Tangan Berbisa Jilid 20

 
Jilid 20

tubuhnya mengapung ditengah udara, tampak penguasa rumah penjara menyerang dengan melalui jarak jauh, Sudah mengeluarkan suara jeritan kaget, belum memikirkan caranya untuk menghadapi satu kekuatan tenaga yang sangat lunak sudah nenyentuh tubuhnya, hingga saat itu ia sendiri terangkat tinggi sejauh tujuh delapan kaki,  kemudian ia baru melayang turun lagi dengan cepatnya, hampir jatuh kira-kira satu tombak dari senar besi. dengan mendadak tubuhnya itu telah tertahan oleh semacam tenaga gaib, hingga gerakkannya menjadi terlambat.

Ia sudah tidak mempunyai kesempatan lagi untuk berpikir apa sebetulnya yang telah terjadi, hanya merasa kan bahwa masih ada kesempatan untuk berusaha menghindarkan diri dari kekalahan, ia buru-buru pentang kedua lengannya dan berusaha mati-matian untuk menyambar senar besi.

Kim Hong memberi dorongan semangat, dengan berteriak-teriak sambil mengepal tinjunya: "Sambar kawat itu Sambar kawat senar"

In-jie melirik, benar saja ia berhasil menyambar sebuah senar besi, tapi lantaran menurunnya terlalu keras hampir saja terlepas dan jatuh kebawah, hingga bergelantungan, keadaannya benar-benar sangat berbahaya.

Penguasa rumah penjara perdengarkan suara tertawa dingin, lalu mundur beberapa kaki dan berkata dengan nada Suara dingin: "Hitung-hitung nasibmu yang bagus, bangunlah "

In-jie dengan kakinya menggait senar besi kemudian lompat keatasnya, tanyanya dengan suara masih gemetaran:

"Aku bukanlah sudah menang?"

Penguata rumah penjara menganggukkan kepala dan memerintahkan ia undurkan diri.

In-jie girang sekali, seperti lompat-lompat ia menghampiri Kim Hong, darijauh sudah berteriak-teriak:

"Engkoh Hong, aku sudah menang, sekarang tiba giliranmu."

Kim Hong merasa girang juga merasa tegang, mengeluarkan kipasnya dan terbang lompat keatas senar besi, dengan mengerahkan kekuatan tenaga dalamnya, selangkah demi selangkah menghampiri penguasa rumah penjara. "Hm, tadi pagi kau sejurus pun belum menyambut sudah terjatuh kebawah, dan sekarang berani menantang lagi, apakah kau tidak takut akan menjadi tawanan seumur hidup?" berkata penguasa rumah penjara sambil tertawa dingin.

Kim Hong tidak dapat mendengar apa yang diucapkan, ia hanya berkata semaunya sendiri "Jangan banyak bicara yang bukan-bukan, sekarang kau boleh mulai menyentil senarmu .

"Apa kau juga tidak takut suara senarku?"

Kim Hong miringkan kepala dan bertanya: "Kau sebetulnya berkata apa?"

Penguasa rumah penjara mendadak marah ia maju menghampiri dan melancarkan satu serangan Seraya membentak:

"Sambuti seranganku. Aku tidak perlu menyentil senar juga sudah bisa pukul kau jatuh "

Kim Hong semula mengira ia juga akan menyentil senarnya baru turun tangan, kali ini melihat penguasa rumah penjara mendadak melancarkan serangannya. apa lagi serangannva itu demikian cepat dan aneh, hingga terkejut dan hampir tidak keburu menyambut, maka ia buru-buru lompat melesat kesenar lain-

Sementara itu In-jie yang diseberang sana sudah berkata sambil menepuk tangan: "Bagus, jurus kesatu"

Penguasa rumah penjara menggeram, ia melesat mengejar Kim Hong, kembali melancarkan serangannya yang kedua. Kim Hong memutar kipasnya untuk menyambut, sehingga sesaat kemudian berlangsunglah suatu pertempuran sengit .......

Ilmu kipas Tay-seng-hong-sin-San benar-benar luar biasa hebatnya, dengan beruntun membalas serangan tiga kali, sudah melangkah kepada penguasa rumah penjara rimba persilatan yang oleh rimba persiiatan dewasa itu dipandang sebagai dewa.

Penguasa rumah penjara rimba persilatan benar-benar tidak menduga bahwa Kim Hong dapat mainkan kipasnya demikian indah dan hebat, maka ia bertanya dengan sikap terheran-heran:

"Hei, darimana kau dapat mempelajari ilmu kipas ini?"

Karena Kim Hong tidak mendengar, maka tidak menghiraukan pertanyaannya, sebaliknya terus menyerang dengan hebatnya.

PenguaSa rumah penjara tampaknya sangat marah, sambil mengeluarkan suara pekikan, ia juga melancarkan serangangya dengan hebat.

Pertempuran antara tangan kosong dengan kipas telah berlangsung dengan sejurus demi sejurus . . ,Setelah berlanggung kejurus tujuh dan delapan, kini memasuki kejurus sembilan- . ..

"Lekas mengelak ke keri, benar Sudah jurus kesembilan-" demikian terdengar suara seruan In-jie dari lain seberang.

"Tinggal satu jurus, engkoh Hong lekas jongkok . ...

sudah, ayaaaah" demikian In-jie berteriak-teriak lagi, namun bagaimanapun juga tak dapat didengar oleh Kim Hong. Akhirnya Kim Hong telah terjatuh. oooya tidak. yang jatuh hanya kipasnya. Sebab ia sudah terdesak demikian hebat, dengan mati-matian ia telah mempertahankan sambil memeluk senar besi, seolah-olah tidak mau melepaskannya sampai mati, maka mau tak mau harus melepaskan kipasnya dari tangannya.

In-jie yang menyaksikan itu semua, dapat menghela napas lega, ia lompat-lompat dan berteriak-teriak sambil menepuk- nepuk tangan kegirangan-"Bagus Sepuluh jurus sudah penuh"

Penguasa rumah penjara lompat beberapa kaki, setelah Kim Hong berdiri lagi diatas senarnya, ia berkata dengan nada suara dingin:

"Sekarang kau boleh buka sumbatan kain lubang telingamu, hendak tanya padamu beberapa patah kata"

Kim Hong yang baru agak tenang perasaannya, lalu mencoba mengucapkan terima kasih kepadanya.

Penguasa rumah penjara rimba persilatan merasa geli dan menolongkol, terpaksa menunjuk telinganya sendiri sebagai tanda agar ia membuka sumbatan ditelinganya.

Kim Hong tak menduga bahwa penguasa rumah penjara itu sudah mengetahui bahwa lubang telinganya di sumbat oleb kain basah, waktu itu ia merasa sangat malu, hingga wajahnya menjadi merah, ia lalu mengeluarkan sumbatan dilubang telinganya dan berkata dengan perasaan malu

"Kau tokh tak ada aturan melarang orang yang menantang menggunakan kain untuk menyumbat lubang telinganya bukan?"

In-jie juga membuka sumbatannya dan berkata gembira "Engkoh  Hong,  kita  boleh  menolong  keluar  sepuluh

orang tawanan atau menerimakan hadiah dua ribu tail uang emas, apabila kau hendak menolong orang, ataukah uang emas?"

"sudah tentu hendak menolong orang" menjawab Kim Hong.

In-jie lompat turun kesenar besi lari menghampiri padanya dan berkata sambil tertawa:

"Bagaimana kalau kita setengah untuk menolong keluar orang tawanan dan setengahnya kita menerima uang mas?"

Kim Hong menggelengkan kepala dan menjawab: Tidak bisa, aku akan menolong orang semua"

"Aku tokh juga ada hak mengapa kau demikian egoistis?"

Kim Hong terkejut dan berkata: "Menolong orang lebih penting, mengapa kau demikian rakus dengan harta?"

Wajah In-jie tampak kemerah merahan, ia berkata  sambil pendelikan matanya: "Baiklah, kau suka bagaimana kau lakukan saja, aku akui bahwa kau hebat. "

Penguasa rumah penjara rimba persilatan tak dapat menahan rasa gelinya, maka tertawa terbahak-bahak. kemudian dengan tiba-tiba memutar tubuh dan berjalan menuju kelobang jendela, Sebelum berlalu ia berkata.

"Sekarang kamu boleh turun kelembah untuk menolong orang, kemudian kau datang lagi keruangan tamu untuk menemui aku"

Sehabis berkata demikian, secepat kilat sudah lompat masuk melalui lubang jendela:

Kim Hong dan In-jie bergandeng tangan dan kegirangan setengah mati lari turun kebawah lembah, dan sebentar kemudian sudah tiba di daerah kamar tawanan golongan Liong. Mereka masing-masing lari kelobang jendela suhu sendiri-sendiri, It-hu Sianseng setelah mendengar habis ucapan Kim Hong, dengan tegas berkata sambil menggelengkan kepala:

"Tidak boleh, suhumu tidak bisa ikut kamu keluar" "Kenapa, ini ada hubungan apa?" bertanya Kim Hong

cemas.

"Sebabnya ialah suhumu masih ingin terjun didunia Kang-ouw, coba kaupikir orang-orang rimba persilatan apabila mengetabui bahwa suhumu telah ditolong keluar oleh muridnya dari rumah penjara, bagaimana anggapan mereka terhadap diriku?"

Kim Hong terpaksa diam, ia pikir itu memang benar, sebetulnya kalau seorang murid memiliki kepandaian lebih tinggi dari suhunya, terhadap sang suhu sebetulnya bukan merupakan suatu hinaan, tetapi anggapan itu dalam rumah penjara rimba persilatan agak lain, Sebab setiap tawanan dalam rumah penjara rimba persilatan itu semua mendapat hak dan mendapat kesempatan untuk keluar dengan melalui prosedure harus menantang lagi pada penguasa rumah penjara, karena mereka mendapat hak dan kesempatan untuk menantang, maka tidak seharusnya ia menerima hadiah orang lain yang menolong keluar dirinya, apa lagi murid yang menolong keluar suhunya, ini merupakan suatu pukulan hebat bagi kehormatan seorang menjadi suhunya.

It-hu Sianseng mengulurkan tangannya melalui lubang jendela menepok-nepok bahu Kim Hong, katanya sambil tersenyum

"Jangan cemas anak, suhumu yakin dapat menyambut penuh sepuluh jurus, barangkali beberapa bulan lagi juga akan keluar dari sini?" "Mengapa suhu tidak menantang sekarang saja?"

"Tadi pagi-pagi setelah kau terpukul jatuh kebawah lembah oleh penguasa rumah penjara rimba persilatan, ibumu pernah datang kemari menengok aku, ia mengucapkan terima kasih padaku, disamping itu juga menanyakan padaku tentang soal ini, alasan suhumu ialah Karena Suhumu sedang menantikan nenek disebelah kamar ini, sebab waktu sekarang ini ia masih belum dapat menyambut sepuluh jurus serangan penguasa rumah penjara. "

"Bagaimana kalau subo suka ditolong keluar dari sini?" "Tidak mungkin, kalau kau tidak percaya boleh tanya

padanya sendiri"

Kim Hong berpaling kekamar nomor delapan bertanya kepada In-jie. "In-jie, bagaimana?"

"Suhu kata tidak akan berbuat hal yang memalukan seperti ini, sebetulnya hal ini bagaimana dianggap memalukan, coba kau kata betul tidak?" menjawab In-jie dengan mata merah.

Kim Hong tertawa getir, ia berpaling dan berkata kepada suhunya:

"SiePangcu barangkali juga tidak perlu ditanya lagi" "Tidak halangan kau pergi kekamar tawanan golongan

ular, mungkin ketua partay itu bersedia menerima bantuanmu" berkata it-hu sianseng sambil menganggukkan kepala.

Kim Hong tak bisa berbuat lain dari pada pergi kekamar tawanan golongan ular bersama In-jie. Ketika mereka berjalan melalui kamar- kamar tahanan orang-orang golongan ular itu, para tawanan ribut berteriak- teriak minta supaya diajak keluar.

Jumlah mereka ternyata tidak sedikit, ada yang minta kepada In-jie, ada yang minta kepada Kim Hong dengan alasan bermacam-macam.

Kim Hong dan In-jie sekaligus lari hingga kekamar tahanan yang paling bawah. Segera berpencaran menanya para ketua itu apakah suka ditolong keluar dari rumah penjara, diluar dugaan mereka para ketua itu agaknya sudah berunding lebeh dahulu, semuanya menolak maksud Kim Hong dan In-jie, bagaimanapun juga Kim Hong menggunakan alasan, tetap mereka menolak seolah-olah sudah mengambil keputusan semuanya akan mati dirumah penjara itu.

Harapan Kim Hong hendak menolong dua belas ketua partay telah buyar semua, maka dengan lesu ia berkata kepada in-jie :

"In-jie. sekarang kita terpaksa pergi menolong orang  yang suka keluar dari sini"

"orang-orang itu tidak ada satu yang merupakan orang baik, tidak boleh kita tolong," menjawab in-jie.

"Kau lebih jelas mengetahui keadaan mereka, kau boleh pilih orang-orang yang berkelakuan baik, lalu tolong mereka keluar"

"Tidak ada gunanya, tawanan-tawanan dari golongan orang kebenaran, semuanya mempunyai sifat serupa, ialah berjiwa ksatria, mereka tidak suka menerima pertolongan orang lain" berkata In-jie sambil menggelengkan kepala. Kim Hong menarik tangannya dan melanjutkan perjalanannya, katanya: "Jalan, mari kita bertanya satu persatu"

Hasilnya seperti apa yang diduga oleh In-jie, tawanan yang berkelakuan baik, tiada seorangpun yang menerima bantuan mereka, semua menyatakan hendak keluar dari situ dengan mengandalkan kepandaian sendiri untuk menantang pertandingan dengan penguasa rumah penjara.

Kim Hong dengan sikap lesu mengajak In-jie naik keatas dengan alat naik turun kedalam lembah, lalu masuk keruangan tamu Penguasa Rumah Penjara.....

Penguasa Rumah Penjara seperti biasa berdiri dipinggir lubang jendela, ketika melihat mereka berjalan masuk keruangan tamu, barulah perlahan-lahan memutar tubuh dan bertanya: "Bagaimana ?"

"Aku mau uang mas saja " berkata Kim Hong dengan sikap kemalu-maluan.

Panguasa Rumah Penjara perdengarkan suara tertawanya ringan, ia berkata sambil menunjuk meja perjamuan diruangan tamu:

"Baik, sekarang kita makan tengah hari dulu sembari ngobrol "

Kim Hong juga tidak berlaku merendahkan diri, ia mengajak In-jie duduk bersama-sama.

Sementara itu Penguasa Rumah Penjara duduk dibagian tuan rumah, ketiganya lalu mulai dahar sambil ngobrol kebarat-ketimur

"Tadi anak buahku Sam Giam ong Hee Ya telah kembali memberi laporan, bahwa muridku memang benar sudah diculik oleh orang-orang rumah penjara rimba persilatan yang digunung BuSan " demikian Panguasa Rumah Penjara membuka pembicaraannya lebih dahulu.

"oooo. . ."

"He, Penguasa Rumah Penjara yang baru itu, ternyata masih mempunyai nama segala."

"Apa ?"

"Kabarnya orang-orang seperti tetamu tak diundang dari luar daerah dan empek Ie-oe juga telah menantang, hasilnya tidak satu yang bisa kembali "

"Aaa, mereka berdua adalah orang-orang terkuat dalam rimba persilatan dewasa ini"

"Pendek kata, rumah penjara yang baru itu didirikan belum satu bulan, orang-orang yang pergi menantang sudah ada kira-kira lima puluh orang, namun tiada satu yang kembali"

"Kalau demikian halnya, penguasa rumah penjara yang baru itu. kepandaian ilmunya benar lebih hebat daripadamu?"

"Aku tidak percaya didalam dunia ini masih ada orang yang memiliki kepandaian ilmu silat lebih tinggi daripadaku, tetapi aku terhadapnya sudah tidak bisa berlaku sabar lagi, dia bukan saja sudah menculik muridku, tetapa juga sudah merampas usahaku didalam rimba persilatan, hm. "

"Apakah kau pikir hendak pergi menantang bertanding?"

"Tidak dalam hatiku sudah mempunyai rencana lain, disamping itu aku juga akan minta kau untuk menepati janjimu"

"Aku memang tidak mengatakan bahwa aku tidak suka menepati janjiku bahkan aku mengatakan bahwa aku pasti akan pergi, hanya aku khawatir barang kali tidak dapat menolong keluar nona Leng. coba pikir orang-orang kuat rimba persilatan seperti tamu tidak diundang dari luar daerah dan empek Ie-oe, toh masih tidak sanggup menerima serangan Satu jurus saja dari penguasa rumah penjara yang baru itu, bagaimana aku bisa berbuat"

"Kau bisa, asal kau suka mempelajari ilmu silatku" "Baik, sekalian aku akan mengajukan satu permintaan,

harap kau bujuk ibuku supaya suka menemui aku,

bagaimana?"

"Boleh sehabis makan kau nanti boleh pergi menengok dia"

Sehabis dahar, In-jie kukuh hendak mandi lebih dulu baru mau menemui ibu Kim Hong.

Kim Hong terpaksa menuruti dia, penguasa rumah penjara hendak ajak ia pergi, ia juga tidak mau katanya:

"Asal kau beritahukan saja tempatnya, aku bisa pergi sendiri"

Penguasa rumah penjara terpaksa menunjuk pintu sebelah kanan ruangan tamu, katanya: "Diujung lorong jalan itu kau pergilah-"

In-jie berjalan kelorong yang panjang itu, sementara itu penguasa rumah penjara berpaling dan menggapai kepada Kim Hong: "Kemari"

"Untuk apa?" bertanya Kim Hong.

Penguasa rumah penjara berjalan menuju kelorong panjang, katanya: "Aku akan mencoba kekuatan tenaga dalamnya, sebetulnya bagaimana?"

Kim Hong mengikuti ia berjalan masuk, tiba dikamar dekat kamar ketiga, Penguasa rumah penjara membuka pintu dan masuk kedalamnya, tampak dalam kamar itu penuh potongan emas, dilantai terdapat beberapa puluh batang pikulan-pikulan yang terbuat dari emas. ada yang kecil dan ada yang besar, yang paling besar mungkin ada seribu kati lebih beratnya.

Penguasa rumah penjara berpaling dan berkata:

"Kau ambil dulu pikulan yang paling kecil dan coba angkatlah, aku ingin lihat kau kuat mengangkat sampai berapa beratnya"

Cin Hong berjalan menghampiri kesebuah pikulan yang paling kecil, lalu diangkat dengan kedua tangannya, pikulan itu ditaksir mempunyai berat lima ratus kati lebih, waktu ia mengangkatnya tanpa memerlukan banyak tenaga.

"Bagus, coba ganti yang kedua" berkata penguasa rumah penjara.

Kim Hong mengangkat pikulan kedua, beratnya kira-kira enam ratus kati, lalu mengangkat lagi yang ketiga, kira-kira tujuh ratusan kati beratnya, selanjutnya mengangkat yang keempat dan ketika sampai ke enam ia mulai keberatan-

Penguasa rumah penjara memerintahkan ia berhenti, dari dalam sakunya mengeluarkan sebuah botol kecil diberikan kepadanya seraya berkata: "sekarang kau telan pel ini"

Kim Hong menyambutnya dan bertanya "Ini obat apa?" "Ini adalah terbuat dari getah batu Giok yang usianya

puluhan ribu tahun Kekuatan tenagaku dan kepandaianku sebagian besar mengandal barang ini"

"Apa yang dinamakan getah giok?"

"Getah batu Giok adalah barang ajaib yang jarang ada dalam dunia, barang ini terdapat dibagian dalam batu Giok. tempat yang terdapat tanaman- tanaman mujijat seperti Leng-cie dan lain-lainnya dibawahnya pasti ada batu Giok yang mengandung getah. orang yang makan getah batu Giok itu badannya bisa merasa ringan, otot-ototnya menjadi kuat, tenaga dahulu orang rimba persilatan yang mendapat nama julukan dewa persilatan Thay-pek sian- ong. telah menggunakan getah batu Giok ini membuat pel yang dinamakan pel panjang umur, umum pel itu terbuat dari dua belas macam obat akar-akaran yang sangat manjur, satu diantaranya yang terpenting ialah getah Giok?"

"Kalau demikian berharga, bagaimana aku bisa menerima cuma-cuma darimu?"

"Sudah tentu tidak bisa menerima begitu saja, kau harus pergi menolong keluar muridku"

Kim Hong masih ragu-ragu, katanya: "Bagaimana seandai aku tidak berhasil menolong?"

"Apakah kau tidak percaya ilmu kepandaianku?"

Kim Hong tak berani banyak bicara lagi, lalu membuka tutup botolnya dan pel itu ditelan kedalam mulutnya, Sesaat kemudian sekujur tubuhnya dirasakan nyaman dan harum, Setelah berada didalam perut perlahan-lahan ada hawa hangat yang menyusuri sekujur tubuhnya.

Penguasa rumah penjara berkata padanya

"Lekas duduk dan bersemedhi aku akan bantu kau melancarkan jalannya obat"

Di dalam hati Kim Hong merasa sangat girang, ia segera menurut dan pejamkan mata, bersemedi.

Tiba-tiba merasakan tangan Penguasa rumah penjara diletakkan kebagian jalan darah Pek-hwee-hiat, Sesaat kemudian merasakan ada aliran panas yang menyusuri seluruh urat-uratnya dan kemudian masuk kedalam seluruh tubuhnya, dengan demikian sekujur tubuhnya, merasa hangat,

Entah berapa lama berlalu, dengan mendadak ia merasa bahwa perasaan dalam tubuhnya merasa segar dan ringan, seolah-olah baru keluar mandi dari air hangat, setiap bagian dari tubuhnya dirasakan ringan dan segar hingga semangatnya juga turut terbangun.

Ia segera tahu bahwa dirinya sendiri dalam waktu sekejap mata ini sudah mencapai ketaraf yang diidam- idamkan oleh seluruh orang rimba persilatan-

Penguasa rumah penjara menarik kembali tangannya, katanya dengan suara perlahan-

"Kekuatan tenaga dalammu, ternyata cukup sempurna hasilnya tercapai lebih cepat setengah jam dari apa yang  aku duga "

Kim Hong membuka mata, tiba-tiba ia dapat merasakan bahwa pandangan matanya jauh lebih tajam dari semula, potongan mas yang terkecilpun dapat dilihat dengan nyata, hal ini sesungguhnya diluar dugaannya sama sekali:

Ia bangkit berdiri, semakin merasa bahwa tubuhnya bukan saja dirasakan ringan, juga segar jauh berbeda dari pada biaSanya, tetapi disamping itu ia juga mengetahui bahwa sekujur pakaiannya yang dikenakan sudah basah kuyup dengan air keringatnya sendiri, ketika ia mengawasi Penguasa rumah penjara, Wajahnya juga tampak basah olen keringat, jelas ia sendiri juga sudah menggunakan kekuatan tenaga cukup banyak untuk membantu dirinya.

Dengan sendirinya timbul perasaan bersyukur kepada penguasa rumah penjara, ia ingin segera membuka wajahnya yang ditutupi oleh kerudung kain hitam untuk melihat orang yang berlaku kejam terhadap sesama orang rimba persilatan ini, apa sebab berlaku demikian baik terhadap dirinya.......

Penguasa rumah penjara pelahan-lahan bangkit dari tempat duduknya diatas batu, ia mundur dua langkah dan berkata:

"Sekarang kau boleh mulai angkat lagi dari yang ketujuh"

Kim Hong mengangkat pikulan yang ketujuh, pikulan itu mempunyai berat seribu empat kati lebih, tetapi ternyata dapat diangkatnya dengan mudah. "Ganti yang kedelapan"

Yang kedelapan juga diangkatnya dengan mudah. Ganti berganti dari sembilan kesepuluh dan selanjutnya.

"Baik, kau sudah menjadi orang kuat"

Kim Hong dalam waktu yang sangat singkat ternyata mendapat tambahan keKuatan tenaga enam ratus kali lebih, dalam hati sangat girang sekali, maka ia segera menjura dalam- dalam dan berkata sambil menghela napas:

"Ai Aku harus mengucapkan terima kalih sekali lagi kepadamu "

"Sekarang aku hendak ajarkan kau ilmu pukulan Hoan- thian Sam-ciang, tipu pukulan yang terdiri dari tiga jurus ini mempunyai keampuhan luar biasa, dalam dunia rimba persilatan pada dewasa ini belum ada keduanya, asal kau berhasil mempelajari tiga jurus pukulan tangan kosong ini, kau juga sudah boleh membangun rumah penjara rimba persilatan yang baru lagi "

Baru habis berkata, tiba-tiba terdengar suara In-jie yang memanggil dari luar: "Engko Hong, kau ada dimana ?"

Kim Hong menyahut dari dalam: "Injie, aku ada disini...

kamar nomor tiga" Suara langkah kaki terdengar diluar kamar, pintu yang terbuat dari batu itu lalu terbuka dantampak Injie berjalan masuk dengan mengenakan pakaian warna putih yang tidak begitu cocok dengan ukuran tubuhnya sendiri.Rambutnya tampak masih basah, gadis itu sehabis mandi tubuhnya nampak segar dan putih bersih, hingga wajahnya tampak semakin cantik menarik.

Kim Hong begitu lihat padanya lantas berseru kaget: "He, mengapa kau mengenakan pakaian ibuku?"

In-jie tampak tercengang, jawabnya "Haaa Jadi pakaian warna putih ini adalah milik ibumu"

"Ya, dimana kau mengambil?" bertanya Kim Hong sambil mengangukkan kapala.

"Aku menemukan didalam kamar mandi sana, karena pakaianku sendiri sudah kotor maka untuk sementara kupakai saja."

Kim Hong lalu berpaling dan bertanya kepada penguasa rumah penjara: "Apakah ibuku juga suka datang kemari?"

Penguasa rumah penjara menganggukan kepala, kemudian berkata pada In-jie:

"Nona Yo, kau pergi kekamar nomor dua coba cari pakaian muridku, lalu kau pakailah, dan pakaian ini kau buka taroh kembali ketempat semula"

"Sudah dipakai, biarlah untuk sementara dipakai saja, kukira tokh tak ada halangan." berkata Kim Hong.

"Tidak bisa, ibumu tidak suka ada orang mengganggu barangnya." berkata Penguasa rumah penjara.

In-jie terkejut dan ketakutan, ia buru-buru undurkan diri untuk pergi tukar pakaian. Penguasa rumah penjara menutup lagi pintu kamarnya dan berkata sambil tertawa "Adat sumoaymu ini ada sedikit berandalan, apakah kau benar suka kepadanya?"

Wajah Kim Hong agak kemerah-merahan. jaWabnya dengan suara gelagapan:

"Dia seorang sangat polos, tidak seperti muridmu yang demikian banyak akal dan sulit dijajaki..."

"Kukira tidak begitu, mungkin juga karena kau tidak menggunakan pikiran terhadapnya"

"Sekarang biarlah kita jangan bicarakan soal ini, apakah kau hendak mengajarkan ilmu silat kepadaku sekarang juga "

"Baik, kau dengar baik-baik..,." berkata Penguasa rumah penjara sambil menganggukkan kepala.

Tidak dijelaskan siapa penciptanya, juga tidak dijelaskan asal usul dari ilmu pukulan tangan Hoan thian-sam-ciang tetapi setelah Kim Hong mendengar habis penjelasan hafalannya. diam-diam Kim Hong terkejut, ia mendapat kesan bahwa ilmu pukulan yang dinamakan Hoan-thian- sam-ciang ini ternyata gabungan dari kekuatan tenaga dalam lunak dan keras, seperti ilmu pukulan yang luar biasa anehnya.

= =000000= =

tiga hari kemudian dipagi hari yang cerah, dibawah pintu gerbang rumah penjara gunung Tay-pa-san, keluar dua penunggang kuda, terus pacu kudanya keluar dari dalam rumah penjara itu.

Diatas kuda duduk seorang pemuda berbaju biru bersama seorang gadis berpakaian merah, tak perlu diperkenalkan lagi, pasangan setimpal itu adalah Kim Hong dan Yo In In yang membawa tugas rangkap ialah pergi menantang bertanding untuk mengeluarkan Leng Bie Sian dari Rumah penjara rimba persilatan yang baru, digunung Bu-san.

Ketika dua ekor kuda bersama dua penunggangnya itu tiba dijalan persimpangan dibawah gunung, Kim Hong berkata kepada In-jie sambil tersenyum: "In-jie disini kita harus berpisah"

In-jie rupanya agak berat, ia angkat pundak dan berkata sambil menghela napas:

"Ai, apabila can-sa-jie ada disini alangkah baiknya, bisa minta ia pergi kedanau Tay-pek-tie digunung Tay-pek San, dengan demikian, maka aku boleh pergi bersamamu kegunung Bu-san. "

"Sebetulnya, pesan kakek gelandangan itu seharusnya aku yang pergi melaksanakan, hanya lantaran urusan menolong nona Leng itu merupakan suatu tugas yang tidak boleh ditunda, apa boleh buat terpaksa kuminta kau yang melakukan."

Sikap In-jie agak murung, ia meraba-raba kantong yang tergantung dibelakang Celananya yang tampaknya sangat berat, katanya dengan suara sedih:

"Kemarin ketika kita menerima hadiah uang mas, dalam hatiku sudah berpikir: Besok setelah kita turun gunung kita harus pakai uang mas ini sepuas-puasnya, diwaktu makan kugunakan sepotong uang emas, diwaktu menginap sepotong dan untuk persen pelayannya sepotong, lihat betapa mereka nanti akan terkejut, tetapi sekarang lamunanku telah buyar semua. "

"jikalau kau takut tidak dapat menghamburkan habis uang emasmu itu, mengapa kau tidak pergi menolong kepada orang-orang miskin, jikalau kau melihat ada rumah butut dan rombeng keadaannya, masih ada penghuninya lalu kau lemparkan sepotong uang emasmu kesana, jikalau kau melihat ada orang pengemis tua yang minta-minta lalu berikan padanya sepotong, memberi secara demikian lebih mengandung arti besar"

"Sudahlah, jangan banyak omong yang bukan-bukan sekarang kuantar kau seperjalanan dulu"

"Perlu apa, kau menuju keutara dan aku menuju keselatan jikalau kau harus mengantarkan bukankah nanti kau akan melakukan banyak perjalanan yang tidak ada gunanya?"

"Aku tidak perduli, kalau kau tak suka aku antar, aku nanti ikut kau pergi, kulihat apa kau bisa berbuat?"

Kim Hong tahu tidak dapat membantah kemauan gadis itu, maka ia lalu keprak kudanya dan dipacu keatas jalan raya yang menuja ke selatan, katanya sambil melambai- lambalkan tangan:

"Marilah hanya sepuluh pal saja"

Mereka pacu kudanya dengan berdampingan, Sepanjang jalan terus mengobrol tidak habis2nya, pada akhirnya siapapun tak tahu sebetulnya sudah melakukan perjalanan berapa jauh, sehingga melihat ditepi jalan ada sebuah pemandangan yang aneh, keduanya baru sadar bahwa mereka sudah memasuki daerah kaki bukit Seng-cuan.

Apa yang dikatakan pemandangan aneh, ialah disuatu tempat kaki bukit itu, terdapat dua lembar pengumuman berwarna kuning, Kim Hong yang waktu itu sudah memiliki pandangan mata sangat tajam, sudah dapat mengenali bahwa satu diantara surat pengumuman itu adalah surat pengumuman yang dikeluarkan oleh penguasa rumah penjara rimba persilatan yang baru dari gunung Bu- san, tentang pengumuman itu ia sudah pernah melihat beberapa kali, maka tidak perlu dilihat lagi, ia sudah dapat menghapalkan isinya.

Ia bersama In-jie larikan kudanya mendekati tempat tersebut dan ketika pandangan matanya ditujukan kepada surat pengumuman yang lain, Saat itu lantas berseru kaget.

Sebab surat pengumuman itu bukan dikeluarkan oleh rumah penjara digunung Bu-san, melainkan oleh rumah penjara rimba persilatan yang lama digunung Tay-pa-san sebagai pembukaan dari surat pengumuman itu: ditulis oleh huruf besar yang berbunyi: "KABAR BAIK " dan dibaris kedua tertulis:

"dalam masa panca roba, dimana- mana timbul banyak kejahatan, diwaktu belakangan ini kabarnya dipuncak Sin- lie- hong gunung Bu-san, ada berdiri apa yang dinamakan rumah penjara rimba persilatan yang baru.

- cara-cara dan peraturan yang ditetapkan oleh rumah penjara itu bukan saja aneh- aneh dan tidak masuk diakal, tetapi juga merupakan suatu akal muslihat untuk menipu orang-orang rimba persilatan dan sengaja menimbulkan kekacauan, cara yang sangat rendah seperti itu Sebetulnya tidak ada harganya untuk dilayani, harap sababat-sahabat rimba persilatan supaya waspada, jangan sampai tertipu oleh akal muslihat kawanan penjahat itu.

- Rumah penjara kami yang lama digunung Tay-pa-san adalah yang tulen, peraturan yang ditetapkan semua masuk di akal, sama sekali tidak menggunakan paras cantik atau ilmu hitam untuk merebut kemenangan, ini merupakan suatu kenyataan yang sudah dialami oleh orang-orang rimba persilatan sendiri, dan kini dengan tiba-tiba ada kawanan penjahat yang menggunakan nama rumah penjara kami dengan diberi embel-embel baru, kemudian menyebar anak buahnya untuk menculik kaum wanita, perbuatan yang merusak nama baik kami dan rimba persilatan itu, maka dipihak kami selain mengadakan penyelidikan juga menetapkan suatu cara untuk menantang bertanding, harap sababat-sahabat rimba persilatan upaya juga melanjutkan usaha untuk memberi pelajaran kepada pihak kami.

SATU

Penguasa rumah penjara rimba persilatan kami tiap waktu menerima tantangan bertanding, baik pria maupun wanita orang tua atau muda, semua boleh mendaftarkan nama dan melakukan pertandingan diatas senar besi.

DUA

barang siapa yang sanggup menyambut serangan penguasa rumah penjara fihak kami seratus jurus dan berakhir seri segalanya terserah kepada yang menantang apa yang dikehendaki tidak akan kami ingkari.

TIGA

barang siapa yang dapat menyambut delapan jurus keatas, (dahulu sepuluh jurus) boleh tidak usah masuk penjara, bahkan boleh menolong keluar lima orang tawanan yang lama atau menerima uang emas Sejumlah tujuh ratus tail (dahulu seribu) atau pergi untuk menolong anak istri kawan-kawannya yang ditawan dalam rumah penjara rimba persilatan yang baru digunung Bu-san, tetapi sewaktu kedua kalinya menantang harus sanggup menyambut tiga belas jurus (dahulu lima belas) jikalau tidak tetap akan masuk penjara dan dihapuskan haknya untuk menantang bertanding lagi.

EMPAT

barang siapa yang sanggup menyambut delapan jurus keatas, harus masuk penjara dan ditawan didalam kamar tahanan orang-orang golongan naga. Hanya tidak usah melakukan pekerjaan berat atau dirantai tangan kakinya, makanan setiap hari juga ada lebih baik dari pada para tawanan dari orang-orang golongan ular, orang-orang yang tertaWan dalam golongan naga mendapat hak untuk menantang lagi sehingga empat kali (dahulu tiga kali).

LIMA

barang siapa yang tidak sanggup menyambut lima jurus harus masuk dipenjara orang golongan ular, segalanya seperti biasa, hanya mendapat hak dua kali menantang lagi. Apabila dapat menyambut lima jurus penuh, bisa dipindahkan kekamar tahanan golongan naga.

ENAM

Peraturan-peraturan yang telah ditetapkan diatas harus ditaati benar-benar baik oleh penantang maupunpara tawanan, jikalau tidak. kami tidak akan jamin nyawanya.

TUJUH

Peraturan ini berlaku sejak tanggal di-umumkannya, apabila ada perobahan, setiap waktu bisa diadakan pengumuman lagi."

Sehabis membaca pengumuman itu, In-jie yang lebih dahulu berkata:

"Engkoh Hong, mari kita pulang lagi untuk menerima hadiah dua ribu tail uang emas, sebab rumah penjara rimba persilatan sudah naikkan hadiahnya menjadi lipat ganda, tetapi ia masih memberikan hadiah menurut cara yang lama kepada kita, ini keterlaluan"

Penonton-penonton yang lainnya mendengar ucapan In- jie pada berpaling. Kim Hong telah melihat anggota pelindung hukum golongan Kalong ialah Lam-khek Sin-kun Im Liat Hong juga terdapat diantara penonton, maka ia sangat terkejut dan buru-buru lompat turun dari atas kudanya dan minta In-jie supaya lekas undurkan diri.

In-jie masih belum tahu apa yang telah terjadi, Im Liat Hong yang berada diantara banyak penonton itu sudah mengeluarkan suara tertaWa kemudian berjalan keluar dari rombongan orang banyak.

Dengan sangat girang ia berjalan menghampiri Kim Hong lalu berkata sambil tertawa mengejek:

"Bocah, kali ini kau harus serahkan nyawamU"

Kim Hong menyapU kepada orang banyak sejenak. diantara orang banyak itu ada beberapa diantaranya mengawas i dirinya dan In-jie dengan sinar mata bermusuhan ia segera tahu bahwa mereka kebanyakan adalah anak buah golongan Kalong, dalam hati diam-diam mengeluh sendiri, tetapi kalau dipikir bahwa ia kini sudah memiliki ilmu silat luar biasa dari rumah penjara rimba persilatan, kali ini justeru dapat digunakan untuk mencoba- coba, maka saat itu nyalinya menjadi besar, namun ia masih pura-pura berlaku gugup, katanya: "Im Liat Hong, kau mau apa?"

Im Liat Hong tertawa besar, lengan jubahnya dikebutkan dan rombongan orang banyak itu lompat keluar delapan orang laki-laki berpakaian ringkas, segera mengurung Kim Hong dan In-jie berdua, saat itu barulah terdengar suara Im Liat Hong yang berkata sambil tertawa: "Mau apa? Periukah penjelasan?"

Kim Hong diam-diam mengerahkan kekuatan tenaga dalamnya kelengan kanan, namun sikapnya masih berpura- pura takut, ia mundur selangkah dan berkata: "Baik, hari ini aku akan mengadu jiwa denganmu" In-jie tampak Kim Hong seperti takut, lantas lompat kesampingnya dan berkata: "Engkoh Hong mari kita berdua lawan dia seorang"

Dengan cepat Kim Hong memberi isyarat pandangan mata padanya, kemudian mendorongnya dan berkata:

"Tidak, pergilah kau menghadapi delapan musuh yang lain, iblis tua ini biarlah aku yang menghadapi"

In-jie ia segera lompat kesamping dan berkata kepada delapan laki-laki berpakaian ringkas sambil menuding,

"Hei kalian kawanan bangsat ini apakah berani melawan aku?"

Delapan laki-laki berpakaian ringkas itu adalah orang- orang kuat dari golongan Kalong kepandaian mereka sebetulnya tidak dibawah orang-orang rimba persilatan kelas satu, Saat itu tampak seorang gadis cantik molek menantang dirinya, Saat itu masing-masing pada ingin turun tangan, maka setelah mendengar ucapan itu, dengan serentak maju mengurung In-Jie.

In-jie Sejak dapat menyambut Serangan Penguasa rumah penjara rimba persilatan sepuluh jurus, mengira bahwa ia sendiri sudah menjadi tokoh kuat yang jarang ada dalam rimba persilatan, Sudah tentu menjadi sedikit sombong dan tidak pandang mata kepada delapan orang itu. Sambil berseru tangannya bergerak untuk melawan delapan orang yang mulai menyerang dirinya dengan berbareng.

Kim Hong tahu bahwa untuk sementara In-jie tidak sampai kalah, maka ia lalu berpaling dan berkata kepada Im Liat Hong. "Marilah, hari ini aku akan melawan kau mati- matian"

Im Liat Hong dahulu dengan tangan kosong telah berhasil menawan Kim Hong, kali ini ia tampak berani melawan dirinya tanpa memakai senjata kipasnya, dalam hati semakin tenang dan anggap sudah pasti akan dapat mengalahkan pemuda itu, maka dengan tenangnya ia berkata sambil tertawa besar:

"Bocah, hari ini kalau kau dapat menyambut sepuluh jurus saja dari aku, mulai hari ini aku akan undurkan diri dari rimba persilatan"

Ucapannya itu ditutup dengan serangannya lebih dulu, meskipun ia tidak menggunakan tenaga sepenuhnya, tetapi oleh karena kepandaiannya sudah mencapai ketaraf tertinggi sembarangan saja sudah cukup hebat bagi yang menyambut.

Kim Hong menyambut serangan itu dengan menggunakan ilmu silat golongan perguruannya sendiri, dengan tangan kanannya ia balas menyerang dada Im Liat Hong, disamping itu ia juga berpura-pura berlaku tidak sanggup melawan kekuatan tenaganya, hiagga ia sengaja mundur selangkah.

Im Liat Hong maju merangsek. tangan kanannya menyerang, sekaligus lima kali dengan beruntun, tiap serangannya berhasil mendorong Kim Hong mundur selangkah, hingga ia tertawa terus tidak berhentinya.

Kim Hong diam-diam merata geli, namun masih berpura-pura tidak sanggup melawan, dan mundur terus- terusan.

Hingga jurus kesembilan, Im Liat Hong hendak mengakhiri serangannya dengan menggunakan tangan kiri, sementara mulutnya membentak, "Bocah, rebahlah"

Kim Hong perdengarkan suara tertawa dingin, kini ia tidak mundur lagi, sebaliknya ia malah maju merangsek, ketika tangan kanannyanya diangkat, gerak tipu serangannya Hoan-thian-sam-ciang jurus pertama yang sudah lama disiapkan, digunakan untuk menyambut serangan Im Liat Hong yang terakhir.

Ketika kedua kekuatan tenaga dalam saling beradu, dan Im Liat IHong merasakan seperti terpukul oleh barang berat, saat itu dadanya bergolak. hingga terhuyung-huyung mundur tiga langkah, hampir saja jatuh di tanah.

Ia benar benar tidak menyangka bahwa Kim Hong dengan mendadak dapat melancarkan serangannya yang demikian hebat dan tidak habis dimengerti serangannya kali ini, sekali pun suhu Kim Hong sendiri It-hu Sianseng juga tidak sanggup melakukan, hingga saat itu ia terheran-heran maka segera berseru sambil pendelikan matanya: "Bocah, kau. kau.,.."

Kim Hong sendiri juga tidak menyangka bahwa untuk pertama kali menggunakan ilmu Hoan-thian-sam-ciang sekali pukul saja sudah berhasil membuat seorang iblis besar yang ditakuti oleh orang rimba persilatan seperti Im Liat Hong sudah dipaksa mundur lima langkah, maka dalam hati merasa sangat girang sekali, saat itu ia tidaklah merasa ragu-ragu. Tangan kanannya di angkat lagi dan melancarkan gerak tipunya yang kedua, sedang mulutnya membentak "cobalah sambuti sekali lagi."

Sepasang mata Im Liat Hong merah membara, dari mulutnya mengeluarkan suara pekikan nyaring, hatinya merasa penasaran, ia menggunakan tangan kanan Untuk melancarkan serangan lebih dulu dengan hebatnya.

KEMBALI terdengar suara benturan nyaring. Tubuh Kim Hong bergoyang-goyang, dan mundur hingga tiga langkah.

Sebaliknya dangan Im Liat Hong, ia kini mundur terhuyung-huyung hingga enam langkah dan akhirnya tidak sanggup pertahankan kakinya lagi, hingga terpaksa jatuh duduk ditanah mulutnya menyemburkan darah segar

Ini disebabkan ia semula terlalu memandang ringan musuhnya, sewaktu pertama kali menyambut serangan Kim Hong ia sudah mendapat luka bagian dalam dadanya, saat itu ia kembali mengerahkan seluruh kekuatan tenaga untuk mengadu kekuatan tenaga dengan Kim Hong, tidak ia sangka bahwa serangan gerak tipu kedua dari Kim Hong ini mengandung kekuatan tenaga lebih hebat dari pada yang pertama, inilah sebabnya maka ia tidak sanggup lagi menerima dan terpaksa jatuh dan mengeluarkan darah dari mulutnya.

Kim Hong yang merasa gemas, ia maju beberapa langkah, kembali tangan kanannya diayun sedang mulutnya membentak:

"sekarang sambuti lagi seranganku yang terakhir ini"

Im Liat IHong benar-benar tak percaya bahwa murid It- hu Sianseng yang dihadapannya ini, adalah dahulu yang pernah tertangkap hidup, hidup digunung oog-ok-san dengan tangan kosong, tetapi tidak perCaya apa gunanya sekarang kekuatan tenaga pemuda itu jauh lebih tinggi dari pada kekuatan tenaga sendiri, ini sudah merupakan suatu kenyataan yang tak dapat dibantah lagi.

saat itu ketika menampak ia akan melancarkan lagi serangannya, walaupun diwaktu biasanya ia pernah malang melintang dalam rimba persilatan, tetapi Waktu itu juga sudah ketakutan setengah mati, baru-buru menggelindingkan tubuhnya, menyingkirjauh setombak lebih, kemudian ia lompat bangun dan lari menuju ke utara, sedang mulutnya berseru kepada kawan-kawannya:

"Bocah itu mempunyai kekuatan seperti Setan, saudara- saudara lekas lari" Delapan lakl-laki berpakaian ringkas yang sedang mengeroyok In-jie waktu itu juga sudah kewalahan tampak pemimpinnya kabur maka mereka juga tidak berani melanjutkan pertempuran, dan satu persatu kabur mengikuti jejak pemimpinnya. In-jie lompat-lompatan dan berkata dengaa kegirangan:

"Engkoh Hong kau sungguh hebat, seorang iblis jahat seperti Lam-kek Sin-kun juga bukan tandinganmu"

Kim Hong juga sangat girang katanya: "coba kau katakan bagaimana kalau aku dibandingkan dengan tamu tak diundang dari luar daerah?"

In-jie masih belum menjawab dari rombongan orang banyak yang sedang menonton pertempuran tadi tiba-tiba menyusul seorang laki-laki setengah baya berpakaian seperti seorang pelajar warna kuning, laki-laki itu berwajah tampan, ia entah bagaimana tahu-tahu sudah berjalan kehadapan Kim Hong, dengan sinar mata tajam, mengawasi Kim Hong dan In-jie sejenak. kemudian berkata:

"Kau anak muda ini sungguh sombong, ternyata berani membandingkan dirimu dengan tamu tak diundang dari luar daerah."

Kim Hong kini menampak wajah laki-laki setengah baya itu agak mirip dengan wajah sendiri, dalam hati terkejut, buru-buru memberi hormat dan berkata:

"Maaf, oleh karena aku hendak menantang kerumah penjara rimba persilatan digunung Bu-san, masih belum tahu dapat menyambut satu jurus atau tidak. maka disini aku tadi menguji kekuatanku dengan Lam-kek Sin-kun, atas kesalahan ucapanku tadi, harap tuan suka maafkan" Laki-laki setengah baya berjubah kuning itu tersenyum sendiri, dan kemudian berkata:

"Menurut pandanganku, kalau kau hendak dibanding dengan tamu tidak diundang dari luar daerah, masih selisih cukup jauh"

Cin Hong hanya mengeluarkan suara "oh," namun dalam hati tidak begitu perCaya, sebab jikalau Panguasa rumah penjara rimba persilatan yang mengajarkan ilmu padanya menganggap bahwa hasilnya sekarang ini masih tidak dapat dibanding dengan Tamu tidak diundang dari luar daerah, bagaimana berani suruh ia pergi menantang bertanding untuk menolong keluar Leng Bie Sian? Apalagi penguasa rumah penjara pernah menitik beratkan kepada ilmunya Hoan-thiam-Sam-ciang yang suruh ia melatih baik- baik, sebab apabila berhasil dengan ilmunya itu, dapat melawan PenguaSa rumah penjara rimba persilatan yang baru hingga tiga puluh jurus, ucapan ini sekalipun agak berlebihan, tetapi ia tadi hanya dengan dua serangan saja sudah berhasil melukai bagian dalam Lam-kek Sin-kun, ini sudah merupakan suatu kenyataan yang tak dapat dibantah.

Sekalipun Lam-kek Sin-kun masih bukan tandingan tamu tidak diundang dari luar daerah, akan tetapi Tamu tidak diundang dari luar daerah tidak mungkin dalam dua kali serang dapat melukai Lam-kek Sin-kun ditinjau dari sini, mungkinkah kalau ia tidak dapat dibandingkan dengan kepandaian dan kekuatan Tamu tidak di undang dari luar daerah?"

Laki-laki setengah baya berjubah kuning itu agaknya dapat tahu apa yang dipikirkan, lalu berkata sambil tertawa dingin. "Apa kau tidak perCaya ucapanku?" "Bagaimana aku berani tidak mempercayainya? Aku hanya merasa kecewa Saja" berkata Kim Hong sambil menjura memberi hormat.

"Mengapa kecewa?"

"Kabarnya Tamu tidak diundang dari luar daerah itu pergi menantang kerumah penjara gunung Bu-san hingga sekarang tidak keluar lagi, apabila aku tidak dapat dibandingkan dengan dia bukankah kepergianku ini tidak dapat melaksanakan tugas yang diberikan kepadaku"

"Kalau sudah tahu tidak sanggup melawan, Sudah saja, tidak perlu kau pergi menantang"

"Tidak, aku harus pergi menantang juga."

Lelaki berjubah kuning itu memandangnya sejenak. bertanya lambat-lambat: "Kau seorang she apa ?"

"Aku yang rendah seorang she Kim namaku Hong, suhuku It-hu Sianseng"

Wajah lelaki setengah baya itu sedikit berubah, katanya heran:

"Aku dengar kata bahwa It-hu Sianseng ada mempunyai seorang murid she Cin, bagaimana sekarang kau mengatakan she Kim?"

"Ya, dalam hal ini ada sebuah musababnya itu disebabkan ialah dahulu aku masih belum tahu siapa sebetulnya ayah dan ibuku sendiri, sekarang aku sudah tahu, maka aku harus merubah she-kujadi seorang she Kim"

Lelaki setengah baya itu tiba-tiba mengerutkan alisnya, matanya ditujukan ketanah, tanyanya dengan suara dingin: "Siapa kah nama ayahmu?"

"Ayahku bernama Hoong yang suaranya mirip dengan namaku sendiri " Sepasang biji mata lelaki setengah baya itu bergerak berputaran, tiba-tiba mengangkat muka dan berkata dengan nada suara dingin:

"Tahukah kau mengapa Lam-kek sin-kun dan kawan- kawannya muncul ditempat ini?"

Kim Hong tidak menduga bahwa lelaki itu dengan tiba- tiba mengalihkan pembiCaraannya kesoal lain, maka sesaat itu ia terCengang dan katanya dengan terus terang: "Tidak tahu, apa sebab mereka muncul di tempat ini ?"

"Mereka hendak pergi kegunung Tay-pek-tie. rombongan mereka terbagi tiga kelompok dengan berpencaran, dipimpin sendiri oleh Pangcunya dan dua orang anggota pelindung hukum, sembilan orang tadi adalah kelompok yang pertama."

"Apakah mereka bukan hendak mengambil kotak rahasia batu Giok yang berada didasar telaga itu ?"

"Benar, dua belas tokoh kuat berbagai partay yang ditugaskan menjaga danau Tay-pek-tie itu, mereka sudah terancam bahaya "

"Jikalau kau merasa tidak boleh berpeluk tangan, mengapa kau tidak tunda dulu beberapa hari perjalananmu kegunung Bu-san?" berkata lelaki berjubah itu sambil tersenyum.

Kim Hong tampak berpikir, kemudian baru berkata: "Akan tetapi perjalananmu kegunUng Bu-san itu tidak dapat ditunda, sebab aku harus pergi menolong keluar seorang gadis. "

Laki-laki berjubah kuning itu kembali memandangnya sekian lama dengan penuh perhatian, kemudian tanpa berkata apa- apa lantas memutar diri dan berjalan menuju keutara,gerakan kaki itu demikian gesit dan lincah sekali. Kim Hong mengejar beberapa langkah sambil berseru: "cianpwe tunggu sebentar"

Laki-laki setengah baya itu merandak tetapi tidak berpaling, tanyanya hambar: "Ada urusan apa ?"

"Boleh kah aku numpang tanya nama cianpwe yang mulia?"

"Oey Ceng," jawabnya singkat.

Kim Hong tak pernah dengar dan tak pernah ingat dalam rimba persilatan ada orang bernama Oey Ceng, tetapi dengan sinar matanya yang tajam dan bersemangat, gerak kakinya yang luar biasa gesitnya jelas memiliki kepandaian ilmu sangat tinggi, namun setelah mendengar jawaban itu, diam-diam dalam hati timbul perasaan curiga dan terkejut, ia lalu bertanya lagi.

"Cianpwe tadi kata bahwa golongan Kalong telah mengutus orang-orangnya dibagi dalam tiga rombongan menuju kedanau Tay-pek-tie sekarang kunumpang tanya dua rombongan yang lain mengambil jalan yang mana?"

"Jikalau kau hendak berjalan menuju keselatan, barangkali bisa berpapasan dengan mereka" jawabnya hambar.

"Kalau begitu, meskipun aku tidak bisa meneruskan perjalanan kedanau Tay-pek-tie, tapi masih menyumbang sedikit tenaga untuk mencegat merasa ditengah jalan-"

Oey Ceng tidak menyatakan pikirannya ditilik dari gerakkannya yang demikian lambat, tak disangka-sangka dalam Waktu sesejap mata saja sudah berada ditempat sejauh dua puluh tombak lebih dan tak lama kemudian sudah tinggal bayangan kuning saja. Kim Hong mengawasi berlalunya Oey Ceng Sehingga hilang dari pandangan matanya, dalam hati timbul beberapa pertanyaan.

"Siapa kah sebetulnya yang menamakan diri Oey Ceng ini? Apa sebab ia tidak senang mendengar orang membandingkan dirinya dengan Tamu tidak diundang dari luar daerah, apa pula sebabnya setelah mendengar nama Kim IHong, wajahnya menunjukkan sikap perobahan aneh?"

Sementara itu In-jie sudah mendekati dirinya dan berkata dengan suara perlahan.

"Engko Hong, orang itu sangat aneh sekali"

Kim Hong menganggukkan kepala dan menjawab: "Kepandaian ilmu silat orang ini agaknya tidak dibawah

dua Suhu kita, kau anggap bagaimana ?"

"Ngg sebaiknva sekarang aku juga hendak pergi kedanau Tay-pek-tie, sekarang aku akan diam-diam mengintai dia"

"Baik Tetapi setelah kau tiba digunung Tay-pek san, tidak boleh bentrok secara langsung dengan orang-orang golongan Kalong"

"Baik, jikalau waktunya aku boleh unjuk diri dan turun tangan, aku akan turun tangan, jikalau tidak boleh aku akan menonton dengan jalan sembunyi, kukira mereka juga tidak bisa berbuat apa- apa terhadapku, kau sudah cukup untuk menghadapi mereka, hanya segala-galanya masih perlu hati- hati, baik, Sekarang kau berangkatlah"

In-jie agaknya merasa berat, dengan mata merah ia berkata:

"Sehabis menolong keluar nona Leng, kau harus datang mencari aku, tidak boleh " Kim Hong menepok-nepok bahunVa dan berkata dengan lemah lembut sambil tertawa: "Tidak mungkin, apakah kau tidak ingat hari itu apa kataku padamu?"

In-jie tersenyum girang, oleh karena ditepi jalan masih ada beberapa orang yang menonton ia merasa malu untuk menunjukkan sikap terlalu mesra, maka ia segera lompat naik keatas kudanya, dan larikan dengan kencangnya.....

Kim Hong juga lompat naik keatas kudanya, dan dipacu menuju kejalan raya yang keselatan, sepanjang jalan ia memikirkan bagaimana harus turun tangan apabila berpapasan dengan orang-orang golongan Kalong, ia pikir orang-orang golongan Kalong boleh dikata terdiri dari orang-orang jahat, apabila membiarkan mereka mengambil kotak rahasia batu Giok, maka kelak dikemudian hari pasti akan lebih membahayakan bagi dunia Kang-ouw, maka ia lalu mengambil keputusan, sebentar apabila berjumpa dengan mereka ia akan membunuh mati beberapa diantaranya yang paling jahat, dengan demikian mungkin bisa sedikit memberi hasil untuk mencegah perjalanan mereka......

Selama berpikir, kudanya sudah melalui gunung Seng- cu-san,-jalannya juga mulai datar, inipasti kudanya sambil mengawasi keadaan sekitarnya, dari jauh tampak serombongan orang berjalan,

Rombongan orang itu terdiri dari sembilan orang, satu diantaranya hanya seorang yang mengenakan jubah warna putih, yang lainnya semuanya mengenakan pakaian ringkas berwarna hitam, setiap orang pada membawa senjata tajam,gerakan mereka sangat cepat sekali, dalam waktu sekejap mata sudah berada didekatnya.

Kim Hong begitu melihat orang yang berjubah putih itu, segera mengenali adalah Tamu tidak dikenal dari luar daerah yang palsu yang menjadi anggota pelindung hukum golongan Kalong, perasaan muak dan benci segera timbul dalam hatinya, maka ia segera menghentikan kudanya dan berdiri tegak ditengah tengah jalan-

Sembilan orang itu ternyata semua padanya terpisah kira-kira tiga tombak. semuanya sudah berhenti, mereka pada berpaling kepada pelindung hukum mereka, untuk menantikan perintah agar bisa bertindak.

Tamu tak diundang dari luar daerah maju beberapa langkah, Sepasang matanya yang tertampak dari lubang kerudung kain putihnya, memancarkan sinar berkilauan, mulutnya mengeluarkan suara pertanyaan: "Cin Hong, mengapa kau menghadang perjalananku?"

Kim Hong berdiri tegak tidak bergerak mukanya menengadah, katanya dengan sikap sombong:

"Tokoh-tokoh dua belas partay dan lima orang kuat yang sudah menyepikan diri telah mengetahui kalian orang-orang dari golongan Kalong hendak pergi ke gunung Tay-peksan, untuk mengambil kotak rahasia batu Giok didalam dasar danau Tay-pek-tie, oleh karena itu, maka sengaja memerintahkan aku datang disini menyamtut kedatangan kalian lebih dulu"

Tamu tidak diundang dari luar daerah dengan mendadak tertawa terbahak-bahak dan berkata:

"Ketua dua belas partay sudah menjadi tawanan dalam rumah penjara rimba persilatan, dalam partay mereka sekalipun masih ada banyak tokoh-tokohnya yang kuat, tetapi semua tidak ada dalam mata kami, sekarang kuhendak tanya padamu, siapakah lima orang kuat yang sudah menyepi yang kau maksudkan tadi?"

Kim Hong menyebut nama sekenanya: "Hong-lay Sam-sian Thian-tee-jin, masih ada Pek cui Sin-nie dari luar perbatasan dan tokoh golongan pengemis It-sie-koay, Lu Bong Kong"

Tamu tak diundang dari luar daerah menunjukkan sikap setengah percaya setengah tidak, katanya:

"Kecuali It-sie-koay, empat yang lainnya barang kali nama- nama yang kau karang sendiri"

Kim Hong masih menunjukkan sikap tenang, katanya sambil tertawa dingin:

"Aku bukanlah hendak mengagulkan kekuatan kami kepada kalian, melainkan atas perintah Hong- lay Sam-sian untuk menyampaikan beberapa patah kata kepada kalian orang-orang golongan Kalong"

"Ucapanmu semakin lama semakin melantur, kalau begitu sekarang kutanya padamu ucapan apa yang Hong- lay Sam-sian suruh sampaikan kepada kami?" bertanya tamu tidak diundang dan luar daerah sambil tertawa menyindir.

"Hong-lay Sam-sian ketika locianpwe itu kata, sudah lama mereka tidak melakukan pembunuhan, meng harap kalian orang-orang golongan Kalong supaya bisa membantu mereka jangan sampai melakukan pembunuhan lagi"

Tamu tidak diundang dari luar daerah tertawa terbahak- bahak. kemudian berkata: "Maksudmu, apakah suruh kami balik kembali?"

Kim Hong menganggukkan kepala, ia menunjukkan sikap jumawanya yang dibuat-buat. "Bagaimana apabila kami tidak mau?"

"Mereka suruh aku bertindak lebih dulu paling sedikit harus menghajar tiga kali seorangnya" Tamu tidak diundang dari luar daerah kembali tertawa terbahak-bahak dan berkata. "Tiga pukulan itu sesungguhnya sangat hebat bukan ?"

Kim Hong menganggukkan kepala dan berkata:

"Kalau kau tidak perCaya, boleh saja suruh tiga orang mu maju kehadapanku"

Ketika tamu tidak diundang dari luar daerah itu menyuruh keluar tiga orangnya Kim Hong buru-buru berkata lagi.

"Tunggu sehentar, sebaiknya suruh keluar orang-orang yang kejahatannya sudah terlalu banyak hingga mereka sudah sewajarnya kalau dihukum mati."

Tamu tak diundang itu lagi-lagi menunjukkan ketawa gelinya, ia berkata sambil ketawa tawar

"Sepasang setan dari gunung Kok-lo-san dua persaudaraan ini pernah melakukan pembunuhan terhadap kaum wanita sebanyak dua ratus orang, inilah merupakan rekor paling tinggi, dan Lie-liang It-sat, pernah melakukan pembunuhan terhadap saudaranya sendiri, dan selain daripada itu, juga pernah mencemarkan diri istri saudaranya yang dibunuhnya, Kamu bertiga boleh keluar untuk menghadapi tiga pukulan dari Hong-pay-sam-sian "

Tiga orang lelaki berwajah buruk dan kejam berjalan keluar, semuanya menghunus pedang panjang, mereka satu diantaranya yang bertubuh kasar perdengar suaranya sambil tertawa: "Bocah, aku Lie Liang It Sat adalah orang yang terlalu jahat, hari ini biarlah aku coba menyambut seranganmu, kuingin tahu bisa mati atau tidak?"

Kim Hong dengan menuntun kuda dengan tangan kirinya, perlahan-lahan menggerakkan tangan kanannya dan berkata sambil ketawa "Sekarang kalian boleh siap. aku hendak melancarkan seranganku "

Kim Hong mengangkat tinggi perlahan-lahan tangannya sambil tersenyum, kemudian berdiam menunggu sampai mereka bertiga menunjukkan sikap tidak sabaran, barulah dengan mendadak menggerakkan tangannya tadi, Secepat kilat dengan beruntun melancarkan serangannya Hoan- thian-sam-ciang, menyerang mereka melalui jarak jauh.

Serangan Kim Hong tadi menimbulkan suara nyaring dibarengi dengan suara jeritan mengerikan tubuh tiga orang tadi terpental sejauh dua tombak lebih, ketika mereka jatuh terguling ditanah, sudah tidak bisa bernapas lagi.

Bukan kepalang terkejutnya tamu tidak diundang dari luar daerah, ia segera lompat mundur sejauh satu tombak dan memerintahkan orang-orangnya berpencaran-

Lima laki-laki berpakaian hitam yang lainnya tidak menunggu ada perintah keduanya sudah pada lompat menyingkir dengan wajah ketakutan, benar- benar seperti ketemu setan ditengah hari bolong.

Kim Hong lompat keatas kudanya dengan sikap sangat tenang, berkata sambil angkat pundak:

"Jikalau kalian masih ingin belajar kenal atau menyaksikan kepandaian ilmu Hong- lay-sam-sian, sekarang silahkan melanjutkan perjalanan kalian- Sekarang aku masih hendak menyambut rombongan kalian yang ketiga"

Sebabis berkata demikian ia menarik tali kudanya dengan sangat tenang kuda itu dijalankan melalui mereka untuk melanjutkan perjalanannya keselatan. Apa sebab ia tidak mau bertempur dengan tamu tidak diundang dari luar daerah? Apa sebab pula ia tidak mau menyerang lima laki-laki berpakaian hitam yang lainnya?

Sebab ia tahu benar sekalipun ia sendiri dapat menjatuhkan tamu tidak diundang dari luar daerah atau membinasakan beberapa orang lagi anak buahnya, tetapi bagaimanapun juga ia tidak dapat membinasakan Tamu tidak diundang dari luar daerah, jikalau toh ia tidak bisa membinasakan padanya, ada lebih baik berpura-pura royal sedikit melepaskan ia hidup, biar ia mereka sangsi dan anggap benar-benar ada orang yang dinamakan Hong-lay Sam-sian itu. sehingga ia bisa merasa takut dan undurkan diri.

Memang sebabnya ia tidak mau membinaaakan lima orang yang lainnya, itu disebabkan karena ia belum pernah membunuh mati orang2 dan hari itu sekalipun mengambil tiga jiwa orang biarpun yang dibinasakan itu semuanya adalah orang-orang yang sudah seharusnya mendapat hukuman semacam itu, tetapi perbuatan membunuh orang bagaimanapun juga merupakan suatu perbuatan yang sangat kejam dan melawan hati nuraninya sendiri, sehabis melakukan pembunuhan itu dalam hati merasa gugup dan tidak enak oleh karena demikian pula, maka perginya ia meninggalkan mereka meskipun sikapnya tampak tenang, namun juga boleh dikata bahwa ia lari terbirit-birit untuk menenangkan perasaan sendiri

Berjalan kira-kira tiga empat pal. dengan tiba-tiba ditepi jalan dibawah sebuah pohon besar, tampak seseorang duduk, dan orang itu ternyata adalah seorang setengah baya berjubah kuning yang tadi pernah dijumpainya dan menamakan diri sendiri Oey Ceng. Kim Hong berseru kaget, ia segera menghentikan kudanya, selagi hendak membuka mulut untuk bertanya, Oey Ceng bangkit dan berkata sambil tertawa besar:

"Haha, kepandaian ilmu Hong-lay Sam-sian- benar-benar sangat hebat, aku yang rendah mendapat kehormatan untuk menyaksikan benar-benar sangat beruntung. "

Kim Hong lompat turun dari kudanya, dan berkata sambil menjura:

"oey cianpwe tadi bukankah berjalan menuju ke utara, apa sebab kini sebaliknya berada ditempat ini?"

"Aku tidak suka ada orang yang menguntit, maka itu aku lalu balik kembali" menjawab Oey Ceng sambil tertawa- tawa.

Kim Hong tahu yang dimaksudkan oleh Oey Ceng tentunya In-jie, maka saat itu wajahnya lantas menjadi merah, katanya sambil tersenyum

"Sumoayku itu hanya tertarik, oleh perasaan heran saja, sebetulnya tidak mengandung maksud jahat, harap locianpwe suka memaafkannya"

Oey Ceng kembali duduk dibaWah pohon, ia memberi tanda dengan tangannya minta Kim Hong duduk untuk mengobroL

"Hanya aku tadi juga sudah menghajar seseorang dan membunuh mati delapan orang dari golongan Kalong, baru balik kembali. "

"Cianpwe maksudkan apakah Lam-kek Sin-kun bersama delapan anak buahnya?" bertanya kim Hong terkejut.

"Benar, im Liat Hong sedikit-dikitnya harus rebah dipembaringan tiga bulan baru bisa pulih kembali kesehatannya" menjawab Oey Ceng sambil menganggukkan kepala dan tertawa.

Kim Hong yang sementara itu masih berdiri dan menyender diperut kudanya, berkata sambil tersenyum:

"Perbuatan cianpwe yang menyingkirkan bahaya bagi masyarakat sesungguhnya patut dihormati, tetapi aku tidak tahu bolehkah kiranya dapat mengetahui sedikit keadaan Locianpwe?"

"Tidak perlu, maksudku balik kembali ialah ingin coba- coba kepandaianmu" berkata Oey Ceng sambil menggelengkan kepala,

"Apakah lo- cianpwe masih pikirkan kesalahan omongku tadi?"

"Tidak aku hanya senang mencoba-coba ilmu kepandaian orang. Kulihat ilmu kepandaianmu cukup tinggi, boleh juga dijadikan tandingan-Jelasnya aku bermaksud meneliti secara mendalam."

Dengan hati yang sejujurnya Kim Hong lantas berkata: "Tentu Saja beanpwe bukan tandingan cianpwe.

Boanpwe kira, tak ada gunanya kita bertanding juga . " Lelaki yang mengaku bernama Oey Ceng itu berkata: "Kau takut merusak persahabatan diantara kita ?"

Kim Hong menganggukkan kepalanya, setelah itu berkata:

"Ya, Boanpwe tidak mengharapkan perpecahan diantara sesama kawan. Lebih- lebih tak ada maksud boanpwe memecah kekuatan yang ada dalam rimba persilatan-" Lelaki itu tertawa, katanya lagi, "oiy, bukan begitu. Yang kuartikan dengan bertanding tadi, bukanlah secara langsung mengajakmu bertempur. Tentu saja aku mempunyai sesuatu cara tersendiri untuk menjajal sampai dimana tingginya ilmu kepandaianmu."

Kim Hong berkata "Cara apa itu maksud cianpwe?"

Laki-laki itu menuding dengan jarinya ke-arah selatan, dan berkata

"Sebentar lagi rombongan ketiga dari mereka akan segera tiba. Kau boleh sama-sama menempur mereka, Siapa yang menang lebih dulu dia boleh disebut sebagai juara."

Memang benar itu merupakan cara bertanding yang paling baik. Tanpa merusak persahabatan antara sesama golongan dapat menunjukkan sampai dimana kemampuan tempur sendiri. Yakni dengan menghadapi musuh.

Kim Hong memandang ketempat yang ditunjuk. disebelah selatan- Benar saja disana lantas muncul banyak sekali titik-titik hitam yang semakin lama semakin jelaS, ternyata adalah empat buah tandu yang digotong oleh orang-orang berbaju hitam, sedang menuju kearah dimana Kim Hong dan Oey Ceng berada.

Untuk mengambil kotak batu Giok di-danau Tay- pek- tie, orang-orang dari golongan Kalong sampai merasa perlu membagi kekuatan mereka menjadi tiga kelompok. Regu pertama dan kedua sudah diberangkatkan lebih dahulu, kalau begitu yang datang ini dengan sendirinya adalah regu ketiga, dimana juga turut serta ketua perkumpulan  golongan Kalong, istri ketua perkumpulan tersebut, beserta dengan ketiga orang selir-selirnya.

Info silaki-laki misteri Oey Ceng ternyata sangat tepat, benar saja sebentar kemudian ketua perkumpulan golongan Kalong, nyonya ketua perkumpulan tersebut dan tiga orang selirnya sudah akan melewati tempat itu, yang paling depan adalah ketua perkumpulan golongan Kalong, sedang empat tandu yang lain sudah tentu diisi oleh empat orang istrinya.

Oey Ceng memandang ke arah Kim Hong, kemudian berkata.

"Nah, masing- masing kita boleh memilih satu lawan, siapa diantara kita yang behaSil memenangkan lawannya lebih cepat, boleh dibilang dialah yang mempunyai kepandaian tinggi."

"Mengetahui dirinya dihadang orang, ketua perkumpulan golongan Kalong berteriak: "Kui Bin, Kim Hoa? Usirlah dua orang itu"

Dari dalam tandu segera lompat turun dua orang wanita, mereka adalah selir pertama ketua golongan Kalong Liu Kui Bin, danselirnya yang kedua Touw Kim Hoa.

Kim Hong tentu tidak asing, Tapi bagi mereka, Liu Kui Bin dan Touw Kim Hoa yang melihat salah satu dari kedua penghalang itu adalah jago muda kita dengan tertawa kaget ia berkata: "Eh, lagi-lagi kau"

Selir kedua ketua golongan Kalong Touw Kim Hoa lebih tua dari selirnya yang kesatu, maka kepada Liu Kui Bin ia memanggil namanya saja. "Liu Kui Bin, kau pilih yang mana?"

Permaisuri pertama Liu Kui Bin menengok kearah Kim Hong sebentar, kemudian sambil tertawa cekikikan ia berkata:

"Yang tua lawan yang tua, dan yang muda tentu timpalannya harus yang muda pula. Biarlah aku pilih yang mudaan itu saja"

Liu Kui Bin lalu melirik tajam kearah Kim Hong. Sementara itu laki-laki yang bernama Oey Ceng itu memandang Kim Hong, lalu katanya: "Pilihan mereka tepat juga , bagaimana kalau menurut kau?"

Kim Hong merasa sebal melihat kedua selir dari ketua golongan Kalong itu, dengan menganggukkan kepala dia berkata: "Yang manapun boleh."

"Bagus." Oey Ceng berteriak girang. "Mari kita melakukan gerakkan bersama, kau yang memberi  komando, siapa yang lebih cepat mengusir musuh."

Touw Kim Hoa mendekati Oey Ceng. Dan Liu Kui Bin kearah Kim Hong. Disaat itu juga , Kim Hong sudah berkata: "Satu.....dua.....pukul "

Kedua tangan Kim Hong didorongkan kedepan, memukul kearah selir pertama ketua golongan Kalong Liu Kui Bin-

Pada saat yang sama Oey Ceng menggempur siselir kedua Touw Kim Hoa.

Liu Kui Bin dan Touw Kim Hoa mendorongkan kedua tangan mereka, dengan maksud mendorongkan pergi kedua laki-laki penghadang jalan itu.

Terdengar suara empat pasang tangan yang beradu keras, Oey Ceng dan Kim Hong masing-masing mundur satu tindak tapi disaat itu Touw Kim Hoa dan Liu Kui Bin mundur jauh kebelakang masing-masing jatuh terduduk ditanah. Inilah suatu kekalahan bagi golongan Kalong.

Oey Ceng menoleh kearah Kim Hong dengan tersenyum, ia bertanya: "Bagaimana dengan hasil pertandingan?"

Dengan tenang Kim Hong berkata: "Kekuatan kita seimbang." Mereka mendapat kemenangan bersama. Wajah ketua perkumpulan golongan Kalong berubah, lalu memberi perintah: "Po Kui, Keng Hee Keluarlah kalian, hadapilah dua orang itu "

Dari dua joli lainnya, masing-masing muncul seorang wanita setengah baya dan seorang gadis cantik jelita, mereka adalah nyonya ketua perkumpulan Kalong Auw yang Po Kui dan selir ketiga ketua golongan itu yang bernama Lim Keng Hee.

Auw yang Po Kui dan Lim Keng Hee menghadapi Oey Ceng dan Kim Hong, mereka membuat satu persiapan untuk menggempar kedua penghadang jalan itu. Keadaannya seperti tadi juga , Oey Ceng berkata kepada Kim Hong "Kau lagi yang harus memberi komando pertempuran "

Kali ini Kim Hong menolak, katanya: "Sekarang biarlah cianpwe saja yang memberi perintah"

"Baik." sahut Oey Ceng.

Setelah itu dia membuat satu posisi bagus, dan segera berkata: "Satu .... dua . . . tempur "

Masing-masing, Auw yang Po Kui dan Lim Keng Hee menghampiri seorang.

Empat pasang tangan didorongkan kedepan, Oey Ceng menempur Auw-yang Po Kui, Kim IHong menempur Lim Keng Hee.

Akibat dari perpaduan kekuatan tangan itu, nyonya ketua perkumpulan golongan Kalong Auw yang Po Kui jatuh terjengkang, kedudukan Oey Ceng hanya bergeming sedikit saja.

Dilain pihak pertandingan Kim IHong dan Lim Keng Hee setabil, masing-masing bergoyang sebentar tanpa ada seorangpun dari mereka itu yang terjatuh. Dilihat sepintas lalu, agaknya kekuatan kedua orang ini agak seimbang. Memandang kearah Oey Ceng, Kim Hong berkata:

"oey-cianpwe, ilmu kepandaianmu jauh lebih tinggi dariku."

Akibat dari adanya kermenangan Oey Ceng dan kekuatan dirinya, Kim Hong harus menyerah kalah.

Oey Ceng mendelikan mata, ia tahu betul bahwa pemuda itu tidak mengerahkan tenaga penuh, demikianlah dia menjadi marah.

"Kim Hong kau berani main gila dihadapanku?" Suaranya keras sekali. Kim Hong menundukkan kepala. ia menyerah kalah.

Sang nyonya dan ketiga selir ketua perkumpulan golongan Kalong tidak berhasil mengusir dua penghadang, kejadian ini betul- betul membuat marah sang ketua. Dengan sinar matanya yang dipentang lebar-lebar dia lantas maju, langsung menghadapi dua lelaki itu. Dengan suara yang sangat dingin sekali ia berkata

"Kalian betul- betul mempunyai ilmu kepandaian yang hebat sebutkanlah namamu."

Kim Hong berkata: "Aku Kim Hong."

Lelaki misterius yang mengaku bernama Oey Ceng itu juga berkata: "Aku Oey Ceng?"

"Hai ...." ketua perkumpulan golongan kalong mengeluarkan suara dari hidung. "oey-ceng? . , ..nama ini masih asing sekali."

Oey Ceng menganggukan kepala: "Betul. Memang asing sekali."

Ketua perkumpulan golongan Kalong membentak: "Dari mana kau datang?" "Hmmm. " Oey Ceng berdengus.