-->

Delapan Kitab Pusaka Iblis (Kwi Po Cin Keng Pat) Jilid 3

Jilid 3

Hal ini karena suma kiang-bun dan dan suma thian-bu bertekuk lutut dibawah kecantikan dan birahi lumina kedua pendekar bersaudara itu berubah haluan , semua kemauan lumina di taat dan dituruti , kota hopei lebih suram dengan bantuan kedua bersaudara yang sakti itu , penumpasan bukoan yang ketahuan nyata membangkang di datangi dan dihancurkan oleh kedua she suma yang sakti , lumina merasa senang dengan kedua bersaudara she-suma dan semakin mencekokinya dengan suguhan hangatnya birahi dan kemesuman , dengan keberadaan lumina disamping dua she suma , kedua she-suma makin liar memenuhi keinginannya , disamping penumpasan bukoan dan piauwkiok she-suma juga merambat pada penculikan dan pemerkosaan wanita-wanita cantik baik gadis maupun yang sudah bersuami yang menerbitkan selera mereka

, hal ini bagi lumina makin menyenangkan , bahkan kemudian penculikan para pemuda-pemuda juga menjadi bagian perintah lumina kepada dua she-suma Lam-sin-liong yang selama ini merupakan perguruan sakti dengan cacat jumawa sekarang sudah hancur berkubang cacat yang menjijikan , awalnya hanya jumawa sekarang bukoan itu cacat dengan kemesuman , kebrutalan dan kesesatan , banyak dari bukoan dan piauwkiok yang mencibir akan perubahan tapi hanya mampu mencibir , karena she-suma memang sakti terlebih ada dibelakang mereka cui-beng-bi-moli yang lebih sakti dari kedua she-suma

Hari itu dua she suma sedang berada di paoteng , mereka mendengar bahwa putri bhong-kungcu memiliki paras yang cantik , “bu-ko , apa kita lansung kerumah kungcu mengambil paksa bhong-yan-cu atau menculiknya , “sebaiknya kita culik saja nanti malam bun-te , hal itu lebih menghemat energi jadi siang ini istirahat saja baru nanti malam kita bergerak , suma- kiang-bun mengangguk setuju

Malamnya mereka berendap-endap diatap rumah bhong- kungcu dibagian kamar bhong-yan-cu yang sedang tidur , mata kedua she-suma makin melotot dan birahi mereka makin blingsatan melihat wajah bhong-yan-cu yang ayu dan cantik , segera suma kian-bun turun dan dengan halus tanpa suara suma-kian-bun sudah menotok bhong-yan-cu dan meraih tubuh indah yang kaku dan bisu , suma-kiang-bun hendak melompat kembali keatas ,”tung…tung…tung… suara kentungan terdengar karena bayangan suma-thian-bu yang mengendap di atap terlihat penjaga yang sedang meronda dan curiga melihat pecahan atap yang mereka temukan , “ayok ! kita cepat menyingkir , seru suma kiang-bun , namun tiga orang kepala keamanan sudah berada diatap mencegat mereka , suma

thian-bu langsung menyerang dengan kecepatan kilat , pertempuran segit terjadi diatas atap , dua kepala kemanan mengeroyok suma-kiang-bun yang sedang memondong bhong yang kaku dan bisu tapi matanya sudah terbuka dengan cahaya penuh ketakutan akan apa yang dia alami

Sambil menyerang dan lari kedua she-suma menghadapi ketiga kepala keamanan dan sudah meninggalkan rumah kungcu beberapa blok tapi kepala kemanan tetap merangsak maju untuk menyelamatkan putri kungcu , suma-thian-bu menegluarkan ilmunya yang sakti dan menyerang dengan luar biasa , dalam lima gebrakan lawannya terjungkal dan jatuh kebawah , kemudian menerjang pengeroyok suma-kian-bun yang masih bertahan karena beban tubuh bhong-yan-cu di pundaknya , setelah suma-thian-bu memasuki keroyokan dalam waktu tidak berapa lama kedua kepala kemanan itu juga jatuh tersungkur kebawah , kedua she-suma langsung mencelat meghilang , namun baru dua she-suma diserang dua bayangan kilat dan suma kiang-bun tak kuasa mempertahan bhong-yan- cu dari renggutan tenaga besar dan kuat

“heh.. ternyata penjahat she-suma susiok , “bangsat she-tan mau mampus , suma thian-bu menyerang setelah melihat bahwa yang mencegat mereka adalah tan-kog-bu dan yap-sin- hong dari hui-tiauw-bukoan , pertempuran dua naga dengan dua rajawali malam itu berlangsung dengan seru cepat dan menegangkan , kibasan-kibasan pukulan yang mengandung hawa sakti berkesiuran , setengah pertempuran itu berlansung , beberapa tentara pasukan kungcu sudah sampai ditempat itu dan mengurungnya , suma-kiang-bun yang dulunya merasa paling sakti diselatan dibawah ayahnya menemui batu sandungan ternyata perguruan bekas piauwkiok ini menyimpan jurus sakti yang berbahaya , suma-kiang-bun tidak tahu bahwa perguruan hui-tiauw tidak bisa disamakan ketika awalnya berdiri atau sewaktu masih status piauwkiok , hui-tiauw-bukoan memiliki jurus rajawali yang istimewa yang merupakan andalan karena jurus itu diciptakan oleh kim-khong-taihap yang bernama “pek-tiaw-kiam hoat” dan itulah yang sedang dihadapinya sehingga dalam tiga puluh jurus kemudian dia terdesak hebat , sama halnya dengan suma-thian-bu harus mengakui kelihaian tan-kong-bu yang jauh lebih muda darinya

“bu-koko , kita menyingkir , suma-kiang-bun melompat dan melarikan diri dengan luka robekan diperutnya yang tidak dalam dan ia disusul oleh suma-thian-bu yang luka tusuk dipundaknya , “sial betul kita hari ini ternyata hui-tiauw memiliki ilmu yang hebat , “biarlah bun-te ! lain kali kita akan membalas penghinaan ini , keduanya istirahat ditengah hutan untuk menghentikan pendarahan dari luka mereka yang masih basah

Yap-sin-hong melepaskan totokan pada bhong-yan-cu dan menyerahkan kepada pimpinan pasukan khungcu , “bawalah kembali siocia , dan juga sampaikan salam dari saya untuk bhong-khungcu yang baik , “baik yap-taihap dan tan-taihap , termakasih atas bantuan jiwi taihap dan salam akan kami sampaikan , “baiklah ciangkun kami harus pergi , pimpinan itu menjura , “perbuatan she-suma semakin menjadi-jadi saja susiok , “benar bu-ji , itu karena mereka punya andalan yang sakti di belakang mereka “cui-beng-bi-moli kekuatan besar , yap-sin-hong dan tan-kong-bu bergerak cepat menuju bukoan , dan sesampai disana mereka menerima kabar dari seorang murid bahwa istri kong-bu hendak melahirkan , “berangkatlah kerumahmu bu-ji dan selesaikan persalinan istrimu dan untuk sementara biar saya akan menangani bukoan , “baik susiok aku berangkat , tan-kong-bu segera menuju kerumahnya di ujung kota sebelah utara dengan wajah penuh gembira

Kota cun-ming wilayah timur terjadi hal menggemparkan

,piauwkiok terbesar dan terkaya di wilayah timur di kuasai pemuda sakti , dia adalah sie-lui-kong , setelah hampir setahun dia menempuh perjalanan dari barat ke daerah timur , di cun- ming dia mendengar bahwa kim-khong-taihap berada di lembah naga di utara , daripada mencari lagi keutara baiklah aku memancing dia kesini , kalau dia seorang bengcu yang dicintai mencintai seluruh orang , apa yang kubuat akan mengundang dia datang pikirnya , lui-kong mendatangi sebuah piauwkiok terbesar kim-liong-piauwkiok (naga emas) , lui-kong membantai semua penghuni rumah yang wanita dipermainkan lalu dibunuh

, , para kauwsu dan pangcu piauwsu berusah menundukkan lui- kong namun akibatnya naas nyawa mereka melayang , tiga bulan cun-ming sudah takluk dibawah kekuatan luikong , kemudian kota-kota lain juga tidak dilewatkan lui-kong hingga enambulan berikutnya namanya dikenal dengan julukan “im- kan-bi-ciong” (si sesat dari akhirat)

Ketika lui-kong sedang berada di kota kinbun untuk menundukkan kim-ho-bu-koan (perguruan bangau emas) ternyata seorang perempuan cantik telah mengambil alih duluan , lui-kong heran dan mendatangi tempat itu , setelah bertemu dengan perempuan itu ternyata liok-swi-hoa , “hoa-moi ternyata kamu darimana saja kamu , hik…hikk , kira siapa yang datang ternyata suheng , marilah masuk kita rayakan pertemuan ini , keduanya masuk kedalam dalam melepaskan hasrat mesum sepanjang malam

Keesokan harinya , “hoa moi apa yang terjadi padamu di kwi- ban-san , “hari kita pertama turun dari puncak untuk mencari apa yang bisa membantu kita menuruni tebing , aku diserang macan hitam dan terjatuh kejurang , namun aku masih hidup dan malah dapat menemukan kitab pelajaran ilmu yang tinggi , lalu aku keluar dari sana setelah empat dan menuju ketimur karena aku mendengar kim-khong taihap ada ditimur , baru dua bulan aku berada disini , tapi yang kudengar adalah julukanmu yang menguasai piauwkiok cun-ming karena merasa segolongan kalau kejahatan di timur terdengar kim-khong- taihap maka dia tentu akan kemari , lalu saya memilih bukoan ternama dan terkaya , seminggu yang lalu aku mengambilnya , “hehehe…hahah.. sepertinya nasib kita sama , saya juga dan suheng terjerumus dalam lobang , tapi nasib baik saya , saya hidup dan juga mendapatkan kitab pelajaran tinggi , “eh.. siapa nama pemilik kitab itu suheng , “namanya ok-lan , hmh.. kalau kamu hoa-moi ? , kalau aku pemiliknya adalah thian-ok , keduanyapun melanjutkan pesta , dan sejak itu kota kinbun juga dipereteli oleh swi-hoa , dan empat bulan orang mengenal dia dengan sebutan “im-kan-ok-niocu” (dara jahat dari akhirat)

waktu berjalan demikian cepat enam tahun berlalu sejak Bonita yang hidup dilorong tebing dibawah tanah dan mendapatkan kitab pusaka Lam-ok , umurnya sudah dua puluh lima ,hari itu sedang menguji gerakan sabuk kuning mencecar dinding dalam rangkaian jurus tee-phak-kwi-kin (sabuk iblis menghantam bumi) “prasss..burggg .. brushhh” alangkah terkesima bonita dinding yang disambar ujung sabuknya menghasilkan tenaga yang membobol dinding batu dan melongsorkan tebing batu diatasnya sehingga menimbulkan suara bergemuruh , cahaya matahari bebas masuk kedalam ruangan yang selama ini agak gelap , bonita melangkah mendekati mulut lobang yang baru saja muncul akibat kibasan ujung sabuknya , bonita melihat kebawah nampaklah sungai besar dan pusaran air yang kuat, bonita duduk didepan lubang dengan hati haru , “tiong-ko kehidupanku telah kembali dan aku akan mencarimu kasih, tiong-ko , nafas bonita sesak membuncah dadanya yang haru rindu kepada tiong-ko , selama enam tahun dia hanya hidup dengan kenangan cintanya kepada laki-laki yang tidak tahu akan keberadaan hati dan tubuhnya , namun cinta membetot sukmanya saat pandangan pertama ia dan gurunya menghadapi Han-tiong yang berakhir dengan kekalahan dipihaknya , hatinya makin takluk setelah mengetahui betapa disamping ketampanan Han-Tiong juga memiliki kesaktian yang luar biasa dengan kenyataan keroyokan sukongnya sendiri tidak berdaya dihadapan Han-Tiong cintanya semakin bersemi tanpa mempedulikan lagi keadaan disekitarnya pikirannya hanya satu hidup disamping Han-tiong walaupun ada swat- hong disana , teringat akan swat-hong kerinduannya semakin menggebu Bonita membakar buku peninggalan lam-ok , setelah itu bonita keluar dari mulut lobang dan dengan tangannya yang mungil naik keatas tebing batu dengan hanya menggunakan daya perekat sin-kang yang dimilikinya satu bagian dari ilmunya yang disebut in-hun-tan-goat (menjerat bulan merampas halimun) bagaikan cicak bonita merayap keatas , sesampai diatas langsung menuruni kwi-ban-san bagaikan terbang sehingga hanya sepeminum teh bonita sudah memasuki desa butiu dan memasuki rumah seorang wanita yang berkebetulan menjemur pakaian, “cici…! , “hi… siapa kamu, setaaan …!? perempuan itu terkejut dan gemetar ketika melihat bonita yang kumal dengan rambut panjang tergerai kusut dan baju yang sudah lapuk dan hancur, ”ampunkan aku kuibo, tiba-tiba perempuan itu berlutut menyembah-nyembah, “cici..! aku bukan kuibo tapi aku orang terlantar, tolong beri aku makan dan pakaian, tiba-tiba, perempuan itu mengangkat mukanya dan mengucek matanya ,

“ampun…ampunkan aku, kembali perempuan itu menyembah “percayalah cici , aku hanya butuh makan dan pakaian dan aku akan sangat berterimakasih jika kamu dapat menolong keadaanku ,mendengar itu perempuan itu kembali menatap bonita , heran mendengar susunan kata yang demikian baik dan sopan, “benarkah kamu bukan kuibo !? , “bukan cici , aku adalah manusia sama dengan kamu, dan bukankah katanya kuibo itu pada waktu malam saja munculnya dan kakinya tidak menyentuh bumi , perhatikanlah aku cici , ini siang hari bolong dan kakiku menyentuh bumi, perempuan itu sekali lagi memperhatikan bonita bahkan kakinya , “hmh… baiklah masuklah siocia , bonita memasuki rumah wanita yang sedang ditinggal suaminya berburu, “mandilah dulu siocia dibelakang rumah , bonita mengengguk dan pergi kebelakang untuk mandi

, bonita memakan waktu yang lama untuk membersihkan dirinya yang memang sangat kumal baaik tubuh dan rambutnya, setelah bersih dia mengeringkan tubuh dan memakai baju pemberian perempuan itu dan menyisir rambutnya yang panjang sampai ke bawah pinggulnya , perempuan itu terkesima melihat kecantikan bonita yang khas peranakan Bhutan matanya yang bulat dengan lekuk alis yang indah , hidungnya yang mancung diatas bibirnya yang merah buah delima , tubuhnya yang sintal ditopang buah pinggul yang montok dan kaki yang jenjang , “cici kamu kenapa , apa yang kamu lihat ? , bonita menegur perempuan pemilik rimah yang melonggo didadapannya , “siocia alangkah cantiknya wajahmu seperti bidadari, “cici namaku bonita siapakah nama cici ? , “eh.. namaku bun-mei, “mei-cici terimakasih atas kebaikan hati cici , “oh ya , silahkah makanlah bonita ! dan makannya sudah aku siapkan tadi , “sekali lagi terimakasih mei-cici , lalu bonita duduk dan manyantap makanan dengan lahap , “darimanakah kamu bonita-moi sehingga muncul dengan tidak karuan seperti tadi dan maaf ketakutan saya sebenarnya bukan tanpa alasan karena hal ini sudah menghantui perkampungan ini selama dua tahun , “eh.. maksud mei-cici ? , “kejadian dua tahun lalu seorang lelaki memasuki kampung ini dengan kondisi seperti kamu tadi , dia merampok harta dan pakaian seorang warga kami , lalu dua bulan berikutnya datang pula seorang laki dengan kondisi yang sama dan melakukan hal yang sama merampok dan bahkan membunuh pemilik rumah yang dirampoknya , lalu enam bulan berikutnya datang pula seorang perempuan persis kondisinya seperti kamu ketika saya lihat , dia juga menyebar maut sehingga dua keluarga di kampung ini mati , berturut-turut kejadian mengenaskan terjadi dikampung ini dan yang terakhir empat bulan yang lalu seorang laki-laki membunuhi warga dan merampok hartanya bahkan memperkosa dua orang wanita , dan sekarang kamu bonita , “hmh… apakah saya orang kedelapan sebagai orang aneh yang memasuki kampung ini ? , wanita itu mengingat-ingat dan menghitung peristiwa sejak dua tahun lalu , “ya .. benar bonita , kamu orang kedelapan , lalu apakah bonita-moi kenal mereka ?

, makin yakin bonita bahwa ke tujuh rekannya sudah keluar dan turun kwi-ban-san dan dia orang terakhir yang turun lalu bonita mengangguk , “siapakah mereka bonita ? “mereka adalah kawanku enam tahun yang lalu , “jika demikian sebenarnya kalian datang darimana ? “kami dari kwi-ban-san, mata bun-mei terbeliak dan wajahnya pucat , “jangan takut mei-cici , aku bukan seperti mereka, bonita menenangkan bun-mei yang pucat , dan bun-mei tenang kembali, “cici ! aku akan pergi dan terimakasih atas semua kebaikan ini kiranya thian membalas perbuatan baik cici ,bonita bangkit dari duduknya , “baiklah bonita , bonita dengan cepat berkelabat dari tempat itu , bun- mei melonggo dan bergidik menyaksikan bonita yang menghilang dari pandangannya

Seminggu kemudian bonita sampai disebuah hutan , gerakannya yang ringan mengintai seekor kelinci gemuk dan sekali lontar kerikil ditangannya menghantam kepala kelinci kemudian segera bonita membuat panggang kelinci untuk mengisi perutnya yang lapar , namun baru setengah matang telinganya mendengar suara langkah dan matanya menoleh kearah datangnya suara , “hehehe..heheh , aroma daging panggang kelinci gemuk mengundang selera ternyata yang memanggang lebih menarik lagi , bonita dengan pandangan tajam menatap seorang lelaki tampan separuh baya , pandangan matanya ceriwis dan menjengkelkan , “siapakah kamu ? bonita bertanya tanpa mengalihkan pandangan , “aku orang yang suka dengan enak-enak dan indah-indah , “sebelum kamu celaka cepat pergi dari hadapanku ,

“hehehe..heheh.. tidak hanya cantik tapi pedas dan menggemaskan ,

“perkenalkan nona , aku adalah cu-lok-wan kwi-kiam-sin-ciang (tangan sakti berpedang iblis) murid tingkat dua dari “bu-cing- bo-giamlo” (biang maut tak berperasaan) , “aku tidak perduli siapa engkau dan siapa suhumu , yang jelas enyah engkau dari hadapanku ! , bonita mulai marah , “jangan terlalu jual mahal nona , sebentar lagi malam akan tiba , berdua dihutan ini akan akan lebih baik daripada sendirian , “wuut..wutt..plak.. “ bonita bergerak menampar muka lok-wan , “aku sudah peringatkan enyah kau dari sini , “phuh… perempuan sialan kamu tidak tahu berhadapan dengan siapa , rasakan balasan tuan besarmu, lok-wan marah karena mendapat tamparan ,gebrakan itu tidak membuatnya jerih karena perhatiannya terpecah pada wajah ayu nan cantik itu sehingga dia kena tamparan , cu-lok-wan adalah murid seorang iblis yang baru muncul dua tahun lalu ,

iblis itu tiada lain adalah kao-cung-sin yang keluar dari kwi-ban- san dua tahun yang lalu ,

sejak kehadirannya di dunia ramai dia mulai menancapkan kuku iblisnya mencengkram wilayah barat , cung-sin yang menerima ilmu dari ok-li-mo mewarisi ilmu langka dan luar biasa sehingga dalam jangka dua tahun cung-sin atau yang dikenal dengan julukan bu-cing-bo-giamlo telah membentuk formasi kejahatan yang yang kuat berkedudukan di conking , orang-orang yang menantangnya ditaklukkan dengan mudah , jika mau bergabung akan diampuni , bahkan kalau sikapnya menyenangkan hati cung-sin akan diangkat jadi murid , diantara sekian banyak para pendekar yang menantagnya ada dua puluh orang yang menjadi muridnya , dengan susunan lima orang murid pertama , tujuh orang murid kedua dan delapan orang murid ketiga , dan salah satu murid kedua adalah cu-lok- wan yang sedang menyerang bonita , gerakannya cepat , tenaga pukulannya kuat dengan hawa pukulan beracun tok- jeng-giamlo-ciang (tangan maut seribu racun) , pukulan ini salah satu ilmu yang didapatkan chungsin dari pusaka ok-li-mo

, sekali pukulan ini bergerak maka hawanya akan menyebar membuat mata nanar dan kepala pusing , jika sin-kang yang menerima tidak mampu mengatasi maka dalam hitungan menit akan tewas dengan tubuh mengikuti dasar sin-kang korban , jika dasar sin-kang “Yang” maka tubuhnya akan hitam terbakar

, jika sebaliknya maka tubuhnya akan putih kelabu ,

Bonita berkelit dan membalas serangan , pertempuran disaat senja demikian cepat dan pada jurus ke limapuluh bonita menerima pukulan lok-wan dengan “toh-mia in-kang” (telapak halimun merenggut nyawa) salah satu ilmu peninggalan lam-ok

, “blamm” tubuh lok-wan terlempar dan melabrak pohon dan menggeloso dengan tubuh menggigil dan tidak berapa lama tewas dengan muka matang biru , sementara bonita tubuhnya hanya bergetar , lok-wan memang apes , wajahnya yang tampan dan umurnya yang matang tidak melihat situasi dan hati-hati , birahinya yang terbit dan keceriwisannya yang nakal bahkan telah diperingatkan malahan makin besar kepala yang berakhir dengan kematiannya , bonita meninggalkan tempat itu sambil membawa panggang kelincinya ketempat lain , kelakuan bonita murid iblis siang-kiam-kwi dan cucu murid dari see-sin- lohap yang terkenal dengan keculasannya bahkan menerima pelajaran dari seorang durjana dari selatan namun menjadi seorang penyabar dan tidak brutal , bagimanakah ini bisa terjadi , apakah yang melatar belakanginya ? pengaruh cinta yang tumbuh dihatinya merobah cara pandangnya sejak melarikan diri dari tempat sukongnya bersama ketujuh rekannya , pengajaran menurutkan hawa nafsu dan ingin menyenangkan diri sendiri serta tidak malu untuk bermaksiat telah tawar dari hatinya , kenangan han-tiong yang sakti telah mengendalikan dirinya , hingga setiap pengaruh ilmu durjana lam-ok sifat ganasnya berkurang ,

setiap bagian-bagian ilmu yang mendatangkan pengaruh buruk padanya bonita meninggalkan buku itu dan merebahkan diri sambil memanggil tiong-ko memanggil kekasihnya bercakap- cakap yang terbentuk dalam mimpinya , kebijakan-kebijakan bonita tumbuh dari akibat percakapan tidak lumrah yang ditenggarai sifat cintanya yang luar biasa , setelah menerima pendapat kekasihnya maka bonita memulai pelajarannya , demikianlah hingga enam tahun , dia adalah bonita bunga botan yang tumbuh ditepi hutan , dia hidup dalam lumpur namun cintanya yang cemerlang kepada han-tiong yang dia yakini seorang paling sakti dan terbaik diantara manusia dan cintanya menyuruh dia untuk mengimbangi kekasihnya dan hal itu semakin dia yakini berkat hubungan gaib yang dia rasakan, seluruh wejangan-wejangan yang dia terima dari kekasihnya merupakan gambaran pribadi kekasih yang dia kenang

Sebulan kemudian sampailah bonita dikota lijiang , bonita yang cantik memasuki sebuah rumah makan , mata nakal menyergap tubuh yang seksi itu , “dia bukan orang kangowu karena tidak membawa senjata , “mungkin gadis desa yang masuk kekota , “wajahnya putih merona alangkah nikmatnya , suara-suara ceriwis dari meja disampingnya kirinya kemudian disebelah kanannya ada dua orang juga sedang berbisik , “wilayah barat dan selatan satu tahun terakhir ini diselimuti kejahatan , perampokan sudah tumbuh kembali bahkan maling- maling sudah memasuki kota ,”apa yang mesti kita lakukan para pendekar sudah di pengaruhi kejahatan para kungcu juga sudah tidak bisa menolak tekanan dari penguasa kota congking bu-cing-bo-giamlo , semakin tertarik bonita mendengar pembicaraan dengan berbisik-bisik itu , “entah kapan kim- khong-taihap bengcu akan melawat kesini , „sirrrrr…. , darah bonita berdenyar hatinya berdegup , harapan bertemu kekasihnya memasuki relung hatinya yang rindu , “apakah tiong-ko sekarang seorang bengcu ? pikirnya

“bengcu kita sedang berada diutara dengan bengcu-jiwi hujin , “mungkin karena anak bengcu dari it-hujin masih kecil jadi harus mondok dulu di lembah naga , “tiong-ko memiliki dua istri

, ah.. tiong-ko aku akan kelambah naga , hati bonita semakin syahdu mendengat han-tiong memiliki dua istri , ingin segera mengambil tempat disisi kekasihnya , sedang menikmati hangat dan harunya hati bonita , empat orang bermulut ceriwis itu mendekat , “hai siocia , kenapa engkau melamun , adakah siocia merasa sendirian , jangan khawatir nona cantik kami lijiang-mauw-si (empat kucing dari lijiang) akan menemanimu , lijiang-mauw-si baru beroperasi sebagai maling di lijiang setahun yang lalu mereka adalah anak buah bu-cing-bo-giamlo

, „jagalah mulut kalian supaya mulut itu terhindar dari binasa, “hehehe..hehe… bibirmu nona membuat mulut kami tidak tahan ingin rasanya mengecup dam melu…,

“prak..prook…parakk…proook , auhhgggg , empat tamparan mengahantam mulut itu hingan hancur dan giginya tanggal semua , keempat maling yang tidak menyadari apa yang terjadi hanya membekap mulut tahu-tahu mulut mereka sudah bersimbah darah dengan gigi menumpuk dirongga mulut lalu tangan yang membekap mulut diturunkan dan membuang gigi dan alangkah perihnya untuk meludahkan gigi tidak kuasa karena bibir itu jontor sobek dan bengkak ,

semua orang melihat kejadian luar biasa cepat itu heran melihat empat maling itu membungkuk kesakitan , “tadi sudah kuperingatkan dan sekarang kalian terima akibatnya , nah..! cepat kalian enyah dari sini , empat maling itu langsung lari tunggang langgang dengan muka pucat , dua orang yang membicarakan Han-tiong merasa ngeri karena sejak bonita memperingatkan mulut keduanya langsung menoleh menyangka mereka yang dimaksud tapi ternyata empat maling itu , dan juga terpana melihat kecepatan gerakan menampar mulut keempat maling itu dan melihat hasilnya ketika keempat maling hendak membuang gigi , bonita berdiri dan membayar makanannya kemudian pergi , semua menatap kepergian bonita dengan rasa ngeri bercampur takjub .dan terdengar gumaman lirih kim-sim-bi-moli (iblis cantik berhati emas) Hutan lebat dengan pepehonan yang tinggi menambah keangkerannya, ini hutan kelima yang dilewati bonita setelah empat hutan yang dilaluinya selalu berisi gerombolan perampok tapi naas bagi mereka , niat ingin mempermainkan bonita malah menuai bencana dan kebinasaan, selalu awalnya bonita memperingatkan agar mereka yang mengganggunya pergi , namun sikap memandang remeh membuat mereka menutup gerombolan mereka selama-lamanya sudah empat gerombolan perampok bagian barat perbatasan dengan utara hanya tinggal nama sementara anak-anak buahnya yang sempat melarikan menyebar berita akan keadaan mereka bertemu dengan bonita dan tersebar dan makin tenarlah julukan bonita dengan kim- sim-bi-moli , “apakah hutan ini juga diisi perampok ? , pikirnya dan baru saja pikiran itu terlintas bonita sudah melihat banyak orang berlompatan kearahnya dan sebentar saja ia telah dikurung sepuluh orang perampok dengan pedang terayun , “kenapa kalaian mengurungku , cepat kalian pergi , “heh..! kim- sim-bi-moli , apa yang kamu lakukan pada rekan-rekan kami harus kamu bayar dengan nyawamu , “heh..! tai-ong (pimpinan rampok) jika engkau tidak mau mengalami hal yang serupa dengan teman-temanmu kusarankan kalian enyah dari hadapanku , “seraang… ! pimpinan rampok itu berteriak dan menyerang , tapi yang mereka serang adalah pewaris ilmu lam-ok , tidak bersambat suara-suara kematian susul menyusul , dalam lima gebrakan tujuh orang tewas , pimpinan rampok makin marah dan meneriaki anak buahnya merangsak maju dan untuk kedua kalianya tubuh-tubuh perampok itu bergelimpangan termasuk pimpinan rampok sendiri harus merelakan nyawanya ketika menerima pukulan in-hun-tan-goat dari kim-sim-bi-moli , akhirnya sisa perampok melarikan diri , bonita membiarkan saja orang itu lepas dan berlalu dari hutan itu melanjutkan perjalanannya memasuki kota pertama bagian wilayah utara yang bernama lankong saat malam sudah tiba

Bonita memasuki likoan untuk makan dan istirahat , saat memasuki ruang makan matanya terbelalak darahnya berdenyar hatinya berdesir , seorang lelaki tampan umur tiga puluhan duduk disebuah meja sedang makan , dipunggungnya tergantung harpa emas rambutnya yang panjang diikat pita warna putih dan ikat kepala berwarna putih bergambar naga bersulam benang emas serta dihiasi manik-manik mutiara hitam melingkar dikepalanya bajunya berwarna hijau menambah kharisma ketampanannya , setiap orang yang melewati mejanya menganguk hormat,hati bonita berteriak cinta dari gemuruh hatinya , dengan langkah pelan tapi pasti bonita mendekati meja itu dan berdiri dihadapan lelaki itu , lelaki itu menatapnya lembut , keharuan menyergap hati bonita hingga matanya berkaca-kaca , saat air matanya mengalir gemuruh hatinyapun mereda , “tiong-ko … tiong-ko aku sudah menemukanmu tiong-ko seketika sesugukanlah dia didepan lelaki yang merebut kenangannya , “silahkanlah duduk siocia dan memang benar aku adalah kwee-Han-Tiong tapi maaf apakah kita pernah bertemu ? , “tiong-ko aku adalah bonita, han-tiong tersenyum dan matanya memandang semakin lembut

, “bonita murid siang-kiam-kwi ? , Bonita mengangguk , “kemanakah swat-hong , kenapa tiong-ko tidak bersamannya , “makanlah dulu bonita-moi , setelah itu aku akan cerita , “pelayan ! , segera seorang pelayan mendekati , “iya bengcu , “ambilkan pesanan … “pesanan yang dipesan tiong-ko lopek bawakan kemari , bonita langsung menyela , “baiklah siocia , “dan juga tambahan nasi untukku , “baik bengcu , pelayan itu segera kebelakang ,

Bonita merasakan kenyamanan luar biasa saat mengunyah dan menelan makanannya dengan kehadiran kekasih kenangan ini didepan matanya , Han-tiong menatap lembut bonita yang makannya lahap

“bagaimana tiong-ko kenapa swat-hong tidak ikut , maka Han- tiong bercerita perjalanan mereka yang mana swat-hong sedang hamil , setelah meninggalkan changchung Han-tiong dan kedua istrinya terus memasuki wilayah utara dengan tujuan kelembah naga di yinchuan , para kauwsu dan pangcu wilayah utara menanti kedatangan bengcu melewati kota mereka untuk diundang temu ramah dan menerima petunjuk ilmu silat sebagaimana wilayah selatan dan timur lakukan, oleh karena itu perjalanan sepanjang wilayah utara ini juga memakan waktu lama hingga Han-tiong dan kedua istrinya sampai kelembah naga saat usia kandungan swat-hong berumur sembilan bulan , sie-hu-bin atau jeng-liong yang sudah berumur enam puluhan dengan kegembiraan yang tak terlukiskan menyambut Han- Tiong dan keluarga , “selamat datang bengcu dan bengcu-jiwi- hujin , “selamat bertemu kembali sie-siok , jeng-liong mambawa keluarga bengcu masuk dan suasana akrab yang dirasakan oleh sie-hu-bin sangat mengharukan hatinya, sie-hu-bin adalah bekas penjahat anak buah dari thian-te-sam-kwi tapi kehidupannya berubah setelah bertemu dengan Han-tiong (baca pendekar Harpa Emas) sie-hu-bin setelah mendengar perjalanan bengcu dari wilayah selatan dan timur sampai keutara menceritakan keadaannya selama ini bahwa setelah dari kunleng sie-hu-bin langsung kelembah naga dan setahun kemudian sie-hu-bin mendirikan hui-liong-bukoan (perguruan naga terbang) selama tiga tahun perguruan sie-hu-bin merupakan perkumpulan yang ternama dan kuat di yinchuan dan setelah lima tahun sampai saat itu semakin menempati perguruan teratas diseluruh wilayah utara dengan jumlah murid mencapai tiga ratus orang

Dua hari berikutnya swat-hong melahirkan bayi laki-laki , Han- tiong dan lin-swat menyambut gembira , sie-hu-bin yang tahu persis tahu masa kecil swat-hong melihat swat-hong sekarang melahirkan merasa haru dan menangis bahagia , untuk kebahagiaan itu sie-hu-bin melaksanakan pesta syukuran akan kelahiran anak pertama bengcu mereka, Han-tiong memberi nama kwee-sin-peng pada anaknya , “tiong-ji , karena sin-peng masih kecil sebaiknya kalian tinggal disini dulu , “terimakasih sie-siok , hal itu memang kami perlukan , dan budi baik sie-siok dapat balasan setimpal dari thian , dan jika peng-ji berumur tiga tahun rasanya sudah cukup melanjutkan perjalanan kebarat , “demikianpun bagus tiong-ji , tinggallah disini sampai sin-peng cukup kuat

Manusia hanya berencana , tapi keputusannya kembali kepada thian , saat sin-peng berumur dua setengah tahun , istri kedua bengcu sie-lin-swat hamil , swat-hong dan han-tiong semakin bahagia , sie-hu-bin yang mengetahui habar ini amat gembira , sie-lin-swat sudah dianggap anak sendiri terlebih karena keduanya sama she , sementara di utara tersebar berita bahwa barat bergolak oleh kehadiran tokoh hitam yang berjulukan bu- cing-bo-giamlo dan tiga bulan berikutnya selatan mengalami hal yang sama dengan kehadiran tokoh baru yang sakti yang bejulukan “cui-beng-kui” (siluman pengejar nyawa)

“tiong-ko , keadaan barat dan selatan sedang dilanda tirani bu- cing-bo-giomlo dan cui-beng-kui apakah yang akan tiong-ko lakukan ? , “tentu kita akan kesana untuk melihat keadannya hong-moi , namun sepertinya aku akan berangkat sendirian dan meninggalkan kalian disini karena swat-moi tiga bulan lagi akan melahirkan dan peng-ji masih kecil , “aku akan menjaga swat- moi dan anak kita tiong-ko , kiranya tiong-ko tidak merasa berat untuk menunaikan tugas tiong-ko , “benar tiong-ko, saya dan cici akan saling menjaga, Han-tiong senyum menatap swat- hong dan lin-swat dan meraih masing jemari keduanya , “aku tidak akan berangkat sekarang hong-moi , aku berangkat setelah swat-moi melahirkan dengan demikian hatiku akan lebih tenang, “bukankah urusan dibarat dan selatan itu sepertinya lebih mendesak tiong-ko ? “hong-moi diantara dua urusan itu yang harus saya utamakan adalah urusan swat-moi , tahu kenapa lebih utama hong-moi ? , “tidak tahu tiong-ko , “aku juga tidak tahu tiong-ko, „ada tiga sebab urusan swat-moi diutamakan hong-moi yakni waktu , keadaan, kepentingan , pertama waktu swat-moi tiga bulan lagi dan jelas selesai sementara perjalanan kebarat tiga bulan belum tentu dapat jelas selesai jadi hal jelas lebih utama daripada yang tidak jelas, kedua keadaan swat-moi menyambut kehidupan sementara dibarat menumpas kehidupan dan kehidupan lebih utama dari kematian, ketiga kepentingan swat-moi adalah batiniyah sementara dibarat kepentingan jasmaniyah dan batiniyah lebih utama dari jasmaniyah , swat-hong dan lin-swat menatap Han-

tiong mesra , “dan juga swat-moi dengan mengetahui keadaanmu akan memberikan pengaruh baik padaku untuk menanggulangi keadaan dibarat daripada tidak mengetahuinya

, “aku melihat dan merasakan kebenarannya tiong-ko , berbahagialah kami hidup disampingmu tiong-ko , Han-Tiong mencium jemari swat-hong dan lin-swat

Setelah umur kandungan lin-swat genap sembilan bulan maka lahirlah anak laki-laki yang sehat , kelahiran anak kedua Han- Tiong menambah semarak kebahagian keluarga bengcu , Han- tiong memberi nama kwee-seng-tiaw , dan seminggu kemudian

, “hong-moi dam swat-moi ! besok saya akan kebarat melihat keadaan dan kemungkinan akan memakan waktu lama karena kondisinya sudah semakin parah , ,”maksud tiong-ko , “aku mendengar baru semalam dari sie-siok sepertinya tokoh-tokoh kejahatan yang muncul ini bersamaan keluar dari sarang , dibarat dikuasai dua tokoh hitam bu-cing-bo-giamlo dan “eng- giamlo” (sibayangan maut) dan diselatan disamping cui-beng- kui muncul pula “cui-beng-bi-moli” (iblis cantik pengejar nyawa)

, dan ditimur juga telah terjadi hal-hal yang mengenaskan dengan kehadiran “im-kan-bi-ciong” (si sesat dari akhirat) dan “im-kan-ok-niocu” (dara jahat dari akhirat) , “dunia persilatan telah dilanda bahaya tiong-ko , hal ini tentu menyengsarakan jika berlarut , “oleh karena itu hong-moi dan swat-moi jika umur tiaw-ji genap setahun kalian susul aku kebarat , pergi ke wuhan kerumah li-twako , disana kita akan bertemu jadi kalau tidak ada aral melintang pada akhir tahun kedua keberangkatan saya hari ini kita akan berkumpul kembali diwuhan , “baiklah koko , kami akan perhatikan pesanmu , “benar koko setahun umur tiaw-ji kami akan menyusul koko ke wuhan, “baik sekarang moi- moi , kemasilah bekalku dan aku akan menyampaikan hal ini kepada sie-siok

Keseokan harinya Kim-khong-taihap bengcu meninggalkan keluarganya , dengan ilmu lari cepatnya yang luar biasa satu bulan dia sudah sampai keperbatasan utara dan barat dikota lankong dan malam itu Han-tiong bertemu bonita

Dan bagaimana keadannmu bonita-moi ? Han-tiong menatap wajah bonita yang tadi mendengar ceritanya , “keadaanku tiong-ko tidaklah banyak dan itupun membosankan , “bonita- moi keadaan tergantung bagaimana hati menerimanya , bonita tersenyum membalas pandangan Han-Tiong , “benar tiong-ko bosan tidaknya suatu keadaan tergantung hati menerima keadaan itu , tiong-ko setelah dari gyangtse kami pergi ke kwi- ban-san dengan waktu satu tahun , “maksud kalian delapan orang rekan dan saudara seperguruanmu ? , Bonita mengangguk , “lalu bagaimana bonita moi apa yang kamu rasakan dengan yang menimpa suhu dan sukongmu bahkan susiok-kong mu ? , “tiong-ko mungkin secara umum hal kurasakan yang menimpa suhu dan sukongku akan dikatakan puthauw (durhaka) namun kenanganku berkata lain dalam syairnya ketika aku bertanya kepadanya , bonita menatap dalam kemata kekasihnya ini , Han-tiong tersenyum , boleh aku tahu apa maksud kenanganmu menjawab pertanyaanmu bonita-moi ? “mungkin tiong-ko tidak tahu keberadaan diriku dan hatiku selama ini , “hal itu memang benar bonita-moi oleh karena itu gambarkanlah maksud kenangan menjawab pertanyaanmu , “tiong-ko ! kenanganku menjawab tentang puthauw yang kutanyakan bunyinya begini

berbaktilah pada orangtua dan suhu Kebaikan hidup akan menyertai selalu Tapi bakti bukan tidak pandang bulu Melainkan kebenaran diatas semua itu Manut pada jahat siapakah yang mau Menambah dosa lama membuat dosa baru Benarlah thian ! jangan maksiat padaKu 

Suhu dan sukongku tidak berada diatas kebenaran dan jika aku mengikuti nafsu marah dan dendam hanya akan menambah dosa bagi orang tua dan suhu dan membuat dosa padaku , “sungguh benar dan dalam hikmat itu bonita-moi , “kenanganku itu adalah siansu bagiku tiong-ko , “lalu selanjutnya bagaimana bonita-moi , “kami sampai di kwi-ban-san tapi malang bagiku kedua saudara seperguruanku mengajak aku berlatih untuk melancarkan jalan darah dan aku terlempar kedalam jurang terhempas kedalam sungai dan ditarik kedalam pusaran air yang kuat tapi thian masih memberi kesempatan hidup padaku

, aku hidup dibawah lorong tebing yang redup dan belajar kitab yang kudapatkan disana hingga enam tahun dan selama enam tahun aku hanya hidup bersama kenanganku , kesendirianku diwarnai oleh bayangannya , kerinduanku terobati oleh cumbuannya oleh dia semangat hidupku tetap menyala, harapanku selalu ada , kenanganku berkata padaku

Duhai bunga botan! Berjuanglah terus Selagi hidup ! jalani ujian hal yang harus Berharaplah selalu jangan pernah putus Terimalah apa keadaan dengan hati tulus Derita bahagia memiliki tepi yang halus Itu kebijaksanaan thian yang mengurus aku baru empat bulan keluar dari tempatku selama ini tiong-ko

,dan tujuanku hanya untuk menemuinya “dan engkau moi-moi telah menemukannya ? , “sudah tiong-ko aku sudah menemukannya , Han-tiong meraih jemari lembut bonita “aku

juga mencintaimu bonita-moi oleh karena kebijaksanaamu yang tumbuh akibat kenangan cintamu , dan ketahuilah bonita sayang , tempatmu telah disediakan hong-moi disampingnya dan juga disamping swat-moi yang merindukanmu

“aku akan ikut menyertai tugas tiong-ko , “benar bonita moi , kamu akan disampingku dalam tugas ini , jadi istirahatlah karena besok kita akan memasuki wilayah barat , “baiklah tiong-ko , keduanya naik keatas dan memasuki kamar masing- masing , bonita terlelap bahagia dalam tidurnya

Keesokan harinya Han-tiong dan bonita turun untuk makan pagi

, pemilik kedai mendekati meja Han-Tiong , “bengcu yang budiman seorang kurir dari barat menitipkan surat padaku untuk disampaikan kepada bengcu , “terimakasih loya , Han-tiong menerima surat dan membukanya Bengcu yang budiman dalam perjalanan , terimakasih kami haturkan akan uluran tangan , kami menanti di bian-san (bukit kapas) untuk membicarakan perihal penanggulangan

Ceng-sin-hosiang

“kita harus buru-buru bonita-moi marilah kita makan , keduanyapun lalu bersantap , setelah itu dengan berlari cepat Han-tiong dan bonita meninggalkan lankong , dan seminggu kemudian Han-tiong dan bonita sampai di biansan , semua pendekar dan kauwsu menyambutnya , “selamat datang bengcu dan lihap , “selamat bertemu lama dan sicu sekalian ! mumpung pagi masih hangat dan para cianpwe dan sicu yang baik sudah lama menanti disini maka kita langsung pada pembicaraan , lalu semuanya mengambil tempat duduk dan minuman hangat segera dihidang , yang hadir disamping ceng- sin-hosiang dari Tibet , ada delapan pendekar yang hampir semuanya dikenal Han-tiong yakni eng-tiauw-see dan dua sahabatnya see-koai-tojin dan ang-bin-sinkai kemudian kim- liong-kiam keempat orang ini dikenal Han-tiong sewaktu penobatan dirinya jadi bengcu, lalu sin-jio dan istrinya sulina sin-yan-kiam , dua yang lain adalah dua lihap yang pertama wanita berumur dua puluh tujuh bermuka burik bermata juling namanya phang-hwa dengan julukan “im-yang-kiam-lihap (pendekar wanita pedang im-yang) dan yang seorang wanita berumur empat puluh lima tahun berkulit coklat dan bulu romanya agak kentara sehingga wajahnya terkesan berkumis karena bulu di atas bibirnya yang tipis namanya khu-bi-hwa berjulukan sin-pian-lihap (pendekar wanita cambuk sakti)

hosiang-lama memulai pertemuan “baiklah bengcu kami yang budiman , keadaan kita saat ini memprihatinkan yang dimulai dari barat , kemudian selatan dan terakhir kami dengar di timur yakni hadirnya tokoh yang masih tergolong muda tapi dengan ilmu yang luar biasa , wilayah barat ini sudah merasakan cengkaraman dari bu-cing-bo-giamlo selama satu setengah tahun dan ditambah enam bulan lalu dari eng-giamlo , beberapa dari pendekar dan kauwsu telah mencoba untuk menundukkannya namun hasilnya adalah kebinasaan dan salah satunya adalah cu-gin-bouw “kang-jiu-hiap” (pendekar lengan baja) suami dari sin-pian-lihap yang hadir disini bersama kita dan yang anehnya bengcu kami , para pendekar dan kauwsu yang mendatangi bu-cing-bo-giamlo yang tidak tewas ikut bergabung dengan mereka dan melakukan tindakan kesewenang-wenangan dan hal ini dibuktikan dengan empat kauwsu di wilayah barat yang bergabung dengan mereka yakni kim-coa-bukoan (perguruan ular emas) , pek-wan-bukoan (perguruan lutung putih) , hui-houw-bukoan (perguruan macan terbang) dan sin-mo-bukoan (perguruan payung sakti)

demikian hal yang bisa kami laporkan sampai saat ini bengcu kami yang budiman , dan kami siap mendengar pendapat bengcu, “cianpwe lama , dan hohan taihap yang baik , apa yang saya dengar dari penyampaian cianpwe lama menunjukkan betapa kejahatan yang kita hadapi ini luar biasa karena dalam jangka dua tahun tiga wilayah diwarnai oleh kejahatan , hal ini menunjukkan bahwa tokoh-tokoh ini sama muncul dalam waktu yang bersamaan dengan niat yang sama pula , artinya enam tokoh yang muncul ini ada pertalian emosi , “maaf bengcu yang mulia saya menyela , semua memandang kearah bonita , “silahkan bonita-moi tapi sebelumnya tunggu dulu , maaf lama cianpwe dan sicu hohan semua dan terlebih gakhu gu-supek eng-tiauw-see , ini adalah bonita calon istri saya , “kiong-hi…kiong-hi bengcu dan lihap , semua peserta serempak menjura , bonita menunduk dengan wajah bersemu merah , seorang kauwsu menyela , kiong-hi untuk kim-sim-bi- moli akan menjadi bagian keluarga bengcu , Han-tiong tersenyum , sicu kauwsu apakah engkau mengeenal calon istriku ini ? kenal nama sih tidak bengcu , hanya julukan itu sudah beredar dua bulan yang lalu di lijiang , peranakan Bhutan dengan rambut tergerai panjang ,

“heheh..hehe , maaf untuk tidak terlalu tegang pertemuan ini melantur sedikit membuat rileks ,darimana sebutan molinya sicu-kauwsu ? “karena cepat dan mengerikannya hasil gerakan tangan dari lihap , karena di lijiang kami menyaksikan empat maling yang mengotori lijiang sudah tidak normal lagi mulutnya karena ditampar oleh lihap , semuanya senyum mendengar penjelasan itu . lalu kim-sim nya darimana sicu kauwsu ? , “sebelum tangan itu bergerak lihap terlebih dahulu memperingatkan untuk menjaga mulut dan hal ini juga kami dengar dari perampok yang ada di hutan sebelah utara lijiang yang menceritakan saat bertemu dengan lihap , awalnya mereka diperingatkan untuk menjauh tapi malang karena bandel diganyang oleh lihap hingga tewas mengerikan dan yang sempat lari di biarkan , “hehehe.. julukan itu memang tepat untuk calon istriku ini karena ketahuilah sicu sekalian dan cianpwe lama , calon istriku ini adalah murid dari siang-kiam- kwi atau cucu murid dari see-sin-lohap , semuanya terkejut , “nah..! sekarang kita kembali kepembicaraan , apakah yang ingin kamu sampaikan bonita-moi ? , bonita kembali mengangkat wajahnya setelah dia menjadi perhatian semua karena ulah tiong-ko nya ini , hatinya hangat merasakan getar sayang dari ucapan-ucapan kekasihnya ini , tanpa sungkan Han-tiong demikian terbuka memperkenalkannya bahkan pengakuan enteng dan bebas bahwa dia adalah calon istri bagian keluarga bengcu , dan orang-orang ini tanpa cela menerimanya terlebih ada uwa mertua han-tiong hadir disini , betapa kenalnya mereka ini kepada khidmat yang dimiliki han- tiong , berbinar hatinya akan sikap dan penerimaan itu ,

“begini bengcu ! karena bengcu menyinggung masalah pertalian emosi , jadi ada baiknya mendengar penuturan dari sin-pian-lihap lebih jauh tentang identitas bu-cing-bo-giamlo , “bagaimana lihap !? apakah lihap punya berita lebih tentang apa yang menimpa suami lihap ? “bengcu yang budiman sebenarnya ketika suamiku beragkat bersama empat rekannya aku tidak ikut , hanya dua hari kemudian aku menyusul dan salah seorang dari mereka berhasil melarikan diri bertemu dengan aku ditengah jalan dengan luka yang amat parah , dia menceritakan bahwa suamiku telah tewas beserta dua yang lain , dan cerita lebih dari sahabat itu yang aku tahu bahwa bu- cing-bo-giamlo berjumawa dihadapan mereka tentang warisan ok-li-mo , mendengar penuturan terakhir itu bonita terkesiap , dan hal ini tidak lepas dari perhatian Han-Tiong , “apakah penuturan itu bonita-moi mendapatkan sesuatu ? , “ada bengcu

! itu artinya dugaan bengcu benar bahwa ada pertalian emosi diantara enam yang saat ini membuat momok , “kenapa kamu yakin bonita-moi , karena bu-cing-bo-giamlo mendapat warisan dari ok-li-mo sementara saya mendapat warisan dari lam-ok , “artinya keenam orang itu adalah rekan dan saudara seperguruanmu yang melarikan diri ke kwi-ban-san ? “ benar bengcu , “tunggu dulu bengcu , “ya ..silahkan lama-cianpwe , “lam-ok , ok-li-mo dan kwi-ban-san mengingatkan aku akan cerita sukong saya ,

“bagaimana cerita yang lama-cianpwe dengar , “dulu terjadi pertempuran delapan durjana di kwi-ban-san dan sejak itu delapan durjana itu tidak pernah muncul lagi tapi sekarang ilmunya muncul didunia persilatan , “hmh.. jadi jelaslah sekarang siapa momok yang kita hadapi , dan yang lebih tahu dengan keadaan mereka adalah bonita-moi , karena bonita moi termasuk yang mendapat warisan dari salah satu durjana di kwi-ban-san , jadi tali perguruan dan tali dendam yang sama , tali perguruannya adalah see-sin-lohap dan tali dendamnya

pada saya karena saya telah berhadapan dengan see-sin-lohap dan kedua sutenya pek-mou-kwi dan sim-tok-bimoli , rekan seperguruan bonita-moi lima diantaranya menerima warisan durjana di kwi-ban-san dan dua yang lain adalah murid tok-sim- kwi dan toat-beng-kwi yang juga sudah berhadapan dengan saya , yang muncul baru enam sebentar lagi kita akan mendengar yang ketujuh , dan yang kedelapan ada bersamaku

, “jadi bengcu kita sekarang berhadapan dengan pewaris delapan kitab pusaka iblis , “ benar cianpwe-sinkai ,

“lalu apa tindakan kita bengcu yang budiman ? , “Han-tiong memandang wajah perempauan dengan mata juling itu , “phang-lihap , saya dan bonita-moi akan mendatangi sarang bu-cing-bo-giam-lo dan eng-giamlo , dan cianpwe serta sicu taihap dan kauwsu untuk meredam pengaruh yang sudah menular , “baiklah bengcu , serempak mereka menjawab

,”sekarang kita bubar dan menjalankan tugas kita , para pendekarpun keluar dari hutan , “bengcu yang budiman jika li- hosiang telah mendapat mendapat kesempatan menikahkan bengcu dengan bengcu-hujin yang pertama , saya masih mengharap dapat kesempatan dengan bengcu-hujin yang ketiga , Han-tiong tersenyum , cianpwe lama yang mulia besar terimakasih atas perhatian yang memanjakan ini , aku juga sangat mengharapkan itu hal demikian cianpwe ,lama-cianpwe tentu masih dekat dengan saya disekitar sarang dari kedua penjahat ini , jadi harap cianpwe tujuh bulan didepan datang ke wuhan dikediaman li-twako susiok dari moi-bonita , kami harap cianpwe meresmikan pernikahan kami , “hehehe… baiklah bengcu yang budiman , permintaan langsung disambut , dihari baik itu aku akan berada disana bengcu , sekarang saya pamit , “baiklah cianpwe , setelah hosiang-lama pergi , han-tiong mengajak bonita mencari buruan untuk dimakan

dalam waktu satu jam binatang buruan pun diperoleh seekot kelinci gemuk , dan bonita mengambil beberapa aneka buah yang tumbuh di hutan kapas itu “koko ! , “hmh… apa bonita-moi duduklah biar aku yang mengerjakannya , aku ingin memasakanya untukmu , kelihatannya disini ada beberapa kantong beras yang ditinggal para pendekar dan tiong-ko juga dibekali hong-cici dengan alat masak , Han-tiong tersenyum , “baiklah moi-moi, dimanakah aku harus duduk ? bonita mengerling dan senyum , dibawah tenda itu koko sepertinya disitu sejuk dan nyaman , Han-tiong berdiri dan melangkah ketempat tenda yang ditunjuk bonita , bonita sibuk dengan pekerjaannya , dengan senyum bahagia dia mengerjakan semuanya , setelah panggang kelinci masak dan dagingnya di potong dan diletakkan dipiring begitu juga nasinya , bonita menyajikan makanan itu ketenda dimana han-tiong rebah terpejam, gerakan bonita yang mendatanginya membuat han- tiong membuka matanya , “apakah tiong-ko mengantuk ? , 

“benar .. disini sejuk dan nyaman membuat mata mengantuk , “tidurnya nanti saja tiong-ko , mari kita makan selagi panas , Han-tiong bangun dan duduk , bonita mesra memberikan piring berisi makanan mengepul panas dan potongan panggang kelinci diatas daun menambah aroma selera , han-tiong makan dengan lahap disisi bonita yang juga mengunyah dengan nikmat senikmat kebersamaannya dengan kekasih hatinya ini , setelah selesai makan , bonita membersihkan tempat itu dan duduk disamping han-tiong , “koko kalau mengantuk tidurlah dan sebentar lagi malam akan tiba , sebentar lagilah sayang ! dan malam ini kita akan bermalam disini , han-tiong meraih tubuh bonita kepelukannya membuat bonita bergetar , jika kamu mau berbaring , berbaringlah disini moi-moi , bonita mengangkat kedua tangannya memperbaiki letak rambutnya yang panjang , kepalanya yang berbantal pangkuan han-tiong dengan rambutnya tergerai menyelimuti tempat disebelah kepalanya , Han-tiong meraih rambut hitam dan harum itu , bonita memandang wajah diatas yang menunduk kepadanya , dibaliknya nampak lingkaran bulan yang indah , “tiong-ko ! , han-tiong makin menunduk , tangan bonita meraih kepala han- tiong dan dengan mesra menariknya kebawah sehingga bibir keduanya bertemu ,

han-tiong melumat bibir ranum bonita , semakin erat tangan bonita memeluk kepala han-tiong , Han-tiong merebahkan badannya dan mengganti bantal kepala bonoita dengan tangannya , kecupan-kecupan mesrapun semakin membakar , bonita semakin liar , remasan-remasan pada tubuhnya yang dilakukan Han-Tiong membuat bonita makin sesak , “tiong-ko aku sayang padamu , aku cinta padamu , “aku juga bonita sayang , cinta dan sayang padamu , han-tiong menciumi bagian dada bonita yang sudah terbuka sejak diremas tangan han-tiong , kuluman-kuluman dan dan hisapan han-tiong membuat bonita menggelinjang , bonita merasa birahinya meledak-ledak , namun kecupan-itu demikian menggugah harus membuat bonita berurai air mata , cintanya menjerit , kerinduannya terlepas gairahnya dihangatkan disentuh mesra dan sayang han-tiong , gigitan dan jilatan hantiong pada bagian dadanya mmebuat kepauasan dan tuntas karena mata yang melakukannya demikian lembut berkharisma dan terkendali , kebasahan yang dia alami memberikan kepuasan yang tidak terperi , pelukan Han-tiong pada tubuhnya membuat kenyamanan hati yang haru , hingga akhirnya bonita tertidur pulas berselimut hangatnya dada telanjang han-tiong

Kota lijiang yang suram terlihat sepi , aktifitas yang bergairah sebelum dua tahun terakhir tidak kelihatan lagi semaraknya , banyak piauwkiok yang tidak beroperasi lagi , banyak toko yang tutup , wajah-wajah penduduk demikian lesu ketegangan dan ketakutan mewarnai hati mereka , malam hari kota itu seperti mati gelap dan suram , hampir semua kota dan desa diwilayah barat tercekam tidak bersinar , hari itu hanya satu rumah makan yang buka dan memang hanya satulah yang masih buka dan bukanya hanya pagi sampai siang, sebab yang lain sudah pada gulung tikar menderita kerugian karena selalau dipenuhi para maling dan para penjahat yang membawakan kemauannya sendiri , Han-tiong dan bonita memasuki rumah makan tersebut

, hanya dua meja yang berisi dan ketiga adalah Han-Tiong dan bonita , namun kedatangan han-tiong dengan ciri khas yang sudah melekat dimata penduduk membuat rumah makan itu jadi perhatian , tidak lama dua orang masuk langsung mendekati meja Han-tiong dan bonita , “selamat datang bengcu kami yang budiman dan bengcu hujin yang mulia, “selamat bertemu jiwi-sicu , marilah duduk , “terimakasih bengcu , “ada apa jiwi-sicu yang baik , “kedatangan bengcu tentu ada hubungan dengan yang melanda wilayah barat saat ini , bukan

? , “benar sekali sicu , sebelum keduanya melanjutkan , datang lagi dua orang yang seorang lelaki tua dan seorang lagi pemuda , keduanya menyandang pedang “selamat datang bengcu dan bengcu-hujin ! , selamat bertemu jiwi-sicu , pemuda itu mengangkat dua kursi dan duduk disamping dua yang

datang duluan , “mungkin keperluan dari sicu semua hakikatnya adalah sama , namun silahkan sicu melanjutkan apa yang disampaikan , bonita yang duduk disamping han-tiong yang mendapat penghormatan sebagai bengcu hujin merasa kagum dan terharu melihat han-tiong yang demikian dekat dan dikenal oleh orang-orang ini “kami merasa gembira dengan kehadiran bengcu diwilayah barat ini , kami tidak pernah putus mengharap dan kami yakin bengcu akan datang dimanapun bengcu berada , kami dua kauwsu di lijiang ini berkebetulan sedang belanja dan melihat bengcu memasuki rumah makan ini ingin menyambut , penderitaan dua tahun ini serasa sirna dengan melihat kedatangan bengcu , bait tentang bengcu bergolak dihati menimbulkan haru dan nyaman yang tidak terperi

daerah binasa oleh penindas gelap jangan putus asa dan teruslah berharap gundah dan bencana akan terendap dimana hari bertemu kim khong taihap

empat orang itu tidak sadar berurai air mata membuat bonita tak kuasa ikut mengalirkan air mata , han-tiong dengan senyum lembut menatap keempat orang didapannnya , “para sicu yang baik berdoalah pada thian untuk mengiringi usaha yang akan kami lakukan , jika usaha dan doa seiring maka hasilnya adalah kelegaan , bukankah demikian para sicu ? , “benar bengcu kami yang budiman , “nah.! Sekarang lo-sicu , hal apa yang ingin disampaikan , “memang benar yang bengcu katakan bahwa hakikat yang kami ingin sampaikan adalah sama , hanya yang menghususkan kami langsung menemui bengcu karena juga tertarik kerumunan orang disekitar rumah makan ini dan setelah menegtahui pusat perhatian mereka adalah bengcu maka segera kami datang menghadap untuk menyampaikan bencana semalam yang kami hadapi , “apa bencana itu lo-sicu

? , “cucu saya yap-swi-lin diambil paksa oleh ang-liong (naga merah) salah satu anak buah dari bu-cing-bo-giamlo , kami sudah melawannya namun ang-liong bukan tandingan kami , “lalu menurut lo-sicu kemana cucu lo-sicu dibawa , ang-liong pasti membawanya ke con-king dan diserahkan kepada bu- cing-bo-giamlo ,

karena sudah hampir setahun lebih penculikan dan pemaksaan wanita-wanita muda dilakukan oleh bu-cing-bo-giamlo , “baiklah lo-sicu , kami akan segera ke-con-king kalau kami dapat menyusul ang-liong kami akan usahakan membebaskan cucu lo-sicu dan jika seandainya sudah sampai ditangan bu-cing-bo- giamlo , juga akan kami usahakan membebaskannya , “terimaksih bengcu ! , “nah..! kalau tidak ada lagi sicu sekalian , hari ini juga kami akan berangkat ke con-king , “tidak ada lagi bengcu , semoga usaha bengcu berhasil baik , “terimaksih sicu yang baik , mari moi-moi kita berangkat , Han-tiong dan bonita keluar rumah makan , “bengcu banswe … bengcu banswe… “serempak kerumunan orang di sekitar rumah makan , han- tiong mengangkat tangannya melambai semua orang dengan senyum , “terimaksih semuanya , lalu tangannya meangkap jemari bonita lalu menghilang dari situ , bonita yang merasakan cepat mengimbangi tubuhnya yang tersentak dan mereka sudah berada jauh dibelakang kerumunan yang semakin gemuruh yel-yel yang mereka keluarkan , makin takjub bonita melihat kekasihnya ini , tidak ada pendekar setenar dari kekasihnya ini , pendekar hanya tenar dikalangan liok-lim , tapi kekasihnya ini bahkan sampai masyarakat awam yang tidak tahu dengan dunia persilatan , menjelang sore hari Han-tiong dan bonita melihat bayangan seseorang memondong sesuatu , “sepertinya itu mungkin ang-liong , koko ! , “benar moi-moi ,han- tiong dengan dua kali hentakan sudah melewati kepala orang yang sedang membopong tubuh manusia itu , dengan ringan han-tiong menjejak tanah ,

“eghh.. , ang-liong yang melihat lelaki tampan dengan harpa dipunggung langsung terduduk pucat dan melepaskan tubuh wanita muda cantik dari pundaknya , “apakah kamu ang-liong

!? , “be….benar taihap , mukanya yang seputih kertas menjawab dengan tubuh menggigil ,”kamu lepaskan totokan siocia itu , ang-liong bergerak menggigil melepaskan totokan pada tubuh perempuan itu , wanita yang melihat ang-liong yang garang dan ganas menggigil “tahu rasa kamu sekarang !

plak..plak…” dua kali tamparan mengenai muka ang-liong , ang-liong hanya meringis “sudahlah siocia sekarang kamu kembalilah ke rumahmu karena kamu ditunggu yap-lopek

dengan cemas , “terimaksih taihap atas budi pertolongan taihap kepada kami keluarga , han-tiong tersenyum , “sampaikan salamku kepada yap-lopek , “baik dan akan kusampaikan salam taihap , perempuan itu segera berlari cepat kearah lijiang

, “kamu kenapa !? , “eh..anu..anu taihap , ang-liong yang sudah pucat itu sudah berkeringat , “sa… saya takut bengcu , “apa yang kamu takutkan , dan kenapa kamu takut ? , “sa..saya takut pada bengcu , “lalu kenapa kamu takut !? , “sa..saya telah berbuat salah bengcu , “kalau tahu salah kenapa dilakukan ? “saya terpaksa bengcu, “siapa yang memaksamu ? , “bu-cing- bo-giamlo , “berdiri kau ! cepat berdiri ! , ang-liong berdiri dengan gemetar , “apa hukumanmu yang setimpal menurutmu ,

:tidak tahu bengcu , mau saya kasih tahu ? “mau bengcu , “kamu kenal dengan tiga kauwsu pek-wan , kim-coa dan hui- houw ? , :kenal bengcu , “pergi temui mereka dan ajak meninggalkan perbuatan menyeleweng sampai berhasil , “baiklah bengcu , “nah sekarang kami pergi , mari moi-moi , han-tiong dan bonita meninggalkan ang-liong

“lapor suhu , seorang laki-laki menghadap bu-cing-bo-giamlo , “ada apa thi-pian (cambuk besi) , “saya melihat kim-khong- taihap sudah berada di wilayah barat dan sedang menuju lijiang bersama kim-sim-bi-moli , “hehe..hehe.. akhirnya ular datang mencari penggebuk , tapi siapa kim-sim-bi-moli , “seorang wanita cantik rambut tergerai panjang peranakan Bhutan , “heh..! peranakan Bhutan !? cung-sin terkejut , “benar suhu , cung-sin mengelus dagunya , “hmh… apakah dia yang bersama kim-khong-taihap , gumamnya , “sekarang ! kalian tingkat satu sampai tiga berkumpul dan menghadap padaku , “baik suhu , thi-pian segera keluar untuk menyampaikan pesan

chung-sin , setengah jam kemudian berkumpul lima belas orang

, “kemana lima orang lagi , “tidak tahu suhu , mungkin sedang melakukan tugas masing-masing , “baiklah , dengar kalian semua , karena kim-khong-taihap sudah berada dibarat , hal itu bagus karena itu artinya tidak lama lagi kim-khong-taihap akan tinggal nama , hannya karena ada kim-sim-bi-moli disampingnya , naka kalian kukumpulkan , untuk waspada dan hati-hati , dan dua orang dari kalian berangkat ke chengdu jumpai eng-giamlo untuk segera kesini dan sampaikan urusan kim-khong-taihap , “baik suhu , “sekarang kalian bubar , semuanya berlalu dari hadapan chung-sin

dua minggu kemudian song-bi-lan atau eng-giamlo bertemu , “hik..hik.. ini urusan kim-khong-taihap atau urusan lain , suheng

?! , bi-lan mengerling genit , “tentu dua-duang lan-moi , namun sebelum urusan lain itu , aku ingin membicarakan hal kim- khong-taihap , “hmh..apa yang ingin suheng sampaikan , “kim- khong-taihap sudah berada di lijiang dan mungkin akan menuju kemari , “lalu kenapa suheng cemas , bukankah kim-khong-

taihap akan cari mampus jika kesini , “benar lan-moi , hanya saya dengar dia bersama seorang wanita bernama kim-sim-bi- moli , “hik..hik.. apakah itu tidak untung bagimu suheng , dapat menewaskan kim-khong-taihap dapat pula wanitanya , “kamu tidak tahu lan-moi , “apa yang saya tidak suheng , mata indah bi-lan agak membesar , “kim-sim-bi-moli ini bisa jadi adalah bonita , “heh.. bagaimana mungkin suheng , bonita sama urusan dengan kita perihal kim-khong-taihap , lagian bukankah suheng bercerita bahwa bonita jatuh kedalam jurang , “benar , tapi kan kamu tahu bahwa bonita sejak kita melarikan diri dari gyangtse bonita itu berubah dan kelakuannya aneh , dan soal jatuh itu mungkin saja ia selamat , “hmh.. kalau benar dia bonita

! dia itu pantas dibunuh sebagai murid durhaka suheng , “benar

, biarlah kita yang meawakili supek menjatuhkan hukuman padanya , “hik..hik.. lalu urusan lainnya bagaimana , sebelum cung-sin menjawab seorang murid datang buru-buru ,

“maaf suhu , kim-khong taihap ada didepan , kedua orang itu langsung terbang dari kursinya dan melayang keluar dan sekejap mereka sudah berhadapan dengan kim-khong-taihap , “hahha..hahha…ternyata kamu bonita apakah kamu melupakan urusan kita dengan kim-khong-taihap ? , cung-sin setelah melihat bonita langsung mencela , “cung-sin apa yang hendak kulakukan itu adalah urusanku , “hik..hik.. , tidak mau menebus kematian suhu dan sukong sendiri sudah durhaka , dan itu masih mungkin diterima karena kecetekan kemampuan , tapi bergendak dengan musuh sendiri itu durhaka yang tidak tahu diri , bonita senyum memandang song-bilan , “bi-lan beda prinsip hidup adalah wajar , tapi memaksakan prinsip pada orang itu tidaklah benar , “hik..hik.. kamu sekarang sudah menulari prinsip picisan dari sekumpulan orang bodoh yang menyebut dirinya pendekar , gagak tetaplah gagak kim-sim-bi- moli , „tapi manusia bukanlah gagak , kalau kamu membangsakan dirimu dengan gagak yang itulah memang dirimu bi-lan dan benar gagak bukanlah manusia , dan manusia bukanlah gagak , karena manusia punya akal pikiran untuk menimbang sementara gagak apalah dia ? gagak hanyalah binatang yang tidak sedikitpun disana akal pikiran lalu bagaimanakah binatang dapat menimbang , “sutitku (keponakan) yang bodoh yang dipengeruhi orang bodoh tiada balasan bagi orang bodoh kecuali hanya kematian , bi-lan merasa marah menyimpan geram yang bersangatan dengan sindiran bonita , “benar bi-lan ! gagak adalah binatang dan binatang tidak berakal maka tentulah ia sangat bodoh , “bangsaat ……. , bi-lan tak kuasa lagi menahan amarahnya dan dengan kecepatan luar biasa jurus te-yang-kun (pukulan inti bumi)

“blammm… Bonita menyambut pukulan bilan dengan lam-hong- sinciang (telapak sakti angin selatan) , bonita bergetar dan bi- lan mundur setengah tindak , tipis betul perbedaan keduanya, pertempuran berlanjut , kesiuran angin dan hawa panas membuat tempat itu gerah dan menyerikan kulit , dua pewaris durjana saling serang , dentuman beradunya pukulan membuat tempat itu rasa bergetar , kemudian bilan mengeluarkan te-kwi- sin-ciang (telapak sakti iblis bumi) , bonita masih mampu bertahan dengan jurusnya yang luar biasa laksana angina badai yang menerpa tindih menindih , pertempuran ini seimbang , makin marah bi-lan dengan hal , baru tujuh puluh jurus dia sudah menaikan permainan jurusnya dengan te-pai-in- coan (menerjang awan menolak bumi ) , dan kekuatannya luar biasa , bonita merubah jurusnya untuk menahan tekanan yang semakin berat dengan in-hun-goat-tan (menjerat bulan merampas halimun) dua pukulan , pertempuran sudah berlansung sampai sekian lama , waktu siang telah tua , senja temaram muncul mengantar mentari hendak turun keperaduan ,

cung-sin bergerak namun gerakan ini ditahan sebuah hawa menyengat dari kibasan kim-khong taihap , “tindakan curang tidak diperkenankan walaupun dikandang sendiri , cungsin dengan mata berkilat menghantam pukulan san-hang-sin-kang (tenaga sakti menaklukkan gunung) kearah han-tiong , dengan bian-sin-kun han-tiong menerima pukulan itu , gerakan lembut dengan kekuatan dahsyat memapaki serangan itu , “blammm.. terdengar pekikan keras orang disekitarnya karena terkejut sambil menutup telinga dan empat orang tergeletak tidak bernyawa dan yang lain-lain melompat melarikan diri , han-tiong tidak bergeming sementara cungsin undur dua langkah , “hmh.. tenaganya masih diatasku pikir cungsin , dengan membesarkan hati dia menyerang han-tiong dengan tok-jeng-giamlo-ciang (tangan maut seribu racun) , jurus im-yang-giok-hoat , rangkuman hawa laksana peluru kemala menyerang dari segala penjuru dengan hawa im dan yang , hal ini membuat cung-sin kelabakan , lalu dia merubah jurusnya dengan dan “toh-mia in-kang” (telapak halimun merenggut nyawa) , agak sedikit cung-sin mampu mengimbangi , tapi kim-khong-taihap melihat lebarnya hawa halimun yang menangkis rangkuman hawa pukulannya , maka han-tiong merubah jurusnya ke im- yang-kang-hoat , kibasan hawa-im dan yang begutu keras dan kuat menghantam hingga hawa pukulan memaksa cung-sin bergerak mundur , gencarnya pukulan hawa yang berbeda itu membuat tubuhnya merasa tidak nyaman , kalau hal ini dibiarkan , akan berakibat fatal namun jurus dan langkah serangan han-tiong mengurungnya , bahkan kalau mereka terlalu dekat hingga bersentuhan tangan , pergeseran kuda- kuda serangan han-tiong juga mengeluarkan dua hawa yang berbeda , dan hal itu menggempur pertahanan kuda-kudanya , cung-sin menarik kipasnya dari punggung bergerak dengan jurus luar biasa beng-tan-kwi-mo (payung iblis menjerat nyawa ) , han- tiong mengeluarkan kipasnya , lo-hai-san-hoat bergaung mengacau serangan payung cung-sin , sementara tangan membentuk serangan pat-sian-kiam-hoat , semakin terasa bagi cungsin tekanan hawa yang berbeda seperti mengaduk-aduk jalan darahnya , sementara bonita dan bi-lan masih seimbang namun karena mereka bertangan kosong , hanya karena sedikit perbedaan sin-kang diantara keduanya , bonita tidak bisa mendesak bi-lan , sementara malam sudah lama menyelimuti tempat itu , cungsin berusaha mendekati bi-lan , tapi bagaimana bisa , dia terdesak hebat , sebentar lagi dia akan ambruk , bi-lan … selamatkan dirimu kita keselatan , jika memang kim-khong-taihap berani menghadapi kita , “hehehe… heheh … bu-cing-bo-giamlo , untuk apa berkata demikian, han- tiong mau melanjutkan dan “sebuah benda melayang kearah bonita yang masih berkutat dengan bi-lan , sementara bilan sudah mengerti dengan perkataan cung-sin sudah segera berpoksai kebelakang dan buum..” suara ledakan asap yang mengeluarkan hawa beracun ganas menyebar disekitar bonita , kontan han-tiong yang matanya mengukiti benda itu meluncur memeluk bonita dan membawanya menjauh han-tiong melihat dua bayangan itu sudah melompat jauh , “hmh… cerdik juga

,“gumamnya , bonita memandang han-tiong dan han-tiong pun memandangnya , bagaimana keadaanmu , “aku tidak apa-apa koko , syukurlah , “siapa yang cerdik koko ? “bu-cing-bo-giamlo itu melemparkan bom beracunya kearahmu moi-moi , bonita tersenyum , dia mengenal baik musuhnya tiong-ko , “maksudnya ..? , dia tahu bahwa tiong-ko akan mendahulukanku daripada dia , “hehehe..heheh benar juga , han-tiong mencubit mesra hidung mancung bonita

han-tiong dan bonita memasuki rumah besar kediaman cung- sin , didalam dua puluh orang perempuan cantik sedang berbisik-bisik , ketika melihat han-tiong dan bonita segera mereka semua menjura , “terimakasih bengcu yang budiman

,cung-sin si laknat sudah melarikan diri dan kami akan terbebas dari cengkramannya , Han-tiong tersenyum , sudah suatu kepatutan kita saling tolong menolong kouwnio , sekarang bicaralah dengan bonita moi aku akan keluar mengurus empat mayat diluar , Han-tiong segera keluar dan bonita dikerubuti dua puluh wanita cantik yang dikumpulkan cung-sin , sementara Han-tiong menguburkan keempat mayat bersama tiga orang pembantu

setelah selesai mereka membersihkan diri sementara bonita dan kedua puluh wanita itu menghidangkan makanan , “kita diajak makan malam koko dan diharap tinggal disini sampai selesai urusan rumah ini , “oo , ya marilah kita makan kalau begitu, dengan senyum bahagia wanita-wanita itu makan membayangkan kebebasan mereka , dan ketiga pembantu itu juga ikut makan dengan nikmat , selesai makan bonita mengajak han-tiong istirahat , “apakah rencana mereka selanjutnya , “mereka akan kembali ketempatnya masing- masing , lalu rumah ini akan diserahkan kepada penanganan kungcu sampai ahli waris dari liong-ciang bukoan datang yang katanya ada di wuhan , “marilah kita tidur moi-moi tentu hari ini melelahkan bagimu , “iya koko , bonita memeluk tubuh kekasihnya dan sebentar saja bonita sudah pulas dengan tidurnya

Keesokan harinya con-king sudah mendengar bahwa bu-cing- bo giamlo sudah melarikan diri bersama eng-giam-lo , selama seminggu Han-tiong dan bonita berada dirumah besar itu sampai liem-kungcu menerima penitipan rumah liong-ciang bukoan , dan berita itu cepat tersebar , wilayah barat bagai bunga kuncup mulai merekah , han-tiong dan bonita hampir enam bulan berada di kota lijiang , con-king dan chngdu dan beberapa kota kecil berdekatan lainnya setelah mengadakan pertemuan dengan seluruh kauwsu dan pangcu , Han-tiong segera bertolak ke wuhan untuk menunaikan rencana menikahi bonita , bonita dengan debaran bahagia mengikuti calon suaminya ini kerumah susioknya

Han-tiong dan bonita disambut li-moa dan hosiang lama dengan gembira , “selamat datang bengcu , „hmh.. selamat bertemu li-twako , maaf aku terlambat tiga hari cianpwe dan terimakasih atas kemurahan hati cianpwe sudah menunggu , “entah siapa yang butuh dianatar kita bengcu tapi yang jelas kita sama-sama butuh , tawa renyahpun berderai , “saya maklum dengan tugas bengcu dan hasilnya sungguh membahagiakan , “berkat doa dan usaha kita semua bengcu , “li-twako kedatanganku juga mungkin telah disampaikan oleh lama cianpwe , “berita ini mengejutkan dan membuat aku dan keluarga merasa bahagia , keponakanku bonita akan menjadi bagian keluarga bengcu ,berkah ini sangat luar biasa bengcu kami yang budiman ,kami tahu asal kami dulu , bengcu telah menunjukkan jalan padaku , dan sekarang keponakanku mendapat tempat dihati bengcu , kami tidak hanya

diselamatkan tapi bahkan ditinggikan dengan ikatan ini , “bonita keponakanku entah kearifan darimana engkau mendapatkan berkah luar biasa ini , kita awalnya berlumpur bonita-ji , kubangan yang dalam dan busuk yang dibuat pendahulu kita namun kearifan bengcu telah mengangkat kita dari sana , berderai air mata li-moa mengungkapkan kebahagiannya yang haru membuat bonita sesugukan dipelukan li-moa,

“sudahlah li-twako, rasa bahagia dan syukur li-twako tidaklah lebih besar rasa syukurku atas bonita yang akan berada disampingku , dan kedua istriku , hal masa lalu penuh lumpur , siapakah diatara manusia yang tidak pernah salah , salah itu qodrati manusia , yang penting menyadari keadaan dan berusaha untuk tetap baik , tidak semua yang didalam lumpur keluar berlumpur juga , lihatlah belut twako hidup didalam lumpur tapi dia tidak pernah berlumpur , dan bandingan dari

thian ini ada pada diri bonita calon istriku , “amithoud… tepat sekali ungkapan itu bengcu , inilah mungkin yang dimaksud oleh siansu dengan kata lebih bijak dari siansu , bengcu hidup secara duniawi namun dunia tidak mengotori bengcu dan itu luar biasa , sementara siansu tidak menjalani halnya duniawi wajar dan biasalah itu jika beliau tidak dikotori duniawi , bengcu terjun kekubangan , siansu tidak terjun kekubangan tapi hasilnya sama bengcu dan siansu tidak kotor

seminggu kemudian Han-tiong dan bonita menikah , rakyat wuhan dan kangsi menyambut baik pesta pernikahan bengcu yang ketiga ini , hosiang lama sebagai pelaksana demikian takzim dan melakukan upacara pernikahan tersebut ,hajatnya telah terpanuhi , ucapan selamat dan bingkisan membanjiri pesta , para piauwsu pangcu yang sudah kembali beroperasi dari changdu , guiyang dan con-king yang melewati wuhan menyempatkan diri untuk menemui bengcu mereka yang masih berdiam disana

umur kwe-seng-tiauw sudah genap satu tahun dan umur kwee- sin-peng sudah tiga tahun lebih , “apakah besok kita akan berangkat cici , “benar swat-moi , semoga saja perjalanan kita tidak ada kendala sehingga cepat sampai kewuhan , marilah kita menemui sie-siok , lalu keduanya keluar dan menemui sie- hu-bin atau jeng-liong

“paman sesuai pesan suami kami , karena tiauw-ji sudah genap setahun maka kami akan menyusul tiong-ko ke wuhan , “baiklah hong-ji dan swat-ji , perlu kalian cepat kalian sampai di wuhan karena bengcu sudah pasti menunggu disana , oh ya apa kalian sudah mengetagui hal di wuhan ? , “belum sie-siok hal apakah itu ? , “hal bengcu dengan bonita , “aih … apakah tiong-ko bertemu bonita ? wajah swat-hong terkejut gembira , benar hong-ji , dan seminggu yang lalu sampai berita kesini bahwa bu-cing-bo-giamlo dan eng-giamlo sudah meninggalkan barat , dan barat sekarang sudah normal dan bengcu menikahi bonita dua bulan yang lalu di wuhan, “hmh…. swat-moi kita harus memburu waktu , tentu bonita sudah tidak sabar menunggu kita di wuhan , “benar cici , “baiklah paman , atas nama suami kami , kami istri dan anaknya mengucapakan banyak terimakasih atas kemurahan hati sie-siok selama ini telah mengizinkan kami sekeluarga mondok di sisni ,

“hehehe..heheh.. bengcu-hujin , apa yang kulakukan belumlah sebanding daripada apa yang dilakukan bengcu terhadapku , sampaikan salamku kepada bengcu , dan berangkatlah besok semoga tidak ada aral melintang ditengah jalan , baiklah sie- siok salam siok akan kami sampaikan keesokan harinya keluarga bengcu bertolak dari lembah naga , perjalanan dilakukan dengan cepat , kedua istri bengcu yang sakti dalam sebulan sudah sampai xining , “cici ..!, apa cici kenal dengan bonita , dan kelihatannya sie-siok juga kenal ? , “kenal swat-moi , “asalnya darimana dan berapa usianya sekarang , “dia dari Bhutan murid dari siang-kiam-kwi yang menjadi salah satu thian-te-sam-kwi , dan memang benar sie- siok juga kenal , karena sie-siok dulunya sebelum bertemu suami kita adalah bawahan dari siang-kiam-kwi , dan usianya sepantaran dengan kamu dua puluh enam tahun , “dimana dan kapan cici berkenalan dengan bonita , kami berkenalan dalam pelarian mereka ketibet mereka menyadera dan membawaku ketibet , “lari dari siapa cici , “lari dari tiong-ko, ketiga thian-te- sam-kwi tidak mampu menghadapi tiong-ko , dan bonita seorang wanita yang baik walaupun hidup ditengah orang jahat

, pandangannya luas dan pembawaannya tenang , “bagaimana ia mencintai tiong-ko cici , “bonita mencintai tiong-ko sejak melihat tiong-ko menempur mereka semua , dan perasaan itu dia bawa dalam pelarian , pada saat pelarian itulah aku mengetahui isi hatinya , cintanya hanya meminta tempat sebagaimana kamu juga swat-moi , sejak aku diselamatkan oleh tiong-ko dikediaman sukongnya see-sin-lohap aku dan tiong-ko tidak pernah bertemu lagi dengan dia , kata tiong-ko bahwa mereka melarikan diri setelah see-sin-lohap dan kedua sutenya beserta muridnya siang-kiam-kwi tewas ditangan tiong- ko

seorang kong-cu tampan dan tiga pengawalnya memasuki rumah makan dimana swat-hong dan lin-swat sedang makan , dia adalah putra hartawan phang , melihat dua perempuan cantik yang anggun dan matang membuat phang-kongcu menelan ludah gairah , “heheh…hehe pantas rumah makan ini demikian semerbak ternyata ada dua bunga cantik nan anggun

, he.. pelayan sediakan hidangan istimewa dan sajikan dimeja kedua wanita cantik yang merekah luar biasa , phang-kongcu dengan senyum cengegsan mendekati swat-hong dan lin-swat , “hmh… ternyata memang harum sekali , bolehkan aku menemani kedua nyonya yang cantik makan bersama dan berkenalan , swat-hong tersenyum melihat lagak pemuda dua puluhan itu , “kongcu apakah kamu tidak melihat kami hampir selesai makan ? , “hehehe..hehe , setidaknya nyonya menemani saya makan tentu saya akan semakin lahap ditemani dua nyonya yang cantik dan rupawan , “huh… laki-laki hidung belang yang tidak tahu berurusan dengan siapa , sela seorang lelaki tua berbaju kembang umurnya sudah enam puluh tahun pimpinan hwa-i-kaipang cabang utara yang baru saja datang namanya adalah Gui-bu-ong , phang-kongcu dan tiga anak buahnya mendelik marah mendengar sindiran itu ,

“heh…! lelaki tua apa maksudmu dengan perkataanmu itu , apa kamu tidak mengenal kongcu kami yang kaya dan sakti mandraguna , “oh..ya , aku tidak kenal kongcumu itu walaupun kaya dan sakti ,aku sudah malang melintang di wilayah utara ini

, phang-kongcu mendekati lelaki tua itu , “lo-kai ! phang-kongcu mengibaskan tangan dan nampan berisi semangkok nasi dan lauknya serta kendi arak yang sedang dibawa seorang pelayan yang hendak menyajikan pada seorang tamu lain melayang kearah Gui-pangcu, Gui-pangcu takjub akan atraksi sin-kang yang luar biasa itu apalagi ketika nampan berbalik ketiga benda diatas nampan itu tidak jatuh seperti melekat pada nampan dan hebatnya isi dari dua mangkok dan kendi itu tidak tumpah , “luar biasa kong-cu , Gui-pangcu memuji tapi wajahnya tidak menunjukkan gugup dan takut , “dengan kekuatanku itu menurutmu apakah kamu mampu mengalahkanmu , “mengalahkanmu aku tidak akan mampu , namun untuk kehormatan keluarga bengcu selembar nyawa akan kupertaruhkan , mendengar jawaban itu phang-kongcu berobah air mukanya namun sebentar , “apakah maksudmu bahwa kedua wanita itu istri bengcu ?

“benar kong-cu makanya aku mengatakan kamu hidung belang yang tidak tahu berhadapan dengan siapa , “hehehe… orang didunia terlalu mendewakan kim-khong-taihap , aku sangat ingin menjajal kemampuan dengannya dan suboku juga ingin berjumpa dengannya untuk membuat perhitungan dengannya , “subomu itu pastilah orang jahat jika ada urusan perhitungan dengan bengcu , tiba-tiba “dess..” dua buah bayangan yang mengarah gui-pangcu berpoksai dan dengan ringan menjejak lantai , keduanya adalah wanita , yang seorang adalah swat- hong dan seorang lagi perempuan cantik seumur dengan swat- hong , phang kongcu menjura “subo…! “mana keluarga bengcu

, “saya keluarga bengcu dan kamu siapa ? swat-hong dengan muka tenang menatap wajah cantik itu walaupun dia tahu bahwa singkang wanita ini menggetarkan tangannya sehingga kesemutan , setelah beradu pukulan dengannya waktu mau menyelamatkan gui-pangcu dari pukulan wanita itu, “hik…hik.. lumayan juga istri bengcu dan tidak mengecewakan , “kemana suamimu , “apa halmu dengan suamiku ? , “aku akan mengambil kepalanya untuk dibuat sembahyang pada roh suboku , suasana di rumah makan itu makin tegang , “aku ingat

… wajahmu pernah kulihat apakah kamu khu-gin-bi atau song- bi-lan , wanita itu menatap swat-hong , “hik…hik ternyata swat- hong sigadis pecundang , “aku benar khu-gin-bi , bagaimana khu-gin-bi bisa berada di xining dan menjadi sobo dari phang- kongcu , mari kita lihat perjalanan khu-gin-bi dari kwi-ban-san

Khu-gin-bi setelah lima tahun keluar dari mulut goa dibalik air terjun terus menuruni bukit dan memasuki desa bu-tiu , di desa bu-tiu khu-gin-bi membunuhi satu keluarga dan mengambil baju dan uang , setelah itu membakar rumah itu dan warga bu-tiu tidak berdaya karena beberapa orang yang hendak membantu bergelimpangan tewas sehingga mereka menyingkir , khu-gin-bi meninggalkan desa bu-tiu dengan ketawa mengerikan , Khu- gin-bi melanjutkan perjalanan menuju utara dan dua bulan kemudian khu-gin-bi sampai di sebuah telaga yang indah , dengan hati rinag dia membuka baju dan turun mandi , sedang asyik mandi khu-gin-bi melihat perahu kecil meluncur tenang di hembus angina , sementara diatas perahu ada sepasang muda mudi sedang bermesraan , kontan khu-gin-bi tertarik , wajah pemuda itu tampan dan masih muda , dia adalah phang siu-gan putra phang-wangwe yang sedang plesiran dengan seorang gadis penghibur , „eh…eh.. kenapa perahunya seperti ditarik , kapal itu berbelok kekanan dan meluncur kekanan menuju rerimbunan di pinggir telaga

phang-kongcu berusaha memutar haluan dengan bantuan dayung , haluan berputar dan segera phang-kongcu mendayung lagi , dan matanya menatap kearah rerimbunan , namun dia tidak melihat sesuatu apapun , khu-gin-bi yang berada diabalik rerimbunan tidak jelas bagi phang-kongcu , “lumayan juga tenaga kong-cu ini makin bergairah , lalu dia kerahkan lagi ilmunya dan memaksa haluan mengarah kekanan , phang-kongcu berusaha menahan dengan dayungnya , wanita penghibur yang cantik itu menjerit-jerit karena kapal itu goyang , karena ditarik dan berusaha ditahan phang-kongcu akhirnya oleng dan terbalik , tubuh pang- khongcu dengan kuat ditarik kepinggir dan masuk kererimbunan , wanita penghibur itu menjerit tenggelam minta tolong tapi malang jeritan itu hanya terrtelan bersama air yang ditelannya , khu-gin-bi senyum melihat tangan yang menggapai-gapai itu akhirnya tenggelam , phang-kong-cu juga tidak merasa iba karena pemandangan telanjang didepannya ini lebih menggugah perhatiannya , “siapa… kamu , apakah kamu dewi penunggu telaga ini ? , “hik..hik.. benar kongcu , jadi kamu turuti semua kemauanku dan kamu akan merasakan kesenangan tiada tara ,

khu-gin-bi membelai-belai tubuh phang-kongcu yang berada dalam air yang dangkal dibalik rerimbunan , phang-kongcu yang bagor langsung tanggap dan meraih tubuh telanjang itu dalam pelukan dan mencecear kecupan-kecupan pada wajah cantik seiring nafas birahinya yang menggebu , khu-gin-bi yang haus birahi membalas dengan tidak kalah panasnya , didalam air dibalik rerimbunan pinggir telaga itu phang-kongcu merejang tubuh khu-gin-bi yang demikian menikmatinya , kemudian phang-kongcu menarik tubuh indah itu kedarat dan melanjutkan permainan cintanya yang hendak menuju puncak penuntasan , khu-gin-bi sangat senang dengan perlakuan phang-kongcu dia mereguk kenikmatan demi kenikmatan yang di suguhkan phang-kongcu yang tampan dan muda tujuh tahun lebih muda darinya tapi memiliki kekuatan penuh , sampai sore hari mereka bercinta dipinggir telaga yang indah dan sejuk “sunguh luar biasa dirimu kongcu yang tampan , siapakah namamu , “aku phang-siu-gan dan siapakah namamu duhai bidadariku yang cantik dan menawan ? caramu yang mearik aku untuk bercinta sungguh luar biasa , tentu kamu amat sakti sayang , “aku khu-gin-bi seorang pengelana , “ah… alangkah senangnya jika kamu tinggal dirumahku yang indah dan menyuguhkan kenikmatan-kenikmatan tiada tara , “hik..hik… bawalah aku kerumahmu dan berikan aku kenikmatan itu , kau akan kujadikan sakti bila terus memberikan kenikmatan padaku

, “ah.. sungguh untung diriku ini , kalau begitu marilah kita kexinning disana kamu akan kujadikan ratuku , kemudian phang-kongcu membawa khu-gin-bi kerumahnya di xinning , phang-loya menyambut putranya yang baru datang dengan seorang gadis cantik matanya berkilat , “ayah .. ini bi-moi kekasihku , “baguslah gan-ji jika kamu sudah dapatkan kekasihmu , “bi-moi sangat sakti ayah disamping dia kekasihku juga akan menjadi suboku , “hmh… terserah kamulah gan-ji , kamu yang sudah banyak belajar silat sudah tidak mampu ayah kalahkan tentu kekasihmu ini amatlah sakti , “benar ayah , khu- gin-bi dengan senyum memikat mengerling wajah tanpan lelaki lima puluhan yang kaya raya , rumah phang-wangwe sangat besar dengan perabotan- perabotan indah dan antik , dirumah itu dihuni oleh phang-loya dengan dua istri dan empat selir , dua anaknya dari kedua istrinya yakni phang-siu-gan dari istri yang pertama dan phang- lui-bun dari istrinya yang kedua berumur dua puluh tahun dua tahun diatas phang-siu-gan kemudian seoarang putrid remaja anak dari selir kedua bernama phang-kui-goat , dan enam pembantu rumah serta dua puluh pengawal , khu-gin-bi sangat dimanja oleh phang-siu-gan , khu-gin-bi dipoles dengan kemewahan yang melimpah , dan sejak itu khu-gin-bi menjadi penghuni rumah besar itu yang sangat dihormati dan dicinta oleh ketiga phang , phang-loya dan kedua putranya mengangkat subo pada khu-gin-bi , hal itu terjadi ketika phang- loya yang tua-tua keladi dipancing oleh khu-gin-bi disatu malam saat phang loya memergokinya di taman sementara putranya siu-gan sedang berlatih di ruang lianbuthia , “bi-ji , kenapa disini sendirian ? lalu dimana gan-ji ? , dia sedang latihan di lianbhutia , hari ini sangat gerah jadi aku kesini ,gin-bi mengelus lehernya yang putih dengan gerakan memikat membuat phang-loya berdesir hatinya , “apa loya tidak merasa kegerahan ? ,gin-bi menatap dengan kerlingan genit “ap..

ya..ya memang hari ini sangat panas , “loya kesini dan mendekatlah , mendengar ajakan manja bernada genit itu phang loya langsung mendekati gin-bi , “bukankah aku cantik loya ? , “benar kamu sangat cantik gin-bi , “lalu kenapa loya diam saja , phang-loya tidak kuasa lagi mendengar suara manja dan ajakan terselubung dari gin-bi langsung memeluk tubuh indah dan menciumi gin-bi ditengah taman itu , nafas phang-loya memburu , “sebaiknya kita kedalam saja , “tidak mengapa loya ! aku mau di tengah taman ini ,nafas gin-bi yang sudah memburu dengan cuping hidung kembang kempis membuat phang-loya diamuk birahi , phang-loya lemas setelah dua jam sementara khu-gin-bi meninggalkannya dengan senyum puas , sejak itu dua lelaki ayah dan anak itu mendapat pelajaran ilmu dari khu-gin-bi dan juga menjadi budak nafsunya

, tiga hari berikutnya phang-lui-bun juga bertekuk lutut saat gin- bi sedang mandi dan lui-bun sedang mengadakan perhitungan hasil dagangan dan sewa tanah yang luas milki ayahnya , “bun- kong-cu tempat mandi dibelakang airnya habis dan pembantu belum mengisinya , lui-bun menatap wajah cantik dengan sedikit baju bagian dada agak melorot sehingga baju dalam tipis berwarna merah tidak bisa menutupi kemekaran dada khu- gin-bi , “mari siocia , pakai saja tempat mandiku , lui-bun yang tidak beda dengan ayah dan adiknya langsung panas dingin , setelah memasuki tempat pemandian , khu-gin-bi menarik tangan kekar lui-bun yang jelas tidak menolak ditarik kedalam dan memeluk gin-bi , kemesuman yang membakar berlangsung di kamar mandi itu , khu-gin-bi dengan kemesumannya telah menguasa hati ketiga phang yang memang menurutkan nafsu

dua tahun lebih khu-gin-bi lelap dengan kenikmatan di rumah phang-wangwe , dan hari itu di rumah makan khu-gin-bi berhadapan dengan swat-hong tawanan mereka dulu ditempat supeknya see-sin-lohap

“hik..hik… sebelum mendapatkan kepala kim-khong-taihap maka keluarganya sebagai pembuka jalan kematian , sekarang bersiaplah kamu swat-hong mautmu telah datang menjemputmu , khu-gin-bi menyerang swat-hong , “eit..mau kemana kamu gadis pecundang ..! , swat hong bergerak cepat dan keluar dari rumah makan dan menunggu serangan kedua khu-gin-bi dalam rankaian ilmunya yang sakti tung-tai-kun (pukulan badai timur) , swat-hong dengan tenang menghadapi serangan hebat itu dengan kim-peng-sin-kun halaman rumah makan itu bagai diterpa badai , jurus swat-hong bagaikan garuda menyerang dengan hebat , keduanya sama-sama cepat

. ilmu gin-kang swat-hong yang diwarisi dari empek-gan “hun- in-hui-peng” (garuda terbang melintang awan) mampu mengimbangi kecepatan gin-kang khu-gin-bi “hong-hun-jip” (meluncur melintas angin) karena han-tiong sudah menyempurnakan gin-kang swat-hong dengan menciptakan jurus tata langkah garuda untuk berkelit dan bahkan dapat menyerang , ilmu ciptaan han-tiong ini luar biasa membuat swat-hong sangat sulit untuk ditangkap atau dan dipukul walaupun tingkat gingkang musuh berada diatasnya ilmu ini oleh Han-tiong diberi nama “kim-peng-hok-te-pat” (delapan dekaman garuda emas)

khu-gin-bi semakin marah karena unik dan uletnya swat-hong mengelak dan membalasnya dengan tidak kalah hebatnya , pertempuran itu disaksikan orang banyak , kwee-sin-peng yang duduk disamping lin-swat bertepuk-tepuk sambil tertawa melihat ibunya yang bertari silat dilapangan terbuka , lin-swat yang mendengar ketawa sin-peng ikut tersenyum dan mengelus kepala sin-peng , gui-pangcu yang ikut menonton dan mendengar tawa jernih itu merasa takjub , keturunan bengcu yang luar biasa pikirnya dan kembali pada pertandingan yang semakin seru , “bangsat pecundang kamu swat-hong..! “khu-gin-bi marah dan jengkel karena kedahsyatan ilmunya tidak bisa mendesak swat-hong padahal ilmunya itu sudah melebihi subo dan supeknya bahkan ia menerima balasan yang tidak kalah menekan pertahanannya dan yang membuat ia jengkel nafas swat-hong masih tenang tidak sedikitpun memburu sementara ia sendiri sudah mulai merasa sesak , ia tidak tahu andai seharipun pertempuran seimbang itu berjalan swat-hong akan mampu karena ilmu warisan suaminya siulian-tin-liong yang memiliki daya tahan luar biasa

kalau istri kim-khong-taihap saja tidak dapat dia kalahkan bagaimana ia menghadapi kim-khong-taihap pikirnya lalu ia meningkatkan serangan dengan ilmunya yang lain “tok-ciang- kun” (kepalan lengan racun) pukulan jurus ini berbahaya , mengeluarkan hawa racun , namun berkat ilmu dekaman garuda yang delapan tata letak itu bagaikan benteng seringan kapas mengelak dan bertahan dari serangan berhawa racun itu

, memang swat-hong tidak lagi bisa membalas serangan kerena harus menjaga diri hawa beracun , namun sampai seratus jurus khu-gin-bi belum dapat mendesak swat-hong yang sudah berkeringat namun nafasnya masih setenang telaga yang teduh

, pertempuran sudah belalu empat jam dan siang sudah mulai pudar , tiba-tiba khu-gin-bi mencabut pedangnya “trang…” percikan api keluar dari dua bilah pedang ternyata swat-hong sudah menagkis dengan pedangnya , pertempuran dengan senjata berlansung ,

ilmu pedang warisan tung-ok “tung-mo-kiam” (pedang setan timur) bergelombang dahsyat menembus pertahanan ilmu pedang swat-hong “kim-peng-kiam-hoat” yang tentunya juga sudah dimatangkan suaminya sehingga daya pertahanannya sangat kuat dan serangannya juga demikian cepat tidak terduga berkat kim-peng-hok-te-pat , ilmu pedang khu-gin-bi mandul tingkat ilmunya lebih tinggi dari swat-hong , tapi apa daya langkah-langkah ajaib itu membuat pedang itu sulit diduga bahka kadang sering masuk mengencam tubuhnya , “gan- kongcu bantu aku ! teriaknya , siu gan yang mendengar itu langsung menyerang dengan pedangnya , namun “trang…” pedangnya melenceng kena sampok dengan mangkok yang melayang dan dihadapannya telah berdiri lin-swat yang menggendong kwee-seng-tiaw dibelakangnya dan kwee-sin- peng ditangan kirinya, “jangan main curang phang-kongcu ! lin- swat menatap siu-gan dengan tenang, siu-gan langsung menyerang dengan hebat , tapi sama juga siu-gan hanya dapat menyerang tempat kosong walaupun lin-swat menggendong kedua putra han-tiong , semua serangan siu-gan luput berkat ilmu luar biasa lin-swat , sama halnya dengan swat-hong , ilmu gin-kang lin-swat juga sudah dimatangkan oleh han-tiong dengan menciptakan jurus “sin-tiauw-poh-chap-sha (tiga belas langkah rajawali sakti)

gin-kang lin-swat yang berada diatas siu-gan membuat siu-gan seperti anak kecil dipermainkan orang dewasa , bahkan telinga siu-gan kadang dijentik jemari lentik lin-swat , panas dan perih dirasakan siu-gan , gui-pangcu geleng-geleng kepala mendengar teriakan-terikan siu-gan yang memegangi telinganya, luar biasa keluarga bengcu ini pikirnya takjub dan kagum , orang yang menonton tidak bisa tidak ketawa menyaksikan hal yang lucu itu , semakin panas hati siu-gan , karena untuk berhenti dia takut dimarahi subonya , untungnya saat itu datang liu-bun kakaknya membantu sementara hari sudah malam , ilmu pedang warisan ayahnya tung-sin-hiap , “tung-tiauw-sin-kiam” (pedang sakti rajawali timur) yang memakai langkah ciptaan suaminya membuat kedua pedang itu dalam sepuluh gebrakan terbang melayang , dengan tetap menggendong kedua putra suaminya wajahnya masih tenang dan tidak sedikipun lelah , ketika lin-swat menyerang kedua saudara phang itu mendapat goresan pedang di dada mereka sehingga mengeluarkan darah , keduanya langsung menyingkir

, melihat itu khu-gin-bi jengkel sementara swat-hong masih dengan stamina yang penuh membalas dan mengelak serangannya , “lebih baik engkau menyingkir gin-bi sebelum aku masuk ikut mengganyangmu, bentak lin-swat, ”sialan

…….,khu-gin-bi melompat dan melarikan diri , hatinya panas seorang istri kim-khong-taihap saja dia seimbang bagaimana sempat dikeroyok istrinya yang lain , tentu habislah nyawanya , khu-gin-bi langsung kerumah phang-wangwe , sementara swat- hong dan lin swat terpaksa bermalam dan melanjutkan perjalan keesokan harinya , pertempuran yang lama di depan rumah makan itu jadi buah bibir sebagai tontonan panjang dan menarik , “keluarga bengcu dilawan , ya dapat kemplangan , hahaha..hahah , “keluarga phang yang tidak tahu diri coba- coba menunjukkan gigi , ya digaplok sama istri bengcu yang sakti , “untung sajalah yang dihadapi istri bengcu sehingga hanya dapat malu biar tahu rasa itu para kongcu , hahah..hahah

Perjalanan swat-hong dan lin-swat tidak ada halangan , tiap kota dan desa yang dilewati keluarga bengcu selalu disambut dengan keramahan , orang mengenal belaka keberadaan istri bengcu terlebih swat-hong yang memang menikah dengan kwee-Han-Tiong didepan lebih tujuh ratusan orang dari rimba persilatan baik para pendekar , pangcu dan kauwsu di empat penjuru dan juga perjalanan bengcu yang melawat dari selatan ketimur sudah diketahui orang banyak dan sedang berada diutara di lembah naga dan juga mereka mendengar dan melihat bahwa bengcu mereka sudah melewati daerah mereka dengan sendirian menuju barat untuk meredam kejahatan bu- cing-bo-giamlo , dan sekarang mereka melihat swat-hong melewati daerah mereka betapa mereka tidak bersikap dan hangat menyambut kedua hujin mereka ini , perjalanan mulus ini dalam tiga bulan berikutnya mereka sudah sampai di lankong daerah ujung perbatasan utara dan barat

“silahkan bengcu jiwi hujin , seorang pelayan mempersilahkan swat-hong dan lin swat setelah selesai menghidangkan makanan , kwee-sin-peng yang sudah bisa makan sendiri dan bicaranya lancar karena umurnya sudah hampir empat tahun dengan lahap makannya , “jangan buru-buru peng-ji , “nanti tersedak iyakan bu !? ,swat-hong dan lin swat tersenyum mendengar teguran swat-hong dilanjutkan sin-peng , “benar peng-ji , jadi hal-hal yang baik jangan diabaikan , “baik ibu ! saya akan makan dengan tenang mengunyahnya dengan baik sebelum menelan , lin-swat sedang menyuapi kwee-seng-tiauw yang sudah bisa duduk dan tangannya menarik-narik baju sim- peng , “tiauw-te , jangan bercanda aku sedang makan , habisi buburmu dulu baru kita main , “baiklah peng-ko aku habiskan buburku , dengan senyum lin-swat menjawab perintah sim-peng mewakili seng-tiauw , sim-peng melihat ibunya lin-swat dengan senyum , “ibu ! kapan tiauw-te bisa bicara , “sebentar lagi peng- ji jawab lin-swat senyum , suasana akrab dan sayang keluarga bengcu tidak luput dari perhatian semua pengunjung , dan tiba- tiba seorang nenek tua berumur tujuh puluh tahun memasuki rumah makan , “hik…hik… anak tampan bertulang baik darahnya pasti manis dan segar, mendengar hal itu swat-hong dan lin-swat menatap perempuan tua yang sudah tidak bergigi itu , sekejap tangan nenek tua itu bergerak serangkum tenaga melayang kearah sim-peng namun kekuatan itu pudar ditengah jalan ditabrak serangkum hawa pukulan swat-hong , “nenek tua itu mendelik dan lin-swat merasakan tangannya bergetar , “sin- kangnya kuat sekali, pikirnya , “nenek tua apa yang kamu lakukan , kenapa mau mencelakai anak kecil ?,lin-swat menegur “heh..! perempuan muda jangan banyak lagak didepan nyonyamu , sekali giamlo-hutsi-mo-li (setan betina kebutan maut) menginginkan sesuatu tidak ada yang boleh menghalangi, lalu nenek tua itu menyerang kembali ingin mengambil sin-peng namun dua kekuatan menghalanginya tak pelak dia terjengkang dari kursinya , “heh…! muka yang tua dan seram itu terkejut lalu berdiri menepuk-nepuk pantanya yang tepos , “jangan buat keributan dan kekacauan disini nenek tua , swat-hong menegur , namun dijawab dengan terkaman kearah mereka , kontan swat-hong menyambutnya dan

plak..plak.. bukk…akhh…” kaki swat-hong amblas sampai mata kaki nenek tua itu melayang keluar rumah makan dan menabrak kereta kuda yang kebetulan lewat , swat-hong keluar

, “peng-ji bisa kamu jaga tiauw-te ? , “sim-peng mengangguk , “aku akan jaga tiauw-te ibu , “kami disini hujin bengcu , sela dua orang sepasang pendekar berumur tiga puluhan “kami akan memperhatikan kedua putra bengcu , lin-swat menatap sepasang pendekar itu , terima kasih tai-hap dan lihap , lalu lin swat terjun kedalam pertempuran membantu swat-hong

nenek tua yang berjulukan giamlo-hutsi-mo-li itu adalah pertapa yang baru turun karena membutuhkan darah anak kecil yang memenuhi syarat untuk kesempurnaan ilmu yang sedang ia tekuni , nenek itu masa mudanya sangat terkenal keculasannya

, dulunya nenek itu kekasih “hwe-gan kwi” (iblis kawah merapi) yang tewas ditangan kim-khong taihap saat penobatan bengcu di siauwlimpai dan nenek itu baru turun dari pertapaannya untuk mencari anak yang memenuhi syarat untuk ilmunya , melihat sim-peng hatinya merasa gembira , baru dua bulan turun gunung anak yang diharapkan ada didepan matanya , namun dia harus melangkahi dulu mayat kedua ibu anak itu , dengan ilmunya yang sakti dan kebutannya yang luar biasa mendesak swat-hong , namun hal itu sulit dilakukan , moli tidak tahu berhadapan dengan siapa , makin kelabakan setan tua itu setelah lin-swat masuk pertempuran , dua bilah pedang dengan gerakan permainan atas mencecar tubuhnya ular belang dikerubuti garuda dan rajawali , dua langkah ajaib pemberian suami mereka dengan mantap membuat nenek tua itu terdesak hebat , dan pada jurus keseratus senjata kebutan itu terlepas dari tangannya karena pedang lin-swat melukai tangannya dan tusukan antep dari swat-hong menembus perutnya , “hwe-gan- kwi……. dimana kamu , balaskan dendam kekasihmu ini ,

setelah menjerit nyawanya putus , “hmh.. kekasih hwi-gan-kwi ternyata , gumam swat-hong , orang yang berada disitu cepat mengangkat tubuh nenek tua itu , “tolong dikubur sicu yang baik , “baik bengcu-hujin,empat orang yang mengangkat mayat itu menjawab serempak

swat-hong dan lin-swat kembali kedalam rumah makan dimana sim-peng sedang bermain dengan seng-tiauw , sepasang pendekar itu menjura , luar biasa bengcu jiwi hujin , “terimakasih taihap lihap telah memperhatikan putra kami , “ah.. sungguh hal yang spele yang kami lakukan dan tidak usah berterimakasih bengcu-hujin , “tidak taihap ! sekecil apapun kebaikan itu patut untuk dihargai setidaknya ucapan terimaksih

, „hahaha.. bengcu-hujin yang budiman , sungguh kami hal itu membuat kami merasa malu , “ siapakah taihap-dan lihap yang baik , “kami adalah sepasang suami istri dari siang-inkok- bukoan (perguruan lembah harum) di lijiang nama saya coa- bun-hong dan istri saya kwaa-cun-hwa , “coa-sicu yang baik , janganlah sicu mengingat-ingat kebaikan yang diberikan kepada orang supaya tidak lahir rasa sombong dan rendah , jika kebaikan yang besar melahirkan sombong jika kecil melahirkan malu , biarkan kebaikan itu dirasakan orang yang menerimanya , “pelajaran amat berharga yang kami dapatkan bengcu-hujin ,benar sekali yang bengcu-hujin sampaikan , terbuka mata saya dengan setelah mendengar perkataan bengcu-hujin , “coa-sicu memang baik dan bijak , lin-swat senyum balas menjura coa-bun-hong, “baiklah bengcu-jiwi hujin

, karena kami sudah selesai makan dan hendak pamit , “baik dan sekali lagi terimakasih coa-sicu dan coa-hujin , kemudian sepasang pendekar itu keluar , swat-hong dan lin-swat duduk kembali

“cici !? siapa hwe-gan-kwi ? , “nenek itu baru turun gunung hingga tidak tahu apa yang menimpa hwe-gan-kwi , hwe-gan- kwi seorang yang sangat sakti dan sudah tewas ditangan tiong- ko saat penobatan bengcu di siauwlimpai tujuh tahun lalu , “nenek itu kuat sekali , jika sendirian tentu lama kelamaan aku akan kalah , gumam swat-hong , “marilah kita istirahat , besok kita melanjutkan perjalanan dan akan memasuki wilayah barat , swat-hong dan lin-swat bermalam di lan-kong