Tangan Berbisa Jilid 28

 
Jilid 28

Tapi Kim Hong tak mau bergerak.

Ketegangan memuncak. Semua jago dari daerah Tay- wan-kok dan golongan Kalong berpikir pikir, apa yang diandalkan oleh Kim Hong?

Begitu juga untuk pihak rumah penjara Tay-pa-san, apa yang diandalkan oleh Kim Hong?

Sembilan raja akherat memeras keringat dingin, bisakah Kim Hong melawan jago si-rambut merah?

Kim Hong menghadapi Mobilson dengan satu senyuman, ia berkata "Apa yang harus di takuti?" Mobilson adalah juara nomor tiga dari negara Tay-wan- kok. jago-jago Tay-wan-kok belum pernah menemukan tandingan, belum pernah terhina seperti itu, Dari sini ia takut kepada bayangan sendiri, apalagi dicetuskan oleh Kim Hong, marahnya meluap-luap. seolah-olah seekor harimau lapar, melengking dan menerkam

Inilah yang Kim Hong tunggu, kakinya melejit, meninggalkan tenur pertama, dan memasang posisi baru ditenur kedua. ia melarikan diri dari Mobilson.

Kemarahan Mobilson bisa dibayangkan, terkamannya itu menubruk tempat kosong. Hampir saja nyeplos jatuh kedalam jurang. masih untung ia memiliki kekuatah hebat. Bisa melepas dan menariknya didalam setiap saat. Walau begitupun, keadaannya agak canggung, ia berhasil menempelkan kakinya pada tenur-tenur diatas tebing curam, menoleh kearah Kim Hong yang sudah berada ditenur yang kedua, tubuhnya melejit, lompat dan mengikuti bayangan Kim Hong, Mobilson juga meletakkan kakipada tenur kedua, kemarahannya masih belum mereda, tangannya didorong kedepan, membawa hawa panas yang luar biasa, menyerang tuan muda dari rumah penjara rimba persilatan.

Serangan ini lebih hebat dari serangan pertama lebih berbahaya dari serangan pertama.

Kim Hong membawakan posisi yang lemah, Seolah-olah bukan tandingan Mobilson, tak berani menerima serangan itu, lagi-lagi dia mengegos pindah digaris tenur-tenur ketiga serangan Mobilson mengenai tempat kosong.

Lagi-lagi Kim Hong melarikan diri Dikejar oleh Mobilson Lima kali Mobilson menyerang, lima kali pula Kim Hong mengelakkan serangan itu. Kalau ada yang tahu jerih payah Kim Hong didalam goa rahasia telaga Tay-pek-tie. Kalau ada yang tahu bahwa Kim Hong mendapat tambahan ilmu silat hebat, kalau ada yang tahu Kim Hong sudah memakan obat Tiang-seng-pu-lo-tan, tentunya mudah menduga acara yang dibawakan oleh kaucu muda Rumah Penjara Rimba Persilatan itu adalah acara perangkap jebakan

orang-orang yang hadir ditempat itu belum bisa menyelami kehidupan Kim Hong. karena itu, mereka tidak bisa mengukur sampai dimana ilmu kepandaian sang kongcu muda. Anggapannya, Kim Hong tidak berani membentur kekuatan Mobilson

Tanggapannya. Kim Hong kurang berkekuatan. Masih lemah..... Demikian pemikiran pihak Tay-pa-san- begitu juga dugaan dari pihak si penyerang.

Tidak seorangpun yang menduga, kalau cara itu adalah taktik perang Kim Hong. Taktik untuk memenangkan pertandingan, tanpa mengeluarkan banyak tenaga.

Termasuk juga di Mobilson, kiranya, Kim Hong itu betul-betul hampir kalah, ia tertawa puas, dengan temberang berkata:

"Bocah, kukira kau betul-betul sudah pandai. Nyatanya hanya gertak sambel saja? Ha-ha..."

"Nah" Tiba-tiba Kim Hong membentak: "Terima serangan gertak sambelku ?"

Berbareng, Kim Hong membuat satu serangan balasan Serangan maut yang cukup mematikan lawan

sudah waktunya Kim Hong bergerak. maka ancaman itu dibarengi oleh bukti dan fakta. "Bledukkk. " Tanpa bisa dielakkan atau ditangkis, pukulan Kim Kong mengenai pundak kiri sijago berambut merah

Kedudukan Mobilson bergoncang, gesit laksana kelinci ia mengkaitkan ujung kakinya pada tenur yang lain, bergoyang tiada henti.

Sekarang giliran Kim Hong yang mengambil inisiatif. sret la mengeluarkanpedang Tay-pek-kiam, Membarengi berkelebatnya sinar pedang, membawa sUara desingan kuat, tubuh Kim Hong melejit, segaris dengan ujung pedang mengancam dada Mobilson.

Mobilson baru saja menjadi bangga karena Kim Hong tidak berani menempur datangnya serangan, mendadak tampak pemuda itu menjadi berani, membikin serangan balasan dan mengenai pundaknya. Lebih terkejut lagi, melihat kilauan cahaya pedang yang menyiutkan hati.

Kaki Mobilson menendang tenur, melejit tinggi, dengan cara ini ia mengelakkan serangan Kim Hong, gerakannya indah

Permainan ilmu pedang Kim Hong juga bergerak cepat, kini berganti arah, ditujukan ke atas. Menurut larinya Mobilson.

Satu hawa sinar pedang meluncur ke atas, hawa ini adalah hawa murni dari permainan ilmu pedang keluarga Kiat. "Aaaaa. "

Terdengar suara dengung dari para penonton- pedang adalah permainan pertama dari seratus delapan macam senjata. mudah menggunakan, sulit memahirkan.

Perubahan permainan pedang mengandung unsur-unsur tidak terbatas, tidak mudah mencapai sponsoritas. Seorang akhli pedang belum bisa dikatakan sebagai akhli pedang, kalau dia tidak bisa menyatukan keenam unsur utama permainan ilmu pedang.

Keenam unsur inti tersebut kita uraikan Unsur kemauan, unsur tujuan, unsur kekuatan. unsur emposan, unsur gerakan dan unsur kecepatan.

Kemauan yang besar belum tentu bisa mencapai titik tujuan- orang yang hendak mencapai tujuannya belum tentu dibekali oleh kekuatan tahan lama. Sesuatu yang kuat belum tentu bisa meneruskan emposan- emposan yang saling susul.

Demikian pula gerak dan kecepatan, gerak cepat membutuhkan emposan, membutuhkan tujuan dan membutuhkan kemauan-

Akhli silat harus bisa mengkombinasikan keenam unsur utama diatas. Teristimewa orang yang melatih ilmu pedang

Kecuali unsur-unsur itu, permainan pedang memiliki banyak faktor ragam. pedang memiliki seluruh fakta-fakta senjata yang ada, Menusuk menyedot menarik, mengkait, mencongkel, melempar, menyeret, menyabet, membacok. membabat. mengiris, menyayat, menindih dan mengorek.

Hanya memiliki beberapa macam faktor tadi, orang sudah menyebutnya sebagai ahli pedang hal ini dikarenakan sulitnya mencapai sukses terbesar.

Dan juga jarang yang bisa mengkombinasikan keenam unsur utama permainan ilmu pedang.

Kim Hong berhasil mengkombinasikan ke enam unsur pertama dan juga berhasil menyeluruhkan empat belas macam faktor berpedang Kim Hong berhasil mempelajari permainan berkelebatnya sinar pedang dari keluarga Kiat. Kemauan, tujuan, kekuatan, emposan,gerakan dan kecepatannya sudah disatu padukan Dan kini dia berhasil

Berbasil didalam Waktu empat hari, menekuni ilmu silat didalam goa rahasia dasar telaga Tay-pek tie

Dibantu oleh bekerjanya obat Tiang-seng-pu-lo-tan Kim Hong telah menjadi seorang tokoh silat super sakti tanpa tandingan

Prestasi yang oleh Kim Hong sudah melebihi dan melampaui sikakek gelandangan Kiat IHian.

Mobilson tidak menyangka kalau Kim Hong memiliki kehebatan-kehebatan tadi, melihat adanya hawa pedang yang tajam, Sukmanya hampir copot, berulang kali ia berjumpalitan sebagai seekor kupu-kupu, menyingkir kesamping.

Terdengar lagi suara lengkingan panjang Kim Hong, melompat dan membabat, kali ini. Mobilson tidak berhasil mengelakkan babatan pedang, terdengar suara pekikan panjang, tubuh jago rambut merah yang berada ditengah udara terpotong menjadi dua bagian, darah dan isi perutnya berceceran menaburi lembah, menabur gunung Tay-pa- san,jatuh kedasar jurang.

Pada detik-detik yang menegangkan, waktu berjalan sangat singkat, toh, tak berhasil mengelakkan maut, arwahnya melayang, meninggalkan dunia fana.

Perobahan ini membuat semua penonton menjadi terkejut dan meleletkan lidah. Itulah untuk orang-orang dari daerah Tay-wan-kok begitu pula dari untuk golongan Kalong. Sembilan raja akherat dari gunung Tay Pa-san yang mengintip jalannya arena pertandingan dari luar jendela hatinya pun terkejut, mereka mematung.

Siapa yang pernah membayangkan kalau Kim Hong bisa membunuh mati seorang jago Tay-wan-kok, yang memiliki kedudukan sama tinggi dengan laucu rimba persilatan? Kalau saja mereka tidak menonton dengan mata sendiri, tidak seorangpun yang percaya. Perobahan tadi terjadi begitu cepat.Jooss dan Hamid cs menjadi terbelalak.

Pada sesuatu saat tiba-tiba terdengar suara lengkingan panjang, bayangan berkelebat, pada tenur besi diatas jurang Tay-pa-san telah bertambah seorang tua berbaju hijau muda, inilah jago Tay-wan-kok Jooss

Jooss memiliki kewibawaan yang sempurna, gerak- geriknya kalem dan sabar, tapi mempunyai hati yang sangat kejam,

Sesudah membunuh mati Mobilson, kepercayaan diri sendiri Kim Hong bertambah ia tidak gentar ditatap oleh Jooss, dengan tangan kirinya memegang pedang, tersenyum kearah jago Tay-wan-kok dan bertanya: "TUan JooS yang datang?"

"DUgaanmU tepat" berkata Jooss. "Aku masih mempunyai satu julukan, orang menyebutku sebagai Algojo Beracun. "

"Algojo Beracun?" bercemooh Kim Hong "Apa tukang bunuh manusia?"

"Tentu saja tukang bunuh manusia." kata Jooss. "Teristimewa sebangsa manusia congkak yang seperti dirimu."

"Apa tidak salah pilih orang?" "Tidak salah lagi."

"Belum pernah mengalami kegagalan?"

"Yang dipanggil algojo itu berarti tukang bunuh. Tentu saja belum pernah gagaL"

"Baik." berkata Kim Hong. "Nah, ini aku akan buktikan kegagalanmu."

Jooss bersumbar, katanya

“Hal itu tidak akan terjadi. Bukan saja mengalgojoi dirimu, akupun hendak menjadi algojo seluruh penghuni gunung Tay-pa-san."

"Ha ha ha.,.." Kim Hong tertawa. "Karena membawa bom Pek-lek tan?"

Wajah Jooss berubah, rahasianya sudah pecah. Bagaimana pemuda ini tahu kalau mereka membawa-bawa bom berapi yang dahsyat dan hebat? Kepalang tanggung. secara blak-blakan,Jooss berkata:

"Ya Bom Pek-lek-tan sudah siap sedia. Eh. dari mana kau dapat berita ini? Hebat juga bekerjanya informan Tay- pa-san, he... Tapi bahaya kehancuran kalian sudah diambang pintu. Bisakah kau menahan ledakan-ledakan bom hebat itu?"

Maksud Kim Hong membuka rahasia bom Pek lek tan musuh untuk mencegah terjadinya kehancuran Tay-pa-san, Dengan harapan mereka tidak menggunakan bahan peledak tersebut.

Seseorang bisa menggagalkan rencananya manakala rencana itu sudah di ketahui pihak musuh.

Tapi Joos mempunyai pegangan penuh, karena itu dia menantang. Kedudukan Kim Hong agak terjepit, rencana penyerangan dengan boom api diketahui belum lama, dia belum mempunyai rencana. Mendapat teguran tadi, dia menjadi kemekmek. Bagaimana harus mengatasi kesulitan itu?

Dari pihak penyerang yang terdiri dari seratus dua puluh jago kelas satu. bagaimana harus dilawan dengan jumlah kecil? Mengingat musuh membawa boom Pek-lek tan, tidak mungkin menggunakan cara one by one

Tentu saja, kalau dipihak Tay-pa-san berkelebihan orang, bertempur dari jarak dekat bisa saja mencegah pihak  Kalong melepaskan boom berapi. Soalnya, dari mana bisa mengadakan sekian banyak jago-jago tempur itu?

Semalam Kim Hong telah menyambangi para tawanan Tay-pa-san dan mereka sudah memberikan janjinya bersedia bersatu padu, mengusir musuh.

Tapi jUmlah orang-orang tawanan sangat terbatas. Tidak bisa mencukupi angka empat puluh. Ditambah kekuatan para raja akherat Tay-pa San- Kekuatan mereka hanya lima puluhan.

Ini berarti harus satu menempur dua

Dan hanya tambahan boom berapi Pek-lek berada diluar dugaan, belum ada persiapan-Kim Hong menjadi khawatir seorang pemimpin harus mempunyai pikir cerdas, harus bisa mencari jalan keluar dari aneka macam, harus bisa mengatasi problem-problem.

Pertanyaan Joos adalah suatu tantangan, secara cepat kilat Kim Hong harus memberi tanggapan, ia tertawa dan berkata:

"Haaaa-haaa...... boom berapi yang kalian anggap sebagai senjata ampuh itu? Tiada berarti. Bayangkan Bagaimana letak posisi keadaan? Kalian bisa mengurung rumah penjara apa kalian tidak pernah berpikir, bagaimana akibatnya dikurung dari luar, apa yang kalian bisa kerjakan? Ha haa..... hanya rumah penjara yang kosong Kosong Rumah penjara yang kosong ini sudah siap kukorbankan, tapi.... lihatlah keatas. Maka disekeliling lembah ini akan bermunculan orang-orang kami, kalian masuk perangkap ha ha.....-"

Arti Kim Hong sangat jelas, kalau saja orang-orang Tay- wan-kok dan golongan Kalong itu berani membombardir boom Pek-lek-tan, maka anak buah Tay-pa-san bisa lari masuk kedalam terowongan rahasia, keluar dilain jurusan balik mengurung mereka dari tebing lembah tinggi.

Jooss juga seorang jendral perang yang serba ahli, wajahnya berobah, memeriksa situasi keadaan, mendongakkan keatas tebing, dan ia berteriak kepada Hamid: “Hamid Sute, awasi gerak-gerik diatas tebing."

Hamid menoleh kearah Jie Hong Hu dan berkata: "coba kau lihat keadaan posisi"

Ketua golongan Kalong Jie Hiong Hu menerima perintah, lompat berjumpalitan merayap dan menaiki tebing, dalam sekejap mata, bayangannya hanya tinggal sebuah titik keCil, dan ia sudah lompat keatas tebing memeriksa seluruh isi ruangan, dari sana ia tertawa berkakakan, ia berkata:

“Hamid cianpwe, legakan hati Tidak ada bayangan apapun di tempat ini"

Kim Hong mengalami kegagalan. Maksudnya membuat gertakan, hanya sebuah gertakan sambal yang tiada arti. Sesudah rahasia itu terbongkar, celakalah dia. Kalau sampai terjadi musuh menghujani penjara Tay-pa-san dengan boom Pek lek tan, akibatnya bisa runyam, secepat itu pula pedang Tay-pek-kiam meluncur, sreeet, menyerang kearah Jooss.

Maka terjadi bayangan-bayangan pedang, inilah ilmu berselebatnya sinar pedang dari keluarga Kiat, ilmu pedang yang tadi digunakan untuk membunuh Mobilson. ilmu pedang yang terhebat di masa itu.

Jooss tidak berani main-main, ia telah menyaksikan bagaimana Mobilson mati dibawah ketajamannya pedang ini, korban kecepatan pedang Kim Hong, karena itu ia lompat kekanan, mengkaitkan kakinya pada tenur yang satu itu. tangan kirinya terayun menepok kearah Kim Hong, mengelit dan balas menyerang inilah ilmu hebat? Tidak percuma ia menjadi juara silat dari negaranya, ia memiliki ilmu kepandaian jauh berada diatas Mobilson.

"Serrr" Hawa panas Tay-yang-sin-kang menyerang Kim Hong. "Winggggg "

KIM HONG Mengayun pedang. dari sana jalur hawa dingin, hawa murni dari pedang Tay-pek-kiam, menyambuti hawa panas Tay-yang-sin-kang.

Jooss bisa merasakan adanya serangan balik itu, ia terkejut, hawa panas Tay-yang-sin-kang belum pernah menjumpai lawan- Disini ia menemui batu, bulu tengkuknya bangun berdiri, cepat-cepat lari lagi, balik menjauhi Kim Hong, mengambil posisi dibelakang sipemuda, berlompat pula pindah kelain tenur baru menyerang dengan lain pukulan, kali ini sekaligus menggunakan dua tangannya.

Memang hebat Pukulan-pukulan yang membawa unsur hawa panas ini memaksa Kim Hong bergoyang-goyang, tidak berani ia menangkisnya pula, kalau kalah kuat ia bisa terjerumus kedasar jurang, karena itu, pedang disabetkan- membawa suara desingan yang hebat, tubuhnya melejit kelain tenur.

Demikian kedua jago kuat ini bersilat diatas tenur-tenur rumah penjara Tay-pa-san

Belasan jurus lagi berlalu, Suatu saat Kim Hong mengeluarkan suara lengkingan panjang, mumbul keatas, dari sana ia memainkan pedang, menggulungkan dirinya kedalam cahaya pedang itu, dan membuat satu garis panjang, menus uk kearah kepala,Jooss.

Ini juga termasuk salah satu tipu hebat, sepintas lalu hanya sebilah pedang. tapi tidak perduli kemana Jooss melarikan diri, pedang itu bisa mengubah arah, dan memberi serangan maut.

"Trangg,..tranggg . .traangg...." Berulang kali terjadi benturan, keras dilawan keras Siapa kalah, dia akan jatuh kedasar jurang.

Satu saat, sreet, akhirnya ujung pedang Kim Hong berhasil menembus pertahanan Jooss, merusak pundak baju jago Tay-wan-kok itu.

Jooss menjadi nekad, tiba-tiba tangannya meraih kantong. dari sana menaburkan sesuatu Terjadi gumpalan uap hitam, menyebur kearah Kim Hong. Inilah ilmu istimewa Jooss yang ternama ilmu yang bernama pasir racun berbisa.

Pasir racun berbisa adalah pasir-pasir daerah Tay-wan- kok yang dicampuri racun kalajengking, racun ular, dan aneka macam racun kelas satu, sebutir pasir saja cukup membuat kulit orang bengkak matang biru, meleleh  mencair untuk seketika itu juga .Jurang Kim Hong terlalu dekat serangannya cepat, mendapat taburan pasir beracun itu, wajah sipemuda berubah cepat ia menangkis dengan pukulan tangan kakinya menutul kesalah satu tenur besi, "wiingg," ia berjumpalitan kebelakang.

Secepat gerakan Kim Hong, lebih cepat lagi gerakan pasir beracun itu, meluncur dan membayangi si pemuda . celaka Kim Hong diancam maut. Betulkah Kim Hong bisa binasa ?

Tidak!! Jangan cepat terkejut, para pembaca Kim Hong sebagai seorang jago muda tanpa tandingan, mendapat serangan yang seperti itu, entah dengan gerakan yang bagaimana seluruh tubuhnya menempel pada tenur besi diatas tebing Tay-pa San itu, serrr/ mengimbangi dirinya sebagai selembar kertas, tubuh itu meluncur diatas permukaan kawat yang kecil, dengan punggung menempel kawat, kepala menengadah kelangit menjauhi Jooss.

Jooss kesima, dua kali ia melempar pasir beracun, dua kali pula bisa dielakkan, kedua-duanya itu adalah posisi yang tersulit, posisi di atas yang tidak mudah dielakkan, toh Kim Hong berhasil menghindari hujan pasir beracun.

Lemparan kedua lebih sulit lagi, disaat Kim Hong terlempar mundur kebelakang, dibarengi oleh gelusuran pasir-pasir beracun, toh Kim Hong masih lolos dari ancaman maut "Ting" Kim Hong lompat bangun, kakinya menyentuh tali tenur besi,

"Ting"...dan dia berdiri diatas tenur besi itu, tertawa dan berkata: “Ha-ha-ha...masih ada permainan baru lagi?"

Membarengi kata-katanya. untuk menjaga agar mudah memperbaiki posisinya yang terjepit, Kim Hong merangsek maju, cahaya pedangnya berkilauan, lagi-lagi ia memberi hujan serangan-

Pertandingan tadi diceritakan secara panjang lebar, terjadinya hanya didalam waktu beberapa kali kedipan mata saja, para penonton yang menyaksikan serunya pertandingan meleletkan lidah, mereka menggelengkan kepala, inilah pertandingan besar yang belum pernah mereka saksikan seumur hidup.

Jooss masih ragu-ragu, bagaimasa pasir beracun tidak membawa hasil?

Disaat ini, Kim Hong sudah balik menyerang, secepat itu pula Jooss mengganti posisi, berlompat kesamping, memilih tenur besi yang lain-

Kim Hong tidak mau melakukan pertandingan jarak jauh, jarak jauh hanya bisa menguntungkan Jooss yang bisa melempar pasir beracunnya, pedangnya meluncur lagi, melibat, membabat, menusuk. menyabet, membacok dengan semua gerakan yang ada, menyerang kearah Jooss,

Lima kali serangan beruntur membuat Jooss kerepotan, creeet, pahanya tertusuk pedang, ia menjerit, lompat jauh dan berteriak kearah Hamid: "Mulai serangan"

Hamid sudah siap sedia, tatkala dia memberi komando, mengacungkan tinggi-tinggi tangannnya mengajak orang- orang Tay-wan-kok dan golongan Kalong, lompat kearah tujuh tenur besi diatas gunung Tay-pa-san itu. "Seraaannnggggg "

Terjadi peperangan Disatu pihak adalah rumah penjara Tay-pa-san yang mempertahankan kedudukannya, dilain pihak adalah komplotan golongan Kalong dan Tay-wan- kok yang hendak menduduki rumah penjara itu.

Geeakan Hamid disusul oleh gerakan Kuat,Jie Hiong Hu, dan lain-lainnya. Bleguuuuurrr. . . .

Entah siapa yang mulai menggunakan boom Pek lek tan, melempar kearah salah satu jendela berhati ayam. Ledakan itu membuat deburan batu, api menjalar, kebakaran kecil terjadi. Boom berapi Pek-lekstan yang kedua telah meledak

Sembilan Raja Akherat gunung Tay-pa-san terkejut, semua keluar dari tempat persembunyiannya, mempertahankan tenur besi, merendengi Kim Hong, dan mereka siap menyambut kedatangan penyerang-penyerang itu.

"Kongcu," berkata Raja Akherat Tay-giam-ong, "kalau kau sudah tahu mereka membawa bahan peledak yang bisa menyembur api, mengapa tidak membuat persiapan?"

Kim Hong seperti akan menyemburkan api mendapat teguran Tay-giam-ong, ia berkata "Pada sebelumnya, aku juga tidak tahu. Kha Gee San yang membocorkan rahasia mereka."

"Ouw," Tay giam-ong bingung. "Eh, kukira kau sudah membuat kompromi dengan orang-orang tawanan Tay-pa- san, bukan? Sebenarnya tidak mau tahu menahu, memiCingkan sebelah mata, tapi keadaan sangat mendesak, lekas, lekas beri tanda agar mereka membantu kita."

Seperti apa yang Tay-giam-ong dugan kunjungan Kim Hong kedalam kamar-kamar penjara adalah berkomplot untuk melepas mereka, kini keadaan betul-betul memakSa, apa boleh buat, ia harus bisa mengambil keputusan cepat, berani mendapat teguran Suma Siu Khim dan melepaskan orang-orang tawanan itu dengan tujuan untuk membantu usaha mereka,

Sebetulnya, Kim Hong sudah merencanakan baik-baik dengan meminta bantuan ketua partai yang tertawan dalam rumah penjara itu, ia bisa mengusir musuh. Tapi, ia harus menyelidiki diantara orang-orang yang tertawan di dalam rumah penjara Tay-pa-san, tidak sedikit orang-orang jahat. Karena itu. ia membuat pilibh yang sangat cermat, jumlah orang yang diminta bantuannya sangatlah terbatas.

Penyerbuan orang-orang golongan Kalong dan Tay-wan- kok sangat besar, apa lagi dibantu dengan boom peledak Pek lek tan- Karena itu, penyerangan ini luar biasa. Kim Hong menggoyangkan kepala dan berkata:

"Tidak mungkin. Sebelum mereka datang, kukira rumah penjara ini sudah menjadi lautan api."

Tay-giam-ong juga tidak berdaya, kemarahan itu meluap- luup, ia menggerung keras, lompat maju kedepan tenur, memapaki beberapa orang golongan Kalong yang datang.

Kekuatan Tay-giam-ong adalah kekuatan yang luar biasa, karena itu ia menduduki wakil rumah penjara Tay- pa-san, apa lagi didalam kemarahan, beberapa orang golongan Kalong terpukul jatuh kedalam jurang.

Lagi-lagi ada boom Pek-lek-tan yang meledak, terjadi kebakaran ditepi tebing Tay-pa-San,

Tidak hentinya boom itu datang meluncur.

Kim Hong berpikir beberapa saat, akhirnya ia  mengambil putusan untuk mengatasi krisis-krisis itu, tubuhnya melejit tangannya terayun beberapa kali, melempar kembali Boom itu yang diarahkan datang.

Boom berapi itu dipukul balik kearah rombongan golongan Kalong, maka disana terjadi sedikit kepanikan. Api membakar beberapa baju orang-orang itu, penyerangan pihak golongan Kalong dan Tay-wan-kok agak sedikit kacau. Terdengar suara Hamid berteriak keras: "Hai Dengar komando. Jangan sembarang melepas boom berapi, tanpa perintah dilarang membuang boom itu"

Adanya perintah Hamid, membuat situasi yang tadinya sudah menjadi gawat tenang kembali, orang-orang golongan Kalong tidak sembarang membuang boom Pek  lek tan. Mereka menggunakan diwaktu- waktu yang sangat tepat.

Jooss dan Jie kiong Hu mulai beraksi, mereka tidak membawa boom berapi, tapi senjata mereka yang beracun berterbangan, menyerbu kearah datangnya para Raja Akherat gunung Tay-pa-san-

Disaat itu, Kim Hong lompat maju, tangan kirinya menggunakan pukulan, tangan kanannya menggunakan pedang. Menangkis semua serangan-serangan itu.

Untuk beberapa saat, kesembilan raja akherat dari gunung Tay-pa-san dan Kim Hong harus menahan datangnya hujan senjata gelap

Dengan adanya Jooss dan anak murid golongan Kalong disatu pihak. Kim Hong dan sepuluh raja akherat Tay-pa- san dilain pihak perkutatan di atas tenur itu terjadi. Pihak penyerang belum berhasil menempur pertahanan Kim Hong dan kawan-kawan-

Suatu saat, tiba-tiba Tay-giam ong melengkingkan suaranya yang nyaring, ia mengamuk seperti kerbau gila, Suara pekikkannya itu berkumandang diseluruh isi lembah.

Tiba-tiba....

Menutup suara pekikkan Tay-giam-ong diatas tebing bermunculan puluhan orang-orang berbaju putih, semua membawa gendewa dengan anak panah yang sudah siap sedia, ditujukan kearah rombongan Jooss dan golongan Kalong.

Kaadaan itu membuat situasi pertempuran terkejut, dan salah seorang diatas tebing yang mengenakan pakaian putih dan kerudung putih itu berteriak: “Hentikan pertempuran"

Maka Kim Hong menarik mundur pasukannya, Joosspun menghentikan penyerangannya . Hal ini membuat Kim Hong menjadi girang, menoleh kearah Tay-giam-ong dan berkata: “Hebat, Tay-giam ong, otakmu lebih cerdik dariku"

Sangka Kim Hong, hadirnya orang-orang berbaju putih itu adalah salah satu tipu politik dari Tay-giam ong.

Tay-giam ong berkerut alis, ia juga memperlihatkan sikapnya yang bingung dan heran, memandang kearah tampilnya orang-orang berseragam putih itu, ia berkata: "Eh, darimana datangnya orang-orang itu? Mau apa lagi ini?"

Kim Hong juga bingung, ia bertanya: "Apa? Apa bukan kau yang menyiapkan rombongan pemanah itu?"

Dengan mencengar-cengir Tay giam-ong berkata

"Aku bisa mengadakan persiapan yang seperti itu, kalau mengetahui mereka ada membawa bom Pek lek tan. Tapi sebelumnya aku tidak tahu menahu, dan juga tidak mempunyai itu kekuatan untuk menyiapkan banyak orang. orang-orang berseragam putih bukanlah anak buah Tay-pa San"

Dengan masih kurang percaya Kim Hong bertanya: "Munculnya mereka seiring dengan pekikkan panjangmu tadi."

Tay-giam-ong berkata,- "Aku sedang kalap. panas sekali karena diserang oleh rmereka. Maka melampiaskan dengan jeritan panjang. Huh Kukira gunung Tay-pa-san mendapat penyerangan kedua. Rombongan berbaju putih adalah rombongan baru, dari mana pula datangnya itu?"

"Kukira bukan musuh." berkata Kim Hong, "Lihat, ujung anak panah mereka ditujukan kearah golongan Kalong"

Tepat Semua anak panah dari orang-orang berseragam putih ditujukan kepada rombongan Tay-wan-kok dan rombongan Kalong. Tidak satu juga yang tujukan kepada rombongan Tay-pa-san

orang-orang berseragam putih itu berada disekitar tebing tinggi, mengurung semua orang dibawah mereka,

Tiba-tiba Kim Hong teringat pada si nomor tiga dari lembah patah hati, pakaian yang dikenakan oleh Si nomor tiga adalah bentuk corak sama dengan orang-orang ini, karena itu ia menegadah kepala kepada rombongan berseragam putih, ia berteriak:”Hei, kawan-kaWan yang berada diatas, apa kalian datang dari lembah Patah Hati?"

"Kami tak takut patah hati,"jawab salah seorang dari rombongan seragam putih itu.

"Dari mana kalian datang?" tanya lagi Kim Hong.

"Dari gunung Bu San" jawab pemimpin seragam berbaju putih.

"Aaaaa...." Kim Hong terkejut. "Kalian adalah rombongan dari rumah penjara gunung Bu-san?"

"Tepat!! Diluar dugaan, bukan?"

Dengan marah Kim Hong membentak: "Apa maksud kunjungan kalian?" orang berbaju putih dan berkerudUng pUtih itu menjawab:

"Bagaimana? Satu dari rumah penjara Tay-pa-san, kita dari rumah penjara Bu-san, ingin bersatu atau bertempur?"

Kim Hong semakin marah, keadaannya semakin krisis, menghadapi serangan Jooss dan kawan-kawan saja sudah kewalahan, bagaimana ditambah dengan rombongan baru?

"Bagaimana jawabanmu?" bertanya pemimpin berbaju putih dari gunung BuSan itu.

"Bah" Kim Hong memaki. "Tidak tahu malu. Main keroyok?"

“Haaa, haaa. " pemimpin seragam putih tertawa. "Ada

satu berita baru, ibumu wanita yang bernama Suma Siu Kim itu, orang yang menjadi laucu rumah penjara Tay-pa pada tiga hari yang lalu berani menantang rumah penjara Bu-san, akhirnya ...ha-ha-ha. "

Hati Kim Hong tercekat, ia berteriak: "Akhirnya bagaimana?"

"Akhirnya, ia menjadi penghuni kamar tahanan nomor: 65."

Hati Kim Hong seperti di iris-iris, ia berteriak: "Bohong!!

Mana bisa ibuku kalah oleh kalian?"

"Tidak bohong. Kau bisa membuktikan dengan mata sendiri."

Membabatkan pedang Tay-pek kiam, Kim Hong membentak: "Turun Biar kuhajar dirimu."

Pemimpin berseragam putih itu tertawa sambil berkata: "Tunggu  dulu!!  Musuh  utama  kita  adalah  golongan

Kalong   dan   Tay-wan-kok,   kalau   kau   tidak  keberatan, berdiri saja disamping, biar orang-orang dari gunung Bu-san yang membasmi mereka."

Hamid yang mengikuti tanya jawab dari Kim Hong dan orang berbaju putih itu tertawa dingin, ia memandang ke atas dan berteriak:

"Kakek bangkotan, bagaimana asal usul dirimu? Berani berlaku kurang ajar?"

Dari suara si orang berkerudung putih, Hamid bisa menduga kalau musuh itu adalah Orang tua.

Pemimpin gunung Bu San berkata:

"Belum Waktunya anggota rumah penjara gunung Bu- san memberitahu nama. Kalau berani kita bertempur saja."

Hamid menoleh kekanan dan kekiri, dia memberi perintah: "Lempar bom berapi"

Seiring dengan kata-katanya, beberapa bom berapi meluncur kearah orang -rang berseragam putih dari rumah penjara gunung Bu-San itu.

Dan anak-anak panah dari orang gunung Bu-san juga berhamburan, menghujani rombongan Kalong dan rombongan Tay-wan-kok.

Senjata lawan senjata Bom berapi dilawan dengan panah tajam. Pertempuran terjadi lagi

Golongan Kalong berada dibaWah, pihak rumah penjara gunung Bu San berada di atas. Anak panah itu bisa mengincar kesetiap sudut. Pertempuran menjadi agak kalut.

-oo0dw0oo- CERITA bercabang menjadi dua, kita mengikuti acara Suma Siu Khim yang menyatroni rumah penjara di gunung Bu San-

Suma Siu Khim sedang enak meluncur ke-arah puncak- puncak Sin- lie- hong, gunung Bu-san itu di anggup sipil.

Seekor burung dara meluncur dengan kecepatan Kilat, hendak melampaui di atas kepala Suma Siu Khim.

Sebagai seorang jago betina tanpa tandingan, mata Suma Siu Khim tidak pernah lengah, telinganya tidak pernah buntu, ia memungut sebutir batu, “wing....“ Ditimpukkan kearah burung tadi.

Betapa cepatpun terbangnya seekor burung lebih cepat lagi lemparan Suma Siu Khim, plok Mengenai binatang tersebut dan jatuh ke tanah.

Suma Siu Khim menduga akan adanya Sesuatu yang kurang beres, ia memeriksa burung tersebut, dan betul saja, pada kaki sang burung terdapat ikatan secarik kertas keciL

Suma Siu Khim meloloskan tulisan itu. dan begitu ia membaca, tubuhnya lompat kaget, eh? wajahnya menjadi merah, ia malu kepada diri sendiri. Bunyi tulisan yang dibawa oleh burang itu seperti betikut:

"Lapor kepada Laucu. Ketua rumah penjara Tay-pa San, dengan menggunakan nama Wan Nie Taa, sudah membuat pendaftaran- harap membikin persiapan"

Inilah yang membuat Suma Siu Khim terkejut, betul- betul ia tidak mengerti, darimana Bwee Houw An bisa mengenali dirinya?

Toh Bwee Houw An adalah salah satu tokoh pemutar otak yang pandai, tapi belum pernah ia menggunakan wajah asli menemui orang-orang itu, Suma Siu Khim selalu menggunakan tutup kerudung muka, menyebut dirinya sebagai laucu rumah penjara Tay-pa-san, tanpa orang mengetahui kalau dia adalah seorang wanita. Lebih-lebih lagi tidak ada yang tahu bagaimana wajah asli dari laucu rumah penjara Tay-pa-san itu. Kecuali Tay-giam ong dan Leng Bie Sian, tidak ada orang lain yang tahu.

Sampaipun Kim Hong yang menjadi putra sendiripun tidak tahu. Walaupun Kim Hong tahu itu tokh terjadi dikemudian hari.

Munculnya Suma Siu Khim dengan wajah asli hanya terjadi beberapa hari ini, pertemuan pertama dengan Hamid dan kawan-kawan- pertemuan kedua adalah dari rombongan Patah hati. Dan sesudah itu, ia kembali ke Tay- pa-san, tidak setengah hari lari lagi kemari, rahasia ini belum pernah bocor, bagaimana Bwee Houw An bisa tahu?

Inilah yang membingungkan Suma Siu Khim. Tidak percuma ia menjadi pemimpin rumah penjara. Suma Siu KKim mempunyai keberanian yang besar, tidak perduli orang sudah membuat persiapan atau rencana, ia meluncurkan kakinya, menuju kearah puncak sin- lie- hong. 

Sebentar kemudian, Suma Siu Khim sudah berada diatas puncak Sin-lie-hong, disana terdapat tulisan yang berbunyi:

MOTTO dan SEMBOYAN, MENGHANCURKAN RUMAH PENJARA TAY-PA-SAN, MENANGKAP LAUCU PENJARA.

Kemarahan Suma Siu Khim memuncak. darahnya mendidih. tangannya terangkat dan mengobrak-abrik tulisan-tulisan itu.

Dua orang laki-laki berseragam putih dengan tombak ditangan menampilkan diri, masing-masing dari kanan dan kiri, mengapit kearah Suma Siu Khim, mereka menyodokkan senjata-senjata itu dan berteriak.

"Eh Wanita gila dari mana yang berani datang kesini"

Hampir berbareng ujung-ujung tombak itu telah mengenai kedua iga Suma siu Khim, tetapi bukan Suma Siu Khim yang terkejut, kedua penyerang itulah yang menjadi kaget, seolah-olah membentur besi, tombak itu tidak bisa ditusukkan lagi, lengket disana, untuk seketika mereka lupa meloloskan senjata. Terbelalak bingUng.

“Huh" Suma siu Khim mengeluarkan suara diri hidung, ia mementalkan kedua senjata itu dan berkata dengan mereka, "Buka pintu, aku adalah penantang sayembara."

Kedua penjaga pintu goa terpelanting jatuh cepat mareka bangun lagi, salah seorang diantaranya mengirim kode-kode tertentu, maka terbukalah pintu rahasia. Seseorang lagi memunculkan diri, itulah wajah si kakeK berbaju merah co Tiok Hu.

co Tiok Hu menatap dan memperhatikan Suma Siu Khim, burung dara yang dilepas oleh Bwee Houw An mati ditengah jalan, mereka tak tahu, Siapa wanita yang galak berada didepannya.

Karena itu co Tiok Hu membentak:

"Eh, wanita gila dari mana yang datang."

Dua kali Suma Siu Khim dimaki wanita gila, tangannya terayun, menampar co Tiok Hu.

orang tua berbaju merah co Tiok Hu juga termasuk salah seorang jago lihai, begitu melihat gelagat kurang baik, ia meluncur kebelakang dengan maksud mengelakkan serangan tamparan tadi. "Plok" Tamparan Suma Ssu Khim mempunyai gerakan tercepat, tanpa bisa dielakkan tamparan itu mengena pipi co Tiok Hu.

Inilah penghinaan terbesar, penghinaan yang belum pernah dialami oleh co Tiok Hu, ia berteriak dan menggerung, menerkam ke arah Suma siu Khim.

Suma Siu Khim bukan seorang iblis betina kalau bisa diserang oleh co Tiok Hu seperti itu, hanya membalikkan sedikit tangan, ia berhasil menangkap pergelangan co Tiok Hu, ditekannya keras-keras dan membentak:

“Hayo beri tahu pada ketua kalian, lekas katakan adanya orang yang hendak mengikuti sayembara."

co Tiok Hu mati kutu, ia hendak berontak, tapi tak berhasil.

Melirik ke arah Suma Siu Khim, co Tiok Hu sedang berpikir-pikir, wanita dari manakah ini? Mengapa begitu hebat?

“He.," berkata co Tiok Hu, kau hendak mengikuti sayembara?"

"Aku berani datang ketempat ini, tentu berani mengakuti sayembara", berkata Suma Siu Khim.

"Mengapa kau tidak membikin pendaftaran?," bertanya co Tiok Hu.

"Siapa yang tidak membikin pendaftaran?" berkata Suma Siu Khim. "Aku sudah mendaftar kepada Bwee Houw An-"

"Bohong" berkata co Tiok Hu. "Aku belum menerima laporan".

"oooh...... laporan ssekor burung dara?" berkata Suma siu Khim tersenyum. co Tiok Hu merentangkan kedua matanya lebar-lebar, ia bingung, tetapi beberapa saat kemudian ia menganggukkan kepala perlahan. "Dimana adanya surat laporan itu?" bertanya co Tiok Hu.

Suma siu Khim mengeluarkau secarik kertas dari kantongnya, ia tidak menyerahkan kepada co Tiok Hu, ia berkata:

"Kubacakan saja kepadamu, dengar baik-baik. Lapor kepada laucu, ada seorang yang bernama Waa Nie Ta, hendak mengikuti sayembara, ia sudah membuat pendaftaran, asal usulnya tak jelas, ilmu kepandaiannya sangat tinggi. harap berhati-hati."

Dengan gemas co Tiok Hu berkata: "Serahkan surat itu. Tanpa adanya surat laporan dari Bwee Houw An, jangan harap kau bisa masuk kedalam rumah penjara kami, jangan harap kau bisa mengikuti sayembara."

"Apa kau tidak sayang kepada jiwamu?" Suma Siu Khim mengeraskan pencetannya.

"Aduh. " co Tiok Hu mengeluarkan keringat dingin-

Disaat ini dari dalam terowongan goa rahasia terdengar satu sUara: "co Tiok Hu biarkan dia masuk"

Itulah suara ketua rumah penjara dari gunung Bu-san yang misterius.

Suara itu datangnya dari tempat jauh tapi satu persatu terdengar jelas, suatU bukti orang memiliki ilmu tenaga dalam yang tinggi.

Suma siu Khim melongokkan matanya kearah goa terowongan gelap. ia bertanya: "Siapa dirimu?"

co Tiok Hu segera berkata: "Masuklah, kau segera tahu" Suma Siu Kim membebaskan pegangannya yang mengekang kebebasan co Tiok Hu, mengajaknya masuk kedalam tempat Sayembara.

co Tiok Hu memasuki goa itu, menginjak tangga-tangga batu, lima ratus undak kemudian tiba disuatu pintu besi yang teraling didepan.

co Tiok Hu mendekati pintu besi itu, ia berdiri diam beberapa saat di depan jari-jari besi itu, tanpa sedikit gerakanpun, jari-jari besi itu terangkat dan membuka jalan.

co Tiok Hu mengajak Suma Siu Khim masuk kedalam, Tanpa gentar, jago wanita kita masuk kedalam goa dibawah tanah puncak sin-lie-hong. Jari-jari besi tertutup kembali.

Mereka masuk berjalan terus, seperti keadaan pertama, kini mereka berada dijalan buntung didepannya berdiri dipintu tembok. tak tergeming. co Tiok Hu menghadapi pintu rahasia itu, dan pintupun terbuka.

Disaat co Tiok Hu memasaki pintu in tiba-tiba tangan Suma Siu Khim terayun, berada ditengkuknya dan berkata:

"Disini serba misterius, penuh dengan bayangan hantu. Tapi kau jangan coba main gila ya. Awas... Aku bisa menghancurkan batok kepalamu ini."

co Tiok Hu mengeluarkan dengusan suara dingin, tanpa menoleh dan tanpa gentar ia mengajak Suma Siu Khim.

Suatu saat, mereka memasuki sebuah ruangan yang seperti tempurung. Dis itulah Suma Siu Khim menghentikan langkahnya. co Tiok Hu menoleh dan berkata: "Ih, sudah takut ?"

Suma siu Khim tidak pernah mempunyai istilah rasa takut itu, melepaskan co Tiok Hu. ia memasuki ruangan arena pertandingan. Keadaan tempat ini tidak jauh berbeda dengan keadaan yang Kim Hong pernah masuk.

Disana terdapat lapangan luas, diatas wueungan juga terdapat sembilan butir mutiara memancarkan cahayanya, menerangi ruangan itu.

Dikeliling ruangan terdapat delapan goa, goa-goa itu gelap. entah kemana tujuannya.

Dipusat ruangan terdapat dua dupa sembahyangan besar, dupa itu sudah dipasang. masih mengepul asap meliputi ruangan seluruhnya.

Suma Siu Khim pernah mendengar cerita Kim Hong, ia tidak menjadi gentar dan ia tidak menjadi heran.

Yang mengherankan Suma Siu Khim adalah seorang lelaki dengan kerudung kuning, tutup muka kuning, dan pakaian kuning berdiri disana. Inilah kepala rumah penjara gunung Bu-san-

Dua laucu dari kedua rumah penjara rimba persilatan- berhadap-hadapan.

Yang seorang sudah diketahui, adalah iblis betina Suma Siu Khim, wanita yang mempunyai sifat ugal-ugalan, wanita yang sudah pernah memenjarakan ketua-ketua partai dari tokoh silat yang ada.

Suma Siu Khim belum pernah menemukan tandingan.

Bagaimana dengan keadaan lawannya, apa laucu penjaga gunung Bu-san juga seorang tokoh sakti mandraguna? Bisakah menandingi Suma Siu Khim ?

Kedua orang itu sudah berhadap-hadapan beberapa saat.

Tidak sepatah kata pun keluar dari mulut mereka.

Menurut cerita Kim Hong, laucu rumah penjara gunung Bu San tidak memiliki ilmu silat tinggi. Dedak perawakannya juga hanya sepantaran, tapi orang berkerudung kuning yang berada didepannya lebih tinggi dari dia, mungkinkah ada dua laucu rumah penjara dari gunung Bu-San? Karena menggunakan tutup kerudung, Suma Siu Khim tidak bisa membedakan,

orang yang berada didepannya inikah yang menempur Kim Hong?

Kalau betul, Suma Siu Khim tidak perlu takut, Khim Hong bisa menandinginya, mengapa ia tidak?

Tapi menurut gambaran yang Khim Hong berikan, dedak ukuran tubuh orang-orang itu tidak sama, tentunya ada dua penguasa rumah penjara digunung Bu-san-

Yang mana yang asli? Dan yang mana yang palsu, yang mana dari kedua laucu rumah penjara gunung Bu-san itu yang memiliki ilmu silat tinggi?

"Bah Tidak perduli yang mana Kuhajar satu persatu " Demikian pikir suma siu Khim didalam hati.

Suma Siu Khim sudah mempunyai rencana masak- masak, ia hendak mengikuti sayembara-sayembara itu sehingga enam puluh empat kali dan membebaskan keenam puluh empat orang tawanan yang berada didalam

Laucu rumah penjara Bu-San tidak segera melaksanakan aCaranya. Dibiarkan Suma siu Khim berlari seperti itu.

Mereka masih berhadapan maka tidak sepatah kata keluar dari mulut kedua penguasa rumah penjara itu

Tenggelamnya Kim Hong kedasar telaga Tay-pek tie merubah sifar-sifat Suma siu Khim tambah telengas, ia  tidak tahu kalau putra itu telah menemukan pengalaman- pengalaman ajaib. telah berhasil menciptakan diri sendiri menjadi seorang tokoh Sakti mandraguna tanpa tandingan. Sangka Suma Siu Khim, Kim Hong sudah mati didalam dunia ini sudah tidak ada rasa lagi suaminya lenyap tanpa bekas, tidak mau kembali. Putranya tenggelam kedasar telaga, maka sifat-sifat kebengisan Suma siu Khim semakin merajalela. Karena itu timbul pula haWa pembunuhan, ia hendak membunuh semua orang yang berada didalam rumah penjara gunung Bu-san, termasuk semua isi penghuni.

Pembunuhan Hawa Pembunuhan mengarungi sekujur tubuh Suma Siu Khim.

Laucu rumah penjara Bu-san memperhatikan perobahan- perobahan wajah Suma siu Khim beberapa saat kemudian ia tertawa dan berkata:

"Eh, mengapa mempupuri wajah sendiri dengan lumpur kotor? Ha, walau demikian, debu itu tidak akan melenyapkan kecantikanmu,"

Suma siu Khim menantang sepasang mata laucu rimba persilatan Bu-san, sinar mata ini tidak asing baginya, hatinya tergerak. hawa perasaan ketujuhnya memberi tahu, bahwa orang ini tidak asing lagi, mendapat tegoran yang seperti itu, ia membentak: "Bukan urusanmu."

"Ya . . .ya....." berkata orang berkerudung kuning itu. "Mamang bukan urusanku."

Suma Siu Khim membentak: "Kau itukah yang menjadi penguasa rumah penjara rimba persilatan?"

"Tidak salah. Aku adalah laucu rumah penjara Bu-san- Dan kau?"

Suma Siu Khim berkata: "Namaku Wan Nie Ta"

"Waa NieTa?.....IHahahaha... kau memang seorang wanita." "Tutup mulut" bentak Suma siu Khim. "Mari kita mulai pertandingan- Naik ke atas dupa sembahyang itu."

Laucu rumah penjara Bu-san menggelengkan kepalanya, dengan tertawa berkata:

"Eh, bagaimana kau tahu kalau Sayembara gunung Bu- san harus bertanding diatas dupa?"

Hati Suma siu Khim tercekat, hanya Kim Hong yang mengetahui akan acara ini. Dari para penantang sayembara rumah penjara gunung Bu-san, hanya Kim Hong seorang yang berhasil lolos keluar, karena itu lawan bisa menduga dirinya. Sedangkan ia tak mau diketahui kalau penguasa rumah penjara Tay-pa-san, pernah mengikuti rumah penjara gunung Bu-san- Maka ia menggunakan nama samaran Waa Nie Ta.

"Apa yang diherankan?" berkata Suma Siu Khim menyimpangkan pembicaraan- "Baru kulihat, aku sudah tahu "

"Bukan- .Bukan ..." berkata laucu rumah penjara Bu-san "Tidak mungkin. Tidak mungkin Tentunya kau pernah mendengar cerita. Beberapa hari yang lalu rumah penjara kami telah kabur seorang pelarian- Namanya Kim Hong. "

Suma siu Khim mengebutkan lengan baju, melejit dan naik keatas abu dupa, ia berkata: “Hei, berapa banyak obrolan lagi yang hendak kau ucapkan?"

Laucu rumah penjara Bu-san menunjukkan satu jari, ia berkata: "Satu kali lagi. Boleh aku bukan ?"

Suma siu Khim sudah menginjakkan kakinya pada abu dupa yang menyala, tapi tidak setetespun dari abu itu yang jatuh, hal ini membuktikan betapa hebatnya ilmu meringankan tubuh si laucu rumah penjara Tay-pa-san, Menampak sikap laucu gunung Bu-san yang ogah- ogahan, ia berkata singkat: "Lekas Kalau kau merasa bukan tandinganku, ganti seorang laucu yang lainnya."

"Seorang laucu yang lainnya?" penguasa rumah penjara Bu San tertawa, “Ha-ha.,...Bagaimana kau tahu kalau didalam rumah penjara kami terdapat dua laucu ?"

Suma siu Khim menggelengkan kepaia, ia tidak menjawab pertanyaan itu, ia benci kepada diri sendiri, mengapa terlalu ceroboh, kata-katanya yang banyak membuka rahasia pribadi, kalau saja orang yang berkerudung ini tahu, ia sebagai ibu Kim Hong, tentu saja bisa mengetahui asal usulnya, apa yang dikatakan orang kalau laucu rumah penjara gunung Tay-pa-san mengikuti sayembara dirumah penjara Bu-san ?

"Ha-ha..." laucu rumah penjara Bu San tertawa lagi. "Menurut apa yang kuketahui, tokoh silat yang bisa menginjakkan kaki diatas abu dan bicara sepirtimu tadi, didalam rimba persilatan tidak lebih dari lima orang. urutan mereka sebagai beriku: Kesatu, Penguasa rumah penjara digunung Tay-pa-san- Kedua, Hamid dari daerah Tay-wan- kok. Ketiga Jooss dari daerah yang sama. Ke empat, Mobilson, juga dari Tay-wan-kok, Dan yang terakhir ialah Si kakek gelandangan Kiat Hian- Dari semua tokoh-tokoh silat hebat ini, empat yang terakhir adalah laki-laki, hanya penguasa rumah penjara gunung Tay-pa-san itulah yang belum diketahui jenis kelaminnya, mungkin laki-laki juga perempaan, kukira, . . .. nama Wan Nie Ta yang kau gunakan itu adalah nama palsu. Terus terang saja siapa namamu? Bukankah penguasa rumah penjara digunuag Tay-pa-san itu?"

Suma Siu Khim tercekat, ia bingung, dan sulit untak menjawab pertanyaan itu, agar tidak membongkar rahasianya, ia membentak: "Hei Apa kau hendak mengadu obrolan?"

“Hahaha....apa artinga obrolan? Kau belun menjawab pertanyaanku, tak salah lagi, kau adalah laucu rumah penjara Tay-pa-san-"

Sauma Siu Khim mengeluarkan suara lengkingan, katanya: "Kalau ya, bagaimana?"

Suma Siu Khim masih meletakkan ujung kaki pada abu dupa yang terbakar, tetapi abu dupa itu tidak bertaburan jatuh. Api masih menyala tetap. semakin lama abu itu semakin panjang. Suatu tanda dan membuktikan betapa hebat kalau kepandaian laucu rumah penjara Tay-pa-san-

"Hahaha..." Laucu rumah penjara Bu-san tertawa lagi. "Dugaanku tidak salah Kau adalah penguasa rumah penjara Tay-pa-san, mengapa kita tidak bekerja sama bergabung menjadi satu. Setuju?"

"Jangan banyak bacot" bentak Suma siu Khim. "Nangkring diatas abu dupa disana Mari kita bertanding"

Laucu rumah penjara Bu-san menganggukkan kepala dan berkata: "Baik"

Tabuh laucu rumah penjara Bu-san melejit, menempelkan ujang kaki pada lain abu dupa.

Dupa itu masih terbakar, dua penguasa rumah penjara masing-masing berdiri diatas kedua abu dupa yang mengepulkan asap. mereka berhadap-hadapan.

Ini waktu, dari salah satu lubang goa didalam ruangan itu muncul seorang anak berbaju hijau, ia berdiri di depan dupa yang terbakar dan mulai menghitung.

"Satu.....Dua.....Tiga ....Empat Lima." Suma Siu Khim sudah mengerahkan seluruh kekuatan ia hendak memukul jatuh lawannya dengan satu gebrakan kuat.

Rasa benci Suma Siu Khim pada rumah penjara Bu San tidak kepalang, dari munculnya rumah penjara yang baru, menandingi rumah penjaranya itulah unsur pertama, dan terlebih lagi sesudah mengetahui kalau rumah penjara rimba persilatan menculik gadis-gadis dan wanita, sesudah itu Leng Bie sian juga diculik mereka, sesudah itu Bok Siu juga diculik mereka, masih berani menyuruh orang menyamar dirinya membebaskan ketiga tokoh ajaib, can-sa- sian, It-hu Sianseng dan Thian-san Soat Po-po maka mereka meninggalkan rumah penjara Tay-pa-san, bukan saja membuat rumah penjara kembar, juga tindak-tanduk rumah penjara Bu-san sengaja menantang rumah penjara Tay-pa-san.

Rasa muak dan marah itu berCampar aduk menjadi satu, dia ingin membunuh semua orang yang ada didalam rumah penjara Bu-san, karena itu nafsu pembunuhan bergelora. Bocah keCil berbaju hijau masih menghitung terus: " Delapan, . .Sembilan. . ., .Sepuluh "

Menanti kata-kata terakhir itu, kedua tangan Suma Siu Khim didorong, tangannya mengeluarkan pekikan panjang, memukul kearah ketua rumah penjara Bu-san-

Tenaga itu adalah tenaga membelah gunung, kekuatan simpanan Suma Siu Khim selama belasan tahun.

Akibatnya sungguh mengherankan, menurut cerita, laucu rumah penjara Bu-san bisa menjatuhkan tamu tak diundang dari luar daerah,. Tapi menghadapi serangan Suma siu Khim ini, ia tidak berdaya sama sekali. Tubuh orang berkerudung berbaju kuning terpental kebelakang. Pletaks. dia jatuh ditanah. Inilah yang Suma Siu Khim harapkan- Tetapi jatuhnya sang musuh terlalu jauh, sangat mengherankan. Betul-betul ia tidak mengerti. Tokoh silat yang seperti ini juga bisa menjadi laucu rumah penjara rimba persilatan Bu-san? Mengapa tidak berkepandaian silat tinggi?

Jatuhnya pengurus rumah penjara Bu-san adalah tipu muslihat belaka, ia tidak menderita luka, perlahan-lahan bangun berdiri, bersandar pada dinding goa batu, kedua tangannya diletakkan diatas kepala, kakinya dijulurkan, ia tidak merasa malu karena jatuh dibawah tangan Suma Siu Khim, ia juga tidak merasakan sesuatu jatuh dibawah tangan Suma Siu Khim.

Suma Siu Khim lompat turun dari debu abu dupa yang tinggi, ia berada didepan laucu rumah penjara gunung Bu- san itu menudingkan jari dan tertawa terkakakan, kemudian terkata

"Ha ha,....Aku kira kau berkepandaian silat tinggi, nyatanya biasa saja. Hayo... Bangun lagi...Bertanding lagi"

Suara Suma siu Khim. menggema diseluruh ruangan itu, seolah-olah ribUan Suma Siu Khim yang tertawa, berdengung mengiang lama.

Ketua rumah penjara Bu San menyipitkan mata, memperhatikan segala gerak-gerik Suma Siu Khim, mendengarkan segala kata-kata Suma Siu Khim, ia tidak marah. Seolah-olah Sedang menonton dan menikmati sesuatu.

“Hayo" bentak Suma Siu Khim. "Bangun Aku hendak mengulang Sayembara lagi."

Ketua rumah penjara Bu-san mementangkan mata lebar- lebar dengan heran bertanya: "Meneruskan pertandingan sayembara lagi? " Dengan mengertak gigi Suma Siu Khim berkata:

"Ya Aku hendak mengulangi sampai enam puluh empat kali. Membebaskan keenam puluh empat orang tawanan yang berada ditempat ini."

Penguasa rumah penjara Bu-san tertawa dan berkata: "Kita  tidak  mempunyai  dendam  permusuhan. sesudah

kau    memenangkan    sayembara,    kau    bebas    memilih

seseorang diantara keenam puluh empat tawanan itu, siapa yang hendak kau bebaskan ?"

Penguasa rumah penjara Tay-pa-san Suma Siu Khim berkata:

"Semua!!! Aku hendak membebaskan keseluruhan dari semua tawananmu itu, membebaskan enam puluh empat Orang tawanan gunung Bu-san "

"Kita harus bertempur lagi?" bertanya penguasa rumah penjara Bu-san, tapi ia masih menghadap didinding tembok masih tidak mau bangun. Seolah-olah anak kecil yang kolokan.

"Ya, Kita harus bertanding lagi." Suara jago wanita kita sangat tegas

“Hayo... Jangan kolokan" berkata Suma siu Khim, "Bertanding lagi "

"Wah" Penguasa rumah penjara Bu-san menghela napas, "aku sudah kehabisan tenaga. "

"Bah", berdengus penguasa rumah penjara Tay-pa -san Suma siu Khim. "Sudah menyerah?"

"Ya. Aku menyerah kalah." berkata penguasa rumah penjara Bu-san, " Apa permintaanmu?" Suma Siu Khim berkata: "seperti apa yang sudah kau janjikan harus bersedia melakukan segala perintahku."

"Perintah yang bagaimana?"

"Perintah yang pertama. Bebaskan enam puluh empat tawanan rumah penjara mu. Perintah kedua. "

Dengan tertawa ringan, penguasa rumah penjara Bu-san berkata:

"Perintahku kedua adalah membunuh habis semua anak buah rumah penjara Bu-san?"

"Kau lebih mengerti sifat-sifatku, hee?"

"Aduh" mengeluh penguasa rumah penjara Bu-san, "seorang wanita cantik molek bisa memiliki kekejaman yang seperti itu?"

"Apa kau tidak kejam?" "Kejam apa?"

"Sesudah berani mendirikan rumah penjara tandingan, kau menculik wanita dan gadis-gadis, sesudah itu berani menculik muridku lagi. Menculik keponakan muridku Bok Siu. Sesudah itu, kau telah menyurah orang membebaskan ketiga orang tawananku, semua ini adalah menambah proses kematianmu."

“Hahaha...." penguasa rumah penjara Bu-san tertawa "Masih ada satu yang kau lupa"

"Apa?"

"Kau lupa, kalau orang yang menjadi suamimu itu juga kuculik dan berada di dalam salah satu kamar rumah penjara ini" Hati Suma Siu Khim tergetar, menengadah kepalanya perlahan ia membawakan sikapnya seperti acuh tak acuh, ucapnya dingini

"Dia bukan suamiku, aku tidak bersuami lagi." "Mengapa?" bertanya penguasa rumah penjara Bu-san,

"Kau tidak Cinta padanya?"

"Jangan banyak mulut Lekas bebaskan semua tawanan itu."

"Kalau tidak mau. Bagaimana?" Laucu rumah penjara Bu-san mulai menantang.

"Kau berani?" "Mengapa tidak?"

"Eh, masih ada backing lagi?"

"Tepat!! Aku masih mempunyai enam puluh orang kawan, mereka bersedia mengawaniku meringkus seorang iblis betina yang ugal-ugalan."

Berbareng disaat ini, terdengar gesekan-gesekan langkah kaki, suma Siu Khim terkejut, cepat-cepat ia menoleh kebelakang..

Jelas... hatinya kaget tidak terhingga, disana ia telah terlihat datangnya banyak orang, dari goa- goa gelap itu bermunculan banyak orang.

Siapakah Orang-orang itu?.......

orang-orang itu tidak terlalu asing, orang pertama yang dikenal adalah pemimpin orang berseragam putih lembah patah hati yang pernah muncul ditelaga Tay-pek tie itu, Kong-Sun Bwee Kun, sikakek gelandangan Kiat Hian, empek Ie-oe Pek Hong Teng, sipengemis sakti Lu Bong Kong, cu Giok Tian, Yo In-jie, Bok siu dan lain-lainnya. Ternyata orang yang menyebut namanya dari lembah patah hati itu adalah orang-orang yang pernah disakiti oleh kekasih mereka, mereka pernah mengalami rasa patah hati. IHai, bagaimana orang-orang itu bisa berada didalam rumah penjara Bu-san?

Peristiwa, adalah hadirnya Yo In-jie dan Bok Siu ditempat itu, mereka sudah diculik orang, bagaimana bisa memihak rumah penjara Bu-san, hendak meringkus dirinya?

Suma Siu Khim mengeluarkan dengusan gusar dari hidung. “Huh Aku dianggap iblis betina yang ugal-ugalan?"

Suma Siu Khim marah besar, kini ia berada dibawah kurungan orang tesebut, kemarahannya tidak terhingga. Bagaimana Yo In-jie dan Bok Siu yang baik hati itu bisa berpihak kepada musuh?

Tapi ada satu yang menggirangkan Suma Siu Khim, diantara sekian banyak orang itu, tidak hadir Kim Hoong

Tidak hadir sang kekasih memberi bukti, kalau saja sang suimi masih berpihak kepada dirinya.

Selama belasan tahun ini, Suma Siu Khim menaruh dendam sakit hati kepada Kim Hoon anggapannya, ia masih mempunyai harapan. Tetapi. Hasilnya kosong Tiba- tiba......

"Omitohud." Kong-sun Bwee Kun menyebut nama Buddha, ia telah mensucikan diri, mengganti nama menjadi Pan-su Lonnie.

"Apa yang omitohud?" bentak Suma Siu Khim. Pan-su Lonnie berkata:

"Suma Siu siecu apakah sudah bisa mengerti duduknya perkara?" "Mengerti apa? Hah Lembah patah Hati menjadi rumah penjara gunung Bu-san- Tidak aneh... Tidak aneh"

Kong Sun Bwee Kun, kakek gelandangan Kiat Hian dan lain-lainnya menggeleng-gelengka kepala.

Suma Siu Khim menudingkan jarinya kearah laucu rimba persilatan Bu-san dan membentak:

"Bangun Hayo gerakkan orang mu ini, aku tak takut.

Akan kuhadapi semua dengan kekuatanku seorang".

Penguasa rumah penjara Bu-san masih duduk menggelendot didinding gua, ia semakin kolokan, dengan tertawa cengar-cengir, berkata:

"Mengapa terburu-buru, di tempat ini kau menjadi tamu. Sebagai tuan rumah aku wajib membuat perjamuan- Makanlah dahulu. Sesudah itu kita boleh meneruskan persengketaan kita, bukan?"

“Huh Sangkamu, dengan berpura-pura menderita luka itu, aku bisa melepaskanmu begitu saja? Mengimpi!!!Bangun!!! Tidak perduli luka atau tidak, akan kuhancurkan dirimu."

Penguasa rumah penjara Bu-san tertawa lagi, ia tersenyum kecil dan berkata

"Oh. Sulit menemukan Suma Siu Khim yang lama itu.

Kuharap saja kau bisa berbuat tenang, aku masih mengharapkan kembalinya Suma Siu Khim yang baik hati, bukan Suma Khim yang sudah hampir menyerupai iblis betina yang ugal-Ugalan"

Lagi- lagi Suma Siu Khim dikatakan iblis wanita yang ugal-ugalan, marahnya tidak kepalang, tangannya terayun, siap menghancurkan batok kepala penguasa rumah penjara gunung Bu-san- Tiba-tiba, terdengar satu helaan nepas panjang, Pan-Su Lonnie menyebut nama Buddha dan berkata:

"Omitohud Suma Siecu, apa betul-betul kau tega membunuh dirinya?"

Di dalam keadaan yang seperti ini, mendengar kata-kata yang seperti tadi, hati Suma Siu Khim tergerak. Sebagai penguasa rumah penjara Tay-pa-san, ia memiliki kecerdikkan otak yang luar biasa, kiranya ia bisa menduga makna kata-kata tadi. Tercekat beberapa waktu, memikir sebentar, terbukalah segala kekosongan-kekosongan itu, hatinya tergerak, membarengi ilham tadi, tangannya pun terayun.

"Breett," Secepat itu pula ia sudah mengait dan mencopot tutup kerudung muka rumah penjara gunung Bu- san-

Siapa penguasa rumah penjara gunung Bu-san?

Di balik tutup kerudung kuning, disana terpeta jelas wajah seorang laki-laki setengah umur, matanya lentik, itulah Kim Hoong.

Tiba-tiba, tangan Suma Siu Khim terayun lagi, suara plak.....plok..... ia menggampar dua kali, tubuh Suma Siu Khim gemetaran, saking gemas dan kesalnya, ia sudah mengirim tamparan-tamparan tubuhnya kelejatan dan terjengkang jatuh kebelakang. Penguasa rumah penjara Tay-pa-san jatub pingsan

Jelaslah sudah, siapa yang menjadi penguasa rumah penjara Bu-san- penguasa rumah penjara Bu-san adalah ayah Kim Hong.

Kedua penguasa rumah penjara itu sedang ber-hadap2an, memang ilmu kepandaian dan kecerdikan Suma Siu Khim masih berada diatas suaminya, tapi menghadapi getaran jiwa yang seperti itu sebagai seorang wanita. toh ia tidak berdaya.

Latihan Suma Siu Khim memang luar biasa, katau tidak. bagaimana ia bisa memenjarakan sekian banyak jago-jago silat kelas satu? Bagaimana ia bisa membuat dan menciptakan rumah penjara Tay-pa-san?

Sesudah jatuh beberapa saat, ingatannya sadar kembali. ia pingsan karena rasa sakit hati yang luar biasa, merasa dipermainkan oleh Kim Hoong.

Beberapa saat kemudian, Suma Siu Khim sudah duduk. butiran air mata meleleh turun, membasahi kedua pipinya yang masih tetap montok.

Air mata itu mengalir, menganak sungai dan butiran2 jatuh pada lantai goa rumah penjara Bu-san-

Perlahan-lahan, Kim Hoong bangun berdiri membangunkan sang istri, sesudah itu ia berkata kepada Yo In-jie:

"Nona Yo, tolong ambilkan sebaskom air untuk bibimu cuci muka."

Yo In-jie tertawa nyengir, membalikkan badan dan berlari, ia telah siap menjalankan perintah itu. untuk mencuci muka Suma Siu Khim yang sudah dipupuri lumpur lumpur kotoran-Kim Hooog memayang Suma Siu Khim meninggalkan banyak orang kembali kekamarnya.

Kedua penguasa rumah penjara rimba persilatan meninggalkan ruangan itu, meninggal seorang.

Mereka rujuk kembali

siPengemis Sakti Lu Bong Kong menghela napas, ia bergumam. "Ah... untuk selanjutnya, aku pengemis ini tidak bisa menantang penguasa rimba persilatan lagi."

Empe Ie-oe dengan suaranya yang pletat-pletut berkata: "Jangan...kecil...hati,.  kukira.... masih ada. permainan

didalam. "

"Ha ha haaa ....,." cu Giok Tian tertawa: "Hanya menerima dua kali tamparan rimba persilatan menjadi tenang "

Didalam sebuah kamar batu, dibawah dasar puncak Sin- lie-hong, disebuah tempat yang menjadi ruangan khusus Kim Hoong, jago itu telah membaringkan Suma Siu Khim.

Yo In-jie bergerak Cepat, ia sudah membawa sebaskom air, diletakkannya dibawah pembaringan, dengan mengedipkan mata ia melirik kearah penguasa rumah penjara Tay-pa yang telah terbaring, kemudian melirik lagi kearah penguasa rumah penjara Bu-san, perlahan-lahan mengundurkan diri. Betulah Yo In-jie mengundurkan diri?

Tidak Gadis ini masih nakal, ia berindap-indap meninggalkan ruangan itu, dan seCara bersembunyi pula, berjongkok dibawah, diujung lorong yang gelap.

Baru saja Yo In-jie membenarkan letak tubuhnya, tiba- tiba ia membentur sesuatu, itulah tubuh seorang yang lebih cepat darinya dan sudah berjongkok ditempat gelap tersebut.

Hampir Yo In-jie berteriak. ia menengok dan mengenali, itulah Bok Siu.

Bok Siu meletakkan jarinya pada bibir, suatu tanda kalau mengharapkan jangan banyak pembicaraan.

Selembar muka merah Yo In-jie menjadi merah, mendelikkan mata kearah Bok siu, ia membentak perlahan: “Hei, apa kerjamu disini ?"

Dengan suara yang lebih perlahan Bok Siu menjawab: "Kan hendak mencuri dengar percakapan orang? Apa

aku tidak boleh ?"

"Tidak tahu malu " berkata Yo In-jie, "siapa yang mempunyai pikiran sampai kesitu?"

"Sudahlah" berkata Bok Siu mengulapkan tangan. "Kalau kau masih banyak Cincong, biar aku berteriak. Kita sama-sama tidak bisa menonton."

Yo In-jie mendelikkan mata, tapi tiba-tiba tertawa kecil. Bersama-sama mereka mendengar apa yang hendak dipercakapkan oleh kedua penguasa rumah penjara rimba persilatan-

Didalam ruangan rumah penjara Bu-san Kim Hoong.

Terdengar suara kecepretannya air, dan ini waktu terdengarlah suara Kim Hoong.

“Hayo Siu Khim. lihatlah sendiri... Jadi apa kau seperti ini? Mukamu cumang-cemong, jelek sekali."

Tidak terdengar suara Suma Siu Khim. Yo In-jie dan Bok Siu saling pandang, wajah mereka sama-sama menjadi jengah.

Terdengar lagi suara Kim Hoong berkata. "Hayo...Jangan begitu...Balikkan badanmu, biar kubersihkan debu-debu dan abu itu ..."

Didalam kamar, Suma Siu Khim masih tak bergerak. juga masih tidak membuka mulut. Terdengar lagi suara Kim Hoong berkata

"Lebih baik kuberitahu sesuatu yang menggirangkan- Nah, dengar baik-baik. Anak kita si Kim Hong tidak mati didasar telaga, dia diseret oleh Kiat Hian kegoa persembunyiannya"

"Aaaaa ..." berita ini betul-betul mengejutkan Suma Siu Khim juga sangat menggirangkan- "Betul?"

"Tentu saja betul" Inilah suara rumah penjara Bu San, "anak kita itu telah memakan sebuah obat Tiang-seng-pu-lo- tan. Sekarang, ilmu kepandaiannya sudah berada diatas dirimu."

Terdengar suara gemerasak gemeresek. entah apa yang dilakukan oleh mereka itu.

Tiba-tiba terdengar suara bentakan Suma Siu Khim. "Minggir"

"oh..." terdengar suara Kim Hoong. "Ya... selama ini aku banyak menyakiti hatimu. tapi aku minta maaf, apa yang bisa kulakukan? Mengingat. "

"TUtup mulut" bentak Suma Siu Khim lagi, “Hubungan kita sudah putus, jangan kau sangkal, Kim Hong itu bukan anakmu, Kim Hong adalah aku yang melahirkan..,."

"Aku tahu," berkata Kim Hoong.

"Apa yang kau tahu?" bentak Suma siu Khim, "Kim Hong bukan hasilmu anak itu adalah dari hubungan dengan Sie Hoa Hong suheng "

“He, hee.." Kim Hoong tertawa."Aku tahu kau hendak menyakiti hatiku lagi. Tapi kesalahanku itu sudah jauh dibelakang Aku tak akan cemburu."

“Huh Kau kira bohong?"

"Sudahlah. Betapa keraspun siapa-siapa seorang laki-laki, sesudah meninggalkan selama delapan belas tahun, aku menyelidiki dengan lebih teliti, aku tahu betul, Kim Hong itu adalah anakku. Kalau tidak. bagaimana begitu mirip?"

Terdengar suara isak tangis Suma Siu Khim.

Terdengar lagi suara penguasa rumah penjara Bu-san- "Jangan menangis, dengar keteranganku itu hari, sesudah perkenalan kita dibawah puncak gunung oey San, aku menyelidiki betul-betul keadaanmu, kudengar kalau ayahmu hendak menikahkan kau dengan Sie Hoa Hong suheng, kulihat Sie Hoa Hong itu begitu cakap dan tampan, ilmu kepandaiannya tinggi. maka. "

"Maka kau cemburu" berkata Suma Siu Khim. "Maafkan aku, demikianlah aku tinggalkan kau. "

"Mengapa sekarang kau balik kembali?" bertanya Suma Siu Khim.

"Aku telah tahu kesalahanku."

"Mengapa baru tahu sekarang? Mengapa tak mau datang kerumah penjara Tay-pa-san?"

"Aku... aku. "

"Plok. terdengar satu kali suara tempelengan,

"Ya." berkata Kim Hoong. "Tamparlah lagi. Aku

menerima salah."

Terdengar suara Suma Siu Khim:

"Aku merasa sakit hati ditinggalkan olehmu. Kukira kau tidak mempunyai tanggung jawab. Kulahirkan anak itu, dengan membawa bayi yang masih kecil aku menyusul dirimu. Tidak berhasil. Disungai ciang-yang-kang, perahu tenggelam, anak itu jatuh dihanyutkan air beberapa kali aku hendak bunuh diri. Tapi aku penasaran, kalau tidak ada urusanmu sudah lama aku bunuh diri, seorang diri aku mencarimu. Kukira kau sembunyi disuatu tempat yang terasing karena itu aku tidak berhasil. Tanpa disengaja, disuatu goa aku mendapatkan suatu kitab Thian-tok-ka-lam- Cin-keng, itulah kitab cikal bakal Siauw-lim-pay Tatmo causu. Dengan adanya kitab peninggalan itu, aku melatih diri. Dan berhasil membuat diriku sebagai seorang tokoh silat tanpa tandingan- untuk memanCing kau dari tempat persembunyianmu, aku mendirikan sebuah rumah penjara Tay-pa-san-"

"Sudah kuduga," berkata Kim Hoong "Penguasa rumah penjara Tay-pa-san adalah hasil buah tanganmu."

"Plok. " terdengar lagi suara tempilengan.

"Tamparlah" berkata Kim Hoong. "Tamparlah sesuka hatimu."

Ini waktu, Yo In-jie dan Bok Siu saling pandang, mereka sedang berpikir, apa yang sedang dikerjakan oleh kedua penguasa rumah penjara itu?"