Raja Naga 7 Bintang Jilid 08

Jilid-08

"Kalau kau?"

"Aku juga tidak bisa." orang bertopeng itu menghela nafasnya. "Dalam 50 jurus, dia bisa membunuhku dengan goloknya, kalau

pun dia tidak menggunakan goloknya, dia bisa memenggal kepalaku dengan tangan kosong ."

Dia bukan orang yang suka merendahkan dirinya, dia bisa mengeluarkan perkataan seperti itu pasti bukan bohong.

"Jadi kau harus bisa membunuhnya dengan satu pukulan" kata orang bertopeng itu

"Jika tidak kau pasti bakal mati."

Dia berkata dengan sungguh-sungguh,

"Kau harus ingat yang satu ini, begitu ada kesempatan kau harus langsung menyerang, serangan yang langsung bisa merenggut nyawa." "Tapi apakah benar aku bisa memiliki kesempatan walau sedikit?"

Xiao Jun sangat ingin bertanya, tapi tidak jadi bertanya. Walaupun hanya ada satu kesempatan saja, dia juga harus mencobanya.

"Kesempatanmu sangat bagus," kata orang bertopeng itu.  "Dia mengganggap enteng dan mengabaikan dirimu, ini semua

adalah kesempatan yang bagus untukmu, lagi pula dia tidak akan menyangka bahwa kau sudah bertambah satu tangan lagi."

"Aku bertambah satu tangan lagi?"

"Aku sudah berjanji padamu bahwa aku akan mengembalikan sebelah tanganmu," kata orang bertopeng itu.

"Jadi kau juga harus berjanji padaku untuk membunuhnya dengan tangan ini."

Yang dia berikan kepada Xiao Jun tentu saja bukanlah tangan yang sesungguhnya, yang dia berikan kepada Xiao Jun adalah sebuah jepit baja.

Jepit baja yang dipasang pada bagian bahu dengan kencang bisa menjadi lengan yang bergerak.

Tapi waktu menggunakannya sangat praktis. orang bertopeng itu memasangkan jepit baja itu di bahu Xiao Jun.

"Karena dagingmu di bagian ini masih belum mati, masih bisa menyalurkan tenaga dalammu dan menggabungkannya. Kau bisa menggunakan alat ini dan menggunakan pedang pendekmu untuk membunuh."

Dia membesarkan hati Xiao Jun. "Dengan kepandaian serta kekuatanmu, ditambah dengan keahlian yang kau miliki, dalam waktu 2 jam kau pasti sudah bisa menguasainya."

Tangan itu disambungkan dengan menggunakan 6 buah tulang baja yang tipis, jadi sewaktu dimasukkan ke dalam lengan baju, lengan baju itu kelihatannya seperti masih kosong, sama sekali tidak ada apa-apa.

"Asalkan kau sedikit waspada, Li Xiao tidak akan curiga Jadi begitu tangan ini keluar dari lengan bajumu, maka kematiannya sudah tiba."

Xiao Jun tidak ingin menggunakan cara seperti itu untuk membunuh orang. Tapi orang yang hendak dibunuhnya adalah orang yang tidak bisa tidak dibunuhnya, kesempatan ini mungkin adalah kesempatan satu-satunya yang ia miliki.

Dia sepertinya sudah tidak ada jalan untuk kembali. Tapi masih ada beberapa hal yang harus dia ketahui.

"siapa kau?" Xiao Jun bertanya pada orang bertopeng ini. "Bukankah sekarang sudah waktunya untuk memberitahuku,

siapa sebenarnya dirimu?"

"sebenarnya mungkin kau sudah pernah mendengar namaku sebelumnya." orang bertopeng ini berkata,

"Akulah Gao Tian Jue." -ooo00000ooo-

Kepala Yuan Bao sudah sedikit pusing, lidahnya juga sudah sedikit membesar, sepasang mata yang pada dasarnya tidak bisa dibilang kecil kelihatannya lebih besar dari biasanya, biji matanya yang bergerak juga sudah tidak bercahaya lagi.

Untungnya, dia sedang tidak ingin menggerakkan biji matanya, karena dia pada dasarnya hanya ingin melihat satu orang saja.

Dalam pandangan matanya, di dunia ini sudah tidak ada orang yang lain dan tidak ada hal lain yang lebih enak dilihat dibandingkan dengan orang ini.

Bos besar Tang sejak berumur 13-14 tahun sudah dilirik banyak orang penjudi, pemabuk, dan laki-laki mata keranjang.

Dia sudah terbiasa dilihat orang. Tapi sekarang sepertinya dia agak sedikit malu dilihat oleh bocah ini.

"Apa yang kau lihat?" "Kau."

"Aku sudah nenek-nenek begini, untuk apa kau lihat?" Yuan Bao sengaja menghela nafasnya.

"Aku sudah menjadi seorang kakek kakek jika tidak melihat nenek-nenek lalu melihat siapa?"

Bos besar Tang sebenarnya tidak ingin tertawa, tapi dia tidak bisa menahan tawanya. Dia tiba-tiba menyadari betapa manisnya bocah ini. Ini adalah masalah yang sangat membahayakan. seorang wanita yang berumur 34 tahun, wanita yang berumur 34 tahun yang selalu kesepian, jika tiba-tiba merasa seorang laki-laki itu manis, tidak peduli laki-laki itu orang yang seperti apa, juga tidak peduli berapa usia laki-laki itu, ini adalah hal yang sangat berbahaya. Bukan hanya berbahaya, tapi juga menakutkan.

Jika dia sama seperti Gao Tian Jue, yang memiliki sebuah topeng perak, dia pasti akan segera memakaikannya di wajahnya.

Karena dia sudah menyadari bahwa bocah yang manis ini sudah sedikit membahayakan, dia tidak ingin bocah ini tahu bahwa dia menganggapnya manis. Tapi sayangnya dia tidak punya satu pun, baik topeng perak atau topeng apapun.

Karena itu ketika Yuan Bao menanyakan sesuatu yang lebih berbahaya lagi, kata-kata yang lebih menakutkan, dan tentu saja membuat bos besar Tang kaget setengah mati.

ooo)o(ooo

BAB XV DANAU MING DI KEGELAPAN MALAM

Tanggal 19 bulan 4, sebelum subuh.....

Angin tenang air tenang, bulan muncul bintang muncul.

sinar lentera justru semakin terang. Dalam saat yang paling gelap sesaat sebelum menjelang subuh, hanya sinar lentera yang paling terang. Karena dia membakar diri sendiri Dia membakar diri sendiri untuk menerangi orang lain. Manusia Juga demikian.

Jika dia terus menyala untuk dirinya sendiri, dalam situasi yang suram, dia akan bercahaya dengan sendirinya.

Gao Tian Jue, ternyata orang ini benar-benar adalah Gao Tian Jue. Tian Jue Di Mie, bunuh sampai tak tersisa. orang ini adalah orang misterius yang hanya ada dalam legenda, tetapi orang ini saat ini sedang duduk dihadapannya.

Pada saat Xiao Jun yang yatim piatu itu lahir, Gao Tian Jue sudah menjadi salah satu orang dunia persilatan yang paling menakutkan.

Di antara mereka seharusnya sama sekali tidak ada hubungan apa-apa, tapi sekarang takdir mereka sepertinya telah diikat menjadi satu oleh Suatu alasan yang aneh.

Gao Tian Jue tiba-tiba bertanya kepada Xiao Jun.

"Apakah kau ingin menanggalkan topengku untuk melihat orang yang seperti apa aku ini?"

"sebetulnya aku tadi memang ingin melakukannya." "Lalu sekarang?"

"sekarang aku sudah tidak ingin lagi." Xiao Jun berkata, "Karena aku sudah mengetahui satu hal."

"Hal apa?"

"Walaupun aku tidak bisa melihat wajahmu, tapi kau juga tidak bisa melihat wajahku," kata Xiao Jun. "Tadi waktu dijalan, kau berjalan sangat lambat karena kau tidak bisa melihat apa pun."

Jika orang lain ingin menggenakan topeng pasti pada topeng itu terdapat dua lubang untuk mata supaya bisa melihat. Pada topeng perak ini hanya terdapat satu lubang saja, tapi bukan pada bagian mata, melainkan pada bagian mulut.

oleh karena itu dia bisa minum teh tapi tidak bisa melihat.

Hanya orang yang buta saja yang mengenakan topeng seperti itu, orang hebat seperti Gao Tian Jue mengapa bisa berubah menjadi seorang yang buta?

Xiao Jun tidak menanyakan hal itu. Dia percaya bahwa masalah ini pasti merupakan masa lalu yang menyakitkan bagi Gao Tian Jue.

"Karena aku tidak bisa melihat jadi kau sudah tidak ingin melihatku lagi." Gao Tian Jue bertanya lagi pada Xiao Jun,

"Apakah menurutmu begitu yang baru bisa disebut adil?" "Kalau begitu aku akan beritahu lagi, ada satu yang lebih adil

lagi," kata Gao Tian Jue.

Xiao Jun tidak lagi bertanya apa-apa.

Dia sudah menyadari bahwa lengan kirinya selalu tertutup dibalik mantel hitam yang dikenakannya, sekali pun tidak pernah dikeluarkannya . sekarang Gao Tian Jue tiba-tiba mengeluarkannya.

Yang dia keluarkan jUga bukan sebuah tangan, yang dikeluarkannya adalah sebuah jepit baja yang berkilauan diterpa sinar. "Aku sudah memotong sebelah lenganmu, lenganku ini juga telah dipotong oleh orang lain." Nada suara Gao Tian Jue membuat siapa pun yang mendengarnya dapat merasakan kepedihan yang sangat mendalam. Bukankah ini juga adil?

Xiao Jun tidak menjawab, malah balas bertanya,

"Apakah tampang orang yang memotong lenganmu itu sangat mirip denganku sehingga kau memotong lenganku?"

Gao Tian Jue tiba-tiba tertawa keras. Tertawa sebenarnya merupakan satu hal yang menyenangkan, tidak hanya membuat diri sendiri senang tapi juga bisa membuat orang lain menjadi senang.

Tapi wajah bawahannya yang berbaju abu-abu itu tiba-tiba mengeluarkan ekspresi yang menakutkan.

Ini karena mereka semua mengetahui bahwa suara tawanya tidak mengandung hal yang menyenangkan, melainkan bencana.

Telapak tangan Xiao Junjuga sampai mengeluarkan keringat dingin.

Hatinya juga tiba-tiba merasakan ketakutan yang sukar untuk dikatakan, bukan karena dia tidak pernah mendengar suara tawa yang seperti itu, melainkan karena dia pernah mendengarnya.

Dia memang pernah mendengarnya.

Pada saat itu, dia jadi teringat akan banyak hal, seperti kenyataan juga seperti mimpi buruk,

Apakah benar-benar mimpi, dia juga tidak bisa membedakannya. saat itu, tawa Gao Tian Jue tiba-tiba terhenti, ekspresi wajah para bawahannya tiba-tiba menjadi kaku, Xiao Jun juga tiba-tiba tersadar dari lamunan masa lalunya.

Di atas perahu itu tidak terjadi perubahan sedikit pun, danau Ming di luar perahu itu juga tetap sunyi dan tenang.

Tapi dalam perasaan mereka, semua yang ada di dunia ini sepertinya tiba-tiba berubah, di dalam hati mereka semua terdapat tekanan yang tidak dapat dijabarkan dengan kata-kata.

Di atas perahu itu tidak ada angin yang bertiup, Gao Tian Jue juga tidak bergerak sama sekali, tetapi mantel hitam yang melekat di tubuhnya tiba-tiba mulai berkibar seperti ombak.

Tutup mangkuk tehnya tiba-tiba melayang setinggi 3 zhi, lalu terdengar suara bo, ternyata tutup itu hancur berkeping-keping di udara.

selanjutnya terdengar suara peng jendela yang tadinya terbuka tiba-tiba menutup dengan sendirinya, kertas jendela yang ditempel di atasnya juga tiba-tiba hancur dan beterbangan di udara lembar demi lembarnya seperti kupu-kupu yang sedang menari. seperti kupu-kupu yang keluar dari neraka yang tak terhitung banyaknya.

Kecapi yang berada di atas meja kecil di pojok ruangan tiba-tiba berbunyi, tirai jendela juga tiba-tiba bergerak mengeluarkan bunyi seperti bunyi kecapi. Lalu tiba-tiba ada suara jiang, tujuh senar kecapi putus dan bunyi tiba-tiba berhenti, tirai mutiara di jendela seperti air mata tiba-tiba jatuh ke lantai, kedua orang yang berbaju abu-abu yang tadi berdiri di depanjuga sudah tidak ada. Haluan di depan sudah tidak ada orang, tidak ada yang tahu mengapa perubahan yang menakutkan ini bisa terjadi. Hanya Gao Tian Jue yang tahu.

Dia datang. Gao Tian Jue tiba-tiba menarik nafas dalam-dalam dan berkata dengan terpatah-patah, Dia sudah datang.

-ooo00000ooo-

Bos besar Tang membelalakkan matanya yang besar, merapatkan mulutnya, menatap Yuan Bao dengan seksama.

Matanya pada dasarnya memang tidak kecil dan sekarang sepertinya membesar dua kali lipat dari biasanya, mulutnya pada dasarnya tidak lebar dan sekarang sepertinya bisa memasukkan dua buah telur sekaligus.

Bos besar Tang tahun ini sudah berumur 34 tahun, sudah banyak menjumpai berbagai macam kejadian, tapi sekarang seperti seorang gadis kecil berumur 7- 8 tahun yang kaget.

Perkataan yang baru saja diucapkan Yuan Bao benar-benar membuatnya terkejut setengah mati.

"Kau tidak mengatakannya,"

"aku sendiri yang mengira aku mendengarnya, padahal kau tidak mengatakan apa-apa."

"sebenarnya aku sudah mengatakannya." Yuan Bao membalikkan wajahnya. "Aku sudah mengatakannya dengan jelas, bahkan mengucapkan setiap katanya dengan jelas. Tapi aku benar-benar tidak mendengarnya."

"Kau mendengarnya." "Aku tidak mendengarnya"

"Padahal kau benar-benar mendengarnya."

"Aku benar-benar tidak mendengarnya," kata bos besar Tang.

Yuan Bao menatapnya dengan tajam lalu dengan tiba-tiba dia mengatakan lagi kalimat yang tadi diucapkannya dengan suara yang digunakan orang yang hampir mati ketika berteriak minta tolong.

"Aku ingin kau menikah denganku."

Bos besar Tang lagi-lagi terkejut, benar-benar dibuat terkejut setengah mati oleh bocah tengik ini sampai jiwa pun serasa hilang.

"oh, Tuhanku," erangnya. "oh, Tuhanku."

"Kali ini kau bisa mendengarnya kan?" tanya Yuan Bao. "Apa perlu aku mengatakannya sekali lagi?"

"Aku mohon padamu, tolonglah." sudah tidak terlihat lagi tampang seorang bos besar pada diri bos besar Tang

"Jika kau mengatakannya sekali lagi maka aku akan terjun ke sungai."

"Mengapa harus terjun ke sungai?" "Kata-kata yang barusan kau ucapkan bahkan orang tuli di lima sudut jalan yang ada di luar juga bisa mendengarnya dengan jelas."

"Lalu apanya yang tidak baik?" Yuan Bao membelalakkan matanya.

"Aku tidak pernah takut jika perkataanku sampai didengar oleh orang lain."

"Kau tidak takut tapi aku takut."

"Takut apa?" Yuan Bao menepuk dadanya dengan sekuat tenaga. "Ada aku di sini, apa yang kau takutkan?"

Bos besar Tang mengerang lagi, kelihatannya seperti yang ingin segera bersembunyi di bawah meja saja.

"Kau tahu tidak usiaku sudah berapa?" Dia berkata, "Aku bisa dikatakan lebih pantas menjadi nenekmu." Ternyata Yuan Bao segera menganggukkan kepalanya.

"Betul...betul...betul..., kau memang sudah pantas menjadi nenekku, nenekku sendiri tahun ini sudah berusia 101 tahun."

Dia sengaja bertanya padanya, "Lalu kau?"

"Walau aku tidak setua itu, hanya 30 tahun lebih, paling tidak sudah pantas menjadi ibumu."

"Menjadi ibuku? Ha..ha...ha...ha... Apa maksudnya ha..ha..ha..?" "Ha..ha.ha., itu artinya aku sudah dibuat jengkel setengah mati

olehmu." Yuan Bao berkata, "Bahkan kakak perempuan keempatku saja tahun ini sudah berumur 30 tahun lebih, tapi kau malah mau menjadi ibuku, menurutmu apakah kau tidak sedang membuatku jengkel setengah mati?"

"Aku tidak."

"Kalau begitu akan kuberitahu, bahkan kakak perempuan tertuaku saja sudah pantas menjadi ibumu." Yuan Bao berkata dengan sangat serius,

"satu-satunya yang bisa kau lakukan begitu sampai di rumahku hanyalah menjadi istriku, bahkan tidak bisa tidak menjadi istriku."

Bos besar Tang sebera menutup kedua telinganya dengan tangannya.

"Aku tidak mendengarnya," katanya.

"Kau sama sekali tidak berkata apa pun, aku juga tidak mendengar apa pun."

"Baiklah, kalau begitu aku akan mengatakannya sekali lagi padamu."

Dia bahkan menggunakan suara yang lebih keras satu kali lipat dibandingkan tadi untuk mengatakannya,

"AKU INGIN KAU. "

Kali ini dia hanya mengatakan setengahnya saja, karena bos besar Tang sudah menghambur ke depan dan membekap mulut Yuan Bao dengan kedua tangan yang tadi digunakannya untuk menutup kedua telinganya. ..tangannya sangat hangat dan lemah. Dia pun menjadi lemah.

Karena begitu dia menghambur ke depan, Yuan Bao segera mendekapnya, dia ingin melepaskan diri tapi dia tidak bisa.

"Dasar bocah tengiki kau bukan benda yang bagus."

"Aku memang pada dasarnya bukan benda, aku manusia." Yuan Bao berkata,

"seorang laki-laki dewasa."

"Juga seorang laki-laki dewasa yang kurang ajar, sedikitnya aku lebih tua 10 tahun darimu."

"Kakak iparku yang ketiga dan kelima lebih tua 10 tahun dari kakak perempuanku, jika laki-laki yang berumur 30 tahun bisa memperistri perempuan yang berumur belasan tahun, mengapa perempuan yang berumur 30 tahun tidak bisa menikah dengan laki- laki yang berumur belasan tahun?"

"Kau sudah mabuk." "Aku tidak mabuk."

"Kau memang sudah mabuk."

"Aku tidak mabuk.....tidak mabuk,. "

-ooo00000ooo-

Dia siapa? Siapa yang telah datang? Tiba-tiba ada ombak putih yang membelah air danau Ming yang tenang dan jernih. Seorang yang tinggi besar dan berbaju hijau dengan kedua tangannya berada di belakang punggungnya, berdiri di atas sebuah perahu dan bajunya berkibar ditiup angin.

Bintang sudah menghilang, bulan pun sudah tenggelam.

Sekarang adalah saat dunia yang paling gelap, tidak ada yang bisa melihat dengan jelas wajah dan rupa orang itu, tapi semua orang yang sudah melihatnya pasti merasakan wibawa dan keagungannya.

Di atas perahu yang ringan itu tidak ada orang lain, tidak ada yang mengayuh, tidak ada yang mendorong galah, tidak ada yang memegang dayung, dan tidak ada yang mengemudikan.

Gao Tian Jue bertanya dengan suara periahan kepada Xiao Jun, "Kau tahu yang datang itu siapa?"

"Li Xiao"

"Betul, dialah orangnya."

"Li Xiao. San Xiao Jing Hun Li Jiang Jun, Li Xiao."

Xiao Jun tentu saja tahu bahwa Li Xiao adalah Wu Tao, tapi sekarang di tubuh orang ini sama sekali tidak ada bayangan wu Tao sedikitpun.

Dia sudah berubah total menjadi orang lain, karena dia sudah tidak perlu lagi menutupi identitas dirinya. Perutnya yang besar sudah tidak ada, semua bagian tubuh yang tadinya dipenuhi oleh lemak dan daging sudah lenyap. Dahinya sudah berubah menjadi lebar dan cerah, muka lusuhnya juga sudah berubah menjadi lebih bercahaya.

"Apakah dia benar pedagang biasa yang dompetnya sudah dicuri orang tapi tidak sadar itu?" Xiao Jun tidak percaya.

Dia memang tidak pernah percaya bahwa di dunia ini ada ilmu merubah wajah yang begitu luar biasa, juga tidak percaya seseorang bisa berubah dengan begitu menakjubkan. Tapi sekarang dia sudah tidak bisa tidak percaya.

orang ini adalah orang yang hendak dibunuhnya, tapi pada saat itu justru timbul perasaan kagum dan hormat yang sukar untuk dikatakan, seperti seorang anak muda yang tiba-tiba bertemu dengan pahlawan idolanya.

Xiao Jun sendiri tidak tahu mengapa dirinya bisa memiliki perasaan seperti itu, tapi dia sudah menyadari akan satu hal.

Di dalam hatinya sepertinya akan selalu ada dua orang yang berperang dengan menggunakan dua buah golok yang cepat, tusukan golok itu datang dan pergi serta setiap tusukannya menusuk tepat mengenai dadanya.

oleh karena itu hatinya akan selalu penuh dengan rasa pedih dan sakit.

"Begitu ada kesempatan, kau harus segera bertindak, sekali bertindak harus tepat mengenai sasaran." Xiao Jun tidak pernah melupakan perintah yang dikatakan Gao Tian Jue.

Tapi begitu kesempatan datang, apakah dia akan bertindak? Dia sendiri tidak berani menjamin. Perahu ringan itu mengapung di atas air di danau Ming, sedangkan orangnya sudah berada di atas perahu Gao Tian Jue.

Sesaat tadi jarak antara perahu ringannya dengan perahu Gao Tian Jue sangatlah jauh. sekarang orang itu sudah berada di dalam perahu dan Xiao Jun akhirnya bisa melihat dengan jelas wajah dan rupa orang itu.

Garis wajahnya tegas seperti yang terdapat pada ukiran batu giok, dahinya lebar, hidung mancung, mulutnya seperti sedang mengejek,Matanya bersinar tajam, tapi juga muram dan penuh dengan penderitaan. Postur tubuhnya tegak seperti lembing.

Kehebatannya, kekuatannya, kesabarannya, di muka bumi ini juga sangatlah sukar dicari orang yang kedua seperti dia.

orang yang seperti dia mengapa menunjukkan raut wajah yang begitu suram? Apakah di dalam hatinya juga sama dengan Xiao Jun, penuh dengan kepedihan dan penderitaan?

Gao Tian Jue sama sekali tidak melihat orang ini karena dia tidak bisa melihat apa pun. Tapi anehnya, sepertinya apa yang dilihatnya jauh lebih banyak dibandingkan dengan orang lain. Yang lebih aneh lagi, orang lain tidak bisa melihat wajah Gao Tian Jue tapi orang ini sepertinya bisa melihatnya.

Mereka berdua saling berhadapan, saling menatap. seperti yang bisa melihat lawannya satu sama lain. Topeng perak yang dikenakan Gao Tian Jue mengeluarkan cahaya perak di bawah sinar lentera.

sebuah topeng sebenarnya tidak memiliki perasaan dan juga ekspresi, tapi sekarang sepertinya terlihat ada ekspresi yang tidak akan ada seorang pun yang dapat mengerti selain mereka berdua, bahkan terang dari jepit baja itu sepertinya juga berubah menjadi lidah api yang membakar.

Dari awal wajah Li Jiang Jun memang memiliki ekspresi yang tidak dapat dimengerti oleh orang lain, tapi ekspresi itu menghilang dengan tiba-tiba seperti yang tiba-tiba mengenakan topeng yang dingin tanpa ekspresi.

"Ternyata memang benar kau orangnya," akhirnya Li Jiang Jun membuka suara.

"Aku sudah tahu cepat atau lambat kau pasti akan menemukanku."

"Kau yang mencariku," balas Gao Tian Jue.

"Aku sama sekali tidak pergi mencarimu. Karena kita sudah bertemu, siapa yang mencari siapa sudah tidak ada bedanya lagi."

"Ada bedanya." "oh"

"Karena aku tidak mencarimu juga tidak melihatmu," kata Gao Tian Jue,

"Aku sudah pernah mengatakan bahwa aku sudah tidak ingin bertemu denganmu seumur hidupku."

"Karena itu kau mengenakan topeng yang seperti itu." "Betul."

"Jika aku memaksa ingin melihatnya?" Gao Tian Jue tertawa dingin. "Kau tidak akan bisa melihatnya."

Li Xiao menatapnya dengan dingin, lalu tubuhnya tiba-tiba melesat keluar.

Li Jiang Jun sama sekali tidak memperhatikan Xiao Jun, bahkan tidak memandangnya sekejap mata pun, seperti yang tidak menyadari bahwa di dalam ruangan itu ada orang yang seperti itu hadir.

Xiao Jun sedang memperhatikan mereka berdua dari tadi, memperhatikan perubahan ekspresi pada wajah mereka juga pembicaraan mereka.

Dia sedang menunggu kesempatan datang.

Walaupun dia sendiri masih belum tahu apakah sewaktu kesempatan itu datang dia akan bertindaki atau masih tetap menunggu, Dia tidak memiliki kesempatan.

Li Xiao selalu berdiri diam di sana, tidak ada gerakan apa pun juga tidak ada pertahanan diri Benar-benar seperti orang-orangan yang terbuat dari kayu saja.

Tapi orang dari kayu ini sudah pasti orang-orangan dari kayu yang dipahat dengan sempurna dan sangat indah. setiap pahatannya sangat tepat di setiap bagiannya. seluruh tubuhnya tidak ada kekurangan sedikit pun.

Jadi walaupun orang ini tidak bergerak dan tidak ada pertahanan diri, tapi seluruh tubuhnya dari atas sampai bawah tidak ada kelemahan sedikit pun. Bergerak berarti tidak bergerak, tidak bergerak berarti bergerak, orang lain tidak bergerak kita tidak bergerak, sekali gerak langsung mengeluarkan jurus yang mematikan. Inilah yang disebut jurus bertapa.

Walaupun Xiao Jun ingin menyerang, dia juga tidak mempunyai kesempatan untuk menyerang, tapi dia menyadari satu hal yang aneh.

Antara mereka berdua, di masa lalu pasti tidak hanya kenal tapi kemungkinanjuga merupakan teman dekat, tetapi sepertinya juga terdapat dendam yang tidak terselesaikan di antara mereka berdua.

sebenarnya musuh atau teman? Tidak ada seorang pun yang tahu.

Di saat itu, Li Jiang Jun yang tadinya tidak bergerak tiba-tiba bergerak. Tidak ada yang bisa melukiskan gerakan ini. Gerakannya sangat lamban tapi juga sangat cepat sampai tidak ada orang yang bisa melihatnya dengan jelas, gerakannya sangat canggung tapi indah.

Gao Tian Jue sangat ingin menghabisinya dengan segera, tapi dia sepertinya tidak. Dia hanya ingin menyingkap topeng perak yang tidak menarik, Indah, misterius, dan juga menakutkan itu.

Gao Tian Jue tidak akan membiarkan Li Xiao mendapatkan keinginannya. Gao Tian Jue juga bergerak. Dua orang yang tadinya diam, tiba-tiba serentak bergerak. Hati Xiao Jun serasa jatuh.

selama ini dia mengira dirinya pasti bisa dihitung sebagai salah satu pendekar tingkat tinggi di dunia persilatan, pendapat orang lain juga pasti sama dengannya. Tapi sekarang dia baru mengetahui bahwa pemikiran seperti itu sangat menggelikan.

Ilmu silatnya sama sekali tidak layak untuk diperbandingkan dengan ilmu silat kedua orang itu. Dia tidak pernah mengira di dunia ini ada orang yang bisa melatih ilmu silat seperti mereka.

sekarang dia sudah melihatnya dengan mata kepala sendiri Bagaimana dia bisa bertindaki bagaimana dia bisa mempunyai kesempatan untuk menyerang?

Bayangan orang terus bergerak, api lentera terus membakar. Tapi masa yang paling gelap sudah lewat, sinar pagi hari sudah mulai menerangi danau besar Ming.

Dua bayangan orang yang beterbangan dan saling mengejar itu tiba-tiba terpisah, Li Jiang Jun tiba-tiba sudah berada di hadapan Xiao Jun dan bergerak secepak kilat menahan lengan kanannya, lengan satu-satunya.

Xiao Jun sama sekali tidak ada niat untuk melawan, hanya mendengar Li Jiang Jun berkata dengan suara rendah,

"Kau tidak bisa diam di tempat ini, cepat kau ikut denganku."

Perkataan ini belum selesai diucapkan, tubuh Xiao Jun sudah meninggalkan tanah, dia sudah terbang keluar mengikuti Li Jiang Jun. Dia tidak boleh membantah. Tapi pada saat mereka melesat keluar dari ruangan yang ada di atas perahu itu, dia tiba-tiba melihat suatu kesempatan. Pada saat itu, sinar pagi tepat menyinari punggung atas Li Jiang Jun. Punggung belakangnya sangat terbuka, ini adalah pertama kalinya dia memperlihatkan tempatnya yang terbuka kepada orang lain, mungkin ini juga yang terakhir kalinya.

Dia tidak menyangka Xiao Jun akan menyerangnya dan lebih tidak menyangka kalau Xiao Jun sudah bertambah satu lengan lagi. Xiao Jun tidak berpikir panjang lagi.

Pada waktu dia melihat punggung Li Jiang Jun yang disinari mentari pagi, dia sudah menghunus pedang pendeknya dengan menggunakan jepit baja itu dan menusuk jantung Li Jiang Jun melalui bahu kirinya.

Gerakan ini sama seperti orang yang segera menarik tangannya begitu terkena api, sama sekali tidak menggunakan nalarnya. orang ini adalah musuhnya dan kesempatan ini adalah kesempatan satu- satunya, oleh karena itu dia harus memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerang.

Pemikiran seperti itu sudah tertera di dalam hatinya, oleh karena itu dia tidak pikir panjang lagi dan langsung menyerang.

Dia akhirnya bisa mengambil kesempatan ini, karena pengalamannya sudah cukup banyak dan reaksinya juga cukup cepat. Ini didapatkannya dari pengalaman pertempuran yang sulit yang tidak terhitung banyaknya, yang dilatih dari pengalaman pahit yang tidak terhitung banyaknya.

Dia seharusnya puas diri akan tindakannya ini. Tapi semenjak itu, setiap kali dia mengingat akan hal ini, hatinya pasti akan merasa sakit. Tusukan pedangnya kali ini, walaupun yang ditusuk sebenarnya adalah Li Jiang Jun, tapi sepertinya pedang itu menusuk ke dadanya sendiri

Kilasan cahaya pedang langsung menghilang. sekujur tubuh Li Jiang Jun seketika terasa sakit.

Pada saat itu, dia sudah membalikkan wajahnya menghadap Xiao Jun dan sinar pagi menyoroti wajahnya. Pada wajahnya tidak terlihat sama sekali rasa takut menjelang ajal, juga tidak ada perasaan marah karena diliciki, tapi justru penuh dengan kesedihan dan penderitaan.

Xiao Jun sudah melihat wajahnya. Xiao Jun tidak akan bisa melupakan ekspresi yang terdapatpada wajah Li Jiang Jun. Ketika darahnya menetes di atas papan, tubuh Li Jiang Jun sudah mendarat di atas air danau dan masuk ke dalam air.

Di atas air danau itu terdapat gelembung-gelembung udara yang setiap gelembungnya terdapat darah Lo Jiang Jun.

sebelum gelembung itu hilang, Xiao Jun sudah mendengar suara tawa Gao Tian Jue. Dia tentu saja tertawa. Akhirnya Li Jiang Jun mati dan matinya sesuai dengan apa yang telah direncanakannya, dia pasti sangat puas akan dirinya sendiri

Tapi suara tawanya sama sekali tidak terkandung arti menang, tapi tawanya justru penuh dengan penderitaan dan kesedihan.

Ini mengapa lagi?

suara tawa yang sayu dan nyaring seperti itu tidak akan pernah Xiao Jun lupakan seumur hidupnya. ooo)o(ooo

BAB XVI PENGALAMAN BOS BESAR TANG

Tangga l9 bulan 4, dini hari.....

sinar mentari pagi baru saja masuk melalui jendela sehingga bos besar Tang dapat melihat wajah Yuan Bao dengan jelas.

Yuan Bao sudah mabuk, dia jatuh tertidur pada saat dia mengatakan, "Aku tidak mabuk,.." Waktu tertidur, dia benar-benar kelihatan seperti seorang anak kecil.

Dia pada dasarnya memang seorang anak kecil yang pintar, nakal, manis, dan juga menyebalkan, sama seperti anak laki-laki yang dikenalnya sewaktu dia masih kecil.

Dia memanggilnya kakak kecil dan anak itu memanggilnya adik, bahkan benar-benar menganggapnya adik laki-laki kecil. sepanjang hari dia membawanya pergi mendaki gunung, memanjat pohon, memarah, orang, berkelahi, menunggang sapi, mengejar anjing, menghela bebeki dan memancing ikan.

semua hal yang tidak dilainkan orang dewasa untuk dilakukan oleh anak-anaki tidak ada yang tidak diajaknya untuk dilakukan. semua permainan yang dimainkan anak laki-laki, tidak ada yang dia tidak bisa.

Bahkan dirinya sendiri sepertinya lupa bahwa dirinya adalah seorang anak perempuan.

Pada suatu tahun di musim panas, dia lagi-lagi membawanya ke sungai kecil di tengah hutan yang ada di belakang gunung untuk bermain air. Cuaca hari itu sangat panas danpada saat itu dia mengenakan pakaian dari kain untuk di musim panas.

Air sungai itu sangat jernih. Kedua anak itu saling menjerit, berteriaki bising dan ribut di dalam air. Pakaian yang dikenakannya sudah basah seluruhnya. Pakaiannya pada dasarnya memang sudah tipis dan matahari di siang haridi musim panas menyoroti tepat di tubuhnya.

Tiba-tiba dia menyadari kalau anak itu sudah tidak berteriak dan ribut lagi, tiba-tiba berubah seperti seorang idiot saja, menatapnya dengan sepasang mata yang terbelalak. Pada saat itu anak itu baru menyadari bahwa dia bukanlah seorang anak laki-laki, bahkan sudah dewasa. Dia ditatapnya sampai malu.

Dia juga melihat perubahan pada tubuh anak itu, perubahan yang menakutkan, dia ingin lari tetapi kedua kakinya sepertinya tiba-tiba menjadi lemas, sangat lemas.

Hari itu pada waktu mereka pulang ke rumah, hari sudah mulai gelap. orang-orang di rumah pun semuanya sudah makan malam.

sejak hari itu, walaupun dia masih memanggilnya adik, tapi tidak pernah lagi mengajaknya bermain bersama dengan anak laki-laki yang lain.

sejak hari itu, dia menjadi miliknya seorang. sampai saat dia hendakpergi mengembara, dia tetap tidak memperbolehkannya untuk pergi bermain dengan anak laki-laki yang lain dan dia ingin dia menunggunya pulang. Tapi dia tidak pernah kembali.

Pada waktu itu dia baru berumur 17 tahun, tahun ini dia sudah berumur 34 tahun. selama 17 tahun ini, dia tidak pernah memiliki laki-laki yang lain dan tidak ada laki-laki lain yang bisa menggerakkan hatinya. Dia tidak pernah menyangka setelah melewati masa 17 tahun yang panjang, ternyata dia bertemu lagi dengan anak laki-laki yang seperti itu, begitu pintar, nakal, manis, dan juga menyebalkan.

Ternyata hatinya bisa juga tergerak.

Tadi saat Yuan Bao memeluk dirinya, dia merasa hangat dan bergejolak sama seperti di senja hari 17 tahun yang lalu itu.

Jika Yuan Bao tidak mabuk dan tertidur, entah apa yang bakal terjadi?

Dia tidak berani memikirkannya. Mengapa bocah ini sampai melakukan hal seperti itu, mengapa hendak menyakiti orang sampai seperti itu?

Walaupun baru bulan 4, tetapi cuaca sepertinya telah mulai panas, malah panasnya sampai membuat orang tidak tahan. Dari tadi dia terus mengeluarkan keringat dan sampai sekarang belum berhenti.

Dia tidak bisa terus menunggu sampai bocah itu terbangun dan dia tidak bisa membiarkan bocah itu mendesaknya, menekannya, dan menyakitinya lagi. seorang perempuan seusia dirinya sudah tidak boleh melakukan hal yang bodoh seperti itu.

Dia dengan diam-diam menenteng sepasang sepatu yang berada di bawah tempat tidur, lalu dengan diam-diam membuka pintu tapi kemudian kembali lagi ke dalam dan menutupi tubuh Yuan Bao dengan selembar selimut, barulah kemudian dengan diam-diam keluar dari kamar. Di dalam taman yang sunyi dan udara yang dingin dan lembab, ada seseorang yang duduk di atas kursi batu di dalam sebuah beranda panjang yang beratap di depan kamar itu sambil melipat tangan dan mata yang menatap tajam padanya.

"Xiao Cai." Bos besar Tang sangat terkejut.

"Mengapa kau duduk di sini? Mengapa sampai sekarang masih belum tidur?"

Xiao Cai tidak mempedulikan dirinya, kedua matanya yang besar itu menatap sepasang sepatu yang ditenteng itu tanpa berkedip sedikit pun. Bos besar Tang tiba-tiba mengerti apa yang ada dalam benak Xiao cai.

Gadis kecil ini sudah mulai dewasa, sudah mulai belajar berpikir yang tidak-tidak, malah masalah yang seharusnya tidak boleh dipikirkan malah semakin dipikir, bahkan berpikirnya sampai ke tempat yang jauh.

Dia tahu bahwa gadis kecil ini pasti berpikiran ke sana tetapi dia sendiri tidak punya akal untuk menjelaskannya.

Jika seorang perempuan berada di dalam kamar seorang laki-laki sepanjang malam dan setelah matahari terbit baru menampakkan ujung kepalanya sambil menenteng sepasang sepatu, bahkan berbau aroma arak.

Dia bisa membiarkan orang lain berpikiran seperti itu? Dia bisa berbuat apa?

"Cepat pergi ke kamarmu dan tidur." Dia hanya bisa menyembunyikan wajahnya dan berkata dengan suara yang tenang kepadanya,

"Kau seharusnya sudah tidur sejak tadi."

"Benar, aku memang seharusnya sudah kembali ke kamar dan tidur, tapi kau?"

Xiao Cai menatap tajam padanya sambil berkata, "Mengapa kau semalam tidak kembali ke kamarmu?"

Bos besar Tang lagi-lagi tidak bisa berkata apa-apa. Xiao Cai tertawa dingin.

"Aku sarankan lebih baik kau segera mengenakan sepatumu, berjalan dengan kaki telanjang bisa membuat kakimu kedinginan."

selesai mengucapkan kalimat itu, Xiao Cai segera bangkit berdiri dan pergi tanpa menoleh lagi, seperti yang tidak sudi melihatnya lagi.

Bos besar Tang berdiri terpaku di atas lantai batu yang dingin seperti es yang dinginnya terasa dari telapak kaki sampai ke dalam jantung.

Dia sama sekali tidak bersalah, sedikit pun tidak bersalah, tetapi dia tahu bahwa dia telah menyakiti hati gadis kecil itu.

Dia mengeluh di dalam hatinya dan bersiap untuk kembali ke kamarnya, tiba-tiba dia menyadari bahwa di dalam taman itu telah ada satu orang lagi yang sedang menatapnya dan sedang duduk di kursi batu yang jadi diduduki oleh Xiao Cai yang menatapnya sambil melipat tangannya. Yang tidak sama adalah orang ini Sama sekali bukan seorang gadis kecil, melainkan seorang kakek tua.

seorang kakek tua yang sangat aneh dan misterius.

Bos besar Tang tidak mengenal kakek tua itu, dia juga tidak pernah menjumpai seorang kakek tua yang seaneh dia, bahkan dirinya sendiri tidak pernah menduga bakal bertemu dengan orang yang seperti itu.

Kakek tua ini tidak hanya kelihatan sangat tua, tapi juga sangat kecil, ada beberapa tempat yang kelihatannya jauh lebih tua jika dibandingkan dengan orang lain, ada beberapa tempat juga yang kelihatannya jauh lebih kecil dari orang mana pun.

Rambut di kepalanya sudah hampir habis, hanya tersisa beberapa helai rambut putih saja yang masih bertengger di atas kepalanya seperti yang ditempelkan dengan lem sehingga sepertinya jika ada angin kencang yang bertiup pun tidak akan dapat menggoyahkannya.

Giginya juga hampir habis, dua baris gigi dari atas, bawahi kiri,dan kanan hampir semuanya habis, hanya tersisa sebuah gigi seri saja, tetapi gigi ini tidak sama seperti gigi kakek tua lainnya yang begitu kuning dan kotor.

Giginya ini ternyata sangat putih dan bersih bahkan putihnya sampai bersinar.

Dia sebenarnya sudah amat sangat tua, tetapi kulit wajahnya seperti kulit bayi saja layaknya, putih kemerah-merahan dan lembut seperti tou fu (tahu, makanan yang dibuat dari kacang kedelai). Pakaian yang dipakainya ternyata pakaian yang berwarna merah keemasan yang umumnya dikenakan oleh pemuda-pemuda dari keluarga kaya. Apakah menurutmu kakek tua yang seperti ini tidak aneh?

Bos besar Tang hampir saja menyemburkan tawanya. Dia tidak jadi tertawa karena di sekitar taman ini depan, belakang, kiri, dan kanan, memang pada dasarnya tidak ada orang yang seperti ini.

Tapi sekarang justru ada orang yang seperti itu sedang duduk di hadapannya sambil menatap dirinya dengan tatapan kagum, mimiknya sama seperti laki-laki yang berumur 30-40 tahun ketika sedang memandanginya.

Untungnya bos besar Tang memiliki pembawaan yang tenang, walaupun sepasang kakinya tidak mengenakan sepatu dia tetap tenang, oleh karena itu dia masih bisa menganggukkan kepala padanya sambil tertawa. "Apa kabar?"

"Aku sangat baik," sahut kakek tua kecil itu. "Amat sangat baik, luar biasa baik, siapakah namamu (gui Xing) dan ada keperluan apakah hingga datang ke tempat ini?"

"Margaku bukan Gui dan aku datang kemari sama sekali tidak ada keperluan apa-apa," jawab kakek tua itu.

"Aku datang ke tempat ini hanya untuk melakukan sesuatu hal yang tidak ada perlunya sama sekali."

"Hal apa?"

"Coba kau tebak." Kakek tua itu mengedipkan matanya seperti anak kecil saja. "Jika kau bisa menebaknya maka aku akan bersujud padamu sebanyak 3600 kali."

Bos besar Tang menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Bersujud sebanyak itu pasti akan sangat melelahkan," katanya. "Aku tidak ingin kau bersujud padaku dan aku juga tidak bisa

menebak apa maksud tujuanmu datang ke tempat ini."

"Tentu saja kau tidak bisa menebaknya," kata kakek tua itu sambil tertawa keras.

"Kau tidak akan bisa menebaknya seumur hidupmu."

"Kalau begitu mengapa tidak kau sendiri yang mengatakannya?" "Walaupun aku mengatakannya, kau juga pasti tidak akan

mempercayainya." "Coba saja."

"Baiklah, akan kukatakan," jawab kakek tua itu.

"Kedatanganku kemari hanya karena istriku ingin melepaskan pakaianmu dan melihat sendiri tubuhmu."

Bos besar Tang tertawa.

sebenarnya dia seharusnya marah, tetapi dia malah tertawa karena dia belum pernah mendengar hal yang gila dan lucu seperti itu sebelumnya.

Dia tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan mendengar hal yang seperti itu. Kakek tua itu menghela nafasnya.

"Aku tahu bahwa kau tidak akan percaya, aku sudah menduganya bahwa kau tidak akan mempercayainya."

Pada saat dia menghela nafasnya itu, tubuhnya sudah melayang di udara sambil berguling-guling tanpa henti, seperti seorang anak kecil yang dilemparkan oleh orang dewasa ke udara.

Bos besar Tang bukanlah orang yang mudah untuk dipermainkan. seorang wanita yang bisa diakui oleh orang banyak sebagai seorang bos besar, tentu saja bukan orang yang mudah untuk dipermainkan.

Dia pernah mempelajari ilmu silat dan ilmu silat yang dipelajarinya bermacam-macam, ada sebagian yang dipelajarinya dengan mengangkat guru dan ada sebagian lagi diberikan oleh para laki-laki demi mendekati dirinya, menjilatnya, menyenangkan dirinya, dan mendapatkan dirinya.

Tinju Bunga Terbang (Fei Hua Juan), sepasang Tapak Terapung (Xuang ping Zhang), ilmu Belalang sembah (Tang Lang Gong), cakar Angin Terbang (Fei Feng Zhi), Tapak Menangkap Besar dan Kecil (Da Xiao Qin Zhang), 36 jurus tinju (36 Lu Zhang Juan), 72 jurus tendangan (72 Lu Tan Jiao),........

Ilmu silat yang dikuasainya paling sedikit ada 30-40 macam, tapi di hadapan kakek tua ini tidak ada satu pun yang bisa dikeluarkannya. Di udara masih ada orang yang sedang berguling- guling, tapi sudah bukan kakek tua itu melainkan bos besar Tang.

Dia sendiri tidak mengerti bagaimana sampai bisa terlempar ke udara dan berguling-guling. Dia benar-benar tidak tahu. Dia hanya tahu begitu tubuh kakek tua itu menyentuh tanah, dia langsung terlempar ke udara.

Lalu dia mulai berguling-guling tanpa henti di tengah udara kosong di kegelapan subuh. Kemudian dia tidak sadarkan diri Pada saat itu Yuan Bao sudah sadar dari mabuknya.

Tadinya dia tertidur seperti sebongkah batu saja layaknya, walaupun ada orang yang melukainya dengan dua tapak tangan dan mematahkan kakinya, dia juga tidak akan terbangun. Tapi dia tiba- tiba terbangun dan pada saat dia terbangun, matahari sudah bersinar tepat dijendela kamar di hadapannya.

Yuan Bao mengeluarkan suara erangan dan segera menarik selimut untuk menutupi wajahnya, jika terlambat sedikit saja matanya sepertinya bisa menjadi buta oleh sinar mentari yang terik itu dan kepalanya serasa terbelah menjadi dua bagian.

seorang yang mabuk karena arak begitu tersadar untuk pertama kalinya dan berada dalam ruangan yang penuh dengan sinar matahari, sepertinya akan merasa seperti itu.

Tapi tidak lama kemudian, Yuan Bao perlahan-lahan mengeluarkan kepalanya dari balik selimut. Karena sebelum matanya tertutup karena silau tadi, dia sepertinya melihat ada seseorang dalam ruangan itu. seseorang yang pasti bukan bawahan bos besar Tang. Dia tidak salah lihat.

orang ini mengenakan pakaian serba hitam dan mengenakan sebuah topeng perak, walaupun seluruh ruangan dipenuhi oleh sinar mentari tapi orang ini seperti bagaikan bayangan hantu di malam hari. Yuan Bao tertawa. selama ini dia tidak pernah takut pada orang yang menakutkan, semakin menakutkan orang itu, dia semakin tidak takut.

"Muka aneh yang terpasang di wajahmu benar-benar menarik," kata Yuan Bao.

"Bisakah kau pinjamkan pada ku selama 2 hari sehingga bisa kupakai untuk menakut-nakuti orang?"

"Aku sama sekali tidak bermaksud untuk menakutimu," gaya bicara orang ini sangat lembut.

"Aku sudah tahu, semenjak kecil kau memang sudah memiliki keberanian yang sangat besar."

"Kau tahu siapa aku?" "Aku tahu."

Yuan Bao tertawa lagi.

"Untung saja aku tahu siapa dirimu, kalau tidak, aku yang rugi dong."

"siapa aku?"

"Kau adalah Gao Tian Jue," kata Yuan Bao.

"orang yang membuat semua persendianku kaku dan seluruh badanku gemetaran, lalu setelah itu membawaku ke tempat ini."

"Benar," Gao Tian Jue sama sekali tidak menyangkalnya. "Akulah orangnya." "Jika kau sudah tahu siapa diriku, kau masih berani berbuat seperti itu padaku?" Yuan Bao tiba-tiba berubah menjadi galak.

"Apakah kau tidak takut kalau keluargaku akan mencarimu untuk membalas dendam?"

"Mereka tidak akan mencariku." "Mengapa?"

"Karena mereka tahu bahwa aku tidak bermaksud jahat padamu," jawab Gao Tian Jue.

"Aku rasa kau sendiri pasti mengerti." "sayangnya aku tidak mengerti sedikit pun."

"orang-orang seperti kami adalah orang yang selamanya tidak akan bisa melihat terang, bahkan seharusnya sudah mati dari dulu."

Gao Tian Jue berkata, "orang-orang seperti kami ini akan selamanya membawa benci dan dendam dalam tubuh."

Walaupun suaranya tetap lembut tetapi nada bicaranya membuat orang yang mendengarnya merinding sampai ke tulang, suatu hal yang menguntungkan,

"karena kami selalu membawa pembunuhan, bau darah, dan bencana."

"siapa pun yang berjumpa dengan orang seperti kami pasti bukanlah. "

"Kami?" tanya Yuan Bao. "Kalian itu siapa?"

"Mungkin kami tidak bisa dihitung sebagai manusia, hanya saja roh kami masih belum menjadi roh yang jahat," kata Gao Tian Jue.

"oleh karena itu aku tidak ingin kau juga masuk ke dalam perselisihan dan dendam kami."

"Jadi maksudmu, kau tidak menginginkan aku turut campur dalam urusan kalian?"

"Benar," jawab Gao Tian Jue.

"Karena jati dirimu tidaklah sama dengan kami, makanya aku membawamu ke tempat ini."

"Jika tidak, kepalaku ini pasti sudah sejak semula kau penggal." "Aku tidak akan memenggal kepalamu," kata Gao Tian Jue

dengan dingin

"jika ingin membunuh orang tidak selalu harus dengan memenggal kepalanya, ada banyak cara untuk membunuh orang dan ini adalah cara yang paling bodoh. Cara apa yang biasa kau pakai untuk membunuh orang?"

"Cara yang paling menyakitkan."

"Cara yang paling menyakitkan?" tanya Yuan Bao.

"Yang membuat orang lain menderita atau yang membuat diri sendiri menderita?"

Gao Tian Jue tiba-tiba terdiam. "Cara itu tidak baik," sahut Yuan Bao lagi.

"Karena orang yang ingin kau bunuh sudah mati sehingga tidak akan menderita, yang menderita tentunya adalah kau sendiri karena hanya orang yang masih hidup saja yang bisa merasakan penderitaan.

Bersambung-09