-->

Tangan Berbisa Jilid 24

 
Jilid 24

Waktu sangat cepat berlalu, suatu ketika. telinga Kim Hong yang tajam bisa menangkap datangnya suara derap langkah kaki, walau sangat perlahan, derap langkah kaki itu mendatangi kearahnya.

Kim Hong terkurung diruangan dibawah tanah, tergenang oleh air.

Diatas Kim Hong terbuka sebuah papan, menuruni tangga-tangga batu, dari atas sana bertindak jalan seseorang. "Aaaa Mungkinkan ibu yang datang menolongku?" Hati Kim Hong berdebar-debar, menantikan reaksi itu.

Dugaan Kim Hong tidak mengenakan sasaran, orang yang baru datang bukanlah penguasa rumah penjara rimba persilatan digunung Tay-pa-san Suma Siu Khim, orang yang datang itu lebih muda dari ibu Kim Hong, itulah selir ketiga dari ketua golongan Kalong Jie Hiong Hu, namanya Lim Keng Hee.

Lim Keng Hee adalah selir tercantik dari Jie Hiong Hu, Seperti apa yang kita ketahui Jie Hiong Hu itu adalah seorang wadam istimewa. Menjadi laki disaat siang hati, dan menjadi wanita disaat malam hari.

Membutuhkan wanita disiang hari dan membutuhkan pria pada malam hari.

Walau mendapat Cinta kasih yang berlebih-lebihan, tidak mungkin Lim Keng Hee mendapat kepuasan- Karena itu, sesudah bertemu dengan Kim Hong, timbul daya pemberontakannya .

Sekarang. Lim Keng Hee telah mendatangi kamar tahanan dibawah tanah, dengan maksud menolong Kim Hong.

Wajah Lim Keng Hee yang cantik sudah berada didepan wajah Kim Hong, air mulai menggenangi tubuhnya yang montok. dengan suara yang merdu perlahan- wanita itu bertanya: "Adik Cin Hong, bagaimana keadaanmu?"

"cici Lim Keng Hee. " Panggil Kim Hong perlahan.

"Kau tidak takut diketahui orang ?" Bertanya Kim Hong. "Apa boleh buat." jawab Lim Keng Hee. "Dengan

menolong kebebasanmu, aku bersedia berkorban." "oh. " "Eh," berkata Lim Keng Hee. "Apa maksud kedatangannya?"

"Kedatangan siapa?" bertanya Kim Hong heran.

Wajah Lim Keng Hee juga memperlihatkan keheranannya, ia berkata

"Kulihat Tamu tak diundang dari luar daerah imitasi itu baru keluar dari tempat ini, Tingkah lakunya sangat mencurigakan, dia telah meninggalkan dirimu,. aku kaget sekali,. karena itu aku terlambat datang menolong mu."

"Tamu tak diundang dari luar daerah initadi datang kemari?" bertanya Kim Hong heran-

Tentu saja, didalam keadaan pingsan, dia tak tahu, siapa yang telah menolong menyembuhkan luka-luka dalamnya.

"Kau tidak tahu?" Bertanya Lim Keng Hee, "oh Mungkin kau masih berada dalam keadaan tak sadarkan diri. Dia baru saja keluar dari tempat ini, kuketahul dengan pasti. Entah apa maksud tujuannya?"

"Apa maksud tujuan Tamu tidak diundang dari luar daerah imitasi keluar dari kamar tahanan Kim Hong?"

Hal ini betul-betul membingungkan si pemuda. juga membingungkan Lim Keng Hee, dia hendak menolong  Kim Hong, tentu saja takut diketahui orang, terlebih- lebih pula Tamu tidak diundang imitasi yang berkepandaian silat tinggi itu.

Kim Hong memikir sebentar dan berkata: "Mungkin dia yang mengikat diriku di tempat ini?"

"Salah "Berkata Lim Keng Hee. "orang yang melakukan perbuatan itu adalah anak buah biasa."

Kim Hong tidak habis mengerti, Lim Keng Hee bertanya "Eh, bagaimana dengan lukamu?"

Kim Hong berkata: "Aku tidak menderita luka."  "Bohong Kau sudah terkena serangan ilmu Tay-yang sin-

kang darijago daerah Tay-wan-kok yang bernama Brey itu."

"Aku tidak terluka." Mengulangi keterangan Kim Hong. "Aku hanya jatuh pingsan karena tidak tahan panasnya kekuatan Tay-yang Sin-kang."

"Ah.......tidak mungkin. Itu waktu lukamu berat, menurut keterangan Hamid, didalam tiga hari kalau tidak mendapat obat pel Sin-tan- tidak mungkin kau berumur panjang."

Kim Hong mendelikkan mata selebar-lebar ia tidak mengerti.

Ya Kalau tidak ada Tamu tidak diundang dari luar daerah imitasi yang menolong, Kim Hong tidak bisa bertahan hidup lebih dari tiga hari. Lim Keng Hee berkata:

"Lekas gUnakan kekuatanmu, coba luka-luka itu."

Betul-betul Kim Hong menjalankan berputaran peredaran jalan darahnya dengan lebih gencar, sangat lancar. Tidak ada sesuatu gangguan. ia tersenyum dan berkata:

"Tidak apa- apa, kau jangan kena obrolan kakek rambut merah itu. Eh, orang-orang dari luar daerah itu banyak sekali. Apa maksud kedatangannya? Bagaimana hubungan mereka dengan golongan Kalong ?"

Mengetahui Kim Hong kalau betul-betul tidak menderita luka, hati Lim Keng Hee agak gembira, ini sangat mengherankan dirinya, telah disaksikan dengan pasti bahwa Kim Hong itu sudah menderita luka hebat, mengapa bisa lenyap mendadak? "Mereka adalah jago-jago istimewa dari negara Tay-wan- kok," berkata Lim Keng Hee memberi keterangan- "Hamid adalah jago nomor satu, diwaKtu Jie Hiong Hu lari dalam pengembaraan menyelamatkan dirinya dinegara Tay-wan- kok. Disana pernah mendapat petunjuk ilmu silat dari Hamid itu, maka ilmu kepandaiannya bertambah-tambah, ia datang kedaerah Tionggoan dengan rencana yang sudah diatur oleh Hamid, untuk menaklukkan daerah Tionggoan."

Kim Hong berkata:

"Kuharap saja ibuku dapat mengalahkan orang tua berambut merah itu."

"Ibumu"? bertanya Lim Keng Hee heran, Kim Hong memberi keterangan,

"Ya. ibuku adalah penguasa rumah penjara digunung Tay-pa San- Namanya Suma Siu Khim."

"Tadi kau katakan penguasa rumah penjara digunung Tay-pa San adalah ayahmu."

"Aku mengelabui mereka,"

Lim Keng Hee memancarkan sepasang sinar matanya yang girang, mengeluarkan pisau yang dibawa, ia berkata:

"Mari...Biar kupotong belenggu yang mengikat kebebasanmu."

"Jangan-" Berkata Kim Hong. "Kalau sampai Jie Hiong Hu mengetahui perbuatanmu, kau bisa mendapat celaka."

Lim Keng Hee meneruskan usahanya, seutas demi seutas dipegangnya tali urat sapi itu, dia membebaskan belenggu- belenggu Kim Hong sambil mengerjakan perbuatan tadi, ia berkata: "Jie Hiong Hu adalah nama disiang hari, kini namanya harus diganti denganJie Biauw Kow.Jangan kuatir, dia sedang menemani murid Hamid yang bernama Kasefu itu."

Singkatnya cerita, Lim Keng Hee berhasil membebaskan Kim Hong dari belenggu didalam kamar tahanan dibawah tanah. Mereka keluar dari tempat itu.

Kini mereka berada didalam sebuah lorong, didepan pintu kamar tahanan itu berjongkok dua orang anggota golongan Kalong, mereka tertidur nyenyak. Memandang kepada orang itu, Lim Keng Hee berkata:

"Penjaga-penjaga ini memang sangat malas disaat aku tiba, mereka tertidur, sampai sekarang."

Tentu saja Lim Keng Hee tidak tahu, kedua penjaga itu bukan tertidur. mereka telah ditotok oleh Tamu Tidak Diundang dari Luar Daerah imitasi. Disini letak kemisteriusannya Tamu tidak diundang imitasi. sebentar ia seperti memihak kepada golongan Kalong, sebentar pula seperti berpihak dipihak Kim Hong. Kim Hong bertanya:

"cici Lim Keng Hee. dimanakah kotak ajaib disembunyikan oleh Jie Biauw kow?" Lim Keng Hee berkata:

"Tidak tahu. sekarang harus berusahalah untuk membebaskan diri. Jangan mempunyai pikiran sampai disitu."

Kim Hong berkata

"Kotak ajaib itu sangat penting sekali. "

Mereka sudah menembusi lorong dibaWah tanah itu, begitu keluar mereka terkejut, disana mendatangi seseorang. Itulah tamu tidak diundang dari luar daerah yang palsu. Lim Keng Hee tertegun, tubuhnya gemetaran, gagallah usahanya. Ia Tidak tahu bahwa Tamu Tidak Diundang yang palsu itu telah berdiri dipihaknya. Tamu Tidak Diundang dari luar daerah menghampiri mereka, ia berkata perlahan-

"Harus berhati-hati lewat diruang depan, murid si Hamid yang bernama Paul itu sedang berada disana.

"Apa?" Lim Keng Hee berteriak heran, ia tidak mengerti sikapnya Tamu Tidak Diundang dari luar daerah yang palsu ini.

"Sekarang kau tidak mempunyai kesempatan untuk mendengar cerita." Berkata Tamu Tidak Diundang dari luar daerah yang palsu. "Lain kali saja kuberitahukan padamu." Sesudah itu ia berjalan pergi.

Kim Hong memandang kearah Lim Keng Hee yang masih gemetaran, ia bertanya: "cici Lim Keng Hee, apa artinya kata-kata tadi?"

"Aku juga tidak tahu." jaWab Lim Keng Hee.

"Siapakah Tamu Tidak Diundang dari luar daerah yang palsu ini?"

"Kecuali Jie Hiong Hu, tidak ada yang tahu dari mana asal usulnya,"jawab Lim Keng Hee.

Seperti apa yang Kim Hong ketahui, dia telah berjumpa dengan dua Tamu tidak diundang dari luar daerah, Satu asli dan satu palsu. Yang asli berpihak kepada panji kebenaran, berpihak kepada dirinya, dan yang palsu berpihak kepada golongan Kalong, mengekor dibelakang Jie Hiong Hu.

Yang berpihak kepada golongan Kalong adalah Tamu tidak diundang imitasi. Kini Tamu tidak diundang yang imitasi ini berganti arah pula. Permainan apa yang hendak dilakukan?

Mendapat peringatan Tamu tidak diundang dari luar daerah yang palsu, ia berjalan lebih hati-hati.

Betul saja, disaat mereka hendak melewati ruangan tengah, tiba-tiba terdengar satu suara bentakan-"Siapa yang benda di depan?"

"Aku" Jawab Lim Keng Hee terkejut. "Lim Keng Hee" Suara itu datangnya dari sebelah kamar, itulah suara

Paul.

“Ha-ha-ha...." Paul tertawa. "Aku sedang bercakap- cakap dengan cabo golongan Kalong ini, sedang kuperbincangkan, kecuali kau, tidak ada wanita yang kupetujui. Ayo kemari"

Lim Keng Hee menoleh kearah Kim Hong memberi isyarat agar si pemuda menyembunyikan diri, sesudah itu, dengan menenangkan hatinya ia menjawab kearah kamar: "Saudara Paul, jangan bergurau, aku mempunyai urusan penting. "

Terdengar suara bentakan Paul yang marah. "Urusan penting apa? Kalau aku memberi perintah Jie Biauw Kow menemani aku, berani dia membantah? Apalagi kau? Lekas masuk"

"sebentar." jawab Lim Keng Hee.

"Jangan tunggu-tunggu lagi." berkata pula Paul didalam kamar. "Lekas"

Lim Keng Hee berkata: "Bukankah saudara Paul sudah dikawani?"

Paul berteriak: "cabo ini tak guna, dia mempunyai bau busuk."

Sesudah Kim Hong mempersilahkan dirinya dengan baik. Lim Keng Hee mendorong pintu kamar itu, ia berjalan masuk.

Terdengar lagi suara Paul. "Lekas "

Lim Keng Hee memberi isyarat kepada Kim Hong, ia memasuki kamar itu. Terdengar suara berkakakan didalam kamar, terdengar pula suara: "cabo genit, lekas pergi Aku tidak membutuhkanmu lagi."

Beberapa saat kemudian, dari dalam kamar itu berjalan keluar seorang perempuan golongan Kalong, dia adalah kawan tidur yang disediakan untuk para tamu dari daerah Tay-wan-kok itu.

Tentu saja, kalau dibandingkan dengan Lim Keng Hee wanita anggota golongan Kalong itu jauh tidak menarik, maka Paul tidak membutuhkannya lagi.

Wanita itu sedang mengenakan pakaian dengan tergesa- gesa, menundukkan kepala berjalan keluar.

"creet....." Kim Hong menjulurkan jarinya, menotok rubuh wanita tersebut.

"ouw....." wanita itu menjeluarkan jeritan tertahan, dan tubuhnya menggeloso.

cepat-cepat Kim Hong maju kedepan, menyanggah jatuhnya tubuh orang itu. Dengan-pelahan-lahan diletakkannya di tanah.

Di dalam kamar, ternyata Paul mempunyai pendengaran yang hebat, suara teriakan tertahan dari wanita yang sudah digerayangi olehnya membuat ia terkejut, ia berkata: "Eh, mengapa cabo tadi berteriak?" Terdengar suara Lim Keng Hee cekikikan, "Kau sudah menyepaknya pergi, tentu saja dia bersedih."

"Ha ha..." Paul tertawa. "Siapa yang suruh dia tidak memakai parfum banyak2? Mengapa dia berbau busuk? Ha- ha...hayo, lekas buka baju,"

"Tidak" terdengar suara Lim Keng Hee,

Terdengar lagi suara Paul berkata: "Ha- ha. takut apa? Semua orang ingin beginian, semua orang dari daerah Tay- wan-kok semua seperti ini berbulu."

Masih tidak terdengar suara Lim Keng Hee. "Ha-ha. "

suara Paul tertawa sangat puas. "Lekas"

Kim Hong memasang kuping betul-betul, tidak terdengar suara Lim Keng Hee Tiba-tiba terdengar suara orang yang berteriak: "Eh, kau. "

Suara itu terputus, dan seterusnya tidak terdengar lagi suara ini.

Disaat pintu terbuka, Lim Keng Hee muncul disana, ia membereskan bajunya menggapaikan tangan kearah Kim Hong dan berkata:

"Kemari bawa orang itu" Lim Keng Hee menunjuk kearah wanita yang disediakan untuk Paul.

Kim Hong menjinjing perempuan anggota golongan Kalong itu, diletakkannya didalam kamar, disana Paul sudah menggeletak. ternyata sudah ditotok oleh Lim Keng Hee.

Kim Hong masih belum puas. dengan gemas dan ganasnya menotok jalan darah Cin-kau ia membentak:

"Kau, manusia dari luar daerah berani mengganggu daerah Tionggoan, kini akan kuberi sedikit hajaran- Untuk selanjutnya. kau tidak berkepandaian silat lagi." Kim Hong menotok dan memunahkan semua ilmu kepandaian Paul.

Lim Keng Hee membentak membanting-bantingkan kaki dan berkata "Lekas Kita harus meninggalkan tempat ini."

Setelah membaringkan wanita golongan Kalong disebelah Paul, Kim Hong dan Lim Keng Hee meninggalkan ruangan tersebut.

Tidak terjadi gangguan, sehingga tiba di ruang depan, sesudah mendapat peringatan Tamu tak diundang dari luar daerah yang palsu, Kim Hong dan Lim Keng Hee saling pandang.

"Tunggu sebentar," berkata Lim Keng Hee Dia meninggalkan Kim Hong, dan menyerap-nyerapi kamar.

Betul saja, diruangan depan itu duduk seorang tua berambut merah, itulah jago nomor satu dari luar daerah Tay-wan-kok yang bernama Hamid. Kini Lim Keng Hee menghampiri Hamid dan berkata “Hamid cianpwee, kau seorang diri saja?"

"Ya," jawab Hamid sangat singkat.

"Mengapa Hamid cianpwee tidak istirahat?" Bertanya lagi Lim Keng Hee,

"Aku sedang menunggu kembalinya mereka."

"JoosS cianpwee dan Mobilson cianpwee yang Hamid cianpwee maksudkan?"

"Ngg. " Hamid mengeluarkan suara dari hidung.

"Kemana mereka pergi?" bertanya Lim Keng Hee.

"Yang seorang sedang pergi menyerap-nyerapi kabar dirumah penjara batu digunung Bu-san. Seorang lagi pergi kegunung Lui San mencari istrinya yang melarikan diri. Menurut perhitunganku sudah waktunya mereka kembali."

"Mengapa cianpwe tidak menunggu di dalam?"

"Didalam keadaan sangat lembab. Aku tidak biasa." "Ilmu kepandaian Tay-yang Sin-kang cianpwee bisa

menghanguskan setangkai pohon. Dengan ilmu kepandaian sehebat ini mungkinkah masih takut dingin?"

"Ha-ha..." Hamid tertawa, "Budak tolol, betapapun lihay ilmu seseorang, ada juga yang harus ditakutinya?"

"Masakan ilmu Tay-yang sing-kang takut hawa lembab?"

"Bah Siapa yang takut kepada hawa lembab? ilmu kepandaian yang seperti Jie Biauw Kouw juga tidak kutakuti sifatnya lebih lembab dan lebih dingin, tapi masih berani dia menerima seranganku?"

"oo....keadaan didalam kamar itu tak begitu dingin, mengapa cianpwe harus menunggu ditempat ini?"

Hamid kalah berdebat, untuk bebarapa waktu dia terdiam.

"Hamid cianpwee...." panggil lagi Lim Keng Hee, ia sedang berusaha memanCing Hamid menyingkir dari ruangan tersebut.

"Hai," Hamid kewalahan: "Mengapa kau banyak usil?" "Boanpwee heran," kata Lim Keng Hee. "Mengapa

Hamid cianpwee belum istirahat?"

"Mengapa kau juga tidak istirahat?" bertanya Hamid.

Lim Keng Hee berkata "Aku tidak biSa tidur, Brey suheng merintih-rintih. aku merasa terganggu." "Apa?" Hamid terkejut, "Apa yang menyebabkan Brey merintih-rintih?"

"Entahlah" Lim Keng Hee memaparkan sepasang tangannya

"Biar kulihat apa yang telah terjadi."

Betul-betul Hamid meninggalkan ruangan itu, menuju kedalam.

Sesudah betul-betul menyaksikan Hamid pergi jauh. Lim Keng Hee menggapaikan tangan kearah Kim Hong, cepat- cepat mereka melarikan diri dari dalam kuburan yang lembab itu. Berhasilkah Kim Hong dan Lim Keng Hee melarikan diri?

Tidak begitu Cepat disaat itu, dari luar berlari datang empat orang, empat orang ini dibawah pimpinan seorang kakek bercodet, dibelakangnya adalah Sulek. Alwi, dan Dokucan.

Kim Hong bergerak cepat, mengayun tangan dan memukul mereka. Kakek bercodet terserang oleh pukulan Kim Hong.

Kim Hong bergerak cepat tanganya diayun kembali, sudah waktunya kena giliran. kini memukul kearah Sulek. Alwi dan Dokucan.

orang tua bermuka codet adalah jago nomor satu dari daerah Tay-wan-kok, namanya Mobilson, urutannya hanya berada dibawah Hamid dan Jooss. Kedatangannya Kedaerah Tionggoan adalah untuk mengembangkan dan menjajakan ilmu kepandaian mereka. Begitu memasuki daerah Tionggoan, dia bertemu dengan Suma Siu  Khim dan hampir terpukul jatuh. Kini menuju kearah markas besar golongan Kalong, mana disangka, kalau dari dalam markas besar itu muncul seorang musuh.

Pukulan Kim Hong adalah ciok-kok-thian- keng, salah satu dari tiga pukulan maut yang terlihay. Pukulan-pukulan itu sudah dijuruskan kearah Mobilson, Sulek. Alwi dan Dokucan.

orang tua bercodet Mobilsan bergerak cepat, walau didalam keadaan tidak terduga, dia mendorong tangan menerima pukulan Kim Hong. Hal ini berarti menolong jiwa Suiek. Alwi dan Dokucan. "Pang. "

Kim Hong terpukul mundur, kepalanya dirasakan sangat berat membentur Lim Keng Hee, dua-duanya jatuh kebelakang.

Yang beruntung, si codet Mobilson sudah menderira luka, karena itu pukulan Tay-yang-sin-kangnya tidak sehebat apa yang dimiliki, ia juga termundur sampai empat langkah.

Disaat yang sama, Alwi, Sulek dan Dokucan sudah menghadapi Kim Hong, juga merintangi jalan maju Lim Keng Hee.

Alwi. Sulek dan Dokucan adalah jago-jago dari luar daerah, untuk menghadapi seorang diantaranya, mungkin bisa saja Kim Hong bertahan, tapi untuk sekaligus bertahan melawan tiga jago itu, tidak mungkin Kim Hong bisa menerjang. Keadaan sangat krisis....

Terlebih lebih krisis lagi, karena disaat ini Mobilson, siorang tua berambut merah yang bercodet, terhuyung- huyung maju ke depan Kim Hong dipaksa mundur ke belakang. Tiba-tiba..... "Siiuuuuutt. " Dari lubang kuburan gerbang golongan Kalong muncul seseorang, dia menggunakan kerudung, inilah Tamu tidak diundang dari luar daerah

Ada dua orang tokoh silat yang menggunakan nama Tamu tidak diundang dari luar daerah. Yang satu tulen, yang Satu imitasi. Yang tulen mengabdikan diri kepada kebenaran. Yang palsu mengekor di kalangan golongan Kalong. Yang ini adalah tiruan-

Tangan Tamu tidak diundang dari luar daerah imitasi terayun, dari sana berhamburan beberapa gelintir jarum- jarum. Dibarengi oleh terdengarnya jeritan-jeritan Sulek. Alwi dan Dokucan. masing- masing jatuh berkelojotan-

Tentu saja keadaan yaag berada diluar dugaan, kalau Tamu tidak diundang dari luar daerah yang palsu itu bisa membela Kim Hong, mana mungkin pemuda kita bila melarikan diri?

Maka Sulek. Alwi dan Bokucan jatuh terbokong. Lim Keng Hee menarik Kim Hong dan berkata:

"Mari kita lari"

Disaat yang sama, Tamu tidak diundang dari luar daerah melemparkan sebuah bungkusan kearah Kim Hong. dia berkata "Terima bingkisan ini."

Kim Hong menyambutinya, bersama-sama dengan Lim Keng Hee melarikan diri.

Disana masih ada seorang yang belum terkalahkan, itulah Mobilson, tangannya terayun, memukul kearah Kim Hong.

Pusat perhatian Kim Hong sedang dicurahkan ketempat bungkusan yang dioper oleh Tamu tidak diundang dari luar daerah, dia agak lengah, karena itu ia alpa terhadap penyerangan Mobilson.

Lim Keng Hee selalu siap sedia, dia menghadang di depan Kim Hong, menghadang datangnya pukulan itu. "Aduuuhhh.,..."

Tubuh Lim Keng Hee terlempar jauh, dari mulutnya bersembur darah hidup, Dia terkena serangan Mobilson disaat Mobilson hendak meneruskan penyerangannya Tamu tidak diundang dari luar daerah yang palsu sudan bergerak datang, ke dua jago ini bertarung,

Kim Hong tercekat, ia lompat menghampiri Lim Keng Hee, terdengar suara rintihan nyonya ketua golongan Kalong itu: "Adik Kim Hong lekas kau lari seorang diri."

Tanpa banyak suara, Kim Hong menggendong tubuh Lim Keng Hee, mereka melarikan diri meninggalkan Mobilson yang mulai bergebrak dengan Tamu tidak diundang dari luar daerah.

Itu waktu, Sulek. Alwi, dan Dokucan sudah dijatuhkan, maka, tidak ada orang yang mengejar.

Dengan kecepatan lari Kim Hong, mereka sudah jauh meninggalkan tempat itu, meletakkan Lim Keng Hee dibaiik tanah kuburan, ia bertanya: "cici Lim Keng Hee, bagaimana keadaanmu?"

Lim Keng Hee tertawa meringis, dia berkata terputus- putus:

"Tidak... tidak apa... walaupun aku segera menghembuskan napasku... aku,.. aku puas "

Kim Hong berkata:

"cici Lim Keng Hee,jangan berkata seperti itu. Lukamu segera sembuh." Napas Lim Keng Hee sudah menjadi agak lemah, dan berkata lagi: "Lukaku....iukaku tidak bisa ditolong..."

"Akan kuusahakan." teriak Kim Hong.

"sebelum aku mati... aku hendak ..." Suara Lim Keng Hee terputus.

"Jangan berpikir jauh seperti itu."

"Aku hendak mengajukan satu permintaan-" berkata Lim Keng Hee,

"Katakanlah."

Kau tidak malu berkawan dengan orang yang seperti aku, bukan,?"

cepat-cepat Kim Hong berkata "Mengapa harus malu?" Lim Keng Hee berkata dengan air mata berlinang-linang "Karena  aku  ..  karena  aku...  adalah  istri  dari seorang

manusia aneh.,. manusia banci... manusia yang bisa

berubah menjadi wanita dan laki-laki. "

"Jangan memikir yang bukan-bukan," berkata Kira Hong. "cici Lim Keng Hee, aku percaya kesucianmu. Kau tidak salah."

"Masih... ingat.., ceritaku?" berkata Lim Keng Hee dengan sinar mata redup, "Ingat.   ceritera riwayat  hidupku

yang sedih? Aku mengharapkan bisa merasakan seorang pemuda idaman,pemuda yang normal. Bukan laki-laki, perempuan    yang   seperti   Jie   Hong    Hu.    aku.    entah

kesalahan apa yang sudah diperbuat oleh kedua orang tuaku? Aku harus kawin dengan Jie Hiong Hu, sesudah kau tahu rahasia ini kuharap saja kau tidak memandang rendah kepadaku. " Buru-buru Kim Hong berkata: "Sesudah kujelaskan, tidak pernah memandang rendah kepada cici."

Lim Keng Hee tersendat sebentar, sesenggukkan ia berkata:

"Maksudku... maksadku... sabelum aku mati bisakah kau. "

"Kau tidak akan mati," kata Kim Hong.

Lim Keng Hee menangis semakin sedih, katanya lagi "Seluruh isi jeroanku sudah bancur... kau...kau "

"Katakanlah apa yang kau mau?" Lim Keng Hee berkata:

"Adik Cin Hong ...anggaplah aku sudah gila. sebelum

aku mati, kuharap kau bisa menciumku."

Kim Hong tertegun, tapi cepat- cepat pula ia mengecupi seluruh tubuh Lim Keng Hee.

"cici Lim Keng Hee," ia berkata, "aku She Kim, bukan she Cin. Penguasa rumah penjara digunung Tay-pa San adalan ibuku, bukan ayahku, tadi aku menakut-nakuti mereka. "

Mendapat ciuman Kim Hong yang sementara itu, Lim Keng Hee tersenyum sebentar, Dia puas napasnya tersendat, dan sampai disinilah berakhir riwayat hidupnya. Lim Keng Hee menghembuskan napasnya yang penghabisan didalam pelukan Kim Hong.

Kim Hong memanggil-manggil nama wanita itu, tiada penyahutan, membuktikan bahwa Lim Keng Hee sudah tiada napas lagi, akhirnya Kim Hong menjadi bersedih dia memanggilnya berulang-ulang .

"cici... cici... Lim Keng Hee, cici Lim Keng Hee. " Disaat itu, tiba-tiba tampak satu bayangan mendatangi tempat itu, inilah bayangan sitamu tak Diundang dari luar daerah yang palsu, badannya berlepotan darah,  memandang kearah Kim Hong dan bertanya: "sudah mati?"

Kim Hong melepaskan pelukannya, meletakkan tubuh Lim Keng Hee, ia menganggukkan kepala dan berkata:

"Dia mati. karena menolong diriku, isi dalamnya hancur dipukul oleh sicebol itu..."

Tamu Tidak Diundang dari luar daerah yang palsu memeriksa urat nadi Lim Keng Hee betul-betul sudah berhenti, memandang Kim Hong dan membentak marah "Mengapa tidak kau beri makan obat kepadanya?"

Kim Hong menundukkan kepala berkata "Aku tidak mempunyai obat luka yang parah ini."

Tamu Tidak Diundang dari luar daerah yang palsu menghardik lagi

"Kau tidak membuka bungkusan yang kuberikan itu?" "Belum," jawab Kim Hong.

"Mengapa tidak kau buka?" Berkata Tamu Tidak Diundang dari luar daerah yang palsu yang penuh penyesalan.

"Apa?" Kim Hong terbelalak. "Disini tersedia obat untuknya?"

Tamu Tidak Diundang dari luar daerah yang palsu berkata: "Itulah kotak ajaib."

Kim Hong mengeluarkan bungkusan yang diberi dari Tamu Tidak Diundang dari luar daerah, ia berkata mengeluh: "ob, tidak kusangka kalau disini terdapat kotak ajaib. Tapi ....bukankah, kunci mas yang kesepuluh itu belum diketemukan?"

"Ini termasuk salah satu dari rencanaku." Berkata Tamu Tidak Diundang dari luar daerah yang palsu.

"oh. "

Tamu tidak diundang dari luar daerah yang palsu menghela napas, berpikir sebentar dan ia berkata:

"Di dalam kotak ajaib terdapat dua belas butir obat Tiang-seng-pu-lo-tan, konon menurut cerita bisa menghidupkan orang yang baru mati, bisa menambah latihan tenaga dalam, tapi dua belas butir obat Tiang-seng- pu-lo-tan milik dua belas partai besar, dimisalkan kalau diambil satu atau dua butir, bagaimana penilaianmu?"

Kim Hong terkejut, dia berkata:

"Sulit boanpwe menjawab. Tapi kalau boanpwe mempunyai seperdua belas dari bag ian itu, boanpwe bersedia diserahkan kepada cianpwee."

Tamu tidak diundang dari luar daerah yang palsu berkata:

"Bukan untuk kugunakan send iri, maksud aku Untuk digunakan kepada nona Lim Keng Hee. Beri saja sebutir obat Tiang-seng-pu-lo-tan mungkin bisa mengembalikan jiwanya."

Hati Kim Hong tergerak. cepat-cepat membuka bungkusan yang berisi kotak ajaib itu, ia berkata:

"Demi menolong jiwanya. obat bagian oey-san-pay itu biar menjadi tanggung jawab ku."

"Lekas," berkata Tamu tidak diundang dari luar daerah. "Lekas buka kotak ajaib itu." Kim Hong sudah mengeluarkan kotak ajaib itu, tapi dia ragu-ragu dan bertanya: "Ei, bagaimana persoalan kunci mas yang kesepuluh itu?"

Tamu tidak diundang dari luar daerah yang palsu berkata:

"Kunci yang kuserahkan kepada Jie Biauw Kow adalah kunci palsu, yang berada disini adalah kunci yang asli, buka saja."

Kim Hong tidak ragu-ragu lagi, mulai dari kunci mas yang pertama, dimasukkan kedalam lubang-lubang kotak ajaib, satu persatu diputar. Dan, krek, krek, krek... sehingga kunci yang terakhir, kotak ajaib itupun terbuka

Keadaan Tamu tidak diundang yang palsu yang sebelumnya sudah murung, secara tiba-tiba saja menjadi segar, memanjangkan lehernya dan bertanya:

"Bagaimana?" "Aaaaaa. "

Berbarengan terdengar suara teriakan Kim Hong yang kaget. "Mengapa?"

"cianpwee lihat sendiri. Kukira kotak ini bukan kotak ajaib."

Pada kotak yang sudah terbuka itu, terdapat lekukan- lekukan- tapi. isinya kosong

"Kosong?" Berteriak Tamu tidak diundang dari luar daerah yang palsu. Wajah Kim Hong menjadi murung kembali, dia berkata:

"Boanpwe kira, dua belas butir obat Tiang-seng pu-lo-tan dan catatan-catatan kitab pelajaran silat sudah diambil oleh ketua golongan kalong." Tamu tidak diundang dari luar daerah yang palsu menggelengkan kepala, dia berkata:

"Tidak mungkin. Sesudah dia membunuh mati wakil ketua dari dua belas partay, sesudah mengambil kotak ajaib, belum pernah aku meninggalkan dirinya Belum pernah membuka, apa lagi mengingat kunci mas yang kesepuluh  itu adalah kunci yang palsu sengaja aku serahkan kepadanya. Kalau Ssja dia berani membuka kunci set terjadi perobahan, kotak ini bisa meledak."

Dengan dingin Kim Hong bertanya: “Heran, menurut cerita orang, di dalam kotak ajaib berislkan dua belas butir obat Tiang-seng-pu-lo-tan dan dua belas macam ilmu mujijat, kemanakah obat-obat dan catatan ilmu-ilmu itu? Mungkinkah satu tipu muslihat untak mengelabui orang?"

"Kesucian si Dewa persilatan Kat Thian Bin jangan disangsikan, hal itu tidak bisa terjadi."

"Inilah yang Sedang kubingungkan-"

"Siapa yang mengambil kotak ajaib ini dari dasar telaga Tay-pek tie?"

"orang itu tidak perlu disangsikan, orang yang mengambil kotak ajaib dari telaga Tay-pek tie adalah aku pribadi. "

"oh ... ." Kim Hong menjadi bingung. Permainan apa yang dilakukan oleh Tamu Tidak Diundang dari luar daerah yang palsu ini? Sebentar memihak kepada golongan Kalong sebentar memihak kepadanya? Dan kini terjadi pula perobahan ajaib yang tidak mungkin bisa terjadi.

Dugaan Kim Hong jatuh kepada tipu muslihatjago samaran yang berada didepannya, pertama-tama, sengaja mengambil isi dari pada benda-benda berharga yang berada didalam kotak ajaib, sesudah itu diserahkan kepadanya. Seolah-olah hendak menjadi orang baik. Mau mengambil hatinya? Inilah rencana tertentu. Tiba-tiba saja Kim Hong tertawa berkakakan: "Ha ha ha. "

"Apa yang kau tertawa kan?" Bertanya Tamu tidak diundang dari luar daerah imitasi.

Secepat itu pula, tangan Kim Hong bergerak, dia memegang pergelangan tangan Sijago silat misterius, dengan dingin ia berkata:

“Hei, sandiwaramu lumayan juga Sayang Kau terlalu memandang rendah diriku, kalau saja kau tidak menyerahkan catatan-catatan ilmu silat peninggalan dua belas partay dan obat Tiang Seng-pu-lo-tan, jangan harap kau bisa hidup keluar dari tempat ini."

Keadaan Tamu tidak diundang dari luar daerah sangat lemah, sesudah terpukul oleh Mobilson, dia menderita luka dibeberapa tempat. Karena itu dengan mudah dia bisa dibekuk orang,

Dituduh seperti itu dia tidak marah, hanya tertegun sebentar, dengan suara tenang dan datar dia berkata: "Sama. cocok"

Kim Hong membentak: "Apa yang sama? Apa yang cocok?"

"Inilah tabiat-tabiat yang dimiliki oleh ayahmu." Berkata Tamu tidak diundang dari luar daerah yang palsu. "Dia penuh curiga. Kau juga penuh curiga. Dia banyak menyebar Cinta, kau juga banyak menyebar Cinta. Demikian ayahmu, demikian pula anaknya. sangat sama. Mirip sekali. cocok setali tiga uang."

"Kau kenal kepada ayahku?" Bentak Kim Hong. Dengan dingin, Tamu tidak diundang dan luar daerah berkata: "Lebih daripada kenal. Huh. "

“Huh apa?" Bentak Kim Hong marah. "Apa kesalahan ayahku?"

"Apa kesalahan ayahmu?" Berkata jago misterius itu. "Tanya sendiri kepadanya , dia bukan dewa, apa diwajibkan aku patuh dan hormat kepadanya?"

"Kau siapa?" bentak Kim Hong,

"Tanya kepada ibumu, siapa aku, "berkata Tamu Tidak Diundang dari luar daerah yang palsu.

"Kau kenal dengan ibuku?" Hal ini berada diluar dugaan Kim Hong.

"Mengapa tidak kenal?" Berkata Tamu tak diundang dari luar daerah yang palsu. "Dia Sudah menjadi penguasa rumah penjara rimba persilatan digunung Tay-pa San? Anggapannya tak ada orang yang tahu? ha ha ha. "

Kim Hong menjadi heran, dia bertanya: "Tapi ibuku tidak kenal kepadamu. Kalau dia kenal, Sudah tentu dia beritahu."

"Tidak kenal?" Ulang tamu tidak diundang dari luar daerah yang palsu. Ha ha. , apa betul? Apa betul dan tidak

kenal, apa sengaja melupakan diriku. coba tanya lagi, pasti dia ingat."

"Berpikir sebentar, tiba-tiba setitik pikiran berkelebat, Kim Hong berkata. "Mungkinkah kau adalah Suheng dari ibuku?"

"Aku lebih suka disebut orang sebagai murid Suma Cin," berkata tamu tak diundang dari luar daerah yang palsu. "Daripada disebut suheng dari ibumu." Dugaan Kim Hong tidak salah Tamu tak diundang dari luar daerah yang palsu adalah SUheng dari ibunya, namanya cie Hoa Hong

Menurut Cerita Suma Siu Khim sang suheng cie Hoa Hong adalah seorang baik. Tapi dari kenyataan yang Kim Hong saksikan, tindak tanduk tamu tidak diundang dari luar daerah yang palsu ini sangat menyulitkan dirinya, karena itu ia berkata: "Betul-betul aku tidak mengerti ?"

Tamu tak diundang dari luar daerah yang palsu cie Hoa Hong berkata: "Apa yang tidak dimengerti ?"

"Kau memalsukan seseorang, kau berkomplot dengan golongan Kalong, terakhir kau berkhianat pula kepada golongan Kalong Apa maksud tujuanmu?"

cie Hoa Hong berkata:

"Kau tidak mengerti maksud tujuanku, karena aku sudah menyerahkan kotak ajaib kepadamu?"

"Ya. Betul-betul tidak mengerti."

cie Hoa Hong melirik kearah mayat Lim Keng Hee, Walau hanya sebentar, cukup menyuruhkan perasaannya, seraya menghela napas berkata: "Sedikit banyak ada hubungannya dengan nyonya ini "

"Apa hubunganmu dengan cici Lim Keng Hee?" Bertanya Kim Hong. Tamu tak diundang dari luar daerah yang palsu cie Hoa Hong berkata

"Lim Keng Hee adalah seorang Wanita yang baik seorang wanita suci. Terus terang kukatakan kepadamu, sesudah meninggalkan ibumu, aku berkelana dirimba persilatan selama duapuluh tahun, aku hidup dengan kekosongan hati belum pernah terganggu, tapi...sesudah bertemu dengan Lim Keng Hee. kelelakianku hidup kembali, walau dia tak tahu betapa Cintaku kepadanya, tapi hanya hatiku seorang diri yang tahu."

"Aaaa..." Berteriak Kim Hong kaget. "Mengapa kau tidak memberi tahu kepadanya?"

Ternyata cie Hoa IHong menyintai Lim Keng Hee

Tamu tak diundang dari luar daerah yang palsu cie Hoa Hong berkata:

"Masih belum waktunya, Lim Keng Hee adalah seorang wanita suci, aku takut, lebih takut lagi kalau bisa mengganggu usahaku."

"Eh, apa usaha supek?"

Kim Hong harus memanggil Supek kepada cie Hoa Hong, mengingat cie Hoa Hong adalah suheng dari ibunya.

cie Hoa Hong berkata: "Tujuanku menyatmar jadi tamu tak diundang dari luar daerah yang palsu ada dua maCam yang pertama adalah mengambil kotak ajaib ini"

Napas cie Hoa Hang menjadi sangat sengal, suaranya lemah, ia mengambil sesuata, ditelannya segera, itu obat penguat badan-..

Dan sesudah makan obat tersebut, cie Hoa Hong menjadi kuat kembali, ia berkata "Sebelum aku mati ..."

"Apa? kau juga mau mati?" Berteriak Kim Hong. "Lukaku lebih berat dari Lim Keng Hee, aku terkena

pukulan Hamid sampai dua kali, hanya obat inilah obat yang terakhir, sebelum aku mati, tolong sampaikan pesan kepada seseorang, namanya Bok Siu..."

"Piauw-peng-klam-khek Bok Siu?" berkata Kim Hong terkejut. Ternyata Piauw-peng-kiam-khek Bok Siu adalah murid dari Tamu tak diundang dari luar daerah yang palsu.

"Dia adalah muridku," berkata cie Hoa Hong. "Dia adalah putri tunggal dari panglima perbatasan, aku pernah menjadi guru pelatih pada tentara ayahnya. aku kenal kepadanya Negara Tay-Wan-kok adalah negara yang kuat, laki dan wanita berkepandaian silat, disaat aku memasuki negara tersebut. aku menemukan sibanci Jie-hong Hu dan jago nomor satu Hamid dan Jooss serta Mobilson. aku tahu sifat-sifat Jie Hiong Hu, atas desakan dan ajakan Jie Hiong Hu, Hamid, Jooss dan Mobilson telah berkomplot, mereka hendak menguasai daerah Tionggoan- Maka itu aku beritahu kepada panglima perbatasan, seperti apa yang kuduga Jie Hiong Hu mendirikan partay Kalong, karena itu aku menggunakan nama Kebesaran tamu tak diundang dari luar daerah mengabdikan diri kepadanya, sehingga suatu hari pertemuanku dengan ayahmu. sesudah pertemuan dengan ayahmu, hingga Jie Hiong Hu mengetahui bahwa aku adalah Tamu Tak diundang dari luar daerah yang palsu, tapi, tak menganggap sesuatu apa. "

"Bila supek bertemu dengan ayah?" Berteriak Kim Hong kaget.

Tamu tak diundang dari luar daerah yang palsu cie Hoa Hong berkata:

"Itu waktu kau juga ada, disaat aku sama sikakek ie-oe saling tarik urat, kau dan Leng Bie Sian datang, aku terpaksa menempur ayahmu."

"Eh...Tamu tidak diundang dari luar daerah itu yang diartikan sebagai ayah ?" Berteriak Kim Hong kaget.

"Ehm," cie Hoa Hong memandang Kim Hong, "Mungkinkah ayahmu belum mau mengaku?" "Apa yang di aku?" Bertanya Kim Hong.

"Dia belum membuka tutup kerudungannya. Dia tak menyebut bahwa dia adalah ayahmu?"

"Maksudmu. Tamu tidak diundang dari luar daerah yang asli itu adalah ayah?" Bertanya Kim Hong.

"Ya, Tamu tak diundang dari luar daerah Kim Hoong adalah ayahmu."

"Tidak mungkin-...tidak mungkin-.." berkata Kim Hong. "Apa yang tidak mungkin?" bertanya cie Hoa Hong. "Mana mungkin Tamu tidak diundang dari luar daerah

yang asli menjadi ayahku?"

"Ha ha...." cie Hoa Hong terrawa. "Betul-betul tamu tak diundang dari luar daerah adalah ayahmu."

Kim Hong berkerut alis, ia berkata:

"Terus terang kukatakan, aku sudah berhasil menemukan ayahku. itulah yang bernama oey-ceng, itu waktu aku tidak tahu, ia menyerahkan kipas Han-Siong-Giok-tlok. Dan sesudah dibuktikan ibuku, betul-betul dia adalah ayahku."

"Tidak salah lagi. Tamu tak diundang dari luar daerah asli itu adalah ayahmu namanya Kim Hoong."

"Tidak mungkin." Berkata Kim Hong. "Tamu tak diundang dari luar daerah yang asli sudah tertawan didalam rumah penjara rimba persilatan yang baru."

"Mengapa kau keras kepala." bertanya cie Hoa Hong. "Apa buktinya?" Bertanya Kim Hong.

"Karena urusan ibumu dan ayahmu. telah bertahun- tahun kuikuti dirinya, mungkin orang lain tidak tahu, siapa nama asli Tamu Tidak Diundang dari luar daerah tapi aku cie Hoa Hong tahu. Tamu Tidak Diundang dari luar daerah adalah Kim Hoong, siapa berhasil mendidiknya, aku juga tahu, aku tahu orang yang menjadi gurunya."

"Siapa gurunya?" Bertanya Kim Hong.

"Kongsun Bwee Kun-" Berkata cie Hoa Hong. "orang yang berhasil mendidik ayahmu berkepandaian silat tinggi adalah Kongsun Bwee Kun adalah kekasih sikakek gelandangan Kiat Hian, Kongsun Bwee Kun gagal kawin dengan sikakek gelandangan karena bujukan orang, dia berhasil kena ajakan dan desas-desus, sesudah meninggalkan daerah Tionggoan dia lari kenegara Tay- wan-kok, disana dia kenal kepada jago Tay-wan-kok Jooss, dan akhir Kongsun Bwee Kun menikah dengan Jooss. Kemudian mengetahui kalau langkahnya itu adalah  langkah yang salah, dia kena bujukan orang, tidak seharusnya dia meninggalkan sikakek gelandangan Kiat Hian, Karena itu dia juga meninggalkan suaminya kembali kedaerah Tionggoan, menyucikan diri menjadi biarawati, dia mengganti nama menjadi Pan Su Lonnie. Hal ini betul- betul terjadi belum lama, seperti apa yang sudah kau katakan Jooss sedang pergi kegunung Lui-san mencari istrinya lagi, istri Jooss yang melarikan diri adalah Kongsun Bwee Kun"

Kim Hong semakin hebat, ia bertanya: "Pan su Lonnie Kong-sunBwee Kun menetap digunung Lui-san?"

cie Hoa Hong menganggukkan kepala seraya berkata: "Dia pernah menetap untuk beberapa waktu, Karena  dia

malu kepada sikakek gelandangan Kiat Hian, tidak berani

bertemu dengan sikakek gelandangan Kiat Hian maka dia tidak menetap disuatu tempat yang pasti. Kini dimana ia menetap? Aku tidak tahu" Sampai Cerita ini, baru Kim Hong mengerti, apa yang menyebabkan Sifat gilanya si kakek gelandangan Kiat Hian, ternyata Kiat Hian tergila-gila Kongsun Bwee Kun, walau Kongsun Bwee Kun sudah menjadi biarawati, mengganti nama menjadi Pan Su Lonnie, Kiat Hian masih mencari- carinya tidak berhasil, karena itu ia sakit ingatan. Lagi-lagi korban asmara

Terdengar elahan napas panjang cie Hoa Hong berkata lagi:

"Umur mereka sudah hampir mencapai delapan puluhan tahun, tapi kepada kekasihnya masih tetap tidak bisa dilupakan, dalam soal ini aku tidak bisa menandingi sifat mereka. "

Kim Hong bertanya:

"Apa yang menyebabkan Kongsun Bwee Kun cianpwee meninggalkan Kiat Hian cianpwee?"

cie Hoa Hong berkata :"Fitnah itu keluar dari mulut Yap Yok Hong. Yap Yok Hong adalah nenek ubanan yang kau jumpai digunung Lie-Liang San itu. Yap Yok Hong hendak kawin kepada kakek gelandangan Kiat Hian, maka dia membuat fitnah jahat sengaja dikatakan kalau Kiat Hian sudah menikah dan mempunyai anak, itulah yang menyakiti hati Kongsun Bwee Kun, tanpa menyelidiki kebenaran dari cerita tersebut, tanpa menyadari akibatnya Kongsun Bwee Kun meninggalkan sang kekasih. "

"Apa Yap Yok Hong berhasil kawin dengan Kian Hian cianpwe?"

"Kau kira Kiat Hian mau mengawini Yap Yok Hong?" "ouw. "

"Karena itulah urusan mereka berantakan, berceceran," "Eh, kau katakan kalau Tamu tak diundang dari luar daerah yang asli itu sebagai ayahku, siapa pula laki-laki yang menggunakan nama samaran Oey Ceng?" cie Hoa Hong berkata:

"Aku belum melihat laki-laki yang menggunakan nama samaran Oey Ceng itu, maka aku tidak bisa memberitahukannya. Tapi yang pasti Oey Ceng bukanlah ayahmu."

"Tidak mungkin. Ibu mengatakan dia adalah ayahku. Dari mana dia mendapatkan kipas wasiat Hian-siang-Giok- tiok?

"Mana kutahu!" jaWab cie Hoa Hong. "Kalau kau mempunyai pegangan kuat bisa memenangkan penguasa rumah penjara yang baru mengapa kau tidak menantang, menyelidiki sendiri ?"

"Aku tidak bisa memenangkan pertandingan itu. Ilmu silat penguasa rumah penjara rimba persilatan yang baru sangat misterius, aku bukan tandingannya."

Sesudah itu, ceritakan bagaimana dia bersama-sama laki- laki yang menggunakan nama samaran Oey Ceng itu memasuki rumah penjara yang baru, menantang penguasa rumah penjara tersebut, terakhir dikalahkan.

cie Hoa Hong berpikir beberapa saat, sesudah menghela napas ia berkata:

"Kalau kau berhasil memakan obat Tiang-seng-pu-lo-tan, keajaiban bisa berubah, aku kira kau mempunyai kekuatan untuk mengalahnya. "

Disebutnya nama obat Tiang-Seng-pu-lo-tan yang berada di dalam kotak ajaib, kecurigaan Kim Hong kambuh kembali, dia bertanya: "Kau mengaku suheng dari ibuku yang bernama cie Hoa Hong, apa buktimu?"

cie Hoa Hong membuka tutup kerudung mukanya, disana tampak sebuah wajah yang cukup tampan- ditengah- tengah dari kedua alis terdapat tahi lalat hitam, menunjukkan jarinya pada tahi lalat hitam itu, dia berkata:

"Bisakah memberi tanda ini sebagai bukti?" Kim Hong berkata:

"Aku harus bertanya dulu kepada ibu."

"Sebelum kau mengaku aku sebagai supekku, apa yang hendak kau lakukan?"

"Aku hendak membawa kau kepada ibu, disana dia bisa membuktikannya."

"tidak mungkin, Sudah terlambat, seperti juga keadaan Lim Keng Hee, aku bisa terbaring di tempat ini. Terbaring untuk selama-salanya."

Kim Hong terkejut, hampir dia berteriak: "Betul-betul sudah tidak bisa ditolong lagi?"

"Aku terpukul oleh Hamid, keadaan lukaku lebih hebat dari Lim Keng Hee, aku tidak mati, karena bantuannya obat-obat ini, tapi obat terakhir sudah kumakan habis, tidak mungkin dapat ditolong lagi."

"Betul-betul tidak bisa ditolong lagi?" Bertanya Kim Hong,

"Kecuali mendapat obat Tiang-seng-pu-lo-tan," berkata Tamu tidak diundang dari luar daerah yang palsu itu.

Kim Hong masih belum yakin, siapa dianya orang yang menggunakan nama samaran Tamu tidak diundang dari luar daerah yang palsu ini. Apa bukan mungkin sebagai tipu muslihat?

Siapakah Tamu tidak Diundang dari luar daerah yang palsu? Dia mengaku sebagai suheng dari rumah penjara rimba persilatan digunung Tay-pa-san- Apa buktinya? Betulkah namanya cie Hoa Hong? Apa betul-betul dia sudah hampir mati?

Napas Tamu tidak Diundang dari luar daerah yang palsu lemah kembali, ia berkata rendahan:

"Mungkin kesalahanku. Itu waktu saat aku memasuki telaga Tay-pek tie, terlalu cepat mendapatkan kotak ajaib. Sekarang kupikir kembali mungkin kotak ajaib ini adalah kotak ajaib yang palsu. Kotak ajaib yang asli masih terpendam ditelaga Tay-pek-tie. Karena salah mengambil kotak ajaib tidak mungkin mendapat pel obat Tiang seng- pu-lo-tan, tidak mungkin jiwaku diperpanjang pula. "

Kim Hong berkata:

"Menurut cerita Lim Keng Hee cici. Sesudah Jie Hiong Hu mendapatkan kotak ajaib selalu dibawa-bawa olehnya, mengapa kau mengatakan kau yang menemukan didasar telaga Tay-pek-tie?"

"Ya Akulah yang mengambil kotak itu. Kuambil dari dasar telaga Tay-pet-tie."

"Betul-betul cianpwee yang mengambil kotak ajaib didasar telaga Tay-pek-tie?" Bertanya Kim Hong.

"tidak perlu kau ragukan. Akulah yang mengambil kotak ajaib dari telaga Tay-pek-tie kuserahkan kepada jie Hiong Hu, tapi tidak begitu tolol, kuganti kunci mas yang kesepuluh dengan kunci mas yang palsu, maka diapun tidak membukanya" "Mengapa kotak ajaib sudah kosong?" "Inilah yang membingungkan diriku."

"Mengapa cianpwee mau bernaung dibawah panji kebesaran partay Kalong?"

"Dalam soal ini, ada sebab-sebab penting mengambil bagian juga urusan ayahmu. Terus terang kukatakan sedikit banyak aku tidak puas kepada ayahmu, aku memalsukan dirinya dan bernaung dibawah panji golongan Kalong itulah suatu pembalasan, dengan harapan ini agar ayahmu menjadi marah, biar dia menempur ibumu digunung Tay- pa-san, tapi tidak berhasil, ayahmu kukuh kepala. "

Baru sekarang Kim Hong mengerti, siapa adanya tamu tak diundang dari laar daerah yang asli, siapa adanya Tamu tak diundang dari luar daerah yang palsu? Tapi. Siapa

pula Oey Ceng?

Menurut pengakuan ibunya, Oey Ceng adalah nama samaran dari ayahnya.

Persoalan ini yang membingungkan Kim Hong, satu bayangan lagi hadir ditempat itu, Kim Hong terkejut dan bersiap siaga, tiba-tiba ia berteriak

"Aaaa ibu"

Orang yang datang adalah penguasa rumah penjara rimba persilatan gunung Tay-pa San Suma Siu Khim

Tanpa menghiraukan anaknya, Suma Siu Khim berkata: "Lekas, lekas mencari tempat bersembunyi. Mereka sudah datang"

Sesudah itu, memandang kearah Tamu tak diundang yaog palsu cie Hoa Hong, Suma Siu Khim berkata: "Suheng, aku datang. " Tamu tak diundang dari luar daerah yang palsu betul- betul adalah cie Hoa Hong. Dia sudah berada diambang pintu kematian- matanya dikatupkan, mendengar suara Suma siu Khim, ia mementangkan matanya lebar-lebar, hampir tidak percaya, ia bertanya; "Sumoay, betul-betul kau?"

Suma Siu Khim berkata;

"Bukan waktunya kita bicara, lekas cari tempat persembunyian-"

Kim Hong mengangkat cie Hoa Hong, mereka melarikan diri. cie Hoa Hong cepat berkata; "Kesitu Buka baju itu"

Menurut petunjuknya, Kim Hong mengangkat sebuah batu besar, disana terdapat goa, bersama-sama memasuki goa tersebut.

Sesudah membaringkan cie Hoa Hong di dalam goa tersebut, Suma Siu Khim dan Kim Hong memandangnya dengan lirih. Suma siu Khim berkata:

"Aku dari kota Lie wie mengejar sicodet merah itu hingga disini, belum lama, aku melihat kau menempur seseorang. Lagi urusan orang-orang dari Tay-wan-kok. itu waktu aku tidak tahu kalau kau, kulihat kau terpukul, kulihat kau melarikan diri sehingga sampai disini, ternyata kau adalah cie suheng. "

Sesudah itu, Suma Siu Khim menoleh kearah Kim Hong dan berkata: "Kau jaga mulut goa, kudengar seperti ada orang yang datang."

Meninggalkan ibunya dan cie Hoa Hong, Kim Hong menuju kemulut goa.

tidak lama kemudian, dari jauh, dari luar goa tersebut terdengar Lam-kek Sin-kun Im Liat Hong; "Hamid cianpwe, disini ada segumpal darah"

Berbareng terdengar pula suara yang lain; "Ya Disini juga ada bekas tanda darah" Disusul dengan suara yang lain pula:

"tidak salah lagi Mereka melarikan diri tempat ini. Lekas ikuti tanda darah itu, kejar mereka"

Itulah suara sikakek rambut merah bercodet Mobilson MENDENGAR suara Mobilson, hati Kim Hong

tercekat, mengintip keluar goa, disana terdapat enam orang sedang menuju kearahnya.

Keenam orang itu berada dibawah pimpinan orang- orang berambut merah, mereka adalah Hamid, Mobilson dan lain-lainnya.

Mengetahui rombongan Hamid sedang menuju ketempat ini, hati Kim Hong semakin tercekat.

Disini masih ada ibunya, sang ibu pernah menempur Mobilson, itu waktu Mobilson harus menderita sedikit luka, tapi selisih silat mereka tidak terlalu jauh. Sesudah datang bantuan Hamid dan kawan-kawan, mungkinkah sang ibu mempunyai kekuatan untuk mengalahkan begitu banyak jago kelas satu?"

Kaki Kim Hong sudah dilejitkan, bersiap keluar untuk menampili pergi rombongan Hamid. Tapi hal itu gagal dilakukan, mengingat bahaya yang lebih besar.

Darah cie Hoa Hong yang bertetesan dijalan menjadikan pedoman mereka, memberi petunjuk kepada rombongan itu, dimana sang buronan menyembunyikan diri. sebentar kemudian, terdengar suara Mobilson berteriak girang: "Ha Disini ada bekas tetesan darah. Mereka lari kearah sini." Terdengar suara Alwi yang berteriak girang. "ada goa...

Tentu bersembunyi disana"

Terdengar suara Sulek berkata: "Biar teecu yang masuk menangkapnya."

Terdengar suara Hamid berkata: "Tunggu dulu" "Tungga apa lagi?" Inilah suafa Mobilson- Terdengar suara Hamid:

"Mobilson sute, apa betul-betul dia sudah terluka?"

Terdengar suara Mobilson: "tidak perlu diragukan. Ia telah kena pukulanku, lihat... Dia sudah muntah darah segar. Inilah bukti."

Hamid ragu-ragu sebentar dan bertanya: "Goa itu tertutup oleh batu besar. mengapa dia masih mempunyai kekuatan geser batu-batu besar? Bobot batu besar itu paling sedikit seribu kati."

Terdengar suara Mobilson- "Jangan lupa, menyertainya adalah sibocah Cin Hong."

Terdengar suara Hamid: "Im Liat Hong, coba kau lihat" Lam-kek Sin-kun Im Liat Hong mengiakan, perlahan-

lahan menuju kearah goa.

Didalam goa Kim Hong menahan napas, ia sedang memaki Hamid yang licik, tidak mau menyuruh orang sendiri, tapi membiarkan si Im Liat Hong dan golongan Kalong yang mengantarkan jiwa.

"Hah tidak perduli, siapa yang masuk. akan kupukul sampai remuk." Kemudian bgrpikir Kim Hong.

Suara Lam-kek Sin-kun Im Liat Hong semakin dekat, derap langkah kaki bergeser, keadaan menjadi tegang, Kim Hong menunggu didalam goa. Goa itu cukup dalam, sebentar kemudian Lam-kek Sin- kun Im Liat Hong tidak meneruskan langkahnya, terdengar ia berteriak dalam:

"Cin Hong kalau betul-betul pria sejati, hayo Keluar..

Jangan main petak-umpat ditempat gelap"

Hati Kim Hong tercekat, sangkanya tempat persembunyiannya sudah diketahui oleh Lam-kek Sin-kun Im Liat Hong, maka gagallah rencana membikin pembokongan, dia bermaksud menerjang keluar, tiba-tiba pundaknya terasa dipegang orang, itulah Suma Siu Khim yang membisiki anaknya: "Jangan ladeni"

Betul-betul Lam-kek Sin-kun Im Liat Hong bersifat menggertak, ia takut mendapat bokongan, karena itu berteriak-teriak.

Menunggu beberapa waktu, tidak ada reaksi, Lam-kek sin-kun Im Liat Hong semakin berani, putusannya. tidak ada orang, Maju lagi tiga langkah dan berkata:

"Cin Hong, lebih baik kau keluar. dengan nama ayahmu sebagai penguasa rumah penjara rimba persilatan, mereka tidak berani mengganggu dirimu. Keluar Aku berpura-pura kalah kau boleh melarikan diri. Setuju?"

Suara Lam-kek Sin-kun Im Liat Hong jadi agak melemah, seolah-olah hendak mencari persahabatan-

Kim Hong menolehkan kepala, memandang kearah ibunya yang berdiri dibelakang.

Suma siu Khim menggeleng-gelengkan kepala, itulah suatu tanda jangan ladeni Lam kek Sin-kun Im Liat Hong.

Terdengar lagi suara Lam-kek Sin-kun Im Liat Hong: "Cin    Hong,    kuberitahu    kepadamu,    aku memasuki

golongan Kalong bukan sejujurnya, aku tidak tahu kalau Jie Hiong Hu si banci itu hendak berlaku jahat, apa lagi sesudah kedatangan orang-orang dari luar daerah, mereka petantang-petenteng, sangat sombong, aku tidak bisa menyaksikan sikap mereka yang seperti itu maksudku hendak meninggalkan golongan Kalong, tapi tak ada kesempatan- Hayo, keluarlah, aku tidak mengganggu."

Hati Kim Hong terharu, pengalamannya masih cetek. menoleh lagi, memandang kearah sang ibu, seolah-olah berkata: "Bagaimana, kukira dia betul-betul."

Suma Siu Khim masih tetap menggelengkan kepala. sebentar kemudian, terdengar suara Lam-kek Sin-kun Im

Liat Hong tertawa seram?

"Maknya dirodok, bocah ini tidak berada didalam, aku ketakutan kepada bayangan sendiri. Biarpun disertai bapaknya pemilik rumah penjara rimba persilatan aku tidak takut"

Mata Kim Hong mulai melihat satu bentuk tubuh yang besar, ada bayangan yang memasuki kearah dekatnya.

Disaat Kim Hong hendak mengayun tangan gerakan Suma Siu Khim lebih cepat, "crat!! dia menotok jatuh Im Liat Hong dengan sepasang matanya yang memancarkan cahaya. Suma Siu Khim membentak:

"Im Liat Hong kenal kepada suaraku?"

Dalam keadaan samar-samar Lam-kek Sin-kun melihat seorang yang mengenakan pakaian warna hitam, suaranya adalah suara penguasa rumah penjara rimba persilatan digunung Tay-pa-san, ia berteriak kaget: "Kau. Laucu

rumah penjara?"

Suma Siu Khim menganggukkan kepala dan berkata: "Bagus Kukira kau tidak berani berteriak keras, berteriak berarti mati."

Lam-kek Sin-kun Im Liat Hong adalah seorang iblis jahat, tapi dihadapan Suma siu Khim tidak Ubahnya seperti seekor tikus bertemu kuCing, tidak ada perlawanan sama sekali, dia berkata memohon:

"Laucu, aku tidak pernah mengganggu dirimu "

"Hmm......." Berdehem Suma siu Khim. "Apa yang tadi kau katakan?"

Disaat ini dari luar goa terdengar suara Sulek berkata: "Im Liat Hong mengapa tidak bersuara?"

Lam-kek Sin-kun Im Liat Hong memandang kearah Suma Siu Khim, meminta petunjuknya. Suma Siu Khim berkata perlahan:

"Beri tahu kepadanya kau menemukan sebuah benda ajaib, Suruh mereka masuk"

Lam-kek Sin-kun Im Liat Hong segera berteriak keras: "Saudara Sulek. ada sesuatu yang sangat ajaib lekas

kalian masuk"

Sebelum Sulek menjawab terdengar suara Hamid bergeram diluar:

"Apa yang kau saksikan?"

Im Liat Hong menjawab: "SuSah disebut. Masuklah..

Saksikan bersama-sama."

Terdengar suara Hamid: "Coba kau gambarkan benda ajaib apa yang kau temukan?"

Lam-keK Sin-kun Im Liat Hong memandang kearah Suma siu Khim lagi, meminta petunjuk berikutnya. Suma Siu Khim berkata: "Kau beri gambaran sebuah rumput leng-cie, tapi jangan disebut leng-cie."

Mengikuti petunjuk itu, Im Liat Hong berteriak keluar goa:

"Hamid cianpwe, disini ada sebuah rumput yang aneh, bentuknya seperti jamur, ada selembar daun putih, seperti telapak tangan. "

"ouw......."Berkata Hamid ogah-ogahan- "Mungkin semacam rumput lengci. Tapi kau belum menemukan musuh?"

Im Liat Hong menjawab: "Belum, goa ini dalam sekali."

Hamid berkata: "Masuklah kedalam. Kalau ada berita lain, beritahu lagi kepadaku."

Suma siu Khim gagal membawakan rencananya, ternyata Hamid tidak tertarik kepada rumput Leng-ci. Sesudah itu, ia membisiki ditelinganya Im Liat Hong beberapa patah kata. Im Liat Hong berteriak keluar: "ouw.... aduh. "

Terdengar suara Mobilson diluar goa: "Im Liat Hong?

Mengapa?"

Sesudah berteriak menjerit, Im Liat Hong merintih:

"Aku keracunan. Tangan dan kakiku tak bisa digerakkan Nah, tentu rumput ajaib ini.. Lekas kalian bantu"

Mobilson berkata diluar goa: "Kau keluar dulu."

Im Liat Hong merintih lagi: "tidak bisa Kakiku tidak bisa digerakkan lagi."

Terdengar suara Mobilson: "Heran, mengapa kau begitu tidak becus?"

Im Liat Hong berteriak: "Rumput ajaib ini sangat hebat, sudah ku usahakan, aduh.....aduh. "

Permainan sandiwara Im Liat Hong memang agak lumayan, ia berhasil memanCing orang datang.

Tanpa suara, tiada desiran angin, stsuatu bayangan memasuki lorong goa yang gelap itu.

Suma Siu Khim mempunyai mata yang lihay, ia memukul kearah Si bayangan- Tepat dan cepat

Bayangan itupun menjulurkan kedua tangannya dan terjadi benturan dua kekuatan- Bang

Berbareng. batu-batu di dalam goa rontok berguguran, terjadi hujan abu. sebentar kemudian, sesudah keadaan itu mereda. Suma Siu Khim menempel di dinding goa. tidak bergerak dan bayangan hitam itu sudah terpukul keluar goa lagi. Menyaksikan keadaan sang ibu, Kim Hong mendekati dan berteriak "Ibu, bagaimana keadaanmu ?"

Im Liat Hong yang terbaring juga bisa menyaksikan keadaan Suma Siu Khim, dia terus berteriak:

"Aaa,..kau. Seorang wanita ."

Suma siu Khim mengurut peredaran jalan darahnya sebentar, mengeluarkan keluhan napas panjang, ia berkata perlahan:

"tidak apa-apa, Hamid itu memang lebih lihay dari Mobilson. Tapi aku tidak kalah darinya. Lihat Ibumu masih kuat bicara, sampai sekarang Si Hamid masih belum terdengar suaranya."

Bersamaan dengan ini, diluar goa terdengar suara Hamid; "Mobilson sute, awasi musuh didalam goa ada dua orang. Yang satu adalah sibocah Cin Hong, seorang lagi berbaju hitam wajahnya tak terlihat jelas. "

Mobilson menyambung suaranya

"Ha Itulah Wanita yang pernah kujumpai dahulu, istri

penguasa rumah penjara?" Hamid bertanya heran:

"Berita dari mana yang kau dapat? Masakan ada penguasa rumah penjara rimba persilatan yang mempunyai istri?"

Mobilson berkata:

"Wanita itu mengaku sebagai ibu Cin Hong, Cin Hong mengatakan, penguasa rumah penjara adalah ayahnya, kalau bukan istri dari Penguasa rumah peajara, siapa lagi?"

Terdengar suara gerungan Hamid, kemudian dengan dingin berkata:

"Bah Kalau betul penguasa rumah penjara mempunyai istri begitu hebat, lebih baik kita pulang mudik saja sudah"

Mobilson bertanya: "Menurut pendapatmu?"

Dengan dingin Hamid berkata: "Kukira dia adalah penguasa rumah penjara pribadi."

Dengan heran Mobilson bertanya: "Seorang wanita yang menjadi penguasa rumah penjara."

Hamid berkata;

"Apa kau pernah kau melihat, kalau si penguasa rumah penjara seorang laki-laki?"

Mobilson berkata: "Dimisalkan betul, kalau orang ini adalah penguasa rumah penjara rimba persilatan. "

Hamid memotong pembicaraan kawannya;

"tidak perlu menempur secara berkeras, perjalanan kita kedaerah Tionggoan, yang penting untuk menyingkirkan orang ini, lebih baik begini saja, kita atur. "

tidak menceritakan rencana Mobilson dan Hamid, di  luar goa. Dan mengikuti cerita didalam.

Suma siu Khim memagsang telinga panjang-panjang, tidak ada reaksi yang lebih penting, dengan lega hati ia menarik tangan Kim Hong memasuki goa lebih dalam, tiba di riepan Tamu tidak diundang dari luar daerah yang palsu cie Hoa Hong, dia menundukkan kepala, memegang urat nadi suheng itu, ia berkata sedih: "Betul-betul tidak bisa ditolong."

Dua butir air mata menetes turun, Suma siu Khim bersedih atas kematian sang suheng.

Kim Hong juga memeriksa jalan pernapasan sang supek. betul-betul sudah gugur, dimedan pertempuran.

"Ibu." ia berkata, "Dia seorang jago silat."

Suma Siu Khim tidak bisa bicara, suatu waktu, sang suheng pernah menaruh Cinta kepadanya, tapi itu Waktu orang yang diCintainya adalah Kim Hoong, hingga terjalin Cinta segi tiga, dan terakhir mereka pun berceceran-

Kini dia harus menghadapi kenyataan- orang yang menyintai dirinya itu telah menghembuskan napasnya yang penghabisan.

cie Hoa Hong berkorban untuk menolong Kim Hong, putra dari wanita yang pernah diCintai olehnya. Disaat ini, dari luar goa berhembus angin masuk berasap tebaL

Lam-kek Sin-kun Im Liat Hiong yang tertotok dalam goa itu terbatuk-batuk, tahulah rencana busuk apa yang sedang direncanakan oleh rombongan dari luar daerah Tay-wan- kok itu, dia berteriak keluar "Hamid cianpwee. jangan

kalian-, aeih. "

Lam-kek Sin-kun Im Liat-Hong tidak bisa meneruskan kata-katanya, ia terbatuk-batuk di-asap seperti itu.

Terdengar suara Alwi diluar goa yang tertawa terbahak- bahak:

"Sulek. masih ingatkah dimasa kecil kita, suatu waktu bertemu tikus memasuki Liang, maka sang tikus diasap. keadaannya seperti apa yang sekarang dihadapi, ha ha. "

Suma Siu Khim sudah cepat-cepat mengebumikan jenazah cie Hoa Hong, menarik tangan Kim Hong, berkata

:

"Ayo, mari kita berangkat, jangan biarkan mereka mengasap tikus-tikus ditempat ini."

Suma Sui Khim mengajak Kim Hong memasuki Lubang goa yang Lebih dalam, Kim Hong memandang ibu itu dan bertanya: "Lubang goa ini ada tembusannya?"

"ada," berkata Suma Siu Khim berjaLan Lebih cepat. "Bagaimana ibu tahu?"

"Supekmu yang memberi tahu, tembusan lobang goa ini adalah puncak gunung Tay-pek san"

"Aaaa..." Kim Hong berteriak girang. "Sekalian kita bisa ketelaga Tay-pek-tie, melihat rahasia kotak ajaib yang sebenarnya." Suma Siu Khim berkata :