Elang Pemburu Jilid 02 : Lagi lagi Dewa Uang

Jilid 02 : Lagi lagi Dewa Uang

Begitu selesai mengucapkan kata "dewa uang," diam diam Komandan Sin ikut merasa terperanjat. Baru sekarang ia teringat akan cerita tentang organisasi rahasia yang sering didongengkan orang, jangan-jangan rangkaian pembunuhan yang terjadi saat ini ada hubungannya dengan organisasi rahasia itu?Walaupun kelima korban pembunuhan itu mempunyai latar belakang serta pekerjaan yang berbeda, tapi hampir semuanya adalah orang kaya yang memiliki kekayaan berlaksa laksa banyaknya. Lagipula kematian mereka

paling tidak memiliki satu kesamaan yang serupa.... Menurut hasil penyelidikan keluarga korban, sebelum kematian mereka, orang orang itu pemah mengirim keluar sejumlah besar uang, tapi ke mana uang dalam jumlah besar itu dikirim tak ada yang tahu. Jangan lagi orang awam, orang orang kepercayaan mereka pun tak ada yang tahu.... Mungkinkah dalam masa hidupnya dulu mereka pemah atau bahkan sering berhubungan dengan "Dewa uang?" Atau sering melakukan transaksi dengan "Dewa uang?" Karena transaksi gelap semacam ini seringkali justru mendatangkan bencana kematian bagi diri sendiri.

Komandan Sin tidak menjelaskan jalan pikirannya itu. Terhadap pemuda dari keluarga Leng ini sedikit banyak ia menaruh perasaan was was bahkan sedikit rasia takut, karena berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan, Leng Giok hong termasuk seseorang yang amat menakutkan.

Nama : Leng Giok hong.

Usia : Duapuluh empat tahun,

Tinggi badan : Lima depa sembilan inci.

Ilmu silat : Mempelajari banyak ilmu dari banyak aliran, tak pemah menggunakan jenis senjata tertentu

Asal usul : Kakeknya punya pahala dalam militer, pangkatnya kelas satu dan menduduki posisi sebagai Panglima di daerah Hosay. Ayahnya seorang sarjana yang menduduki pangkat tinggi, punya kekuatan politik dan menjabat sebagai guru besar di bidang pendidikan negara.

Kegemaran : Tidak ada. Cacad badan : Tidak ada.

Bila seseorang sama sekali tak punya kegemaran, biasanya orang itu adalah seseorang yang sanga menakutkan, dalam hal ini hampi sebagian besar orang mengerti.

yang lebih menakutkan lagi adalah dia berasal dari satu keluarga terpandang yang punya posisi penting di bidang militer maupun politik. Bukan saja tak ada cela, juga tak jelas pangkat setinggi apa yang dijabatnya sekarang. Seolah olah masa lalunya adalah selembar kertas kosong. Hingga kini pun tak ada yang tahu apa yang sedang emban.Jangankan orang lain, bahkan Komandan Sin sendiripun tidak tahu.

Komandan Sin cuma tahu dia mempunyai organisasi kerja yang teramat rahasia, mempunyai kekuasaan sangat besar, bahkan bisa menentukan mati hidupnya seseorang.Di dalam surat tugas yang dibawanya, selain terdapat cap dari Departemen Kejaksaan, dilengkapi Juga dengan cap cap pembesar tinggi dari berbagai propinsi. Dalam surat tugas itu jelas tertera:

"Pejabat Leng Giok hong bebas bergerak kesemua tempat dan melakukan tindakan apa pun, semua pejabat eselon empat ke bawah diwajibkan tunduk di bawah perintahnya."

Kedatangannya kali ini khusus untuk menyelidiki serentetan pembunuhan berantai yang dimulai dari klenteng Dewa Uang.

Di balik tugas penyelidikan itu, mungkinkah dia masih mengemban tugas lain yang lebih penting dan rahasia?Berpikir sampai disini, mau tak mau Komandan Sin harus meningkatkan kewaspadaannya. Sedikit banyak seorang petugas polisi yang sudah tigapuluhan tahun makan gaji tentu pemah melakukan kesalahan maupun penyelewengan, sekalipun kecil sekali kadamya.Leng Giok hong seperti sama sekali tidak memperhatikan jalan pikiran si rase tua ini, penampilan maupun sikapnya masih tetap terbuka, polos dan jujur."Sekarang kita sudah tahu sesuatu, berhasil menemukan setitik petunjuk yang bisa kita pakai sebagai sumber pelacakan…” katanya lagi.

"Harap Tayjin memberi petunjuk!"

"Pertama, seperti apa yang sudah kita ketahui, dalam tiga hari setelah muncuInya asap ungu, pasti ada seseorang mati dibunuh!"

"Benar!"

"Kedua, tempat munculnya asap ungu bukan tempat kejadian yang secara kebetulan, lokasinya juga selalu berbeda. Hal ini membuktikan bahwa semua tindakan tersebut telah diatur secara khusus dan direncanakan dengan matang, tentu mempunyai satu tujuan istimewa. Kemungkinan besar semacam kode rahasia yang digunakan antar organisasi gelap." Seolah olah menjawab pertanyaan sendiri, kembali Leng Giok hong melanjutkan, "Tak disangkal persoalan ini pasti ada hubungan yang erat sekali dengan pembunuhan berantai itu."

... Sebuah organisasi pembunuh yang sangat rahasia, menetapkan satu tempat yang rahasia untuk berkumpul, kemudian setelah sang korban menyerahkan uang tebusannya, mereka mcmasang asap ungu sebagai tanda bahwa mereka telah menerima transaksi itu. Karena transaki telah dilakukan, tak sampai tiga hari kemudian ada orang yang bakal mati di ujung golok mereka.

…Besar kemungkinan pembunuh yang diutus untuk melaksanakan tugas pembunuhan kali ini adalah seorang pembunuh kidal.