua kakek iblis ini langsung berlutut terimalah tecu jadi murid , supaya tecu dapat membalas penghinaan ini , “heh.. apa maksudmu orang jelek , im-kan siauw kwi mendelik , “tecu dalam pelarian , suhu dan ibu tecu telah tewas ditangannya , kalau kalian sebagai iblis tidak mewujudkan keinginan iblis , mau bagimana ada muka dihadapan orang itu , “bangsat ..haram jadah , orang jelek , mana ada orang berani sama iblis , kecuali iblis bengek macam kamu , memalukan .. , im-kan siauw-kwi mencak-mencak , “oleh karena itu suhu , jadikan tecu menjadi iblis layaknya jiwi suhu , kedua kakek iblis itu diam ,

“bagaimana menurutmu hwi-gan-kwi , mendengar itu tok sim- kwi merasa gembira , harapannya untuk menjadi murid dua iblis yang sakti ini hampir mengenai sasaran , “heh..orang bengek , siapa yang menguber-uber kamu , mana tahu kamu hanya mengarang untuk menguras ilmu kami , ujar hwi-gan-kwi memebesarkan matanya yang cipit , “tidak suhu , tecu tidak main-main , teramat bodoh dan cari matilah tecu jika berani main-main dihadapan jiwi suhu , kalau begitu sebutkan siapa orangnya , biar kita jadikan sarapan untuk besok , tok sim kwi menelan ludah mendengar ucapan hwi-gan-kwi , “namanya adalah Kim-Khong-Taihap , dia sangat sakti , see sin lohap dan dua sutenya saja , beserta siang-kiam-kwi tewas ditangannya , “sial dangkalan…. monyet buntung , keponakanku pek-mou-kwi mati , teriak im-kan-kwi , “dasar twako mu yang tidak becus cari guru , masa “see-ok-hengcia” (sipaderi jahat dari barat ) sutit si locia dijadikan guru , “sekarang bawa kami ke depan kim-khong taihap monyet itu , biar kubeset kulitnya , kumakan jantungnya dan kuminum darahnya , hayo cepat , Tok-sim kwi dijinjing im- kan-siauw-kwi , sebentar saja mereka sudah keluar hutan , dan ketika memasuki kota hopak , mereka bertiga masuk rumah makan , sewaktu sedang makan , dua meja didepan mereka ada dua lai-laki dan perempuan yang juga sedang makan , yang lelaki kekar dan lumayan gagah umurnya empat puluhan

,sementara yang perempuan wajahnya cantik dengan kulit hitam manis , berumur dua puluh tiga tahun , “suheng tentu nanti di siawlimpai akan banyak para pendekar kenamaan berkumpul , alangkah senangnya jika saatnya tiba kita hadir disana , “pastilah sumoi , ini penobatan bengcu , satu hal yang jarang dalam pemilihan bengcu , biasanya bengcu dipilih terlebih dahulu yang diangkat oleh beberapa utusan , sehingga akan muncul nama-nama calon , dan setelah itu baru para calon di adu dalam pertandingan , siapa yang keluar jadi pemenang terakhir itulah yang jadi bengcu , “yang sekarang bagaimana suheng , “sudah ditetapkan sebagai calon tunggal dan banyak disetujui oleh para ciangbujin dan para enghiong yang bertemu di butongpai , “tentu calon tunggal itu hebat dan sakti suheng , “tidak tahu juga sumoi , tapi yang jelas efek dari sepak terjangnya yang membuat para penjahat jera bertekuk lutut , itu yang membuat namanaya demikian terkenal , “siapakah dia suheng ?, “kim-khong-taihap , tiba-tiba badanya terbang melayang kearah meja tok sim-kwi dan dua iblis itu

“ katakan dimana kim-khong taihap ? ancam tok sim kwi sambil mencengkram kepala lelaki itu , “a…aku tidak tahu , siapa kalian ? , “kapan pertemuan siawlimpai ? , “pada jet-it tahun baru nanti , “crokkk… ahgggkk ” lima jari itu menembus tulang kepala lelaki itu sebentar dia menggelepar dan mati , rumah makan jadi heboh , banyak orang berlarian keluar , “bangsat …. iblis laknat , “singgg.. pletok , tuk….auhhh , pedang si sumoi yang marah menyerang , namun pedang itu entah bagimana dijepit dua jari tok sim kwi dan sekali gerak pedang itu patah dan disusul totokan pada urat lehernya sehingga perempuan malang itu tewas seketika , kedua kakek iblis itu terus makan seakan tidak peduli dengan keadaan disekelilingnya , “jiwi suhu

, daripada kita mencari-cari tiada tentu , bukankah kita tunggu tanggal satu yang tinggal enam bulan lagi , dan pasti kita temukan dia , sementara itu jiwi suhu dapat mebekali saya , “kamu tidak perlu turun tangan , biar sebelah tangan saya yang akan melumat tubuhnya ,bentak im-kan-siauw-kwi “tapi suhu , ibu tecu telah mati ditangannya , berkanlah kesempatan pada tecu untuk ikut berpesta mempermainkan nyawa kim-khong

taihap untuk membalaskan dendam ini , “benar juga kata murid kita ini , im-kan , untuk apa capek-capek mencari orang yang tidak tahu dimana , baikan kita tunggu saja setelah itu kita gebuk kan beres , “aku belum mengangkat orang jelek ini jadi murid , Tok sim kwi terheyak juga dengan kelakuan iblis pendek gendut ini , tapi dia tidak habis akal , “baiklah suhu , jika seandainya kita tidak mendapatkan kim-khong-taihap , dan kita harus ke siauwlimpai , apa kumpulan ciang-bujin , dan para pendekar ternama yang ratusan berkumpul disana akan mampu kita hadapi untuk membunuh kim-khong-taihap ? , sebab dari bangkai ini saya dengar kim-khong-taihap adalah calon tunggal yang sudah disetujui , bukankah memalukan jika iblis bodoh seperti saya ini yang datang bersama dua iblis sakti menjadi bulan-bulanan keroyokan para pendekar itu , “hmh… baiklah , kita kembali kehutan selama enam bulan kamu belajar

, kalau belum becus menghajar kim-khong-taihap , aku hirup darahmu , ancam im-kan-siauw-kwi . ketiganya kembali kehutan dan tok sim kwi mulai menerima pelajaran baru .

Pagi itu , tempat pertemuan di kiok-hwa-teng (puncak bunga seruni) siawlimpai sudah dibanjiri , semua tamu duduk ditempat yang telah disediakan , ada lebih tujuh ratus orang dipuncak yang sejuk dan indah itu , dibagian tamu golongan tua , terdapat para ciangbujin dan ceng-sin-hosiang dari tibet kim- mou – sin-liong dan dua sutenya serta empat sahabatnya , dan tokoh tua lainnya sehingga ada dibagian itu sekisar seratus orang , dibagian golongan muda terdapat hui-kiam , kedua putra kim-mou sin-liong , Gu-tilung dan lain-lain pendekar muda lainnya , dibagian itu sekisar seratus lebih , dibagian piawkiok berjumlah dua ratus orang , kemudian dibagian kauwsu terdapat yap-sin-hong sekisar dua ratus orang dan dibagian perempuan ada swat-hong dan dua puluh pendekar wanita lainnya serta sepuluh orang nikow , kemudian dibagian undangan yang tidak membawa nama apa selain pengunjung saja ada enam puluh orang dan diantaranya jeng-mo dan pek- mo , dimanakah Han-Tiong , Han Tiong disuruh belakangan muncul , ketika mengarah pada pembicaraan bengcu , “selamat datang kepada sicu enghiong dan hohan semua di kiok-hwa-teng , pertemuan yang luar biasa ini hal yang membuat hati gembira sebab tidak dinyana kita mempunyai kekuatan sebesar ini dan demikian kompak untuk sudi ikut andil dalam permasalahan pusat kekuatan kita yakni bengcu , Tan- kui hewsio sebagai murid pertama siawlimpai sebagai pembawa acara berhenti sejenak , dan sebagian dari kita tentu telah mengetahui bahwa hari ini adalah sambungan dari yang pertama apa yang telah dibicarakan di botongpai setahun yang silam , namun perlu kami ulang karena sebahagian besar yang datang hari ini tidak menghadiri tentang keputusan setahun yang lalu , tapi saya yakin nyaris diantara kita semua tahu karena berita keputusan sudah tersebar selama setahun , yang mungkin dari mulut kemulut dikalangan kita dan juga selebaran yang diprakarsai oleh ciang-bujin hengsanpai , kotongpai dan hoasanpai , namun walaupun demikian perlu kami nyatakan kembali bahwa bengcu kita kali ini adalah calon tunggal yang hari ini akan dinobatkan , “huuuu… protes… , hampir disemua bagian ada terdengar seruan tidak setuju ini , hal ini sudah dalam bayangan para ciangbujin , lalu Tan-kui hewsio melanjutkan , “tenanglah para sicu yang budiman , jika hari ini hal itu mengganjal dihati , silahkan ajukan keberatannya dan kita bicarakan secara seksama

“sicu pimpinan rapat , kim-mou-sin-liong berdiri , “silahkan suma loncinpawe , “urusan bengcu bukanlah hal yang dianggap

main-main , penetapan calon tunggal suatu hal jarang bahkan tidak pernah terjadi di dalam dunia persilatan , oleh karena itu , bagimanapun takluknya kita pada satu figur , maka janganlah kita melupakan kebiasaan yang sudah ada , biarkan ia berjalan sesuai kebiasaan kita sebagai ciri khas dunia persilatan , “setujuuuuuu , terdengar gemuruh menyambut perkataan

kim-mou sin-liong , “maka menurut saya , berikanlah kesempatan pada yang lain untuk mencalonkan diri dengan syarat yang ditentukan , “setujuuuuuu…, Tan-kui hesio menghadap barisan ciangbujin , dan li-hosiang mengangguk , “baiklah para sicu yang budiman , permasalah bengcu bukanlah hal merusak akan tetapi hal yang membangun dan mengokohkan kita , jadi jika hal yang membangun maka jangan kita mulai dari hal-hal yang merusak atau hal yang melemahkan kita , dia berhenti sejenak

“suma loncinpawe sudah mengatakan pendapatnya dan sambutan tentang pendapat itu sangat besar , jadi tanpa kami debat , kepada semua loncinpawe dan enghiong , apa syarat yang harus kita tentukan untuk calon bengcu , “sicu pimpinan rapat , ang-bin-sin-kai berdiri , “silahkan sin-kai loncinpawe , “persayaratan yang harus kita tentukan menurut saya adalah , pertama ada yang mengajukan calon itu setidaknya limapuluh orang , kedua, calon itu sudah disebut matang paling tidak umurnya empat puluh tahun , ketiga ,calon itu dikenal dengan sepak terjangnya yang baik , dan terakhir calon itu dapat keluar sebagai pemenang dalam pibu , setujuuuu…. , suara gemuruh bergema , “sicu pimpinan , Gak-siansu berdiri , “silahkan siansu

, “apa yang diajukan oleh sin-kai sicu , tiga diantaranya menurut saya sudah tepat , tapi syarat yang kedua , beliau memajukan syarat disebut matang diukur dengan umur , syarat ini tidaklah bisa kita sambut baik , karena kematangan seseorang tidak bisa diukur dengan umur , karena faktanya banyak diantara kita yang sudah berumur sekalipun banyak yang pemikirannya singkat pertimbangan cupat serta tidak mampu membaca yang tersirat dan juga tidak sedikit kalangan muda yang berpikiran panjang , pertimbangannya seimbang serta hal tersirat mampu diterawang , jadi menurut saya hal yang mendeskriditkan satu pihak janganlah kita masukkan dalam syarat sebab itu menunjukkan kita orangtua tidak percaya pada yang muda , setujuuuuuuu …. setujuuuu dengan siansu

“bagaimana sicu sekalian yang budiman ssekarang kita punya dua pendapat yang pertama dari loncinpawe ang-bin-sin-kai ada empat sayarat sementara gak-loncinpawe tiga syarat dan menghilangkan syarat tentang umur yang harus empatpuluh

tahun , setujuuu , empat syarat … , setujuuuuu…. tiga syarat , suasana jadi hiruk pikuk , “para enghiong semua , untuk lebih tertibnya pertemuan kita ini , saya akan menghitung semua pendapat dari setiap bagian tempat duduk , dan tolong kepada semua adik ditingkat dua dan tiga untuk berdiri beberapa orang di bagian tempat duduk , nah saya mulai dari kelompok bagian para tamu kami dibagian tenda berwarna biru , didalam tenda ini ada enampuluh orang termasuk jeng-mo dan pek-mo , “yang menyetujui empat syarat , ada dua puluh orang yang yang setuju , dan dua puluh lima orang yang setuju dan tiga sayarat

,yang lainnya abstain , selanjutnya ditenda berwarna putih , bagian para lihap dan nikow , dibagian ini delapan belas setuju tiga syarat , setelah semuanya dapat bagian terdatalah jumlah yang setuju empat syarat tiga ratus orang , sementara yang yang setuju tiga syarat lebih empat ratus orang , “baiklah para sicu dan ho-han semua , dari hasil perhitungan suara yang kita lakukan ternyata untuk empat syarat disetujui tiga ratus orang dan yang menyetujui tiga syarat empat ratus dua puluh dua orang , dengan demikian kita akan memasukkan tiga syarat untuk calon bengcu , dan silahkan yang akan mengajukan calon untuk menunjuk calonnya , “sicu pimpinan , kami mengajukan suma taihap sebagai calon

suma taihap diajukan seratus lebih , kemudian maju lagi calon ang-bin-sinkai dari enampuluh orang pengemis , setelah itu pak-tai-hong diajukan seratus orang , ketiga calon itu sudah maju kedepan , dan kemudian sin-kang siantung diajukan lima puluh orang , keatas panggung , tiga bayangan muncul , “hehehe..heheh , hik..hik… para cecunguk yang mengaku pendekar ini berlagak didepanku menjemukan , “plak….plak…plak…plak… , empat tubuh itu limbung ditampar dua kakek sakti itu , ketiganya adalah tok-sim-kwi , im-kang

siauw-kwi dan hwi-gan-kwi , semua orang terkejut melihat calon ternama itu ditampar sampai limbung seperti anak kecil oleh kedua kakek itu , “saya adalah tok sim kwi dari thian-te-sam-kwi

, thian-te-sam-kwi masih ada , jadi jangan coba-coba berlagak , “hayo yang mau jadi bengcu , hadapi aku sukong kalian , kim- mou sin-liong marah , “keparat tok-sim-kwi dia menyerang , dan ang-bin-sinkai menyerang kedua kakek iblis itu , baru lima puluh jurus angbin-sin-kai dan kedua rekannya sudah benjot- benjot ditampari , bahkan sin-kang-siantung pingsan , hehehe..heheh begini yang mau jadi bengcu , semua orang pucat tidak terkecuali para ciang-bujin , sementar menginjak jurus keseratus kim-mou sin liong sudah terdesak hebat , dan duapuluh jurus kemudian jurus “kang-im-kan” (telapak akhirat) ilmu yang baru dikuasai dari im-kan siauw kwi mendarat telak di dada kim-mou sin-liong , sehingga memuntahkan darah , heheh.heheh… “para ciang bujin mana pahlawan kalian kim-khong-taihap , “aku disini , tok sim-kwi , Han-Tiong sudah berada didepan tok-sim kwi , “apa kamu sudah punya nyali tok-sim-kwi , “apa ini kim- khong taihap ? sela im-kan siauw-kwi , “benar suhu , jawab tok sim kwi jerih , “terimalah pembalasanku atas kematian pek-mou kwi , wut…wut… wut…, wutt , empat pukulan dielakkan kim- khong taihap , “haram jadah , sumpah im-kan marah dan penasaran , belum pernah ada yang bisa mengelak tamparannya , ini sampai empat kali tamparan malahan tidak ada yang dapat sasaran , serangan bertubi-tubi , banyak diantara penonton yang nanar akan kecepatan gerakan itu , delapanpuluh jurus berlalu , “baiklah orangtua , orang muda akan coba membalas , jurus im-yang-pat-hoat dengan gerak

im-yang-ma-hoat , suara dengusan kuda menyeruak angkasa , indah luar biasa serangan itu , tendangan diselingi ringkikan bertenaga sakti itu menekan jantung im-kan siaw kwi , hingga pada jurus keseratus “buk..buk… desss… “ dua pukulan didada dan mulut serta tendangan dilambung bersarang , hawa Im merasuki tubuh Im-kan siaw-kwi lewat mulut dan lambungnya dan satu hawa yang mengenai dadanya , akibatnya Han Tiong tergeser empat tindak , tapi Im-kan siauw kwi ambruk dan cepat berdiri dengan bibir biru ,

“sial dangkalan , suhu kita harus keroyok , teriak tok sim kwi , sambil menyerang , dua bayangan menyerang , suara tenaga sakti mengaung hebat , hawa berpendar tidak menentu , dengan cepat limapuluh jurus berlalu , kombinasi gerak jurus im-yang pat hoat silih berganti , melihat itu hwi-gan-kwi tidak sabar dan merangsak maju , pertandingan luar biasa hebat , para peserta menjauh tenda-tenda mereka banyak yang sudah terbang entah kemana , para ciang bujin juga menjauh dari tempat pertempuran dengan harapan kim-khong taihap dapat menundukkan lawan luar biasa ini , seumur mereka baru menyaksikan pertandingan seluar biasa ini , cepat dan menyilaukan , mengguntur dan mendebarkan , semua orang baru menyaksikan kepiawaian Han Tiong selain swat hong tentunya , dentuman pukulan yang berserabutan , sinar-sinar dan hawa pukulan tenaga sakti berkesiuran hingga limaratus jurus berlalu

Han Tiong baru bertemu tanding yang memang amat berat , tapi Han Tiong disamping kesaktiannya yang luar biasa , dia juga punya keuletan yang tidak lumrah demikian juga ketenangan yang sedalam samudra , menginjak jurus keseribu matahari sudah mau gelincir kebarat , Han Tiong memainkan harpanya , “ting..jreengg..jreeng ..tinng….tingg , hong-hi-sin-jai dengan kombinasi pat-sian-kiam-hoat dibarengi gerakan jurus- jurus Im-yang-sian-hoat menggebrak langkah tok sim kwi dan dua puluh jurus kemudian , “prak…” gagang Harpa emas yang barusan berdenting ditelingannya membuat jantungnya empot- empotan dan lengah disusul serangan sabetan pat-sian-kiam- hoat menghantam kepalanya hingga hancur berantakan , tanpa bersambat tok sim-kwi harus mengakhiri hidupnya

kedua iblis itu terperangah , lalu meningkatkan daya serangan , dan ini malah lebih luar biasa , dua iblis yang sering berhantam sendiri ini makin kokoh , semua yang hadir tidak ada yang mau meninggalkan sisi bukit , dibalik rerimbunan mereka menonton tanpa berkedip walaupun mata sudah nanar dan berair , dengan tewasnya tok sim kwi sesaat membuat mereka lega , namun kemudian cemas melihat kedua iblis itu malah semakin gencar dan seru membuat tekanan-tekanan berbahaya , ratusan jurus berlalu lagi , seakan pertempuran itu tidak akan pernah selesai , malam pun merambat kian larut , namun pertempuran tetap berjalan dan semakin menegangkan , pertempuran maha dahsyat yang mereka saksikan membuat mereka yang hadir meleletkan lidah , dan akhirnya malam perlahan merayap ditepis sang surya , pagi merambat , matahari kian naik , pertempuran belum juga turun kehebatannya , matahari mulai lagi gelincir , tubuh tua sudah melemah , gerakan sudah mulai menurun , dentingan suara harpa sudah tidak mulai menusuk telinga

akhirnya kedua iblis itu harus juga mengakui kekosenan Han Tiong , sehingga “buk.. hoakkk “ ketika tendangan berhawa Im menduplak amblas dada Hwi-gan-kwi sesaat tubuh itu menggigil dan akhirnya nyawanya melayang , otomatis im-kan- siauw kwi , makin lemah dan diapun harus menerima bagian, perutnya dengan hawa Im tercengkram sehingga perutnya hancur dan jotosan pada dadanya yang berhawa Yang menghanguskan isi dadanya , tapi Han Tiong juga bukan tidak selamat dari berbagai macam pukulan yang ia terima sehingga sekujur tubuhnya merah .. memar dan biru , setelah im-kan- siauw kwi ambruk , Han Tiong juga limbung pingsan , semua yang hadir berduyun-duyun mendekati tempat pertandingan , “sicu sekalian yang budiman , hari ini kita tunda pertemuan , sekarang kita kembali kepondok masing-masing dibawah , dan informasi berikutnya akan kami sampaikan setelah membaca kedaan , tubuh Han Tiong dibawa lu-kwanti ke bukit dimana kuil siawlimpai berada diikuti oleh hampir seratus orang tokoh tua “li-hosiang sicu , bagimana menurutmu , Lu-kwan-ti bertanya setelah membuka baju Han Tiong , nampaklah luka pukulan beracun dimana-mana , hampir diseluruh tubuh bagian atas

,setelah memegang nadi tangan Han-Tiong “amotohud , tubuh apakah yang dimiliki anak muda ini , aku tidak akan percaya jika tidak melihatnya sendiri , harusnya menurut patut luka pukulan beracun ini sudah menewaskannya , tapi nadinya masih ada , luka ini semua masih matang biru menyimpan racun , selagi mereka masih bingung memikirkan apa yang mau diperbuat , “salam semua para loncinpawe , semua orang melihat arah suara seorang gagah dengan muka putih kemerahan datang bersama swat-hong yang matanya masih bersembab merah karena menangis , bagimana swat-hong bersama orang gagah berumur empat puluh tahun lebih itu muncul bersamaan ? , mari kita tengok sebentar kebawah , setelah orang semua berduyun-duyun mendekati pertempuran , sementara swat-hong tidak bisa mendekati Han Tiong ditengah kerumunan laki-laki itu , hatinya cemas , gelisah mau memeluk kekasihnya itu , tiba dia mendengar pengumuman bahwa pertemuan ditunda dan akan diinformasikan lebih lanjut dan orang semua pada bubar dan turun

menagislah swat-hong setelah tinggal sendirian , “tiong-ko.. uuuu..uuuuu..uuuu , koko jangan kau mati koko , ahggg..uuuu

..uuuu , koko…koko ku sayang … uuuu ..uuu , jangan

tinggalkan aku koko…. Koko.. jangan tinggalkan aku , oh ..

thian … kekasihku sekarat tolong lah aku tuhan uuuu….uuuu , swat-hong mengerung-ngerung memanggil Han-tiong dan tuhan , tiba-tiba terdengar alunan yankin , diiringi lantunan suara Jika tuhan berkehendak siapa yang bisa melarang Jika hidup dan mati karena keadaan siapa yang bilang Jika yakin akan thian kenapa harus bimbang Bukankah thian telah mengukur dan menimbang

Mendengar alunan yang diiringi yan-kim itu , “ki-ko … seru swat hong sendu , orang yang dipanggil itu muncul , “ki-ko… uuu…uuu , swat-hong memeluk kaki Kam-Han-Ki , ki-ko adikmu ini nelangsa karena belum berusaha , cintaku dibawa aku bisa berbuat apa , ki-ko , bawalah aku kesana , tiong-ko sekarat

entah bagimana , “hong-moi para cianpawe disana tentu berusaha untuk mengobati bengcu mereka , “ki-ko .. mereka memang berusaha , tapi apa usaha kita , sebagai suheng juga merasa , dan aku belum mau putus asa , “hehehe.. adikku yang cantik dan jelita , memang tuturmu sangat berharga , marilah kita kesana , siapa tahu kita bisa berbuat apa

“para cianpawe yang budiman , ini adalah ki-ko suheng dari tiong-ko , tolonglah biar ki-ko yang periksa , “maaf loncinpawe , adikku ini karena galau ingin juga memeriksa, “tidak apa taihap

… silahkan taihap lihat , mungkin bisa berpendapat , sahut li- hosiang , Kam-Han-Ki melihat tubuh telanjang itu , tiba-tiba dia senyum dan matanya takjub bahwa sutenya ini telah dapat mewarisi salah satu ilmu suhu mereka yakni “Siu-to-Po-in” (sambut mustika menyapu awan) satu ilmu yang sering digunakan bukek siansu menerima pukulan apa dan bagimanapun hebatnya dari siculas dan sijahat tapi tidak pernah luka dalam , hanya meninggalkan bekas pukulan dikulit entah merah , biru , tapi sekejap hilang ,sementara Han-Tiong tentu belum sesempurna bu-kek-siansu yang sudah ratusan tahun , tapi bagi pandangan Kam-Han-ki , setidaknya ilmu itu sudah dikuasai setengah bagian , kalau saatnya sempurna , pastilah bekas dikulit itu sudah segera hilang dan tidak akan pernah pingsan , kalau tiga perempat saja dikuasai Han-Tiong , pukulan apa dan bagimanapun Han Tiong tentu sudah tidak pingsan lagi dan mungkin hanya memar memerlukan waktu lama kalau tidak dibantu obat luar , swat-hong yang pucat dengan hati berdebar melihat Kam-Han-Ki senyum , hatinya langsung lega , “bagaimana ki-ko , jangan buat adikmu ini cemas , mendengar itu Kam-Han-Ki semakin lebar senyumnya , dan melihat sekeliling yang semua hampir menatap heran kepada dia dan swat-hong yang manja

“cianpwe..! suteku ini hanya luka memar , jadi kalau ada obat luka memar , besok pagi tubuhnya juga akan kembali seperti semula , “cepat ambil obat luka memar dikamar obat , seru Li- hosiang kepada murid pertamanya , segera murid hewsio itu bergerak , dan kemudian kembali , lalu luka memar itu di ditaburi bubuk obat dan dibalut , baru selesai membalut tubuh Han Tiong , Han tiong sudah siuman , wah… para loncinpawe jadi repot begini , semua jadi heran melihat wajah itu tidakpun sedikit menunjukkan ringisan sakit , “tidak tiong-ji , tidak ada yang merasa repot , sahut li-hosiang , setelah kerumunan itu agak merenggang , Han Tiong melihat swat hong bersama suhengnya langsung berdiri dan berlutut , “kam-suheng ,

ternyata suheng disini , tokoh tua itu semua terkejut “hehehe… kwee sute kebetulan aku lewat , lalu hong-moi yang manja ini mengagul-agulkan aku ketempat mulia ini , swat hong bersemu merah mukanya tunduk dihadapan orang banyak itu “Kam-taihap , adakah yang dihadapan kami ini putra dari kam taihap kam-bu-sin keponakan kim-siaw eng taihap , “benar lon- cinpawe , “omitohud … hari yang luar bisa , dua biji mata siansu ada dihadapan kita , “janganlah memandang tinggi loncinpawe , tiadalah beda antara kita sesama manusia , ada lebih dan kurangnya , “omitohud… kam-taihap , acara ini belum selesai , besok akan dilanjutkan , penobatan sute dari kam taihap akan dilaksanakan dan juga peresmian hari bahagianya bersama liem-lihap , sungguh patutlah kiranya seorang suheng berada disampingnya , Kam-Han-Ki melihat Han-Tiong , “kam-suheng , sute tidak akan merasa kecewa , sute akan ikut apa pemikiran suheng , “hehehe. kwee sute , jika besok hari bahagiamu , selaku suheng tentu aku akan menyaksikannya , “terimakasih suheng , Han-Tiong mengajak swat-hong berlutut , “baiklah , kita turun kembali dan kesempatan hari ini kita akan coba memperbaiki tempat pertemuan dan semua tenaga yang ada akan kita kerahkan , seru Li-hosiang , kepada semua peserta yang semuanya masih berada ditenda dengan gembira menerima bahwa besok pertemuan dapat dilakukan kembali dan semua tenaga dibutuhkan untuk memperbaiki tempat pertemuan , sampai malam pekerjaan itupun tuntas .

Keesokan harinya , pertemuan pun digelar kembali , Tan-kui hewsio kembali membuka acara , “para sicu , enghiong dan ho- han semua , kembali kita bersyukur pada thian , hari ini kita hadir dalam keadaan sehat , walaupun semalam kita mendapat benturan bencana , namun thian tetap menyelamatkan kita dan hari ini kita kembali menggelar pertemuan kita ini

“para sicu dan enghiong yang budiman , calon bengcu yang sudah kita ketahui semalam , yakni Ang-bin-sin-kai , kim-mou- sin-liong , pak-tai-hong dan sin-kang-sian tung agar kembali memasuki lapangan , semua menatap kearah tempat tokoh tua

, lalu ang-bin-sin-kai berdiri , “sicu pimpinan , menurut kami supaya hari ini pembicaraan yang sudah setengah matang di butongpai yang dilanjutkan , dan bukan pembicaraan hari kemarin , “hidup kim-khong taihap… hidup kim-khong taihap , “baiklah para sicu sekalian , jika untuk melanjutkan pembicaraan di butongpai , maka untuk itu kami serahkan kembali kepada suhu , tan-kui hewsio menjura kepada Li- hosiang

“sicu dan enghiong dan loncinpawe , karena kita semua sudah sepakat untuk melanjutkan pembicaraan di butongpai maka perhatikanlah semua dengan jelas bengcu yang kita pilih secara matang dan bulat adalah Kim-Khong-Taihap , disambut tepuk gemuruh dari seluruh hadirin , “kepada Kim-khong Taihap

, harap berdiri dan mengambil tempat yang sudah kami sediakan , kursi yang agak tinggi diangkat ketengah panggung , “silahkan duduk taihap , Han Tiong duduk , dan kepada semua tokoh tua supaya turun dan khusus kepada kam-taihap sebagai suheng dari kwee taihap juga diharap keberadaannya di panggung ini , perhelatan itu begitu agung walaupun sederhana

, “Kam-Taihap dan seluruh ciang-bujin dan loncinpawe , mari sama-sama kita berliankem untuk meminta kepada thian , kiranya usaha kita ini memberikan kebaikan kepada kita semua

, suasanapun hening , dan ketukan pada gamelan terdengar sahut menyahut , setelah selesai berliangkem Li-hosiang melanjutkan “sekarang Kam-taihap dan para sicu hadirin semua , ini tanda bengcu berupa ikat kepala dengan sulaman naga benang emas dan manik-manik mutiara hitam dengan disaksikan semua akan kami sematkan kekepala kwee taihap sebagai ikat kepala , Li- hosiang mengikatkan ikat kepala itu di kepala Kwee-Han-Tiong

, nampak wajah yang sudah gagah itu semakin gagah dan tampan , kemudian Han-Tiong pun disalami seratus tokoh tua , kauwsu dan pangcu , “silahkan kwee bengcu menyampaikan sambutannya , hal ini disambut meriah oleh semua peserta , “hidup bengcu…hidup bengcu …

“salam bahagia para loncinpawe , sicu taihap , sicu kauwsu , sicu pangcu . dan sicu enghiong semua ., hari ini telah kita laksanakan apa yang menurut kita baik dan untuk menjaga kebaikan itu , tentang bagimana kebaikan itu berjalan dan bertahan sudah merupakan tanggung jawab kita semua , bengcu hanya batu penjuru sebagai titik kita membicarakan hal- hal yang baik dan menjaga kebaikan , dan satu hal yang harus kita ingat bahwa bengcu adalah manusia , dan tentu bersifat manusia , jadikan ia sebagai manusia , yang membutuhkan teman , penghargaan , nasihat dan kritikan , dan yang pasti manusia memiliki keterbatasan , Han tiong diam sejenak , suasana hening dan hikmat menyerap perkataan tegas dan lantang dari Han-Tiong yang maknanya sangat mendalam

“Selanjutnya , karena saya belum memiliki tempat yang jelas , maka segala hal yang mungkin terjadi dan penting untuk dibicarakan bersama sicu dan ho-han semua bisa membuat selebaran seperti yang telah pernah dibuat , tempat yang paling strategis kemungkinan saya berada adalah di-kaifeng dan paoting tepatnya dipaoting adalah pek-tiaw bukoan yang dipimpin yap siok untuk wilayah selatan , di yichang dan wuhan tepatnya di wuhan adalah rumah li twako untuk wilayah barat , kemudian di yinchuan untuk wilayah utara tepatnya di lembah naga tempatnya sie-siok atau jeng liong dan di sinyang utuk wilayah timur , dan demikian sambutan saya dan terimakasih , tepuk tanganpun bergema , yap sin-hong , li-mou , jeng-mo yang hadir juga disitu tak kuasa menahan air mata akan kehormatan itu

“bengcu sudah memberikan kata sambutan dan peta wilayah strategis perjalannanya , dan sekarang acara saya serahkan kembali kepada murid saya , “baiklah sicu dan para enghiong , tibalah kita pada acara yang menggembirakan untuk kedua kalinya , Tan-kui hosiang sengaja berhenti , orang sibuk betanya sehingga sedikit ribut , “mungkin para sicu dan enghiong penasaran bukan ? nah baiklah untuk tidak membuat penasaran , acara kita yang kedua adalah peresmian pernikahan bengcu kita dengan calon istrinya liem-swat-hong , tepuk tangan pun bergemuruh , swat-hong sudah dirias baju pengantin oleh para pendekar wanita yang dari tadi menggodanya , sehingga membuat swat hong makin bersemu merah ,kemudian swat-hong pun diiringkan dan didudukkan di kursi yang sudah disediakan disamping kursi penobatan itu

“selanjutnya kepada suhu kami persilahkan memimpin upacara pernikahan , “mari kam taihap ,ajak li-hosiang kepada kam-han- ki , upacara pernikahanpun berjalan hikmat , Han Tiong dan swat-hong merasa bahagia, saling berpegangan tangan keduanya “kionghi sute , hidup adalah pemberian , maka jangan lupa kepada thian , berbuat bertindak sesuai aturan , agar selamat mempertahankan kemanusiaan , sepasang pengantin itu berlutut untuk kedua kalinya didepan Kam-Han-Ki , “suheng , segala nasihat dan pengajaran , semoga sute tidak lupakan , menjalani hidup sesuai yang dinasihatkan , doa suheng jauh tetap sute harapkan , “sute , suhengmu ini tidak bisa

memberikan apa-apa , namun suhu kita memiliki banyak hikmat

, jadi pada hari bahagiamu ini sute , saya berikan padamu satu lagi hikmat dari suhu kita yakni kitab pengobatan , semoga ini juga bermamfaat ditanganmu sute , Kam-Han-Ki menyerahkan kitab pengobatan milik suhu mereka , “suheng , terimakasih atas anugrah besar ini , semoga sute dapat menghargai pemberian suheng atas nama suhu ini , Kwee-Han-Tiong menerima kitab tersebut

setelah makan minum acarapun dibubarkan , para tamu semua berduyun-duyun menaiki panggung menyalami dan memberi selamat pada bengcu mereka dan kemudian turun untuk berkemas kembali ketempat masing-masing , sore itu juga Han Tiong dan swat hong meninggalkan siawlimpai menyongsong mahligai baru yang baru mereka resmikan .

demikian cerita KIM-KHONG-TAIHAP , semoga bermamfaat sebagai penambah wawasan sekaligus hiburan

Rajakelana , 12 Maret 2012 Ikuti perjalanan selanjutnya pendekar harpa emas dan tokoh- tokoh seperti bonita , lumina dan kawan-kawan serta tokoh lainnya dalam judul

“KWI-PO-CIN-KENG-PAT (DELAPAN KITAB PUSAKA IBLIS)

Tamat