-->

Pelenyap Sukma Jilid 7

Jilid 07

CRETT.............. tiba2 tali kereta ditarik roda-rodapun berhenti.

Perjalanan dihentikan.

Terdengar suara Ai Pek Cun yang lompat turun, berkata kepada Ai Lam Cun yang berada didalam kereta :

"Jieko, kita istirahat sebentar" Ai Lam Cun berkata :

"Baik Kukira ditempat ini tidak ada orang lewat, bukan ?"

"Mana mungkin ada orang." berkata Ai Pek Cun. Suasana sangat sepi dan sunyi. Juga terasing sekali."

Ai Lam Cun memandang kedalam karung, ia mengajukan pertanyaan kearah karung itu.

"Bocah, bagaimana perasaan perutmu Sudah lapar?" "Sangat lapar sekali." jawab Ie Lip Tiong dalam karung

Ai Lam Cun menyeret karung itu, membuka tali ikatannya, ia melepatkan totokan Ie Lip Tiong sebentar dan berkata kepada si pemuda:

"Jangan kau mencoba lari!"

"Tentu!" le Lip Tiong menganggukan kepala.

Ai Lam Cun memberikan makanan kering dan semangkuk air ia memberi peringatan:

"Aku telah mcmbebaskan totokanmu. Kau harus berbuat jujur, baik makan dan minum, tapi jangan coba main gila !" Aku. telah mcndapat perintah, dengan sekali pukul, aku diperbolehkan membunuh mati, manakala kau berani membuka kain penutup matamu itu."

Ini bukan peringatan main2. Ie Lip Tiong percaya betul. Maka ia menganggukkan kepala berkata :

"Legakan hatimu, aku tidak mau melakukan perbuatan Vevire Veri Coloso tanpa pegangan yang cukup kuat."

Ai Lam Cun melepaskan pegangan tangan jang masih mengekang pergelangan Ie Lip Tiong, maka ia sendiri makan dan minum.

Betul Ie Lip Tiong mematuhi peringatannya , ia belum punya niatan untuk melarikan diri. Karena ia maklumi, dengan ilmu kepandaian yang dimiliki olehnya, menghadapi satu Ai Lam Cun atau Ai Pek Cun saja, sudah cukup repot, kini dua saudara itu menggencetnja dari depan dan belakang, mana mungkin bisa melarikan diri? Dimisalkan ia berhasil melejit dan mengelecet mereka juga tidak mungkin bisa melepaskan pengejaran- pengejaran. Apalagi mengingat adanya Tho It Beng yang membikin pengintaian dari jarak jauh Raja Silat itu lebih sulit dihadapi Lebih baik berlaku tenang, daripada menanggung resiko yang sangat besar. Inilah sebab musababnya, mengapa Ie Lip Tiong belum ada usaha untuk melarikan diri. Sesudah diberi makanan kering, Ai lam Cun mengikat kedua tangan dan kaki Ie Lip Tiong lagi, dan dia dijebloskan kedalam karung terigu itu.

Kereta digerakkan, kini giliran Ai Lam Cun menarik kereta. Ai Pek Cun didalam kereta, menjaga Ie Lip Tiong.

Perjalanan seperti itu dilakukan siang dan malum. Terus menerus sehingga empat hari.

Kuda yang melakukan perjalanen terus menerus tanpa istirabat, tentu saja tidak kuat. Disuatu tempat, Ai Lam Cun menukar kuda itu. Kuda lama dijual, dan ia membeli kuda baru. Perjalanan dilanjutkan dengan tenaga baru, kuda yang belum lama dibeli mempunjai kekuatan yang lebih hebat Berjalan lebih cepat.

Pada empat hari sebelumnja, Ie Lip Tiong selalu mendapat rangsum kering. Dihari kelima, Ai Pek Cun begitu kasihan kepada orang yang bersedia menjadi calon mantunja, ia memberi beberapa potong daging, daging itu belum lama dapat dibelinya diperjalanan

Ie Lip Tiong mengunjah ngunyah daging sedekah, kini ia mengerti, ia bisa menduga, dimana kira2 ia berada. Ditempat apa kiranja. ia berada, bisa memudahkan pemecahan Partay Raja Gunung.

Ternyata, dnging yang Ie Lip Tiong makan adalah makanan terkenal dari daerah Ouw-pak. Itulah daging pangsit basah.

Daging pangsit basah adalah makanan terkenal dari daerah Ouw- pak!

Ie Lip Tiorg berpikir didalam hati :

"Kereta berangkat dari doerah Wan-tiong, perjalanan menuju kearah barat, kini tentu berada didekat kota Bu-cang. mungkin juga didekat kota Kay yang."

Kota Bu tiang dan kota Kay yang adalah dua kota terkenal yang banyak menghasilkan daging pangsit basah.

Dari apa yang Ie Lip Tiong tahu, daerah dua kota itu yang paling banyak memproduksi daging pangsit basah.

Dari pemberian daging pangsit basah, Ie Lip Tiong bisa menemukan cara terbaik, bagaimana ia mencari jejak markas besar partai Raja gunung.

Dimisalkan ia sudah bebas, bisa saja ia menuju kearah Bu-tiang atau Kay-yang. Kini ia bisa menyewa kreta, melakukan perjalanan ke arah timur, dengan mata tertutup. Sesudah empat hari kemudian, maka daerah itu tidak jauh dengan markas besar partai Raja Gunung.

Sakin girangnja, Ie Lip Tiong tertawa sendiri.

Ai Pek Cun heran atas reaksi le Lip Tiong yang seperti itu, dengan mengkerutkan kening ia bsrtanya:

"He, apa yang kau tertawakan?"

Ie Lip Tiong terkejut. Cepat2 ia menenangkan dirinya. "Aku girang." ia berkata. "Karena kau begitu baik hati memberi makanan enak kepadaku."

Dengan dingin Ai Pek Cun berkata:

"Makanan yang lebih enak daripada itu juga akan kusediakan bilamana kau tidak mempunjai niatan untuk kabur."

"Tentu... Tentu" berkata Ie Lip Tiong. "Aku tidak akan kabur, bilamana mendapat pelayanan dan jajanan yang baik."

Mulai dari saat itu, Ie Lip Tiong mendapat pelajanan lebih baik. Disepanjang jalan ia mendapat daging2. Itulah daging dari daerah Ouw pak, terasa sekali dari bumbu masakan masakan dibagian utara.

Ie Lip Tiong semakin yakin, bahwa dirinya telah berada didaerah Ouw-pak.

Tiga belas hari kemudian..... Ai Pek Cun memberi bakpau, Ie Lip Tiong memakan bakpau itu, itulah bakpau berisi daging kambing, segera Ie Lip Tiong mengetahui bahwa dirinja telah memasuki daerah San see, bakpau berisi daging kambing hanya terdapat didaerah San see. Khusus kota Tiang san.

Tapi Ie Lip Tiong tahu betul bahwa ini belum memasuki kota Tiang an. Bakpau daging kambing untuk kota Tiang an sangat dikenal sekali, garing dan nyaman, tapi bakpau yang dimakan olehnja kini kurang garing. Maka ia dapat memastikan bahwa perjalanan masih belum memasuki kota Tiang an. Di duga masih berada disakitar desa Tiang an atau desa San liang.

Teringat kota Tiang an. hati Ie Lip Tiong menjadi pahit, kota Tiang an. adalah kota yang mengangkat pamor dirinya. Siapa yang tidak kenal kepada perusahaan Boan chio Piauw kiok? Siapa yang tidak kenal kepada It-kiam-tin bulim Wie Tauw dari kota Tiang an ? 

Kini, ia tidak membutuhkan nama samaran. Kini ia tidak perlu mcnggunakan wajah It-kiam-tin-bu-lim Wie Tauw, bayangan kambing hitam yang menggemblok pada dirinya sudah dibebaskan. Su hay tong sim beng sudah mempercayakan dirinya. Sudah waktunya ia mengangkat diri, menuntut balas kepada kemacan sang ayah. Ie Lip Tiong dan Hoa san pay sudah mendapat hak hidup yang sama. Hak hidup jang sejak diantara umatnya, ia telah menduduki duta nomor tiga belas dari Su hay tong sim beng.

Terkenang kembali bayangan perusahaan Boan chiu Piauw kiok, apa reaksi anak buahnya, manakala mereka mengetahui bahwa sang peminpin sedang meringkuk didalam sebuah karung yang terikat ? Ditutup dalam sebuah karung. sebagai seorang tawanan?

Teringat kepada perusahaan Boan chiu Piauw kiok, hatinya tercekat. Ia mengeluh:

"Celaka." Mereka msmbawaku ketempat ini. Mungkinkah sudah menyiapkan Su khong Eng terlebih dahulu? Mungkinkah menyuruh Su khong Eng membunuh muti beberapa orang Boan chiu Piauw kiok, dan melepas aku ditempat itu ?"

Kejadian ini betul membingungkan Ie Lip Tiong. Bila sampai terjadi apa yang dikhajalkan olehnja, tentu sulit untuk Ie Lip Tiong menancapkan kaki dikola Tiang an.

Timbul niatannya untuk melarikan diri.

Malam. harinya, sesudah mendapat rangsum dan beberapa potong daging. Ie Lip Tiong berkata kepala Ai Lam Cun. Ai Lam Cun lah yang mendapat giiiran jaga.

"Lo tong kee, perutku sakit lagi. " "Hendak buang kotoran?"

"Aduh. Sudah tidak tahan, nih." berkata Ie Lip Tiong didalam karung.

"Bukannya mencari kesempatan untuk melarikan diri, bukan?" bertanja Ai Lam Cun.

"Ah. kalian menjaga begini ketat. Bagaimana bisa aku lari? Bila ada kesempatan dan waktu lari, sudah lama aku melarikan diri. "

Ai Lam Cun berteriak kepada Ai Pek Cun yang mendapat giliran menjadi kusir katanya :

"Samte, dia mau berak. Pilihlah tempat yang agak sunyi. "

Ai Pek Cun menggiring keretanja ketemapat yang paling sunji, disana ia menghentikannja.

Ai Lam Cun membuat ikat karung, tetap memegang pcrgelangan tangan Ie L>p Tiong, digusurnya turun dari kereta, dan berkara kepada sipemuda :

"Nah, disini kau boleh membuang kotoran itu"

Ie Lip Tiong membuat satu gerakan jang melepas celana, tiba2 mulutnya terbelalak. "Aaaa..",. ia berteriak kaget tubuhnya jatuh, seperti orang yang kemasukan setan.

Wajah Ai Lam Cun berubah, membalikkan diri dan menarik tangan Ie Lip Tiong. "Hei, kau mengapa?" Ia bertanya penuh perhatian.

Untuk memertksa ruangan lebih jelas, Ai Lam cun menotok hidup jalan darah Ie Lip Tiong. Memeriksa urat nadinja, berdenjut sangat lemah. Maka tangan itu digeser kearah jantung hati, lendak melihat deburan jantungnya.

Tiba2 Ie Lip Tiong membalikkan tangan, plok.... dia berhasil mcmukul dada Ai Lam Cun.

Ai Lam Cun berteriak, terpelanting kebelakang dan jatuh.

Ie Lip Tiong melejitkan diri, mumbul sehingga tiga tombak. begun, cepat pula, tangannya mcnarik kain pengikat mata.

Sesudah itu ia meletakkan ujung kaki mengambil posisi ditempat lain.

Matanja sudah bebas dari ikatan kain hitam. Ia memandang kedepan untuk mengetahui dimana kini ia berada.

Tapi rasa terkejutnja tidak kepalang, sesudah belasan hari mata itu tertutup, daya penglihatannja boleh dikatakan telah lenyap sama sekali. Gelap ? ia tidak bisa melihat sesuatu.

Hut.       terdengar satu pukulan yang menjurus kearah kakinja,

di barengi oleh suara bentakan Ai Pek Cun :

"Bocah, bocah yang tidak tahu diri kau mencari kematian !"

Sepasang mata Ie Lip Tiong belum bisa digunakan, samar- masih sangat gelap. tapi ilmu kepandaian masih ada, mengetahui bahwa Ai Pek Cun itu sudah menyerang dirinya, sepasang kakinja dilejitkan lagi dan tangannja didorong kedepan. memapaki datangnja serangan Ai Pek cun.

Rung.   terdengar benturan dari dua kekuatan. Kini Ie Lip Tiong

terdorong kebelakang, melayang sehingga belasan tombak, Jikalau ia menginjak kaki, terdengar lagi bertakan Ai Pek Cun:

"modar."

Cepat2 Ie Lip Tiong membalikkan badan, tanpa mencari arah, ia ngiprit pergi.

Belasan hari lamanja mata itu tidak digunakan, maka pandanganyapun belum pulih, masih terlihat gelap. Ia lari tanpa memiliki tujuan.

Dari belakang terdengar suara Ai Pek Cun yang mengejar : "Berhenti !akan kubunuh mtti kau !"

Ie Lip Tiong tidak menggubris peringitan itu, ia berlari semakin keras Sepanjang perjalanan, tidak hentinja ia berdoa :

"Oh Tuhan, lindungilah diriku. Jangan sampai membentur pohon."

Ternjata tuhan tidak melindungi Ie Lip Tiong. Sebelum sepasang matanja digunakan, terdengar benturan yang keras buk......

kepalanya membentur pohon yang melintang dijalan Sesudah itu, tera»a dirinya berputar, Ie Lip Tiong jatuh, tidak sadarkan diri.

Tentu saja Ie Lip Tiong tidak bisa mengelakkan benturan dengan pohon yang berada didepannja, mengingat sepasang matanja yang belum bisa digunakan. Mengingat bagaimana cepatnya Ai Pek Cun dan Ai Lam Cun mengejar dirinja dibelakang, mengingat betapa sibuknja.-ia punja pikiran yang masih kalut dan kuatir.

Ie Lip Tiong siuman kembali, sesudah berselang beberapa waktu. Ia sadar dan merasa dirinya sudah berada didalam karung. Terdengar suara roda kereta, perjalanan itu sudah dilanjutkan.

Ie Lip Tiong menghela napas, ia tidak berhasil untuk melarikan diri.

Terdengar suara bentakan Ai Lam Cun. "Hai, kau sudah sadarkan diri?"

Ie Lip Tiong menjengir, ia berkata :

"Kau tidak menderita luka bukan?"

"Biarpun tidak luka. Tapi aku harus menghajar dirimu." berkata Ai Lam Cun.

"Apa yang hendak kau lakukan?" bertanja Ie Lip Tiong kaget. "Hendak kurusak otot dan urat besarmu." berkata Ai Lam Cun menggeram.

"Jangan membalas air susu dengan air tuba," berkataw Ie Lip Tiong

"Apa artinya air susu dengan air tuba?" bentak Ai Lam Cun dingin.

"Ketahuilah, biia aku mau, tadi aku bisa membunuh dirimu. Tapi aku tidak membunuh. Maka kau harus bisa membudikan budi orang." Ai Lam Cun membentak : "Mengapa kau tidak membunuhku

?"

Inilah kesempatan hidup. Membuat lapang jauh lain, nantinja jalan ketiga. Biar bagaimana, hubungan kita masih ada, kau adalah paman Ai Ceng. Dimisalkan pada suatu hari, sesudah aku dan Ai Ceng..."

"Tutup mulut." bentak Ai Lam Cun marah.

"Karena adanja hubungan itulah, maka aku tidak berani membunuh dirimu."

"Alasan !" berkata Ai Lam Cun. Tapi suaranja sudah menjadi agak ramah. Tidak semarah tadi.

Ie Lip Tiong masih meneruskan ocehannja, ia berkata lagi :

™Selama dunia mnsih berputar, tidak ada sesuatu yang abadi. Hari ini, eku jatuh kedalam tangan kalian. Tapi siapa tahu, ada satu hari, kau jatuh kedalam tansanku. Bila kau tidak berbuat keterlaluan, akupun bisa mengingat budimu bukan ?"

Ai Lam Cun berkata dingin ? "Kau takut ?"

Didalam karug Ie Lip Tiong tertawa getir, katanja :

"Tentu saja, memperhatikan kedudukanku, coba saja kau bajangkan, dimisalkan kau ditangkap orang. dijebloskan kedalam perangkap dalam karung. Kemudian hendak dicabut otot otot dan urat besarnya, mungkinkah kau tidak takut?" Ai Lam Can berkata ;

"Bcrsumpahlah, untuk selanjutnja kau tidak lagi melarikan diri.

Maka aku tidak mempersulit dirimu."

"Baik." berkata Ie Lip Tiong. "Untuk selanjutnja. Aku tidak akan melarikan diri."

"Bila sekali lagi kau melarikan diri? berkata Ai Lam Cun.

"Terserah kepadamu Mau pukulpun boleh. Mau cabut otot dan urat pun boleh."

"Baik. Hari ini aku memberi ampun kepadamu." Satu hari lagi telah dilewatkan.

Paginya hari keempet belas, kereta bertukar kusir, dan Mereka melanjutkan perjalanan.

Pertukaran kuda itu perlu. Mengingat betapa pentingnja perjalanan. Mengingat kuda yang dikaburkan terus menerus mempunjai rasa lelah, maka mereka wajib menggunakan kuda baru.

Kereta yang disertai dengon tenaga kuda baru itupun menggelinding lagi.

Ie Lip Tiong tidak tahu, dimana kini ia berada. Satu hari kemudian, tiba2 kereta disentak berhenti. Terdengar suara Ai Pek Cun yang berbisik :

"Coa bie. ada berita baru?"

Terdengar lain suara berdesis desis. suara orang yang sangat asing, tentunja orang yang dipanggil Coa bie itu

"Segera tiba." Orang ini berkata.

Terdengar suara Ai Lam Cun yang perlahan : "Berapa lama lagi?" Orang yang dipanggil Coa bie itu berkata :

"Sudah waktunja Kukira sebentar lagi.

"Aaaa lihat! Mereka sudah tiba. Lihat ! Sudah tiba."

Terdengar desiran baju dari tokoh rimba persilatan, seseorang telah melajang datang.

Dengan suaranja jang masih dikerahkan perlahan, Ai Pek cun berkata bingung :

"Bagaimana ?"

"Seperti apa yang sudah direncanakan. Berhasil baik." terdengar suara lain, ia menjawab pertanjaan Ai Pek Cun.

Didalaam karung Ie Lip Tiong terkejut, inilah suura Su-khong Eng

!

Ie Lip Tiong masih berada dalam usaha, bagaimana ia harus

mengatasi kesulitan yang seperti ini. Tiba2 tubuhnja diseret keluar dari dalam karung, seseorang dengan kecepatan yang sangat gesit melepaskan ikatan talinja, mencopoti bajunja.

Telinga Ie Lip Tiong juga masih sempat mendengar suara Su khong Eng yang buka baju.

Nah, sampai disini Ie Lip Tiong sadar, rencana apa yang sedang dilakukan atas dirinja. Segera ia berteriak :

"Su khong Eng. "

Mulut Ie Lip Tiong tidak bisa dipantang uris, tangan seseorang jang kuat membekapnja.

Disaat yang sama, ada seseorang jang menutukan pedang kearah kaki kiri.

Ie Lip Tiong berkelejetan, sangat sakit sekali, tapi mulutnja dibekap seperti itu. Juga tidak ada hak untuknja berteriak.

Sesudah kejadian2 itu berlangsung, baju Ie Lip Tiong telah dilucuti, dikenakan baju lain. Berlangsung sampai dua lapis. Tanpa melihat dengai matapun, Ie Lip Tiong bisa tahu, baju apa jang dikenakan kepada dirinja kini. Itulah baju Duta Barbaju kuning Su-hay tong-sim-beng. Baju yang belum lama dikenakan oleu Su- khong Eng.

"Lekas !" berkata seseorang. "Mereka sudah tiba."

Ai Lam Cun segera menotok hidup jalan darah Ie Lip Tiong, dan bret, menarik kain hitam yang menutup kedua mata Ie Lip Tiong,

Sesudah itu, terdengar desiran2 suara baju berlalu, orang2 itupun pergi lenjap.

Ikatan tali dan taugannya telah bebas. Totokan yang mengekang dirinja telah bebas. Kain hitam yang menutup kedua matanja juga dicopot. Tapi untuk sementara waktu,

Ie Lip Tiong belum bisa bergerak. Untuk sementara waktu ia tidak bisa melihat sesuatu yang berada didepannja.

Luka bekas tusukan pedang dikaki kiri sangat dalam, darah masih mengucur keluar. Hal ini memberatkan jago muda kita. Melemahkan kondisi badannja.

Ental apa yang segera akan terjadi ? Ie Lip Tiong maklum. Sesudah Ai Pek Cu, Ai Lam Cun dan Su-khong Eng sekalian berlalu, menjusul tiba adalah musuhnja.

BetuI seja, disaat ini terdengar suara seseorang berteriak keras : "Nah, kalian lihat ! Dia terbaring disana I"

Itu wnktu, Ie LiP Tiong masih terbaring. Mengetahui bahwa musuh2nja sudah berada didepan mata. Cepat2 ia bcrlompat duduk, tangannja menjentuh sesuatu yang dingin itulah pedang.

le Lip Tiocg meraup pedang, senjata itu penting, mengingat dirinja yang sudah dikurung oleh musuh2 tangguh.

Sepasang mata Ie Lip Tieng masih dirasakan sangat gelap, ia belum tahu, siapa2 yang berada didepannja. Karena itu ia berteriak

: "Jago silat dari mana yang sudah datang?"

Telinganja jang sudah dapat membedakan orang jang mengurung dirinja berjumlah angka tujuh. Mereka mengambil posisi posisi yang tidak sama, perlahan lahan mengurung dirinja.

le Lip Tiong masih duduk tidak bergerak. Dengan menggenggam keras senjata pedang, ia siap mengadakan perlawanan.

Terdengar suara seseorang yang tertawa berkakakan berkata: "Ha, ha, ha,....... terlalu banjak darah jang kau keluarkan. maka

pikiranmu sudah menjadi butek ? Baik. Biar kubunuh sekalian." Satu desiran pedang datang, mengarah dada Ie Lip Tiong.

Dari desiran angin tenjata itu Ie Lip Tiong bisa memastikan bahwa senjata yang digunakan oleh orang yang menjerang dirinja adalah senjata pedang. Ia masih duduk, tiduk bergeming pendengarannja dipusatkan, dan dengan senjata pedang pula ia menanti serangan itu.

Triig...

Terdengar suara beradunja senjata, Ie Lip Tiong berhasil menjampak pergi senjata yang hendak merenggut jiwanya, gagalah serangan yang bisa menembus dada Ie Lip Tiong.

Ie Lip Tiong masih cukup kuat, posisinya tidak berubah ia berteriak kepada orang itu : .

"Hei, bisakah kau mendengar sedikit pembelaanku ?"

Hardikan pedang Ie Lip Tiong sangat mengejutkan orang itu. betul2 ia tidak habis mengerti. Sesudah melakukan pertempuran yang terus menerus, sesudah mendapatkan luka sesudah mengeluarkan darah yang cukup banjak, mengapa Ie Lip Tiong masih mempunjai kekuatan yang seperti itu.

Tentu saja ia tidak tahu. bahwa Ie Lip Tiong jang kini sedang dihadapi bukanlah Is Lip Tiong yang sudah pergi. Ada dua Ie Lip Tiong! Satu palsu ! yang satu asli ! Jang sekarang dihadapi olehnja yang asli Jang sudah pergi adalah imitasi ! Orang itu segera berteriak : "Segera maju semua. Serbu !"

Membarengi aba2 ini, maka bergeraklah tujuh buah pedang, mengancau kearah Ie Lip Tiong.

Ie Lip Tiong tidak berani bergerak, ia tegak berdiri. dengan menggunakan telinganya, menangkap sesuatu arah serangan pedang jang datang, trang... trang... trang... terdengar tujuh kali suara benturan pedang, ia menangkis pergi semua serangan yang datang.

"Hei." berteriak Ie Lip Tiong. "Tujuh jago pedang dari Hoa san pay ?"

Dari jurus tipu dan cara2nja orang itu bertempur, Ie Lip Tiong segera tahu bahwa ia sedang berhadapan dengan tujuh jago pedang dari Hoa san pay

Terdengar suara scseorang yang membentak : "Bocah, kau sudah membunuh ketua pertai kami, dan pertempuran dilakukan terns menerus sehingga sampai saat ini, baru sekarangkah kau tahu bahwa kami adalah tujuh jago pedang?

"Apa ? Su-khong Eng telah membunuh ketua partai Hoa-san-pay

?"

Betul2 kejadiau yang luar biasa, Ie Lip Tiong tidak menjangka

sama sekali bahwa Su-kbong Eng itu sudah membunuh ketua partai Hoa san pay,

"Dengar keteranganku !" berteriak Ie Lip Tiong. "Ketua kalian bukan mati dibawah tanganku."

Penjelasan ini tidak bisa dilanjutkan lagi2 Ie Lip Tiong mendapat serangan.

36

LANGKAH APA yang bisa diambil oleh le Lip Tiong ? Bilamana Ie Lip Tiong mau, dengan ilmu kepandaiannya yang ia miliki, bisa saja membunuh dua atau tiga orang dari tujuh jago pedang Hoa san-pay itu. Tapi sesudah Su-khong Eng membunuh mati ketua partai Hoa-san-pay, terlebih lebih ia tidak boleh melukai anak mund Hoa-san-pay. Terlebih - lebih ia tidak boleh membunuh anak murid Hoa san pay.

Bilamana sampai terjadi, satu saja dari ketujuh orang itu mati dibawah tangannja, maka lebih sulit lagi untuk mencuci dan membersihkan diri dari tuduhan2 mereka.

Hasil fitnah !

Rencana Lo sancu terlalu jahat. Tipu Partai Raja Gunung terlalu busuk.

Apa yang bisa dilakukan oleh Ie Lip Tiong? Ia tidak ada niatan untuk membunuh orang. Tapi besar hasrat orang untuk membunuh dirinja. inilah berbahaya.

Sspasang matanya belum bisa digunakan. Luka dikaki kiri bekas tusukan pedang masih mengeluarkan darah. terus menerus mengucur. Itu juga berbahaja ia akan kehabisan darah, dan pudarlah harapannja. Ia akan kehabisan tenaga.

Menggunakan waktu ia masih cukup bertenaga, Ie Lip Tiong berteriak :

"Tahan ! Hentikan pertempuran ini. Kita telah dikelabui musuh.

Orang yang kalian kejar tadi adaiah "

Tujuh jago pedang dari Hoa san pay. tidak menggubris teriakan Ie Lip Tiong.

Mereka menyerang secura bergilir. Menjerang terus menerus, dengan maksud mereka akan membunuh mati Ie Lip Tiong, sebelum pemuda itu mempunjai kesempatan untuk melarikan diri.

Ie Lip Tiong hampit tak tahan kedudukannya sangat lemah semakin lama semakin terdesak..

Darah masih mengalir bekas tusukan pedang pada kaki kirinya. Tenaga Ie Lip Tiong semakin berkurang.

Tujuh jago pedanng Hoa san Pay menyerang semakin gencar dan semakin cepat.

Tidak lama kemudian sepasang mata Ie lip tiong dapat digunakan, ia bisa melihat, sipa yang menyerang dirinya. Mereka adalah tokoh Hoa San Pay Ternama. Tujuh jago pedang yang terkenal. mereka sendiri diatas umur pertengahan. Jago tua yang mempunyai banyak pengalaman perang.

Dari wajah mereka yang begitu beringas Ie Lip Tiong tahu tidak mungkin bisa memberi pengertian yang baik. Cara yang terbaik untuk mengatasi persoalan itu adalah melarikan diri.

Pandanga mata Ie Lip Tiong telah menjadi jelas bila tidak menggunakan waktu ini melarikan diri kapan lagi?

Ie Lip Tiong berada disebuah kelenteng. sebagian tokoh silat yang kenamaan dikota Tiang an Ie Lip Tiong segera mengenali kepada kelenteng Cia guan koan. kelenteng

Cia goan-koan adalah kelenteng yang sudah lama hilang kepemujaannya, kelenteng ini sudah rusak.

Letak kelenteng Cin goan-koan tidak terlalu jauh dengan Boan chio Piauw-kiok, Ie Lip Tiong meogambil keputusan, ia harus segera lari ke Boan chio Piauw kiok, terutama ia bisa mengatur siasat baru.

Kini pedangnja dilintangkan, memukul pergi pedang jago pertama Thian kiam Ie cian hiat. Dengan tipu silat ikan mas melompat pintu istana air, ia melejitkan diri.

Inilah penjerangan barusan Ie Lip Tong yang pertama kali. Sedari Ie Lip tiong diserang didalam kelenteng Cin goan koan, ia membawaken posisi bertahan. Baru kali ini ia balas menjerang.

Thian kiam ie cian-hoat mundur tiga langkah, tidak berani meuentang ketajaman pedang Ie Lip Tiong.

Maka Ie Lip Tiong sudah msnempatkan kakinya diatas wuwungan kelenteng itu. Darah yang dikeluarkan dari luka Ie Lip Tiong sudah cukup banjak, ilmu kepandaiannja tidak seperti apa jang telah ia miliki. Tapi cukup bisa melajani tujuh jago pedang dari Hoa-san-pay.

Tujuh jago pedang Hoa san pay terkejut, mereka hanja bisa melotot, menjaksikan bagaimana Ie Lip Tiong melejitkan diri, keatas satu wuwungan rumah kelain wuwungan rumah, tentu saja mereka akan kehilangan jejak jago muda itu.

Seharusnja Ie Lip Tiong bisa mcmbebaskan diri.

Tapi perkembangan berubah begitu cepat. Kejadian lain yang mengejutkan tujuh jago Hoa san pay segera terjadi.

Terdengar satu pukulan yang tepat, Buk tubuh Ie Lip Tiong yang sudah mau lenjap itu jatuh kebawah.

Membarengi gerakan Ie Lip Tiong, dari atas wuwungan kelenteng melajang turun tiga bajangan Hitam, salah satu dari tiga bajangan hitam itu menggerakkan jari tangannja, menotok jalan darah Ie Lip Tiong.

Ie Lip Tiong roboh ditanah !

Perobahan ini terlalu cepat, tujuh jago pedang, Hoa san pay seaera mengurung Ie Lip Tiong, juga mengurung ketiga bajangan bitam itu.

Siapakah ketiga bajangan yang menjatuhkan Ie Lip Tiong ? Ai Pek Cun, Ai Lam Cun dan Su khong Eng?

Bukan Mereka adalah tiga imam tua yang mempunjai pelipis cekung kedalam:

Tujuh. jago Hoa-san-pay segera mengenali kepala ketiga tosu ini, ketiga bayangan hitam adalah Im-kou Totiang, Siauw Yao Tootiang dan Fu Yu Totiang. Tiga Tojin kenamaan dari Bu Tong Pay.

"Aaaa. " Thian kiam ie Thian hoat mengenali mereka.

Partai Hoa-san-pay dan partai Bu Tong Pay tidak mempunyai dendam permusuhan, tujuh jago pedang Hoa San Pay segera memberi hormat kepada ketiga tosu tua itu.

In Ko Totiangg, Siauw Yao Tootiang dan Fu Yu Tootiang juga memberi hormat kepada tujuh jago pedang itu segera mereka berkata :

"Selamat bertemu."

Jago utama dari Hoa san Pay Thian Kiam Ie Thian Hoat menunjukkan jarinya kearah Ie Lip Tiong dan berkata kepada ketiga tosu tua tersebut :

"Ini orang yang bernama Ie Lip Tiong pada sepuluh hari berselang telah menggunjungi gunung kami, dikatakannya mempunyai urusan penting yang hendak disampaikan kepada ketua partai. ketua partai kami maklum siapa adanya Ie Lip Tiong, Duta Tiga belas dari Su hay tong Sim Beng yang ternama. Maka dengan penghormatan yang besar ia menerima kedatangannya. Tidak disangka beberapa patah dikeluarkan Ie Lip Tiong secepat itu pula Ie Lip Tiong mengirim tangan jahat membokong ketua partai kami. ketua partay kami tidak menyangka sama sekali, ia menjadi korban keganasannya.

"Aaaa......" Tubuh Thian Kiam Ie Thian Hoat mengeluarkan suaranya. "Ketua partai kalian juga dibunuh olehnya?"

In Ko Totiang mengganggukkan kepalanya menoleh kearah Ie Lip Tiong, dengan sepasang mata yang sangat beringas. Seolah olah mau sekali ia bisa menelannya.

Thian kiam Ie Thian Hoat mengeluarkan elahan napas panjang ia berkata :

"Kemarin seorang bocah juga mengunjungai gunung kami. dikatakan hendak menemui ketua partai, caranya sama dengan cara yang digunakan untuk membunuh ketua partay kalian. Ia berhasil, ketua partay kami telah menjadi korban. "

In Koo Totiang memandang kearah Ie Lip Tiong sambil meludah ia berkata : "Ia berhasil melenyapkan dua musuh ayahnya. Tapi... Semua perbuatannya akan mendapat balasan yang hebat."

"Bagaimana untuk mengatasi persoalan ini?" bertanya Thian Kiam Ie Thian Hoat.

Yang berhasil menotok Ie Lip TIong adalah jago dari Bu tong pay maka Hoa San pay akan kehilangan muka dan hak mati hidupnya Ie Lip Tiong tentu harus meminta pendapat dari jago Bu Tong Pay.

Tapi Ie Lip Tiong terkurung dan terkejar oleh Hoa San Pay, Hoa san Pay berhak meminta tuntutan terlebih adalah kematian ketua partay mereka di tangan Ie Lip Tiong. Ini adalah dendam berdarah. Dendam besar partai yang tidak bisa diabaikan, Hoa San Pay yang berhak menuntut.

In Koo Totiang memandang kepada tujuh jago pedang dari Hoa san Pay. dan bertanya kepada mereka :

"Bagaimana usul Hoa San Pay?" Thian Kiam Ie Thian Hoat berkata :

"Hutang uang dibayar dengan uang. Hutang jiwa dibayar dengan jiwa. Bocah ini telah membikin rekening atas hutang piutang jiwa. Hoa san pay dan bu tong pay wajib membunuhnya. Tetapi Ie Lip Tiong hanya mempunyai satu jiwa, partay Hoa San Pay Tidak rela bila membiarkan ia dibawa oleh kalian. Demikian juga Bu Tong Pay, tidak mungkin mau menyerahkan Ie Lip Tiong kepada kami, bukan? Karena itu Hoa san pay mempunyai cara lain untuk mengatasi persoalan ini. "

"Coba katakan." berkata In Ko Totiang dari Bu tong pay. Jago Hoa san pay Thian Kiam Ie Thian Hoat berkata:

Ie Lip Tiong yang terlena di tanah masih mengucurkan darah terus menerus. Mengikuti pembicaraan disini, ia tidak bisa bertahan lebih lama. Kepalanya teklok dan ia jatuh pingsan? tidak sadarkan diri!

Bagaimana perundingan yang terjadi antara Hoa san pay dan Bu tong pay? Ie Lip tiong tidak tahu menahu.

Dikala Ie Lip tiong siuman dari pingsannya, ia telah mendapatkan dirinya terkurung didalam suatu tempat yang sangat kecil, sepasang tangan dan sepasang kakinya dirantai seolah olah pesakitan/ kriminal besar. lebih dari pada itu, pinggangnya juga dirantai diikat pada sebuah pilar yang besar.

Hanya seorang manusia berkekuatan besi baru dirantai seperti ini Ie Lip Tiong mengeluh mana mungkin ia bisa melarikan diri?

Dimisalkan mengganti orang jago silat luar biasa seperti Hong Lay Sian Ong jago yang sudah mendapat julukan dewa raja silat dalam keadaan terantai besi yang menimpa diri Ie Lip Tiong juga tidak bisa melarikan diri.

Ie lip Tiong bangkit berdiri terdengar suara menggerincing rantai yang sangat riuh, rantai itu saling membentur.

Disebelah kanan dan kiri Ie Lip Tiong terdapat jendela kecil, sinar rembulan masuk dari jendela sana.

Ternnyata hari sudah menjadi gelap. Di dalam hati Ie Lip Tiong berpikir:

"Tempat apakah ini? berapa malam aku berada disini?"

perutnya mulai keroncongan dan terasa sangat perih dan lapar. Ia menduga dengan pasti dari mulainya ia pingsan sampai siuman paling sedikit telah beberapa hari.

"Hei." Ie Lip Tiong berteriak kearah luar jendela. "Ada orangkah?"

Diluar kamar tahanan itu sangat sepi tidak ada yang menjawab suara teriakan Ie Lip Tiong.

Ie Lip Tiong menyusul kearah paha kiri disana terdapat tusukan pedang, luka itu sudah dibalut dengan rapi. maka mengetahuilah ia bahwa mereka masih baik kepada dirinya. Menutup lubang luka itu, agar tidak terlalu banyak mengeluarkan darah. Kamar tahanan yang ditempati Ie Lip Tiong sangat kecil, walau dirinya dalam keadaan dirantai bisa saja ia tiba dijendela. Kepalanya melongok keluar, disana terdapat satu pelataran luas, sembilan orang berbadan tegap dan besar menjaga, membikin perondaan. mereka mengenakan pakaian seragam hijau.

Sembilan laki laki berbadan tegap kekar itu mengambil posisi kedudukan disembilan tempat, mereka berdiri tegak membikin penjagaan dan perondaan.

Teriakan Ie Lip Tiong tidak dihiraukan oleh mereka. Sekali lagi Ie Lip Tiong berteriak:

"Hei kalian dari partai Hoa san Pay?"

Masih mereka tidak bergerak. Seolah olah tidak mendengar teriakan Ie Lip Tiong.

Betul! sembilan laki laki berbaju hijau adalah anak murid hoa san pay. Tapi mereka diberi tugas untuk menjaga tawanan. Dilarang bicara maka tidak menyahuti si pemuda.

Ie Lip Tiong mengkerutkan keningnya, lagi lagi ia berteriak keras kepada sembilan penjaga itu.

"Hei bisakah kalian memanggilkan tujuh jago dari Hoa san pay?" Tugas dari kesembilan orang itu adalah menjaga, Bukan melayani

Ie Lip Tiong. Mereka tidak menggubris teriakan Ie Lip Tiong.

Ie Lip Tiong berganti arah kini ia menuju kearah jendela sebelah kiri, seperti keadaan di jendela kanan disini terdapat sembilan orang bedanya bilamana dijendela kanan orang orang mengenakan seragam berwarna hijau, disebelah kiri mereka menggunakan seragam biru.

Inilah anak murid Bu tong pay!

"Hei." Ie Lip Tiong berteriak "Bisakah kalian panggilkan tujuh jago dari hoa san pay?"

Seperti juga sembilan laki2 berbaju biru, sembilan laki laki berbaju hijau ini tidak menggubris teriakan Ie Lip Tiong.

Ie Lip Tiong mendapat penjagaan yang ketat. sembilan laki laki berbaju hijau dan sembilan laki laki berbaju biru.

Karena tidak mendapat sahutan dari delapan belas penjago itu, Ie Lip Tiong menjadi lesu. Ia duduk ditempatnya.

Sedari saat dia mulai membangun perusahaan Boan Chio Piauw Kiok, namanya meningkat dengan cepat. siapakah yang tidak kenal dengan It kiam tin bu lim Wie Tauw?

Terakhir dia menerima jabatan sebagai duta berbaju kuning ketiga belas dari Su hay tong sim beng. Identitasnya semakin tenar. Siapa yang tidak kenal kepada duta nomor tiga belas Ie Lip Tiong?

Prestasi2 itu terlalu cepat, sesudah mendapat tugas untuk membikin penyelidikan tentang sarang partay raja gunung ia tertawan oleh Tho It Beng. Dan dilepas kembali.

Lalu ia menjadi orang tawanan, Kini menjadi tawanan bersama partay Hoa san pay dan partay Bu tong pay.

Semua kejadian2 ini disebabkan oleh Su-khong Eng. Pemuda misterius berbaju hitam Su khong Eng.

Sesudah menjerumuskan Ie Lip Tiong kedalam bahaya kematian Hampir2 saja ia mengalami hukum pancung Su hay tong sim beng. Beruntuug ada gurunja yang datang menolong. Ia gagal mati.

Kini. Su-khong Eng telah membunuh mati ketua partai Bu tong pay dan ketua partai Hoa san pay. Semua dosa itu dihampirkan kepada dinnja. Bagamana ia bisa mencuci diri?

Teringat kepada Bu tong pay dan Hoa san pay, Ie Lip Tiong segera bisa menduga. Siapa siapa dari delapan belas penjaga dikanan dan kirinja. Itulah sembilan orang dari Hoa-san pay. Dan sembilan dari Bu-tong pay.

Dendamnya kepada partai Raja Gunung semakin mendalam. Hanja Lo-sancu yang bisa mengeluarkan tipu siasat yang seperti ini. Siapakah Lo sancu itu? Ia harus bisa membuka tutup kerudung mukanya, membuka rahasia kemisteriusannya.

Kreek......

Tiba2 pintu terbuka, disana tampil dua orang. Jang satu adalah In koo Totiang dari Bu tong pay satunya lagi adalah Thian kiam ie thian hoat dan Hoa san pay.

"Aaaaa......" Ie Lip Tiong bangkit dan menjambut kedatangan mereka,

Thian kiam ie thian hoat memandang kepada Ie Lip Tiong dan mengajukan pertanyaan :

"Perutnya tidak lapar ?"

"Sangat lapar sekali." Ie Lip Tiong mengangukkan kepala. "Sampai aku sangat lemas. Berapa hari aku pingsan tanpa sadarkan diri ?"

Thian kiam ie thian hoat mengeluarkan suara dengusan, tubuhnya digeser kearah kiri. Maka dari belakang dirinya muncul seorang laki-laki berbaju hijau Laki-laki berbaju hijau itu rnembawa nampan yang tersedia makanan. ternyata mereka datang untuk memberi santapan kepada Ie Lip Tiong. Membiarkan laki berbaju hijau itu meletakkan makanan2 didepan sipemuda, baru Thian kiam ie thian hoat berkata :

"Kau tidak sadarkan diri selama tiga hari"

"Ouw. " Ie Lip Tiong bisa mengerti. Luka pendarahannya terlalu

banyak, akibat dari tusukan pedang pada paha kaki kiri, ia mengeluarkan darah terus menerus.

Sesudah itu bertempur dengan kekuatan keras, Tentu saja sangat lemah.

"Makanlah." berkata Thian kiam ie thian. "Kami tidak msracuni."

Ie Lip Tiong moncomot makanan yang sudah tersedia, ia sangat lapar sekali. Maka ia makan apa yang sudah tersedia.

"Dimanakah kini aku berada?" Suatu saat ia menengok kearah Thian kiam ie thian-hoat dan In koo Totiang serta msngajukan pertanjaan kepada mereka :

"Han kong San chung !" jawab In koo Totiang dari Bu tong pay. "Aaaa...." Ie Lip Tiong terkejut. Ia berada didalam Han kong San

Chung tempat pembuangan, pengasingan si Raja Silat Sesat Ngo kiat Sin mo Auw yang Hui dahulu?

Ngo kiat Sin mo Auw yang Hui adalah Raja Silat Sesat nomor satu. Serba mahir didalam segala galanya.

Mempunyai kepandaian ilmu silat yang tinggi, memiliki ilmu sastra dan sural yang tinggi, memiliki ahli parmainan catur yang tinggi, memiliki seni musik yang luar biasa, dan memiliki ilmu permainan sex yang luar biasa. Maka mendapat nama Ngo kiat Sin mo Auw yang Hui. Mahir didalam lima macam kepandaian luar biasa.

Kecerdikan dan kepandaian Ngo kiat Sin mo Auw yang Hui memang luar biasa,

Hampir dia menjadi kepala dari Raja Silat. Sayang Tabiat dan sifatnja sangat buruk, maka ia hanja bisa menjadi pemimpin dari dua belas raja silat golongan sesat. Sesudah mendapat keroyokan dari Lima partai besar. Ilmu kepandaian silat Ngo kiat Sin mo Auw yang Hui berhasil dipunahkan. Mereka mempenjarakan dan mengasingkan Ngo-kiat Sin mo Auw yang Hui ditempat jang bernama Han kong San chung.

Han kong San chung adalah tempat pengasingan! Tempat pembuangan!

Kini, diri Ie Lip Tiong dipenjarakan didalam tempat pengasingan Han kong San chung.

"Aku berada di Han kong San chung?" Ie Lip Tiong berteriak kaget.

"Ng....." In koo Totiang berdengus dingin. "Kejahatanmu dan ilmu kepandaianmu tidak berada dibawah Ngo kiat Sin mo Auw yang Hui Tapi kau lebih lihay, kau lebih cerdik, lebih mempunjai aneka macam tipu muslihat. sengaja kami bawa kau ketempat ini, agar semua orang bisa menyamakan kedudukanmu dan kedudukan Ngo kiat Sin mo Auw yang Hui."

Ie Lip Tiong tidak marah atas reaksi yang seperti itu. Ia mengerti, betapa besar dendam mereka kepada dirinya. Ia mendapat tuduhan telah membunuh ketua partai, ketua partai kedua golongan itu.

Adanya makanan yang tersedia adalah suatu bukti bahwa Bu tong pay dan Hoa san pay bukan golongan sesat, mereka masih baik hati tidak menyiksa dan melakukan sesuatu yang berada diluar batas perikemanusiaan, sesuatu yang bisa melanggar hak asasi manusia.

Thian kiam ie thian Hoat berkata:

"Sementara kau boleh tinggal ditempat ini."

"Sementara?" bertanya Ie Lip Tiong. "Berapa lamakah yang diartikan dengan sementara itu?"

"Tidak lama." berkata In-koo Totiang. "Menunggu sampai orang2 golongan Hoa san pay dan Bu tong pay berkumpul. Dan audah memberitahu kepada Su hay tong sim beng, maka kau akan mendapat kebebasan abadi."

Tentu saja yang diartikan dengan kebebasan abadi adalah kebebasan untuk selama2nja. Itulah kematian.

Mendengar disebutuja nama Su hay tong sim beng, hati Ie Lip Tiong agak lega. Dengan demikian, Hoa san pay dan Bu tong pay belum berani melanggar hak azasi pribadi. Mereka telah memberitahu kepada gerakan Su hay tong sim beng Maka Ie Lip Tiong bisa mengharapkan bantuan gerakkan mereka.

"Kalian sudah memberitahu kepada Su hay Tong sim beng?" ia bertanya.

"Tentu.... berkata In koo Totiang. "Kedudukanmu sebagai duta nomor tiga belas dari Su hay tong sim beng bukan kedudukan biasa. Sebelum kami membunuh dirimu. Sudah menjadi kelaziman kami untuk memberitahu kepada gerakan Su hay tong sim beng."

"Su hay tong sim beng akan mengutus orangnya datang." berkata Ie Lip Tiong. "Bilamanakah kedatangan mereka bisa diharapkan?" bertanya Ie Lip Tiong,

"Hari ini adalah tanggal enam belas bulan sepuluh." berkata In- koo Totiang. "Telah kami kirim pemberitahuan kepada Su hay tong sim beng, bahwa Hoa san pay dan Bu tong pay hendak menghukum mati duta nomor tiga belasnya pada tanggat enam belas. Tepat jam tiga sore."

Ie Lip Tiong tertawa nyengir. Ia bisa memperhitungkan waktu, jarak markas besar Su hay tong sim beng digunung Lu san dan jarak Han kong San Cung. digunung Ngo tay san bukan jarak yang sangat dekat. Hanja memberi kesempatan waktu duapulub satu hari itu tidak mungkin utusan Su hay tong sim beng bisa tiba. Tidak mungkin mereka bisa mcmbikin pembelaan terbadap dirinya. Karena itu ia berkata :

"Jarak Lu san dan Han kong San cung diatas empat lima ribu lie.

Pulang dan pergi, mana mungkin diberi waktu dua puluh hari?" "Ini bukan urusan kami." berkata In-koo Totiang.

Ie Lip Tiong menghela napas, ia berkata perlahan :

"Aku tahu, kalian tidak akau memberi kesempatan kepada Su hay tong sim beng mengadakan pembelaan kepada diriku. Tapi bisakah kalian menerima satu permintaan, permintaan yang tidak sulit diterima."

Thian kiam ie thian boat mengeluarkan suara dingin, tentu saja ia tidak bisa menerima saran Ie Lip Tiong. Saran yang pasti lidak menguntungkan Hoa san pay dan Bu tong-pay, karena itu ia berkata

:

"Jangan kau mengimpi yang bukan2.", tidak perduli permintaan apa yang kau ajukan, kami tidak bersedia melulusi." Ie Lip Tiong menoleh kearah Thian kiam-ie thian hoat, dengan tertawa ringan ia berkata :

"Tidakkah terpikir olehmu, permintaan apa yang hendak kukemukakan? Tidak susah melulusi permintaanku ini, maksudku agar kalian bisa mendengar ceritaku yang sangat pendek. Paling lama satu jam sajalah."

In koo Totiang dan Thian kiam ie thian-hoat saling pandang. Mereka belum bsa menduga, saran dan usul apa yang hendak dikemukakan oleh Ie Lip Tiong.

Ie Lip Tiong membasahi tenggorokanya, mengetahui bahwa kedua orang itu tidak menentang permintaan yang seperti tadi, segera ia melanjutkan pembicaraan :

"Aku hendak bercerita tidak terlatu panjang. Kukira kalian tidak keberatan untuk mendengar cerita ini, bukan?"

Ie Lip Tiong bisa menyelami keadaan dan perasaan sakit bati In koo Totiang dan Thian kiam ie thian hoat, ketua partai mereka telah dibunuh oleh Ie Lip Tiong, walau Ie Lip Tiong itu bukan Ie Lip Tiong asli, tapi tidak mungkin orang bisa percaya, samaran Su khong Eng yang menjadi Ie Lip Tiong, palsu yang membunuh ketua partai Hoa san-pay dan Bu tong pay sangat hebat, tapi tidak mungkin bagi kedua tokoh silat itu mengetahui bahwa Ie Lip Tiong bisa menjelma menjadi dua orang.

Ie Lip Tiong hendak mengulur waktu, secara tidak langsung, ia hendak menceritakan kesulitan dirinya.

Seperti apa yang telah Ie Lip Tiong duga, In koo Totang dan Thian kiam ie thian hoat agak terterik, orang yang kita sebut lebih dahulu dengan dingin berkata:

"Cerita tentang dirimu, bukan? Mungkinkah kau hendak mengucapkan rasa penyesalan ?"

"Boleh dikata seperti itu." berkata Ie Lip Tiong. "Cerita ini sangat penting bagi Dunia persilatan." Thian kiam Ie thian hoat menoleh kearah laki2 berbaju hijau yang membawa makanan itu laki2 tersebut masih berada dibelakangnya, ia berkata:

"Tong-yong ambil dua tempat duduk!."

"Siap.." jswab laki2 berbaju hijau yang bernama Tong yong itu.

Tidak lama kemudian Tong yong telah membawakan dua bangku kecil.

In-koo Totiang dan Thian kiam ie thian hoat duduk dimasing tempat duduk. Mereka siap mendengar cerita Ie Lip Tiong

Ie Lip Tong mulai berdiplomasi :

"Cerita dimulai sesudah Su hay tong sim beng mengalami drama apes, sesudah duta Istincwa Berbaju Kuning dibunuh orang. hampir Hong lay Sian ong dibunuh manusia palsu. Musuh Su hay tong sim beng terlalu kuat. terlalu licik. Karena itu mereka mengutuskan aku, mencari jejak partai Raja Gunung "

Ie Lip Tiong mulai bercerita, bagaimana ia membikin penguntitan, bagaimana ia berhasil menyelundup masuk kerumah makan Huan kok lauw, Bagaimana mengikuti jejak Co Khu Long, bagaimana ia merebutkam uang yang hendak disalurkan kepada partai Raja Gunung. bagaimana ia menempur Ai Lam Cun, bagaimana akhirnya ia tertangkap, yang terakhir ia tertawan, dan kemudian bagaimana sehingga ia harus menerima fitnah jahat Su khong Eng, tertawan oleh Hoa san pay dan Bu tong pay

Cerita itu tidak jelas tapi Ie Lip Tiong sudah membeberkan kesulitan kusulitannya.

"Ku harap saja kalian bisa percaya kepada ceritaku ini." Ie Lip Tiong menutup penuturannya.

Ia menoleh kearah In koo Totiang dan Thian-kiam-ie-thian-hoat.

Menilai perobahan wajah kedua jago itu.

Wajah Thian-kion-ie-thian hoat dan In koo Totiang tidak mcngalami perobahan. Tentu saja mereka tidak bisa menerima cerita Ie Lip Tiong.

Ie Lip Tiong kecewa, Lagi2 ia mengalam1 kegagalan.

Thian kiam ie thian hoat teriawa dingin, ia bangkit dari tempat duduknya Memandang kearah In koo Totiang yang berada disebelahnya, dan bertanya :

"Bagaimana pendapat Bu tong pay ?"

"Waktuku terbuang percuma." berkata In koo Totiang. Tanpa memberi jawaban ia sudah bangkit, meninggalkan tempat tahanan itu.

Thian kiam ie thian hoat menoleh kearah Ie Lip Tiong, dan berkata dingin :

"Sudah malam! Tidurlah!"

Mengikuti gerakan In koo Totiang, ia jaga meninggalkan kamar tahanan itu.

Rasa marahnya Ie Lip Tiong tidak kepalang. la menghela napas panjang dan berkata :

"Pantas saja Bu tong pay dan Hoa san pay tidak bisa menancap kaki didalam rimba persilatan, ternyata tidak ada yang memiliki otak cerdas?"

Thian kiam ie thian hoat menoleh dan mendelikkan matanya, seolah2 hendak mendapatkan obrolan Ie Lip Tiong. Tapi batal. Ia memberi perintah kapada Tong yong, menutup pintu, membawa bangku dan mengunci pintu kamar tahanan itu.

Ie Lip Tiong ditingalkan seorang diri.

Apa yang bisa dilakukan olehnya? Lari? Tidak mungkin. Kedua tangan dan kedua kakinja dirantai. Pinggangnya juga terikat, Kekuatan besi itu tidak bisa diputuskan oleh tenaga dalamnya.

Menunggu pertolongan dari Su hay tong sim beng? Juga tidak mungkin. Waktu hukuman mati untuknya hanja dua puluh hari. Dengan jarak gunung Lu san yang begitu jauh, dimisalkan ketua Su hay tong sim beng Hong Lay sian Ong yang datang turun-tangan, dimisalkan ia bisa terbang datang juga tidak mungkin keburu. Mereka tiba ke Han kong San chung, sesudah batok kepalanya rontok ditanah

Yang membuat Ie Lip Terheran heran, mengapa Bu torg pay dan Hoa san pay menetapkan waktu pada tanggal enam bulan sebelas? Mengapa pada tanggal ini hendak menghukum mati dirinya?

Tidak lama kemudian, Ie Lip Tiog bisa menduga duga Ketua partai Hoa san pay dan Bu tong pay dibunuh orang. Tentu saja banjak perobahan. Mereka harus mencari dan memilih satu ketua partai yang baru, dan waktu dua puluh hari ini mungkin cukup baginya.

Hoa san pay dan Bu tong pay hendak memberi hukuman bersama kepada Ie Lip Tiong membunuh orang tersebut, orang yang dikatakan telah membunuh ketua partai mereka.

Matinya ketua partai Hoa san pay dan ketua partai Bu tong pay sudah mcngecewakan Ie Lip Tiong. Kedua ketua partai itu adalah algojo yang telah membunuh ayahnya. Bukan ia merasa dendam sakit hati kepada para ketua partai besar, tapi ia jijik kepada tindak tanduk kelima ketua partai bssar yang mengakibatkan kematian ayahnya.

Ie Lip Tiong tidak setuju orang Membunuh ketua-ketua partai itu, juga tidak ada niatan untuk melakukan tuntutan balas. Tapi kematian mereka adalah hasil dari hukum karma, mereka membunuh orang, dan kini dibunuh orang.

Sebarusnya, hak mutlak untuk Ie Lip Tiong untuk membunuh ketua partai Hoa san pay dan Bu Tong pay. mengingat bahwa kedua ketua partai itu telah membunuh ayahnya.

Dengan alasan apa Hoa san pay dan 8u-tong pay menghukum mati dirinja lagi?

Ie Lip Tiong tidak bisa tidur. Matanya sulit dikatupkan, ia sedang berdoa, mcngharapkan datangnya keajaiban jiwanya sedang terancam msut. Hanja duapuluh hari. Malam semakin larut. Pagipun tiba.

Sinar matahari pagi menyinari bumi, melalui jendela kecil, memasuki kamar tamu Ie Lip Tiong.

Ie Lip Tiong menengok kearah jendela disebelah kanan dari sembilan penjaga malam hanja tinggal dua orang.

Menengok lagi kearah jendela sebelah timur juga demikian, karena hari sudah menjadi siang, penjagaan berkurang, hanja dua orang berbaju biru yang menjaga tempat itu, inilah orang2 dari Bu tong pay.

Memperhatikan keadaan tempat itu, tempat pengasingan Han kong san chung sangat luas. Dia hanya menempati sekelumit dari bangunan2 itu.

Disaat Ie Lip Tiong, sedang memperhatikan pemandanpan Han kong San chung, seseorang menampilkan diri, dia salah satu dari tujuh-jugo pedang Hoa san pay, namanya Tee Tian liok sin san.

Ie Lip Tiong berteriak :

"Selamat pagi."

Tee tian liong sim san memandaang dengan sinar mata sangat tajam. tidak menyahuti sapaan itu, masih bergerak terus.

Ie Lip Tiong tertawa. ia berteriak lagi

"Hei Tee tian Liong sin san, kau juga termasuk salah seorang tokoh silat ternama. Mengapa tidak mempunyai keberanian menghadapi diriku?"

Tee tian liong sin san merasa terhina. begitu cepat ia membalikkan badan, dan berada di depan jendela kamar tahanan. Denpan wajah yang tajam, dengan sinar mata dingin berkata :

"Apa yang kau mau ucapkan?"

"Bisa saja kita bercakan cakap, bukan ? Sayang sckali kau takut bicara kepadaku." "Siapa yang takut ?" "Kau."

"Hayo, katakan, apa yang kau mau ?"

"Bercerita sedikit " Berkata Ie Lip Tiong, "Berani kau menunggu?" "Tidak perlu kau mengolok2 diriku." berkata Tee tian liok siu san.

"Apa ceritamu? katakanlah!" Ie Lip Tiong berkata:

"Han kong San chung ada tempat pengasingan untuk Ngo kiat Sin mo Auw yang Hui. Sesudah Ngo Kiat Sin mo Auw yang Hui dibunuh orang. "

"Sesudah Ngo kiat Sin mo dibunuh oleh ayahmu. " Dia membenarkan kata Ie Lip Tiong yang dianggap tidak benar. Tee tian liong sin san sangat memandang rendah kepada Oey san pay, Ie Lip Tiong tidak mendebat, ia maneruskan perkataannja:

"Maka, Han kong San Chung sudah hampir dilupakan  orang. Lama sekali aku tidak mendengar nama Han kong Sanchung. Orang juga mungkin bisa lupa, bahwa disuatu tempat digunung Ngo tay san, terdapat tempat pengasingan yang bernama Han kong San Chung, orang tidak tahu, siapa yang mengurus tempat pengasingan Han khong San chung."

"Orang yang mengurus Han kong Sanchung adalah murid Ngo kiat Sin mo Auw yang Hui." berkata Tee tian liok siu san.

"Oh! Aku lupa." berkata Ie Lip Tiong "Betul Han kong San chung diserahkan kepada murid2 Ngo kiat Sin mo Auw yang Hui. Kudengar nama mereka adalah Liok Siauw Kee, Su Kee Tian dan Wan Keng Jie, betul bukan?

Ngo kiat Sin mo Auw yang Hui adalah iblis jahat nomor satu, ia mempunjai lima macam keahlian. Keahlian ilmu silat yang tinggi. Kedua keahlian ilmu surat dan sastra yang luar biasa. Ketiga ilmu permainan catur Keempat ilmu seni musik yang berada diatas semua orang, dan permainan hubungan sex diatas tempat tidur

Ngo kiat Sin mo Auw yang Hui menjurus kearah jalan sesat, maka khalayak umum tidak bisa menerimanya. Ia dikeroyok oleh beberapa ketua partai, sesudah mengalami kehancuran ilmu silat, ia diasingkan di Han kong San chung, membiarkan ia menerima tiga orang murid. Mereka adalah Liok Siauw Kee, Su Kee Tian dan Wan Keng Jie, khusus ditugaskan untuk mewariskan tiga macam ilmu surat dan sastra, ilmu catur dan ilmu seni musik.

Para ketua partai melarang Ngo kiat Sin mo Auw yang Hui menurunkan ilmu kepandaian silat dan permainan hubungan sex.

Liok Siauw Kee, Su Kee Tian dan Wan Keng Jie mendapat tugas untuk memelihara tempat pongasingan Han kong San chung. Sekalian menjaga guru mereka. Sehingga terjadinya drama pembunuhan atas dirinya Ngo kiat Sin mo Auw yang Hui.

Menurut cerita, Ngo kiat Sin mo Auw yang Hui dibunuh oleh Ie In Yang.

Ie In Yang adalah ayah Ie Lip Tiong, itu waktu menjabat ketua partay Oey san pay.

Tapi Ie Lip Tiong lebih jelas kepada sifat ayahnya, tidak mungkin hal itu bisa terjadi.

Ekor dari terbunuh matinya Ngo kiat Sin mo Auwyang Hui, ialah kematian Ie Im Yang Mulai saat ini partai Oey san pay gugur dan rontok.

Oey san pay mendapat hak hidup kembali, sesudah Ie Lip Tiong menolong Hong lay Sian ong dari pembunuhan gelap.

Mulai saat itu Ie Lip Tiong meniiiggalkan duplikatnya, si manusa luar biasa, It kiam tin bulim Wie Tauw, dan kembali kepada wajah aslinya. Ia menempati Duta nomor tiga belas Su hay tong sim beng. Akhinya ia tertawan didalam tempat pengasingan Han kong San chung. "Pengetahuan" umummu memang luar biasa." berkata Tee tian Liok siu san.

"Ketiga murid Ngo kiat Sin mo Auw yang Hui masih berada ditempat ini?" bertanya Ie Lip Tiong.

"Tidak semue." jawab Tee tian liok sin san. "Liok Siauw Kee dan Wan Keng Jie sedang bepergian. Disini hanja tinggal Su Kee Tian seorang."

Ie Lip Tiong bertanya lagi:

"Su Kee Tian mewarisi ilmu kepandaian apa dari yang dimiliki oleh Ngo kiat Sin mo Auw yang Hui?"

"Permainan catur." berkata Tee tian liok sin san.

"Aha!" Ie Lip Tiong berteriak girang. "Aku juga mempunyai hobby main catur. Bisakah mengundang dirinya, melewatkan waktu senggangku?"

"Tidak tahu diri!" bentak Tee tian liok sin san. "Tahukah kau apa kedudukanmu ditempat ini ?"

"Orang tawanan pun mempunyai hak hidup." berkata Ie Lip Tiong. Waktuku hanya sembilan belas hari lagi, kalian Hoa san pay dan Bu tung pay adalah golongan ternama mungkinkah tidak mempunyai rasa kasihan kepada seorang persakitan yang sudah hampir dihukum mati?"

"Aku tidak berhak memberi putusan." berkata Tee tian liok sin san.

"Bisakah tolong memberi tahu kepada tokoh2 lainnya?" berkata Ie Lip Tiong.

Tee tian liok sin san tidak memberi penyahutan. Ia berjalan pergi.

Permintaan Ie Lip Tiong yang hendak mengajak bertanding catur tidak disertai dengan embel2 lain, ia mengetahui bahwa ketiga murid Ngo kiat Sin mo Auw yang Hui dilarang meyakinkan ilmu silat. Maka ia hendak mengajak Su Kee Tian main catur, dengan maksud melewatkan waktu senggangnya saja. Ia tidak mengharapkan permintaan itu bisa dikabulkan dengan dendam dan rasa sakit hati Bu tong pay serta Hoa san pay, kemungkinan besar permintaannya ditolak. 

Apa yang terjadi didalam dunia ini sering berada diluar dugaan. Dcmikian juga permintaan main catur Ie Lip Tiong, tidak berapa lama kemudian In-koo Totiang dan Ihian Kiam-ie-thian hoat turut muncul disana. Dibelakang jago Bu tong pay dan Hoa san pay itu, berdiri seseorang. wajahnya sangat cakap, gerakkannya tegap, umurnya diantara empat puluhan.

In koo Totiang memandang Ie Lip Tiong, dengan dingin ia bertanya:

"Kau hendak mcngajak tuan Su Kee Tian bertanding catur?"

Ie Lip Tiong bisa menduga, siapa laki laki berwajah putih yang berada dibelakang in koo Totiang dan Thian kiam ie thian hoat, tentunja murid Ngo kiat Sin mo Auw yang Hui, Su Kee Tian yang mewarisi permainan caturnya.

"Ng." ie Lip Tiong menganggukan kepalanya "Hanja untuk melewatkan waktu iseng saja."

"Kita bisa menerima permintaanmu." berkata In koo Totiang. "Tapi dengan syarat. tidak bisa melepas rantai yang mengekang kebebasanmu."

"Tidak menjadi soal." berkata Ie Lip Tong. Dengan tangan dan kaki terantai aku masih bisa main catur."

Thian kiam ie thian hoat berkata :

"Tuan Kee Tian adalah seorang lemah tidak berkepandaian silat, jangan kau mencoba untuk mengerecoki dirinya. Hati hati pembalasan kami "

"Apabila kalian tidak percaya, boleh saja turut serta dan menonton pertandingan catur." berkata Ie Lip Tiong tertawa. . Thian kam ie thian hoat tdak mengeluarkan reaksi. Segera ia memanggil kepada seseorang kacung kecil, dan berkata kepadanja.

"Souw hok, sediakan papan dan biji catur ketempat ini."

seorang pelayan datang dengan disertai alat alat catur. Membawa meja kecil Meletakkan alat catur diatasnya. Dan juga dua bantal buntalan untuk duduk.

In koo Totiang dan Thian kiam ie thian hoat tidak mempunyai minat untuk menonton pertandingan catur, mereka berkata kepada Su Kee Tian :

"Tuan Su kee Tian, kami berada diruangan depan yang letaknya tidak jauh dari sini. Apabila ada sesuatu, apabila sikapnja kurang memuaskan, berteriak sajalah. Kami segera datang!"

"Terima kasih." berkata Su Kee Tian membungkukkan setengah badan. "Jiwie berdua tidak turut msnyaksikan ?"

in-koo Totiang menggeleng2kan kepala. Mengajak Thian kiam Ie thian Hoat mereka menguncikan Su Kee Tian dan Ie Lip Tiong. Disertai juga o!eh si kacung kecil.". inilah orang yang bcrnama Souw-hok itu

Papan catur terpasang, Ie Lip Tiong dan Su Kee Tian memasang biji catur. Masing2 duduk pada kedua buntalan yang digunakan sebagai tempat duduk.

Memandang kepada Su Kee Tian, Ie Lip fiong bertanya : "Tuan Su Kee Tian, kuperkenalkan diri, aku Ie Lip Tiong."

Su Kee Tian juga sudah duduk. Dengan suara yang tenang ia berkata :

"Sudah tahu. In koo Totiang sudah memberi tahu."

Ie Lip Tong memegang bidak putih. mska ia mempunjai hak untuk berjalan lebih dulu. Ia mengangkat pion didepan raja, maju dua laogkah, inilah pembukaan gajah Raja.

"Bagaimana penilaian tuan tentang kematian suhumu?" bertanya Ie Lip Tiong.

Su Kee Tian juga melajani permainannya catur itu, ia berkata : "Kami hanya mewarisi ilmunya yang ditentukan, tentang kejadian

lama lebih baik tidak diungkit ungkit lagi."

"Tapi ini sangat penting." berkata Ie Lip Tiong dikatakan orang bahwa ayahku yang membunuh. Tapi hal ini tidak mungkin terjadi, tidak benar sama sekali" suatu hari pasti bisa dibikin terang."

"Aku tidak menaruh dendam." berkata Su Kee Tian.

Ie Lip Tiong menganggukkan kepala. menggerakkan biji catur lainnya, ia bertanya

"Sesudah guru kalian meninggal dunia. tuan tiga saudara perguruan selalu menetap didalam Han kong San chung?"

"Tempat kami di Han kong San chung. Tentu saja menetap disini," berkata Su Kee Tian. "Tapi, tidak selalu tinggal disini, ada kalanya, aering kali, kami berpergian kesekitar."

Ie Lip Tiong berpikir lama, ia mengeluarkan kudanya, dengan tertawa berkata :

"Tuan Ngo kiat Sin mo Auw yang Hui terkenal dengan lima macam keahlian ternama, Tuan Su Kee Tian berhasil mewarisi ilmu permainan catur, tentu juga sangat luar biasa.

"Hanya permainan catur." Su Kee Tian merendahkan diri.

Pertandingan berjalan mulai lancar. bilamana Ie Lip Tiong menggerakan biji caturnya lambat, Su Kee Tian menggerakkan cepat. Pengalaman dan pcrmainan Su Kee Tian sangat luar biasa, ia merangsek dan mendesak Ie Lip Tiong.

Pertandingan berjalan setengah hari akhirnya Ie Lip Tiong harus menyerah kalah.

Pertandingan kedua dilanjutkan, giliran Su kee Tian jang memegang biji putih, Ie Lip Tiong memegang biji hitam. Su Kee Tian menggunakan pembukaan Hiolu Tua, dan diawali dengan pertahanan yang sama.

Tidak percuma Su Kee Tian mewarisi ilmu permainan catur Ngo kiat Sin mo Auw yang Hui jang belum pernah menemukan tandingan, terus menerus ia mendesak Ie Lip Tiong.

Ie Lip Tiong juga termasuk diago catur kelas satu, tapi menghadapi jago luar biasa yang seperti Su Kee Tian, ia kewalahan. Tidak berhasil menguasai papan situasi. Lambat tapi pasti, ia terdesak.

Pertandingan kedua lebih baik dari pertandingan pertama, mengetahui taktik dan cara bermain Su Kee Tian, Ie Lip Tiong bisa membikin perlawanan jang lebih hebat.

Pcrtandingan itu memakan waktu yang cukup lama, berurat. Ie Lip Tiong tidak mau menyerah kalah. Dengan sekuat kepintaran jang ada, ia membikin pertahanan kokoh.

Walau dengan kesudahan kalah, tapi Ie Lip Toing mendapat pujian. Dengan mcngangkat jempol Su Kee Tian berkata :

"Permainan catur tuan Ie Lip Tiong juga termasuk permainan catur kelas satu. Berat aku mengalahkanmu."

Ie Lip Tiong menjengir. Sudah terang ia dikalahkan. Tapi Su Kee Tian berkata seperti itu, inilah lawan yang merendah diri.

"Bilamana tuan Su Kee Tian tidak keberatan, esok hari, aku hendak meminta pelajaran lagi." berkata Ie Lip Tiong.

"Kukira tidak keberatan. Bilamana mereka memberi ijin." berkata Su Kee Ttan, ia bangkit meminta diri, dan dengan dibantu oleh sijongos Souw hok mereka pamit pergi.

In Koo Totiang sudah memberi tahu kepada orangnya, pintu penjara itu dibuka dan mengunci Ie Lip Tiong lagi.

Mulai hari itu setiap hari kerja, Ie Lip Tiong bermain catur dengan Su Kee Tian, Hoa san pay dan Bu tong pay mengangap penjagaan mereka cukup kuat dan juga telah merantai Ie Lip Tiong, tempat Mereka tidak keberatan atas permintaan ie Lip Tiong yang menghedaki dikawani oleh Su Kee Tan bertanding catur.

Enam hari telah dilewatkan.....

Didalam Han kong San Chung telah bertambah dengan beberapa orang, mereka adalah anak buah Hoa san pay dan Bu tong pay.

Ie Lip Tiong tidak gentar pada bertambahnya dengan beberapa orang2 itu, ia juga tidak pusing, berapa besar jumlah mereka, yang dikuatirkan adalah rantai yang mengikat kaki dan tangannya. Sulit untuknya membebaskan diri. Sulit mencari kesempatan lari.

Bilamana ada kesempatan, Ie Lip Tiong berusaha membebaskan diri dari kekangan rantai yang mengikat dirinya. Tidak berhasil. Rantai itu terlalu kokoh dan kuat. Tenaganya tidak bisa mematahkan. Dia juga berusaha untuk membuka kunci rantai. juga tidak berhasil. Kunci itu bukan kunci biasa. Tidak mudah dikorek olehnja. Harapab Ie Lip Tiong Satu2nya ialah bantuan yang datang dari luar dengan adanya bantuan dari luar, baru ia bisa melarikan diri dan Han kong San chung.

Pada hari ketujuh bantuan dari luar yang diharapkan ie lip Tiong itupun tiba. Bantuan yang datangnya dari Su hay tong Sim beng.

Hari itu, pagi2 sekali In koo Totiang muncul didepannya. Didepan pintu kamar tahanan. disebelah In koo Totiang berdiri seorang pengemis bermata satu. inilah Duta nomor sebelas dari Su hay tong sim beng, namanya Tok gan Sin kay.

Ie Lip Tiong lompat bangun dari tempatnya, ia menyambut kedatangan Tok gan Sin kay dengan rasa yang sangat girang.

Tok gan Sin kay adalah tokoh pengemis sakti. Umurnya sudah lima puluh tahun. Ia menduduki duta nomor sebelas dari Su hay tong sim beng, karena pikirannya jernih, ilmu silatnya tinggi, pendiriannya yang tepat. Walau hanya bermata satu, karena mata kirinya telah terluka oleh pertempuran. Kini ditutup dengan tutup mata hitam. Dengan dua tali panjang, terikat pada telinganya. Tetapi ia gagah dan garang.

Ie Lip Tiong dan Tok gan Sin kay belum pernah bertemu muka. Dikala Ie Lip Tiong dua kali kegunung Lu san, kebetulan Tok gan sin kay ada urusan penting diluar. Maka tidak bisa mengikuti keramaian dan pengesahan Duta nomor tiga belas itu.

Ie Lip Tiong bisa mengenali Tok gan Sin kay. dengan cara orang berdandan, juga ia pernah mendapat gambaran yang jelas dart semua Duta Istimewa berbaju kuning Su hay tong sim beng Maka bisa mengenat dirinja.

Tok gan Sin kay memandang kearah Ie Lip Tiong dan berkata : "Kau adalah itu duta nomor tiga belas yang baru, Kebetulan aku

ada urusan. Maka tidak bisa untuk mengucapkan selamat kepadamu. Tapi segala tindak tandukmu, sudah kudengar lama."

Baru pertama kali ini. Tok gan Sin kay mengenal Ie Lip Tiong. Kedudukan Duta istimewa Su bay tong sim beng semua sama

Tapi tidak berani Ie Lip Tiong mengagulkan diri. menurut prestasi terakhir, nama Ie Lip Tiong memang lebih tenar dari pada Tok gau Sin kay. Dengan mengingat bahwa ia belum lama menjabat kedudukan itu, mengingat bahwa umurnja yang masih terlalu muda, ia tidak berani bersikap congkak.

Dengan sikapnja yang sangat hormat ia berkata :

"Tok gan Sin Kay tatsu datang atas perintah Bengcu?" Ie Lip Tiong menduga bahwa kedatangan Tok gan Sin kay adalah perintah ketua Su hay tong sim beng Hong lay Sian ong. Maka ia mengajukan pertanyaan seperti itu.

Tok gan Sin kay menggelang gelengkan kepala, ia berkata perlahan :

"Salah. Aku belum kembali kegunung Lu san. Didalam perjalanan kearah gunung Bu Tong, kudengar cerita tentang tindak tandukmu yang telah membunuh ketua partai Bu tong pay Koo goat Totiang. Maka segera aku datang untuk menjenguk."

Ie Lip Tiong kecewa. Ternyata kedatangan Tok gan Sin kay bukan untuk menoloag dirinja. Itulah suatu kebetulan saja.

Tentu saja, dimisalkan kedatangan Tok gan Sin kay atas perintah Hong lay Sian-ong, mendapat tugas Su hay tong sim beng untuk membebaskan dirinya. Dengan kekuatan Bu Tong pay dan Hoa san pay yang sangat menaruh dendam besar, tidaK mungkin ia mendapat kebebasan, apalagi kedatangan Tok Gan Sin kay hanya Satu kebetulan, maka putuslah hsrapan untuk bebas.

Sikap yang dibawakan oleh Tok gan Sin-kay tidak sangat erat sekali, dengan dingin ia berkata:

"Seharusnya, kita sudah bertemu dikota. Siang-yang, didalam rumah penginapan Ko-bin. Tapi.... ha, ha "

Tok gan Sin kay mcnolehkan mulutnya, dengan senyuman yang tidak memandang mata.

Ie Lip Tiong salah duga, mengira bahwa Tok-gan Sin-kay itu juga berpendapat dengan Bu tong pay dan Hoa san pay, percaya obrolan mereka tentang pembunuhan yang dilakukan Su khong Eng.

Kini mendengar kata Kota Siangyang, rumah penginapan Ko bin. hatinya tcrgerak dengan bingung ia bertanya :

"Apa maksud Tok gan Sin kay tatsu ?"

"Aku sendiripun tidak mengerti." berkata Tok gan Sin kay. "Kesanku kepadamu sebetulnya baik, dengan umur yang begitu muda, kau sudah bisa menduduki Duta nomor tiga belas. Prestasimu juga tidak jelek. mengapa kau bermalam dikota Siang yang, di kala aku memanggilmu, kau segera melarikan diri ?"

"Melarikan diri?" Ie Lip Tiong berkerut alis.

"Takut perbuatanmu diketahui orang?" bertanya Tok gan sin kay. Ie Lip Tiong segera bisa menduga, siapa orang yang ditemui oleh

Tok gan Sin kay itu. Maka ia mengajukan pertanyaan : "Bolehkah aku bertanya, sudah berapa lamakah kejadian itu?"

"Begitu cepat lupa" berkata Tok gan Sin kay. "Itulah kejadian pada empat belas hari yang lalu."

"Kemudian?" bertanya Ie Lip Tiong. Tok gan Sin kay tertawa dingin.

"Kau tidak malu bilamana kuucapkan didepan orang ?"

"Katakan sajalah " berkata Ie Lip Tiong. "Tidak ada sesuatu yang memalukan."

"He, he......." Tok gan Sin kay berdehem. "Kau sendiri yang menyuruh aku mengatakan. Bukan mahsudku untuk memburukkan namamu."

"Tidak perlu menyembunyikan sesuatu" berkata Ie Lip Tiong. "Katakan saja."

"Baik." berkata Tok gan Sin kay. "itu waktu, aku mencari seseorang dikota Siang yang. Tiba dirumah penginapan Ko bin, Didalam daftar nama, aku segera melihat namamu Rasa girangku tidak kepalang, tentu saja aku mempunjai niatan untuk bertemu muka dengan rekan baru. Segera kudatangi kamarmu, Kuketok pintu, tapi apa yang kau jawab?"

Tok gan Sin kay memandang kearah Ie Lip Tiong, hendak melihat bagaimana reaksi pemuda itu.

"Apa yang kujawab ?"

Tentu saja Ie Lip Tiong tahu, bahwa orang yang bernama Ie Lip Tiong yang bermalam didalam rumah penginapan Ka bin adalah Ie Lip Tiong palsu. Itulah Su khong Eng !

Tok gan Sin kay menghentikan cerita."

Maka dengan suara yang tenang dan datar. Ie Lip Tiong berkata: "Silahkan Tok gan Sin kay tatsu meneruskan cerita."

"Baik." Tok   gan   Sin   kay   mengeluarkan   suara   menghina. "Suaramu itu waktu, suaramu sangat tegang. 'Siapa' 'Kau tidak tahu aku yang datang. Segera kujawab pertanyaan inu, Duta nomor sebelas dari Su hay tong sim beng!"

"Kau tidak memberi reaksi lain. Dan juga tidak membuka suara lagi. Tentu saja aku sangat heran. Aku juga marah segera. aku memanggil lagi, Ie Lip Tiong tatsu, aku adalah Duta nomor sebelas, Tok gan Sin kay Buka pintu!"

"Sungguh mengherankan sudah kudengar kau memberi penyahutan. Mengapa tidak mau membuka pintu. mungkinkah aku tidak menpunyai, hak untuk bertemu denganmu? Saking marahnya aku mendobrak pintu itu "

Mengikuti cerita ini. keringat dingin Ie Lip Tiong mengucur keluar, ia bertanja cepat:

"Apa yang Tok gan Sin kay tatsu lihat ditempat itu?"

"Apa yang kulihat ditempat itu?" Tok gan Sin kay mengeluarkan suara menghina. "Disana terbaring seorang gadis, pakaiannya sudah terbuka, perbuatan apa yang baru kau lakukan?"

"Apa?" berteriak Ie Lip Tiong kaget. "Seorang gadis?"

"Sungguh pandai kau bersandiwara" berkata Tok Gan Sin kay. "Kau lebih kenal dengan gadis itu. bukan? Kau telah melolohnya dengan arak. Maka ia tidak sadarkan diri."

"Siapa nama gadis itu ?" bertanya Ie Lip Tiong.

"Aku memanggil pelayan, maka mengetahui nama gadis itu adalah Ai Ceng"

"Ai Ceng!" Ie Lip Tiong berteriak panas. Wajahnya sangat Pucat pias.

Dengan sinar mata yang penuh tanda tanya, Tok gan Sin kay kerkata :

"Menurut cerita pelayan rumah penginapan kau mempunyai: hubungan baik dengan gadis yang bernama Ai Ceng itu, Tentunya kau telah melakukan sesuatu, mengapa kau malu bertemu denganku? Mengapa kau melarikan diri dari jendela?"

Ie Lip Tiong mundur satu langkah, dengan sekujur badan lemas ia duduk numprah Tidak bicara.

Pukulan hati ini terlalu berat, ia sudah tahu, siapa Ie Lip Tiong yang berada didalam kamar rumah penginapan Ka bin dikota Siang yang itu. Itulah Su khong Eng. Bagaimana ia harus menuntut balas Biar kejahatan kejahatan Su khong Eng, yang mcnyedihkan dirinya adalah adanya Ai Ceng ditempat itu. Tentu sudah dihina oleh Su khong Eng.

Tok gan Sin kay membiarkan Ie Lip Tiong berdiam beberapa waktu. Ia menganggap bahwa si pemuda malu atas perbuatannya yan telah dilakukan olehnya Maka dengan tertawa dingin. Tok gan Sin kay berkata lagi :

"Ie Lip Tiong tatsu, bisakah kau memberi tahu. siapa gadis berkepang itu ?"

"Namanya Ai Ceng. Puteri Ai Pek Cun."

Tok gan Sin kay belum kembali kemarkas besar Su hay tong sim beng, ia tidak tahu siapa orang yang bernama Ai Pek Cun itu

"Ai Pek Cun ?" ia berkata. "Tokoh silat dari golongan manakah orang yang bernama Ai Pek Cun itu?"

"Pernah Tok gin Sin kay tatsu mendengar nama Lo sancu?" berkata Ie Lip Tiong yang berusaha menenangkan hatinya.

"Baru saja dengar." berkata Tok gan Sin kay. "Dikatakan orang, bahwa Lo-sancu adalah pemimpin komplotan partai Raja Gunung. Ia mengepalai raja2 silat sesat Membawakan sikapnya yang bermusuhan kepada Su hay tong sim beng."

"Betul." berkata Ie Lip Tiong. "Lo sancu adalah ketua dari partai raja gunung Seorang yang mengenakan tutup kerudung muka, tidak diketahui wajahnya. Suaranya sangat lemah Seperti tidak berkepandaian Silat. Tapi ia bisa memimpin dan mengepalai sebelas raja2 silat sesat, Ia mempunyai empat orang murid, mereka adalah A1 Tong Cun, Ai Pek Cun, Ai See Cun, Ai Lam Cun."

"0h." Tok gan Sin Kay mengeluarkan keluhan panjang. "Kau jatuh cinta kepada putri musuh?"

"Hubungan kami sangat baik." Ie Lip Tiong tidak mcnyangkal. "Ai Ceng mempunyai seorang suheng yang bernama Su-khong Eng. Su khong Eng ini adalah sipemuda misterius berbaju hitam yang pernah melakukan perbunuhan besar2an kepada anak buah lima partai besar. Su-khong Eng ini yang pernah memfitnah diriku. Ai Pek Cun mempunjai niatan untuk menikahkan putrinya kepada Su-khong Eng. Tapi Ai Ceng tidak bersedia, Ai Ceng menolak putusan itu."

37

"AKU MENGERTI." berkata Tok gan Sin kay. "Ai Pek Cun tidak bersedia menikahkan putrinya kepadamu. Maka kau melarikan gadis orang, hendak membikin sedikit paksaan, dimisalkan nasi sudah menjadi bubur, apa yang bisa dilakukan ? Maka

"Salah." berkata Ie Lip Tiong. "Apa yang kau saksikan dirumah penginapan itu adalah manusia palsu. Itulah Su khong Eng !"

"Apa?" Tok gan Sin kay terbelalak.

Sudah kuceritakan asal mula kejadian, dan terakhir terijipianja seoraug Ie Lip 'iong palsu, dengan kejahatan kejahatan Su khong Bag, heudak menjesatkan diriku, cerita itu.

sudah kuberitahu kepada In koo Totiang dan Thian kiam ie thian hoat. Sudah tentunya mereka juga sudah menceritakannya, bukan?" Untuk lebih jelas, kini kuulang cerita itu.

Ie Lip Tiong kembali munceritakannya, bagaimana ia mendapat tugas membikin penyelidikan Partai Raja Gunung. Bagaimana ia masuk perangkap, bagaimana ia dipenjarakan: bagaimana Su khong Eng menyatnar jadi dirinja. Terakhir ia menerima fitnah, jatuh kedalam tangan Bu-tong-pay dan Hoa san-pay.

Menunggu sampai selesainya Cerita Ie Lip Tiong, Tok gan Sin kay memperhatikan sikapnya yang sangat terkejut. Ia bertanya:

"Kau dipenjarakan ditempat ini karena difitnah orang? Maka, menurut apa yang sudah kau ceritakan, kau menderita penasaran."

"Tentu saja penasaran." bsrkata Ie Lip Tiong. "Tapi Hoa san pay dan Bu tong pay tidak percaya kepada keteranganku. Mereka hendak menuntut balas atas kematian ketua partai masing2, Sangat lucu, bukan?"

Tok Goan Sin kay berpikir, ia menggunakan kecerdikan otaknya. menggunakan keterangan keterangan dari kedua pihak. Beberapa saat kemudian, ia menoleh kearah In koo Tootiang dan bertanya kepadanya:

"Bagaimana pendapat totiang tidak percaya kepada keterangan Ie Lip Tiong?"

"Bukan saja tidak percaya." berkata In koo totiang. "Kuanggap disinilah letak kepintarannya. Sengaja ia mengaco belo."

"Bisa aku mendapat keterangan totiang?" bertanya Tok gan Sin kay.

In koo Totiang berkata :

"Pernah mendengar cerita telitang ayah Ie Lip Tiong? Bagaimana, karena hendak memiliki itu kitab Thian tok am keng Ngo kiat Sm mo Auw yang Hui, ia membunuh jago sesat itu. Maka dikepung oleh lima ketua partai besar, dengan akhirnya mati dibawah tangan mereka."

Tok gan Sin kay menganggukkan kepala. "Ada hubungannya dengan urusan Ie Lip Tiong ?" ia bcrtanya.

"Tentu saja ada." berkata In-koo Totiang." "Siapa yang merasa tidak sakit hati, bilamana ayah mereka dibunuh orang? Demikian juga kejadian Ie Lip Tiong. Ayahnya mati dibawah tangan ketua partai ketua partai kami, pasti ia merasa sakit hati. Betul. Didalam Su hay Tong sim beng, ia memberi pernyataan yang mengatakan bahwa ia tidak mengadakan tuntutan balas kepada lima partai besar tapi, disinilah letak kepintarannya. Seolah olah orang boleh percaya bahwa Ie Lip Tiong adalah seorang yang gagah berani, seorang yang mengerti duduk perkara. Bila saja orang mudah percaya kepada keterangannya. percaya bahwa Ie Lip Tiong itu tidak mempunyai rasa sakit hati Inilah suatu kebohongan besar. Biar bagaimana, rasa sakit hatinya masih ada. bilamana ia menyuruh orang. atau mengubah dirinya membikin tuntutan balas, bilamana le Lip Tiong menggunakan tutup kerudung muka, atau sesuatu bermake up lain membunuh lima ketua partai besar, tentu orang mudah bisa menerka, tapi ia sangat pintar, dengan berani, dengan wajah aslinya, ia membunuh ketua partai kami. Tentu saja orang bisa tidak percaya. Dan bilamana orang tidak percaya. Terjerumuslah kita kedalam perangkapnya. Begitu cerdik Ie Lip Tiong, hingga mendapat kepercayaan Su hay tong sim beng. Dengan adanya dukungan Su hay tong sim beng, bisa saja ia melaksanakan rencana rencana itu. satu persatu, tapi pasti, ia akan membunuh lima ketua partai besar."

-oo0dw0oo