Setan Harpa Jilid 17

 
Jilid 17

TAY-KHEK CINKUN adalah seorang ahli dalam ilmu barisan, dalam kenyataannya dalam setiap barisan memang selalu terdapat jalan kehidupan yang bisa dilewati, akan tetapi kalau dikatakan jalan kehidupan itupun bisa disumbat, hal ini sungguh merupakan suatu kejadian yang sama sekali tak masuk diakal...

Terdengar Yu-leng lojin tertawa dingin tiada hentinya, kemudian berkata lagi:

"Adakah kemampuan bagiku untuk melakukan perbuatan tersebut, sebentar lagi bakal tahu sendiri, cuma sekarang aku sih ingin berbicara dulu dengan Iblis cantik pembawa maut.

Iblis Cantik pembawa maut segera tertawa dingin, segera bentaknya.

"Persoalan apa lagi yang hendak kau bicarakan denganku?"

"Kitab pusaka Hek mo keng!" "Heehh heehh heehh jangan bermimpi disiang hari bolong!" jengek Iblis cantik pembawa maut sambil tertawa dingin tiada hentinya.

Yu-leng lojin ikut tertawa dingin, terasa hembusan angin menyambar lewat, tahu-tahu ada dua sosok bayangan rhitam telah muntcul disana.

Ia qduduk diatas serbuah kursi, mukanya masih juga diliputi hawa sesat yang menggidikkan hati.

00000OdwO00000

BAB 52

MENCORONG sinar berapi api setelah Ong-Bun kim berjumpa dengan musuh besarnya ini, segera bentaknya:

"Yu leng lojin, rupanya kau adalah seorang manusia cacad!"

"Benar, aku memang seorang yang cacad, tapi kalau aku berhasil mendapatkan kitab pusaka Hek mo keng tersebut, maka aku akan memperoleh harapan untuk sembuh kembali"

Tay khek Cinkun segera tertawa dingin. "Tak heran kalau sampai sekarang kau masih belum melakukan pembantaian secara besar-besaran dalam dunia persilatan, rupanya sepasang kakimu lumpuh dan tak sanggup melakukan perjalanan sendiri."

Mendengar perkataan itu, Yu leng lojin sementara tertawa seram.

"Heeehhh heeehhh heeehhh....Iblis cantik pembawa maut! Hampir saja melupakan sesuatu hal yang amat berharga, ketahuilah bahwa putrimu telah terjatuh ketanganku." "Apa? Kau..."

"Sekarang, aku hendak mempergunakan nyawa putrimu untuk ditukarkan dengan kitab pusaka Hek-mo-keng tersebut!" lanjut Yu-jeng lojin dengan dingin.

Ucapan tersebut segera membuat paras muka Iblis cantik pembawa maut berubah sangat hebat, rasa ngeri segera menyelimuti seluruh wajahnya, untuk sesaat ia menjadi tergagap dan tak sanggup mengucapkan sepatah katapun juga....

"Kau berani?" akhirnya setelah lewat, ia membentak dengan suara gemetar.

"Kenapa tidak berani? Jika kau bersedia akupun bisa memberi sebuah hadiah lain ke kepadaku, nyakni selembar nyawa dari Hian ih-lihiap (pendekar perempuan berbaju hitam) Ong Siau-bi!"

"Apa? Hian ih lihiap juga sudah jatuh ke tanganmu?" bentak Ong Bun kim dengan wajah berubah.

"Betul!"

Setelah berhenti sejenak, Yu leng lojin mengalihkan sinar matanya yang dingin menyeramkan itu ke atas wajah Iblis cantik pembawa maut, katanya lebih lanjut dengan dingin:

"Bagaimana keputusanmu?"

"Kalau aku tidak bersedia memenuhi keinginanmu itu?" "Satu jam kemudian.. heeehhh... heeehhh heeehhh. kau

bakal tahu sendiri akibatnya!"

Saking gusarnya sekujur tubuh Ong Bun kim sampai gemetar keras, ia tak sanggup berkata apa-apa.

Mendadak Tay khek Cinkun bertanya: "Seandainya kami bersedia untuk menyerahkan kitab Hek-mo-keng tersebut kepadamu?"

"Maka dua orang itu akan segera kuserahkan kepada kalian!"

"Tapi kau jangan lupa, Dewi mawar merah sudah terkena ilmu hipnotis Gi-sin tay hoat mu!"

"Aku sanggup untuk memunahkan pengaruh ilmu tersebut!"

"Tapi menurut apa yang kuketahui, kau masih belum berhasil memiliki cara untuk menarik kembali pengaruh ilmu Gi-sin tay hoat itu..."

Mendengar perkatanku itu paras muka Yu leng lojin agak berubah, dengan cepat dia berseru.

"Apa yang hendak kukatakan telah selesai kaucapkan, mau serahkan kitab itu atau tidak terserah pada keputusan kalian sendiri!"

Sehabis berkata, tiba tiba ia melayang kembali ke arah jalan semula.

"Berhenti!" bentak Ong Bun kim dengan keras.

Mendengar bentakan tersebut, tiba-tiba saja Yu leng lojin menghentikan gerakan tubuhnya, ditatapnya sekejap wajah si anak muda itu, kemudian ujarnya dengan dingin.

"Masih ada pesan apa lagi yang hendak kau sampaikan?" "Mau anggap bisa pergi dari sini dengan begitu mudah?"

teriak pemuda itu dengan seramnya.

Yu leng lojin segera tertawa dingin. "Jadi kau hendak menahan aku disini?" balik bertanya.

"Benar!" Kontan saja Yu leng lojin tertawa seram.

"Haaahhh haaahnn haaahhh kau anggap dengan kepandaianmu itu sudah mampu untuk menghalangi kepergianku. "

Belum lagi ia menyelesaikan kata-katanya, Ong Bun kim telah membentak keras, tiba-tiba tubuhnya bergerak maju kedepan dan melancarkan sebuah pukulan dahsyat ke tubuh Yu leng lojin.

Didalam melancarkan serangannya itu Ong Bun Kim telah mengerahkan segenap tenaga yang dimilikinya, sungguh suatu ancaman yang luar biasa hebatnya.

Buru-buru Yu leng lojin mengayunkan telapak tangan kanannya untuk menangkis datangnya ancaman tersebut.

Bersamaan waktunya ketika Yu leng lojin melancarkan serangannya tadi, dua sosok bayangan hitam secepat kilat telah menerjang pula ke arah Ong Bun kim, dua gulung angin pukulan yang tak kalah dahsyatnya ikut meluncur tiba.

"Blaaang...!" suatu benturan keras yang memekikkan telinga berkumandang memecah keheningan.

Akibat dari bentrokan kekerasan antara Ong Bun kim dengan Yu leng lojin itu, si anak muda itu terdesak mundur sejauh tujuh delapan langkah, sementara dua sosok bayangan hitam lainnya telah menerjang tiba.

Tay khek Cinkun buru-buru melancarkan pula sebuah pukulan untuk membendung datangnya serangan dari kedua sosok bayangan hitam itu, dalam waktu yang amat singkat itulah, ternyata Yu leng lojin telah memanfaatkannya untuk kabur ke dalam lorong rahasia yang gelap gulita itu. Ong Bun kim bermaksud untuk mengejar dari belakang, sayang tindakannya itu terlambat selangkah.

Pada saat itulah dua sosok bayangan hitam itupun secara diam-diam telah mengundurkan diri pula dari situ.

Ong Bun kim menjadi marah sekali sehingga menggertak giginya kencang-kencang, teriaknya dengan penuh rasa mendongkol.

"Manusia licik yang tak tahu malu !"

Tay khek Cinkun pun berdiri dengan hawa napsu membunuh menyelimuti seluruh wajahnya, dengan gemas teriaknya.

"Perbuatannya itu betul-betul keji dan tak tahu malu!" "Lantas apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya

Ong Bun kim kemudian.

Tay khek Cinkun berpaling ke arah Iblis cantik pembawa maut, lalu tanyanya:

"Iblis cantik pembawa maut, betulkah kitab pusaka Hek mo keng tersebut berisikan ilmu sakti peninggalan dari Hek mo im?"

"Benar, ilmu sakti peninggalannya itu terdiri dari dua bagian, yang satu bagian untuk melatih ilmu sakti Sin kim kiam boh, sedangkan bagian yang lain merupakan ilmu silat maha sakti miliknya sendiri!"

"Tampaknya sebelum mendapatkan kitab tersebut, Yu leng lojin tak akan berpeluk tangan belaka, sekarang aku baru tahu, kiranya sampai kini ia belum meresmikan perguruannya oleh karena sepasang kakinya lumpuh dan tak sanggup berjalan, andaikata dalam kitab pusaka Hek mo keng tersebut benar-benar tercantum kepandaian sakti yang dapat menyembuhkan kelumpuhannya itu, maka hal ini harus kita pikirkan juga akibatnya."

"Betul, kalau kelumpuhan pada kakinya berhasil disembuhkan, maka akibatnya akan sukar lagi untuk dilukiskan dengan kata-kata, atau tegasnya sekali Yu leng lojin berhasil mendapatkan kitab pusaka Hek mo keng, banjir darah akan segera melanda seluruh dunia persilatan."

"Seandainya dia sampai membunuh kedua orang itu?" tanya Iblis cantik pembawa maut dengan perasaan kuatir.

"Aku rasa ia tak akan sampai berbuat demikian!" "Kenapa?"

"Aku percaya tindakannya tak akan sampai sekeji ini!"

"Aku rasa hal ini sukar untuk dikatakan" ujar Ong Bun kim, "seandainya ia sampai melakukan tindakan yang jauh lebih keji lagi, lantas bagaimana baiknya? Apakah kitab pusaka Hek mo keng tersebut harus diserahkan  kepadanya?"

"Tentu saja tidak!"

"Kalau begitu lantas bagaimana baiknya?"

"Yaa, apa yang musti kita lakukan? Peristiwa ini benar- benar membuat orang merasa amat kuatir, sebab kalau kitab pusaka Hek mo keng tersebut sampai diserahkan kepadanya, jelas akibat yang bakal ditimbulkan akan sukar dilukiskan dengan kata-kata"

Sinar mata Tay khek Cinkun segera dialihkan ke atas wajah Iblis cantik pembawa maut yang diIiputi kemurungan itu lalu tanyanya:

"Bagaimana ilmu silat yang dimiliki Yu leng lojin?" "Dia masih bukan tandinganku, kecuali sewaktu pertarungan sedang berlangsung, tiba-tiba ia mainkan irama Si sim-ci ki tersebut."

"Kalau memang demikian adanya, maka kita akan beradu jiwa dengan dirinya !"

"Hal ini jelas tak mungkin bisa dilakukan jangan lupa kalau kita masih mempunyai dua orang rekan yang terjatuh ditangannya!"

"Benar Dewi mawar merar dan Hian-ih lihiap telah berada ditangan lawan, itu berarti pihak musuh memiliki kondisi yang jauh lebih menguntungkan, salah-salah kemungkinan besar mereka akan membunuh Dewi mawar merah berdua lebih dulu.. Tidak menyerahkan kitab pusaka Hek-mo-keng tersebut jelas tak mungkin, mau diserahkan juga rasanya tak mungkin, apa lacur mereka pun tidak berhasil mendapatkan suatu cara yang jauh lebih baik lagi untuk menghadapi kejadian yang bisa berakibat fatal ini.

Mereka jadi termenung dan termangu-mangu seperti orang bodoh....

Walaupun berlalu dalam suasana yang secara tegang dan mengerikan itu...

Tiba-tiba Tay khek Cinkun berkata dengan suara berat, memecahkan keheningan yang mencekam.

"Tampaknya kita harus menghadapi masalah ini setelah saatnya tiba nanti "

"Benar, keadaan tersebut memang harus di tunggu sampai terjadinya perkembangan selanjutnya, kalau tidak, mereka tak akan berhasil mendapatkan cara lain yang jauh lebih baik untuk menghadapinya. Mendadak.. terdengar suara tertawa dingin yang menyeramkan berkumandang datang memecahkan keheningan, dari luar pintu berkelebat bayangan hitam, lalu tahu-tahu muncul belasan sosok bayangaa manusia didepan pintu batu tersebut.

Sebagai pimpinan dari rombongan itu adalah Hu buncu dari perguruan Yu Ieng bun, sedangkan sisanya adalah Manusia-manusia tanpa sukma yang mengenakan kain cadar pada wajahnya.

Mendadak terdengar kembali suara tertawa dingin untuk kedua kalinya berkumandang memecahkan keheningan, kawanan jago dari Yu leng bun yang berdiri didepan pintu serentak memisahkan diri, ke kedua belah samping.

Bayangan hitam kembali berkelebat lewat, tiga Sosok bayangan manusia dengan kecepatan luar biasa telah menerobos masuk kedalam ruangan, ketiga orang ini ternyata bukan lain adalah Yu leng lojin serta utusan kiri dan kanan.

Menyaksikan kesemuanya itu, hawa napsu membunuh yang mengerikan segera menyelimuti seluruh wajah Ong Bun kim sekalian bertiga, dengan penuh kegusaran mereka awasi Yu leng lojin yang dingin dan menyeramkan itu tanpa berkedip.

Yu leng lojin tertawa seram. "Heeehhh.heeehhh...heeehhh... satu jam yang di

tetapkan sudah lewat, bagaimanakah pertimbangan kalian bertiga?"

Iblis cantik pembawa maut tertawa dingin.

"Heeehhh heeehhh heeehhh......kalian jangan bermimpi disiang hari bolong" teriaknya, "aku tak akan menyanggupi permintaan dari kalian itu..." "Benar-benar tidak menyanggupi?" "Benar!"

Yu leng lojin menengadah lalu tertawa terkekeh-kekeh dengan seramnya.

"Petugas hukuman, dimana kau?" Teriaknya. "Tecu siap menjalankan perintah !"

"Gusur kemari Hian ih lihiap!" "Baik!"

Ketika mendengar perintah tersebut, paras muka Tay khek Cinkun serta Ong Bun kim segera berubah hebat, tanpa sadar mereka alihkan sorot matanya kedepan.

Dari balik kegelapan sana segera berkelebat lewat sesosok bayangan hitam, ditangannya ia mencengkeram tubuh Hian ih lihiap yang terluka itu.

Ong Bun kim yang menjumpai keadaan itu, paras mukanya untuk kedua kalinya berubah.

Dalam pada itu, bayangan hitam tadi telah menyerahkan Hian ih lihiap Ong Siau bi ke tangan Yu leng lojin.

Yu leng lojin segera tertawa dingin.

"Diakah yang bernama Hian-ih lihiap?" tanyanya.

"Apa yang hendak kau lakukan terhadap dirinya?" bentak Ong Bun-kim dengan marah.

"Soal ini sulit untuk dikatakan, sekarang jawab dulu! Sebenarnya kalian bersedia untuk menyerahkan kitab pusaka Hek-mo-keng tersebut kepadaku atau tidak?"

"Tidak!"

Yu leng lojin kembali tertawa dingin. "Iblis cantik pembawa maut! Kau jangan lupa bahwa dia adalah tuan penolong putri mu" serunya keras, "demi menyelamatkan jiwa putrimu, suamimu serta anggota perguruannya telah mati semua."

Air muka Iblis cantik pembawa maut mengalami perubahan yang sangat hebat, perasaannya benar-benar bergoncang keras, ini membuat paras muka perempuan itu berubah menjadi mengerikan sekali.

"Iblis cantbik pembawa mautd, sebetulnya kiatab itu hendak bkau serahkan kepadaku atau tidak?" desak Yu leng lojin lagi.

"Tidak!"

Paras muka Yu leng lojin yang pucat pasti tak berdarah itu tampak semakin menyeramkan, ia tertawa seram, tiba- tiba ia menepuk bebas jalan darah Hian-ih lihiap yang tertotok itu.

Ong Bun kim yang menyaksikan kejadian itu sungguh merasa mendendam, sepasang matanya berapi-api, kalau bisa dia ingin mener kam lawannya itu bulat-bulat.

Setelah jalan darahnya ditepuk bebas, pelan-pelan Hian ih-lihiap pun tersadar kembali, segera bertanya keras-keras:

"Yu-leng lojin, kalau kau punya kepandaian, hayolah bunuh aku sampai mati..."

"Jangan bicara dulu yang bukan-bukan" tukas Yu leng lojin sambil tertawa sinis, "Coba kalau lihat dulu, siapakah yang berdiri dihadapanmu?"

Ketika sorot mata Hian ih lihiap bertemu dengan Ong Bun kim serta Tay khek Cinkus paras mukanya segera berubah hebat, tak terkirakan rasa kaget yang dialaminya saat ini. Yu leng lojin kembali tertawa seram katanya "Aku rasa kau pasti sudah kenal bukan dengan Tay khek Cinkun maupun Ong Bun kim? Maka akupun tak usah memperkenalkan dengan dirimu, lagi tapi perempuan yang itu, aku rasa kau masih belum tahu akan dirinya bukan?"

"Siapa dia?" tanya Hian ih lihiap tanpa terasa. "Iblis cantik pembawa maut!"

"Apa..? Dia adalah Iblis cantik pembawa maut?"

Dengan sedih Iblis cantik pembawa maut manggut- manggut, dalam keadaan dan suasana seperti ini, ia betul- betul tak sanggup berbicara sepatah katapun juga.

Yu Jeng lojin kembali tertawa dingin katanya lagi. "Sekarang, hanya dia seorang yang bisa menyelamatkan

jiwamu, tapi ia tak bersedia menolongmu.

"Yu leng lojin permainan busuk apakah yang sebenarnya sedang kau persiapkan?" bentak Hian-ih lihiap gusar.

"Sederhana sekali! Asal ia bersedia menyerahkan kitab pusaka Hek mo keng kepadaku, maka akupun akan membebaskan dirimu, kalau tidak heeeh heeeh heeh. ada

kemungkinan aku hendak membinasakan dirimu."

Mendengar itu Hian ih lihiap segera mendongakkan kepalanya dan tertawa seram.

"Haaahh haaah haaah, jangan kau menganggap aku Ong Siau bi adalah seorang manusia yang takut mati, sudah ada lima belbas orang anggotda perguruanmu yaang tewas ditanbganku, sekalipun aku mati, modalku juga telah kembali"

Hawa nafsu membunuh seketika menyelimuti seluruh wajah Yu leng lojin, pelan-pelan dia menatap wajah Iblis cantik pembawa maut itu lekat-lekat, kemudian tanyanya dengan dingin: "Iblis cantik pembawa maut sekali lagi kuberi kesempatan kepadamu untuk membalas budi kepadanya."

"Jangan kau penuhi ancamannya itu ! Jangan! Jangan kau penuhi!" teriak Hian ih lihiap cepat-cepat.

Iblis cantik pembawa maut betul-betul dipengaruhi oleh pergolakan emosi yang sangat hebat, baginya Hian ih lihiap adalah tuan penolong yang menaruh budi sebukit kepadanya, sudah barang tentu ia tak akan membiarkan tuan penolongnya itu tewas secara mengerikan ditangan Yu leng lojin.

Akan tetapi kitab pusaka Hek mo keng yang dituntut mempengaruhi situasi dalam dunia persilatan, iapun tak ingin lantaran menolong jiwa Hian ih lihiap, ia sampai menimbulkan badai pembunuhan berdarah dalam dunia persilatan.

Mendadak, satu ingatan melintas dalam benaknya, pancaran sinar membunuh mencorong dari balik matanya, ia hendak turun tangan untuk beradu jiwa dengan Yu leng lojin.

"Hayo cepat dijawab, kau mengabulkan tidak permintaanku itu?" desak Yu leng lojin lagi lebih jauh.

"Jangan kau kabulkan permintaannya!" teriak Hian ih lihiap.

"Kurangajar, rupanya kau cari mampus!" teriak Yu leng lojin dengan geramnya.

Tiba-tiba tangan kanannya berkelebat lewat, jeritan ngeri yang memilukan hati segera berkumandang memecahkan keheningan, ketika semua orang menengok ke arah arena, seketika itu juga mereka menjerit keras karena kaget dan ngerinya. Tampaknya lengan kiri Hian ih lihiap, tahu-tahu sudah dirobek Yu leng lojin hingga kutung menjadi dua bagian.

Kekejamannya didalam melakukan perbuatan itu sungguh cukup mengejutkan setiap orang.

Iblis cantik pembawa maut tak tahan lagi menyaksikan kekejaman orang, mendadak ia membentak keras:

"Yu. leng lojin, aku akan beradu jiwa denganmu."

Bayangan manusia berkelebat lewat, dengan suatu kecepatan yang luar biasa ia menerjang ke arah Yu leng lojin.

Kegesitan maupun gerakan tubuh yang diguna kan betul betul jarang sekali dijumpai dalam dunia persilatarn.

0000OdwO0000

BAB 53

PADA saat ini Iblis cantik pembawa maut telah dipengaruhi oleh hawa napsu, sambil menerkam kedepan, sebuah pukulan yang amat dahsyat ikut pula dilontarkan ke depan.

Mimpipun Yu leng lojin tak menyangka kalau Iblis cantik pembawa maut bakal turun tangan kepadanya, dalam kejutnya buru-buru tangan kirinya dikebaskan ke depan melepaskan sebuah pukulan.

Tapi gerakan dari Iblis cantik pembawa maut sungguh amat cepat- sekali, bayangan hitam berkelebat beberapa kali, dua buah pukulan mematikan hampir bersamaan waktunya telah dilancarkan bersama.

Yu-leng lojin-berikut tempat duduknya segera melambung ke tengah udara, dengan gerakan beradu-jiwa ia sambut datangnya serangan dari Iblis cantik pembawa maut itu dengan keras lawan keras..

Tay-khek cinkun maupun Bun-kim tidak diam belaka, dikala Yu leng lojin melejit keudara, serentak mereka berdua ikut menerjang ke muka sambil masing-masing melepaskan sebuah pukulan dahsyat.

Gerakan tubuh dari Tay khek Cinkun serta Ong Bun kim pun betul-betul amat cepat sekali tapi bayangan hitam berkelebat lewat tahu-tahu pengawal kiri dan kanan telah menghadang jalan pergi mereka berdua.

"Kalau kalian tidak segera menghentikan serangan, kubunuh Dewi mawar merah sekarang juga." mendadak terdengar seseorang membentak keras.

Begitu ancaman itu berkumandang, semua orang menjadi terkejut dan tercekat dihatinya, pertama-tama Iblis cantik pembawa maut yang menarik dulu serangannya sambil mundur kebelakang.

Ong Bun-kim serta Tay-khek Cinkun pun bersama-sama mundur pula sejauh satu kaki dari posisi semula.

Ketika mereka menengok kembali ke arah pintu ruangan, maka nampaklah dua orang manusia tanpa sukma sedang maju ke dalam ruangan sambil mencengkeram tubuh Dewi mawar merah.

Air muka Iblis cantik pembawa maut berubah hebat melihat itu.

Batinnya betul-betul bergolak keras, seperti juga setiap ibu yang selalu merindukan anaknya, tiba tiba saja berjumpa kembali dengan putra putrinya.

Tay khek Cinkun serta Ong Bun kim merasakan juga pergolakan dalam hati kecilnya. Darah kental tampak jatuh bercucuran dari ujung bibir Yu leng lojin, jelas didaIam pertarungan tadi ia telah menderita luka yang cukup parah.

Ini semua semakin membangkitkan hawa amarah dihatinya, hawa pembunuhan lebih tebal menyelimuti seluruh wajahnya.

la tertawa dingin tiada hentinya, kemudian berkata:

"Iblis cantik pembawa maut! Ternyata kehebatan ilmu silatmu sedikitpun tidak berkurang dari pada tahun lampau jika kau tidak mengabulkan lagi permintaanku, ini segera akan ku cabik-cabik keempat anggota badan Hian-ih lihiap sebelum pada akhirnya membereskan putrimu ini."

Dengan suara gemetar karena luapan emosi, Iblis cantik pembawa maut mengalihkan sinar matanya ke wajah Dewi mawar merah lalu bertanya.

"Apakah kau kau adalah Dewi mawar merah Yap Soh- cu?"

"Benar!" jawab Dewi mawar merah.

"Putriku oh putrilu ksu abalah putriku." teriak Iblis  cantik pembawa maut dengan emosi yang meluap-luap.

Seperti orang gila ia hendak menubruk ke depan. "Mundur!" bentak manusia tanpa sukma yang berada

disebelah kiri dengan suara menggeledek, "kalau tidak, jangan salahkan kalau segera ku bunuh putrimu ini!"

Dengan perasaan terkesiap, buru-buru Iblis cantik pembawa maut menarik mundur tubuhnya, dua titik air mata jatuh berlinang membasahi pipinya yang pucat.

"Tidak, tidak, dia bukan ibuku." jerit Dewi mawar merah seperti orang kalap. "Apa. apa kau bilang?" seru iblis cantik pembawa maut

dengan suara gemetar. "Kau bukan ibuku!"

"Tidak, aku adalah ibu kandungmu!"

"Jikalau kau adalah ibuku, kenapa tidak kau selamatkan Jiwaku?"

"Aku. "

"Tiada seorang ibu didunia ini yang tidak menyayangi putrinya, kenapa kau biar-kan aku mati tanpa berusaha untuk menolongnya. "

Merinding Tay-khek Cinkun dan Ong Bun kim setelah menyaksikan adegan tersebut, cara siasat yang digunakan Yu-leng lojin kbali ini benar-bdenar merupakan asuatu siasat yabng sangat keji, hal mana membuat Iblis cantik pembawa maut menjadi sangat menderita sekali, sehingga sekujur tubuhnya gemetar keras.

"Iblis cantik pembawa maut!" kembali Yu-leng lojin mengancam, "jika kau tidak mengabulkan lagi permintaanku ini, jangan salahkan kalau kurobek pula lengan kanan Hian ih lihiap."

Sambil berkata, tangan Hian ih lihiap benar-benar di angkat keatas.

Tay khek Cinkun serta Ong Bun kim yang menyaksikan kejadian itu menjadi gusar sekali hingga menggertak giginya kencang kencang, sekalipun demikian, mereka tak sanggup berbuat banyak terhadap diri Yu leng lojin.

Mendadak Yu leng lojin membentak keras, telapak tangannya dengan kecepatan luar biasa segera membacok kebawah.

"Tahan!" bentak Iblis cantik pembawa maut. Bentakan tersehut jauh diluar dugaan siapapun juga, paras muka Tay khek Cinkun serta Ong Bun kim pun ikut berubah hebat.

Yu leng lojin menghentikan gerakan tangannya, sekulum senyuman segera tersungging diujung bi birnya.

"Apakah kau mengabulkan permintaanku itu?" tanyanya.

Iblis cantik pembawa maut mendongakkan kepalanya dan tertawa seram.

"Benar, aku mengabulkan permintaanmu!" sahutnya. "Apa? Kau mengabulkan permintaannya?" teriak Ong

Bun kim tertahan. "Benar!" "Kau..."

Saking kagetnya, untuk sesaat lamanya Ong Bni-kim tak sanggup mengucapkan sepatah katapun.

Akhirnya Iblis cantik pembawa maut tak sanggup menghadapi jurus tangguh dari Yu-leng lojin, ia telah bersiap menyerahkan kitab pusaka Hek-mo keng tersebut kepada musuhnya.

Peristiwa ini benar-benar mengejutkan semua orang. Yu leng lojin tertawa bangga, katanya.

"Oooh ...!" Tadinya aku masih mengira kau sudah tidak mau lagi nyawa putri mu itu!"

Iblis cantik pembawa maut tertawa dingin.

"Yu leng lojin!" katanya, "bila kuserahkan kitab pusaka Hek-mo keng tersebut kepadamu, apakah kaupun akan menyerahkan mereka berdua kepada kami?"

"Benar!" "Kalau begitu, serahkan dulu mbereka berdua kedpadamu!"

"Tidaka, kau harus serbahkan dulu kitab pusaka Hek mo keng tersebut kepadaku!"

Sekali lagi Iblis cantik pembawa maut tertawa seram. "Seandainya kitab pusaka Hek mo-keng telah kuserahkan

kepadamu, tapi kau tak mau menyerahkan mereka berdua?"

"Oooh. hal ini Jelas tak mungkin."

"Apa yang menjamin kebenaran perkataanmu itu?" "Harga diriku!"

Sekali lagi Iblis cantik pembawa maut mendongakkan kepalanya sambil tertawa seram..

"Haaah....haaahh...haaahh. Yu leng lojin masih punya

harga diri- Hmm sungguh suatu kejadian yang sangat lucu, dan cukup mencopotkan gigi orang karena gelinya"

"Lantas bagaimana baiknya menurut pendapatmu?" "Kau harus menyerahkan mereka lebih dulu kepadaku!" "Jika. kau enggan menyerahkan kitab pusaka itu?"

"Selama hidup, aku Iblis cantik pembawa-maut belum pernah berbohong kepada siapa pun juga."

"Bagus sekali, aku tidak kuatir kau akan mengingkari janji, nah sambutlah mereka berdua!"

Sambil berkata ia melemparkan-tubuh Hian ih lihiap kearah Iblis cantik pembawa maut.

Buru-buru perempuan itu menyambut datangnya lemparan tadi dan meletakkan tubuh Hian ih lihiap tanah. "Lepaskan Yap tongcul" tiba-tiba Yu leng lojin membentak lagi. Dua orang manusia tanpa sukma itu sepeta melepaskan cengkeraman mereka.

"Yap tongcu!" ujar Yu leng lojin kembali, "mulai sekarang aku akan menyerahkan kembali dirimu pada ibumu, cuma kalau ada kesempatan, aku masih tetap akan menerimamu kembali?"

Keadaan Dewi mawar merah amat layu dan sedih sekali, dengan kepala tertunduk ia berjalan mendekati Iblis cantik pembawa maut.

"Iblis cantik pembawa maut, kenapa kau masih belum menyerahkan kitab pusaka Hek mo keng tersebut kepadaku?" teriak Yu-leng lojin kemudian.

Seperti baru sadar kembali dari lamunan, buru-buru Iblis cantik pembawa maut merogoh kedalam sakunya, dan mengeluarkan sejilid kitab kecil sepanjang tiga inci dan tebal satu inci, kemudian serunya."

"Sambutlah ini!"

Ia lantas melemparkan kitab pusaka Hsk m o-keng tersebut kedepan.

Setelah menyambut kitab pusaka Hek mo keng tersebut, Yu leng lojin mendongakkan kepalanya dan tertawa terrbahak-bahak.

”Hahahh haah haahh benar-benar kitrab pusaka Hek mo keng haahh haahh..."

Ditengah gelak tertawa yang sangat keras, ia segera melayang pergi meninggalkan tempat itu.

Para anggota perguruannya segera mengikuti puIa dibelakangnya, mengundurkan diri dari sana.

Dalam waktu singkat, suasana didalam lorong bawah tanah itu pulih kembali dalam keheningan. Tay khek Cinkun serta Ong Bun kim berdiri tertegun seperti orang bodoh, semua kejadian yang barusan berlangsung betul-betul mengejutkan hati mereka sehingga untuk sesaat mereka tak tahu apa yang musti dilakukannya.

Tiba-tiba terdengar suara dari Yu leng lojin berkumandang kembali:

"Sobat lama Can, didalam adu kepandaian babak yang pertama ini akulah pemenangnya, bagaimana dalam pertarungan babak kedua nanti aku rasa menang kalah akan segera diketahui pula, nah nantikan saja sampai waktunya heeehh heeehh...heeehh."

Tay khek Cinkun mendengus dingin, tentu saja ia tahu yang dimaksudkan dengan pertarungan babak kedua adalah tindakannya menyumbat mati jalan kehidupan yang ada dalam barisan tersebut.

Dengan suara dalam Tay khek Cinkun segera tertawa dingin.

"Heeehh heeehh heeehh.... kalau begitu, kita jumpa lagi dalam pertarungan babak kedua nanti."

Yu leng lojin tidak memberi jawaban lagi, suasana dalam ruangan bawah tanahpun segera pulih kembali dalam keheningan.

Entah berapa saat sudah lewat, tiba tiba Ong-Bun kim berseru dengan luapan emosi:

"Aah. kenapa kau serahkan kitab pusaka Hek mo keng tersebut kepadanya ?"

"Apakah kau suruh aku menjadi seorang manusia yang berdosa?" tanya Iblis cantik pembawa maut dengan suara tegas.

"Manusia dosa?" Tak terkirakan besarnya budi yang telah diberikan Hian ih lihiap kepadaku, apakah aku harus membiarkan dia mati dihadapanku?"

Suaranya penuh diliputi luapan emosi.

"Yaa benar, bagaimanapun juga ia tak bisa membiarkan Hian-ih lihiap tewas secara mengerikan ditangan Yu leng lojin hanya dikarenakan sejilid kitab pusaka.

Mendengar itu, Ong Bun-kim menghela napas panjang. "Aaaai tapi selanjutnya, mungkin ada beratus-ratus

bahkan beribu-ribu umat persilatan yang bakal tewas ditangannya!"

"Aku tak bisa berpikir sejauh ini, aku harus bertindak mengatasi kenyataan yang sedang kuhadapi sekarang."

Tay-khek Cinkun segera menghela napas panjang. "Aaai.... Didalam persoalan ini. kita tak bisa

menyalahkan dirinya" ia berkata, "sebab apa yang dilakuksnnya sekarang, bukanlah suatu tindakan yang salah, aai..."

Setelah menghela napas panjang ujarnya kepada Iblis cantik pembawa maut.

"Serahkan Hian ih lihiap kepadaku, biar kuperiksa keadaan luka yang dideritanya itu."

Kemudian disambutnya tubuh Hian ih lihiap yang terpapas kutung sebilah tangannya itu, tampak olehnya perempuan itu berada dalam keadaan payah, paras mukanya pucat pias seperti mayat, maka ia salurkan hawa murninya untuk menyembuhkan lebih dulu luka yang dideritanya. Pada saat itulah, tiba tiba Iblis cantik pembawa maut menubruk ke tubuh Dewi mawar merah sambil serunya keras keras:

"Oooh putriku !"

Dipeluknya tubuh Yap Soh cu dengan penuh kemesrahan, seakan-akan ia berhasil mendapatkan barang yang disayangnya isak tangis yang mengiringi perjumpaan itu sungguh membuat orang merasa terharu.

Tapi keadaan Dewi mawar merah ibaratnya sebuah patung yang terbuat dari kayu, sekalipun dipeluk mesrah oleh Iblis cantik pembawa maut, ia sama sekali tidak memberikan reaksi apapun, malahan sebaliknya rasa marah dan mendongkol jelas tercermin diatas wajahnya.

Diam-diam semua orang merasa amat terharu juga oleh cinta kasih Iblis cantik pembawa maut terhadap putrinya, namun merekapun merasa marah kepada Dewi mawar merah karena gadis itu sama sekali tak mau mengakui Iblis cantik pembawa maut sebagai ibunya.

Mendadak...

Disaat Iblis cantik pembawa maut sedang memeluk Dewi mawar merah sambil menangis tersedu-sedu itulah, tangan kanan si Dewi mawar merah yang berada dibelakang punggungnya itu di-angkat secara tiba-tiba, kemudian dihantamkan keras-keras ke atas jalan darah Mia bun hiat dari Iblis cantik pembawa maut.

"Bangsat, kau berani..." bentak Ong Bun kim dengan marah.

Secepat kilat ia menyambar tangan kanan Dewi mawar merah dan dicengkeramnya erat erat. Tindakan dari Ong Bun kim yang dilakukan secara tiba tiba ini sangat mengejutkan Iblis cantik pembawa maut, buru-buru ia menbdorong tubuh Dedwi mawar merah ake belakang.

Tabngan kiri Ong Bun kim segara diayunkan ke bawah dan... "Plok!" ia sudah menghadiahkan sebuah tamparan keras ke wajah gadis tersebut, bentaknya:

"Dewi mawar merah, sungguh tak kusangka kalau hatimu begitu keji dan tak berperasaan, apakah kau hendak membunuh ibumu sendiri?"

"Dia bukan ibuku!" teriak Dewi mawar merah." sambil menahan geramnya.

Sekujur tubuh Iblis cantik pembawa maut bergetar keras, dengan suara gemetar ia berbisik:

"Apa apa kau bilang?"

"Kau bukan ibuku, ibuku telah mati, kau adalah orang yang mengaku-ngaku sebagai ibuku!"

Iblis cantik pembawa maut tak sanggup menerima kenyataan tersebut, saking sedihnya tiba-tiba ia menutupi wajah sendiri dengan kedua belah tangannya dan menangis tersedu-sedu.

Ong Bun-kim yang menyaksikan kejadian itupun ikut naik pitam, bentaknya dengan geram:

"Dia adalah ibu kandungmu mengerti? Bagaimanapun juga kau harus mengakuinya."

"Tidak, aku tak mau mangakuinya! Mau apa kau?" Ong Bun-kim semakin naik darah.

"Kau ingin mampus?" teriaknya keras-keras. Hawa napsu membunuh yang bengis dan mengerikan sekali.

Dewi mawar merah sama sekali tak menjadi jeri, dia malah tertawa dingin sambil menantang:

"Hei bangsat, kalau kau memang jagoan, hayo bunuhlah aku!"

Hampir meledak dada Ong Bun-kini karena gusarnya, sambil mengerang gusar ia mengayunkan tangannya siap menghajar gadis itu.

Mendadak Tay khek Cinkun berteriak;

"Ong Bun-kim, lepaskan dia! Jangan lupa, dia adalah korban ilmu hipnotis Gi-sim-tay hoat!"

Mendengar itu, dengan gemas Ong Bun kim mendorong tubuh Dewi mawar merah ke belakang, sehingga membuat gadis itu mundur sejauh tujuh delapan langkah dengan sempoyongan.

Tay khek Cinkun menghela napas sedih kembali ujarnya:

"Iblis cantik pembawa maut, kaupun tak usah terlalu bersedih hati, inilah yang dinamakan sudah suratan takdir."

"Tapi tapi. mengapakah Thian bersikap begitu tak adil

kepadaku ?" keluh perempuan itu sambil menangis tersedu- sedu.

Tay khek Cinkun merasa hatinya menjadi kecut bercampur sedih, katanya kemudian:

"Kami pasti mempunyai akal untuk membuatnya pulih kembali seperti sedia kala, cuma kitab pusaka Hek mo keng telah terjatuh ketangan musuh, bagaimanapun juga kita harus mencari suatu akal untuk menanggulangib persoalan ini d" Iblis cantik apembawa maut sebgera berhenti menangis, ditatapnya wajah Tay khek Cinkun tajam-tajam, wajahnya segera menampilkan tekadnya yang membara.

Tanya Tay khek Cinkun kemudian:

"Semua ilmu silat yang tercantum didalam kitab pusaka Hek mo keng tersebut apakah sudah kau pahami semua?"

"Tidak, hanya dua pertiganya saja, ilmu silat yang tercantum didalam kitab itu sangat mendalam sekali pelajarannya, bila orang memahami seluruh isi kitab pusaka itu, walaupun selama hidupnya berlatih terus pun belum tentu bisa tercapai keinginannya, sebab pelajaran tersebut bukan suatu pelajaran silat yang mudah dipahami"

"Dengan kemampuan yang dimiliki Yu-leng lojin, berapa lama yang dia butuhkan untuk memahami segenap ilmu silat yang tercantum didalam kitab pusaka itu?"

"Tentang soat ini rasanya sulit untuk dikatakan, sebab Yu leng lojm memiliki bakat alam yang sangat bagus, aku pikir dalam sebulan yang singkat, mungkin ia bisa memahami separuh bagian diantaranya"

Tay-khek Cinkun segera manggut-manggut.

"Kalau begitu itulah saatnya pedang sakti munculkan diri. kita harus segera berangkat!" katanya kemudian.

Ong-Bun kim memandang sekejap ke arah Hian ih lihiap yang tergeletak ditanah itu lalu tanyanya.

"Bagaimana dengan dia?"

"Aaaai bukan saja isi perutnya terluka parah, tubuhnya keracunan hebat, aku rasa sulit baginya untuk pulih kembali seperti sedia kala!" keluh Tay-khek Cinkun sambil  menghela napas panjang. "Biar kucoba untuk menyembuhkah lukanya itu!" kata Iblis cantik pembawa maut tiba-tiba.

"Baiklah!"

Maka Iblis cantik pembawa mautpun mengerahkan tenaga dalamnya ke dalam telapak tangannya, kemudian pelan-pelan duduk bersila ditanah, sepasang tangannya mencengkeram diatas jalan darah Hian ih lihiap dan mulai menyalurkan segumpal hawa murninya ke tubuh perempuan itu.

Lebih kurang setengah jam kemudian, pengobatan telah selesai dilakukan, Hian ih lihiap pun telah sadar kembali.

Sesudah menyapu sekejap sekeliling gelanggang, ia bertanya kepada Iblis cantik pembawa maut.

"Kau yang telah menyelamatkan jiwaku?" "Benar!" perempruan itu manggutt-manggut.

"Danq kau telah menurkar jiwaku dengan kitab pusaka Hek-mo keng"

"Benar!"

"Aaaah! Hal ini mana boleh jadi?" keluh Hian ih lihiap kemudian sambil menangis.

"Aku telah berhutang budi setinggi bukit kepada diri hujin, apakah kau suruh aku berpangku tangan belaka membiarkan kau mati lantaran aku ? Apalagi lantaran putriku, suamimu dan segenap anggota perguruanmu telah dibantai orang."

"Itulah yang dinamakan takdir, kau mana boleh disalahkan?"

ooooOdwOoooo BAB 54

TAPI bagaimanapun juga aku merasa bertanggung jawab atas terjadinya peristiwa ini" seru Iblis cantik pembawa maut.

Hian ih lihiap menggertak giginya kencang-kencang menahan pergolakan emosi dalam hatinya setelah itu dia berseru:

"Selama aku masih bisa hidup didunia ini, aku bersampah akan menuntut balas atas sakit hari ini atas diri Yu leng lojin, lengan kiriku ini akan kutuntut kembali dengan sepuluh lembar nyawa manusia..."

"Sampai sekarang tubuhmu masih mengandung racun jahat." kata Iblis Cantik pembawa maut, "oleh karena aku tidak memiliki obat pemunah racun maka aku tak sanggup menyelamatkan jiwanya"

"Aku merasa sangat berterima kasii sekali, budi kebaikanmu yang telah menyembuhkan luka dalamku."

Mendadak Ong Bun kim seperti menyadari akan sesuatu, kepada Tay khek Cinkun segera katanya:

"Locianpwe, bukankah kau memiliki obat pemunah racun yang berkasiat tinggi?"

"Tidak ada..." Tay khek Cinkun segera menggelengkan kepalanya berulang kali.

"Bukankah kau pernah memberi sebutir kepadaku?" "Obat itu adalah pemberian orang lain, kebetulan sekali

tinggal dua biji, tapi aku dapat membawanya untuk memohon pengobatan dari seseorang."

"Bagus sekali kalau begitu mari kita segera berangkat!" "Baik. berangkatlah kalian" ucap Perempuan cantik pembawa maut. "baik-baiklah merawat putriku!"

"Jangan kuwatir, pasti akan kami rawat putrimu dengan sebaik baiknya " Tay khek Cinkun berjanji.

Sesuai berkata, ia membimbing bangun Hian-ih-lihiap yang berbaring ditanah dan berangkat lebih dulu meninggalkan tempat itu.

Ong Bun kim lantas berpaling ke arah Dewi mawar merah sembari serunya dengan dingin:

"Hayo, kaupun harus ikut berangkat!"

Mereka berempat dengan mengikuti dibelakang Tay khek Cinkun segera berangkat meninggalkan tempat tersebut.

Mendadak terdengar suara tertawa yang menyeramkan berkumandang memecahkan kesunyian dari balik tanah rahasia itu berkumandang suara gemerincing yang memekikkan telinga...

"Yu leng lojin telah menutup mati jalan kehidupan!" seru Ong Bun kim tanpa terasa.

Paras muka Tay khek Cinkun berubah hebat.

"Betul!" sahutnya, "cuma kau tak perlu kuatir kita masih tetap bisa keluar meninggalkan tempat ini!"

Seraya berkata, ia lantas beranjak dan berangkat lebih dulu meninggalkan tempat itu.

Sesudah berjalan putar kesana membelok kemari, sebentar berjalan sebentar berhenti, akhirnya lebih kurang setengah peminum teh kemudian Tay khek Cinkun baru menghentikan perjalanannya.

"Disinilah letak jalan keluarnya!" ia berkata. "Apakah jalan itu sudah disumbat mati?" tanya Ong Bun kim.

"Betul!"

"Lantas apa yang musti kita lakukan?"

"Tak usah kuatir, dengan tenaga dalam yang kita miliki sekarang, aku rasa dinding batu ini masih belum bisa menyusahkan diri kita semua."

"Maksudmu, kita harus menjebolkan dinding batu ini untuk keluar dari kurungan?"

"Betul kecuali berbuat demikian, rasanya memang tiada cara lain yang lebih praktis"

"Baiklah kalau begitu!"

Setelah menjawab, Ong Bun kim segera menghimpun tenaga dalamnya ketangan kanan, lalu melepaskan sebuah pukulan sangat dahsyat ke arah dinding batu itu.

"Blaaam....!" ditengah ledakanb dahsyat yang mdemekikkan telinaga, hancuran babtu berhamburan ke mana-mana, diatas dinding batu itu segera muncul sebuah lubang yang besar sekali.

Tay-khek Cinkun menghimpun pula tenaga dalamnya ke dalam telapak tangan, lalu melepaskan pula sebuah babatan kilat kedepan.

"Blaam....! Blaam !" ledakan demi ledakan berkumandang memecahkan keheningan, tak lama kemudian, dinding batu setebal tiga depa itu sudah kena dihajar oleh tenaga gabungan mereka sehingga muncul sebuah lubang yang besar sekali.

Ong Bun kim menjadi sangat girang, segera teriaknya: "Hooree. sudah jebol!" "Betul sudah jebol! Hayo kita terjang keluar dari tempat ini...!" seru Tay-khek Cinkun tak kalah girangnya.

Tidak membuang waktu lagu dia lantas berjalan lebih dulu meninggalkan lorong rahasia tersebut.

Setelah keluar dari lorong tanah itu, mereka berjalan menaiki anak tangga batu dan menerobos keluar dari gua itu, tak lama kemudian mereka sudah keluar dari dalam tanah, itulah suatu tempat dibelakang sebuah meja sembahyangan dalam ruang Istana sebelah belakang.

Tay-khek cinkun yang menyaksikan kejadian itu segera tertawa dingin tiada hentinya.

"Akhirnya kita berhasil juga lolos dari kurungan didalam ruangan bawah tanah!"

Sembari berkata, dia maju kedepan dan melangkah keluar dari ruangan Istana tersebut.

Setelah keluar dari ruangan itu, tiba-tiba Tay-khek Cinkun menghentikan langkahnya dan berseru.

"Dewi-mawar merah, lebih baik kau pulang saja ke perguruan Yu leng bun."

"Kenapa?"

"Kami tidak membutuhkan dirimu lagi. lebih baik kau kembali ke samping Yu leng lojin saja !".

"Baiklah!" jawab Dewi mawar merah.

Kemudian tanpa membuang waktu lagi, ia melejit ke udara dan keluar dari pintu gerbang.

Ong Bun-kim yang menyaksikan kejadian itu menjadi amat terperanjat sekali serunya dengan cepat:

"Locianpwe, kenapa kau membiarkan dia pergi dari sini?". Dengan suara dalam Tay-khek Cin-kuni menjawab.

"Membiarkan ia berada disisi kita justru malah tidak menguntungkan, jangan lupa setiap saat dan kesempatan dia hendak membunuh kita semua, sedikit bertindak kurang hati-hati, bisa jadi kita semua akan tewas secara mbengenaskan ditadngannya, lebih abaik suruh sajab dia balik ke Yu-leng bun, kemudian baru mencari akal lain"

Setelah termenung sejenak Ong Bun-kim merasa apa yang dikuatirkan Tay khek Cinkun memang ada benarnya juga, maka diapun bertanya:

"Sekarang, kita hendak kemana?" "Mencari seseorang, ikutilah aku!"

Setelah berkata, dia berkelebat lebih dulu menuju ke depan.

Selesai keluar dari kota Bu-lim hong-shia, Ong Bun kim dengan ketat mengikuti dibelakang Tay-khek Cinkun bergerak kedepan dalam waktu singkat mereka sudah berada satu li lebih.

Mendadak Tay khek Cinkun menghentikan perjalanannya, kemudian berseru tertahan:

"Aaaah. tidak benar!"

"Aneh!" Ong Bun kim merasakan pula sesuatu yang aneh.

Dua orang itu segera saling berpandangan sekejap dengan rasa terkesiap yang sukar dilukiskan dengan kata- kata. untuk sesaat lamanya, mereka berdua hanya berdiri mematung tanpa mengucapkan sepatah katapun.

Beberapa saat kemudian, Tay khek Cinkun baru bertanya. "Apakah kau merasakan isi perutmu kurang beres?"

"Benar, aku merasa dari dalam delapan nadi pentingku seakan-akan muncul segumpal hawa panas yang amat menyengat badan, bahkan makin lama kobaran api itu semakin tinggi dan bergerak cepat..."

"Akupun merasakan demikian pula!" "Jangan-jangan kita..."

"Kita sudah terkena racun tanpa wujud lagi?"

Paras muka Ong Bun kim kontan saja berubah hebat.

Sambil menggertak gigi menahan rasa benci yang meluap, Tay-khek Cinkun berkata kembali:

"Yu leng lojin betul-betul cukup keji, ternyata tanpa kita sadari ia telah melepaskan kembali racun jahatnya untuk meracuni kita berdua, dalam keadaan demikian, sekali pun kita berhasil lolos dari ruang bawah tanah, sulit juga untuk meloloskan diri dari kekejiannya, bahkan racun yang kita derita sekarang tampaknya jauh lebih lihay daripada yang lalu."

Ong Bun kim benar-benar merasa bencinya merasuk tulang, sepasang giginya sampat saling menggertak dan berbunyi gemerutukan...

"Kenapa kalian?" tanya Hian ih lihiap kemudian keheranan.

"Kami berdua surdah keracunan!" "Keracunan... ?"

"Benar. "

Belum habis Tay khek Cinkun berkata, tiba-tiba berkumandang dua kali jeritan tertahan yang amat nyaring, menyusul kemudian bersamaan waktunya Ong Bun kim serta Tay khek Cinkun roboh terjengkang ke atas tanah dan berguling-guling.

Menyaksikan kejadian itu, Hian ih lihiap menjerit tertahan.

Tampak olehnya Tay khek Cinkun serta Ong Bun kim sedang memegangi perut sendiri sambil berguling-guling penuh penderitaan, peluh sebesar kacang kedelai mengucur keluar tiada hentinya membasahi jidat mereka.

Kalau dilihat dari keadaan tersebut, bisa dibayangkan betapa menderitanya kedua orang itu.

Mendadak segumpal darah kental mengucur keluar dari ujung bibir Tay khek Cinkun serta Ong Bun kim, menyaksikan kejadian itu Hian ih lihiap merasa terperanjat sekali sehingga sekujur tubuhnya gemetar amat keras.

Mendadak sesosok bayangan hitam berkelebat lewat dengan kecepatan luar biasa, bayangan itu langsung menuju ke arah Tay khek Cinkun dan Ong Bun kim menggeletak, setelah itu dengan suatu gerakan yang cepat ia menotok jalan darah kedua orang itu.

Begitu jalan darahnya tertotok kedua orang itu segera tertidur dengan nyenyaknya.

Dalam rasa kejut dan terkesiap yang luar biasa Hian ih lihiap segera tersadar kembali, ia memandang tajam pendatang tersebut, ternyata dia adalah seorang gadis berbaju hitam yang membawa sebuah pie-pa ditangannya.

Orang itu ternyata bukan lain adalah Bunga iblis dari neraka.

Dengan wajah yang diliputi kepedihan dia berkata. "Kenapa mereka berdua?"

"Keracunan!" "Terkena racun siapa?" "Yu leng lojin!"

Paras muka Bunga iblis dari neraka segera berubah hebat, sambil menggigit bibirnya dia berseru.

"Jagalah mereka berdua baik-baik, aku akan mintakan obat pemunah bagi mereka."

Sehabis berkata dia lantas bergerak menuju ke arah markas besar perguruan Yu leng bun dengan kecepatan luar biasa.

"Tunggu sebentar!" teriak Hian ih lihiap tiba-tiba dengan suara lantang.

"Pesan apalagi yang hendak kau sampaikan?" "Kau tak boleh kesitu!"

"Kenapa?"

"Tolong tanya bagaimanakah tenaga dalammu jika dibandingkan dengan dua orang ini?" Mendengar perkataan itu, Bunga iblis dari neraka segera tertawa dingin tiada hentinya.

"Heehh....heehh...heeeh.. tentang soal ini kau tak perlu kuatir.

Sehabis berkata, dia melompat kedepan dan dalam beberapa kali lompatan saja tubuhnya sudah lenyap beberapa kaki didepan sana. Menunggu Hian ih lihiap hendak mencegat si gadis lagi, keadaan sudah terlambat.

Dalam anggapan Hian ih lihiap, kepergian Bunga iblis dari neraka kali ini pasti akan mengakibatkan kematian yang mengenaskan dari sigadis tersebut.

Maka, Hian ih lihiap pun mencoba untuk meraba tubuh Ong Bung kim, tiba-tiba ia merasakan suhu badan pemuda tersebut meninggi sehingga sedemikian panasnya sampai menyengat badan rasanya.

"Apa dayaku sekarang ?" gumamnya kemudian sambil menggertak giginya kencang-kencang.

Lebih kurang selama setengah jam kemudian, Bunga iblis dari neraka tiba-tiba muncul kembali disana, kenyataan tersebut sangat mengejutkan Hian ih lihiap, karena hal itu sama sekali berada diluar dugaannya.

Dan dalam sakunya Bunga iblis dari neraka mengeluarkan dua butir pil berwarna putih kemudian masing-masing dijejalkan ke mulut Tay khek Cinkun serta Ong Bun kim.

"Kau benar-benar telah berhasil mendapatkan obat pemunahnya?" tanya Hian ih lihiap dengan penuh pengharapan.

"Sekalipun bukan obat untuk memunahkan racun itu, tapi bisa membuat mereka mempertahankan diri selama satu jam tanpa mati."

"Dengan cara apakah kau berhasil mendapatkan nya ?" "Sebentar akan kuceritakan hal ini kepadamu"

"Dikala pil mustika itu dinjejalkan ke mulut mereka berdua, bjrsamaaa waktunya pula menepuk bebas jalan darah kedua orang-itu, kemudian mulai menguruti jalan darah serta urat-urat nadinya

Lebih kurang setengah perminum teh kemudian Bunga iblis dari neraka telah menyelesaikan pekerjaannya, sambil melompat bangun diapun berkata:

"Sebentar mereka akan mendusin kembali?"

"Dengan cara apakah kau berhasil mendapatkan obat pemunah tersebut.." desak Hian ih lihiap kembali. "Kalau diceritakan sesungguhnya panjang sekali, cuma aku bisa memberitahukan hal ini secara ringkas kepadamu, ayahku sesungguhnya adalah sahabat karibnya Yu leng lojin, menurut Yu leng lojin katanya ibuku mengidap suatu penyakit yang aneh, kemudian ayah telah membunuh ibu, sedangkan berita ayahpun semenjak itu lenyap tak berbekas, Oleh karena itu, tampaknya Yu leng lojin merasa bersalah kepadaku, apa yang kuucapkan selamanya tak pernah dibantah olehnya, oleh sebab itu juga kita berhasil mendapatkan obat pemunah ini."

"Oooh kiranya begitu!"

"Cuma, obat pemunah yang telah mereka telan sebelumnya sama sekali bukan obat pemunah?"

"Kalau bukan, lantas apa?"

"Menurut Yu leng Io jin, racun yang bersarang di tubuh Tay khek Cinkun serta Ong Bun-kim adalah racun Ciu-sim- ji-tok (racun pembakar hati) barang siapa terkena racun ini maka dalam satu jam kemudian seluruh badannya akan terasa bagaikan di bakar dengan api sebelum akhirnya tewas dia hanya tahu mempergunakan racun itu tapi belum tahu bagaimana cara untuk memunahkannya."

"Kalau begitu bukankah sama artinya dengan mereka sedang menunggu kematian?"

"Tidak, obat yang tadi mereka telan adalah semacam obat pemunah racun yang keras sekali, paling tidak mereka tak akan sampai mati secara mengenaskan."

"Selanjutnya..."

""Jika dalam sepuluh hari racun itu belum bisa dipunahkan, maka segenap tenaga dalam yang dimilikinya akan punah tak berbekas." Dalam pada itu pelan-pelan Ong Bun kim dan Tay khek Ginkun telah sadar kembali dari pingsannya, dengan cepat pemuda itu mengalihkan sorot matanya menyapu sekejap sekeliling tempat itu, ketika menjumpai kehadiran kehadiran Bunga Iblis dari neraka disana, kontan saja paras mukanya berubah hebat.

Pada hakekatnya rasa cintanya terhadap Bunga iblis dari neraka, kini telah berubah menjadi kebencian.

Tanpa mengucapkan sepatah katapun, dia bangkit berdiri dari atas tanah.

"Bagaimana perasaanmu sekarang.,...?" tanya Bunga iblis dari neraka dengan sedih.

"Kaukah yang telah menyelamatkan jiwaku?" bentak Ong Bun kim dengan suara keras.

" Benar!.."

"Siapa yang suruh kau menolong jiwaku? Enyah kau dari hadapan mukaku. !" hardik pemuda itu.

Paras muka Bunga iblis dari neraka segera berubah menjadi pucat pias seperti mayat, hatinya amat sakit bagaikan diiris-iris dengan pisau, serunya:

"Apakah aku tak boleh menolong dirimu?" "Aku tak sudi menerima pertolongan dari mu!"

Sekali lagi Bunga iblis dari neraka gemetar keras karena luapan emosi, katanya.

"Ong Bun kim, tidak kusangka kalau kau adalah seorang manusia yang lupa budi seperti ini.".

"Kurangajar, kau berani memaki aku?"

"Aku bukan hanya memakimu saja. aku-pun hendak membunuh kau manusia yang lupa budi, Ong Bun kim, dibagian manakah aku Tan Hong-hong telah merugikan dirimu?"

"Tidak ada!"

ooooOdwOoooo

BAB 55

"KALAU tidak ada, kenapa pula tak mau menerima uluran pertolongan dariku?"

"Aku tak sudi menerima budi kebaikan darimu!" "Apakah perkataanmu itu keluar dari dasar hatimu

sendiri?"

"Benar!"

"Kalau begitu aku hendak membunuh kau!"

Tak terlukiskan luapan hawa amarah yang berkobar didalam dada Bunga Iblis dari neraka, sambil melompat ke depan, sebuah pukulan segera dilancarkan ke arah Ong Bun-kim.

Tenaga serangan yang disertakan didalam serangannya itu sungguh dahsyat dan kuat.

Ong Bun-kim melejit kesamping dan menghindarkan diri.

Walaupun dia adalah seorang yang keracunan hebat, akan tetapi bagaimanapun juga tenaga dalam yang dimilikinya jauh lebih lihay dibandingkan dengan Bunga iblis dari neraka, hanya sekali berkelebat saja, tubuhnya sudah berada satu kaki jauhnya dari tempat semula, Bunga iblis dari neraka segera melejit ke depan dan menyusul lebih lanjut. "Tahan!" Tay khek Cinkun segera membentak keras.

Dibentak oleh Tay khek Cinkun, mau tak mau terpaksa Bunga iblis dari neraka harus menahan gerakan tubuhnya, selapis hawa napsu membunuh yang tebal telah menyelimuti seluruh wajahnya.

Pelan-pelan Tay khek Cinkun mengalihkan sinar matanya ke wajah Ong Bun kim kemudian serunya:

"Kau toh tahu bahwa nona ini telah menyelamatkan jiwa kita berdua, kenapa kau tidak berterima kasih kepadanya?"

"Aku tak sudi menerima budi kebaikannya!" sahut Ong Bun kim dengan luapan emosi.

"Ong Bun kim kalau kau sampai bersikap demikian, maka hal ini merupakan kesalahanmu!"

"Membiarkan manusia tak kenal budi semacam ini hidup terus didunia ini, lebih baik kubunuh saja dirinya." bentak Bunga Iblis dari neraka dengan penuh kemarahan.

Belum habis perkataan itu, suara, seorang perempuan telah menyambung dari belakang.

"Betul, bunuh saja dirinya."

Belum lagi ucapan tersebut selesai diucapkan, untuk kesekian kalinya Bunga Iblis dari neraka telah menerjang kembali ke arah Ong Bun-kim, senjata Pie-pa bajanya dengan membawa desingan angin tajam langsung diayunkan ke muka.

"Tan Hong-hong, kau benar-benar hendak mengajak aku turun tangan?" teriak Ong Bun kim sangat marah.

Bunga Iblis dari neraka tidak menjawab lagi, dengan suatu gerakan yang menggila dia telah melepaskan tiga kali serangan dahsyat. Dalam keadaan demikian, keluar juga kemarahan Ong Bun kim, sambil membentak keras diapun melancarkan dua buah pukulan dahsyat.

Bagaimanapun juga, keadaan Ong Bun kim dewasa ini tak lebih hanya seorang manusia yang belum sembuh dari keracunan bebat, setelah melancarkan kedua pukulan itu, mendadak kepalanya merasa pening sekali, tubuhnya segera menjadi sempoyongan.

Menggunakan kesempatan itu, Bunga Iblis dari neraka menerjang maju kedepan dan telapak tangan kirinya melepaskan sebuah pukulan dahsyat...

"Blaaam !" suatu benturan terjadi, menyusul kemudian "Uaaak !" secepat kilat tubuh Ong Bun kim mencelat ke belakang sambil memuntahkan darah segar.

Kenyataan hi membuat Bunga Iblis daii neraka tertegun lalu berdiri kaku seperti orang bodoh.

Paras muka Tay khek Cinkun pun berubah hebat setelah menyaksikan kejadian ini.

Mendadak... terdengar Bunga Iblis dari neraka tertawa tergelak-gelak, tubuhnya meluncur ke depan dengan cepat dan sekejap kemudian sudah lenyap dari pandangan mata, dari kejauhan hanya terdengar suara gelak tertawanya yang memekikkan telinga

Tay khek Cinkun menjadi tertegun dan berdiri termangu- mangu seperti seseorang yang kehilangan ingatannya.

Pada saat itulah dari balik hutan pelan-pelan berjalan keluar seorang gadis baju abu-abu yang berambut panjang.

Menjumpai kemunculan gadis tersebut, Tay khek Cinkun segera menyapa:

"Nona Yu kiranya kau?" "Benar, locianpwe!"

Ternyata orang yang munculkan diri itu tak lain adalah Yu Cing.

"Sebetulnya apa yang telah terjadi?" tanya Tay khek Cinkun tercengang dan tidak habis mengerti,

"Aku sendiripun kurang begitu tahu, cuma aku tahu bahwa mereka berdua pernah menjadi sepasang kekasih yang bahagia, tapi entah apa sebabnya kemudian ternyata Ong Bun kim merasa sedemikian bencinya terhadap Bunga iblis dari neraka."

-oo0dw0oo--