Telapak Emas Beracun Jilid 4

Jilid 4

"Sejak dulu Wisma Xiao Xiang tidak pernah ikut campur urusan dunia persilatan, mengapa Fei Ying Shen Jian yang jarang keluar dan berkelana di dunia persilatan sekarang datang kemari dan keberadaannya begitu misterius. Sampai-sampai keluarganya sendiripun tidak tahu dan dia tidak mau bertemu dengan putrinya sendiri.”

Dia menghembus nafas panjang. Pandangan bertemu dengan sorot mata Gu Zhuo Hao yang tajam. Dia menundukkan kepalanya tapi dia sempat melihat sudut mulut Gu Zhuo Rao yang terlihat dingin dan kejam.

Dia gemetar dan berpikir, "Kalau ada Tian Ling Xiang di sini, tentu keadaan akan terasa lebih baik. Mungkin dia bisa mengungkapkan sesuatu yang terselubung di sini.”

Dia teringat pada Tian Ling Xing dan Sun Qi.

"Sebenarnya mereka pergi ke mana? Long Shi Jian Lin Qi Pei sekarang ada di mana?”

Malam itu, mereka tinggal di kediaman Perdana menteri dan melihat ada sesosok bayangan. begitu mengejar orang itu ternyata orang itu adalah Can Jin Du Zhang. Tapi tidak terlihat Long Shi Jian Lin Qi Pei ikut mengejar. Seharusnya Long Shi Jian Lin Pei Qi tidak berada di kediaman perdana meneteri. Cheng Gai merasa tidak tenang, tiba-tiba dia merasa tidak mempunyai teman untuk mengobrol dan berbagi. Banyak kecurigaan yan dirasakannya tapi hanya bisa disimpan di dalam hati.

Cheng Gai sempat melihat tawa dingin Gu Zhuo Piao yang sekarang sudah menghilang. Dia sempat bengong. Banyak pertanyaan yang tidak bisa dijawab.

"Benar-benar orang yang penuh dengan tekateki.”

Cheng Gai menarik nafas. Dia mengambil kepututsan untuk tinggal di sini karena tuan muda misterius ini begitu menarik perhatiannya. Karena penyakit Xiao Ling dirawat dengan teliti dan meminum obat yang mahal, dengan cepat dia bisa pulih, Tapi karena siksaan penyakit, membuat fisik dan mentalnya menjadi sangat lemah.

Dia merasa sangat tenang karena di dalam kamamya ini kecuali ada seorang pelayan, tidak ada yang mengganggunya lagi. Yang pasti dia tidak tahu sekarang dia berada di mana, karena semenjak dia sadar dari pingsannya, Gu Zhuo Piao belum pernah menengoknya. Diapun merasa aneh mengapa dia bisa pindah dari rumah tua itu. Karena pada saat dia sakit, dia sempat tidak sadarkan diri. Dia hanya merasakan kalau tubuhya benar-benar lemas. Walaupun dia sangat ingin tahu sekarang dia berada di mana, tapi tidak ada yang mau memberitahukannya. Dia sendiripun saat ini tidak mempunyai kekuatan untuk mencari tahu.

Bagaimana dengan Cheng Gai? Dia keluar dari pintu kecil yang ada di belakang taman yang pernah diberitahukan Qi Er. Dia berjalan tanpa tujuan. Dia berharap bisa berternu dengan Tian Ling Xing Sun Qing Yu dan Long Shi Jian, Lin Pei Qi. Dia lebih berharap bisa berternu dengan Fei Ying Shen Jian Xiao Xu.

Tapi dia hanya mendapatkan kekecewaan. Selama beberapa hari ini dia tidak pernah berternu Gu Zhuo Piao. Hari berlalu sangat tenang. Apakah hari-hari akan selalu lewat dengan tenang?

Tiga hari telah lewat. Malam ini adalah malam ketiga dan sebelum malam ketiga, hari yang dilalui sama gelapnya dan juga terasa dingin. Di belakang taman di kediaman perdana menteri tiba-tiba masuk sesosok bayangan. Tubuhnya bergerak dengan ringan dan cepat.

Tapi begitu bayangan itu mendarat, tubuhnya miring ke depan kemudian diapun terjatuh. Dia berusaha untuk bangun. Nafasnya terdengar sangat berat sepertinya orang itu terluka parah dan dia terburu-buru meninggalkan tempat itu, seperti musuh yang melukainya masih mengikutinya dari belakang.

Dia berusaha merangkak dan melihat ke sekeliling. Taman itu sangat sepi. Dia merasa agak tenang. Dengan sekuat tenaga dia berusaha rneloncat ke balik bayangan gunung buatan. Sepertinya dia telah menghabiskan banyak tenaga dan sekarang terduduk di bawah. Sinar bulan menyinari wajahnya yang ditutup dengan secarik kain berwarna hitam, hanya terlihat sepasang mata. Tapi begitu matanya dipejamkan hanya bayangan berwarna hitam.

Tiba-tiba terdengar angin yang dihasilkan dari kelepak baju. Suara itui mengagetkannya. Dia menahan suara nafasnya yang berat. Sesosok bayangan masuk dan langsung membentak, "Siapa!”

Ternyata yang membentak adalah Cheng Gai.

Cheng Gai sudah berkelana selama puluhan tahun, bisa dikatakan kalau dia sangat berpengalaman. Dalam tidurpun tetap bersikap waspada. Walaupun ada orang yang masuk ke tama dengan suara sangat kecil tapi dia bisa mendengarnya dan dengan cepat keluar dari kamar. Benar saja, ternyata ada sesosok bayangan yang bersembunyi di balik bayangan kegelapan gunung buatan.

Cheng Gai mengira orang itu adalah Lin Pei Qi karena itu dengan cepat dia mendekat orang itu. Kelihatan olehnya kecuali bajunya yang berwarna hitam, ternyata wajahnyapun berwarna hitam.

Cheng Gai kaget. Dia yang sedang berjalan cepat tiba-tiba berhenti. Di belakangnya terdengar suara angin yang dihasilkan dari kelepak baju. Kemudian ada suara bentakan, "Kawan datang dari mana? Malam-malam seperti ini datang ada keperluan apa?”

Orang itu berlari melewati Cheng Gai. Tangan kanannya dikeluarkan. Kelima jarinya membentuk seperti kait lalu mencengkram tangan kanan orang berbaju hitam itu. Walaupun orang berbaju hitam itu terluka parah tapi ilmu silatnya sangat tinggi dan juga masih terlihat tenang. Dia malah menepis tangan lawan. Cheng Gai melihat orang yang lari dari belakangnya adalah Gu Zhuo Piao. Mungkin suara itu membuatnya terkejut dan dia langsung datang ke tempat itu. Setiap jurus Gu Zhuo Piao tidak bisa mengenai sasaran. Maka diapun membentak, "Jurus teman sangat cepat!”

Dengan cepat dia mencengkram pergelangan tangan orang berbaju hitam itu. Jurus yang dipakainya adalah jurus Wu Dang 72 jurus menangkap orang. Orang berbaju hitam itu tidak menyangka kalau orang yang datang, dapat dengan cepat mengubah jurusnya. Karena itu tangan kanan bergerak menusuk ke tulang rusuk Gu Zhuo Piao. Jurus itu sangat aneh. Di dunia persilatan Zhong Yuan tidak ada satu juruspun seperti itu. Hanya karena dia sedang terluka parah mengaMbatkan gerakannya menjadi lamban, tenaga yang dikeluarkanpun lemah.

Hati Cheng Gai bergetar, "Dari mana datangnya pesilat tangguh ini?”

Terlihat Gu Zhuo Piao tertawa. Dia memiringkan tubuhnya ke belakang tapi kakinya seperti mempunyai akar. Jurus orang berbaju hitam tidak mengenai sasaran tapi kedua telapak Gu Zhuo Piao sudah menghampirinya.

Orang berbaju hitam itu sedang terluka parah. Dia tidak berani menerima jurus Gu Zhuo Piao. Nafasnya yang terengah-tengah semakin berat dan tenaganya semakin terkuras.

Tapi Gu Zhuo Piao tidak melepaskannya begitu saja. Segera dia menyerang lagi dengan kedua telapak tangannya. Tiba-tiba orang berbaju hitam itu menyerang Gu Zhuo Piao.

Tangan kanannya yang terulur dia segera menariknya. Jari-jarinya membentuk pedang. Gerakannya pelan tapi indah, siap menotok nadi yang ada di bawah jantung Gu Zhuo Piao.

Jurus itu terlihat sangat biasa. Tapi anehnya dilakukan dengan pelan tiba-tiba keluar dari jurus-jurus yang dimiliki orang lain.

Gu Zhuo Piao tertawa dan mundur 5 langkah. Cheng Gai yang melihat dari sisi berteriak dengan kaget, "Zhong Nan Yu Da Fu.”

Ternyata jurus yang dipakai oleh si baju hitam adalah jurus yang disebarluaskan dan sering dipuji oleh orang dunia persilatan. Sewaktu terjadi pertarungan di Jun Shan, Yu Da Fu yang wajahnya selalu ditutup berhasil mengalahkan jurus Can Jin Du Zhang yang bernama Xiao Zhi Tian Nan (Tertawa menunjuk, langit sekitan).

Walaupun dia tidak melihat sendiri jurus itu tapi dia sering mendengarnya. Sekarang melihat orang berbaju hitam itu walaupun tangannya tidak digerakkan tapi jari yang dimainkan menggunakan jurus pedang. Apalagi melihat wajahnya yang ditutup dengan secarik kain hitam, karena terpikir pada sesuatu maka dia segera berteriak.

Orang berbaju hitam itu mendengar teriakannya. Dia bertambah kaget. Dengan sisa tenaga yang ada dia meloncat keluar pagar tembok, seperti takut orang lain akan melihat wajah aslinya.

Sudut mulut Gu Zhuo Piao seperti tertawa, seperti tahu bahwa orang berbaju hitam itu tidak akan bisa lari jauh. Dia berdiri tanpa bergerak. Tapi Ba Bu Gan Chan Cheng Gai sudah maju memanggil, "Pendekar Yu!”

Tapi si baju hitam itu terus berlari di bawah pagar dinding. Tapi dari balik dinding terlihat ada 3 orang yang siap menghadangnya. Laki-laki kurus itu dengan suara keras berkata, "Pendekar Yu, kami mencari Anda cukup lama. Pendekar Yu, mengapa Anda terus bersembunyi? Apakah Anda tidak mau menemui kami?”

Laki-laki gemuk dan pendek yang berada di sisi tampak tertawa terbahak-bahak dan berkata, "Semenjak rapat Hua Shan, Pendekar Yu menghilang dan baru muncul sekarang, itu sudah 10 tahun berlalu. Apakah Pendekar Yu masih ingat padaku?”

Ba Bu Gan Chan Cheng Gai sudah berlari menghampiri mereka dan melihat orang yang meloncat dari dinding adalah Tian Ling Xing Sun Qing Yu dan Sun Qi, juga ada Long Shi Jian Lin Pei Qi. Dia merasa sangat senang.

Orang berbaju hitam itu dihimpit dari depan dan belakang. Dia masih bisa bertahan sampai sekarang, itu saja sudah termasuk aneh. Sekarang dia sudah tidak bisa bertahan lagi. Dia menarik nafas panjang kemudiah pingsan dan terjatuh ke bawah.

Sun Qing Yu, Lin Pei Qi, dan Cheng Gai sangat kaget. Mereka segera berlari ke sana. Lin Pei Qi sudah menjulurkan tangan untuk menopangnya. Gu Zhuo Piao datang dengan pelan-pelan. Dengan suara keras dia berkata, "Pendekar Yu sepertinya terluka parah. Sementara letakkan dia di kamar tengah, kita lihat lukanya dulu.” Gu Zhuo Piao tersenyum dan berkata, "Tetua Sun, Anda jangan merasa sungkan." Segera dia memberi isyarat dan berkata, "Ikuti aku!”

Baru saja dia membalikkan badan tiba-tiba suara ribut-ribut terdengar dari arah belakang. Ternyata di belakang gunung buatan terlihat ada cahaya api. Kedua alis Gu Zhuo Piao tampak berkerut dan berkata, "Kakak Cheng, bawa semua orang ke dalam. Aku akan pergi ke sana untuk melayani pelayan-pelayan yang tidak perguna." Kemudian dengan cepat dia berjalan ke arah sana. Pundaknya tidak bergerak tapi kakinya seperti berjalan di atas air.

Sun Qing Yu berkata, "Dia benar-benar mempunyai ilmu yang tinggi. Mataku masih bisa melihat dengan jelas." Alisnya yang putih tampak mengerut dan berkata, "Adik Cheng, bawa kami ke kamar tengah. Luka Pendekar Yu harus cepat diobati.”

Cheng Gai merasa aneh, "Yu Da Fu berilmu silat begitu tinggi, siapa yang bisa melukainya sampai seperti itu? Mengapa Sun Qing Yu dan Lin Pei Qi bisa bersama-sama? Dan mengapa mereka bisa tepat waktu tiba di sini?" Sambil berpikir dia membawa mereka melalui jalan kecil dan mengantarkan mereka ke kamar tengah.

Dia tetap masuk dari jendela di mana dia keluar tadi, memasang lampu setelah itu baru membuka pintu kamar. Membiarkan Long Shi Jian dan yang lainnya masuk lalu meletakkan Yu Da Fu yang sedang terluka di ranjang di mana dia tidur tadi. Tian Ling Xing mendekatinya dan menarik nafas, lalu dia berkata dengan pelan.

"Sampai hari ini apa yang selalu kutebak selama hampir 10 tahun lebih, baru bisa terjawab sekarang." Kemudian dia pelan-pelan membuka penutup wajah. Orang seperti naga sakti dan hanya muncul sesekali di dunia persilatan. Tapi membuat dunia persilatan menjadi geger. Pendekar yang wajahnya selalu tertutup yang mendapat julukan Zhong Nan Yu Da Fu.

Cheng Gai, Lin Pei Qi, hingga Sun Qi tampak sangat tegang. Mereka memelototi pada saat melihat penutup wajah itu dibuka.

Rahasia selama 10 tahun lebih yang sudah lama tersimpan akan segera terbuka—semua rahasia akan terbuka. Hanya tinggal menunggu waktu saja.

Penutup wajah sudah dibuka. Wajah yang berada di balik kain itu membuat Sun Qing Yu, Lin Pei Qi berteriak dan tanpa terasa mereka melangkah mundur. Kepala mereka menjadi pusing dan hampir tidak bisa berdiri.

Cheng Gai dari Sun Qi melihat wajah orang itu. Ternyata wajah itu tampak kurus, putih, tapi juga tampan, dan berkumis pendek. Walaupun wajahnya tampak lebih putih dibandingkan dengan orang lain tapi tidak ada yang aneh.

Tapi mengapa Tian Ling Xing dan Long Shi Jian bisa begitu terkejut?" Ini membuat mereka berdua menjadi aneh.

Lama. Tian Ling Xing dan Lin Pei Qi baru berani menarik nafas panjang. Mereka bersamaan berkata, "Ternyata dia!”

Sun Qing Yu berkata, "Dia adalah ketua Wisma Xiao Xiang. Pesilat pedang besar jaman sekarang. Dia belum pernah berkecimpung di dunia persilatan. Namanya Xiao Xu.”

Sewaktu Lin Pei Qi membawa perintah bambu ke Jiang Nan, dia pernah datang ke Wisma Xiao Xiang dan bertemu dengan orang yang sangat terkenal tapi jarang ada orang yang bisa bertemu dengan Fei Ying Shen Jian. Tapi Tian Ling Xing beberapa tahun yang lalu pernah bertemunya satu kali. Karena itu begitu dia mengetahui bahwa Can Jin Du Zhang dikalahkan oleh Yu Da Fu dan ternyata Yu Da Fu adalah ketua Wisma Xiao Xiang Xiao Xu, mereka sangat kaget.

Cheng Gai dan Sun Qi tidak pernah bertemu dengan orang itu. Begitu mendengar Sun Qing Yu berkata seperti itu, akhirnya diapun ikut berteriak dengan pelan. Kepalan tangan memukul telapaknya lalu dia berkata, "Benar, mengapa Fei Ying Shen Jian yang jarang berkelana di dunia persilatan bisa datang ke utara? Mengapa perjalanannya harus dilakukan dengan sembunyi-sembunyi? Semua teka teki sudah terjawab dan dia baru mengeluarkan teriakannya.

Tanya Sun Qing Yu, "Apa yang benar?" Ba Bu Gan Chan Cheng Gai menceritakan apa yang telah terjadi padanya. Sun Qing Yu mendengarkan dengan serius. Dia berkata, "Tadi Tuan Muda Gu dan Pendekar Xiao sempat bertarung, apa jurus yang dipakai oleh Tuan Muda Gu?”

Ba Bu Gan Chan Cheng Gai tampak berpikir sebentar lalu menjawab, "Pertama adalah ilmu Wu Dang 72 cara menangkap orang, kedua menggunakan jurus Kun Lun Yun Long San Xian (Tiga naga awan muncul dari Kun Lun). Tapi posisi berdirinya terlihat ada perubahan!”

Ba Bu Gan Chan Cheng Gai sudah lama berkelana di dunia persilatan dan dia sudah mempunyai banyak pengalaman, walaupun ilmu silatnya tidak terlalu tinggi. Tapi menurut pengalamannya langsung bisa mengetahui jurus-jurus Gu Zhuo Piao. Lin Pei Qi menceritakan apa yang sudah dialaminya selama ini, ternyata malam itu di kamar yang didiami oleh Ba Bu Gan Chan Cheng Gai terlihat ada sosok seseorang. Ba Bu Gan Chan Cheng Gai mengikuti dan mengejarnya tapi karena Long Shi Jian, Lin Pei Qi merasa kelelahan karena perjalanan jauhnya ke Jiang Nan, malam itu dia tertidur dengan nyenyak, dan tidak tahu menahu apa yang sudah terjadi di sana. Sampai pada saat para prajurit penjaga kediaman perdana menteri memeriksa ke arah taman di mana telah terjadi keributan di sana, dan Long Shi Jian, Lin Pei Qi baru terbangun dari tidurnya.

Pada saat dia terbangun dia baru sadar telah terjadi sesuatu di kediaman perdana menteri, lalu diapun bangun untuk mencari Cheng Gai. Huang Gong Zhao dan Sun Qing Yu serta Sun Qi tidak ada di kamar. Dia berteriak memarahi dirinya, "Keterlaluan!”

Orang dunia persilatan bila tertidur dengan begitu lelap pada saat teman sekamarnya sudah pergi dan dia tidak menyadarinya, hal ini benar-benar suatu perbuatan yang memalukan.

Dia tidak tahu apa yang sudah terjadi di sana. Dia mulai merasa cemas tapi penjagaan di luar sangat ketat, dia tidak bisa keluar dari kamar.

Akhirnya dia pelan-pelan keluar melalui jendela begitu suara ribut- ribut itu sudah menjauh akhirnya dengan cepat dia meninggalkan kediaman perdana menteri. Setelah dilihat dengan teliti ternyata tidak ada bayangan seorangpun. Waktu itu Can Jin Du Zhang sedang mengejar Cheng Gai dan Huang Gong Zhao sampai ke rumah tua itu. Sedangkan Sun Qi dan pamannya telah meninggalkan tempat itu, maka dia tidak bertemu dengan mereka. Dia merasa sangat aneh, ke mana perginya semua temannya? Sewaktu dia sedang bengong tiba-tiba di belakangnya ada yang memanggil, "Lin Pei Qi”

Lin Pei Qi merasa sangat terkejut, dalam sekejap dia sudah menyambar pedang Long Shi Jian dan menepis ke belakang.

Lin Pei Qi bisa terkenal di dunia persilatan itu semua bukan keberuntungan yang mudah diperolehnya, melihat gerakan tangan dan tubuhnya yang bergerak dengan cepat, tapi Long Shi Jian nya tetap tidak bisa mengenai orang itu. Bahkan bajunya saja tidak tersentuh.

Jurusnya tidak tepat mengenai sasaran. Dia sadar di depannya ada seorang pesilat tangguh. Karena itu dia tidak berani sembarangan menyerang. Dia menarik kembali Long Shi Jian nya. Long Shi Jian memang sebuah pedang tapi jurus-jurusnya seperti pecut. Dia melihat di depannya dengan jarak 5 kaki berdiri seseorang dengan baju hitamnya, wajahnya tampak tertutup dengan secarik kain berwarna hitam. Dengan suara serak dan nada aneh dia berkata, "Adik Lin, sudah 10 tahun kita tidak bertemu, ilmu silatmu sudah maju pesat!”

Lin Pei Qi merasa sangat aneh dan dia berpikir, "Apakah dia adalah Zhong Nan Yu Da Fu?”

Setelah dengan teliti melihat dia memegang pedang yang diselipkan di pundak si baju hitam itu, dan melihat pegangan pedang yang diikat dengan tali sutra, dia berpikir 17 tahun yang lalu sewaktu berada di jurang Hua Shan, Yu Da Fu yang wajahnya tertutup tiba- tiba datang seperti seekor naga. Sekarang diapun sama berdandan seperti saat itu, senjata yang dipegangnyapun sama iseperti senjata yang sedang dipegangnya saat ini yaitu pedang putih.

Karena memikirkan hal itu, Lin Pei Qi tidak menaruh curiga lagi, dan berkata, "Pendekar Yu, Anda—” Si baju hitam yang menamakan dirinya adalah Zhong Nan Yu Da Fu itu tertawa dan berkata, "Can Jin Du Zhang muncul kembali ke dunia persilatan, Yu Da Fu datang untuk bertemu teman lama. Tadi sewaktu Can Jin Du Zhang sedang beraksi aku sedang bersembunyi di atap rumah, karena suatu hal aku memutuskan untuk tidak muncul. Tapi setelah beberapa lama aku mencari informasi yaitu di mana tempat tinggal Can Jin Du Zhang, aku sudah mendapatkan jawabannya, nanti setelah tiba saatnya, Yu Da Fu akan menghubungi kalian lagi...”

Dia terdiam sebentar lalu berkata lagi, "Setahuku, Si Zhuan Tang Men sudah datang ke sini, sepertinya ada yang mengikuti mereka, dia adalah wajah baru di dunia persilatan, walaupun usianya masih muda tapi sepertinya dia memiliki ilmu silat yang tinggi.”

Dia menarik nafas dan melanjutkan lagi, "Semenjak Can Jin Du Zhang muncul kembali, banyak kalangan persilatan yang mulai bergerak, dan di antara mereka terdapat beberapa pesilat tangguh yang masih muda, ternyata gelombang Zhang Jiang mendorong gelombang yang berada di depan. Angkatan muda akan segera menggantikan angkatan. tua. Yu Da Fu memberitahukan bahwa sekarang bukan waktu yang tepat untuk bertindak, kalian jangan berbuat ceroboh, malah nanti akan mengorbankan nyawa kalian sendiri, padahal sebenarnya kalian tidak perlu sampai harus mati.”

Anehnya mengapa Yu Da Fu yang sangat misterius itu tiba-tiba muncul di Bei Jing, malah secara diam-diam dia telah mengetahui tempat tinggal Can Jin Du Zhang.

Kata-kata Yu Da Fu membuat Lin Pei Qi merasa senang sekaligus terkejut, bahkan sekarang dia merasa mam. Dia merasa senang karena kalau Can Jin Du Zhang itu muncul maka murid-murid Tang Men yang ahli dalam senjata rahasia dan racun, siap membantu membasmi Can Jin Du Zhang.

Dia merasa aneh adalah kebenaran kata-kata orang itu. Dia sadar dirinya lemah untuk membantu pun rasanya akan percuma saja.

Zhong Nan Yu Da Fu akhirnya tertawa dan berkata, "Sekarang aku pamit dulu, kalau ada hal penting aku pasti akan menghubungi kalian lagi." Dia bergerak sangat cepat hanya dalam sekejap sudah menghilang di dalam kegelapan.

Long Shi Jian, Lin Pei Qi segera berteriak, "Pendekar Yu, tunggu!”

Tapi orang itu sudah bergerak dengan cepat, pada saat Lin Pei Qi berteriak dia sudah menghilang, gerakannya seperti terlihat kepala tapi tidak terlihat ada ekor.

Dia mengagumi ilmu silat orang itu.

Dia berjalan di jalanan yang gelap, dia baru teringat untuk menanyakan keadaan Tian Ling Xing, "Sekarang mereka entah berada di mana? Kalau aku tinggal sendiri di kediaman perdana menteri, sudah tidak ada artinya lagi. Tapi sekarang ini kemana aku harus pergi? Apalagi hari sudah mulai terang.”

Lin Pei Qi adalah orang yang sering berkelana, selama setahun penuh dia berkelana, tapi sekarang ini entah mengapa seperti tidak ada tempat untuk pergi baginya dan dia merasa kesepian.

Hanya dalam waktu singkat hari sudah tampak terang, dia merasa mulai bersemangat lagi, tadi dia merasa kesepian dan sedih, Seiring dengan terangnya hari, kesedihan dan kesepian itupun ikut menguap. Dia seorang laki-laki sejati dan perasaan seperti itu cepat menghilang.

Hari sudah terang, tapi udara masih terasa begitu dingin. Di jalanan belum terlihat ada orang. Lin Pei Qi berjalan beberapa langkah dia melihat di depan sana ada sebuah toko, dan tampak mengepul uap panas. Lin Pei Qi sudah lama berkelana, dia tahu bahwa toko itu menjual tahu. Bila pagi hari mereka menjual susu kedelai yang baru saja dibuat, serta kue-kue, Guo Zi, dan makanan lainnya. Di sana menjual Guo Zi, bukan buah-buahan segar melainkan ampas kue yang biasa disebut oleh orang-orang utara.

Karena merasa kedinginan akhirnya Lin Pei Qi memasuki toko kecil itu. Dia ingin minum susu kedelai panas untuk mengusir rasa dingin dari tubuhnya. Baru saja dia sampai di ambang pintu, terdengar ada yang berkata, "Seorang laki-laki baik harus tahu situasi yang sedang terjadi jangan ngotot, itu yang baru disebut seorang pesilat. Kalau hanya mengandalkan keberanian tapi kehilangan nyawa, untuk apa semua itu?”

Lin Pei Qi berpikir, "Nada dan suaranya sangat kukenal, seperti suara Tian Ling Xing." Dengan cepat dia memasuki toko itu, ternyata benar mereka berada di sana.

Setelah mereka bertemu mereka lalu menceritakan apa yang telah mereka alami dan temui. Setelah mendengar cerita Lin Pei Qi, Tian Ling Xing merasa sangat senang, lalu dia berkata, "Ini benar-benar sangat baik, bila Zhong Nan Yu Da Fu dan orang-orang Tang Men datang, peristiwa 17 tahun yang lalu di jurang Hua Shan akan terjadi lagi. Can Jin Du Zhang, Can Jin Du Zhang, kelihatannya kau akan mengalami kesulitan dan kau tidak akan bisa lari dari kejaran kami.”

Setelah tertawa dengan puas, dia berkata kepada Sun Qi, "Anak Qi, semua manusia harus mengikuti kehendak Tuhan, kalau bertindak sembarangan malah akan menemukan jalan buntu.”

Sun Qi tampak menundukkan kepalanya dan bengong, setelah tertawa Sun Qing Yu berkata lagi, "Adik Lin, di kota Bei Jing ada keramaian yang bisa ditonton, lebih baik kita bertemu dengan Zhong Nan Yu Da Fu terlebih dahulu, sup ay a dia bisa memberitahukan informasi tentang Can Jin Du Zhang, lalu aku akan memberi saran kepada mereka, mungkin dengan cara seperti itu kita bisa lebih cepat menemukan Can Jin Du Zhang.”

Ternyata Lin Pei Qi menyetujui usul Sun Qing Yu, mereka tidak ingin kembali lagi ke kediaman perdana menteri dan mereka mencari sebuah penginapan kecil, supaya dapat beristirahat dan tidur di malam hari. Mereka berkeliling kota dan berharap bisa bertemu dengan Zhong Nan Yu Da Fu.

Sun Qing Yu sangat pintar dan banyak akal, dia sadar, dia dan Sun Qi berhasil lolos satu kali dari tangan Can Jin Du Zhang. Maka bila mereka bertemu sekaili lagi dengan Can Jin Du Zhang, dia merasa tidak apa-apa. Karena itu dia tidak perlu menkhawatirkan apa-apa untuk mencari Zhong Nan Yu Da Fu. Setelah dua, tiga hari berlalu, mereka belum juga menemukan Yu Da Fu malah bertemu dengan preman-preman dan para perampok yang berniat merampas harta mereka atau berbuat jahat kepada mereka, semua perampok itu ditangkap dan dipukul oleh Lin Pei Qi.

Kita kembali lagi menceritakan tentang Tian Ling Xing dan Long Shi Jian. Mereka bertiga saat itu sedang merasa kecewa karena tidak berhasil bertemu dengan Zhong Nan Yu Da Fu. Pada malam keempat, pada saat mereka sedang berputar-putar di jalan kecil, tiba-tiba di belakang mereka terdengar ada seseorang yang tertawa dingin. Karena kaget, mereka segera membalikkan badan. Dari sudut mata, mereka melihat ada sesosok bayangan berwarna kuning berhenti di depan mereka. Dari kegelapan dia berkata, "Kau seperti tikus setiap hari selalu mengikutiku, apakah tidak merasa bosan?”

Mereka bertiga melihat bayangan itu dari belakang dan mendengar semua kata-katanya yang dingin dan juga melihat tangannya yang kosong. Mereka baru sadar kalau orang itu adalah Can Jin Du Zhang.

Dari kegelapan tiba-tiba terdengar tawa panjang. Suaranya keras dan aneh, lalu dia berkata, "Setelah 17 tahun berlalu, telinga dan matamu masih jeli, benar-benar Yu Da Pu ikut senang.”

Mengikuti suara itu, mumcul sesosok bayangan si baju hitam dengan kain penutup wajah berwarna hitam juga, dia adalah Yu Da Pu yang mereka cari-cari beberapa hari ini.

Can Jin Du Zhang berdiri dengan tegak. Matanya dengan seram melihat Yu Da Pu. Seperti sedang* mengingat-ingat dendam karena tusukan pedang itu. Yu Da Pu tertawa dan berkata, Tidak disangka, benar-benar tidak disangka. Tuan benar-benar seorang dewa yang tidak bisa mati. Tusukan pedang 17 tahun lalu..”

Kata-katanya belum selesai, Can Jin Du Zhang sudah membentak dan lari ke depan Yu Da Pu. Dengan ringan, tangan kanannya memukul. Jurusnya tidak berlangsung dengan cepat, angin yang terbawa kelepak bajupun tidak terlalu kencang, malah seperti asal- asalan.  Tapi Yu Da Pu sangat tahu jurus-jurus Can Jin Du Zhang, juga mengetahui jurus-jurus Can Jin Du Zhang selanjutnya semakin ringan dan sangat biasa. Jurus ini adalah senjata pembunuh karena itu dengan sedikit siulan, dia mundur 5 langkah dan pedang yang diselipkan di belakang tubuhnya dikeluarkan dari sarungnya.

Begitu melihat mereka berdua siap bertarung, mata Sun Qing Yu dan Long Shi Jian terus melotot. Mereka tidak berani menarik nafas kencang-kencang seakan-akan bisa mengganggu konsentrasi mereka. Walaupun kaget tapi mereka tidak ingin meninggalkan tempat itu.

Karena mereka adalah orang dunia persilatan dan tahu pertarungan ini dalam waktu 10 tahunpun jarang terjadi. Pertarungan ini pasti akan sangat seru. Apalagi 17 tahun yang lalu mereka pernah bertarung. Dalam kurun waktu 17 tahun ini apakah ilmu silat mereka mengalami kemajuan? Siapakah yang menang?

Dengan mata tidak berkedip, mereka melihat Yu Da Pu mengeluarkan pedangnya yang panjang. Tiba-tiba pergelangan tangan bergetar. Udara di sekeliling mereka terasa dingin. Warna pedang itu tampak putih berkilau.

Can Jin Du Zhang tertawa dingin lagi. Dia tidak seperti meloncat tapi tiba-tiba saja dia sudah berada di atas. Telapak tangan kuningnya seperti hujan emas. Hanya dalam waktu singkat sudah mengeluarkan 3 jurus. Melihat jurus ini, Yu Da Pu mundur beberapa langkah. Pedang yang dipegangnya mulai dimainkan. Walaupun gerakannya dingin dan cepat seperti kilat, tapi jurus-jurus ini hanya untuk membela dan melindungi diri, tidak ada kesempatan untuk menyerang.

Mereka bertiga berasal dari kalangan persilatan. Melihat keadaan seperti itu, mereka merasa sangat cemas. Tapi tiba-tiba Yu Da Fu mundur 3 langkah Pedang yang dipegangnya tampak diputar dan membentuk lingkaran, membuatnya terlihat seperti tabir pedang putih. Jurus ini sangat aneh dan misterius. Tian Ling Xing belum pernah melihat jurus ini dan juga belum pernah mendengarnya. Sun Qing Yu menahan nafas. Siapa sebenarnya Zhong Nan Yu Da Fu? Jurus yang dipakainya bukan berasal dari Zhong Nan juga bukan berasal dari jurus-jurus dari perkumpulan manapun yang berada di Jiang Nan. Tapi jurus-jurus pedangnya sangat bagus, sepertinya kemampuan jurus pedangnya berada di atas semua perkumpulan silat yang ada. Walaupun ilmu Can Jin Du Zhang sama bagusnya, tapi Tian Ling Xing percaya Can Jin Du Zhang tidak akan bisa melewati jurus-jurus Yu Da Fu.

Betul saja, setelah melihat jurus-jurus Yu Da Fu yang aneh, Can Jin Du Zhang tampak sedikit terpaku. Di benaknya segera terbersit Ning Jin Gu Ji! (Emas beku kokoh beruntung).

Ternyata Zhong Nan Yu Da Fu yang terus kehilangan kesempatan untuk menyerang. Segera dia mengeluarkan jurus yang sering disebut oleh orang dunia persilatan yaitu jurus Feng Wu Liu Jian yang tidak pernah dilihat oleh kalangan umum.

Kepala Can Jin Du Zhang diangkat dan diapun bersiul panjang. Tiba-tiba telapak tangannya berubah. Jurusnya terlihat lebih lambat lagi. Zhong Nan Yu Da Fu merasa pedang yang sedang dimainkan tenaganya seperti tersedot oleh suatu tenaga besar dan diapun tidak bisa memainkan jurus-jurusnya lagi.

Dia melihat Can Jin Du Zhang. Mata mereka saling beradu, mata Can Jin Du Zhang seperti memiliki kekuatan untuk menyedot. Kedua mata Zhong Nan Yu Da Fu tampak bercahaya dan bersemangat itu tampak tersedot oleh mata Can Jin Du Zhang.

Jurus-jurus Zhong Nan Yu Da Fu menjadi lamban. Tian Ling Xing merasa pasti akan terjadi sesuatu. Tiba-tiba Can Jin Du Zhang tertawa dingin. Tangan kanannya yang sedang bergerak maju tiba- tiba berhenti. Telapak tangannya tampak memutar, ketiga jarinya membentuk seperti kait lalu mencengkram pedang panjang Yu Da Fu.

Yu Da Fu kaget, dengan tenaga dalam yang dimilikinya, dia siap merebut pedang pedangnya.

Tapi di dalam tawa dingni, tangan Can Jin Du Zhang tiba-tiba didorong ke depan membuat badan Yu Da Fu yang tadinya condong ke belakang, karena dorongan tenaga dari Can Jin Du Zhang begitu kuat, Yu Da Fu tidak kuat berdiri lagi, dia mundur beberapa langkah baru bisa berdiri dengan tegak.

Baru saja dia bisa berdiri dengan seimbang, tangan Can Jin Du Zhang sudah i menyerang dan membentak, "Bawa ke sini!”

Pedang yang Yu Da Fu yang masih dipegang sudah direbutnya dengan tenaga lembut dan pelan, dia membuat pedang Yu Da Fu patah menjadi 2 bagian.

Yu Da Fu terkejut, tubuhnya berputar. Dia meloncat beberapa meter dan langsung lari. Tapi sewaktu dia baru meloncat, Can Jin Du Zhang ikut meloncat, tangan kirinya dengan cepat memukul punggung Yu Da Fu.

Lin Pei Qi dan teman-temannya terkejut dan berteriak. Can Jin Du Zhang pelan-pelan membalikkan badan. Sorot matanya melewati wajah mereka satu per satu, membuat mereka bertiga tiba-tiba merasa dingin.

Lin Pei Qi adalah orang yang berpengalaman, galam situasi seperti itu, dia masih bisa memberi hormat, "Pendekar Gu Du.." Tapi Can Jin Du Zhang sama sekali tidak melihat mereka. Begitu mengeluarkan tawa dinginnya> dia lahgsung pergi entah ke mana.

Tian Ling Xing menarik nafas panjang dan berkata, "Satu-satunya orang yang kita andalkan akhirnya terluka juga di bawah tangan Can Jin Du Zhang. Sepertinya dunia persilatan tidak mempunyai orang yang bisa diandalkan untuk melawan Can Jin Du Zhang lagi." Dia memejamkan mata. "Zhong Nan Yu Da Fu terkena pukulan telapak Can Jin Du Zhang, tapi dia tidak roboh. Apakah dia masih hidup? Bagaimanapun juga kita harus tetap mencarinya. Jika masih bisa tertolong, itu akan lebih baik. Jika tidak, kita tetap harus menguburkan Zhong Nan Yu Da Fu baik-baik. Jangan biarkan mayatnya berada di jalanan begitu saja.”

Orang yang sudah berumur, menghadapi kematian terlihat lebih sensitif. Tian Ling Xing menarik nafas. Akhirnya dia dan Long Shi Jian berlari mengikuti jejak Zhong Nan Jian Ke. Mereka berputar-putar, tanpa terasa mereka sudah berada di kediaman perdana menteri. Di belakang dinding ketika Ba Bu Gan Chan Cheng Gai berteriak, "Pendekar Yu!”

Begitu teriakan itu terdengar di setiap telinga, Sun Qing Yu segera masuk ke sana dan berdiri tepat di depan Yu Da Fu. Long Shi Jian dengan singkat menceritakan keadaannya selama beberapa hari itu. Terdengar suara Sun Qing Yu yang aneh. Cheng Gai berbalik untuk melihat, ternyata Sun Qing Yu sudah membuka baju Yu Da Fu—Fei Ying Shen Jian Xiao Xu. Dia membalikkan kepalanya dan berkata, "Aneh.”

Dia menunjuk punggung Fei Ying Shen Jian, "Pendekar Xiao terkena pukulan telapak Can Jin Du Zhang tapi mengapa tidak ada bekas telapak tangan berwarna kuning?”

Mereka melihat punggung Fei Ying Shen Jian hanya terlihat noda berwarna hitam kebiruan tidak terlihat ada bekas telapak tangan berwarna kuning. Ba Bu Gan Chan Cheng Gai berpikir, "Mengapa lukanya sama persis dengan luka Jin Dao Wu Di Huang Gong Zhao?”

Begitu Jin Dao Wu Di Huang Gong Zhao terkena pukulan Can Jin Du Zhang, tubuhnyapun tidak terlihat ada bekas telapak berwarna kuning. Dia berkata, "Menurut perkiraanku, di kota Bei Jing ini kecuali ada Can Jin Du Zhang asli ada juga Can Jin Du Zhang yang palsu. Ilmu Can Jin Du Zhang yang palsu ternyata tinggi dan sifatnyapun sama anehnya—" Lin Pei Qi bertanya, "Siapakah dia? Mengapa dia harus memalsukan identitas Can Jin Du Zhang?”

Mereka terdiam karena pertanyaan ini adalah pertanyaan yang tidak bisa mereka jelaskan.

Tian Ling Xing terdiam. Terakhir dia baru berkata pelan-pelan, "Menurut Adik Cheng, iknu silat Tuan Muda Gu sangat hebat. Menurut apa yang kulihat, melihat bagaimana caranya berjalan, ilmu meringankan tubuhpun sangat tinggi. Jika dikabarkan bahwa ada orang yang memiliki ilmu silat tinggi dan memalsukan identitas Can Jin Du Zhang, orang itu pasti Tuan Muda Gu yang terlihat selalu misterius.” Semua orang mengangguk setuju. Penjelasan Tian Ling Xing membuat mereka setuju.

Sun Qing Yu berkata lagi, "Alasan dia memalsukan identitas Can Jin Du Zhang, jika dilihat dari sisi kebaikannya adalah karena Tuan Muda Gu mempunyai ilmu silat tinggi dan dia ingin mencari Can Jin Du Zhang untuk bertarung. Karena itu diapun memakai baju seperti Can Jin Du Zhang dan gerak-geriknyapun seperti Can Jin Du Zhang. Jika Can Jin Du Zhang yang asli mengetahui kalau ada orang yang memalsukannya, dia pasti akan muncul untuk bertarung...”

Dengan cepat Lin Pei Qi berkata, "Bagaimana kesempatannya?”

Sun Qing Yu pelan-pelan menjelaskan, "Kalau dilihat dari kesempatannya, mungkin Tuan Muda Gu adalah murid Can Jin Du Zhang. Jadi sewaktu Can Jin Du Zhang berada di tempat lain, muridnya ini membuat masalah di kota Bei Jing. Tujuannya tidak lain adalah mengacaukan dunia persilatan.”

Dia meraba-raba janggutnya yang panjang dan berkata, "Jika memang benar seperti itu, dapat dibayangkan seorang Can Jin Du Zhang saja sudah membuat dunia persilatan tidak tenang, apalagi ditambah satu lagi maka akibatnya benar-benar tidak bisa dibayangkan.”

Mereka terdiam. Lama...

Sun Qi yang sejak awal tidak bicara, tiba-tiba berkata, "Menurutku, Tuan Muda Gu memang pantas untuk dicurigai. Dia mendapatkan perintah dari gurunya, sengaja mengantarkan plakat perintah bambu itu, membuat orang Wisma Xiao Xiang keluar dan datang ke sini. Kemudian dia melukai orang Wisma Xiao Xiang. Supaya gurunya tidak perlu merasa khawatir. Sewaktu dia mengantarkan plakat itu, aku sudah menaruh curiga mengapa dia bisa memberikan benda langka seperti itu kepada orang yang tidak dikenalnya?”

Sorot mata Sun Qing Yu tampak membeku. Sun Qi berkata lagi, "Anehnya lagi adalah jika dia memalsukan Can Jin Du Zhang, mengapa dia tangan dan jaripun bisa putus? Wajahnyapun terlihat sangat seram. Persis seperti apa yang dikatakan oleh Paman.”

Sun Qing Yu berkata, "Ini bisa dijelaskan sebagai berikut: dia memakai baju tidak berlengan baju kiri dan menyembunyikan lengan kiri ke dalam badannya. Dengan ilmu silat seperti yang dia miliki, tidak akan mengalami kesulitan. Kemudian dia memakai sarung tangan berwarna kuning agar orang lain tidak tahu kalau dia masih mempunyai jari-jari utuh.”

Paman dan keponakan saling tanya dan jawab, menarik perhatian Ba Bu Gan Chan Cheng Gai dan Long Shi Jian. Hati mereka berdebar- debar. Mereka terkejut juga kagum.

Sun Qing Yu mengerutkan kedua alisnya dan berkata, "Aneh...dia adalah putra seorang perdana menteri, mengapa dia bisa menjadi murid Can Jin Du Zhang dan bisa menguasai ilmu silat begitu tinggi...”

Tiba-tiba dia seperti teringat pada sesuatu dan bertanya, "Apakah Yu Jian Xiao Ling beristirahat di sini?”

Cheng Gai mengangguk. Sun Qing. Yu berkata lagi, "Aku ingin bertanya kepadanya, bagaimana dia bisa kenal dengan Tuan Muda Gu? Hubungan mereka seperti apa? Menurutku, ingin mencari informasi Can Jin Du Zhang, harus dimulai dari Tuan Muda Gu. Jika ingin mengetahui informasi Tuan Muda Gu, harus mencarinya dari Yu Jian Xiao Ling.”

Cheng Gai terdiam sebentar lalu berkata, "Sakit Nona Xiao sangat berat. Dia pingsan dan selalu mengigau. Jika bertanya sekarang, sama saja tidak akan mendapat hasil apa-apa.”

Di ruarigan itu semua orang terus mengeluarkan pendapatnya. Mereka sedang membicarakan Can Jin Du Zhang yang telah membuat geger dunia persilatan selama hampir ratusan tahun juga membicarakan tentang Tuan Muda Gu yang kaya dan berilmu silat tinggi tapi juga sangat misterius. Gu Zhuo Piao.

Tapi mereka tidak terpikir, jika mereka sudah mengetahui keadaan Can Jin Du Zhang atau Gu Zhuo Piao, apa yang akan mereka lakukan? Apakah dengan mengandalkan ilmu silat mereka, maka mereka bisa mengalahkan Can Jin Du Zhang atau putra perdana menteri itu?

Walaupun Tian Ling Xing selalu banyak akal dan posisinya sangat tinggi di dunia persilatan, tapi ilmu silatnya tidak begitu tinggi. Dia memutar otaknya, tapi tetap tidak bisa menemukan jalan keluarnya.

Sewaktu mereka sedang berdiskusi, di luar jendela tampak berdiri seseorang dan mendengarkan pembicaraan mereka. Wajahnya sudah penuh tawa dingin dan seperti meremehkan.

Sesudah selesai mendengarkan percakapan mereka, dia sengaja berjalan mengeluarkan suara dan pelan-pelan masuk.

Dia adalah Gu Zhuo Piao yang selalu teriihat misterius.

Hari sudah mulai terang, satu hari baru akan dimulai. Siapa yang tahu dendam di dunia persilatan selalu mengikuti hari yang berlalu, akan bertambah berapa banyak kah dendam itu?

0-0-0

BAB 7

Asli dan palsu, sulit dibedakan

Xiao Ling terbangun dari pingsannya, berapa lama dia tertidur dia sendiri tidak tahu, dia melihat ke luar jendela ternyata hari baru terang.

Di sekeliling kamarnya sangat sepi, setelah mengeluarkan keringat cukup banyak, dia merasa lebih baik. Selama beberapa hari ini dia merasa sangat mengantuk, sekarang rasa kantuk itu mulai menghilang.

Sekarang dia merasa haus tapi tidak ada orang yang membantunya mengambilkan air karena itu dia berusaha bangun, sebenarnya dia sudah beberapa kali berusaha bangun tapi tenaganya seperti tidak ada, dia selalu kembali terjatuh ke ranjang.

Setelah menunggu sebentar dia merasa tubuhnya lebih ringan, dia mencoba bangun ternyata dia berhasil duduk, hatinya merasa senang. Walaupun udara terasa dingin, tapi dia keluar dari balik selimutnya yang hangat. Di sisi tempat tidurnya ada sebuah mantel, segera dipakainya mantel itu. Kemudian dia mengenakan sepatu dan turun dari tempat tidur.

Cahaya yang masuk membuat kamarnya menjadi sedikit terang, dia melihat di atas sebuah meja kecil ada secangkir teh. Sambil beijalan memegang din ding dia berusaha berjalan ke arah meja itu. Tiba-tiba dia mendengar ada yang berkata, "...Yu Jian Xiao Dao... Tuan Muda Gu... Can Jin Du Zhang...." Hanya sebagian yang didengarnya dia tidak mengerti, tapi beberapa hama itu dikenalnya.

Selama beberapa hari ini hatinya selalu diliputi oleh banyak pertanyaan, sekarang pertanyaan itu mulai muncul di dalam benaknya, Tempat apakah ini? Apakah...apakah tempat ini berhubungan dengan Gu Zhuo Piao?" Dia terus berpikir.

Walaupun dia masih belum sepenuhnya sadar, tapi bayangan Gu Zhuo Piao yang baik sekaligus dibencinya, tapi juga membuat dia mabuk kepayang dan sedih, juga selalu berada di dalam hati Xiao Ling. Laksana sinar matahari masuk ke relung hatinya, tidak bisa ditolak dan selalu muncul.

Di luar kamar itu adalah sebuah ruang tamu kecil, sedangkan di bagian sana adalah kamar Cheng Gai.

Begitu memasuki ruang kecil itu, tepat ada seseorang yang keluar dari kamar. Walalupun sinar matahari pagi tidak begitu terang tapi dilihat sekilaspun dapat diketahui siapa pemilik sosok itu. .

Orang itu tidak lain adalah Gu Zhuo Piao, dia adalah orang yang dibenci ribuan kali lipat oleh Xiao Ling. Walaupun tempat itu tidak terlalu terang malah cenderung gelap, bila terlihat bayangannya Xiao Ling pasti akan langsung bisa mengetahuinya. Walaupun tidak terlihat bayangannya Xiao Ling masih bisa merasakan keberadaannya. Hanya dalam waktu sebentar hati Xiao Ling sudah bergejolak seperti gelombang air laut yang tidak terbendung, tubuhnya yang baru sembuh dari sakit masih lemah, dan dia berjalan sempoyongan, dia tidak kuat lagi, dia merasa sekelilingnya menjadi gelap, dia pingsan lagi. Setelah Gu Zhuo Piao memasuki ruangan itu, diapun melihat Xiao Ling, apakah waktu itu Xiao Ling pun merasakan seperti apa yang dirasakan oleh Xiao Ling? Begitu tidak terbendung?

Wajahnya terlihat dingin dan sudut bibirnya selalu terlihat tawa dingin. Begitu melihat Xiao Ling menghilang, ekspresi wajahnya berubah, siapapun tidak bisa menjelaskan hal ini. Seperti marah kepada dirinya sendiri juga seperti menaruh perhatian yang dalam. Dia terlihat tidak tenang, seperti tidak memiliki rasa cinta tapi juga seperti dipenuhi cinta, bagaimanapun juga hati Gu Zhuo Piao yang dingin dan keras seperti batu, mulai jatuh cinta.

Xiao Ling terjatuh, mantelnya yang besar tampak melebar di lantai, rambut Xiao Ling yang panjang separuh menutupi wajahnya yang pucat karena sakit. Satu sepatunya terlepas, kakinya yang kecil dan putih terlihat dengan jelas, tubuhnya yang menggigil terbungkus oleh mantel tebal. Gu Zhuo Piao sangat mengenal sosok itu.

Dia berjalan mendekati Xiao Ling lalu dengan lembut dia membereskan rambut yang menutupi wajah Xiao Ling. Lalu dengan lembut pula diangkatnya tubuh Xiao Ling yang mungil dan membawanya masuk ke dalam kamar, setelah itu dengan perlahan dia meletakkannya di atas tempat tidur.

Gu Zhuo Piao tidak tahu apakah dia harus tinggal atau meninggalkan tempat itu? Dia sadar bila dia meninggalkan kamar itu dia pasti akan merasa sedih dan sakit.

Dia sendiri tidak tahu apakah dia sendiri mengerti akan dirinya sendiri? Kalau dia sendiri saja tidak mengerti tentang dirinya apalagi dengan orang lain.

Perasaannya yang suci dan bersih kepada Yu Jian Xiao Ling, serta rasa cintanya yang dalam, dia tidak tahu harus bagaimana kepada Xiao ling. Mengapa dia tidak bisa mengatakan masalah yang sedang terjadi pada dirinya sendiri?

Dia menghembuskan nafas panjang.

Di dalam udara yang lembab di pagi hari, Xiao Ling terbangun dan membuka matanya, tubuh Xiao Ling semakin kurus, matanya terlihat bertambah cekung. Pada saat pandangan mereka beradu, Gu Zhuo Piao tersenyum kepadanya, dia mendekat dan berkata kepada Xiao Ling, "Apakah kau merasa lebih baik?”

Sapaannya begitu lembut, seperti ada sebuah pedang panjang yang menusuk ke dalam hati Xiao Ling; Dia ingat saat pertama dia bertemu dengan Gu Zhuo Piao di bawah hujan salju, juga teringat pada saat berada di ruangan yang hangat di mana mereka minum- minum, lalu di dalam kamar mereka berkasih-kasihan, itu semua adalah kenangan yang indah dan hangat.

Tapi diapun tidak bisa melupakan pada saat dia ditolak di luar pintu kediaman rumahnya. Perasaannya begitu sedih, kecewa, dan sakit hati hingga menusuk tulangnya. Sakit yang begitu dalam bukankah semua itu karena dia?

Perasaan cinta dan benci terus berkecamuk di dalam hati Xiao Ling. Apakah itu adalah cinta? Apakah itu juga benci? Kedua perasaan ini terus berhubungan, membuat dia tidak bisa keluar dari situasi ini.

Xiao Ling menolehkan kepalanya tidak ingin melihat Gu Zhuo Piao tapi mata Gu Zhuo Piao seperti mempunyai magnet yang menyedot perhatiannya, membuat kepala Xiao Ling tidak dapat diputar lagi.

Dengan lembut Gu Zhuo Piao bertanya, "Mengapa kau tidak mau melihatku?”

Dia ingin mengelus rambut Xiao Ling yang indah tapi begitu tangannya terulur di tengah-tangah tampak berhenti. Dengan pelan dia tertawa, "Kau sudah sembuh, aku merasa sangat senang melihat kesembuhanmu." Kedua kalimat itu seperti sepasang tangan yang hangat dan meraba hati Xiao Ling yang sedang tersiksa dan berlubang.

Akhirnya Xiao Ling tidak tahan lagi dengan sepenuh perasaan dia masuk ke dalam pelukan Gu Zhuo Piao. Dia membiarkan Gu Zhuo Piao memeluknya. Lalu Xiao Ling memukuli Gu Zhuo Piao, yang juga memperhatikan dia, semua itu dilakukan Xiao Ling dengan sepenuh hati. Lama... Mereka tenggelam di dalam perasaan yang lembut seperti air. Mereka melupakan semua yang ada di dunia ini.

Dengan suara lemah Xiao Ling bertanya, "Hari itu mengapa kau tidak menungguku? Membuatku... aku tahu selama ini kau selalu membohongiku, tadinya aku berada di rumah tua itu mengapa tiba- tiba bisa berada di sini?”

Sorot mata Gu Zhuo Piao pelan-pelan beralih dari wajah Xiao Ling ke sudut ruangan, dia befkata, "Adik Ling, aku sekarang mengalami kesulitan untuk menjelaskannya, tapi suatu hari nanti kau pasti akan mengerti tentang diriku. Sekarang dengan cara apapun aku menjelaskannya, tidak akan ada gunanya, heehh...”

Dia menghembus nafas panjang, "Yang lalu biarlah berlalu, sekarang aku sudah berada di sisimu lagi, jangan menanyakan masa lalu lagi.”

Sewaktu dia mengatakan hal itu wajahnya penuh dengan cahaya, membuat Xiao Ling mau tidak mau menerima apa yang dikatakan oleh Gu Zhuo Piao. Terkadang bagi sebagian orang karena takdir membuatnya memiliki suatu kekuatan aneh, membuat orang akan percaya kepadanya. Gu Zhuo Piao adalah salah satu di antara orang- orang seperti itu.

Sewaktu Gu Zhuo Piao dan Xiao Ling sedang dimabuk cinta, mereka melupakan kalau di sekeliling mereka masih ada orang lain...

Di luar pintu ada yang terbatuk, suara batuk itu membuat mereka terkejut, dan tersadar dari kebahagiaan mereka. Mereka segera memisahkan diri dari pelukan hangat. Tian Ling Xing, Sun Qing Yu masuk sambil tertawa terbahak-bahak berkata, "Maaf aku kurang sopan, kurang sopan..." Kemudian dia berhenti tertawa dan berkata lagi, "Pendekar Xiao sangat kuat, aku tidak mengerti tentang ilmu ketabiban. Apakah Tuan Muda Gu bisa memanggil tabib dan membiarkan tabib itu mengobati Pendekar Xiao, aku takut nanti akan terlambat.”

Gu Zhuo Piao berdiri, entah karena dia merasa malu atau ada hal lain, wajahnya berekspresi aneh, dia membereskan bajunya dan berkata, "Aku akan pergi sekarang." Dia membalikkan badan dan berlalu dari kamar itu.

Xiao Ling mendengar kata-kata Sun Qing Yu dengan cemas dia bertanya, "Pendekar Xiao yang mana yang Anda maksud?”

Xiao Ling memiliki firasat tidak enak.

Tapi Tian Ling Xing sudah membalikkan badan, dia membuka jendela dengan celah kecil, lalu melihat keluar, terlihat Gu Zhuo Piao sedang berjalan di taman,

"Tolong katakan kepadaku, siapa Pendekar Xiao yang Anda maksud tadi?" tanya Xiao Ling dengan nada cemas.

Karena terkejut dan keadaannya yang belum sembuh total, sekarang tubuh Xiao Ling gemetar.

Tiba-tiba timbul tawa aneh dari sudut mulut Tian Ling Xing, Sun Qing Yu, dia mendekati tempat tidur dan berkata, "Nona Xiao, kau ingin mengetahui siapa Pendekat Xiao itu bukan? Ikutlah denganku, maka kau akan tahu.”

Xiao Ling adalah gadis pintar, dia sempat melihat tawa aneh Tian Ling Xing, Sun Qing Yu, tapi Sun Qing Yu dengan cepat sudah menotok nadi di bagian kepala Xiao Ling.

Walaupun Xiao Ling sudah lama sakit, dan juga tubuhnya masih lemah, tapi berkat latihan silatnya sejak kecil dia tidak akan melupakan apa yang pernah dipelajarinya, dia melihat jari Tian Ling Xing yang siap menotoknya.

Dalam situasi terkejut dia membentak, "Anda mau apa?”

Tadinya dia ingin menghindar ke belakang, tapi dia malah teijatuh ke depan. Tangan Sun Qing Yu tampak berputar dan menotok Xiao Ling, tangan kirinya memegang pundak Xiao Ling dan berkata, "Nona Xiao, maafkan kelakuanku, kelak Nona akan mengerti maksudku.” 

Xiao Ling merasa tubuhnya mati rasa, pikirannyapun sangat kacau, dia seperti mendengar perkataan Sun Qing Yu, tapi tubuhnya terasa seperti melayang. Ternyata dia telah diangkat keluar oleh Sun Qing Yu.

Begitu keluar dari pintu kamar, kemudian Sun Qing Yu terbatuk pelan di depan pintu, segera muncul beberapa orang kecuali Lin Pei Qi. Sun Qi, Cheng Gai, dan masih ada Ru Yun Long, Ni FangBiao...

Ternyata Sun Qing Yu mendengar Xiao Ling sedang sakit berat, dia merasa tidak enak telah mengganggu istirahat Xiao Ling. Sewaktu dia datang menengok Fei Ying Shen Jian, tiba-tiba dari jendela kamar belakang ada seseorang yang menyentil. Karena orang-orang yang berada di dalam kamar adalah orang-orang yang berpengalaman, segera mereka meniup lilin hingga padam, Lin Pei Qi berlari mendekati jendela dan bertanya, "Siapa?”

"Ini aku, Ni Fang Biao.”

Lin Pei Qi menghembus nafas lega, begitu membuka jendela ternyata ada seseorang yang masuk dengan perawakan tinggi dan kurus, tapi pakaiannya seperti seorang pelayan, baju dan topinya berwarna hijau tapi wajahnya terlihat keras.

Kedua matanya tampak bersinar ternyata dia adalah angkatan muda dunia persilatan, Ru Yun Long, Ni Fang Biao.

Begitu Ni Fang Biao muncul, mereka teringat pada saat Can Jin Du Zhang muncul, Ni Fang Biao dan Lin Pei Qi berada di dalam kamar yang sama, tetapi semenjak hari itu mereka tidak pernah bertemu karena timbul banyak masalah. Mereka hampir saja melupakan dia.

Orang-orang yang berada di dalam ruangan merasa aneh, "Selama beberapa hari ini Ni Fang Biao berada di mana? Mengapa dia berdandan seperti itu? Mengapa sekarang dia tiba-tiba muncul?”

Ru Yun Long melihat semua orang yang ada di situ wajah mereka tampak bertanya-tanya, dia segera menjawab, "Selama dua hari ini, aku sangat banyak mendapatkan informasi, sementara ini aku tidak bisa menceritakannya panjang lebar, tapi aku akan memberitahukannya dengan singkat bahwa Can Jin Du Zhang tidak lain adalah Tuan Muda Gu, dan dia mendengar semua kata-kata Tetua Sun tadi sewaktu berada di dalam kamar, dia mendengar semuanya dengan jelas...”

Dia mengatur nafas, wajah orang-orang yang berada di sana berubah, terdengar Ni Fang Biao berkata lagi, "Untung sekarang dia sedang tertarik kepada Yu Jian Xiao Ling. Saranku adalah karena orang ini memiliki pemikiran yang dalam dan ilmu silatnya sangat tinggi, dia menyadari kalau kita sudah mengetahui identitasnya, mungkin hal ini tidak menguntungkan bagi kita, lebih baik kita tinggalkan tempat ini, baru kita susun rencana lain.”

Dengan singkat dia menceritakan semuanya, tapi matanya terus melihat ke arah pintu kamar, sepertinya dia takut kalau orang disebut sebagai Tuan Muda Gu akan muncul dengan tiba-tiba.

Sun Qing Yu melarang orang-orang yang akan bertanya, dia tampak memejamkan matanya sebentar, tiba-tiba dia berkata, "Kalian tunggu di sini, aku akan keluar sebentar, kalau mendengar suara batukku, kalian cepat keluar, Sun Qi, gendong Pendekar Xiao, yang lain siapkan senjata, semua harus waspada!”

Tian Ling Xing terkenal banyak akal, csiasatnya tadi menipu Gu Zhuo Piao keluar dari kamar lalu membawa Xiao Ling keluar dari kamar itu dengan sangat lihai. Lalu dengan cepat mereka keluar dari kediaman perdana menteri. Yang berada di paling depan adalah Ru Yun Long, dia berkata dengan suara kecil, "Kalian ikuti aku keluar dari sini!”

Mereka berbelok 2 hingga 3 kali baru mencapai sebuah pintu kecil. Cheng Gai belum pernah melewati pintu itu, di dalam kegelapan subuh mereka meninggalkan kediaman perdana menteri lalu masuk ke sebuah gang kecil.

Mereka berjalan dengan cepat, Ru Yun Long berada di paling depan, dia bertanya, "Tetua Sun, sekarang kita ke mana?”

Sun Qing Yu melihat di jalanan mulai terlihat ada orang, dia berkata, "Lebih baik kita cari sebuah kereta dulu—”

Tiba-tiba dia membalikkan kepala dan bertanya kepada Ling Pei Qi, "Apakah kau tahu rumah Tie Zhi Jin Wan, Wei Shou Ru?” Long Shi Jian, Lin Pei Qi mengangguk, dia langsung beijalan di depan dan membawa jalan berbelok ke kiri.

Dari pintu belakang kediaman perdana menteri ada sebuah kepala yang menongol, matanya yang besar dan lincah tampak berputar, dia adalah anak yang sering membantu Gu Zhuo Piao membawakan buku— Qi Er.

Wei Shou Ru adalah ketua Biao Pin An yang ada di kota Bei Jing, walaupun nama kantornya tidak sebesar nama kantor Biao Zhen Yuan, tapi kantor Biaonya adalah kantor yang cukup terkenal.

Tapi semenjak Can Jin Du Zhang muncul dan kantor Biao Zhen Yuan ditutup, akhirnya Wei Shou Ru memutuskan menutup kantor Biao nya. Sekarang pintu utama kantor Biao Pin An yang bercat hitam masih terbuka. Di depan kantor Biao itu terlihat ada dua buah kereta, ternyata Tian Ling Xing dan kawan-kawan sudah tiba di sana, setelah mengatur segalanya, mereka merasa aneh terhadap Wei Shou Ru. Karena perubahan yang terjadi beberapa waktu ini, dia sama sekali tidak mengetahuinya. Yang membuat mereka paling merasa aneh adalah mengapa ketua Xiao Xiang Bao Ke bisa berada di Bei Jing? Dan mengapa dia bisa terluka parah?

Orang-orangpun pasti ingin mengajukan banyak pertanyaan kepada Ru Yun Long, Ni Fang Biao, dimana selama beberapa hari ini dia berada?

Karena itu Ni Fang Biao telah menceritakan hal yang membuat mereka terkejut,

"Malam itu, karena aku merasa sakit perut aku pergi ke WC dengan waktu yang agak lama. Sewaktu aku kembali ke dalam kamar, Paman Lin tidak ada, aku merasa aneh lalu akupun pergi ke kamar Tetua Sun, tapi Tetua Sun dan Paman Cheng serta Paman Huang sudah tidak ada.

Aku sadar telah terjadi sesuatu, begitu mendengar dari arah halaman ada suara, dan seperti banyak orang di sana maka aku memutuskan masuk kamar dan menunggu barang beberapa menit.” Lin Pei Qi mengangguk dan berpikir, "Ni Fang Biao masih begitu muda tapi dia bisa bersikap tenang, kami belum sempat melihat ilmu silatnya tapi begitu melihat dia bisa begitu tenang, tidak heran dia bisa terkenal di dunia persilatan.”

"Tapi pada saat aku memasuki kedua kamar itu dan tidak ada orang aku merasa takut kalau terjadi sesuatu pada kalian, aku mengira bila terus tinggal di sanapun tidak baik, karena itu aku berputar ke belakang lalu keluar dari sana.

Setiba di belakang penginapan, aku mendengar ada sesuatu yang berbunyi, karena saat itu aku harus berhati-hati, maka akupun bersembunyi, ternyata di sana ada sebuah pintu, aku merasa aneh, tiba-tiba muncul bayangan berwarna kuning dan keluar dari jendela kamar itu.”

Dia mengatur nafas, kemudian melanjutkan, "Aku segera masuk ke kamar itu, kamar itu kecil hanya ada sebuah lemari dan sebuah tempat tidur, aku berniat bersembunyi di dalam lemari, tapi dari luar terdengar ada suara lagi, aku tidak sempat berpikir panjang, terpaksa aku masuk ke kolong tempat tidur, ternyata hal ini malah menolongku.

Dari bawah tempat tidur, aku hanya bisa diam saja. Tapi dari bawah aku tidak bisa melihat siapa yang datang. Hanya terlihat kalau celana orang itu berwarna kuning, aku hampir saja pingsan, ternyata yang datang ke kamar itu adalah Can Jin Du Zhang.”

Dia menghembus nafas panjang, orang-orang yang mendengar ceritanya tanpa sadar ikut menghela nafas. Terdengar dia berkata, "Waktu itu aku benar-benar merasa tegang. Pertama, aku merasa aneh mengapa Can Jin Du Zhang bisa datang ke sana. Kedua, aku merasa khawatir jangan-jangan Can Jin Du Zhang tahu aku bersembunyi di bawah tempat tidur, bukankah hal itu akan lebih celaka? Karena itu aku tidak berani menarik nafas.

Di dalam kamar itu terdengar ada suara yang terus berbunyi, aku tidak tahu dia sedang melakukan apa, tiba-tiba Can Jin Du Zhang membuka celana kuningnya dan mengeluarkan sebuah celana berwarna abu, kemudian dia mengganti sepatu. Waktu itu aku ingin sekali melihat siapa siluman itu sebenarnya?”

Semua berkonsentrasi mendengar ceritanya, karena tegang hampir saja Wei Shou Ru lupa menarik nafas.

Ru Yun Long berkata lagi, "Tiba-tiba dari luar masuk seseorang. Dari kakinya terlihat kalau dia masih anak-anak, terdengar anak itu berkata, Tuan Muda, kereta sudah siap dan sudah berada di luar.' Waktu itu aku berharap Can Jin Du Zhang bicara, tapi karena anak itu memanggil orang itu tuan muda, aku bisa menebak siapa Can Jin Du Zhang sebenarnya, hanya saja aku belum memiliki bukti yang kuat.”

Wei Shou Ru tampak tidak sabar lagi, dia berkata, "Siapakah dia sebenarnya?”

Ni Fang Biao tersenyum tapi tidak menjawab pertanyaannya, kemudian dia berkata, "Tak lama kemudian dia mulai bersuara, 'Qi Er, kau harus ikut pergi ke sana, kalau di sana tidak ada orang, kita bisa mencari siapa saja.' Anak itu berkata, Tuan Muda, mengapa Anda menyuruh nona itu tinggal di sini?' Dia hanya menarik nafas tidak menjawab. Tidak lama kemudian mereka keluar tapi dari kedua kalimat itu aku tahu bahwa Can Jin Du Zhang tidak lain adalah GuZhuoPiao.”

Wei Shou Ru sangat kaget terdengar, "Engg." Ternyata suara itu berasal dari Xiao Ling, segera Ni Fang Biao menghampirinya.

Ternyata mereka mengobrol di kamar belakang rumah Wei Shou Ru. Xiao Xu dan Xiao Ling berbaring di kamar itu. Begitu Ni Fang Biao memeriksa keadaan Xiao Ling dia segera berkata kepada Sun Qing Yu, "Tetua Sun, apakah totok Nona Xiao belum dibuka?"

Tian Ling Xing tersenyum dan menjawab, "Aku lupa." Dengan cepat dia membuka totokan Xiao Ling, tapi Xiao Ling tetap tidak bergerak, dia pingsan lagi.

Ternyata walaupun Xiao Ling ditotok tapi dia bisa mendengar pembicaraan mereka, pada saat Ni Fang Biao mengatakan kalau Can Jin Du Zhang adalah Gu Zhuo Piao, otaknya tidak bisa menerima rasa terkejutnya akhirnya dia pingsan lagi. Ru Yun Long membuktikan bahwa Can Jin Du Zhang adalah Gu Zhuo Piao, bukan hanya Wei Shou Ru yang tidak tahu apa-apa, benar-benar sangat terkejut, orang-orang yang ada di sanapun sama terkejutnya.

Ling Pei Qi menggelengkan kepalanya, dia tidak mengerti mengapa Tuan Muda Gu harus berbuat seperti itu? Segera Cheng Gai bertanya, "Adik Ni, setelah itu bagaimana?”

Ni Fang Biao melihat Xiao Ling yang masih pingsan, dia berkata lagi, "Setelah mereka berdua pergi, aku segera keluar dari bawah tempat tidur. Saat itu hari sudah terang dan kalian masih juga belum kembali, aku tidak tahu kalian pergi ke mana. Setelah dipikir-pikir akhirnya akupun keluar melalui dinding belakang, tapi aku merasa tidak tenang, aku takut bila kalian sampai dibunuh oleh Can Jin Du Zhang, dan aku sendiripun bukan lawan seimbang Can Jin Du Zhang, Gu Zhuo Piao..." Dia menambahkan nama nama Gu Zhuo Piao di belakang nama Can Jin Du Zhang.

Dia berhenti bicara sebentar lalu berkata lagi, "Lalu aku berpikir aku harus mengumpulkan beberapa orang baru bisa mengalahkan Gu Zhuo Piao, setelah itu aku berpikir siapa saja yang harus kucari, aku sendiripun tidak tahu, kecuali guruku sendiri, yang lainnya kalau bukan karena rumah mereka terlalu jauh, ilmu silat mereka terlalu rendah.

Akhirnya aku teringat pada Wu Ling Shan (gunung), Xuan Tong Guan ( kuil), Pendeta Xuan Tong. Walaupun beliau sudah lama tidak berkelana di dunia persilatan, tapi beliau adalah orang yang meiniliki ilmu silat paling tinggi di He Bei. Selain itu beliau bersahabat dengan guruku, bila aku mencari beliau dan memberitahukan keadaan yang sedang terjadi, aku yakin beliau pasti akan membantu.”

Saat itu Tian Ling Xing berkata dengan dingin, "Caranya menghitung sapi dengan caraku hampir sama, mencari dia percuma saja." Terlihat dia tidak senang.

Ni Fang Biao diam-diam tertawa karena tadi dia mengatakan kalau ilmu Pendeta Xuan Tong adalah yang tertinggi di He Bei. Karena Tian Ling Xing pun tinggal di daerah He Bei. Ni Fang Biao berpikir, "Usia Tetua Sun sudah cukup tua, tapi hatinya masih selalu ingin menang.”

Walaupun dia berpikir seperti itu tapi dia tertawa dan berkata, "Karena saat itu pikiranku sudah buntu, setibanya di Wu Ling Shan, Pendeta Xuan Tong tidak ada di tempat. Karena itu aku memutuskan kembali ke Bei Jing dan mencari kediaman perdana menteri, aku ingin mengumpulkan bukti-bukti yang membuat Gu Zhuo Piao tidak bisa membantahnya lagi.

Baru saja aku mengenakan pakaian pelayan dan berjalan di sisi rumah, aku melihat Gu Zhuo Piao diam-diam berdiri di depan jendela mendengar percakapan kalian. Karena itu aku berputar ke belakang sambil terus memantau gerakannya juga mendengar kalian membicarakan apa saja.”

Sun Qing Yu tertawa terbahak-bahak, "Kami semua yang ada di sini adalah orang-orang yang berpengalaman di dunia persilatan, ada dua orang yang berdiri di luar jendela dan mendengarkan percakapan kami, tapi kami masih tidak tahu apa-apa.”

Ni Fang Biao berkata, "Setelah itu Gu Zhuo Piao masuk ke dalam kamar, aku melihatnya dari belakang, melihatnya...dia berjalan masuk ke kamar Nona Xiao, setelah itu aku langsung memberitahu kalian.”

Ling Pei Qi menarik nafas, dia merasa malu, dia yang selalu mengaku sangat berpengalaman di dunia persilatan ternyata perbuatannya lebih ceroboh dari orang yang baru saja berkelana di dunia persilatan seperti Ni Fang Biao.

Cheng Gai bertanya kepada Ni Fang Biao, "Adik Ni, menurut kabar yang beredar kau adalah murid Ketua Wu Dang, Huang Yu Chen yang terakhir, apakah kabar itu benar?”

Ni Fang Biao mengangguk, Cheng Gai bertanya lagi, "Apakah kau tahu Pendekar Ling Ji yang ada di Wu Dang beberapa waktu yang lalu pernah menerima seorang murid?”

Ni Fang Biao tampak berpUrir sebentar lalu menjawab, "Kakek Guru Ling Ji sudah lama tidak keluar, aku hanya sempat bertemu beberapa kali dengan beliau, itupun hanya pada saat beliau ingin bertemu denganku. Tahun ini kakek guru sudah berusia 100 tahun, selama kurun waktu 30 tahun ini beliau tidak pernah turun gunung jadi tidak mungkin beliau menerima murid.”

Cheng Gai mulai merasa marah, ternyata dia ditipu oleh Qi Er mentah-mentah, Cheng Gai mengira bahwa Gu Zhuo Piao benar- benar murid Shao Lin, Xuan Kong, Wu Dang Ling Ji, Tuan Zhong, dan Qi Shou Shen Jian. Ni Fang Biao terdiam sepertinya sedang berpikir, tidak lama kemudian dia berkata, "Beberapa tahun ini, kakek guru memang tidak pernah mengajarkan ilmu silat kepada seseorang, tapi dalam beberapa waktu lalu, karena...”

Kata-katanya belum selesai, Cheng Gai tampak sudah tidak sabar dan bertanya. "Mengapa? Beliau mengajarkan jurus apa?”

Ni Fang Biao merasa sedikit aneh, mengapa saat seperti ini Cheng Gai malah menanyakan hal yang tidak ada hubungarmya dengan kejadian sekarang, tapi karena Cheng Gai sudah bertanya maka dia harus memberikan jawaban, "Aku tidak begitu mengetahui dengan jelas alasan kakek guru, tapi guruku pernah berkata, Biksu Xuan Kong yang sakti dari Shao Lin telah menemukan seseorang yang sangat berbakat, lalu beliau membawanya ke- hadapan kakek guruku, Ling Ji, meminta kepada kakek guruku agar mengajarkan ilmu silat kepada orang itu. Beliau mengatakan kalau orang itu bukan berasal dari Shao Lin maka beliau membawa orang itu ke Wu Ling Shan. Tapi kakek guru hanya mengajar selama beberapa hari kepada orang itu, setelah itu beliau mengantarkan orang itu.”

Segera Cheng Gai bertanya, "Beliau mengantarkan orang itu ke mana?”

Ru Yun Long menggelengkan kepalanya dan berkata, "Hal ini sudah lama terjadi, dan aku tidak pernah bertemu dengan orang berbakat itu. Akupun tidak tahu mengapa kakek guruku tidak menerimanya saja menjadi murid, dan tidak mengijinkan dia tinggal di Wu Dang. Terakhir beliau mengantarkan orang itu ke mana, akupun tidak tahu, tapi kakek guru memang benar telah mengajarkan kepadanya beberapa ilmu silat. Dan menurut pengakuan kakek guruku orang itu memang sangat berbakat.”

Cheng Gai berkata, "Kalau begitu, semuanya benar—" Kemudian dia menceritakan kejadian yang terjadi di rumah tua itu, lalu apa yang dikatakan oleh Qi Er, kemudian Cheng Gai berkata, "Sepertinya Gu Zhuo Piao adalah orang yang dimaksud oleh Adik Ni sebagai orang yang berbakat, karena itu...”

Tapi Ni Fang Biao segera menggelengkan kepalanya dan berkata, "Itu tidak benar, tidak benar, walaupun aku tidak pernah melihat orang itu, tapi aku tahu kalau dia adalah seorang yatim piatu, apa nama marga ayahnyapun dia tidak tahu. Tidak mungkin orang itu adalah putra perdana menteri, Gu Zhuo Piao.”

Cheng Gai tampak kebingungan, dia selalu merasa sedang berjalan di dalam kabut, begitu melihat ada sedikit cahaya, dia langsung mendekat tapi cahaya itu segera menghilang.

Walaupun orang-orang yang ada di sana mengetahui kalau Gu Zhuo Piao memalsukan identitas Can Jin Du Zhang,; tapi Can Jin Du Zhang yang asli membunuh orang tidak meninggalkan bekas telapak tangan berwarna emas, apakah benar Can Jin Du Zhang yang asli memang ada? Mengapa Gu Zhuo Piao harus memalsukan identitasnya? Apa hubungan antara Gu Zhuo Piao dengan Can Jin Du Zhang yang asli?

Pertanyaan ini membuat orang tidak mengerti. Tian Ling Xing terkenal di dunia persilatan tapi sekarang ini dia hanya bisa mengerutkan kedua alisnya yang sudah memutih.

Setelah lama Sun Qing Yu baru inenghembuskan nafas panjang, "Beberapa waktu ini banyak hal yang membuatku tidak mengerti, seperti ada Can Jin Du Zhang yang asli dan yang palsu. Kedua orang itu sulit dibedakan, apapun yang terjadi nanti, aku percaya tidak akan ada orang yang tahu apa yang sebenarnya terjadi.”

Semenjak Sun Qing Yu membuka totok Xiao Ling, dia masih dalam keadaan setengah sadar, dia tidak tahu dia berada di mana sekarang. Sampai-sampai dia siapapun masih tampak kebingungan. Dalam keadaan setengah sadar, seperti ada bayangan kecil yang sedang terbang ke arahnya, tapi bayangan itu semakin membesar dan semakin jelas. Bayangan itu seperti sedang tertawa sambil diam melihatnya, bayangan itu tidak lain adalah Gu Zhuo Piao, laki-laki yang dia cintai sekaligus dibencinya.

"Dia bisa ilmu silat," dia bicara kepada dirinya sendiri, "Ternyata sewaktu terjatuh malam itu di bawah siraman hujan salju, dia menipuku dan di dalam kamar dia sengaja menotokku dengan tujuan melecehkanku. Heehh—waktu itu mengapa aku tidak menotok saja nadi di tenggorokannya?”

Air matanya dengan diam mengalir dari sudut matanya, lalu mengalir ke wajahnya sehingga membuat wajahnya terasa gatal. Tapi untuk menggaruk wajahnya saja dia tidak mempunyai tenaga.

Tiba-tiba dia mendengar ada seorang pak tua yang berkata kepadanya, karena itu dia berusaha membuka matanya, ternyata Tian Ling Xing sedang bicara kepadanya, "Nona Xiao, sekarang Nona sudah tahu mengapa aku menotok Nona. Aku akan memberitahu Nona satu hal lagi, ayah Nonapun sedang terluka dan sekarang ini beliau sedang terbaring di samping Nona.”

Mata Xiao Ling terbuka dengan lebar tapi dia belum bisa menangkap kata-kata Sun Qing Yu.

Sebuah kekuatan besar membuatnya terloncat dari tempat tidur, dia melihat ke sekeliling, kemudian berjalan ke tempat tidur yang ada di sebelahnya.

Fei Ying Shen Jian merasa kesakitan, dia merintih, dia telah terkena pukulan Can Jin Du Zhang di punggungnya. Karena saat itu posisinya sedang berlari ke arah depan, maka pukulan itu tidak membuatnya mati seketika. Dan bila dia tidak mempunyai ilmu tenaga dalam yang kuat, mungkin sekarang dia tidak akan bisa bertahan.

Sun Qing Yu melihat ke arah Xiao Ling. Wei Shou Ru mengambil obat luka dalam tapi obat ini mana mungkin bisa mengobati luka akibat pukulan berat? Sambil meneteskan air mata Xiao Ling berkata, "Luka ayahku sepertinya berat, aku...akupun tidak ingin tinggal di sini lagi.”

Dia bertanya kepada Sun Qing Yu, "Apakah Anda bisa menolongku memesan sebuah kereta, aku rasa lebih baik hari ini kami kembali ke Jiang Nan saja, kami tinggal di sinipun sudah tidak akan ada gunanya lagi.”

Xiao Xiang Bao yang terkenal di dunia persilatan, sekarang ayah dan anak terluka, benar-benar membuat dunia persilatan ikut sedih.

Kata Sun Qing Yu, "Nona belum sembuh benar, ayah Nona terluka lebih berat lagi, lebih baik beristirahat saja dulu selama 2 hari di sini.”

"Aku rasa lebih baik kami pulang saja," kata Xiao Ling, walaupun suaranya terdengar lemah tapi nadanya sangat keras, sepertinya bila dia tinggal di Bei Jing lebih dari satu hari dia akan bertambah sedih lagi.

"Selamanya aku tidak akan bertemu dengan dia lagi. Akupun ingin membunuhnya, kemudian—kemudian aku akan mati bersama-sama dengannya." Dia berpikir dengan sedih, dia berpikir lagi, Ternyata dia tidak pernah bisa melupakan Gu Zhuo Piao, apakah ini adalah benci atau cinta? Perasaan itu sama-sama menusuk ke dalam hatinya.

Tiba-tiba terlihat seseorang yang masuk dengan terburu-buru, ternyata dia adalah salah satu pegawai kantor Biao Wei Shou Ru yang dulu, orang itu membawa sesuatu, dia berkata kepada Wei Shou Ru, "Tadi ada seseorang yang memberikan ini kepadaku, aku tanya dia berasal dari mana, dia hanya menjawab dari Tuan Muda Gu, setelah itu dia pergi dengan terburu-buru.”

Sun Qing Yu tampak mengerutkan alisnya, dia melihat benda itu, ternyata itu adalah senjata Xiao Xiang Bao yang terkenal—Yu Jian, kemudian dengan sikap hormat dia memberikannya kepada Xiao Ling. Orang tua itu sangat menghormati Xiao Ling bukan karena ada hal lain, melainkan karena dia kasihan kepada nona cantik ini.

Mata Ni Fang Biao menatap Xiao Ling, tiba-tiba dia berkata, "Nona Xiao akan kembali ke Jiang Nan, aku akan menemani Nona Xiao dan Pendekar Xiao.” Sun Qing Yu mengangguk, "Lebih baik seperti itu, ada Adik Ni yang menemani Nona, kami yang ada di sini akan merasa lebih tenang. Karena kondisi kalian yang satu sedang terluka parah dan yang lain sedang sakit. Heehh— Mungkin nanti masih ada hal yang akan merepotkan Xiao Xiang Bao, hehh! Di dunia ini apakah tidak ada orang yang sanggup mengalahkan Can Jin Du Zhang?”

Dia terus menarik nafas dan hatinya terasa berat, tiba-tiba Long Shi Jian, Lin Pei Qi berkata, "Aku berharap Tuan Muda Gu bukan teman Can Jin Du Zhang, dan akupun berharap dengan ilmu silat yang dimiliknya dia bisa mengalahkan Can Jin Du Zhang.”

Ni Fang Biao melihat Xiao Ling dan berkata, "Walaupun dia bukan Can Jin Du Zhang atau bahkan bukan murid Can Jin Du Zhang, tapi mengapa dia harus memalsukan identitas Can Jin Du Zhang? Dan dia adalah seorang yang kejam, kekejamannya tidak berbeda dengan Can Jin Du Zhang.”

Lin Pei Qi melihatnya, kemudian diapun terdiam.

Xiao Ling terlihat bengong melihat Yu Jian yang tadi diberikan oleh Sun Qing Yu kepadanya. Dia benar-benar terlihat bingung, apa yang dikatakan orang lain sepertinya dia tidak mendengar dan tidak bertanya. Wei Shou Ru mengerutkan dahinya, "Mengapa Tuan Muda Gu bisa mengetahui kalau kalian semua berada di sini? Apakah dia—”

Dengan sedikit mengeluh Sun Qing Yu berkata, "Tuan Muda Gu benar-benar pemuda yang lincah, dalam hidupku ini aku mendapat julukan Tian Ling (pintar dan lincah), tapi kalau dibandingkan dengannya, aku masih kalah jauh darinya. Aku berharap Tuhan mempunyai mata, jangan membuat seorang pembunuh muncul kembali di dunia ini, bila dia seperti Gu Du Piao...”

Tiba-tiba dia berhenti bicara, kemudian melanjutkan, "Gu Du Piao, Gu Zhuo Piao." Dia menepuk pahanya lalu berdiri dengan tiba-tiba, berjalan memutar, kemudian karena tidak kuat lagi dia ambruk di kursinya.

"Gu Du Piao, Gu Zhuo Piao," Lin Pei Qi ikut melafalkan, alisnyapun tampak berkerut, lalu berkata, "Apakah Tuan Muda Gu mempunyai hubungan erat dengan Can Jin Du Zhang? Kalau dia adalah Can Jin Du Zhang yang palsu, siapa sebenarnya Can Jin Du Zhang yang asli? Dan sekarang dia berada di mana?”

Sore hari, dengan senang Ru Yun Long pergi untuk menyewa sebuah kereta, dia mengantarkan Xiao Ling yang baru sembuh dari saMt beratnya, serta ayahnya yang bernama Xiao Xu yang sedang terluka berat. Dia sangat senang melakukan pekerjaan ini. Karena sejak pertama kali bertemu dengan Yu Jian Xiao Ling dia sudah menaruh hati kepada Xiao Ling. Dia sangat menyukai perasaan ini dan perasaan ini keluar dari lubuk hatinya, semua tidak ada yang dibuat-buat. Tapi cinta pendekar ini terlambat menghampiri Xiao Ling.

Sun Qing Yu melihat kereta yang menghilang di antara kepulan debu dan pasir. Dari luar kereta itu terlihat biasa, tapi penumpang yang ada di dalam kereta itu adalah orang-orang yang sangat terkenal—Siapapun Fei Ying Shen Jian atau Zhong Nan Da Fu, adalah orang yang sama, sama-sama terkenal di dunia persilatan. Orang- orang Xiao Xiang Bao sudah datang dan sekarang mereka pergi. Padahal orang-orang itu adalah harapan mereka satu-satunya— dengan tujuan melawan Can Jin Du Zhang. Tapi harapan itu sekarang sudah musnah, mereka kalah dengan memalukan, dan pastinya tidak akan ada yang menyangka akan hal itu, dan itu adalah kejadian yang sebenarnya.

Sampai saat ini mereka belum mendapatkan cara untuk menghadapi Can Jin Du Zhang, karena mereka tidak mengetahui keberadaan Can Jin Du Zhang hingga saat ini. Mereka harus dimotivasi. Mereka hanya bisa menunggu dengan pasrah—Walaupun Can Jin Du Zhang muncul tapi mereka tidak akan bisa membedakan yang mana yang asli dan yang mana yang palsu. Mereka hanya bisa membedakannya dari mayat-mayat yang telah dipukul hingga mati, apakah di tubuh mereka ada bekas telapak tangan berwarna kuning atau tidak. Setelah itu mereka baru bisa mengambil kesimpulan. Bukankah hal ini sangat menyedihkan? Gu Zhuo Piao duduk dengan diam di tempat tidurnya di kamar itu. Ranjang itu masih tercium sisa harum tubuh Xiao Ling, dia melihat keluar melalui jendela yang terbuka. Di luar bulan bersinar tidak terlalu terang, cahayanya yang redup bercampur dengan sorot mata Gu Zhuo Piao.

Dia sedang berpikir, bibirnya yang tipis mengatup rapat membuat wajahnya bertambah dingin. Apa yang sedang dipikirkannya?

Tiba-tiba saja dia berdiri, terlihat ada sedikit tawa di sudut mulutnya, tapi tawa itu terlihat seperti tawa kesepian. Karena di dunia yang begitu luas tidak ada seorangpun yang mengerti akan dirinya. Apakah dia sendiri bisa mengerti tentang dirinya?

Apakah dia benar-benar dirinya? 0-0-0

BAB 8

Musim dingin yang menyedihkan Salju turun lagi.

Angin dari utara terus berhembus, salju berjatuhan menerpa wajah Ru Yun Long, Ni Fang Bao. Tapi dia malas untuk membersihkannya, karena saat ini hatinya terasa panas diliputi dengan kegembiraan, harus diredakan dengan salju yang dingin.

Jalan yang berada di depan sebenarnya salju dan di sana es baru saja mencair, sekarang ditambah lagi dengan salju yang baru turun, membuat jalan menjadi becek. Suara derap langkah kuda terdengar menginjak tanah becek itu.

Dari tanah becek yang menciprat dari kereta itu, dia baru sadar bahwa kuda yang ditungganginya terlalu dekat dengan kereta. Dia tersenyum segera dia menarik tali kekang kudanya dan berjalan agak jauh dari kereta.

Tapi hati Ru Yun Long, Ni Fang Bao tetap melekat pada seseorang yang ada di dalam kereta, karena di dalam kereta itu ada seorang gadis yang sejak pertama berjumpa sosoknya telah melekat erat di dalam hatinya. Sewaktu usianya baru 7 tahun dia telah naik gunung. Di Wu Dang dia menghabiskan waktu selama 10 tahun, selama 10 tahun itu dia terus mengasah mental dan fisiknya. Dia berharap kelak bisa terkenal di dunia persilatan. apa yang dia harapkan ternyata tercapai. Berkali-kali dia mengalahkan banyak pesilat tangguh. Dengan nama julukan Ru Yun Long, Ni Fang Bao, dia membuat dunia persilatan tidak asing lagi dengan namanya. Tapi hati pesilat muda ini dingin dan keras. Hingga saat ini baru ada seorang gadis yang bisa masuk ke relung hatinya. Dia adalah , keturunan dari Wisma Xiao— Yu Jian Xiao Ling. Dia sangat berharap Xiao Ling menjulurkan kepalanya dan melihatnya. Walaupun hanya berlangsung sebentar tapi itu akan membuatnya merasa puas. Tapi diapun sadar harapannya itu hanya sia-sia belaka, walaupun bagaimanapun dia memberikan perhatian kepada gadis itu, tapi tidak akan bisa membuat gadis itu melirik ke arahnya. Ru Yun Long, Ni Fang Bao sangat mengetahui alasannya. Alasannya tidak lain adalah karena hati gadis ini sudah diberikan sepenuhnya kepada Gu Zhuo Piao yang misterius. "Gti Zhuo Piao—" Dengan marah menyebut nama itu. Dia melihat hari ini tampaknya orang yang ada di jalan lebih banyak dari hari biasanya, dan wajah-wajah mereka terlihat sangat senang.

Dia bertanya kepada kusir kereta itu. Dengan senang hati kusir itu rnenjawab, Tuan, Anda sangat beruntung, sampai di Bao Ding kita bisa melihat Da Chun." (Da=pukul, Chun=musim semi)

Ru Yun Long, Ni Fang Bao berkata dengan pelan, "Hari ini musim semi sudah dimulai, hari-hari berlalu dengan sangat cepat.”

Kusir itu tertawa, "Bukan karena hari-hari berlalu dengan cepat, tahun kemarin akupun pergi ke Bao Ding untuk melihat Da Chun. Wah, di sana sangat ramai sekali!" Dia tertawa, "Aku akan membawa kereta ini menuju ke arah timur kota Bao Ding. Sekarang kita masih sempat menonton keramaian.”

Ni Fang Bao tertawa. Mana mungkin dia bisa menikmati keramaian.

Pesta Da Chun sudah lama berlangsung. Da Chun sangat berhubungan erat dengan pertanian, karena itu peristiwa ini sangat diperhatikan oleh para petani. Pada saat musim semi tiba, walikota atau gubernur sering menyelenggarakan pesta Da Chun.

'Musim semi berada di sebelah timur, berwarna hijau', karena itu sejak awal musim semi para pejabat harus mengenakan baju berwarna hijau. Kemudian memecut sapi, menandakan bahwa Da Chun telah dimulai.

Karena kusir kereta itu sangat ingin menyaksikan Da Chun, maka dia membawa kereta semakin kencang. Xiao Ling yang berada di dalam kereta terguncang-guncang. Dia menarik nafas kemudian merapikan selimut ayahnya. Tapi hatinya terasa kosong, apa yang harus dipiktrkannya sekarang. Dia menghembus nafas panjang dan membuka jendela untuk melihat keluar. Melihat salju yang baru saja turun. Dia berkata pada dirinya sendiri, "Hujan salju lagi." Dia teringat sewaktu dia baru tiba di ibukota, hari itupun sedang turun salju.

Karena itu bayangan Gu Zhuo Piao yang berada di bawah siraman salju seperti tertawa juga seperti tidak tertawa seperti memenuhi hatinya. Hatinya terasa sangat kacau. Apa yang Ni Fang Bao katakan, tidak didengarnya.

Tiba-tiba di depan terdengar suara ribut-ribut. Dia meninggikan lehernya untuk melihat.

Dia tidak melihat ada sesuatu di depan sana tapi suara ribut-ribut itu semakin mendekat. Akhirnya keretapun berhenti.

Dia ingin menanyakan sesuatu pada Ni Fang Bao. Tapi Ni Fang Bao dengan tawa berkata padanya, "Hari ini bertepatan dengan hari Da Chun. Di depan macet, tampaknya kereta kita tidak akan bisa lewat. Jika.Nona sudah merasa agak sehat, bagaimana kalau Nona keluar untuk melihat-lihat, sekalian untuk penyegaran.”