-->

Pelenyap Sukma Jilid 8 (Tamat)

Jilid 08 (Tamat)

"TOTIANG yakin kepada dalih yang sudah dikatakan?" "Yakin sekali." berkata In-koo Totiang.

"Begitu yakinnya Totiaag kepada dalih ini. Mengapa?" Bertanya Tok-gan Sin-kay. "Mungkinkah dikarenakan adanya ganjalan hati, mungkinkah takut Ie Lip Tiong menuntut balas? Maka hendak turun tangan terlebih dahulu, membekuk dirinya. maka Totiang bisa mempunyai hati yang agak lapang, tidak takut sesuatu dikemudian hari. Totiang seolah-olah berkata : Bahwa Ie Lip Tiong telah membunuh ketua partai Bu-tong-pay."

Dengan kecerdikan otaknya, Tok-gan Sin-kay lebih percaya kepada keterangan Ie Lip Tiong. "Saudara Tok-gan Sin-kay percaya kepada keterangannya?" betanya In-koo Totiang.

"Segala sesuatu harus dirumuskan menurut kenyataan. jangan mempunyai rasa dendam, jangan menggunakan kaca mata berwarna." Berkata Tok-gan Sin-kay.

In-koo Totiang berkata

"Tok-gan Sin-kay tatsu terlalu memandang rendah kepada Ie Lip Tiong."

"Artinya?" berkata Tok-gan Sin-kay

"Tok-gan Sin-kay tatsu tidak percaya bahwa Ie Lip Tiong berani menggunakan wajah aslinya membunuh ketua partai kami. Disinilah letak kecerdikan Ie Lip Tiong."

"Bisa memberi keterangan yang lebih jelas ?"

"Sesudah ia menduduki jabatan Duta Istimewa Berbaju Kuning Su-hay-ton-sim-beng, tentu saja ia maklum, tidak mungkin menuntut balas atas kematian ayahnya, juga tahu. tidak mungkin Su-hay-tong-sim-beng memberi izin baginya, membunuh lima ketua partai. Dimisalkan ia mengubah wajah, kecurigaan pasti ada. Maka terus terang ia bergerak dengan wajah asli, bahkan menggunakan pakaian Duta Istimewa Berbaju Kuning, dan membuat suatu pembelaan, mengatakan bahwa itulah orang lain yang memalsukan dirinya. Disinilah letak kecerdikan otaknya. Semua orang pasti yakin, bahwa keterangannya itu betul. Tidak mungkin ia menggunakan wajah asli membunuh orang. Tapi kenyataan demikian. Ia telah menggunakan wajah aslinya, ia telah menggunakan pakaian Duta Istimewa berbaju kuning Su-hay-tong-sim-beng, membunuh ketua partai kami."

Tok-gan Sin-kay tctawa berkakAkan, "Aku memuji kecerdikan otak totiang."

"Tok-gan Sin-kay tatsu tidak mempunyai pendapat yang sama?" In-koo Totiang dapat menangkap arti kurang setuju dari Duta nomor sebelas itu. Tok-gan Sin-kay berkata :

"Untuk menyelesaikan persoalan yang rumit dan sulit, boleh saja membuat perumpamaan, dimisalkan, dan sesudah itu kita berusaha mencari fakta dan bukti.kini dalihnya sudah ada dan buktinya?"

In-koo Totiang berkata :

"Ada dua fakta yang tidak bisa meringankan dosa Ie Lip Tiong. Fakta pertama, sesudah ia membunuh ketua partai Hoa-san-pay, tujuh jago Hoa-san menempurnya, mengejar terus menerus sehingga sampai dikota Tiang-an, ia lari kedalam kelenteng Cin- goan-kuan, untuk beberapa waktu, tujuh jago pedang Hoa-san tidak menemukan jejaknya. ia lenyap mendadak, tapi sesudah mengurung kelenteng Cin-goan-koan, akhirnya tujuh jago pedang Hoa-san pay berhasil menemukannya, ketujuh orang itu tidak melihat ada orang kedua yang keluar dari kelenteng. Inilah bukti bahwa keterangan Ie Lip Tiong hanya isapan jempol."

"Bukti kedua ?" bertanya Tok-gan Sin-kay.

"Bukti kedua, adalah luka bekas tusukan pedang dipaha kirinya, luka itu dikarenakan tusukan pedang Thian-kiam-ie-thian-hoat. Bilamana keterangan Ie Lip Tiong itu betul, dimisalkan ada dua Ie Lip Tiong, mengapa begitu kebetulan? Pedang Thian-kiam-ie-thian- hoat melukai Ie Lip Tiong palsu, inilah keterangannya, tapi, dia sendiri, Ie Lip Tiong yang asli tidak menderita luka dipaha kirinya, itulah luka tusukan pedang Thian-kiam-ie-thian-hoat. Bukti ini tidak bisa dihilangkan. Lebih memberatkan dirinya."

Tok-gan Sin-kay menggunakan kecerdikan otaknya, mengingat sesuatu, berpikir beberapa saat ia berkata ;

"Tentang bukti pertama, disaat tujuh jago pedang Hoa-san-pay memasuki kelenteng Cin-goan-koan, sudahkah memeriksa seluruh isi kelenteng ?"

In-koo Totiang tertegun, ia berkata :

"Disaat tujuh jago pedang Hoa-san-pay memasuki kelenteng Cin- goan-koan, mereka segera menemukan Ie Lip Tiong terduduk diruang tengah, mengapa harus membikin pemeriksaan lagi ? Segera terjadi pertempuran."

"Aku percaya bahwa tidak ada orang kedua yang keluar dari kelenteng Cin-goan-koan. Tapi itulah kejadian disaat terjadinya kejadian." berkata Tok-gan Sin-kay. "Besar sekali kemungkinannya, bahwa Ai Lam Cun, Ai Pek Cun, dan Su-khong Eng masih bersembunyi didalam kelenteng. Menunggu kalian keluar. meninggalkan tempal itu. Baru mereka pergi. Bukti bahwa didalam kelenteng tidak ada orang kedua masih disangsikan."

In-koo Totiang sangat tidak puas. Ia mengeluarkan suara dengusan dingin

"Ehem.."

Tok-gan Sin-kay berkata lagi "Tentang bukti kedua, bukti adanya luka bekas tusukan pedang, pada paha kiri Ie Lip Tiong. Tentu saja, Thian-kiau-ie-thian-hoat telah menusuk paha kiri Su-khong Eng, dan Su-khong Eng sudah mempunyai rencana untuk melempar getah kejahatan kepada Ie Lip Tiong, tentu saja ia bisa membuat luka yang sama, maka fakta tentang adanya luka dipaha kiri tentang tusukan pedang itu juga masih diragukan."

In-koo totiang semakin tidak puas, terpeta sekali pada wajahnya, ia berkata dingin,

"Tok-gan Sin-kay tatsu selalu membelanya. Apa yang menjadi maksud utama?"

Tok-gan Sin-kay tertawa, "Legakan hati," ia berkata. "Sebagai Duta istimewa Berbaju Kuning Su-hay-tong-sim-beng, aku tidak mau melakukan penculikan tawanan. Harapanku ialah menyerahkan Ie Lip Tiong kepada Su-hay-tong-sim-beng. kita bisa membikin penilaian yang lebih cermat."

In-koo Totiang tidak setuju, ia berkata

"Bu-tong-pay dan Hoa-san-pay telah mendapat persepakatan. ia memberi hukuman mati kepada ie Lip Tiong. Walau mendapat skorsing dari Su-hay-tong-sim-beng, atau  yang lebih hebat lagi, partai kami dilarang memasuki Su-hay-tong-sim-beng, tetap kami laksanakan putusan bersama, kami hendak membikin tuntutan balas atas kematian kematian ketua partai kami."

Sepasang mata Tok-gan Sin-kay memancarkan cahaya berkilat kilat, seolah olah tidak puas, tapi sinar mata itu redup kembali. Mengingat bahwa tidak perlu bentrok dengan Hoa-san-pay dan Bu- tong-pay, ia berhasil menguasai ketegangannya. Dengan menghela napas ia berkata :

"Aku juga turut berduka cita atas kematian ketua partai Hoa-san- pay dan Bu-tong-pay. Semua orang berdiri dan berpihak kepada kalian. Tapi, sebelum betul2 mendapatkan bukti, bisakah kalian menunda hukuman mati Ie Lip Tiong ?"

"Tidak bisa." In-koo Totiang menolak getas. "Dengan adanya hukuman yang di jatuhkan kepada Ie Lip Tiong, nama Hoa-san-pay dan Bu-tong-pay mungkin merosot jatuh." berkata Tok-gan Sin-kay.

"Demi membalas dendam ketua partai kami, segala tegoran akan kami terima." berkata in-koo Totiang.

Tok-gan Sin-kay tidak berdaya, ia menoleh dan memandang kearah Ie Lip Tiong yang bersengut sengut itu, dan berkata kepadanya

"Ie Lip Tiong tatsu, aku telah berdaya upaya, tidak berhasil." Tok-gan Sin-kay mengangkat pundaknya.

Perlahan lahan. Ie Lip Tiong mendongakkan kepala, memandang kepada Tok-gan Sin-kay dan berkata :

"Mereka telah memutuskan, menjalankan hukuman mati pada tanggal enam bulan sebelas. Betul mereka telah memberi tahu putusan ini kepada Su-hay-tong-sim-beng, tapi dengan jarak yang begitu jauh, tidak mungkin Su-hay-tong-sim-beng bisa keburu membikin pencegahan."

Tok-gan Sin-kay bisa memaklumi isi hati Ie Lip Tiong, Ie Lip Tiong mengharapkan bantuannya, Ie Lip Tiong mengharapkan penculikan tawanan perang, dan membebaskannya secara paksa. Tapi Tok-gan Sin-kay tidak bisa melakukan seperti itu. Dengan kekuatan? ia tidak bisa mengalahkan keroyokan banyak orang. Dengan kata2? Ia tidak bisa mengubah pendirian In-koo Totiang. Dengan tipu? juga lebih sulit lagi.

"Sebagai Duta stimewa Berbaju Kuning Su-hay-tong-sim-beng, " berkata Tok-gan Sinkay. "Segala gerak-gerikku terbatas atas pimpinan. Sebelum ada perintah tegas, aku tidak berani berlaku lancang."

Melirik kearah In-koo Totiang. Tok-gan Sin-kay meneruskan keterangannya :

"Dimisalkan, aku ada niatan untuk menolongmu. Tapi jago Bu- tong-pay dan tujuh jago pedang Hoa-san-pay juga tidak berpeluk taugan, pasti dia menempurku."

Inilah kenyataan, dimisalkan Tok-gan Sin kay hendak menolong Ie Lip Tiong. Bu-tong pay dan Hoa-san-pay akan menempurnya mati2an. Dengan kekuatan Tok-gan Sim-kay seorang, mungkinkah bisa melawan tujuh jago pedang Hoa-san-pay dan tiga tosu Bu- tong-pay itu ? Tentu saja tidak mungkin.

Situasi yang seperti itu juga tidak lepas dari penilaian Ie Lip Tiong, keadaan diri nya sangat lemah, ia berkata perlahan :

"Tok-gan Sin-kay tatsu hendak berangkat pergi ?"

Tok-gan Sin-kay menggoyangkan kepala seraya berkata :

"Tidak. Aku hendak menyaksikan, bagaimana Bu-tong-pay dan Hoa-san-pay melaksanakan hukumannya kepadamu."

"Mereka tidak keberatan ?" bertanya Ie Lip Tiong.

"Terserah kepada Bu-tong-pay dan Hoa san-pay. Bilamana mereka tidak mengusir, aku pasti tetap akan berada disini."

In-koo Totiang dengan bersungguh berkata :

"Kami tidak berhak menolak kedatangannya saksi dari Su-hay- tong-sim-beng." berkata In-koo Totiang. "Kami harapkan saja, Tok- gan Sin-kay tatsu tidak melakukan sesuatu yang merugikan kami."

Tok-gan Sin-kay menganggukkan kepala, berpaling kearah Ie Lip Tiong dan berkata kearah pemuda itu :

"Ie Lip Tiong tatsu, tidurlah, istirahatlah. Besok aku akan menjengukmu lagi."

Sesudah kedatangan Tok-gan Sin-kay ke tempat itu, Ie Lip Tiong bisa melihat penjagaan kepada dirinya diperketat.

Tentu saja, mereka takut, kalau Tok gan Sin-kay itu merusak penjara, menolong Ie Lip Tiong.

Ie Lip Tiong merasakan bahwa jiwanya itu sudah semakin dekat dengan jurang kematian, hari-kehari sudah dilewatkan, tapi tidak ada perubahan, belum ada harapan untuk membebaskan diri.

Ie Lip Tiong bukan seorang pemuda yang takut mati. tapi ia akan mati penasaran bilamana sampai terjadi hukuman Hoa-san-pay dijatuhkan pada dirinya. Sebelum getah jahat diri apa yang Su- khong Eng jatuhkan kepadanya terbongkar, bagai mana ia bisa mencuci diri?

"Huh!" Ia mengeluarkan suara dengusan. "Biar bagaimana, aku haruS berusaha membebaskan diri."

Hari berikutnya, Su Kee Tian datang lagi, mereka bertanding catur. Tok-gan Sin-kay dan In-koo Totiang menyaksikan pertandingan itu, demikian dengan adanya dua saksi, Ie Lip Tiong semakin sulit bergerak.

Permainan catur In-koo Totiang dan Tok-gan Sin-kay masih jauh dibawah taraf internastonal, menyaksikan dua jago catur yang bertanding, mereka menggeleng2kan kepala.

"Hebat!!" berkata Tok-gan Sin-tay. "Baru kali ini aku menyaksikan permainan catur yang hebat."

Ie Lip Tiong menyengir, ia berkata : "Belasan babak telah dimainkan, tapi belum pernah mendapat kemenangan." Dengan sungguh-sungguh Tok-gan Sin-kay berkata :

"Tuan Su Kee Tian adalah ahli waris Ngo-kiat-sin-mo Auwyang Hui, tentu saja. Ilmu caturnya tiada tandingan. Tapi kau bisa melawannya sampai memaksa ia mengeluarkan keringat, inipun sudah cukup hebat."

Su Kee Tian juga berkata

"Betul." ia berkata. "Permainan catur tuan Ie Lip Tiong adalah lawan terkuat yang pernah kualami."

Sesudah mereka bermain sampai sore, Ie Lip Tiong berkata : "Biar kita besok hari bermain lagi."

Su Kee Tian meninggalkan tempat kamar tahanan itu.

Tok-gan Sin-kay dan In-koo Totiang juga meninggalkan ie Lap Tiong, satu hari lagi dilewatkan.

Sesudah itu...............

Setiap hari Su Kee Tian pasti datang. suatu waktu pagi. tapi suatu waktu sore, Ia selalu bertanding catur dengan Ie Lip Tiong

Tok-gan Sin-kay juga belum pernah melewatkan kesempatan, pasti ia menonton pertandingan catur mereka.

Tiga tosu tua Bu-tong-pay dan tujuh jago pedang Hoa-san-pay takut, kalau-kalau terjadi mainan sulap Tok-gan Sin-kay, mereka juga membikin pengawasan. waktu cepat berlalu. 17 hari Ie Lip Tiong menjadi orang tawanan Han-kong San-chung.

Penjagaan2 diperkeras, orang berbaju hijau dan berbaju biru semakin banyak.

Tetapi Ie Lip Tiong kerjanya setiap bari hanya bermain catur. Su Kee Tian senang mendapat perlawanan berat seperti Ie Lip Tiong, sebagai seorang ahli catur, ia sulit menemukan tandingan, walau Ie Lip Tiong tidak pernah menang , tapi cukup memberi perlawanan yang terberat. Ini sangat menyenangkan Su Kee Tian. Setiap hari ia menandingi kamar tahanan itu. Permainan catur hari ini terjadi-lebih sengit lagi, mungkin setelah mendapat pengalaman selama tujuh belas hari, permainan catur Ie Lip Tiong mendapat banyak kemajuan, bilamana pada sesi sebelumnya posisi situasi berada dibawah Su Kee Tian, hari ini terbalik, kini inisiatif penyerangan berada ditangan Ie Lip Tiong.Sipemuda mengangkat pundak, menyerang kearah raja.

"Skak!!" berkata Ie Lip Tiong memberi suatu ancaman.

"Hebat!!" Su Kee Tian dipaksa berpikir lama untuk mengatasi kesulitan itu. Ia belum kalah. Tapi didesak terus-menerus, berarti satu kemajuan untuk permainan catur Ie Lip Tiong.

Perlahan-lahan Su Kee Tian menggerakkan rajanya kearah samping kiri.

Pertandingan catur ini juga disaksikan oleh Tok-gan Sin-kay dan Siauw Yao To tiang.

Siauw Yao Totiang adalah wakil dari Bu-tong-pay, ia mendapat tugas untuk mengawasi gerak-gerik Ie Lip Tiong, menjaga sesuatu hal dari sabotase Tok-gan Sin-kay.

Tok-gan Sin-kay turut menyaksikan catur, dengan maksud mendapat kesempatan, bagaimana bisa menolong Ie Lip Tiong dari bahaya kematian.

Tok-gan Sin-kay pernah mendengar cerita, Ie Lip Tiong hampir mati penasaran. Su-hay-tong-sim-beng pernah melakukan kesalahan, memberi hukuman mati kepada Ie Lip Tiong.

Masih beruntung, jiwa Ie Lip Tiong dilindungi Tuhan, guru Ie Lip Tiong yang bernama can ceng Lun menjabat Duta Istimewa berbaju kuning nomor empat. Dengan mengorbankan jabatannya, mengorbankan kesetiaannya kepada partai, can ceng Lun menolong Ie Lip Tiong. terakhir ia meletakkan jabatan. Pergi merantau, membikin penyelidikan tentang seluk beluk gerakan partai Raja Gunung.

Maka Tok-gan Sin-kay tidak akan membiarkan Ie Lip Tiong binasa di Han-kong Sanchung, ia masih berusaha menolong pemuda itu.

sayang tidak ada kesempatan.

"Skak!" Berkata Ie Lip Tiong lagi. Menggunakan kerasnya suara biji catur diatas papan, dengan menyalurkan gelombang tekanan suara tinggi, Ie Lip Tiong berkata kepada Tok-gan Sin-kay:

"Tok-gan Sin-kay tatsu, setujukah, bilamana aku melarikan diri dari tempat ini?"

Mendengar pertanyaan suara itu, wajah Tok-gan Sin-kay berubah, hatinya terkejut. Seolah-olah ia sakit mata, mengusap wajahnya, menutup bibir mulutnya, dan dengan mengikuti cara-cara pembicaraan Ie Lip Tiong, dengan menyalurkan gelombang suara tinggi yang ditujukan kepada orang yang bersangkutan, ia menjawah itu pertanyaan :

"Sangat setuju sekali! Aku selalu bersedia menolong dirimu. sayang tidak berkekuatan, mendampingi disisi. Tidak ada kesempatan. Ada cara baik?"

Ie Lip Tiong melirik kearah Siauw-yao Totiang tosu itu juga sedang tertarik diatas papan catur. Maka dengan capat menggunakan gelombang tekanan tinggi, Ie Lip Tiong berkata :

"Tok-gan Sin-kay tatsu merapunyai kaca?"

Tok-gan Sin-kay menguap sebentar, juga menggunakan gelombang suara tinggi, ia menjawab :

"Ada!! Apa kegunaannya kaca?"

Su Koe Tian telah menarik gajahnya, memakan kuda Ie Lip Tiong.

Giliran Ie Lip Tiong yang mengangkat biji catur, tapi ia sudah bersiap sedia, sepasang kudanya kait mengait, tidak takut dimakan oleh lawan secepat itu pula ia mencomot gajah Su Tian, cepat memasang kuda ke dua. ditempat yang sama, mulutnya berteriak:

"Sekak!" Dan dengan ditujukan kearah Tok-gan Sin-kay, melalui gelombang tekanan suara tinggi ia berkata :

"Dengan, adanya kaca kecil, aku bita meninggalkan tempat ini."

Dijaman dahulu kala, belum ada kaca yang seperti sekarang, itu waktu mereka menggunakan kaca yang terbuat dari tembaga, di gosoknya mengkilap, dan cukup digunakan dengan serba aneka macam kegunaan.

kaca itu terbuat dari tembaga, bisa digunakan menghias, bisa digunaknn untuk senjata rahasia, bisa digunekan untuk memotong sesuatu dan aneka kegunaan lagi.

Tok gan Sin-kay menduga bahwa Ie Lip Tiong msminta kaca tembaga hendak digunakan memutus rantai2 yang mengikat dirinya. Ia tidak mengerti, rantai itu begitu kokoh dan kuat, hanya sebuah kaca tembaga, mana mungkin bisa membantunya meloloskan diri? Karena kekuatirannya inilah, ia berkata:

"Hanya dengan sebuah kaca tembaga, kau bisa melarikan diri dan tempat ini?"

"Betul." berkata Ie Lip Tiong.

"Bisa kau memberi tahu cara2 dan siasat mu?" bertanya Tok-gan Sin-kay.

"Maaf! Rahasia ini belum boleh dibocorkan." berkata Ie L ip Tiong.

Tok gan Sin-kay dan Ie Lip Tiong bercakap2 melalui gelombang suara tekanan tinggi, hanya kepada orang bersangkutan yang bisa menerima suara itu. Orang lain tidak bisa mendengar.

Mengetahui akal Ie Lip Tiong yang terlalu banyak, percaya kepada Sang Duta nomor tiga belas itu tok-gan-Sin-kay mengeluarkan kaca tembaga, ia berjalan tidak jauh dari Ie Lip Tiong, meletakkan dipantat pemuda itu, mulutnya berteriak:

"Permainan bagus !"

Memang! Permainan Ie Lip Tiong pada waktu itu sangat bagus sekali, memaksa Su Kee Tian memeras seluruh isi otaknya.

Tapi Su Kee Tian juga bukan jago catur biasa, ia adalah calon juara, ia biss mengatasi kesulitan problemnya. Menggeser raja satu kotak, mengelakkan ancaman lawan.

Ie Lip Tiong masih berhasil menguasai posisi papan catur, Ia mengenyampingkan gajah, menggunakan gelombang tekanan tinggi berkata :

"Masih ada lain permintaan. Bisakah Tok-gan Sin kay tatsu memberi pertolongan ?"

"Katakanlah."

"Malam ini, tolong usahakan, ajak Su Kee Tian keluar. Ajak Su Kee Tian meninggalkan Han kong Sanchung. Lebih jauh lebih baik. Bilamana ia tidak bisa diajak. gunakan sedikit kekerasan. Tapi jangan sampai terlihat orang. Berusahalnh agar Su Kee Tian tidak berada didalam Han kong San-chung. Ini penting. Bilamana mengalami kegagalan, berarti gagallah semua usahaku."

Tok gan Sin kay semakin bingung, ia semakin tidak msngerti, ia betul2 tidak mengerti, ada bubungan apa Su Kee Tian di Han kong Sanchung atau tidak Han kong Sancung? Dengan cara bagaimana Ie Lip Tiong hendak melarikan diri dari penjaga yang begitu terjaga begitu ketat? Tapi ia percaya kecerdikan otak Ie Lip Tiong, ia percaya kepada aneka macam tipu muslihat jago kota Tiang an itu, maka ia segera memberi penyahutan :

"Baik. Akan kuusahakan. Sesudah berhasil mengajak Su Kee Tian meninggalkan Han-kong Sanchung, apa lagi ?"

"Sesudah berhasil mengajak Su Kee Tian meninggalkan Han-kong Sanchung, tahanlah dirinya, sehingga sampai upacara disini selesai. Baru membebaskannya."

Percakapan Ie Lip Tiong dan Tok-gan Sin kay masih disalurkan via gelombang tekanan tinggi. maka hanya dua orang yang bersangkutan yang bisa menangkap dan menerima. Tidak ada orang yang ketiga. Walau demikian, mereka harus menyembunyikan dari gcrakan2 bibir suara yang disalurkan dengan gelombang tekanan tinggi bisa disampaikan kepada orang yang bersangkutan tanpa didengar oleh orang yang tidak berkepentingan. Tapi ia mempunyai satu keburukan, yaitu bibirnya yang bergerak-gerak, tidak bisa lepas dari penilaian.

Berbeda dengan suara yang disalurkan dengan suara perut, tapi sangat sulit sekali berbicara dengan suara perut. Seperti apa yang kita sudah tahu, hanya seorang saja yang berhasil menyakinkan menyalurkan suara dari suara perut, itulah jago dari Tay lie khusus keluarga Toan.

Ini waktu, Siauw yao Totiang menengok kearah Ie Lip liong, menyaksikan gerak- bibir pemuda itu, wajahnya berubah, ia segera curiga kepada sesuatu.

Ie Lip Tiong juga sadar akan perhatian itu, segera ia menghentikan pembicaraan. Tertawa sebentar, menoleh kearah Siauw yan totiang dan mengajukan pertanyaan :

"Totiang tidak tertarik kepada permainan catur ?"

"Aku tertarik kepada bibirmti." berkata Siauw-yao totiang. "Mengapa?" hati Ie Lip Tiong memukul keras, hatinya dag dig

dug.

Dengan suara geram, Siauw yao Totiang berkata :

"Bibirmu sebentar keatas dan sebentar turun, barkatup katup beberapa kali, permainan apa yang sedang kau gerakkan?"

Dengan tertawa, dengan penuh humor Ie Lip Tiong berkata : "Aku sedang mencari jalan2. Aku hendak melarikan diri!"

"Melarikan diri?" berkata Siauw-yao To tiang dingin. "Melarikan diri dari permainan catur?"

"Bukan permainan catur." berkata Ie Lip Tiong sungguh2. "Tapi permainan hidup. Aku sedang berdaya upaya, sebelum menjalani hukuman mati disini. Aku hendak menjadi bebas kembali."

"Ha,ha,......"Siauw yao Totiang tertawa. "Kukira kau sedang mengimpi."

"Bukan." berkata Ie Lip Tiong sungguh2. "Pikiranku masih terang, biar bagaimana. aku musti bisa membebaskan diri dari kekejaman tangan elmaut. Aku harus lolos dari tempat ini, sebelum menjalani hukuman mati,"

"Baik. Hendak kusaksikan, bagaimana kau bisa melarikan diri." berkata Siauw yao Totiang tidak percaya.

Permainan catur masih dilanjutkan.

Su Kee Tian berhasil menangkis semua serangan2 Ie Lip Tiong perlahan demi perlahan, ia mulai menguasai papaa catun kembali. Memang, ia lebih ahli. Pikirannya lebih dipusatkan, tidak seperti Ie Lip Tiong yang menggusakan pikiran bercabang, sebagian permainan catur dan sebagian lagi berusaha melarikan diri. Tentu saja kalah cermat.

Mengetahul gerakkan bibirnya mendapat per hatian Siauw-yao Totiang. Ie Lip Tiong tidak mau bicara lag!, gelagat permainan catur inipun sudah kalut, kini ia harus menangkis serangan2 balik Su Kee Tian.

Gerakkannya lambat, setiap kali ia mengangkat biji catur, ia harus berpikir lama.

Permainan masih berjalan seimbang.

Su Kee Tian bergerak cepat, Ie Lip Tiong lambat.

Permainan catur yang seperti itu membosankan penonton. Siauw yao Totiang segera kalah sabar, ia berkata :

"Huh! Membnat satu langkah set saja harus berpikir pikir lama?"

Ia Lip Tiong menganggukkan kepala, ia tidak marah, dengan tertawa berkata :

"Inilah keharusan. Bilamana hendak melawan Su Kee Tian, kita harus memiliki kesaabaran yang luar biasa."

Dengan gerak lambat2an, dengan berpikir lebih lama, Ie Lip Tiong masih melayani permainan catur.

Su Kee Tian betul2 memiliki kesabaran yang luar biata. Ia tidak panas, malah lebih dari pada itu, permainan caturnya lebih baik lagi. menahan rengsekan Ie Lip Tiong yang datangnya terus menerus.

Kini betul2 Ie Lip Tiong harus berpikir lama, tiduk mudah untuk melayani Su Kee Tian.

Pertandingan catur yang seperti itu berjalan satu hari, keadaan suasana sudah menjadi gelap, sebentar lagi, malam akan tiba.

Siauw yao Totiang yang menyaksikan gerakan Ie Lip Tiong lambat2an, kesabarannya hilang sama sekali, ia bangkit berdiri meninggalkan kesempatan menonton, dan berjalan mundar mandir ditempat itu.

Gerakan lambat Ie Lip cong adalah satu siasat, dan siasatnya berhasil baik. Kepergian Siauw yao Totianglah yang diharapkan, kelengahan Siauw yao Totianglah yang sedang di impi2kan.

Menggunakan satu kesempatan baik, dengan suara yang disatukan dengan gelombang tinggi ia berkata kepada Tok-gan Sin- kay:

"Mengapa Tok-gan Sin-kay Tatsu juga tidak berjalan2 keluar ?" "Apa yang rurus kukerjakan?" bertanya Tok gan Sin kay. "Mengambil Siauw-yao Totiang berjalan2 diluar tempat ini. Lebih

lama lebih baik, agar ia tidak bisa membikin penghalang disini."

Tok-gan Sin-kay menganggukkan kepala. Ia pun bangkit dari tempat duduknya, mengawani Siauw yao Totiang.

Siauw yao Totiang adalah wakil Hoa san pay untuk meneliti gerak gerik Tok-gan Sin kay. Hoa san-pay dan Bu-tong-pay mengawatirkan akan tindakan duta nomor sebelas. ia bisa saja menolong Ie Lip Tiong. Karena itu wajib dijaga keras. Tok-gan Sin-kay berjalan keluar meninggalkan kamar tahanan itu.

Siauw yao Totiang juga mengiringinya.

Sampai didepan, Tok-gia Sin-kay bergumam seorang diri :

"Aku tidak sabaran menyaksikan permainan catur yang terlalu lama."

Siauw-yao Totiang tertawa, : "Juga tidak sabaran?" ia berkata. "Ie Lip Tiong sungguh keterlaluan, mana boleh berpikir selama iiu ?"

"Biar bagaimana, permainan Ie Lip Tioug masih berada dibawah Su Kee Tian.""

Tentu!!" berkata Siauw-yao Totiang. "Mengetahui bahwa permainannya tidak bisa mengimbangi kekuatan lawan, sengaja ia hendak mengulur waktu. Ia hendak mengadu duduk. Siapa yang kalah sabar, pasti celaka."

"Kesabaran tuan Su Kee Tian juga sangat luar biasa." berkata Tok-gan Sin-kay. "Siasat Ie Lip Tiong tidak mungkin berhasil."

"Belum tenfu. " berkata Siauw yao Totiang. "Permainan catur meneliti tehnik juga harus disertai dengan kesabaran yang luar biasa, kalah adu duduk berati kalah segala galanya, bilamana ia lengah, bilamana tidak sabar, situasi segera bisa berubah."

"Memang. "

"Bagaimana penilaian tentang keadaan catur tadi ?" "Tenta saja Su Kee Tiang yang memenangkan. "

"Kukira harus bertanding sampai besok pagi. " berkata siauw yao Totiang.

"Belum tentu. " berkata Tok gan Sin kay. "Lengah adalah pangkal kekalahan. Lawan lengah ia akan menderita kalah. Siapa tahu, salah satu dari kedua orang itu tidak sabar, orang yang tidak sabarlah yang akan kalah. " Siauw yao Totiang bisa menerima saran Tok gan Sin-kay. ia berjalan bulak ballk.

"Kulihat, Ie Lip Tiong masih memegang situasi papan catur " katanya.

Tok-gan Sin-kay juga mengiringi gerak zig zag Siauw yao Totiang, dengan tertawa ia berkata:

"Ada sesuatu yang membingungkan diriku.       "

SiauW yao Totiang menghentikan gerakannya, menoleh ketempat Tok gan Sin kay, dengan heran ia bertanya: "Tentang apa?"

"Hoa san pay dan Bu tong pay telah mengambil putusan bersama, menghukum mati Ie Lip Tiong. Tapi ada sesuatu yang mengherankan diriku, mengapa memperbolehkan Ie Lip Tiong bermain catur dengan Su Kee Tian?"

"Kami sangat percaya kepada kekuatan dan kekokohannya rantai2 yang mengikat Is Lip Tiong." berkata Siauw yao Totiang. "Bilamana tidak menggunakan kunci2 yang tersendiri, tidak mungkin tenaga dalam bisa merusaknya."

"Kukira masih ada sebab lain." berkata Tok gan Sin hay.

"Sebab lain." Berkata Siauw yao Totiang. "Sebah lain adalah, mainan catur itu bisa melupakan segala galanya. Bisa menarik perhatian orang, sengaja memperbolehkan Su Kee Tian terus melayani Ie Lip Tiong bermain catur. Dengan adanya permainan catur itu, harapan kami ialah agar pikiian Ie Lip Tiong tidak bisa melayang kemana2, ia tidak akan berusaha untuk melarikan diri. Inilah pendapat suheng kami, dan pendapatnya memang tepat ."

Berulang kali Tok-gan Sin kay menganggukkan kepala, menyetujui pendapat itu.

"Betul. Tepat." Ia berkata. "Tidak kusangka, Ie Lip Tiong yang begitu cerdik, bisa juga dijerumuskan kedalam perangkap. Ha, Detik detik berlalu..." Tok-gan Sin-kay selalu mengincar kearah pintu penjara, dengan harapan Ie Lip Tiong bisa melarikan diri. Tapi, tidak ada reaksi apa2, juga sangat tenang sekali. Hatinya berdebar keras. Bingung kepada sikap Ie Lip Tiong. Ingin sekali ia menyelidiki situasi didalam kamar penjara itu, tapi sangat takut juga kepada bayangan Siauw yao Totiang. Bilamana ia masuk kedalam kamar penjara, pasti Siauw yao Totiang menyertainya. Dan bilamana Ie Lip Tiong sedang berusaha sesuatu, pasti akan mengalami kegagalan. Karena itulah, ia menantikan dengan hati tidak tenang.

Ngo gak Sin kay ingin memasuki ketempat kamar penjara, tapi tidak berani.

Siauw yao Totiang tiba-tiba membelakangi kaki, menuju kearah tempat tahanan itu. Mulutnya berkata :

"Mari kita melihat situasi perubahan permainan catur, bagaimana reaksinya?"

Tok gan Sin key menjadi sangat khawatir, tiba2 ia berteriak : "Tunggu dulu!!"

Siauw yao Totiang menghentikan langkahnya, menoleh kebelakang, memandang Ngo-gak Sin kay dengan penuh tanda tanya, ia bertanya :

"Tok gan Sin kay tatsu ada urusan apa ?"

"Aku.......hendak mengadakan sedikit pertaruhan. Berani kau menerima pertaruhan ?"

Siauw yao Totiang tertegun. "Pertaruhan apa ?" tanyanya.

"Tentang permainan catur Ie Lip Tiong dan Su Kee Tian itu." "Oh, kau berpihak ditangan siapa ?" bertanya Siauw yao Totiang. "Kukira Su Kee Tian pasti menang." berkata Tok gan Sin kay. "Tentu saja. Su Kee Tian pasti menang."

"Nah," berkata Tok gan Sin kay, "Bila mana tuan Su Kee Tian menang, aku bersedia menyerahkan lima tail perak kepadamu. Tapi bila Ie Lip Tiong yang mendapati kemeningan, bersedialah kau menyerahkan sepuluh tail perak?"

Siauw yao Totiang menggelengkan kepala, ia menolak usul itu, katanya :

"TIdak adil."

"Mengapa tidak adil?" bertanya Tok gan Sin-kay.

"Bilamana kau kalah, kau hanya meninggalkan lima tail perak, tapi aku yang kalah, aku harus mengeluarkan sepuluh tail perak, tentu saja tidak adil."

"Tapi kau melupakan unsur keahlian, Su Kee Tian berada diatas angin, maka kemenangan berada dipihaknya. Ie Lip Tiong berada dalam keadaan terdesak, tentu saja harus diatur seperti ini."

"Ie Lip Tiong seperti sedang mendapat angin." Berkata Sauw yao Totiang.

"Tapi belum pernah ia memenangkan pertandingan." Berkata Tok-gan Sin-kay.

"Situasi yang seperti itu bisa saja terjadi perubahan, bukan?" berkata Siauw-yao Totiang.

"Baik." berkata Tok-gan Sin-kay. "Boleh saja dibalik. Bilamana Su Kee Tian yang menang, kau serahkan lima tail perak. Bilamana Ie Lip Tiong yang menang, kuserahkan sepuluh tail perak. Setuju?"

Siauw-yao Totiang harus berpikir lama, ia juga ragu2, mana mungkin Ie Lip Tiong bisa memenangkan pertandingan? Bukti2 sudah nyata. belum pernah Ie Lip Tiong memenangkan Su Kee Tian!

Mengetahui keragu-raguan Siauw yao Totiang, Tok gan Sin kay berkata lagi :

"Dipersilahkan totiang memilih."

"Baik." berkata Siauw yao Totiang. "Aku memegang Su Kee Tian."

"Aku memegang Ie Lip Tiong." berkata Tok gan Sin kay.

Siauw yso Totiang menggerakkan kaki, menuju kearah tempat penjara.

Tok gan Sin kay tidak ada alasan untuk mengulur waktu lagi, mau tidak mau ia mengikuti dibelakangnya.

Sauw yao Totiang dan Tok gan Sin kay memasuki kamar tempat kamar tahanan Ie Lip Tiong. Disana, pertandingan telah selesai. Biji catur telah dibereskan. Su Kee Tian baru saja bangkit dari tempat duduknya, dengan wajah yang tersenyum riang. dilihat sepintas selalu, pertandingan itu baru saja selesai.

Tampak Ie Lip Tiong sudah kehilangan semangat, ia membelakangi semua orang, menghadap tembok. Tidak bersuara, juga tidak bergoyang dari tempat duduknya. Seolah olah malu bertemu dengan orang. Inilah akibat dari kekalahannya.

Tok gan Sin kay dan Sauw yao Totiang terkejut. Berbareng, mereka berteriak kaget ;

"Ha, sudah selesai?"

"Betum lama selesai." berkata Su Kee Tian, "Tuan Ie Lip Tiong terlalu keburu napsu, ia salah langkah set. Maka kalah."

Tok gan Sin kay memandang kearah Ie Lip Tiong, tidak terlihat gerakan pemuda itu, juga tidak menolehkan diri. Ini memusingkan dirinya, segera ia bertanya :

"Ie Lip Tiong tatsu, bagaimana?"

Ie Lip Tiong tidak membalikkan badan, juga tidak bangun berdiri. Seolah2 padri yang sedang mengheningkan cipta. Seolah2 orang yang sudah lupa kepada kehadirannya didunia. Ia masih membelakangi semua orang, menghadap kearah tembok.

Tok gan Sin kay masih hendak bertanya lagi, niatannya menghampiri Ie Lip Tiong. tetapi keburu dicegah oleh Su Kee Tian. Dengan menghela napas, Su Kee Tian berkata :

"Seseorang yang mengalami kekalahan terus menerus, pasti menderita bathin. Rasa ini sangat tidak enak. Maka bilamana kalian tidak ada urusan, lebih baik jangan memanggilnya."

Sesudah ia meminta diri, Su Kee Tian meninggalkan tempat itu. Tok gan Sin kay dan Siauw yao Totiang memandang Ie Lip

Tiong, menoleh kepergian Su Kee Tian, mereka mengangkat pundak.

"Mari kita keruang besar." Mengajak Siauw-yao Totiang,

"Aku sudah lelah." berkata Tok-gan Sin kay, "Aku hendak istirahat."

Siauw-yao Totiang tidak memaksa. Menunggu sampai keluarnya Tok-gan Sin-kay, ia juga meninggalkan tempat kamar tahanan Ie Lip Tiong.

Tok-gan Sin kay tidak langsung balik ketempat tinggalnya, ia tidak istirahat, ia telah menjanjikan Ie Lip Tiong, hendak membantu pemuda itu meloloskan diri dari kekangan Hoa-san pay dan Bu-tong- pay. Seperti apa yang sudah ditunjuk, ia menuju ketempat tinggal Su Kee Tian.

Tiba didepan pintu, Tok gan Sin kay mengetok: "Tuan Su Kee Tian sudah kembaii?"

Tidak lama kemudian, pintu dibuka. "Siapa?" disana muncul Su Kee Tian. "Aku." berkata Tok-gan Sin-kay. "Oh. "Su Kee Tian terkejut.

"Tok gan Sin kay tatsu belum tidur? Tidak istirahat?" "Tidak bisa tidur." berkata Tok-gan Sin-kay.

"Aku hendak mengerecoki dirimu." Mengajak Tok-gan Sin-kay memasuki kamarnya, Su Kee Tian berkata:

"Silahkan duduk."

Tok-gan Sin-kay mengambil satu tempat duduk, ia memperhatikau tempat itu, tersusun sangat rapi, perabotnya juga sangat mewah, tapi tidak sedikit debu dan galagasi, satu tanda bahwa tempat itu kurang pembersihan.

"Tuan Su Kee Tian seperti jarang meninggalkan tempat ini." berkata Tok-gan Sin-kay.

Su Kee Tian tidak menyangkal, ia menganggukkan kepala dan berkata :

"Selama satu tahun, hanya dua tiga bulan saja disini. Sisa harinya, sering berpergian keluar."

"Bercatur dengan orang?" bertanya Tok gan Sin-kay,

"Ya. Sesudah guru kami mati, banyak orang hendak mengetahui, sampai dimana keahlian permainan catur. Kami mewariskan bidang ini, mau tidak mau, kami harus menerima ajakan orang2. Maka catur adalah satu mata penghidupan kami, sebagai mata pencaharian. banyak orang bertaruh, dan tentu saja orang2 itu masuk kedalam tahanan kami."

Tok-gan Sin-kay tersenjum, katanya :

"Tuan Su Kee Tian belum pernah dikalahkan?"

"Mungkin nssibku masih mujur." berkata Su Kee Tian. "Sehingga sampai saat ini, belum pernah menderita kekalahan."

"Bilamana bercatur dengan tuan. berapa uang yang harus dibutuhkan?" bertanya Tok gan Sin Kay.

"Tidak tentu." berkata Su Kee Tian "Tergantung dari kemauan orang. Ada juga yang hendak menghadiahkan bidak dan kuda. lalu kulayani, dan karena memang permainannya kurang baik, kamipun mendapat kemenangan." "Aku henduk bertaruh." berkata Tok gan Sin kay. "Kuharap saja tuan Su Kee Tian biia menghadiahkan bidik. kuda, dan benteng. Berapa harga pertaruhan?"

Su Kee Tian tertegun. Tetapi tidak lama ia nyengir, katanya : "Bilamana Tok-gan Sin kay tatsu ada minat untuk belajar catur,

aku bersedia melayaninya. Mengapa harus bertaruh?"

Tentu saja, untuk menyerahkan sebuah bidak, sebuah benteng, kuda dan gajah, hal itu sering kali terjadi. Tapi Su Kee siansu dah biasa menyelami, berupa kekuatan lawan. Sedangkan kekuatan Tok gan Sin kay belum diketahui, bilamana sembarangan bertaruh. apa akibatnya bila ia kalah?

Tentu saja, bilamana permainan catur Tok-gan Sin-kay terlalu buruk. Masih besar kemungkinannya kemenangan dihasilkan olehnya.

Tapi, bilamana kekuatan Tok gan Sin kay seimbang dengan kekuatan Ie Lip Tiong, mana mungkinkah ia memenangkan pertandingan itu?

Su Kee Tian seperti sangat ragu2. ooo0ooo

BAB-38

DENGAN SUNGGUH2 Tok-gan Sin kay berkata :

"Belum lama, Siauw-yao Totiang berkata kepadaku, bahwa ilmu permainan catur tuan Su Kee Tian belum pernah dikalahkan orang. Bermain dengan biji2 penuh, atau bermain dengan biji separuh. Aku kurang percaya, maka aku hendak bertanding."

"Kami bersedia." Su Kee Tian menyanggupl tantangan itu. "Seratus tail perak pertaruhan?" berkata Tok-gan Sin-kay. "Setuju ?"

"Seratus tail perak?" berksta Su Kee Tian. "Begitu besar?"

"Ah, uang tuan sudah terlalu banyak. kukira tidak besar." berkata

Tok gan Sin kay.

"Baik." Akhirnya Su Kee Tian menyanggupi tawaran itu.

"Tetapi," berkata Tok gan Sin kay pula, "Permintaan ini tidak diadakan disini, aku tidak mau bermain catur didalam kampung Han kong Sanceung."

"Mengapa?" bertanya Su Kee Thian heran.

"Aku tak mau permainan caturku yang terlalu buruk di diketahui oleh Siauw yao totiang."

"Ouw. " Su Kee Thian bisa mengerti.

"Aku telah menyanggupi Siauw yao totiang" berkata Tok gan Sin kay. "Aku akan mengalahkanmu. Bilamana mendapat biji2 yang diberi voor, permainanku setanding dengan permainan Ie Lip Tiong. Bilamana permainan Ie Lip Tiong. Bilamana tuan Su Kee Thian bersedia menolong menyerahkan benteng. kuda dan gajah, pasti saja aku bisa memenangkan pertandingan. Tetapi Siauw yao Totiang tidak percaya, maka aku hendak menjaga. Harapanku ialah. Bertanding diluar Han kong Sanchung, disana, bilamana aku berhasil memenangkan pertandingan. Aku bisa mengangkat gengsi. Orang besar didepan Siauw yao Totiang. Tapi bilamana aku kalah, harap saja tuan Su Kee Thian tidak memberi tahu jalannya pertandingan."

"Boleh juga." berkata Su Kee Tian, Ia tertawa.

"Kita bertanding dibawah gunung ciong lam san?" berkata Tok gan Sin kay.

"A.c.c" Su Kee Tian setuju.

"Mari kita berangkat," berkata Tok gan Sin kay. "Sekarang?" bertanya Su Kee Tian heran, "Betuil. Sekarang juga kita berangkat." berkata Tok gan Sin kay.

"Tidak menunggu upacara sembahyangan?" bertanya Su Kee Tian,

"Kukira tidak parlu." berkata Tok gan Sin kay. "Aku bisa menyesal seumur hidup, bila mana menyaksikan Ie Lip Tiong dihukum mati. Aku tidak mau menyaksikan upacara sembahyangan itu."

"Besok pagi juga masih keburu, bukan? berkata Su Kee Tian. Memang! Besok pergi, Ie Lip Tiong juga belum dihukum mati. Su

Kee Tian tidak perlu tergesa gesa. Besok pagi berangkatpun sama saja. Tapi Tok gan sin kay harus bisa melaksanakan pesan Ie Lip Tiong, ia segera berkata ;

"Malam ini sangat sunyi dan terang, aku hendak melakukan perjalanan dibawah sinar bulan purnama. Malam2 juga. Mari kita berjalan kaki, kita bisa tiba dibawah kaki gunung ciong-lam. Tepat hampir menjadi pagi. Bukankah baik untuk bertanding?"

"Baiklah." akhirnya Su Kee Tian setuju. Tok gan Sin kay berkata :

"Didalam Han kong sanchung ini. kebebasan tuan Su Kee Tian tidak terganggu?"

"Tidak." berkata Su Kee Tian. "Kami bebas bergerak. Tidak ada pengawasan."

Seperti apa yang sudah kita ketahui, ketiga murid Ngo kiat Sin mo Auw yang Hui yang masing mewarisi ilmu surat, ilmu seni, dan permainan catur, mereka adalah Liok Siauw Kie, Sa Kee Tian oan Wan Kong jie. Mereka juga sebagai orang tawanan, tapi orang tawanan bebas, mereka bebas belajar ilmu surat, ilmu seni suara, dan ilmu permainan catur, bebas semua mereka, tetapi mereka di larang belajar ilmu silat dan ilmu permainan sex.

Persetujuan itu terjadi. Tok-gan Sin-kay berkata :

"Tapi kita tidak perlu berangkat bersama. Aku hendak lebih dahulu, menunggu dibawah gunung saja." Su Kee Tian menganggukkan kepala, "aku juga segera menyusul." ia berkata.

Tok-gan Sin-kay meminta dri, meninggakan tempat tinggal Su Kee Tian.

Tok-gan Sin kay langsung menuju kearah ruang besar, disana sedang berkumpul tiga jago Bu long pay dan tujuh jago psdang Hoa san pay.

Kedatangan Tok-gan Sin-kay, disambut oleh orang2 itu. "Masih belum tidur?" Tok-gan Sin kay bertanya.

In koo Totiang menyambut kedatangan Tok gan Sin kay dan berkata:

"Tok gan Sin kay tatsu belum istirahat? Bukankah sangat lelah dan capai ?"

"Seharusnya aku istirahat." berkata Tok gan Sin kay. "Tetapi aku tiba2 teringat sesuatu urusan penting, tidak bisa tidur, datang kemari hendak meminta diri, aku segera meninggalkan tempat ini."

"Tok gan Sin kay tatsu hendak pergi sekarang juga?" In koo Totiang bertanya kaget.

Tok gan Sin kay menganggukkan kepalanya, ia berkata: "Maafkan aku yang tidak bisa mengikuti upacara sembahyang

ketua partai kalian, aku hendak berangkat sekarang juga."

Didalam orang2 Hoa san pay dan Bu tong pay kahadiran Tok gan Sin kay adalah duri dimata merska, sewaktu2 Tok gan Sin kay bisa saja menolong Ie Lip Tiong. Mengingat mereka itu adalah sama2 Duta Istimewa berbaju kuning dari Su hoy tong sim beng. Kepergian Tok gan Sin kay memang sangat diharapkan. Tapi mereka tidak mengusir secara terang.

Kini Tok gan Sin kay hendak meminta diri sesuatu yang sangat menggirangkan mereka.

Semua orang yang berada ditempat itu segera menerima permintaan Tok gan Sin kay, In koo totiang berkata:

"Bilamana Tok gan Sin kay tatsu ada urusan lain. silahkan....

Kami tidak mengganggu."

"Sebelum aku berangkar. Ingin sekali aku bisa bertemu dengan Ie Lip Tiong" Tok gan Sin kay meminta sedikit permintaan.

In koo totiang memandang kepada kawan2nya, masing2 memperlihatkan wajah kejut. Se-olah2 tidak bisa menerima permintaan Tok gan Sin kay. mereka kuatir terjadi lain hal.

Tok gan Sin kay tertawa berkakakan, ia barkata:

"Hanya bertemu diluar jendela. Tidak masuk didalam kamar tahanan lagi. Untuk mengucapkan selamat jalan kepadanya, untuk mengucapkan selamat berpisah untuk selama lamanya. Kukira kalian tidak keterlaluan."

Siauw yao Totiang akhirnya tampil kedepan dan menganggukkan kepala :

"Baiklah. Biar aku yang mengawaninya."

Maka semua orangpun setuju. Dengan di kawal oleh Siauw yao Totiang, Tok gan Sin-kay diantar ketempat tawanan Ie Lip Tiong.

Disekitar tempat tawanan Ie Lip Tiong telah berjaga emput puluh oraag berbaju hijau, dan empat puluh orang berbaju biru. Mereka adalah anak buah Hoa san pay dan Bu tong pay.

Tok gan Sin kay diantar kedepan jendela kecil.

Melongok kedalam kamar tahanan, Ie Lip Tiong masih terduduk, menghadapi tembok dan membelakangi mereka.

Tok gan Sin kay hendak bercakap2 dengan gelombang tekanan suara tinggi, tapi tidak mungkin, Siauw yao Totiang berada disamping dirinya, ia batul2 tidak mengerti, permainan apa dan sandiwara apa yang sedang dimainkan oleh Ie Lip Tiong ? cara2 bagaimana untuk bisa melepaskan diri dan kamar tahanan yang dijaga ketat itu ?

Apa boleh buat, dengan suara biasa ia berkata kedalam : "Ie Lip Tiong tatsu. aku ada urusan, aku hendak meminta diri. "

Ie Lip Tiong tidak bergerak, juga tidak menoleh. Tidak memberi penyahutan atas panggilan dan permintaan jalan Tok-gan Sin-kay.

Tok-gan Sin kay berkerut kepala, ia berkata dengan suara yang lebih keras :

"Permintaanmu itu segera kuurus. Legakan hatimu. "

Masih saja Ie Lip Tiong tidak bergerak. Masih saja Ie Lip Tiong tidak menjawan kata2 itu. Se-olah2 pantang hidup.

Tok gan Sin kay menghela napas, ia berkata keras : "Ie Lip Tiong tatsu, tidak ada pesan lain.?"

Bukan saja tidak ada pesan lain, Ie Lip Tiong tidak bergeming, seolah2 sedang mengheningkan cipta, meheningkan cipta yang tidak mau diganggu oleh orang lain, termasuk juga Tok gan Sin-kay,

Siauw yao Totiang berkata :

"Apa yang tuan Su Kee Tian katakan itu betul, seseorang yang mengalami kekalahan terus menerus tentu kecewa. dan rasa kecewa ini tidak enak dirasakan. Kukira biarkan saja Ie Lip Tiong mengheningkan ciptanya."

Berganti arah posisi, Tok gan Sin kay berjalan menghampiri jendela lainnya, dari sini ia juga tidak bisa melihat tegas wajah Ie Lip Tiong. Mulutnya terbuka, hendak memanggil lagi, tapi Siauw yao Totiang yang mengiringinya sudah berkata :

"Seseorang yang sedang dirundung kemalangan, ada lebih baik dibiarkan "

Tok-gan Sin-kay menoleh dengan marah, ia berkata keras : "Maksudmu, agar aku cepat2 meninggalkan tempat ini, bukan?" "jangan salah mengerti." berkata Siauw yao Totiang. "Aku tidak mempunyai maksud sampai kesitu."

"Hm.   " Tok-gan Sin-kay berdengus.

Dan iapun meninggalkan Han-kong Sanchung.

Tidak bercerita kcpergian Tok-gan Sin-kay. Mengikuti Siauw-yao Totiang yang melaporkan kejadian2 tadi. Disana dua jago Bu-tong- pay dan tujuh jago Hoa-san pay masih ada.

Beberapa saat kemndian, Su Kee Tian mengajak kacungnya yang bernama Souw-hok, meminta diri kepada orang2 itu, dikatakan olehnya, ia hendak menerima tantangan bertanding catur. Maka tidak bisa mengikuti upacara sembahyangan. Ia minta maaf.

Kepergian Su Kee Tun tidak dilarang. Su Kee Tian adalah tuan rumah tempat Han-kong Sanchung. Walau kedudukan Su Kee Tian hanya murid dari seseorang tawanan politik. Tapi tidak ada yang melarang ia bergerak bebas.

Tok gan Sin kay telah pergi, Su Kee Tian juga sudah meminta diri meninggalkan Han kong Sanchung.

Hari berikutnya......

Hari ini adalah hari terakhir untuk Ie Lip Tiong, hari aelanjutnya adalah hari hukuman,. Hoa san pay dan Bu tong pay hendak menyembayangi arwah2 ketua partai mereka dengan menghukum dan mengajukan batok kepalanya Ie Lip Tiong.

Ie Lip Tiong pernah berkata kepada Siauw yao Totiang babwa ia hendak melarikan diri. Karena itulah, penjagaan diperkeras. jumlah orang dilipat gandakan.

Tujuh jago pedang Hoa san pay mengeluarkan perintah, melarang semua orang mendekati kamar dimana Ie Lip Tiong ditahan.

Setengah hari dilewatkan, tidak ada gerakan sama sekali. Tidak ada yang mencurigakan, Ie Lip Tiong masih duduk menghadap tembok. Keadaannya seperti kemarin, sesudah ia kalah bertanding catur.

Dari kedua jendela, hanya bisa melihat sebagian wajahnya. Seseorang anak murid Hoa san pay, yang mendapat tugas memberi makanan, memberi laporan, bahwa makanan pagi yang tersedia untuk Ie Lip Tiong masih belum terganggu. Ie Lip Tiong tidak mau makan, Begitu juga makan siangnya. Ie Lip liong tidak meladeni antaran itu.

Dilaporkan juga bahwa Ie Lip Tiong itu diam2 beku, seolah2 ditotok jalan darahnya.

Thian kiam ie thian hoat dan Siauw yao Totiang yang mendengar laporan tadi tertawa, Tapi mereka juga heran, apa yang menyebabkan kejadian seperti itu? Tentu saja, Ie Lip Tiong sudah putus harapan, besok hari ia akan menjalani hukuman mati. Karena itulah semangatnya sudah tidak ada.

Thian kinm ie thian hoat berkata :

"Tidak makan? Ha, ha, besok pagi ia akan mati. Tentu saja tidak mau makan."

Sore harinya, tiga tosu tua Bu tong-pay juga menjenguk Ie Lip Tiong, mereka terheran2 atas sikap Ie Lip Tiong. Masih tidak bergerak.

In-kee Totiang mangeluarkan suara deri hidung :

"Huh, seseorang yang sudah putus harapan memang seperti ini.

Mana kehebatannya It-kiam tim bu lim Wie tauw dahulu?" Bu yu Totiang tidak berkata :

"Ie Lip Tiong sekarang bukan Ie Lip Tiong dahulu, seperti seekor sapi yang sudah ada dikamar jagal. Menunggu giliran dipotong."

Siauw yao-Totiang berkata :

"Kemarin ia berkata kepadaku, bahwa hari ini hendak meninggalkan Han-kong San chung."

Malam harinya penjagaan tidak mengendor. Bumi masih berputar, tanggal enam bulan sebelaspun tiba, pagi2 sekali, papan arwah ketua partai Hoa-san-pay dan ketua Bu-tong pay, langsung dibawa ke Han-kong Sancung.

Kedatangan papan arwah ketua partai ternama itu. dibarengi oleh munculnya Ko hong Totiang. Ko hong Totiang adalah penjabat ketua Bu tong pay. Adalah tokoh penting didalam upacara ini.

Pejabat ketua partai Hoa san pay belum terpilih, berhalangan tiba.

Para undangan telah tiba, mereka berkumpul, maka sebagai pengacara, pejabat ketua partai Bu tong pay Ko hong Totiang angkat bicara. Diterangkan juga, apa yang menjadi sebab musabab. mereka menghukum Ie Lip Tiong. Dikatakannya pemuda itu telah membunuh ketua partai Hoa san pay dan Bu tong pay, wajib menerima hukuman mati.

Tentu saja, orang2 yang datang disaat itu adalah orang2 yang terdekat dengan Hoa san pay dan Bu tong pay sebagian besar adalah anak murid Bu-tong pay dun Hoa-san-pay. Mereka dengan menanggung resiko besar atas kemarahan Su-hay long sim-beng. mereka bertekad bulat untuk menghukum Ie Lip Tiong.

Sesudah bercerita panjang lebar, Ko-hong Totiang berkata : "Dipersilahkan membawa Ie Lip Tiong kemari."

Thian-kiam-ie thian hoat dan In-koo Totiang segera menjalankan perintah, mereka adalah wakil dari Hoa san pay dan Bu tong-pay. siap membawa Ie Lip Tiong kedalam tempat kematian.

Tidak lama kemudian, terlihat In-ko Totiang berlari dengan wajah pucat, sikapny sangat tergesa gesa sekali.....

Pejabat ketua partai Bu tong-pay Ko-hong Totiang memandang kemenakan murid itu, ia membentak :

"Ada apa?"

"Celaka,... celaka!." Teriak In-ko Totiang "Ie Lip Tiong sudah tidak ada. Didalam kamar tahanan telah berganti So Kee Tan." Wajah Ko hong Totiang juga berubah. "Apa?" Ia juga tidak percaya.

"Ie Lip Tiong...... Ie Lip Tong telah melarikan diri." berkata In- koo Totiang. "Entah kapan, entah dengan cara bagaimana ia telah meluruk masuk Su Kee Tian. Kini Su Kee Tian yang dikurung didalam kamar tahanan. Anak murid kedua dari Ngo kiat Sin mo Auw yamng Hui Su Kee Tian. "

Ko hong totiang menggebrak meja, ia membentak:

"Gila! Kalian telah menjaganya siang dan malam. Bagaimana bisa membiarkan orang lolos?"

In koo totiang menundukkan kepala kebawah, ia juga bingung, dengan suara yang hampir menangis berkata:

"Kita menjaganya dengan baik. Tidak ada kejadian apa2. Entah dengan ilmu Siluman. Entah dengan ilmu hitam, bagaimana Ie Lip Long bisa membebaskan diri."

Ko hong Totiang masih tidak percaya, ia bangkit bangun dari tempat duduknya, menggebrakan baju dan menuju keerah tempat kamar tahanan. Ia menyaksikan sendiri, bagaimana Ie Lip Tiong bisa membebaskan diri? Bagaimana bisa menjerat Su Kee Tian masuk kedalam kamar tahanan itu.

Anak murid Hoa-san-pay dan Bu tong-pay juga orang2 undangan datang ketempat itu semua bingung. Semua tidak mengerti.

Mengikuti dibelakang Ko hong Totiang, berramai- menuju kearah kamar tahanan.

Pejabat ketua partai Bu tong pay Ko hong Totiang tiba dikamar tahanan, disana tampak Thian kian ie thian hoat sedang mematung, ia bingung, bagaimana Ie Lip Tiong bisa lolos keluar dari kamar tahanan yang di jaga ketat, bagaimana Su Kee Tian bisa di seret masuk kedalam kamar tahanan ?

Ko hong Totiang memandang kearah Ie Lip Tiong yang terduduk menghadap tembok, kini dari Ie Lip Tiong itu dibalikkan, betul , ia adalah Su Kee Tian yang tiap hari kerjanya menemani Ie Lip Tiong main catur.

Su Kee Tian masih terduduk seperti orang tolol. Sinar matanya sangat sayu, maka Ko hong Totiang maklum bahwa dua jalan darah besar Su Kee Tian telah tertotok, jalan darah geraknya dibekukan, jalan darah bicaranya juga digagukan. Tidak bisa bicara, juga tidak bisa bergerak.

Sesudah kedatangan Ko hong Totiang di tempat itu, suasana panas masih bcluui mereda, maka Ko hong Totiang segerA memberi perintah :

"Bawa ia keluar !"

In koo Totiang segera menjalankan perintah, dari dalam sakunya mengeluarkan kunci rantai, membuka kunci rantai yang mengikat rantai Su-kee Totiang. membuka kunci rantai yang mengekang kebebasan tangannya, dan ia membuka juga tali rantai yang mengikat pinggang Su Kee Tian.

Betul ia tidak habis mengerti. kepintaran apa yang dimiliki Ie Lip Hong, dengan cara bagaimana bisa membebaskan diri dari rantainya

? Bagaimana bisa mengikat Kee sian dengan rantai rantainya? tanpa diketahui oleh orang?

Su Kee Tian telah dibawa keluar dari kamar tahanan, ia sedang menjadi tontonan

Pejabat ketua partai Bu tong pay, Ko hong Totiang segera bertanya kepada orang2 ;

"Siapa yang mendapat tugas penjagaan terakhir?"

Bu yu Totiang menundukkan kepala, ia tampil kedepan.

Ko hong Totiang membentaknya. "Bagaimana kejadian ini bisa terjadi?"

Bu yu Totiang memberi jawaban

"Tidak terjadi sesuatu, sesudah- kemarin ini ia bertanding catur dengan Ie Lip Tiong. Tidak terjadi sesuatu yang mencurigakan."

Ko hong Totiang membentak lagi , "Siapa yang membikin penjagaan kemarin?"

Siauw yao Totiang sudah tampil kedepan, ia siap menerima makian.

"coba kau ceritakan, apa yang terjadi?"

Dengan suara gugup, dengan suara yang tidak lancar, Siauw yao totiang bercerita, Dikatakan, bagaimana Ie Lip Tiong bertanding catur dengan Sa Kee Tian. Itulah tandingan biasa selama belasan hari, kedua orang itu sudah sering bermain catur juga seperti biasa, Tok-gan Sin kay mendampingi dia. Tapi ia, Siauw-yao Totiang tidak lengah, juga mendampingi tok-gan Sin-Kay.

Tentu saja Siauw-yao totiang tidak bisa bercerita, bagaimana It Lip Tiong dan Tok gan Sin kay bicara dengan suara tekanan tinggi. Karena memang ia sendiri betul2 tidak tahu.

Terakhir Siauw Yao Totiang juga mengatakan, bagaimana pertandingan sehingga malam hari, bagaimana I eLip Tiong lambat2an. erkahir ia dan Tok gan Sin kay tidak sabar, meninggalkan berdua saja.

"Berapa lama mereka ditinggalkan bermain catur?" Bentak Ko Hong Totiang.

"Tidak terlalu lama." Berkata Siauw Yao Totiang. "Tidak disangka, kesempatan yang begitu cepat telah digunakan oleh Ie Lip Tiong. Ia menotok jalan darah su Kee tian. Membuka rantai2 dan merantai Su Kee Tian. Sungguh berada di luar dugaan."

"jadi," berkata Ko hong Totiang geram "Su Kee Tian yang meninggalkan kamar itu adalah Su Kee Tian palsu. Itulah Ie Lip Tiong, bukan?"

Siauw yao Totiang menganggukkan kepala. "Tentunya demikian." "Siapa yang membuka kuncinya?" bertanya lagi Ko hong Totiang. "Mungkin juga Tok gan Sin kay." Siauw yao Totiang berkata. In koo Totiang juga turut berkata :

"Pantas saja, Tek gan Sin kay meminta diri. Ternyata ia sudah berhasil membawa lari Ie Lip Tong. Sebagai Duta Istimewa Berbaju Kuning dari gerakkan Su hay Tong sim-beng, tentu saja Tok gan Sin kay mempunyai kunci pas yang serba guna, dengan mudah ia bisa membebaskan rantai itu."

Ko hong Totiang menganggukkan kepala, ia bisa menerima pendapat2 yang seperti itu. Menghela napas panjang sebentar, ia memberi perintah :

"lekas buka rantai yang mengikat tuan Su Ke Tian. jalan darahnya juga terkekang, beri kebebasan."

In-koo Totiang segera mengeluarkan kunci kunci, dan bebaslah semua rantai2 yang mengekang Su Kee Tian.

Thian-kiam ie thian hoat juga menotok balik jalan darah jalan darah yang dibekukan.

Su Kee Tian mengeluarkan napas lega, menghembuskan dadanya yang dirasa sesak, tapi ia masih terlalu lemah, hampir terjatuh. Sebagai seorang yang tidak mengerti ilmu silat, sesudah ditotok jalan darah sekian lama, tentu saja ia lelah sekali, napasnya sengal2.

In koo totiang segera membangunkannya dan berkata :

"Tuan Su Kee Tian, bagaimana Ie Lip Tiong itu mengerjai dirimu?"

Su Kee Tian terengah engah beberapa waktu, dengan suara yang sangat lemah sekali ia berkata.

"Ehem.....ehem....menggunakan kelengahanku, dia....aduh.....aduh...menotok"

Ko hong Totiang bisa menyaksikan, bagaimana susahnya Su Kee Tian berbicara, segera ia berkata kepada In koo Totiang : "Lekas kau ajak kekamar, beri ia makan. Sudah lama ia tidak mendapat istirahat. Sesudah pulih tenaganya, aku hendak bicara dengannya."

In koo Totiang mengiaken perintah itu, memayang tubuh Su Kee Tian. berjalan pergi.

Pejabat ketua partai Bu tong pay Ko hong totiang segera mennggebah berkerumunnya orang2nya, ia kembali keruang besar. Menunggu kesehatan Su Kee Tian pulih, ia hendak bertanya, dengan cara bagaimana Ie Lip Tiong bisa bersulap.

In koo totiang telah mengajak Su Kee Tian kedalam kamarnya. ia segera memberi perintah kepada orang untuk memberi makan kepada Su Kee Tian.

Pantas saja Ie Lip Tiong duduk tidak bergerak, duduk menghadap tembok ternyata sudah bukan Ie Lip liong lagi. ternyata dia Su Kee Tian.

Ie Lip Tiong telah menotok jalan darah Su Kee Tian?

Pantas saja Su Kee Tian tidak bergerak, ternyata ia telah ditotok oleh Ie Lip Tiong, sudah dua hari ia tidak makan. Tentunya lapar sekali. Makananpun tiba. in koo totiang berkata kepada Su Kee Tian:

"Tuan Su Kee Tian, makanlah dahulu."

Su Kee Tian itu sangat lapar sekali, ia segera bangkit berdiri mengambil makanan yang ada. Lahapnya bukan main.

Menyaksikan cara makan yang seperti itu, In koo totiang tertawa, kesehatan dan keadan badan wajib terjaga, seseorang yang telah sangat lapar, tidak baik makan cepat. Karena itu In-koo Totiang berkata:

"Tuan Su Kee Tian barus bersabar. Tidak boleh makan terlalu cepat. Mengganggu kesehatan."

Su Kee Tian tidak menggubris peringatan ttu, laparnya bukan kepalang, dia melahapnya semakin cepat. Disaat ini, Tiba2 terdengar suara yang gaduh. banyak orang menuju kekamar In-koo Totiang.

Wajah In koo Totiang berubah. Ia kira terjadi pemberontakan.

Disaat ia hendak membentak, tiba2......

brak .... pintunya terdepak orang. Tarpentang lebar. Disana berdiri dua orang, yang satu adalah penjabat ketua partai Bu tong pay Ko hong Totiang. yang satu lagi adalah seorang sastrawan berwajah kurang sehat. itulah Su Kee Tian.

Eh, ada dua Su Kee Tian?

In koo Totiang menjadi bingung, ia sedang memberi makan kepada Su Kee Tian. Dari mana muncul Su Kee Tian baru?

Sebelum In koo Totiang sadar akan kesalahannya, tiba2 terdengar suara ambruknya tembok, dung, Su Kee Tian yang sedang makan itu telah menggerakkan tenaga, menjebol dinding dan lari keluar.

Dinding kamar In koo Totiang terpeta bekas orang, ternyata Su Kee Tian berkepandaian? Ia bisa menjebol dinding dan melarikan diri ?

Pejabat ketua partai Bu tong pay Ku hong Totiang segera membentak :

"Tangkap dia! Dia adalah Ie Lip Tiong!" Ku hong Totiang menuding kearah lubang dinding.

Perubahan ini sungguh luar biasa. Betapa gesitpun reaksi In koo Totiang, tidak mungkin ia berpikir sampai disitu. Tapi segera jelaslah kini, apa yang sudah terjadi? Ternyata Su Kee Tian yang berada didalam kamar tahanan, adalah Su Kee Tian palsu. Su Kee Tian asli adalah orang yang berada disebelah Ku hong Totiang itu.

In koo Totiang segera menggerakkan tubuhnya, mengejar Ie Lip Tiong.

Disini letak kepintaran Ie Lip Tiong, tangan dan kakinya terantai, badannya juga terantai, tidak mungkin ia bisa membebaskan diri. Tidak mungkin ia bisa melarikan diri.

Ie Lip Tiong meminta kaca tembaga dari Tok gan Sin kay, maksudnya menghias wajah diri, mengubah dirinya menjadi Su Kee Tian.

Kemudian, ia meminta agar Tek gan Sin kay mengajak Su Kee Tian meninggalkan Han kong Sanchung.

Maka, seolah olah Ie Lip Tiong telah menotok Su Kee Tian, Ie Lip Tiong telah mempenjarakan Su Kee Tian, Ie Lip Tiong melarikan diri.

Seolah2 Su Kee Tian yang berada didalam kamar tahanan itu.

Semua orang terperdaya.

Entah bagaimana, Su Kee Tian yang asli bisa tampil pada waktu yang tepat. Ia telah memecahkan rahasia itu. Apa boleh buat, Ie Lip Tiong melarikan diri.

in koo totiang membikin pengejaran.

Bercerita Ie Lip Tiong, bagaimana ia berhasil menerobos dinding kamar In koo totiang, mencelat beberapa tempat, ia menempatkan dirinya diatas sebuah wuwungan, lompat turun dan siap2 untuk melarikan diri.

Bisakah Ie Lip Tiong melarikan diri?

Ie Lip Tiong tidak meneruskan larinya, karena ia telah mendapatkan jalan buntu. Didepannya telah berkerumun banyak orang. Begitu juga diatas wuwungan atas rumah. Ia tidak bisa maju

! Mau mundur? In koo Totiang menyusul dari belakang.

Didalam sekejap mata, Ie Lip Tiong telah berada ditiga lapisan kurungan mereka adalah jago2 Hoa san pay dan Bu tong pay.

Ie Lip Tiong terpekur ditempat. Mencari jalan lain untuk membebaskan diri.

Karena keragu-raguan Ie Lip Tiong, maka ia tidak berhasil melarikan diri! Bila Ie Lip Tiong satu, begitu ia menerobos keluar dari kamar In koo Totiang.

Dengan membunuh beberapa orang Hoa-san pay dan Bu tong pay, mungkin masih bisa membebaskan diri.

Tapi lain jadinya dengan sekarang. Berlapis2 kurungan telah terjadi. Untuk membunuh orang itu juga tidak mungkin lagi. Terlalu banyak.

Dibelakang In koo Totiang terdapat beberapa orang, diantaranya terdapat juga Ku-hong Totiang, ia datang menyusul.

Ie Lip Tiong membaliklan badan, kini menghadapi In koo Totiang.

In koo Totiang telah diperdayai, marahnya tidak kepalang. Dihadapan orang banyak, ia memayang Su hee Tian palsu, diberi makan. Tidak tahunya, inilah Ie Lip Tiong!

Secepat itu ia tiba, secepat itu pula tangannya digerakkan, disertai dengan bentakan keras, In koo Totiang menyerang Ie Lip Tiong.

Ie Lip Tiong menyambuti datangnya serangan itu.

Plok, plok.....dua telapak tangan terbentur, pukulan In-koo Totiang seperti memukul besi, terasa sakit sekali.

Sesudah terjadi benturan itu, In-koo Totiang termundur tiga langkah, terdesak terkena serangan Ie Lip Tiong.

Ie Lip Tiong tidak mendesak, ia masih berdiri ditempatnya dengan dingin berkata;

"Tenagamu masih terpaut jauh, mundurlah."

In-koo Totiang terkejut, diluar kota Tiang an, didalam kelenteng Cin-goan koan, ia berhasil memukul Ie Lip Tiong. Betul, didalam keadaan itu, Ie Lip Tiong telah menderita luka, tapi biar bagaimana, ia sudah menjatuhkannya, karena itu ia terlalu memandang ringan, dianggapnya Ie Lip Tiong tidak mempunyai arti apa, kini baru mengerti. Betul2 Ie Lip Tiong tidak bisa dipandang ringan. Rasa malu In-koo Totiang semakin jadi. ia masih tidak bisa menandingi Ie Lip Tong, rasa panasnya tidak tertahan lagi, karena itu, bukannya ia mundur. sebaliknya ia maju kedepan, hendak menyergap Ie Lip Tiong.

Disaat ini, terdengar suara bentakan Kuhong Totiang : "In koo, mundur!"

Teriakan Ku hong Totiang sudah terlambat !

Ini waktu, gerakan In koo Totiang sudah begitu cepat, tidak mungkin bisa ditarik kembali. Seluruh tubuhnya beserta dengan pukulan pukulannya, menerjang Ie Lip Tiong.

Ie Lip Tiong tertawa geli, bilamana tidak memberi hajaran, pasti In koo Totiang kurang puas. Ia tidak mengundurkan diri atas serangan yang hebat itu, lagi2 memapaki ke depan, saat kedua telapak tangan hendak bertempur maka tiba2 saja ia membungkukan badan, tertawa terkekeh2, kecepatan tangannya begitu gesit, pukulan diubah menjadi cengkeraman, menarik bagian perut In koo Totiang, dilemparkannya kebelakang.

Ik koo Totiang sudah memforsir semua tenaganya, ia begitu sakit hati, dengan maksud memukul Ie Lip Tiong, walau ia terluka, pasti Ie Lip tiong juga mengalami getaran, mana disangka Ie Lip Tiong berganti siasat, dengan tipunya memental pergi, mengelakan datangnya kekuatan.

In koo Totiang mengeluh didalam hati, tiba tiba saja, tubuhnya terasa menjadi ringan, badannya terbang keatas. terbang langsung tinggi, sehingga enam tombak.

banyak orang yang menyaksikan pertandingan seperti itu, mata mereka terbelalak seolah2 banteng yang menyeruduk, In koo Totiang menubruk tempat kosong, dan sesudah itu terbang keatas, masih membawakan sikap yang menyeruduk, bagaikan sebuah mercon turun merosot, dari atas menukik kebawah, sangat cepat sekali, brak. brak, kedua tangannya masih dijulurkan kedepan, seperti kodok melompat, ia menubruk tanah, terjerembah jatuh. Semua jago Bu tong pay dan Hoa san pay yang menyaksikan kegesitan Ie Lip Tiong, rata2 menjadi ngeri.

Pejabat ketua partai Bu tong pay Ku-hong Totiang melesatkan diri, ia sudah berdiri dihadapan Ie Lip Tiong, dengan dingin berkata

:

"Ie Lip Tiong, kecerdikanmu tanpa tandingan, ilmu kepandaianmu juga berada diatas orang. Tapi, jangan harap bisa meninggalkan Ban khong San-chung."

Kedudukannya Ku hong Totiang sebagai ketua partai, sangat dipertimbangkan, ia sudah berada didepan Ie Lip Tiong, tapi tidak segera menyerang orang itu. Ketua partai harus memiliki wibawa, ketua partai tidak boleh sembarang bergerak.

Ie Lip Tiong menyorot wajahnya, ia merusak make up wajah itu, maka terpetalah wajah Ie Lip Tiong yang asli, maka lenyaplah wajah Su Kee Tian, Ie Lip Tiong menghadapi Ku hong Totiang, ia tertawa panjang dan berkata ;

"Ku hong Totiang kau telah terpilih menjadi pejabat ketua partai. Inilah suatu bukti, bahwa kedudukanmu berada diatas mereka masih suatu bukti bahwa ilmu kepandaianmu berada diatas-orang, inilah suatu bukti bahwa pikiranmn lebih jernih dari orang, sekali lagi kuberi peringatan. Berpikirlah lagi, tentang keterangan keterangan yang- kuberikan. Seharusnya kau tidak mengambil putusan yang ceroboh, pikiran cupat yang sama dengan pikiran mereka."

"jangan banyak mulut." membentak Ku hong Totiang. "Kau telah membunuh kedua partai lama kami. Hanya membunuh dirimu, baru menemukan balasannya."

"Berpikirlah baik2." berkata Ie Lip Tiong. "Dengan ilmu kepandaian yang kumiliki, bilamana aku mau, aku masih sanggup menerjang kurungmu tadi!"

"Mengapa kau tidak menerjang lagi?" berkata Ku hong Totiang.

Dengan sungguh2 Ie Lip Tiong berkata : "Karena aku tidak mau dianggap sebagai musuh Bu tong pay." "Disinilah letak kelicikanmu." benkata Ku hong Totiang.

"Kau tidak bersedia membebaskan diriku?" bertanya Ie Lip Tiong. "Tidak." berkata Khu hong Totiang tegas,

Ie Lip Tiong marah, tapi ia berusaha menekan kemarahan itu. katanya perlahan. :

"Lebih baik kita bersama sama pergi ke Su hay-tay tong-sim- beng, maka Su hay-tong sim beng bisa memberi putusan lebih tepat. Atau boleh saja aku dihukum oleh Su hay-tong-sim beng, dan dengan kekuatan Su-hay-tong-sim-beng, mereka bisa mencari jejak Su-khong Eng. Itu waktu, kita bisa memaksa Su-khong Eng mengakui kesalahannya, maka lenyaplah dakwaan2 yang jatuh kepadaku. "

"Huh!" Ku hong Totiang berdengus "Su-hay-tong-sim-beng sedang sayang kepadamu. Bengcu Su hay tong sim beng Hong lay Sian ong sangat berhutang budi kepadamu. Mana mungkin mereka mau menawan?"

"jangan berkata seperti itu." berkata Ie Lip Tiong. "Inilah suatu penghinaan untuk Su hay tong sim beng. "

"jangan banyak komentar." berkata Ku-hong Totiang. "Apapun yang kau tuntut, kami tidak perduli. yang penting, tidak boleh membiarkan kau hidup terlalu lama."

"Baiklah." berkata Ie Lip Tiong. "Kita harus menentukan sesuatu diatas kekerasan senjata."

Ku hong Totiang menggerakkan kebutannya inilah senjata istimewa, bagaikan lidah seekor ular berbisa, mengarah kemata Ie Lip Tiong.

Lu Hong totiang adalah pejabat ketua partai Bu tong pay, ilmu kepandaiannya memang hebat, caranya bertempur juga tidak bisa disamakan dengan orang, kebutan yang begitu halus, dengan adanya disertai tenaga, bergerak dan meluncur seperti tombak.

Ie Lip Tiong telah mewarisi semua ilmu Oey san-pay, mewarisi semua ilmu kepandaian Ie Im Yang. Kemudian telah belajar silat dari Can Ceng Lun, terakhir mendapat petunjuk petunjuk berharga dan Hong Hian Lang, ilmu kepandaiannya telah berada di atas semua ketua partai, maka ia bisa menduduki duta nomor tiga belas.

Untuk mengalahkan Ku hong Totiang, bukan persoalan yang terlalu sulit, tapi Ie Lip Tiong harus bisa memberi kesempatan kepada orang, mengalahkan satu ketua partai berarti penghinaan yang terbesar. Maka dikemudian hari, sulitlah untuk memperbaiki kesalahan itu. Mengalahkan sesuatu ketua partai berarti mengalahkan seluruh partai itu, ini berbahaya. Akan timbul konfiik pertempuran yang lebih besar, Bu tong pay juga bukan partai biasa, tidak mudah dihadapi. Rimba persilatan akan menjadi kacau karenanya.

Ie Lip Tiong sedang berpikir pikir, bagaimana harus bisa mengalahkan Ku hong Totiang, tanpa diketahui banyak orang yang menyaksikan.

Mendapat serangan yang seperti itu, kaki kiri Ie Lip Tiong digeser sedikit, kepalannya ditujukan, menghindari serangan.

Ku hong Totiang mengagetkan kebutannya, masih mengarah dan mengancam kepala Ie Lip Tiong.

Ie Lip Tiong membentak keras, mengayun tangan dan memukul kearah pinggang orang.

Perlawanan hebat! Ku hong Totiang dipaksa mengundurkan diri, berputar dan menyingkir dua langkah.

Kesempatan ini digunakan baik2. terus menerus Ie Lip Tiong menyerang tiga kali. Setiap satu serangan, disertai dengan bebtakan, beruntun ia mengeluarkan tiga bentakan keras, beruntun ia mengeluarkan tiga serangnn keras.

Ku hong Totiang telah menjudikan dirinya sebagai tokoh teragung didalam partai Bu-tong pay ia memiliki kewibawaan yang sempurna. Walau ia terdesak mundur tiga langkah, ia telah memperhitungkan cara2nya yang terbaik, mundur, mundur dan mundur lagi, akhirnya ia kesamping sisi. Tidak ada tanda2 yang menyatakan kekalahan. Inilah pemulihan tenaga, dari sini ia membikin perlawanan baru, mempersiapkan posisi yang lebih kokoh, baru menyerang ke arah Ie Lip Tiong.

Ie Lip Tiong juga memuji kehebatan tokoh silat itu, sesudah dibentur terus menerus, toch tidak ada kekalutan. Kini giliran Ku- hong Totiang yang menyerang, seharusnya ia bertahan. Tapi tidak. Ie Lip Tiong pantang mundur. Mundur berarti terdesak. Dengan pukulan2 yang luar biasa, ia melawan keras dengan keras, menggempur terus menerus, dengan tipu2 yang luar biasa, menghujani Ku hong Totiang dengan serangan2nya.

Terus terang dikatakan. Ku hong Totiang masih bukan tandingan Ie Lip Tiong, ia hanya menang kewibawaan. memang kedudukannya sebagai pejabat ketua partai, tapi dinilai dari ilmu silatnya, tentu saja masih bukan tandingan tokoh misterius ajaib It-kiam tin bu lim Wie Tauw.

Perlahan tapi pasti, Ku hong Totiang terdesak.

Anak buah Bu tong pay siap2 memberi bantuan kepada ketua partai mereka.

Ie Lip Tiong mendesak terus. Tipunya sangat tepat, sangat aneh, tidak satu juruis yang tidak luar biasa. Lagi2 Ku hong Totiang terdesak mundur tiga langkah.

Sudah waktunya Ie Lip Tiong melarikan diri, ia melejit kesamping, disini berdiri dua jago Hoa san pay. Sesudah berhasil merangsek Ku hong Totiang kebelakang, gesit sekali Ie Lip Tiong berjumpalitan kebelakang. Menerjang kearah dua jago Hoa san pay itu.

Kedua jago Hoa san pay telah melintangkan pedang, mereka menusuk kearah Ie Lip Tiong.

Ie Lip Tiong telah memperhitungkan sesuatu, dengan menggunakan pukulan kosong, ia berhasil menjatuhkan kedua orang itu. Ie Lip Tiong hendak menerjang keluar. Empat jago Hoa san pay lagi merintangi didepan.

Ie Lip Tiong mengeluarkan raungan suara singa, ia menggerung keras, membentak:

"Minggir!!" Lagi2 ia berhasil memukul ke empat orang itu. Dengan satu jumpalitan, ia naik keatas tembok. Hendak meninggalkan Han kong Sanchung.

Diatas tembok itu Ie Lip Tiong memilih tempat yang baik, tiba2 tardengar suara desingan anak panah yang saling susul, puluhan batang anak panah meluncur kearahnya.

Kejadian ini berada diluar dugaan Ie Lip Tiong, mau tak mau, ia harus balik ke belakang, lompat turun balik lagi.

jago2 Hoa san pay dan Bu tong pay telah mengurung pemuda kita.

Sepuluh orang tampil kedepan, mereka adalah tujuh jago pedang Hoa san pay dari tiga tosu tua Bu tong pay.

Dengan sepuluh pedang yang berkilat mereka mengurung Ie Lip Tiong, Ie Lip Tiong mengeluh didalam hati : "Celaka!!"

Ia telah dikurung empat lapis, lapisan pertama adalah kurungan tujuh jago Hoa san pay dan tiga tosu tua Bu tong pay.

Kurungan kedua adalah kurungan bersama. dari Hoa san pay dan Bu tong pay terdiri dari jago2 kalas dua. Dan diluar lingkungan itu masih berdiri banyak orang, juga bersifat mengurung. Mereka adalah jago kelas tiga dari Hoa san pay dan Bu tong pay.

Dari jauh terlihat Ku hong totiang memberi instruksi pengurungan.

Tujuh jago pedang Hoa san pay berada dibawah pimpinannya Thian kiam ie thian hoat. Tiga tosu tua Bu tong pay berada dibawah pimpinannya In koo totiang.

Ie Lip Tiong masih bertangan kosong. Ia harus menghadapi sepuluh ahli pedang itu.

Perlahan tapi pasti, tujuh jago Hoa san pay dan tiga jago tua Bu tong pay merangsak kedepan. Memperkecil kurungan.

kenyataan memaksa Ie Lip Tiong, mau tidak mau, ia harus membunuh oiarg, tanpa pembunuban yang besar besaran, tidak mungkin bisa membebaskan diri dari tempat itu.

Kurungan tujuh jago Hoa san pay dan tiga jago tua Bu tong pay telah merapat, sret, tiba merekapun bergerak. Terpecah dua lima didepan, dan lima dibelakang. Tapi tidak mengulangi kerapatan pengurungan, Ternyata kesepuluh orang ini telah membagi diri menjadi dua kelompok, dengan satu kelompok terdiri dari lima orang, mereka tidak akan mengalami kekalahan, bisa saja bergilir menerjang Ie Lip Tiong.

"Ehem.... ehem...." Ie Lip Tiong mengeluarkan suara dingin, Hatinya berkata : "Baik. Kalian telah memaksa, jangan katakan aku Ie Lip Tiong keterlaluan."

Secepat itu pula, lima pedang telah menghujam dirinya.

Diserang sepuluh pedang, Ie Lip Tiong tidak takut. Apa lagi jundah angka itu di kurangi separoh, tentu saja ia memandang rendah, tapi ia bertangan kosong. Bilamana tidak melukainya!, tentu tidak mungkin terjadi, Terdengar suara gemeretek dari tulang2 Ie Lip Tiong, ia sudah bersiap mengeluarkan tiga pukulan geledek, pukulan yang terampuh, pukulan yang pernah mengejutkan hati sepasang iblis gemuk dan kurus. Tiga pukulan geletek adalah pukulan maut yang terhebat dari Sucouw.

Bilamana sampai terjadi tiga pukulan geledek Ie Lip Tiong terlanjur keluar.

dua dari kelima orang jago Hoa san-pay dan Bu tong pay pasti menderita celaka tapi memang jiwa2 mereka masih dilindungi Tuhan. Tiba2, terdengar satu suara yang berteriak keras :

"Hentikan pertempuran." Inilah suara pejabat ketua partai Bu tong-pay Ku hong Totiang.

Sepuluh pedang dari tujuh jago pedang Hoa san pay dan tiga tosu Bu tong pay menghentikan gerakkan mereka, menarik kembali pedangnya.

Terdengar lagi perintah pejabat ketua partai Bu tong pay : "Mundur !"

Masing2 mengundurkan diri. Semua orang juga bingung, semua mata ditujukan kearah Ku hong Totiang. Apa yang telah terjadi ? mengapa pejabat ketua partai itu memberi instruksi yang seperti ini?

Semua mata ditujukan kearah Ku hong Totiang, sorotan mata heran dan tidak mengerti.

Mata Ie Lip Tiong juga ditujukan ke-sana, rasa girangnya tidak kepalang. Ie mengeluarkan elahan napas lega.

Apa yang telah terjadi?

Ternyata, tidak jauh dari Ku hong Totiang berdiri seseorang, itulah Bengcu Su hay tong-sim beng, Hong lay Sian ong.

Ketua Su hay tong-sim beng Hong lay Sian ong sudah turun tangan sendiri, jauh2 menampilkan diri dan berada ditempat ini. Dengan kedudukannya yang begitu agung, Hong-lay Sian ong mengunjungi Han-kong Sanchung. Inilah kejadian yang berada diluar dugaan semua orang !

Seperti apa yang kita ketahui, Su-hay tong-sim beng adalah gerakan dari semua partai dan golongan yang ada. Ketua Su-hay- tong sim-beng berarti ketua dari semua ketua2 partai yang ada. Dengan kedudukannya yang begitu agung, hanya karena urusan yang menyangkut Ie Lip Tiong, jauh jauh ia datang sendiri.

Dikala partai Hoa san pay dan Bu tong pay berhasil meringkus Ie Lip Tiong, mereka pernah menulis surat kepada Su hay tong sim beng. dengan kecepatan kilat, petugas itu diharuskan melapor kepada Su hay tong sim beng, memberi tahu pada putusan mereka yang hendak menghukum mati Ie Lip Tiong. Didalam surat tersebut dikatakan bahwa Ie Lip Tiong akan dihukum mati pada tanggal enam bulan sebelas. Surat itu tertanggal enam belas bulan sepuluh. Waktu hanya dua puluh hari saja. Biar bagaimana. Sesudah menerima surat itu, tidak mungkin bantuan Su hay tong sim beng bisa tiba di Han kong Sanchung.

Maka Hoa san-pay dan Bu-tong pay tidak segan2, mereka hendak menghukum mati Ie Lip Tiong. Mereka tidak takut mendapat teguran, mereka bisa saja mengemukakan alasan bahwa mereka telah memberitahukan keputusan itu kepada Su hay tong sim beng. Datang atau tidak utusan Su hay tong sim beng, terserah kepada orang yang bersangkutan. Mereka bisa lepas tanggung jawab. Di sini kepintarannya Hoa san pay dan Bu tong pay, dengan jarak yang terlalu jauh, teutu saja tidak bisa dicapai dalam waktu2 tententu. Tapi bagaimana, wakil Su hay tong sim beng bisa saja tiba di Han kong Sanchung, tapi sesudah kepala Ie Lip Tiong digunakan sebagai sedekah sembahyang. Mana mereka duga, wakil Su hay tong sim beng yang datang adalah ketua gerakan itu sendiri. Semua orang pun maklum. betapa hebat dan lincah ilmu kepandaian Hong lay Sian ong, ia adalah Dewanya Raja2 Silat, didalam waktu2 orang lain tidak mungkin capai, ia bisa tiba didalam Han kong Sam chung, tidak ada orang yang curiga.

Sesudah mengalami perjalanan yang begitu jauh, jenggotnya Hong ley Sian ong berkibar kibar, mukanya sangat serpih. sangat cukup berwibawa. Dia memang gagah.

Hong lay Sian ong menghadapi Ku hong Totiang, memberi hormat dan berkata :

"Maafkan aku. Karena terlambat mengucapkan selamat kepadamu yang telah menjadi pejabat ketua partai Bu-tong-pay."

Ku-hong Totiang membalas hormat itu.

Secara langsung Hong lay Sian-ong membikin teguran :

"Dengan alasan apa ciangbunjin menganggap Ie Lip Tiong telah membunuh ketua partai Hoa-san pay dan Bu-tong pay ?" "Mengapa ciangbunjin hendak menghukum Ie Lip Tiong ?"

"Ie Lip Tiong telah membunuh ketua partai Hoa-san-pay dan Bu- tong pay lama." berkata Ku hong Totiang.

"Dengan bukti apa ciangbunjin mengatakan bahwa Ie Lip Tiong membunuh ketua partai Hoa san pay dan Bu tong pay? Sudah adakah bukti2?"

"Ada." berkata Ku hong Totiang tidak gentar.

"Bagaimana putusan Hoa san pay dan Bu-tong pay?" bertanya Iagi Hong lay Sian ong.

"Seperti apa yang tertera pada surat kami, Hoa san pay mengambil putusan bersama, menghukum mati Ie Lip Tiong."

"Tidak ada lain jalan!!" berkata Hong lay Sian ong.

"Kami tidak bisa memberi pengampunan kepada orang yang bersalah." berkata Ku-hong Totiang. "Ketua partai kami tidak boleh mati percuma. Kami wajib menuntut balas."

"Baik!!" Hong lay Sian ong menganggukkan kepala. "Dipersilahkan ciangbunjin membawa rantai2 yang telah mengikat kaki dan tangan Ie Lip Tiong itu !"

Ku hong Totiang membelalakan mata "Bengcu hendak melihatnya?" ia bertanya heran.

"Bawalah !" Hong lay Sian ong memberi perintah.

Dari sikap yang diperlihatkan oleh Hong-lay Sian ong, tidak menunjukkan rasa kemurahan, juga tidak menunjukkan rasa persetujuan. Entah tantangan perang, entah perdamaian.

Waktu untuk Ie Lip Tiong menjalani hukuman mati sudah tiba. Ku hong Totiang segera memberi perintah kepada Siauw yao Totiang :

"Ambil rantai2 itu!!"

Siauw yao Totiang pergi menjalankan perintah pejabat ketua partainya. Sebentar kemudian Siauw yao Totiang sudah balik kembali, pada tangannya terbawa rantai2 yang pertah mengikat kebebasan Ie Lip Tiong.

Hong lay Sian ong menghampiri ke Ku-hong totiang dan Siauw yao Totiang. menjulurkan tangannya dan berkata kepada mereka:

"dipersilahkan ciangbunjin merantai tangan ini!!"

Ku hong totiang terkejut. "Apa maksud Bengcu? ia bertanya. "Aku telah mempertaruhkan jiwaku, bisakah menggantikan jiwa

Ie Lip Tiong ?"

Ku-hong totiang berkata :

"Bengcu jangan mengambil langkah yang seperti itu."

"Tidak ada jalan lain." berkata Hong lay Sian ong. "Su-hay-tong sim beng telah menghukum mati Ie Lip Tong satu kali. Kita tidak mau melakukan kesalahan untuk kedua kalinya. jangan sampai pembunuhan kedua terjadi. Kalian hendak membunuh mati Ie Lip Tiong, Baik- Aku hendak menggantikan jiwanya. Rantailah tanganku ini."

"Tapi Ku hong totiang menjadi gugup, Ie Lip Tiong itu adalah. "

"Ie Lip Tiong adalah manusia yang paling cerdik, tokoh silat yang paling pandai. orang yang menpunyai bakat luar biasa. Ia dilarang mati" berkata Kong-lay Sian ong tegas. "Aku bersedia menggantikan jiwanya. Lekas rantai tanganku."

Ku hong Totiang tertawa nyengir, ia berkata :

"Bengcu berani menjamin bahwa Ie Lip Tiong itu bukan orang yang membunuh ketua partai Hoa-san-pay dan Bu tong pay lama ?"

"Berani!!" berkata Hong lay Sian-ong tegas, "Maka aku berani menjamin seratus persen menyerahknn diri. Bila sampai terjadi hal2 yang seperti itu, kalian boleh menghukum diriku. "

"Siapa yang berani menghukum Bengcu sendiri?" berkata Ku hong Totiang mulai lemah. "Hukum tidak mengenal ampun. Barang siapa saja yang salah, wajib dihukum. Termasuk juga dirimu. Aku bersedia dihukum, bilamana aku mempunyai kesalahan." berkata Hong lay Sian ong.

"Kuharap saja Bengcu bisa mengambil langkah lain." berkata Ku hong Totiang.

"Baik. Aku hendak membawa Ie Lip Tiong. Semua orang dilarang mengganggu." berkata Hong lay Sian ong.

"Bilamana kami tidak memberi ijin? Bagaimana?" Ku hong Totiang masih kukuh dengan pendiriannya, biar bagaimana, ia hendak menghukum mati Ie Lip Tiong.

"Kalian hendak menggunakan kekerasan? Boleh juga." berkata Hong lay Sian ong. "Tapi aku tidak akan memberi perlawanan!"

Arti dari kata2 "tidak memberi perlawanan" itu adalah Hong-lay Sian-ong hendak membawa It Lip tiong, bilamana Hoa-san pay dan Ku hong bergerak, atau seseorang menggunakan pedang menyerang dirinya, maka pedang itu akan ditangkis oleh badan Hong-lay Sian ong. Tanpa perlawanan !

Bengcu Su-hay-tong-sim beng bersedia memberi pengorbanan !

Ku hong Totiang mergkerutkan alis, cemberut tekali. Ia menjadi seorang yang paling sulit dihadapi.

Hong lay Sian ong berkata :

"Dipersilahkan ciangbunjin memberi putusan. Hendak merantai kedua tanganku, atau memberi ijin, membawa Ie Lip Tiong !"

Ku hong Totiang tidak berani mengambil putusan. ditempat itu, Kecuali Hong lay Sian ong kedudukannya adalah yang teragung. Tapi pendiriannya bertentangan dengan pendirian Hong lay Sian ong. Sebagai pejabat ketua partai Bu tong pay, menjadi manusia teragung. Tapi Ie Lip Tiong adalah tawanan Hoa san-pay dan Bu tong pay, tawanan bersama. Pejabat ketua Hoa-san-pay berhalangan tiba, maka ia berkata kepada Thian kiam ie thian-hoat :

"Saudara Thian kiam ie thian-hoat, ketua partai kalian belum tiba, kau adalah wakilnya. coba beri putusan."

Thian-kiam ie-thian hoat tidak berani membuka mulur. Tentu saja, ia tidak mau melepaskan Ie Lip Tiong. Tidak setuju bilamana Hong lay Sian ong membawa Ie Lip Tiong. Tapi orang yang dihadapi adalah Bengcu gerakan partai2 dan golongan yang ada. kedudukannya lebih agung dari ketua partai, siapa yang berani menantangnya?

Sedangkan Ku-hong Totiang saja tidak berdaya. Apalagi dia?

Thian kiau ie thian kiam membawakan sikap bungkam.

Dengan sabar Hong lay Siau ong menunggu untuk beberapa waktu, Bu tong pay dikepalai oleh Ku hong Totiang, tidak berani mengambil putussn. Hoa san pay yang diserahkan terlebih kepada Thian kiam ie Cian hoat, bungkam dalam seribu bahasa.

Hong lay Sian ong berkata:

"Hoa san pay dan Bu tong pay tidak berani mengambil putusan?

Baik! Aku hendak membawa Ie Lip Tiong."

Menggapaikan tangan kepada Ie Lip Tiong, Hong lay Sian ong berkata:

"Ie Lip Tiong tatsu, kemari!"

Ie Lip Tiong berjalan, mendekati kearah Hong lay Sian ong.

Hong lay Sian eng menyekal tangan Ie Lip Tiong, diajaknya bersama sama, dan ia berkata :

"Mari kita pergi?"

Tanpa memperdulikan kepada reaksi Hoa-san pay dan Bu tong pay, Hong lay Sian ong mengajak Ie Lip Tiong meninggalkan Han- kong San chung.

banyak orang yang berada ditempat itu, tapi tidak seorangpun yang berani mengganggunya.

Sebentar kemudian, Hong lay Sian ong berhasil mengajak Ie Lip Tiong, berada jauh dari Han kong San chung. Tidak seorangpun yang membikin pengejaran. Han kong Sanchung jauh ditinggalkan !

Mereka berjalan dengan bebas. Hong lay Sian ong memandang kepada Ie Lip Tiong, berkata :

"Ie Lip Tiong tatsu, masih ada urusan yang belum diselesaikan?" "Ada." berkata Ie Lip Tiong.

"Kemana kita pergi?" Bertanya Hong lay Sian ong. "Kelenteng Cin goan koan dikota Tiang-an."

"Oh." berkata Hong lay Sian ong.

Tidak menarik panjang urusan itu, mereka berangkat menuju kearah kota Tiang an.

Dari dalam saku bajunya, Ie Lip Tiong mengeluarkan kaca tembaga, diserahkan kepada Hong lay Sian ong dan berkata :

"Dipersilahkan Tok-gan Sin kay tatsu menerima kembali barang milikmu."

Hong lay Sian-ong menghentikan langkahnya, ia bertanya : "Apa?"

"Tok gan Sin kay tatsu." berkata Ie Lip Tiong. "Sudah waktunya kita menutup sandiwara ini."

"Ha, ha, ha, ha ..." Hong lay Sian ong menerima kaca tembaganya. Ia tertawa berkakakan. "Tidak percuma kau menjadi It-kiam tin bu lim Wie Tauw, aku menyerah kalah."

Ternyata. Hong lay Sian ong yang datang ketempat Han kong Sanchung adalah Hong-lay Sian ong palsu, dia adalah jelmaan Tok gan Sin kay, Duta nomor sebelas dari Su hay tong sim beng.

Ie Lip Tiong tertawa, ia berkata memuji:

"Tok gan Sin kay tatsu, bilamana tidak ada bantuanmu. Tidak mudah meninggalkan Han kong Sanchung." "Sudahlah." berkata Tok gan Sin kay. "Kecerdikanmu memang sangat luar biasa. Aku hendak tabu, bagaimana kau bisa melihat penyamaranku ?"

"Tok gan Sin kay Tatsu heran, mengapa aku bisa mengetahui penyamaranmu ?"

"Inilah yang mengherankan diriku, coba katakan, dari fasal2 mana, kau bisa mengetahui penyamaran ?"

Dengan tertawa Ie Lip Tiong berkata .

"Kesatu : Ilmu kepandaian Bengcu kita telah mencapai tingkat yang sempurna, walau pun demikian, tidak mungkin didalam tujuh atau delapan hari itu, ia bisa datang ketempat ini. jarak Lu san dan Han kong San chung terlalu jauh."

"Bisa saja terjadi suatu kebetulan." berkata Tok gan Sin kay. "Dimisalkan ia manerima surat ditengah jalan dan tiba disaat yang tepat, mungkin juga, bukan?"

"Memang mungkin." berkata Ie Lip Tiong. "Tapi lain kecurigaan kembali , dimisalkan Bengcu kita tiba, lelahnya juga bukan kepalang, ia pasti melakukan perjalanan siang dan malam, tidak mungkin ia memperlihatkan kegagahannya, tapi kau sangat gagah, disinilah letak kecurigaan yang kedua "

"Masih ada kesilafan lain?" bartanya Tok gan Sin kay.

"Yang ketiga, maaf, sebelumnya ku mengucapkan kata2 ini, aku meminta maaf dulu, mugkin bisa menyinggung perasaanmu."

"Tidak menjadi soal. Katakan sajalah." berkata Tok gan Sin-kay tertawa.

"Persoalan yang ketiga letak make-up Tok gan Sin-kay tatsu masih belum sempurna sekali, ter-lebih2 sepasang sinar mata itu, masih kurang hidup. Tidak mirip sinar mata Bengcu kita."

"Ha, ha....." berkata Tok-gen Sin-kay. "Kau lihay. Masih untung sekali Hoa san pay dan Bu tong pay itu tidak memiliki tokoh silat yang seperti ini. Mereka bicara berhadapan denganku beberapa saat, tidak seorang yang bisa mengetahui kecacatan itu."

Tok gan Sin key mengusap make up, memasang kembali sebelah tutup matanya.

"Dan cacat yang keempat........"Ie Lip Tiong masih hendak menerusken pertanyaannya.

"Kesalahan yang keempat.....Tok gan Sin kay membelalakan mata, ia sudah memasang kembali sebelah matanya yang picek itu, dengan bingung sekali berkata :

"Masih ada kesalahan yang keempat?"

"Betul." berkata Ie Lip Tiong. Ia menganggukkan kepala. Tertawa sebentar. "Bengcu kita Hong lay San ong bukan dewa, baru saja ia tiba di Han kong Sanchung, bagaimana bisa mengetahui, bahwa semasa didalam kamar tawanan, aku dirantai? Begitu kau tiba, segera meminta rantai2 pengikat itu. Disinilah letak kecerobohan."

"Aduh!" Tok gan Sin kay bergoyang- kepala. "Kukira penyamaranku sudah hebat, mudah saja mamperdayai mereka. Tidak tahunya masih banyak kecerobohan2."

"Tapi, terus terang saja kukatakan" berkata Ie Lip Tiong. "Biar bagaimanapun tidak terpikir olehku, bahwa Tok gan Sin kay tatsu bisa menyamar menjadi Bengcu kita. Memberikan pertolongan tepat pada waktunya. Sungguh2 berada diluar dugaan!"

Tok gan Sin kay memberi keterangan ;

"Malam itu, menurut pesan kata2mu. Aku mengajak Su Kee Hian bertanding catur. Sengaja kuajak ia ke Cong-lam-iau. Tapi sungguh apa boleh buat. Permainan caturku terlalu buruk. Dalam sekejap mata, aku dikalahkan olehnya, main lagi, kalah lagi. Demikianlah seterusnya. Permainan caturku tidak bisa menarik perhatien, ia bosan, biar bageimana ia hendak kembali mengikuti upacara hukuman matimu. Sebetulnya bilamana aku mau, aku bisa saja menahannya. Tapi aku khawatir kepada dirimu. Seolah-olah mereka tidak berdaya ditempat itu. Make mengikuti dibelakangnya, akupun tiba. Tentu  saja, aku harus  membikin  penyamaran dahulu. Aku menggunakan wajah Bengcu kita. Ha, ha.       kau memang hebat.

Hanya menggunakan sebuah kaca, hanya menirukan Su Kee Tian, kau berhasil memberaki mereka. Luar biasa. Tipumu hebat. Tipu yang sangat luar biasa."

Ie Lip Tiong berkata :

"Rantai itu sangat kokoh dan kuat, juga mendapat pilihan kunci yang tidak mudah dibuka. Sudah kuusahakan berhari-hari. Tidak berhasil, hanya mereka yang bisa membukanya. Dan berhasil juga."

Duta berbaju kuning nomor tiga belas Ie Lip Tiong dan Duta berbaju kuning nomor sebelas Tok-gan Sin-kay, melakukan perjalanan bersama.

Dengan kecerdikan dan kecerdasan otak mereka, dengan tipu muslibat dan akal luar biasa, mereka berhasil meninggalkan tian- kong San-chung.

Untuk kedua kalinya, Ie Lip Tiong berhasil membebaskan jiwanya dari cengkeraman elmaut.

Didalam hal ini. jasa Tok gan Sin-kay tidak bisa dilupakan. Tanpa bantuan sipengemis mata satu itu, agak sulit Ie Lip Tiong menyelamatkan diri, mungkin juga, Ie Lip Tiong bisa melarikan diri dari kepungan Hoa san-pay dan Bu-tong-pay. Tapi terlalu banyak korban yang dipecahkan, dendam itu tidak bisa dipadamkan. tentu akan berakibat panjang.

Kini keadaannya jauh berbeda, tanpa membunuh anak murid Hoa-san-pay dan Bu tong pay. Ie Lip Tiong berhasil mencari kebebasannya.

Ie Lip Tiong adalah tokoh cerdik pandai yang luar biasa. Manusia nomor satu yang belum pernah mendapat tandingan.

It kiam tin bu lim Wie Tauw memang luar biasa! Ie Lip Tiong memang luar biasa !

Atas prestasi2 yang sudah diperlihatkan oleh Ie Lip Tiong, maka, Hong lay Sian ong menyerahkan kedudukan Bengcu Su hay tong sim beng kepada Duta ini. Dia adalah calon Istimewa, ini terjadi diakhir cerita

Untuk Raja Silat, hanya tamat sampai disini.

-TAMAT-

Bersambung keseri ketiga : Raja Gunung