-->

Tangan Berbisa Jilid 02

 
Jilid 02

Cin Hong yang mendengar sejak tadi, masih belum tahu apa sebetulnya yang dikatakan penjara rimba persilatan- ia semakin dengar semakin heran, Waktu itu karena tidak dapat mengendalikan perasaan herannya, maka lantas menyela dan bertanya: "Suhu, apakah yang dinamakan PENJARA RIMBA PERSILATAN itu?"

Gadis berbaju merah itu ketika mendengar pertanyaan itu tertawa geli, dengan tangannya sendiri menutup mulutnya, agaknya mengejek dia yang kurang pengetahuan.

Swat-popo juga menunjukkan sikap heran, memandangnya sejenak. lalu alihkan pandangan matanya kepada It-hu Sianseng, "selain ilmu Silat, apakah kau mengajari juga bagaimana caranya untuk menggoda anak dara?"

It-hu Sianseng menganggukkan kepala dan berkata sambil tertawa^ "Ya, meskipun ia sudah mempelajari seluruh kepandaian ilmu Silatku, tetapi terpisah dengan rimba persilatan jauh sekali, sedangkan asal usul dirinya sendiri. aku juga belum memberitahukan padanya "

Cin Hong mendengar suhunya dengan tiba-tiba mengatakan asal- usul dirinya, hatinya terkejut untuk sesaat darahnya seperti bergolak. perasaannya mulai merasa tegang.

Ia, pertanyaan itu terbenam dalam hatinya sudah sepuluh tahun lebih lamanya . ia sendiri pernah bukansatu kalisaja menanyakan kepada suhunya, tetapi jawaban setiap kali yang dia dapatkan ialah: "Kutemukan ditepi Sungai Ciang Tang Kang."

Biarpun ia sendiri mempunyai kesan bahwa jawaban suhunya itu membohong, tetapi ia tidak dapat menemukan bukti untuk membatah.Jikalau ada, hanya sebuah rantai emaS dan sebuah anak kunci emas yang berada dilehernya sejak masih bayi, sedangkan kunci emas itu hanya dibatangnya terdapat ukiran dengan huruf Liong, kecuali  itu tidak terdapat tanda tuliSan apa- apa lagi, dengan cara bagaimana hanya dengan sebuah anak kunci Sekecil itu untuk mencari asal- usul dirinya sendiri? Sekarang Suhunja atas kemauannya sendiri telah menyebutkan urusan yang menyangkut asal-usul dirinya, dari ucapan itu tadi, sudah merupakan suatu bukti bahwa dirinya bukanlah ditemukan ditepi sungai. Kalau begitu, apa sebab dengan tiba-tiba Suhunya dengan tiba-tiba menyebut soal itu? Apakah ini suatu tanda malam itu ia akan mendapat keterangan mengenai asal-usul dirinya?

Selama otaknya diliputi oleh pertanyaan-pertanyaan demikian, Swat-popo tiba-tiba memandang kearahnya, kemudian berkata kepada It-hu Sianseng: "Hm apa yang menarik asal-usul bocah ini?"

Sikapnya yeng menghina itu tampak tegas di Wajah dan ucapannya, seolah-olah didalam dunia ini kecuali dia sendiri tidak boleh ada orang lain yang lebih hebat lagi.

Cin Hong sesaat itu mendapat kesan bahwa nenek dari Thian-san itu, sifatnya bukan saja keras berangasan, tetapi juga mau menang sendiri. Sifatnya yang tidak mengenai aturan itu agaknya lebih-lebih daripada muridnya, maka sesaat itu ia lantaS naik pitam, namun tidak berani berlaku kasar, hanya dari mulutnya yang tercetus ucapan Seolah- olah membantah pendapat: "Kalau memang Sudah tak ada apa-apanya yang menarik, kau tidak uSah tanya lagi."

Swat-popo Sungguh tak menduga bahwa bocah itu berani membantah dirinVa, dalam keadaan marah, lantas Saja ingin menghantam, sedang matanya mendelik kepada It-hu Sianseng, mulutnya membentak dengan Suara bengis: "Bagus sekali Kau setan pemabokan ini dengan cara bagaimana mendidik murid mu?^

It-hu Sianseng sedikit pun tidak marah, ia hanya tertawa saja kepadanya, kemudian sambil menjura ia berkata: "Aku hanya mendidik ia Supaya memiliki jiwa kesatria, kecuali itu, aku selalu membiarkan ia bebas berbuat apa saja, asal jangan berbuat jahat.. .. Kenapa, apakah kau hendak berkelahi dengan muridku?"

Swat-popo menggeram hebat, dengan tangan mendorong muridnya, mulutnya berteriak^ "In-jie, lekas Lekas kau hajar padanya"

In-jie menerima baik, ia berteriak kemulut pintu, dan menggapai kepada Cin Hong seraya berkata: "Hei Kau keluar, mari kita berkelahi, diluar "

Cin Hong melihat uruSan menjadi runyam dalam hati sangat gelisah, untuk sesaat ia tidak tahu bagaimana harus berbuat, terpaksa berdiri melongo saja.

It-hu Sianseng mendongakkan kepala dan tertawa terbahak-bahak. kemudian berkata: "Ada perempuan menang berkelahi, bukankah itu suatu urusan yang menggembirakan. Lekaslah keluar"

Cin Hong merasa, perkelahian itu bagaimanapun juga tidak boleh dilangsungkan, maka ia lantas berkata dihadapan Swat-popo, katanya: "Maaf kan subo aku,. aku

bukanlah sengaja." swat popo mana mau mengerti, tidak menunggu sampai habis ucapannya ia sudah membentak sambil mengibaskan tangannya: "Pergi.. Siapa subomu?"

Cin Hong berulang-ulang menjura angguk-anggukkan kepala Sampai ditanah. Namun Swat-popo masih tetap marah-marah dan menyuruhnya pergi.

Cin Hong terus berkutat tidak menghiraukan tindakan swat popo. Tetapi nenek itu tetap tak mau menerimanya, ia tetap mengusir Cin Hong.

Cin Hong menjadi marah, ia lompat bangun dan melesat keluar dari kamar. Diluar kamar, Cahaya rembulan terang benderang, cuaca juga terang. bintang-bintang dilangit turut menerangi bumi....

Cin Hong tiba didalam pelataran, tampak In-jie sudah berdiri disana, sambil memiringkan kepalanya ia mengawasi dirinya seperti tertawa tetapi bukan tertawa, sikapnya seolah-olah tak mau tahu segala urusan yang terjadi.

Cin Hong sebetulnya tiada maksud mau bertempur dengannya, maka saat itu ia diam saja. dan hanya memberi hormat kepadanya, lantas berdiri tenang, menantikan kejadian selanjutnya.

In-ji agaknya juga tak ada maksud Untuk berkelahi dengannya, melihat sepasang mata Cin Hong mengawasi dirinya tanpa berkedip. wajahnya lantas menjadi merah. Sambil miringkan kepalanya ia berkata: "Mulailah, mengapa masih diam Saja?"

Cin Hong tampak wajah gadis itu menjadi merah, hatinya merasa girang, buru-buru menjura dan berkata sambil tersenyum^ "Aku datang hendak menerima tantangan. Bagaimana boleh memulai lebih dahulu?" In-jie tercengang, Sepasang biji matanya berputaran sebentar, tiba-tiba tertawa dan berkata. "Hitung-hitung saja aku yang memberikan hak kepadamu untuk turun tangan lebih dulu. Nah, mulailah"

Cin Hong menoleh kearah kamarnya sendiri, tidak tampak suhunya dan Suhu gadis itu mengikuti, keberaniannya lantas menjadi besar. Katanya sambil tersenyUm: "Baik aku hanya minta kau supaya memberi tahukan namamu lebih dahulu"

Dengan sikap sombong dan bangga Sekali gadis itu menyebutkan namanya: "Thian San Swat lie Ang. Yo In In."

Cin Hong mengangguk-angguk kepala, katanya dengan memuji^ "Swat lie Ang Yo In In-Swat lie Ang. Yo In In- Alangkah indahnya namamu ini."

Mendengar namanya dipuji oleh Cin Hong. In-jie merasa sangat gembira, sehingga melupakan bahwa kedatangannya itu hendak mengadakan pertempuran. Sambil mengejek ia bertanya: "Kudengar kau bernama Cin Hong. Apakah itu betul?"

"Ya, harap Nona Yo sering sering memberi pelajaran" "Aku  juga  dengar  kabar,  babwa  kau  juga   merupakan

salah  seorang  dari  empat  orang  cerdik  pandai  didaerah

Kang-lam, yang namanya sangat kesohor."

Cin Hong membungkukan badannya, dan dengan Sikap merendah, menjawab: "Bagaimana nona Yo tahu ?"

"Soal ini saja masih perlu menanya, bagaimana kau masih mengaku seorang cerdik pandai?"

"Kemarin ditepi telaga, aku sudah kesalahan terhadapmu. Harap nona Yojangan dibuat kecil hati." In-jie kembali mengejek. sambil tertawa lalu berkata: "Marah-marah terhadap lelaki binal, itulah suatu perbuatan bodoh "

Sepasang matanya menatap Cin Hong dan bertanya^ "IHei, apakah kau Sering-Sering berbuat demikian ?"

Selembar wajah Cin Hong menjadi merah, ia menjawab sambil menggelengkan kepala: "Tidak. dalam seumur hidupku, itulah baru pertama kali aku berhadapan dengan wanita dan berlaku demikian berani. Aku benar-benar telah dipaksa oleh mereka."

In-jie seolah-olah tak percaya, katanya: "Apa sebabnya mereka harus memaksa kau? Benar-benar aneh"

"Itu memang benar, mereka menertawakan aku bodoh. mereka mengatakan bahwa aku tidak mempunyai seorang pun sahabat perempuan"

Dengan tiba-tiba muka In-jie kembali menjadi merah, disamping itu ia juga merasa bahwa tidak seharusnya ia menjadl marah, maka buru-buru berkata: "IHm... Dengan kelakuanmu seperti itu, siapapun tidak suka menjadi sahabatmu "

Cin Hong meraSa Sangat malu, katanya sambil tertawa getir^ "Ya, bersama-sama dengan mereka tiga orang cerdik pandai itu. aku sering-sering melakukan perbuatan yang aku sendiri tidak mengerti."

In-jie tertawa geli. dan Cin Hong waktu itu tidak tahu, dari mana datangnya keberanian tiba-tiba maju selangkah dan berkata: "Aku benar-benar mengharap kau. supaya kau suka menjadi sahabatku, jikalau kau sudi besok aku boleh bawa kau untuk kubanggakan dihadapan mereka. " In-jie pura-pura tidak mendengar, ia alihkan pembicaraannya kelain SoaL "oo. . .oo. . .kau pandai melukis, betul tidak?"

Ditanya demikian, Cin Hong terpaksa menjawab: "Bisa sedikit. o. iya. Tadi suhumu kata ada PENJARA RIMBA PERSILATAN. Apakah sebetulnya itu?"

In-jie segera mendapatkan bahan pembicaraan, dengan sangat gembira ia lompat-lompat, dan kemudian berkata: "Baik. aku sekarang beritahukan urusan yang mengenai penjara rimba persilatan itu. Mari kita mencari tempat duduk lebih dahulu"

Cin Hong lalu mengantarnya kesebuah kuyel didalam taman bunga, ia kembali lari kedapur untuK mengambil teh, ia letakan didepan gadis itu, Kemudian duduk dihadapannya.

Cuaca malam itu terang, angin bertiup sepoi-sepoi, Thian-San Swatlie Ang, Yo In In dengan sikapnya seperti orang Kang ouw ulung, menceritakan situasi rimba Persilatan pada dewasa itu.

"Pertama, aku hendak menyebut beberapa nama terkemuka dari golongan hitam dan putih, yang pada suatu masa namanya Sangat menonjol. Aku menggunakan istilah suatu masa, mungkin merasa agak kabur, tetapi aku, juga tidak bisa menggunakan istilah yang tepat, sebab tokoh- tokoh itu ketika mendapat nama, ada yang lebih dulu dan ada yang kebelakangan- Waktu nama mereka Suram, juga mengalami proses demikian hingga aku tidak biSa menyebutnya waktunya yang tepat."

"pada sepuluh tahun berselang. didalam rimba persilatan tersiar luas nyanyian seperti ini: "Satu pedang yaitu tamu tidak diundang, sepasang iblis bertahta diselatan dan diutara, tiga gaib si nenek Cwie Sian Pho, empat manjur menjagoi timur dan barat, lima pahlawan berdiam didalam rimba, enam berbisa dimana-mana, tujuh pendekar merantau dunia, delapan Setan mengalahkan Dunia Kang ouw."

Apa yang disebut satu pedang ialah Tamu tidak diundang dari dunia luar, yang tadi disebut oleh suhu. orang ini kabarnya kepandaian ilmu Silatnya merupakan orang nomor satu didalam dunia rimba persilatan Tetapi tiada orang tahu Siapa nama aslinya, orang hanya tahu ia Setiap kali muncul selalu mengenakan kerudung muka kain putih, pakaiannya juga baju panjang berwarna putih, kelakuannya Sangat misteri.

namun perbuatannya selalu benar, setiap kali membunuh seorang jahat, selalu meninggalkan tulisan huruf ENG. adalah tanda lambangnya delapan jurus pedang huruf ENG yang namanya menggemparkan rimba persilatan- Hanya sejak penguasa rumah penjara rimba persilatan muncul gelarnya sebagai orang kuat nomor Satu sudah mulai goyah, bahkan ada orang yang meramalkan, apabila ia bertanding dengan penguasa penjara rimba persilatan- barang kali tak sanggup sampai tiga puluh jurus, tentang ini biarlah tidak usah kita pedulikan...

Sekarang mari kukenalkan dulu kepada Cwie Sian Pho yang dikatakan sebagai roman orang Tiga Gaib. cwie, yang dimaksudkan adalah Suhumu. It-hu Sianseng, Sian ialah pangcu dari golongan pengemis, dan Pho adalah suhuku sendiri Tnian San swat Popo. Tiga orang Gaib ini. kepandaian ilmu silatnya terhitung Suhuku yang paling tinggi. ini benar, aku tidak membobongi kau Sementara mengenai orang-orang yang disebut sebagai Lima Pahlawan yang katanya berdiam Didalam Rimba dan Tujuh Pendekar yang Merantau Dunia, mereka terdiri dari orang-orang para ketua dari dua belas partay, ada juga Pendekar perantauan. mereka itu semua dari golongan kebenaran. Say ang. Sudah ditawan oleh Penguasa rumah penjaranya, rimba persilatan didalam rumah penjaranya, sudah tak ada harapan keluar dari penjara itu untuk Selama- lamanya , Maka nama mereka baiklah jangan disebut dulu, kalau kau masih ingin tahu, dikemudian hari aku nanti akan memberitahukan kepadamu juga.

Sekarang kukenalkan kepadamu beberapa tokoh dan golongan hitam, apa yang dinamakan sepasang Iblis Bertahta DiSelatan dan Utara yang dimaksudkan ialah Lam-khek sin-kun In Liat Hong dan Pek khek Mo-ong Yong Su Ki, dua iblis kenamaan itu yang tersebut duluan terkenal dengan perbuatan cabulnya. Dan Yang tersebut belakangan mempunyai kebiasaan suka makan hati manusia. Kabarnya kepandaian ilmu Silat mereka tidak dibaWah Tiga Manusia Gaib. Tentang ini, aku percaya, hanya dua iblis itu pada lima enam tahun berselang dengan beruntun terkalahkan oleh penguasa rumah penjara Rimba persilatan. Mereka juga ditawan didalampenjara Rimba persilatan, dan Sudah tak biSa berbuat jahat lagi untuk selama- lamanya selanjutnya mengenai EMPAT MANJUR yang menjagoi TIMUR DAN BARAT yang dimaksudkan dengan empat manjur itu ialah si naga mata satu Hu In Hui, sikura-kura leher panjang, Bwee Kap Sien dan Kielian merah Kha Go San dari gunung La-hu-san, serta siBurung Hong berekor hitam. Pa Cat Nio Yang tersebut duluan adalah dua Saudara berlainan she, yang satu bertubuh tinggi, dan yang lain bertubuh pendek gemuk. Dua orang itu jarang sekali meninggalkan kediamannya digunung She san tetapi jikalau mereka keluar, sudah pasti melakukan pembunuhan besar-besaran, kepala-kepala orang yang dibunuh dibawa pulang kegunung untuk membangun rumah. Yang tersebut belakangan adalah Sepasang suami isteri, mereka suka sekali mengumpulkan barang-barang puSaka dan barang-barang aneh, asal mendengar saja ditempat mana atau siapa orangnya yang memiliki barang- barang pusaka. mereka lantas pergi mencari dan merampasnya tanpa memilih cara, belum mau sudah jlkalau belum mendapatkannya.

Kepandaian ilmu silat empat manjur itu sesungguhnya tidak dibawah lima pahlawan, mereka semua juga Sudah dimasukkan dalam penjara rimba persilatan pada tiga  empat tahun berselang. Dan yang terakhir ialah Enam Berbisa dan Delapan Setan. Enam belas orang itu terdiri dari berbagai macam orang. Ada orang2 dan golongan padri, dari golongan imam. juga dari golongan biasa, ilmu silat mereka dengan tujuh pendekar dari golongan putih terpaut tidak seberapa. Diwaktu biasanya, Suka melakukan segala kejahatan- Tetapi kecuali Tok-sin Cai Leng Go dan Nona Setan berdua, yang lainnya semua sudah menjadi penghuni dalam penjara rimba persilatan, sehingga tak bisa melakukan kejahatan lagi.

Mereka semua jumlahnya tiga puluh enam orang, semua merupakan orang2 lihay dari golongan hitam dan putih pada beberapa puluh tahun ini. Sudah tentu dunia rimba persilatan cukup luas, orang-orang yang memiliki ilmu kepandaian lebin Unggul daripada tiga puluh enam orang itu bukannya tidak ada, umpama kata Tok-siu-cay Leng Go ada satu kali ketika dikota Tiang-an telah kupukul dan copot Satu giginya, hingga ia kabur ketakutan."

- Benar, aku tidak membohongi kau-

Sekarang biarlah kuberitahukan, dengan Cara bagaimana aku mengalahkan dia. Pada suatu hari. "

Cin Hong mendengar cerita tokoh-tokoh terkenal dalam rimba persilatan, kecuali suhunya sendiri. dan tiga orang aneh, yang lainnya masih belum begitu tahu. Waktu dengar bahwa gadis itu ternyata sudah berhasil mengalahkan satu dari tokoh-tokoh terkenal itu, dalam hati merasa geli. MaKa ia lantas menyela: "Nona Yo, urusan ini lain kali saja kau cerita kan lagi. Sekarang ceritakanlah dimana letaknya penjara rimba persilatan itu?"

In-jie nampaknya tidak senang, ia berkata dengan muka masam: "Perlu apa kau tergesa-gesa, nanti aku jugaakan menceritakan kepadamu, memotong ucapan orang, benar- benar tidak tahu aturan"

"Maaf, karena aku tadi mendengar kau berkata, bahwa ada orang dari golongan putih telah tertawan dalam rumah penjara, orang dari golongan hitam juga tertawan disitu. Aku yang mendengarkan semakin lama semakin bingung, hingga aku tidak bisa sabar lagi. Kalau begitu, sekarang kau ceritakan dulu, dengan cara bagaimana Tok siu cay itu bisa kau pukul jatuh sebiji giginya, aku ingin dengar ceritamu."

In-jie berubah menjadi girang, ia mengambil cawan teh diatas meja dan diberikan kepadanya, seraya berkata: "Hei, kau minun atau tidak?"

"Minumlah kau, jangan malu-malu" Menjawab Cin Hong sambil mengulapkan tangannya.

In-jie minum tehnya, mengerling padanya sambil tersenyum, setelah meletakkan cangkirnya diatas meja, melanjutkan ceritanya lagi^ "Baiklah. kau suka dengar cerita yang menyangkut rumah penjara rimba persilatan. Sekarang aku ceritakan tentang rumah penjara itu. Tetapi kau tak boleh dan memotong lagi, Selama kalau aku sedang bicara, aku paling tidak senang dipotong orang "

Cin Hong menerima baik perjanjian itu, ia berlaku seperti dengan sejujurnya. "Jauh sepuluh tahun berselang, ketua-ketua dua belas partay besar rimba pesilatan. . . .Siao-lim, Bu-tong, Hoa San- Kun-lun, Ngo-ble, Klong-lay, Clong-lam, oey-san Swat San dan Lam-hay. dengan tiba dalam waktu sebulan telah menerima surat yang Sangat misteri, kabarnya dalam surat itu berbunyi begini: saudara ketua yang terhormat. Dua Belas buah kunci emas yang terukir dengan huruf Liong sudah kuketemukan- Harap pada nanti Tanggal Sembilan, Bulan Sembilan, supaya suka berkunjung kelembah Thiat Su Kok di GUnung Tay-pa-San untuk merundingkan persoalan mengenai kotak rahasia. PenguaSa Rumah Penjara Rimba Persilatan- pada tanggal sembilan bulan Sembilan hari itu. dua belas ketua dari dua belas partay yang menerima undangan itu semua berkunjung kegunung Tay-pa-san-"

Cin Hong yang mendengar cerita itu karena belum paham, maka kembali menyela^ "Tunggu dulu nona Yo, apakah yang dinamakan Dua belas Buah Anak Kunci Emas? Apa pula yang dinamakan Kunci Emas yang terukir Huruf Liong?"

In-jie perdelikkan matanya dan berkata dengan nada menyesal: "Dua belas Anak Kunci Emas, adalah anak kunci yang terbuat dari emas. Anak kunci yang terukir huruf Liong, adalah salah satu dari dua belas anak kunci itu, yang diatasnya terukir dengan huruf Liong. Hal itu saja kau juga tidak mengerti?"

Cin Hong Mengangguk-anggukkan kepala dalam hati berpikir: "aku sendiri juga mempunyai anak kunci yang ada huruf Liongnya, ini benar-benar Sangat heran-"

Namun ia tidak tahu, anak kunci huruf Liong yang dikatakan olehnya itu, bagaimana sebetulnya? Maka kembali ia bertanya sambil tersenyum: "Maaf, aku hendak tanya lagi. sebelas anak kunci yang lainnya apa diukir dengan huruf lain?"

"Ada. Kabarnya, dua belas anak kunci emas itu masing- masing diukir dengan huruf dari dua belas shio."

"Apakah dua belas partay rimba persilatan itu masing- masing memegang sebuah?"

"Ya."

"Untuk membuka kotak rahasia itu?" "Ya"

"Apakah kalau kurang satu saja tak bisa dibuka?" "Barangkali ..,.."

"Kotak rahasia itu sebetulnya kotak apa?" "Entahlah?"

"Apa isinya?" "Entah"

"Aai, untuk apa sebetulnya?"

"Aku benar-benar tidak tahu. Kabarnya itu adalah suatu rahasia dari dua belas partay itu setiap generasi hanya seorang ketuanya saja yang tahu. Sedangkan mereka semua tutup mulut rapat-rapat sampai matipun juga tak mau menceritakan"

"Kalau demikian halnya, kotak yang dinamakan kotak rahasia itu mungkin berisi benda pusaka yang tak ternilai harganya?"

"Itu, mungkin"

"Urusan ini sudah berapa lama tersiar dalam rimba persilatan?" "Barangkali sudah dua puluh tahun?" "Mengapa biSa hilang?"

"Perkaranya berbelit-belit, aku sendiri tidak tahu" "Eng. "

"Baiklah. Sekarang kulanjutkan, Setelah mereka tiba digunung Tay-pa-san. telah mengemukakan bahwa lembah Thiat-siu-kok itu dalamnya kira-kira dua ratus tombak. Dilembah itu terkurung oleh dinding. Dinding itu terdapat lobang kecil-kecil yang jumlahnya ratusan buah, Seperti sarang tawon- Dibagian Selatan dan Utara atas lembah terpentang tujuh utas tambang besi sebesar tangan manusia. setiap tambang terpisah sejarak. kira-kira sepuluh tombak. bentuknya mini dengan Sebuah mandolin raksasa bersenar tujuh Dan orang yang menamakan diri penguasa rumah penjara rimpa persilatan itu berdiri ditengah-tengah tambang besi itu.

Dimukanya orang itu mengenakan kerudung kain hitam, pakaiannya juga baju panjang berwarna hitam, dandanannya itu justeru merupakan kebalikan dengan dandanan tamu tidak diundang dari dunia luar. oleh karena keadaannya yang sangat aneh itu, hingga dua belas ketua dari dua belas partay itu, semua tidak bisa melihat wajah dan usianya, sehingga juga tak berani memastikan, ia itu pria ataukah wanita. Hanya, dari Suaranya yang bening dapat diduga bahwa orang itu adalah seorang muda yang berusia belum cukup tiga puluh tahun. Dua belas ketua partay itu sebelum tiba dilembah Thiat-siu-kok. semua menduga bahwa orang yang menamakan diri penguasa rumah penjara rimba persilatan itu paling-paling hendak menggunakan kunci emas berukir huruf Liong itu untuk minta sedikit bagian dan akan mengatakan apa- apa sebagai syarat. Tetapi ketika melihat keadaan lembah itu, baru tahu bahwa urusan itu tidak Sesederhana seperti apa yang mereka duga. Apa yang dinamakan perundingan, mungkin hanya merupa kan Suatu alasan Saja.

Waktu itu ketika penguasa rumah penjara persilatan itu melihat dua belas ketua partay semuanya sudah datang, segera mengeluarkan anak kunci emas berukiran huruf Liong itu dari dalam Sakunya, seraya berkata: "Kami sebetulnya tidak tertarik oleh kotak wasiat itu. Kali ini kami mengundang Tuan-tuan ketua datang kemari, maksudku hendak belajar kenal dengan kepandaian ilmu silat Tuan- tuan dengan secara bergiliran- tidak perduli siapa saja, asal sanggup menyambut tiga jurus pukulanku aku akan menyerahkaa anak kunci emas yang terukir huruf Liong itu. Tetapi jika tidak sanggup, maka tuan2 harus menerima masih menjadi tawanan dalam penjara rimba persilatan ini"

"Sombong benar ucapannya" menyela Cin Hong. "Itulah, maka waktu itu dua belas ketua partay. semua

juga  merasa  panas  hati  oleh  ucapan  yang  sombong   itu.

Tetapi setelah ada orang yang bertanding dengannya, semua segera mengetahuinya bahwa tiga pukulan yang disebut syarat itu bukan saja tidak berlebih- lebihan, bahkan masih dianggap terlalu merendah,"

"Siapa kah yang melawan lebih dahulu?." "^ Ketua oey San-pay Siauw CanJin "

"oh, anak kunci itu hilang didalam tangannya, Sudah seharusnya ia yang turun tangan lebih dahulu"

"Bukan ia yang menghilangkan, melainkan ketua oey- san-pay yang dahulu, ialah Thian-tu ,ojin Suma Sin-"

"oo Akhirnya bagaimana?" Dua orang itu mulai bertanding diatas kait yang terpancang diataS lembah sedalam dua ratus tombak lebih, penguasa penjara rimba persilatan itu sebelum bertanding, sepasang kakinya bergerak dengan cepat sekali diataS tujuh utas kawat itu, kaWat besi itu lalu mengeluarkan suara irama seperti irama mendolin yang memilukan. Kemudian, dari jarak jauh ia melancarkan pukulan kepada Siauw Can Jin. Diluar dugaannya Siauw Can Jin yang menjadi ketua golongan oey San-pay, baru Saja menyambut satu kali dengan mudah sekali sudah terpental jatuh kedalam lembah"

"Hai-yaaa Kalau begitu, bukankah dia sudah hancur lebur?"

"Tidak. penguasa rimba persilatan itu lebih dulu sudah menyediakan sebuah jaring besar didalam lembah. "

"Hei, untuk apa itu ?"

"Untuk apa. sebentar kuceritakan lagi. Sekarang gilirannya ketua Thian-san-pay Si jago pedang Cu-bo-kiam KhoSu Yang yang memegang anak kunci dengan ukiran huruf tikus"

"Ia sanggup menerima pukulan ?"

"oleh karena pengalamannya yang terdahulu, maka ia lebih hati-hati, kali ini ia sanggup menerima dua kali "

"Hei Siapa kah yang menamakan dirinya penguasa rumah penjara rimba persilatan itu, kenapa demikian hebat ilmu pukulannya ?"

"Kalau mau tahu siapakah ia sebetulnya, Sesungguhnya sangat mudah sekali"

"Haaa, bagaimana?" "Kau pergi Saja menantang dia, itu sudah cukup, Dia Selalu bersedia menyambut tantangan setiap orang yang diajukan kepadanya?"

"Apakah dia mau memberitahukan namanya kepada setiap orang penantangnya?"

"Hm, setelah dia memukul jatuh kedalam lembah kepada dua belas orang ketua partay rimba persilatan itu, ketika berita itu tersiar di kalangan Kang-ouw, tokoh-tokoh kuat dari dua belas partay dan beberapa tokoh kenamaan rimba persilatan, semua tidak percaya bahwa didalam dunia ini ada orang yang demikian hebat. Maka semua pergi berkunjung kelembah itu untuk menantang bertempur. Satu persatu dipukul jatuh kedalam lembah yang merupakan rumah penjara itu, tiada seorang pun yang bisa lolos dari tangannya, demikian-Beberapa orang rimba persilatan yang belum pergi, semua merasa jeri, hingga membatalkan maksudnya. Selama setengah tahun Selanjutnya, tiada seorangpun yang berani menantang. oleh karena melihat keadaan lembah itu menjadi sepi, maka penguasa rumah penjara itu lantas mengadaKan Suatu peraturan bersifat merangsang: ^Kesatu barang siapa sanggup menerima pukulannya tiga jurus keatas, setelah terpukul jatuh kedalam rumah penjara itu, didalam rumah penjara boleh tak usah melakukan pekerjaan berat, dan tak usah dirantai kaki tangannya, makanannya setiap hari juga lebih daripada yang lainnya, Kedua, barang siapa yang sanggup menerima hingga sepuluh jurus boleh tidak usah masuk kedalam penjara, Bersamaan dengan itu juga boleh mendapat hadiah uang emas seribu tail. Tetapi masih harus melakukan pertempuran untuk kedua kalinya, dan harus sanggup menerima pukulan lima belas jurus,jika tidak, harus tetap masuk penjara. Ketiga, barang Siapa yang bertanding dengannya berkesudahan seri, terserah kepada orang itu, apa yang dikehendaki "

Cin Hong terkejut, katanya: "Setelah diumumkan seCara peraturan baru itu apakah masih ada orang yang menantang lagi?"

"Ada, sih ada. Tetapi sembilan diantara sepuluh pada menyerah, dan malah diborgol tangannya dengan rantai, menjalani penghidupan didalam penjara dengan segala penderitaannya"

"Tadi kau kata tentang lima pahlawan, tujuh pendekar yang merantau, dan enam manusia perkasa serta delapan serta delapan setan, orang-orang itu sanggup menyambut berapa jurus ?"

"Tiada yang lebih dari tiga pukulan, hanya It-sian, sepasang iblis dan empat manjur, yang sanggup menyambut sampai lima jurus keatas, diantaranya adalah Sie Kwan yang hasilnya paling baik, dia barangkali takut makanan yang tidak enak didalam penjara itu, maka berkelahi  dengan sungguh2. Sayang hingga jurus kedelapan dia sudah jatuh kebawah"

"Hingga sekarang, sudah berapa banyak orang yang tertawan dalam penjara itu?"

"Jumlahnya yang tepat aku tak tahu, barangkali ada seratus lebih"

"Ai Didalam dunia ini benarkah tiada orang yang sanggup melawan dia ?"

"Ini juga belum tentu. Suhuku dan Suhumu masih belum pergi kesana, mereka berdua kalau mau belum tentu bisa kalah " "Sie Kwan, Salah seorang dari tiga gaib toh cuma sanggup melawan delapan jurus, sebaiknya jangan pergi saja."

"Itu tidak bisa. Sebab sekarang ini seluruh rimba persilatan Sudah mengejek dan tertawakan mereka berdua sebagai penakut. Sekarang kau masih hendak tanya apa lagi?"

"oo, tidak, hanya sedikit Saja, apakah dari belas buah anak kunci emas itu semua sudah dirampas oleh penguasa penjara rimba persilatan?"

"Tidak, Sewaktu dua belas ketua partay itu menerima surat undangan, oleh karena mereka masih belum jelas siapa sebenarnya orang yang mengaku penguaSa penjara rimba persilatan, untuk menjaga Kemungkinan- kemungkinan yang tidak diingini. tiada seorangpun yang membawa anak kunci emas itu."

"Sungguh aneh, ia tidak menghendaki anak kunci emas itu, mengapa perlu memenjarakan demikian banyak orang rimba persilatan?"

"Inilah yang menjadi pertanyaan orang oleh kita semua" "Cin Hong menarik napaS panjang, ia berdiam sejenak.

tiba-tiba   mendapat   suatu   pikiran   aneh.   katanya sambil

tertawa: "Jikalau penguasa rumah penjara itu memperbolehkan orang pergi meninjau, aku benar-benar ingin berkunjung kesana."

"Berapa usiamu tahun ini?"

"Bagaimana dengan tiba-tiba kau menanyakan usia orang?"

"Jangan kaget, inilah suatu peraturan yang ditetapkan oleh penguasa rumah penjara rimba persilatan- pada sepuluh tahun berselang, dia mengizinkan anak- anak yang berusia Sembilan sampai delapan belas tahun pergi menengok kedalam penjara. Sembilan tahun berselang, anak berusia sepuluh sampai delapan belaS tahun yang diperbolehkan menengok sanak saudara atau orang tuanya. Delapan tahun berselang anak- anak berusia sebelas hingga delapan belas tahun, jadi setiap tahun usia ditambah Satu tahun, maka hingga tahun ini, hanya anak-anak yang berusia delapan belas tahun yang boleh pergi menengok kedalam penjara itu"

"Ini sangat kebetulan, usiaku tahun ini justru delapan belas tahun "

"Itu bagus sekali. Kau haruS lekas pergi. untuk tambah pengetahuanmu, dan nanti kalau pulang kau boleh ceritakan padaku, bagaimana keadaan dalam penjara itu?"

"Mari kita pergi bersama-sama saja?"

"Tahun ini usiaku baru enam belas tahun. Usiaku ini belum sampai usia seperti apa yang sudah ditetapkan oleh karenanya, maka tidak bisa pergi" Menjawab In-jie sambil menggelengkan kepala.

"Peraturan yang sifatnya keras demikian apakah maksudnya?"

"Siapa tahu? Benar-benar membingungkan"

"Tidak apa, kau boleh membobongi dia, katakan saja bahwa usiamu sudah delapan belas tahun."

"Tidak boleh, penguasa penjara rimba persilatan itu ada mempunyai seorang bawahan yang berjulukan Thiat-oe Siang-su, ia ditugaskan untuk menghitung usia anak- anak yang lalu pergi menengok kedalam penjara. Tahun yang lalu ada seorang anak yang berusia lima belas tahun, ia membohong berusia tujuh belas tahun, setelah diketahui oleh Thiat-oe Sian-su, akhirnya ia telah dihukum rangKet pantatnya. "

"Dirangket pantatnya ?"

"Ya Orang yang bernama Thiat-oe Siang-su itu seorang yang paling tak tahu malu..." Berkata Sampai disini, tiba- tiba terdengar Suara,

"He he he. "

Dengan tiba-tiba, dari dalam kamar yang terpisah sejarak dua puluh tombak, terdengar suara tertawa dingin, suara itu sama dengan yang pernah mereka dengar ditepi telaga see- ouw kemarin malam

Dua orang itu terkejut. mereka Segera merasakan ada apa- apa yang tidak beres, maka buru-buru lari keluar dari kupel dan menuju kedalam rumah.

Cin Hong masuk lebih dulu, tampak lampu didalam kamarnya masih menyala, tetapi dua orang tua itu sudah tidak tampak lagi bayangannya. Selagi hendak balik keluar untuk mengejar, diatas meja tampak sepotong kertas, agaknya tulisannya yang sengaja ditinggalkan disitu, maka ia lalu Cepat mengambil.

Ketika ia membaCa surat itu, Yo in In juga sudah lari kesampingnya, hingga dua- dua membaCa bersama.

Surat itu bunyinya sebagai berikut: "oleh karena kelakuan To Lok Thian dan Sie Siang In kurang baik, mengelabui mata dunia dengan pura-pura berbuat baik, ini tidak dapat dibenarkan- Maka diminta lapor diri kerumah penjara rimba persilatan digunung Tay-pa-san Sebelum tanggal lima bulan lima. Apabila lewat waktu tidak datang, akan diambil tindakan tegas. Penguasa penjara rimba persilatan- " "Aaa, penguasa rumah penjara rimba persilatan sudah mengirim ancaman"

Dua orang itu setelah membaca surat tersebut, semua menunjukkan sikap terkejut dan Saling berpandangan sekian lama, in-jie membaca sepasang matanya yang lebar, lama baru bisa bicara. "Ya Tuhan, penguasa penjara rimba persilatan " Dengan alis berdiri Cin Hong berseru: "Lekas kejar "

Ia melemparkan suratnya, kemudian lompat keluar dari dalam kamarnya. Dengan di ikuti oleh in-jie. Kedua-duanya lompat keatas genteng rumah, matanya ditujukan kearah datangnya suara tadi, waktu itu orang berbaju hitam yang diduga menyampaikan tadi kepada dua Suhunya, kini ternyata sudah tidak nampak lagi bayangannya.

Waktu itu Sudah hampir pagi, kota Hang-ciu masih Sepi, seolah-olah masih diliputi oleh ketenangan-

In-jie tidak nampak gurunya, hatinya merasa Cemas. In- jie lebih dulu menggunakan ilmunya ringankan tubuh, bagaikan asap lompat turun dari atas genteng dan berseru: "Hei Perlu apa kau masih berdiri bingung, lekaS kejar "

Cin Hong segera bergerak, dengan mengikuti jejaknya melayang turun kebawah. Sebelum kakinya menginjak tanah, dipojak utara, tiba-tiba tampak sesosok bayangan hitam, sepasang lengan jubah bayangan itu bagaikan seekor burung kalong raksasa, melayang menghilang keluar pekarangan-

Dalam terkejutnya, badannya yang masih berada diudaa. lantas melakukan gerakan memutar dan mengejar Keutara Sambil berseru: "Nona Yo. musuh ada disini, lekas kau kemari " in-jie mendengar ucapan itu segera lompat balik ke-utara, secepat kilat mengejar sampai keluar gedung.

Dalam keadaan gelap gulita, Samar-samar tampak Sesosok bayangan hitam berada ditempat sejauh enam tombak. sedang menggerakkan sepasang lengan jubah, hingga Saat itu mengeluarkan suara "bles blek," terbang melayang Semakin menjauh. Gerak-geriknya itu mirip sepertii burung kalong raksasa.

Sudah tentu Cin Hong tidak mau perCaya bahwa didalam dunia ini ada kalong yang demikian besarnya, maka tanpa menghentikan kakinya, ia terus mergejar. sedangkan In-jie oleh karena kemarin malam pernah dengar dari Cin Hong yang mengatakan tentang siluman kalong, maka dalam hati lantas meraSa takut, hingga tidak berani mengejar lebih dulu. ia hanya mengikuti dibelakang sambil bertanya: "Hei, besar sekali kalong itu. Apakah dia Siluman kalong?"

Cin Hong meskipun baru berada bersama-sama Setengah malam, namun ia sudah tahu bahwa gadis itu bernyali kecil, maka ketika mendengar pertanyaan itu, lantas timbul pikirannya hendak menggoda. Katanya: "THem,  Barangkali benar-benar Siluman kalong yang Sudah bertapa ribuan tahun lamanya "

Wajah In-jie berubah seketika, buru-buru nenghentikan kakinya, sedang mulutnja berseru: "Kau bohong Apakah kau hendak menakuti aku ?"

Cin Hong memperlambat larinya sambil palingkan kepalanya: "Jangan takut, kita bekerja sama untuk menangkap dia,"

In-jie tidak berani, ia berkata sambil monyongkan mulutnya: "Tidak. aku tidak mau menangkap kalong, rupanya seperti tikus. " Ketika Cin Hong menoleh lagi, kalong itu Sudah berada sejauh sepuluh tombak lebih,maka ia lalu menggerakkan kakinya untuk mengejar, sedang mulutnja terus berseru kepada In-jie^ "Nona Yo, dia kalong atau bukan, kau ikut aku mengejar saja"

Namun In-jie masih tetap berdiri tegak, dari jauh ia berKata^ "Cin Hong. bagaimana kau tahu kalau dia bukan Siluman kalong"

Cin Hong tertawa terbahak-bahak dan berkata: "Jika dia benar-benar Siluman kalong, Sejak tadi Sudan terbang ke- langit."

In-jie pikir, bahwa ucapannya itu memang benar, maka ia lantas angkat kaki dan pergi mengejar lagi, tak disangka baru saja mengejar beberapa langkah, Kalong yang dikejarnya itu berada ditempat sepuluh tombak lebih dengan tiba-tiba terbang setinggi tujuh tombak lebih, dilihatnya benar-benar seperti seekor burung kalong raksasa.

Wajah In-jie pucat Seketika, ia menjerit kaget dan berhenti lagi, seraya berseru kepada Cin Hong:

"Hei, lekas kau kembali, itu adalah siluman kalong, tidak Salah lagi."

Cin Hong yang saat itu terpisah dengan kalong hanya tinggal delapan tombak^ dapat melihat dengan jelas, tampak kalong itu terbang, kelihatan kakinya seperti kaki manusia yang ditekuk kebawah perutnya.Jelas itu adalah manusia yang berlaku seperti kalong, maka ia terus mengejar jangan sampai ketinggalan jauh. Atas panggilan gadis tadi, ia menyahut dengan suara keras^ "Tidak Dia bukan siluman kalong, aku sudah melihat kakinya" Sambil lari mengejar lagi, In-jie bertanya: "Apa kau tidak membohongi aku? Kalau bukan siluman kalong. bagaimana bisa terbang?"

"Ha ha .... , dia sedang menggunakan ilmu berjalan ditengah udara. Apakah kau tidak melihatnya?" berkata Cin Hong Sambil tertawa besar.

In-jie yang memiliki ilmu meringankan tubuh terhebat dari golongan rimba persilatan sudah tentu tahu apa yang dimaksudkan dengan ilmu berjalan ditengah udara, hanya pada saat itu, oleh karena pikirannya sudah dipengaruhi oleh peraSaan takut terhadap siluman kalong Sedikit pun tidak memikirkan kalau bayangan itu adalah orang yang jadi. Maka ia juga tak ingat lagi kepada "Ilmu berjalan ditengah udara" yang memang banyak dikenal oleh orang- orang rimba persilatan pada saat itu, setelah mendengar keterangan Cin Hong, wajahnya jadi merah seketika. Selagi hendak membantah. ditempat gelap tiba-tiba terdengar suara dalam: "Nona. . .kecil , . . .dia. . . . bukan.      siluman

kalong . . . . akantetapi ....jauh lebih lihay ....dari pada, . .

.siluman kalong."

Dari nada suaranya itu dapat diduga bahwa orang yang mengeluarkan ucapan itu tidak ada maksud jahat, jelas pula bahwa orang yang mengucapkan perkataan itu adalah seorang tua yang tidak biSa bicara lancar.

In-jie terperanjat mendengar ucapan itu, ia menghentikan langkahnya dan berpaling ketempat gelap Seraya bertanya: "Hei. kau Siapa?"

Disuatu gang yang gelap gulita. kira-kira beberapa tombak disebelah kirinya terdengar suara orang tua yang dalam tadi: "Aku. . .siorang tua. . .adalah. orang, penjual.

. .susu, tahu. " Dalam hati In-jie merasa curiga. maka tidak menantikan keterangan lebih jauh, kedua kakinya lantas bergerak. dengan kecepatan bagaikan kilat melesat ke-gang yang  gelap itu, ia pasang mata mencari-cari orangnya. tetapi dalam gang ternyata kosong melompong, Seekor kucing pun tidak nampak. Saat itu bayangan siluman kalong kembali terbayang didalam otaknya, hingga hatinya meraSa jeri. Iaingat diwaktu masih kanak-kanak. pernah mendengar orang tua berkata, bahwa rambut boleh digunakan Untuk mengusir segala siluman-Maka buru-buru ia mencabut beberapa lembar rambutnya sendiri, dan dilibaskan ketengah udara, setelah itu ia memutar dirinya keluar lagi dari dalam gang, dan menuju kearah Cin Hong yang berada sejauh dua puluh tombak dari tempatnya untuk mengejar lagi, sedang mulutnya berteriak-teriak memanggil: "IHei Cin Hong Tunggu aku"

Cin Hong yang sedang mengejar kalong itu ditengah udara. mendengar panggilan gadis itu yang mengandung perasaan takut, buru-buru menghentikan kakinya dan berpaling seraya bertanya: "Ada urusan apa? nona Yo^"

In jie buru-buru menghampirinya, ia berkata dengan napas tersengal-sengal: "Aku telah ketemu siluman, benar- benar sangat menakutkan" Cin Hong terperanjat, tanyanya: "siluman? Dimana silumannya?"

Injie belum menjawab, ditempat gelap tadi tiba-tiba terdengar pula suara orang tua yang ucapkan dengan. nada tidak lancar: "Siluman .... ada di . . .sekitar . . .kalian . . .

.ada seekor.... siluman .... rase......seekor siluman kalong merah . . .delapan ekor..... siluman- . .kalong hitam. "

Cin Hong merasa bahwa orang yang mengeluarkan ucapan itu suaranya agaknya tidak asing. Ia mengeluarkan seruan terkejut, setelah itu ia berpaling mengawasi kearah di sekitarnya. Tampak olehnya di tempat sekitar lima tombak darinya, entah sejak kapan telah muncul sepuluh bayangan orang yang sangat aneh

Tepat dihadapannya berdiri seorang perempuan berparas CantiK, berpakaian warna perak^ sikap dan paras perempuan itu sepintas lalu memberikan kesan seperti Seorang dari golongan agung.

Disebelah kanan perempaan Cantik itu berdiri Seorang lelaki tua berambut putih berpakaian jubah merah tua, wajah orang tua itu memberi Kesan pada orang seolah-olah orang dari golongan kejam dan banyak akaL orang tua itu berdiri dengan bertolak pinggang, hingga jubahnya yang lebar terbentang, tampak seperti burung yang sedang berdiri.

Di Samping itu, ada delapan orang yang berpakaian hitam, dengan bentuknya yang aneh. delapan orang itu semua mukanya tertutup oleh kerudung kain hitam, diatas punggung mereka semua menyoreng sebilah pedang panjang. Semua berdiri berbaris dikedua samping perempuan cantik dan orang tua berambut putih itu, karena pakaian orang-orang itu semuanya mirip dengan pakaian burung- burung yang bersayap. didalam keadaan gelap tampaknya semakin menyeramkan.

Cin Hong dan In-jie semua belum pernah melihat bahwa dirimba persilatan pada dewasa itu ada golongan orang yang bentuknya dan dandanannya yang mirip dengan kalong. Maka begitu berhadapan dengan orang-orang aneh itu, semua terperanjat, hingga berdiri berdampingan tidak tahu bagaimana harus berbuat.

orang tua berambut putih berjubah merah itu, dengan sepasang matanya yang berkilauan, sinar tajam, menatap wajah Cin Hong dan in-jie seCara bergiliran- Dengan tiba- tiba mengeluarkan cuaranya dan berkata kepada perempuan cantik disisinya:

"Touw Kwie-hui, kali ini kita agaknya terlalu membesar- besarkan urusan keciL Dua bocah ini sesungguhnya tidak terlalu berharga buat kita turun tangan sendiri"

Sepasang mata perempuan cantik yang jeli itu berputaran di Wajah Cin Hong Sejenak, dengan tiba-tiba mengeluarkan Senyumnya yang manis, setelah itu ia membuba mulutnya dan berkata dengan nada suara yang merdu^ "Golongan kita belum lama dibentuknya, dalam segala hal harus berhati-hati, apa lagi kedua bocah ini merupakan mUrid kesayangan dua tokoh kuat rimba persilatan pada dewasa ini."

orang tua berjubah merah itu kembali perdengarkaan suara tertaWanya yang menyeramka -Setelah itu ia berkata: "Heh, menurut pandanganku, asal mengirim tiga atau empat anak buah dari Ek-hok-tong saja juga sudah cukup, .

. ."

Selama dua orang itu bercakap-cakap. Cin Hong juga bertanya dengan suara perlahan kepada In-jie yang berdiri di dampingnya: "Apa nona Yo kenal dengan orang-orang itu?"

"Tidak, aku tak kenal"

"Hei Bukankah kau banyak kenal dengan orang-orang rimba persilatan?"

"Bodoh, apa kau tadi tidak dengar mereka yang mengatakan sendiri bahwa perkumpulan mereka belum lama berdiri? Mereka adalah golongan yang berdiri belum lama di rimba persilatan- bagiamana aku bisa kenal?"

"oh, apakah mereka bukan orang bawahan penguasa rumah penjara rimba persilatan?" "Bukan, kabarnya penguasa rumah penjara rimba persilatan itu biasanya mempunyai sepuluh pengawal yang dinamakan sepuluh Giam-lo dan sebelas anak buah dari Thiat U sianseng mereka jarang muncul di dunia Kangouw, dandanan mereka juga tidak seperti Orang-orang ini yangi tidak karuan macamnya"

"ini benar-benar aneh, encie." "Kenapa?"

"orang yang menyampaikan surat kepada suhu bukankah juga orang yang mengenakan pakaian seperti kalong? Kalau dia bukan anak buah penguasa rumah penjara rimba persilatan, dengan cara bagaimana menyampaikan surat untuknya?"^

"Ehm, tetapi mungkin orang yang menyampaikan surat itu masih ada orang lain lagi. coba kau tanya mereka"

Cin Hong menganggukkan kepala, lalu menghampiri orang tua berjubah merah. dan kemudian memberi hormat kepadanya seraya berkata: "Bapak. kalian datang darimana? Dan ada urusan apa mengurung kami berdua?"

orang tua berbaju merah itu barangkali baru pertama kali ini ada orang membahasakan dirinya Bapak, maka sejenak ia jadi terperanjat. lantas berpaling pada perempuan cantik berpakaian warna perak disisinya, kemudian berkata sambil tertawa: "To Kwie-hui, bocah ini rupanya belum mempunyai pengalaman"

Perempuan cantik itu melirik kepada Cin Hong, dengan sikapnya yang menarik, katanya: "Inilah salah satu sebab yang membuatku hendaK menarik mereka jadi pembantuku yang penting. Aku hendak angkat mereka menduduki kedudukan Kim-thong dan Giok-lie" Cin Hong mendapat kesan, bahwa perempuan golongan baik- baik, maka perasaan muak lantaS dengan sendirinya pasti timbul di dalam hatinya, dengan alis dikerutkan matanya menatap Wajah orang tua berjubah merah, kemudian berkata dengan sikap sungguh-sungguh^ "Bapak. aku bicara kepadamu, apakah kau tidak dengar?"

orang tua berjubah merah itu seolah-olah tidak dengar, kembali berkata kepada perempuan cantik disisinya sambil tertawa^ "Kau dengar sekarang ia sudah mempunyai sedikit keberanian."

Meskipun Cin Hong belum pernah berkelana didunia Kang ouw, tetapi sifatnya dan jiwanya yang di dapat dari pelajaran ilmu Silatnya, tidak kalah dengan orang2 rimba persilatan pada waktu itu, karena melihat orang tua itu sedikitpun tak pandang mata dirinya, maka lantas timbul hawa marahnya, ia berkata sambil menarik tangan In-jie: "Nona Yo. mari kita mencari suhu"

orang tua berjubah merah itu, tiba-tiba mendongak dan terkekeh, sambil menuding mereka berdua dan berkata: "Hehehe. mencari suhu? Tahukah kau kemana sekarang

mereka pergi?"

Cin Hong bersikap seperti Sedang pasang telinga, dan bertanya kepada in-jie sambil melirik kepadanya^ "Nona Yo, kau dengar siapa sedang bicara?"

In-jie berputaran biji matanya, selanjutnya menunjukan sikap bingung dan menjawab sambil menggeleng-gelengkan kepalanya: "Aku sedikitpun tidak pernah dengar ada orang bicara" .

Cin Hong seolah-olah sedang mencari alasan, ia sangat gembira, dengan mengandeng tangan in-jie berjalan menuju kesalah seorang dari delapan orang-orang berpakaian hitam. Kemudian berkata sambil tertawa terbahak-bahak: "Jalan Mari kita pergi mencari Suhu"

Ia tahu bahwa orang tua berjubah merah pasti tak akan membiarkan dirinya pergi, maka sikapnya itu meskipun nampaknya tidak merasa takut, namun diam-diam sudah mengerahkan kekuatan tenaganya, sebagai persiapan untuk menghadapi segala kemungkinan. Tak disangka-sangkanya, baru berjalan dua tiga langkah, mendadak tampak berkelebat sesosok bayangan orang perempuan cantik bagaikan bidadari itu sudah melayang dan berdiri di hadapannya Sambil perlihatkan senyum yang manis.

Sekali bergerak. bisa mencapai jarak sejauh lima tombak, bukankah suatu kejadian yang mengherankan- tetapi perempuan itu bisa bergerak demikian cepat dan tanpa menimbulkan suara sedikitpun juga, suatu bukti bahwa perempuan cantik itu pasti sudah memiliki ilmu kepandaian tinggi sehingga baru bisa berbuat demikian, dan pada dewasa ini dalam rimba persilatan orang yang memiliki kepandaian ilmu semacam itu jumlahnya hanya beberapa gelintir saja.

Siapakah sebetulnya perempuan cantik yang disebut To Kwie-hui atau permaisuri itu? Dilihat dari wajahnya, usianya paling banter hanya dua puluh lima tahun, namun kepandaian ilmunya ternyata sudah demikian hebat.

Cin Hong menghentikan langkahnya dan menarik napas, ia melepaskan tangan in-jie seraya berkata: "Nona ini dengan maksud apakah merintangi perjalanan kita ?"

Perempuan cantik itu dengan menatap wajah Cin Hong lalu berkata sambil tersenyum: "Aku telah mendapat perintah pangCu, datang kemari untuk mengambil kalian berdua, hendak diajak pulang kemarkas, karena hendak diberi jabatan Kim Thong dan Giok Lie oleh pangCu, inilah Suatu jabatan yang tidak mudah diperoleh bagi setiap orang sekarang marilah kalian ikut kami pulang "

"Ooo..Bolehkah aku numpang tanya kepada nona? Golongan yang kalian itu sebetulnya golongan apa?" Demikian itu Hong balaS menanya.

Mata perempuan cantik itu berputaran mengawaSi orang-orangnya yang mengenakan pakaian hitam bagaikan kalong, yang mengelilingi disekitarnya, kemudian berkata sambil tertawa.

"Golongan orang-orang kita ini jika siang hari sembunyikan diri, tetapi diwaktu malam tentu keluar, maka kita namakan golongan ini sebagai golongan kalong. Kau lihat apakah bentuk mereka itu bukankah mirip dengan kalong?"

"Siapakah pangcunya?"

"Pangcunya ialah Kim Pian Hok....Eh, bukan- Hal ini tunggu sampai kalian nanti menjadi anggota resmi golongan kalong kita barulah aku akan beritahukan kepadamu lagi^"

"Apakah Pangcumu itu bukankah penguaSa rumah penjara rimba persilatan ?"

"Bukan, bukan golongan kita ini tak mempunyai sedikit perhubungan juga dengan rumah penjara rimba persilatan "

"Kalau begitu, bagaimana kalian menggunakan nama penguasa rumah penjara rimba persilatan, menyampaikan Surat kepada suhu dan Thian-san Swat Popo. Apakah maksud yang sebenarnya?"

"It-hu Sianseng dan Thian-San Swat Popo percuma saja memiliki kepandaian ilmu begitu tinggi, mereka adalah orang2 yang takut mati, mereka tidak berani pergi ke rumah penjara di GUnUng Tay-pa San untuk menantang penguasa rumah penjara rimba persilatan itu supaya lekas bebas kembali, maka barulah menggunakan akal ini untuk memanaskan hati mereka supaya berani pergi Kerumah penjara rimba persilatan."

"Aku lihat kepandaian ilmu silat nona juga sangat bagus sekali, kenapa tidak berani menantang sendiri ?"

"Aaaa. . .kepandaianku masih terpaut jauh sekali ?"

"Hm kau sendiri tidak berani pergi, sebaliknya menyalahkan orang lain tidak pergi. dan juga melakukan perbuatan memalsu surat orang demikian, kalau begitu, golonganmu ini bukanlah golongan orang baik-baik?"

Baru saja Cin Hong menutup mulut, In-jie segera menyambungnya^ "Benar. Tidak saja bukan golongan orang baik-baik, tetapi juga bukan wanita baik"

Diejek demikian, wanita cantik bergaun warna perak itu masih tetap tersenyum, selagi hendak menjawab, seorang berpakaian hitam yang berkerudung dimukanya tiba-tiba membentak dengan suara keras^ "Budak hina, kau terlalu berani, menghina Ta Kwie-hui dari golongan kita, apakan kau sudah bosan hidup ?"

Suara itu diucapkan dengan nada tajam melengking, hingga didengarnya sangat menusuk telinga,

in-jie berseru kaget. Ia lalu berpaling dan mengamat- amati kepada orang berbaju hitam berkerudung hitam yang berbicara tadi, setelah itu ia bertanya: "Hei, apakah kau ini bukan orang yang di namakan Tok Siu-cay Leng Go?"

orang berbaju hitam itu mengangguk-anggukkan kepala dan berkata sambil tertawa dingin- "Benar, hari ini apabila kau suka mengikuti kita dengan baik, permusuhan kita yang lama boleh tak usah diperhitungkan lagi." Orang yang memiliki nama julukan Tok Siu cay itu adalah salah seorang yang paling buas dari empat manusia buaS yang pada beberapa puluh tahun berselang pernah mengaCau rimba persilatan, juga merupakan Salah seorang pengaCau kaum wanita yang paling ganaS, tentang ilmu silatnya termasuk golongan kelas satu tetapi ditilik dari pakaiannya yang di kenakannya pada saat itu, jelas hanya merupakan salah Seorang anggota yang kedudukannya rendah, dengan Cara bagaimana ia bisa berbuat demikian- Inilah yang ingin di ketahui in-jie.

Apa yang diucapkan tentang permusuhan lama yang dimaksudkan ialah dalam pertempuran dengan in-jie di kota Tiang An pada beberapa bulan berselang, ia telah terpukul rontok Satu gigi depannya.

Bagaimana in-jie sendiri, oleh karena kemenangannya yang dahulu itu, maka sedikitpun tak merasa takut padanya, sebaliknya malah mengejek dengan kata-kata yang sangat tidak enak.

"Bagus sekali, malam ini apabila kau Tok Siu-cay mau berlutut dihadapan nonamu, maka nonamu juga akan mengampUni kau sekali lagi, tak akan memukul rontok gigimu lagi"

Tok Siu-cay dahulu terpukul rontok satu giginya, sebetulnya ialah karena merasa jeri terhadap Thian San Swat popo yang waktu itu menyaksikan pertempuran tersebut. Tetapi kali ini setelah mendengar ucapan yang bersifat mengejek dihadapan orang banyak. ini berarti membuka rahasianya yang memilukan itu, maka saat itu ia lantas menjadi marah, dengan keluarkan suara bengis, ia menghunus pedang panjang dari atas punggungnya, kemudian hendak menyerang in-jie. sebelum ia bertindak lebih jauh, tiba-tiba terdengar suara bentakan "Tahan dulu"

Tok siu-cay terpaksa menghentikan tindakannya. setelah ia menarik kembali serangannya lalu membalikan diri dan memberi hormat kepada wanita cantik itu, setelah itu ia balik kembali ketempatnya sendiri.

PEREMPUAN cantik itu dengan wajah berseri menggoyangkan pinggulnya yang padat,pakaiannya yang berwarna perak yang tersorot oleh sinar rembulan, memantulnya sinar berkilauan dengan langkah yang lemah gemulai ia berjalan kearah Cin Hong, lalu berhenti dihadapannya, sejarak kira-kira satu tombak, kemudian berkata dengan suaranya yang merdu :

"Saudara kecil, kepandaian ilmu pangCu kita sudah mencapai ketaraf yang tiada taranya, kalian berdua bisa mengikuti pangCu kita sebagai Kim Thong dan Giok-lie sesungguhnya merupakan suatu jodoh baik bagi kalian berdua untuk menjadi orang-orang kuat dan berpengaruh dalam rimba persilatan dikemudian hari sudah tidak menjadi soal lagi, sekarang sudah hampir terang tanah, maka kalian harus lekas mengambil keputusan mau atau tidak, cukup dengan sepatah kata^"

Cin Hong memikirkan soal golongan kalong ini telah menggunakan nama penguasa rumah penjara, memancing Suhunya pergi kegunung Tay pa-san menantang bertanding, hal ini mungkin ada maksud tertentu, maka dalam hatinya ia berpikir, apabila sekarang ini bisa mengadakan perhubungan dengan mereka supaya mengetahui sedikit dulu situasi golongan itu juga sangat berguna baginya.

Saat itu ia lalu dengan muka berseri segera memberi hormat pada wanita cantik itu kemudian berkata: "Kalau benar nona minta kami berdua masuk menjadi anggauta golonganmu, boleh kah kiranya nona memperkenalkan dan menjelaskan dulu keadaan golonganmu itu ?"

Sepasang alis wanita cantik itu dikerutkan dan bertanya: "Kau ingin mendapat penjelasan bagian yang mana ?"

"Pertama, aku masih belum tahu pangcumu itu, pria ataukah Wanita. "

Belum Sampai melanjutkan ucapannya orang tua berjubah merah yang berada dibelakang wanita cantik itu dengan tiba-tiba maju selangkah dan membentak dengan Suara bengis: "Bocah ,kau sungguh kurang ajar..Apakah Kau benar-benar sudah bosan hidup?"

Cin Hong merasa bahwa ucapannya tadi tidak mengandung suatu maksud jahat atau menjelekkan nama golongan itu maka ketika dibentak demikian- ia lantas menjadi bingung, selagi hendak bertanya, tampak wanita cantik berbaju warna perak itu sudah berpaling dan berkata pada orang tua berjubah merah sambil menggoyang-kan tangannya:

"Im Hok-hwat. Saudara kecil ini tiada maksud jahat untuk menghina pangcu kita, maka kau juga tidak perlu marah ."

Cin Hong semakin bingung, ia lalu berpaling lalu berkata pada In-jie: "Nona Yo, aku bertanya pada mereka pangcunya itu pria ataukah wanita, pertanyaan demikian, apakah didalam rimba persilatan juga termasuk satu pantangan ?"

"Apabila ucapan itu dianggap suatu pantangan maka pangcu mereka itu dengan sendirinya bukan terhitung manusia" Berkata in-jie sambil menggelengkan kepala. Paras perempuan cantik itu tampak berubah di wajahnya yang cantik tiba-tiba timbul nafsunya untuk membunuh. ia maju selangkah dan berkata Sambil menunjuk in-jie: "Budak hina. kalau kau berani mengoceh yang tidak karuan lagi. maka aku nanti akan kirim kau pulang acherat lebih dulu"

in-jie sesaat itu juga merasa bingung, ia balas bertanya dengan perasaan heran- "ini sungguh aneh, apakah pangcu kalian itu bukan manuSia ?"

Sepasang aliS Wanita cantik itu tampak berdiri, dengan penuh hawa amarah maju dua langkah, tetapi kemudian agaknya dengan tiba-tiba telah berubuh pikirannya lagi, kembali berdiri tegak^ dan diwajahnya juga lantas berubah meriah dengan senyuman, kemudian menatap wajah Cin Hong dan bertanya padanya: "Saudara kecil, kau sebetulnya mau?..."

"Tidak. binatang kalong itu suka sembunyi di tempat gelap. di waktu siang hari mereka sembunyikan diri dan mereka berani keluar hanya di waktu malam. Mereka agaknya tidak berani melihat sinar matahari. Sedangkan aku sendiri tiap hari tidak boleh tidak tidur, siang hari tidak boleh tidak melihat matahari, maka urusan ini tak usah dibicarakan lagi" jawab Cin Hong Sambil menggelengkan kepalanya.

In-jie tertawa geli sendiri, ia berpaling mengawasi pemuda itu, diwajahnya terlintas sikap memuji, agaknya mau berkata: "Kau anak sekolah tolol ini, ternyata dapat melucu juga"

Sebaliknya dengan perempuan cantik itu, ketika mendengar ucapan cin IHong lantas tertawa kemudian berpaling dan berkata kepada orang tua berjubah merah: "In hok-hwat, hari sudah hampir pagi, aku lihat biarlah kita yang turun tangan sendiri, kau tangkap yang perempuan, dan akan aku tangkap yang lelaki "

orang tua berjubah merah menerima baik perintah itu, lengan jubahnya di kibaskan tampaklah sepasang tangannya yang kurus kering dan kukunya yang panjang dan runcing, perlahan-lahan ia berjalan menghampiri kepada In-jie, setiap langkahnya meninggalkan tanda jejak kakinya. jelas bahwa ia sedang mempertunjukkan kelihaian tenaga dalamnya yang Sudah sempurna.

Perempuan cantik berbaju warna perak juga selangkah demi selangkah berjalan menghampiri cin IHong, tetapi dari mulutnya mengeluarkan suara Cekikikan, langkahnya lemai gemulai dan luwes sekali, agaknya tersembunyi pengaruh yang sangat besar.

Cin Hong dan in-jie Sudah Siap untuk menghadapi pertempuran, dengan tiba-tiba mereka dapat merasakan bahwa suara tertawa peeempuan cantik itu kedengarannya merdu sekali, setelah itu otak mereka seperti melayang- layang seolah-olah dalam mimpi. . . .

Perempuan cantik itu ketika melihat bahwa ilmu gaibnya Sudah berhasil, lalu menghentikan langkahnya, Sambil bertolak pinggang ia melanjutkan suara tertawanya cekikikan, hingga membuat orang yang mendengarnya se- olah2 melupakan dirinya sendiri.

orang tua berjubah merah juga memperdengarkan suara tawanya yang aneh, ia berjalan kedepan In-jie yang Sudah melupakan dirinya sendiri. Ia mengulurkan tangannya yang aneh, danselagi hendak menggenggam pergelangan tangannya. . . .

Dengan tiba-tiba di suatu tempat gelap yang tak jauh dan situ, terdengar suara nyaring dari tukang penjual susu tahu^ "Susu. . .tahu. " Suaranya itu diucapKan dengan terputus-putus, tetapi setiap patah ucapannya seolah-olah singa yang sedang menggaum.

Cin Hong dan In-jie dengan tiba-tiba disadarkan oleh Suara keras itu, kini mereka telah melihat bahwa orang tua berjubah merah dan perempuan cantik sudah berdiri dihadapan mata masing-masing, dalam terkejutnya^ keduanya lantas bergerak dan melompat mundur beberapa kaki, tangan mereka di letakkan di depan dada masing- masing, untuk menyambuti serangan lawan-lawannya.

Akan tetapi, orang tua berjubah merah dan perempuan cantik itu tampaknya Sudah tidak bermaksud untuk turun tangan lagi. Wajah mereka semua menunjukkan sikap keheranan. dan matanya ditunjukKan sikap keheranan. lalu matanya ditujukan kearah jalan raya disebelah kiri mereKa mengawasi seorang tua yang Sedang berjalan lambat sambil memikul dagangannya susu tahu.

orang tua itu usianya kira-kira sudah tujuh puluh tahun, pakaiannya menunjukkan pakaian seorang pedagang kecil biasa, dipinggangnya di ikat dengan sepotong kain putih, meskipun usianya Sudan lanjut, tetapi kondisi badannya tegap gagah, hanya wajahnya saja yang sudah penuh keriput. Dan bawah janggotnya tumbuh jenggot yang sudah berwarna putih, dilihat dari gaya dan dandanannya memang mirip dengan seorang tua pedagang SuSu tahu.

Dengan memikul dagangannya, ia lambat- lambat berjalan kedalam lingkaran delapan orang berbaju hitam berkerudung hitam, setelah itu ia meletakkan pikulannya, mengeluarkan sebuah mangkok dan sebuah sendok. mangkok itu dipukulnya dengan sendok. dan mengeluarkan suara trang-trangan, setelah itu ia berpaling dan tertawa kepada orang banyak. sedang mulutnya mengeluarkan ucapan yang terputus-putus: "Tuan. . .tuan. . .besar, pagi...hari minum...semangkok...susu tahu. . .bisa membangunkan. .

.semangat..."

suaranya itu terputus-putus, karena ia seorang tua yang mempunyai gagap bicara.

Cin Hong Setelah melihat Wajah orang tua itu lantas berseru kaget: "Empek Ie-oe, bagaimana kau pikul dadanganmu ketempat ini?"

orang tua itu menggelengkan kepala, lalu mengkuces- kuces matanya, lama ia mengawasi Cin Hong dengan tiba- tiba ia berseru kaget, kemudian berkata sambil bongkokkan badan  dan  tertawa:  "oo..  jadi  kau  ini...adalah.  ..  cin  .  .

.caicu..   .hari   ini....   kau.   .   .bangun.   .   .pagi..   .sekali.

.Minumlah. . .Semangkok susu. . .tahu. . ."

Cin Hong takut ia terlibat dalam persengketa an itu, maka buru-buru menggoyangkan tangannya dan berkata: "Tidak. disini bukan tempatmu untuk menjUal susu tahu, Cepat kau bawa pergi daganganmu"

Dengan rasa heran dan penuh perasaan bingung In-jie memandang orang tua itu, lalu memandang Cin Hong, kemudian menarik baju cin IHong dan bertanya padanya dengan suara pelahan: "IHei, dia itu siapa?"

"orang-orang memanggil dia empek Ie-oe Seorang tua pedagang susu dikota Han ciu" Menjawab Cin Hong juga dengan Suara sangat pelahan.

In-jie segera teringat tadi didalam gang kecil juga terdengar Suara orang tua yang seperti suara empek Ie-oe ini, yang mengatakan tentang Siluman kalong merah, siluman rase perak dan lainnya, kini semakin dipikir, ia semakin merasa bahwa empek Ie-oe itu adalah orang yang mengeluarkan suara didalam gang tadi, maka alisnya lalu dikerutkan dan bertanya pula: "Apakah dia mengerti ilmu silat ?"

"Kau ini memang main-main, seorang tua yang berdagang susu tahu, dengan cara bagaimana mengerti ilmu silat?" Menjawab Cin Hong sambil tertawa. In-jie masih penasaran ia bertanya pula: "Kalau begitu, bagaimana kau kenal padanya?"

"Suhu Setiap hari pasti membeii susu tahunya untuk diminum, lama-kelamaan menjadi Sahabat karib, maka aku juga kenal. " Berkata Cin Hong. Tetapi baru sampai disitu

buru-buru sudah berkata pada empek Ie-oe Sambil menggoyang-goyangkan tangannya^ "Empek Ie-oe, lekaslah bawa pergi daganganmu, disini bukan tempatmu untuk berdagang"

Empek  Ie-oe  mengeluarkan  suara  jawaban  "oooo.     "

berulang -ulang, tetapi ia tidak bermaksud untuk pergi. Kembali ia mengetok-ngetok mangkoknya, dan berkata pada orang tua berjubah merah dan lain2nya^ "Tuan .. besar....apakah..  .tidak  mau  .  .minum  semangkok.   Susu

tahuku?"

Sepasang mata orang tua berjubah merah itu memankan Sinar yang buas. Dengan mata beringas memandang pedagang tahu itu sejenak dengan tiba2 ia mendongakkan kepala dan tertawa tergelak gelak. setelah itu ia berkata/

"He. .hee, tak disangKa didalam rimba persilatan masih ada seorang berilmu tinggi yang memiliki ilmu singa menggeram, tetapi tak diketahui oleh orang dunla, maka perjalananku malam ini ternyata tidak percuma"

Mendengar suaranya itu Cin Hong sangat heran dan Terkejut, ia berpaling dan berkata pada In-jie yang ada didampingnya dengan suara perlahan- "Nona Yo, apa tadi kau pernah dengar Suara Singa menggeram?" "Aku tidak tahu, aku tadi seperti sedikit bingung, dengan tiba-tiba dikejutkan oleh suara guntur..." Menjawab In jie dengan pura-pura bingung.

Cin Hong sendiri juga seperti merasakan demikian, tetapi bagaimanapun juga ia tak perCaya bahwa empek Io-oe itu adalah seorang Tokoh rimba persilatan yang mengasingkan diri sebagai pedagang susu tahu, maka ia buru-buru menghampiri empek Ie-oe, bersamaan dengan itu. ia juga berkata kepada orang tua berjubah merah:

"LoCianpwee, kau juga Salah mengerti, empek Ie-oe ini setiap hari berdagang SuSu tahu ditempat ini, dia tidak mengerti ilmu silat"

orang tua berjubah merah tidak menghiraukan padanya, ia berjalan menghampiri empek Ie-oe. katanya Sambil tertawa seram: "Kawan, aku siorang tua ini Lam Kek Sin Kun In Liat Hong, hendak membeii semangkok susu tahumu"

Ketika suara Lam Kek Sin Kun Im Liat- hong itu menggema diudara, bagaikan suara guntur gemuruh. hingga mengejutkan Cin Hong. Pemuda itu lalu berpaling mengawasi In-jie,

maksudnya hendak bertanya. "Bukankah kau pernah mengatakan bahwa sepasang iblis yang menjagoi di Selatan dan Utara, salah seorang diantaranya pada, lima enam tahun berselang Sudah disekap dalam rumah penjata rimba persilatan? Dengan cara bagaimana bari ini muncul kembali ditempat ini?"

In-jie juga merasa bingung, ia menggeleng-gelengkan kepala, suatu tanda bahwa ia sendiri juga tidak mengerti.

Empek Ie-oe itu begitu mendengar ucapan Lam Kek Sin Kun meminta semangkok susu tahu, dengan segera unjukkan senyumannya yang ramah lalu membungkukkan badannya dan membuka tutup dagangannya, ia menuangkan semangkok penuh SuSu tahU yang masih panas dan dengan kedua tangan diberikan kepadanya, seraya berkata:

"Tuan besar, kau, . . .kau,... .sambutlah. . .sambutlah

.....^dengan baik. "

Lam Kek Sin Kun maju selangkah, dengan kaki pasang kuda-kuda, selagi mengululurkan tangan hendak menyambut mangkuk Susu tahUnya ketika matanya mengaWasi Susu tahunya itu, dengan tiba-tiba wajahnya berubah, badan bagian atasnya bergerak beberapa kali, kakinya mundur terhuyung-huyung mulutnya mengeluarkan suara jeritan kaget.

"Susu Pakie Susu Pakie" Sambil berteriak demikian, sekujur badannya merasa lemas, dan pelahan-lahan rubuh kebelakang.

Wajah perempuan cantik itu berubah seketika, Ia lompat maju dan membimbing bangun Lam Kek Sin Kun, Setelah itu ia angkat muka dengan Sinar mata yang beringas menatap wajah empek Ie-oe, Setelah itu ia barkata sambil tertawa dingin-"oh Kiranya adalah kau, komandan pasukan kerajaan, Pek Hong Teng"

"Aa. . . ." Demikian suara saruan kaget tercetus dari mulut Cin Hong, meskipun ia belum pernah terjun didunia Kang-ouw, tetapi ketika didengar disebutnya nama Pek Hong Teng, komando pasukan kerajaan juga berseru kaget. dengan Sikap terkejut heran, ia memandang empek Ie-oe dihadapan matanya yang dahulu dikenalnya sebagai orang tua yang berdagang susu tahu dikota Hang-ciu selama sepuluh tahun lebih lamanya. Hingga sekarang peristiwa pencurian besar dalam istana yang dalam buku sejarah dianggap sebagai peristiwa besar yang berlangsung pada tiga puluh tahun berselang, masih terus menjadi buah tutur orang atau rakyatjelata. Tiga  puluh tahun berselang, pada Suatu malam, waktu itu tujuh manusia buas dari gunung Bu San yang namanya terkenal sebagai tokoh kuat golongan hitam dalam rimba persilatan, dengan tiba2 menyerbu Istana Kerajaan, tujuh manusia itu membunuh mati kepala pasukan pengawal Kerajaan Si Pedang Sakti tangan satu, Giam Thay Hie, lantas merampok sejumlah besar barang-barang pusaka dalam kerajaan- Akan tetapi Selagi mereka hendak keluar dari Istana, dibagian akhir selagi hendak meloloskan diri, telah berpapasan dengan seorang pengawal yang waku itu belum ada nama, dan pengawal itu hanya dengan menggunakan selembar kain putih sebaga senjata. hanya tujuh jurus saja, dengan seCara mudah Sudah berhasil menangkap sedan jasa-jasanya itu, maka kemudian diangkat sebagai Komandan pasukan Kerajaan dan orang gagah itu adalah Pek Hong Teng sendiri

orang gagah dalam rimba persilatan itu pada tahun kedua setelah menjabat jabatan tinggi sebagai kepala Komandan Pasukan pengawal kerajaan, karena gara- garanya beberapa orang rimba persilatan yang sudi gawe, telah melakukan pertandingan persahabatan dipuncak gunung Hwa-San dengan tamu tidak diundang dari dunia luar yang Waktu itu merupakan seorang kuat nomor Satu dalam rimba persilatan, pertandingan itu berlangsung terus selama lima hari, pada akhirnya dalam pertandingan ilmu meringankan tubuh hanya kalah setengah oleh tamu tidak diundang dari dunia luar.

Selanjutnya ia tidak balik kembali lagi ke Istana, bahwa sejak saat itu ia terus mengasingkan diri, tidak muncul lagi dikalangan Kang-ouw. Tak disangka ia telah mengasingkan diri dikota Hang-ciu dan menyamar sebagai tukang penjUal susu tahu, Apa yang lebih mengherankan ialah ia telah berubah menjadi seorang tua yang bicaranya tidak lancar.

Benarkah orang tua itu adalah Pek Hong Teng yang dahulu menjadi Kepala Komanda Pasukan pengawal Kerajaan? Meng apa terus sembunyikan diri tidak muncul didunia Kang-ouw. Dan mengapa pula ia mendapatpenyakit yang tidak bisa lancar berbicara?

Perempuan berbaju warna perak itu tidak kenal dia, tetapi mengapa begitu mendengar Lam Kek Sim Kun berteriak susu Pekie ia lantas menyebutkan namanya Kepala Komandan pasukan Pengawal kerajaan Pek Hong Teng? Ada hubungan apa ia dengan susu pekie. Dan benda cair yang dinamaKan Susu pekie itu barang cair apakah sebenarnya? Sehingga orang buaS seperti Lam Kek Sin Kun yang habis minum itu lantas lemas dan tidak bisa berdiri lagi?

Berbagai pertanyaan itu terus berputaran didalam otak Cin Hong, Sementara itu tangan empek Ie-oe Sudah mengangkat tinggi sebuah mangkok yang masih mengepulkan asap dari susa tahunya yang masih panas, sedang dari mulutnya terCetus Kata yang diucapkan dengan suara tak lancar dan terputus putus:

"Aa-  ha...ha-ha.  .  didalam  kolong  langit  ini...  orang. .

.yang  dapat  mengenal  diriku  ....dari  susu  pekie.     hanya

dua  orang  saja....  satu  adalah.  .  .It  Hu  Sianseng.       To

Lok.... Thian-..dan satu lagi. . .ia. . .ha-ha. . . .pasti. .. ia.   "

Selama bicara dan tertawa-tawa, air susu dalam mangkok ditangannya tiba-tiba disiramkan kepada perempuan cantik berbaju warna perak itu, susu tahu itu ketika  bertebaran  ditengah  udara  telah  berubah   menjadi gumpalan asap putih, Sebentar saja Sudah meluas seputar tiga-empat tombak persegi.

Perempuan cantik itu agaknya sudah siap siaga begitu melihat tangan empek Ie-oe bergerak. lantas lompat mundur Sambil menarik tangan Lam kek sin kun- Bersamaan dengan itu mulutnya mengeluarkan perintah, agar semua anak buahnya lantas mundur.

Cin Hong yang masih berdiri terheran-heran, hidungnya tiba-tiba dapat mencium bau yang sangat harum. sesaat otaknya menjadi puyeng, sekujur tubuhnya menjadi lemas, dan akhirnya jatuh terlentang ditanah tak sadar diri. Entah berapa lama telah berlalu, Cin Hong pelahan-lahan telah sadar lagi. orang pertama yang dilihatnya ialah empek Ie-oe yang jongkok disamping dirinya, yang kedUa ialah In-jie yang bersama-sama ia rebah terlentang ditanah. Ia pikir lagi apa yang telah terjadi, segera teringat semua peristiwa tadi, lantas buru-bura lompat bangun.

Empek Ie-oe juga tarus berdiri, dengan wajah berseri ia bicara sambari tertawa: "cin Caicu, kau...kau...sudah

...sadar"

Cin Hong maju menghampiri dan memegang lengannya, katanya dengan perasaan terkejut dan girang: "Empek Ie-oe benarkah kau ini adalah Komandan Pasukan Pengawal Kerajaan yang namanya menggemparkan rimba persilatan dahulu?"

Empek Ie-oe mencibirkan blbirnya, katanya sambil tertawa: "Sekarang ini, jikalau aku.... meng atakan bukan....bukankah. ..berarti. ..membohong , .dihadapan

.mu."

Belum habis ucapannya, In-jie juga sudah lompat bangun. Semula ia masih agak sempoyongan, tetapi kemudian ia mengeluarkan jeritan kaget, lantas ia menarik diri cin IHong seraya bertanya^ "IHei, apakah kita tadi pernah pingsan?"

Cin Hong menganggukan kepala, melepaskan tangannya yang memegang lengan empek Ie-oe, kemudian ia bertanya^ "Empek Ie-oe, yang dinamakan susu pekie itu barang apa? Meng apa demikian lihay ?"

Empek Ie-oe mengambil pikulannya ditanah setelah itu ia menjawab sambil tertawa tergelak^ "Itu adalah racun....yang paling lihay..,.dan paling berbisa. didalam

dunia... RaCun itu. . .adalah. .terbuat dari resep rahasia.^.suhuku"

Cin Hong tampak orang tua itu seperti hendak pergi, buru-buru ditariknya, seraya berkata: "Kenapa, apakah kau mau pergi?"

Empek Ie-oe menyahut "Emh" sambil menganggukkan kepala, setelah itu ia memikul barang dagangannya sambil berkata dan tertawa: "Benar....kau . juga..,harus

...lekas..,pergi?"

"Tidak, tidak. Ada banyak hal aku hendak minta keterangan darimu:" Berkata cin IHong Sambil menggoyangkan tangannya.

"Tidak...ada ...waktu" Berkata Empek Ie-oe sambil menggelengkan kepala.

"Aa. .kenapa? Apakah kau masih hendak dagang susu tahumu lagi ?"

"Bukan- MakSudku,... ialah ..,hendak meng atakan-.,.. bahwa kalian- ..Sudah tidak ada waktu...untuk dengar.-

.lagi" Berkata Empek Ie-oe Sambil menggelengkan kepala. Cin Hong heran, tanyanya "sebab apa kita tidak ada waktu untuk mendengar lagi ?" Wajah berseri empek Ie-oe lenyap seketika dengan sikap serius  berkata  Sambil  menunjuk  kearah  barat:  "Lekas.-

.lekas.  .susul  suhu...  kalian  berdua.  .  Jikalau  suhumu.

..kembali... jangan biarkan mereka pergi...kerumah penjara rimba persilatan-..pergi menantang...penguasa rumah penjara...  rimba  persilatan-.  Karena  itu.  .  .adalah.   akal

muslihat dan rencana keji. orang-orang golongan kalong."

"Rencana jahat apa?" Bertanya Cin Hong terkejut

Empek Ie-oe mengerutkan sepasang alisnya. katanya dengan suara berat, "Panjang sekali... ceritanya.... kalian- .

.pergi susul...mereka dulu....dan kalau sudah kembali....nanti kita bicarakan lagi "

Cin Hong merasakan bahwa empek Ie-oe saat itu seperti sudah berubah menjadi orang lain, tidak seperti biasanya yang ramah-tamah dan suka berCanda, tetapi ia juga merasakan bahwa persoalan ini mungkin penting sekali, waktu itu maka ia tak berani ayal lagi, Setelah memberi hormat kepadanya, lalu menarik tangan In-jie dan lari keluar kota.

Pada saat itu sudah terang tanah, mereka lari hampir sampai dibawah tembok kota, orang yang berjalan hilir mudik semakin banyak. maka tidak dapat menggunakan ilmunya meringankan tubuh, ia lalu berunding dengan In- jie. akhirnya Cin Hong pergi kepasar kuda untuk membeli dua ekor kuda, lantas dengan kuda tunggangan mereka lari keluar dari kota.

Diwaktu petang hari itu juga , mereka sudah masuk ke kota cin ciu, ln-jie yang melakukan perjalanan sehari penuh, sudah lama perutnya merasa lapar, maka ketika masuk kedalam kota dan tampak banyak rumah makan, semakin tidak tahan laparnya, dengan Wajah yang agak murung ia berkata: "Hei, perutku sudah lapar, mari kita pergi makan dulu"

Cin Hong sendiri juga sudah merasa lapar maka ia menerima baik permintaan gadis itu dan lompat turun dari atas kudanya. Keduanya memaSuki rumah makan yang cukup besar, mereka naik keatas loteng. Dan baru saja memilih tempat duduk. dibawah loteng tiba-tiba terdengar suara orang ribut-ribut, dua orang itu lalu melongok ke bawah, tampak didepan pintu rumah makan, seorang pelayan sedang ribut mulut dalam keadaan marah terhadap seorang pengemis. pelayan rumah makan itu memaki pengemis muda sebagai seorang yang tidak tahu diri, sedang pengemis muda itu memaki pelayan sebagai seorang yang tidak pandang mata orang. Satu sama lain tidak mau mengalah, hingga menimbulkan kericuhan.

Usia pengemis itu kira-kira delapan belas sembilan belas tahunan, sepasang matanya gede bundar, rambutnya awut- awutan, mukanya mesum, badannya mengenakan pakaian kain kasar hitam, pakaian itu juga sudah dekil dan banyak tambalan, tampaknya memang benar-benar Seorang pengemis yang biasa suka berlaku ugal-ugalan-

Selagi mulutnya memaki- maki kalang kabut tiba-tiba angkat mukanya yang mesum, tangannya menunjuk Cin Hong yang melongo diatas loteng. lantas berkata lagi kepada pelaya rumah makan: "Kau lihat diatas loteng itu. Mereka orang itu adalah orang-orang yang kumaksudkan apa kau kira aku membohongi kau?"

Pelayan rumah makan itu juga angkat muka dan mengawasi Cin Hong, lalu bertanya dengan perasaan terheran-heran- "Tuan. apakah Tuan dan nona berdua kenal dengan pengemis ini?" Cin Hong melihat urusan itu dengan tiba-tiba menyangkut dirinya, sesaat merasa seperti diguyur air dingin, ia lalu menjawab Sambil menggelengkan kepala: "o tidak Aku tidak kenal dengannya"

Pelayan rumah makan itu dengan bernafsu berkata kepada Cin Hong dengan suara nyaring, "Tuan dan Nona lihat sendiri, coba pengemis ini benar-benar kurang ajar atau tidak. Aku memberinya uang, ia tidak mau. Kuberi nasi untuk makan, ia juga tidak mau, ia bersikeras minta supaya Tuan dan Nona mengundangnya makan bersama- sama. Dimana ada orang minta-minta yang demikian tak tahu diri? Benar-benar kurang ajar"

Cin Hong juga merasakan bahwa ucapan pelayan itu memang benar, maka ia lantas mulai memandang lebih lama pada pengemis muda jtu.