-->

Delapan Kitab Pusaka Iblis (Kwi Po Cin Keng Pat) Jilid 4

Jilid 4

keesokan harinya perjalanan keluarga dilanjutkan , perjalanan yang mulus dan cepat dan disepanjang perjalanan diwulayah barat keluarga bengcu disambut hangat , lepasnya wilayah barat dari kungkungan bu-cing-bo-giamlo dan eng-giamlo berkat bengcu mereka membuat hangatnya hati mereka menyambut kedatangan keluarga bengcu ini , setiap kota dan desa yang dilalui mereka dilayani dengan baik dan hangat dan cerita keberhasilan bengcu menjadi buah pembuka penyambutan keluarga bengcu namun semua itu ditanggapi dengan wajar dan sambutan syukur dari swat-hong dan lin-swat

, akhirnya empat bulan berikutnya sampailah swat-hong diwuhan mereka disambut oleh li-moa dan bonita , peluk tangis bonita menciumi swat-hong dan lin-swat , dan menerima kwee- seng tiauw dari gendongan lin-swat , setelah istirahat dan makan malam ketiga istri Han-Tiong duduk diberanda rumah yang besar milik li-moa

“hong-cici , mungkin cici heran kenapa tiong-ko tidak turut menyambut kalian , “tentu ada yang mendesak tiong-ko bonita- moi sehingga dia keselatan terlebih dahulu, “benar hong-cici tiong-ko sudah dua bulan lalu berangkat ke selatan , “apa halnya bonita-moi? ,tiga bulan yang lalu ada seorang utusan dari selatan menemui tiong-ko disini

Han-tiong sudah tujuh bulan berada di wuhan bersama bonita istrinya , madu kasih dari buah cinta mendalam membuat han- tiong dan bonita merasa bahagia , “setidanya empat bulan lagi hong-moi dan swat-moi akan sampai disini , semoga saja tidak ada aral melintang yang menghambat perjalanan mereka, “semoga saja koko , “maaf kongcu diluar ada tamu dan saya disuruh loya untuk menyampaikan kepada kong-cu , “baik dan terimaksih lopek , “mari moi-moi kita lihat siapa yang datang , keduanya meninggalkan taman dan masuk kedalam langsung keruangan tengah , seorang tamu berumur empat puluhan sedang bercakap-cakap dengan li-moa , “selamat bertemu bengcu yang budiman , “selamat bertemu sicu yang baik , marilah duduk kembali dan apa hal apakah gerangan?

“saya adalah cia-kok pangcu piauwsu dari kim-to- piawkiok(golok emas) di paoting , “terimakasih pangcu , lalu hal apakah yang akan disampaikan kepadaku ? , “begini bengcu kami yang budiman ,hui-tiauw bukoan yang dibawah asuhan yap-taihap telah diporak porandakan oleh cui-beng-bi-moli enam bulan yang lalu, “lalu bagaimana yap-siok dan tan-twako, Han-tiong terkejut mendengar hal yang menimpa hui-tiauw , “yap-taihap dan keluarga tewas dan tan-taihap selamat karena berkebetulan tan-taihap tidak berada diperguruan karena sedang dirumahnya menyambut kelahiran anaknya yang kedua, tapi sebelum tewas yap-taihap sempat menyingkir dan menemui bhong-kungcu paoteng , dan oleh kungcu dipaoteng mengutus saya kesini untuk menyampaikan surat ini kepada bengcu , Han-tiong menerima surat itu dan membaca

atas nama seluruh kungcu wilayah selatan dan rasa terimakasih seluruh bukoan dan piauwkiok yang tidak terperikan telah memperbaharui tempat bengcu sebagai penjuru kekuatan di pulau kura-kura sebagai kediaman wujud setitik keringat dari seluruh kebersamaan mengucapkan banswe…banswe.. kim-khong-taihap bengcu yang budiman

Han-tiong terenyuh setelah membaca surat itu air matanya meleleh membaca surat terkahir dari yap-sin-hong yang sudah tewas, kemudian Han-Tiong melipat kembali surat “cia-pangcu yang baik , apa yang telah cuwi lakukan diselatan membuatku bersyukur tidak mampu lukiskan, terimakasih saya ucapkan dari semua limpahan budi dan kemurahan hati sicu sekalian, “hal yang tidak seberapa bengcu kami yang budiman karena ditanggung oleh banyak orang yang disponsori oleh yap-taihap selama dua tahun

Yap-sin-hong setelah keberangkatan kim-khong-taihap ke wilayah timur , mengajak beberapa kauwsu dan pangcu diwilayah paoting , mereka yang berkumpul ada sepuluh orang , enam dari piauwkiok dan empat bukoan

“apa gerangan yap-taihap hingga mengajak kami dalam pertemuan kecil ini , “begini sicu pangcu dan kauwsu , bengcu kita telah berangkat kewilayah timur , dan ini hanya ide dan usul , jika disetujui baik dan sebaliknya jika tidak bukan jadi masalah , saya ada usul bagaimana kalau kediaman bengcu kita buat di wilayah selatan ini , “aih..tepat sekali itu yap-taihap, “benar yap-taihap ! hal itu bisa lakukan ,sambut yang lain “tapi dimana bengcu akan berdiam ? , “tang-pangcu saya sudah menanyakan rencana bengcu kita beberapa hari yang lalu bahwa bengcu berencana tinggal di pulau kura-kura , disana

tentu ada bagunan dari keluarga bengcu , “hmh.. disana juga tepat yap-taihap karena istilah orang kaifeng “kalau tidak mau celaka , jangan kelakuan burukmu terdengar sampai ke pulau kura-kura“ , “:lalu apa rencana yap-taihap untuk mewujudkan itu

? , “jika kita lakukan bersama tentu sangatlah ringan kam-taihap

, jadi pertemuan ini hanya pembuka , kita akan ajak semua yang dapat dan mau membantu pembiayaan di seluruh wilayah selatan ini kita buat pundi-pundi sumbangan untuk mengumpulkan biaya , kalau semua setuju kita akan bagi tugas

, “ide yang bagus taihap , bagaimana pembagian tugasnya , “li- pangcu , sebagian kita menyampaikan rencana ini keseluruh piawkiok wilayah selatan dan sebagian yang lain kepada seluruh bukoan , dan sebagian yang lain menemui para kungcu

, semuanya mengangguk , “baiklah kalau begitu yap-taihap , kami berenam akan menangani bagian piauwkiok dan akan membuat pundi dari rekan piuwkiok yang dapat dan mau menyumbang , dan tentu bagian bukoan yap-taihap dan sicu kauwsu , bagaimana menurut cuwi sekalian , “demikian juga bagus tang-pangcu , biarlah kami bertiga yang akan mengumpulkan dana dari para kauwsu sementara yap-taihap menjumpai para kungcu , “pemabagian itu sangat baik kam- taihap , untuk itu mulai besok rencana kita jalankan

keesokan harinya kesepuluh orang itu mulai bergerak , dalam jangka enam bulan seluruh wilayah selatan sudah mengetahui rencana renovasi pulau kura-kura , bhong-kungcu yang dijumpai oleh yap-taihap sangat setuju dengan rencana itu dan menyanggupi akan menyurati kungcu-kungcu dikota-kota lain dengan surat berantai , kemudian yap-taihap berangkat ke kaifeng dan menjumpai sie-kungcu dan menyampaikan rencanannya , “luar biasa ide itu yap-taihap , saya mendukung sekali , tapi marilah kita bicarakan dengan dua kungcu yang lain , besok mereka akan kuundang ,dan sebaiknya yap-taihap ikut dalam pertemuan itu untuk rencana selanjutnya “begitupun baik taijin , yap-taihap merasa gembira usulannya itu disambut baik para kungcu

keesokan harinya bhong-kungcu dan liem-kungcu pengganti sim-kungcu yang sudah pensiun datang memenuhi undangan sie-kungcu , “begini para bhong dan liem taijin , yap taihap memiliki ide memperbaharui pulau kura-kura untuk kediaman bengcu kim-khong-taihap bengcu dan kita tahu belaka bahwa kim-khong-taihap adalah pewaris she kwee tocu pulau kura- kura dan yap-taihap telah menyampaikan hal ini kepada seluruh kungcu di wilayah selatan dengan bantuan surat berantai dari bhong-kungcu di paoteng , demikian juga para piauwkiok dan bukoan telah disampaikan untuk penggalangan dana diseluruh wilayah selatan , bagaimana menurut jiwi taijin , “hal yang bagus rencana itu yap-taihap , saya sangat mendukungnya , saya juga sependapat dengan bhong taijin , sela leim taijin

“nah..! yap-taihap bagaimana rencanamu selanjutnya ? , “saya ingin membicarakan hal ini dengan para taijin , tentu para taijin lebih cermat dalam hal ini , “hmh.. begini menurut saya bhong- taijin , pertama kita menyuruh beberapa orang untuk menyurvei pulau kura-kura , setelah kita tahu keadaan pulau kura-kura baru kita angkut beberapa pekerja dan orang ahli tata letak wilayah untuk merencanakan bagaimana pulau kura-kura di olah sebaik mungkin , “tepat sekali liem-taijin dan setelah itu kita akan menghitung anggaran dan dan menyesuaikan dengan dana yang diperoleh ,kemudian baru pelaksanaan pembaharuan dijalankan , bagaimana menurutmu yap-taihap , “wah … luar biasa cermat ide itu cuwi taijin yang mulia , “kalau begitu beberapa pasukan kami akan mengiringi yap-taihap dan mungkin teman-teman taihap dalam melakukan survey , sanggupkah yap-taihap ? , “tentu taijin yang mulia , minggu depan akan saya usahakan mencari teman saya kesana , “baiklah yap-taihap , jika hendak berangkat laporlah kepada liem-kungcu yang dekat dengan pantai dan bawalah pengiring yang disediakan liem-kungcu , “baik taijin dan terimakasih atas sambutan rencana ini

seminggu kemudian yap-taihap menjumpai liem-kungcu bersama dua puluh kauwsu sekitar kaifeng , dan berangkatlah yap-kauwsu dengan kapal pemerintah , tiga hari sampailah rombongan itu kepulau kura-kura , yap-taihap membagi seratus pasukan menjadi dua puluh kelompok yang dipimpin masing- masing kauwsu memasuki pulau kura-kura , dua hari mereka menjelajahi pulau kura-kura dan para ahli gambar yang ikut dengan mereka sudah membuat hal-hal yang akan dilaporkan kepada ketiga kungcu di kaifeng , rombongan itu kembali ke kaifeng dan melaporkan peta pulau kura-kura dan gambar detail keberadaan dalam pulau kura-kura

sebulan kemudian setelah para ahli tata letak wilayah mempelajari peta survey berangkat lagi kepulau kura-kura dengan empat ratus sukarelawan ditambah dua ratus tentara sementara yap-sin-hong sudah kembali kepaoteng untuk usaha pengumpulan dana , setelah sampai dipulau kura-kura ahli tata letak wilayah menbawa semua pekerka kearah bangunan di tengah pulau itu , dari sana ia menjelaskan tugas yang akan dikerjakan ,hutan yang harus ditebang , bagian gundukan yang diratakan dan bagian mana yang harus ditimbun , selama empat bulan pekerjaan itupun selesai , kemudian mereka kembali lagi kekaifeng

dua bulan berikutnya setelah anggaran masuk dari sumbangan yang terkumpul amatalah menakjubkan , dari hitungan anggaran pulau kura-kura akan menjadi permata yang bersinar dilautan , rombongan ketiga yang terdiri dari tukang-tukang bagunan dan pekerja berangkat dengan material yang diangkut tiga kapal , satu dari pemerintah dan dua dari Cia-wangwe dan In-wangwe dua hartawan terkaya di kaifeng , pembangunan pun dilaksanakan , bangunan lama itupun di robohkan dan diganti dengan istana yang besar dengan tiang-tiang besar dari batu pualam yang indah , dinding dan lantainya dari batu kemala yang sudah digodok sedemikian rupa , halamannya yang luas di dekorasi dan dihias tanaman aneka warna , jalan dan tangga pualam kearah air terjun yang juga sudah didekorasi indah sehingga kubangan air dibawahnya nampak cantik asri , selanjutnya disebelah barat istana dibangun pesanggrahan yang besar yang oleh tata bangunan memperkirakan sebagai balai pertemuan kemudian disebelah belakang pesanggrahan itu menghadap kelaut lepas dibuat bangunan besar bertingkat tiga dengan seratus lima puluh kamar masing-masing tingkat lima puluh kamar sesuai kapasitas pesanggrahan yang mencapai tiga ratus orang , kemudian disebelah timur dibuat bagunan besar kokoh yang menurut tata bangunan akan menjadi bukoan pengcu terdiri lianbuthia yang sangat luas yang sebelah depan lianbutia ada enam tangga melengkung dan diatasnya seperti panggung luas sampai kedinding dan dari pintu masuk sebelah kanan lianbutia yang pintunya menghadap keistana bangunan utama dan ada jembatan yang menghubungkan bangunan bukoan itu dengan istana yang dibawahnya di buat kolam yang indah berjarak empat meter menuju ujung lengkungan anak tangga , sementara bagian belakang lianbutia pintu besar dengan selarasnya dengan lebar tiga meter dengan empat anak tangga dari tanah , dihalaman bukoan itu dikedua sisinya tanami bunga-bunga indah , halamanya luas dan rata oleh rumput

beludru yang hijau dan halus yang dipisahkan anak sungai kecil yang mengalir ke air terjun semua atap bangunan itu dicat warna hijau dan yang unik atap bukoan itu karena dasar dinding yang bulat bagian depannya maka atapnya juga dibuat bulat sehingga seperti tempurung kura-kura asri dengan cat hijau , sementara tiang-tiang istana dicat berwana biru laut dan dindingnya warna kuning keemasan dan yang terakhir dibangun adalah pagar tembok yang bagian depannya dibuat pigura pintu gerbang berbentuk bulat seperti tempurung kura- kura dan sepanjang pagar tembok itu diukir dengan indah bangunan itu selesai dalam jagka satu tahun dan hal yang terkahir datang dari kaifeng adalah tiga kapal bermuatan perabot yang terdiri dari ranjang besar seratus lima puluh set untuk baugunan bertingkat tiga beserta lemarinya , kemudian kursi tiga ratus untuk pesanggrahan , dan dua belas ranjang dan lemari untuk tiap kamar dalam istana kemudian kursi ,sofa

,karpet ,tirai ,meja ,perkakas dapur dan lain-lain

setahun sudah terwujud rencana itu prahara menimpa wilayah selatan yang didahului oleh wilayah barat dengan kehadiran cui-beng-kui dan cui-beng-bi-moli , seluruh bukoan dipereteli oleh kedua iblis itu dan para piawkiok dipecundangi , dan setelah dua tahun menancapkan pengaruhnya , suatu ketika cui-beng-bi-moli menyatroni perguruan hui-tiauw karena

laporan dua kekasihnya she-suma yang dipecundangi oleh yap- sin-hong ketika hendak menculik putri bhong-kungcu ,dengan kemarahan sangat cui-beng-bi-moli dengan tangannya yang kejam menebar maut namun barisan tin-pek-tiaw yang kokoh dan kuat ciptaan kim-khong-taihap membendung serangan maut cui-beng-bi-moli , menghadapi barisan yang kuat dan kokoh ini mengejutkan cui-beng-bi-moli tapi walaupun lama barisan rajawali itu harus juga oleh kesaktian cui-beng-bi-moli , “mundurlah semua , yap-sin-hong melayang dan menyerang dengan kekuatan penuh dengan ilmu ciptaan kim-khong-taihap pek-tiaw-kiam hoat , pertempuran itu berlangsung seru dan lama , makin jengkel cui-beng-bi-moli sehingga ia meningkatkan ilmu simpanannya kwi-eng-jiauw (cakar bayangan iblis) dan dalam jurus ke tujuh puluh bahu yap-sin- hong kena cengkram hingga remuk dan disusul see-kwi-ciang (tangan iblis dari barat) menghantam lambungnya kontan yap- sin-hong terlempar ketebing dan jatuh kesungai bagian barat perguruannya dan memuntahkan darah , cui-beng-bi-moli tidak memperdulikannya langsung masuk kedalam rumah yap-sin- hong dan membantai istri dan anak-anak yap-sin-hong , sementara yap-sin-hong berusaha menyingkir menuju rumah bhong-kungcu

pengawal yang melihat yap-sin-hong yang terluka parah langsung memapahnya dan membawa ke hadapan bhong- kungcu , “bhong-kungcu , tolong sampaikan surat ini pada bengcu dan nyawanyapun putus , hari itu juga bhong-kungcu memanggil cia-kok , “cia-pangcu aku tahu piawkiokmu tidak lagi beroperasi namun apakah kamu tahu dimana bengcu berada ?

, saya dengar bengcu sekarang di wuhan , “nah..! cia-pangcu kamu berangkatlah kewuhan dan sampaikan surat ini kepada bengcu , ini surat yap-taihap yang sudah tewas dan sekarang ada didalam rumahku untuk dikebumikan besok , “baiklah taijin

, besok aku akan berangkat ke wuhan , “dan ini terimalah biaya perjalanmu pulang pergi , bhong-kungcu memberikan dua tail emas

setelah cia-kok menceritakan semuanya , “aku harus segera keselatan, dan aku akan berangkat besok , “kalau begitu bengcu aku akan pamit , “baiklah ciap-pangcu dan terima kasih

, cia-kok meninggalkan rumah li-moa , “benar bengcu akan berangkat besok ? , benar li-twako , dan aku akan membicarakan hal ini dengan bonita-moi , “baiklah kalau begitu bicarakan bengcu lah dengan bonita-ji , li-moa meninggalkan han-tiong dengan bonita , “moi-moi hal ini sungguh diluar dugaanku apa yang telah dilakukan oleh yap-siok kepada kita

,disamping itu juga kalau cung-sin dan bi-lan bergabung kesana tentu akan semakin menjadi-jadi mereka , “benar koko , apakah aku akan ikut menyertaimu koko , dan bagaimana dengan

hong-cici dan lin-swat yang dalam perjalanan , “bonita-moi tunggu disini dan sesampainya hong-moi dan swat-moi , secepatnya kalian susul aku keselatan , kita bertemu di kaifeng dirumah sie-kung-cu dan ceritakan keberadaan kalian dengannya , “baiklah koko , aku akan menunggu hong-cici , lin- swat dan anak-anak kita

Han-tiong segera berangkat dengan perbekalan secukupnya yang dikemas oleh bonita , Han-tiong dengan hati yang nelangsa akan apa yang diderita orang diselatan, membuat Han-tiong mengerahkan kekuatan larinya yang luar biasa yang dipondasikan dengan ilmu “siulian-tin-liong” dua hari dua malam berlari bagaikan kilat menembus jarak dari barat keselatan dan dalam jangka dua minggu han-tiong sudah sampai diselatan dikota hopei , setelah Han-tiong selesai makan disebuah rumah makan beberapa orang menemuinya , “bengcu yang budiman

terimaksih kepada thian bengcu sudah datang , “sicu yang baik

, dimana letak sarang cui-beng-kui dan cui-beng-bi-moli , “cui- beng-bi-moli ada disebelah utara tempat bukoan kim-mou-sin- lioing ,sementara cui-beng-kui di huangsan “hmh… bagus aku akan segera kesana , dan tolong kepada sicu yang baik adakan pertemuan dikaifeng seluruh bukoan dan piawkiok dan para taihap empat bulan didepan , aku ingin bertemu cuwi sekalian , “baiklah bengcu akan kami laksanakan , “terimakasih sicu ! aku berangkat , tubuh Han-tiong menghilang dan bebarapa saat sudah sampai di kediaman cui-beng-bi-moli , “kim-khong-taihap , orang dirumah itu pada lari berserabutan , “berhenti..! bentakan dengan tenaga dahsyat itu menjungkalkan semua orang , Han-tiong , mendekati tubuh seorang anak buah cui- beng-bi-moli , “kamu jawab jujur kemana cui-beng-bi-moli , “ampun taihap , cui-beng-bi-moli ada di huangsan , han-tiong segera berlalu dan segera menuju huangshan , dalam seminggu han-tiong sudah berada dihuangsan , dalam seminggu itu keberadaan bengcu diselatan sudah tersebar apalagi undangan pertemuan sudah mengiringi keberadaan bengcu , api gairah kehidupan mulai bergolak dihati mereka ,

“cui-beng-kui , dan cui-beng-bi-moli keluar kalian , aku kim- khong-taihap sudah berada disini , sebentar seja enam bayangan sudah berada dihadapannya chung-sin dan bi-lan sudah berada disitu , “ternyata kamu she pow dan kau lumina yang menjadi biangnya , “hik-hik.. kim-khong-taihap sudah mengantar nyawa , mari kita ganyang sampai mampus , bi-lan sudah menyerang , empat pewaris iblis durjana kwi-ban-san mengerubuti kim-khong-taihap ditambah dua beradik she-suma budak birahi lumina

bagaimana bu-cing-bo-giamlo dan eng-giamlo dapat bersama cui-beng-kui ? , sesaat mari kita mundur kebelakang Setelah bu-cing-bo-giamlo dan eng-giamlo melarikan diri , baru dua jam mereka melarikan sontak bu-cing-bo-giamlo , muntah darah dan ambruk , eng-giamlo terpaksa memanggul bu-cing- bo-giamlo dan berlari secepat mungkin , setalah sampai disebuah hutan lebat dan gelap , bi-lan meletakkan cung-sin , semalaman cung-sin tidak sadarkan diri dan baru keesokan harinya cung-sin siuman , “bagaimana suheng ! kenapa kamu pingsan , “kita harus mencari tempat yang aman dan tersembunyi lan-moi , peredaran darahku sangat kacau , bekas pukulan dan hawa pukulan kim-khong-taihap yang berlainan hawa membuat peredaran darahku kacau dan sepertinya

tersumbat , “artinya kamu luka dalam yang parah suheng , bi- lan terkejut karena pada waktu menyingkir cung-sin masih kelihatan sehat dan berlari cepat , cung-sin dan bi-lan tidak sadar yang memicu luka parah itu karena pengerahan sin-kang yang dipaksakan maka takpelak lagi bekas pukulan hawa Im- Yang yang diterima tubuhnya bereaksi cepat dan menghantam pembuluh darah sehingga peredaran darahnya kacau dan

terasa disana sini tersumbat , “luar biasa pukulan kim-khong- taihap sialan itu , bi-lan menggerutu , “bagimana lan-moi apakah menurutmu hutan ini aman ? , “sepertinya aman suheng , tapi saya akan bawa suheng lebih dalam masuk kehutan , bi-lan bergerak dan memapah cung-sin masuk lebih dalam kehutan yang lebat dan lagi gelap empat jam kemudian bi-lan menemukan sebuah gua , “untuk sementara kita akan aman disini suheng , gua ini tersembunyi , “benar-lan-moi , bawalah aku masuk kedalam , bi-lan memasuki gua dan merebahkan tubuh cung-sin , “bagaimana pengobatannya suheng , hawa ini tidak beracun dan bukan luka , apakah denga membantu sin-kang suheng ? “tidak bisa lan-moi , salah satu dari hawa itu bila spontan bertambah akan mencelakanku, terlebih dasar sin-kang yang ada padaku berhawa Im sementara sementara kamu Yang , matilah aku kalau hal itu dilakukan

“lalu bagaimana suheng , “aku ingat supek pernah mengobati pengaruh dua hawa yang berlainan pada tubuh , supek merendam pada air yang berlainan hawa , “tapi bagimana hal itu dilakukan suheng, “kita harus dapatkan satu gentong besar untuk tempatku berendam air panas , untuk itu lan-moi bisa lakukan dengan sin-kang , tapi untuk yang dingin , jelas aku tidak mampu lakukan , jadi jalan satu-satunya kita harus berada disumber air , “hmh… baiklah suheng ! nanti malam aku akan keluar hutan mencari gentong besar , setelah malam tiba bi-lan keluaar hutan dan masuk kampung untuk mencari gentong , sebuah dapur rumah makan diintai dan melihat satu gentong besar namun seorang ada didalam sedang bekerja memotong- motong sayur ,dengan cepat bi-lan turun dari atap “prak..” orang itu tanpa menyadari mati dengan kepala pecah dan bi-lan langsung mengambil gentongan dan menghilang

pengobatan yang dilakukan memakan waktu yang cukup lama hal ini disebabkan air dingin untuk cung-sin berendam tidak bisa maksimal karena hanya dingin karena alam di malam hari , dan susahnya jika giliran berendam di air dingin waktu siang hari tentu tidak seberapa dingin , sementara air yang panas walaupun bisa dimaksimalkan oleh tenaga bi-lan tapi tidak bisa dilakukan karena hawa Yang harus sesuai dengan kadar hawa Im yang dilalaui , keadaan cung-sin kembali normal dalam waktu enam bulan dan setelah itu mereka melanjutkan perjalanan ke selatan

“suheng ! apa yang kita lakukan di selatan ? , “kita akan menjumpai cui-beng-kui , saya merasa bahwa cui-beng-kui dan cui-beng-bi-moli adalah dua diantara kita berdelapan , kenapa suheng mempunyai pemikiran seperti itu , „karena kemunculan kita yang hampir bersamaan dengan mereka diselatan , hanya beda enam bulan , “kalau begitu im-kan-bi-ciong dan im-kan-ok- niocu , bisa jadi juga dua diantara kita , “benar lan-moi , dengan mengambil jalan-jalan sepi karena takut jejak akan diketahui kim-khong-taihap dan kim-sim-bi-moli , pelarian kedua iblis itu jadi lambat sehingga mereka sampai ke huangsan setelah enam bulan

Cung-sin dan Bi-lan segera menuju kediaman cui-beng-kui pada malam hari dan mengintai didalam ruangan itu seorang lelaki tampan yang sedang menikmati pijatan beberapa wanita cantik , “siapa diluar dan berani mengintai kediaman cui-beng- kui , serangkum hawa pukulan menghantam keatas , “brakk! , “hehehe.. hik…, hik…. Sin-hong ternyata kamu cui-beng-kui , sin-hong melihat dua bayangan yang turun bersamaan , kao-ko

.. eh , kamu bi-lan , kenapa mengintai ? , “untuk melihat keadaan dulu , “hmh.. kalian semua keluar , semua wanita yang mengelilingi dan memijat sin-hong keluar , “kalian darimana ?”, selama ini kami ada dibarat , “hmh… apakah kalian yang memakai julukan bu-cing-bo-giam-lo dan eng-giam-lo , “benar sin-hong , “hahaha..haha ..ha…. berarti yang di timur siapa ? , “tentulah lui-kong dan salah satu antara hoa-moi atau bi-moi , “yang pasti bukan bonita si murid durhaka , “eh.. kenapa kamu bilang begitu bi-lan , “kami sudah menjumpai bonita di barat dengan julukan kim-sim-bi-moli tapi yang buat penasaran dia melupakan dendamnya dan bergendak dengan musuh kita kim- khong-taihap , “sudahlah , sekalian saja kita tewaskan keduanya , apa susahnya kalau kita sudah kumpul dan mengeroyoknya , “lalu apa hal yang terjadi dibarat sehingga kalian berkunjung kesiani atau hanya untuk memastikan siapa cui-beng-kui ? , “kami sudah bertemu dengan kim-khong-taihap

, sebenarnya kalau kami keroyok kim-khong-taihap akan dapat ditewaskan , tapi karena ada bonita disampingnya yang juga memiliki kesaktian dari kwi-ban-san terpaksa kami harus mundur , “hmh.. baiklah besok aku akan menyuruh utusan ke hopei untuk memberitahu kedatangan kalian kepada lumina cui-beng-bi-moli

Sebulan kemudian lumina dan dua saudara suma datang ke huangsan , pertemuan itu demikian akrab , pesta mesum pun berlansung semalam suntuk , namun saat keesokan harinya sewaktu mereka sedang makan siang , bentakan kim-khong- taihap menyentakkan mereka dan langsung keluar menemui kim-khong-taihap yang suda berdiri dihalaman kediaman sin- hong

“ting.. ting…ting… jreng…jreng…. kenam penyerang itu tertahan tapi kedua saudara suma langsung ambruk tewas tidak mampu menahan goncangan jantung mereka dari serangan hong-hi-sin-jai , sementara keempat pewaris durjana dari kwi-ban-san hanya sesaat tertahan , dan kemudian langsung bergerak dan menyerang , pertempuran seru dan dahsyatpun berlansung , dentuman beradunya pukulan sakti menggelegar angin berkesiuran memporak porandakan tempat sekitar pertempuran , “blammm.. bum…., empat pukulan sakti “tong-te-sin-kang” (tenaga sakti menggetar bumi) dari sin-hong dan ilmu “im-kang-beng-kang” (tenaga iblis akhirat) dari bi-lan menghantam Han-tiong dari kiri sementara dari arah kanan dua tenaga sakti “san-hang-sin-kang” (tenaga sakti menaklukkan gunung) dari cung-sin dan , “lo-hiat-sin-kang” (tenaga sakti pengecau darah) dari lumina , empat tenaga besar dan luarbiasa kuat disambut kedua tangan Han-Tiong yang mengeluarkan hawa Im dan Yang dan akibatnya , kaki han- tiong amblas sampai lutut sementara empat lawannya

terlempar lima tindak , “jangan kasih ampun mari kita hantam ,seru bi-lan , dan sekali lagi empat tenaga itu menghantam tenaga han.tiong “blammmm…. Bummmmm…” hingga

tubuhnya terbenam sampai pinggang , dan keempat lawannya juga terjengkang lima tindak , “sekali lagi , seru cung-sin dengan nafasnya yang memburu , “hyaatttt…brush… blammm…buummmm…” Han-tiong dengan kecepatan kilat melayang keudara hingga tanah terbongkar besar dan beradunya pukulan untuk yang ketiga membuat han-tiong terlempar sepuluh tindak dan keempat lawannya terlempar tujuh tindak

namun cung-sin harus berhenti bernafas karena nyawanya putus saat melayang , jantungnya remuk dadanya membiru sementara mukanya hitam terbakar , bi-lan memuntahkan darah , sementara sin-hong dan lumina pucat pias , tapi han- tiong juga tidak kalah payah , darah meleleh dari sudut bibirnya

, Han-tiong tidak mau sudah dengan trik mematahkan mental lawan , jurus im-yang-ma-hoat sengaja dikeluarkan sebab dengan ringkikan akan menggetarkan lawan dan gerakannya juga lebih didonimasi kaki sehingga hawa im-yang tidak berkurang kekuatannya , ketiga lawannya yang sudah keder makin takjub menerima serangan yang masih terasa menekan itu , pertempuran adu jotos pun berlangsung dengan seru , ringkikan , tendangan dan sapuan membendung serangan “see-kwi-ciang” (tangan iblis dari barat) dari lumina , “te-pai-in- coan” (menerjang awan menolak bumi ) dari bi-lan dan tong-in- kun-hoat (ilmu pukulan menggetar awan) dari sin-hong , gerakan Han-tiong masih terkesan cepat dimata ketiga lawannya , dan hal ini makin membingungkan hati mereka sehingga serangan mereka kacau terlebih suara ringkikan menggetarkan jantung dan hawa yang berkesiuran dari tendangan kaki pada jurus keseratus “buk….hieekkk..buk..buk..hiekkk…buk..buk…” cuan-sim-kun (pukulan menembus hati) dari lumina menghantam punggung Han-tiong dan tenaga pukulan ini dimamfaatkan han-tiong meluncur dengan tendangan beruntun menghantam tubuh bi- lan , tubuh bi-lan ambruk tidak bernyawa dengan tubuh hangus dan membiru sementara hantiong terhempas terlentang tapi dengan cepat suara ringkikan terdengan dan tubuh itu sudah siap dengan kuda-kokoh dan siap menerima serangan

Sin-hong dan lumina yang juga sudah payah itu tidak bisa harus meleletkan lidah menerima kematian cung-sin dan bi-lan dan melihat daya tahan tempur pendekar kawakan ini , Han- tiong dengan cepat dan gesit merubah gerakan dengan im- yang-giok-hoat , yang ia tahu kedua lawannya sudah payah dan lengah , dan dengan mudah saja terpaan-terpaan serangkum hawa-hawa yang berlainan menghantam kedua

tubuh lawannya , “kita harus menyingkir ketempat lui-kong , lalu kedua tubuh untuk berkelabat melarikan diri , Han-tiong tidak mengejar dan membiarkan lumina dan sin-hong lepas , segera Han-tiong duduk bersemedi hingga malam

Namun sama halnya dengan kondisi cung-sin keadaan sin- hong dan lumina terpaksa menghentikan perjalanan disebuah hutan karena tiba-tiba sin-hong dan lumina pingsan ambruk ketanah , semalam suntuk keduanya pingsan dan siuman

ketika pagi datang , “sin-hong bagaimana keadaanmu , “aku terluka dalam lumina , peredaran darahku sangat kacau , ah… aku mengalami hal ini untuk kedua kalinya , “aku juga mengalami hal yang sama , peredaran darahku tidak normal membuat aku mual dan pusing , “hmh.. apa yang harus kita lakukan lumina ? , keduanya diam memikirkan keadaan mereka yang amat membahayakan ini , “kita harus mencari sumber air , “maksudmu apa kita akan melakukan hal yang sama ketika kita melarikan diri ke Tibet ? , “hanya itu yang bisa kita lakukan sin- hong , marilah kita cari sumber air , keduanya bergerak tertatitih-taih sambil berpegangan pada pepohonan hutan , dua jam kemudian mereka mendengar deburan ombak , “yang kita temukan laut , bagimana menurutmu lumina ? , “aduh..! apakah kita akan mati sekarat begini sin-hong ? , “entahlah , tapi kita harus berpikir bagimana untuk bertahan , „kamu hanya menghibur diri, ini bukan soal perut ! ini soal luka dalam yang tidak tahu bagaimana reaksinya jika berkelamaan , aku teringat suhumu toat-beng-kwi yang tidak menggubrisnya mati ditengah jalan , “lalu bagaimana , cara pengobatan yang kita tahu hanya yang pernah dikasih tahu bonita sementara hal itu saat ini kita bisa lakukan , kida berdua sama-sama luka dan tidak bisa

berbuat apa-apa , keduanya bertengkar sengit , „ah…sudahlah , disana ada gua , kita kesana saja untuk istirahat dan memikirkan apa selanjutnya yang kita lakukan , keduanya menuruni tebing dan melewati batu-batu karang hitam dan masuk kedalam gua , gua itu tidak panjang , hanya dua meter dan cukup lebar , ,mereka menggeloso bersandar didinding gua

, mereka berdua salin menatap , sejenak birahi sin-hong bertiup melihat celana lumina yang sobek dan mempertontonkan pahanya yang putih , namun mukanya pucat menahan rasa pusing dan mual dan diapun memuntahkan isi perutnya , “kamu kenapa sin-hong !? , sin-hong memejamkan matanya berusaha menenangkan hatinya dan menghapus bayangan paha putih lumina

“lumina , sangat berbahaya jika dalam kondisi seperti ini kita berduaan , “apa maksudmu sin-hong ! apa kamu akan meninggalkan aku !? , “aku melihat sobekan celanamu dan membuat aku bergairah dan itu membuat aku seperti tadi , „ah.. hmh… benar juga , aduh apa yang harus kita lakukan , ditengah kegalauan dan kepanikan peredaran darah lumina bergerak dan tak ayal lagi kontan apa yang dirasakan sin-hong tadi dialami lumina dan iapun muntah , , sin-hong memperhatikan keadaan mereka , peredaran darah tidak boleh sontak terpicu akan mengakibat bahaya , baik oleh gairah , panik dan marah dan apalagi ? pikir sin-hong , mungkin gembira atau sedih , “lumina , kita tidak boleh merasakan hal membuat darah kita beredar cepat , itu yang saya lihat dari keadaan kita ini , “benar engkau sin-hong , “tapi dulu kamu juga merasakan hal sama bahkan kita saling sama sentuh dan remas , tentu itu membuat kamu bergairah dan membuat peredaran darahmu bergerak cepat , :hmh…. benar juga , sin- hong membongkar kenangannya sewaktu pelarian dengan suhunya , apa yang dilakukan suhunya sehingga efek yang mereka rasakan saat ini tidak dirasakan saat pelarian ketibet , sin-hong memijit-mijit keningnya , “cobalah ingatlah sin-hong apa yang dilakukan suhumu padamu sehingga efek sontakan itu tidak memepengaruhimu “aku tidak tahu lumina , mungkin suhu ada melakukan sesuatu saat aku pingsan , yang aku tahu selama siuman kami hanya berlari dan berlari tidak ada yang lain , lumina terdiam apa yang dikatakan sin-hong , sejenak hatinya ingin kesal dan jengekel tapi dia mengeluh dan memejamkan mata dengan muka meringis , hal ini tidak luput dari perhatian sin-hong

„wahai iblis penunggu gua , katakanlah apa yang harus kami lakukan untuk melewati ini , hati sin-hong bergema berteriak putus asa , matanya memandang-langit-langit gua , sementara lumina terdiam tidak bergerak tapi nafasnya terdengar normal , “hmh.. bagaimana kalau ia mimpi bisa mati dalam keadaan tidur

, “lumina… ! ….lumina..! apakah kamu tidur lumina ? , lumina membuka matanya , “ya..sin-hong aku lelah aku mau tidur , “lumina janganlah engkau tidur aku takut itu berbahaya bagimu

, “kenapa … kenapa kamu bilang begitu sin-hong !? , “aku takut jika kamu mimpi kamu akan mati dalam keadaan tidur dan engkau tidak menyadarinya demikian juga aku , “aduh…. kim- khong-taihap haruskah semenderita ini aku kamu buat , bergairah tidak bisa , marah tidak bisa , panik tidak boleh , dan sekarang tidurpun hal yang menakutkan , tidak sadar lumina mengeluh dan menangis , kondisi lumina tetap normal tidak terjadi apa-apa , “hmh… berarti bersedih boleh , lalu gembira bagaimana pula ? pikirnya , dia mencoba mengingat-ingat hal yang lucu , lalu sin-hong meringis merasakan kemualan dan mukanya meringis , “kamu kenapa sin-hong , “aku bergembira apa reaksi yang saya rasakan , ternyata bergembira tidak boleh kita rasakan

kita hanya bisa merasakan hal yang menyedihkan , “kenapa kamu coba bergembira dan mengatakan kita hanya boleh bersedih , “kamu lumina bahkan menagis karena sedih tidak ada reaksi yang kau rasakan makanya aku mencoba sebaliknya namun rasa mual dan pening yang aku rasakan ,

„benar-benar ilmu mukjizat yang dimilki kim-khong-taihap ini , kita disuruh bersedih , bersedih hanya datang jika kita iba pada diri seperti yang aku lakukan tadi atau menyesal , apakah ilmu ini secara tidak langsung menyuruh kita menyesali apa yang kita lakukan ? , sin-hong dan lumina terdiam , diluar gua sudah gelap dan tiba-tiba terdengar gemercik air memasuki gua sehingga sin-hong dan lumina merasakan air laut yang dingin sebatas perut mereka yang duduk , ternyata air laut pasang , lama kelamaan air itu naik hingga dada dan semakin larut hingga leher , dan hanya sampai dileher sampai muncul kembali matahari yang yang panas , lumina bergerak dan duduk ditempat yang disinari cahaya itu , sin-hong juga , tapi tempat yang disinari baru sagian yang diduduki lumina , “kamu jangan berhimpitan dengan aku sin-hong , berbahaya bagi kita , terpaksa sin-hong mundur dan menanti sinar cahaya itu melebar dan barulah sin-hong duduk disebelah dinding mulut gua dan merasakan panas matahari

Dan ketika matahari hendak gelincir kebarat lumina merasa sinar matahari itu turun kebawah , lumina turun kebawah demikian juga sin-hong , ketika setengah tubuh mereka berada dalam air terasa dingin bagian yang direndam air dan bagian tubuh atas panas oleh sinar matahari , “aha.! ini… aduh , lumina limbung merasa pening , “jangan gembira lumina , “benar pengobatan kita berendam didalam air laut ini jika sinar matahari ada , tapi kita akan normal sampai kapan ? , “tidak usah memikirkan sampai kapan , yang penting cara pengobatan sudah kita temui , lumina dan sin-hong memejamkan mata merasakan pengobatan alam itu , setiap hari sin-hong dan lumina berendam didalam air laut namun dua minggu berikutnya mereka harus ambil tempat yang berlainan dan agak jauh untuk menutup gairah ketertarikan diantara mereka , dan bahkan kadang mereka terpaksa menghentikan pengobatan karena hujan turun atau cahaya matahari tidak muncul

Han-tiong meninggalkan kediaman sin-hong namun ditengah jalan beberapa pendekar dan kauwsu telah menungu dan segera menjura , “terimakasih bengcu yang budiman bahwa cui-beng-kui dan cui-beng-bi-moli telah melarikan diri , “hal itu belum sepenuhnya aman untuk wilayah selatan cuwi sekalian , jadi kita harus jeli melihat perkembangan selanjutnya , “benar

taihap , “apakah para sicu taihap dan kauwsu sudah mendengar rencana saya empat bulan didepan ? , “belum bengcu , “baiklah sekalian ketemu , saya ingin mengadakan pertemuan dengan seluruh taihap , pangcu dan kauwsu wilayah selatan di kaifeng empat bulan didepan dan itu saya sampaikan kepada kauwsu dan taihap yang menemui saya di hopei seminggu yang lalu dan saya minta disebarkan, “baiklah bengcu , kami juga akan menyebarkan rencana bengcu kepada taihap , pangcu dan kauwsu , “terimakasih para sicu yang baik , “bengcu ! saya coa-kim-teng kauwsu dari eng-liong-bukoan ingin mengundang bengcu dan sicu semua ketempatku

setidaknya untuk makan hari ini , “bagaimana sicu sekalian , coa-kauwsu mengundang kita untuk makan dirumahnya hari ini

, “bengcu yang budiman , satu hal yang menyenangkan bagi kami jika dapat mengiringi bengcu makan dan bercakap-cakap , “kalau begitu marilah kita penuhi undangan coa-kauwsu , bengcu dan sepuluh orang itu menuju kediaman coa-kauwsu

Sebulan kemudian Kim-khong-taihap kembali ke hopei setelah melihat keadaan hoangsan aman dan gerakan cui-beng-kui tidak ada sedikitpun , di hopei keadaan juga terkendali dan gerakan cui-beng-bi-moli sedikitpun tidak ada , setelah itu han- tiong berangkat menuju paoteng untuk menemui tan-kong-bu

Bukoan hui-tiauw keadaanya sepi dan tidak ada murid yang berlatih yang ada hanya pembantu dan kacung , Han-tiong memasuki halaman bukoan , dan seorang kacung yang sedang menyapu mendekati , “eh..ah.. ternyata bengcu , selamat

datang bengcu ,…” kacung itu menjura , “selamat bertemu lopek , “siapakah yang berada didalam rumah , “tan-kauwsu ada bengcu , marilah masuk , kacung itu segera masuk kedalam dan melaporkan kepada tan-kauwsu , tan-kauwsu yang mendengar laporan bengcu ada didepan langsung keluar menyambut , “aha… bengcu yang budiman selamat bertemu dan selamat datang , “selamat bertemu tan-twako

“dimanakah hujin-bengcu , kenapa tidak ikut kemari , “istri- istriku berada di wuhan tan-twako , mungkin dalam jangka dekat ini akan sampai keselatan , “ah .. begitu , saya memang sudah mendengar keadaan di hopei dan huangsan dengan keberadaan bengcu disana , tapi sayang kedua iblis itu saya dengar melarikan diri , “benar twako makanya saya tetap diselatan untuk mewaspadai gerakan mereka mana tahu mereka masih di wilayah ini , jika setelah pertemuan dikaifeng yang saya rencanakan sebulan lagi gerakan mereka tidak ada , maka saya akan segera ketimur untuk melihat keadaan “hmh… bengcu siapakah mereka ini sebenarnya , sungguh mengejutkan kemunculan mereka dua dibarat , dua disini dan

dua ditimur , “mereka ini ada delapan orang yang turun dari kwi- ban-san diwilayah barat , kedelapannya mewarisi pusaka delapan durjana ratusan tahun yang silam , enam diataranya adalah perguruan dari siang-kiam-kwi , dan dua adalah murid dari tok-sim-kwi dan toat-beng-kwi , dan cui-beng-kui itu adalah murid dari toat-beng-kwi sementara cui-beng-bi-moli adalah murid dari tok-sim-kwi , “artinya masih ada dua lagi kalau begitu bengcu , “benar ! tapi satu dari mereka sudah menjadi istri saya yang saya nikahi di wuhan , dia adalah bonita murid dari siang- kiam-kwi , lalu yang satu lagi ? , “yang satunya lagi kita belum dengar keberadaannya , kemudian pelayanpun datang menyuguhkan miniman

“tan-twako , bagaimana sekarang kondisi bukoan , tentu twako yang memegang bukoan ini setelah yap-siok tiada , “benar bengcu , tapi saya masih menyuruh mereka berdiam ditempat masing-masing sebelum keadaan pasti normal , “benar … begitupun baik twako , sebelum keadaan terkendali para murid belum disuruh kesini , sejenak han-tiong menyeruput teh panas yang disuguhkan , “oh…ya twako , beberapa hari aku akan berada disini , saya merasa perlu kemakam yap-siok dan keluarga , dimanakah yap-siok dimakamkan ? , “susiok di makamkan di pemakaman umum sebelah barat kota , tapi kalau siok-bo dan dua sute dimakamkan dibelakang , „besok aku akan kebarat kota twako , “baiklah bengcu , dan marilah kita makan siang , “mari…, keduanyapun memasuki ruang keluarga dan makan siang

pemakaman sebelah barat kota paoteng sepi dan sunyi , hanya suara gemerisik angin ketika membelai dedaunana , didepan sebuah makam han-tiong duduk takzim , “yap-siok.yang baik hati dan berlimpah sayang , aku tidak tahu bagaimana melukiskan kata-kata terimaksih atas apa yang siok lakukan , ya.. thian yang agung..! , orang tua ini telah memikirkan dan mewujudkan hal tidak dapat kubayangkan , engkau ya ! thian yang paling tahu akan apa yang telah diperbuat orang tua ini kepadaku , kasih sayangnya demikian besar , perhatiannya demikian dalam , keuletannya demikian kokoh , kebijakannya demikian luas , ya…. Thian yang memiliki hidup dan menguasai kematian , hambamu yang lemah ini meratap akan kemurahanMu , limpahkan dan berikanlah tempat yang layak bagi orang tua budiman ini , jadikan dirinya hal-hal yang baik pada kehidupan yang akan datang , han-tiong meratap menangis didepan makam yap-sin-hong , doanya kepada thian berlantun dari hatinya yang terenyuh menggetarkan seluruh tubuh dan sukmanya , sampai sore han-tiong berada didepan makam yap-sin-hong Setelah mendengar penuturan bonita swat-hong berurai air mata , “bonita moi , besok kita akan berangkat , kita harus berangkat dan waktu harus kita buru , dan swat-moi kita tidak usah berlelah untuk cepat sampai ke selatan ,yap-siok telah membuat hal yang sangat tidak dibayangkan suami kita dan tujuan pertama kita kapoateng dan baru ke kaifeng “baiklah hong-cici marilah kita berkemas

Keluarga bengcu dengan cepat bergerak keselatan , disetiap kota yang dilalui hanya saat malam saja disinggahi , jika siang kota itu hanya dilalui dengan membeli nasi dan lauk kemudian makan dimana tempat waktu makan tiba , ketiga istri han-tiong adalah lihap-lihap handal yang memiliki ilmu lari cepat melebihi lari kuda , dalam jangka sebulan mereka sudah memasuki hopei dan mendengar bahwa bengcu ada di paoteng , segera mereka menuju kepaoteng

Tan-kong-bu heran melihat rombongan akan tetapi setelah melihat swat-hong segera menjura , hujin-bengcu ..ah silahkan masuk , “tan-twako dimanakah tiong-ko , “bengcu baru dua jam lalu berangkat kebarat kota kemakam yap-susiok , “tan-twako nanti saja kami masuk dan kami segera kesana , “ah.. aku harus temani bengcu marilah…! , segera tan-kong-bu membawa keluarga bengcu kemakam yap-sin-hong , mereka melihat han-tiong duduk bersemedi sore hari itu , “tiong-ko … , suara swat-hong yang serak menggugah han-tiong , matanya yang sembab air mata manatap ketiga istrinya , “hong-moi..! yap-siok , „benar suamiku … uuu…uu… , pecahlah tangis swat- hong serta merta lin-swat dan bonita ikut menangis didekat

han-tiong , tan-kong-bu juga tidak kuasa menahan air mata melihat keadaan keluarga bengcu yang bertangisan didepan makam susioknya , “mintalah kepada thian istri-istriku , apa yang baik untuk yap-siok , ketiganya takzim duduk didepan makam yap-sin-hong , “yap-siok .. uuu..uu.., kami..kami.. keluarga tiong-ko mengucap syukur pada thian dan terimakasih yang tidak terlukiskan besarnya akan apa yang yap-siok lakukan terhadap keluarga tiong-ko , kasih sayang ini membuat hati mengerungkan tangis , budi ini menyigarkan seluruh roma tubuh kami , hanya thian lah yap-siok yang paling tahu akan semua ini bagaimana membalasnya , kami tidak akan mampu yap-siok..uuuu..uuuuu , doa kami akan terus melantun disetiap keheningan untuk yap-siok semoga yap-siok mendapatkan hal- hal yang baik dan menyenagkan dikehidupan yang akan datang … uuu..uuu , thian … limpahkan kebaikan untuk orang tua kami ini

Setelah malam tiba bengcu dan keluarga meninggalkan pemakaman kembali kekediaman yap-sin-hong dan tan-hujin telah menyediakan makan malam , suasana yang akrab dan penuh persaudaraan sangat mereka rasakan

“baiklah hong-moi dan swat-moi bagimana keadaan kalian dalam perjalanan dari utara kebarat , apakah ada kendala , han-tiong yang menggendong kedua anaknya sin-peng dan seng-tiauw di pangkuannya memandang swat-hong dan lin- swat , “perjalanan kami baik koko , tidak ada gangguan yang menghambat perjalanan kami , adapun hanya sedikit dan itu

dapat kami atasi , “syukurlah kalau begitu , saya kira kita semua akan bertemu di kaifeng , “ memang bonita moi menyampaikan pesan koko dikaifeng , tapi setelah mendengar halnya yap-siok maka saya inisiatif kesini duluan karena aku tahu bahwa hal ini koko tidak pernah bayangkan demikian juga saya , umumnya kita keluarga , “benar hong-moi , yang kamu lakukan itu tepat dan bijak , „aku belajar darimu koko bukankah kebaikan bagaimanapun kecilnya harus kita hargai , lalu bagaimana kebaikan yang tidak bisa digambar besarnya , Han-tiong tersenyum , “moi-moi ku semua , kedatangan kalian ini lebih dulu sebulan dari yang kuperkirakan , tentu sesampainya di wuhan hong-moi dan swat-moi tidak istirahat , “benar koko , hong-cici setelah mendengar ceritaku dari cerita cia-pangcu lansung mengajak kami berangkat

„lalu bagaimana tugas koko , saya dengar bu-cing-bo-giamlo dan eng-giamlo melarikan diri kesini dan juga cui-beng-kui serta cui-beng-bi-moli juga melarikan diri , “benar swat-moi , keempatnya melakukan pengeroyokan padaku , luar biasa memang ilmu mereka , namun berkat izin thian , bu-cing-bo- giamlo dan eng-giamlo telah tewas di huangsan sementara cui- beng-kui dan cui-beng-bi-moli melarikan diri , “siapakah cui- beng-kui dan cui-beng-bi-moli , “ternyata cui-beng-kui adalah sin-hong dan cui-beng-bi-moli adalah lumina , “hmh… berarti bisa jadi yang ditimur adalah lui-kong dan salah satu dari gin-bi atau swi-hoa , “benar bonita moi , “yang ditimur itu pasti lui- kong dan swi-hoa , “bagaimana hong-cici yakin ? , “saya dan swat moi sudah bertemu dengan gin-bi di utara tepatnya di kota xinning , “apakah itu yang kamu maksud dengan hambatan perjalanan kalian hong-moi , “benar koko , lalu apa rencana koko selanjutnya , “hong-moi , sebulan lagi kita akan bertemu para taihap , pangcu dan kauwsu di kaifeng , selaku yang mendapat perhatian dan budi baik , kita patut bertemu mereka , “benar koko , lalu selanjutnya , “kita harus kepulau kura-kura , tempat itu sudah dua tahun kosong setelah apa yang diprakarsai yap-siok terhadap pulau itu , dan aku akan berangkat ketimur untuk melanjutkan tugasku , “baiklah koko , kapan kita akan kekaifeng , “istirahalah dulu tiga hari disini , baru kita berangkat , dan tan-twako sudah meminta saya

setidaknya seminggu disini , sesaat suasana hening , “baiklah kita istirahat , dan malam ini aku akan bersama hong-moi ,

„baiklah koko , ketiganya menjawab serempak ,lalu ha-tiong menyerahkan sim-peng ketangan bonita

kaifeng yang ramai dan padat sedang membuat persiapan pesta penyambutan , jalan-jalan dibersihkan dan dihiasi , selebaran selebaran bertuliskan selamat datang terlihat disana sini , gerbang kota di hiasi dengan kertas warna warni dan dan ada spanduk besar dengan seni tulisan indah bertuliskan

selamat datang bengcu dan keluarga kami sambut dengan rasa gembira kaifeng bersinar nyaman bahagia berkat batu penjuru dipulau kura-kura tugu kekuatan insan dimanapun rimba banswe… banswe… bengcu yang mulia

lapangan latihan tentara kerajaan yang sangat luas , dibuat panggung yang besar dan kuat panggungnya dibuat atap berwarna kuning dan dilapisi karpet warna merah , dua hari kemudian kota kaifeng dibanjiri ratusan orang dari kalangan rimba persilatan dan pemerintahan , para pendekar, pangcu, kauwsu, kungcu dan cungcu , mereka semua berkumpul di lapangan latihan tentara kerajaan setidaknya ada seribu orang berkumpul di arena latihan itu

Han-Tiong dan keluarganya heran melihat sisi jalan masuk kota kaifeng penuh dengan kertas warna warni dan selebaran bertuliskan selamat datang sedang terpana membaca spanduk di pintu gerbang kota , “koko , melihat banyak selebaran dan kertas berwarna warni disisi jalan sepertinya kaifeng dikunjungi tamu pemerintahan dari kota raja , “benar swat-moi , “tapi koko lihatlah diatas pintu gerbang itu , semuanya menatap dan terpana membaca tulisan yang ditujukan kepada Han-Tiong dan keluarga , “ini untuk kita moi-moi , marilah kita segera masuk mungkin sudah lama kita ditunggu Ditengah kota keluarga bengcu disambut hampir seluruh penduduk kota di kedua sisi jalan , serombongan tentara menyambut dan mengiringi keluarga bengcu menuju lapangan latihan tentara , suasana meriah dan ucapan selamat bergemuruh , Han-Tiong dan keluarga melambaikan tangan dengan senyum merekah ditengah hal yang tidak terduga oleh mereka sama sekali , terlebih setelah sampai di lapangan latihan , semua orang berdiri dan bertepuk tangan , “Banswee…. Banswe…. Bengcu mulia “ bergemuruh tempat dengan gaung suara hampir seribu orang itu , diatas panggung mereka semua didudukkan di kursi panjang indah dan lembut

Bhong-kungcu berdiri suara kembali hening , “bengcu yang mulia , para kungcu yang terhormat demikian juga para sicu dari lioklim yang berbahagia , dengan rasa gembira dari luapan terimakasih yang tidak terhingga kita ada disini , bersama berkumpul ditempat ini sehubungan kehadiran bengcu kita yang mulia Kim-Khiong –taihap bersama keluarga , kerajaan sung selatan khususnya dan seluruh tiongkok umumya mengetahui belaka bahwa bengcu adalah manusia rakyat jelata

, namun keberadaanya adalah warna kebijakan dan kekuatan yang sudah kita rasakan selama hampir lima belas tahun , memang beliau bukanlah raja karena keturunan dari she tertentu tapi beliau adalah raja dari nurani yang baik dan bijak , beliau hanya mengerjakan tugasnya sebagai manusia tapi manusia empat penjuru tiongkok memilih dan menginginkannya menjadi raja tanpa mahkota dikepalanya namun mahkotanya adalah keparcayaan manusia pada umumnya yang tidak kelihatan oleh setiap mata namun dirasakan oleh setiap hati , dimulai dari istilah kaifeng darimana beliau muncul “

“kalau tidak mau celaka , jangan kelakuan burukmu terdengar sampai ke pulau kura-kura“

disusul bait berikut

daerah binasa oleh penindas gelap jangan putus asa dan teruslah berharap gundah dan bencana akan terendap dimana hari bertemu kim khong taihap dan terakhir

Kim-Khong-Taihap bengcu sejati Rupawan sakti lagi berlimpah budi Dimana dusun dan kota dilewati lenyaplah penindas penyebar tirani

ungkapan kepercayaan luar biasa yang mungkin tidak pernah diperoleh raja manapun , bengcu kuat karena dia memang kuat dan sakti , bengcu bijak karena dia memang bijak dan berbudi , “banswe…banswe.. yang mulia , gemuruh terdengar semarak setelah mendengar sambutan bhong-kungcu

“selanjutnya bengcu yang mulia dan para sicu yang terhormat , seluruh rakyat wilayah selatan yang diprakarsai oleh yap-taihap yang bijak berbudi mengajak kita semua untuk memperbaharui pulau-kura-kura , hal itu kita sambut baik semua dan kita wujudkan bersama , dua tahun sudah berlalu bengcu kita belum tiba , namun kita yakin usaha kita tidak sia-sia karena bengcu kita manusia yang bijaksana menerima luapan terimakasih kita yang tidak terhingga supaya pulau kura-kura di tempati bengcu dan kelaurga , “banswe.. banswee.. bengcu yang mulia , terdengar lagi gemuruh ucapan selamat

“dan hal yang terakhir bengcu yang budiman dan para sicu yang terhormat , pulau kura-kura telah selesai diperbaharui oleh kita dari dana terkumpul yang mengalir dari penduduk wilayah selatan yang berbahagia ditambah oleh kota-kota diwilayah tetangga , luapan hati yang penuh cinta menghasilkan dana yang banyak luar biasa , setelah terwujud rencana tapi dana masih tersisa dan hari ini kami akan serahkan kepada bengcu yang mulia dan keluarga , “banswee… bansweeee … bansweee.. bengcu yang mulia , “demikan saja sambutan saya mewakili rekan-rekan kungcu wilayah selatan , salah dan janggal tolong dimaafkan , dan setelah saya ciangbujin Gu-tilung dari hengsan-pai akan berdiri dan menyampaikan sambutan , suara tepukan bergemuruh dari seluruh peserta pertemuan

Gu-tilung yang menggantikan suhunya lu-kwan-ti berdiri , “salam hormat sicu sekalian dan salam mulia kepada bengcu kami yang budiman , kungcu yang mulia telah terdahulu menyampaikan sambutan sungguh tepat dan tiada kesalahan , tiba giliran saya untuk memberi sambutan dari kalangan lioklim rimba persilatan , “banswe.., bansweee bengcu yang mulia

“bengcu kami yang mulia dan para sicu yang berbahagia , kita semua merasa berbahagia bahwa lioklim memiliki seorang bengcu yang dapat diterima oleh semua , tidak hanya kita dari kalangan rimba , tapi oleh aparat pemerintah dan rakyat jelata , jauh sebelum zaman lima wangsa bengcu berganti seturut masa , kebaikan dan kejahatan berkutat disetiap generasi manusia sampai akhirnya kepada kita , bengcu kita ada disini dihadapan kita semua, telah memanggul amanah memimpin dalam satu dasa , berjuang memberantas tirani diantara kita , mengayomi kita dengan bijak laksana , “banswee banswee

bengcu mulia

“bengcu yang mulia dan sicu yang terhormat , dalam tiga tahun terakhir wilayah barat dicengkram kegelapan terus menyusul keselatan demikian juga timur menyusul kemudian , dari utara bengcu kita segera melihat keadaan , barat dibersihkan kejahatan diselatanpun diredamkan , ini suatu hal melegakan kita bebas dari kegelapan , rasa terimaksih tidak dapat dilukiskan terhadap bengcu yang budiman , hari ini kita berkumpul disini dengan jumlah ribuan untuk mendengarkan hal yang ingin bengcu sampaikan , bengcu yang budiman kami siap mendengarkan , “banswee…banswee yang budiman , terdengar lagi gemuruh ucapan selamat dari hadirin ciangbujin hengsan-pai duduk kembali , Han-tiong berdiri , “banswee…., banswee.. banswee…. Bengcu yang mulia , gemuruh suara menyambut bangcu yang melangkah ketengah panggung

“para kungcu yang mulia , para ciangbujin yang bijaksana , para taihap yang gagah perkasa , pangcu dan kauwsu yang bertabur jasa , para sicu sekalian yang berhadir semua , perkenankan siauwte menyampaikan sepatah dua patah kata berkenaan dengan pertemuan hari ini yang luarbiasa , Han- Tiong diam sejenak

Sicu yang baik dan para kongcu yang mulia , hari ini para sicu yang berada diwilayah selatan telah membuat dan melakukan hal yang sangat diluar dugaan , kami sekeluarga mendapat cinta dan kebaikan sungguh hal ini sangat berlimpahan membuat hati kami terkesima tidak terperikan , Han-tiong memanggil ketiga istrinya untuk bahngkit berdiri , swat-hong , lin-swat , bonita sin-peng yang sudah bisa berjalan dan seng- tiauw yang digendong lin-swat maju ketengah panggung berdiri disamping Han-tiong “Untuk kebaikan dan limpahan perhatian yang luar biasa dan terduga , siauwte dan kelaurga menyusun sepuluh jari dan sebelas beserta kepala dihadapan para hadirin semua kami menjura, mengucapkan rasa terimaksih kami yang tidak terhingga ,akan semua yang telah dilakukan dari rencana sampai apa yang diwujudkan di pulau kura-kura , hanya thianlah yang dapat membalasnya karena kami ini hanya manusia biasa yang lemah tiada kuasa , dan apa yang dilimpahkan akan kami coba terima semoga usaha ini tidak sia- sia bahkan memberi bermamfaat untuk kita semua

,”banswee….banswee… bengcu yang mulia , suara gemuruh menyambut keluarga bengcu yang menjura ke ampat arah , kemudian Han-tiong menyuruh keluarganya duduk kembali .

Sicu yang baik para kungcu yang mulia , para ciangbujin yang budiman , pangcu kauwsu yang terhormat , selama kehidupan didunia masih berjalan , fakta alam ada terang dan ada kegelapan , ada kebaikan ada kejahatan , dimanapun rimba dua hal tetap berjalan , tapi sebagai manusia kita punya pilihan untuk menegakkan kebaikan dan mencegah kejahatan , tidak hanya seorang manusia yang dapat beban , tapi hal ini tugas semua insan untuk mempertahan harkat kemanusiaan jangan sampai jatuh ke harkat kebinatangan dan sangat tidak patut sebagai makhluk thian yang memiliki akal pertimbangan , Han- tiong diam dan kemudian melanjutkan “para kungcu , ciangbujin , taihap , pangcu, kauwsu dan sicu sekalian , baik dan jahat adalah dua sisi mata pedang , perlu kita bijak memperhatikan dengan jiwa yang tenang ,apakah itu kebaikan sejati ? dan apakah dasar melakukan kebaikan ini ? , kebaikan adalah tindakan maslahat serta bermamfaat bagi semua orang tidak terkecuali , dasar melakukannya janganlah berdasar aqli , karena jika berdasarkan aqli maka kebaikan muncul oleh sebab untung dan rugi dan juga jangan berdasarkan hati , sebab kalau berdasarkan hati maka kebaikan muncul dari sebab sayang dan benci , kebaikan yang berdasar dua hal ini jauh dari kebaikan sejati , lalu apa dasar kebaikan sejati ? , dasar kebaikan sejati adalah perintah thian , jadi berbuat baik karena thian maka akan bebas dari untung dan rugi dan akan lepas dari sayang dan benci , kita berbuat baik ! karena thian yang menyuruh demikian , kita tidak berbuat jahat ! karena memang thian melarang yang demikian , semuanya hening meresapi penjelasan bengcu mereka

“Ciangbujin dari hengsan telah menyampaikan dan benarlah apa yang beliau katakan bahwa kebaikan dan kejahatan berkutat disetiap masa dan zaman, demikian pulalah yang kita rasakan, bahwa tiga tahun terakhir kita menghadapi cobaan dari tirani yang menggelisahkan, siauwte ini hanya sebagai perantaraan ! dianugrahi thian sedikit kepandaian yang tidak berarti dihadapan thian , tapi kalau bermakna untuk kemanusiaan, yang sedikit ini akan tetap saya persembahkan untuk menegakkan kembali kemanusiaan walaupun nyawa siauwte jadi taruhan , karena itu sudah merupakan tugas dan kewajiban yang tidak bisa diganggu gugat oleh apapun keadaan , “banswee…. Banswee… banswee… bengcu yang budiman , gemuruh suara menyambut penyampaian Han-Tiong

Para kungcu yang mulia , ciangbujin yang bijaksana , taihap , pangcu dan kauwsu yang gagah perkasa , sicu hadirin semua keadaan barat telah bersih atas izin thian , dua momok kejahatan telah binasa diselatan , tugas kita belumlah tuntas terselesaikan karena masih ada yang harus kita perhatikan , bahwa dua momok yang mencengkram diselatan boleh jadi bergabung ketimur membina kekuatan , dan tentunya sebagai bengcu yang diamanahkan saya harus dipronterdepan berjuang bersama cuwi sekalian , ini bisa kita selesaikan atas usaha bersama dan izin thian , “banswee… bengcu yang budiman , gemuruh suarapun bergegar menyambut perkataan Han-Tiong “sicu sekalian yang baik budi ! setelah selesai pertemuan ini saya akan bawa keluarga terlebih dahulu kepulau kura-kura untuk ditempati dan secepat mungkin akan berkelana ketimur untuk menghadapi tirani , semoga kita semua dapat mengatasi hanya kepada thian kita berserah diri , demikian saja hal yang dapat siauwte sampaikan pada pertemuan ini , sekali lagi kami ucapkan terimakasih pada cuwi yang telah banyak melimpahkan budi , ini hanya dapat kami hitung dalam lantunan doa pada thian yang terpuji , salah dan janggal tolong maaf diberi , siauwte tiada lain hanya manusia yang lemah disana sini

tepuk tangan pun bergemuruh sambil diiringi ucapan selamat yang bergema , kemudian dua orang pengawal mengangkat sebuah peti berisi sisa dana dari pengolahan pulau kura-kura dan atas nama seluruh rakyat wilayah selatan liem-kungcu , bhong-kungcu dan sie-kungcu menyerahkan sisa dana itu kepada Han-Tiong disambut sorak dan tepuk tangan para hadirin, setelah makan dan minum dan beramah tamah , pada sore harinya pertemuan akbar itu bubar Dari pertemuan itu Han-tiong mengajak anak dan istrinya ketempat wan-kiat , memang wan-kiat hadir ditengah pasar ketika iring-iringan Han-tiong dikawal oleh tentara menuju lapangan pertemuan , wan-kiat cukup bersyukur melihat wajah han-tiong ,wan-kiat yang tidak menduga akan kedatangan han- tiong dan keluarga terbata-bata menyambut , “tiong-ji…!? ah… giok-moi … giok-moi kesinilah tiong-ji datang , wan-kiat matanya berkaca-kaca memanggil-manggil istrinya , “wan-siok , tenangkanlah hati siok , hal ini bukan hal yang mengherankan , keponakan rindu pada pamannya yang lama tidak berjumpa , bukankah hal yang wajar wan-siok , “tiong-ji yang baik budi , kebaikan mana yang telah kami lakukan hingga thian memberikan anugrah keponakan luar biasa seperti ini , wan-kiat memeluk han-tiong dan sesugukan dengan limpahan air mata berderai , swat-hong , lin-swat dan bonita menyalami wan-hujin yang kelihatan tua walaupun umurnya baru empat puluh tahun , kulitnya pada masa mudanya putih namun oleh keadaan kulit itu sudah kecoklatan dan agak kurus , keluarga wan-kiat tidaklah kaya namun tidak juga dikatakan miskin , keluarga

wan-kiat tergolong sederhana , malam itu keluarga han-tiong makan malam di ruman wan-kiat “wan-siok ! besok saya akan membawa keluarga saya ke pulau-kura-kura , bagaimana menurut paman , adakah kapal yang bisa saya beli besok untuk berlayar ? “tentu ada tiong-ji jika besok kalian berangkat ke pulau kura-kura paman akan bicarakan dengan bu-wangwe , dia memiliki kapal yang berukuran sedang , jika harga cocok dia akan mau menjual kapalnya , “terimakasih paman, semoga saja kami dapat berlayar besok , “itu akan paman usahakan , setidaknya siang hari tiong-ji dan anak mantu semua sudah berlayar , suasana

akrab penuh persaudaraan itu berlangsung sampai larut malam dan keesokan harinya , kapal yang dimaksud wan-kiat didapatkan , siang itu Han-Tiong berlayar dilepas wan-kiat dan keluarga dan beberapa nelayan teman wan-kiat

kapal berlayar mulus mengharungi samudra , “tiong-ko tentu masa kecilmu sungguh mengesankan semua orang , „benar koko apa yang dikatakan hong-cici, berceritalah sekilas tentang perjalanan koko kepulau kura-kura yang akan kita tuju ini , bagaimana bonita moi , bukankah kita semua ingin mendengar

?, “benar swat-cici , aku juga ingin tahu terlebih anak kita sin- peng , “ayah , jika ayah mau mendongeng aku ikut dengar ya ayah , han-tiong memandangan anaknya yang sudah berumur empat tahun lebih itu , “tentu peng-ji , dan moi-moi sekilas aku akan bercerita , Han-tiong menghirup dalam udara laut yang berhembus mengingat kenangan masa kecilnya

“masa kecilku sangat berlimpah sayang dari kedua orangtuaku , sebagai pemilik rumah makan orang tuaku bisa dikatakan berkecukupan di kota kun-leng , aku di sekolahkan ayah ditempak bhok-siansu seorang siucai tua yang amat bijak laksana , aku sering mendapat hukuman karena bermain-main dengan teman-temanku , namun aku tetap berusaha untuk selalu menerima apa akibat dari kebandelanku , aku tahu belaka banyak cinta dihati suhuku itu , beliau mengajar aku membaca dan menulis hingga mahir , pengajarannya padaku demikian berkesan dalam hati , bhok-siansu layaknya lautan ilmu tiada bertepi , penjelasannya , pandangannya dan semua yang ada padanya adalah pelajaran , dan suhuku telah meninggal saat aku kembali ke-kunleng saat berumur sembilas belas tahun , singakat memang waktu belajar dengan beliau , hanya dua tahun karena aku mulai belajar saat sudah mahir bicara umur tiga tahun , umur lima tahun aku meninggalkan

kun-leng setelah menagalami peristiwa menyedihkan yakni saat ibu hong-moi berakhir ajal didepanku , dan dalam hari yang sama ayahku tewas ditangan thian-te-sam-kwi dan ibuku diculik dan hidup bersama hong-moi dibawah tekanan thian-te-sam- kwi , ini kuketahui setelah bertemu hong-moi , dalam masa berkabung itu aku mendapatkan peti yang berisi sehelai surat tentang pulau kura-kura dari kong-couw kwee-lun dan isi surat itu seakan kongcouwku memanggilku untuk datang kepulau kura-kura , maka aku datangi suhuku dan mengatakan keinginanku , setelah itu aku pun berkelana , ditiap kota dimana aku kehabisan bekal aku bekerja untuk mempersiapkan bekal melanjutkan perjalanan , kadang aku bekerja di dapur rumah makan dan jadi kacung di bukoan , dan terakhir aku bekerja di hui-tiauw piauwkiok sebelum berubah jadi bukoan yap-siok sebagai kacung pengurus kuda , aku akarab dengan semua piauwsu dan terlebih dengan wan-pek yang tua pamannya

wan-siok , dari wan-pek inilah aku diarahkan kepada wan-siok , perjalanan dari paoteng kekaifeng aku ikut rombongan yang piauwsu yang dipimpin yap-siok dan diantar ketempat wan-siok

, oleh wan-siok aku diberi kapal untuk berlayar ke pulau kura- kura , akhirnya umur tujuh tahun aku sampai dipulau kura-kura , dari situlah semua dimulai , pelajaran ilmu yang kuterima dari kitab peninggalan kongcouw kwee-lun , selama sepuluh tahun aku hidup sendiri dipulau kosong hanya berteman kura-kura yang banyak disana , dan setelah itu aku keluar dan masuk kedaratan besar , kemudian aku bertemu dengan sahabat kong-cowku bukek-siansu yang menjadi suhuku dari awal karena kitab salinan beliau ada dalam kumpulan warisan dari kongcouw kwee-lun , hanya beberapa bulan aku bersama dengan siansu suhu dan telah banyak memberi hikmat padaku

Han-tiong memandang ketiga istrinya , “bagaimana ? bukankah tidak ada yang menarik moi-moi , “hal itu mengesankan bagiku tiong-ko , Han-tiong memandang swaat-hong , “hal mana dari cerita itu yang mengesankan Hong-moi , pembelajaran dari dua siansu yang masanya singkat dapat membentuk tiong-ko seperti ini , suamiku yang dapat kurasakan hikmatnya yang dalam , “dan disamping yang hong-cici katakan yang juga mengesankan aku dari cerita itu adalah umur lima tahun berkelana selama dua tahun melintasi alam terbuka yang liar , dapat kubayangkan betapa kecilnya tubuh itu , kemudian umur tujuh tahun berada sendirian dipulau kura-kura yang sudah ratusan tahun tidak dihuni berteman gelap yang lengang dan sepi selama sepuluh tahun , dapat kubayangkan bagaimana tubuh kecil dibesarkan alam , hal itu merupakan kebaranian , keuletan dan kemauan yang kuat , “dan saya tiong-ko , kedua hal yang dikatakan hong-cici dan swat-cici , hal yang mengesankan aku dari cerita itu , cerdik dan matangya perhitungan tiong-ko kecil menjalani rimba luas selama dua tahun , anak kecil tahunya hanya menerima namun koko tidak demikian , bekal habis tidak mengemis tapi bekerja dengan penuh optimis , dan luarbiasanya bekerja itu bukan untuk sekedar mengisi perut saat lapar tapi mempersiapkan bekal untuk perjalanan selanjutnya , disana tersimpan pelajaran yang luarbiasa dalam berupa kecerdikan dan kematangan pikir , optimis besar dan juga keyakinan penuh

“moi-moi ! apa yang kalian lihat dari cerita itu dasarnya hanya satu yakni kekurangan , ketakutan dan kebinasaan , tiga hal ini dapat dinafikan dari kehidupan jika orang itu meyakini hidupnya mutlak pada pemeliharaan Thian , tapi jika tidak maka apa yang dilihat moi-moi harusnya kurang seharusnyalah demikian , jika tidak maka apa yang dilihat swat-moi harusnya takut memang seharusnya begitu , dan jika tidak maka apa yang dilihat bonita moi harusnya binasa demikianlah harusnya , mengertikah kalian maksud perkataanku moi-moi ? , “mengeti koko ,

ketiganya mengangguk , “ayah tapi aku belum mengerti ! , han- tiong dan ketiga istrinya sontak tersenyum “peng-ji ! sebentar lagi kamu akan mengerti sabar sajalah anakku , “kapan ayah ? mungkin nanti saat kita sampai di batu karang itu atau mungkin sudah sampai di pulau kura-kura , jadi kapannya tergantung kamu peng-ji , “ooo begitukah ayah ? , “benar peng-ji , sin-peng diam terpengaruh penekanan kokoh dari ayahnya bahwa kapan ia mengerti tergantung padanya

karena perjalanan kapal yang memang santai , Han-tiong dan keluarga berlayar sambil menikmati panorama laut , maka dua hari kemudian sampailah mereka ke pulau kura-kura , Han- tiong dan keluarga berdiri terkesima melihat pantai yang memiliki pelantaran , Han-tiong mengikat tali pada sebuah tiang kayu kuat disamping kaki pelantaran , lalu Han-tiong dan keluarganya melompat keatas pelantaran yang rata oleh lantai papan yng tebal , mereka berjalan dengan mata terpana melihat atap beberapa bangunan dengan atap berwarna hijau ditengah pulau , dengan menggendong sin-peng dan seng- tiauw Han-tiong berkelabat kearah tengah pulau , sebentar saja mereka berdiri terpana melihat istana luar bisa besar dan megah ini , Han-tiong melihat sekeliling , sampai kearah air terjun dimana ia , dia melihat ketiga istrinya sudah berlutut menangis , Han-tiong menarik bangkit ketiga istrinya dan mengajak masuk kedalam istana , dan dalam istana semakin mereka terkesima semua kelengkapan rumah itu ditutup kain warna putih , baik Han-tiong , swat-hong , lin-swat dan bonita melangkah mendekati barang-barang dalam istana dan menariki kainnya , perabot-perabot indah , berupa meja kursi , sofa dan tirai-tirainya masih nampak baru dan ditata demikian indah , Han-tiong menyusuri istana itu bersama ketiga istrinya sampai keruang dapur

“koko… alangkah luar biasa nilai kebaikan yang kita terima ini , “benar hong-moi , ini adalah tempat bangunan kongcouw sekarang sudah menjadi istana yang sangat besar , “kamarnya sampai dua belas koko enam dibawah dan enam diatas , ruangan tengah amatlah luasnya , bagian ruangan ini kayaknya ruangan keluarga , dan juga dapurnya juga besar , “benar bonita moi , marilah kita kebagunan sebelah timur dan melihat , sepertinya istana ini dihubungkan dengan bagunan itu , dan ada jembatan , “aih..ayah itu ikan , seru sin-peng ketika melihat ikan besar dalam kolam dibawah jembatan , sesaat mereka menikmati keindahan kolam dan kemudian memasuki bangunan yang beratap bulat seperti tempurung kura-kura itu , dan hati mereka terkagum melihat arsiektur lianbutia itu , “ini lianbutia moi-moi , “banar koko dan sungguh besar dan luas serta bentuknya juga unik , mari kita kesebelah barat , kemudian merekapun melengkah kearah dua bangunan yang berdekatan itu , setelah memasuki bagunan itu , :”hmh.. ini balai pertemuan , kursinya juga sudah disediakan mejanya juga , “berapa orang para pakar bangunan ini memperkirakan pesanggarahan digunakan , bonita coba menghitung , “koko kapasitas tiga ratus orang , “hmh… luar biasa perhitungan ahli bangunan itu , “lalu apa pula bangunan dibelakangnya yang

tiga tingkat mirip likoan , “entah swat-moi , mari kita lihat , “aha.. ini likoan koko , para tamu yang berkunjung pasti diperkirakan tidur disini , karena jumlah kamar seratus lima puluh dengan ranjang besar , itu artinya pakar bagunan itu memnjatahkan dua orang satu kamar sejumlah kapasitas pesanggrahan

Han-tiong kembali mengajak masuk kedalam istana , “moi-moi marilah dibersihkan apa yang layak dibersihkan , setidaknya sampai malam pekerjaan untuk membersihkan istana ini , swat- hong pergi kedapur ,aku akan tangani bagian dapur , “aku akan kebagian atas hong-cici , dan ruangan bawah ini bagianku , “peng-ji ! , mari kita keluar , kita bersihkan halaman kita ,”baik ayah , sin-peng mengukuti Han-tiong yang menggendong sin- tiauw keluar istana , sebulan kemudian Han-Tiong mempekerjakan dua belas orang yang didatangkan dari kaifeng yang terdiri dari empat orang laki-laki umur sebagai juru masak dan tukang kebun , dan delapan orang perempuan untuk mengurus rumah yang besar seperti istana itu

“moi-moi ! aku akan berangkat kewilayah timur , “demikian pun baik koko , namun bawalah salah satu kami untuk menyertaimu, karena hal itu akan lebih menenangkan bagi kami “tentu hong-moi , apakah kalian sudah membicarakan siapa yang akan menyertaiku ? , “sudah koko , “hmh… siapakah swat-moi , “untuk perjalanan koko ini kami sepakat bahwa bonita-moi yang akan menyertai koko , “jika demikian

baiklah moi-moi ! bonita-moi dua hari lagi kami akan berangkat , “baik koko , dan selama dua hari itu bekal perjalanan perjalanan disiapkan , selama dua hari itu Swat-hong dan Lin- swat mendapatkan malam istimewa penuh madu tumpahan kasih sayang bertatahkan cumbuan mesra penuh gairah dari Han-tiong ketika keduanya digilir

Khu-gin-bi setelah kembali kerumah phang wangwe wajahnya masam dan marah ,hatinya kesal dengan kenyataan bahwa ilmunya belum dapat mengatasi istri kim-khong-taihap , perhatian dari phang-wangwe tidak menghiburnya , cumbuan dari phang-kongcu juga menawarkan hati dan gairahnya , pikiran dan hatinya lebih tertuju bagaimana dan apa yang harus dilakukan untuk mengatasi musuh besarnya, apa yang diperolehnya dari tung-ok mentah menghadapi istri kim-khong- taihap , bagimana mau balas dendam kalau istri kim-khong- taihap saja yang ia tahu bulunya dahulu karena merupakan tawanan mereka tidak bisa ditundukkan dengan ilmunya yang baru , kononlah lagi dengan kim-khong-taihap sendiri , selama dua bulan khu-gin-bi uring-uringan

suatu ketika khu-gin-bi teringat kepada saudara-saudara seperguruannya yang entah bagaimana rimbanya , dia ingat dia adalah orang yang terakhir berada dipuncak setelah cung-sin dan lui-kong turun untuk mencari rekan mereka yang lain , karena mengingat puncak kwi-ban-san terbersit kembali tujuan utama mereka adalah menuruni tebing tapi hal itu tidak jadi dilakukan karena rekan-rekannya hilang bagai ditelan bumi , “ah .. kenapa aku tidak menuruni tebing itu saja , mana tahu supek pek-mou-kwi memang hendak menyuruh mereka menuruni tebing itu pikirnya , tiga hari berikutnya khu-gin-bi meninggalkan xinning dan kembali ke kwi-ban-san

setelah menempuh sebulan perjalanan khu-gin-bi sampai dipuncak kwi-ban-san, dan menuruni tebing dengan mencakar dinding batu yang padas dengan tangannya yang luar biasa , terus menuruni tebing yang dulunya mereka perkirakan menyimpan rahasia , setelah setengah hari menuruni tebing , khu-gin-bi menemui mulut gua lalu dengan hati berdebar khu- gin-bi masuk kedalam gua , didalam khu-gin-bi menemui peti harta dan juga beberapa kitab sejarah dan seni ,diatas gundukan tanah “hmh… apakah harta ini yang menyebabkan tempat ini jadi perhatian supeknya pek-mou-kwi ? , tapi kalau Cuma ini , untuk apa kami disuruh kesini kalau cuma untuk harta ini , dua hari dua malam khu-gin-bi membongkar isi gua itu , tapi tidak satupun yang diharapkannya berupa kitab pelajaran ilmu tinggi

hari ketiga setelah memakan jamur hitam yang banyak tumbuh didinding gua dan minum dari mata air yang ada mengaalir dimulut gua khu-gin-bi merasa aneh setelah lama memperhatikan gundukan dimana harta dan kitab sejarah dan seni itu berada, gundukan itu bentukhnya empat persegi dan bukan karena tanah yang di potong hingga keras , tapi seperti dibentuk dari tanah yang ditumpuk sehingga setelah dia mengangkat dan menaikkan kembali peti harta itu , gundukan itu makin melesak kebawah ditimpa peti berat itu

Khu-gin-bi membongkar gundukan itu dan didalamnya terdapat peti , dengan hati berdebar khu-gin-bi membuka peti itu , dan didalamnya terdapat sebuah kitab tipis dan juga sehelai kertas , khu-gin-bi mengambil kertas dan membaca isinya

“kitab ini adalah gabungan inti sari dari ilmu delapan Ok yang kuramu dan kuracik karena merasa kecewa dengan delapan Ok Delapan durjana saling serang ! mereka memang goblok memperebutkan gelar It-Ok , ilmu tahu tempe di pertontonkan bikin malu pada pandangan Ong-Ok , akhirnya mereka semua kutampar dan kugaplok karena berani menggangu kediaman Ong-Ok

Han-Bu-Ong

Muka khu-gin-bi berseri-seri , dan melihat kitab tipis milik Han- Bu-Ong , tulisan disampulnya Ok-Pat-Hoat-Bu-Tek ( intisari ilmu delapan durjana) , karena merasa tertarik dan takjub , khu-gin- bi mebolak balik buku sejarah dan dibelakang buku itu pada lembaran kosong ada tulisan

Kwaa.sin-liong dan Han-swaat-hong Penghuni pulau es yang sombong berlagak tidak mau berbuat serong dua musuh bebuyutan han-bu-ong

mengambil kembali kitab han-ti-ong tapi han-bu-ong tidak berotak kosong telah menghapal beberapa kitab ti-ong

hingga berhasil menjadi seorang ok-ong

Han-bu-ong adalah anak kandung the-kwat-lin yang diambil istri oleh Han-ti-ong dari pulau es tapi Han-tiong bukanlah ayah kandung dari Han-bu-ong , ayah kandungnya yang sebenarnya adalah pat-jiu-kai-ong (raja pengemis lengan delapan) seorang raja pengemis yang terkenal sakti dan jahat dizamannya , ibunya the-kwat-lin adalah salah satu korban pemerkosaan dari pat-jiu-kai-ong Dalam kitab tipis itu khu-gin-bi mendapatkan dua ilmu berupa ilmu tangan kosong yang bernama “ho-jiauw-swat-ciang” (telapak salju cakar api ) dan ilmu pedang bernama “ pek-ban- in-kiam (pedang halimun selaksa petir) dengan penuh gairah khu-gin-bi mulai mempelajari kitab peninggalan han-bu-ong , dan baru dua bulan dia merasakan hasil yang luar biasa , semakin bersemangat khu-gin-bi melalap ilmu tangan kosong yang menghasilkan hawa dingin dan cakaran tangannya yang menghasilkan hawa panas , setelah setahun ilmu tangan kosong selesai dipelajari khu-gin-bi dan dia memulai pelajaran ilmu pedang

Sejak kemunculan “im-kan-bi-ciong” (si sesat dari akhirat) dan “im-kan-ok-niocu” (dara jahat dari akhirat) keadaan timur kelam dan kenyamanan selama ini terusik ,dan akhir-akhir ini banyak perempuan-perempuan muda yang hilang dan ditemui kadang hanya mayatnya saja , demikian juga dengan laki-laki muda dan tampan , hal itu sangat menggelisahkan para pendekar , kauwsu dan pang-piauwsu sehingga merekapun mengadakan pertemuan untuk membicarakan keadaan mereka di rumah sie- taihap di sinyang , sebagai tuan rumah sie-taihap memimpin pertemuan itu di ruangan lianbuthia Setelah berkumpul sie-taihap membuka pertemuan itu , “terimakasih kami haturkan kepada sicu taihap , kauwsu dan pang-piauwsu yang sudah berkenan hadir pada pertemuan kali ini , hal yang akan kita bicarakan tentu kita semua tahu bahwa wilayah kita sudah dua tahun di cengkram dua momok yang luar biasa kejam dan sadis , banyak cerita kita dengar diluaran aakhir-akhir ini banyak dari para gadis-gadis muda dan taruna- taruna kita diberbagai kota dan desa menjadi mangsa dari kedua penjahat ini , dan juga satu tahun yang lalu , beberapa bukoan telah didatangi dan dipaksa tutup setelah membinasakan kauwsu bukoan itu , dan aksi mereka juga tidak melewatkaan para piauwkiok yang dipaksa memberikan pembagian hasil jasa , sebagian dari rekan pang-piauwsu kita menolak hingga mereka di bantai habis oleh kedua iblis ini dan enam bulan yang lalu , beberapa piauwkiok terpaksa mengikuti kehendak mereka sehingga terancam bangkrut , nah..! sicu sekalian silahkan memberikan pendapat hal apa dan bagaimana kita menanggulangi masalah kita ini

“sie-taihap telah menggambarkan dengan jelas bagi kita hal yang telah kita rasakan dan alami selama dua tahun ini , dan ini merupakan fakta memprihatinkan setelah sekian lama kita hidup dengan kenyamanan , menurut saya hal ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut , dan saya hanya punya satu usul , marilah kita datangi im-kan-bi-ciong dan im-kan-ok-niocu setelah pertemuan ini , jika kita datang bersama-sama tentu kita akan kuat dan tidak mudah bagi kedua iblis itu mempecundangi kita , dengan suara lantang lelaki berperawakan tinggi besar dengan goloknya yang besar menyampaikan usulannya , “apa yang dikatakan sicu “liong-to” (golok naga) saya sangat sependapat , menurut saya mendatangi mereka dengan bersama-sama akan membuat mereka undur walaupun mereka memang lebih sakti diantara kita , sahut sin-kang-sian-tung , seorang heuwsio sahabat dekat sie-taihap , “bagaimana menurutmu sin-kai , bukankah itu yang harus kita lakukan ? sin- kang-sian-tung menatap ang-bin-sin-kai yang berkebetulan berkunjung ketempatnya dan sekalian ikut pada pertemuan itu , “demikian juga bagus menurut saya cuwi sekalian . “jika kita memang setuju , baiklah kita berangkat sekarang

im-kan-bi-ciong sedang menikmati kemewahannya , senyuman menghias mukanya yang tidak tampan , namun karena ia seorang yang sakti maka ia kelihatan gagah ditengah-tengah wanita yang mengelilinginya, di rumah itu tidak ada laki-laki kecuali im-kan-bi-ciong sendiri , enam orang pelayan rumah dan dua belas orang selir yang sedang melayaninya , im-kan- bi-ciong yang sedang mabuk arak dan kesenangan itu merem- merem melek dipijit dan dielus ke dua belas selirnya , namun keasyikan itu terganggu dengan terdengar suara panggilan dari luar , “im-kan-bi-ciong ! keluarlah ! , im-kan-bi-ciong dengan muka marah keluar rumah , “bangsat tidak tahu diri ! berani mengganggu im-kan-bi-ciong , bayangannya berkelabat dan sudah menghadapi dua puluh orang di halaman rumahnya , “huh.. ! cecunguk busuk !menganggu saja , kalian mau apa , hah…! “bi-ciong ! kelakuanmu telah melampaui batas , dan kami akan minta pertanggung jawabanmu , “heheh..heheh.. para keroco mau pasang lagak didepanku , majulah kalian biar semuanya kukirim ke akhirat , bayangan im-kan-biciong sudah menerjang dengan ilmunya yang sakti “sim-hun-kwi-tiam” (totokan iblis memecahkan jantung) , ke dua puluh orang itu segera menyambut serangan im-kan-bi-ciong , kedua puluh orang itu membentuk formasi sendiri mengurung im-kan-bi- ciong sehingga beberapa lama im-kan bi-ciong kerepotan , namun karena ilmunya memang luar biasa , walaupun repot dia tidak dikatakan terdesak , serangannya masih kokoh dan membuat pengeroyoknya lebih berhati-hati , tujuh puluh jurus kemudian , seorang diantara pengeroyok dari pang-piauwsu menjerit karena tengkuknya kena totokan im-kan-bi-ciong , tunuh orang itu langsung ambruk tidak bergerak dengan jantung pecah

para pengeroyoknya tidak jerih malah makin menyerang lebih kuat , hingga im-kan-bi-ciong terdesak , namun dia mengeluarkan suling peraknya dan mengeluarkan jurus dan “thai-lek-siaw) (seruling halilantar) , serangan ganas ini dalam dua puluh gebrakan telah menumbangkan dua pengeroyoknya

, serangan makin kuat para pengeroyoknya makin agresif seakan sudah siap untuk menemui ajal dan berjuang sampai titik darah terakhir , kenekatan tujuh belas orang ini , sesaat membuat im-kan-bi-ciong menerima sabetan pedang sie-taihap menggores bahunya dan pukulan sakti dari sin-kang-sian-tung mengenai lambungnya , serta tusukan tongkat yang mengenai pundaknya , hal ini membuat im-kan-bi-ciong marah dan memperkuat serangannya , akibat kemarahan itu membuat empat pengeroyok terjungkal tidak berdaya , sekarang pengeroyoknya tinggal tiga belas orang lagi , sie-taihap dan kedua rekannya meningkat daya serangan , membuat im-kan- bi-ciong kembali menerima dua pukulan dari sin-kang-sian-tung dan ang-bin-sinkai , im-kan mendadak berteriak melompat menyerang ang-bin-sinkai tapi luput namun mengenai sarana tiga orang kauwsu di sampingnya , yang tidak bersambat langsung tewas karena ketukan suling pada kepala mereka

Sekarang rombongan sie-taihap tinggal sembilan orang , tapi saat membina serangan balik dua bayangan datang dan terjun ketengah lapangan dalam hitungan meniti ke sembilan orang itu terhungkal tidak berdaya , ang-bin-singkai tewas dengan pukulan di tengkuknya , sin-kang sian-tung tewas dengan kepala pecah sementara sie-taihap terhempas dan tewas setelah menerima pukulan didadanya , setelah semua aambruk

, kedua bayangan itu dengan senyum bediri dihadapan im-kan- bi-ciong , “hong-te dan kamu lumina , heheh..heheh mari kita kedalam , kedua bayangan itu ternyata lumina dan sin-hong , sebagaimana kita ketahui bahwa lumina dan sin-hong yang hendak ketimur terpaksa berhenti melanjutkan perjalanan untuk mengobati luka yang mereka derita , setelah hampir setahun mereka merendam diri di tengah lautan maka keadaan mereka normal kembali dan melanjutkan perjalanan ketimur untuk bertemu dengan im-kan-bi-ciong yang mereka yakini adalah lui- kong , dan ketika mereka sampai dikediaman lui-kong , lui-kong sedang menghadapi keroyokan , lalu segera mereka turun tangan membabat habis pengeroyok tersebut

“ku kira kalian sudah mati hong-te ! , “hehehe..hehe ,demikian juga kami sie-twako , namun setelah bertemu dengan kao- twako dan bi-lan yang datang dari barat , kami jadi yakin bahwa im-kan-bi-ciong adalah kamu sie-twako , “dari barat !? , maksudmu apa sin-hong , sin-suheng dari barat , “bu-cing-bo- giamlo adalah kao-twako sementara eng-giamlo adalah song- bi-lan , “hmh… lalu maksudmu yang diselatan adalah kalian berdua dengan sebutan cui-beng-kui dan cui-beng-bi-moli , “benar sie-twako , sepertinya kita di kwi-ban-san telah diambil iblis-iblis disana sebagai murid , “sin-twako mendapat kitab dari ok-li-mo , bi-lan mendapat kitab dari te-ok , saya sendiri mendapatkan kitab dari pak-ok serta lumina mendapat kitab dari see-ok dan tentunya sie-twako juga mendapatkan kitab bukan !? , “aha… benar juga dugaanmu hong-te , saya mendapatkan kitab dari ok-lan-mo dan hoa-moi mendapat kitab dari thian-ok , “hmh… jadi swi-hoa kah yang menjadi im-kan-ok- niocu lui-kong ? , “benar lumina , dia berada di kinbun , berarti hanya satu diantara kita yang belum tahu rimbanya , “kok satu lumina , kan dua lagi yang belum ketahuan , yakni bi-moi dan bonita , “ah… bonita simurid durhaka sudah tidak masuk hitungan lui-kong , “heh… kenapa ? , “dia itu murtad , bukannya memusuhi kim-khong-taihap malah menjadi kekasihnya

“waahhh.. memang bikin penasaran kalau begitu , “dari sejak pelarian ke Tibet dia itu sudah berubah dan semakin menjengkelkan , benar sin-hong , tapi tentu akan kita turun tangan menghukum kedurhakaannya itu , oh..ya lalu bagaimana khabar sin-suheng dan lan-moi ketika bertemu dengan kalian di selatan , “ini memprihatinkan bagi kita sin- hong , yang pertama muncul adalah cung-sin dan bi-lan menguasai barat , delapan bulan kemudian kami diselatan , lalu enam bulan kemudian kalian berdua di timur , cung-sin dan bi- lan telah berhadapan dengan kim-khong-taihap dan dibantu bonita , lalu keduanya lari keselatan dan bertemu kami disana , baru beberapa hari kim-khong taihap menjumpai kami di huangsan , “lalu bagaimana lumina ? , “tentunya kami keroyok empat , namun kim-khong-taihap dari dahulu tidak pernah terkalahkan dan bahkan keroyokan kami juga tidak membuat dia tunduk malah mencelakakan kami dan menewaskan cung- sin dan bilan , “aih… suheng dan lan-moi tewas ! , “benar sie- twako dan kami terpaksa bersembunyi hampir setahun sambil menormalkan keadan kami , lui-kong mengepal tinjunya , mukanya merah padam , „jika kalian berempat saja belum mampu berbuat apa-apa kepada kim-khong-taihap , tentu sama halnya dengan kita sekarang yang tinggal berempat , dan logikanya kita juga tidak mampu menghadapinya , “lalu bagaimana menurutmu sie-twako , “hmh… baiknya kita kekinbun saja untuk membicarakan hal ini dengan hoa-moi , “baiklah kalau begitu , hari itu juga lui-kong membawa sin-hong dan lumina ke kin-bun tempat kediaman swi-hoa atau im-kan- ok-niocu

sama halnya im-kan-bi-ciong , im-kan-ok-nioucu juga hamba nafsunya bersenang-senang dengan pemuda tampan yang diculiknya setelah puas lalu membunuh dan membuangnya , perempuan tinggi semampai berumur dua puluh tujuh tahun lagi cantik menggairahkan namun sadis dan kejam , hari itu berguling-guling dengan seorang pemuda tampan yan baru saja ditundukkannya sampai menjelang malam , kemudian setelah puas dengan senyum genit dan wajah merona puas dia menyuruh pemuda itu keluar dari kamarnya , tanpa membantah

pemuda itu keluar , im-kan-ok-niocu hampir tertidur namun tidak jadi karena mendengar panggilan “hoa-moi…!” dari ruang tengahnya dengan senyum dikulum dia keluar dengan meraih selimut dan mebungkus tubuhnya yang telanjang dan keluar dari kamar menuju ruang tengah , “ah…. lumina !, sin-hong..! kaliankah itu ? , “hik..hik… kelihatanya kamu baru selesai menunggang kuda semberani swi-hoa ! , dengan senyum swi- hoa membalas , “bukan kuda sembrani tapi lumayanlah , tapi sebelum aku berpakaian , ada kuda sembrani yang sudah lama tidak kurasakan kenapa tidak kekamar saja , swi-hoa membalik tubuhnya dan kembali kekamarnya ,ketiganya mengerti maksud swi-hoa , sin-hong bergerak menyusul swi-hoa kekamarnya dan menuntaskan nafsu birahi mereka , semntara di ruang tengah , lui-kong dan lumina mana mau menunggu , meraka juga saling pagut berpacu birahi diruangan itu

setelah larut malam mereka makan bersama saling menceritakan keadaan , “ kita harus memikirkan bagaimana menundukkan kim-khong-taihap , “benar swi-hoa , tapi

masalahnya dalam hal ilmu silat kita belum dapat mengatasinya

, lalu apa yang mesti kita lakukan ? , benar kata lumina itu , apakah kamu punya ide hoa-moi ? suheng dan lan-moi sudah tewas ditangannya , semuanya terdiam sibuk dengan pikirannya masing-masing, “hmh… jika seandainya khu-gin-bi ada beserta kita , bisa jadi kita akan bisa menundukkannya dan bahkan menewaskannya , “tapi luikong sudah tiga tahun kita meninggalkan kwi-ban-san tidak ada kabar mengenai dia , “hmh… benar ! , tapi yang paling terakhir diantara kita berada dipuncak kwi-ban-san adalah dia , karena saya dan suheng meninggalkan dia di puncak untuk mencari kalian sehingga kami juga terjerumus didalam lubang , “hmh.. aku ada ide ! , “apa itu lumina !? , ketiganya menatap lumina , “kim-khong-

taihap itu adalah orang baik , “lalu apa hubungan baiknya kim- khong-taihap dengan idemu !? , “begini luikong ! , karena kim- khong-taihap orang baik , hal ini kita bisa mamfaatkan , “maksudmu bagaimana !? kamu yang jelas dong lumina !, swi- hoa makin penasaran , “maksudnya begini swi-hoa , jika kita didatangi oleh kim-khong-taihap kita ajak dulu dia berbicara sebelum bertempur pasti dia akan mau meladeni kita bicara , “lalu bagaimana selanjutnya lumina ? ,lui-kong mengerutklan keningnya “pada saat kita bicara , kita beri dia makanan dan minuman beracun , jika efek racun sudah mempengaruhinya kita akan langsung serang untuk menewaskannya , “tapi apakah kamu yakin dia akan meladeni kita ? , “aku yakin sekali dia akan mau swi-hoa , karena salah satu ciri khas dari kim- khong-taihap adalah mengajak bicara lawannya dengan memberikan dua pilihan , bertaubat dari dosa atau hidup tidak berguna , “hmh… ide yang patut dicoba ,dan aku juga yakin permintaan kita akan diladeninya karena apa yang dikatakan lumina itu benar adanya , sin-hong mengangguk-angguk dan menguatkan

“kalau demikian pantas kita coba , namun racun apakah yang akan kita gunakan , “tenang saja lui-kong , saat bertemu dengan cung-sin , dia membawa jeng-hong-cu dari kwi-ban-san dan membuatnya menjadi bubuk racun , malam sebelum kedatangan kim-khong-taihap kami berdua dikamar dan dia menceritakan bahwa racun jeng-hongcu memang sangat ganas

, lumina mengeluarkan sebuah kendi kecil sebesar induk kaki yang tertutup dengan gabus, “bagus kalau begitu ! dan bagaimana kalau usaha kita gagal , sin-hong memandang ketiga rekannya , “yah..! kalau gagal kita keroyok dan lalu melarikan diri keutara , “kenapa kita harus ke utara lumina ? , “lui-kong , jika berempat kita tidak bisa mengatasi kim-khong- taihap setidaknya kita akan kuat jika berlima , jika khu-gin-bi

masih hidup tentu adanya di utara , “hmh…. benar juga pikiran lumina itu , setelah larut malam mereka kembali tidur Kim-khong-taihap yang mengadakan perjalanan menuju ketimur disetiap kota yang dilalaui bengcu disambut dengan suka cita , harapan redamnya kejahatan im-kan-bi-ciong dan im-kan-ok-nioucu akan terwujud , banyak hal-hal yang disampaikan kepada bengcu saat bertemu muka , bonita yang mengiringi suaminya semakin takjub , hal ini sudah dirasakan sejak pertemuan pertama mereka diperbatasan utara dan barat

, semakin tercengang ketika mendapat limpahan sayang penduduk selatan kepada suaminya , dan sekarang wilayah timur mereka disambut dengan ramah dan harapan berbinar disetipa kota dan desa , perjalanan yang disambut dengan luapan gembira penduduk sepanjang timur membuat perjalanan itu terkesan lambat , namun itu tidaklah menyebalkan karena efek hiburan yang dirasakan penduduk timur yang menatap dan memandang mengiringi perjalanan bengcu ke cun-ming dan ki-bun dimana im-kan-bi-ciong dan im- kan-ok-niocu berkedudukan

Han-tiong dan Bonita juga tidak melewatkan tempat-tempat indah dengan pemandangan yang mengagumkan mata dan menyejukkan jiwa sehari dua untuk bercumbu dan memadu kasih , bonita benar-benar menikmati perjalanan dengan luapan bangga dan cinta kepada suaminya yang melimpah gairah dan sayang padanya , semua itu membuat bonita nyaman , bahagia dan rindu kepada swat-hong dan lin-swat yang berada di pulau kura-kura

Akhirnya sampailah mereka di sinyang dan terus menuju rumah mertuanya sie-taihap ayah dari lin-swat , kedatangan Han- Tiong disambut duka oleh keluarga mertuanya karena tewasnya sie-taihap dan para pendekar lainnya ditangan im- kan-bi-ciong sebulan yang lalu , duka itu masih jelas diraut wajah sie-hujin ibu mertuanya , “gak-bo ! hidup dan mati sudah merupakan kadar yang telah ditentukan oleh thian dengan berbagai sebab dan hantaran, jadi tabah menghadapinya adalah sebagus-bagus tindakan sementara jika larut akan merugikan diri sendiri menyengsarakan jiwa dan badan memaparkan semangat mengabaikan kenyataan , dan tentunya gak-bo kita akan minta pertanggung jawaban dari im-kan-bi- ciong akan apa yang telah ia lakukan dan itu akan anak

tunaikan , “benarlah apa yang tiong-ji katakan namun kadang hati ini tersentak akan rasa kehilangan , “benarlah itu gak-bo, namun kehilangan hanya pada pandangan mata saja tapi pada pandangan hati tidak ! kenapa ? karena hakikatnya kematian hanya perpindahan alam kasat mata dengan tidak kasat mata , gak-bo tidak ada manusia ini yang tidak akan melewati yang namanya mati , hidup kita ini antri didepan gerbang kematian , dan sebulan yang lalu gak-hu duluan , jadi jika gak-bo memahami gak-hu duluan nanti kemudian gak-bo akan menyusul apakah kita namanya kehilangan ? tidak gak-bo , layaknya gakhu duluan kebarat kemudian gak-bo akan menyusul kemudian dan akan bertemu kembali dengan gakhu di barat