-->

Pembunuh Gelap Jilid 13 (Tamat)

Jilid 13 (Tamat)

Dikamar bengcu Su-hay-iong-simbeng.

Hong-lay Sian-ong, Lam-hay San-jin dan Ie Lip Tiong berunding untuk menghadapi musuh2 mereka.

Hong-lay Sian-ong berkata:

"Kita harus segera menolong Lu tatsu Dirinya terancam bahaya pembeselan kulit

le Lip Tiang berkata:

"Bila mereka ada niatan untuk membunuh Lu tatsu, sudah pasti sulit untuk memberikan pertolongan." Lam-hay Sanjin berkata.

"Musuh ditempai gelap, kita ditempat terang, inilah tidak menguntungkan pihak kita." Hong-lay Sian-ong dapat menyetujui pandangan si Pendekar laut Selatan,

Memandang Ie Lip Tiong, sang bengcu tertarik:

"Lu tatsu, kecuali Sang-leng The-Khung, dimanakah tempat bermukim komplotan tukang beset kulit ini?" le Lip Tiong menjawab:

"Ai Pek Cun membuka perusahaan teh San-leng The-khung. Ai Lam Cun membuka parusahaan persewaan kuda Su-thong-bee-kie- hang. Tentunya, Ai Tong Cun dan Ai See Cun membuka perusahaan lain macam, entah perusahaan apa yang diusahakan oleh mereka."

"Tidak mudah untuk mencari perusahaan mereka." Berkata Lam-hay San-jin.

"Tentu." Berkata Hong-Iay Sian-ong. "Tapi, kita harus berusaha."

"Untuk mengetahui rahasia ini kita dapat membekuk Ai Tong Cun dan Ai See Cun." Berkata Ie Lip Tiong

Betul Dua orang itu menyamar menyadi Duta Istimewa Berbaju Kuning, mereka masih berada ditempat kita. Lebih mudah menangkap mereka, dari pada mencari sarang komplotannya."

"Bengcu tahu, siapakah orang yang kita harus tangkap" Bertanya Duta Nomor Sepuluh Lam-hay San-jin

"Satu adalah Thiat-teng Hwesio, dan entah satunya lagi." Ie lip Tiong memandang Lam-hay San-jin.

"Bagaimanakah kejadian tadi?" Ia mengajukan pertanyaan kepada Duta Nomor Sepuluh itu. Lamhay San-jin memberi keterangan :

"Thiat-teng Hwesio bermain catur, ayal-ayalan seolah-olah mengadu duduk, satu persatu kami meninggalkan kamar bengcu. Menyelang hampir pagi, kami dikejutkan oleh teriakan orang banyak, segera kami keluar, tiba didepan kamar bengcu, disitu kami menjumpai Thiat-teng Hwe-sio, dikatakan olehnya, Lu-tatsu telah menyadi gila, dialah yang telah membunuh bengcu." "Kemudian ?"

"Thiat-teng tatsu menunjuk kearah barat semua orang mengejar lu tatsu." Ie Lip Tiong berkata:

"Dimisalkan Thiat-teng Hweesio sebagai Duta Istimewa Berbaju Kuning yang palsu. Tentu, enam Duta Berbaju Kuning kita mengejar tempat kosong."

lam-hay San-jin berlatar

"Musuh tentu melarikan diri kearah Timur."

"Betul. Yang lebih bahaya lagi, beberapa Duta Berbaju Kuning dapat masuk kedalam perangkap mereka." Hong-Iay Sian-ong menunjukkan rasa kekawatirannya.

Memandang Lam-hay San-jin, Hong-lay Sian-ong memberi perintah :

"Tolong Lam-hay tatsu kejar mereka, dan katakan kepada 7 Duta Berbaju Kuning itu, aku segera menghembuskan napasnya yang terakhir, mereka harus segera kembali, secepat mungkin, mereka harus mendengar pesan terakhirku."

Lam-hay San-jin memandang sang bengcu dengan sinar mata heran.

"Maksud bengcu   "

Hong-lay Sia~ong membisiki sesustu, itulah rencana rahasia.

Dengan girang, Lam-hay San-jin menerima perintah. Tubuhnya melesat, menuju kearah barat mengejar para Duta Istimewa Berbaju Kuning, menarik mereka pulang.

Hong-lay Sian-ong dan Ie Lip Tiong mengatur rencana untuk menghadapi para Duta Istimewa Berbaju Kuning, beberapa diantara orang2 itu adalah manusia palsu, mereka harus menyaringnya.

Hong-lay Sian-ong meminta Ie Lip Tiong mengubah wayahnya. itulah wayah seorang yang sudah hampir mati. Ie Lip Tiong adalah seorang pengubah wayah yang luar biasa, ia mulai memegang peranan itu.

Sambil mengerjakan tugasnya, mereka bercakap2. Pokok pembicaraan berkisar dari rahasia Ie Lip Tiong. Hong-lay Sian-ong berkata:

"Dipagi hari, kau kukuh tidak memberi tahu, asal usul dirimu, tentu mempunyai kesukaran yang tidak hendak diketahui orang, bukan?"

Ie Lip Cong mengganggukkan kepalanya. "Boanpwe tidak menghendaki Ie Lip Tiong muncul terlalu cepat."

"Kau lebih suka menggunakan wayah It-kiam-tin-bu-lim Wie Tauw?"

"Sebelum rahasia kabut kehancuran keluarga boanpwe dapat dibongkar, lebih mudah bekerja dengan wa-jah lt-kiam-tin-bu-lim Wie Tauw."

"Dan mulai saat ini, berakhirlah permainan Sandiwaramu yang memegang peran sebagai tokoh ajaib dari kota Tiang-an itu."

"Apa boleh buat. Boanpwe kira, bengcu betul2 tidak dapat ditolong lagi. Untuk memberi hiburan seorang yang sudah hampir mati, kita wajib menyenangkannya."

"Dan akhirnya kau masuk kedalam perangkapku." "Bengcu lihay."

"Eh, rahasia apakah yang menyamgkut keluargamu?" "Ayah boanpwe mati secara penasaran."

"Mereka mengatakan ayah turut membunuh Ngo-kiam Sin-mo Auw-yang Hui."

"Tapi boanpwe tidak percaya kejadian itu." "Maksudmu hendak menuntut balas?" "Boanpwe wajib menuntut balas."

"Orang2 yang membunuh ayahmu adalah para ketua partay dari 5angat kuat."

"Ketua2 partay Siauw-lim-pay. Khong-tong-pay, Bu-tong-pay, Hoa-san-pay dan Kun-lun-pay telah digunakan oleh seseorang, biang keladi kekacauan inilah yang boanpwe hendak tuntut sebagai musuh besar"

"Siapakah yang kau curigai?"

"Boanpwe belum tahu pasti, tapi tidak lama lagi.."

"Ada orang yang datang." Hong-lay Sian-ong mengakhiri percakapan mereka.

Hong-lay Sian-ong telah terbaring ditempat tidurnya, seolah-olah hendak menghembuskan napasnya yang terakhir.

Ie Lip Tiong segera menyembunjikan diri. Kacung penjaga kamar telah diberi tahu, bagaimana ia harus melajani orang2.

Semua persiapan telah direncanakan masak2. Datangnya suara langkah kaki telah ditunggu oleh mereka.

Orang2 yang datang adalah para Duta Istimewa Berbaju Kuning. Terdengar suara kacung penjaga pintu berkata kepada mereka : "Pesan bengcu yang ditujukan kepada para Duta Istimewa

Berbaju Kuning, Semua orang dipersilahkan menunggu diluar. Satu persatu, menurut urutan, dipersilahkan masuk."

Orang pertama yang memasuki kamar Hong-Iay Sian ong adalah si Pendekar Gembira Oe-tie Pie-seng.

Wayahnya sangat murung, dari laporan Lam-hay San-jin. ia mengetahui bahwa pemimpin mereka telah hampir meninggalkan dunia yang fana.

Dia menghampiri pembaringan.

Menyaksikan keadaan Hong-lay Sian-ong yang sudah terlalu parah, dengan suara penuh getaran jiwa, ia bertanya: "Bengcu... Bengcu hendak mengucapkan sesuatu?"

Hong-Iay Sian-ong membuka sepasang matanya, sebelum Oe-tie Pie-seng muncul, mata bengcu itu telah dirapatkan.

"Aku... Aku segera meninggalkan kalian." Ia berkata lemah. "Kesalahan2 adalah para Duta Berbaju Kuning yang tidak dapat

menjaga keselamatan bengcu. Dengan ini, aku bersiap menerima

hukuman."

"Bukan kesalahanmu." Berkata Hong-lay Sian-ong.

"Bagaimana hasil kalian, berhasilkah menemukan jejak Lu tat- su?"

"Kami gagal mengejar bangsat itu." Berkata si Pendekar Gembira "Semua orang sudah berada diluar?" Bertanya lagi sang bengcu.

Atas panggilan Lam hay tat-su, Kami telah kembali. Diluar berkumpul 5 Duta Istimewa berbaju Kuning, Mereka adalah Koo tat- su. Toan tat-su. Koan tatsu dan Cu tat-su . "

Temjata, Lam-hay San-jin baru berhasil mengejar 5 orang ini, mereka adalah Duta Pertama, Oe-tie Pie-seng. Duta Nomor Dua Koo Sam Ko, Duta Nomor Tiga Toan In Peng, Duta Nomar Enam Koan Su Yang dan Duta Nomor Dua belas Cu In Gie.

"Dimana Lam-hay tat-su, Siang-koan tat-su dan Thiat teng tat-su

? " Bertanya Hong-lay Sian-ong.

Ketidak hadirannya Duta Nomor Sepuluh Lam-hay San-jin, Duta Nomor Tujuh Siang-koan Wie juga beserta Duta Nomor Sepuluh Thiat-teng Hwe-sio mengawatirkan bengcu itu.

Seperti apa yang telah ditetapkan, Thiat-teng Hwe-sio adalah musuh mereka yang menyamar, maka jiwa Lam-hay San-jin dan siang-koan Wie berada didalam bahaya.

Ternyata, Lam-hay San-jin baru berhasil menjusul 5 Duta Istimewa ini, ia masih meneruskan usahanya, hendak, menemukan Thiat-teng Hwesio dan Siang-koan Wie, untuk memberi tahu akan adanya perintah bengcu mereka.

Oe-tie Pie-seng memberikan jawaban: "Setelah memberi tahu kepada kita orang, Lam-hay tat-su meneruskan pengejaran, maksudnya mencari Siang-koan tatsu dan Thiat-teng tatsu."

Hong-Iay Sian-ong mengeluarkan rintihan, kemudian berkata, tentu saja, suaranya dibuat selemah mungkin:

"Oe-tie tatsu, umurku sudah tidak panyang lagi-dapatkah kau mengabulkan Suatu permintaanku?" Dengan tergopoh-gopoh, Oe- tie Pie-seng berkata:

"Perintah bengcu akan kami jatankan segera. Katakanlah permitaan bengcu itu."

"Kau dapat melakukan perintah ini tanpa komentar?"

"Kami akan melakukan semua perintah bengcu tanpa komentar," "Baik. Bukalah bajumu." Hong lay Sian-ong memberi perintah.

Akhirnya, ia harus membikin pemeriksaan total, cara yang terbaik untuk melihat betul tidaknya dari kepalsuan Duta istimewa Berbaju Kuning adalah memaksa mereka membuka pakaian, melihat punggung belakang, adakah kancing daging yang dikatakan oleh Ie Lip Tiong?

Inilah cara yang terbagus.

Oe-tie Pie-seng tertegun. Permintaan terakhir bengcu ini hendak melihat dirinya telanyang? Sungguh membingungkan.

Oe-tie Pie-seng harus taat kepada perintah, ia mulai membuka baju.

Didalam sekejap mata, Duta Pertama it telah berada disuatu keadaan telangjang bulat.

"Berbalik." Hong-lay Sian-ong memberi perintah. "Perlihatkan punggung belakangmu." Oe-tie Pie-seng memutarkan badan, ia membelakangi bengcunya.

Inilah suatu penghinaan, masakkan seseorang ditelanjangi?

Bila tidak mengingat keadaan sang bengcu yang sudah hampir mati, tentu Oe-tie Pie-seng tidak dapat menerima perintah tadi.

Hong-lay Sian-ong dapat melihat, punggung belakang sang Duta Pertama tidak berlapis kancing-kancing daging, itulah ciri2 yang paling khas dari seseorang yang menyelubungkan dirinya dengan kulit baju manusia.

Duta Nomor Satu, si Pendekar Gembira Oe-tie Pie-seng adalah seorang manusia tulen.

Dengan ilmu Toan-im Jib-bie, itulah menyalurkan suara kepada seseorang, tanpa didengar oleh orang kedua, Hong-lay Sian-ong berkata:

"Terima kasih Oe-tie taysu, pakailah pakaianmu kembali."

Seseorang dapat menggunakan ilmu Toan-im Jib-bie, setelah orang itu mencapai tingkat-tingkat tertentu, tenaga dalamnya harus kuat. Seseorang yang lemah atau berada didalam keadaan sakit, tidak mungkin menggunakannya.

Oe-tie Pie-seng terkejut. Dikatakan oleh Lam-hay San-jin bahwa bengcu itu sudah berada didepan pintu kematian, bagaimana dapat menggunakan ilmu Toan-im Jib-bie?

Oe-tie Pie-seng adalah Duta Pertama dari barisan pengawal Su- hay-tong-sim-beng, pengalamannya sangat banyak. Segera mengetahui, akan ada sesuatu yang aneh kepada bengcu itu.

Dengan gembira, ia   mengenakan   pakaiannya.   "Bengcu tidak. ?"

"Jangan meneruskan kata2mu." Memotong Hong-lay Sian-ong. Juga dengan tekanan gelumbang tinggi-"Datanglah lebih dekat lagi."

Oe-tie Pie-seng menghampiri pembaringan. Hong-lay Sian-ong berkata:

"Oe-tie tatsu, kau adalah manusia asli " Oe-tie Pie seng semakin bingung, semakin tidak mengerti.

Hong Lay Sian 0ng menceritakan bagaimana Lu Ie Lam palsu hendak membunuh dirinya. Itulah musuh yang bersemubunyi dibawah baju Duta Istimewa Berbaju kuning Kecuali Lu Ie Lam sintetis, masih ada dua Duta, istimewa Berbaju Kuning lainnya yang palsu.

Untuk mengetahui palsu tidaknya seorang Duta Berbaju Kuning, Hong-lay Sian-ong harus membuka baju orang yang bersangkutan, melihat punggung belakang orang tersebut, adakah kancing daging yang melekat padanya?

Mengetahui adanya bahaya yang mengancam Su-hay-tong-sim- beng, Oe-tie Pie-seng maklum kepada langkah sang bengcu.

Mereka harus menghadapi Duta2 Berbaju Kuning palsu itu. Hong-lay Sian-ong berkata:

"Oe-tie tatsu, para Duta Berbaju Kuning diluar belum mendapat percobaan, jangan beritahu rahasia ini. Seolah2 mendapat tugas penting, kau keluar dan meninggalkan mereka, kemudian balik kembali, bersembunyilah. dan beri pengawasan kepada orang yang hendak melarikan diri."

Oe-tie Pie-seng keluar dan menyalankan perintah. Giliran Duta Nomor Dua, si Bocah Tua Koo Sam Ko yang memasuki kamar sang bengcu.

Menyaksikan keadaan Hong-lay Sian-ong yang terlena dipembaringan, melihat keadaan bengcu itu yang sudah payah. Koo Sam Ko menangis menggerung2.

"Hung... hung... beginilah kematianmu. Hung... hung... hung... kau tega meninggalkan aku? Meninggalkan semua orang di Su-hay- tong-sim-beng?... hung... hung... hung..."

Inilah sifat-sifat kepribadian si Bocah Tua Koo Sam Ko. Atas kesedihan Duta Nomor Dua itu. Hong-lay Sian-ong tertawa geli.

"Hei dengarlah perintahku." Ia berkata.

"Tentu... Tentu..." Berkata Koo Sam Ko cepat. "Manusia keparat Lu Ie Lam itu harus dibunuh, bukan ?" Lu Ie Lam memang bajingan, penyahat besar, bila aku mengadu jangkrik dengannya, pasti ia bermain curang, kesalahan itu adalah kesalahan kecil. Kini berani kau membunuh bengcu. biar aku yang menijincang dirimu."

"Koo tatsu, kau dapat mendengar perintahku?" Berkata Hong-Iay Sian-ong dengan suara lemah.

"Ng.....Dengar. Segera kubunuh Lu Ie Lam dihadapanmu." Koo Sam Ko berkata.

"Bukan soal Lu Ie Lam. Aku hendak menjuruh kau melakukan sesuatu, dapatkah kau mendengar perintah?"

"Tentu. Bilakah aku melanggar perintahmu?"

"Jangan bersuara terlalu keras." Berkata Hong-Iay Sian-ong. "Betul... Betul... Kau sudah hampir mati. Bagaimana aku boleh

berteriak2. Aku memang kurang ajar, aku memang tidak tahu

aturan."

Hong-Iay Sian-ong hendak membori perintah agar si Bocah Tua mencopoti bajunya.

Ie Lip Tiong telah menyaksikan bahwa punggung Koo Sam Ko tidak berkancing daging, inilah tanda dari suatu manusia asli. Dengan gelumbang tekanan tinggi, ia berkata kepada sang bengcu:

"Bengcu, punggung Koo tatsu telah kuketahui, tidak ada kancing daging yang melekat. Dia adalah Duta Berbaju Kuning yang asli."

Hang-lay Sian-ong membatalkan niatnya yang hendak memberi perintah kepada Koo Sam Ko untuk menanggalkan pakaiannya.

Ia berkata: "Koo Sam Ko, deagarlah perintahku, pergi, ketaman bunga dan tangkap pengurus taman Khong Thian Yu, masukkan orang itu kekamar sel Ceng-sim-lauw."

Koo sam Ko berteriak:

"Hei, bagaimana dengan keadaan lukamu?" Ia tidak mengerti. Apa hubungannya Khong Thian Yu dengan kesehatannya sang bengcu. Hong-lay Sian-ong membentak: "Jangan banyak tanya."

"Betul... Betul... Segera kujalankan perintahmu." Memandang bengcu itu. Dan Koo Sam Ko bertanya lagi. "Tentunya, kau tidak segera mati, bukan?"

"Aku belum mati." Berkata Hong-lay Sian-ong. "Lekas jalankan perintah. Dan jangan beri tahu kepada semua orang."

"Baik." Dengan gembira Koo Sam Ko menerima tugas tadi.

Hong-lay Sian-ong dan Ie Lip Tiong saling pandang, mereka tertawa.

Giliran Duta Nomor Tiga, Pendekar Windu Kencana Toan In Peng memasuki kamar Hong-lay Sian-ong

"Toan tatsu..." Hong-lay Sian ong memanggil perlahan.

"Bengcu jangan banyak mengunakan pikiran. "Toan In Peng, ia memberi hiburan. Tenangkanlah, bengcu harus banyak istirahat. "

"Aku harus menyampaikan pesan yang terakhir. " Berkata lagi orang tua itu.

"Bagaimana keadaan bengcu? " Bertanya Toan in Peng. "Kukira tidak dapat ditolong lagi. "

"Ada sesuatu yang bengcu butuhkan?"

"Betul. Dapatkah Toan tatsu mengabulkan permintaanku yang terakhir?"

"Semua Duta Berdaju Kuning selalu siap menyalankan perintah bengcu." "Toan In Peng tertegun. Tapi ia sangat patuh. Segera membuka baju kuning, kemudian pakaian atas, satu persatu, ia membuka pakaiannya.

"Berbalik." Hong-lay Sian-ong memberi perintah kedua.

Toan In Peng membelakangi bengcu itu. "Bagus Kini kau boleh mengenakan paksianmu lagi."

Suara yang terakhir disalurkan dengan ilmu Toan-im Jib-bie.

Toan In Peng girang dan heran, bagaimana bengcu itu dapat mengerahkan tenaga dalamnya? Sedangkan jiwa itupun sudah berada diambang pintu kematian,

Setiap Duta Istimewa Berbaju Kuning mempunyai ilmu silat yang tinggi, mereka memiliki kecerdasan otak yang luar biasa. Hanya berpikir sebentar, Toan In Peng sudah dapat menduga akan adanya udang dibalik batu,

Ia memandang Hong-lay Sian-ong. "Bengcu kau tentunya "

"Rahasiakanlah keadaanku." Berkata Hong-lay Sian-ong.

Toan In peng mendapat penjelasan dari langkah2 ketua Su-hay- tong-sim-beng yang aneh. Kini keadaan telah jelas,

Hong-lay Sian-ong menceritakan tentang adanya Tiga Duta Berbaju Kuning yang palsu. Dan bagaimana harus mengetahui kepalsuan itu, maka mengambil langkah yang agak luar biasa.

"Tiga Duta Berbaju Kuning kita telah binasa ditangan mereka?" Bertanya Toan In Peng.

"Kukira demikian." jawab sang bengcu

"Bagaimana keadaan Oe-tie tatsu dan koo tatsu yang masuk lebih dahulu?"

"Mereka adalah Duta2 Berbaju Kuning yang asli." Wayah Toan in Peng menyadi tegang. "Bengcu akan menetanyahgi semua Duta Berbaju Kuning?" Ia mengajukan pertanyaan.

"Legakan hatimu." Berkata Hong-Iay Sian-ong. "Duta Nomor 12 Cu In Gie adalah wanita, aku tahu bagaimana harus menghadapinya."

Ternyata, hubungan Toan In Peng dan Cu In Gie telah meningkat cepat, tentu saja keberatan, bila menyaksikan sang kekasih ditelanyangi seperti dirinya. Hong-Iay Sian-ong menghibur Duta Nomor 3 itu, Hati Toan ln Peng menyadi lega.

Hong-lay Sian-ong mehjilahkan Toan In Peng meninggalkan kamarnya. Seolah-olah mendapat tugas penting, ia pergi jauh, kemudian harus balik kembali. Mengamat-amati Duta Berbaju Kuning yang dicurigai.

Giliran Duta Nomor Enam, Pendekar Pedang Kayu Koan Su Yang memasuki kamar Hong-lay Sian-ong.

Inilah Duta Istimewa Berbaju Kuning yang bukan orisinel.

Sesudah masuk kedalam kamar sang bengcu, Koan Su Yang memperhatikan isi kamar. Kemudian berhenti didepan pembaringan.

"Bengcu, bagaimana keadaan lukamu?" Ia bertanya.

"Mungkin... mungkin tidak dapat bertahan sampai esok hari." Berkata Hong-lay Sian-ang dengan suara lemah.

"Sangat disesalkan, kami tidak tahu bahwa Lu tatsu mempunyai niatan jahat itu."

"Bukan kesalahan kalian." "Bengcu ada tugas baru?"

"Benar. Dapatkah kau mengabulkan permintaanku yang terakhir?"

"Silahkan bengcu memberi perintah."

"Lu Ie Lam telah diculik musuh." Berkata Hong-lay Sian-ong. Ia memperhatikan wayah Koan su Yang. "Aaaaaa..." Duta Nomor Enam berteriak.

"Orang tadi bukan Lu Ie Lam." Berkata lagi Hong-lay Sian-ong. "Dari mana bengcu tahu rahasia Ini?"

"Aku mendapat kabar bahwa dua Duta isiimew Berbaju Kuning kita telah gugur ditangan musuh. Kulit mereka telah dikeringkan, dibuat menyadi baju istimewa, dengan baju kulit luar biasa ini, musuh hendak menghancurkan Su-hay-tong-sim-beng."

"Aaaa... Bengcu dapat mengetahui mereka?" Keadaan Koan Su Yang menyadi tegang.

"Satu adalah Thiat-teng Hwe-sio, dan seorang lagi mudah diperiksa. Orang itu menggunakan kancing daging yang melekat dibelakang punggung dirinya."

"Keadaan bengcu agak parah. Serahkanlah tugas ini kepadaku, Biar aku yang memeriksa tubuh mereka."

"Sangat mudah, sebelum aku menghembuskan napasku yang terakhir, dapatkah Koan tatsu mengabulkan suatu permintaan?"

"Silahkan bengcu memberi perintah." "Buka dan tinggalkanlah pakaianmu, dan perlihatkanlah punggung gegermu."

"Mengapa harus membuka pakaian?" Koan Su Yang telah siap siaga.

"Dipunggung kancing Duta Berbaju Kuning palsu ada kancing daging. Siapa yang tidak mempunya kancing daging ini, dia adalah Duta Berbaju Kuning yang asli. Aku hendak mengetahui kebenaran Koan tatsu."

"Baik." Koan Su Yang membuka juba kuningnya-Gerakannya perlahan dan lambat2an. Tiba2.....

Dengan satu gerakkan yang gesit, menggunakan juga baju yang besar itu sebagai penutup mata Hong-lay Sian-ong, ia mengirim satu pukulan tangan. Maksudnya, dengan Satu pukulan, membunuh ketua Su-hay- tong-sim-beng.

Telapak tangan Koan Su Yang meluncur ketempat Hong-lay Sian- ong.

Ie Lip Tiong tidak tinggal diam. disaat yang sama uang gobangan yang telah berada ditangannya meluncur.

Tepat mengenai telapak tangan Koan Su Yang. Lagi2 ia menggagalkan pembunuhan itu.

Tentu saja, bila Ie Lip Tiong tidak bergerak Hong-lay Sian-ong tidak akan menderita luka. sang bengcu juga sudah siap sedia

Jang menyadi korban adalah tempat tidur bengcu itu, tentunya hancur berantakkan.

Terdengar suara jeritan Koan Su Yang, juba kuning dilemparkan.

Tubuhnya berbalik, membuka pintu, meluncur pergi.

Semua gerakan itu terjadi didalam waktu yang sangat singkat. Boleh dikata hampir bersamaan. Hong-lay Sian-ong mengajun tangan. "Jangan lari." la membentak.

Terdengar suara hancurnya sebuah papan, pintu ketua Su-hay- tong-sim-beng telah dipukul hancur.

Ternyata, begitu tubuh Koan Su Yang melesat keluar, daun pintu digabrukkan kembali. Maka pukulan Hong-lay Sian-ong tidak mengenainya.

Daun pintu itulah yang menyadi korban, hancur berkeping keping, beterbangan diudara.

Dikala Hong-Iay Sian-ong mementang mata, bayangan Koan Su Yang sudah terlihat lagi.

Mengikuti kecepatan lawan disaat itu juga, le Lip Tiong meluncur keluar. Mengadakan pengejaran.

Hong-lay Sian ohg tidak tergesa-gesa. la tahu. diluar kawanya telah bersiap sedia dua Duta Istimewa Berbaju Kuning, itulah Duta Nomor 1 Oe-tie Pie-seng dan Duta Nomor 3 Toan In Peng.

Kecuali dua Orang itu, tenaga le Lip Tfong tidak boleh diabaikan, mereka adalah tiga jago kelas Satu, cukup untuk menandingi Ai Tong Cung atau Ai See Cun.

Ia turun dari pembaringan, perlahah-lahan mengenakan sepatunya.

Dikala Hohg-lay Sian-ong meninggalkah kamarnya, dia disambut oleh Duta Nomor Dua Belas Cu In Gie

"Eh. bengcu tatah sembuh?" Jago wanita itu sangat heran. "Mengapa Cu tatsu tidak mengejar musuh ?" Bertanya Hong lay

Sian-ong.

"Musuh Siapakah musuh kita ?" Cu In Gie semakin bingung.

Koan Su Yang. Dia adayah musuh. Hong lay Sian-ong memberi keterangan.

Cu In Gie terkejut mengikuti bayangah2 yang telah dilihat, ia menyusul para duta istimewa berbaju kuning itu.

Hong-Lay Sian-ong mengikuti dibelakang Cu In Gie. Duta Nomor 12 itu tentu tahu, kemana musuh melarikan diri.

Disuatu lapangan, 4 orang mengurung Duta Nomor Enam Koan Su Yang.

Empat orang Duta Istimewa Berbaju Kuning itu adalah Duta Nomor 1 Oe-tie Pie-seng, Duta Nomor 3 Toan In Peng. Duta Nomor 10 Lam-hay San-jin dan Duta Nomor Tiga Belas Ie Lip Tiong.

Adanya Lam-hay San-jin ditempat itu adalah suatu kebetulan. Setelah memanggil pulang 5 Duta Istimewa Berbaju Kuning, ia masih mengejar terus maksudnya memanggil pulang Duta Nomor 7 Siang-koan Wie dan Duta Nomor Sembilan Thiat-teng Hwesio.

Beberapa lama, ia mengejar tanpa hasil. Maka Lam hay San-jin kembali pulang. Ditengah jalan, ia menemukan beberapa Duta Berbaju Kuning yang saling kejar. Oe-tie Pie-seng dan Toan In Peng mengurung Koan Su Yang.

Dibelakang mereka, menjusul Ie Lip Tiong

Atas keterangan Ie Lip Tiong, Lam-hav San-jin dapat mengetahui duduknya perkara. Koan Su Yang adalah musuh mereka.

Ia turun gelanggang.

Ie Lip Tiong tidak berpeluk tangan, juga mengurung Koan Su Yang.

Demikian singkatnya cerita pengurungan Koan Su Yang.

Cu In Gie tidak berpeluk tahgan, dikata itu, Koan Su Yang sedang berlaku nekat, maka Duta Nomor 12 itupun membantu kawan2nya

Lima Duta Istimewa Berbaju Kuning yang mengurung Koan Su Yang palsu.

Hong lay Sittn-ong juga tiba di tempat itu. Menyaksikan cara bertempurnya Koan Su Yang palsu yang sangat nekat, Hong-lay Sian-ong mengerutkan kedua alisnya.

Koan Su Yang palsu berkepandaian tinggi dikala menghadapi musuh2 kuat kelas satu, ia nekat, setiap serangannya mengandung maut, walaupun maut bersama, karena lawan2 itu tidak mau dijadikan korban, pertempuran berlangsung lama sekali,

Perlahan-lahan. Hong-lay Sian-ong mendekati gelanggang pertempuran, dengan tertawa, ia mengajukan pertanyaan :

"Koan tatsu, kau Ai Tong Cun atau Ai See Cun".

"Orang itu tidak memberi jawaban. Lengah berarti kekalahan. Hong-lay Sian-ong mengalihkan pandangannya kearah Ie Lip

Tiong.

"Ie tatsu," Ia memanggil. "Kau pernah menempur Ai Lam Cun ?" "Betul." Ie Lip Tiong memberikan jawaban. "Bagaimanakah ilmu kepandaiannya?" Bertanya lagi Hong-lay Sian-ong.

"Lumajan. Boleh juga untuk digunakan memalsukan Duta Istimewa Berbaju Kuning." Berkata Ie Lip Tiong.

"Bagaimana pula kepandaiannya orang ini?" "Dia hania dapat melawan salah satu dari kita orang." Berkata Ie lip Tiong terus terang.

"Ha, ha, ha ha..." Hong-lay Sian-ong tertawa. "Koan tat-su, kukira kau adalah orang pertama dari 4 keluarga Ai itu. Kukatakan kau sebagai Ai Tong Cun. hei Ai Tong Cun, bagaimana kau sanggup menandingi lima Duta Istimewa Berbaju Kuning ?"

Setelah tidak dapat menandingi orang, tentu kau akan menderita kekalahan. Dan sebelum kau menderita kekalahan, ada baiknya menyerahkan diri, janganlah berlaku nekat, seharusnya kau mendengar, pergilah istirahat, tidurlah dahulu."

Mata Hong-Iay Sian-ong dipancungkan kearah Ai Tong Cun. Dikala Ai Tong Cun memandang kearah Hong-Iay Sian-ong,

akibat dari bertumbuknya kedua pasang mata itu. Kondisi badannya

menyadi lemah, daya juang tempurnya susut cepat. Lenyaplah semua sifat2 keganasannya, dan berganti dengan selembar wayah yang jinak, sangat patuh sekali.

Hong-lay Sian-ong belum mengalihkan sinar matanya yang tajam, ia berkata lagi;

"Lihatlah, hari telah gelap sekali, hampir pagi rembulan condong kearah Timur, kau belum pergi tidur ?"

Seolah-olah diserang oleh semacam tenaga gaib, Koan Su Yang palsu itu mengatupkan matanya. Tubuhnya bergoyang-goyang hendak jatuh.

Hong-lay Sian-ong memberi perintah lain : "Oe-tie tatsu, ajaklah ia kekamar tidur." Duta Pertama Oe-tie Pie-seng lompat selangkah, ia memajang tubuh Koan Su Yang palsu. "Mari, biar aku yang mengawanimu pergi tidur." ia berkata dengan suara yang semerdu mungkin. Jari-jarinya bergerak, menotok beberapa jalan darah si manusia misterius.

Koan Su Yang itu mempunyai tenaga latihan yang luar biasa, daja gaib hanya dapat menekannya untuk sementara, dikala ia sadar dari bahaya, jalan darahnya telah ditekan oleh Oe-tie Pie- seng, ia kehilangan kekuatan untuk melawan.

Oe-tie Pie-seng berhasil menotok jalan darah orang itu.

"Bengcu, dibawa ke Ceng sim-lauw kah orang ini?" Ia meminta pendapat sang ketua.

"Bawa kekamarku." Berkata Hong-lay Sian-ong. Dan memandang. Lam-hay San-jin, mengajukan pertanyaan :

"Bagaimana dengan hasil pengejaran Lam-hay tat-su?" Lam-hay San-jin berkata:

"Siang-koan tatsu dan Thiat-teng tatsu tidak berhasil dipanggil pulang. Entah dimana mereka berada."

Hong-lay Sian-ong memandang Duta Nomor Tiga Toan ln Peng dan Duta Nomor Duabelas Cu In Gie. Seraja berkata kepada pasangan kekasih itu-

"Toan tatsu dan Cu tatsu segera menolong Siang-

koan tatsu, turut sertanya dia kepada Thiat-teng Hwe-sio sangat berbahaya."

Toan In Peng dan Cu In Gie menerima perintah, mereka lenyap diarah Barat.

Hong-Iay Sian-ong memandang Ie Lip Tiong, menyaksikan wayah pemuda itu yang menunjukkan rasa bingungnya, ia tertawa.

"Ada yang Ie tatsu hendak tanyakan?" Ia menegurnya "Ti... tidak." Berkata Ie Lip Tiong.

"Bila dugaanku tidak salah, tentu kau merasa heran atas ilmu kepandaian sihirku tadi, bukan?" Berkata Hong-Iay Sian-ong.

"Mengapa seorang pendekar dapat menggunakan ilmu sihir? Ilmu sesat? Demikian hatimu berpikir." Ie Lip Tiong menganggukkan kepala perlahan.

"Ilmu apakah yang bengcu gunakan untuk menawan Koan Su Yang palsu?" Ia bertanya.

"Ilmu itu diberi nama Ie-hun Tay-hoat. Semacam lmu sihir yang berpokok pangkal kebathinan."

"Ilmu Ie-hun Tay-hoat dapat digunakan untuk melakukan kejahatan. Juga dapat digunakan untuk menegakkan keadilan." Berkata Ie Lip Tiong.

"Hari ini, bengcu telah menggunakan ilmu itu untuk menangkap musuh jahat."

"Ha, ha, ha " Hong-lay Sian-ong tertawa."

"Mari kita membeset kulit orang itu."

Mengikuti dibelakang Oe-tie Pie-seng, mereka kembali kearah markas besar.

Mereka tiba dikamar Hong-lay Sian-ong. Sang bengcu langsung memasuki kamarnya yang sudah tidak berpintu.

Didalam kamar berdiri seseorang, itulah Duta Nomor Dua Koo Sam Ko.

Melihat munculnya sang bengcu, dengan gembira Koo Sam Ko menarik tangannya.

"Bengcu." la memanggil. "Kau tidak menderita suatu apa? "Ha, ha, ha. "

"Aku tidak berlaku jujur kepadamu." Berkata Hong-lay Sian-ong. "Jangan kau menaruh dendam dihati."

"Ha, ha... Aku senang menyaksikan kau segar bugar, bagaimana mungkin sakit hati? Ha, ha. " "Bagaimana dengan tugas penangkapanmu?" Bertanya Hong-lay Sian-ong.

"Sudah kutangkap. Sudah kutangkap." Berkata Koo Sam Ko. "Aku mendatangi Khong Thian Yu, kukatakan kepadanya; "Hei, Khong Thian Yu, aku mendapat tugas untuk menangkapmu. Dia mempunyai otak yang cukup cerdik. badannya jungkir balik, hendak melarikan diri. Bagaikan seekor alap2 yang menangkap seekor anak ajam, aku lompat menerkam. Hanya satu tubrukkan. ia telah berada didalam tengtenganku. Kubawa ke Ceng-sim-lauw, kini sudah berada didalam kamar nomor empat "

"Bagus." Hong-lay Sian-ong memberikan pujiannya' Koo Sam Ko menari-nari. ta masih mengoceh terus :

"Aku mengawatirkan keselamatanmu, tentu saja harus bekerja cepat2, maksudku melihat, bagaimana luka yang ditinggalkan oleh bajingan Lu Ie Lam itu Ternyata kau telah sembuh, ha. ha, ha, ha. "

Itu waktu, le Lip Tiong dan beberapa orang turut memasuki kamar Hong-lay Sian-ong.

Bagaikan menemukan hantu, Koo Sam Ko berteriak : "Aaaaa Ada setan."

Hong-lay Sian-ong memberi keterangan : "Dia le Lip Tiong.

Bukan setan."

"Ie Lip Tiong sudah mati." Berkata Koo Sam Ko tidak mau mengerti.

"Dia belum mati. Yang mati dahulu itu adalah Seorang wakilnya." "Seorang wakil? Belum pernah aku mendengar ada orang mati

yang menggunakan wakil."

"Seorang manusia palsu. Yang dipancung mati adalah Ie Lip Tiong imitasi."

"Eh, ada manusia palsu? Ada manusia imitasi? Mungkinkah dunia sudah sedemikian tuanya? Sehingga terjadi aneka macam keanehan

? "

"Mari kita menyaksikan seorang manusia imitasi lainnya." Berkata Hong-Iay Sian-ong.

Itu waktu, Oe-tie Pie-seng telah mendudukkan Koan Su Yang. semua orang mengelilingi orang itu.

Menunjuk kearah kulit Koan Su Yang yang telah digunakan orang, Hong-lay Sian-ong berkata:

"Lihatlah, inilah macamnya seorang manusia imitasi. "

Koo Sam Ko memandang orang yang ditunjuk, sekian lama, ia tidak menemukan keanehannya. Diusap usap kulit dan sekujur badan orang itu, si bocah Tua menggeleng-gelengkan kepala.

"Bengcu." Berkata Koo Sam Ko. "Dia adalah si Pedang Kaju Koan Su Yang, Duta Istimewa Berbaju Kuning kita yang keenam. Mengapa kau menangkap dirinya ? "

"Koan Su Yang telah binasa. Orang ini adalah manusia imitasi.

Musuh kita." Berkata Hong-Iay Sian-ong memberi keterangan.

"Dia manusia asli, bagaimana kau mengatakan manusia imitasi?" Berteriak lagi Koo Sam Ko.

"Bukalah baju pakaiannya." Hong lay Sian-ong memberi perintah.

Satu2nya Duta Istimewa Berbaju Kuning wanita yang duduk didalam Su-hay-tong«sim-beng adalah Cu In Gie, dia telah ditugaskan mengejar Siang-koan Wie yang pasti berada didalam bahaya, maka semua orang dapat bebas, menelanyangi orang itu.

Setelah ditelanyangi bulat2, Hong-lay Sian-ong memberi perintah lagi:

"Tengkurapkan dirinya"

Koo Sam Ko membalikkan tubuh orang itu Terlihatlah kancing2 daging yang luar biasa. "Hee, apa ini?" Si Bocah Tua berteriak,

"Kancing daging." Berkata le Lip Tiong singkat. "Copotilah kancing2 itu." Hong-lay Sian ong memberi perintah.

Dengan dibantu oleh le Lip Tiong, Koo Sam Ko membuka kancing2 daging yang menempel pada orang itu.

Dengan ber-hati2, Ie Lip Tiong meloloskan tubuh aslinya orang itu. Maka, disana telah bertambah selembar kulit manusia yang masih utuh, itulah kulit si Pendekar Pedang Kaju Koan Su Yang yang telah gugur menyadi korban keganasan komplotan tukang beset manusia.

Orang itu berwayah putih, sangat cakap, masih muda sekali.

Dari wayah orang itu, Hong-lay Sian-ong msngalihkan pandangannya kearah Ie Lip Tiong.

"Ie tatsu kenal kepada orang ini?"

Ie Lip Tiong meng-geleng2kan kepala. "Asing sekali." Ia beskata.

"Demikian mudanya orang ini?"

Ie Lip Tiong pernah bertemu dengan Ai Lam Cun dan Ai Pek Cun, dua tokoh sesat itu adalah orang2 yang sudah tua. Mereka empat saudara, dua diantaranya, Ai Tong Cun dan Ai see Cun berhasil menyelundup masuk menyadi Duta Berbaju Kuning, mengingat adanya hubungan itu. tentunya berumur diatas empat puluhan.

Orang ini belum berumur tiga puluh tahun, tentu mengherankan jago kita.

Hong-lay Sian-ong berkala lagi: "Ie tatsu telah bertemu dengan Ai Lam Cun dan Ai Pek Cun, berapakah umur mereka masing2" Ie Lip Tiong berkata:

"Ai Lam Cun adalah jie-khung cu, Ai Pek Cun adalah sam-khung- cu, umur mereka diatas enam puluhan." Jie-khung-cu adalah kepala keluarga yang kedua, dan Sam khung-cu adalah kepala keluarga yang ketiga.

Hong-lay Sian-ong menganggukkan kepala, ia berkata: "Tentunya. orang ini adalah adik mereka, Su-khung-cu Ai See

Cun."

"Kukira toa-khung-cu Ai Tong Cun." Berkata Ie Lip Tiong. "Demikian mudanya?" Bertanya Hong-lay Sian-ong.

"Besar sekali kemungkinannya, bahwa Ai Lam Cun dan Ai Pek Cun yang boanpwe jumpai menggunakan kedok kulit manusia."

"Manusia imitasi?"

Lagi2 manusia imitasi. Berapa banyakkah manusi imitasi manusia imitasi itu?

Bagaimana cerita Ie Lip Tiong membongkar komplotan tukang beset kulit itu?

Itulah isi penting dari buku Raja-Raja silat.

Hong-lay Sian-ong beserta dengan Duta Nomor 1 Oe-tie Pie- seng, Duta Nomor 2 Koo Sam Ko. Duta Nomor 10 Lam-hay San-jin dan DUta Nomor 13 Ie Lip Tiong menghadapi orang persakitan mereka.

Duta Nomor 4 Cah Ceng Lun telah exit.

Duta Nomor 5 Tong-yang Cin-jin dan Duta Nomor 11 Tok-gan Sin-kay sedang dinas diluar

Duta Nomor 6 Koan Su Yang telah dibeset orang kulitnya berada didalam kamar itu.

Duta Nomor 7 Siauw-koan Wie sedang mengikuti Duta Nomor 9 Thiat-teng Hwe-sio.

Duta Nomor 3 Toan In Peng dan Duta Nomor 12 Cu ln Gie sedang mencari jejaknya Siang-koan Wie dan Thiat-teng Hwesio.

Meninggalkan cerita semua orang, dan mengikuti kejadian didalam kamar Hong-lay Sian-ong.

"Hai," Hong-lay Sian-ong meneriaki orang itu. "Kau Ai Tong Cun atau Ai See Cun?"

Orang itu menutup kedua matanya, juga menutup mulut. Tidak menjawab semua pertanyaan yang diajukan kepadanya.

Koo Sam Ko juga turut membentak: "Hei, bengcu kita mengajukan pertanyaan kepadamu"

Orang itu masih tetap menutup mulut.

Hong-lay Sian-ong memandang Oe-tie Pie-seng.

"Oe-tie tatsu menotok jalan darah gagunya?" Ia bartanya kepada Duta Pertama itu.

"Tidak." Berkata Oe-tie Pie-seng. "Dia dapat berbicara." Hong-lay Sian-ong berkata:

"Hei. kawan, maukah kau menjawab beberapa pertanyaanku?"

"Seperti inikah Su-hay-tong-sim-beng memperlakukan orang tawanan?" Orang itu berkata dingin.

Hong lay Sian-ong memandang Oe-iie Pie-seng. Berikan dia pakaian," Ia memberi perintah. Oe-tie Pie-seng mengkerudungkan selembar pakaian kepada tubuh yang telanyang itu.

"Nah, kini kau boleh bangun." Berkata Hong lay Sian ong.

Oe-tie Pie-seng mendudukkan orang itu dibangku, Sangat berbahaya Untuk melepaskan totokkonnya, maka mereka tidak memberi banyak kebebasan.

"Dapatkah kau menjawab beberapa pertanyaanku?" Berkata lagi Hong-Iay Sian-ong.

Orang itu berdengus, kini ia membuka mulut: "Pemuda berkerudung hitam yang kalian kurung di Ceng-sim-lauw adalah sutitku, adakah keterangan yang diberikan olehnya?"

"Betul." Berkata Hong-liay Sian-ong tertawa "Keluarga kalian adalah keluarga kepala batu. Beberapa siksaan telah dijalankan kepadanya, tanpa hasil sedikitpun juga. Kau adalah paman gurunya, tentu lebih berkepala batu lagi."

"Syukurlah bila kau mengarti akan rumusan2 ini." Berkata orang muda itu.

Koo Sam Ko berteriak :

"Hei, mungkinkah kau tidak mempunyai nama ? Menyebutkan nama sendiri tidak rugi, bukan?" Orang itu tidak membuka mulut lagi.

Ie Lip Tiong tertawa Jago kita berkata: "Dia Ai Tong Cun. Tidak salah." Suaranya sangat pasti, penuh pegangan kuat. Gembira sekali.

Koo Sam Ko mendelikkan mata. "Dia tidak memberi tahu." Kata2 ini ditujukan j^epada Ie Lip Tiong. "Bagaimana kau tahu?"

Ie Lip Tiong mengemukakan alasannya :

"Dia mengatakan, bahwa pemuda berkerudung hitam Su-khong Eng adalah sutitnya. Siapakah paman seorang sutit, bila bukan toako dari 4 keluarga Ai itu?" Koo Sam Ko menunjukkan jempolnya.

"Luar biasa." Ia berkata. "Tidak kusangka, dengan umurmu yang masih muda belia, mempunyai kecerdasan yang seperti ini. Dikala aku sebaja denganmu, apapun tidak dapat kupikirkan. Otakmu tentu mempunyai banyak lubang."

Koo Sam Ko menggeleng-gelengkan kepala, memperhatikan wayah dan kepala Ie Lip Tiong,

Hong-lay Sian-ong membentak:

"Jangan berlaku kurang ajar. Dia adalah Duta Istimewa Berbaju Kuning yang ke Tiga Belas. Sebutanmu harus diganti,"

Koo Sam Ko menunjukan rasa terkejutnya. dengan memberi kerlingan mata yang sangat tidak memandang mata, ia berkata:

"Huh, berapakah umur orang ini? Dia mempunyai kewibawaan untuk menyadi seorang Duta Istimewa Berbaju Kuning?" Hong-lay Sian-ong tertawa.

"Menurut hematmu. Siapakah yang mempunyai kewibawaan untuk menyadi Duta istimewa Berbaju Kuning?" Ia bertanya,

"Orang yang hendak menyadi Duta Istimewa Berbaju Kuning Su- hay-tong-sim*beng harus berkepandaian silat tinggi, juga harus mempunyai kepintaran yang luar biasa. Seperti orang yang semacam It-kiam-tm-bu lim Wie Tauw, mungkin masih n%mpunyai kewibawaan Untuk dicalonkan menyadi seorang Duta Istimewa Berbaju Kuning?" Si Bocah Tua mengoceh panyang lebar.

"Ha. ha, ha..." Hong-lay Sian-ong tertawa terbahak2. "Dia adalah It-kian-tin-bu-lim Wie Tauw."

Koo Sam Ko berpaling kearah Ie Lip Tiong, dengan mengedip2kan mata, ia mengajukan pertanyaan:

"Hei, kau yang bernama It-kiam-tin-bu-lim Wie Tauw?" "Nama itu sudah tidak kupakai." Berkata Ie Lip Tiong.

"Beberapa banyakkah nama yang kau pakai?" Bertanya lagi Koo Sam Ko.

"Dipagi hari. aku pernah mengadu jangkrik dengan Koo tatsu, lupakah pada kejadian itu? Baju Koo tat-su masih berada didalam kamar Lu tatsu. Kukira, Koo tatsu tidak melupakan baju ini, bukan? " Ie Lip Tiong menggunakan logat dan suaia 'Saudara misan Lu Ie Lam'.

Terjadinya perubahan logat dan suara itu mengejutkan Koo Sam Ko, ia terjingkrak bangun. Itulah suara 'Saudara misan Lu Ie Lam' yang memaksa dirinya telanyang.

"Heran... heran... "Ia mengoceh, menggaruk2 kepalanya. Bangkitnya Ie Lip Tiong kedalam dunia ramai juga mengejutkan

A Tong Cun, Dengan sinar mata ragu2, ia meneliti wayah Ie Lip Tiong. Itulah suatu kenyataan. putra Ie In Yang masih berada didalam dunia. Kini telah menyabat Duta Istimewa Berbaju Kuning Nomor Tiga Belas.

Hong-lay Sian-ong tersenjum, ia berkata kepada orang persakitan itu:

"Ai Tong Cun, aku tahu, kau tidak akan membocorkan rahasia komplotanmU. tapi untuk beberapa pertanyaan yang tidak menjinggung rahasiamu, tentunya kau tidak keberatan untuk menjawabnya, bukan?"

Ai Tong Cun masih membawakan sikapnya yang dingin. Dengan angkuh ia berkata:

"Bila betul, partanyaan itu tidak menjinggung rahasia penting, boleh juga menjawab."

"Bagus. Yang hendak kuketahui jalah, bilakah kau membunuh Duta Nomor Enam Koan Su Yang dah Duta Nomor Sembilan Thiat- teng Hwe-sio?" Hong-lay Sian-ong ingin mengetahui pasti, nasib apa yang menimpa kedua orang itu.

Duduk perkara ini tidak perlu dirahasiakan lagi. mengingat hal tersebut, Ai Tong Cun memberikan jawaban:

"Dua bulan yang lalu, dikala kau mengutus mereka untuk mencari dan menemukan si Hartawan Nyali Merah Sa Jin."

Hong-lay Sian-ong menganggukkan kepalanya.

"Kau dan Ai See Cun, dua orang yang membunuh mereka?" Ia bertanya lagi.

"Bukan." Berkata Ai Tong Cun. "Terus terangi kekuatan kita berdua dapat mengalahkan dua orang itu. seperti keadaan tadi, berapa banyak kali Duta2 Istimewamu yang mengurung diriku?"

"Berapa banyakkah orang yang mengurung Koan Su Yang dan Thiat-teng Hwe-sio? Siapakah mereka?"

"Pertanyaanmu telah 'nyangkut' kepada kepentingan rahasia." Berkata Ai Tong Cun dingin.

Koo Sam Ko naik darah, ia membentak: "Biar kusobek dahulu mulutmu."

Tangannya diulurkan kearah Ai Tong Cun. Hong-lay Sian-ong cepat mencegah:

"Koo tatsu.    "

Koo Sam Ko membatalkan niatnya, memandang sang bengcu, ia masih tidak puas.

"Berani ia tidak memberi keterangan?" Berkata Duta Nomor Dua ini. "Seharusnya kita menggunakan siksaan:"

Hong-lay Sian-ong menggeleng gelengkan kepalanya. "Pemuda berkerudung hitam Su-khong Eng adalah contoh bagus. Mereka berkepala batu. Kukira tiada guna. Lam-hay San-jin turut memberi pendapat:

"Ada baiknya menyajal dahulu, kita harus mendapat keterangan2 penting darinya." Oe-tie Pie-seng berkata:

"Kita bawa ke Ceng-Sim-lauw?"

Akhirnya Hong-lay Sian-ong menerima saran2 itu. "Baiklah." la berkata. "Bawa ke Ceng-sim-lauw."

Koo Sam Ko berteriak girang, usulnya diterima, ia sangat bangga. Dengan menenteng tubuh Ai Tong Cun, ia membawa orang itu kearah Ceng-sim-lauw,

Hong-lay Sian-ong, Oe-tie Pie-seng, Lam-hay San-jin dan Ie Lip Tiong mengikuti dibelakangnya, mereka meninggalkan kamar sang bengcu.

Ceng-sim-Iauw adalah tempat kamar tahanan Su hay-tong-sim- beng yang terletak dibawah tanah, khusus untuk menawan lawan mereka, tentu saja diperlengkapi dengan alat2 penjiksaan.

Mereka memasuki ruangan penjiksaan. Gerak gerik Ie Lip Tiong menyadi sangat canggung Hal ini tidak lepas dari penilaian Hong-lay Sian-ong. Dan sang bengcu berkata:

"Saharusnya, kita tidak hendak menggunakan cara2 yang berada diluar prikemanusian, apa mau komplotan ini terlalu jahat, kita wajib membubarkan mereka. Untuk mengorek keterangan2 penting, apa boleh buat."

Hong-lay Sian-ong menyengir.

Itu waktu, Ai Tong Cun telah dipasang dtsuatu tempat yang seperti bangku, dikeempat ujung dari papan dilengkapi dengan rantai besi, oleh rantai2 itulah, Koo Sam Ko menyancang kedua kaki dan kudua tangan si-orang persakitan.

Membiarkan Ai Tong Cun terbaring separti itu Koo Sam Ko mengambil sebuah botol.

Setelah tutup botol dibuka, tercium bau harum semerbak, jsi botol adalah semacam bubuk merah.

Serbuk merah itu ditaburkan keseluruh tubuh Ai Tong Cun. Ie Lip Tiong mengajukan pertanyaan:

"Bengcu, obat apakah yang ditaburkan kepadanya?" Hong-lay Sian-ong memberikan jawaban:

"Semacam serbuk yang paling disukai oleh semut merah. semut2 itu sangat galak sekali. Sebentar, kau dapat menyaksikan mereka bergerumun datang."

Mengetahui bahwa mereka hendak menggunakan siksaan, bulu2 disekujur badan Ie Lip Tiong bergemerinding bangun.

Ie Lip Tiong mempunyai keberanian membunuh orang, tapi ia tidak mempunyai keberanian untuk menyaksikan penjiksaan.

Memandang Hong-lay Sian-ong. ia berkata: "Boanpwe ingin menengok keadaan sipemuda berkerudung hitam Su-khong Eng."

Hong-lay Sian-ong juga tidak mempunyai kesukaan untuk menonton orang yang disiksa, memberi beberapa patah pesan. Ia mengabulkun permintaan Ie Lip Tiong. 51

"Baik Kita bersama2 menyenguknya."

Hong-lay Sian-ong dan Ie Lip Tiong meninggalkan ruangan p»njiksaan.

Tiba dibagian kamar tahanan, terlihat Hong Lauw Cu yang lari terbirit-birit.

Hong Lauw Cu juga melihat kedatangan sang bengcu, segera ia berteriak:

"Celaka. pemuda berkerudung hitam itu telah membunuh Khong Thian Yu."

Wayah Hong-lay Sian-ong berubah.

Khong Thian Yu adalah mata2 musuh yang bersembunji didalam Su-hay-tong-sim-beng.

Sengaja Hong-lay Sian-ong mempenyarakan dirinya, dengan maksud tujuan mengorek keterangan dari markas besar komplotan musuh.

Bagaimana membiarkan Su-khong Eng membunuhnya? "Bagaimana kau membiarkan Khong Thian Yu dibunuh?" Ia

menegur Hong Lauw Cu.

Dengan suara tersendat2, Hong Lauw Cu memberi keterangan: "Belum lama, Koo tat-su membawa Khong Thian Yu, dikatakan

penangkapan itu berdasarkan perintah bengcu, harus dikurung didalam. bagian Ceng-sim-lauw. Aku hendak memberi sel nomor enam. lapi Koo tatsu tidak setuju, kukuh hendak mempenyarakan Khong Thian Yu dikamar nomor empat, itulah sel kamar sipemuda berkerudung hitam, dikatakan oleh Koo tatsu. bahwa mempersatukannya kedua tawanan itu dimaksudkan untuk memberi hiburan kepada Khong Thian Yu, agar dia tidak kesepian."

Hong-lay Sian-ong membanting2 kaki. "Goblok... Goblok. " Ia bergumam.

Entah siapa yang dimaki menyadi manusia goblok itu. Mungkin Koo Sam Ko, mungkin juga Hong Lauw Cu. Dan mungkin juga kedua2nya.

Mengajak Ie Lip Tiong, Hong-lay Sian-ong menuju kearah kamar tahanan nomor 4.

Itulah kamar tahanan si pemuda berkerudung hitam Su-khong Eng.

Mereka hendak mengetahui lebih jelas lagi, dari duduknya perkara yang tidak menguntungkan pihak Su-hay-tong-sim-beng.

Didalam kamar nomor enam terlihat seorang pemuda dengan wayah buruk, itulah sipemuda misterius. berkerudung hitam yang melakukan pembunuhan2 kepada para anak murid dari lima partay2 besar.

Su-khong Eng duduk ditempai yang agak menonjol keluar, sikapnya sangat angkuh dan adem. Kedua tangannya telah diborgol, borgolan terbuat dari besi kuat, dan pada besi borgolan itu masih berlepotan darah, itulah darah Khong Thian Yu,

Hong-lay Sian-ong sangat marah sekali.

Sikap dan kedudukan Su-khong Eng itu bukanlah sikapnya seorang tahanan.

"Su-khong Eng," Hong-lay Sian-ong membentak. "Siapa yang menjuruhmu membunuh Khong Thian Yu?"

Su-khong Eng tersentak bangun, ia terkejut. Memandang kearah orang yang menegurnya.

Selama didalam kurungan Ceng-sim-Iauw, tidak ada orang yang tahu namanya.

Karena itu, Su-khong Eng dipaksa menyebut nama sendiri, dipaksa memberi tahu rahasia2 perkumpulannya.

Seperti juga Ai Tong Cun, Su-khong Eng berkepala batu, tidak sepatah katapun yang keluar dar1 mulutnya.

Su-hay-tong-sim-beng menggunakan aneka macam siksaan, juga tidak mempengaruhi sifat-sifat Su-khong Eng.

Orang hanya tahu, dia adalah simanusia jahat si pembunuh gelap, itu pemuda misterius berkerudung hitam.

Kecuali itu, tidak ada keterangan lain yang diketahui tentang dirinya.

Termasuk juga nama si pemuda buruk. Belum ada seseorang yang kenal kepadanya, maka tidak dapat menyebut nama dan gelaran Su-khong Eng.

Adanya Ie Lip Tiong didalam Su-hay-tong-sim-beng telah membuka semua tabir rahasia.

Hong-lay Sian-ong memanggil nama Su-khong Eng. Inilah orang pertama yang memanggil dan mengetahui namanya.

Tentu saja Su-khong Eng terkejut.

Su-khong Eng memandang Hong-lay Sian-ong sebentar, kemudian membawakan sikapnya yang seperti semula, acuh tak acuh.

Hong-lay Sian-ong membentak lagi:

"Su-khong Eng, jawab pertanyaanku."

Kini Su-khong Eng membuka mulut: "Apa yang harus kujawab?" "Dengan alasan apa kau membunuh Khong Thian Yu?"

"Khong Thian Yu tidak akan tahan penderitaan-Karena itu, dia dapat membocorkan rahasia kami, untuk menutup semua rahasia2 itu. aku wajib membunuhnya. Titik." Berkata Su-khong Eng getas.

"Bagus. Khong Thian Yu telah mati. Maka kita harus menjiksamu lagi." Berkata Hong-Iay Sian-ong.

"Silahkan." Su-khong Eng menantang. "Kau suka menerima siksaan?" "Jang jelas, aku telah bertahan sehingga lima macam siksaan.

Apakah yang kalian dapat dari lima macam siksaan itu?" "Huh ..." Hong-Iay Sian-ong kerteriak keluar.

"Mana Hong Lauw Cu?" Hong Lauw Cu sudah menampilkan diri. "Siap." Ia berkata hormat.

"Bawa orang persakitan ini kedalam kamar penjiksaan." Hong-Iay Sian-ong memberi perintah.

Hong Lauw Cun mengambil kunlji kamar tahanan. Membuka pintu sel Su-khong Eng. Ia harus membawa pemuda itu kedalam kamar penjiksaan.

Hong-lay Sian-ong dan Ie Lip Tiong balik kembali. Mereka mengikuti dibslakang Hong Lauw Cu.

Dikamar tempat penjiksaan Terdengar suara rintihan Ai Tong Cun..

Bulu2 Ie Lip Tiong bergemerinding lagi, bangun berdiri. "Bengcu," Ia memohon. "Selama belasan hari, boanpwe kurang

tidur. Izinkanlah boanpwe istirahat dahulu."

la tidak hendak berdiam terlalu lama, menggunakan alasan kurang tidur, hendak meninggalkan ruang penjiksaan itu,

Hong-lay Sian-ong menganggukkan kepalanya, Untuk sementara, kau boleh menggunakan kamar Lu Ie Lam."

Ie Lip Tiong meninggalkan Ceng-sim-lam.

Kamar Lu Ie Lam tidak terlalu asing, jago kita melangkah masuk kedalam kamar, menyatuhkan diri-nya ditempat pembaringan.

Ia terlalu lelah. sangat lemah. begitu terbaring, Karena tidak ada pikiran yang mengganggu dirinya. Cepat sekali. ia jatuh pulas.

Ie Lip Tiong tidur didalam kamar Lu Ie Lam

Selama 12 hari, Ie Lip Tiong melakukan perjalanan siang malam. ia kurang tidur, kurang istirahar Kini ia dapat membajar hutang tidur itu.

Beberapa lama ia tidur disitu.

Suatu ketika, ia dikejutkan saleh suara panggilan orang "Ie tatsu."

Duta Nomor Sepuluh Lam Hay San-jin telah mebuka pintu kamar. Ie Lip Tiong lompat bangun.

"Selamat pagi." Ia menyapa.

"Selamat pagi?" Lam-hay San-jin tertawa. "Lihatlah hari sudah siang sekali."

"Oh.... " Memandang kearah luar. Matahari telah mencorong terang.

"ternyata sudah siang." Ie Lip Tiong tertawa.

"Sudah hampir sore " Berkata Lam-hay San-jin. "Bengcu memberi perintah untuk mengundangmu. Bengcu telah diadakan dua kau. Mari kau menemui para wakil dari semua aliran."

Cepat2 le Lip Tiong membersihkan diri, memakan santapan yang sudah tersedia, setelah itu, mengikuti dibalakang Lam-hay San-jin. Mereka menuju keruang sidang.

Masuknya Ie Lip Tiong didalam ruangan itu disambut oleh suara tepuk tangan yang gegap gempita.

Dikala ia mengajun langkahnya kearah Hong-lay Sian-ong, sang bengcu telah menyediakan jubah berwarna kuning, itulah tanda kehormatan untuk diabadikan sebagai Duta Istimewa Berbaju Kuning Nomor Tiga Belas.

le Lip Tiong menerima penghormatan itu. Ia mengenakan jubah Duta Istimewa Su-hay-tong-sim-beng

Terdengar lagi suara tepuk tangan yang hampir memecahkan isi ruangan. Hong-lay Sian-ong angkat bicara:

"Cuwie sekalian, mulai saat ini, Su-hay-tong-sim-beng mendapat tambahan seorang Duta Istimewa Berbaju Kuning. Dia adalah tokoh silat ternama yang tidak asing bagi semua orang, It-kiam-tin bulim Wie Tauw alias Ie Lip Tiong. Bagaimana keadaan dan asal usul dirinya, telah kami uraikan panyang lebar, bukan? Bagaimana Ie tatsu menangkap pemuda misterius berkerudung hitam Su-khong Eng, bagaimana Ie tatsu menyeludup masuk kadalam sarang musuh, semua cerita telah kita uraikan secara terperinci. tidaklah perlu kiranya ia untuk mengulang kembali. Yang penting dan sekali lagi kami tegaskan: Su-hay-tong-sim-beng telah melakukan dua kesalahan besar, kesalahan pertama ialah membiarkan lima ketua partay membunuh ketua partay Oey-san-pay Ie In Yang, itulah ayah Ie tatsu kita. Kesalahan kedua adalah memberi putusan yang salah pada Ie tatsu dahulu, kesalahan pertama tidak dapat dibangkitkan, kesalahan kedua telah ditolong? Duta Nomor Empat kami, Cang Ceng Lun. Dan saudara Ie Lip Tiong, orang yang kini sudah berdiri dihadapan saudara2 adalah Duta Istimewa Berbaju kuning kami yang ketiga belas. Diharap saudara2 dapat mambantu usahanya. Sekian."

Ie Lip Tiong mengikuti pidato itu dengan air mata bertahan dikelopak.

Akhir suara Hong-lay Sian-ong disusul oleh suara tepuk tangan yang meriah-

Mercka menyambut baik kedatangan Ie Lip Tiong. Lima ketua partay niaju kemimbar, dihadapan Umum, mereka mengakui kesalahannya.

Mereka meminta maaf kepada Ie Lip Tiong. Upacara peresmian Duta Nomor Tiga Belas Ie Lip Tiong telah selesai.

Hong-lay Sian-ong menitahkan orang membawa Jua tawanan mereka.

Itulah Ai Tong Cun dan Su-khoug Lng Hong-lay Sian-ong memberi laporan: "Saut1ara2, inilab biang keladi kekacaun, kami telah mengompres mereka dengan beraneka macam siksaan, mereka berkepala batu, tidak sedikitpun rahasia yang dibocorkan. Dipersilahkan para wakil mengemukakan pendapat,"

Wakil Bu-tong-pay, Kho-bok Totiang berbicara.

"Pemuda berkerudung hitam Su-khong Eng telah membunuh ratusan jiwa. Dia adalah seorang manusia kejam, Bu-tong-pav memberi usul agar segera membunuh sipenyahat."

Wakil utama Siauw-lim-pay, It-ie Tay-su angkat bicara: "Siauw-lim-pay dapat menyetujui usul wakil Bu-tong-pay.

Setelah itu, para wakil lainnya mengemukakan pendapat mereka, "Su-khong Eng adalah biang kekacauan. harus segera dibunuh." "Bunuh Su-khong Eng."

"Gantung Su-khong Eng."

"Jangan beri kesempatan hidup kepada para manusia durjana."

Setelah mengumpulkan pendapat2 itu, Hong-lay Sian-ong memberi putusan:

"Atas kebijaksanaan semua orang, pemuda berbaju hitam Su- khong Eng harus dibunuh mati."

Itulah putusan maut.

Kemudian mereka merundingkan cara untuk menghadapi Ai Tong Cun.

Seperti juga keadaan mengadili Su khong Eng tidak seorang yang mengajukan keberatan, atas hukuman mati yang dijatuhkan kepada Ai Tong Cun.

"Ai Tong Cun adalah paman guru Su khong Eng, semua perintah tentu keluar darinya. Bila Su khong Eng harus menerima hukuman mati. Ai Tong Cun lebih harus menyakini hukuman mati." Demikian seorang wakil Kay-pang angkat bicara. "Bunuh Ai Tong Cun." "Gantung Ai Tong Cun."

"Basmi komplotan tukang beset kulit manusia"

"Hancurkan musuh Su hay-tong-sim-beng Bunuh Ai Tong Cun dan Su-khong Eng"

“Hidup Su-hay-tong-sim-beng."

Selesai

Bersambung Ke seri 2 : Pelenyap Sukma.