Setan Harpa Jilid 28

 
Jilid 28

YAA Bunga iblis dari neraka memang dapat memahami perasaan Ong Bun kim, diapun merupakan kekasih pertama dari si anak muda itu...

Ketika Bunga iblis dari neraka dipeluk oleh Ong Bnn kim, dia merasa agak tertegun kemudian sahutnya: "Aku tahu, dia memang sudah tiada..."

"Enci Tan. akulah yang telah mencelakainya.."

Ong Bun kim tak bisa menahan rasa sedih nya lagi, dia menangis tersedu-sedu. "Sebenarnya apa yang telah terjadi? Bersediakah kau untuk memberitahukan kepada ku?" tanya Bunga iblis dari neraka. . .

Secara ringkas Ong Bun kim segera menceritakan apa yang telah dialami oleh Ku Pek hoa.

Mendengar kisah tersebut, Bunga iblis dari neraka tak bisa menahan rasa sedihnya lagi, diapun turut mengucurkan air mata.

"Dia sebenarnya, adalah seorang gadis yang baik hati, yang lebih mengesankan lagi adalah dia dapat memberikan apa yang bisa dia berikan kepadamu sebelum ajalnya tiba, keadaan semacam ini bukan setiap orang bisa melakukannya."

"Mengapa orang lain tidak bersedia untuk memaafkannya?"

"Yaa. sekalipun dia pantas mendapat pengampunan, tapi juga tidak patut peroleh pengampunan semacam itu, sebab dia membunuh orang terlalu banyak, jika ia tidak mati maka keadilan dan kebenaran tak bisa ditegakkan di dunia ini.. Ong sauhiap mengertikah kau?"

"Mengapa kau tidak memanggilku adik Ong." seru Ong Bun kim dengan cepat !"

"Masalah kita sudah pudar, bila kupanggil  dirimu sebagai adik Ong, hal ini hanya akan menambah kesedihanku belaka."

"Tidak enci Tan, aku hendak mengawini dirimu."

"Apa?" teriak si bunga iblis dari neraka dengan tertahan "kau hendak mengawiniku?"

"Benar, aku hendak mengawinimu!" "Tidak, aku tidak pantas!" "Enci Tan, bagaimana juga kau harus kawin denganku, kalau tidak aku akan menderita, enci Tan, kau harus kawin denganku, aku amat mencintai dirimu..."

"Apakah kau sudah lupa kalau aku sudah tidak suci lagi?"

"Tidak enci Tan, kau masih suci bersih, kejadian itu berlangsung bukan atas dasar kemauanmu sendiri, hatimu tetap masih suci bersih dan sama sekali tak ternoda!"

Saking terharunya, titik air mata sampai jatuh bercucuran membasahi wajah Bunga iblis dari neraka, serunya lagi:

"Tidak, aku tak dapat melupakan peristiwa itu, aku malu terhadap dirimu. "

"Enci Tan, aku bisa lebih mencintai dirimu, harap kau bersedia untuk mempercayaiku. "

Bunga iblis dari neraka segera menghela napas sedih, katanya dengan hambar. "Ong sauhiap. "

"Panggil aku adik Ong!"

"Ooh. adik Ong, untuk sementara waktu lebih baik kita jangan membicarakan persoalan ini lebih dulu "

Dengan amat sedih Ong Bun kim memeluknya erat-erat, mendadak satu ingatan melintas didalam benaknya, dengan cepat dia berkata:

"Enci Tan, ada satu hal ingin kutanyakan kepadamu." "Tanyalah!"

"Apakah kau punya ayah ?" "Tentu saja aku punya ayah !"

"Benarkah ayahmu bernama Tan Liok?" Sekujur badan Bunga iblis dari neraka gemetar keras, tak keruan lagi la berteriak keras.

"Darimana kau bisa tahu?"

Dari ucapan tersebut, tahulah Ong Bun kim bahwa Tan Liok sudah pasti adalah ayah Bunga iblis dari neraka, maka kembali dia berkata lirih.

"Bukankah ibumu menyeIeweng dengan Pak khek sin mo, sehingga akhirnya dibunuh oleh ayahmu?"

"Betul, darimana kau bisa tahu?" teriak Bunga iblis dari neraka semakin terperanjat.

"Kalau begitu, tak bakal salah lagi." "Apa yang tak bakal salah?"

"Tan Liok adalah ayahmu."

"Ayahku memang bernama Tan Liok, apakah kau tahu sekarang dia berada dimana?"

"Dia berada disini" "Sungguh?"

"Benar! Apakah kau ingin berjumpa dengannya?" Bunga iblis dari neraka menghela napas panjang.

"Aaai..aku amat ingin sekali berjumpa dengannya, tapi aku tidak mempunyai keberanian untuk berjumpa dengannya."

"Mengapa?"

"Aku bukanlah putrinya yang baik."

Ketika selesai berkata, tanpa terasa Bunga iblis dari neraka menghela napas sedih. Mendadak terdengar suara langkah kaki muncul berkumandang datang dan menghampiri ke-arah mereka.

Segera bunga iblis dari neraka mendorong tubuh Ong Bun kim, lalu berpaling memandang, tampaklah. ada sesosok bayangan manusia sedang berjalan menuju kesana, dimana mereka berdua berada....

Ternyata yang datang adalah Tay khek cinkun, Tiang seng lojin, Giok bin hiap, Tan Lio, Kwan siau ciu serta Kwan Siok kim.

Begitu Kwan Siok kim menjumpai kehadiran Bunga iblis dari neraka, buru-buru teriaknya.

"Bukankah kau adalah enci Tan?"

”Benar ketika berada dalam kuil Siau lim si tempo hari, kita sudah pernah saling bertemu."

Tan Liok dengan kecepatan luar biasa menerjang kehadapan Bunga ibblis dari neraka Tan Hong hong kemudian serunya dengan penuh perasaan.

”Kau. bukankah kau adalah Hong-ji."

Tan Hong hong tertegun, kemudian sekujur badannya gemetar keras, dengan pandangan bodoh ditatapnya Tan Liok tanpa berkedip, untuk sesaat lamanya saking terharunya dia sampai tak mampu mengucapkan sepatah katapun....

"Benarkah kau adalah Hong ji?” sekali lagi Tan Liok berkata.

Akhirnya Bunga iblis dari neraka tak dapat menahan rasa sedihnya lagi, serunya: "Ooh ayah, aku adalah Hong ji!"

Dia segera menjatuhkan diri kedalam pelukan ayahnya dan menangis tersedu sedu, ayah dan anak yang telah berpisah sembilan belas tahun akhirnya dapat saling berjumpa kembali.

Tan Liok segera memeluk badan Bunga iblis dari neraka dalam rangkulannya, sementara titik air mata jatuh berlinang membasahi pipinya, dengan pedih bisiknya:

"Oooh putriku yang malang.."

Pemandangan semacam ini sangat rnengharukan setiap orang yang berada disana.

Kwan siau ciu juga sedang berbisik kepada Kwan Siok kim dengan suara lirih:

"Diakah yang bernama Bunga iblis dari neraka?" "Benar!"

"Aaai... seorang nona yang patut dikasihani!"

Dalam pada itu, Bunga lblis dari neraka yarg berbaring dalam pelukan Tan Liok sambil menangis tersedu-sedu itu meronta dan melompat bangun, katanya.

"Ayah, aku... aku sudah bukan seorang putrimu yang baik lagi"

"Aku tahu, Ong Buncu telah menceritakan segala sesuatunya kepadaku... Hong ji, nasibmu terlalu jelek, tapi kaupun terlalu agung, kau. .kaulah anak yaag paling baik!"

"Ayah, kau tak akan memandang rendah diriku?" "Tentu saja tidak anak bodoh"

Sekali lagi bunga iblis dari neraka menjatuhkan diri kedalam pelukan Tan liok, kemudian menangis tersedu- sedu, seakan-akan semua penderitaan dan kesedihan yang dialaminya selama ini ingin dilampiaskan semua melalui isak tangis tersebut. Ong Bun kim berdiri kaku disitu, berdiri kaku tak berkutik.

Pelan-pelan Giok bin hiap berjalan ke hadapannya, kemudian berseru dengan nyaring "Buncu, mari kirta pulang!"

"Pulang kemana?" gumam Ong Bun kim. "Kembali ke gua Bu cing tong!"

"Tidak, aku ingin berada disini, aku tak kembali lagi ke tempat itu..."

"Buncu, apakah kau ingin pergi dengan begitu saja? Beratus-ratus orang anggota perguruan kita masih berlutut dalam ruangan."

Ong Bun kim segera mendengus dingin.

"Hmm! Mereka tak membutuhkan diriku lagi." serunya, "mereka telah membunuh istriku sekarang keinginannya sudah terkabul mau apa lagi orang-orang itu berpura-pura berlutut di sana? Kau boleh suruh mereka bangun, aku tak akan kembali lagi ke sana."

Paras muka Giok bin hiap berubah hebat.

"Buncu, mengapa sempit amat jalan pemikiranmu?" tegurnya, "apalagi Ku Pek-hoa memang pantas untuk mati."

"Omong kosong!"

"Bila ia tidak mati maka keadilan dan kebenaran tak bisa ditegakkan lagi dalam dunia persilatan, perguruan Sin- kiam-bun juga tak akan memperoleh kepercayaan orang, bukankah Ku Pek-hoa telah berkata sendiri bahwa kematiannya bukan suatu pengorbanan yang sia-sia? Jika darah yang dialirkan Ku Pek-hoa bisa mendapat ganti kedamaian dan ketenteraman dalam dunia persilatan, bukankah kematian dari Ku Pek-hoa bukan suatu kematian yang sia-sia?"

Mendengar ucapan tersebut, Ong Bun-kim segera menghela napas panjang, katanya kemudian:

"Tapi, dia telah meninggalkan aku untuk selamanya..." "Dia masih hidup... hidup dalam hati setiap orang, dia

akan  hidup  untuk  selamanya.  Nah  kembalilah,  jangan

dikarenakankan urusan kecil mengakibatkan urusan besar menjadi terbengkalai, ratusan orang anggota perguruan kita sedang menantikan kedatanganmu."

Ong Bun kim memandang sekejap keatas pusara Ku Pek hoa, akhirnya dia mengangguk, kepada iblis diri neraka Tan Hong hong dia berseri dengan lembut.

"Enci Tan, ikutilah kami aku hendak mengawini dirimu."

"Tidak" sahut Bunga Iblis dari neraka dengan tubuh gemetar keras, "aku tak mau mengikuti dirimu, aku tidak pantas, aku tidak pantas untuk mendampingimu."

Mendadak Kwan Siok kim berjalan ke hadapan Bunga iblis dari neraka, lalu ujarnya.

"Nona Tan, aku adalah istrinya Siok kim, bolehkah aku mengucapkan beberapa patah kata?"

"Kau ingin berbicara soal apa?" tanya Bunga ibis dari neraka dengan wajah tertegun.

"Diantara beberapa orang teman wanitanya, Ong Bun kim paling mencintai dirimu, sedang kaupun telah barkorban paling besar untuknya, sekalipun musibah yang menimpa dirimu sangat berat, tapi kesemuanya itu bukan terjadi atas kemauanmu sendiri, kau masih tetap suci bersih, sudah sepantasnya menikah dengannya, lupakan peristiwa yang mengenaskan itu, kalau tidak, dia pasti akan semakin menderita lagi."

"Tidak, aku. "

Akhirnya gadis itu menangis tersedu-sedu. Pelan-pelan Kwan Siok kim berkata lagi: "Asal kedua belah pihak sama- sama mencintai, asal cinta yang menjadi dasar hubungan itu kuat, soal perawan atau tidak bukanlah masalah yang teramat penting, tak akan ada seorang manusiapun yang memandang hina dirimu, juga tak akan ada orang yang mencemooh dirimu, kawinlah dengannya. "

"Benar, kau sudah sepantasnya kalau kawin dengan dirinya!" kata Tiang seng lojin pula.

"Hong-ji, Ong Buncu bukan manusia seperti itu. lebih baik kau meluluskan permintaannya dan kawinlah dengan dia!" kata Tan Liok pula dengan lembut.

Kwan Siok kim menggenggam tangan Tan Hong hong kencang-kencang, kemudian katanya:

"Enci Tan, bila kau suka kepadaku, kawinlah dengannya!"

Dihibur oleh sekian banyak orang, kepercayaan pada diri sendiri muncul kembali dalam hati Bunga iblis dari neraka, akhirnya dia manggut-manggut juga.

"Baiklah!"

000OdwO000

BAB 89

ONG BUN KIM menjadi sangat gembira, serunya dengan cepat: "Enci Tan, kau meluluskan?"

"Yaa, benar!" "Kalau begitu-mati kita pulang!" ajak Giok bin hiap.

Ong Bun kim manggut-manggut, setelah memandang sekejap ke arah pusara Ku Pek hoa dengan perasaan berat, diam-diam dia berbisik.

"Adik Hoa, aku pasti akan datang lagi untuk menengok dirimu.."

Akhirnya mereka telah pergi, pergi meninggalkan gundukan tanah yang baru, pusara dari seorang gadis yang bernasib malang.

Rombongan delapan orang dengan cepat telah tiba kembali di dalam gua Bu cing tong.

Sementara itu, beratus-ratus orang anggota perguruan Sin kiam bun masih berlutut terus dalam ruang tengah.

Dengan perasaan yang bimbang Ong Bun-kim berjalan masuk ke dalam ruangan, mengambil kembali pedang Sin kiam itu dari atas tanah, menengok sekejap anggota perguruan yang masih berlutut ditanah dan berdiri termangu-mangu.

Buru-buru Giok bin hiap berseru:

"Suruhlah semua anggota perguruan bangun!"

Ong Bun kim masih tetap berdiri termangu ditempat semula tanpa tahu apa yang mulai diucapkan.

Serentak para anggota perguruan Sin kiam bun yang berlutut ditanah itu berderu:

"Harap Buncu suka mengampuni jiwa kami!"

Ong Bun-kim menghembuskan napas panjang, katanya kemudian:

"Kalian semua tidak berdosa, bangunlah" "Terima kasih Buncu!"

Serentak semua anggota bangkit berdiri dan mengundurkan diri ke sisi arena.

Dengan suara berat dan dalam Ong Bun kim berseru kembali:

"Kalian dengarlah baik-baik, Ku Pek-hoa adalah istriku, betul ia telah mati, terhadap kematiannya aku Ong Bun-kim merasa sedih sekali, kenyataan yang keji ternyata tak bisa memaafkan seseorang yang telah bertobat dan kembali ke jalan yang benar."

Dengan sekuat tenaga ia berusaha untuk mengendalikan perasaan hatinya yang bergolak, kemudian melanjutkan.

"Tapi aku tidak menyalahkan kalian semua betul, kedamaian memang harus diperoleh dengan pengorbanan keringat dan darah, Bersediakah kalian untuk mengorbankan juga keringat dan darah kalian demi kedamaian dalam dunia persilatan?"

"Bersedia..."

"Kami bersedia untuk mengorbankan segala sesuatunya demi mendapatkan keda maian, dalam dunia persilatan..."

Dengan perasaan yang berat Ong Bun-kim manggut- manggut, katanya lebih jauh.

"Aku berani memberi jaminan kepada kalian bahwa aku Ong Bun-kim dengan maksud yang jujur dan mulia akan melindungi partai-partai serta perguruan perguruan kecil, dengan tekad yang membara akan membasmi kaum jahat dan perguruan jahat dari muka bumi, bersediakah kalian untuk bekerja sama denganku?"

"Kami siap mendengarkan perintah dari bun cu..." jawab semua orang hampir berbareng. Ong Bun kim berkata lebih jauh:

"Di sini sudah tersedia banyak kamar, kalian boleh beristirahat disekitar sini, aaah benar, kalian masih belum makan. Oleh karena baru hari ini perguruan kita diresmikan, maka sekarang diutus lima puluh orang untuk pergi ke hutan dan berburu..."

Lima puluh orang jago segera dipilih untuk berangkat ke gunung memburu binatang kecil dan burung.

Sepeninggal ke lima puluh orang anggotanya itu, Ong Bun kim baru mengumumkan kepada sisa anggotanya:

"Besok akan diselenggarakan pertandingan ilmu silat guna memperebutkan kedudukan, aku pun akan menikah juga dengan tiga orang nona, ketiga orang nona itu adalah Tan Hong hong, Lan Siok ling serta Kwan Siok kim..."

Setelah mengumumkan perkawinannya, kembali Ong Bun kim bertanya.

"Tapi yang manakah yang harus menjadi istri resmiku?" ”Sementara nona Kwan yang merupakan istri sah mu

menurut petunjuk pedang sin kiam, cuma aku rasa ketiga orang nona itu tak bisa memikirkan soal urutan, lebih baik ketiga-tiganya dianggap punya kedudukan yang sama saja"

Begitulah, Ong Bun kim lantas menitahkan kepada  Tiang seng lojin untuk menyelenggarakan pertandingan ilmu silat mulai besok pagi, sementara ketua dari enam perguruan besar juga mohon diri kepada Ong Bun kim...

oooooOdwOoooo

BAB 90

KEESOKAN harinya... Segala sesuatunya dapat berjalan menurut rencana, setiap orang anggota perguruan secara resmi mencoba kepandaian silatnya, ada juga diantara mereka yang merasa ilmu silatnya terlampau rendah dan tidak ikut serta di dalam pertandingan.

Akhirnya setelah dilakukan seleksi, yang berhak untuk mengikuti pertandingan itu ada enam tujuh puluh orang.

Sampai tengah hari kemudian, Tiong Seng lojin baru serahkan hasil pertandingan itu kepada Ong Bun kim.

Setelah menerimra daftar itu Ontg Bun kim memanqdang sekejap sergenap anggota perguruannya, kemudian berkata.

"Pertandingan ilmu silat telah selesai, sekarang perayaan perkawinanku akan diselenggarakan, setelah itu baru ditetapkan tingkat kedudukan dalam partai!"

Maka dimeriahkan oleh para anggota perguruannya, Ong Bun kim melangsungkan perkawinannya  dengan ketiga orang nona...

Upacara perkawinan itu sendiri sangat sederhana dan singkat tapi suasana cukup meriah.

Seusai upacara perkawinan, Ong Bun kim baru berseru dengan suara dalam

"Sekarang, tibalah saatnya untuk mengumumkan tingkat kedudukan didalam Perguruan!"

Suasana menjadi hening dan sepi, semua orang mengalihkan sorot matanya kearah ketuanya.

Ketika Ong Bun-kim membuka daftar nama tersebut, maka nama pertama yang tercantum di sana adalah:

"Tan Liok !" Ong Bun-kim sama sekali tidak merasa tercengang oleh hal tersebut, karena dia tahu ilmu silat yang dimiliki Tan Liok memang benar-benar luar biasa lihaynya

Maka sambil mengayunkan pedang Sin kiam dia berseru. ”Tan Liok!"

"Tecu berada disini."

"Menurut hasil pertandingan, ternyata ilmu silat yang kau miliki paling tinggi maka Ong Bun kim mewakili Sin kiam mengangkat dirimu sebagai Hu buncu wakil ketua!"

"Soal ini tecu tak berani menerimanya." "Kenapa?"

”Tecu tak mampu menjalankan tugas sebagai seorang wakil ketua..."

"Tan Liok, kau berani mernbangkang perintah?" bentak Ong Bun kim.

"Tecu tidak berani" "Terima kedudukan ini!"

Terpaksa Tan Liok menjatuhkan diri berlutut seraya katanya: "Terima kasih atas pengangkatan ini."

Dengan suara dalam Ong Bun kim berseru kembali. "Kedudukan sebagai Hu Buncu adalah suatu  kedudukan

yang sangat terhormat, bersediakah kau untuk bersumpah

setia dengan buncu dan memimpin segenap anggota perguruan?"

"Tecu bersedia!"

Setelah mengangkat sumpah, Tan Liok segera bangkit berdiri. Ong Bun kim melihat lagi ke daftar nama, kali ini dia agak tertegun sejenak sebelum serunya:

"Thia Eng!"

"Tecu ada disini." jawab Thia Eng sambil melompat maju kedepan arena.

"Ilmu silatmu berada sedikit dibawah Hu buncu, maju untuk menerima pengangkatan!"

Thia Eng segera maju dan menjatuhkan diri berlutut diatas tanah, katanya:

"Tecu siap menantikan perintah!"

"Ong Bun kim mewakili Sin kiam mengangkat dirimu menjadi congkoan dari perguruan kita, tugasmu adalah mengurusi semua persoalan besar maupun kecil dalam perguruan ini!"

"Terima, kasih!"

"Kau bersedia untuk berbakti kepada ketua, wakil ketua dan segenap anggota perguruan"

"Bersedia!"

Setelah mengangkat sumpah, Thia Eng segera mengundurkan diri dari situ.

Ong Bun kim memandang lagi daftar nama itu, kemudian berseru lantang. "Giok bin hiap, Tiang seng lojin."

"Tecu ada di sini!"

Dari depan ruangan segera melompat keluar Giok bin hiap serta Tiang seng lojin.

Dengan suara dalam Ong Bun kim berseru. "Dalam suatu perguruan tak boleh ketinggalan ketua pelaksanaan disiplin maka Ong Bun kim atas nama Sin kiam mengangkat kalian berdua sebagai tianglo penegak disiplin, barang siapa yang melanggar peraturan baik itu Buncu sendiri atau anggota perguruan, pelaksanaan hukuman diputuskan oleh kalian berdua!"

"Terima kasih !"

"Bersediakah kalian berdua bertindak adil dan jujur demi ditegakkannya wibawa perguruan?"

"Bersedia!"

Setelah kedua orang itu mengangkat sumpah dan mengundurkan diri, Ong Bun kim baru memandang lagi ke arah daftar sambil berseru.

"Kwan Siau ciu!"

Kwan Siau ciu mengiakan dan melompat ke depan. Dengan suara lantang Ong Bun kim segera berseru.

Ong Bun kim mewakili Sin kiam mengangkat dirimu menjadi Sin tong tongcu!"

"Terima kasih!"

"Hian ih lihiap, Ong Bun kim mewakili Sin kiam mengangkat dirimu menjadi Lwe tong tongcu!"

"Terima kasih!"

"Tay-khek-cinkun. Ong Bun-kim mewakili Sin-kiam mengangkat dirimu menjadi Kun tong tongcu!"

"Terima kasih!"

Ong Bun-kim memandang lagi daftar nama itu, terbaca olehnya pada nomor ketujuh tercantum nama Hiat-mo jiu (tangan sakti iblis darah) Can Lip pin. Maka dengan suara lantang Ong Bun kim berseru: "Can Lip-pin!"

"Tecu siap!"

Dari balik rombongan manusia dalam ruangan berjalan keluar seorang kakek berusia lima puluh tahunan jang berperawakan kurus kering, pelan-pelan dia berjalan ke depan altar sembari berkata:

"Tecu siap menerima perintah!"

"Kuangkat dirimu menjadi Gwa-tong tongcu!" "Terima kasih..!"

Kata-kata itu belum lagi selesai diucapkan, tubuh Hiat- mo jiu secara tiba-tiba sudah meluncur ke arah Ong Bun kim, dalam sekali kelebatan saja dia sudah berada didepan si anak muda itu sembari melepaskan sebuah totokan.

Hiat mo jiu bisa melancarkan serangan terhadap Ong Bun kim secara tiba-tiba, kejadian ini sesungguhnya merupakan suatu peristiwa yang sama sekali tak terduga oleh siapapun.

Dalam jarak sedekat ini apalagi dalam keadaan tidak siap, bagaimana mungkin Ong Bun kim bisa meloloskan diri dari serangan itu?

Bayangan manusia berkelebat lewat, dengusan tertahan segera berkumandang memecahkan keheningan.

Ditengah dengusan yang tertahan, tubuh Ong Bun kim segera roboh terjungkal kaatas tanah, sementara Hiat mo jiu segera menggerakkan tangan kirinya memeluk Ong Bun kim kedalam rangkulannya.

"Pingin mampus" bentak Tan Liok. Selesai berkata dia sudah meluncur ke depan sembari melepaskan sebuah pukulan dahsyat ke-tubuh Hiat mo jiu.

Sementara Tan Liok melancarkan serangan, Thia Eng juga turut melompat ke depan, sebuah pukulan dahsyat segera dilancarkan kearah Hiat bo jin diiringi angin pukulan dahsyat.

Gerak serangan yang dilancarkan kedua orang ini benar- benar luar biasa cepatnya.

"Tahan!" bentak Hiat mo jiu sambil menggunakan tangan kirinya untuk menangkis datangnya serangan itu.

Bentakan Hiat mo jiu yang sangat keras ini seketika itu juga membuat Tan Liok Eng dan Thia Eng sama-sama menarik kembali serangannya sambil mundur.

Tampak selapis hawa napsu membunuh yang amat tebal menyelimuti seluruh wajah Hiat mo jiu.

Dengan suara keras Tan Liok membentak. "Lepaskan dia"

"Jangan mimpi !"

Tiang seng lojin tertawa dingin katanya pula.

"Sobat kau bisa menyelinap ke dalam perguruan kami serta melaksanakan rencana sekeji ini, sungguh hal ini merupakan suatu tindakan yang jauh diluar dugaan kami, entah siapakah dirimu? Apakah berasal dari perguruan Yu leng bun?"

"Benar!"

"Melaksanakan tugas ini atas perintah dari Yu leng lojin?" ..

"Benar!" "Hmm Tindakanmu memang betul-betul luar biasa, sobat? lebih baik lepaskan tawananmu itu"

"Tidak bisa !"

"Jadi kau anggap bisa kabur dari sini?" Hiat mo jiu segera tertawa dingin.

"Heehh... heeeh.... heehh.... dengan Ong Bun kim ditanganku kenapa aku takut tak bisa pergi dari sini?"

Seraya berkata dia lantas beranjak dan melangkah maju kedepan.

Beratus-ratus orang anggota Sin kiam bun segera bergerak maju dengan hawa napsu menyelimuti seluruh wajahnya, sorot mata yang tajam tertuju kewajah Hiat mo jiu.

Tan Liok kembali melompat kedepan sambil menghadang jalan perginya, lalu membentak keras.

"Kau benar-benar tak mau lepaskan dirinya?"

Tanpa merasa takut barang sedikitpun juga, Hiat mo jiu tertawa dingin.

"Heeh... heehh... heehh Hu buncu, bila kau berani turun tangan maka yang mampus lebih dulu adalah Ong Bun kim, jika tidak percaya, silahkan untuk mencobanya!"

Tan Liok serta segenap jago lainnya merasa gusar sekali sehingga tubuhnya gemetar keras, tetapi tak seorangpun diantara mereka yang berani turun tangan, karena semua orang tahu bahwa tindakan yang gegabah bisa berakibat kematian konyol dari Ong Bun kim.

Sambil tertawa dingin kembali Hiat mo jiu berseru: "Ayoh cepat minggir !" Para anggota Sin kiam bun yang menghadang jalan perginya itu pelan-pelan menyingkir ke samping dan memberi sebuah jalan lewat.

Hiat mo jiu tertawa seram, selangkah demi selangkah dia berjalan menuju ke luar ruangan.

Mendadak ....

Sesosok bayangan diam-diam tanpa menimbulkan sedikit suarapun menyelinap ke depan dan menyerang Hiat mo jiu, sedemikian cepatnya gerakan tubuh orang itu sehingga tampak bayangan manusia berkelebat lewat, sebuah pukulan dahsyat telah dilontarkan.

Agaknya Hiat mo jiu sama sekali tidak menduga sampai ke situ, buru-buru dia mengigos ke samping untuk menghindarkan diri, tapi sesosok bayangan manusia lain telah meluncur datang sambil melepaskan juga sebuah pukulan dahsyat.

Kedua sosok bayangan manusia yang meluncur datang itu bukan lain adalah Kwan Siau ciu serta Tiang seng lojin.

Dengusan tertahan segera berkumandang memecahkan keheningan, lalu kelihatan Hiat mo jiu mundur ke belakang dengan sempoyongan, setelah itu muntahkan darah segar.

Dikala Hiat mo jiu muntah darah itulah tangannya yang mencengkeram jalan darah Ong Bun km segera diayunkan pula kebawah.

"Huaaak...!" Ong Bun kim segera muntahkan juga segumpal darah kental.

Oleh peristiwa tersebut, Kwan Siau ciu dan Tiang seng lojin menjadi amat terperanjat, buru buru mereka menarik diri dan mundur kebelakang. Dengan cepat Hiat mo jiu menyeka darah yang menodai ujung bibirnya, selapis hawa napsu membunuh yang mengerikan dengan cepat menyelimuti seluruh wajahnya.

"Jika kalian berani turun tangan lagi, jangan salahkan kalau kubunuh dirinya." demikian ia mengancam.

Tampak darah kental masih saja muntah ke luar dari mulut Ong Bun kim, keadaannya sungguh mengerikan sekali, hal mana membuat segenap anggota perguruan Sin kiam bun yang lain tak berani turun tangan lagi secara gegabah.

Hiat mo jiu tertawa dingin, selangkah demi selangkah dia berjalan keluar dari sana.

Dalam keadaan demikian para jago yang terhimpun dalam perguruan Sin kiam bun cuma bisa menggertak giginya keras-keras, selain itu boleh dibilang mereka tak mampu berbuat apa-apa lagi.

Dengan suatu gerakan yang cepat Hiat mo jiu mengempit tubuh Ong Bun kim kemudian melompat keluar dari gua Bu cing tong, dalam waktu singkat bayangan tubuhnya sudah lenyap dari pandangan mata.

Sampai lama sekali, para jago perguruan Sin-kiam bun hanya bisa berdiri termangu-mangu di sana tanpa melakukan sesuatu gerakan apapun.

Giok bin hiap segera memungut pedang Sin-kiam yang tergeletak ditanah itu, kemudian serunya.

"Kejadian ini benar-benar diluar dugaan siapapun!"

Ucapan tersebut dengan cepat menyadarkan kembaIi kawanan jago lainnya.

Tiang seng lojin berkata pula. "Yaa, sungguh tak disangka kalau Yu leng lo-jin bisa mempunyai niat sebusuk ini!"

"Sekarang, apa yang harus kita lakukan?"

Ratusan orang jago dari perguruan Sin kiam bun itu segera berteriak bersama.

"Kita cari Yu leng lojin dan menuntut balas!" "Kita tolong Buncu..."

"Beradu jiwa dengan Yu leng Iojin !"

Darah manusia terasa mendidih, teriakan emosi menggema di seluruh angkasa sehingga kedengarannya benar-benar mengerikan sekali.

Tiang seng lojin segera mengulapkan tangannya, kemudian bersaeru.

"Harap saubdara sekalian tenang!"

Suasana yaag semula gaduh dan penuh emosi itu pelan- pelan menjadi tenang kembali setelah mendengar seruan dari Tiang seng lojin itu, dalam waktu singkat suasana telah menjadi hening kembali.

Dengan suara dalam Tiang seng lojin lantas berseru: "Kalian  tak  usah  terlampau  emosi,  sekali  pun  Buncu

perguruan kita sudah terjatuh ke tangan Yu leng lojin,  akan

tetapi kita belum dapat membalas dendam dengan secara terang-terangan."

"Kenapa?" tanya Giok bin hiap.

"Seandainya kita mencari balas secara terang-terangan padahal Ong Bun kim masih berada ditangannya, maka yang bakal mati duluan bukan Yuleng lojin melainkan adalah Buncu perguruan kita!" "Lantas bagaimana menurut maksudmu?"

"Asal kita bisa menghadapi persoalan ini secara jitu, maka Buncu kita hanya akan menemui rasa kaget tanpa ada ancaman jiwa."

"Bagaimana caranya?"

"Kita cukup mengirim dua orang saja" "Siapa dan siapa?"

"Hu buncu mempunyai dendam pribadi dengan Yu leng lojin, ia boleh pergi memberi pertolongan sedangkan yang lain adalah Thia Eng congkoan, kecuali dua orang ini yang memiliki ilmu silat sangat lihay, tak seorang manusiapun yang sanggup menghadapi Yu leng lojin."

ooooOdwOoooo

BAB 90

"KALAU begitu. biar aku saja yang pergi." seru Tan Liok.

"Aku saja yang lebih baik" seru Thia Eng cepat, "pertama, semasa buncu tak ada, hu buncu yang harus menanggung semua persoa lan perguruan. kedua, aku pun tidak takut untuk menghadapi serangan racun dari Yu leng lojin!"

"Betul, menang lebih cocok kalau Thia congkoan yang pergi" sela Tiang seng lojin pula.

"Bagaimana kalau kita tetapkan begini saja?"

"Aku harap Thia congkoan bisa melaksanakan tugas menurut keadaan yang sedang dihadapi!" "Aku dapat melakukannya, jika bdalam sepuluh hdari aku belum paulang, itu berabrti aku sudah tertimpa sesuatu kejadian yang berada diluar dugaan...!"

Seusai berkata, buru-buru dia meluncur ke pintu depan.

Dengan suatu gerakan yang amat cepat Thia Eng sudah keluar dari gua Bu cing tong, sementara dia sedang berlarian, mendadak terdengar seseorang memanggil dari belakang.

"Thia congkoan!"

Mendengar panggilan itu Thia Eng segera berhenti seraya membalikkan tubuhnya, ternyata orang yang memanggilnya itu bukan lain adalah Yu cing!

Thia Eng segera merasakan hatinya bergetar keras, serunya.

"Nona Yu, ada urusan apa?"

Selapis rasa sedih dengan cepat menyelimuti seluruh wajah Yu Cing, bisiknya lirih.

"Kau..... baik-baiklah menjaga diri." Dia seperti ada beribu-ribu patah kata yang hendak diutarakan keluar, akan tetapi tak tahu dari manakah dia harus mulai dengan pembicaraan itu, sehingga dengan wajah murung dan sedih perempuan itu hanya diam berdiri termangu disitu.

Mendadak Thia Eng maju kedepan, dia menggenggam tangannya erat-erat, lalu serunya agak emosi. "Nona Yu..."

Pelan-pelan Yu Cing menundukkan kepalanya, lalu berbisik.

"Aku. aku sangat menguatirkan keselamatanmu !" "Nona Yu!" kata Thia Eng agak emosi, "aku pasti dapat kembali lagi dengan selamat, aku meluluskan keinginanmu dan pasti kembali lagi dengan segar bugar!"

Dibalik ucapan tersebut, terkandung nada cinta dan kasih sayang yang suci bersih.

"Aku pasti akan menantikan kedatanganmu kembali!" kata Yu cing kemudian dengan sedih.

"Baik-baiklah kau menjaga diri."

"Aku dapat menjaga diri baik-baik, pergilah!"

Pelan-pelan Thia Eng melepaskan genggaman tangannya dan menatap wajah gadis itu lekat-lekat, perasaan berat untuk berpisah muncul diparas muka kedua orang itu, detik-detik terakhir sebelum perpisahan ini berlangsung, tampaklah semua cinta kasih mereka berdua terlampiaskan keluar lewat tatapan mata...

Akhirnya dia memutar badannya dan melompat pergi, tinggal Yu Cing masih berdiri di depan gua Bu cing tong sambil mengawasi bayangan punggungnya hingga lenyap dari pandangan mata.r...

Entah berapta lama sudah lewat, akhirnya Ong Bun kim tersadar kembali dari pingsannya, dia merasakan sekujur badannya sakit bagaikan diiris-iris dengan pisau tajam, lalu menjumpai tubuhnya sedang di kempit dibawah ketiak orang dan dibawah lari kencang.

Pelan-pelan ia teringat kembali dengan peristiwa yang telah terjadi, tiba-tiba teringat kembali bagaimana ia ditotok jalan darahnya oleh Hiat mo jiu, kemudian ia muntah darah dan tidak sadarkan diri.

Ong Bun kim adalah seorang pemuda yang pintar dan tahu diri, tentu saja diapun mengerti apa yang sedang terjadi saat ini, mula-mula secara diam diam bawa murninya segera dikerahkan untuk mengobati luka dalam yang dideritanya itu.

Akan tetapi tangan kanan Hiat mo jin masih mencengkeram diatas jalan darahnya, hal ini menyebabkan ia tak leluasa untuk memulihkan kembali segenap tenaga dalam yang dimilikinya.

Ia merasa paling banter cuma dapat menghimpun tenaga dalamnya sebesar delapan bagian belaka.

Ketika Ong Bun kim merasakan tenaga dalamnya sudah pulih kembali sebesar delapan bagian, iapun lantas bersiap sedia melancarkan serangan dahsyat yang mematikan.

Dengan suara dingin dia lantas menegur. "Sobat, sebenarnya siapakah kau?"

Ketika Hiat mo jiu menyaksikan Ong Bun kim telah sadar kembali dari pingsannya, ia segera tertawa dingin tiada hentinya.

"Ong Buncu, kau tak pernah menyangka bukan?"

"Benar, kejadian ini boleh dibilang sama sekali di Iuar dugaanku, sebenarnya siapakah kau?"

"Seorang anggota dari Yu leng bun dibawah pimpinan Yu-leng lojin..." sahut orang itu sambil tertawa seram. Mendengar jawaban tersebut, Ong Bun kim merasakan hatinya bergetar keras, tanpa terasa dia berseru: "Oooh, dia?"

"Betul?"

”Kejadian ini benar-benar berada diluar dugaan aku orang she Ong... tak kusangka Yu leng lojin berani berbuat serendah dan selicik ini." Belum habis perkataan itu diucapkan, mendadak Ong Bun-kim mengayunkan telapak tangannya dan melancarkan sebuah tenaga pukulan yang telah disertai segenap kekuatan yang dimiliki anak muda itu, agaknya dia sudah bertekad untuk beradu jiwa.

Rupanya Hiat-mo-jiu sendiripun sama sekali tidak menyangka kalau Ong Bun-kim bakal melakukan tindakan seperti ini.

Maka dikala dia menyadari kalau Ong Bun kim sedang melancarkan sebuah pukulan dahsyat kearah tubuhnya, dengan perasaan terperanjat dia lantas membentak: "Kau berani!"

Tangannya yang mencengkeram jalan darah Ong Bun kim itu segera diayunkan kebawah dan melancarkan sebuah pukulan dahsyat.

"Blaamm...." suatu benturan keras terjadi, tubuh Ong Bun kim sendiripun terhajar telak pula oleh serangan yang dilepaskan oleh Hiat mo-jiu tersebut.

Hiat mo jiu sendiri segera muntah darah segar tubuhnya terjungkal roboh keatas tanah. Ong Bun kim yang berada didalam cekalannya juga segera terlepas dari cekalannya.

Ong Bun kim sendiri mencelat kebelakang kemudian muntah darah sampai tujuh delapan kali, tak ampun dia roboh tak sadarkan diri.

Akibat dari serang menyerang yang terjadi secepat kilat itu, kedua belah pihak segera menderita luka parah dan berbaring diatas tanah tak mampu berkutik lagi.

Cuma Ong Bun kim pada dasarnya memang sudah terluka dan belum sembuh, apalagi jalan darah yang dihantam oleh Hiat mo jiu dalam serangannya tadi adalah jalan darah Mia bun hiat maka membuat luka yang diderita pemuda itu jauh lebih parah daripada luka yang diderita oleh Hiat mo jiu sendiri.

Lama, lama sekali, akhirnya Hiat mo jiu menggerakkan badannya dan bangkit berdiri, lalu setelah membesut darah yang menodai ujung bibirnya, dia mengangkat tubuh Ong Bun kim sambil sumpahnya dengan menggertak gigi.

"Keparat sialan, coba kalau aku bukan mendapat perintah dari Buncu, sudah kujagal dirimu sedari tadi!"

Dia mengerahkan tenaganya untuk menyembuhkan luka yang dideritanya, setelah itu sambil membawa tubuh Ong Bun kim melanjutkan perjalanannya ke depan.

Meskipun Ong Bun kim telah berusaha keras untuk melakukan adu jiwa, tapi akhirnya toh dia gagal untuk meloloskan diri dari cengkeraman iblis...

Sepanjang jalan, Hiat mo jiu pun tidak membangunkan si anak muda itu lagi....

Dalam keadaan sekujur badan sakit bagaikan remuk, Ong Bun kiam tersadar kembali dari pingsannya...

Ketika matanya terbuka ketika itu dia hanya menjumpai suasana di sekeliling tempat itu gelap gulita, seluruh badannya lemas tak bertenaga.

Dia ingin membebaskan jalan darahnya dengan menyalurkan tenaga dalamnya, sayang beberapa buah jalan darah penting di tubuhnya sudah tertotok, sehingga ia tak dapat memenuhi keinginannya itu.

Pelan-pelan dia bangkit berdiri, lalu mencoba untuk meraba sekeliling tempat itu, dia merasa bahwa tubuhnya seakan-akan sedang disekap didalam sebuah rumah penjaga yang kuat sekali, sekeliling ruangan terdapat terali besi yang besar dan kuat. Ong Bun kim sadar bahwa dia pasti berada didalam perguruan Yu leng bun.

Mendadak...

Suara permainan harpa yang amat melengking berkumandang dari dalam penjara baja itu, itulah irama Si sim ci ki yang membetot sukma, setelah itu terdengar pula suara gelak tertawa yang menyeramkan berkumandang memecahkan keheningan.

Jelas tertawa yang menyeramkan itu tak lain muncul dari mulut Iblis cantik pembawa maut.

Dalam hati Ong Bun kim menggigil keras, dia menjumpai bahwa suara tersebut berasal dari sebelah kanan tempat dirinya disekap sekarang.

Dia berjalan menuju ke arah kanan, dalam kegelapan secara lamat-lamat ia menyaksikan ada sesosok bayangan hitam sedang menari-nari dengan kalap. Bukankah orang itu adalah Ibiis cantik pembawa maut.

Sekali lagi Ong Bun kim merasakan sekujur badannya menggigil keras karena menahan emosi.

Suara harpa lambat laun semakin pudar dan akhirnya lenyap dari pendengaran.

Bayangan tubuh Iblis cantik pembawa maut yang sedang menari dengan kalap pun turut berhenti.

Suasana didalam penjara baja Itu pelan-pelan pulih kembali dalam keheningan yang mencekam.

Lama, lama sekali. Ong Bun kim baru berseru keras. "Cici !" Ketika mendengar suara panggilan itu iblis cantik pembawa maut kelihatan sangat terkejut, kemudian dengan suara gemetar tegurnya;

"Siapakah disitu?"

"Enci, aku adalah Ong Bun kim?" "Apa? Kau?"

"Benar, Tempat ini dimana letaknya? Apakah masih berada dalam ruang bawah tanah Bu lim hong itu?"

"Bukan, tempat ini adalah penjara bawah tanah dari Yu leng bun. kau... kau... apakah kau kena ditawan oleh mereka?"

"Benar?"

"Kenapa?"

Ong Bun kim segera menceritakan pengalamannya secara ringkas, kemudian diapun melanjutkan.

"Cici aku telah menemukan juga buah Hiat li untukmu!" "Sungguh?" jerit si iblis cantik pembawa maut dengan

perasaan amat terkejut. "Betul!"

"Dimana benda itu? Cepat berikan kepadaku."

Ong Bun kim mengeluarkan sebuah botol yang berisikan buah Hiat li dan diserahkan kepadanya.

"Cici, kau harus berhati-hati, sebab benda ini sangat beracun sekali..." Dari balik tirai besi dia angsurkan botol tersebut kepadanya, setelah menerima botol itu Iblis cantik pembawa maut segera tertawa terbahak-bahak dengan girangnya. "Haahh... haaahha... haaahh... aku bisa tertolong, aku bisa tertolong..."

Rasa Kejut dan gembira berkecamuk menjadi satu didalam hati perempuan ini, sehingga untuk sesaat lamanya dia seperti lupa daratan.

Dengan perasaan terkesiap Ong Bun kim segera bertanya:

"Enci. benarkah buah Hiat li tersebut dapat menyelamatkan jiwamu?"

"Benar, bukan saja aku bisa tertolong, Bu-khek lojin juga ikut tertolong."

Belum habis ucapan dari Iblis cantik Pembawa maut itu, mendadak...

Suara langkah manusia berkumandang memecahkan keheningan yang mencekam ruangan penjara itu, menyusul kemudian muncul serentetan cahaya tajam yang memancar masuk kedalam ruangan itu.

Tampak ruangan di dalam penjara itu sudah dibuka orang, menyusul kemudian muncul dua orang manusia.

"Bun kim, mereka hendak membawamu pergi..." bisik iblis cantik pembawa maut.

Belum habis ucapan tersebut diutarakan, dua sosok bayangan manusia itu sudah tiba didepan penjara.

Terdengar bunyir gemerincing yatng sangat nyariqng bergema memercahkan keheningan, pintu penjara yang terbuat dari baja itu pelan pelan terbuka.

Dua orang manusia Yu leng jin itu masuk ke dalam penjara, kemudian sambil tertawa dingin menggiring tubuh Ong Bun kim dari kanan kiri dan menyeretnya keluar dari kamar ruang penjara. Paras muka Ong Bun kim segera berobah hebat, bentaknya.

"Hai mau apa-kalian?"

"Buncu kami ada undangan untukmu!"

"Beginikah caranya untuk mengundang? Lepas tangan, aku Ong Bun kim bisa berjalan sendiri, aku mengikuti dibelakang kalian berdua!"

Kedua orang itu segera melepaskan cekalannya dan satu didepan yang lain dibelakang menggiring Ong Bun kim berjalan keluar dari dalam ruangan bawah tanah itu.

Setelah keluar dari ruangan, mereka berjalan lagi sekian lama dilorong bawah tanah yang berliku-liku, tak lama kemudian sampailah mereka didepan gua Yu leng bun dimana Yu leng lojin bersemayan.

Yu leng jin yang berada di tempat itu segera berseru dengan suara yang dalam.

"Lapor Buncu, Ong Bun kim telah datang menghadap!"

Dari dalam ruangan segera terdengar suara gelak tertawa nyaring bergema memecahkan keheningan, suara itu berasal dari mulut Yu leng lojin dan kedengaran mengerikan sekali.

Diam-diam Ong Bun-kim bergidik, ia tahu nasibnya lebih banyak berbahayanya dari pada beruntung.

"Masuk!" seru Yuleng lojin kemudian sambil menghentikan kembali gelak tertawanya.

"Baik!"

Yu leng jin yang berada didepan segera menyingkir kesamping memberi jalan lewat, sementara Yu-leng jin  yang berada di belakang mendorong Ong Bun kim kedepan. Dengan sempoyongan Ong Bun kim segera menerjang masuk kedalam pintu ruangan itu.

Menanti dia dapat berdiri tegak kembali maka tampaklah Yu leng lojin telah berada di hadapannya, sedangkan dibelakang tubuhnya tampak ada dua sosok bayangan manusia sedang berdiri sambil bersiap siaga.

Sekarang Yu leng lojin sudah dapat bangkit berdiri, rupanya dari kitab Hek mo keng yang berhasil diperolehnya itu, ia telah berhasil memahami cara untuk menembusi nadi-nadinya yang kaku, sekalipun sekarang masih lemas, akan tetapi boleh dikata sudah mendekati taraf penyembuhan.

Yu leng lojin tertawa seram:

"Heeh.....heehh....heeh.... Ong Buncu sungguh tidak disangka kita akan berjumpa lagi ditempat ini!"

Ong Bun kim tertawa dingin.

"Betul!" sahutnya, "So buncu memang seorang yang hebat sekali!"

"Ong Buncu!" kata Yu leng lojin sambil tertawa dingin, "ketika perguruanmu diresmikan tempo hari, maaf kalau aku orang she So tak dapat ikut menghadirinya."

"Tidak berani!" sahut Ong Bun kim ketus "kau telah mengutus anak buahmu untuk turut serta dalam upacara itu, kehadirannya jauh lebih mengharukan dari pada kehadiranmu sendiri, entah So buncu hendak menghadapi diriku dengan cara apa?"

"Ooh.. . jangan berkata begitu serius, aku orang she So ada urusan hendak mengajakmu untuk berunding!"

"Katakan saja terang terang!" "Aku minta kau bersedia masuk menjadi anggota perguruanku"

"Soal itu, aku rasa tak nanti Ong Bun kim bersedia melakukannya""

Mendengar jawaban itu Yu leng lojin segera tertawa dingin, katanya lagi.

"Jika kau tak mau menyanggupi permintaanku ini, maka semua anggota perguruanmu akan mampus semua ditanganku."

Ucapan tersebut diucapkan dengan penuh kobaran hawa napsu membunuh, bagaimanapun juga Ong Bun kim merasakan hatinya sangat berat sehingga tanpa terasa bulu romanya pada bangun berdiri.

Sambil tertawa dingin Yu leng lojin kemudian berkata. "Ong   buncu   apakah   kau   tidak   percaya?"  Semenjak

semula Ong Bun kim sudah menduga kalau Yo leng lojin

bakal menggunakan cara yang licik tapi keji untuk menghadapinya, kini dia yakin Yu leng lojin tak akan mampu membunuh segenap anggota perguruannya, sebab hal ini tidak masuk diakal.

Kecuali kalau telah menggunakan ilmu hipnotis Gi sin tay hoatnya untuk mempengaruhi orang.

Teringat kembali akan ilmu hipnotis Gi sin tay hoat tersebut, tanpa terasa Ong Bun kim merasakan sekujur badannya bergidik, mungkinkah Yu leng lojin akan menghadapinya dengan mempergunakan ilmu sesat tersebut sehingga ia kehilangan kesadarannya dan membunuh habis segenap anak muridnya dalam perguruan Sin kiam bun. Seandainya dugaannya itu tidak meleset, akibat dari peristiwa tersebut benar-benar akan mengerikan sekali.

oooOdwOooo

BAB 91

BERPIKIR sampai ke situ Ong Bun kim benar-benar merasakan hatinya amat bergidik, sambil menggertak gigi menahan diri serunya kemudian agak sangsi.

"Apakah kau hendak mempergunakan ilmu hipnotis Gi sin tay hoat untuk mempengaruhi orang?"

"Tidak usah, apalagi meski Ong Buncu mengetahui cara penggunaan ilmu Hipnotis Gi sin tay hoat tersebut, sayang terhadap manusia semacam kau tak akan memberi manfaat yang terlalu besar, oleh karena itu aku mempunyai sebuah cara lain yang lebih bagus dari Gi sin tay hoat untuk mempraktekkan kehebatannya!"

"Apakah caramu itu, aku Ong Bun kim ingin sekali mendengar keterangan!"

Yu leng lojin tertawa dingin, kemudian katanya: "Dengan mengorbankan waktu selama hampir dua puluh

tahun lamanya, aku telah berhasil menciptakan sejenis pil

yang dinamakan Hian sim wan, barang siapa yang menelan pil tersebut maka keadaanya tidak akan jauh berbeda dengan orang yang terpengaruh oleh ilmu Gi sin tay hoat, cuma keistimewaannya setiap hari dia akan bernapsu sekali untuk membunuh paling tidak dua puluh empat orang..."

"Apa?"

Ketika mendengar keterangan tersebuut Ong Bun kim merasakan sekujur badannya menggigil keras, berita itu betul-betul merupakan suatu berita yang mesgerlkan sekali, sebab seandainya apa yang dikatakan itu menjadi suatu kenyataan maka akibatnya benar-benar akan mengerikan sekali.

Yu leng lojin tertawa seram, katanya kemudian.

"Oleh sebab itu, aku minta kau bersedia untuk bekerja sama dengan diriku dan menjagoi seluruh dunia persilatan, kalabu tidak. Heeehhd..... heeeh....a heeehhh. tebrpaksa

aku akan mempersilahkan kau untuk merasakan pil Huan sim wan tersebut!"

Ong Bun kim tertawa dingin, katanya kemudian:

"Kerja sama macam apakah itu? Lebih baik kau terangkan lebih dahulu. "

"Kau melaksanakan semua perintah yang kuberikan, pertama sekarang juga menulis surat kepada wakil ketuamu agar membawa segenap kekuatan perguruan yang ada untuk menyerang partai Siau lim. "

Mendengar perkataan itu, paras muka Ong Bun kim segera berubah hebat, katanya:

"Baru permintaan yang pertama, aku Ong Bun kim sudah tak mampu untuk melaksanakannya"

"Kalau begitu, kau tidak bersedia untuk bekerja sama denganku?" seru Yu leng lojin dengan wajah berubah.

"Syarat yang kau ajukan itu tak mungkin bisa diterima oleh aku orang she Ong?"

Sekali lagi paras muka Yu leng lojin berubah sangat hebat, katanya dengan menyeramkan: "Ong buncu, kau tampik arak kehormatan dengan memilih arak hukuman? Hanya manusia yang pintarlah yang dapat menyesuaikan diri dengan keadaan, tindak tanduk yan angkuh dan keras kepala hanya akan mendatangkan ketidak beruntungan saja bagimu."

"So buncu, buat apa kau musti banyak berbicara?" tukas Ong Bun kin dengan wajah berubah.

Selapis hawa napsu membunuh yang mengerikan dengan cepat menyelimuti seluruh wajah Yu leng lojin, dengan suara dalam bentaknya.

"Utusan kiri kanan!" "Siap!"

Dua sosok bayangan hitam segera mengiakan dengan suara yang dingin menyeramkan.

"Bekuk dia!" bentak Yu leng lojin lagi. Dua sosok bayangan hitam itu segera mengiakan, dari kiri dan kanan mereka menerjang maju ke depan dan mencengkeram tubuh Ong Bun kim erat-erat.

"Ong Buncu!" seru Yu leng lojin lagi sambil tertawa seram, "sekali lagi kuberi sebuah ketempatan kepadamu."

Paras muka Ong Bun kim telah berubah menjadi amat mengerikan, keadaan sudah tertera jelas sekali, jika dia menolak kerja sama tersebut, maka sudah pasti dia akan dicekoki pil Huran sim wan itu melakukan perbuatan perbuatan diluar kemauannya.

Tapi dia tak bisa menerimanya.

Tentu saja Ong Bun kim tak dapat meluluskan permintaannya itu, kalau tidak maka dia akan berubah menjadi seorang raja iblis pembunuh manusia yang teramat keji, seluruh umat persilatan yang ada di dunia ini bisa jadi akan musnah semua ditangannya.

Berpikir sampai disitu, hampir meledak dada Ong Bun kim saking gusar dan mendongkolnya, segera bentaknya: "Yu leng lojin, kau..."

"Semua perkataanku sudah kuterangkan dengan sejelas- jelasnya, jika Ong buncu tidak bersedia untuk bekerja sama dengan diriku, maka jangan kau salahkan jika aku berhati keji dan turun tangan kejam terhadap dirimu."

"Kau berani menggunakan cara yang terkutuk itu untuk menghadapiku?" bentak Ong Bun kim.

"Kenapa tidak berani? Sekali lagi ku bertanya kepadamu."

"Jangankan sepatah kata, seribu patah atau sepuluh ribu patah kata pun percuma."

"Bagus sekali."

Begitu selesai berkata, Yu leng lojin segera mengayunkan tangan kanannya kedepan melancarkan sebuah totokan.

Ong Bun kim segera merasakan sekujur badannya menjadi kaku dan kesemutan kemudian tak dapat bergerak lagi.

Yu leng Iojin dengan senyuman mengerikan menghiasi ujung bibirnya segera merogoh ke dalam sakunya dan mengeluarkan sebutir pil berwarna kuning yang besarnya seperti ibu jari.

Kemudian sambil pelan-pelan berjalan kehadapan si anak muda itu, bentaknya.

"Buka mulutmu!"

Dalam keadaan seperti ini, Ong Bun-kim sudah tak dapat berbicara lagi, dia cuma bisa menggertak giginya sambil menutup mulutnya rapat-rapat, sekalipun harus mengorbankan jiwanya, dia juga tak akan menelan pil tersebut. Yu-leng lojin tertawa dingin, disaat suara tertawanya yang menyeramkan itu belum berakhir, mendadak terdengar suara langkah kaki yang amat ramai berkumandang datang dari luar pintu gua tersebut.

Yu-leng lojin menjadi tertegun, kemudian bentaknya dengan suara dalam yang berat:

"Siapa disitu?"

"Lapor buncu, keadaan tidak beres..." "Apa yang telah terjadi?"

"Ada orang telah tiba dalam perguruan kita..." "Tangkap orang itu!"

"Lapor buncu orang itu memiliki ilmu silat yang sangat lihay, dia telah membunuh beberapa orang anggota kita, Hu buncu sendiripun sudah terluka di tangannya."

"Sungguhkah perkataan itu."

"Benar, oleh sebab itu hamba sekalian datang melaporkan kejadian ini kepada Bun cu!"

Selapis hawa napsu membunuh yang sangat tebal dengan cepat menyelimuti wajah Yu-leng lojin, sinar matanya segera dialihkan ke atas wajah Ong Bun kim, setelah itu tanyanya lagi dengan suara dalam.

"Apakah orang itu berasal diri perguruan Sin kiam bun?" "Lapor Buncu, orang itu memang anggota perguruan Sin

kiam bun!"

"Gunakan racun untuk memusnahkan orang itu"

"Lapor Buncu, orang itu tidak mempan terhadap racun!" "Apa? Tidak mempan terhadap racun?" "Benar!"

Tiba-tiba sekujur badan Yu leng lojin gemetar keras, setelah sinar matanya dialihkan sekejap ke arah Ong Bun kim, mendadak katanya dengan suara keras.

"Sudah tahu, mundur kau!"

Setelah selesai berkata, Yu leng lojin segera bergerak menuju ke luar pintu gerbang.

Tapi baru saja Yu leng lojin tiba didepan pintu gerbang, terdengarlah seseorang membentak dengan suara keras.

"Hayo cepat suruh Yu leng lojin menggelindingi keluar dari tempat persembunyiannya."

Orang yang berteriak keras itu bukan lain adalah Thia Eng.

Dalam ruang tengah perguruan Yu leng-bun, saat itu sudah diselimuti oleh selapis hawa pembunuhan yang sangat mengerikan sekali, berpuluh-puluh orang jago dari Yu leng bun telah menghadang jalan pergi Thia Eng, sementara lima enam sosok mayat terkapar diatas tanah.

Dengan sorot mata tajam Thia Eng memandang sekejap sekeliling tempat itu, kemudian bentaknya lagi.

"Mengapa kalian tidak menyuruhnya untuk menggelindingi keluar dari tempat persembunyiannya?"

Baru selesai Thia Eng berseru mendadak terdengar suara tertawa dingin yang menyeramkan berkumandang datang dari balik ruangan tengah itu.

Sesosok bayangan manusia bagaikan setan gentayangan telah meluncur masuk kedalam ruangan dengan kecepatan luar biasa.

Paras muka Thia Eng berubah, kemudian bentaknya: "Yu Ieng lojin, masih ingat dengan Thia Eng?" Yu leng lojin agak tertegun, kemudian sahutnya.

"Ooh... rupanya kau, ketika berada dalam kuil Siau lim si tempo hari, kita agaknya sudah pernah bersua."

"Betul sungguh tak kusangka Buncu memiliki daya ingatan yang lumayan juga..."

"Ada urusan apa kau datang kemari?"

"Minta kepadamu untuk menyerahkan Buncu perguruan kami..."

"Suruh aku menyerahkan Ong Bun kim kepadamu?" "Tepat sekali!"

"Apa yang kau andalkan sehingga berani mengatakan begitu? Kau anggap ilmu silatmu sudah hebat?"

Paras muka Thia Eng berubah, bentaknya:

"Sebenarnya kau hendak menyerahkan Buncu kami atau tidak?"

"Asal kau punya kepandaian..."

Thia Eng tak dapat menahan diri lagi sambil membentak keras tubuhnya segera meluncur ke depan dengan  kecepatan luar biasa dia langsung menerjang ke arah tubuh Yu leng lojin.

Serangan yang dilancarkan oleh Thia Eng ini boleh dibilang cepatnya bukan kepalang, tapi pada saat yang bersamaan itu juga, dua sosok bayangan hitam telah meluncur juga ke tengah arena dari sisi kiri dan kanan gelanggang.

-oo0dw0oo—