Badai Dunia Persilatan Jilid 01

Jilid 01

HU PAK LENG mulai memperlambat lari kudanya.

Eeeeei...... menurut penglihatan kalian kita harus berangkat menuju ke kota Lam Cang terlebih dulu ataukah ke kota Hu Cho terlebih dulu? tanyanya sambil menoleh.

Tujuan dari Bengcu kali ini hanyalah ingin menyelidiki asal usul dari peristiwa tersebut beserta para pelakunya menurut pendapat siauw terbaik ke kota Lam Cang terlebih dulu ataupun ke kota Hu Cho terlebih dulu adalah sama saja sahut Yu Ih Lok sambil memincingkan matanya.

Kalau menurut pandangan aku si Loo Ong, timbrung Ong Toa Kang pula. Seperti halnya dengan perkataan dari Yu Heng mau ke kota Lam Cang atau ke kota Hu Cho memang sama saja.

Beberapa orang itu lantas pada mengalihkan pandangannya memandang sekejap kearah Ong Toa Kang.

Dalam hati mereka merasa keherasan bagaimana mungkin Ong Toa Kang yang merupakan seorang manusia bebal dan sangat bodoh pada saat inipun dapat mempunyai pandangan yang begitu jauh terhadap persoalan tersebut.

Selagi mereka dibuat keheran-heranan Ong Toa Kang sudah melanjutkan kembali kata-katanya. Setelah aku si Loo Ong mendengat perkataan dari Liuw Ceng Toako yang mengatakan manusia-

manusia itu berbicara seenakaya dan memaki Toako kita dengan kata-kata kotor dalam hatiku lantas mempunyai perasaan bahwa tidak perduli mau ke kota Lam Cang terlebih dulu ataukah ke kota Hu Cho terlebih dulu asalkan bertemu dengan bangsat-bangsat itu akan kutempeleng mereka dengan beberapa kali tabokan sehingga bisa membalas kemangkelan dari Liuw Poo Ngo disamping itu akupun ingin kasih sedikit hajaran kepada manusia yang tak tahu diri itu.

Mendengar perkataan tersebut kontan saja Yu Ih Lok memperlihatkan muka setannya.

Omintohud serunya tak tertahan. Kau Loo Ong jangan coba pukul orang terlebih dulu apakah kau tidak tahu maksud hati dari Bengcu kita? tidak perduli apa yang sudah mereka ucapkan yang jelas setiap kali menemui persoalan kau si Loo Ong harus mengalah tiga bagian aaakh tidak bisa jadi setiap kali bertemu urusan kau harus mengalah lima bagian dan jangan sekali-kali mendatangkan kerepotan buat Bengcu kita.

Iapun menirukan nada ucapan dari Ong Toa Kangcu dikit-dikit Loo Ong. Loo Ong hal ini membuat Ong Toa Kang jadi kegelian sehinga tertawa terbahak-bahak.

Aku pikir pihak lawan begitu bernyali untuk menimbulkan keonaran tentu mereka telah rnerasa punya pegangan sembilan kali sembilan. Sedangkan Si Peluru Sakti Bintang Tujuh Peng Cing walaupun berangkat seorang diri ke kota Hu Cho aku rasa ia pun tidak bakal menemukan sesuatu, yang memberikan petunjuk kepadanya, ujar Hu Pak Leng perlahan. Kemungkinan sekali pada saat ini Si Peluru Sakti Bintang Tujuh sudah kembali ke kota Lam Ciang lagi mari kita berangkat dulu ke kota Lam Ciang kemungkinan sekali kita bakai menemui kabar berita. Kalau begitu kita segera berangkat ke kota Lam Ciang untuk melihat keadaan situasinya terlebih dahulu sambung Yu Ih Lok dengan cepat.

Hari itu belum sore hari menjelarg datang Hu Pak Leng sekalian berlima sudah tiba di kota Lam Ciang.

Setelah masuk kedalam kota beberapa orang itu lantas meloncat turun dari kudanya dengan berjalan perlahan-lahan mereka sekalian mencari tahu tentang alamat dari Chiet Seng Piauw Kiok.

Setelah mengetahui jelas letak tempatnya dengan mengikuti jalan besar itu mereka menemukan sebuah lapangan luas dan ditempat kejauhan tampaklah bangunan perusahaan Chiet Seng Piauw Kiok berdiri dengan angkernya.

Beberapa orang itu berlagak seperti tak terjadi sesuatu urusan mereka melanjutkan perjalanan ke depan.

Hu Pak Leng berada di paling depan Yu Ih Lok berjaga di sebelah kiri Ong Toa Kang sewaktu melewati di depan pintu bangunan tersebut dengan kalemnya mereka melirik sekejap.

Tampaklah suasana di tempat itu tenang-tenang saja di depan pintu duduklah dua orang lelaki yang memakai pakaian ringkas sedang di dalam ruangan duduk pula beberapa orang jika ditinjau dari sikapnya kelihatan mereka begitu ayem.

Yu Ih Lok segera maju satu langkah ke depan dan memandang ke arah Hu Pak Leng sambil tertawa. Menanti mereka sudah meninggalkan depan kantor perusahaan tersebut Hu Pak Leng baru berbisik. Mari kita mencari tempat istirahat terlebih dahulu.

Beberapa orang itu kembali melewati tujuh delapan belasan pintu toko dan tiba di depan sebuah rumah penginapan yang memakai merek Sam Ya.

Ketika itu pelayan rumah penginapan sudah maju menyambut.

Ehmm jarak dari tempat ini dengan perusahaan Chiet Seng Piauw Kiok sangat dekat sekali rasanya dari tempat ini kita ada leluasa untuk bergerak baiklah kita menginap di sini saja pikir Liok Jim Bengcu ini di dalam hatinya.

Setelah berpikir demikian iapun lantas menyerahkan kuda tunggangan kepada pelayan tersebut.

Ciang Kwe Sianseng rumah penginapan itu sewaktu menemukan sebuah tongkat besi yang tergantung di atas pelana kuda tak terasa lagi sudah memandang dua tiga kejap kearahnya.

Sikapnya yang sangat mencurigakan ini segera berhasil diketahui oleh Yu Ih Lok dengan sikutnya buru-buru ia membentur badan Hu Pak Leng kemudian kepalanya di toleh ke arah si pemilik rumah penginapan tersebut sambil gumamnya.

Selama ini aku si tukang ramal melihat nasib dengan sangat cocok kini baru saja tiba di kota Lam Cang enaknya aku langsung pasang merek untuk berdagang atau tidak? Aaaah... atau ganti tempat pangkalan yang lain saja?.

Ia merandek sejenak lalu sambungnya kembali.

Kemungkinan sekali daganganku tidak jelek jika di lihat dari keadaan di sini jelas suatu keuntungan bakal mencari diriku lebih baik kita buka ongkos keluar terlebih dulu kemudian baru cari keuntungan.

Hu Pak Leng adalah seorang jago kawakan yang memiliki pengetahuan sangat luas setelah di senggol oleh sikut Yu Ih Lok mendengar pula ocehan dari si tukang ramal ini dalam hatinya lantas mengerti apa maksud tujuan yang sebenarnya dengan cepat iapun menyapu sekejap kearah si pemilik rumah penginapan itu. Sebaliknya Ong Toa Kang walaupun merupakan seorang jagoan yang mempunyai nama besar di dalam dunia persilatan tetapi diapun merupakan seorang yang bakal otaknya ia mengira Yu Ih Lok benar- benar adalah seorang tukang ramal sehingga tak terasa lagi ia sudah tertawa terbahak-bahak.

Haaa... haaa..... kalau begitu kau boleh secara langsung pasang merek dan mulai cari uang serunya.

Loo Toa dari Lauw San Sam Hiong Pouw Cau waktu melihat saudaranya mengucapkan kata-kata yang tolol karena takut ia banyak bicara sehingga membuat kesalahan, buru-buru ia menyikut iganya kemudian mengedipkan matanya agar dia suka tutup mulut.

Malam itu mereka berlima tinggal dalam dua kamar yang berbeda Hu Pak Leng serta Yu Ih Lok dalam sekamar dan Lauw San Sam Hiong dalam kamar lain.

Ketika itu Hu Pak Leng sedang bercakap-cakap dengan Yu Ih Lok di dalam kamar mendadak terdengar Ong Toa Kang yang ada di kamar sebelah sedang gembar-gembor dengan suara yang sangat keras sekali.

Bagus..... bagus sekali kiranya kalian membuka sebuah rumah penginapan gelap terus terang aku beritahukan kepada kalian aku si Loo Ong adalah nenek moyang dari pembukaan rumah penginapan gelap.

Ya Thay..... kau cepatlah lekas lepas tangan teriak seseorang yang lain dengan nada setengah merengek. Hamba datang hendak melayani Toa Ya sekalian.

Mendengar suara tadi Hu Pak Leng segera mengetahui bila Ong Toa Kang sedang mencari keonaran Yu Ih Lok yang lagi duduk disamping Bengcunya dengan cepat laksana kilat segera berkelebat keluar dari dalam kamar.

Tampaklah Ong Toa Kang berdiri tegak di depan pintu sambil mencengkeram seorang pelayan rumah penginapan air muka pelayan tersebut sudah berubah jadi pucat pasi bagaikan mayat, keringat mengucur keluar dengan derasnya.

Lok Ong mengapa kau bergurau dengan orang semacam ini apa yang sudah dia langgar? ayo cepat lepas tangan seru Yu Ih Lok sambil tertawa dan menepuk-nepuk pundak Ong Toa Kang.

Perlahan-lahan Ong Toa Kang menoleh dan memandang wajah Yu Ih Lok belum sempat ia mengusapkan sesuatu si pelayan rumah penginapan itu dengan nada memohon ampun telah berseru:

Yaya... tolonglah aku ampuni aku..... harap Ya Thay inipun suka mengampuni diriku......

Yu Ih Lok yang melihat potongan pelayan tersebut tidak menyolok kembali ia menoleh kearah Ong Toa Kang.

Saudara yang baik serunya. Pandanglah wajahku dan ampunilah dirinya kali ini.

Sembari berkata diam-diam ia menyalurkan hawa murninya dan menarik tangan Ong Toa Kang ke arah samping.

Yu Toako kau tidak tahu tetapi aku si Loo Ong mengerti bilamana rumah penginapan ini adalah sebuah rumah penginapan gelap gembor Ong Toa Kang kembali.

Eeeei... eeeei jangan beribut dulu perkataan semacam ini bagairnana boleh diucapkan secara sembarangan?.

Benar teriak Oog Toa Kang cemas. Dia berdiri, didepan pintu dengan sikap serta gerak-gerik yang sangat mencurigakan bilamana bukanya tindakan dari aku si Loo Ong cepat kemungkinan sekali bangsat cilik ini sudah berbuat jahat.

Hamba datang hanya bertujuan hendak melayani kalian beberapa orang yaya. Teriak si pelayan dengan ketakutan. Tapi baru saja tiba di depan pintu hamba sudah kena di tangkap oleh yaya ini......

Sudah. sudah jangan banyak bicara lagi ayo cepat pergi potong Yu Ih Lok dengan cepat. Pelayan rumah penginapan itu seperti baru saja mendapat lotre dengan kegirangan melarikan diri terbirit-birit.

Saudara Ong ujar Yu Ih Lok kemudian sambil menyeret tubuh Ong Toa Kang ke dalam kamar rumah penginapan ini bukan sebuah rumah penginapan gelap saudara tidak boleh berbuat sewenang-wenang.....

Sekalipun bukan sebuah rumah penginapan gelap yang jelas tidak bermaksud baik terhadap kita potong Ong Toa Kang tidak menanti si tukang ramal itu menyelesaikan kata-katanya.

Perkataan dari Loo Ong memang tidak salah cuma saja rumah penginapan ini letaknya sangat berdekatan sekali dengan perusahaan Chiet Seng Piauw Kiok karena pada hari-hari biasa mereka sudah sering memperoleh kebaikan dari perusahaan Chiet Seng Piauw Kiok kini setelah Chiet Seng Piauw Kiok menemui persoalan besar dan menaruh perhatian yang khusus terhadap orang-orang yang pergi datang si pemilik rumah penginapan ini tentunya secara diam-diam sudah mewakili dirinya untuk melakukan tugas ini hal ini merupakan suatu persoalan yang biasa sekali.....

Apanya yang biasa, tidak biasa?? kembali Ong Toa Kang berteriak keras. Jangan di kata rumah penginapan sarang burung semacam ini bilamana aku si Loo Ong merasa tidak gembira sekalipun tujuh bintang atau delapan bintangpun akan aku hancur lumurkan jadi remuk.

Ketika itulah Hu Pak Leng sudah berjalan keluar dari dalam kamar.

Saudara Ong tempo dulu Ih Heng pernah memberi pesan apa saja kepadamu? mengapa kau sedikitpun tidak punya kesabaran? lain kali janganlah sekali lagi kau bertindak terlalu gegabah serunya:

Baik mulai besok aku si Loo Ong tentu akan tutup mulut rapat-rapat.

Ehmm malam ini kalian harus beristirahat besok pagi masih harus melakukan pekerjaan penting.

Malam itu kentongan ketiga baru saja lewat kentongan keempat belum sampai suasana di dalam kota Lam Cang amat sunyi sekali sepi hening dan terasa sangat menyeramkan.

Mendadak ditengah kesunyian yang mencekam disekeliling tempat itu berkumandang datang suara dipukulnya gembrengan dengan amat gencar dan ramai sehingga bergema memenuhi angkasa mengikuti datangnya tiupan angin malam.

Suara dipukulnya gembrengan dengan sangat gencar tersebut seketika itu juga mengejutkan semua penduduk rumah anjing bergonggong tiada hentinya diikuti suara tangisan bocah dan teriakan kaget kaum wanita keadaannya sangat kacau sekali.

Dengan ketajaman pendengaran dari Hu Pak Leng beberapa orang sewaktu gembrengan pertama berbunyi tadi mereka sudah dibuat terbangun dari pulasnya.

Ketika itulah diluar pintu kembali berkumandang datang suara ringkikan serta derapan kaki kuda yang sangat ramai gaduh.....

Hu Pak Leng melirik sekejap kearah Yu Ih Lok baru saja ia hendak mengucapkan sesuatu Ong Toa Kang yang ada dikamar sebelah sudah menggembor dengan suara yang sangat keras.

Makrya mungkin Lam Cang hendak terbalik ditengah malam begini juga gaduhnya luar biasa biar

aku si Loo Ong pergi menengok sebentar.....

Tidak bisa jadi jangan membiarkan dia orang pergi seru Yu Ih Lok dengan cepat.

Hu Pak Leng tetap membungkam tubuhnya dengan kecepatan laksana sambaran kilat sudah tiba di sisi pintu membuka pintu kamar enjotkan kaki dan melayang ke depan kamar Lauw San Sam Hiong.

Waktu itu Ong Toa Kang sedang melangkah keluar dari dalam kamar dengan cepat Hu Pak Leng menarik tangannya dan mencegah niat selanjutnya dari orang itu. Kau jangan terlalu ribut tegurnya dengan cepat saat ditempat luaran sedang kacau balau tidak karuan dan tidak tahu peristiwa apa yang sudah terjadi kalian bertiga tetap tinggal dalam kamar biarlah aku serta Yu Heng pergi menengok sejenak.....

Kalau begitu biarlah aku si Loo Ong menemani Bengcu.

Jangan kota Lam Cang merupakan ibu kota dari keresidenan Kiang Sie hal ini tidak dapat dibandingkan dengan kota kecil atau dusun diatas gunung kau tidak boleh cari ribut berbicara sampai disitu dengan wajah yang keren sambungnya lebih lanjut:

Setelah kami pergi dari sini kau jangan sembarangan pergi dari sini sehingga tidak sampai mendatangkan berbagai kerepotan.

Ong Toa Kang benar-benar tak berani banyak berbicara lagi setelah memandang sekejap kearah Hu Pak Leng dengan hati murung ia duduk di dalam kamar.

Setelah melihat lelaki itu dapat dikuasahi Hu Pak Leng baru berjalan keluar dari kamar dan menggapai kearah Yu Ih Lok mereka berdua bersama-sama melompat keluar dan siap-siap naik keatas atap tetapi ketika itulah mereka sudah menemukan cahaya merah yang memenuhi angkasa diiringi suara gaduh yang memekikkan telinga.

Mereka berdua segera saling bertukar pandangan sejenak sedikit pundaknya bergerak laksana anak panah yang terlepas dari busur segera meloncat naik keatas atap dan melayang menuju kearah sebelah selatan dimana api berkobar-kobar menembus angkasa bayangan manusia berkelebat lewat tiada hentinya dalam keadaan panik.

Bengcu ujar Yu Ih Lok kemudian setelah melihat kejadian tersebut menurut penglihatan cayhe di kota ini tentu sudah terjadi suatu kekacauan bilamana cuma kebakaran saja tidak mungkin tentara kerajaan bisa bersikap demikian tegang dan seriusnya.

Ehmm sedikitpun tidak salah sahut Hu Pak Leng sambil mengangguk mari kita pergi memeriksa sebentar tetapi kita harus berhati-hati jangan sampai memperlihatkan keadaan asal usulnya sandiri.

Yu Ih Lok tidak menjawab ia cuma mengangguk saja.

Menanti Hu Pak Leng dengan mengandalkan ilmu meringankan tubuhnya sudah berkelebat menuju kearah sebelah selatan dengan tidak ragu-ragu lagi iapun menggerakkan badannya mengejar dari belakang sang Bengcunya.

Beberapa saat lamanya mereka berdua berkelebat diatas atap rumah kurang lebih seperminum teh jaraknya dengan kobaran api sudah tidak begitu jauh lagi mereka berdua segera bersembunyi diatas sebuah tembok bangunan yang sangat besar untuk memandang kearah tempat kejadian itu.

Saat ini api sedang berkobar dengan dahsyatnya api menjilat-jilat keempat penjuru laksana ular-ular api yang sedang menari-nari.

Dengan meminjam sinar jilatan api itulah Hu Pak Leng dapat melihat jelas bila tempat tersebut sebenarnya bukan lain adalah penjara pusat dari kota Lam Cang api berkobar diempat penjuru tentara kerajaan dengan pakaian perang lengkap berlari ditengah jalan sedang para penduduk disekeliling tempat itu dengan perasaan kaget dan ketakutan berlari keempat penjuru mencari pelindungan.

Setelala melihat kajadian itu mendadak Yu Ih Lok buka suara dan berbisik:

Bengcu apakah kau dapat melihat sedikit keterangan dari kejadian ini? Menurut penglihatanku dari dalam penjara tentu sudah terlapas para buronan-buronan penting......

Selagi ia berbicara sampai disitu suasana dibawah sana sudah semakin gaduh lagi terdengar diantara rombongan tentara kerajaan itu ada orang yang mulai menuding kearah tempat persembunyian mereka berdua sambil tertawa-tawa Aaakh... orangnya ada rumah......

Suasana kembali menjadi sangat ramai dan kacau balau diiringi suara teriakan yang sangat ramai Lepaskan anak panah...

Hu Pak Leng serta Yu Ih Lok adalah jago-jago kawakan yang sudah sering sekali melakukan perjalanan didalam dunia kangouw karena itu setiap menghadapi urusan sama sekali tidak jadi gugup tenang terlatih dan tidak menunjukkan reaksi apa walaupun dibawah rumah bangunan itu kedengaran suara teriakan orang-orang itu untuk melepaskan anak panah tetapi mereka berdua masih tetap berdiam ditempat persembunyiannya tanpa bergerak.

Yu Ih Lok mulai menyapu keadaan disekeliling tempat persembunyiannya sewaktu dirasanya tempat itu sangat rapat dan tersembunyi tidak mungkin bisa ditemukan lantas dengan ragu-ragu bisiknya kepada Hu Pak Leng.

Bengcu apakah tempat kita benar-benar terlihat oleh mereka?

Aku rasa tidak mungkin cuma saja sekalipun berhasil diketahui mereka aku rasa orang-orang itu belum tentu bisa berhasil mengepung dan menangkap kita.

Ketika mereka baru bercakap-cakap sampai disana suara meluncur anak-anak panah sudah berdesiran memenuhi angkasa laksana hujan deras dengah gencarnya meluncur keatas bangunan rumah itu.

Kiranya serangan anak panah yang sangat gencar tersebut sama sekali bukan ditujukan kearah mereka sebaliknya meluncur bagaikan curahan hujan deras kearah sisi sebelah kanan dari tembok bangunan itu.

Dalam hati mereka berdua lantas mengerti apa yang sudah terjadi tak terasa lagi mereka sudah saling bertukar pandangan.

Pada saat yang bersamaan mendadak terdengar suara gaduh kembali berkumandang datang suara beradunya besi bergerincingan memekikkan telinga.

Jangan sampai tawanan itu lepas cepat pasang tangga... kembali tentara-tentara kerajaan dibawah berteriak-teriak keras.

Sedikitpun tidak salah ada berpuluh-puluh orang tentara kerajaan sambil membawa tangga yang panjang berlari mendatang dan dipasangkan diatas tembok suasana amat kacau dan ribut.....

Waaah. ada benda ini sungguh membencikan sekali seru Hu Pak Leng segera. Jangan biarkan mereka

berhasil naik kemari jikalau kita sampai kena dilihat mereka maka sekalipun hendak membantah bakal susah ayo kita segera meninggalkan tempat ini.

Sembari berkata dengan merendahkan badannya ia lantas meluncur kedepan hanya didalam sekali loncatan saja Liok-lim Bengcu ini sudah berhasil mencapai jarak sejauh satu kaki.

Yu Ih Lok sudah tentu tidak ingin berdiam seorang disana iapun mengenjotkan badannya mengikuti dari belakang tubuh Hu Pak Leng.

Baru saja mereka berdua meloncat sejauh tiga lima kaki dari arah belakang kembali terdengar suara teriakan-teriakan gaduh.

Aaaach... orangnya sudah pergi orangnya sudah pergi..... cepat tangkap cepat tangkap.....

Hu Pak Leng dengan cepat menoleh kearah belakang sedikitpun tidak salah tampaknya dua sosok bayangan manusia dengan amat cepatnya sedang berlari menuju kearah depan sedang tentara-tentara dibawah atap rumah berteriak-teriak gaduh.

Karena mereka berdua menggerakkan badannya itulah bayangan tubuh mereka kena disoroti oleh cahaya kobaran api dan berkelebat diatas permukaan tanah. Ketika itu para tentara kerajaan yang melihat dua sosok bayangan manusia kembali melarikan diri kearah yang lain sekali lagi pada berteriak-teriak keras.

Aaach.   disinipun ada orang cepat naikkan tangga.

Bengcu kali ini jejak kita sudah ketahuan oleh mereka ayo cepat pergi seru Yu Ih Lok cepat setelah mendengar suara teriakan itu. Ayo kita buru-buru meninggalkan tempat ini sehingga tidak sampai bentrok dengan mereka-mereka itu.

Hu Pak Leng sambil tersenyum mengangguk tanpa mengucapkan kata-kata lagi mereka berdua bersama-sama meloncat pergi.

Didalam waktu yang amat singkat disebelah bawah sana kembali kedatangan beratus-ratus orang tentara kerajaan ditangan mereka pada membawa sebuah tongkat bambu yang sangat panjang dengan diatas ujung tongkat bambu itu terikat sebuah lentera yang memancarkan cahaya terang.

Sebentar saja suasana disekitar sana sudah di buat terang benderang dan bermandikan cahaya lentera. Yu Ih Lok segera menepuk lempengan besi serta gembrengan tembaga.

Bagaimana kalau aku bukakah satu jalan buat Bengcu? tanyanya.

Tidak perlu cegah Hu Pak Leng sambil menarik tangan kanannya kebelakang. Kedatangan kita kali ini bukan mencari keonaran maupun kemenangan apalagi bergebrak dengan tentara kerajaanpun buat kita tiada harganya.

Sembari berkata ia melepaskan kembali genggaman lalu sambil tertawa sambungnya.

Ditempat yang demikian luasnya mengapa harus berjalan menggunakan arah sebelah sana? buat apa harus repot-repot dan bersusah payah mencari ribut-ribut dengan manusia yang tiada berharga buat kita itu.

Mendengar omongan sang Bengcunya Yu Ih Lok lantas menarik kembali gembrengan serta lempengan besinya dengan mengikuti dari belakang Hu Pak Leng mereka berdua mencelas ketengah udara lalu melayang kearah balik wuwungan rumah, saat itu diatas genting sudah ada beberapa orang petugas hukum dari pemerintah yang berkepandaian tinggi telah meloncat naik keatas tampaklah bayangan manusia berkelebat tiada hentinya hanya didalam sekejap mata sudah ada tiga, lima puluh orang yang mengurung disekeliling atap bangunan tersebut.

Ilmu meringankan tubuh dari Hu Pak Leng serta Yu Ih Lok sudah berhasil dilatih hingga mencapai pada taraf kesempurnaan sudah tentu tak mungkin mereka berhasil kecandak oleh beberapa orang petugas hukum yang berkepandaian tidak seberapa itu hanya didalam waktu yang amat singkat mereka sudah ketinggalan sangat jauh sekali.

Ditengah jalan kota tentara berkuda bersimpang siur tidak hentinya mereka berdua sudah tentu tidak ingin mencari banyak kerepotan buat diri sendiri oleh sebab itu masing-masing orang dengan menggunakan ilmu meringankan tubuhnya sendiri-sendiri dengan Hu Pak Leng di sebelah depan dan Yu Ih Lok di sebelah belakang laksana dua gulung asap ringan hanya didalam sekejap saja berkelebat lenyap dari pandangan.

Kurang lebih seperminum teh kemudian mereka telah tiba diatas atap rumah penginapan Sam Thay kembali didalam loncatan kedua orang itu sudah tiba diatas permukaan tanah.

Waktu itu para tetamu didalam rumah penginapan itu sudah dibuat terkejut sehingga tersadar dari pulasnya kamar-kamar diempat penjuru sudah menyulut lampu sehingga suasana terang benderang untung saja kepandaian ilmu meringankan tubuh dari kedua orarg itu sudah berhasil mencapai pada puncak kesempurnaan sehingga tidak sampai diketahui oleh mereka.

Hu Pak Leng berdua langsung menuju kedalam kamar Lauw San Sam Hiong tidak menanti mereka bertanya Hu Pak Leng sudah berkata sendiri. Penjara kota Lam Cang sudah dibakar orang kemudian dengan menggunakan siasat memancing harimau turun gunung orang-orang itu berhasil menolong buronan dari dalam penjara tersebut bagaimanakah sebenarnya peristiwa yang telah terjadi besok pagi kita pasti akan dengar orang yang bercerita.

Apakah Bengcu sudah pergi sendiri kedalam penjara kota Lam Cang ? tanya Pouw Cau si Loo Toa

dari Sam Hiong.

Kita berdua bersembunyi diatas wuwungan rumah yang berhadap-hadapan dengan penjara oleh karena itu dapat melihat sangat jelas sekali.

Entah Bengcu dapat melihat jejak apa? tanya Ong Toa Kang.

Walaupun tidak berhasil menemukan suatu jejak yang mencurigakan tetapi aku melihat ilmu meringankan tubuh dari kedua orang itu bukan termasuk jagoan biasa......

Bengcu sudah bertemu dengan manusia macam apa? tanya Pouw Cau lagi.

Wajah dari orang itu kami tak berhasil melihat jelas sambung Yu Ih Lok dari samping. Cuma saja kepandaian silatnya tidak lemah.

Kalau memang sudah berhasil menemukan mengapa tidak sekalian dikejar? teriak Ong Toa Kang dengan sangat cemas. Heeei bilamana aku si Loo Ong yang ikut Bengcu pergi, urusan sudah beres.

Tempat persembunyian dari kedua orang itu cuma terpaut sebuah dinding penghalang saja dengan tempat persembunyianku dengan Bengcu karena tempat persembunyiannya kena diketahui oleh tentara kerajaan sehingga tak bisa ditempati lagi mereka baru melarikan diri. Jika ditinjau dari cara gerakan tubuh mereka agaknya kedua orang itu adalah seorang jagoan lihay dari dunia kangouw cuma saja didalam keadaan seperti itu pertama kita tidak berhasil melihat keadaan tersebut dengan jelas kedua tidak ingin banyak urusan dan menjadi petugas pemerintah buat apa harus bersusah payah pergi mengejar dan menangkap mereka ??

Ehmmm benar kalau begitu kita tunggu saja sampai besok baru dibicarakan kembali.

Kota Lam Cang sudah kehilangan orang hukuman, rumahpun kena terbakar sehingga membuat keadaan jadi sangat parah dan menegangkan ujar Hu Pak Leng, Selama beberapa hari mendatang penjagaan terhadap orang-orang asing yang ada didalam kota Lam Cang tentu semakin diperketat menurut penglihatanku selama dua hari, jangan terlalu sering berkeliaran ditempat luaran sehingga tidak sampai mendatangkan kerepotan-kerepotan yang tidak diinginkan.

Kalau begitu bagaimana kalau besok kita meninggalkan tempat ini saja? usul Pouw Cau. Urusan untuk besok pagi kita bicarakan besok saja ini hari kita harus beristirahat secukupnya.

Keesokan harinya seluruh kota Lam Cang penuh dengan tentara kerajaaan yang bersimpang siur dan melakukan penjagaan-penjagaan ketat diempat penjuru kota.

Hu Pak Leng sekalian setelah bangun dari tidur sewaktu sarapan pagi lantas mencari keterangan dari mulut si pelayan rumah penginapan tentang peristiwa yang telah terjadi kemarin malam.

Kalian beberapa orang berasal dari mana tanya pelayan itu setengah berbisik. Kita dari Ho Lam.

Bila dibicarakan kemungkinan sekali kalian tidak tahu tetapi mungkin juga kalian tahu, ujar si pelayan itu kembali.

Setelah merandek beberapa lama kembali sambungnya......

Di keresidenan Kiang Sie sini ada seorang perampok kenamaan yang pentolannya bernama Eieet

sepertinya memakai cambuk baja cambuk baja piauw terbang pokoknya nama orang itu sangat menyeramkan sekali sampai bocah cilik yang mendengar disebutnya nama itupun jadi ketakutan setengah mati. Entah seberapa banyak kejadian yang dilakukan olehnya terakhir Toa Loo ya pembesar yang terdahulu mengundang beberapa orang pendekar kenamaan dan berhasil menangkap dia untuk dijebloskan kedalam penjara kematian katanya hendak di penggal kepalanya tetapi entah secara bagaimana kemarin malam ternyata sudah kedatangan segerombolan manusia yang membongkar penjara menolong orang hukuman tersebut bahkan sekalian membunuh orang dan membakar rumah kedengarannya merekapun sudah melepaskan beberapa orang hukuman lainnya pula waaah... waaah sungguh luar biasa sekali nyali mereka benar-benar sangat besar.

Ketika beberapa orang sedang bercakap-cakap mendadak terlihat kembali seorang pelayan rumah penginapan berlari masuk kedalam.

Khek Koan beberapa orang yaya dari perusahaan Chiet Seng Piauw Kiok disebrang sana mengirim orang datang hendak mengunjungi yaya sekalian.

Ketika Hu Pak Leng mendengar perkataan tersebut lantas mendongakan kepalanya.

Terlihatlah empat orang lelaki kasar berusia pertengahan dengan memakai jubah panjang berjalan mendekat salah seorang yang usianya rada lebih tuaan dan berjalan di paling depan membawa secarik surat kartu nama.

Diam-diam Yu Ih Lok menjawil ujung baju Hu Pak Leng.

Orang yang membawa kotak berisi kartu nama tadi berjalan dua langkah lebih cepat kearah depan.

Tolong tanya diantara kalian siapakah yang bernama Hu Bengcu Liok-lim Bengcu dari seluruh kolong langit pada saat ini... tanyanya.

Kawan-kawan berempat berasal dari aliran sana dan mencari Hu Bengcu ada keperluan apa? tanya Yu Ih Lok tetap duduk pada tempat semula.

Kami adalah anak buah si Peluru Sakti Tujuh Bintang Peng Piauw-cu dari perusahaan Chiet Seng Piauw Kiok kita menerima perintah dari Piauw-cu untuk menyampaikan kartu nama.

Aaaaaach.....! sebetulnya kami ada urusan hanya lewat ditempat ini saja karena tidak kenal dengan Peng Piauw-cu kalian oleh sebab itu belum pergi menyambangi dirinya kata Yu Ih Lok sambil tertawa. Sekarang bagaimana dialah yang datang kemari untuk menyambangi kami... waah sungguh Piauw-cu kalian terlalu banyak adat.

Ia merandek sejenak akhirnya sambungnya kembali.

Baiklah harap surat kartu nama itu ditinggalkan disini dan biar Bengcu kami melihatnya lebih dulu.

Orang itu segera mengangkat nampannya jauh melebihi kepala setelah memberi hormat kemudian baru maju dua langkah kedepan mengangsurkan nampan tersebut kedepan.

Yu Ih Lok menerima datangnya nampan itu membuka sang kotak dan mengambil keluar sebuah kartu merah yang besar dan langsung diserahkah ke tangan Hu Pak Leng.

Selama ini Hu Pak Leng berdiam diri terus begitu menerima kartu merah tadi dengan cepat ia membuka sampulnya dan membaca isinya.

Dipersembahkan untuk Lok Lim Bengcu dari seluruh kolong langit Hu Pak Leng.

Mendengar kedatangan saudara di kota Lan Cang cayhe merasa tertarik dan kagum atas kepandaian silat saudara yang amat sempurna semangat jantan yang bergelora serta pujian dari kawan-kawan Bu-lim.

Karena itu sengaja cayhe sediakan sedikit perjamuan mengharapkan kedatangan dari saudara untuk menghadirinya.

Tertanda Perusahaan Chiet Piauw Kiok dikeresidenan Kiang Sie kota Lam Cang Peng Cing.

Setelah dibacanya sejenak Hu Pak Leng lantas menyerahkan kartu merah tadi ketangan Yu Ih Lok kepada lelaki yang membawa datang kartu tadi ujarnya dengan ramah.

Tolong kalian berempat suka menyampaikan kepada majikan kalian katakan saja Hu Pak Leng menerima surat undangan tersebut dan sebentar lagi kami akan pergi mengunjungi dirinya.

Hu Bengcu kau terlalu sungkan-sungkan kata orang itu dengan sangat hormat Piauw-cu kami berulang kali memberi pesan wanita yang mengatakan Hu Bengcu sukar sekali datang mengunjungi tempat ini maka dari itu Piauw-cu kami akan datang kemari sendiri untuk menyambut kedatangan Bengcu.

Waaah kalau begitu aku orang she Hu jadi tidak enak rasanya baiklah biar aku orang terima undangan

ini...

Setelah berhenti sejenak sambungnya kembali.

Sudah merepotkan kalian beberapa orang bagaimana kalau minum dua cawan arak terlebih dulu.

Keempat orang itu mengucapkan terima kasihnya berulang kali dengan sangat hormat mereka lantas mengundurkan diri dari sana.

Sejak dulu kala belum ada suatu perjamuan yang benar-benar baik maksudnya kata Yu Ih Lok setelah beberapa orang itu lenyap dari pandangan nanti kita harus selalu waspada terhadap maksud jelek orang lain.

Kalian boleh berlega hati seluruhnya serahkan saja kepadaku si Loo Ong biar aku yang bersiap sedia timbrung Ong Toa Kang dengan suara keras.

Kurang lebih satu jam kemudian si pemilik rumah penginapan itu kembali datang melapor bahwa si Peluru Sakti Tujuh Bintang Peng Cing mohon bertemu.

Hu Pak Leng dengan mengajak Yu Ih Lok lantas bangun dan berjalan keluar dari rumah penginapan itu untuk menyambut kedatangannya.

Terlihat si Peluru Sakti Tujuh Bintang tenyata adalah seorang lelaki yang baru berusia lima puluh tahunan wajahnya sangat angker sekali.

Di belakangnya mengikuti enam orang pegawal perusahaan Piauw Kioknya.

Si Peluru Sakti Tujuh Bintang mengawasi dahulu kearah Hu Pak Leng berdua kemudian baru ujarnya :

Karena aku orang she Peng tidak mengetahui akan kunjungan dari saudara sehingga terlambat datang menyambut.....

Aaaakh. terima kasih tidak menanti menyelesaikan kata-katanya Hu Pak Leng sudah memotong. Yau

maupun aku adalah orang-orang Bu-lim buat apa harus menggunakan banyak adat.

Di dalam rumah gubuk kami sudah disediakan air arak bagaimana kalau saudara sekalian suka mengunjungi tempat kami??

Kita baru saja bertemu muka untuk pertama kali semisalnya mengganggu.....

Haaaaaa...... haaaaaaa...... haaaaaa..... mengapa saudara demikian sungkan? Bukankah jika saudara bersikap begitu malah sudah memandang asing diriku? potong Peng Cing sambil tertawa terbahak-bahak dan menarik tangan Hu Pak Leng untuk diajak berangkat. Mari... mari... kita harus meneguk tiga cawan arak terlebih dulu.....

Jika saudara memang menaruh perhatian kepada cahaya baiklah terpaksa aku orang harus mengganggu ketenangan saudara kata Hu Pak Leng sambil terpaksa tertawa.

Perlahan-lahan si Peluru Sakti Tujuh Bintang Peng Cing menyapu sekejap kesekeliling tempat itu. Masih ada beberapa orang kawan saudara sekalian suka ikut untuk mengunjungi rumah kami katanya.

Mendengar perkataan tersebut terpaksa Hu Pak Leng putar badan dan menyuruh sang pelayan untuk mengundang kawan-kawan lainnya.

Tidak selang beberapa lama Lauw San Sam Hiong dengan rnenggembol senjata sudah berjalan keluar. Hu Pak Leng lantas memperkenalkan mereka dengan si Piauw-cu dari perusahaan Chiet Seng Piauw

Kiok tersebut.

Hiaaa... haaa... kiranya Lauw San Sam Hiong yang namanya sudah terkenal diseluruh kolong langit selamat barjumpa seru si Peluru Sakti Tujuh Bintang Peng Cing sambil tertawa terbahak-bahak.

Setelah beberapa orang saling mengucapkan beberapa patah kata merendah saat itulah muncul dua orang lelaki yang melaporkan bila kuda sudah dipersiapkan.

Bilamana saudara-saudara sekalian tidak ada tugas yang lain didepan pintu sudah tersedia kuda bagaimana kalau kita segera berangkat? kata si Peluru Sakti Tujuh Bintang.

Perlahan-lahan Hu Pak Leng mengangguk.

Jarak dari tempat ini dengan kantor saudara sangat dekat sekali buat apa kita gunakan kuda? bagaimana kalau kita berjalan kaki saja ujarnya.

Bagus sekali aku orang she Peng turut perintah.

Selesai berkata ia lantas menggandeng tangan Hu Pak Leng dan berjalan keluar pintu sedang sisanya lantas mengikuti dari belakang kedua orang itu.

Sesampainya didepan pintu kembali Peng Cing mengulapkan tangannya mengundurkan para pembantunya lalu sambil berdampingan dengan Hu Pak Leng mereka berangkat menuju ke perusahaan Chiet Seng Piauw Kiok.

Keadaan diri perusahaan Chiet Seng Piauw Kiok pada saat ini lain dan jauh berbeda dengan keadaan pada kemarin hari sewaktu Hu Pak Leng sekalian mendatangi kota Lam Kang.

Saat ini pintu bangunan terbentang lebar-lebar didepan pintu berdirilah berjajar enam orang lelaki kasar yang mencekal golok baja ditangan keadaannya sangat gagah dan angker sekali.

Peng Cing langsung membawa Hu Pak Leng sekalian masuk kedalam ruangan keempat dimana sudah diatur empat buah meja perjamuan diam-diam dalam hati lantas berpikir :

Jika dilihat orang yang hadir pada saat ini tidak begitu banyak mengapa mereka menyediakan empat buah meja perjamuan?

Tetapi sebagai Liok-lim Bengcu dari seluruh kolong langit pada saat ini tentu ia merasa tidak leluasa untuk bertanya terpaksa ia menyimpan rasa keheranan tersebut didalam hatinya.

Setelah si Peluru Sakti Tujuh Bintang mengambil tempat duduk maka para tetamu lainnyapun saling mencari tempat duduknya sendiri.

Setelah arak berputar tiga kali mendadak si Peluru Sakti Tujuh Bintang berseru.

Beberapa buah meja yang masih kosong ini tidak baik untuk dikosongkan terus coba merekapun diundang untuk bersama-sama bersantap sehingga orang-orang itu dapat melihat kegagahan dari Liok-lim Bengcu.

Orang yang berdiri dibelakang Peng Cing lantas mengia dan putar badan berjalan masuk kedalam.

Tidak salah beberapa saat kemudian dari sebelah depan pintu terdengarlah suara langkah manusia yang sangat ramai sekali. Hu Pak Leng segera mendongakkan kepalanya tetapi sebentar kemudian hatinya sudah tergetar sangat

keras.

Dari mana datangnya orang ini? apa maksud yang sebenarnya dari Peng Cing? pikirnya dalam hati.

Kiranya orang yang baru saja berjalan masuk semuanya adalah kakek-kakek tua, kaum wanita yang wajahnya masih dibahasi air mata beserta bocah-bocah cilik yang tak tahu urusan disamping itu terdapat pula delapan sembilan orang lelaki berusia pertengahan yang berjalan dengan pincang.

Sesudah orang-orang itu masuk kedalam ruangan dan Peng Cing mempersilahkan mereka untuk mengambil tempat duduk di ketiga buah meja perjamuan yang kosong ia baru memenuhi cawan Hu Pak Leng serta cawan sendiri.

Sambil mengangkat cawan araknya sendiri keatas ujarnya mendadak kepada diri Hu Pak Leng.

Cayhe Tam Cang Chiet Seng Piauw Kiok Peng Cing ada suatu urusan yang hendak ditanyakan kepada diri Bengcu aku akan teguk dulu secawan arak ini bilamana Bengcu suka memberi muka kepada kami silahkan kaupun menghabiskan arak di dalam cawan tersebut.

Selesai berkata ia lantas menarik habis arak yang ada didalam cawannya sendiri.

Entah Piauw-cu ada urusan apa? asalkan aku orang she Hu mengetahui tentu akan kujelaskan seluruhnya sahut Hu Pak Leng rada ragu-ragu.

Perkataan dari Hu Bengcu ini benar-benar membuat cahaya merasa sangat berterima kasih, aku Peng Cing adalah seorang budak silat yang kasar dan selamanya paling suka bicara blak-blakan kata Peng Cing sambil bangun berdiri dan menjura.

Ada perkataan silahkan kau jelaskan.

Perlahan-lahan si Peluru Sakti Tujuh Bintang Peng Cing menoleh kearah tua muda laki perempuan yang berada di ketiga buah meja perjamuan itu kemudian sambil memandang kearah mereka katanya.

Mereka semua adalah anak keluaga dari kawan-kawan yang mencari makan dengan jalan mengawal barang dari perusahaan kami ini hari aku Peng Cing dihadapan mereka semua aku menanyakan satu urusan kepada diri Hu Bengcu.

Hu Pak Leng adalah seorang manusia yang sangat cerdik sewaktu melihat.

Keadaan dari lelaki perempuan, tua muda serta beberapa orang lelaki yang terpotong lengannya patah kakinya tadi didalam hati sudah bisa menduga tujuh bagian apa yang sudah terjadi tak terasa lagi alisnya dikerutkan.

Akhirnya ia mengangkat cawannya dan meneguk isinya hingga ludas.

Peng Heng kau ada perkataan apa silahkan ucapkan saja cayhe tentu akan pentang telinga lebar-lebar untuk mendengarkan perkataanmu itu sahutnya.

Agaknya Peng Cing sama sekali tidak menduga kalau nada ucapan dari Hu Pak Leng sebagai Liok-lim Bengcu dari seluruh kolong langit bisa begitu sopan dan halus dalam hati ia merasa rada terperanjat sehingga untuk beberapa saat lamanya berdiri tertegun dan tak dapat mengucapkan sepatah katapun.

Mendadak terdengarlah seorang kakek tua dengan suara yang amat sedih sudah memaki kalang kabut dengan suara yang keras.

Apa Bengcu..... Bengcu bangsat tempo dulu sewaktu dikalangan Lok Lim belum terpilih seorang Bengcu putraku masih bisa hidup di dunia dengan tenang dan tentram walaupun keadaan didalam dunia kangouw sangat berbahaya tetapi masih ada peraturan suka nyawa tak mau uang mau uang tak suka nyawa sejak setelah muncul kau Bengcu bau Bengcu bangsat bukan saja tidak berhasil mententeramkan kekacauan didalam dunia kangouw bahkan mengubahnya jadi semakin berbahaya semakin telengas dan semakin kejam putraku itu sudah mengikuti Peng Cing Piauw Tauw dari perusahaan Chiet Seng Piauw Kiok selama tiga belas tahun lamanya selama ini belum pernah menemui suatu kejadian apapun entah dia sudah mengikat dendam sakit hati apa dengan kau mengapa kau orang sudah menghajar mati dirinya dibawah kemplangan tongkat besimu.....

Walaupun dalam hati Hu Pak Leng merasa sangat sedih sekali tetapi diluaran ia masih mempertahankan suatu senyuman yang sangat ramah.

Hutang nyawa bayar nyawa hutang uang dibayar uang bilamana orang itu tanpa sebab sudah melukai putramu sudah seharusnya Loo tiang memaki dirinya sampai puas jawabnya perlahan.

Hu Bengcu terdengar suara seorang perempuan yang halus kembali berkumandang datang. Suara itu bukanlah seorang dari kalangan Liok-lim diapun bukan seorang pengawal barang tetapi cuma pernah belajar sedikit ilmu silat saja. Selama ini dia orang belum pernah menggunakan ilmu silatnya untuk melukai orang entah dimanakah dia pernah berbuat dosa dengan kau Hu Bengcu sehingga kau sudah turun tangan membacok mati dirinya melemparkan mayatnya ditengah hutan dan kepalanya kau penggal untuk ditaruhkan didepan ruangan rumah kami...

Hu Pak Leng yang mendengar perkataan tersebut hatinya kini merasa terharu seluruh tubuhnya gemetar sangat keras tetapi sebentar kemudian ia sudah berhasil menenangkan hatinya kembali.

Entah siapakah nama suamimu itu? tanyanya sambil tersenyum.

Perempuan itu kurang lebih berusia tiga puluh empat lima tahunan wajahnya sangat cantik sekali. Suamiku she Tan bernama Heng Yu sebut perempuan itu sambil menahan isak tangisnya.

Lalu sudah berapa lama Tan Heng kena dibunuh? jaraknya dengan ini hari sudah berapa lama?

Sewaktu suamiku dibunuh jaraknya dengan ini hari tidak sampai setengah bulan lamanya dan sekarang jenasahnya masih ada dirumah belum dikuburkan.

Perlahan-lahan Hu Pak Leng bangun berdiri lalu menjura keempat penjuru pada ujung bibirnya masih tersungging satu senyuman, setelah menyapu sekejap keseluruh ruangan ujarnya lantang.

Aku rasa orang yang hadir pada saat ini semuanya ada urusan yang hendak disampaikan kepadamu cayhe hormati kalian yang suka berbicara dengan tulus hati dan bersungguh-sungguh sekalipun hendak memaki diriku dengan beberapa patah katapun tiada ada halangan. 

Baru saja ia berbicara sampai disitu mendadak terdengarlah suara langkah manusia yang sangat ramai kembali berkumandang masuk kedalam ruangan.

Ketika ia mendongakkan kepalanya tampaklah dua orang lelaki kasar dengan mengawal seorang perempuan berusia pertengahan yang seluruh tubuhnya memakai baju berwarna putih hanya didalam sekejap saja sudah tiba didepan pintu ruangan.

Gerakan dari ketiga orang itu sangat cepat sekali hanya didalam sekali pandangan saja semua orang dapat merasakan bila mereka memiliki kepandaian silat yang amat tinggi.

Agaknya si Peluru Sakti Tujuh Bintang Peng Cing sama sekali tidak kenal dengan ketiga orang tetamu yang tak diundang itu buru-buru ia bangun berdiri sambil menjura.

Kalian bertiga hendak mencari siapa? tanyanya.

Paras muka si perempuan berbaju putih itu sangat dingin dan kaku sepasang matanya yang tajam menyapu sekejap keseluruh ruangan kemudian tanyanya dengan suara yang cukup ketus.

Diantara kalian apakah ada seorang yang bernama si raja akherat berwajah dingin Hu Pak Leng?

Ong Toa Kang bangun berdiri dan menggebrak meja dengan sangat keras sehingga cawan mangkuk beterbangan arak sayur berceceran. Darimana datangnya seorang nenek liar perkataanmu sungguh tidak tahu diri apa kau kira nama Hu Pak Leng dapat kau sebut dengan seenaknya? teriaknya keras.

Kedua orang lelaki kekar yang melindungi disisi tubuh perempuan tersebut segera meloncat maju kedepan menghadang didepan tubuh perempuan berusia pertengahan tersebut.

Seorang lelaki yang ada disebelah kiri kelihatan berusia rasa lebih tuaan dengan wajah gusar sambil menuding kearah Ong Toa Kang bentaknya keras.

Kau manusia macam apa? berani bicara tidak pakai aturan?

Ooooww... kau tidak terima? balas teriak Ong Toa Kang semakin murka agaknya kau ingin merasakan hajaran dari aku si Toa Ong haaa...

Si Peluru Sakti Tujuh Bintang yang melihat situasi semakin tidak beres buru-buru ia bangun berdiri lalu meloncat kehadapan antara Ong Toa Kang dengan kedua orang lelaki kasar itu.

Saudara-saudara suka datang kedalam perusahaan Chiet Seng Piauw Kiok kita hal ini berarti pula kalian sudah memandang wajah dari aku orang she Peng sudah tentu aku orang akan menerima kalian sebagai teman katanya lantang.

Bilamana kalianpun ada perkataan yang hendak di sampaikan katakanlah secara jelas kami tentu akan memberikan keadilan.

Berbicara sampai disini ia merandek sejenak kemudian sambungnya kembali :

Tetapi bilamana kalian ingin bergebrak didalam perusahaan Chiet Seng Piauw Kiok kami bukannya aku orang she Peng takut banyak urusan tetapi aku hendak menjelaskan terlebih dulu kepada kalian.....

Ketika itu Hu Pak Leng pun sudah bangun berdiri meninggalkan tempat duduknya.

Perkataan dari Peng Piauw-cu sedikitpun tidak salah harap kalian bertiga suka menjelaskan dulu maksud kedatangan kalian kemari katanya.

Siapa kau? tanya lelaki itu sambil memandang sekejap kearah Hu Pak Leng.

Cayhe adalah pejabat Liok-lim Bengcu yang baru orang-orang kangouw menyebut diriku sebagai si raja akherat berwajah dingin Hu Pak Leng adanya entah apa maksud kedatangan kalian bertiga yang tergesa- gesa ini? katanya sambil tersenyum.

Aku tahu kalau kau akan berkata bahwa dirimu tidak kenal dengan diriku aku mau bertanya pada dua puluh hari yang lalu kau sudah membacok suamiku dan menghantam mati adikku apakah soal ini kau tidak suka mengakui??

Hu Pak Leng yang mendengar perkataan tersebut dalam hati merasa sangat terperanjat sekali! Bagaimana mungkia bisa terjadi kapan aku.....

Hu Pak Leng kau sungguh kejam.....

Belum habis perkataannya diucapkan perempuan itu sudah berkelebat kedepan.

Tampaklah bayangan putih berkelebatan tahu ia sudah maju mendekati tubuh lelaki bercambang itu.

Hu Pak Leng yang melihat dia adalah seorang perempuan apalagi sedang memakai pakaian berkabung ia tidak ingin banyak beribut dengan dirinya.

Buru-buru badannya bergeser satu tindak kesamping lalu mundur tiga depa kebelakang.

Enso ini cayhe sama sekali tidak kenal katanya sambil memandang kearah perempuan berbaju putih itu. Mengapa kau memaki aku dengan sembarangan..... Heeeeeee..... heeeee heeeeee bajingan yang berhati licik teriak perempuan berusia pertengahan itu

sambil tertawa dingin tiada hasilnya.

Baru saja perkataan tersebut selesai diucapkan perempuan berusia pertengahan itu sambil menggertak giginya kencang-kencang sudah memaki dengan penuh kebencian.

Hu Pak Leng sebagai seorang Liok-lim Bengcu seharusnya mempunyai semangat seorang lelaki sejati mengapa menghadapi urusan ini kau sudah berusaha lempar batu sembunyi tangan? janganlah bersikap pengecut seru perernpuan berusia pertengahan itu sambil tertawa sedih.

Bukannya aku orang she Hu sedang lempar batu sembunyi tangan tetapi terhadap urusan ini aku memang benar-benar tidak tahu mengapa kau orang begitu tega menuduh aku orang she Hu yang melakukan pembunuhan terhadap suami serta adikmu.

Hmm apa kau kira aku bisa salah melihat terhadap senjata yang sering kau gunakan itu? teriak perempuan berusia pertengahan tersebut dengan mata melotot.

Ia merandek sejenak mendadak bentaknya. Ini hari aku akan menuntut keadilan darimu.

Ong Toa Kang yang melihat Hu Pak Leng sama sekali tidak dibuat gusar olek kejadian itu bahkan dengan ramah tamah dan sikap yang sangat halus menjawab setiap pertanyaan dari perempuan tersebut. Melihat pula nada ucapannya sangat sombong dalam hati merasa agak gusar.

Nenek busuk yang terkutuk tak tertahan lagi teriaknya. Kau orang benar-benar bicara sembarangan, suami serta adikmu entah karena urusan sudah menemui ajalnya sekarang kau malah tumplakkan seluruh dosanya keatas tubuh Bengcu kami. Hmm... Bilamana kalian tidak pergi juga..... heeeee..... heeeee jangan

salahkan aku si Loo Ong akan menguber hawa amarah dan menghajar badanmu.

Kau jangan cemas dan beribut dahulu seru Hu Toa Kang kesamping. Asalkan kita orang tidak pernah melakukan suatu perbuatan yang salah pada suatu hari peristiwa ini bakal menjadi jelas dengan sendirinya.

Selesai berkata yang memakai baju putih itu sambungnya :

Peristiwa ini adakah kau orang melihat dengan mata kepala sendiri?? Perempuan perlahan-lahan menggeleng.

Bukan.

Kalau bukan melihat dengan kepala sendiri mengapa kau begitu ngotot menuduh aku Hu Pak Leng lah yang melakukan? Didalam peristiwa ini cayhe benar-benar tidak mengetahui jelas harap kalian jangan suka menuduh seenaknya.

Mendadak perempuan berbaju putih itu maju selangkah kedepan dan memandang kearah kedua orang lelaki itu tajam-tajam.

Waktu itu kalian hadir ditengah kalangan dan melihat dengan mata kepala sendiri peristiwa pembunuhan terhadap suami serta adikku coba kalian lihat benarkah orang ini?

Lelaki yang ada disebelah kiri dengan melototkan sepasang matanya lebar-lebar memandang wajah Hu Pak Leng tajam-tajam lama sekali baru serunya.

Benar dia sedikitpun tidak salah.

Air muka perempuan berbaju putih itu segera berubah hebat diatas wajahnya yang cantik terlintaslah hawa membunuh yang sangat menyeramkan.

Heeee... heee... pada saat ini ada saksi yang melihat dengan mata kepala sendiri atas perbuatanmu yang melakukan pembunuhan kejam itu perkataan apa yang hendak kau ucapkan lagi untuk mungkir dari tanggung jawab ini? serunya sambil tertawa dingin tiada hentinya hutang nyawa bayar nyawa hutang uang bayar uang seorang lelaki sejati seorang enghiong hoohan setelah membunuh orang harus mengaku bilamana kau tidak suka mengaku maka kau orang bukan penolong enghiong kau seorang pengecut seorang bajingan...

Belum sempat Hu Pak Leng mengucapkan sesuatu yang si lelaki yang berada di sebelah kanan mendadak sambil menuding kearah pedang serta tongkat besi yang digembol oleh Ong Toa Kang teriaknya keras.

Hujien Cung-cu kita binasa dibawah serangan pedang yang memakai jambul merah itu selamanya aku tidak akan melupakan terhadap tanda jambul merah tersebut.....

Tutup mulutmu mendadak Hu Pak Leng membentak keras dengan dahsyatnya. Suara bentakan tersebut mirip dengan suara gemuruh yang membelah bumi.

Wajah serta perawakannya memang sangat angker dan menyeramkan ditambah lagi suara bentakannya sangat keras sehingga membuat ruangan serta atap bergetar sangat keras debu pada rontok berjatuhan keatas tanah cambangnya berdiri laksana duri sepasang matanya melotot lebar-lebar dan memancarkan cahaya yang sangat tajam keadaanya benar-benar sangat menyeramkan sekali hal ini kontan saja membuat kedua orang lelaki yang baru saja berbicara itu jadi terperanjat dan berdiri termangu-mangu.

Si perempuan cantik berbaju putih itupun dibuat tertegun oleh suara gemboran yang sangat keras itu diam-diam pikirnya.

Tidak aneh kalau orang ini bisa dipilih sebagai Liok-lim Bengcu ternyata kegagahannya luar biasa sekali.

Tak terasa lagi hatinya berdebar-debar sangat keras.

Mendadak terdengar suara tangisan keras yang amat keras ramai sekali berkumandang memenuhi seluruh ruangan.

Kiranya ada beberapa orang bocah yang dibuat terperanjat oleh suara bentakan keras dari Hu Pak Leng tadi telinga mereka dibuat mendengung-dengung dan terasa sakit sekali sehingga untuk beberapa saat berada dalam keadaan termangu-mangu disisi ibunya.

Walaupun dalam hati merasa ketakutan tetapi mereka tidak berani menangis hingga mengeluarkan

suara.

Menanti setelah seperminum teh lamanya ketika salah satu bocah itu mulai menangis maka begitu suara tangisan ini begitu berkumandang keluar bocah-bocah lainpun pada menangis sehingga suasana dengan cepat jadi ramai dengan tangisan bocah.

Si Peluru Sakti Tujuh Bintang Peng Cing yang melihat kejadian ini segera mengerutkan dahinya.

Para Hujien sekalian harap kalian suka memberi muka kepada aku orang she Peng agar supaya bocah- bocah itu coba dihentikan suara tangisnya ujarnya sambil menjura.

Ketika itu perempuan cantik berbaju putih itu sudah pulih kembali seperti keadaan semula.

Hu Pak Leng tegurnya dingin. Walaupun aku tidak melihat dengan mata kepala sendiri suamiku serta adikku kau orang yang bunuh tetapi setelah diadakan penyelidikan kecuali kau didalam dunia kangouw pada saat ini ada siapa orang lagi yang menggunakan pedang serta tongkat sebagai senjata.

Heeeee... heeee... mendadak Yu Ih Lok menimbrung dari samping. Walaupun didalam dunia kangouw belum pernah kedengaran orang mengatakan ada orang kedua yang menggunakan pedang serta tongkat sebagai senjatanya apakah tidak mungkin ada orang lain yang sengaja menyaru seperti Bengcu kami dan menggunakan pedang serta tongkat pula sebagai senjatanya untuk mencelakai Bengcu. Agaknya Ong Toa Kang pun dapat melihat keadaan yang kurang beres disekitar sana dalam hati ia mulai merasa paham bila kematian dari suami serta adik perempuan ini sama sekali bukan perbuatan dari Bengcunya.

Tetapi dengan sifatnya yang jujur tapi rada bebal tidak terpikirkan olehnya mengapa orang-orang itu pada menuduh Bengcunya adalah seorang pembunuh dari rangkaian peristiwa tersebut.

Menanti Yu Ih Lok habis mengucapkan perkataan tadi hatinya menjadi tersadar kembali.

Perkataan dari Yu Heng sedikitpun tidak salah sambungnya dengan suara keras. Entah bajingan cucu kura-kura dari mana telah menyaru seperti Bengcu kami dan membunuh orang dimana-mana untuk mendatangkan banyak kerepotan buat kita orang. Hmm dikemudian hari bilamana aku si Loo Ong berhasil menemui dirinya pasti akan kuhajar hancur batok kepalanya supaya jadi gepeng.

Orang ini rada bebal jujur dan sederhana sama sekali tidak pernah menggunakan otaknya cukup berpikir apa yang dirasakan didalam hatinya terasa sulit untuk ditahan lebih lama lagi karena itu begitu ia ingin memaki lantas saja kata-kata yang kasar meluncur keluar dari mulutnya.

Hal ini kontan saja membuat beberapa orang perempuan muda yang hadir didalam ruangan tersebut buru-buru melengos kesamping dan menutupi telinganya sendiri.

Terlihatlah si perempuan cantik berbaju putih termenung beberapa saat lamanya kemudian sambil memandang tajam diri Hu Pak Leng katanya dingin :

Sebelum berhasil menangkap orang yang sudah menyaru seperti dirimu peristiwa ini tak akan ku sudahi dengan demikian saja......

Mendadak Hu Pak Leng mendongakkan kepalanya tertawa terbahak-bahak.

Haaaaa haaaaa nama Liok-lim Bengcu ada siapa yang tahu artinya kalau dia adalah pentolan dari

seluruh perampok pencuri pembegal bangsat dan bajingan yang ada dikolong langit apa artinya bilamana cuma membunuh beberapa orang saja?

Ia merandek sejenak kemudian ujarnya kembali.

Membunuh orang adalah suatu peristiwa yang sangat kecil tetapi meminjam namaku untuk melakukan kejahatan adalah suatu peristiwa yang sangat besar sekalipun hujien tidak ingin melakukan pengusutan lebih lanjut cayhepun harus melakukan penyelidikan sebelum peristiwa ini dibikin jelas aku tidak ingin bergebrak melawan siapapun aku rasa orang yang hadir didalam ruangan pada ini hari kebanyakan punya urusan dengan diriku aku minta saudara-saudara sekalian untuk sementara waktu boleh catatkan hutang berdarah ini diatas rekening dari aku orang she Hu Pak Leng tidak berhasil menyelidiki jelas siapakah orang yang sudah menggunakan namaku untuk melakukan kejahatan maka aku akan menyerahkan diriku sendiri dan terserah kalian hendak menggukan cara apa untuk turun tangan menghukum diriku.

Berbicara sampai disini mendadak ia menutup mulutnya dan mengalihkan sinar matanya keatas wajah si Peluru Sakti Tujuh Bintang :

Dalam satu peristiwa tidak ingin merepotkan dua orang majikan harap Peng Heng suka mencatatkan nama serta alamat orang-orang yang sudah kena dicelakai ini lalu serahkan kepada siauw-te untuk diperiksa tiga bulan kemudian pada saat pembayaran terhadap hutang berdarah ini akupun bisa menggunakan nama- nama tersebut sebagai keterangan maaf siauw-te tak dapat berdiam lebih lama lagi disini.

Selesai berkata dengan langkah lebar ia lantas menerjang keluar dari dalam ruangan tersebut. Mendadak perempuan cantik berbaju putih itu melintangkan badannya menghadang jalan pergi dari

Hu Pak Leng.

Hmm apa kau kira hanya cukup dengan beberapa patah perkataanmu yang tiada buktinya ini lalu aku suka melepaskan kalian pergi dari sini?. Aku sudah menyelesaikan persoalan ini mengapa aku orang tidak boleh pergi? teriak Hu Pak Leng dengan amat gusar.

Bilamana kau pergi dari sini dan sampai waktunya tidak datang untuk menepati janji lalu kalian suruh aku pergi kemana di ujung langit ini untuk mencari dirimu? seru perempuan cantik berbaju putih itu dengan nada dingin.

Walaupun Hu Pak Leng dibuat gusar sehingga seluruh tubuhnya gemetar keras oleh karena perkataan itu tetapi disebabkan pihak lawan adalah seorang perempuan ia merasa tidak enak untuk mengumbar hawa amarahnya sehingga memalukan kedudukannya sendiri.

Setelah berpikir sejenak akhirnya dengan paksa menahan rasa gemas serta jengkel didalam hatinya ia berkata :

Selamanya aku orang she Hu tidak pernah mengingkari janji bilamana hujien suka mempercayai perkataan cayhe lalu kau suruh aku berbuat apa lagi?.

Mendadak perempuan cantik berbaju putih itu menutulkan sepasang kakinya keatas tanah tahu-tahu tubuhnya sudah mengundurkan diri sejauh lima depa dan membuka satu jalan buat Hu Pak Leng sekalian.

Suamiku serta saudaraku walaupun tidak dapat dikatakan merupakan seorang jagoan yang sulit untuk dicarikan tandingan tetapi orang bisa tidak mungkin bisa melukai dirinya.

Setelah bergumam mendadak ia putar badan menggapai kearah kedua orang lelaki yang mengiringinya tadi lalu berlalu dari sana.

Hu Pak Leng yang mendengar perkataannya belum selesai diucapkan mendadak perempuan itu sudah putar badan berlalu untuk beberapa saat ia hanya dibuat kebingungan dan tak memahami maksud dari perkataannya itu tak terasa lagi alisnya dikerutkan rapat-rapat.

Cayhe mengharapkan Peng Heng suka membuang sedikit waktu aku akan menunggu jawaban dari saudara didalam rumah penginapan Sam Thay katanya kemudian sambil menjura kearah Peng Cing.

Saudara sebagai seorang Liok-lim Bengcu ternyata dapat bersikap begitu menghormat terhadap orang lain hal ini benar-benar berada diluar dugaan aku orang she Peng persoalan yang sudah diucapkan sudah tentu akan kami lakukan malam ini juga besok pagi-pagi barang tersebut pasti akan tiba ditangan kalian.

Saat ini hatiku sangat cemas dan tiada waktu lagi untuk berdiam lebih lama disini dalam hati kepingin sekali aku orang buru-buru meninggalkan tempat ini bilamana bisa sebelum tengah malam nanti benda tersebut dapat dikirim kesana.

Peng Cing termenung sejenak akhirnya dia mengangguk.

Baiklah sebelum kentongan kedua nanti malam aku tentu akan mengirim daftar tersebut ketempat kediaman Bengcu katanya.

Kalau begitu merepotkan kalian harus bekerja keras kami menanti jawaban.

Hu Pak Leng segera menjura kemudian putar badan dan berlalu dari dalam ruangan tersebut.

Lauw San Sam Hiong serta Yu Ih Lok dengan cepat mengiringi dan melindungi dari belakangnya berjalan keluar dari Chiet Seng Piauw Kiok dan langsung kembali kerumah penginapan Sam Thay.

Pikir Hu Pak Leng pada saat ini sangat bingung sekali langkah kakinya sangat cepat hanya didalam sekejap mata mereka sudah tiba didepan rumah penginapan itu.

Baru saja beberapa orang itu mengambil tempat duduk mendadak terlihatlah seorang pelayan dengan membawa sebuah sampul putih sudah berjalan masuk.

Surat ini ditujukan buat Hu Toa Ya dan si pengirirn surat itu mengatakan bahwa surat ini harus dibuka sendiri oleh Hu Toa Ya katanya. Dengan amat hormatnya ia lantas mengangsurkan surat tersebut kedepan.

Hu Pak Leng lantas menerima angsuran surat itu dan dibaca tulisan diatas sampul tersebut : Terlihat diatas sampul putih itu bertuliskan kata-kata.