-->

Keturunan Pendekar (She Taihiap) Jilid 2

Jilid 2

Setelah dua tahun , banyak dari murid bukoan yang izin keluar untuk kembali kekampung halamannya masing-masing termasuk toan-mei-eng putri “sin-yang-siang” dan kedua cucu dari gak-lui-bhok pangcu dari pimpinan cabang utara khong- sim-kaipang , dan juga pada kesempatan itu Han-Tiong mennyuruh tiga orang dari anaknya sin-peng , seng-tiauw dan sim-lan untuk merantau menyusuri empat wilayah dan ketiganya sudah tiga bulan berada di dunia ramai dan dalam pesan ayahnya tempat yang harus mereka singgahi adalah paoteng untuk wilayah selatan tempat dimana hui-tiauw bukoan dengan kauwsu tan-kong-bu , kota wuhan untuk wilayah barat tempat li-moa susiokkong dari sim-lan , kemudian yinchuan dilembah naga untuk wilayah utara tempat sie-hu-bin dan sinyang untuk bagian timur tempat kongkong dari seng-tiauw

Hampir dimana kota dan desa ketiga anak bencu ini dapat penyambutan ramah dari tiap penduduk , ketiganya sangat pandai membawa diri , tidak ada sedikipun dari ketiganya berlaku tinggi hati dan sombong , mereka bertiga menyadari bahwa citra yang dibangun ayah mereka selama ini bukan sedikit tanggung jawab untuk menjaganya , kebaikan ayah mereka bukan hal yang harus ditonjolkan kepada khalayak ramai , jadi tidak ada gunanya memamfaatkannya untuk mendapat sanjungan dari orang atau perlakuan lebih dari khalayak ramai

Ketiga anak bengcu ini telah mewarisi kesaktian dari ayah mereka berupa ilmu keluarga dari she-kwee , seperti “pat-sian- kiam-hoat” , “bian-sin-kun” , “lo-hai-san-hoat” , dan “im-yang- pat-hoat” serta “hong-hi-sin-jai” sekaligus ilmu ketahanan

tempur “siulan-tin-liong” disamping ilmu keluarga ini , ada juga enam ilmu baru keluarga kwee yang diciptakan oleh han-tiong dari dasar ilmu keenam istrinya dan diwariskan kepada seluruh anak-anaknya “kim-peng-hok-te-pat” dari liem-swa-hong , “sin- tiauw-poh-chap-sha” dari sie-lin-swat , “in-hong-sin-kin” (sabuk sakti angin halimun) dari bonita , “in-coan-sin-yan” (walet sakti menerjang awan) dari sulina , “hong-lo-im-yang-kiam” (pedang im-yang pengacau angin) dari phang-hwa , dan “goat-tiam- hong-pian” (cambuk angin menotok rembulan) dari khu-bi-hwa

Dalam tubuh ketiga putra bengcu yang sedang meluaskan pengalaman itu sangat kaya ilmu tingkat tinggi , ketika ketiganya sampai di hui-tiauw-bu-koan mereka disambut tan- kong-bu dan kedua anaknya tan-hui-gan berumur dua puluh tahun dan tan-kim-eng gadis cantik berumur delapan belas tahun , pertemuan itu sangat akrab terlebih kelima muda-mudi saudara seperguruan itu , selama sebulan ketiga anak bengcu berada di hui-tiauw dan dalam pergaulan yang dekat itu ada hati yang berbinar hangat oleh asmara , sin-peng dan kim-eng , gelagat itu membuat tan-kong-bu merasa bahagia dan berdoa semoga nantinya gelagat itu terwud dalam satu hubungan nyata

Pada hari keberangkatan ketiga anak bengcu sim-peng dan

kim-eng mengambil tempat yang lebih privasi “peng-ko , setelah dari sini hendak kemanakah lagi ? , “eng-moi , perjalanan ini sangat panjang , menyusuri empat wilayah dan setelah dari sini kami akan kebarat , “sungguh aku akan merindukan koko , kim- eng menundukkan kepala meremas jemarinya sendiri , sim- peng meraih jemari yang halus dan lentik dan meremasnya sayang , “aku juga akan merasakan hal yang sama eng-moi , dan jika thian menghendaki jika kami kembali kepulau kura-kura

, aku akan membicarakan perihal kita kepada ayah , bergetar hati kim-eng merasakan remasan lembut jemari sin-peng dan relung sukmanya bergema bahagia dengan rencana kekasihnya itu , cintanya bergelora , kasihnya bergelombang hangat , harapannya mencuat tak terlukiskan , “koko..! aku akan menanti semoga thian merestui harapan cinta ini dapat tercapai , rindu ini biar selalu menjejal dihati sampai koko bawa aku dari sini , berlinang air mata kim-eng dari haru cintanya yang tidak terperi

“jagalah dirimu eng-moi , saya dan adik-adik saya akan berangkat , “baiklah koko , kamu juga hati-hatilah diperjalanan , kedua sejoli itu kembali keruang tengah dimana seng-tiauw , sim-lan dan keluarga tan-kong-bu bercakap-cakap , tan-kong- bu yang melihat ronah merah pada wajah putrinya tersenyum penuh arti , “apakah kita akan berangkat peng-ko !? , “benar tiauw-te “ lalu ketiganya menjura kepada tan-kong-bu dan tan- hujin , sim-lan yang memeluk kim-eng berbisik , “aku akan jaga peng-ko untukmu suci , tenangkan hatimu , mendengar itu sim- lan mencubit sayang adik kekasihnya ini dengan roma muka semakin merah atas godaan nakal yang tidak disangkanya itu namun mulutnya senyum merekah dengan rona wajah bersemu malu

Kita kembali ke lijiang dimana kim-hoan , khong-huan dan goat- lian sedang bersantap , “suheng patutkah kita coba sampai dimana kehebatan ilmu murid-murid kim-khong-taihap , “aku rasa ide itu baik sumoi , sehingga dengan dimikan kita bisa mengukur sampai dimana kesaktian kim-khong-taihap

“jika ada disini murid kim-khong-taihap kami ingin berkenalan kepalan dengan mereka , dan jika benar yang kami dengar bahwa kim-khong-taihap adalah seorang sakti maka sebagai muridnya juga tidak akan takut menaggapi tantangan kami , ketiga murid pulau kura-kura memandang kepada tiga orang yang menantang mereka demikian juga orang diruang makan itu karena tantangan itu jelas terbuka disampaikan , “siapakah kalian anak

muda ? , gak-lui-bhok menatap lembut pada ketiga orang muda yang membuka tantangan kepada kedua cucunya

“kami adalah musuh dari kim-khong-taihap , apakah itu cukup lopek sehingga tantangan kami dapat sambutan ?, “hehehe… heheh , sikap jantan yang pantas untuk dihormati , bagaimana gak-bu-beng dan engkau gak-hok-gan ? kalian berdua yang ditantang bagaimana pendapat kalian , sebelum kedua cucu gak-lui-bhok menjawan terdengar suara lantang dari toan-mei- eng , “prinsip pat-hong-hiang-te , musuh tidak kami cari tapi bertemu musuh juga tidak akan lari , jika jiwi telah membuka hidangan tentu kami tidak akan abaikan , “hik…hik… sungguh mengagumkan kalau begitu , besok kami tunggu di pintu gerbang sebelah selatan semoga saja kalian tidak mengecewakan guru kalian , goat-lian juga dengan lantang menyambut kelantangan mei-eng

keesokan harinya pintu gerbang sebelah selatan sudah dipenuhi orang-orang terutama yang mendengar tantangan di rumah makan semalam , kim-hoan , khong-huan dan goat lian sudah berada ditempat dan tidak berapa lama tiga murid pulau kura-kura datang memasuki areal yang dipenuhi puluhan orang itu dan suasana pun hening , “kami sudah disini , apa aturan yang diterapkan pada pibu ini ? “ seru gak-bu-beng memecah keheningan , “karena kita bertiga , kita akan maju satu-satu , setiap pemenang masih menguasai gelanggang sampai ia dikalahkan , “hmh…. baiklah kalau begitu , gak-bu-beng segera melangkah maju dan khong-huan menghadapinya , kemudian terjadilah pertempuran cepat dan seru , semua yang menonton terbelalak melihat pertempuran tingkat tinggi pada pagi yang cerah diluar gerbang kota

jurus “im-yang-jiu-lie-pat” dengan perubahan gerak tangan yang unik diserta dua hawa sakti membuat khong-huan sedikit kelabakan , namun setelah berlangsung tujuh puluh jurus maka permainan “ho-jiauw-swat-ciang” miliknya semakin berkembang dan menguasai keadaan , gak-bu-beng dalam jurus keseratus mulai terdesak dan akhirnya pada jurus keseratus lima puluh cakaran khong-huan merobek lengan gak-bu-beng dan disusul pukulan menghantam lambung gak-bu-beng , gak-bu-beng terlempar dengan memuntahkan darah segar , “sekarang siapa lagi yang akan maju ? , “keluarkan pedangmu , gak-ho-gan melompat ketengah dan sudah memegang pedang , khong- huan mencabut pedangnya , lalu pertempuranpun berlanjut , jurus “in-hong-kiam” ciptaan kim-khong-taihap dimainkan dengan mantap oleh gak-ho-gan dan dihadapi khong-huan dengan “pek-ban-in-kiam” suara desingan pedang yang mengeluarkan hawa panas dan dingin lebih luas menyeruak disekitar tempat pertempuran dan dalam jurus ketujuh puluh , gak-ho-gan mulai terdesak dan dua puluh jurus kemudian sebuah sabetan merobek bahunya sehingga darah bersimbah , lalu dia segera mundur , “sungguh luar biasa ilmu anda saudara dua sute saya telah anda kalahkan dan sekarang tiba giliran saya , “andapun majulah dan saya akan melayani anda ,

khong-huan memasukkan pedangnya , mei-eng dengan segera menyerang dengan “im-yan-soan-hong” angin segera berkesiuran laksana angina puyuh , kedua hawa yang bertentangan makin membuat tempat itu tidak nyaman sehingga para penonton agak menjauh , oleh khong-huan dia mencoba melawan “tung-tai-kun” pertempuran seimbang dan sangat seru , sampai seratus jurus keadaan masih seimbang , lalu khong-huan merasa terdesak dan segera merubah jurusnya dengan mengeluarkan “ho-jiauw-swat-ciang” dan keadaanpun berbalik , mei-eng terdesak hebat , namun daya tahannya masih kokoh walaupun tidak lagi mampu membalas , dan akhirnya setelah menginjak jurus ketiga ratus , mei-eng terlempar karena perutnya kena pukul dan disusul pukulan jarak jauh yang menghantam dadanya , mei-eng ambruk dan pingsan

sin-yan-siang segera mendapatkan putrinya yang pingsan dan lega bahwa putrinya masih bernafas walaupun berat , gak-lui- bhok segera mendekat , “siapakah kalian anak muda , sungguh ilmu kalian luar biasa , tantangan terbuka ini membuat saya kagum , “kami tidaklah setenar kim-khong-taihap ,

“heheh..heheh.. amat terasa kebencian kalian kepada kim- khong-taihap , hal itu adalah urusan kalian , hanya jika boleh saya saran , bermusuhan dengan kim-khong-taihap ibarat membentur gunung thaisan , “rasanya tidak kakek tua , ketiga muridnya saja dapat saya kalahkan , dengan demikian sebentar lagi kim-khong-taihap akan tewas ditangan kami , “hehehe…hehehe… benar kamu telah mengalahkan murid- muridnya , lalu seberapa ukuran yang kalian dapatkan setelah mengukur ketiga muridnya ? , “kakek tua jika ketiga muridnya saja mengeroyok saya maka saya pastikan saya keluar jadi pemenang , lalu apakah menurut kakek tua , saya, suheng dan suci saya jika mengeroyoknya maka kami akan kalah ? , semua orang terkejut mendengar perkataan jumawa itu , “sudahlah gak-cianpwe ketiga anak muda ini telah menunjukkan kehebatan mereka , dan bertekun untuk menewaskan kim- khong-taihap , marilah kita dengar apa yang akan terjadi nantinya , sin-yan-taihap menengahi , “hmh… benar sekali ,

tentu kita akan mendengar jika hari itu tiba , “baiklah anak muda pibu sudah selesai dan kami mengaku kalah sekarang kami akan pergi , sin-yan-taihap menggendong putrinya yang sudah sadar tapi masih lemah dan berlalu dari situ kemudian disusul dengan keluarga gak dan orang-orang yang menonton , tempat itu sunyi kembali

“bagaimana pendapatmu suheng , “kita patut memperhatikan saran kakek tua itu , sudah seberapa ukuran yang kita

dapatkan dari hasil pibu tadi , “maksud suheng bagimana ? , “begini sumoi , kakek tua itu telah mengetahui isi hati kita dengan pibu ini dan dia masih menyimpulkan bahwa jika kita menghadapi kim-khong-taihap tetap kita masih dinilai membentur thaisan , ketiganya terdiam dengan pikiran masing- masing , kemudian kim-hoan melanjutkan

“dan ketenangan ayah nona itu ketika mengungkapkan akan melihat jika saatnya tiba maka hal itu juga merupakan kepercayaan yang penuh akan kesaktian kim-khong-taihap , “ah.. itukan penilaian mereka suheng , biarkan saja , aku yakin dengan kata sute , jika kita mengeroyok kim-khong-taihap tidak mungkin kita kalah dan hal ini juga diyakini subo , “memang benar sumoi , namun ukuran kedua orang tua tadi juga harus jadi pertimbangan , apa maksudnya dengan jadi pertimbangan suheng ? , “maksudnya begini sute , pertandingan tadi kedua orang itu juga telah mengukur kesaktian kita , dan mereka yakin kita belum mampu mengalahkan kim-khong-taihap , jadi karena mereka lebih mengenal kim-khong-taihap daripada kita , maka pengukuran mereka terhadap ilmu kita dan ilmu kim-khong-

taihap perlu dipertimbangkan , “hmh.. lalu apa yang harus kita lakukan suheng ? “ “ kita tetap dengan tujuan kita untuk menewaskan kim-khong-taihap namun kita harus lebih matang memperhitungkannya , sekarang marilah kita lanjutkan perjalanan menuju selatan , dan tentu akan banyak yang kita lihat dan ketahui nantinya , ketiga bersaudara itu pun segera berkelabat dari tempat itu menuju selatan

Sebulan kemudian sampailah kim-hoan dan kedua adiknya di kun-ming , keadaan kota yang ramai dan meriah membuat suasana sangat menggembirakan , disebuah rumah makan kim-hoan dan kedua adiknya tidak lekang dari mendengar sanjungan kepada bengcu mereka kim-khong-taihap , “aneh betul kim-khong-taihap itu suheng , “heh .. aneh kenapa sumoi , apa maksudnya ? , “dimana kota kita lalui kim-khong-taihap itu selalu bahan cerita yang tidak habis-habisnya , membuat aku tidak habis pikir manusia macam apakah kim-khong-taihap itu , “nah coba kita dengar bualan dua orang disana , khong-huan mengarahkan pandangan kepada dua orang yang bercakap- cakap agak jauh dari meja mereka

“saya dengar banyak dari murid pat-hong-heng-te yang minta izin keluar dari pulau kura-kura untuk berkunjung ke kampong halaman masing-masing , “benar coa-twako , bahkan ketiga anak bengcu juga sedang mengadakan perjalanan kewilayah kita ini , “ah… benarkah ? darimana kamu tahu itu yo-te ? , aku mendengar dari piauwkiok yang pulang dari khangsi , bahwa dia bertemua dengan tiga anak bengcu , “oo begitu , tentunya mereka akan ke wuhan ketempat li-moa susiok dari istri ketiga bengcu , “benar coa-twako , “lalu bagaimana menurut cerita piauwsu itu tentang anak-anak bengcu , “wah.. ceritanya sungguh menakjubkan , keperibadian ketiganya mewarisi sikap bengcu yang rendah hati dan wawasan mereka luas dan berbudi ,

“yah anak memang tidak akan pernah jauh induknya , “benar twako , kata kawan piuawsu itu bahwa berbicara dengan mereka sangat menyenangkan karena mereka sangat ramah dan tidak pernah sedikitpun tergambar sikap menonjolkan diri , “menurutmu apakah ketiga anak bengcu akan melewati tempat kita ini , “hal itu kemungkinan besar twako , karena piauwsu itu bilang , bahwa ketiga anak bengcu itu memang mau menyusuri empat wilayah , “wah menyenangkan kalau begitu , jika senadainya sampai kesini aku akan ajak mereka ngobrol , “benar twako aku juga ingin melakukan hal itu jika mereka sampai kesini , sudahlah mari kita pulang , lalu keduanya meninggalkan rumah makan diiringi tatapan ketiga bersaudara dengan heran

“nah..! anak-anaknya saja tidak luput dari sanjungan , goat-lian mencibir “begitulah tentunya jika manusia dianggap baik sumoi

, “untuk kalangan penjahat seperti kita , tentu bersikap sebaliknya yakni membencinya , “suheng !? , apakah suheng membenci kim-khong-taihap ? , “tidak tahu sute ! selama perjalanan kita ini semua orang menyanjungnya , jadi pemicu kita untuk membencinya hanya karena pesan subo dan jika ini berkelanjutan rasa benci kita akan pudar dan mungkin berubah jadi menyanjungnya , “benar suheng , aku merasakan hal yang sama setelah kita keluar dari kwi-ban-san , “tapi walaupun demikian sute , pesan subo untuk membunuhnya harus kita lakukan , sesaat ketiganya diam

“hmh… aku punya ide , suheng ! , “apa itu sumoi , “bukankah kita harus matang jika nanti menghadapi kim-khong-taihap ? , “benar … lalu !? , “ketiga anaknya ada diwilayah ini dan kemungkinan besar akan berada di wuhan , jika kita kesana dan bertemu mereka maka kita ajak pibu seperti kepada tiga muridnya , “ benar suci ! , tentunya anaknya lebih tepat jika dijadikan ukuran karena kesaktiannya tidak akan jauh dari ayahnya , “hmh… pemikiran yang bagus sute , sebaiknya kita cepat ke wuhan dan menjumpai ketiga anaknya lalu mengajak pibu , ketiganyapun segera keluar dari kota kunming menuju wuhan

kee-san (bukit ayam) sing itu banyak didatangi oleh para pendekar , kauwsu dan pangcu daerah duanhuang dan yuguan

, hal itu karena mereka semua mendapat undangan dari seorang yang menamakan dirinya “bu-tek-giam-lo” (malaikat maut tanpa tanding) , ketika sore menjelang tidak kurang lima puluh orang yang hadir yang terdiri dari dua puluh pangcu , enam belas kauwsu dan empat belas taihap dan lihap , hampir seluruh mereka saling kenal , karena mereka sama wilayah dan berdekatan yakni dunhuang dan yuguan , mereka saling mempertanyakan tentang pengundang tersebut

Dua bayangan gesit tiba-tiba muncul ditengah-tengah mereka , sorang kakek hampir delapan tahun dengan mata pelupuk mata yang agak tertutup sebelah dan lelaki tampan dan matang berumur dua puluh tujuh tahun , lelaki itu adalah kao-lu-tong dan kakek tua itu adalah kao-lun atau pak-giamlo-ong susio- kong dari kaodan kao-lu-tong , setelah kao-lu-tong belajar selama sepuluh tahun kepada susio-kongnya dia menjadi seorang yang luarbiasa sakti dan oleh kao-lun memerintahkan muridnya untuk mengundang seluruh pendekar , kauwsu dan pangcu di dua daerah untuk menguji kesaktian kao-lutong sekaligus sebagai permulaan misi menegakkan “hek-to-ki” (panji golongan hitam)

“bagus .. ! ternyata kalian banyak hadir dan ini membuatku senang , lalu seorang diantara pendekar yang berumur empat puluh tahun yang dikenal “liong-pian-hiap” (pendekar cambuk naga) “siapa diantara kalian yang berjulukan bu-tek-giam-lo ? “heheh… akulah butek-giam-lo , “hmh… lalu apa maksud mengundang kami ke kee-san ini ? , dengan muka jumawa butek-giamlo berkata , “kalian dengar semua ! , bahwa mulai hari ini kalian tunduk atas perintah dan kemauanku dan jika tidak , maka kalian harus mati ditanganku , mendengar ancaman yang jumawa itu maka seluruh yang hadir terperanjat dan marah , “apa hak mu untuk memaksa kami menuruti perintahmu ? liong-pian-hiap dengan lantang menatap butek- giamlo , “karena aku yang paling kuat diantara kalian semua , dan sekarang majulah siapa yang tidak tunduk padaku biar hari ini juga kucabut nyawanya

liong-pian-hiap maju , “hehehe… heheh… kalian perhatikan semua bagaimana rajamu mencabut nyawa orang yang menentang butek-giamlo , dengan gerakan gesit butek-giamlo menyerang liong-pian yang baru maju , liong-pian mengelak dan membalas , seranganya lumayan kuat , cambuknya melingkar-lingkar mengejar tubuh lawannya , namun yang dihadapinya bukan orang sembarangan , murid tunggal pak- giam-lo-ong , sehingga dalam empat puluh jurus , pukulan “giam-lo-pat sin-ciang” (telapak sakti delapan maut) bersarang di dadanya dan tanpa bersambat nyawa liong-pian putus dengan tubuh merah terkelupas dan darah keluar dari seluruh rongga lobang ditubuhnya , semua orang melihatnya merasa ngeri

kemudian empat orang maju , mereka adalah “yuguan-houw-si” (empat harimau yuguan) , bu-tek-giam-lo dengan senyum mengejek langsung menerjang , pertempuran segit dan seru berlangsung , barisan empat harimau yuguan itu sangat kuat dan berbahaya , dekaman dan terkaman yang saling susul menyusul sesaat merepotkan bu-tek-giam-lo , namun setelah beberapa tindak , butek-giamlo mulai mendesak dan membobol pertahanan barisan empat pendekar itu , dan akhirnya pada jurus keenam puluh seorang dari yuguan-houw-si terjengkang tewas menerima pukulan maut dari bu-tek-giam-lo , dan dua gebrakan kemudian satu dari mereka terlempar dengan nyawa melayang , sekarang tersisa dua orang , namun keduanya tetap gigih melawan dan lima jurus kemudian keduanya pun tewas menyusul kedua rekannya

“hahaha…hahaha… siapa lagi yang hendak merasakan tangan maut dari butek-giam-lo , “hmh… sungguh kejam ilmu maut yang kamu gunakan butek-giam-lo , dan aku akan menyediakan selembar nyawaku untuk menantang kebrutalan ini , seorang kauwsu berumur lima puluh tahun maju , bu-tek- giam-lo dengan mencibir langsung menyerang , untuk ketiga kalinya pertampuran terjadi , dan kali ini agak lama , karena kauwsu itu adalah yap-ban-hong pemilik “sin-kun-bukoan” (perguruan kepalan sakti) yang terkenal dan ternama di wilayah utara dibawah “jeng-liong-bukoan asuhan sie-hu-bin

Pertempuran itu sampai satu jam lebih , dan mencapai dua ratus jurus , setiap dua pukulan sakti beradu menggetarkan tempat pertempuran , namun bu-tek-giam-lo memang luar biasa

, walaupun agak lama pertahanan yap-kauwsu mulai kebobolan dan terdesak hebat sehingga pada jurus ketiga ratus , tangan maut butek-giamlo menghantam punggung yap-kauwsu hingga tubuhnya terhempas dan terjerembab dan tidak lama kemudian nyawa pendekar itupun melayang

Tiba-tiba anak yap-kauwsu yang bernama yap-sin-kun maju , tanpa bicara bu-tek-giam-lo menyerang , pertempuran terjadi lagi , beradunya pukulan membuat keadaan disekitar pertempuran bergegar laksana diserang badai , sampai dua ratus jurus kelihatan bu-tek-giam-lo sedikit terdesak , gerakan tangan yang yang berubah-ubah membuat dia terkejut dan terperangah sehingga karena kecapean dan kelengahan , sebuah pukulan menghantam pelipisnya dan disusul pukulan jarak jauh yang membuat kuda-kudanya gempor , bu-tek-giam- lo terkejut dan tidak menduga , “lu-tong , kamu istirahat dulu , biar suhumu yang menyelesaikannya , kao-lun tiba-tiba menyerang , pertempuran dengan pemuda berumur dua puluh tahun itu berlanjut , gerakan pemuda itu sangat cepat , kokoh dan berdaya serang yang kuat , kao-lun juga merasa terkejut akan kehebatan lawannya ini , dan kao-lun mengeluarkan

jurus-jurus pilihannya , dan yap-sin-kun mulai terdesak , namun segera dia mencabut pedangnya untuk mengimbangi , lalu perlawanan kembali berimbang , hal ini membuat kao-lun jengkel

Yap-sin-kun memang lebih hebat dari ayahnya yang sudah ternama di utara itu , hal itu dikarenakan selama enam tahun ia menimba ilmu di pat-hong-hiang-te-bukoan di pulau kura-kura dia adalah asuhan bengcu , jurus pedang “in-hong-kiam” yang dipadu dengan jurus tangan kosong “im-yan-soan-hong” membuat kao-lun harus mengerahkan segala kemampuanya untuk menundukkan pemuda luar biasa ini , walaupun lambat tapi pasti kekosenan pak-giam-lo-ong masih diatas yap-sin-kun

, sehingga pada jurus yang sudah sekian banyak , sebuah tamparan mengenai bahu yap-sin-kun sehingga tulang bahunya remuk dan ini dan beberapa detik disusul pukulan yang menghantam perut , yap-sin-kun terlempar dan menghantam pohon hingga tumbang dan beberapa saat pendekar gemblengan bengcu itupun tewas

Selanjutnya bergiliran para pendekar itu maju dan ditewaskan kedua suhu dan murid itu , hingga akhirnya sampai larut malam tinggal dua belas orang lagi yang masih hidup , “apakah kalian juga akan melepaskan nyawa daripada tunduk kepadaku !? , butek-giam-lo membentak marah , “kedua belas orang itu serempak menyerang , lalu pak-giamlo dan butek-giam-lo membabat habis pengeroyok tersebut hingga menjelang pagi , lima puluh para jawara kota yuguan dan dunhuan tewas bergelimpangan di kee-san Sial benar suhu , mereka lebih baik mati daripada mengikuti keinginan kita , “hmh… tidak apa cucuku , hal ini akan berakibat gempar wilayah utara , setidaknya kita telah berhasil mencari perhatian , “lalu apa lagi yang akan kita lakukan susiok-kong , “setelah ini kita akan sebarkan lagi surat menantang para pendekar , kauwsu dan pangcu , “hal itu kita lakukan dimana susiok-couw ? , “sebaiknya kita ke yinchuan , dan disana akan kita buat pertemuan untuk menundukkan kalangan yang mengatakan dirinya pendekar

Dua bulan kemudian wilayah utara gempar dengan berita kematian lima puluh kalangan pendekar di kee-san dan ditambah surat undangan atas nama butek-giam-lo yang ingin mengadakan pertemuan di yinchuan dan juga mengakui bertanggung jawab atas kematian lima puluh pendekar di kee- san , semua pendekar membajiri pertemuan itu untuk mengetahui detail keadaan , kematian yap-kauwsu yang terkenal membuat mereka terkejut dengan kemunculan butek- giam-lo

Dalam pertemuan itu juga terjadi hal yang sama sebagaimana di kee-san , tidak seorangpun dari kalangan pendekar yang mau tunduk , sehingga siang hari pertemuan dilapangan rumput di luar kota yinchuan sudah empat orang pendekar yang tewas , seorang kakek berumur delapan puluh tahun yang merupakan sesepuh pendekar di wilayah utara memasuki gelanggang , dia adalah kakek sie , kauwsu dari jeng-liong- bukoan yang sekarang dipimpin oleh murid utamanya li-gui-hok , hal yang membuat sie-seng-jin sebutan orang pada sie-hu-bin adalah kematian yap-kauwsu ditangan bu-tek-giam-lo , “kalau tidak salah sute dari toat-beng-kwi yang berjulukan pak-giam-lo- ong yang sedang membuat onar di utara ini , kao-lun memandang tajam pada orang yang sama tua dengannya itu , “hehehe..heheh … jeng-mo..! , hahah..hahaha … kamukah itu

!tidak kusangka kita akan bertemu dengan umur setua ini , “kalau sudah tahu tua mengapa berbuat yang tiada guna menyemai jahat dan dosa , “heh.. jeng-mo ! , omongan apa itu , kau adalah anak buah suhengku yang mendirikan thian-te-sam- kwi , seharusnya kau sekarang bersama denganku untuk mendirikan panji kita , “pak-giamlo , masa lalu sudah lama terkubur , dan tidak usah diungkit lagi , aku sekarang berada didepanmu untuk menghalangi cita-cita jahatmu ,

“heheh..hahah , tak dinyana jeng-mo algojo brutal berubah haluan , heh..! jeng-mo apakah kamu akan menyediakan nyawamu untuk menantangku !?

“jika hal ini akan dapat mencuci masa laluku yang amat kusesali , akan kusambut takdirku ini dengan gembira hati , “bangsat ..! prinsip picisan diungkapkan didepanku , “hiaat … “ pak-giamlo-ong menyerang dengan cepat , pertempuran dua jago tua itu beralangsung cepat dan menegangkan , tempat yang dipenuhi ratusan orang itu bergegar karena kuatnya dentuman beradunya dua pukulan sakti , kalau sie-sengjin masih seperti jeng-mo , tentu dalam waktu sebentar dia akan babak bundas di permainkan oleh pak-giamlo-ong yang kesaktiannya tiga tingkat diatas pimpinannya toat-beng-kwi , namun sebagaimana kita ketahui , sie-sengjin setelah bertemu bengcu telah mendapat pematangan ilmu juga tambahan ilmu yang luar biasa yakini “jeng-liong-hok-te” ( dekaman naga hijau) jurus yang demikian matang dimainkan oleh senior seperti sie- sengjin dan ditambah ilmu yang istimewa membuat pak-giam- lo-ong kelabakan , dalam dua ratus jurus , empat pukulan sie- sengjin telah membuat dia kalang kabut dan memuntahkan darah segar

butek-giamlo terkejut bukan main , lalu dia terjun membantu susiokongnya namun tiga orang muda memapaki serangannya

, sehingga dia terlempar lima tindak , “bangsat … ! butek-giamlo menyerang dengan ganas , namun dia harus terlempar untuk kedua kalinya karena ketiga orang muda itu adalah anak murid dari pat-hong-hiang-te-bukoan asuhan bengcu , tapi melihat susiokkongnya sudah tak lama lagi akan tumbang , dia kembali nekat menerjang sie-sengjin , dan untuk ketiga kalinya dia menghadapi ketiga jago muda gembelengan pulau kura-kura , dan saat dua kelompok pertempuran itu akan mengakhiri riwayat giam-lo sebuah bayangan gesit memasuki pertempuran sie-seng-jin dan pak-giam-lo-ng , sie-sengjin yang tidak menyadari serangan tiba-tiba menerima telak pukulan sakti yang dahsyat dan akibatnya sie-seng-jin sesepuh utara yang bertaubat dan tetap dengan taubatnya menutup usia dengan gagah

penyerang yang tiba-tiba itu adalah khu-gin-bi , yang setelah keluar dari kwi-ban-san mendahului murid-muridnya menuju keutara dan berketeapan sampai di gerbang kota yinchuan dan tertarik akan kumpulan ratusan orang tersebut , setelah mendengar percakapan sie-hu-bin dan kao-lun , hatinya berpihak pada kao-lun yang bercita-cita sama dengan dia terlebih juga ketika diketahuinya bahwa pak-giam-lo-ong adalah sute dari toat-beng-kwi rekan dari suhengnya siang-kiam-kwi , hatinya panas mendengar bahwa jeng-mo yang sekarang dipanggil sie-seng-jin namun dia tetap ingin melihat sampai dimana kehebatan sute dari toat-beng-kwi , dia hendak bergerak ketika melihat pak-giamlo-ong terdesak namun didahului oleh butek-giam-lo tapi dipapasi oleh ketiga orang muda , ketika butek-giam-lo terlempar dua kali dan melihat pak- giam-lo-ong tinggal menghitung menit , dengan gerakan luar biasa cepat pukulan “ho-jiauw-swat-ciang” menghantam telak sie-sengjin dan menewaskannya sehingga pak-giam-lo-ong yang payah dan kembang kempis selamat namun lukanya cukup parah

butek-giamlo terdesak hebat , dan untuk ketiga kalinya dia terlempar dengan memuntahkan darah segar , dan ketiga muda asuhan bengcu terkejut ketika khu-gin-bi menyerang mereka , merekapun berkelit dan balas menyerang , pertempuran yang cukup seru dan menegangkan kembali berlansung , sungguh luar biasa memang jurus ciptaan bengcu karena jika jurus-jurus itu dimainkan sendiri kekuatannya sangat dahsyat dan uniknya jika dimainkan bersama menjadi satu barisan yang luar biasa hebatnya , gerakan ketiganya tidak saling menggangu tapi bahkan saling menguatkan dan mendukung sampai tiga ratus jurus khu-gin-bi belum bisa menembus pertahanan tiga keroyokan pemuda asuhan bengcu , malah dia terkesan terdesak , namun dengan keuletan dan kesaktiannya yang memang hebat luar biasa , jurus pedangnya “pek-ban-in- kiam” membacok tangan seorang muda dari pengeroyoknya sehingga putus namun dia sedikit berkorban kena goresan pedang pada pahanya dari seorang muda yang lain , namun pada gerakan selanjutnya dua leher dari dua pemuda itu kena tusukan dan sabetan hingga menewakan keduanya , dan bukan khu-gin-bi kalau bekerja tanggung-tanggung , dengan satu pukulan telak telah menghabisi pemuda yang putus lengannya , sehingga tiga taruna asuhan bengcu tewas

“kalian semua yang merasa dibawah panji kim-khong-taihap harus tunduk pada pak-giam-lo-ong dan muridnya , kalau tidak saya “kwi-ban-san-hong-houw” (ratu gunung selaksa iblis) akan menyertai mereka membabat kalian , namun jawaban yang dia terima adalah menerjangnya puluhan pendekar , pangcu dan kauwsu , ketiga orang itu dengan kesadisan dan kebrutalan tiada tara membabat habis para penyerang hingga tidak kurang dari seratus orang pendekar yang gugur dan yang lainnya melarikan diri

“luarbiasa apa yang kami lihat ini hong-houw !, butek-giamlo menjura dalam karena amat terkesan dengan sepak terjang penolong mereka yang cantik dan matang ini “butek-giamlo apa yang kamu lakukan hari ini membuat aku bangga , dan kamu juga pak-giam-lo-ong aku merasa bangga dan bahagia bertemu dengan kamu , “terlebih lagi aku hong-houw , namun engaku demikian muda namun kesaktianmu setidaknya setingkat diatasku yang sudah tua ini membuat aku tercengang

“tidak usah sungkan padaku pak-giam-lo-ong , kita ini sehaluan

, jika kamu sute dari toat-beng-kwi maka aku sumoi dari siang- kiam-kwi , “hahaha..hahaha , hek-to akan berjaya kalau sudah demikian halnya hong-houw , “benar kita harus kembalikan citra golongan kita yang telah dipencundangi kim-khong-taihap hampir mencapai tiga puluh tahun , dan saat kebangkitan kita sudah tiba , dengan penuh semangat khu-gin-bi membayangkan hek-to-ki (panji golongna hitam) akan berkibar

“benar apa yang dikatakan hong-houw jika berita diutara ini menembus empat wilayah , maka gerakan kita ini akan disusul rekan kita yang lain di timur dan diselatan , “heh.. apa maksudmu pak-giam-lo-ong , “heheh.. hehe… , hong-houw kami yang turun gunung dari in-tek-san di hailar ada tiga orang dengan cita-cita yang sama , saya di utara , im-kan-si-ci di selatan dan mo-bin-kwi-bo di timur , “wah berita yang sangat menyenangkan pak-giam-lo ! jika ketiga wilayah sudah dikuasai akan merupakan kejayaan besar bagi golongan kita terlebih lagi jika ketiga muridku sudah menewaskan kim-khong-taihap , maka dunia akan kita kuasai , hik…hik…kita akan dipuncak keberhasilan yang tidak pernah diraih para pendahulu kita

“ hong-how kita harus saling berhubungan jika kedua rekan saya telah menguasai timur dan selatan , “benar pak-giam-lo- ong , aku akan ada di barat untuk mendengar keadaan timur dan selatan , “hahah..haha hong-houw kita harus merayakan pertemuan ini , untuk itu marilah kita ke dunhuan untuk berpesta , butek-giamlo menimpali , “benar kata cucuku hong- houw , “hik..hik.. berpesta ! , marilah butek-giamlo , lalu ketiganya berkelabat dan meninggalkan gerbang kota yinchuan yang sebagai tanda permulaan runtuhnya pilar kebaikan dan akan diganti dengan kejahatan dan penindasan

berita wilayah utara membuat gempar seluruh tionggoan , dan dua bulan berikutnya wilayah timur geger dengan kematian banyak pendekar yang di preteli tiga orang wanita yang baru muncul dari coa-san , yaitu nenek tua mo-bin-kwi-bo dan kedua muridnya cia-cai-li dan bu-eng-hong , pembantaian para pendekar itu membuat mereka jadi momok yang mengiriskan , kedua murid mo-bin-kwi-bo dijuluki dengan eng-hun-bi-kwi-ji (dua iblis cantik perampas nyawa)

Setelah dua bulan mondok di rumah li-moa di wuhan sin-peng dan kedua adiknya melanjutkan perjalanan dan tiga minggu kemudian mereka sampai di kota yinchan dan mereka segera memasuki likoan untuk istirahat dan makan , seorang pelayan mendekati mereka dengan ramah dan mempersilahkan mereka duduk serta menanyakan pesanan , setelah itu pelayan itu berlalu dan ketiganya duduk menunggu pesanan datang

dua orang kauwsu yang melihat kedatangan mereka segera menyapa “selamat datang di yinchan kwee-taihap dan lihap , “selamat bertemu sicu ! , balas sin-peng ramah , saya adalah coa-bun-heng kauwsu dari “sin-coa-tung-bukoan” (perguruan tongkat ular sakti dan teman saya cia-sun kauwsu dari “sin-to- bukoan” (perguruan golok sakti) , “terimakasih atas keramahan dan perkenalan ini jiwi siok , saya adalah kwee-sin-peng dan ini adik saya kwee-seng-tiauw dan adik perempuan saya kwee- sim-lan , lalu kemudian percakapan itupun berlangsung ramah dan akrab bahkan kelimanya makan bersama dengan menggabungkan dua meja

“terimaksih kwee-taihap , kami pamit dulu dan jika tidak mendesak sebelum kwee-taihap adik beradik meninggalkan yinchang untuk singgak di perguruan kami , “terimakasih coa- siok dan cia-siok , jika tidak aral melintang dua hari ini kami akan singgah , “baiklah kwee-taihap kami permisi , setelah dua kauwsu itu meninggalkan rumah makan tiga orang dimeja lain memandang ketiga anak bengcu dengan tatapan tajam , mereka adalah kim-hoan , khong-huan dan goat-lian , ketiganya juga sedang berada dirumah makan itu sedang makan ketika sim-peng dan kedua adiknya memasuki rumah makan , dan terlebih ketiganya jengkel akan sambutan kedua kauwsu kepada ketiganya , “suheng ternyata kita tidak capek-capek ke wuhan , ketiga anak kim-khong-taihap sudah ada disini , khong- huan menyela gemas , “

tiba-tiba goat-lian menyindir

kim-khong-taihap siapakah dia hanya seorang manusia biasa anak-anaknyapun tiadalah berbeda

kenapa manusia menundukkan kepala sebentar lagi dia dan keturunan binasa hanya menunggu saatnya akan tiba

semua orang heran mendengar ungakapan goat lian yang bernada menantang dari hati yang jengkel , sim-lan menatap tajam pada perempuan yang berujar tidak menentu itu , dan dengan lantang iapun berkata

benar ! kim-khong taihap hanyalah manusia tidak ada yang menginkari dimanapun jua demikian dengan anak-anaknya tiadalah beda

kebaikannya semerbak menebarkan aroma mulia walaupun ia dan keturunan akan binasa

jika saatnya tiba akan tetap kokoh dan siaga

mendengar balasan dari sim-lan , khong-huan langsung menyela , “jika memang siaga , marilah kita buktikan dengan otot dan tenaga , “hahaha… sunguh tiada angin tiada hujan mengajak berbuat sia-sia , untuk apa kita lakukan wahai

saudara , apakah yang membuat kalian merasa sesak didada ?

, sindiran pedas dari seng-tiauw membuat wajah ketiganya merah dan marah , kim-hoan membalas dengan tajam “kukira anak naga jantan dan perkasa ternyata pengecut tiada berharga , “hahahah… tahan amarahmu saudara , jangan berlaku sembrono karena amarah didada , hal itu akan mengakibatkan bencana menjadikan kita bisa jatuh terhina , sin-peng menyela dengan sabar “kami adalah musuh kim-khong-taihap dan berencana akan membunuhnya , kim-hoan berdiri dan melangkah mendekati meja sin-peng dan diikuti oleh khong-huan dan goat-lian , sin- peng tersenyum , “lalu untuk apa saudara sampaikan itu kepada kami ? pergilah ke pulau kura-kura kalian laksanakanlah rencana kalian , “apa kamu tida merasa

tersinggung ? , “kenapa kami harus merasa tersinggung , bukankah itu hal yang biasa bahwa ayah kami disamping menerima keramahan akan menerima tantangan ?

“kalian kan anak-anaknya bukankah seharusnya kalian membela ayah kalian ? , “hehehe.. saudaraku duduklah dulu , “kami tidak akan duduk karena kalian adalah musuh kami ! , khong-huan menyela marah , “hmh…. lalu apa yang hendak kalian lakukan ? sin-penge masih dengan senyumannya yang tenang dan sabar , melihat ketenangan ketiga anak bengcu itu membuat panas hati kim-hoan dan kedua saudaranya , “yang akan kami lakukan adalah membunuh kalian , kim-hoan mengepal tinjunya , “marilah kita keluar jika kalian bermaksud demikian , semua orang keluar dari rumah makan bahkan diluar orang sudah kasak kusuk

“nah … kita sudah berada diluar , lalu bagaimana saudara ? , “aku bukan saudaramu ! kim-hoan membentak dengan amarah yang entah darimana munculnya , dia sangat gemas melihat ketenangan sin-peng , “baiklah … lalu bagaimana !? suara sin- peng tiba-tiba berubah membuat keiganya terhenyak bergetar , mata itu tidak bersinar marah tapi sangat tajam membuat bulu kuduk goat-lian meremang

“kita akan mengadakan pibu , dan aturannya , siapa yang menang akan tetap menguasai gelanggang sampai ia kalah baru digantikan , “apakah disini gelanggang yang anda maksud

? seng-tiauw menyela dengan tatapan tajam , “benar ! apakah kamu takut !? , “benar aku takut jika orang-orang disekitar kita menjadi korban , masih bisakah kamu bersabar untuk kita mengadakan pibu diluar kota ? , “baik .. mari kita keluar kota hari ini juga kalau kalian tidak pengecut , kim-khong-huan dan kedua saudaranya berkelabat , dan sin-peng beserta kedua adiknya juga menghilang dari depan rumah makan itu , orang- orang yang melihat berkelabatnya bayangan kearah gerbang utara berduyun-duyun berlari , yinchang geger dengan peristiwa itu , coa-kauwsu dan cia-kauwsu yang belum lagi jauh meninggalkan pasar mendengar kehebohan itu dan segera menuju ke arah gerbang utara

“siapa diantara kalian yang maju ? goat-lian maju kedepan dan membuka tantangan , “hmh aku yang akan menghadapimu , sim-lan maju dengan langkah kokoh , “nah sekarang rasakan ini ! , goat-lian lansung menyerang dengan ganas , keduanya saling kelit dan balas , jurus tung-tai-kun dari goat-lian disambut dengan jurus bian-sin-kun yang lemah gemulai yang mengandung tenaga dahsyat , pertempuran cepat dan gesit berlansung lama hingga dua ratus jurus , dan goat-lian merasa semakin lama semakin terdesak , jurus bian-sin-kun yang didasari dengan “kim-peng-hok-te-pat” membuat goat-lian tidak berdaya , lalu dia merubah ilmunya dengan “tok-ciang-kun” yang mengeluarkan hawa beracun , sim-lan mengetahui pukulan berbahaya , dan mengkendurkan desakannya , pertempuran pun kembali seimbang , namun goat-lian tidak mampu mendesak sim-lan

Goat-lian mengeluarkan jurus intinya “ho-jiauw-swat-ciang” sim- lan yang merasakan perubahan ilmu itu , segera mengeluarkan ilmu yang mengantarkan ayahnya kepuncak kesaktian “Im- Yang-Pat-Hoat” kedua ilmu yang berunsur dua hawa yang sama membuat tempat itu mengaung dilanda hawa sakti , dalam jurus keseratus , goat-lian mulai terdesak lagi , kali ini dia merasa makin berat tekanan ilmu lawannya , jurus im-yang-ma- hoat telah menghantam pahanya dan cakaran im-yang-tiauw hoat telah merobek pundaknya , namun walaupun demikian goat-lian tidak terluka parah karena dia juga dibentengi hawa singkangnya , tapi jika keadaan itu berkelanjutan akan membuat celaka juga , maka goat-lian mengeluarkan pedanganya dan menyerang dengan jurus “tung-mo-kiam” namun hal itu juga tidak membentunya dari desakan ilmu sim- lan , nafas goat-lian sudah senin kamis , keringatnya sudah membanjir sementara sim-lan hanya keningnya yang berkeringat dengan nafasnya juga masih tenang , ilmu

pernafasan “siulian-tin-liong” membuat sim-lan diatas angin disamping ilmunya yang sakti kian menekan goat-lian , lalu goat lian yang sudah payah itu menukar ilmu pedangnya dengan “pek-ban-in-kiam” keadaan pun dengan cepat berimbang , gerakan pedang yang cepat dan tajam membendung serangan sim-lan , hawa pedang juga mengandung hawa yang bisa membentur tenaga im-yang dari sim-lan

Untuk mengatasi keadaan itu sim-lan meloloskan sabuk yang terikat dipinggangnya , dengan tetap pada jurus im-yang-ma- hoat , tangannya yang memegang sabuk melancarkan jurus “in- hong-sin-kin” ilmu ciptaan ayahnya yang diambil dari gerakan ibunya , sementara tangan kanannya melancarkan jurus im- yang-houw-hoat , kakinya yang cekatan menyerang dengan tendangan berantai laksana kaki kuda mengeluarkan haw aim- yang , tangan kirinya mengintai dengan cakaran harimau dengan tenaga im , sementara sabuknya mencecar ganas dan cepat , akhirnya goat-lian harus memang kalah , sabetan dari ujung sabuk menghantam sikunya sehingga pedangnya lepas dan sebuah cakaran berhawa im merobek pahanya dan dia berpoksai untuk menghindari tendangan sim-lan yang akan menghantam dagunya dan dia selamat namun dia harus cepat bersemedi untuk mengobati lukanya karena hawa yang membentengi dirinya sudah jebol , dan mulai merasakan peredaran jalan darahnya yang kacau

Sim-lan berdiri tegak memandang lembut pada goat-lian yang sedang mengobati dirinya , semua orang yang hadir ditempat itu terpana dengan pertempuran tingkat tinggi yang demikian indah dan seru , khong-huan maju melangkah , “sekarang saya yang akan menghadapi anda nona , khong-huan langsung menyerang , sim-lan adalah putri bengcu yang digdaya , tidak gugup dengan serangan tiba-tiba itu , sabuknya langsung bergerak , dan pukulan im-yang-giok-hoat membuat gerakan khong-huan tertahan dan terpaksa sibuk berkelit dan menagkis

, pertempuran ronde kedua pun berlangsung segit dan seru

Sin-peng dan seng-tiauw yang duduk bersandar di bawah pohon memandang pertempuran berbahaya itu dengan tenang

, lain halnya kim-hoan yang berdiri melengak heran akan daya tahan tempur gadis yang sepantaran dengan mereka umurnya , sampai dua ratus jurus tetap saja khong-huan tidak bisa menundukkan sim-lan , malah dia terdesak , lebih awal dari goat-lian , karena apa yang dikeluarkannya sama dengan yang dikeluarkan goat-lian dan hal itu sudah menjadi pengalaman tempur bagi sim-lan sehingga malah lebih banyak mendapat pukulan , kim-hoan memang jujur dalam tantanganya , walaupun dia melihat sutenya terdesak dia tidak mau maju

Sore sudah tiba sebentar lagi malam , dan kim-huan sudah semakin payah dan terdesak beberapa pukulan dan cetaran ujung sabuk telah menghantam tubuhnya , hawa yang membentenginya mulai melemah dan akhirnya ia terlempar saat pukulan im-yang-sian-hoat mengenai dadanya , sehingga ia memuntahkan darah sengan cepat ia bersemedi mengobati dirinya dan sim-lan tidak melanjutkan serangannya , dan membalik memandang kim-hoan , kim-hoan melangkah , „aku tidak tahu ilmu apa yang kamu gunakan sehingga kamu punya daya tempur yang luar biasa , namun kami belum kalah , dan aku akan mencoba mengalahkanmu , sim-lan tersenyum , “saudara … ! sungguh pibu yang anda buat ini membuat saya takluk dengan kalian , marilah kita selesaikan pibu ini , sim-lan dengan sabuk ditanganya membuat wajahnya yang cantik dengan rambut yang mengikuti ibunya tergerai panjang semakin cemerlang , keringatnya yang sudah membasahi lehernya membuat kecantikannya yang alami semakin nyata

Kim-huan menyerang dengan cepat , penonton yang berjibun disekitar tempat itu telah membuat api unggun yang besar sehingga suasana gelap menjadi terang benderang , pertempuran semakin mencapai puncaknya , keadaan kim- hoan juga tidak berbeda dengan dua saudaranya , namun karena kim-hoan lebih hati-hati setelah melihat kedua saudaranya kalah , membuat pertempuran memakan waktu yang lama , tapi tetap jugalah kim-hoan kalah dan tidak berdaya , setelah kim-hoan ambruk , sim-lan juga memuntahkan darah , karena dari tiga kali pertempuran itu tidak sedikit dari pukulan yang mengenai tubuhnya , namun karena keuletan ilmu “Siu-to-Po-in” (sambut mustika menyapu awan) yang difahamkan ayah mereka membuat dia tetap mampu mengalahkan tiga pertempuran itu dan ketika sudah selesai dan hawa ditubuhnya kendur maka hawa racun yang mengendappun dimuntahkan , seng-tiauw memberikan sebuah pil berwarna merah kepada adiknya dan setelah menelan pil itu

, tubuh yang nyeri akibat pukulan hilang dan memarnya pun lenyap “saudara-saudaraku yang baik , pibu sudah selesai , dimohon kiranya untuk kembali kedalam kota , sin-peng melihat kesekitar penonton , dan semuanya pun berangsur-angsur meninggalkan tempat itu hingga akhirnya tinggal mereka berenam , sim-peng mengeluarkan tiga buah pil dan diserahkan kepada kim-hoan dan kedua saudaranya , “saudara jangan memaksakan diri dengan tenaga yang sudah lemah , telan kalianlah pel ini , semoga cepat kalian sembuh , kim-hoan , khong-huan dan

goat-lian menerima pel itu dan khasiatnya sungguh luar biasa , dalam waktu sebentar saja keadaan mereka pulih kembali

“siapakah nama kalian saudara !? , “jangan panggil kami saudara , ingat kami ini adalah musuh dan akan membunuh kalian , sin-peng tersenyum , “ya .. kami tahu itu tapi setidaknya mengenal nama musuh boleh kan ? , kenalkan nama saya adalah kwee-sin-peng , dan adikku yang itu namanya kwee- seng-tiauw dan adik perempuanku adalah kwee-sim-lan , kim- hoan menatap mata sin-peng yang lembut membuat dia kian tidak mengerti betapa kebencian yang dibakarnya tidak membuat keturunan kim-khong-taihap ini marah dan membenci mereka , “namaku adalah kim-hoan dan suteku bernama

khong-huan dan sumoiku bernama goat-lian , sin-peng mengerinyitkan keningnya heran , demikian juga sim-lan , “apakah kalian tidak punya she nama keturunanan ? , “kami tidak tahu apa she kami , atau mungkin she saya adalah kim dan sute saya adalah khong demikian sumoi saya adalah goat , “kim-khong… !? , sim-lan berseru , kim-hoan memandang sim- lan , “kenapa kamu..!? apakah tidak ada orang yang ber she kim dan khong atau goat ? , “boleh kami tahu kenapa kalian memusuhi ayah kami yang nama awal kalian berdua senada dengan julukan ayah kami , kim…khong… ? , keenam orang itu terbelalak dengan apa yang dikatakan sim-lan , “karena orang tua kami dibunuh oleh kim-khong-taihap , kim-hoan menjawab sesuai dengan apa diketahui dari subo mereka

“hal itu mungkin tapi aneh , “aneh bagaimana maksudmu , “aneh karena julukan musuh kalian menjadi nama awal kalian , keanehan ini pasti ada rahasia terselubung , sim-lan menatap kedalam mata kim-hoan , “hal yang adikku katakan ada kemungkinannya , hanya yang tahu keadaan kalian sejak kecil yang akan menyingkap rahasia itu , “itu hanya kebetulan , khong-huan membantah , “kalau kalian tidak memusuhi kim- khong-taihap besar kemungkinan itu kebetulan , tapi karena kalian memusuhi kim-khong-taihap maka kemungkinan besar itu adalah kesengajaan , terlebih kalian tidak punya she , ada maksud dengan penamaan itu , kemudian mereka terdiam

“maaf kim-hoan , dengan siapakah kalian hidup selama ini dan darimana kalian datang ? , “itu bukan urusanmu , dan aku minta besok kita masih melakukan pertempuran , “heh.. pertempuran apa lagi kim-hoan ! seng-tiauw menyela , “salah seorang dari kalian harus melawan dua keroyokan kami , “kenapa hal itu dilakukan khong-huan ? , “karena kami ingin mengukur kepandaian kim-khong-taihap , “hik…hik.. entah siapa yang meracuni pikiran kalian demikian getolnya untuk membunuh ayah kami , “subo kami tidak meracuni kami ? goat lian membantah , “siapakah subo kalian , masa dia tidak tahu apa she kalian , “apa hubungan tidak mengetahui she dengan meracuni pikiran !? goat lian makin membelalakan matanya marah , “goat-lian , sobomu itu dalang dari semua kebutaan kalian , dendam dengan membabi buta , dan kematian siapa yang mau dihitung kalian tidak tahu , kematian orangtuamu ! , lalu she apakah orang tuamu itu yang ingin kalian jadikan sebagai dasar dendam

“subo kami tidak akan bohong bahwa orang tua kami dibunuh kim-khong-taihap karena subo kami adalah saudara seperguruan ibu kami , sin-peng dan sim-lan saling pandang lalu memandang goat-lian , “goat-lian kalau subomu saudara seperguruan dari ibumu , masa dia tidak meletakkan she dari suami dari ibu – ibu kalian , dan ini semakin nyata bahwa ada rahasia tentang diri kalian yang hubungannya dekat dengan ayah kami kim-khong-taihap

“hal-hal mengenai kami kenapa jadi bahan bahasan , yang jelas salah satu dari kalian harus menghadapi dua dari kami , “sudahlah peng-ko , untuk apa melayani mereka , “tidak lan-moi

, mereka ini ada hubungan dengan kita , lan-moi mungkin tidak melihat apa yang kulihat , “apa maksud peng-ko , seng-tiauw menatap heran pada sin-peng ,yang nanar dan terperangah melihat goat-lian , sin-peng sebenanya terkejut ketika fajar menerpa wajah goat-lian bentuk kepala yang mengiras wajah goat lian sama dengan wajah ayahnya yang sering bersemedi menyambut fajar dekat air terjun , dan itu menyentaknya ketika melihat kearah goat-lian , lalu diperhatikanlah muka itu yang diterangi fajar merah , makin terkejut merasakan bayangan goat lian yang dibentuk sinar cahaya fajar itu seperti bayangan ayahnya yang sering ia lihat

tiauw-te dan lan-moi , coba perhatikan goat-lian dan tengok bayangan itu , dan ingat bagaimana kita sering dibelakang ayah bersemedi menyambut fajar , goat-lian yang jadi bahan perhatian terbeliak , sim-lan dan seng-tiauw juga terkejut , sim- lan sampai berdiri , “heh.. kenapa dengan kalian , ada apa dengan diriku , sim-lam makin terbengong setelah melihat wajah dan mata dan hidung itu , “ya.. thian … ! , seng-tiauw tidak sadar menyeru thian karena melihat wajah , hidung dan mata goat-lian

kim-hoan dan khong-huan menjadi bingung melihat sin-peng dan kedua adiknya menatap goat-lian seperti itu , “sin-peng ..!? ada apa ini !? , “saudaraku kim-hoan , walaupun kamu tidak sudi kami panggil saudara tapi kali ini aku akan tetap memanggilmu saudara , kalian jelas tidak tahu bagaimana perwakan ayah kami tapi kami sangat kenal , apa yang ada goat-lian dari bentuk kepala , mata dan hidung persis seperti ayah kami , “lalu maksudmu ? , “aku tidak berani menduga apa hubungan kalian dengan ayah kami kim-khong-taihap , yang kami tahu bahwa selain dari ibu kami yang ada di pulau kura- kura , kami masih punya tiga ibu lagi diluar pulau kura-kura , walaupun ketiga ibu itu tidak mengakui bahwa mereka adalah istri ayah kami , “sungguh aneh ! mana ada istri tidak menegkui suaminya !? , “untuk golongan jahat hal itu biasa saja , jika mengedepankan hawa nafsu , yang tidak lazim dan menyalahi biasa terjadi , “apa kamu mau mengetakan bahwa ketiga istri ayahmu golongan jahat ? , “benar ! tapi ayah kami walaupun mereka jahat tetap adalah istri ayah kami , dan salah satu tujuan perjalanan kami adalah ketempat ibu kami itu untuk menjenguk keadaannya

“kim-hoan apakah subomu mengatakan siapa nama ibu kalian

? seng-tiauw bertanya dan menatap ketiganya , kim-hoan dan khong-huan saling pandang , “tidak , kami tidak tahu siapa nama ibu kami , “hmh… memang terlalu subo kalian itu kim- hoan , nama ayah boleh jadi tidak dikenal namun kalau nama saudara seperguruan juga dia tidak tahu , atau dia tahu tapi tidak memberi tahu kalian , ini faktor kesengajaan untuk membutakan kalian , sim-lan dengan tajam mencibir subo dari kim-hoan dan kedua saudaranya

“kami tidak tahu dan makin bingung tentang jati diri kami , dan jawabannya ada pada subo kami saja dan nanti setelah misi kami berhasil maka hal itu akan kami tanyakan, “tapi suheng hal ini bikin penasaran , ketiga saudara ini menyamakan perawakanku dengan kim-khong-taihap membuat aku merinding melihat kelakuan mereka yang menatapku demikian , “maksudmu bagaimana sumoi ? ,goat-lian menatap dalam pada mata sin-peng yang lembut “saudara sin-peng , kalian tadi mengatakan bahwa kalian mempunyai tiga ibu dari golongan jahat yang tetap diakui oleh ayah kalian , tentunya kalian tahu siapa nama ibu kalian itu , sin-peng yang mendengar perubahan panggilan itu walaupun masih bernada ketus , membuat sin-peng lega dan senang , “lan-moi , nama ibu kami itu adalah lumina , liok-swi-hoa dan khu-gin-bi , mendengar nama terakhir itu ketiganya melompat saking terkejutnya

“apakah ini yang sebenarnya sin-peng !? , suara khong-huan bergetar , sin-peng terkejut juga melihat reaksi dari ketiga saudara seperguruan itu , “itulah nama ibu kami yang disampaikan oleh ayah kami dan tujuan kami salah satunya adalah untuk menjenguk dua ibu kami yang berada di kibun di wilayah timur , lalu kenapa kalian bereaksi demikian , apa yang menyebakannya , apakah nama yang kami sebutkan kalian kenal , “saudara sin-peng , nama khu-gin-bi itu adalah nama subo kami , khong-huan makin bergetar mendengar kenyataan bahwa subonya adalah istri kim-khong-taihap dan mereka disuruh untuk membunuhnya , benarlah apa yang dikatakan kim-khong-taihap bahwa istrinya tidak mengakuinya

“huan-te , kecendrungan akan dugaaan kami makin kuat , setelah melihat perawakan lian-moi dan tentang ibu kami khu- gin-bi yang menjadi subo kalian , “peng-ko katakanlah dugaanmu , siapakah kami ini ? , goat-lian sudah bergetar haru dan matanya berkaca-kaca membayangkan hubungannya dengan kim-khong-taihap , mendengar dan melihat raut wajah cantik yang hendak menangis itu hati sin-peng terenyuh , “lan- moi ! ini hanya dugaan kuat , bahwa kamu adalah anak ayah kami entah dari ibu yang mana , pecahlah tangis goat-lian , “pen-ko jika menurutmu hanya dugaan tapi bagiku itu adalah kebenaran

matahari sudah kian tinggi , mereka hening dengan pikiran masing-masing , “peng-ko , jika kalian mengetahui keberadaan ibu kalian di wilayah timur diturut dari dugaan peng-ko tentunya dua ibu disana adalah salah satu dari ibu kami , tapi kenapa mereka tidak mengasuh kami , apa pendapat peng-ko tentang hal itu , “dua ibu di wilayah timur mungkin tidak bisa mengurus kalian karena keadaan mereka yang tapadaksa , “kenapa mereka tapadaksa ? “aku tidak tahu huan-te , hanya itu yang ayah sampaikan kepada kami

“menurut peng-ko apa yang harus kami lakukan ?! , kim-hoan yang tidak bisa lagi mengingkari kedekatan mereka dengan kim-khong-taihap yang dugaannya kuat adalah ayah mereka membuat dia semakin lembut dengan yang seyogyanya saudara tuanya ini , sin-peng tersenyum lembut mendengar perubahan panggilan dari orang yang diduga kuat adiknya ini berkata , “kim-te saran saya hanya satu , sebelum kalian salah langkah dan membabi buta dengan rencana kalian , sebaiknya tuntaskan dulu jati diri kalian dengan menemui ibu khu-gin-bi atau berangkatlah kekibun di timur dan tanyakan kediaman im- kan-ok-niocu , karena itu julukan ibu liok-swi-hoa ketika menguasai wilayah timur dengan kejahatan

goat-lian terkejut lalu menangis , mereka terkejut mendengar tangis yang tiba-tiba itu , suheng ..! berarti ibuku adalah liok- swi-hoa , “kenapa kamu yakin sumoi !? , “apakah suheng tidak ingat bahwa kita disuruh mendirikan kembali hek-to-ki setelah membunuh kim-khong-taihap , aku akan mendirikan hek-to-ki ditimur untuk melanjutkan cita-cita ibuku , bukankah itu artinya im-kan-ok-niocu atau liok-swi-hoa adalah ibuku ? , kim-hoan dan khong-huan terkesiap dan wajah pucat

“benar sumoi dan ibuku menguasai selatan , “peng-ko siapakah yang menguasai selatan ?! bergetar bibir kim-hoan semakin tidak kuasa menahan air matanya ketika hampir dekatnya rahasia dirinya , “yang menguasai selatan juga adalah salah satu ibu kami , namanya lumina dengan julukan cui-beng-bi- moli , “peng-ko berarti ibuku adalah lumina , kim-hoan berurai air matanya , “jadi..jadi kalau begitu aku anak subo suheng , semuanya menatap khong-huan , “dan kita ini adalah she-kwee anak kim-khong-taihap , goat lian menambahkan dan merekapun ketiganya menangis , sim-lan juga ikut menangis memeluk goat-lian

“tidak..walaupun kim-khong-taihap adalah ayah kita , kita harus menuntut tanggung jawab kenapa ibu kita tapadaksa , aku tidak akan puas sebelum menerima penjelasan , kim-hoan berteriak , goat-lian juga tersentak , “benar kita harus tanyakan ini kepada ayah , suara goat-lian bergetar ketika mengucapkan kata ayah pada kim-khong-taihap , lelaki yang melimpah pujian , anutan manusia sejagat , terselip haru dan bangga pada ayahnya

“kim-te dan lian-moi , jika hati kalian sudah yakin akan jati diri kalian hal itu patut untuk kalian tanyakan pada ayah karena itu adalah hak kalian , ayah tidak tahu bahwa kalian ada , yang dia tahu bahwa dia mempunyai tiga istri yang mana ketiga istrinya tidak mau mengakuinya , jadi jangan kalian merasa bahwa kalian tidak diakui ayah , ayah sangat mengakui keberadaan kalian , hal ini dapat kalian ketahui jelas bahwa tanpa keberadaan kalianpun ayah tetap mengakui bahwa ibu-ibu kalian adalah istri-istrinya terlebih dengan keberadaan kalian sekarang , ibu kalian tidak berbeda dengan ibu kami di pulau kura-kura terbukti kami yang tidak tahu menahu tentang itu dipesankan ayah untuk menjenguk kedua ibu kami lumina dan liok-swi-hoa di kibun sebagai penghormatan anak kepada ibunya sekalipun ibu kami itu tidak mengakui ayah kami , terlebih kami yang akan datang menjenguk mereka

kim-hoan dan goat-lian menguguk menangis , “peng-ko benar , ah ayahku yang budiman , tentu memiliki alasan kuat dan benar membuat ibu kita tapadaksa , “lalu bagaimana kim-te ? apa yang akan kalian lakukan ? , “kami akan pergi menjumpai ayah dulu di pulau kura-kura , semakin terasa bagi kami siapa yang tidak mengakui kami , ibu khu-gin-bi dengan kokoh membutakan kami terbukti bahwa dia juga tidak mengakui

huan-sute sebagai anak yang dilahirkan , benar bahwa ibu-khu- gin-bi mengasuh kami , kami diajari ilmu , tapi tujuannya hanya satu bagaimana kami menjadi anak yang buta yang diperalat untuk membunuh ayah sendiri

“hoan-te , huan-te dan lian-moi , kami bersyukur kepada thian dengan perjumpan kita ini jika kalian ingin berangkat kepulau kura-kura , maka berangkatlah dan pastinya ayah akan menyuruh kalian ke timur setelah menjumpainya untuk bertemu dengan ibu lumina dan swi-hoa di kibun , jangan karena perbedaan prinsip kita melupakan bahwa ibu kita telah melahirkan kita dengan taruhan nyawa , jika ayah kita saja mengakui ibu-ibu kita bagaimana kita tidak menerima ibu kita walaupun bagaimanapun jahatnya ,kim-hoan , khong-huan dan goat-lian memeluk kakak mereka sin-peng dan seng-tiauw dengan hangat , “peng-ko dan tiauw-ko dan lan-cici , kami akan berangkat menemui ayah , semoga kita bertemu di-kibun

setelah ini , “baiklah adik-adikku ! berangkatlah !

Kim-hoan , khong-huan dan goat-lian meninggalkan tempat itu dan bergerak cepat menuju keselatan , hati mereka berbuncah kerinduan kepada ayah mereka , terlebih goat-lian yang merasa dirinya mirip ayahnya , sepanjang jalan dimana mereka istirahat dan kala dia sendirian dikamarnya air matanya berderai karena hatinya diterpa dengan rindu yang bertubi-tubi bersuka cita jika bertemu kalian

Dua bulan kemudian sampailah mereka di di hopei , mereka memasuki likoan yang ramai pengunjung , dan setelah memesan makanan mereka duduk dengan hati bergetar nyaman karena semakin dekat dengan ayah mereka , ayah mereka yang selalu di jadikan bahan berita disetiap likoan dan kedai , semua orang bercerita pulau kura-kura , tentang bagaiamana anak mereka yang sudah menjadi asuhan bengcu

, cerita bernada puas , gembira dan takluk kepada ayah mereka Sejak dari desa di kaki bukit kwi-ban-san hal ayah mereka telah jadi cerita berita yang tidak pernah lekang yang membuat mereka kadang panas dan jengkel karena saat itu mereka anggap musuh , namun setelah mendapat kenyataan yang mereka kaji bersama dengan ketiga saudara tua mereka di yinchan perasaan benci dan jengkel itu berubah kerinduan dan bangga yang tidak terperikan , demikian juga dilikoan dimana sekarang mereka berada , sejak memasuki wilayah selatan , hal ayah mereka semakin santer dan ramai , dan di likoan ini juga mereka mendapat berita baru selain dari cerita ayah mereka

Disebuah meja tepat dibelakang mereka ada dua orang yang sedang bercakap-cakap “sepertinya liok-lim akan suram lagi yo- sicu ! , “apa maksudmu In-sicu ? , saya baru timur membawa barang sim-wangwe dan berita disana sungguh menggemparkan , “apa yang terjadi di timur in-sicu , “ditimur telah terjadi malapetaka besar , lima puluh lebih pendekar tewas ditangan dua orang wanita muda beserta seorang nenek tua , “siapa mereka in-sicu , “dari berita yang kedengar kedua wanita itu berjulukan eng-hun-bi-kwi-ji dan nenek tua itu berjulukan mo-bin-kwi-bo

“hmh.. sepuluh tahun yang lalu timur dikuasai oleh im-kan-bi- ciong dan im-kan-ok-niocu sekarang muncul pula penjahat baru

, jika banyak para pendekar dan kauwsu yang tewas ditangan mereka tentu mereka sangat sakti , in-sicu , “benar yo-sicu bahkan dari beberapa pertemuan yang mereka lakukan sudah tujuh orang dari asuhan bengcu yang tewas , “wah.. ! kalau begitu gawat in-sicu , “dan yang lebih gawat lagi yo-sicu daerah utara yang pertama mendapat melapetaka dari tiga orang penjahat yang luar biasa sakti , “darimana in-sicu dengar !? , aku dapat cerita itu di timur , kata mereka yang berada ditimur bahwa dua bulan sebelum datang malapetaka di wilayah timur , kota yinchuan geger dengan matinya lebih seratus pendekar , kauwsu dan pangcu ditangan ketiga orang itu

“siapa pula mereka in-sicu !? , yang pertama berjulukan bu-tek- giamlo dan yang kedua pak-giam-lo-ong , dan dari berita peristiwa di yinchuan kedua iblis itu sudah hampir kalah ditangan sie-seng-jin dan tiga tokoh muda asuhan bengcu namun tiba-tiba muncul orang yang ketiga seorang wanita cantik seumuran empat puluh tahun yang kesaktiannya melebihi dua iblis itu , “lalu apa yang terjadi dengan sie-sengjin dan keiga murid bengcu !? , “sie-sengjin dan ketiga murid bengcu tewas , “wah … siapakah wanita yang menggiriskan itu

? , “julukannya kwi-ban-san-hong-houw , mendengar julukan itu kim-hoan , khong-huan dan goat-lian terkesiap , khong-huan lansung berbisik , “suheng , ibu telah memulainya , “benar sute

, menurutmu apa yang akan kita lakukan , “kita akan tanya ayah suheng , goat-lian menyela , ketiganya terdiam kembali dan mendengar percakapan dua orang dibelakang mereka

“mudah-mudahan apa yang dimulai mereka akan cepat diredam oleh kwee-taihap yang sedang menyusuri empat wilayah , “maksudmu siapa yo-sicu ? , “maksudku tiga anak bengcu sin-peng , seng-tiauw dan sim-lan , “memangnya ketiganya dimana ? mereka sudah berada dibarat dan mungkin sudah memasuki daerah utara , “aha kalau begitu semoga saja utara cepat dipulihkan ketiga anak bengcu , “benar in-sicu , dan saya yakin hal utara akan segera pulih , karena ketiganya adalah gambaran dari bengcu kita yang sakti

setelah kedua orang meninggalkan rumah makan , kim-hoan memandang kedua adiknya sute dan sumoi , ketiga saudara tua kita menjadi tumpuan harapan banyak orang , ketiganya sama dengan kita keturunan dari kim-khong-taihap , jika ketiga saudara kita menyisir utara maka kita bertiga juga akan menyisir daerah timur , “benar suheng , dan sebaiknya kita tidak menunda perjalanan untuk segera bertemu dengan ayah , “ya , aku sependapat dengan suci , “baiklah kalau begitu , kita berangkat sekarang ke kaifeng dan dan menyebrang kepulau kura-kura

dengan ilmu lari cepat yang luar biasa , ketiganya melintas jarak laksana terbang , dan seminggu kemudian mereka sudah berada dikaifeng dan menanya orang yang dijumpai perihal tempat pulau kura-kura , “maaf lo-pek , jika mau kepulau kura- kura dimanakah kami dapat kapal ? , “aha… mudah sekali kongcu ! pergi saja kepantai dan sampaikan kepada orang- orang pemilik kapal disana bahwa kalian mau kepulau kura- kura , kalian akan diantar cukup dengan upah mengantar saja , hilir mudik kapal kesana kongcu , “terimakasih lopek , kim-hoan dan kedua adiknya segera kepantai , dan benar saja pemilik kapal yang banyak di pantai berebutan untuk mengantar mereka

setelah berlayar , goat-lian merasa dingin dan gemetar , “kamu kenapa suci !? Tanya khong-huan , “ah… tidak apa-apa sute , aku hanya haru dan bingung bagaimana cara kita memulai saat berjumpa dengan ayah , ketiganya berdiam , “bagimana bagsunya menurut suheng , khong huan menatap kim-hoan , “hmh… kita akan memakai alas an minta petunjuk kepada ayah

, tentu kalau ayah mengenal subo dia akan tahu dengan gerakan kita dan akan bertanya tentang kita , baru kita sampaikan siapa kita sebenarnya , “hmh… benar pikiran suheng itu , dengan dasar itu akan lebih meyakin kita

Pulau kura yang ramai oleh ratusan murid sedang berlatih di lian-buthia yang luas dan besar , terdengar gema hentakan nafas dengan seruan sigap dan bertenaga bergema kepelosok pulau , beberapa murid senior menyisiri barisan dan mempehatikan secara dekat gerakan-gerakan yang dilakukan sementara dipantai banyak juga orang hilir mudik di pelantaran yang kokoh , sebagian mereka adalah pemilik kapal yang siap mengantar penghuni pulau jika hendak kekaifeng

Kwee-han-tiong yang sudah berumur hampir lima puluh tahun sedang berada di air terjun bersama seluruh keluarganya dan baru selesai bersemedi setelah matahari tinggi , hal yang biasa dilakukannya dengan semua keluarganya , “sebelum kita makan ayah ingin melihat anak-anak ayah melatih ilmu lo-hai- san-hoat , ayok ma-ji coba pimpin adik-adikmu , kwee-pek-ma lansung membariskan adik-adiknya , lalu kedua belas orang anak-anak han-tiong mengeluarkan kipas , yang paling bungsu dari mereka adalah kwee-hong-in yang berumur lima tahun , dengan tekun ia memperhatikan kaka-kakaknya bergerak , matanya yang bulat dengan muka serius mengikuti gerakan- gerakan saudara-saudaranya , han-tiong dan keenam istrinya hanya lebih banyak memperhatikan hong-in dan kadang mereka tersenyum dan mengangguk puas

Setelah selesai ilmu lo-hai-san-hoat diperagakan , “sekarang coba “in-coan-sin-yan” lalu pek-ma memberi aba-aba pada semua adiknya , “walet mengibas mengepakkan sayap “ semuanya bergerak seragam dan mengatur kuda-kuda dengan lima gerakan wesi yang kokoh , “walet mengejar mustika “ gerakan melangkah dan mundur dan melompat dilakukan demikian indahnya , “walet terbang keawan “ gerakan melompat disusul gerakan poksai lalu mundur dan berposai kebelakang dan bahkan berputar tiga kali dengan poksai miring

, “walet menerpa angin dan hujan “ gerakan disusul dengan gerakan tangan dan lincah dan indah diiringi gerakan melompat dan poksai hingga tujuh belas geraka , dan “walet sakti menerjang awan” gerakan puncak dari jurus inipun dilakukan , cepat , gesit , lincah dan bertenaga , sulina yang melihat semua gerakan itu tersenyum puas , ilmu in-coan-sin-yan adalah ciptaan suaminya yang diambil dari jurus-jurusnya

Setelah gerakan puncak ditutup , “bagaiaman ayah gerakanku

!? , hong-in berlari mendekati ayahnya , anak bungsu ini sangat dekat dengan ayahnya , setiap apa saja selalu ayahnya yang ditanyakan , Han-Tiong tersenyum , sudah bagus in-ji , dan

tentu akan semakin bagus jika terus dilatih , “baiklah ayah , aku tidak akan mengecewakan ayah , aku akan berlatih terus , han- tiong meraih putri bungsunya ini dan menciuminya , dan kemudian menatap semua anaknya , “ayah sudah lihat , dan ayah cukup puas dan tentunya hari berikutnya ayah akan lebih puas lagi bukan ? , “benar ayah , serempak mereka menjawab

Kemudian merekapun berdiri dan seorang pelayan menemui mereka , “maaf loya ! ada tiga orang muda mau bertemu , “hmh… dimana mereka empek-coa , mereka menunggu ditaman halaman utama istana , “baiklah mari kita sambut tamu kita , Han-Tiong menatap semua istrinya , lalu keluarga itupun berjalan menuju istana , Han-Tiong melihat kim-hoan , khong- huan dan goat-lian sedang duduk dikursi taman , kim-hoan dan kedua adiknya melihat rombongan itu terkesiap terlebih melihat orang tua yang tampan dan berwibawa kuat , segera mereka menjura

“hheheh..heheh… tiga orang muda yang gagah ! siapakah kalian ? “kami datang dari barat untuk bertemu bengcu , nama saya kim-hoan dan ini sute saya khong-huan dan sumoi saya goat-lian , keenam istri han-tiong menatap goat-lian penuh perhatian , dan bagi bonita dan swat-hong tidak kalah tertarik menatap kim-hoan , “heheheh… sungguh jauh perjalanan sam- ji dari barat kepulau kura-kura , tentu ada hal yang perlu dengan saya , apakah gerangan sam-ji !? , kelembutan dan penyambutan yang luar biasa itu membuat ketiganya bergetar , dan hal itu tidak luput dari perhatian Han-Tiong dan istri-istrinya

“kami bertiga hendak minta petunjuk ilmu silat dari bengcu , “oo

, demikiankah , baiklah sam-ji yang penuh semangat , mulailah

….. ! , lalu kim-hoan dan khong-huan menyerang dengan ilmu “tung-tai-kun” dan “tok-ciang-kun” sementara goat-lian dengan ilmu “tung-mo-kiam” han-tiong takjub dengan kekuatan dan berbahanya serangan ketiga orang muda itu namun dengan langkah “kim-peng-hok-te-pat” demikian kokoh dan kuat dimainkan oleh penciptanya , swat-hong , lin-swat dan bonita yang melihat gerakan itu langsung kenal hingga mereka saling pandang , Han-tiong juga mengenal serangan-serangan berbahaya ini , dan dia terus melayani tapi tidak pernah membalas , “luar biasa ilmu bi-moi sudah diwariskan , serunya kemudian dengan gerakan kilat han-tiong mulai membalas dengan “hong-lo-im-yang-kiam” ilmu ciptaannya yang diambil dari ilmu istrinya phang-hwa dan digabung dengan lo-hai-san- hoat , dan kehebatannya sungguh luar biasa , dalam dua puluh gebrakan ketiga muda itu terdesak hebat , dan sepuluh gebrakan berikutnya beberapa totokan seharusnya mengenai sasaran namun diselewengkan oleh han-tiong , demikian juga pedangnnya diselewengkan sehingga tidak mencelakakan tiga anak muda itu

ketiganya maklum bahwa orangtua kosen ini mengalahkan mereka , lalu mereka bertiga berposai kebelakang dan mulai dengan jurus istimewa mereka , kim-hoan dan khong-huan memainkan jurus “ho-jiauw-swat-ciang” dan goat-lian dengan pedangnya memainkan “pek-ban-in-kiam” pertempuran semakin seru , bonita kali terbelalak dua ilmu khu-gin-bi yang dapat mengimbangi ilmu suaminya , Han-Tiong juga merasakan tekanan kuat namun pengalaman tempur yang sudah teruji serta daya sin-kang dan gin-kang yang jauh melebihi Han- Tiong terus meladeni kedua ilmu yang sudah dikenalnya ini , dan hal ini khu-gin-bi tidak menyadari bahwa salah satu kelebihan dari han-tiong adalah bu-tek-cin-keng warisan bukek siansu , dalam pertempuran han-tiong dapat meraba kelemahan ilmu apa saja , terlebih jurus yang sudah pernah dia hadapi , dua ilmu kebanggan khu-gin-bi ini menjadi mentah dumainkan kedua kalinya didepan han-tiong , hanya yang membuat han-tiong menjadi sibuk adalah digunakannya dua ilmu hebat ini oleh tiga orang sekaligus

namun bengcu dengan menggunakan harpanya mulai memadukan ilmu hong-hi-sin-jai yang menyatu dengan pat- sian-kiam-hoat dan gerakan kaki mengikut im-yang-ma-hoat sementara tangan kanan dengan geran im-yang-sian-hoat , perpaduan yang kokoh dan hebat daya serangnya , hari sudah siang dan pertempuran itu kian seru , Han-tiong hanya mampu mendesak ketiganya karena tenaga yang dia gunakan hanya tiga perempat

“sudahlah sam-ji murid dari bi-moi , Han-Tiong melompat menjauh dan ketiga orang muda itu berhenti dengan napas yang memburu dan ketiganya duduk berlutut , “ayah anak datang menghadap , goat-lian yang tidak bisa menahan harus sesugukan , Han-Tiong mukanya pucat , “apa maksudnya ini lian-ji !? , “benar ayah , kami anak yang tidak diketahui lahir , khong-huan menambahkan , “ayah kami sudah bertemu dengan peng-ko dibarat , “han-tiong meraup ketiga tubuh itu , “ah anakku… anakku , maafkan ayahmu yang tidak tahu , lalu han-tiong menciumi anaknya dengan deraian air mata

“ceritakan anakku ayahmu ini juga tidak tahu kalian bertiga ini dari ibu yang mana diantara ketiga ibu kalian , “ayah kami juga tidak tahu pasti hanya menurut kajian kami dengan peng-ko bahwa ibuku adalah lumina , “benar sekali wajahmu sama persis dengan lumina , swat-hong menyela dan mendekati suaminya yeng memeluk ketiga anaknya , “ayok duduklah hoan-ji , kemudian mereka duduk dikursi taman yang sejuk itu , “lalu lian-ji yang mirip dengan ayahnya ini siapakah ibumu nak

? bonita menatap goat-lian dan semuanya memperhatikannya , goat-lian makin sesugukan karena dari awal dia tahu bahwa ia anak kim-khong-taihap dia sudah merasa mesra dengan ayahnya ini , wajahnya yang mirip dengan ayahnya yang menjadi pembuka awal rahasia jati diri mereka menjadi kebanggan tersendiri baginya , “ayah menurut kajian peng-ko

,saya anak ayah dari ibu swi-hoa , berlinang air mata bonita melihat wajah yang sembab air mata dipipi goat-lian

:lalu huan-ji apakah kamu anakku dari khu-gin-bi ? Han-Tiong memandang khong-huan “benarlah ayah menurut kajian peng- ko , kalian bertiga menyandarkan kajian pada peng-ko kalian bagaimanakah peng-ko kalian itu mengkaji , lalu kim-hoan menceritakan pertemuan mereka dengan ketiga saudara tua mereka itu di yinchan bagaimana mereka menantang bertarung dan sehingga terlibat pembicaraan tentang diri mereka

“syukurlah sam-ji kalian betemu dengan ketiga saudara kalian sehingga kalian tidak terjebak pada kebutaan , bonita berkata sambil meraih tangan goat-lian , goat-lian mendekap bonita dengan mesra

“ayah kami belum pernah melihat ibu kami karena sejak kecil subo membawa kami ke kwi-ban-san , dan kami berjanji dengan peng-ko , tiauw-ko dan lan-cici untuk bertemu dikibun , hmh… hal yang bagus hoan-ji , “dan kami sudah tahu keadaan ibu kami di kibun dari cerita peng-ko , dan kami yakin hal itu ada sebab dasar kuat ayah melakukannya terlebih saat ini kami mendengar sepak terjang subo , Han-Tiong mengerinyikan kening dan memandang khong-huan , huan-ji ! apa yang telah ibumu lakukan ? “kami dengar ibu telah membunuhi para pendekar di yinchuan bersama dua orang sekutunya pak-giam- lo-ong dan butek-giam-lo

“lalu apa yang hendak kalian lakukan anak-anaku !? , „kami tidak tahu ayah , dan kami ingin tahu bagaimana pendapat ayah , “hmh… bagimanakah menurut kalian perbuatan ibu kalaian ? , “hal itu juga kami butuh penjelasaan dari ayah , perihal jahat dan baik , “lalu apa yang kamu fahami hoan-ji

tentang itu , “saya dan adik-adik hanya memahami bahwa jahat dan baik tidak lebih dari anggapan , baik karena ia menyenangkan hati dan jahat karena menyakiti hati

anak-anakku , baik dan jahat adalah hal yang mutlak , tidak tergantung pada rasa dan nilai untung dan rugi , jika jahat dan baik tergantung pada dua hal itu belumlah tepat dikatakan jahat dan baik , “lalu bagaimana ayah maksud mutlaknya , “baik itu adalah tindakan yang membuat alam menjadi seimbang dan sebaliknya jahat tindakan yang membuat alam tidak seimbang , “contohnya ayah !? , “contohnya membunuh hal yang seimbang

, manusia adalah bagian adari alam , “seorang pedagang yang dengan keadaanya menghidupi anak dan istrinya , lalu dia dibunuh oleh seseorang maka terjadi ketimpangan dimana keluarganya akan terpapar pada efek-efek ketidak seimbangan itu seperti terjerat pada kelaparan atau akan terhina karena tidak punya pelindung dan pengayom keluarga ,maka membunuh seperti itu adalah kejahatan bisakah kamu melihat akibat ketidak seimbangan yang dibuat oleh kejahatan nak ? “dapat ayah , khong-huan menyahut

dan selanjutnya contoh kebaikan adalah tindakan yang membuat alam jadi seimbang , contohnya membunuh juga , ada seorang perampok dan penista yang membuat efek keadaan merusak keseimbangan hidup , harga diri manusia dia permainkan , lalu datang orang membunuhnya atau membuat dia tidak dapat berbuat kerusakan lagi dan efeknya hidup kembali seimbang maka membunuh seperti itu adalah kebaikan

, ketiga anaknya manggut-manggut “sudahkah kalian mengerti anak-anakku !? “sudah ayah , “lalu apa yang hendak kalian lakukan !? kami akan menemui ibu dan mencoba mengingatkannya supaya jangan berbuat kerusakan yang akan mengekibatkan banyak efek ketidak seimbangan alam , “bagus anak-anakku , namun sebelum kalian berangkat tinggal disini selama satu bulan dan ayah akan memberikan sebagian kecil dari hak kalian dari ayah , “baik ayah kami akan menurut , “baik sekarang mari kita masuk , keluarga bengcu memasuki istana mereka

selama sebulan han-tiong mengajarkan dua ilmu kepada ketiga anaknya yaitu „siulian-tin-liong dan dari penjelasan ayahnya tahulah mereka kenapa cici mereka sim-lan mempunya daya tempur demikian lama , kemudian han-tiong mengajarkan “kim- peng-hok-te-pat” , “ilmu ini kalian latihlah selama perjalanan ketimur , ketiga anaknya mengangguk karena mereka maklum bahwa ilmu langkah garuda itu hanya beberapa hari mereka latih

Hutan bambu kuning diluar koata xining porak poranda karena pertempuran yang ramai , dimana para pendekar sedang mengeroyok butek-giamlo , empat orang dari kalangan pendekar sudah tergeletak tewas dan yang mengeroyok tinggal enam orang lagi namun butek-giamlo yang sudah enam bulan bersama susiok-kongnya menguasai wilayah utara memang luar biasa sakti , keroyokan enam pendekar itu makin porak- poranda akibat serang hawa ilmunya yang sakti Dua orang kemudian terjungkal tewas seketika setelah menerima pukulan telak dari butek-giamlo , empat orang dari pengeroyok walaupun sudah semakin payah tetap berusaha melawan , ketika pukulan beracun dari butek-giamlo hendak menghantam dua orang pendekar , serangkum hawa pukulan membentur dan “balaaamm,,, “ butek-giamlo mundur tiga tindak dan seorang lelaki muda tampan sudah berada didepannya , ternyata yang menangkis pukulannya adalah seng-tiauw , belum keterkejutan butek-giamlo hilang sin-peng dan sim-lan sudah menyusul ditempat itu

“siapa kalian dan apa mau mati sehingga turut campur !? bentaknya butek-giamlo , “apakah kamu yang disebut butek- giamlo ? , seng-tiauw balik bertanya , “kalau sudah tahu kenapa tidak lari menyembunyikan ekor , “hehehe…. kesombongan butek-giamlo ternyata melewati batas kepalanya , berilah sedikit pelajaran padaku untuk melihat kenapa engkau megap akan kesombongan , seng-tiauw menyerang dengan “in-coan-sin- yan” , butek-giamlo menyambut dengan tidak kalah kerasnya , pertemuan dua tangan yang mengandung hawa sakti bergemuruh , butek-giamlo terpapar kebelakang lima tindak

dan seng-tiauw mundur tiga tindak , kemudian keduanya maju dan bertempur lagi

butek-giamlo hari ini apes benar , baru enam bulan bermandi kejumawaan , hari ini apa yang dibanggakan itu harus pecah berkecai menghantam karang , lawanya bukan orang sembarangan , susiok-kongnya saja masih setingkat dibawah lawannya ini , tidak dapat dihindarkan lagi dia jadi bahan permainan , baru dua puluh gebrakan tamparan dan sodokan sudah dia terima sehingga membuat badannya nyeri membengkak , dan yang paling membuat dia tidak habis pikir dia seperti menyerang bayangan sendiri , langkah-langkah ajaib seng-tiauw dengan gerak,“sin-tiauw-poh-chap-sha” sangat membingungkannya , karena habis akal dan kecapean dia tidak menyadari “plak..” tamparan keras seng-tiauw menghantam mukanya hingga giginya ambrul dan dia sempoyongan namun hanya sekejap dan dia dengan cepat melenting menjauh dan melarikan diri , seng-tiauw tidak mengejar demikian juga kedua saudaranya , memang demikianlah yang diajarkan ayah mereka bahwa mereka tidak akan pernah mengejar lawan yang sudah melarikan diri

“syukur kepada thian ternyata bengcu-sam-ji (tiga anak bengcu) sudah sampai disini , keempat orang itu menjura , “sudahlah siok-taihap minumlah obat ini untuk memulihkan keadaan para paman sementara kami akan menguburkan enam jenajah ini , sin-peng memberikan empat buah pil sementara sim-lan dan seng-tiauw sudah mulai menggali tempat kosong dengan pedang mereka , hanya lima belas menit galian lobang sudah selesai , sin-peng meraih enam jasad itu dan melompat kedalam lobang kemudian menjejerkannya dan ketiganya pun menguruk kembali tanah galian , semua disaksikan keempat orang dengan terkesima , hanya dalam waktu kurang dari setengah jam ketiga orang muda anak bengcu menyelesaikan pekerjaannya , sin-peng dan sim-lan mendekati keempat orang pendekar yang sudah agak baikan , sementara seng-tiauw bergerak cepat meninggalkan tempat itu dan dalam waktu setengah jam seekor kijang telah dipanggulnya , sim-lan yang sudah menyalakan api segera meracik bumbu dan panggang kijangpun sudah menyeruak aroma yang menerbitkan selera , setelah matang dan gajihnya yang tebal berminyak dipadu aroma yang demikian sedap sim-lan merobek daging lembut dan menghidangan di atas daun yang lebar lalu menyajikan ditengah saudaranya dan keempat pendekar yang masih lemah itu

“mari kita makan paman , sin-peng mengajak keempat pendekar itu , lalu merekapun makan dan nikmatnya sungguh luar biasa , “bengcu-sam-ji kami merasa tidak enak diperlakukan begini , seng-tiauw tersenyum , “jangan merasa sungkan paman ! keadaan paman berempat terluka dan sangat lemah , jadi tidak ada yang harus disungkankan karena sudah hal patut yang sehat memudahkan apapun keperluan saudaranya yang sakit keempat orang itu mengangguk dengan berdecak kagum dalam hati dan akhirnya jatuh maklum bahwa ketiganya ini adalah anak bengcu , didikan bengcu yang terkenal dengan kesaktian dan kebudimannya

“paman ! kenapa bisa bertempur dengan butek-giamlo di hutan ini ? dan bagaimanakah sekarang kedudukan ketiga orang yang membuat wilayah utara gempar “ , ketiga anak bengcu setelah memasuki wilayah utara sudah mendengar gonjang- ganjing keadaan utara yang diamuk badai kejahatan tiga orang

, “semalam kami sepuluh orang mengadakan pertemuan disini dan berencana untuk menghimpun kekuatan yang masih tersisa , peristiwa yinchuan dan dunhuang menorehkan kengerian yang dalam dikalangan para pendekar dengan tewasnya yap-kauwsu di yuguan dan disusul kematian sie- seng-jin keadaan pendekar makin terpapar tidak berdaya , “lalu apa yang paman-paman rencanakan ?! , “kami berencana bahwa dua dari kami akan menemui sam-ji di wuhan dan sementara yang lainnya menghimpun kekuatan yang masih ada untuk menunggu kedatangan sam-ji

“lalu …selanjutnya bagaimana paman ?! , “menjelang pagi kami dikejutkan kehadiran butek-giamlo yang tiba-tiba mengancam kami untuk ikut barisannya dan terjadi perbantahan , karena kami tetap tidak mau maka dia pun menyerang salah seorang kami hingga tewas , lalu kamipun mengeroyoknya dengan sekuat tenaga sampai menjelang siang namun kami tidak mampu hingga enam dari kami tewas dan untungnya kami terselamatkan oleh sam-ji

“hmh… lalu bagaimana kedudukan butek-giam-lo sekarang paman ? , “butek-giamlo dan suhunya pak-giamlo-ong menguasai sin-kun-bukoan milik yap-kauwsu di yuguan dan sekarang mereka berkedudukan disana menghimpun kekuatan

, “bagaimana kekuatan mereka paman ?! , “selama enam bulan ini mereka hanya mendapatkan anggota dua puluh orang , para pendekar lebih baik menyabung nyawa daripada harus ikut kemauan mereka , “lalu bagaimana dengan yang satunya paman !? dan yang kami dengar bahwa hong-houw ini lebih hebat ketimbang pak-giamlo-ong

“benar apa yang didengar sam-ji , kwi-ban-san-hong-houw memang lebih hebat ketimbang pak-giamlo-ong , “dan kedudukannya dimana paman !? , “kami tidak mendengar keberadaanya di utara sam-ji , tapi menurut dugaan saya dia akan berada di wilayah barat tepatnya di kwi-ban-san , “bagaimana paman bisa menduga demikian !? sin-peng tiba- tiba menyela setelah mendengar percakapan paman itu dengan seng-tiauw , “hal yang mumbuat saya menduga demikian karena dari julukannya , dan julukan itu bukanlah baru muncul saat ini , dulu juga pernah muncul ketika peng-ji baru berumur empat tahun , saat itu di xinning hujin-bengcu berhadapan dengan iblis wanita itu dan menagalahkanya , “hmh…. jadi paman pernah melihat aku umur empat tahun !? sin-peng merasa terkejut , “benar peng-ji dan demikian juga dengan tiauw-ji , “bagaimana ceritanya paman !? seng-tiauw tertarik , “saya adalah penduduk xinning , dan ketika keluarga bengcu yakni kedua hujin dan jiwi-ji berdua saat itu umur empat tahun dan dua tahun sampai dixining dan bertemu dengan kwi-ban- san-hong-houw , oleh hujin liem-swat-hong makan kwi-ban-san- hong-houw dikalahkan dan melarikan diri

“dugaan ini cendrung kuat peng-ko , bukankah ketiga adik kita juga dari kwi-ban-san tentu hong-houw ini adalah ibu khu-gin-bi

, dan pesannya kepada ketiga adik kita bahwa mereka selain disuruh membunuh ayah juga disuruh mendirikan hek-to-ki di timur , utara dan selatan ? , “benar sekali tiauw-te kesimpulanmu , dan ibu kita ini akan mengendalikan keadaan barat , “lalu bagaimana pendapat peng-ko !? , “menurutku tiauw-te dan lan-moi , sebaiknya kita bagi tugas , “hal itu sesuai dengan pikiran peng-ko , sim-lan menyahut , “saya juga peng- ko , lalu bagaimana pembagian tugasnya , peng-ko !? , “begini jiwi-te ! , tiauw-te dan lan-moi kembalilah ke wuhan dan perhatikankah sepak terjang ibu kita , dan kalian redam

sebelum merambat terlalu jauh , sementara aku akan mengurus butek-giamlo dan suhunya jika sudah selesai aku akan melanjutkan ketimur untuk meredam kejahatan dari mo-bin-kwi- bo dan eng-hun-bi-kwi-ji sekaligus bertemu dengan tiga adik kita , kwee-kim-hoan , kwee-khong-huan dank wee-goat-lian

“setelah itu bagaimana peng-ko , “jika keadaan timur juga dapat dinormalkan kami berempat akan kembali kewuhan bertemu kalian , “hmh.. baiklah kalau begitu peng-ko , kedua adiknya mengangguk , “baiklah adikku , kita sementara berpisah dan yang jelas jika ibu berada dibarat membuat kekacauan kalian redamlah , jika seandainya terdengar di utara atau selatan kalian ikutilah ibu kita itu , “baik peng-ko kami akan taati , keempat orang itu melonggo mendengar rencana ketiga anak bengcu mereka itu , berdecak kagum akan keakuran ketiganya

, perkataan ibu pada kwi-ban-san-hong-houw membuat mereka heran , “maaf sam-ji , keheranan saya memang tak layak untuk hal peribadi , “ada apakah paman !? , sim-peng memutar kepalanya melihat keempat pendekar itu , “benarkah kwi-ban- san-hong-houw adalah ibu dari sam-ji , “benar paman , kwi-ban- san-hong-houw adalah istri ayah kami , karena beliau istri ayah kami maka beliau adalah ibu kami , keempatnya manggut- manggut , hati mereka makin terenyuh saat kembali mengingat rencana keiga anak bengcu ini , “perhatikan sepak terjang ibu kita dimanapun ia berada , dan redam sebelum merambat

terlalu jauh “ suatu bentuk tanggung jawab dari kekeluargaan yang kokoh dengan nilai kebenaran , memang sungguh luarbiasa she taihap ini piker mereka

“baiklah peng-ko dan paman pendekar , saya lan-moi akan kembali kebarat , hati-hati peng-ko perjalanan peng-ko sangat panjang hingga ketimur , “baik jiwi-te , kalian juga berhati- hatilah , sahut sin-peng , kemudian sim-lan dan seng-tiauw berkelabat dan menghilang dari tempat itu sehingga membuat keempat pendekar itu terperangah , “paman , marilah kuantar kalian ke xining dan dari sana aku akan melanjutkan perjalanan ke yuguan , “mari ! peng-ji , lalu merekapun berdiri dan terperangah ketika tubuh mereka di peluk sin-peng , mereka empat tubuh dewasa digendong dua kanan kiri oleh sin-peng dan meluncur dengan kecepatan kilat ke arah kota xining

hanya dua jam mereka sudah sampai dipintu gerbang sebelah barat kota xining , kemudian mereka memasuki kota dan beberapa kereta kuda menawarkan jasa angkutan , “paman .. ! dari sini aku akan segera ke yuguan dan jika para paman istirahat total tiga hari , keadaan paman akan sehat kembali , “baiklah peng-ji , semoga apa yang kalian jalankan berhasil , “berdoalah paman semoga kami diberi kekuatan untuk melaksanakannya sehingga berhasil , keempat pendekar itu mengangguk dengan hati terenyuh

Kwee-sin-peng memasuki kota zhou pada malam hari , namun kota itu sudah tidak sepi dan sunyi , dari empat likoan yang didatangi sin-peng tidak ada satupun yang buka , penduduk tidak ada satupun yang keluar rumah , akhirnya sin-peng melewatkan malam disebuah bangunan rusak , dengan setumpuk kayu api sin-peng membuat api unggun sebagai penerang ruangan dan pengusir nyamuk , baru satu jam sin- peng berada ditempat bangunan itu , ia mendengar gerakan- gerakan yang mendekati bangunan ,

“apakah benar itu orangnya “pak-hek-yan” ?! (walet hitam dari utara) “cuwi-sicu yang diluar …! silahkan masuk ! ada urusan mari kita bicarakan , sin-peng menyeru orang-orang yang mengintainya , kemudian enam orang yang mengintainya masuk dan mengelilingi sin-peng , “silahkan duduk cuwi-sicu ! , “tidak perlu , kami kesini bukan untuk beramah tamah “ seorang dari mereka menjawab ketus , “baiklah..! , jika demikian , sampaikan segera apa maksud kalian dan segera pergi karena aku takut mencelakakan kalian

“apa benar kamu putra kim-khong-taihap !? , “benar … ! lalu apa mau kalian !? , “hehehe…heheh , mau kami tidak banyak , hanya minta nyawamu saja , keenam orang itu langsung bersiaga menyerang dan menyergap sin-peng yang sedang duduk , namun mereka kecele , tubuh yang disergap tiba-tiba hilang , “heh… kemana dia !? , mereka heran dan kelabakan mencari-cari sin-peng yang ternyata dibagian belakang sedang memergoki dua teman mereka yang lain yang sedang heran melihat teman mereka kehilangan sin-peng , “wah orang itu bisa menghilang twako ! , “ah … yang benar !? , “iya … cobalah twako lihat !, orang yang sedang mengintip di lobang dinding menarik mukanya dari dinding dan melihat rekannya dan yang dipanggil dia twako itu pun mendekatkan kepalanya kedinding , “wah.. benar juga , suara mereka bising sekali seperti ayam kehilangan induk

ketika orang yang dipanggil twako itu menarik kembali mukanya

, orang disampingnya melonggo terkejut dan pucat , “kamu bukan twako ! , “benar ! salah kamu sendiri yang memanggil aku twako , ternyata yang diajak ngobrol mengenai hal didalam bangunan adalah sin-peng sendiri , hal itu dia sadari ketika melangkah menggeser dia menginjak sesuatu yang lembut dan setelah diperhatikan ternyata twakonya yang tergeletak kaku dan bisu entah bagaimana dan dia merinding ketika melihat mata twakonya bersinar marah namun tidak berdaya karena dia sudah menginjak perutnya, ketika dia berdiri dia bertatap muka dengan sin-peng yang juga melihatnya